P. 1
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (Tsts) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ips Siswa Kelas IV.a Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (Tsts) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ips Siswa Kelas IV.a Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru

|Views: 2,519|Likes:
Dipublikasikan oleh romadonie21

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: romadonie21 on Sep 17, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/29/2013

pdf

text

original

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS

SISWA KELAS IV.A SEKOLAH DASAR NEGERI 164 PEKANBARU

SKRIPSI
Diajukan Sebagai Syarat Untuk Memenuhi Gelar Sarjana Pendidikan Pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

OLEH:

YUHENDRAWATI NIM. 1005187017

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU 2012

ABSTRAK

Yuhendrawati, 2012. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV.A Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurusan Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Riau. Pembimbing I Drs. Zulkifli, S.Pd dan Pembimbing II Drs. H. Damanhuri Daud, S.Pd.

Kata Kunci: Kooperatif TSTS, Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa

Model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray pada dasarnya menekankan kepada siswa untuk bekerja sama dalam kelompok, dan memberikan kesempatan kepada kelompok untuk membagikan hasil dan informasi yang diperoleh dengan kelompok lain, sehingga proses pembelajaran akan berpusat kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV.A Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru tahun ajaran 2011/2012 yang siswanya berjumlah 41 orang. Dengan rumusan masalah: Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa Kelas IV.A Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru. Skripsi ini menyajikan hasil analisis data aktivitas belajar siswa guru selama pembelajaran berlangsung di kelas IV.A Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru yaitu: Rata-rata aktivitas siswa selama pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray pada siklus I 57,26% (kurang baik). Sedangkan pada siklus II rata-rata aktivitas siswa meningkat menjadi 65,31% (baik), dengan peningkatan sebesar 8,05%. Untuk aktivitas guru, pada siklus I rata-rata 70% (baik) dan pada siklus II rata-rata aktivitas guru meningkat menjadi 95% (sangat baik), peningkatannya sebesar 25%. Skripsi ini juga menyajikan hasil belajar siswa kelas IV.A Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru yang diperoleh dari ulangan harian I siklus I dan ulangan harian II siklus II. Pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa secara individu 70,85 dan siklus II rata-rata hasil belajar siswa secara individu meningkat menjadi 84,02, dengan peningkatan sebesar 13,17%. Ketuntasan klasikal juga mengalami, dimana pada siklus I 85,37% dan siklus II 100,00%, terjadi peningkatan sebesar 14,63%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV.A Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru.

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT, yang memberikan taufik dan hidayah-Nya serta nikmat yang tak terhingga, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul: “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV.A Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru”. Selanjutnya shalawat serta salam tidak lupa penulis sampaikan kepada junjungan alam yakni Nabi besar Muhammad saw, yang merupakan seorang pejuang sejati yang telah membawa ummatnya dari kehidupan yang penuh kebodohan sampai kepada kehidupan yang penuh dengan ilmu penngetahuan dan akhlak mulia sebagaimana kita rasakan sekarang. Untuk menyelesaikan skripsi ini penulis banyak mendapatkan bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Dr. H. M Nur Mustafa, M.Pd. selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau. 2. Bapak Drs. Zariul Antoza, M.Sn. selaku ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Universitas Riau. 3. Bapak Drs. Lazim N, M.Pd. selaku ketua prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau. 4. Bapak Drs. Zulkifli, S.Pd, selaku Pembimbing I, dan Bapak Drs. H. Damanhuri Daud, S.Pd, selaku Pembimbing II, yang telah banyak meluangkan waktu dan memberikan bimbingan, arahan dan masukan, sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. 5. Seluruh dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Riau yang telah banyak membantu dan meluangkan waktu untuk membantu penulis.

6. Ayahanda H. Oemar Oesman. L (Alm) dan Ibunda Hj. Yusni Jusan tercinta, atas perhatian, dukungan, bantuan, serta doa tulus yang tidak pernah berhenti selama ini sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. 7. Ayah mertuaku Yulidar dan Ibu mertuaku KH. Kamal Bandaro Putiah, yang telah memberikan motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 8. Spesial buat suamiku tercinta Hamdi dan anak-anak ku tersayang (1) Qory Ayunitami, (2) Fajri Nurhakim, dan (3) M. Iqbal Al Hadi, yang selalu memberikan motivasi kepada penulis agar sabar dalam menghadapi segala tantangan hidup. 9. Ibu Hj. Rosnian, S.Pd. T.S. Selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru, yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian. 10. Ibu Ernita Yusnawati, MM. selaku guru di Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru yang sekaligus bertindak sebagai observer dalam penelitian ini. 11. Seluruh Majelis Guru di Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru, yang mau memberi petunjuk selama peneliti melakukan penelitian. 12. Seluruh siswa Kelas IV.A Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru, yang ikut membantu peneliti selama proses penelitian berlangsung. 13. Buat teman-teman seperjuangan di Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan sangat penulis harapkan. Semoga ini dapat memberikan manfaat, amin. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pekanbaru, 23 Juli 2012 Penulis

YUHENDRAWATI

NIM. 1005187017

DAFTAR ISI Halaman LEMBAR PENGESAHAN ABSTRAK .................................................................................................. KATA PENGANTAR ................................................................................ DAFTAR ISI ............................................................................................... DAFTAR GAMBAR .................................................................................. DAFTA TABEL ......................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ......................................................................... B. Rumusan Masalah .................................................................... C. Tujuan Penelitian ..................................................................... D. Manfaat Penelitian ................................................................... BAB II LANDASAN TEORITIS A. Model Pembelajaran Kooperatif .............................................. 1. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif ...................... 2. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Kooperatif .......... B. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray ..... 1. Pengertian Two Stay Two Stray ........................................ 2. Langkah-Langkah Two Stay Two Stray ............................. 3. Kelebihan dan Kelemahan Two Stay Two Stray ................ C. Hasil Belajar ............................................................................. 1. Pengertian Hasil Belajar ..................................................... 2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar ............ 3. Komponen-Komponen Hasil Belajar ................................. 4. Indikator Hasil Belajar ....................................................... D. Hubungan Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray dengan Hasil Belajar ....................................... E. Hipotesis Tindakan................................................................... 18 19 6 6 7 8 8 9 12 13 13 14 14 15 1 4 4 4 i ii iv vii viii ix

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Setting Penelitian ..................................................................... B. Subjek Penelitian...................................................................... C. Variabel Penelitian ................................................................... D. Rencana Tindakan .................................................................... E. Istrumen Penelitian................................................................... F. Teknik Pengumpulan Data ....................................................... G. Teknik Analisis Data ................................................................ BAB IV PEMBAHASAN A. Hasil Tindakan ......................................................................... 1. Pelaksanaan Tindakan ........................................................ 2. Tahap Perencanaan Tindakan ............................................ B. Pelaksanaan Tindakan Siklus I................................................. 1. Pertemuan Pertama.............................................................. 2. Pertemuan Kedua ............................................................... 3. Pertemuan Ulangan Harian I .............................................. 4. Refleksi Siklus I ................................................................. C. Pelaksanaan Tindakan Siklus II ............................................... 1. Pertemuan Pertama............................................................. 2. Pertemuan Kedua ............................................................... 3. Pertemuan Ulangan Harian II............................................. 4. Refleksi Siklus II ................................................................ D. Analisis Data Hasil Penelitian.................................................. 1. Aktivitas Guru .................................................................... 2. Aktivitas Siswa .................................................................. 3. Hasil Belajar Siswa ............................................................ a. Ketuntasan Belajar Siswa Secara Individu ................... b. Ketuntasan Belajar Siswa Secara Klasikal .................... c. Nilai Perkembangan dan Penghargaan Kelompok ............. 29 29 29 30 30 31 33 33 35 35 36 37 37 38 38 40 41 41 43 44 20 20 20 20 24 24 25

E. Pembahasan Hasil Penelitian .................................................. 1. Aktivitas Guru .................................................................... 2. Aktivitas Siswa .................................................................. 3. Ketuntasan Individu ........................................................... 4. Ketuntasan Klasikal ........................................................... 6. Penghargaan Kelompok .....................................................

45 46 47 48 49 50

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan .............................................................................. B. Saran ......................................................................................... 52 52

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. LAMPIRAN-LAMPIRAN

54

DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 21 46 47 48 49 50

3.1. Siklus Penelitian Tindakan Kelas Dengan Empat Tahap Kegiatan ..... 4.1. Perbandingan Aktivitas Guru Pada Siklus I dan II .............................. 4.2. Perbandingan Aktivitas Siswa Pada Siklus I dan II ............................. 4.3. Perbandingan Ketuntasan Individu Siswa Siklus I dan II .................... 4.4. Perbandingan Ketuntasan Klasikal Siswa Siklus I dan II .................... 4.5. Perbandingan Penghargaan Kelompok Siklus I dan Siklus II .............

DAFTAR TABEL Tabel Halaman 8 26 26 27 28

2.1. Langkah-Langkah Pembelajaran Kooperatif ....................................... 3.1. Aktivitas guru dan siswa ...................................................................... 3.2. Ketuntasan hasil belajar siswa ............................................................. 3.3. Langkah-Langkah Penentu Nilai Perkembangan ................................. 3.4. Kriteria Nilai Perkembangan Individu ................................................. 4.1. Analisis Aktivitas Guru Dalam Menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Siklus I dan Siklus II. .......... 4.2. Analisis Aktivitas Siswa Dengan Diterapkannya Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Siklus I Dan Siklus II ................................................................................................ 4.3. Persentase Ketuntasan Belajar Siswa Secara Individu Siklus I dan Siklus II ................................................................................................ 4.4. Persentase Ketuntasan Belajar Siswa Secara Klasikal Siklus I dan Siklus II ................................................................................................ 4.5. Tingkat Perkembangan dan Penghargaan Kelompok Pada Setiap Siklus ....................................................................................................

39

40

41

43

45

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 56 57

A. Jadwal Penelitian.................................................................................. B. Silabus .................................................................................................. C. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) C.1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP-1) ............................. C.2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP-2) ............................. C.3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP-3) ............................. C.4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP-4) ............................. D. Lembar Kerja Siswa (LKS) D.1. Lembar Kerja Siswa Siklus Pertama Pertemuan Pertama........... D.2. Lembar Kerja Siswa Siklus Pertama Pertemuan Kedua ............. D.3. Lembar Kerja Siswa Siklus Kedua Pertemuan Pertama ............. D.4. Lembar Kerja Siswa Siklus Kedua Pertemuan Kedua ................ E. Lembar Observasi Aktivitas Guru E.1. Lembar Observasi Aktivitas Guru Siklus I Pertemuan I ............. E.2. Lembar Observasi Aktivitas Guru Siklus I Pertemuan II ........... E.3. Lembar Observasi Aktivitas Guru Siklus II Pertemuan I ........... E.4. Lembar Observasi Aktivitas Guru Siklus II Pertemuan II .......... E.5. Rata-Rata Aktivitas Guru Dalam Menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TSTS Pada Setiap Pertemuan .... F. Lembar Observasi Aktivitas Siswa F.1. Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Pertemuan I ........... F.2. Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Pertemuan II .......... F.3. Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus II Pertemuan I .......... F.4. Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus II Pertemuan II ......... F.5. Rata-Rata Aktivitas Siswa Dalam Menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TSTS Pada Setiap Pertemuan .... G. Kisi-Kisi Soal G.1. Kisi-kisi Soal Siklus Pertama ...................................................... G.2. Kisi-kisi Soal Siklus Kedua ........................................................ H. Soal Ulangan Harian H.1. Soal Ulangan Harian I Siklus I.................................................... H.2. Soal Ulangan Harian II Siklus II .................................................

58 61 64 67

70 71 72 73

74 75 67 77 78

81 83 85 87 89

92 96

101 104

I. Kunci Jawaban Ulangan Harian I.1. Kunci Jawaban Ulangan Harian Siklus Pertama ......................... I.2. Kunci Jawaban Ulangan Harian Siklus Kedua ........................... J. Hasil Belajar Siswa J.1. Hasil Belajar Siswa Kelas IV.A SDN 164 Pekanbaru Sebelum Menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (Skor Dasar) ............................................................... J.2. Hasil Belajar Siswa Kelas IV.A SDN 164 Pekanbaru Setelah Diterapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (Siklus Pertama)......................................................... J.1. Hasil Belajar Siswa Kelas IV.A SDN 164 Pekanbaru Setelah Diterapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (Siklus Kedua) ........................................................... K. Perbandingan Hasil Belajar Siswa Kelas IV.A SDN 164 Pekanbaru Sebelum dan Sesudah Tindakan .......................................................... L. Analisis Hasil Belajar Siswa Kelas IV.A SDN 164 Pekanbaru Secara Individu ................................................................................................ M. Analisis Ketuntasan Klasikal Siswa Kelas IV.A Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru .......................................................................... N. Skor Ulangan Harian N.1. Skor Ulangan Siklus I Siswa Kelas IV.A Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru ................................................................. N.2. Skor Ulangan Siklus I Siswa Kelas IV.A Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru ................................................................. O. Nilai Perkembangan dan Penghargaan Kelompok O.1 Nilai Perkembangan dan Penghargaan Kelompok Pada Siklus Pertama ........................................................................................ O.2 Nilai Perkembangan dan Penghargaan Kelompok Pada Siklus Kedua .......................................................................................... P. Dokumentasi Pelaksanaan Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray .............................................................................................

107 108

109

111

113

115

117

119

121

123

125 126

127

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bidang studi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan wahana untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibanya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta menghargai, menjaga, dan melestarikan sejarah-sejarah bangsa. Selain itu, pendidikan IPS diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari sejarah-sejarah yang dialami bangsa Indonesia pada masa lalu. Pentingnya pelajaran IPS ini tercantum pada tujuan pendidikan IPS dari sekolah dasar sampai dengan sekolah menengah. Pengajaran IPS bertujuan mengembangkan sikap, nilai, keterampilan, dan rasa cinta akan lingkungan wilayah Republik Indonesia atau untuk membina dan

menanamkan sikap positif kepada siswa dalam menjaga setiap benda-benda atau alat-alat peninggalan sejarah dan menanamkan rasa bangga kedalam diri siswa terhadap sejarah-sejarah yang ada di Indonesia. Walaupun pembejaran IPS bertujuan untuk mengembangkan sikap, nilai, keterampilan, dan rasa cinta akan lingkungan wilayah Republik Indonesia, namun pada kenyataannya masih banyak siswa yang belum memahami dan mengetahui sejarah-sejarah penting yang pernah ada di Indonesia. Kemampuan siswa Kelas IV.A Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru dalam memahami dan mempelajari IPS masih tergolong jauh dari Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditetapkan sekolah yaitu 65.

Dari jumlah siswa 41 orang hanya 21 orang siswa yang mencapai KKM yang telah ditetapkan dengan persentase ketuntasan klasikal 51,22%, sedangkan 20 orang siswa dengan persentase ketuntasan klasikal 48,78% mendapat nilai di bawah KKM sekolah, dengan nilai rata-rata 58,29. Masih jauhnya keberhasilan siswa pada mata pelajaran IPS, dapat diketahui dari gejala-gejala yang penulis temukan dilapangan, yaitu: 1. Masih banyak siswa yang kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran IPS. 2. Masih banyak siswa yang kurang berani mengungkapkan pendapatnya saat pembelajaran berlangsung. 3. Siswa kurang percaya diri dalam menjawab setiap pertanyaan yang diberikan oleh guru. 4. Siswa kurang berminat dalam mengikuti pembelajaran, sehingga prestasi belajar siswa rendah. Berdasarkan hasil pengalaman peneliti di Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru, penyebab rendahnya hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial siswa Kelas IV.A adalah: 1. Dalam proses belajar mengajar guru hanya menerapkan metode ceramah, sehingga siswa dalam mengikuti pelajaran tidak aktif dan akibatnya siswa tidak memiliki konsentrasi penuh pada pelajaran. 2. Pada saat memberikan tugas biasanya tidak dikerjakan pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, sehingga tidak bisa dikontrol secara langsung apakah tugas tersebut dikerjakan oleh siswa itu sendiri atau tidak.

3. Dalam mengunakan model pembelajaran, Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru belum pernah menggunakan/menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray bertujuan agar siswa lebih aktif dalam pembelajaran melalui diskusi kelompok. Berdasarkan kenyataan yang penulis alami di Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru khususnya pada siswa kelas IV.A kemampuan siswa dalam pembelajaran IPS masih jauh dari harapan. Maka dari itu, penulis akan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray yang penulis yakini dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray peneliti yakini dapat meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial siswa Kelas IV.A Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru karena model pembelajaran ini terdiri dari lima tahapan yaitu: (1) Persiapan, (2) Penyajian kelas, (3) Kegiatan kelompok, (4) Evaluasi, dan (5) Penghargaan kelompok. (Slavin dalam Siahaan, 2009: 17). Dengan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray diharapkan dapat meningkat hasil belajar IPS siswa Kelas IV.A Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru dengan pokok bahasan dalam kurikulum Sekolah yaitu teknologi produksi, komunikasi dan transportasi. Model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray penulis pilih, karena hasil belajar siswa melalui metode ceramah dianggap tidak sesuai dengan harapan.

Dari latar belakang masalah di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV.A Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru”. B. Rumusan Masalah Dari latar belakang masalah di atas dapat dikemukakan mengenai rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa Kelas IV.A Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru ?. C. Tujuan Penelitian Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe two stay two stray untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa Kelas IV.A Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru. D. Manfaat Penelitian Penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat bermanfaat untuk: 1. Bagi Siswa; Penggunaan model pembelajaran kooperatif Tipe two stay two stray pada pokok bahasan mendeskripsikan berbagai peningalan

sejarah dilingkungan setempat diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar IPS dan siswa dapat belajar secara mandiri. 2. Bagi guru; sebagai acuan untuk memilih pembelajaran yang efektif dan efisien guna menemukan cara dalam mengatasi kesulitan yang dihadapi siswa pada saat belajar dan dapat menentukan tindakan yang diperlukan guna meningkatkan hasil belajar siswa.

3. Bagi sekolah: dapat memotivasi guru untuk melakukan penelitian tindakan kelas guna meningkatkan mutu hasil pembelajaran di Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru. 4. Bagi peneliti: dapat menambah pengetahuan dan memperluas wawasan tentang penerapan model pembelajaran kooperatif stray. Tipe two stay two

BAB II LANDASAN TEORITIS A. Model Pembelajaran Kooperatif 1. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Menurut Taniredja (2011: 56) pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran dengan setting kelompok-kelompok kecil dengan

memperhatikan keragaman anggota kelompok sebagai wadah siswa bekerja sama dan memecahkan masalah melalui interaksi sosial dengan teman sebayanya, memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mempelajari sesuatu dengan baik pada waktu yang bersamaan dan ia menjadi nara sumber bagi teman yang lain. Menurut Slavin dalam Siahaan (2009:12) menjelaskan bahwa pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana siswa kelompok kecil terdiri dari 4-5 orang, setiap kelompok haruslah heterogen, terdiri dari laki-laki dan perempuan, berasal dari berbagai suku, memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan normal. Pembelajaran kooperatif merupakan sistim pengajaran yang

memberikan kesempatan kepada anak didik untuk bekerjasama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur. Pembelajaran kooperatif dikenal dengan pembelajaran secara kelompok. Tetapi belajar kooperatif lebih dari sekedar belajar kelompok atau kerja kelompok karena dalam belajar kooperatif ada struktur dorongan atau tugas yang bersifat kooperatif sehingga memungkinkan terjadinya interaksi secara terbuka dan hubungan yang bersifat interdepensi efektif di antara anggota kelompok.

Menurut Depdiknas dalam Taniredja dkk (2011: 60), pembelajaran kooperatif memiliki tujuan sebagai berikut, yaitu: 1. Meningkatkan hasil akademik, dengan meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademiknya. 2. Memberi peluang kepada siswa agar siswa dapat menerima temantemannya yang mempunyai berbagai perbedaan latar belajarnya. 3. Untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa. Menurut Ibrahim dalam Taniredja, dkk (2011: 59) unsur-unsur pembelajaran kooperatif yaitu: 1. Siswa dalam kelompok haruslah berangapan bahwa mereka sehidup sepenanggungan bersama. 2. Siswa bertanggung jawab atas segala sesuatu di dalam kelompoknya. 3. Siswa haruslah melihat bahwa semua anggota di dalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama. 4. Siswa haruslah membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompoknya. 5. Siswa akan dikenakan evaluasi atau diberikan penghargaan yang juga akan dekenakan untuk semua anggota kelompok. 6. Siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya. 7. Siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditanggani dalam kelompok kooperatif.

2. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Kooperatif Langkah-langkah pembelajaran kooperatif dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 2.1 Langkah-Langkah Model Pembelajaran Kooperatif Fase 1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa 2. Menyajikan informasi 3. Mengorganisasi siswa ke dalam kelompok kooperatif 4. Membimbing kelompok bekerja dan belajar 5. Evaluasi Kegiatan Guru Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pembelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar Guru menyampaikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau bahan bacaan Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana cara memberuk kelompok belajar dan membuat setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien. Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka.

Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempersentasekan hasil kerjanya. 6. Memberikan Guru meberikan cara-cara untuk menghargai baik penghargaan upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok. Sumber: Trianto (2010: 66-67)

B. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray 2. Pengertian Two Stay Two Stray Teknik belajar mengajar dua tamu dua tinggal (two stay two stray) dikembangkan oleh Spencer Kagan dan bisa dikembangkan dengan teknik kepala bernomor, dan teknik ini bisa digunakan dalam semua mata pelajaran dan semua tingkat usia anak-anak. Struktur two stay two stray memberikan kesempatan kepada kelompok untuk membagikan hasil dan informasi dengan kelompok lain (Lie, 2008: 61). Pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray siswa digolongkan pada kelompok-kelompok yang beranggotakan 4 orang dengan bentuk kelompok yang heterogen. Sedangkan yang dimaksud dengan pembelajaran Kooperatif Tipe two stay two stray adalah suatu model pembelajaran dengan cara mengelompokkan siswa untuk mengerjakan tugas atau memecahkan masalah tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran. (Lie, 2008: 61)

Model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray siswa dihadapkan pada kegiatan mendengarkan apa yang diutarakan oleh temannya ketika sedang bertamu, yang secara tidak langsung siswa akan dibawa untuk menyimak apa yang diutarakan oleh anggota kelompok yang menjadi tuan rumah tersebut. Dalam proses ini, akan terjadi kegiatan menyimak materi pada siswa. Ciri-ciri model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray yaitu: 1. Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajarnya. 2. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah. 3. Bila mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin yang berbeda. 4. Penghargaan lebih berorientasi pada kelompok dari pada individu

3. Langkah-Langkah Two Stay Two Stray Menurut Lie (2007: 61) langkah-langkah pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray, sebagai berikut: 1. Siswa bekerja sama dalam kelompok berempat seperti biasa 2. Setelah selesai, dua orang dari masing-masing kelompok akan meninggalkan kelompoknya dan masing-masing bertamu ke dua kelompok lain.

3. Dua orang yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi mereka ke tamu mereka. 4. Tamu mohon diri dan kembali ke kelompoknya sendiri dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain. 5. Kelompok mencocokan dan mebahas hasil-hasil kerja mereka. Selanjutnya sesuai dengan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray, maka urutan pelaksanaan pembelajarannya dilakukan sebagai berikut: a. Persiapan Pada tahap ini disiapkan muali dari pembuatan silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), materi yang akan disajikan, Lembar Kerja Siswa (LKS), lembar pengamatan guru dan siswa, kisi-kisi Ulangan Harian (UH) 1 dan kisi-kisi Ulangan Harian (UH) 2 dan menentukan jadwal kegiatan pembelajaran. Membagi siswa-siswa dalam kelompokkelompok yang beranggotakan 4 (empat) orang siswa yang dibentuk berdasarkan potensi tinggi, sedang, dan rendah serta menyiapkan lembar tugas mandiri untuk dikerjakan siswa di rumah. b. Penyajian kelas Pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray pada awalnya dimulai dengan melakukan apersepsi, memberian motivasi pada siswa, dan menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran. Kemudian guru menyajikan informasi kepada siswa melalui tanya jawab, demontrasi, memberikan tugas yang akan dikerjakan dalam kelompok masing-masing.

c. Kegiatan kelompok Setiap kelompok siswa diberikan tugas berupa LKS untuk diselesaikan dalam waktu yang sudah ditentukan. Selama siswa bekerja dalam kelompok masing-masing, guru berfungsi sebagai fasilitator, motivator, dan memonitoring jalannya kerja kelompok siswa. Setiap anggota bekerja dalam kelompok dan saling mencocokkan jawaban atau mengoreksi jawaban sehingga hasil kerja kelompok menjadi baik. Setelah itu dua orang siswa dalam kelompok masing-masing di utus bertamu ke kelompok lain untuk saling mencocokkan dan mengoreksi hasil kerja kelompok. Jika ada anggota kelompok yang memahami maka anggota kelompoknya bertanggungjawab untuk menjelaskan sebelum meminta bantuan teman dari kelompok lain yang datang ke kelompoknya. Setelah selesai kegiatan kelompok guru memberikan tugas mandiri atau pekerjaan rumah kepada siswa. d. Evaluasi Evaluasi yang diberikan pada siswa dikerjakan secara individu sesuai dengan waktu yang telah ditentukan guru. Saat evaluasi siswa harus berusaha semaksimal mungkin menunjukkan potensinya terhadap materi yang telah diberikan. Skor yang diperoleh siswa dalam evaluasi selanjutnya akan diolah untuk menentukan nilai perkembangan individu dan kemudian akan disumbangkan sebagai skor kelompok. e. Penghargaan kelompok Tujuan utama penghargaan kelompok adalah untuk menunjukkan kemampuan secara individual atau kelompok dan memberikan sertifikat atau penghargaan.

4. Kelebihan dan Kelemahan Two Stay Two Stray Kelebihan dari pembelajaran two stay two stray adalah sebagai berikut: 1. Dapat diterapkan pada semua kelas/tingkatan 2. Kecenderungan belajar siswa menjadi lebih bermakna 3. Lebih berorientasi pada keaktifan. 4. Diharapkan siswa akan berani mengungkapkan pendapatnya 5. Menambah kekompakan dan rasa percaya diri siswa. 6. Kemampuan berbicara siswa dapat ditingkatkan. 7. Membantu meningkatkan minat dan prestasi belajar. Sedangkan kekurangan dari model pembelajaran kooperatif tipe TSTS adalah: a. Membutuhkan waktu yang lama b. Siswa cenderung tidak mau belajar dalam kelompok c. Bagi guru, membutuhkan banyak persiapan (materi, dana dan tenaga) d. Guru cenderung kesulitan dalam pengelolaan kelas. Untuk mengatasi kekurangan pembelajaran kooperatif model two stay two stray, maka sebelum pembelajaran guru terlebih dahulu mempersiapkan dan membentuk kelompok-kelompok belajar yang heterogen ditinjau dari segi jenis kelamin dan kemampuan akademis. Berdasarkan sisi jenis kelamin, dalam satu kelompok harus ada siswa laki-laki dan perempuannya. Jika berdasarkan kemampuan akademis maka dalam satu kelompok terdiri dari satu orang berkemampuan akademis tinggi, dua orang dengan kemampuan sedang dan satu lainnya dari kelompok kemampuan akademis kurang. Pembentukan kelompok heterogen memberikan kesempatan untuk saling mengajar dan saling mendukung sehingga memudahkan pengelolaan kelas karena dengan adanya satu orang yang berkemampuan akademis tinggi yang diharapkan bisa membantu anggota kelompok yang lain.

C. Hasil Belajar 1. Pengertian Hasil Belajar Menurut Sudjana (2001: 22) hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar. Hasil belajar merupakan uraian untuk menjawab pertanyaan, apa yang harus digali, dipahami dan dikerjakan siswa. (Depdiknas, 2004: 5). Menurut Djamarah (2006:11) belajar adalah proses perubahan perilaku, berkat pengalaman dan latihan. Artinya, tujuan kegiatan adalah perbuatan tingkah laku, baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan maupun sikap, bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi. Belajar merupakan kegiatan aktif siswa dalam membangun makna atau pengalaman. Menurut Surahmad (1981: 2) hasil belajar merupakan hasil yang dicapai siswa dalam belajar, yang menunjukkan taraf kemampuan siswa dalam mengikuti program belajar dalam waktu tertentu sesuai dengan kurikulum yang telah ditentukan. Hasil belajar ini sering dicerminkan sebagai nilai (hasil belajar) yang menentukan berhasil tidaknya siswa belajar. Hasil belajar merupakan terminal dari proses pendidikan dan pengajaran.. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah suatu kemampuan atau keterampilan yang dimiliki oleh siswa setelah siswa tersebut mengalami aktivitas belajar. Sedangkan kategori hasil belajar siswa, yaitu: (1) informasi verbal, (2) kecakapan intelektul, (3) strategi kognitif, (4) sikap, dan (5) keterampilan.

2. Faktor-Faktor Mempengaruhi Hasil Belajar Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu : 1. Faktor dari dalam diri siswa, meliputi kemampuan yang dimilikinya, motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar, ketekunan, sosial ekonomi, faktor fisik dan psikis. 2. Faktor yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan, terutama kualitas pengajaran. Menurut Hilgard dan Bower, dalam bukunya Theories of Learning yang dikutip oleh Purwanto (2002: 82) mengemukakan: belajar berhubungan dengan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi ini, dimana perubahan tingkah laku tidak dapat dijelaskan atau dasar kecenderungan, respon pembawaan, kematangan atau keadaan-keadaan sesaat seseorang. Dari beberapa pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah faktor internal siswa antara lain kemampuan yang dimiliki siswa tentang materi yang akan disampaikan, sedangkan faktor eksternal antara lain strategi pembelajaran yang digunakan guru di dalam proses belajar mengajar. 3. Komponen-Komponen Hasil Belajar Proses adalah kegiatan yang dilakukan oleh siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Sedangkan hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya.

Ada beberapa pendapat para ahli tentang tipe hasil belajar, di antaranya sebagai berikut; Howard Kingsley, membagi tiga macam hasil belajar, yakni (1) keterampilan atau kebiasaan, (b) pengetahuan dan pengertian, (3) sikap dan cita-cita. Masing-masing jenis hasil belajar dapat diisi dengan bahan yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Sedangkan menurut Gegne, membagi lima kategori hasil belajar, yakni (1) informasi verbal, (2) keterampilan intelektual, (3) strategi kognitif, (4) sikap, dan (5) keterampilan motoris. (Sudjana, 2001: 22) Dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan, baik tujuan kuriuler maupun tujuan instruksional, menggunakan klasifikasi hasil belajar Benyamin Bloom yang secara garis besar membaginya menjadi tiga ranah, yakni (1) Ranah Kognitif, berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yakni pengetahuan hafalan, pemahaman atau komprehensif, penerapan aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. (Purwanto, 2010: 43). 4. Indikator Hasil Belajar Menurut Ishak (2007: 31), indikator keberhasilan sebagai patokan atau ukuran bahwa suatu proses belajar mengajar dapat dianggap berhasil, apabila: 1. Daya serap terhadap bahan pengajaran (materi) yang diajarkan mencapai hasil belajar atau prestasi belajar tinggi, baik secara individual maupun secara klasikal atau kelompok. 2. Perilaku yang menggariskan dalam tujuan pengajaran atau instruksional khusus telah dicapai oleh para siswa baik secara individual maupun kelompok. 3. Terjadinya perubahan terhadap perilaku siswa, sehingga terdapat motivasi untuk memahami, menguasai, dan mencerna materi yang diajarkan pada tingkat ketuntasan belajar.

Dari beberapa indikator di atas dapat dipahami bahwa ketika indikator di atas dimiliki siswa pada pelajaran matematika, maka tujuan dalam pembelajaran tersebut dapat dikatakan berhasil dan sesuai dengan yang diharapkan. Setiap proses belajar mengajar selalu menghasilkan hasil belajar. Masalah yang dihadapi adalah sampai di tinggkat manakah hasil belajar yang telah dicapai. sehubungan dengan hal ini keberhasilan proses belajar mengajar itu dibagi atas beberapa tingkatan atau taraf, yaitu: 1. Istimewa (maksimal), apabila seluruh bahan yang diajarkan itu dapat dikuasai oleh siswa. 2. Baik sekali (optimal), apabila sebagian besar (76% sampai 99%) bahan pelajaran yang diajarkan dapat dipahami siswa. 3. Baik (minimal), apabila bahan pelajaran yang diajarkan hanya (60% sampai 75%) saja dikuasai siswa. 4. Kurang, apabila bahan pelajaran yang diajarkan kurang dari (60%) dikuasai siswa. (Djamarah, 2006: 121) Selanjutnya idikator yang menjadi petunjuk suatu proses belajar mengajar dianggap berhasil adalah sebagai berikut: a. Daya serap terhadap bahan pengajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi, baik secara individual maupun secara kelompok. b. Perilaku yang digariskan dalam tujuan pembelajaran telah dicapi oleh siswa baik secara individual maupun secara kelompok. (Djamarah, 2006: 120)

Selanjutnya menurut Sudjana (2001: 24), hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Sementara menurut Horward Kingsley dalam Sudjana, membagi tiga macam hasil belajar, yaitu, (1) Keterampilan dan kebiasaan, (2) Pengetahuan dan pengertian, (3) Sikap dan cita-cita. Hasil belajar yang dicapai siswa menurut Sudjana, melalui proses belajar mengajar yang optimal ditunjukkan dengan ciri-ciri sebagai berikut: 1) Kepuasan dan kebanggaan yang dapat menumbuhkan motivasi belajar intrinsik pada diri siswa. Siswa tidak mengeluh dengan prestasi yang rendah dan ia akan berjuang lebih keras untuk memperbaikinya atau setidaknya mempertahankan apa yang telah dicapai. 2) Menambah keyakinan dan kemampuan dirinya, artinya ia tahu kemampuan dirinya dan percaya bahwa ia mempunyai potensi yang tidak kalah dari orang lain apabila ia berusaha sebagaimana mestinya. 3) Hasil belajar yang dicapai bermakna bagi dirinya, seperti akan tahan lama diingat, membentuk perilaku, bermanfaat untuk mempelajari aspek lain, kemauan dan kemampuan untuk belajar sendiri dan mengembangkan kreativitasnya. 4) Hasil belajar yang diperoleh siswa secara menyeluruh (komprehensif), yakni mencakup ranah kognitif, pengetahuan atau wawasan, ranah afektif (sikap) dan ranah psikomotorik, keterampilan atau perilaku. 5) Kemampuan siswa untuk mengontrol atau menilai dan mengendalikan diri terutama dalam menilai hasil yang dicapainya maupun menilai dan mengendalikan proses dan usaha belajarnya. (Sudjana, 2004: 56).

D. Hubungan Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray dengan Hasil Belajar Untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam pembelajaran dapat diketahui dari hasil belajar siswa yang diperoleh dari hasil tes/evaluasi yang diberikan kepada siswa. Menurut Sudjana (2010: 22) hasil belajar merupakan hasil yang dicapai siswa dalam belajar, yang menunjukkan taraf kemampuan siswa dalam mengikuti program belajar dalam waktu tertentu sesuai dengan kurikulum yang telah ditentukan. Dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray, guru akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif dalam pembelajaran. Selain itu, guru juga memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerjasama secara berkelompok dan saling bertukar informasi dengan kelompok lain agar siswa lebih memahami materi yang disajikan. Pembelajaran ini juga melatih siswa untuk berani mengeluarkan pendapatnya dan menghargai pendapat teman. Disisi lain, pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dapat mendorong siswa untuk ikut berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran dengan mengutamakan kerja sama kelompok yang lebih dicirikan oleh penghargaan kelompok. Semua siswa bertanggung jawab terhadap teman kelompok, artinya siswa pandai bertanggungjawab terhadap teman yang kurang mampu. Oleh karena itu, diharapkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dapat meningkatkan keaktifan siswa dan siswa memperoleh keberhasilan dalam pembelajaran, yaitu memenuhi Kriteria Ketuntasan Mengajar (KKM) yang telah ditetapkan oleh Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru.

E. Hipotesis Tindakan Berdasarkan uraian tinjauan pustaka di atas, hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah: jika diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray maka dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa Kelas IV.A Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru.

BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Setting Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru Provinsi Riau, khususnya pada siswa Kelas IV.A. 2. Waktu Penelitian Adapun waktu penelitian ini direncanakan selama 4 bulan terhitung dari bulan Februari hingga bulan Mei 2012. B. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas IV.A Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru Tahun Ajaran 2011/2012, dengan jumlah siswa 41 orang, yang terdiri dari 19 orang laki-laki dan 22 orang perempuan. C. Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas (independent) dan dan variabel terikat (dependent). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dan variabel terikatnya adalah hasil belajar. D. Rencana Tindakan Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas atau action research. Menurut Arikunto (2010: 130) penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan yang sengaja dimunculkan, dan terjadi didalam kelas. Kunandar (2011: 45) juga menggungkapkan penelitian tindakan kelas adalah penelitian tindakan yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran dikelas.

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah suatu pencermatan terhadap kegiatan yang berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dari sebuah kelas secara bersama. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa. Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan PTK adalah suatu bentuk penelitian yang bersifat refleksi dengan melakukan tindakan tertentu agar dapat memperbaiki atau

meningkatkan praktek pembelajaran di kelas. Dalam penelitian ini penulis dan guru berkolaborasi dalam merencanakan tindakan dan refleksi hasil tindakan sehingga bentuk penelitian ini tergolong kepada penelitian tindakan kelas kolaboratif. Menurut Arikunto (2010: 137) pelaksanaan tindakan dalam penelitian tindakan kelas meliputi: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Pengamatan, dan (4) Refleksi. Untuk lebih jelasnya tahapan-tahapan dalam penelitian

tindakan kelas dapat dilihat pada gambar berikut ini: Perencanaan

Refleksi

SIKLUS I

Pelaksanaan

Pengamatan Perencanaan Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan

Pengamatan Gambar 3.1: Siklus Penelitian Tindakan Kelas Dengan Empat Tahap Kegiatan

Agar lebih mudah memahami tahapan-tahapan dalam penelitian tindakan kelas yang akan penulis lakukan dapat dilihat pada penjelasan berikut ini, yaitu: a. Perencanaan Tahap perencanaan merupakan tahap awal yang harus dilaksanakan guru sebelum melakukan tindakan, sehingga tindakan yang dilakukan menjadi lebih terarah. Adapun yang akan dipersiapkan pada tahap perencanaan, yaitu: 1. Menyusun silabus 2. Menyusun RPP berdasarkan langkah-langkah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray. 3. Membuat dan menyiapkan lembar kerja siswa 4. Mempersiapkan kunci jawaban 5. Menyiapkan format lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam pembelajaran. b. Pelaksanaan Pelaksanaan merupakan penerapan dari perencanaan yang telah dibuat. Pelaksanaan program pembelajaran, pengambilan atau

pengumpulan data hasil belajar siswa, hasil observasi dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray. Pada tahap pelaksanaan peneliti mengacu pada silabus, RPP dan LKS yang telah disesuaikan dengan pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray yang telah dibuat baik dari segi waktu dan banyak pertemuan yang disesuaikan dengan perencanaan.

c. Pengamatan Pengamatan dilakukan bersama dengan pelaaksanaan tindakan Pelaksanaan pengamatan dilakukan oleh observer/pengamat, dengan menggunakan lembar pengamatan. Pengamat bertugas mencatat langkahlangkah yang sesuai atau belum sesuai dan mencatat semua kejadian baik aktivitas guru maupun aktivitas siswa disaat pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray. Pengamatan juga memberi masukan baik berupa kritik ataupun saran pada penulis guna untuk refleksi dari setiap pertemuan. Pengamat diberi tugas sesuai dengan lembar pengamatan yang telah disediakan oleh penulis yang terlebih dahulu diberikan pengarahan pada pengamat. d. Refleksi Refleksi merupakan tahap akhir kegiatan observasi, dengan cara mengumpulkan berbagai hasil yang diperoleh guna melihat dan menilai apakah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam proses belajar mengajar mampu meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray. Refleksi dilakukan berguna untuk perencanaan pada siklus selanjutnya, agar kelemahan dan kejadian dalam proses belajar mengajar pada pertemuan I dan II dapat diperbaiki serta diharapkan adanya perubahan pada siklus selanjutnya.

