Anda di halaman 1dari 2

Efektivitas dan efisiensi dalam prinsip good governance

Good governance dapat diartikan sebagai suatu mekanisme pengelolaan sumber daya dengan substansi dan implementasi yang diarahkan untuk mencapai pembangunan yang efisien dan efektif secara adil. Salah satu prinsip dari good governance adalah efektivitas. Secara etimologis, efektivitas berasal dari kata efektif yang artinya memiliki efek, pengaruh atau akibat. Konsep keefektifan digunakan untuk merujuk kepada derajat pencapaian tujuan sebagai upaya kerjasama. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan. Untuk mengukur keefektifan organisasi dapat ditinjau dari kemampuan organisasi mengelola sumber daya yang ada dan memberikan nilai tambah kepada sumber daya yang tersedia untuk mencapai tujuan organisasi. Suatu pemerintah daerah yang efektif adalah pemerintah daerah yang mampu memberikan pelayanan yang responsif sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarkat. Agar dapat meningkatkan kinerjanya, tata kepemerintahan membutuhkan dukungan struktur yang tepat. Tidak hanya efektivitas, melainkan efesiensi juga suatu prinsip dari good governance. Efisiensi sendiri adalah sesuai dengan anggaran dan waktu yang telah ditetapkan. efisiensi menganggap bahwa tujuan-tujuan yang benar telah ditentukan dan berusaha untuk mencari cara-cara yang paling baik untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut Apabila membicarakan efektivitas dan efisiensi maka harus dihubungkan dengan sasaran dan tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan tersebut. Pengertian good governance menurut bank dunia adalah suatu penyelenggaraan solid dan bertanggung jawab yang sejalan dengan prinsip

manajemen pembangunan yang

demokrasi dan pasar yang efisien, penghindaran salah alokasi dana investasi, dan pencegahan korupsi baik secara politik maupun administratif, menjalankan disiplin anggaran serta penciptaan legal and political framework bagi tumbuhnya aktivitas usaha. Jadi, Unsur utama dalam good governance adalah birokrasi yang efisien. Dengan adanya birokrasi yang efisien maka tugas dalam melayani publik akan lebih cepat dan rapi, karena apabila kita berkaca pada birokrasi saat ini banyak masyarakat merasa susah dan tidak efisien. Oleh karena itu cara agar membuat birokrasi yang efektid dan efisen adalah dengan dengan melakukan perubahan atau reformasi, bukan saja terbatas pada proses dan prosedur, tetapi juga mengaitkan perubahan pada tingkat struktur, sikap dan tingkah laku / etika

Adapun indikator minimal dari efektivitas dan efisiensi adalah : Terlaksananya administrasi penyelenggaraan negara yang berkualitas dan tepat sasaran dengan penggunaan sumberdaya yang optimal; Melakukan monitoring dan evaluasi untuk perbaikan; Berkurangnya tumpang tindih penyelenggaraan fungsi organisasi / unit kerja

Nama : Reza Setiawan NPM : 170410100004

Maaf bang son banyak merepotkan