P. 1
Proposal Tak Halusinasi

Proposal Tak Halusinasi

|Views: 67|Likes:
Dipublikasikan oleh RiniRiandini

More info:

Published by: RiniRiandini on Sep 18, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/28/2012

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

Kelompok adalah kumpulan individu yang memiliki hubungan satu dengan yang lain,saling bergantungan dan mempunyai norma yang sama (struart & laraia, 2001). Tujuan kelompok adalah membantu anggota berhubungan dengan orang lain serta mengubah perilaku yang destruktif dan maladaftif. Terapi aktivitas kelompok (TAK) : orientasi realita adalah upaya untuk mengorientasikan keadaan nyata kepada klien, yaitu diri sendiri, orang lain, lingkungan/tempat, dan waktu . Klien dengan gangguan psikotik mengalami penurunan daya nilai realitas (reality testing ability). kklien tidak lagi mengenali tempat, waktu, dan orangorang di sekitarnya. hali ini dapat mengakibatkan klien merasa asing dan menjadi pencetus terjadinya ansietas pada klien. Untuk menanggulangi hendaya ini, maka perlu ada aktifitas yang memberi stimulus secara konsisten kepada klien tentang realitas di sekitarnya. Stilmulus tersebut meliputi stimulus tentang realita lingkungan, yaitu diri sendiri, orang lain, waktu, dan tempat. Pada pasien gangguan jiwa dengan kasus Schizoprenia selalu diikuti dengan gangguan persepsi sensori; halusinasi. Terjadinya halusinasi dapat menyebabkan klien menjadi menarik diri terhadap lingkungan sosialnya, hanyut dengan kesendirian dan halusinasinya sehingga semakin jauh dari sosialisasi dengan lingkungan disekitarnya. Atas dasar tersebut, maka kami menganggap dengan Therapy Aktivitas Kelompok (TAK) klien dengan gangguan persepsi sensori dapat tertolong dalam hal sosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, tentu saja klien yang mengikuti therapy ini adalah klien yang sudah mampu mengontrol dirinya dari halusinasi sehingga pada saat TAK klien dapat bekerjasama dan tidak mengganggu anggota kelompok yang lain.

BAB II PEMBAHASAN

A.

TOPIK Terapi aktifitas kelompok dengan orientasi realita terhadap pengenalan orang, tempat, dan waktu.

B.

TUJUAN Tujuan Umum: Tujuan umum yaitu klien mampu mengenali orang, tempat, dan waktu sesuai dengan kenyataan. Tujuan Khusus 1. Klien mampu mengenal tempat ia berada dan pernah berada 2. Klien mengenal waktu dengan tepat 3. Klien dapat mengenal diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya dengan tepat 4. Klien dapat mengenal waktu dengan tepat 5. Klien dapat mengenal tanggal dengan tepat 6. Klien dapat mengenal hari dengan tepat 7. Klien dapat mengenal tahun dengan tepat

C.

PERAN PERAWAT a. Leader Tugas: Memimpin jalannya therapy aktifitas kelompok. Merencanakan, mengontrol, dan mengatur jalannya therapy. Menyampaikan materi sesuai tujuan TAK. Memimpin diskusi kelompok.

b. Co. Leader Tugas: - Membuka acara. - Mendampingi Leader.

lingkungan/ tempat. . hingga penutupan. LANDASAN TEORI 1. .Mencatat serta mengamati respon klien (dicatat pada format yang tersedia). yaitu diri sendiri. dan tempat. D. orang lain. Stimulus tersebut meliputi stimulus tentang realitas lingkungan.Memberikan stimulus dan motivator pada anggota kelompok untuk aktif mengikuti jalannya therapy. proses. Klien tidak lagi mengenali tempat. dan waktu. .Ikut serta dalam kegiatan kelompok. Untuk menanggulangi kendala ini.. . mengalami penurunan daya nilai realitas. . orang lain. d.Mengambil alih posisi leader jika leader bloking. waktu.Menutup acara diskusi. Definisi Terapi Aktifitas Kelompok (TAK) Terapi Aktivitas Kelompok Oientasi Realita (TAK): orientasi realita adalah upaya untuk mengorientasikan keadaan nyata kepada klien. Hal ini dapat mengakibatkan klien merasa asing dan menjadi pencetus terjadinya ansietas pada klien.Menyerahkan kembali posisi kepada leader. Observer Tugas: . c. maka perlu ada aktivitaas yang memberi stimulus secara konsisten kepada klien tentang realitas di sekitarnya. Fasilitator Tugas: . waktu. yaitu diri sendiri. Klien dengan gangguan jiwa sikotik.Mengawasi jalannya aktifitas kelompok dari mulai persiapan. dan orang-orang di sekitarnya.