E. Instrumen Penelitian Adapun instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Perangkat pembelajaran 1. Jadwal penelitian 2. Silabus 3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 4. Skenario pembelajaran 5. Lembar Kerja Siswa (LKS) b. Instrumen pengumpulan data 1. Lembar observasi aktivias siswa 2. Lembar observasi aktivitas guru 3. Soal ulangan harian setiap siklus F. Teknik Pengumpulannya Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Observasi Kunandar (2011: 143) berpendapat bahwa observasi adalah kegiatan pengamatan (mengambil data) untuk memotret seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran. Berdasarkan pengertian tersebut, maka observasi yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah melakukan pengamatan terhadap segenap aktivitas belajar mengajar guru dan ssiwa kelas IV.A Sekolah Dasar 164 Pekanbaru dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray.

b. Tes Menurut Kunandar (2011: 186) tes adalah sejumlah pertanyaan yang disampaikan pada seseorang atau sejumlah orang untuk

mengungkapkan keadaan dan tingkat perkembangan salah satu atau beberapa asfek psikologis didalam dirinya. Penilaian hasil belajar siswa kelas IV.A Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru diperoleh dari hasil pelaksanaan tes, pada pelaksanaan tindakan dalam setiap siklus kegiatan pembelajaran, sehingga pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray pada mata pelajaran IPS dapat dihitung dari rata-rata dan persentase hasil belajar siswa. G. Teknik Analisis Data 1. Aktivitas Guru dan Siswa Analisis aktivitas guru dan siswa selama kegiatan belajar mengajar dengan di terapkannya model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dibakukan dalam lembar observasi dengan rumus:
NR JS x100% SM

Keterangan: NR JS SM = Persentase rata-rata aktivitas guru/siswa = Jumlah skor aktivitas yang dilakukan = Skor Maksimal yang di dapat dari aktivitas guru dan siswa Untuk melihat aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran yang menggunakan 4 (empat) alternatif pilihan yang dapat di lihat pada lembar observasi aktivitas guru dan siswa. Dari 4 alternatif diatas, maka skala pengukuran aktivitas guru dan siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 3.1 Aktivitas Guru Dan Siswa NO 1 2 3 4 Persentase (%) Interval 81% - 100% 61% - 80% 51% - 60% Kurang Dari 50% Kategori Sangat Baik Baik Kurang Baik Sangat Tidak Baik

2. Hasil Belajar 1. Ketuntasan Belajar Siswa Sementara itu, analisis yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru Kelas IV.A melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray, dengan menggunakan dua rumus sebagai berikut: a) Ketuntasan Individu:
S R x100 (Purwanto, 2010: 112) N

Keterangan: S R N = = = Nilai yang diharapkan (dicari) Jumlah skor dari item atau soal yang dijawab benar Skor Maksimum dari tes tersebut Tabel 3.2 Ketuntasan Hasil Belajar Siswa No 1 2 3 4 5 Interval (%) 80 – 100 70 – 79 65 – 69 50 – 64 0 – 49 Kategori Amat Baik Baik Cukup Kurang Kurang Sekali

Untuk mengetahui keberhasilan siswa dalam pembelajaran, dapat dilihat melalui Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditetapkan oleh Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru, dimana KKM untuk individu adalah 65. Dari standar KKM tersebut dapat dipahami bahwa bila siswa mencapai nilai rata-rata 65, maka siswa tersebut dinyatakan lulus, begitu sebaliknya, bila nilai rata-rata yang diperoleh siswa di bawah nilai rata-rata 65, maka siswa dinyatakan belum lulus atau berhasil. b) Ketuntasan Klasikal:
K N1 x100 % N2

K = Presentase Ketuntasan Belajar N1 = Jumlah Siswa Yang Tuntas Belajar N2 = Jumlah Siswa Dalam Satu Kelas 2. Tahap Perhitungan Skor Perkembangan Individu Perhitungan skor perkembangan individu dilakukan

menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: Tabel 3.3: Langkah-Langkah Penentuan Nilai Perkembangan Keterangan Setiap siswa diberi skor berdasarkan nilainilai kuis terdahulu Menghitung skor kuis Siswa memperoleh poin untuk kuis yang terkini berkaitan dengan pelajaran terkini Menghitung skor Siswa mendapatkan poin perkembangan perkembangan yang besarnya ditentukan menggunakan skala yang diberikan pada tabel Sumber: Trinato, (2007: 55) Langkah Menentukan skor dasar

Skor dasar individu dihitung berdasarkan skor awal pada penelitian ini yang diambil dari rat-rata nilai evaluasi materi sebelumnya. Perhitungan skor perkembangan individu sebagaimana yang

dikemukakan dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 3.4: Kriteria Nilai Perkembangan Individu Skor Tes Lebih dari 10 poin dibawah skor dasar 10 poin hingga 1 poin dibawah skor dasar Sama dengan skor dasar sampai 10 poin diatas skor dasar Lebih dari 10 poin di atas skor dasar Nilai sempurna (tidak berdasarkan skor dasar) Sumber: Trinato, (2007: 55) 3. Tahap Pemberian Penghargaan Kelompok Skor kelompok dihitung rata-rata nilai perkembangan yang disumbangkan setiap anggota kelompok dengan menjumlahkan semua nilai perkembangan anggota kelompok dibagi dengan jumlah anggota kelompok. Jika x adalah rata-rata nilai perkembangan kelompok, maka dalam penelitian ini guru menggunakan bentuk kriteria pembagian penghargaan kelompok sebagai berikut: Tabel 3.5: Tingkat Penghargaan Kelompok Rata-Rata Tim 0≤x≤5 5 ≤ x ≤ 15 15 ≤ x ≤ 25 25 ≤ x ≤ 35 Sumber: Trianto, (2007: 56) Predikat Tim Baik Tim Hebat Tim Super Nilai Perkembangan 5 10 20 30 30

BAB IV PEMBAHASAN A. Hasil Tindakan 1. Pelaksanaan Tindakan Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 164
Pekanbaru Kelas IV.A tahun ajaran 2011/2012 pada Tanggal 26 Maret 2012

sampai Tanggal 12 April 2012 dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray pada pokok bahasan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, siklus pertama dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan, di mana dua kali pertemuan menyampaikan materi pembelajaran (sesuai RPP-1 dan RPP-2) dan 1 kali pertemuan ulangan harian. Siklus kedua juga dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan, di mana dua kali pertemuan menyampaikan materi pembelajaran (sesuai RPP-3 dan RPP-4) dan 1 kali pertemuan ulangan harian. Pada setiap kali pertemuan, peneliti dibantu oleh observer yaitu Ernita Yusnawati, MM. Adapun tugas observer dalam penelitian ini adalah mengamati aktivitas guru dan aktivitas siswa selama proses belajar mengajar dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray. 2. Tahap Perancanaan Tindakan Pada tahap perencanaan, peneliti telah merancang perangkat pembelajaran dan istrumen pengumpulan data. Perangkat pembelajaran dalam penelitian ini terdiri dari jadwal penelitian (lampiran A), silabus (lampiran B), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran untuk 4 kali pertemuan (lampiran C.1, C.2, C.3, dan C.4), Lembar Kerja Siswa sebanyak 4 kali pertemuan (D.1, D2, D.3, dan D.4).

29

Sedangkan instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari lembar observasi aktivitas guru 4 kali pertemuan (lampiran E.1, E.2, E.3, dan E.4), lembar pengamatan aktivitas siswa kali pertemuan (lampiran F.1, F.2, F.3, dan F.4), kisi-kisi soal ulangan harian siklus I (lampiran G.1) dan siklus II (lampiran G.2), soal ulangan harian siklus I (lampiran H.1) dan siklus II (lampiran H.2), kunci jawaban ulangan harian siklus I (lampiran I.1) dan siklus II (lampiran I.2), data nilai hasil belajar siswa sebelum tindakan (lampiran J.1), data nilai hasil belajar siswa siklus I (lampiran J.2), serta data nilai hasil belajar siswa siklus II (lampiran J.3).

B. Pelaksanaan Tindakan Siklus I 1. Pertemuan Pertama (Senin, 19 Maret 2011) Pertemuan pertama siklus pertama dilakukan pada tanggal 19 Maret 2012 dengan alokasi waktu 2 x 35 menit dari jam 09.30 Wib - 10.40 Wib. Pada pertemuan pertama siklus pertama ini siswa hadir semua. Adapun proses pembelajaran dilaksanakan berdasarkan RPP-1 (lampiran C.1) yaitu dengan materi teknologi produksi dan perkembangannya. Dalam kegiatan

pembelajaran guru membagi siswa menjadi 10 kelompok dimana masingmasing kelompok terdiri dari 4 orang siswa. Kemudian siswa diberikan LKS (lampiran D.1) untuk dikerjakan dengan kelompok masing-masing. Setelah selesai mengerjakan LKS dengan kelompok masing-masing, siswa kebingungan karena guru meminta dua orang siswa dari masing-masing kelompok meninggalkan kelompoknya dan bertamu kekelompok lain dan guru juga meminta dua orang siswa yang tinggal dalam kelompok bertugas

membagikan hasil kerja dan informasi mereka (jawaban LKS) ke tamu mereka. Siswa bertambah merasa kebinggungan dan bertanya-tanya mengapa guru memberinya kesempatan untuk mencontek jawaban kelompok lain. Setelah dijelaskan oleh guru baru siswa memahaminya. Dengan demikian dapat disipulkan bahwa kebinggungan siswa tersebut disebabkan belum pernahnya model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray diterapkan guru dalam pembelajaran di kelas. Selain siswa, guru juga mengalami sedikit kebinggungan dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray, hal ini disebabkan belum terbiasa guru menerapkan atau mengunakan model pembelajaran ini dalam mengajar, sehingga pada saat siswa mengerjakan LKS guru terkesan kurang membimbing siswa. Pada saat pembelajaran berlangsung dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray di setiap pertemuan observer mengisi lembar observasi aktivitas guru (lampiran E.1) dan lembar observasi aktivitas siswa (lampiran F.1). 2. Pertemuan Kedua (Kamis, 22 Maret 2011) Pertemuan kedua siklus pertama dilakukan pada hari Kamis tanggal 22 Maret 2012 dengan alokasi waktu 2 x 35 menit dari jam 09.00 Wib - 10.10 Wib. Pada pertemuan kedua siklus pertama ini siswa hadir semua. Proses pembelajaran dilaksanakan berdasarkan RPP-2 (lampiran C.2) yaitu dengan materi Bahan dan hasil produksi. Pada kegiatan awal pembelajaran guru meminta siswa bergabung dengan kelompok yang telah ditentukan pada pertemuan pertama. Kemudian siswa diberikan LKS (lampiran D.2) untuk dikerjakan dengan kelompok masing-masing.

Setelah selesai mengerjakan LKS dengan kelompok masing-masing, guru meminta dua orang siswa dari masing-masing kelompok meninggalkan kelompoknya dan bertamu kekelompok lain dan guru juga meminta dua orang siswa yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi mereka (jawaban LKS) ke tamu mereka. Kegiatan pembelajaran pada pertemuan kedua ini telah mengalami peningkatan bila dibandingkan pada pertemuan pertama, dimana sebagian siswa telah menguasai dan memahami model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray. Sehingga pada saat siswa yang bertamu diminta untuk melaporkan temuan mereka bertamu ke kelompok lain, siswa sudah mengerti informasi apa yang akan mereka laporkan kekelompoknya. Selain siswa, pada pertemuan kedua ini guru juga sudah menguasai dan memahami model pembelajaran yang diterapkan dalam mengajarkan anak didiknya, hal ini dibuktikan dengan bimbingan yang diberikan guru kepada siswa dalam mengerjakan LKS. Tanya jawab antara guru dan siswa pun telah mulai lancar walaupun masih ada sebagian siswa yang tidak bekerja sama dalam kelompoknya. Pada saat pembelajaran berlangsung dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray di setiap pertemuan observer mengisi lembar observasi aktivitas guru (lampiran E.2) dan lembar observasi aktivitas siswa (lampiran F.2).

3. Pertemuan Ulangan Harian I (Senin, 26 Maret 2012) Pada pertemuan ketiga siklus pertama ini guru mengadakan ulangan harian I, dengan kisi-kisi soal ulangan harian I (lampiran G.1). Ulangan harian I diadakan pada hari Senin tanggal 26 Maret 2012 dengan jumlah soal 20 dalam bentuk objektif. Kegiatan pembelajaran diawali dengan pembagian lembar soal ulangan harian I (lampiran H.1) pada masing-masing siswa. Kemudian siswa mengerjakannya secara individu. Setelah selesai mengerjakan ulangan harian I maka siswa diminta mengumpulkannya pada guru. Guru bersama siswa membahas soal-soal yang dikerjakan siswa. Setelah itu guru mengoreksi ulangan harian tersebut untuk mengetahui hasil belajar siswa pada siklus pertama.

4. Refleksi Siklus I Berdasarkan hasil observasi aktivitas guru dan siswa yang diperoleh dari dua kali pertemuan, hasilnya sudah baik, namun disamping memiliki kelebihan masih ada kelemahan yang penulis temukan. Kelebihan yang peneliti temukan selama proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray adalah: 1. Sebagian siswa aktif dalam mengikuti pembelajaran 2. Sebagian siswa mulai berani mengungkapkan pembelajaran berlangsung 3. Motivasi siswa untuk bekerjasama dengan kelompok masing-masing dalam mengerjakan LKS telah mengalami peningkatan. pendapatnya saat

Sedangkan kekurangan-kekurangan yang penulis temukan selama proses pembelajaran adalah: a. Pada saat memberikan bimbingan kepada siswa dalam menyelesaikan LKS siklus pertama guru masih belum terbiasa menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray sehingga pada saat siswa mengerjakan LKS guru terkesan kurang membimbing siswa. b. Pada saat diberikan waktu untuk menerima tamu dari kelompok lain dan bertamu kekelompok lain siswa kurang fokus membahas LKS yang diberikan sehingga pada saat diminta untuk melaporkan informasi yang ia peroleh saat bertamu siswa merasa kebinggungan. Berdasarkan refleksi siklus I, meskipun ada kekurangan-kekurangan yang ditemukan, hasil evaluasi dan lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa yang diambil dari setiap pertemuan mengalami peningkatan. Hal ini menunjukan bahwa penerapan model pembalajaran kooperatif tipe two stay two stray berpengaruh untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Dari hasil refleksi siklus I, maka perbaikan yang akan penulis lakukan adalah: 1. Guru mempelajari dan menjelaskannya kepada siswa langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray, agar setiap aktivitas yang dilakukan baik itu guru maupun siswa sesuai dengan langkah-langkah model pembelajaran tersebut. 2. Menjelaskan kembali tujuan siswa menerima tamu dari kelompok lain dan bertamu ke kelompok lain serta menjelaskan informasi apa saja yang akan dilaporkan dengan kelompoknya setelah bertamu kekelompok lain. 3. Memotivasi dan membimbing siswa agar menguasai materi yang dipelajari.

C. Pelaksanaan Tindakan Siklus II 1. Pertemuan Pertama (Kamis, 29 Maret 2012) Pertemuan pertama siklus kedua dilakukan pada hari Kamis tanggal 29 Maret 2012 dengan alokasi waktu 2 x 35 menit dari jam 09.00 Wib - 10.10 Wib, pada pertemuan pertama siklus kedua ini siswa hadir semua. Proses pembelajaran dilaksanakan berdasarkan RPP-3 (lampiran C.3) yaitu dengan materi Alat atau media komunikasi dan manfaatnya. Pada kegiatan awal pembelajaran guru meminta siswa bergabung dengan kelompok yang telah ditentukan pada pertemuan sebelumnya. Kemudian siswa diberikan LKS (lampiran D.3) untuk dikerjakan dengan kelompok masing-masing. Setelah selesai mengerjakan LKS dengan kelompok masing-masing, guru meminta dua orang siswa dari masing-masing kelompok meninggalkan kelompoknya dan bertamu kekelompok lain dan guru juga meminta dua orang siswa yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi mereka (jawaban LKS) ke tamu mereka. Kegiatan pembelajaran pada pertemuan pertama pada siklus kedua ini siswa telah mengerti dalam mengerjakan LKS yang diberikan dan melaksanakan pembelajaran susuai dengan langkah-langkah model

pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray. Siswa juga sudah memahami tugasnya dalam menerima tamu dan bertamu kekelompok lain. Hal ini terlihat dari semangat siswa dalam bekerja sama baik dengan kelompok masingmasing maupun dengan kelomopok lain. Pada saat pembelajaran berlangsung dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray di setiap pertemuan observer mengisi lembar observasi aktivitas guru (lampiran E.3) dan lembar observasi aktivitas siswa (lampiran F.3).

2. Pertemuan Kedua (Senin, 02 April 2012) Pertemuan kedua siklus kedua dilakukan pada hari Senin tanggal 02 April 2012 dengan alokasi waktu 2 x 35 menit dari jam 09.30 Wib - 10.40 Wib. Pada pertemuan kedua siklus kedua ini siswa hadir semua. Proses pembelajaran dilaksanakan berdasarkan RPP-4 (lampiran C.4) yaitu dengan materi jenis, fungsi dan manfaat penggangkutan. Pada kegiatan awal pembelajaran guru meminta siswa bergabung dengan kelompok yang telah ditentukan pada pertemuan sebelumnya. Kemudian siswa diberikan LKS (lampiran D.4) untuk dikerjakan dengan kelompok masing-masing. Setelah selesai mengerjakan LKS dengan kelompok masing-masing, guru meminta dua orang siswa dari masing-masing kelompok meninggalkan kelompoknya dan bertamu kekelompok lain dan guru juga meminta dua orang siswa yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi mereka (jawaban LKS) ke tamu mereka. Kegiatan pembelajaran pada pertemuan kedua siklus kedua ini siswa telah mengerti dalam mengerjakan LKS yang diberikan dan melaksanakan pembelajaran susuai dengan langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray. Siswa juga sudah memahami tugasnya dalam menerima tamu dan bertamu kekelompok lain. Hal ini terlihat dari semangat siswa dalam bekerja sama baik dengan kelompok masing-masing maupun dengan kelomopok lain. Pada saat pembelajaran berlangsung dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray di setiap pertemuan observer mengisi lembar observasi aktivitas guru (lampiran E.4) dan lembar observasi aktivitas siswa (lampiran F.4).

3. Pertemuan Ulangan Harian II (Kamis, 05 April 2012) Pada pertemuan ketiga siklus kedua ini guru mengadakan ulangan harian I, dengan kisi-kisi soal ulangan harian I (lampiran G.2). Ulangan harian I diadakan pada hari Kamis tanggal 26 Maret 2012 dengan jumlah soal 20 dalam bentuk objektif. Kegiatan pembelajaran diawali dengan pembagian lembar soal ulangan harian II (lampiran H.2) pada masing-masing siswa. Kemudian siswa mengerjakannya secara individu. Setelah selesai mengerjakan ulangan harian II maka siswa diminta mengumpulkannya pada guru. Guru bersama siswa membahas soal-soal yang dikerjakan siswa. Setelah itu guru mengoreksi ulangan harian tersebut untuk mengetahui hasil belajar siswa pada siklus kedua. 4. Refleksi Siklus II Selama penelitian berlangsung, untuk siklus II ini sudah berjalan lancar dibandingkan dengan siklus I, adapun refleksi siklus II yang dilakukan dua kali pertemuan aktivitas guru dan siswa sudah dikategorikan sangat baik bila di lihat dari lembar pengamatan (observasi), di mana pelaksanaan pembelajaran telah sesuai dengan langkah-langkah yang direncanakan. Pada siklus kedua ini, Siswa juga sudah terbiasa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray, sehingga pada saat diberikan LKS untuk didiskusikan dengan kelompok masing-masing, semua siswa aktif dalam berdiskusi, siswa sudah berani mengungkapkan

pendapatnya, dan siswa juga saling memotivasi saat berdiskusi dengan kelompoknya.

Dari data yang peneliti peroleh pada siklus II dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dapat meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa kelas IV.A Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru dengan pokok bahasan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi.

D. Analisis Hasil Penelitian Hasil tindakan yang akan di analisis dalam penelitian ini adalah aktivitas guru dan aktivitas siswa selama proses pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dan ketuntasan hasil belajar IPS siswa Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru Kelas IV.A.

1. Aktivitas Guru Observasi aktivitas guru dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Pelaksanaan observasi dilakukan oleh guru kelas IV.A dengan menggunakan lembaran observasi yang mengacu pada kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray. Aktivitas guru selama proses pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray pada materi Teknologi Produksi, Komunikasi, dan Transportasi dilihat pada lampiran E.1, E.2, dan E3. Persentase aktivitas guru pada siklus I dan II dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.1 Analisis Aktivitas Guru Dalam Menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Pada Siklus I dan Siklus II Jumlah Rata-Rata Persentase Kategori Skor Skor I 12 2,4 60% Kurang Baik Pertama II 16 3,2 80% Baik III 18 3,6 90% Sangat Baik Kedua IV 20 4,0 100% Sangat Baik Sumber : Data Olahan Hasil Penelitian, 2012 Siklus Pertemuan Dari tabel di atas dapat dilihat perbandingan aktivitas guru pada siklus I dan siklus II dengan 4 kali pertemuan yang secara umum terdapat peningkatan dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray. Dimana pada siklus I pertemuan pertama rata-rata yang diperoleh terhadap aktivitas guru yaitu 2,4 poin dengan persentase 60%, pertemuan kedua rata-rata yang diperoleh meningkat menjadi 3,2 poin dengan persentase 80% dengan peningkatan sebesar 0,8 poin atau 20% bila dibandingkan dengan pertemuan pertama. Aktivitas guru pada siklus II pertemuan pertama rata-rata skor yang diperoleh yaitu 3,6 poin dengan persentase 90% meningkat dari pertemuan sebelumnya sebesar 0,4 poin atau 10%. Sedangkan pada pertemuan kedua rata-rata skor yang diperoleh terhadap aktivitas guru adalah 4,0 poin dengan persentase 100%, terjadi peningkatan sebesar 0,4 poin atau 10%. Peningkatan aktivitas guru pada setiap pertemuan, karena guru sudah mulai terbiasa dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray, sehingga setiap tindakan atau aktivitas yang dilakukan sesuai dengan model pembelajaran yang akan diterapkan.

