Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN PENELITIAN

HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN SARAPAN DENGAN PRESTASI BELAJAR YANG DICAPAI DALAM BIDANG IPA, IPS, OLAH RAGA, TOTAL NILAI DAN DAYA INGAT PADA SISWA KELAS VI SDN PRANTI KECAMATAN SEDATI KABUPATEN SIDOARJO

Disusun oleh : Andry Arijanto Vivi Apriyantini Mike Namolia Wijoyo Angelia Prahara Anita Ike Wijayanti 01700057 01700051 01700068 01700149 01700163

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA 2008

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................

DAFTAR ISI ....................................................................................................... ii DAFTAR TABEL ................................................................................................ iii KATA PENGANTAR .......................................................................................... iv BAB I PENDAHULUAN ................................................................................. A. Latar Belakang ................................................................................. B. Rumusan Masalah ............................................................................. C. Tujuan Penelitian .............................................................................. D. Manfaat Penelitian ............................................................................ BAB II TINJAUAN PUSTAKA ......................................................................... A. Definisi ............................................................................................. B. Manfaat Sarapan .............................................................................. C. Jenis Makanan Seimbang Untuk Sarapan ......................................... 1 1 3 4 5 6 6 6 8

D. Kebutuhan Kalori (Angka Kecukupan Gizi) ..................................... 10 BAB III OBYEK DAN METODE ....................................................................... 12 A. Jenis Penelitian ................................................................................ 12 B. Populasi ........................................................................................... 12 C. Sampel ............................................................................................. 12 D. Waktu Dan Tempat Penelitian .......................................................... 12 E. Hipotesa ........................................................................................... 12 F. Pengumpulan, Pengolahan & Analisa Data ...................................... 13 BAB IV HASIL DAN ANALISA DATA 17 A. Data Penelitian ................................................................................. 17 B. Pengolahan Data ............................................................................... 18 C. Pengujian Hipotesis .......................................................................... 19 BAB V PEMBAHASAN...................................................................................... 24 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................... 26 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 27 LAMPIRAN

ii

DAFTAR TABEL

Tabel 1

Tabel Data Sarapan dan Prestasi Siswa Pada Pelajaran IPA, IPS, OlahRaga danTotal Nilai 17

Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4

Tabel Data Sarapan dan Daya Ingat Siswa . 18 Tabel Frekuensi Kebiasaan Sarapan 18 Tabel Hubungan antara Kebiasaan Sarapan dengan Prestasi Pada Mata Pelajaran IPA .. 19

Tabel 5

Tabel Hubungan antara Kebiasaan Sarapan dengan Prestasi Pada Mata Pelajaran IPS ... 20

Tabel 6

Tabel Hubungan antara Kebiasaan Sarapan dengan Prestasi Pada Mata Pelajaran Olahraga .. 21

Tabel 7 Tabel 8

Tabel Hubungan antara Kebiasaan Sarapan dengan Total Nilai

22

Tabel Hubungan antara Kebiasaan Sarapan dengan Daya Ingat 23

iii

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karuniaNya kami dapat menyelesaikan Laporan Penelitian dengan Judul Hubungan antara Kebiasaan Sarapan dengan Prestasi Belajar yang Dicapai dalam Bidang IPA, IPS, Olah Raga, Total Nilai dan Daya Ingat pada Siswa kelas VI SDN Prati Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo yang diselenggarakan di Puskesmas Sedati mulai tanggal 19 Mei 2008 sampai tanggal 14 Juni 2008. Kami mengucapkan terimakasih kepada: 1. Rektor Universitas Wijaya Kusuma Surabaya 2. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya 3. Pimpinan dan Staf Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya 4. dr. Indah Suwarni selaku kepala Puskesmas Sedati Kabupaten Sidoarjo 5. dr. Gembong sebagai dosen pembimbing di Puskesmas Sedati yang telah banyak memberikan bimbingan, saran dan kritik sehingga laporan penelitian ini dapat terselesaikan 6. Perawat dan Bidan Puskesmas Sedati yang membantu kami selama kami membuat laporan penelitian ini. 7. Semua pihak yang telah membantu menyelesaikan laporan ini. Kami selaku penyusun telah berupaya semaksimal mungkin menyelesaikan Laporan Hasil Penelitian ini, namun kami sadar tidak ada satu karyapun yang sempurna. Sehingga saran dan kritik akan kami perhatikan demi hasil yang lebih baik.

Surabaya, Juni 2008

Penyusun iv

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan penelitian ini diajukan sebagai salah satu persyaratan untuk mengikuti ujian profesi dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.

Surabaya, Juni 2008

Mengetahui, Kepala Puskesmas Sedati, Dosen Pembimbing

(dr. Indah Suwarni) NIP 140.100.751

(dr.Gembong Nuswanto)

LAMPIRAN Lampiran 1 Contoh Menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman bagi Anak Sekolah SD/MI

Hari ke 1

Menu Nasi Ikan mas Tahu Sayur bayam Pisang ambon Sawut singkong Ayam goreng Sayur lodeh Nanas Nasi Telur balado Tempe Sayur kacang Melon Nasi Ayam goreng Sayur kacang panjang Pepaya Rasi (beras singkong) Sayur daun singkong Tahu Tempe bacem Salak Nasi Cap cay (bakso, ayam, sayuran) Mangga

(gr) 150 50 100 100 50 150 50 100 75 150 60 100 100 150 150 50 100 100 150 100 100 100 75 150 150 50

Berat URT 1 gls 1 ptg sdg 1 bj bsr 1 gls 1 bh sdg 1 ptg sdg 1 ptg sdg 1 gls 1/6 bh sdg 1 gls 1 btr 2 ptg 1 gls 1 ptg bsr 1 gls 1 ptg sdg 1 gls 1 ptg sdg 1 gls 1 gls 1 bj bsr 2 ptg sdg 1 bh bsr 1 gls 1 gls bh sedang

Energi (kkal) 532,5

Protein (gr) 22

447,5

18

527,5

25

447,5

20

512,5

21

375

11,5

Nasi Semur tahu Orak-arik (sayuran+telor) Jambu biji Nasi Sayur asem Ikan goreng Jeruk Manis Sumber Protein Hewani & Vitamin Susu segar Alpukat