1987). Halusinasi adalah terjadinya persepsi dalam kondisi sadar tanpa adanya rangsang nyata terhadap indera (Wikipedia. 1998). Klasifikasi Halusinasi Pada klien dengan gangguan jiwa ada beberapa jenis halusinasi dengan karakteristik tertentu. Definisi Halusinasi Halusinasi adalah satu persepsi yang salah oleh panca indera tanpa adanya rangsang (stimulus) eksternal (Cook & Fontain. 3. diantaranya : 1) Halusinasi pendengaran Karakteristik ditandai dengan mendengar suara. . Halusinasi yaitu gangguan persepsi (proses penyerapan) pada panca indera tanpa adanya rangsangan dari luar pada pasien dalam keadaan sadar. sekurangnya secara sementara. gambaran geometrik. Halusinasi adalah persepsi sensoris yang palsu yang terjadi tanpa adanya stimulus eksternal. sebagai sesuatu yang nyata. 2009). biasanya klien mendengar suara orang yang sedang membicarakan apa yang sedang dipikirkannya dan memerintahkan untuk melakukan sesuatu. teruatama suara – suara orang.2. Halusinasi adalah gangguan pencerapan (persepsi) panca indera tanpa adanya rangsangan dari luar yang dapat meliputi semua sistem penginderaan dimana terjadi pada saat kesadaran individu itu penuh / baik (Stuart & Sundenn. pasien menganggap halusinasi. Essentials of Mental Health Nursing. Penglihatan bisa menyenangkan atau menakutkan. 2) Halusinasi penglihatan Karakteristik dengan adanya stimulus penglihatan dalam bentuk pancaran cahaya. gambar kartun dan/atau panorama yang luas dan kompleks.

Memberi rasa nyaman tingkat ansietas sedang secara umum. 5) Halusinasi pengecap Karakteristik ditandai dengan merasakan sesuatu yang busuk. Biasanya berhubungan dengan stroke.Fikiran dan pengalaman sensori masih ada .Pergerakkan mata yang cepat .Mengalami ansietas. Karakteristik Dan Prilaku Yang Ditampilkan Tahap Tahap I . Kadang– kadang terhirup bau harum. . rasa bersalah dan ketakutan. halusinasi merupakan suatu kesenangan. 6) Halusinasi sinestetik Karakteristik ditandai dengan merasakan fungsi tubuh seperti darah mengalir melalui vena atau arteri. Tahapan Halusinasi. .Diam dan berkonsentrasi Karakteristik Perilaku Klien . 4. makanan dicerna atau pembentukan urine. tertawa sendiri . amis dan bau yang menjijikkan seperti: darah. 4) Halusinasi peraba Karakteristik ditandai dengan adanya rasa sakit atau tidak enak tanpa stimulus yang terlihat.Respon verbal yang lambat . Contoh: merasakan sensasi listrik datang dari tanah.Mencoba berfokus pada pikiran yang dapat menghilangkan ansietas . kejang dan dementia. benda mati atau orang lain. kesepian. amis dan menjijikkan.3) Halusinasi penghidu Karakteristik ditandai dengan adanya bau busuk.Tersenyum. urine atau feses.Menggerakkan bibir tanpa suara . tumor.