2. Aktivitas Siswa Analisis data aktivitas siswa dalam pembelajaran IPS dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray pada siklus I dan siklus II dapat dilihat pada lampiran F.1, F.2, F.3 dan F.4. Ratarata dan persentase aktivitas siswa dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4.2 Analisis Aktivitas Siswa Dengan Diterapkannya Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Pada Siklus I dan Siklus II Jumlah Rata-Rata Persentase Kategori Skor Skor I 437 2,13 53,29% Kurang Baik Pertama II 502 2,45 61,22% Baik III 520 2,54 63,41% Baik Kedua IV 551 2,69 67,20% Baik Sumber : Data Olahan Hasil Penelitian, 2012 Siklus Pertemuan Dari tabel di atas dapat dilihat perbandingan aktivitas siswa pada siklus I dan siklus II dengan 4 kali pertemuan yang secara umum terdapat peningkatan dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray. Dimana pada siklus I pertemuan pertama rata-rata yang diperoleh terhadap aktivitas siswa yaitu 2,13 poin dengan persentase 53,29%, pertemuan kedua rata-rata yang diperoleh meningkat menjadi 2,45 poin dengan persentase 61,22% dengan peningkatan sebesar 0,32 poin atau 7.93% bila dibandingkan dengan pertemuan pertama. Aktivitas siswa pada siklus II pertemuan pertama rata-rata skor yang diperoleh yaitu 2,54 poin dengan persentase 63,41% meningkat dari pertemuan sebelumnya sebesar 0,10 poin atau 2.19%. Sedangkan pada pertemuan kedua rata-rata skor yang diperoleh terhadap aktivitas siswa adalah 2,69 poin dengan persentase 67,20%, terjadi peningkatan sebesar 0,50 poin atau 3.79%. Peningkatan aktivitas aktivitas pada setiap pertemuan, karena pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray lebih menekankan kepada siswa untuk aktif dalam pembelajaran.

3. Hasil Belajar Siswa Data hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray pada siswa kelas IV.A Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru dianalisi melalui ketuntasan belajar siswa secara individu dan ketuntasan klasikal. a. Ketuntasan Belajar Siswa Secara Individu Ketuntasan hasil belajar siswa secara individu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan pokok bahasan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi Kelas IV.A Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru berdasarkan nilai ulangan harian I (lampiran J.2) dan nilai ulangan harian II (lampiran J.2). Berdasarkan hasil analisis ulangan harian I dan ulangan harian II (lampiran J.2 dan J.3) ketuntasan belajar siswa secara individu dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.3 Persentase Ketuntasan Belajar Siswa Secara Individu Siklus I dan Siklus II Ulangan Harian Kategori Siklus I Siswa % 80 - 100 Amat Baik 14 34.15 70 – 79 Baik 11 26.83 65 – 69 Cukup 11 26.83 50 – 64 Kurang 4 9.76 0 – 49 Kurang Sekali 1 2.44 Jumlah 41 100 Rata-Rata 70,85% Kategori Baik Sumber : Data Olahan Hasil Penelitian, 2012 Interval (%) Ulangan Harian Siklus II % Siswa 33 80.49 7 17.07 1 2.44

41

100 84,02% Amat Baik

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa ketuntasan belajar siswa secara individu selama pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray terjadi peningkatan, di mana pada ulangan harian siklus I terdapat 14 orang siswa (34,15%) dengan kategori amat baik, 11 orang siswa (26,83%) dengan kategori baik, 11 orang siswa (26,83%) dengan kategori cukup, 4 orang siswa (9,76%) dengan kategori kurang, dan 1 orang siswa (2,44%) dengan kategori kurang sekali. Sedangkan rata-rata nilai ulangan harian siklus I adalah 70,85 dengan kategori baik. Jika diperhatikan kondisi hasil belajar siswa siklus I di atas, ketuntasan siswa sudah baik tapi belum mencapai amat baik, karena siswa masih belum terbiasa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray, maka hal tersebut menjadi refleksi pada siklus kedua. Untuk meningkatkan hasil belajar, siswa diharapkan aktif dan fokus dalam membahas LKS yang diberikan sehingga mendapatkan informasi yang akurat tentang pembelajaran. Sementara itu, pada ulangan harian siklus II terdapat 33 orang siswa (80,49%) dengan kategori amat baik, 7 orang siswa (17,07%) dengan kategori baik, dan 1 orang siswa (2,44%) dengan kategori cukup. Sedangkan rata-rata nilai ulangan siklus II adalah 84,02 dengan kategori amat baik. Terjadinya peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa secara individu melalui pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray karena model pembelajaran ini lebih memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif dalam pembelajaran. Guru juga memberikan pertanyaan kepada siswa dalam bentuk LKS, di mana siswa memikirkan jawaban yang ada di

LKS tersebut dengan kelompoknya masing-masing. Namun setelah jawab diperoleh melalui diskusi dengan kelompok masing-masing, siswa diberi kesempatan membandingkan jawaban kelompoknya dengan kelompok lain dengan cara bertamu dan menerima tamu. Dengan kegiatan pembelajaran yang demikian siswa akan lebih berani mengunkapkan pendapatnya dan komunikasi antara siswa baik itu dengan kelompok masing-masing maupun kelompok lain akan terjalin baik, sehingga siswa termotivasi untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV.A Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru. b. Ketuntasan Belajar Siswa Secara Klasikal Berdasarkan hasil analisis ulangan harian I (lampiran J.2) dan ulang harian II (lampiran J.3) ketuntasan belajar siswa secara klasikal dapat di lihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.4 Persentase Ketuntasan Belajar Siswa Secara Klasikal Siklus I dan Siklus II Ketuntasan Belajar Tidak Tuntas % Tuntas 1 Siklus I 41 35 85,37 6 2 Siklus II 41 41 100,00 Sumber : Data Olahan Hasil Penelitian, 2012 No Ulangan Harian Jumlah Siswa

% 14,63 -

Berdasarkan tabel di atas, dapat dijelaskan bahwa pada siklus I terdapat 35 orang siswa (85,37%) tuntas dan 6 orang siswa (14,63%) yang tidak tuntas. Hal ini karena siswa belum memahami dan terbiasa dengan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray, maka permasalah

tersebut dijadikan refleksi pada siklus II. Tindakan refleksi yang dilaksanakan adalah: (1) Menjelaskannya kepada siswa langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray, agar setiap aktivitas yang dilakukan siswa sesuai dengan langkah-langkah model pembelajaran tersebut, (2) Menjelaskan tujuan siswa menerima tamu dari kelompok lain dan bertamu ke kelompok lain serta menjelaskan informasi apa saja yang akan dilaporkan dengan kelompoknya setelah bertamu kekelompok lain, dan (3) Memotivasi dan membimbing siswa agar menguasai materi yang dipelajari. Pada siklus II ketuntasan belajar siswa secara klasikal mencapai angka yang sangat memuaskan yaitu 100% atau tuntas semuanya. Peningkatan ketuntasan belajar pada siklus II karena siswa sudah terbiasa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray, sehingga pada saat diberikan LKS untuk didiskusikan dengan kelompok masing-masing semua siswa aktif dalam berdiskusi, siswa sudah berani mengungkapkan pendapatnya, dan siswa juga saling memotivasi. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV.A Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru. c. Nilai Perkembangan dan Penghargaan Kelompok Nilai perkembangan individu dihitung berdasarkan nilai yang didapat dari ulangan harian I (siklus I) dan ulangan harian II (siklus II). Sedangkan nilai perkembangan kelompok dibagi dengan jumlah anggota kelompoknya, sehingga memperoleh nilai rata-rata perkembangan kelompoknya.

Untuk mengetahui nilai rata-rata perkembangan kelompok pada penelitian ini dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray, pada siswa kelas IV.A Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru, dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.5 Tingkat Perkembangan Penghargaan Kelompok Pada Setiap Siklus No Predikat Siklus I 1 Tim Baik 2 Tim Hebat 8 3 Tim Super 2 Sumber : Data Olahan Hasil Penelitian, 2012 Siklus II 6 4

Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa penghargaan kelompok pada setiap siklus meningkat, dimana siklus pertama yang memperoleh predikat tim hebat 8 kelompok dan tim super 2 kelompok. Sedangkan pada siklus kedua, yang memperoleh predikat tim hebat 6 kelompok dan tim super 4 kelompok. Dengan demikian terlihat jelas bahwa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dapat memotivasi siswa untuk meningkatkan hasil belajar bagi dirinya maupun untuk kelompoknya mungkin masing-masing. untuk Siswa nilai juga akan berusaha dapat

semaksimal

mendapat

terbaik

agar

menyumbangkan skor yang tinggi pada kelompoknya. Jadi, dengan adanya penghargaan kelompok dapat meningkatkan hasil belajar. E. Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan teknik pengumpulan data pada bab III, maka diperoleh kesimpulan tentang data hasil observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa dan data hasil belajar siswa melalui ulangan harian untuk ketuntasan individu dan klasikal.

1. Aktivitas Guru Aktivitas guru dalam proses belajar mengajar, sangat mempengaruhi hasil belajar yang dicapai siswa, karena aktivitas guru merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan guru dalam membimbing, mengatur lingkungan belajar, menyusun perencanaan pembelajaran dan memotivasi siswa, yang secara langsung berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Secara umum aktivitas guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray telah sesuai dengan perencanaan. Hal ini dapat diketahui dari peningkatan aktivitas guru pada setiap pertemuan. Untuk mengetahui peningkatan aktivitas guru pada setiap pertemuan dalam proses belajar mengajar dapat di lihat pada grafik di bawah ini:

Persentase Aktivitas Guru
100 80 60 40 20 0
Pertemuan I Pertemuan II Pertemuan III Pertemuan IV

80 60

90

100

Gambar 4.1 Perbandingan Persentase Aktivitas Guru Pada Siklus I dan II Berdasarkan gambar di atas terdapat peningkatan persentase aktivitas guru, dimana pada siklus I pertemuan pertama persentase aktivitas guru adalah 60% dan pada pertemuan kedua persentase aktivitas guru meningkat menjadi 80%. Sedangkan pada siklus II pertemuan ketiga persentase aktivitas guru mencapai angka 90% dan pada pertemuan keempat persentase aktivitas guru meningkat menjadi 100%. Dengan demikian persentase aktivitas guru mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II adalah 25%.

2. Aktivitas Siswa Secara umum aktivitas siswa dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray telah sesuai dengan perencanaan pembelajaran. Walaupun masih terdapat beberapa indikator rata-rata aktivitas siswa masih kurang, namun pada setiap pertemuan rata-rata aktivitas siswa mengalami peningkatan. Peningkatan aktivitas siswa selama proses pembelajaran

berlangsung di kelas, karena kagigihan dan kesabaran guru dalam membimbing dan memberi arahan kepada siswa. Selain itu, model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray memberi kesempatan kepada siswa untuk lebih berperan aktif dalam pembelajaran bila dibandingkan guru dan siswa juga dilatih untuk berani menyampaikan pendapatnya saat berdiskusi baik dengan kelompok masing-masing, maupun saat bertamu kekelompok lain. Peningkatan aktivitas belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dapat dilihat pada grafik di bawah ini:

Persentase Aktivitas Siswa
70 60 50 40 30 20 10 0
Pertem uan I Pertem uan II Pertem uan III Pertem uan IV

53.29

61.22

63.41

67.2

Gambar 4.2 Perbandingan Persentase Aktivitas Siswa Pada Siklus I dan II

Berdasarkan gambar di atas, maka terdapat peningkatan aktivitas siswa secara signifikan. Dimana pada siklus I pertemuan I persentase aktivitas belajar siswa 53,29%, sedangkan pada pertemuan II meningkat menjadi 61,22%. Pada siklus II pertemuan III persentase aktivitas belajar siswa 63,41% dan pada pertemuan IV meningkat menjadi 67,20%. Adapun persentase peningkatan aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II adalah 8,05%. 3. Ketuntasan Individu Keberhasilan tindakan dari analisis data ulangan harian siswa dari setiap siklusnya mengalami peningkatan, di mana pada siklus I rata-rata 70,85 dengan kategori baik dan pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 84,02 dengan kategori amat baik. Ketuntasan belajar secara individu akan terpenuhi apabila setiap individu memperoleh nilai mencapai kriteria ketuntasan minimum (KKM) yang telah ditentukan sekolah yaitu 65 untuk mata pelajaran IPS dengan pokok bahasan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi. Untuk mengetahui peningkatan ketuntasan belajar siswa kelas IV.A Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru secara individu dari siklus I ke siklus II dapat di lihat pada grafik di bawah ini:

Perbandingan Ketuntasan Individu Siswa
35 30 25 20 15 10 5 0
Amat Baik Baik Cukup

33

14 11

Siklus I
11 7
4

Siklus II
1
Kurang

0

1 0
Kurang Sekali

Gambar 4.3 : Perbandingan Ketuntasan Individu Siswa Siklus I dan II

`Berdasarkan gambar di atas, pada siklus I siswa yang memperoleh nilai dengan kategori amat baik 14 orang siswa, sedangkan pada siklus II terdapat 33 orang siswa. Untuk ketegori baik pada siklus I terdapat 11 orang siswa dan pada siklus II terdapat 7 orang siswa, untuk ketegori cukup pada siklus I terdapat 11 orang siswa, sedangkan pada siklus II terdapat 1 orang siswa. Untuk ketegori kurang pada siklus I terdapat 4 orang siswa dan pada siklus II tidak ada siswa yang memperoleh nilai dengan kategori kurang. Untuk ketegori kurang kurang sekali pada siklus I terdapat 1 orang siswa dan pada siklus II tidak ada siswa yang memperoleh nilai dengan kategori kurang sekali. Berdasarkan data di atas, maka terjadi peningkatan ketuntasan siswa secara individu sebesar 13.17%. 4. Ketuntasan Klasikal Ketuntasan klasikal diperoleh dari ulangan harian I dan ulangan harian II. Peningkatan ketuntasan belajar siswa secara klasikal dari siklus I ke siklus II dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dapat di lihat pada grafik dibawah ini:

Perbandingan Ketuntasan Klasikal Siswa
50

41 35

40 30 20 10 0 Siklus I Siklus II

6 0
Tuntas Tidak Tuntas

Gambar 4.4 : Perbandingan Ketuntasan Klasikal Siswa Siklus I dan II

Berdasarkan gambar 4.4, diperoleh data ketuntasan siswa secara klasikal. Dimana pada siklus I siswa yang tuntas 35 orang siswa. Kemudian pada siklus II meningkat menjadi 41 orang siswa (100%). Sedangkan siswa yang tidak tuntas mengalami penurunan, dimana pada siklus I siswa yang tidak tuntas berjumlah 6 orang siswa dan pada siklus II tidak ada satu orang siswapun yang tidak tuntas. Berdasarkan data di atas, terlihat jelas terjadinya peningkatan yang signifikan terhadap ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 14,63%. Dengan demikian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV.A Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru. 5. Penghargaan Kelompok Ketuntasan hasil belajar siswa tidak terlepas dari kreativitas guru dalam merencanakan proses pembelajaran, memberi bimbingan dan memotivasi siswa. Bentuk motivasi guru adalah pemberian penghargaan kelompok berdasarkan nilai perkembangan yang disumbangkan siswa kepada kelompoknya. Peningkatan penghargaan kelompok dari siklus I ke siklus II dapat dilihat pada grafik di bawah ini:

Penghargaan Kelompok
8 8 6 4 2 0
Hebat Super

6 4 2

Siklus I

Siklus II

Gambar 4.5 : Perbandingan Penghargaan Kelompok Siklus I dan II

Dari gambar di atas, dapat diketahui bahwa penghargaan pada kelompok terjadi peningkatan yang sangat signifikan, dimana pada ulangan harian I siklus I 2 kelompok dengan kategori super dan 8 kelompok dengan kategori hebat. Sedangkan pada ulangan harian II siklus II kategori super meningkat menjadi 4 kelompok dan 6 kelompok dengan kategori hebat. Berdasarkan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa: hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima kebenarannya. dengan kata lain bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dapat meningkatkan hasil belajar IPS pada materi teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi siswa kelas IV.A Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa diperoleh dari ulangan harian siklus I dan ulangan harian siklus II. Dimana ketuntasan individu meningkat dari siklus I ke siklus II sebesar 13,17%. Ketuntasan klasikal juga mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 14,63%. Rata-rata aktivitas guru dalam penelitian ini juga mengalami peningkatan, dimana pada siklus I rata-rata aktivitas guru 70% (baik) pada siklus II meningkat menjadi 95% (sangat baik) peningkatannya sebesar 25%. Sedangkan aktivitas siswa juga mengalami peningkatan, pada siklus I rata-rata aktivitas siswa 57,26% (kurang baik), pada siklus II rata-rata aktivitas siswa meningkat menjadi 65,31% (baik) dengan peningkatan sebesar 8,05%. B. Saran Melalui penulisan skripsi ini penulis mengajukan beberapa saran yang berhubungan dengan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray, yaitu: 1. Bagi guru, sebelum memulai proses belajar mengajar sebaiknya membuat dan mempersiapkan perangkat pembelajaran seperti: RPP dan LKS, yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu, guru juga diharapkan menerapkan model pembelajaran yang bervariasi, agar siswa lebih aktif dalam pembelajaran.

52

2. Bagi sekolah SDN 164 Pekanbaru, hendaknya mau menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa yang secara langsung akan mempengaruhi mutu pendidikan di sekolah. 3. Bagi peneliti, yang ingin mengadakan penelitian dengan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray hendaknya

mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan materi pembelajaran yang akan diajarkan khususnya mempersiapkan perangkat pembelajaran dengan sebaik-baiknya agar memperoleh hasil yang memuaskan.

DAFTAR PUSTAKA Anwar, Dessy. 2001. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Indah. Arikunto, Suharsimi. 2010 Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rinaka Cipta. , dkk. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara. Darajat, Zakiah, Dkk. Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam. Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2008. Departemen Pendidikan Nasional. Kurikulum 2004. Jakarta. Djamarah, Bahri, Syaiful dan Zain, Asman. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. Ishak, Isjoni. 2007. Cooperatif Learning Efektivitas Pembelajaran Kelompok. Bandung: Alfabeta. Kunandar. 2011. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas. Sebagai Pengembang Profesi Guru. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Lie, Anita. 2002. Cooperative Learning. Jakarta: PT. Grasindo. Purwanto, Ngalim. 2010. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: Remaja Rosda Karya. . Psikologi Pendidikan. Bandung: PT.Remaja Rosda Karya. 2002. Purwanto Rusman. 2010. Model-Model Pembelajaran. Mengembangkan Profesional Guru. Jakarta: Rajawali Pers. Sudjana, Nana. 2004. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Al-gesindo. . 2001. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. (Bandung: Remaja Rosdakarya. Surahmad, Winarno. Metodologi Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta. 1981.

Tanireja, Tukiran, dkk Model-Model Pembelajaran Inovatif. Bandung: Alfabeta, 2011. Trianto. 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka.

LAMPIRAN A JADWAL PENELITIAN Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Pada Siswa Kelas IV.A SDN 164 Pekanbaru No 1 Hari/Tanggal Senin 19-03-2012 Kamis 22-03-2012 Senin 26-03-2012 Kamis 29-03-2012 Senin 02-04-2012 Kamis 05-04-2012 Kegiatan Pertemuan I ( Siklus I ) Pertemuan II ( Siklus I ) Ulangan harian I ( Siklus I ) Pertemuan III ( Siklus II ) Pertemuan IV ( Siklus II ) Ulangan Harian II ( Siklus II ) Ulangan harian Pertama ( Siklus I ) Alat atau media komunikasi dan manfaatnya. Jenis, fungsi dan manfaat Materi Pembelajaran Teknologi produksi dan

perkembangannya. Bahan dan hasil produksi

2

3

4

5

penggangkutan. Ulangan harian ke dua ( Siklus II )

6

LAMPIRAN B SILABUS
Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Standar Kompetensi Kompetensi dasar 1. Perkembangan teknologi produksi : SD Negeri 164 Pekanbaru : IPS : IV / 2 : Teknologi Produksi, Komunikasi, dan Transportasi Materi pokok pembelajaran Teknologi produksi Indikator Tujuan Penilaian Alokasi waktu Sumber belajar Buku IPS Kelas IV Penerbit Persada Riau

o Teknologi produksi dan o Siswa mengetahui perkembangannya. teknologi produksi dan perkembangannya. o Bahan dan hasil produksi o Siswa mengetahui bahan dan hasil produksi media o Siswa mengetahui Alat dan atau media komunikasi dan manfaatnya.

Tes tertulis

4 x 35

2. Perkembangan teknologi komunikasi 3. Perkembangan teknologi transportasi

Teknologi komunikasi

o Alat atau komunikasi manfaatnya.