150 100 100 100 150 100 50 100

1 gls 1 bj bsr 1 gls 1 bh bsr 1 gls 1 gls 1 ptg sdg 1 bh bsr

477,5

22

477,5

19

200 50

1 gls 1 bh sdg

2 3

Telur rebus Jeruk buah Susu sapi Jambu air

60 100 200 100

1 bakteri 1 bh sdg 1 gls 1 bh sdg

95

10

Sumber Protein Nabati & Vitamin 25 1 mk sdg Bubur kacang ijo 125 1 bh bsr Belimbing 2 Susu kedelai 200 1 gls Semangka 150 1 ptg bsr 3 Tempe bacem 100 2 ptg sdg Kedondong 100 1 bh bsr 4 Pisang Goreng 150 1 gls Pepaya 50 1 ptg sdg Diambil dari : Badan Ketahanan Pangan Departemen Pertanian Jakarta, 2008 1 Keterangan : URT 1 gls Plastik aqua

447,5

20

Sayuran URT. 1 gls Aqua sayuran yang sudah direbus dan ditiriskan

Lampiran 2 Nama Siswa Kelas VI SDN Pranti : 1. Abillah Faikudin 2. Atim Tabah Hidayah 3. Alfi Lailatun Nikmah 4. Agung Santoso 5. Achmad Rais Prasetyo 6. Diah Niswatul Mubarroh 7. Doni Setiawan 8. Eko Wahyu Nugroho 9. Erwin Widodo 10. Fajar Nurdiansah 11. Farikhin 12. Joko Supriyanto 13. Kholif Rahman Hakim 14. Lilis Setyowati 15. Muh. Yadi 16. M.A Febriyanto 17. Samsul. A 18. Tika. N 19. Wahyu M.P 20. Zainudin Daftar 10 (sepuluh) kata untuk tes daya ingat : 1. Borobudur 2. Merkurius 3. Paru paru 4. Bendungan 5. Segitiga 6. Khatulistiwa 7. Sepak bola 8. Klorofil 9. Helikopter 10. Pattimura

Lampiran 3 Quisioner untuk anak 1. Apakah adik tahu apa itu sarapan ? a. Tidak tahu b. Tahu Sarapan adalah .. 2. Menurut adik apakah sarapan itu bermanfaat ? a. Bermanfaat b. Tidak bermanfaat Karena Karena - . - . - .. - . 3. Apakah adik selalu sarapan sebelum berangkat ke sekolah ? a. Ya b. Tidak c. Kadang-kadang 4. Jika adik selalu sarapan, menu apa yang biasa disiapkan ibu ? a. Nasi, sayur, daging, dan susu b. Nasi dan telur c. Makanan instant (seperti nie instant) d. Lain-lain , Sebutkan ... 5. Jika adik tidak terbiasa sarapan, apa alasannya ? a. Malas / tidak suka sarapan. b. Takut terlambat sekolah. c. Ibu tidak menyiapkan. d. Alasan lain, sebutkan .. 6. Jika adik tidak terbiasa sarapan, apa yang biasa diberikan /disiapkan ibu sebagai ganti sarapan ? a. Uang jajan , Jumlahnya Rp b. Kudapan / Snack / Kue c. Lain-lain, sebutkan . 7. Apa yang sering adik keluhkan saat mengikuti pelajaran disekolah ? a. Membosankan. b. Mengantuk. c. Sulit menangkap pelajaran. d. Tidak ada keluhan.

Lampiran 4 Quisioner untuk Ibu 1. Apakah ibu tahu apa itu sarapan ? a. Tidak tahu b. Tahu Sarapan adalah . 2. Menurut ibu apakah sarapan itu bermanfaat ? a. Bermanfaat Karena - . - b. Tidak bermanfaat Karena - . - .

3. Apakah ibu selalu membiasakan anak anda untuk sarapan sebelum berangkat ke sekolah ? a. Ya b. Tidak 4. Jika anda membiasakan anak anda untuk sarapan, menu apa yang biasa anda berikan ? a. Nasi, sayur, dan daging di tambah susu. b. Nasi dan telur. c. Makanan instant (seperti mie instant). d. Lain-lain, sebutkan . 5. Jika anak anda tidak terbiasa sarapan, apa alasannya ? a. Tidak sempat untuk menyiapkan. b. Tidak praktis. c. Anak saya tidak suka sarapan. d. Alasan lain, sebutkan 6. Jika anak anda tidak terbiasa sarapan, apa yang biasa anda berikan sebagai ganti sarapan ? a. Uang jajan, sebutkan jumlahnya Rp b. Kudapan / snack / kue c. Lain-lain, sebutkan . 7. Seberapa sering anak anda sarapan ? a. Setiap hari b. Kadang-kadang

BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG Anak usia sekolah adalah investasi bangsa, karena mereka adalah generasi penerus bangsa. Kualitas bangsa di masa depan ditentukan oleh kualitas anak-anak saat ini. Upaya peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia harus dilakukan sejak dini, sistematis dan berkesinambungan. ( Judarwanto , 2008 ) Tumbuh kembangnya anak usia sekolah yang optimal tergantung pemberian nutrisi dengan kualitas dan kuantitas yang baik serta benar. Dalam masa tumbuh kembang tersebut pemberian nutrisi atau asupan makanan pada anak tidak selalu dapat dilaksanakan dengan sempurna. Sering timbul masalah terutama dalam pemberian makanan yang tidak benar dan menyimpang. Penyimpangan ini mengakibatkan gangguan pada banyak organ-organ dan sistem tubuh anak. ( Judarwanto , 2008 ) Sarapan atau makan pagi adalah menu makanan pertama yang dikonsumsi seseorang. Biasanya orang makan malam sekitar pukul 19:00 dan baru makan lagi paginya sekitar pukul 06:00. Berarti selama sekitar 10-12 jam mereka puasa. Dengan adanya puasa itu, cadangan gula darah (glukosa) dalam tubuh seseorang hanya cukup untuk aktivitas dua sampai tiga jam di pagi hari. Tanpa sarapan seseorang akan mengalami hipoglikemia atau kadar glukosa di bawah normal. Hipoglikemia mengakibatkan tubuh gemetaran, pusing dan sakit berkonsentrasi. Itu semua karena kekurangan glukosa yang merupakan sumber energi bagi otak. ( Wiharyanti, 2006 ) Studi mengenai sarapan yang dilakukan di IPB oleh Faridi, Madonijah dan Latifah menunjukkan bahwa 46,3 % anak di beberapa SD di Duren Sawit Jakarta Timur selalu sarapan, 41,3% kadang-kadang sarapan dan sisanya 12,4% tidak pernah sarapan. Presentase anak Hipoglikemi diukur pada pukul 09:00 relatif rendah (55%) dibandingkan anak yang tidak sarapan (73%). ( Wiharyanti, 2006 )