Perhatian dengan lingkungan berkurang .Tingkat kecemasan berat .Mulai merasa kehilangan kontrol .Kehilangan kemampuan membedakan halusinasi dengan realitas Tahap III .Tidak mampu . pernafasan dan tekanan darah .Menarik diri dari orang lain non psikotik .Menyalahkan . Tahap II .Perintah halusinasi ditaati .Tingkat kecemasan berat secara umum halusinasi menyebabkan perasaan antipati .Merasa dilecehkan oleh pengalaman sensori tersebut .Terjadi peningkatan denyut jantung.Perhatian terhadap lingkungan berkurang hanya beberapa detik .dalam kontol kesadaran.Klien menyerah dan menerima pengalaman sensori (halusinasi) Isi halusinasi menjadi atraktif .Mengontrol .Kesepian bila pengalaman sensori berakhir psikotik .Pengalaman sensori menakutkan .Konsentrasi terhadap pengalaman sensori kerja . nonpsikotik.Sulit berhubungan dengan orang lain .Pengalaman halusinasi tidak dapat ditolak lagi .

sikap atau keadaan yang dapat mempengaruhi gangguan orientasi realitas seperti penolakan atau tindakan kekerasan dalam rentang hisup klien. Faktor Predisposisi 1.Tidak mampu berespon terhadap lingkungan 5. . konflik sosial budaya (perang. bencana alam) dan kehidupan yang terisolasi disertai stress. berbicara. .Klien panik . BIOLOGIS: Gangguan perkembangan dan fungsi otak. Faktor Penyebab Halusinasi A. PSIKOLOGIS: Cara asuh keluarga serta lingkungan dapat mempengaruhi respons psikologis klien.Resiko tinggi mencederai . SOSIOBUDAYA: Kondisi sosial budaya mempengaruhi gangguan orientasi realita seperti: kemiskinan.Klien sudah dikuasai oleh halusinasi . daya ingat dan muncul perilaku menarik diri. tremor dan berkeringat Tahap IV .Pengalaman sensori mungkin menakutkan jika individu tidak mengikuti perintah halusinasi. susunan syaraf-syaraf pusat dapat menimbulkan gangguan realita.Agitasi atau kataton . bisa berlangsung dalam beberapa jam atau hari apabila tidak ada intervensi terapeutik. Gejala yang mungkin timbul adalah hambatan dalam belajar. 2. 3. kerusuhan.mengikuti perintah dari perawat.Perilaku panik .

orang lain dan lingkungannya). tekanan. Tanda Dan Gejala  Bicara.B. merusak (diri sendiri. 6. isolasi. bermusuhan. afek tumpul  Menghindar dari orang lain (menyendiri)  Komunikasi kurang/ tidak ada.  Memperlihatkan permusuhan  Mendekati orang lain dengan ancaman  Memberikan kata-kata ancaman dengan rencana melukai  Menyentuh orang lain dengan cara yang menakutkan  Mempunyai rencana untuk melukai (Budi Anna Keliat. mudah tersinggung  Apatis. senyum dan tertawa sendiri  Menarik diri dan menghindar dari orang lain  Tidak dapat membedakan antara keadaan nyata dan tidak nyata  Tidak dapat memusatkan perhatian  Curiga. putus asa dan tidak berdaya. Klien tidak tampak bercakap-cakap dengan klien lain/ perawat  Tidak ada kontak mata. klien sering menunduk  Berdiam diri di kamar/ klien kurang mobilitas  Menolak berhubungan dengan orang lain. ekspresi sedih. perasaan tidak berguna. Faktor Presipitasi Secara umum klien dengan gangguan halusinasi timbul gangguan setelah adanya hubungan yang bermusuhan. 1999) . takut  Ekspresi muka tegang. klien memutuskan percakapan atau pergi jika diajak bercakap-cakap  Tidak/ jarang melakukan kegiatan sehari-hari.