Tes tertulis

2 x 35

Buku IPS Kelas IV Penerbit Persada Riau Buku IPS Kelas IV Penerbit Persada Riau

Teknologi transportasi

o Jenis, fungsi dan manfaat o Untuk mengetahui Jenis, penggangkutan. fungsi dan manfaat penggangkutan

Tes tertulis

2 x 35

Mengetahui, Kepala Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru

Pekanbaru, Maret 2012 Peneliti

Hj. Rosnian, S.Pd NIP. 195609191977012001

Yuhendrawati NIM. 1005187017

LAMPIRAN C.1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-1) SIKLUS PERTAMA PERTEMUAN PERTAMA Satuan Pendidikan Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan Ke Alokasi Waktu : Sekolah Dasar : SD Negeri 164 Pekanbaru : Ilmu Pengetahuan Sosial : IV / II : Satu (I) : 2 x 35 menit

A. Standar Kompetensi Teknologi Produksi, Komunikasi, dan Transportasi B. Kompetensi Dasar Perkembangan teknologi produksi C. Indikator Teknologi produksi dan perkembangannya D. Tujuan Pembelajaran Siswa mengetahui teknologi produksi dan perkembangannya E. Materi Pokok Teknologi produksi F. Uraian Materi Teknologi adalah cara melakukan suatu kegiatan dengan menggunakan alat tertentu. Sedangkan produksi adalah kegiatan yang menghasilkan barang. Jadi, teknologi produksi adalah cara melakukan kegiatan dengan menggunakan alat tertentu untuk menghasilkan barang. Peralatan alat produksi sederhana dalam menggarap tanah pertanian adalah: (1) Mencangkul dengan menggunakan tenaga menusia dan (2) Membajak dengan menggunakan tenaga kerbau atau sapi. Sedangkan Alat produksi modern yaitu traktor untuk menggeburkan tanah. Dengan menggunakan alat bermesin ini, pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dan lebih ringgan. G. Model Pembelajaran Kooperatif tipe two stay two stray

H. Kegiatan Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca do’a  Mengabsensi siswa  Apresiasi  Guru menyampaikan semua tujuan yang ingin dicapai pada pembelajaran dan memotivasi siswa. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti  Menyajikan materi pembelajaran Pertama  Guru membagi siswa dalam 10 kelompok, dimana masing-masing kelompok terdiri dari 4 orang siswa  Guru membagikan LKS kepada siswa untuk dikerjakan secara berkelompok Kedua  Setelah selesai mengerjakan secara berkelompok dua orang masing-masing kelompok meninggalkan kelompoknya bertamu ke dua kelompok lain. LKS dari akan dan Waktu 50 Menit Waktu 10 Menit

Ketiga

 Dua orang siswa yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi mereka (jawaban LKS) ke tamu mereka.  Setelah memperoleh jawaban dari LKS, tamu mohon diri dan kembali ke kelompoknya sendiri dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain.  Setiap kelompok mencocokan mebahas hasil-hasil kerja mereka. dan

Keempat

Kelima

Langkah-Langkah

Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Akhir (10 Menit)  Guru bersama siswa membuat kesimpulan dari hasil diskusi.  Meninformasikan materi selanjutnya  Menutup pelajaran

Waktu

10 Menit

I. Alat/Bahan Belajar Judul Buku : Buku IPS Kelas IV Penggarang : Tim Bina Karya Guru Penerbit : Erlangga J. Penilaian Teknik penilaian : Tes tertulis Bentuk penilaian : Objektif Instrumen : 1. Kegiatan manusia disebut.... a. Konsumsi c. Produksi

untuk

menghasilkan

barang

b. Distribusi d. Transportasi

2. Binatang apa yang dugunakan untuk membajak sawah secara tradisional mengunakan.... a. Kuda b. Kambing c. Kerbau d. Keledai 3. Alat tenun kain yang termasuk teknologi sederhana berguna untuk.... a. Membuat benang b. Melipat kain c. Mengolah kapas menjadi benang d. Mengolah benang menjadi kain

Mengetahui, Kepala Sekolah SDN 164 Pekanbaru

Pekanbaru, Maret 2012 Peneliti

Hj. Rosnian, S.Pd NIP. 195609191977012001

Yuhendrawati NIM. 1005187017

LAMPIRAN C.2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-2) SIKLUS PERTAMA PERTEMUAN KEDUA

Satuan Pendidikan Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan Ke Alokasi Waktu

: Sekolah Dasar : SD Negeri 164 Pekanbaru : Ilmu Pengetahuan Sosial : IV / II : Dua (II) : 2 x 35 menit

A. Standar Kompetensi Teknologi Produksi, Komunikasi, dan Transportasi B. Kompetensi Dasar Perkembangan teknologi produksi C. Indikator Bahan dan hasil produksi D. Tujuan Pembelajaran Siswa mengetahui bahan dan hasil produksi E. Materi Pokok Teknologi produksi F. Uraian Materi Bangsa Indonesia sangat kaya dengan sumber daya alam. Kekayaan alam tersebut tersebar dari sabang sampai marauke. Kekayaan alam itu ada di darat, di laut, bahkan di perut bumi. Kekayaan alam yang terdapat di darat meliputi: kayu dan rotan. Kekeyaan alam yang terdapat didalam laut seperti: Ikan, kepiting, kerang, rumput laut, batu karang dan lain-lain. Sedangkan kekayaan alam yang dimiliki bangsa Indonesia yang berasal dari perut bemi yaitu minyak dan gas. G. Model Pembelajaran Kooperatif tipe two stay two stray

H. Kegiatan Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca do’a  Mengabsensi siswa  Apresiasi  Guru menyampaikan semua tujuan yang ingin dicapai pada pembelajaran dan memotivasi siswa. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti  Menyajikan materi pembelajaran Pertama  Guru membagi siswa dalam 10 kelompok, dimana masing-masing kelompok terdiri dari 4 orang siswa  Guru membagikan LKS kepada siswa untuk dikerjakan secara berkelompok Kedua  Setelah selesai mengerjakan secara berkelompok dua orang masing-masing kelompok meninggalkan kelompoknya bertamu ke dua kelompok lain. LKS dari akan dan Waktu 50 Menit Waktu 10 Menit

Ketiga

 Dua orang siswa yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi mereka (jawaban LKS) ke tamu mereka.  Setelah memperoleh jawaban dari LKS, tamu mohon diri dan kembali ke kelompoknya sendiri dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain.  Setiap kelompok mencocokan mebahas hasil-hasil kerja mereka. dan

Keempat

Kelima

Langkah-Langkah

Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Akhir (10 Menit)  Guru bersama siswa membuat kesimpulan dari hasil diskusi.  Meninformasikan materi selanjutnya  Menutup pelajaran

Waktu

10 Menit

I. Alat/Bahan Belajar Judul Buku : Buku IPS Kelas IV Penggarang : Tim Bina Karya Guru Penerbit : Erlangga J. Penilaian Teknik penilaian : Tes tertulis Bentuk penilaian : Objektif Instrumen : 1. Kekayaan alam yang di miliki bangsa Indonesia di hutan adalah.... a. Kayu dan rotan b. Minyak bumi dan gas c. Minyak dan rotan d. Batubara dan kayu 2. Hasil sumber daya alam yang berasal dari perut bumi adalah.... a. Kayu dan Rotan b. Minyak dan gas c. Ikan d. Kayu arang 3. Berikut ini yang bukan hasil sumber daya alam yang berasal dari laut, adalah.... a. Ikan b. Karang c. Kepiting d. Pantai

Mengetahui, Kepala Sekolah SDN 164 Pekanbaru

Pekanbaru, Maret 2012 Peneliti

Hj. Rosnian, S.Pd NIP. 195609191977012001

Yuhendrawati NIM. 1005187017

LAMPIRAN C.3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-3) SIKLUS KEDUA PERTEMUAN PERTAMA Satuan Pendidikan Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan Ke Alokasi Waktu : Sekolah Dasar : SD Negeri 164 Pekanbaru : Ilmu Pengetahuan Sosial : IV / II : Tiga : 2 x 35 menit

A. Standar Kompetensi Teknologi Produksi, Komunikasi, dan Transportasi B. Kompetensi Dasar Perkembangan teknologi komunikasi C. Indikator Alat atau media komunikasi dan manfaatnya. D. Tujuan Pembelajaran Siswa mengetahui Alat atau media komunikasi dan manfaatnya. E. Materi Pokok Teknologi komunikasi F. Uraian Materi Untuk mengetahui kebutuhan hidup kita, berhubungan dengan sesama manusia sangat diperlukan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita perlu menyampaikan pesan kepada orang lain dan terkadang kita juga menerima pesan dari orang lain. Kegiatan menyampaikan dan menerima pesan disebut komunikasi. Alat atau media komunikasi terdiri dari beberapa jenis yaitu: (1) Komunikasi lisan seperti: telephone, dan (2) Komunikasi tertulis, seperti: Surat, media cetak, mesin faksimili, SMS, dan e-mail. G. Model Pembelajaran Kooperatif tipe two stay two stray

H. Kegiatan Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca do’a  Mengabsensi siswa  Apresiasi  Guru menyampaikan semua tujuan yang ingin dicapai pada pembelajaran dan memotivasi siswa. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Inti  Menyajikan materi pembelajaran Pertama  Guru membagi siswa dalam 10 kelompok, dimana masing-masing kelompok terdiri dari 4 orang siswa  Guru membagikan LKS kepada siswa untuk dikerjakan secara berkelompok Kedua  Setelah selesai mengerjakan secara berkelompok dua orang masing-masing kelompok meninggalkan kelompoknya bertamu ke dua kelompok lain. LKS dari akan dan Waktu 50 Menit Waktu 10 Menit

Ketiga

 Dua orang siswa yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi mereka (jawaban LKS) ke tamu mereka.  Setelah memperoleh jawaban dari LKS, tamu mohon diri dan kembali ke kelompoknya sendiri dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain.  Setiap kelompok mencocokan mebahas hasil-hasil kerja mereka. dan

Keempat

Kelima

Langkah-Langkah

Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Akhir (10 Menit)  Guru bersama siswa membuat kesimpulan dari hasil diskusi.  Meninformasikan materi selanjutnya  Menutup pelajaran

Waktu 10 Menit

I. Alat/Bahan Belajar Judul Buku : Buku IPS Kelas IV Penggarang : Tim Bina Karya Guru Penerbit : Erlangga J. Penilaian Teknik penilaian : Tes tertulis Bentuk penilaian : Objektif Instrumen : 1. Tunjukan manfaat langsung alat komunikasi pada jawaban berikut ini... a. Memperlambat berita sampai kealamat b. Mempercepat berita sampai kealamat c. Lebih boros dalam pengunaannya d. Lebih banyak memakan atau mengunakan tenaga 2. Berikut ini yang termasuk alat komunikasi modern adalah... a. Radio b. Microphone b. Telegram c. Telepon 3. Menurut anda alat komunikasi yang paling cangih pada saat sekarang ini adalah... a. Televisi c. Telepon b. Radio d. Internet

Mengetahui, Kepala Sekolah SDN 164 Pekanbaru

Pekanbaru, Maret 2012 Peneliti

Hj. Rosnian, S.Pd

Yuhendrawati

NIP. 195609191977012001 LAMPIRAN C.4

NIM. 1005187017

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP-4) SIKLUS KEDUA PERTEMUAN KEDUA Satuan Pendidikan Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan Ke Alokasi Waktu : Sekolah Dasar : SD Negeri 164 Pekanbaru : Ilmu Pengetahuan Sosial : IV / II : Empat : 2 x 35 menit

A. Standar Kompetensi Teknologi Produksi, Komunikasi, dan Transportasi B. Kompetensi Dasar Perkembangan teknologi transportasi C. Indikator Jenis, fungsi dan manfaat penggangkutan. D. Tujuan Pembelajaran Siswa mengetahui jenis, fungsi dan manfaat penggangkutan. E. Materi Pokok Teknologi transportasi F. Uraian Materi Kata transportasi sama dengan kata pengangkutan. Mengangkut adalah memindahkan satu barang dari satu tempat ketempat lainnya. Sedangkan alat transportasi adalah alat yang digunakan untuk mengangkut penumpang atau barang. Alat transportasi terdiri dari tiga jenis yaitu: (1) Alat transportasi darat, seperti: Mobil, honda, kereta api, (2) Alat transportasi udara, seperti: Pesawat penumpang, helikopter, pesawat tempur, dan (3) Alat transportasi air, seperti: Kapal laut, sped boot. G. Model Pembelajaran

Kooperatif tipe two stay two stray H. Kegiatan Pembelajaran Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal  Membaca do’a  Mengabsensi siswa  Apresiasi  Guru menyampaikan semua tujuan yang ingin dicapai pada pembelajaran dan memotivasi siswa. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Waktu Waktu 10 Menit

Kegiatan Inti  Menyajikan materi pembelajaran Pertama  Guru membagi siswa dalam 10 kelompok, dimana masing-masing kelompok terdiri dari 4 orang siswa  Guru membagikan LKS kepada siswa untuk dikerjakan secara berkelompok Kedua  Setelah selesai mengerjakan secara berkelompok dua orang masing-masing kelompok meninggalkan kelompoknya bertamu ke dua kelompok lain. LKS dari akan dan

50 Menit

Ketiga

 Dua orang siswa yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi mereka (jawaban LKS) ke tamu mereka.  Setelah memperoleh jawaban dari LKS, tamu mohon diri dan kembali ke kelompoknya sendiri dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain.  Setiap kelompok mencocokan mebahas hasil-hasil kerja mereka. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Akhir (10 Menit)  Guru bersama siswa membuat kesimpulan dari hasil diskusi.  Meninformasikan materi selanjutnya  Menutup pelajaran dan

Keempat

Kelima

Langkah-Langkah

Waktu

10 Menit

I. Alat/Bahan Belajar Judul Buku : Buku IPS Kelas IV Penggarang : Tim Bina Karya Guru Penerbit : Erlangga

J. Penilaian Teknik penilaian : Tes tertulis Bentuk penilaian : Objektif Instrumen : 1. Berdasarkan data yang ada jenis angkutan di Indonesia terdiri atas.... a. Tiga b. Empat c. Dua d. Satu 2. Nama Bandar Udara Di Pekanbaru Adalah... a. Sultan Syarif Kasim Setia Negara b. Pinang Kapai c. Sultan Syarif Kasim II d. Hang Nadim 3. Berikut ini yang termasuk pelabuhan kapal yang terdapat di pulau sumatra adalah... a. Teluk Bayur b. Tanjung Mas c. Tanjung Perak d. Tanjung Periok

Mengetahui, Kepala Sekolah SDN 164 Pekanbaru

Pekanbaru, Maret 2012 Peneliti

Hj. Rosnian, S.Pd NIP. 195609191977012001 LAMPIRAN D.1

Yuhendrawati NIM. 1005187017

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) SIKLUS PERTAMA PERTEMUAN PERTAMA

Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok

: : : : :

SDN 164 Pekanbaru IPS Teknologi produksi IV/II ................................... ................................... ................................... ...................................

A. Petunjuk 1. Kerjakan LKS ini secara berkelompok 2. Setelah selesai mengerjakan LKS secara berkelompok dua orang dari masing-masing kelompok akan meninggalkan kelompoknya dan bertamu ke dua kelompok lain. 3. Dua orang siswa yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil lkerja dan informasi mereka (jawaban LKS) ke tamu mereka. 4. Laporkan temuan dari kelompok anda ke kelompok lain. 5. Cocokan hasil kerja kelompok anda dengan kelompok lain. B. Tujuan Siswa mengetahui teknologi produksi dan perkembangannya C. Teori Singkat Sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan maka teknologi ikut berkembang pula. Tulislah perkembangan tekologi sederhana sampai keteknologi modern pada tabel berikut ini. No Teknologi Sederhana Teknologi Modern 1 Bajak dengan menggunakan Traktor dengan menggunakan tenaga sapi dan cangkul dengan tenaga mesin. menggunakan tenaga manusia 2. Mesin tenun, cara menenun Mesin tekstil, menggolah kapas tersebut masih dilakukan oleh sampai menjadi pakaian dengan orang didaerah tertentu. menggunakan tenaga mesin. Menumbuk padi menggunakan lesung dengan Mesin pengiling padi

3.

LAMPIRAN D.2 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) SIKLUS PERTAMA PERTEMUAN KEDUA Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok : : : : : SDN 164 Pekanbaru IPS Teknologi produksi IV/II ................................... ................................... ................................... ...................................

A. Petunjuk

1. Kerjakan LKS ini secara berkelompok 2. Setelah selesai mengerjakan LKS secara berkelompok dua orang dari masing-masing kelompok akan meninggalkan kelompoknya dan bertamu ke dua kelompok lain. 3. Dua orang siswa yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi mereka (jawaban LKS) ke tamu mereka. 4. Laporkan temuan dari kelompok anda ke kelompok lain. 5. Cocokan hasil kerja kelompok anda dengan kelompok lain. B. Tujuan Siswa mengetahui teknologi produksi dan perkembangannya C. Teori Singkat Bangsa Indonesia sangat kaya dengan sumber daya alam. Kekayaan alam tersebut tersebar dari sabang sampai marauke. Kekayaan alam itu ada di darat, di laut, bahkan di perut bumi. Selain itu, dalam proses menghasilkan barang produksi dikenal istilah bahan mentah dan bahan baku.

No 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Kekayaan Alam Yang Terdapat Di Indonesai Dilaut Di Laut Di Perut Bumi Ikan Kayu Minyak Terumbu karang Rotan Gas Kepiting Gaharu Batu bara Udang Mutiara Rumput laut

LAMPIRAN D.3 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) SIKLUS KEDUA PERTEMUAN PERTAMA

Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok

: : : : :

SDN 164 Pekanbaru IPS Teknologi komunikasi IV/II ................................... ................................... ................................... ...................................

A. Petunjuk 1. Kerjakan LKS ini secara berkelompok 2. Setelah selesai mengerjakan LKS secara berkelompok dua orang dari masing-masing kelompok akan meninggalkan kelompoknya dan bertamu ke dua kelompok lain. 3. Dua orang siswa yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil lkerja dan informasi mereka (jawaban LKS) ke tamu mereka. 4. Laporkan temuan dari kelompok anda ke kelompok lain. 5. Cocokan hasil kerja kelompok anda dengan kelompok lain. B. Tujuan Siswa mengetahui alat atau media komunikasi dan manfaatnya C. Teori Singkat Alat atau media komunikasi terdiri dari dua jenis, yaitu media cetak dan media elektronik. Media cetak adalah alat yang digunakan berkomunikasi secara tertulis, sedangkan media elektronik adalah alat yang digunakan untuk berkomunikasi baik secara lisan, tertulis, atau gambar, bahkan gabungan dari ketiganya. Coba anda beri contoh media cetak dan media elektronik di tabel berikut ini ! No 1. Surat 2. 3. 4. 5. Majalah Koran Buku Mading Media Cetak Televisi Radio Telephone Faxsimili Internet Media Elektronik

LAMPIRAN D.4 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) SIKLUS KEDUA PERTEMUAN KEDUA

Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Semester Anggota Kelompok

: : : : :

SDN 164 Pekanbaru IPS Teknologi transportasi IV/II ................................... ................................... ................................... ...................................

A. Petunjuk 1. Kerjakan LKS ini secara berkelompok 2. Setelah selesai mengerjakan LKS secara berkelompok dua orang dari masing-masing kelompok akan meninggalkan kelompoknya dan bertamu ke dua kelompok lain. 3. Dua orang siswa yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil lkerja dan informasi mereka (jawaban LKS) ke tamu mereka. 4. Laporkan temuan dari kelompok anda ke kelompok lain. 5. Cocokan hasil kerja kelompok anda dengan kelompok lain. B. Tujuan Siswa mengetahui jenis, fungsi, dan manfaat penggangkutan C. Teori Singkat Pengangkutan atau transportasi adalah usaha membawa orang atau barang dari suatu tempat ketempat lain. Dengan alat angkut kita dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya yang dikeluarkan. Diskusikan dengan kelompokmu jenis dan contohnya alat angkut yang anda ketahui ! No Jenis Angkutan 1. Darat Contohnya Mobil, kereta api, Sepeda motor, becak, bendi, bemo, dan sepeda. Sampan, perahu layar, kapal tengkur, dan speed boat. Helikopter, pesawat penumpang, dan pesawat tempur.

2.

Air

3.