Anak yang tidak sarapan rentan terhadap Hipoglikemia. Sementara, sarapan yang tidak memadai masih memungkinkan terjadinya Hipoglikemia pada anak. Untuk mencapai kondisi tubuh yang optimal di pagi hari, sarapan saja tidak cukup, diperlukan sarapan dengan menu lengkap, dalam arti harus mengandung karbohidrat, sayuran dan daging. ( Wiharyanti, 2006 ) Berdasarkan penelitian Breakfast Reduces Declines in Attention and Memory Over The Morning in SchoolChildren yang dilakukan oleh K.A. Wesnes. C. Pincock, D. Richardson, G Helm, Shails ahli Gizi Inggris tahun 2003 dengan Metode Random pada 29 anak, tentang tingkat perhatian dan kemampuan daya ingat pada 30, 90, 150, 210 menit setelah sarapan dalam empat hari didapatkan hasil: Anak yang tidak sarapan dan hanya memperoleh minuman glukosa menunjukkan daya konsentrasi atau tingkat perhatian dan kemampuan mengingat yang menurun secara signifikan seiring dengan pertambahan waktu. Di sisi lain, anak yang mendapat cereal meski mengalami penurunan daya konsentrasi namun tidak signifikan. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa menu sarapan pagi yang mengandung karbohidrat kompleks memberikan pengaruh positif bagi anak dalam mempertahankan kemampuan konsentrasi belajar dan mengingat di sekolah. ( Wiharyanti, 2006 ) Untuk memberikan makanan yang benar pada anak usia sekolah harus dilihat dari banyak aspek, seperti ekonomi, sosial, budaya, agama, disamping aspek medik dari anak itu sendiri. Makanan pada anak usia sekolah harus serasi,

selaras dan seimbang. Serasi artinya sesuai dengan tingkat tumbuh kembang anak. Selaras adalah sesuai dengan kondisi ekonomi, sosial budaya serta agama dari keluarga. Sedangkan seimbang artinya nilai gizinya harus sesuai dengan kebutuhan berdasarkan usia dan jenis bahan makanan seperti karbohidrat, protein dan lemak. ( Judarwanto, 2008
)

Karena besarnya variasi kebutuhan makanan pada masing-masing anak, maka dalam memberikan nasehat makanan pada anak tidak boleh terlalu kaku. Pemberian makanan yang baik harus sesuai dengan jumlah, jenis dan jadwal pada umur anak tertentu. Sarapan bagi anak usia sekolah sangatlah penting, karena waktu sekolah adalah penuh aktivitas yang membutuhkan energi dan kalori yang cukup besar. Untuk sarapan pagi harus memenuhi sebanyak 1/4 kalori sehari. ( Judarwanto, 2008 ) Sasaran dari penelitian yang kami lakukan adalah siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri Pranti Kecamatan Sedati. Dari hasil pengamatan dan data dari Puskesmas Sedati, SDN Pranti termasuk SDN yang terletak di daerah pinggiran kecamatan sedati, dimana tingkat pendidikan masyarakat masih rendah dan status ekonomi yang masih kurang. Selain itu, keadaan kantin UKS yang menyediakan makanan dengan tingkat gizi yang kurang memadai dan belum sesuai dengan standarisasi kantin UKS yang diprogramkan oleh Dinas Kesehatan setempat.

B.

RUMUSAN MASALAH 1. Rumusan Umum Apakah ada hubungan antara kebiasaan sarapan dengan prestasi belajar bidang IPA, IPS, Olahraga, Total nilai Kelas dan daya ingat siswa Sekolah Dasar? 2. Rumusan Khusus a. Apakah ada hubungan antara kebiasaan sarapan dengan prestasi belajar di bidang IPA? b. Apakah ada hubungan antara kebiasaan sarapan dengan prestasi belajar di bidang IPS? c. Apakah ada hubungan antara kebiasaan sarapan dengan prestasi belajar di bidang Olahraga? d. Apakah ada hubungan antara kebiasaan sarapan dengan Total nilai yang

dicapai? e. Apakah ada hubungan antara kebiasaan sarapan dengan daya ingat? f. Berapa jumlah kalori minimal yang ideal untuk sarapan bagi anak usia sekolah? g. Bagaimana cara meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap arti pentingnya kebiasaan sarapan bagi anak usia sekolah?

C.

TUJUAN PENELITIAN 1. Tujuan Umum Mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan dengan prestasi belajar bidang IPA, IPS, Olah Raga, Total nilai dan Daya Ingat siswa Sekolah Dasar. 2. Tujuan Khusus a. Mengetahui pengaruh kebiasaan sarapan terhadap prestasi belajar bidang IPA b. Mengetahui pengaruh kebiasaan sarapan terhadap prestasi belajar bidang IPS c. Mengetahui pengaruh Olahraga. d. Mengetahui pengaruh kebiasaan sarapan terhadap prestasi belajar Total nilai yang dicapai. e. Mengetahui pengaruh kebiasaan sarapan terhadap daya ingat. f.Mengetahui jumlah kalori minimal yang ideal untuk sarapan anak usia sekolah. g. Meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap arti pentingnya kebiasaan sarapan bagi anak usia sekolah. kebiasaan sarapan terhadap prestasi belajar bidang

D.