. Menarik diri merupakan percobaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain. menghindari hubungan dengan orang lain (Rawlins. orang lain dan lingkungannya.1993). Akibat Dari Halusinasi Pasien yang mengalami gangguan orientasi realitas: halusinasi dapat beresiko mencederai diri sendiri. Resiko mencederai merupakan suatu tindakan yang kemungkinan dapat melukai/ membahayakan diri. Penyebab Halusinasi Salah satu penyebab dari Gangguan orientasi realitas : halusinasi yaitu isolasi social : menarik diri. orang lain dan lingkungan.7. 8.

b. c. halusinasi.BAB III ISI A. TAHAP PERSIAPAN 1. Klien yang mengikuti TAK ini tidak mengalami perilaku agresif atau mengamuk. JUMLAH ANGGOTA KELOMPOK 10 orang 2.00 wib : Ruangan merpati 5. dalam keadaan tenang. PRILAKU YANG DIHARAPKAN DARI ANGGOTA a. PROSES SELEKSI KELOMPOK Klien sebagai anggota yang mengikuti therapy aktifitas kelompok ini adalah: a. WAKTU DAN TEMPAT Therapy Aktifitas Kelompok ini dilaksanakan pada: Hari. Klien dapat melakukan TAK Klien dapat mengenal orang Terapis dapt menjalankan hubungan terapeutik . Klien dengan riwayat schizoprenia dengan disertai gangguan persepsi sensori. b. dapat diajak kerjasama (cooperative). Tanggal Waktu Tempat : 23 Juni 2012 : 08. c. KERITERIA PESERTA KELOMPOK    Pasien dengan gangguan orientasi realitas halusinasi penglihatan berjumlah 4 orang Jenis kelamin laki-laki dan perempuan Usia 20-35 tahun 3. 4.

d. 4. Papan nama sejumlah klien dan perawat yang ikut TAK Spidol Bola tenis Tape recorder Kaset “dangdut” 8. 2. ALAT DAN BAHAN TAK kali ini tidak menggunakan alat atau media yang spesifik. Tujuan dari TAK dapt tercapai 6. 2. Terapis dan klien duduk bersama dalam lingkaran Ruangan nyaman dan tenang . SETTING 1. 5. 2. Dinamika kelompok Diskusi dan Tanya jawab 7. METODE TAK Metode yang digunakan pada therapy aktifitas kelompok (TAK) ini adalah metode: 1. penggunaan alat hanya yang ada diruangan saja seperti: 1. 3.

b. 2. Metode 1. Alat 1. Orientasi a. 2. Salam terapeutik Salam dari terapis kepada klien. c. 2. 2. Evaluasi/validasi Menanyakan perasaan klien saat ini. PELAKSANAAN Sesi 1 : Pengenalan Orang Tujuan 1. mempersiapkan alat dan temapt pertemuan. yaitu mengenal orang . memilih klien sesuai dengan indikasi b. 4.B. Terapis menjelaskan aturan main berrikut. Terapis menjelaskan tujuan kegiatan. Setting 1. membuat kontrak dengan klien c. Ruangan nyaman dan tenang. Dinamika kelompok Diskusi dan Tanya jawab Langkah kegiatan 1. Persiapan a. . 2. Papan nama sejumlah klien dan perawat yang ikut TAK Spidol Bola tenis laptop kursi Terapis dank lien duduk bersama dalam lingkaran. 3. Kontrak 1. 2. Klien mampu megenal nama-nama perawat. Klien mampu mengenal nama-nama klien lain. 5.

nama panggilan. f. klien yang sedang memegang bolatenis menyebutkan nama lengkap. Terapis memutar tape recorder dan menghentikan. harus minta ijin kepada terapis. e. asal. Tahap terminasi a. Terapis meminta masing-masing klien menyebutkan nama lengkap. g. dan hobi dari klien yang lain (minimal nama panggilan). nama panggilan. Evaluasi . b. 3. c. nma panggilan. . Terapis membagikan papan nama untuk masing-masing klien. asal. saat music berhenti klien yang sedang memegang bola tenis menyebutkan nama lengkap. asal. d. meliputi menyebutkan : nama lengkap. Terapis menjelaskan langkah berikutnya: tape recorder akan dinyalakan.Jika ada klien yang inngin menimggalkan kelompok. dan asal. h. Tahap kerja a. nama panggilan. Terapis memberikan pujian untuk setiap keberhasilan klien dnegan mengajak klien lain bertepuk tangan. 4.. Terapis meminta masing-masing klien menuliskan nama panggilan di papan nama yang dibagikan.Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai. . dan hobi. dan hobi klien yang lain. Saat music dihentikan.Lama kegiatan 45 menit. Ulangi langkah f sampai semua klien mendapatkan giliran. Terapis meminta masing-masing klien memperkenalkan diri secara berurutan. saat music terdengar bola tenis dipindahkan dari satu klien ke klien lain. searah jarum jam dimulai dari terapis.