Udara

LAMPIRAN E.1 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU SIKLUS I PERTEMUAN I Hari/Tanggal : Senin 19 Maret 2012 Petunjuk No 1 2 : Berilah Tanda Ceklis (√) pada kolam sesuai dengan aktivitas guru Aspek Penelitian Guru meminta siswa bekerjasama dalam kelompok yang terdiri dari empat orang. Setelah selesai bekerjasama dalam kelompok, guru meminta dua orang dari masing-masing kelompok bertamu ke kelompok lain. 1 2 3 √ √ 4 Ket

Guru meminta dua orang yang tinggal dari masing-masing kelompok menerima tamu dari kelompok lain dan membagikan hasil diskusi kelompok mereka ke kelompok tamu. 4 Guru meminta setiap siswa yang bertamu ke kelompok lain melaporkan informasi dan temuan mereka ke kelompok masing-masing. 5 Guru meminta setiap kelompok mencocokan dan membahas hasil diskusinya. Jumlah Skor Total Rata-Rata Kategori

3

√ 6 6 12 60,00 Kurang Baik Pekanbaru, 19 Maret 2012 Observer

Peneliti

Yuhendrawati NIM. 1005187017

Ernita Yusnawati, MM NIP. 196412121986092001 Diketahui, Kepala Sekolah SDN 164 Pekanbaru

Hj. Rosnian, S.Pd NIP. 195609191977012001 LAMPIRAN E.2 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU SIKLUS I PERTEMUAN II Hari/Tanggal : Kamis, 22 Maret 2012 Petunjuk No 1 2 : Berilah Tanda Ceklis (√) pada kolam sesuai dengan aktivitas guru Aspek Penelitian Guru meminta siswa bekerjasama dalam kelompok yang terdiri dari empat orang. Setelah selesai bekerjasama dalam kelompok, guru meminta dua orang dari masing-masing kelompok bertamu ke kelompok lain. 1 2 3 4 √ √ Ket

Guru meminta dua orang yang tinggal dari masing-masing kelompok menerima tamu dari kelompok lain dan membagikan hasil diskusi kelompok mereka ke kelompok tamu. 4 Guru meminta setiap siswa yang bertamu ke kelompok lain melaporkan informasi dan temuan mereka ke kelompok masing-masing. 5 Guru meminta setiap kelompok mencocokan dan membahas hasil diskusinya. Jumlah Skor Total Rata-Rata Kategori

3

√ 12 16 80,00 Baik Pekanbaru, 19 Maret 2012 Observer 4

Peneliti

Yuhendrawati NIM. 1005187017

Ernita Yusnawati, MM NIP. 196412121986092001 Diketahui, Kepala Sekolah SDN 164 Pekanbaru

Hj. Rosnian, S.Pd NIP. 195609191977012001 LAMPIRAN E.3 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU SIKLUS II PERTEMUAN I Hari/Tanggal : Kamis, 29 Maret 2012 Petunjuk No 1 2 : Berilah Tanda Ceklis (√) pada kolam sesuai dengan aktivitas guru Aspek Penelitian Guru meminta siswa bekerjasama dalam kelompok yang terdiri dari empat orang. Setelah selesai bekerjasama dalam kelompok, guru meminta dua orang dari masing-masing kelompok bertamu ke 1 2 3 4 √ √ Ket

kelompok lain. Guru meminta dua orang yang tinggal dari masing-masing kelompok menerima tamu dari kelompok lain dan membagikan hasil diskusi kelompok mereka ke kelompok tamu. 4 Guru meminta setiap siswa yang bertamu ke kelompok lain melaporkan informasi dan temuan mereka ke kelompok masing-masing. 5 Guru meminta setiap kelompok mencocokan dan membahas hasil diskusinya. Jumlah Skor Total Rata-Rata Kategori 3

√ 12 18 90,00 Sangat Baik Pekanbaru, 29 Maret 2012 Observer 6

Peneliti

Yuhendrawati NIM. 1005187017

Ernita Yusnawati, MM NIP. 196412121986092001 Diketahui, Kepala Sekolah SDN 164 Pekanbaru

Hj. Rosnian, S.Pd NIP. 195609191977012001 LAMPIRAN E.4 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU SIKLUS II PERTEMUAN II Hari/Tanggal : Senin, 2 April 2012 Petunjuk No 1 2 : Berilah Tanda Ceklis (√) pada kolam sesuai dengan aktivitas guru Aspek Penelitian Guru meminta siswa bekerjasama dalam kelompok yang terdiri dari empat orang. Setelah selesai bekerjasama dalam kelompok, guru meminta dua orang dari masing-masing kelompok bertamu ke 1 2 3 4 √ √ Ket

kelompok lain. Guru meminta dua orang yang tinggal dari masing-masing kelompok menerima tamu dari kelompok lain dan membagikan hasil diskusi kelompok mereka ke kelompok tamu. 4 Guru meminta setiap siswa yang bertamu ke kelompok lain melaporkan informasi dan temuan mereka ke kelompok masing-masing. 5 Guru meminta setiap kelompok mencocokan dan membahas hasil diskusinya. Jumlah Skor Total Rata-Rata Kategori 3

√ 20 20 100,00 Sangat Baik Pekanbaru, 19 Maret 2012 Observer

Peneliti

Yuhendrawati NIM. 1005187017

Ernita Yusnawati, MM NIP. 196412121986092001 Diketahui, Kepala Sekolah SDN 164 Pekanbaru

Hj. Rosnian, S.Pd NIP. 195609191977012001 LAMPIRAN E.5 Rata-Rata Aktivitas Guru Dalam Menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Pada Setiap Kali Pertemuan No 1 Aspek Penelitian Guru meminta siswa bekerjasama dalam kelompok yang terdiri dari empat orang. Pertemuan Ke2 3 4 4

1 3

4 4

2

3

4

5

Setelah selesai bekerjasama dalam kelompok, guru meminta dua orang dari masing-masing kelompok bertamu ke kelompok lain. Guru meminta dua orang yang tinggal dari masing-masing kelompok menerima tamu dari kelompok lain dan membagikan hasil diskusi kelompok mereka ke kelompok tamu. Guru meminta setiap siswa yang bertamu ke kelompok lain melaporkan informasi dan temuan mereka ke kelompok masingmasing. Guru meminta setiap kelompok mencocokan dan membahas hasil diskusinya.

2

3

4

4

2

3

3

4

3

3

4

4

2 12 2,4 60% Kurang Baik

3 16 3,2 80% Baik

3 18 3,6 90% Sangat Baik

4 20 4,0 100% Sangat Baik

Jumlah Skor Rata-Rata Persentase Kategori

Keterangan Skala Penilaian RUBRIK PENILAIAN AKTIVITAS GURU Kriteria No Aspek Penelitian Skala Deskripsi 1 Guru meminta Tidak meminta siswa bekerjasama dalam 1 siswa bekerjasama kelompok. dalam kelompok Meminta siswa bekerja sama dalam yang terdiri dari 2 kelompok, tapi guru tidak memimbing empat orang. siswa dalam bekerja kelompok Meminta siswa bekerja sama dalam 3 kelompok, tapi guru kurang memimbing

siswa dalam bekerja kelompok Meminta siswa bekerja sama dalam 4 kelompok dan memimbing siswa dalam bekerja kelompok 2 Setelah selesai Tidak meminta dua orang dari masing1 bekerjasama dalam masing kelompok bertamu kekelompok lain kelompok, guru Meminta dua orang dari masing-masing meminta dua orang kelompok bertamu kekelompok lain, tapi 2 dari masing-masing guru tidak menjelaskan tujuan bertamu kelompok bertamu kekelompok lain kepada siswa ke kelompok lain. Meminta dua orang dari masing-masing kelompok bertamu kekelompok lain, tapi 3 guru kurang menjelaskan tujuan bertamu kekelompok lain kepada siswa Meminta dua orang dari masing-masing kelompok bertamu kekelompok lain dan 4 guru menjelaskan tujuan bertamu kekelompok lain kepada siswa 3 Guru meminta dua Guru tidak meminta dua orang yang tinggal orang yang tinggal 1 dari kelompok masing-masing menerima dari masing-masing tamu dari kelompok lain. kelompok Meminta dua orang yang tinggal dari menerima tamu dari kelompok masing-masing menerima tamu kelompok lain dan dari kelompok lain, namun tidak 2 membagikan hasil menjelaskan informasi yang harus diskusi kelompok disampaikan kepada setiap tamu dari mereka ke kelompok lain kelompok tamu. Meminta dua orang yang tinggal dari kelompok masing-masing menerima tamu dari kelompok lain, namun kurang 3 menjelaskan informasi yang harus disampaikan kepada setiap tamu dari kelompok lain Meminta dua orang yang tinggal dari kelompok masing-masing menerima tamu 4 dari kelompok lain dan menjelaskan informasi yang harus disampaikan kepada setiap tamu dari kelompok lain Kriteria No Aspek Penelitian Skala Deskripsi meminta Tidak meminta setiap siswa yang bertamu 4 Guru setiap siswa yang kekelompok lain melaporkan informasi dan 1 bertamu ke temua yang mereka peroleh ke kelompok kelompok lain masing-masing melaporkan Meminta setiap siswa yang bertamu informasi dan kekelompok lain melaporkan informasi dan temuan mereka ke 2 temua yang mereka peroleh ke kelompok kelompok masingmasing-masing tapi tidak memperhatikan masing. siswa dalam menyampaikan laporan/

3

4

5

Guru meminta setiap kelompok mencocokan dan membahas hasil diskusinya.

1 2 3

4

temuannya. Meminta setiap siswa yang bertamu kekelompok lain melaporkan informasi dan temua yang mereka peroleh ke kelompok masing tapi kurang memperhatikan siswa dalam menyampaikan laporan/ temuannya. Meminta setiap siswa yang bertamu kekelompok lain melaporkan informasi dan temua yang mereka peroleh ke kelompok masing dan memperhatikan siswa dalam menyampaikan laporan/ temuannya. Tidak meminta setiap kelompok mencocokan atau membahas hasil diskusinya. Meminta setiap kelompok mencocokan atau membahas hasil diskusinya tapi tidak membimbing setiap kelompok Meminta setiap kelompok mencocokan atau membahas hasil diskusinya tapi kurang membimbing setiap kelompok Meminta setiap kelompok mencocokan atau membahas hasil diskusinya dan membimbing setiap kelompok dalam berdiskusi

LAMPIRAN F.1 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA SIKLUS I PERTEMUAN I Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Hari/Tanggal : : : : SD Negeri 164 Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial IV / II Senin 19 Maret 2012

Petunjuk

: Berilah skor 1 s/d 4 sesuai aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan dipandu oleh rubrik penilaian aktivitas siswa Nama Siswa Aktivitas Siswa 2 3 4 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 4 4 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 4 Aktivitas Siswa 2 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 Ket

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 No 29 30 31 32 33 34 35

M. Aldi Putra Zakatya Fitri Dila Sartika Fitri Riko Hendrianto Aby Perdana Faddila Rahma Rizki Saputra Zendi Maulana Mega Ayuni Putri M, Farhan Afni Marsida Dilia Sri Lestari Dinda Muslimah Viona Sardila Azri Marlian Salsabila Pradita Rani Zelvi Ardila Wahyu Ronaldo Rahmat Dermawan M. Alfarizi Qaulam Massyuro Intan Novela Ernas M. Ikhsan Obeta Ari P Cicylya Thancy M. Rizki Saputra Aflah Zidqi Bungga Ramadani Nama Siswa Hilal Maulana Novri Khairon Natasya Al Karimah Dea Aryati S Ray Alfandi Ramadani Safitri Stevani Eldi

1 2 3 4 3 2 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 4 3 3 3 2 3 3 3 4 1 3 4 3 3 4 4 3

5 2 3 4 4 2 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 4 2 3 4 3 3 5 3 4 3 2 4 4 2

Ket

36 Regita Firjianti 37 Resti Maharani 38 Fauzan Maulana 39 Annisa Indriana 40 Desi Ramadani 41 Rahmat Nurvarisi Jumlah Persentase

3 2 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 2 3 4 3 4 3 2 3 132 60 56 54 135 80.49% 36.59% 34.15% 32.93% 82.32%

Aktivitas Yang Diamati: 1. Siswa melaksanakan diskusi dengan kelompok masing-masing. 2. Setiap kelompok mengutus dua orang dari anggota kelompoknya bertamu kekelompok lain. 3. Setiap kelompok menerima tamu dan membagikan hasil diskusinya ke kelompok lain. 4. Siswa atau utusan setiap kelompok melaporkan informasi yang mereka peroleh pada saat bertamu kekelompok lain ke kelompok masing-masing. 5. Siswa mencocokan dan membahas hasil diskusinya Pekanbaru, 19 Maret 2012 Observer

Peneliti

Yuhendrawati NIM. 1005187017

Ernita Yusnawati, MM NIP. 196412121986092001 Diketahui, Kepala Sekolah SDN 164 Pekanbaru

Hj. Rosnian, S.Pd NIP. 195609191977012001 LAMPIRAN F.2 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA SIKLUS I PERTEMUAN II Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester : SD Negeri 164 Pekanbaru : Ilmu Pengetahuan Sosial : IV / II

Hari/Tanggal Petunjuk

: Kamis, 22 Maret 2012 : Berilah skor 1 s/d 4 sesuai aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan dipandu oleh rubrik penilaian aktivitas siswa Aktivitas Siswa 2 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 Aktivitas Siswa 2 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 Ket

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 No 29 30 31 32 33 34

Nama Siswa M. Aldi Putra Zakatya Fitri Dila Sartika Fitri Riko Hendrianto Aby Perdana Faddila Rahma Rizki Saputra Zendi Maulana Mega Ayuni Putri M, Farhan Afni Marsida Dilia Sri Lestari Dinda Muslimah Viona Sardila Azri Marlian Salsabila Pradita Rani Zelvi Ardila Wahyu Ronaldo Rahmat Dermawan M. Alfarizi Qaulam Massyuro Intan Novela Ernas M. Ikhsan Obeta Ari P Cicylya Thancy M. Rizki Saputra Aflah Zidqi Bungga Ramadani Nama Siswa Hilal Maulana Novri Khairon Natasya Al Karimah Dea Aryati S Ray Alfandi Ramadani Safitri

1 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 1 3 3 4 3 4 4

5 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4

Ket

35 Stevani Eldi 36 Regita Firjianti 37 Resti Maharani 38 Fauzan Maulana 39 Annisa Indriana 40 Desi Ramadani 41 Rahmat Nurvarisi Jumlah Persentase

3 4 4 4 3 4 3 149 90.85

3 3 4 4 4 68 41.46

3 4 69 42.07

3 3 4 3 4 67 40.85

3 4 3 4 3 4 3 149 90.85

Aktivitas Yang Diamati: 1. Siswa melaksanakan diskusi dengan kelompok masing-masing. 2. Setiap kelompok mengutus dua orang dari anggota kelompoknya bertamu kekelompok lain. 3. Setiap kelompok menerima tamu dan membagikan hasil diskusinya ke kelompok lain. 4. Siswa atau utusan setiap kelompok melaporkan informasi yang mereka peroleh pada saat bertamu kekelompok lain ke kelompok masing-masing. 5. Siswa mencocokan dan membahas hasil diskusinya Pekanbaru, 22 Maret 2012 Observer

Peneliti

Yuhendrawati NIM. 1005187017

Ernita Yusnawati, MM NIP. 196412121986092001 Diketahui, Kepala Sekolah SDN 164 Pekanbaru

Hj. Rosnian, S.Pd NIP. 195609191977012001 LAMPIRAN F.3 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA SIKLUS II PERTEMUAN I Sekolah Mata Pelajaran : SD Negeri 164 Pekanbaru : Ilmu Pengetahuan Sosial

Kelas / Semester Hari/Tanggal Petunjuk

: IV / II : Kamis, 29 Maret 2012 : Berilah skor 1 s/d 4 sesuai aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan dipandu oleh rubrik penilaian aktivitas siswa Aktivitas Siswa 2 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 4 Aktivitas Siswa 2 3 4 3 3 3 3 3 4 3 Ket

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 No 29 30 31 32 33

Nama Siswa M. Aldi Putra Zakatya Fitri Dila Sartika Fitri Riko Hendrianto Aby Perdana Faddila Rahma Rizki Saputra Zendi Maulana Mega Ayuni Putri M, Farhan Afni Marsida Dilia Sri Lestari Dinda Muslimah Viona Sardila Azri Marlian Salsabila Pradita Rani Zelvi Ardila Wahyu Ronaldo Rahmat Dermawan M. Alfarizi Qaulam Massyuro Intan Novela Ernas M. Ikhsan Obeta Ari P Cicylya Thancy M. Rizki Saputra Aflah Zidqi Bungga Ramadani Nama Siswa Hilal Maulana Novri Khairon Natasya Al Karimah Dea Aryati S Ray Alfandi

1 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 1 3 4 4 4 4

5 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 5 4 4 4 3 4

Ket

34 Ramadani Safitri 35 Stevani Eldi 36 Regita Firjianti 37 Resti Maharani 38 Fauzan Maulana 39 Annisa Indriana 40 Desi Ramadani 41 Rahmat Nurvarisi Jumlah Persentase

4 3 4 4 4 4 4 4 154 93.90

3 3 4 68 41.46

3 3 3 3 3 71 43.29

4 4 3 70 42.68

4 4 4 4 4 3 4 4 157 95.73

Aktivitas Yang Diamati: 1. Siswa melaksanakan diskusi dengan kelompok masing-masing. 2. Setiap kelompok mengutus dua orang dari anggota kelompoknya bertamu kekelompok lain. 3. Setiap kelompok menerima tamu dan membagikan hasil diskusinya ke kelompok lain. 4. Siswa atau utusan setiap kelompok melaporkan informasi yang mereka peroleh pada saat bertamu kekelompok lain ke kelompok masing-masing. 5. Siswa mencocokan dan membahas hasil diskusinya Pekanbaru, 29 Maret 2012 Observer

Peneliti

Yuhendrawati NIM. 1005187017

Ernita Yusnawati, MM NIP. 196412121986092001 Diketahui, Kepala Sekolah SDN 164 Pekanbaru

Hj. Rosnian, S.Pd NIP. 195609191977012001

LAMPIRAN F.4 LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA SIKLUS II PERTEMUAN II Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Hari/Tanggal Petunjuk : : : : : SD Negeri 164 Pekanbaru Ilmu Pengetahuan Sosial IV / II Senin, 2 April 2012 Berilah skor 1 s/d 4 sesuai aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan dipandu oleh rubrik penilaian aktivitas siswa Aktivitas Siswa 2 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 Ket

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

Nama Siswa M. Aldi Putra Zakatya Fitri Dila Sartika Fitri Riko Hendrianto Aby Perdana Faddila Rahma Rizki Saputra Zendi Maulana Mega Ayuni Putri M, Farhan Afni Marsida Dilia Sri Lestari Dinda Muslimah Viona Sardila Azri Marlian Salsabila Pradita Rani Zelvi Ardila Wahyu Ronaldo Rahmat Dermawan M. Alfarizi Qaulam Massyuro Intan Novela Ernas M. Ikhsan Obeta Ari P Cicylya Thancy M. Rizki Saputra Aflah Zidqi Bungga Ramadani

1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4

5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4

No

Nama Siswa

29 Hilal Maulana 30 Novri Khairon 31 Natasya Al Karimah 32 Dea Aryati S 33 Ray Alfandi 34 Ramadani Safitri 35 Stevani Eldi 36 Regita Firjianti 37 Resti Maharani 38 Fauzan Maulana 39 Annisa Indriana 40 Desi Ramadani 41 Rahmat Nurvarisi Jumlah Persentase

1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 161 98.17

Aktivitas Siswa 2 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 79 77 75 48.17 46.95 45.73

5 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 159 96.95

Ket

Aktivitas Yang Diamati: 1. Siswa melaksanakan diskusi dengan kelompok masing-masing. 2. Setiap kelompok mengutus dua orang dari anggota kelompoknya bertamu kekelompok lain. 3. Setiap kelompok menerima tamu dan membagikan hasil diskusinya ke kelompok lain. 4. Siswa atau utusan setiap kelompok melaporkan informasi yang mereka peroleh pada saat bertamu kekelompok lain ke kelompok masing-masing. 5. Siswa mencocokan dan membahas hasil diskusinya Pekanbaru, 2 April 2012 Observer

Peneliti

Yuhendrawati NIM. 1005187017

Ernita Yusnawati, MM NIP. 196412121986092001 Diketahui, Kepala Sekolah SDN 164 Pekanbaru

Hj. Rosnian, S.Pd

NIP. 195609191977012001 LAMPIRAN F.5 Rata-Rata Aktivitas Siswa Dalam Menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Pada Setiap Kali Pertemuan
Siklus I Pertemuan Pertemuan Satu Dua Skor % Skor % 132 80,49 149 90,85 Siklus II Pertemuan Pertemuan Satu Dua Skor % Skor % 154 93,90 161 98,17

No

Aktivitas Yang Diamati Siswa melaksanakan diskusi dengan kelompok masingmasing. Setiap kelompok mengutus dua orang dari anggota kelompoknya bertamu kekelompok lain Setiap kelompok menerima tamu dan membagikan hasil diskusinya ke kelompok lain Siswa atau utusan setiap kelompok melaporkan informasi yang mereka peroleh pada saat bertamu kekelompok lain ke kelompok masingmasing. Siswa mencocokan dan membahas hasil diskusinya

1

2

60

36,59

68

41,45

68

41,45

79

48,17

3

56

34,15

69

42,07

71

43,29

77

46,95

4

54

32,93

67

40,85

70

42,68

75

45,73

5

135

82,32

149

90,85

157

95,73

159

96,95

Jumlah Rata-Rata (%) Kategori

437 502 53,29 61,22 Kurang Baik Baik

520 63,41 Baik

551 67,20 Baik

Keterangan Skala Penilaian RUBRIK PENILAIAN AKTIVITAS SISWA Kriteria No Aspek Penelitian Skala Deskripsi 1 Siswa Siswa tidak melakukan diskusi dengan 1 melaksanakan kelompok masing-mnasing diskusi dengan Melakukan diskusi dengan kelompok 2 kelompok masingmasing-masing tapi tidak sunguh-sungguh masing. Melakukan diskusi dengan kelompok 3 masing-masing tapi kurang sunguh-sungguh Melakukan diskusi bersama kelompok 4 masing-masing dengan sunguh-sungguh 2 Setiap kelompok Tidak mengutus dua orang dari mengutus dua orang 1 kelompoknya untuk bertamu ke kelompok dari anggota lain kelompoknya Mengutus dua orang dari kelompoknya bertamu bertamu ke kelompok lain namun siswa 2 kekelompok lain. yang di utus tidak mengunakan kesempatan tersebut mencari informasi. Mengutus dua orang dari kelompoknya bertamu ke kelompok lain namun siswa 3 yang di utus kurang mengunakan kesempatan tersebut mencari informasi. Mengutus dua orang dari kelompoknya bertamu ke kelompok lain dan siswa yang 4 di utus mengunakan kesempatan tersebut untuk mencari informasi. 3 Setiap kelompok 1 Tidak menerima tamu menerima tamu dan Menerima tamu tapi memanfaatkannya 2 membagikan hasil untuk bermain-main. diskusinya ke Menerima tamu tapi tidak membagikan 3 kelompok lain. hasil diskusinya kekelompok lain Menerima tamu dan membagikan hasil 4 diskusinya dengan kelompok lain. 4 Siswa atau utusan Tidak melaporkan informasi yang diperoleh 1 setiap kelompok dari kelompok lain ke kelompoknya melaporkan Melaporkan informasi yang diperoleh dari informasi yang 2 kelompok lain ke kelompoknya tapi mereka peroleh informasi yang dilaporkan tidak jelas pada saat bertamu Melaporkan informasi yang diperoleh dari kekelompok lain ke 3 kelompok lain ke kelompoknya tapi kelompok masinginformasi yang dilaporkan kurang jelas masing. Melaporkan informasi yang diperoleh dari 4 kelompok lain ke kelompoknya dengan jelas.