MANFAAT PENELITIAN 1. Bagi Sekolah Meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya kebiasaan sarapan rutin dalam mencapai prestasi belajar dan daya ingat yang maksimal 2. Bagi Puskesmas Sebagai bahan pertimbangan guna menyusun strategi lebih lanjut dalam rangka

meningkatkan derajad kesehatan anak usia sekolah kaitannya dengan adanya kantin UKS yang sesuai Standard Dinas Kesehatan. 3. Bagi Peneliti Melatih bagaimana cara menyikapi dan mempromosikan kepada masyarakat tentang arti pentingnya membiasakan anak untuk sarapan rutin supaya mencapai prestasi belajar dan daya ingat yang maksimal.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A.

DEFINISI Sarapan atau makan pagi berarti berbuka puasa setelah malam hari kita tidak makan. Sarapan memutus masa puasa tersebut, bila puasa tersebut tidak disudahi

dengan makan pagi, cadangan gula darah (glukosa) dalam tubuh seseorang hanya cukup untuk aktivitas dua-tiga jam di pagi hari. Kadar glukosa normal antara 70 hingga 110 mg/dl. Tanpa sarapan seseorang akan mengalami hipoglikemia atau kadar glukosa dibawah normal. ( Wiharyanti, 2006) Hipoglikemia mengakibatkan tubuh gemetaran, pusing, dan sulit berkonsentrasi. Itu semua karena kekurangan glukosa yang merupakan sumber tenaga bagi otak. (
Wiharyanti, 2006)

Sarapan pagi bagi anak usia sekolah sangatlah penting karena waktu sekolah adalah aktivitas yang membutuhkan energi dan kalori yang cukup besar. Sarapan pagi harus memenuhi sebanyak 1/4 kalori sehari (Judarwanto, 2008). Sebagai pemasok energi awal, khususnya sebagai sumber energi glukosa bagi otak, sarapan sangat dianjurkan terutama pada anak balita, anak-anak, remaja dan wanita hamil. Glukosa sangat terlibat dalam mekanisme daya ingat kognitif (memori) seseorang, meskipun tidak mempengaruhi tingkat kecerdasan ( intisari, 2008). B. MANFAAT SARAPAN Berikut adalah manfaat sarapan pagi: (Rahmi, 2007, Bagwel, 2008) 1. Memberi energi untuk otak Hanya minum teh manis atau makan beberapa potong biskuit hingga waktunya makan siang bukan merupakan sarapan. Manfaat sarapan adalah adalah meningkatkan kemampuan otak, dan lebih mudah untuk berkonsentrasi.

2. Meningkatkan asupan vitamin Jus buah segar adalah sarapan yang dianjurkan karena mengandung vitamin dan mineral yang menyehatkan. Sari buah alami dapat meningkatkan kadar gula darah setelah semalaman kita tidak dapat makan. Setelah itu bisa dilanjutkan dengan makan sereal, nasi atau roti. Menu pilihan lain berupa roti dan telur, bubur, susu, mi, pasta dan lain-lain. 3. Memperbaiki memori/daya ingat Penelitian terakhir membuktikan bahwa tidur semalaman membuat otak kita kelaparan. Jika kita tidak mendapat glukosa yang cukup pada saat sarapan, maka fungsi otak atau memori dapat terganggu. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Suzan E. Bagwel tahun 2008 (Loyola University New Orleans ) pada dua kelompok populasi dengan kebiasaan sarapan yang rutin pada satu kelompok dan kebiasaan sarapan yang tidak rutin pada kelompok lainnya , menggunakan Tes Daya Ingat yaitu dengan cara memberikan 8 (delapan) kata-kata yang sering ditemui oleh kedua kelompok tersebut untuk dihafal selama lima menit, kemudian menuliskannya kembali dalam waktu satu menit. Hasil dari tes tersebut didapatkan nilai rata-rata yang lebih tinggi pada kelompok dengan kebiasaan sarapan rutin dibandingkan dengan kelompok yang kebiasaan sarapannya tidak rutin. 4. Meningkatkan daya tahan terhadap stress Dari sebuah survei, anak-anak dan remaja yang sarapan memiliki performa lebih, mampu mencurahkan perhatian pada pelajaran, berperilaku positif, ceria, kooperatif, gampang berteman dan dapat menyelesaikan masalah dengan baik. Sedangkan anak yang tidak sarapan, tidak dapat berpikir dengan baik dan selalu kelihatan malas. C. JENIS MAKANAN SEIMBANG UNTUK SARAPAN Untuk menu sarapan lebih diutamakan kandungan gula sebaiknya memenuhi 58%

energi (terdiri dari 2/3 gula kompleks dan 1/3 gula cepat terserap). Sedangkan lemak 30% (2/3 lemak tidak jenuh dari nabati dan 1/3 asal hewani, ikan dan ternak) dari kebutuhan energi harian. Agar seimbang dan lengkap nilai gizinya, sarapan hendaknya tersusun dari jenis pangan seperti berikut: 1. Susu dan produk olahan susu Susu, keju, dan yoghurt merupakan sumber protein hewani, kalsium, vitamin A, B2, dan D. Meski susu bergizi, namun masih ada kekurangan asam amino esensial (penting dan mutlak ada tapi tidak dapat dibuat dalam tubuh) khususnya metionin. Susu merupakan pangan terbaik sebagai pembawa kalsium dalam tubuh. Mineral kalsium sangat penting sebagai dasar masa pertumbuhan tulang dan gizi. Satu liter susu mengandung protein setara dengan empat butir telur. Susu sebanyak itu mencukupi kebutuhan bayi/balita sebanyak 40% energi, 70% protein, >100% kalsium, >100% fosfor, 10% besi, 40% vitamin A, 10% vitamin D, 60% vitamin B1, >100% vitamin B2 dan 40% vitamin C. Sedangkan bagi orang dewasa, 1 liter susu identik dengan pemenuhan kebutuhan sebanyak 22% energi, 45% protein, >100% kalsium, 100% fosfor, 6% zat besi, 40% vitamin A, 30% vitamin B1, 60% vitamin B2 dan hanya 25% vitamin C. Protein sangat penting untuk membangun tubuh serta pembaruan jaringan dan otot. Sedangkan vitamin B2 berperan dalam transformasi dan asimilasi berbagai zat gizi (protein, lemak, karbohidrat) oleh organ tubuh. Susu juga mengandung vitamin A, sehingga penting bagi penglihatan malam serta kualitas kulit. Sedangkan vitamin D untuk membantu penglihatan dan penggunaan kalsium oleh organ tubuh. 2. Telur