yaitu “Mengenal Tempat”. Menyepakati waktu dan tempat. . panggilan. Kontrak yang akan datang 1. Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok. b. Formulir evaluasi sebagai berikut. Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK. Terapis membuat kontrak untuk TAK yang akan datang. 2. kemampuan klien yang diharapkan adalah dapat mnyebutkan nama. dan hobi klien lain. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien. asal. Evaluasi dan dokumentasi Evaluasi Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung. c.1. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK. khususnya pada tahap kerja. Tindak lanjut Terapis menganjurkan klien menyapa orang lain sesuai dengan nama panggilan. Untuk tujuan TAK orientasi realitas orang. 2. Sesi 1 : TAK Orientasi realitas orang Kemampuan mengenal orang lain NO 1 2 ASPEK YANG DINILAI Menyebutkan nama klien Menyebutkan nama panggilan klien lain NAMA KLIEN 3 4 Menyebutkan asal klien lain Menyebutkan hobi klien lain Petunjuk : 1.

dan hobi klien lain disebelahnya. ….”  Membuat validasi kontrak : “Bapa /ibu tujuan dari terkumpulnya pa /ibu disini Co leader yaitu kami akan mengajak bapa / ibu untuk bisa mengenal halusinasi penglihatan dan bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang tidak . Untuk tiap klien. asal. Contoh : klien mengikuti TAK orientasi realitas orang. beri penilaian tentang kemampuan klien mengetahui nama. Beri tanda √ jika kemampuan klien mampu dan tanda x jika klien tidak mampu.Wr .00. Co leader . dan hobi klien lain. kemuadian rekan saya . asal. .. Klien mampu menyebutkan nama panggilan. saya sedang bertugas di ruangan ini dari pukul 07.00 sampai pukul 14. apakah hari ini bapak / ibu sudah makan ?  Evaluasi validasi : “baik kalau begitu pa/ bu apa yang sedang pa / ibu Co leader rasakan sekarang ?.saya disini sebagai .”  Membuka pembicaraan dengan topic yang umum : “Bapak / ibu bagaimana kabarnya hari ini? Co leader tidurnya semalam? nyenyak tidak? . . . SPTK a. . penggilan.  Memperkenalkan diri : “Bapak / ibu perkenalkan nama saya perawat …. .2. Dokumentasi Dokumentasikan pada catatan proses keperawatan tiap klien. Sebagai . . .Wb “selamat pagi bapak- Co Leader bapak / ibu-ibu “ . sebagai . Sebagai…. . Anjurkan klien mengenal klien lain di ruangan C. …. Orientasi  Salam terapetik : : “Asalamuallaikum.