No 5

Kriteria Skala Deskripsi Siswa mencocokan Tidak mencocokan dan membahas hasil 1 dan membahas hasil diskusinya diskusinya Mencocokan dan membahas hasil 2 diskusinya tapi tidak sungguh-sungguh Mencocokan dan membahas hasil 3 diskusinya tapi kurang sungguh-sungguh Mencocokan dan membahas hasil 4 diskusinya dengansungguh-sungguh Aspek Penelitian

LAMPIRAN G.1 KISI-KISI SOAL SIKLUS PERTAMA
Standar Kompetensi Teknologi Produksi, Komunikasi, dan Transportasi Kompetensi Dasar Perkembangan teknologi produksi Indikator Pencapaian o Teknologi produksi dan perkembangan nya. Soal 1. Binatang apa yang dugunakan untuk membajak sawah secara tradisional mengunakan.... a. Kuda b. Kambing c. Kerbau d. Keledai Kegiatan manusia untuk menghasilkan barang disebut.... a. Konsumsi b. Distribusi c. Produksi d. Transportasi Traktor ukuran besar dikendalikan dengan mengendarainya dari atas mesin sehingga tidak membuat petani bergelimang lumpur termasuk teknologi produksi.... a. Moderen b. Sederhana c. Tradisional d. Internasional Yang bukan termasuk tiga kebutuhan pokok manusia adalah.... a. Makanan b. Mobil c. Pakaian d.Tempat tinggal Alat tenun kain yang termasuk teknologi sederhana berguna untuk.... a. Membuat benang b. Melipat kain c. Mengolah kapas menjadi benang d. Mengolah benang menjadi kain Alat menangkap ikan yang temasuk jenis teknologi moderen adalah.... a. Tombak b. Kail c. Pukat d. Rawai Kunci Jawaban C1 √ C2 Kognitif C3 C4 C5 C6 Jumlah Soal

C

2. Bahan dan hasil produksi 3.

C

A

20 Soal

4.

B

5.

D

6.

C

7.

Menurut anda yang bukan termasuk kelebihan teknologi produksi modern adalah.... a. Harga jual lebih murah b. Hasil produksi yang dihasilkan lebih banyak c. Kualitas hasil produksi lebih baik d. Memakan waktu yang lama dalam memproduksi 8. Menurut anda manfaat teknologi produksi moderen adalah.... a. Memperlambat proses produksi b. Memperkecil hasil produksi c. Agar harga jual barang produksi mahal d. Mempermudah dan mempercepat produksi 9. Mesin tekstil termasuk jenis teknologi apa.... a. Sederhana b. Moderen c. Tradisional d. Internasional 10. Menurut anda kelemahan teknologi moderen bagi kehidupan masyarakat adalah.... a. Pencemaran lingkungan b. Hasil sedikit c. Kualitas kurang baik d. Proses produksi lama 11. Coba jelaskan apa yang dimaksud dengan bahan mentah... a. Bahan yang sudah bisa diolah menjadi bahan produksi b. Bahan yang akan di ekspor keluar negeri c. Bahan yang belum bisa diolah menjadi bahan produksi d. Bahan yang dihasilkan oleh suatu negara.

D

D

B

A

C

12. Hasil hutan yang bisa langsung di olah menjadi kursi dan menja disebut.... a. Kayu dan rotan b. Kemeyan dan kayu c. Damar dan rotan d. Rotan dan kemeyan 13. Berikut ini yang bukan merupakan hasil sumber daya alam yang berasal dari laut adalah.... a. Ikan b. Karang c. Kepiting d. Pantai 14. Hasil sumber daya alam yang berasal dari perut bumi adalah.... a. Kayu dan Rotan b. Minyak dan gas c. Ikan d. Kayu arang 15. Barang-barang atau hasil dari olahan bahan mentah disebut.... a. Bahan baku b. Bahan jadi c. Bahan mentah d. Bahan cadangan 16. Ban kendaraan berasal dari bahan baku.... a. Kayu b. Besi c. Getah/karet d. Tembaga 17. Kekayaan alam yang di miliki bangsa Indonesia di hutan adalah.... a. Kayu dan rotan b. Minyak bumi dan gas c. Minyak dan rotan d. Batubara dan kayu

A

D

B

C

C

A

18. Alat tenun yang membuat benang menjadi kain pada zaman dahulu termasuk teknologi.... a. Moderen b. Sederhana c. Tradisional d. Maju 19. Yang bukan termasuk alat-alat yang berbahan baku dari kayu adalah.... a. Lemari b. Kursi c. Meja d. Tikar 20. Lateks atau getah yang keluar dari hasil goresan pada kulit batang pohon karet merupakan bahan.... a. Baku b. Cadangan c. Jadi d. Mentah

B

D

D

LAMPIRAN G.2 KISI-KISI SOAL SIKLUS KEDUA
Standar Kompetensi Teknologi Produksi, Komunikasi, dan Transportasi Kompetensi Dasar Perkembangan teknologi komunikasi Indikator Pencapaian Alat atau media komunikasi dan manfaatnya. Jenis, fungsi dan manfaat penggangkuta n. Soal 2. Alat yang digunakan untuk berkomunikasi secara tertulis disebut... a. Media elektronik b. Media cetak c. Media gambar d. Media telekomunikasi Alat yang hanya dapat mengirim berita berupa suara (lisan) secara satu arah disebut... a. Radio b. Telepon c. Faksimili d. Internet (Inter Connected Network) Tunjukan manfaat langsung alat komunikasi pada jawaban berikut ini... e. Memperlambat berita sampai kealamat f. Mempercepat berita sampai kealamat g. Lebih boros dalam pengunaannya h. Lebih banyak memakan atau mengunakan tenaga Berikut ini yang termasuk alat komunikasi modern adalah... c. Radio d. Microphone e. Telegram f. Telepon Kunci Jawaban C1 C2 Kognitif C3 C4 C5 C6 Jumlah Soal 20 Soal

B

Perkembangan teknologi transportasi

3.

A

4.

B

5.

D

6.

7.

8.

9.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan transportasi... a. Usaha membawa orang atau barang dari satu tempat ketempat lain. b. Suatu alat yang mengunakan bahan bakar minyak c. Usaha yang dilakukan seseorang untuk mengendarai kendaraan d. Pengunaan alat teknologi maju dalam berpergian Kapal tengker termasuk jenis alat angkutan... a. Darat b. Udara c. Laut d. Jalan raya Menurut anda yang menjadi permasalahan pengangkutan/transportasi di Indonesia adalah... a. Kemacetan lalu lintas terutama di kota-kota besar b. Banyaknya alat pengangkutan yang tersedia c. Kondisi jalan raya yang baik d. Lengkapnya rambu-rambu lalu lintas Menurut anda alat transportasi yang digunakan untuk perjalanan jauh agar cepat sampai ketujuan mengunakan... a. Kapal penumpang b. Kapal peri atau roro c. Kereta api d. Pesawat terbang

A

C

A

D

10. Alat yang digunakan untuk mengirim dan menerima berita secara tertulis termasuk gambar pada kertas adalah... a. Koran dan majalah b. Faksimili c. Televisi d. Radio 11. Pesawat terbang pertama kali ditemukan oleh... a. Willian dan Maria Merry b. Roberto mancini dan Alberto c. Wilbur Alberto dan William roberto d. Wilburg Wright dan Orvile Wright 12. Berikut ini yang termasuk pelabuhan kapal yang terdapat di pulau sumatra adalah... a. Teluk Bayur b. Tanjung Mas c. Tanjung Perak d. Tanjung Periok 13. Berikut ini yang tidak termasuk media elektronik adalah... a. Radio dan Telepon b. Televisi dan Komputer c. Brosur dan surat d. Faksimili dan komputer 14. Johannes Guttenberg merupakan penemu.... a. Kapal terbang b. Telepone c. Radio d. Mesin cetak

B

A

C

D

15. Menurut anda sarana yang mendukung kelancaran transportasi darat adalah... a. Landasan pacu b. Terminal c. Bandara d. Darmaga 16. Nama Bandar Udara Di Pekanbaru Adalah... e. Sultan Syarif Kasim Setia Negara f. Pinang Kapai g. Sultan Syarif Kasim II h. Hang Nadim 17. Berdasarkan data yang ada jenis angkutan di Indonesia terdiri atas.... a. Tiga b. Empat c. Dua d. Satu 18. Tugas PT. Pos Indonesia adalah... a. Mengantar koran b. Mengantar surat c. Mengantar majalah d. Membagikan brosur 19. Menurut anda alat komunikasi yang paling cangih pada saat sekarang ini adalah... a. Televisi b. Telepon c. Radio d. Internet

B

C

A

B

D

20. Pesawat terbang yang berukurang kecil dan dapat mendarat di lapangan rumput disebut... a. Pesawat terbang perintis b. Pesawat penumpang c. Pesawat kargo d. Helikopter 21. Radio pertama kali ditemukan pada tahun... a. 1922 b. 1932 c. 1912 d. 1902

A

D

LAMPIRAN H.1 SOAL ULANGAN HARIAN I SIKLUS PERTAMA Hari/Tanggal Nama Siswa : ............................................ : ............................................

A. Petunjuk 1. Waktu yang disediakan adalah 70Menit 2. Lingkarilah a, b, c, atau d jawaban yang kamu anggap benar B. Soal-Soal 21. Binatang apa yang dugunakan untuk membajak sawah secara tradisional mengunakan.... a. Kuda b. Kambing c. Kerbau d. Keledai 22. Kegiatan manusia untuk menghasilkan barang disebut.... a. Konsumsi b. Distribusi c. Produksi d. Transportasi 23. Traktor ukuran besar dikendalikan dengan mengendarainya dari atas mesin sehingga tidak membuat petani bergelimang lumpur termasuk teknologi produksi.... a. Moderen b. Sederhana c. Tradisional d. Internasional 24. Yang bukan termasuk tiga kebutuhan pokok manusia adalah.... a. Makanan b. Mobil c. Pakaian d.Tempat tinggal 25. Alat tenun kain yang termasuk teknologi sederhana berguna untuk.... a. Membuat benang b. Melipat kain c. Mengolah kapas menjadi benang d. Mengolah benang menjadi kain 26. Alat menangkap ikan yang temasuk jenis teknologi moderen adalah.... a. Tombak b. Kail c. Pukat d. Rawai 27. Menurut anda yang bukan termasuk kelebihan teknologi produksi modern, adalah.... a. Harga jual lebih murah b. Hasil produksi yang dihasilkan lebih banyak c. Kualitas hasil produksi lebih baik d. Memakan waktu yang lama dalam memproduksi

28. Menurut anda manfaat teknologi produksi moderen adalah.... a. Memperlambat proses produksi b. Memperkecil hasil produksi c. Agar harga jual barang produksi mahal d. Mempermudah dan mempercepat produksi 29. Mesin tekstil termasuk jenis teknologi apa.... a. Sederhana b. Moderen c. Tradisional d. Internasional 30. Menurut anda kelemahan teknologi moderen bagi kehidupan masyarakat adalah.... a. Pencemaran lingkungan b. Hasil sedikit c. Kualitas kurang baik d. Proses produksi lama 31. Coba jelaskan apa yang dimaksud dengan bahan mentah... a. Bahan yang sudah bisa diolah menjadi bahan produksi b. Bahan yang akan di ekspor keluar negeri c. Bahan yang belum bisa diolah menjadi bahan produksi d. Bahan yang dihasilkan oleh suatu negara. 32. Hasil hutan yang bisa langsung di olah menjadi kursi dan menja disebut.... a. Kayu dan rotan b. Kemeyan dan kayu c. Damar dan rotan d. Rotan dan kemeyan 33. Berikut ini yang bukan hasil sumber daya alam yang berasal dari laut, adalah.... a. Ikan b. Karang c. Kepiting d. Pantai 34. Hasil sumber daya alam yang berasal dari perut bumi adalah.... a. Kayu dan Rotan b. Minyak dan gas c. Ikan d. Kayu arang 35. Barang-barang atau hasil dari olahan bahan mentah disebut.... a. Bahan baku b. Bahan jadi c. Bahan mentah d. Bahan cadangan

36. Ban kendaraan berasal dari bahan baku.... a. Kayu b. Besi c. Getah/karet d. Tembaga 37. Kekayaan alam yang di miliki bangsa Indonesia di hutan adalah.... a. Kayu dan rotan b. Minyak bumi dan gas c. Minyak dan rotan d. Batubara dan kayu 38. Alat tenun yang membuat benang menjadi kain pada zaman dahulu termasuk teknologi.... a. Moderen b. Sederhana c. Tradisional d. Maju 39. Yang bukan termasuk alat-alat yang berbahan baku dari kayu adalah.... a. Lemari b. Kursi c. Meja d. Tikar 40. Lateks atau getah yang keluar dari hasil goresan pada kulit batang pohon karet merupakan bahan.... a. Baku b. Cadangan c. Jadi d. Mentah

SOAL ULANGAN HARIAN II SIKLUS KEDUA

Hari/Tanggal Nama Siswa

: ............................................ : ............................................

A. Petunjuk 1. Waktu yang disediakan adalah 70Menit 2. Lingkarilah a, b, c, atau d jawaban yang kamu anggap benar B. Soal-Soal 1. Alat yang digunakan untuk berkomunikasi secara tertulis disebut... a. Media elektronik b. Media cetak c. Media gambar d. Media telekomunikasi 2. Alat yang hanya dapat mengirim berita berupa suara (lisan) secara satu arah disebut... a. Radio b. Telepon c. Faksimili d. Internet (Inter Connected Network) 3. Tunjukan manfaat langsung alat komunikasi pada jawaban berikut ini... a. Memperlambat berita sampai kealamat b. Mempercepat berita sampai kealamat c. Lebih boros dalam pengunaannya d. Lebih banyak memakan atau mengunakan tenaga 4. Berikut ini yang termasuk alat komunikasi modern adalah... a. Radio b. Microphone c. Telegram d. Telepon 5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan transportasi... a. Usaha membawa orang atau barang dari satu tempat ketempat lain. b. Suatu alat yang mengunakan bahan bakar minyak c. Usaha yang dilakukan seseorang untuk mengendarai kendaraan d. Pengunaan alat teknologi maju dalam berpergian

6. Kapal tengker termasuk jenis alat angkutan... a. Darat b. Udara c. Laut d. Jalan raya 7. Menurut anda yang menjadi permasalahan pengangkutan/transportasi di Indonesia adalah... a. Kemacetan lalu lintas terutama di kota-kota besar b. Banyaknya alat pengangkutan yang tersedia c. Kondisi jalan raya yang baik d. Lengkapnya rambu-rambu lalu lintas 8. Menurut anda alat transportasi yang digunakan untuk perjalanan jauh agar cepat sampai ketujuan mengunakan... a. Kapal penumpang b. Kapal peri atau roro c. Kereta api d. Pesawat terbang 9. Alat yang digunakan untuk mengirim dan menerima berita secara tertulis termasuk gambar pada kertas adalah... a. Koran dan majalah b. Faksimili c. Televisi d. Radio 10. Pesawat terbang pertama kali ditemukan oleh... a. Willian dan Maria Merry b. Roberto mancini dan Alberto c. Wilbur Alberto dan William roberto d. Wilburg Wright dan Orvile Wright 11. Berikut ini yang termasuk pelabuhan kapal yang terdapat di pulau sumatra adalah... a. Teluk Bayur b. Tanjung Mas c. Tanjung Perak d. Tanjung Periok 12. Berikut ini yang tidak termasuk media elektronik adalah... a. Radio dan Telepon b. Televisi dan Komputer c. Brosur dan surat d. Faksimili dan komputer 13. Johannes Guttenberg merupakan penemu.... a. Kapal terbang b. Telepone c. Radio d. Mesin cetak

14. Menurut anda sarana yang mendukung kelancaran transportasi darat adalah... a. Landasan pacu b. Terminal c. Bandara d. Darmaga 15. Nama Bandar Udara Di Pekanbaru Adalah... a. Sultan Syarif Kasim Setia Negara b. Pinang Kapai c. Sultan Syarif Kasim II d. Hang Nadim 16. Berdasarkan data yang ada jenis angkutan di Indonesia terdiri atas.... a. Tiga b. Empat c. Dua d. Satu 17. Tugas PT. Pos Indonesia adalah... a. Mengantar koran b. Mengantar surat c. Mengantar majalah d. Membagikan brosur 18. Menurut anda alat komunikasi yang paling cangih pada saat sekarang ini adalah... a. Televisi b. Telepon c. Radio d. Internet 19. Pesawat terbang yang berukurang kecil dan dapat mendarat di lapangan rumput disebut... a. Pesawat terbang perintis b. Pesawat penumpang c. Pesawat kargo d. Helikopter 20. Radio pertama kali ditemukan pada tahun... a. 1922 b. 1932 c. 1912 d. 1902

LAMPIRAN I.1

KUNCI JAWABAN ULANGAN HARIAN SIKLUS PERTAMA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jawaban C C A B D C D D B A C A D B C C A B D D Jumlah Skor Skor 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100

LAMPIRAN I.2

KUNCI JAWABAN ULANGAN HARIAN SIKLUS KEDUA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jawaban B A B D A C A D B D A C D B C A B D A D Jumlah Skor Skor 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100

LAMPIRAN J.1 HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV.A SDN 164 PEKANBARU SEBELUM MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (SKOR DASAR) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Nama Siswa M. Aldi Putra Zakatya Fitri Dila Sartika Fitri Riko Hendrianto Aby Perdana Faddila Rahma Rizki Saputra Zendi Maulana Mega Ayuni Putri M, Farhan Afni Marsida Dilia Sri Lestari Dinda Muslimah Viona Sardila Azri Marlian Salsabila Pradita Rani Zelvi Ardila Wahyu Ronaldo Rahmat Dermawan M. Alfarizi Qaulam Massyuro Intan Novela Ernas M. Ikhsan Obeta Ari P Cicylya Thancy M. Rizki Saputra Aflah Zidqi Bungga Ramadani Hilal Maulana Novri Khairon Natasya Al Karimah Dea Aryati S Ray Alfandi Ramadani Safitri Stevani Eldi Nilai 45 60 65 70 20 60 70 70 75 60 50 70 55 50 60 70 50 65 65 80 60 70 65 30 40 45 70 80 40 65 35 55 80 65 35 Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas

No Nama Siswa 36 Regita Firjianti 37 Resti Maharani 38 Fauzan Maulana 39 Annisa Indriana 40 Desi Ramadani 41 Rahmat Nurvarisi Jumlah Nilai rata-rata Jumlah siswa yang tuntas Jumlah siswa yang tidak tuntas Ketuntasan Klasikal

Nilai 40 70 75 65 55 40 2,390 58.29 21 20

Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas

51.22% 48.78% Tidak Tuntas

LAMPIRAN J.2

HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV.A SDN 164 PEKANBARU SETELAH DITERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (SIKLUS PERTAMA) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Nama Siswa M. Aldi Putra Zakatya Fitri Dila Sartika Fitri Riko Hendrianto Aby Perdana Faddila Rahma Rizki Saputra Zendi Maulana Mega Ayuni Putri M, Farhan Afni Marsida Dilia Sri Lestari Dinda Muslimah Viona Sardila Azri Marlian Salsabila Pradita Rani Zelvi Ardila Wahyu Ronaldo Rahmat Dermawan M. Alfarizi Qaulam Massyuro Intan Novela Ernas M. Ikhsan Obeta Ari P Cicylya Thancy M. Rizki Saputra Aflah Zidqi Bungga Ramadani Hilal Maulana Novri Khairon Natasya Al Karimah Dea Aryati S Ray Alfandi Ramadani Safitri Stevani Eldi Nilai 55 70 80 70 25 80 85 65 85 80 65 75 65 70 75 75 65 70 85 90 60 70 75 45 50 65 75 90 65 85 65 65 85 85 55 Keterangan Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas

No Nama Siswa 36 Regita Firjianti 37 Resti Maharani 38 Fauzan Maulana 39 Annisa Indriana 40 Desi Ramadani 41 Rahmat Nurvarisi Jumlah Nilai rata-rata Jumlah siswa yang tuntas Jumlah siswa yang tidak tuntas Ketuntasan Klasikal

Nilai 65 85 80 80 70 65 2,910 70.98 35 6

Keterangan Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas

85.37% 14.63% Tuntas

LAMPIRAN J.3

HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV.A SDN 164 PEKANBARU SETELAH DITERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (SIKLUS KEDUA) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Nama Siswa M. Aldi Putra Zakatya Fitri Dila Sartika Fitri Riko Hendrianto Aby Perdana Faddila Rahma Rizki Saputra Zendi Maulana Mega Ayuni Putri M, Farhan Afni Marsida Dilia Sri Lestari Dinda Muslimah Viona Sardila Azri Marlian Salsabila Pradita Rani Zelvi Ardila Wahyu Ronaldo Rahmat Dermawan M. Alfarizi Qaulam Massyuro Intan Novela Ernas M. Ikhsan Obeta Ari P Cicylya Thancy M. Rizki Saputra Aflah Zidqi Bungga Ramadani Hilal Maulana Novri Khairon Natasya Al Karimah Dea Aryati S Ray Alfandi Ramadani Safitri Stevani Eldi Nilai 80 90 90 90 65 85 85 95 95 90 90 70 80 80 90 80 70 90 90 90 85 85 90 75 70 90 90 90 80 85 95 80 85 90 75 Keterangan Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas

No Nama Siswa 36 Regita Firjianti 37 Resti Maharani 38 Fauzan Maulana 39 Annisa Indriana 40 Desi Ramadani 41 Rahmat Nurvarisi Jumlah Nilai rata-rata Jumlah siswa yang tuntas Jumlah siswa yang tidak tuntas Ketuntasan Klasikal

Nilai 75 85 90 80 85 70 3,445 84.02 41 0

Keterangan Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas

100.00% Tuntas

LAMPIRAN K LAMPIRAN K PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV.A SEKOLAH DASAR NEGERI 164 PEKANBARU SEBELUM DAN SESUDAH TINDAKAN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Nama Siswa M. Aldi Putra Zakatya Fitri Dila Sartika Fitri Riko Hendrianto Aby Perdana Faddila Rahma Rizki Saputra Zendi Maulana Mega Ayuni Putri M, Farhan Afni Marsida Dilia Sri Lestari Dinda Muslimah Viona Sardila Azri Marlian Salsabila Pradita Rani Zelvi Ardila Wahyu Ronaldo Rahmat Dermawan M. Alfarizi Qaulam Massyuro Intan Novela Ernas M. Ikhsan Obeta Ari P Cicylya Thancy M. Rizki Saputra Aflah Zidqi Bungga Ramadani Hilal Maulana Novri Khairon Natasya Al Karimah Dea Aryati S Ray Alfandi Ramadani Safitri Skor Dasar 45 60 65 70 20 60 70 70 75 60 50 70 55 50 60 70 50 65 65 80 60 70 65 30 40 45 70 80 40 65 35 55 80 65 Siklus I 55 70 80 70 25 80 85 65 85 80 65 75 65 70 75 75 65 70 85 90 60 70 75 45 50 65 75 90 65 80 65 65 85 85 Siklus II 80 90 90 90 65 85 85 95 95 90 90 70 80 80 90 80 70 90 90 90 85 85 90 75 70 90 90 90 80 85 95 80 85 90

No Nama Siswa 35 Stevani Eldi 36 Regita Firjianti 37 Resti Maharani 38 Fauzan Maulana 39 Annisa Indriana 40 Desi Ramadani 41 Rahmat Nurvarisi Jumlah Nilai rata-rata

Skor Dasar 35 40 70 75 65 55 40 2390 58.29

Siklus I 55 65 85 80 80 70 65 2905 70.85

Siklus II 75 75 85 90 80 85 70 3,445 84.02

Keterangan: Jumlah siswa yang tuntas (%) Skor dasar : 21 siswa (51,22%) Siklus I : 35 siswa (85,37%) Siklus II : 41 siswa (10,00%)

Jumlah siswa yang tidak tuntas (%) Skor dasar : 20 siswa (48,78%) Siklus I : 6 siswa (14,63%) Siklus II :-

Ketuntasan Klasikal :

Skor dasar = Tidak tuntas Siklus I = Tuntas Siklus II = Tuntas

LAMPIRAN L ANALISIS HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV.A SDN 164 PEKANBARU SECARA INDIVIDU No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 Nama Siswa M. Aldi Putra Zakatya Fitri Dila Sartika Fitri Riko Hendrianto Aby Perdana Faddila Rahma Rizki Saputra Zendi Maulana Mega Ayuni Putri M, Farhan Afni Marsida Dilia Sri Lestari Dinda Muslimah Viona Sardila Azri Marlian Salsabila Pradita Rani Zelvi Ardila Wahyu Ronaldo Rahmat Dermawan M. Alfarizi Qaulam Massyuro Intan Novela Ernas M. Ikhsan Obeta Ari P Cicylya Thancy M. Rizki Saputra Aflah Zidqi Bungga Ramadani Hilal Maulana Novri Khairon Natasya Al Karimah Dea Aryati S Ray Alfandi Ramadani Safitri Stevani Eldi Regita Firjianti Resti Maharani Fauzan Maulana Annisa Indriana Desi Ramadani Rahmat Nurvarisi Nilai 55 70 80 70 25 80 85 65 85 80 65 75 65 70 75 75 65 70 85 90 60 70 75 45 50 65 75 90 65 80 65 65 85 85 55 65 85 80 80 70 65 Siklus I Keterangan Kurang Baik Amat baik Baik Kurang sekali Amat baik Amat baik Cukup Amat baik Amat baik Cukup Baik Cukup Baik Baik Baik Cukup Baik Amat baik Amat baik Cukup Baik Baik Kurang Kurang Cukup Baik Amat baik Cukup Amat baik Cukup Cukup Amat baik Amat baik Kurang Cukup Amat baik Amat baik Amat baik Baik Cukup Nilai 80 90 90 90 65 85 85 95 95 90 90 70 80 80 90 80 70 90 90 90 85 85 90 75 70 90 90 90 80 85 95 80 85 90 75 75 85 90 80 85 70 Siklus II Keterangan Amat baik Amat baik Amat baik Amat baik Cukup Amat baik Amat baik Amat baik Amat baik Amat baik Amat baik Baik Amat baik Amat baik Amat baik Amat baik Baik Amat baik Amat baik Amat baik Amat baik Amat baik Amat baik Baik Baik Amat baik Amat baik Amat baik Amat baik Amat baik Amat baik Amat baik Amat baik Amat baik Baik Baik Amat baik Amat baik Amat baik Amat baik Baik

Keterangan: Siklus I Amat baik Baik Cukup Kurang Kurang sekali

: 14 Siswa : 11 Siswa : 11 Siswa : 4 Siswa : 1 Siswa

Siklus II Amat baik Baik Cukup Kurang Kurang sekali

: 33 Siswa : 7 Siswa : 1 Siswa ::-

LAMPIRAN M ANALISIS KETUNTASAN KLASIKAL SISWA KELAS IV.A SEKOLAH DASAR NEGERI 164 PEKANBARU No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama Siswa M. Aldi Putra Zakatya Fitri Dila Sartika Fitri Riko Hendrianto Aby Perdana Faddila Rahma Rizki Saputra Zendi Maulana Mega Ayuni Putri M, Farhan Afni Marsida Dilia Sri Lestari Dinda Muslimah Viona Sardila Azri Marlian Salsabila Pradita Rani Zelvi Ardila Wahyu Ronaldo Rahmat Dermawan M. Alfarizi Jenis Kelamin L P P L L P L L P L P P P P L P P L L L Nilai Nilai 45 60 65 70 20 60 70 70 75 60 50 70 55 50 60 70 50 65 65 80 Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Nilai 55 70 80 70 25 80 85 65 85 80 65 75 65 70 75 75 65 70 85 90 Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Nilai 80 90 90 90 65 85 85 95 95 90 90 70 80 80 90 80 70 90 90 90 Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas

21 Qaulam Massyuro 22 Intan Novela Ernas 23 M. Ikhsan 24 Obeta Ari P 25 Cicylya Thancy 26 M. Rizki Saputra 27 Aflah Zidqi 28 Bungga Ramadani 29 Hilal Maulana 30 Novri Khairon 31 Natasya Al Karimah 32 Dea Aryati S 33 Ray Alfandi 34 Ramadani Safitri 35 Stevani Eldi 36 Regita Firjianti 37 Resti Maharani 38 Fauzan Maulana 39 Annisa Indriana 40 Desi Ramadani 41 Rahmat Nurvarisi Jumlah siswa yang tuntas (%) Jumlah siswa yang tidak tuntas (%) Ketuntasan klasikal

P P L P P L L P L L P P L P L P P L P P L 19 Laki-Laki 22 Perempuan

60 Tidak Tuntas 70 Tuntas 65 Tuntas 30 Tidak Tuntas 40 Tuntas 45 Tidak Tuntas 70 Tuntas 80 Tuntas 40 Tidak Tuntas 65 Tuntas 35 Tidak Tuntas 55 Tidak Tuntas 80 Tuntas 65 Tuntas 35 Tidak Tuntas 40 Tidak Tuntas 70 Tuntas 75 Tuntas 65 Tuntas 55 Tidak Tuntas 40 Tidak Tuntas 21 51.22 20 48.78 Tidak Tuntas

60 70 75 45 50 65 75 90 65 80 65 65 85 85 55 65 85 80 80 70 65 35 6

Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas 85.37 14.63 Tuntas

85 Tuntas 85 Tuntas 90 Tuntas 75 Tuntas 70 Tuntas 90 Tuntas 90 Tuntas 90 Tuntas 80 Tuntas 85 Tuntas 95 Tuntas 80 Tuntas 85 Tuntas 90 Tuntas 75 Tuntas 75 Tuntas 85 Tuntas 90 Tuntas 80 Tuntas 85 Tuntas 70 Tuntas 41 100.00 0 0.00 Tuntas

LAMPIRAN N.1 SKOR ULANGAN SIKLUS I SISWA KELAS IV.A SEKOLAH DASAR NEGERI 164 PEKANBARU Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 : IPS : IV/II : Teknologi Produksi, Komunikasi, dan Transportasi Nomor Soal Nama Siswa M. Aldi Putra Zakatya Fitri Dila Sartika Fitri Riko Hendrianto Aby Perdana Faddila Rahma Rizki Saputra Zendi Maulana Mega Ayuni Putri M, Farhan Afni Marsida Dilia Sri Lestari Dinda Muslimah Viona Sardila Azri Marlian Salsabila Pradita Rani Zelvi Ardila Wahyu Ronaldo Rahmat Dermawan 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 0 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 1 1 0 1 0 0 1 3 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 4 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 5 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 6 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 7 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 1 8 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 9 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 2 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 4 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 5 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 6 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 7 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 8 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 1 9 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 Jumlah Skor Nilai 2 Individ 0 u 0 11 55 1 14 70 1 16 80 0 14 70 1 5 25 1 16 80 1 17 85 0 13 65 1 17 85 1 16 80 0 13 65 1 15 75 1 13 65 1 14 70 0 15 75 0 15 75 0 13 65 1 14 70 1 17 85 Ket TT T T T TT T T T T T T T T T T T T T T

121

20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41

M. Alfarizi Qaulam Massyuro Intan Novela Ernas M. Ikhsan Obeta Ari P Cicylya Thancy M. Rizki Saputra Aflah Zidqi Bungga Ramadani Hilal Maulana Novri Khairon Natasya Al Karimah Dea Aryati S Ray Alfandi Ramadani Safitri Stevani Eldi Regita Firjianti Resti Maharani Fauzan Maulana Annisa Indriana Desi Ramadani Rahmat Nurvarisi

1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1

1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1

1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1

1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 0

1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0

1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 0

1 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1

1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0

1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1

1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1

0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1

1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1

1 1 0 0 1 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0

1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0

18 12 14 15 9 10 13 15 18 13 16 13 13 17 17 11 13 17 16 16 14 13

90 60 70 75 45 50 65 75 90 65 80 65 65 85 85 55 65 85 80 80 70 65

T TT T T TT TT T T T T T T T T T TT T T T T T T

Keterangan: Jumlah siswa Jumlah siswa yang mencapai KKM Jumlah siswa yang tidak mencapai KKM Persentase siswa yang mencapai KKM

: 41 Orang : 35 Orang : 6 orang : 85,37% 122

LAMPIRAN N.2 SKOR ULANGAN SIKLUS II SISWA KELAS IV.A SEKOLAH DASAR NEGERI 164 PEKANBARU Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 : IPS : IV/II : Teknologi Produksi, Komunikasi, dan Transportasi Nomor Soal 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 2 0 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 4 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 5 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 7 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 8 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 9 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 10 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 12 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 13 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 14 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 15 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 16 1 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18 0 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 19 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 Jumlah Skor 16 18 18 18 13 17 17 19 19 18 18 14 16 16 18 16 14 18 Jumlah Skor Individu 80 90 90 90 65 85 85 95 95 90 90 70 80 80 90 80 70 90 Ket T T T T T T T T T T T T T T T T T T 123

Nama Siswa M. Aldi Putra Zakatya Fitri Dila Sartika Fitri Riko Hendrianto Aby Perdana Faddila Rahma Rizki Saputra Zendi Maulana Mega Ayuni Putri M, Farhan Afni Marsida Dilia Sri Lestari Dinda Muslimah Viona Sardila Azri Marlian Salsabila Pradita Rani Zelvi Ardila Wahyu Ronaldo

19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41

Rahmat Dermawan M. Alfarizi Qaulam Massyuro Intan Novela Ernas M. Ikhsan Obeta Ari P Cicylya Thancy M. Rizki Saputra Aflah Zidqi Bungga Ramadani Hilal Maulana Novri Khairon Natasya Al Karimah Dea Aryati S Ray Alfandi Ramadani Safitri Stevani Eldi Regita Firjianti Resti Maharani Fauzan Maulana Annisa Indriana Desi Ramadani Rahmat Nurvarisi

1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 1 0 1 1

1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0

1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1

1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0

1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1

18 18 17 17 18 15 14 18 18 18 16 17 19 16 17 18 15 15 17 18 16 17 14

90 90 85 85 90 75 70 90 90 90 80 85 95 80 85 90 75 75 85 90 80 85 70

T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T

Keterangan: Jumlah siswa Jumlah siswa yang mencapai KKM Jumlah siswa yang tidak mencapai KKM Persentase siswa yang mencapai KKM

: 41 Orang : 41 Orang : 0 Orang : 100,00% 124

125

LAMPIRAN O.1 Nilai Perkembangan dan Penghargaan Kelompok Pada Siklus I
Kelompok Kode Siswa Ramadani Safitri Ray Alfandi Anisa Indriana Risky Saputra Nofri Khairon Dilla Sartika Fitri Stevani Eldi Fauzan Maulana Intan Novela Erna Muhammad Ihsan Faddilah Rahma Rahmad Dermawan Bunga Ramadani Hilal Maulana M. Aldi Putra Desi Ramadani Zendi Maulana Qaulan Massyuroh Dinda Muslimah Afni Marsida M, Alfarizi M. Farhan Rani Zelfi Ardilla Cicyla Thancy Dilia Sri Lestari Dea Arianti S Riko Hendrianto Obeta Ari Pratama Resti Maharani Rahmad Nurvarizi Abi Perdana Mega Ayuni Putri Aflah Zidqi M. Riskiy Saputra Viona Sardila Zakatya Fitri Azri Marlian Wahyu Ronaldo Regita Firjianti Zalsabila Pradita Natasya Al Karimah Skor Dasar 65 80 65 70 65 65 35 75 70 65 60 65 80 40 45 55 70 60 55 50 80 60 50 40 70 55 70 30 70 40 20 75 70 45 50 60 60 65 40 70 35 Skor UH I 85 85 80 85 80 80 55 80 70 75 80 85 90 65 55 70 65 60 65 65 90 80 65 50 75 65 70 45 85 65 25 85 75 65 70 70 75 70 65 75 65 Nilai Rata-rata Penghargaan Perkembangan Kelompok Kelompok 30 20 30 30 30 30 30 20 20 20 30 30 20 30 20 30 10 20 20 30 20 30 30 20 20 20 20 30 30 30 20 20 20 30 30 20 30 20 30 20 30

1

25

Tim Hebat

2

27.5

Tim Super

3

25

Tim Hebat

4

25

Tim Hebat

5

20

Tim Hebat

6

25

Tim Hebat

7

22.5

Tim Hebat

8

25

Tim Hebat

9

25

Tim Hebat

10

26

Tim Super

126

LAMPIRAN O.2 Nilai Perkembangan dan Penghargaan Kelompok Pada Siklus II
Kelompok Kode Siswa Ramadani Safitri Ray Alfandi Anisa Indriana Risky Saputra Nofri Khairon Dilla Sartika Fitri Stevani Eldi Fauzan Maulana Intan Novela Erna Muhammad Ihsan Faddilah Rahma Rahmad Dermawan Bunga Ramadani Hilal Maulana M. Aldi Putra Desi Ramadani Zendi Maulana Qaulan Massyuroh Dinda Muslimah Afni Marsida M, Alfarizi M. Farhan Rani Zelfi Ardilla Cicyla Thancy Dilia Sri Lestari Dea Arianti S Riko Hendrianto Obeta Ari Pratama Resti Maharani Rahmad Nurvarizi Abi Perdana Mega Ayuni Putri Aflah Zidqi M. Riskiy Saputra Viona Sardila Zakatya Fitri Azri Marlian Wahyu Ronaldo Regita Firjianti Zalsabila Pradita Natasya Al Karimah Skor UH I 85 85 80 85 80 80 55 80 70 75 80 85 90 65 55 70 65 60 65 65 90 80 65 50 75 65 70 45 85 65 25 85 75 65 70 70 75 70 65 75 65 Nilai Rata-rata Penghargaan UH II Perkembangan Kelompok kelompok 90 85 80 85 85 90 75 90 85 90 85 90 90 80 80 85 95 85 80 90 90 90 70 70 70 80 90 75 85 70 65 95 90 90 80 90 90 90 75 80 95 20 20 20 20 20 20 30 20 30 30 20 20 20 30 30 30 30 30 30 30 20 20 20 30 10 30 30 30 20 20 30 20 30 30 20 30 30 30 20 20 30

1

20

Tim Hebat

2

22.5

Tim Hebat

3

25

Tim Hebat

4

27.5

Tim Super

5

30

Tim Super

6

22.5

Tim Hebat

7

25

Tim Hebat

8

22.5

Tim Hebat

9

27.5

Tim Super

10

26

Tim Super

127

LAMPIRAN P DOKUMENTASI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY

Guru Menyampaikan Materi Pelajaran

Observer Mengamati Aktivitas Guru dan Siswa

Siswa Mendiskusikan LKS Yang Diberikan Guru

128

Siswa Membagikan Hasil Diskusinya Ketamu

Siswa Mencatat Informasi Yang Diperoleh Saat Bertamu

Siswa Mencocokan Jawaban Yang Diperoleh Saat Bertamu dengan hasil diskusi kelompoknya

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->