Dilihat dari kualitas gizi proteinnya telur merupakan pangan standar. Satu butir setara gizi proteinnya dengan semangkuk susu. Dibandingkan dengan protein susu, protein telur unggul dalam penyediaan asam amino esensial treonin dan methionin, namun kalah kandungan isoleusin, leusin, tyrosin dan ionin. Dibandingkan dengan daging, telur unggul pada semua asam amino esensial kecuali kandungan lisin dan histidinnya, sedangkan kedelai, unggul dalam semuanya, kecuali fenilalanin. 3. Nasi, roti, dan produk serealia Nasi, roti, dan produk serealia merupakan sumber karbohidrat kompleks, vitamin kelompok B, dan mineral.Roti bisa diolesi margarin, mentega atau madu kental. Di samping itu mentega juga sebagai sumber vitamin A. Pagi hari sebaiknya makan makanan yang rendah lemak, khususnya bagi mereka yang bermasalah dengan kadar kolesterol atau ingin melangsingkan tubuh. Produk serelia dikenal sebagai sumber energi karena kandungan gulanya (karbohidrat). Bila dikonsumsi saat makan, gulanya akan membebaskan energi sepanjang pagi dan akan menghindari menurunnya tekanan terus (ketegangan otot). Selain sebagai sumber energi, serealia juga kaya akan protein untuk melengkapi protein susu, khususnya karena kadar metioninnya cukup tinggi.

D.

KEBUTUHAN KALORI (ANGKA KECUKUPAN GIZI) ( Choirul, 2006 ) Pada anak usia 7-12 tahun kebutuhan tubuh akan energi jauh lebih besar dibandingkan dengan sebelumnya, karena anak lebih banyak melakukan aktivitas fisik seperti bermain, berolahraga, atau membantu orang tua. Memasuki usia 10-12 tahun, akan semakin besar lagi kebutuhan energi serta zat-zat gizinya dibandingkan dengan usia 7-9 tahun. Pada usia ini pemberian makanan untuk anak laki-laki dan perempuan mulai dibedakan. Biasanya anak laki-laki lebih aktif dan lebih banyak bergerak sehingga lebih banyak membutuhkan konsumsi zat gizi dalam makanan mereka Perhatian khusus perlu diberikan pada anak yang bersekolah, karena umumnya

mereka disibukkan dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler di luar rumah sehingga cenderung merupakan waktu makan. Yang penting, kebiasaan makan pagi sebelum anak berangkat ke sekolah jangan sampai ditinggalkan. Makan pagi yang cukup akan memenuhi kebutuhan energi selama belajar di sekolah, sekaligus mencegah penurunan kadar gula darah yang berikat pada terganggunya konsentrasi anak dalam menerima pelajaran di sekolah. Jika anak tidak sempat makan pagi di rumah, jangan lupa mambawakan bekal makanan yang praktis dan higienis. Berikan pengertian pada anak bahwa bekal yang dibawa dari rumah lebih sehat dan bergizi ketimbang jajanan. Hendaknya anak tidak dibekali dengan makanan yang merepotkan dalam mengkonsumsi. Misalnya, nasi lengkap dengan sayur dan lauk-pauknya, apalagi ditambah makanan berkuah. Makanan hendaknya yang praktis dan menarik namun memenuhi kelengkapan gizi yang diperlukan.

Kecukupan Energi Baku Bagi Orang Indonesia per hari (Berdasarkan Komisi ahli FAO/WHO 1973) Golongan Umur (Tahun) 0,5 - 1 1-3 4-6 7-9 10 - 12 13 - 15 16 - 19 20 - 39 40 - 50 > 60 Berat Tubuh (kg) 8,0 11,5 16,5 23,0 30,0 40,0 53,0 55,0 55,0 55,0 Energi yang digunakan (kalori) 900 1160 1450 1790 2130 2280 2600 2530 2470 2020

Jenis Kelamin

Laki-laki

10 12 32,0 1980 13 15 42,0 2100 Wanita 16 19 45,0 1940 20 39 47,0 1880 40 59 47,0 1740 > 60 47,0 1500 Sumber : diambil dari Widyakarya Natioanal Pangan & Gizi 1978.

BAB III OBYEK DAN METODE


A. JENIS PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan pengamatan sesaat atau cross sectional study. Penelitian ini merupakan studi analitik untuk mengetahui signifikansi hipotesis assosiatif dua sampel independent bila datanya berbentuk nominal.

B.

POPULASI Populasi yang diambil adalah seluruh siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri Pranti di desa Pranti Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo.

C.

SAMPEL Sampel yang diambil adalah seluruh siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri Pranti di desa Pranti Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo yang berjumlah 19 siswa.

D.

WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN Penelitian dilakukan pada hari Rabu tanggal 11 Juni 2008, pukul 08.00 WIB di kelas VI Sekolah Dasar Negeri Pranti

E.

HIPOTESA 1. Ada hubungan antara kebiasaan sarapan pada anak kelas VI SDN Pranti dengan prestasi pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam 2. Ada hubungan antara kebiasaan sarapan pada anak kelas VI SDN Pranti dengan prestasi pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial 3. Ada hubungan antara kebiasaan sarapan pada anak kelas VI SDN Pranti dengan prestasi pada mata pelajaran Olah Raga. 4. Ada hubungan antara kebiasaan sarapan pada anak kelas VI SDN Pranti dengan prestasi pada Total Nilai yang dicapai.

5.

Ada hubungan antara kebiasaan sarapan pada anak kelas VI SDN Pranti dengan daya ingat.

F.

PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISA DATA 1. Pengumpulan Data a. Data primer : Diperoleh dengan cara melakukan quisioner dan tes daya ingat pada siswa kelas VI SDN Pranti yang nantinya digunakan sebagai parameter kebiasaan sarapan. b. Data sekunder: Data yang diperoleh dari SDN Pranti berupa rapor (Laporan Prestasi) siswa kelas VI. Adapun cara yang kami lakukan untuk Tes Daya Ingat adalah dengan cara memberikan waktu selama lima menit kepada para siswa untuk membaca dan mengingat sepuluh kata yang biasa ditemui dalam berbagai mata pelajaran siswa kelas VI SD, kemudian ditulis kembali pada lembar jawaban dalam waktu dua menit. 2. Pengolahan Data Data mentah sudah diolah secara manual untuk disusun dala tabel distribusi frekuensi dan tabel kontingensi 2x2 yang diperlukan untuk analisa.