Waktu sekitar 45 menit. nama panggilan . Sekarang kita lanjut ke kegiatan selanjutnya ya pak/bu. papan nama ini untuk bapa dan ibu. Leader sekarang tugas bapa / ibu masing-masing yaitu harus menuliskan nama lengkap . yang . Fase kerja Co Leader : “Baik kalau begitu kegiatan ini kita mulai dengan ucapan „bismillah‟ ( klien ikut mengatakan ) silahakan sodari fasilitator untuk membagikan papan nama kepada bapak/ibu. Bapa / ibu harus mengikuti kegiatan ini dari kegiatan ini berlangsung sampai selesai. Tempatnya disini saja ya pa / bu.(klien menuliskan apa yang diperintahkan ). nama panggilan . disini kitaa dua benda yaitu. Bagaiman bapa / ibu sudah mengerti apa yang telah tadi saya jelaskan ? apakah bersedia?” b.Yang pertama yaitu.” (klien mendemonstrasikan). asal tempat tinggal dan hobi masing-masing. Bagaimana dapat dipahami pa / bu? Baik kita mulai ya pa /bu. jika ada bapa /ibu yang ingin meninggalkan tempat ini harus meminta ijin kepada saya. caranya memperkenalkan diri secara berurutan namti akan dimulai dari saya kemudian diteruskan oleh pa / ibu yang ada di samping kanan saya dan selanjutnya diteruskan secara mengeliling sampai semuanya memperkenalkan. Sudah selesai pa / bu menulisnya?”t : “Baik kalau sudah selesai selanjutnya pa / ibu Leader harus memperkenalkan diri yaitu meliputi nama lengkap . semuanya sudah dengan baik memeperkenalkan dirinya. Dan yang kedua.nyata. Tetapi di dalam kegiatan ini ada aturan-aturan tersendiri yang harus pa /ibu laksanakan.” Fasilitator : “Bapa / ibu sekarang saya akan membagikan : “Nah papannya sudah rekan saya bagikan . Tepuk tangan dulu untuk semuanya.” Co Leader : “perkenalannya sudah selesai ya pak/bu. dan asal tempat tinggal di papan yang tadi telah dibagikan ya. Leader : “Nah perkenalannya sudah selesai .

dan hobi dari temannya yang lain . Leader : “Nanti saya nyalakan sebuah lagu dilaptop ini. bukan hobi pa / ibu nya ya tapi hobi temannya. gambar kartun dan/atau panorama yang . pa / ibu disini pinter-pinter tepuk tangan dulu untuk semuanya.pertama adalah “laptop” dan tiga buah kursi.” Leader : “ Baik pak/bu. asal tempat tinggal dan nama panggilan temannya. asal tempat tinggal. Bagaimana mengerti pa / bu ? Baik kita mulai ya pa / bu. yang pertama kita mengenal dulu halusinasi ya. siapa saja yang tidak mendapat tempat duduk bahwa pa / ibu tersebut harus menyebutkan nama lengkap . nama panggilan . Halusinasi yang bapak/ibu alami adalah halusinasi penglihatan yaitu adanya stimulus penglihatan dalam bentuk pancaran cahaya.. nama panggilan . siiiaappp 1. Seseorang yang mengalami halusinasi akan menganggap sesuatu yang tidak nyata sebagai sebagai sesuatu yang nyata. Bagus bapa sangat hebat ya bisa menyebutkan nama lengkp .. Sebelumnya ada yang tau tidak permainan ini? baik rekan saya yang akan jelaskan. sewaktu nyanyian sudah mulai bapak dan ibu harus mengelilingi kursi searah jarum jam. Bagus semuanya hebat .. nanti ketika lagu berhenti bapak/ibu harus segera menduduki kursi tersebut. Halusinasi adalah persepsi sensoris yang palsu yang terjadi tanpa adanya stimulus eksternal. tepuk tangan buat pa… Bagus ya pa / ibu kita ulangi lagi kegiatan seperti tadi sampai semuanya mendapat giliran.. gambaran geometrik. Kalau pa / ibu tidak bisa menyebutkan hobi nya pa / ibu minimal bisa menyebutkan nama panggilannya.2…3” ( lagu mulai dimainkan) (Ditengah-tengah permainan tape lagu dihentikan) Leader : “siapa yang tidak menduduki kursi? silahkan pa sebutkan apa yang telah tadi saya jelaskan ( klien menyebutkannya). Co leader : “bagaimana pak/bu permainannya susah tidak? Rame gak bu/pak? Ya baik sekarang kita kita punya satu materi penting untuk bapak dan ibu pahami. Yaitu pengenalan tentang halusinasi dimana nanti bapak dan ibu akan diajarkan untuk membedakan sesuatu yang nyata dan tidak nyata baik saya persilahkan kepada sodari leader untuk menyampaikan materi.

silahkan sodara fasilitator untuk atas sampai bawah?secara utuh ya pak. apakah teman bapak bisa melihatnya juga atau tidak. Apabila tidak berarti sesuatu yang bapak lihat hanya halusinasi. jika tidak berarti itu adalah halusinasi. Sekarang disini bapak melihat orang lain selain saya dan teman-teman? Jika melihat coba dekati dan kemuadian pengan tangannya. Jika bapak tidak bisa merasakaan. Penglihatan bisa menyenangkan atau menakutkan. Yaitu jika bapak melihat sesuatu / seseorang coba tanyanyakan kepada teman bapak. Silahkan sodari fasilitator untuk mencontohkannya.“ Leader :“bagaimana pak/bu sudah bisa membedakan ? baik sekarang saya akan mengajarkan cara yang kedua. bapak/ibu bisa melihat saya? Jika bisa coba tanyakan kepada rekan saya / teman bapak apakah dia juga bisa melihat saya? Jika dia bisa melihat saya berarti saya adalah nyata. Sekarang apa bapak melihat seseorang selain saya dan rekan saya diruangan ini ? jika iya. Sesuatu yang nyata ada wududnya dan dapat memberikan contoh. apakah teraba? Apakah rasanya sama seperti yang tadi pabak rasakan ketika memegang tangan saya.” c. Terminasi  Evaluasi klien subjektif .“ Fasilitator :“baik pak/bu sekarang saya berdiri didepan bapak/ibu. berarti itu tidak nyata pak.luas dan kompleks. Baik sekarang saya akan mengajarkan ibu dan bapak untuk membedakan mana susuatu yang nyata dan yang tidak nyata.“ Leader :”bagaimana pak sekarang bapak sudah bisa membedakan ya mana yang nyata dan tidak nyata. Falisitator :“nah pak/bu bapak bisa melihat saya dari diraba. Kalau bisa coba pegang tangan saya? Bagaimana teraba tidak pak/bu? Terasa hangat atau dingin tangan saya? Jika teraba berarti saya nyata bu/pak. tunjukan disebelah mana pak?(klien menunjukan) coba tanyakan kepada rekan saya atau kepada teman pabak apakah dia juga bisa melihat seseorang yang bapak lihat.

. Wr. Rencana Tindak Lanjut Co Leader  kontrak waktunya bagaimana kalu 45 menit saja? Tempatnya disini saja dengan topic yang tadi ya pa / bu.1 KESIMPULAN Terapi aktivitas kelompok (TAK) : orientasi realita adalah upaya untuk mengorientasikan keadaan nyata kepada klien. yaitu diri sendiri. Dan bisa mengetahui halusinasi dengan membedakan mana yang nyata dan mana yang tidak nyata. asal tempat tinggal dan hobi dari temannya. nama panggilan . sangat semangat . BAB IV PENUTUP 4. Wb “ : Baik pa / bu . dan waktu . Pa / ibu bisa menyebutkan nama lengkap . untuk pertemuan selanjutnya kita akan membahas kegiatan mengenai “ MENGENAL TEMPAT “ . Bagaimana pa / ibu setuju ? baik kalu begitu pertemuan hari ini cukup sampai disini ya pa / ibu. mari kita tutup dengan ucapan “ hamdallah”. nah bagaimana perasaan pa / ibu setelah mengikuti kegiatan ini ?  Evalusi klien objektif Co Leader :”coba sebutkan kembali apa yang telah rekan saya ajarkan tadi?apakah pa / ibu masih mengingatnya? pa / ibu sangat kooperatif sekali . Semuanya pada pinter. sangat kompak. lingkungan/tempat. Halusinasi adalah gangguan pencerapan (persepsi) panca indera tanpa adanya rangsangan dari luar yang dapat meliputi semua sistem .” d. orang lain.Co Leader :‟Pa / ibu kegiatansnya sudah selesai . “ Asalamuallaikum .

penginderaan dimana terjadi pada saat kesadaran individu itu penuh / baik (Stuart & Sundenn.2 EVALUASI Penilaian kemampuan mengenal orang lain NO 1 2 ASPEK YANG DINILAI Menyebutkan nama klien Menyebutkan nama panggilan klien lain         NAMA KLIEN             3 Menyebutkan asal klien lain 4 Menyebutkan hobi klien lain . 1998). 4.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->