3.

Analisa Data Menggunakan Uji Fisher Exact Probability untuk menganalisa data dengan menggunakan 2 variabel yaitu kebiasaan sarapan dengan prestasi siswa. Langkah analisa Uji Fisher Exact Probability: a. Merumuskan hipotesa yang digunakan untuk menguji asosiasi antara dua faktor, adalah:

Ho

: Tidak ada hubungan antara kebiasaan sarapan dengan prestasi anak kelas VI SDN Pranti

Ha

Ada

hubungan

antara

kebiasaan

sarapan

dengan

prestasi anak kelas VI SDN Pranti

b. Membuat Tabel Kontingensi PRESTASI Di atas rata-rata kelas A C A+C Di bawah rata-rata kelas B D B+D Jumlah A+B C+D N

Sarapan Tidak Sarapan

Keterangan : A, B, C, D N : Nilai yang tercatat : Jumlah nilai yang tercapai

Rumus yang digunakan : (A+B) ! (C+D) ! (A+C) ! (B+D) ! = ----------------------------------------------N!A!B!C!D!

c.

Menentukan Derajat Bebas (Df) : Menentukan Df dengan batas kemaknaan a = 50% = 0,05 Df = (K 1) (B 1) Dengan : K adalah jumlah kolom B adalah jumlah baris Keputusan statistik : Ho diterima bila P a Ho ditolak bila P < a

4.

Variabel Penelitian a. b. c. d. e. f. Kebiasaan sarapan yang diperoleh dari quisioner Kemampuan daya ingat yang diperoleh dari tes daya ingat Prestasi siswa dalam mata pelajaran IPA Prestasi siswa dalam mata pelajaran IPS Prestasi siswa dalam mata pelajaran Olah Raga Total Nilai dari seluruh mata pelajaran yang dicapai.

5. a.

Definisi Operasional Sarapan : Rutin makan pagi sebelum berangkat ke sekolah dengan

kandungan kalori + 500 700 kal ( setara dengan 100 g nasi + 100 g sayur + 100 g lauk , dll seperti pada tabel contoh menu beragam untuk anak usia sekolah SD pada halaman lampiran ) b. Prestasi IPA baik Prestasi IPA kurang Prestasi IPS baik Prestasi IPS kurang Prestasi OR baik Prestasi OR kurang Total Nilai baik Total Nilai kurang < mean c. Daya ingat Baik Kurang mean < mean mean < mean mean < mean mean < mean mean

6.

Kerangka Konsep Hubungan Variabel

Kebiasaan Sarapan / Tidak Sarapan

BAB IV HASIL DAN ANALISA DATA

A. DATA PENELITIAN Data yang diperoleh pada penelitian kelas VI Sekolah Dasar Negeri Pranti sebagai berikut : Tabel 1 Tabel Data Sarapan dan Prestasi Siswa pada Pelajaran IPA, IPS, Olah raga dan Total Nilai di SDN Pranti tahun 2008 No 1 2 3 Kebiasaan Sarapan Tidak sarapan Sarapan Nilai IPA 7 8 8 Nilai IPS 8 8 8 Nilai OR 6 7 7 Total Nilai 66 75 74

4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

Sarapan Tidak sarapan Tidak sarapan Sarapan Tidak sarapan Sarapan Sarapan Sarapan Sarapan Sarapan Tidak sarapan Sarapan Sarapan Sarapan Tidak sarapan Sarapan Tidak sarapan

6 6 8 6 7 7 7 7 7 6 7 8 7 8 8 8

6 7 9 7 8 8 8 8 8 7 8 9 8 7 8 6

6 6 8 6 7 6 8 8 6 7 7 8 6 7 8 6

65 72 83 68 72 70 73 71 70 67 72 83 74 69 74 65

Tabel 2 Tabel Data Sarapan dan Daya Ingat Siswa SDN Pranti tahun 2008 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kebiasaan Sarapan Tidak sarapan Sarapan Sarapan Tidak sarapan Tidak sarapan Sarapan Tidak sarapan Sarapan Sarapan Sarapan Sarapan Kata Yang Diingat 8 10 10 9 10 10 9 10 9 10 9

12 13 14 15 16 17 18 19

Sarapan Tidak sarapan Sarapan Sarapan Sarapan Tidak sarapan Sarapan Tidak sarapan

9 6 9 10 9 8 10 8

B. PENGOLAHAN DATA Tabel 3 Tabel Frekuensi Kebiasaan Sarapan di SDN Pranti Kebiasaan Sarapan Sarapan Tidak sarapan Jumlah Frekuensi 12 7 19 % 63,5% 36,5 % 100 %

Frekuensi kebiasaan sarapan siswa siswi kelas VI SDN Pranti didapatkan sarapan sebanyak 63,5 % dan tidak sarapan sebanyak 36,5 % Untuk uji Fisher exact probability yang akan digunakan sebagai perameter prestasi siswa siswi kelas VI SDN Pranti sebagai berikut : Ilmu Pengetahuan Alam Untuk uji statistik digunakan parameter sebagai berikut : Mean Diatas rata rata Dibawah rata : 7,1 : > 7,1 : < 7,1 Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk uji statistik digunakan rumus parameter sebagai berikut : Mean Diatas rata rata Dibawah rata : < 7,6 Olah raga Untuk uji statistik digunakan parameter sebagai berikut : Mean Diatas rata rata : 6,84 : > 6,84 : > 7,6 : 7,6

Dibawah rata : < 6,84 Total Nilai

Untuk uji statistik digunakan parameter sebagai berikut : Mean Diatas rata rata : 71,7 : > 71,7

Dibawah rata : < 71,7 Daya ingat

Untuk uji statistik digunakan parameter sebagai berikut : Mean Diatas rata rata Dibawah rata : < 9,1 : 9,1 : > 9,1

C. PENGUJIAN HIPOTESIS 1. Hubungan antara sarapan pagi dengan prestasi pada mata

pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Tabel 4 Tabel Hubungan antara Kebiasaan Sarapan dengan Prestasi pada Mata Pelajaran IPA di kelas VI SDN Pranti Kebiasaan Sarapan Prestasi Diatas Rata-rata 5 2 7 Dibawah Rata rata 7 5 12

Jumlah 12 7 19

Sarapan Tidak sarapan Jumlah a. Hipotesa :

Ho : Tidak ada hubungan antara kebiasaan sarapan dengan prestasi anak kelas VI SDN Pranti pada mata pelajaran IPA Ha : Ada hubunga antara kebiasaan sarapan dengan prestasi anak kelas VI SDN Pranti pada mata pelajaran IPA b. Menghitung harga P = P = 0,04 c. Keputusan statistik : P hitung = 0,04 a = 0,05 Ho = ditolak karena nilai p hitung < a d. Kesimpulan : karena nilai p hitung < 0,05 maka Ho ditolak, dengan demikian berdasarkan uji Fisher exact probability diatas kami dapat membuktikan adanya hubungan antara kebiasaan sarapan dengan prestasi siswa kelas VI SDN Pranti pada mata pelajaran IPA 2. Hubungan antara kebiasaan sarapan dengan prestasi pada mata

pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Tabel 5 Tabel Hubungan antara Kebiasaan Sarapan dengan Prestasi pada Mata Pelajaran IPS di kelas VI SDN Pranti Kebiasaan Sarapan Prestasi Diatas Rata-rata 8 1 9 Dibawah Rata rata 4 6 10

Jumlah 12 7 9

Sarapan Tidak sarapan Jumlah a. Hipotesa :

Ho : Tidak ada hubungan antara kebiasaan sarapan dengan prestasi anak kelas VI SDN Pranti pada mata pelajaran IPS Ha : Ada hubungan antara kebiasaan sarapan dengan prestasi anak kelas VI SDN Pranti pada mata pelajaran IPS

b. Menghitung harga P = P = 0,04 c. Keputusan statistik : P hitung = 0,04 a = 0,05 Ho = ditolak karena nilai p hitung < a d. Kesimpulan : karena nilai p hitung < 0,05 maka Ho ditolak, dengan demikian berdasarkan uji Fisher exact probability diatas kami dapat membuktikan adanya hubungan antara kebiasaan sarapan dengan prestasi siswa kelas VI SDN Pranti pada mata pelajaran IPS 3. Hubungan antara kebiasaan sarapan dengan prestasi pada mata pelajaran Olah Raga Tabel 6 Tabel Hubungan antara Kebiasaan Sarapan dengan Prestasi pada Mata Pelajaran Olah Raga di kelas VI SDN Pranti Kebiasaan Sarapan Prestasi Diatas Dibawah Jumlah Rata-rata Rata rata Sarapan 9 2 11 Tidak sarapan 2 6 8 Jumlah 11 8 19 Tabel 7 Tabel Hubungan antara Kebiasaan Sarapan dengan Prestasi pada Mata Pelajaran Olah Raga di kelas VI SDN Pranti Kebiasaan Sarapan Prestasi Diatas Dibawah Jumlah Rata-rata Rata rata Sarapan 10 1 11 Tidak sarapan 1 7 8 Jumlah 11 8 19

a. Hipotesa : Ho : Tidak ada hubungan antara kebiasaan sarapan dengan prestasi anak kelas VI SDN Pranti pada mata pelajaran olah raga Ha : Ada hubungan antara kebiasaan sarapan dengan prestasi anak kelas VI SDN Pranti pada mata pelajaran olah raga b. Menghitung harga P 1= P 1= 0,02 Menghitung harga P 2= ( 10 + 1 )! ( 1 + 7 )! ( 10 + 1 )! ( 1 + 7 )!

19! 10! 1! 1! 7!
P 2= 0,003

c. Keputusan statistik : P hitung = P1 + P2 = 0,02 + 0,003 = 0,0115 2 a = 0,05 Ho = ditolak karena nilai p hitung < a d. Kesimpulan : karena nilai p hitung < 0,05 maka Ho ditolak, dengan demikian berdasarkan Uji Fisher Exact Probability diatas kami dapat membuktikan adanya hubungan antara kebiasaan sarapan dengan prestasi siswa kelas VI SDN Pranti pada mata pelajaran olah raga 4. Hubungan antara kebiasaan sarapan dengan prestasi pada total nilai 2

Tabel 8 Tabel Hubungan antara Kebiasaan Sarapan dengan Prestasi Total Nilai kelas VI SDN Pranti Kebiasaan Sarapan Prestasi Diatas Rata-rata 9 1 10 Dibawah Rata rata 3 6 9

Jumlah 12 7 1

Sarapan Tidak sarapan Jumlah a. Hipotesa :

Ho : Tidak ada hubungan antara kebiasaan sarapan dengan prestasi anak kelas VI SDN Pranti pada total nilai Ha : Ada hubungan antara kebiasaan sarapan dengan prestasi anak kelas VI SDN Pranti pada total nilai b. Menghitung harga P = P = 0,02 c. Keputusan statistik : P hitung = 0,02 a = 0,05

Ho = ditolak karena nilai p hitung < a d. Kesimpulan : karena nilai p hitung < 0,05 maka Ho ditolak, dengan demikian berdasarkan Uji Fisher Exact Probability diatas kami dapat membuktikan adanya hubungan antara kebiasaan sarapan dengan prestasi siswa kelas VI SDN Pranti pada total nilai

5. Hubungan antara kebiasaan sarapan dengan daya ingat Tabel 9 Tabel Hubungan antara Kebiasaan Sarapan dengan Daya Ingat Murid Kelas VI SDN Pranti Kebiasaan Sarapan Prestasi Diatas Rata-rata 11 3 14 Dibawah Rata rata 1 4 5

Jumlah 12 7 19

Sarapan Tidak sarapan Jumlah

a. Hipotesa : Ho : Tidak ada hubungan antara kebiasaan sarapan dengan daya ingat anak kelas VI SDN Pranti Ha : Ada hubungan antara kebiasaan sarapan dengan daya ingat anak kelas VI SDN Pranti b. Menghitung harga P = P = 0,04 c. Keputusan statistik : P hitung = 0,04 a = 0,05 Ho = ditolak karena nilai p hitung < a d. Kesimpulan : karena nilai p hitung < 0,05 maka Ho ditolak, dengan demikian berdasarkan uji Fisher exact probability diatas kami dapat membuktikan adanya hubungan antara kebiasaan sarapan dengan daya ingat kelas VI SDN Pranti

BAB V PEMBAHASAN

1. Dari uji statistik yang kami lakukan mengenai hubungan antara sarapan dengan prestasi siswa dibidang IPA menunjukkan bahwa siswa kelas VI SDN Piranti Sedati Sidoarjo, yang rutin sarapan, prestasi diatas rata rata sebanyak 5 siswa dan prestasi dibawah rata rata sebanyak 7 siswa, sedangkan yang tidak rutin sarapan, prestasi diatas rata rata 2 siswa dan prestasi dibawah rata rata sebanyak 5 siswa. Hal ini menujukkan bahwa prestasi siswa kelas VI SDN Pranti Sedati dengan kebiasaan sarapan di bidang IPA lebih tinggi dibanding yang tidak sarapan. 2. Dari uji statistik yang kami lakukan mengenai hubungan antara sarapan dengan prestasi siswa dibidang IPS menunjukkan bahwa siswa kelas VI SDN Piranti Sedati Sidoarjo, yang rutin sarapan, pretasi diatas rata rata sebanyak 3 siswa dan prestasi dibawah rata rata sebanyak 9 siswa, sedangkan yang tidak rutin sarapan, prestasi diatas rata rata 1 siswa dan prestasi dibawah rata rata sebanyak 6 siswa. Hal ini menujukkan bahwa prestasi siswa kelas VI SDN Pranti Sedati dengan kebiasaan sarapan di bidang IPS lebih tinggi dibanding yang tidak sarapan 3. Dari uji statistik yang kami lakukan mengenai hubungan antara sarapan dengan prestasi siswa dibidang olah raga menunjukkan bahwa siswa kelas VI SDN Piranti Sedati Sidoarjo, yang rutin sarapan, pretasi diatas rata rata sebanyak 9 siswa dan prestasi dibawah rata rata sebanyak 2 siswa. Sedangkan yang tidak rutin sarapan, prestasi diatas rata rata 2 siswa dan prestasi dibawah rata rata sebanyak 6 siswa. Hal ini menujukkan bahwa prestasi siswa kelas VI SDN Pranti Sedati dengan kebiasaan sarapan di bidang olah raga lebih tinggi dibanding

yang tidak sarapan 4. Dari uji statistik yang kami lakukan mengenai hubungan antara sarapan dengan prestasi total nilai menunjukkan bahwa siswa kelas VI SDN Piranti Sedati Sidoarjo, yang rutin sarapan, prestasi diatas rata rata sebanyak 9 siswa dan prestasi dibawah rata rata sebanyak 3 siswa. Sedangkan yang tidak rutin sarapan, prestasi diatas rata rata 1 siswa dan prestasi dibawah rata rata sebanyak 6 siswa. Hal ini menunjukkan bahwa prestasi siswa kelas VI SDN Pranti Sedati dengan kebiasaan sarapan total nilai siswanya lebih tinggi dibanding yang tidak sarapan 5. Dari uji statistik yang kami lakukan mengenai hubungan antara sarapan dengan daya ingat menunjukkan bahwa siswa kelas VI SDN Piranti Sedati Sidoarjo, yang rutin sarapan, daya ingat baik sebanyak 11 siswa dan daya ingat kurang baik sebanyak 1 siswa. Sedangkan yang tidak rutin sarapan, daya ingat baik 3 siswa dan daya ingat kurang baik sebanyak 4 siswa. Hal ini menujukkan bahwa daya ingat siswa kelas VI SDN Pranti Sedati dengan kebiasaan sarapan lebih tinggi dibanding yang tidak sarapan 6. Karena pada penelitian ini hasil yang kami dapatkan sangat signifikan, mungkin dapat dilakukan pada populasi yang lebih besar dengan hasil yang lebih signifikan.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan Dari hasil penelitian yang telah kami lakukan pada siswa kelas VI SDN Pranti Kecamatan Sedati dengan kebiasaan sarapan, kami dapat membuktikan adanya hubungan antara kebiasaan sarapan dengan prestasi siswa dibidang IPA,IPS, Olah raga, total nilai, dan daya ingat.

Saran 1. Pihak Puskesmas melakukan penyuluhan mengenai pentingnya kebiasaan sarapan pada orang tua murid dan siswa itu sendiri 2. Pihak sekolah melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) juga

memantau kondisi gizi pada anak didik melalui standarisasi kantin UKS yang sesuai dengan Program Dinas Kesehatan yaitu : Bersih Tidak lembab / cukup cahaya Ada air bersih Tidak ada makanan yang memakai zat pewarna Tidak menjual nasi Makanan harus ada tambahan kalori ( + 300 350 kalori )

DAFTAR PUSTAKA

1. Bagwel E Susan. The Relationship Between Breakfast and School Performance, 2008 http://clearinghouse.missouriwestern.edu/manuscripts/202.asp. 2. Choirul. Cermati Gizi Anak-Anak Kita. 2006 3. Intisari. Sarapan Menjaga Intelektualitas. 2008. www.intisari.com 4. Infosehat. Manfaat Sarapan Setiap Pagi. 2008. www.infosehat.com 5. Judarwanto Widodo . Perilaku Makan Anak Sekolah. www.bravehost.com 6. Kompas. Tips Sarapan Sehat. 2008. www.kompas.com 7. Kartasapoetra G , Marsetyo. Ilmu Gizi edisi ke-5. CV Rineka Cipta. Jakarta. 2005 8. Murphy J Michael. Breakfast For Learning. 2008. www.frac.org 9. Pikiran Rakyat Bandung. Otak Encer Berkat Sarapan. 2007 10. Rahmi. Jangan Sepelekan Sarapan Pagi Untuk Si kecil. 2008. www.halohalo.com 11. Siswono. Beralihlah ke Gizi Seimbang. 2006. www.Republika.Co.id 12. Wiharyanti Rooslain. Anak Yang Sarapan Daya Ingatnya Lebih Baik. 2006. www.bernas.co.id