Anda di halaman 1dari 18

BIOGEOGRAFI

ANALISIS STRUKTUR TUMBUHAN SECARA EKOLOGI

Dosen Mata Kuliah: Meilinda Suriani Harefa, S.Pd, M.Si

Disusun Oleh: Oswald Reynhard Sitanggang NIM: 3113331025

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2012

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas segala Rahmat dan Hikamat-Nya sehingga kami bisa menyelesaikan Makalah yang berjudul Analisis Struktur Tumbuhan Secara Ekologi Kami mengucapkan Terimakasih kepada Dosen Mata Kuliah BIOGEOGRAFI yang memberikan Tugas Makalah ini kepada Kami dan Terimakasih banyak buat teman-teman yang tidak bisa disebutkan satu per-satu yang sudah membantu & mendukung makalah yang kami buat. Kami juga menginginkan melalui Makalah ini wawasan kita menjadi bertambah mengenai STRUKTUR TUMBUHAN SECARA EKOLOGI Kami Mohon Maaf apabila ada kesalahan dan kekeliruan dalam membuat makalah ini. Kami menyadari bahwa makalah ini masih belum Sempurna, Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati kami menerima segala Saran dan Kritikan yang bersifat membangun untuk senantiasa membuat makalah yang kami susun ini menjadi Sempurna.

Medan, 11 September 2012

Penyusun

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.. i DAFTAR ISI. ii PENDAHULUAN. 1 STRUKTUR TUMBUHAN. 2 A. B. C. D. Struktur Akar dan Fungsinya....... Struktur Batang dan Fungsinya.... Struktur Daun dan Fungsinya... Struktur Bunga dan Fungsinya..... 2 5 8 10

BUAH 11 BIJI 11 STRUKTUR TUMBUHAN SECARA EKOLOGI.. 12 1. Struktur Tumbuhan Xerofit (Tanaman Tanah Kering) 12 2. Struktur Tumbuhan Hidrofit (Tanaman Air) ... 12 3. Struktur Tumbuhan Higrofit (Tanaman Daerah Lembab) ... 12 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRUKTUR TUMBUHAN.. 13 1. Iklim. 13 2. Intensitas Cahaya matahari. 13 3. Jenis Tanah.. 13 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN TUMBUHAN. 14 1. 2. 3. 4. 5. Tanah. 14 Suhu. 14 Cahaya. 14 Air 14 Udara. 14

DAFTAR PUSTAKA 15

PENDAHULUAN

Semua bagian tubuh tumbuhan berguna untuk kelangsungan hidup tumbuhan, yaitu berguna untuk penyerapan, pengolahan, pengangkutan, dan penimbunan zat-zat makanan. Tumbuhan memiliki 3 Organ Pokok terpenting dalam strukturnya, yaitu: 1. Akar (radiks) 2. Batang (caulis) 3. Daun (folium) Organ-organ lain seperti bunga, buah dan biji merupakan penjelmaan salah satu atau lebih organ pokok atau berupa kumpulan organ pokok (Organ Tambahan) Secara Ekologi, struktur tumbuhan dibagai menjadi 3, yaitu: 1. Struktur tumbuhan xerofit (tanaman tanah kering) 2. Struktur tumbuhan hidrofit (tanaman air) 3. Struktur tumbuhan higrofit (tanaman daerah lembab) Struktur pertumbuhan tumbuhan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: 1. Iklim 2. Intensitas Cahaya Matahari 3. Jenis Tanah Selain itu ada juga faktor yang mempengaruhi perkembangan tumbuhan, yaitu: 1. Tanah 2. Suhu 3. Cahaya 4. Air 5. Udara

STRUKTUR TUMBUHAN SECARA EKOLOGI A. Struktur Akar dan Fungsinya Akar adalah organ tumbuhan yang masuk kedalam tanah. Berikut ini adalah strukur dari Akar, yaitu:

Sumber Gambar: http://wandylee.wordpress.com/category/biologi/tumbuhan/

Struktur Akar: a. Inti Akar Inti Akar terdiri atas pembuluh kayu dan pembuluh tapis. Pembuluh kayu berfungsi mengangkut air ke daun. Pembuluh tapis berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.

b. Rambut Akar Rambut Akar atau bulu-bulu akar berbentuk serabut halus. Rambut akar terletak di dinding luar akar. Fungsi rambut akar adalah mencari jalan di antara butiran tanah. Hal inilah yang menyebabkan akar dapat menembus masuk ke dalam tanah. Selain itu, rambut akar juga berfungsi menyerap air dari dalam tanah.

c. Tudung Akar Tudung akar terletak di ujung akar. Bagian ini melindungi akar saat menembus tanah.

Akar dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu: 1. Akar Tunggang Akar yang terdiri atas satu akar besar yang merupakan kelanjutan batang. Jenis akar ini dimiliki oleh tumbuhan berkeping dua (dikotil). Misalnya, kedelai, mangga, jeruk, dan melinjo.

2. Akar Serabut Akar ini berbentuk seperti serabut. Ukuran akar serabut relative kecil. Akar ini dimiliki oleh tumbuhan berkeping satu (monokotil). Misalnya, kelapa, rumput, padi, jagung.

Selain itu, Akar juga mempunyai sifat-sifat, yaitu: a. Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat didalam tanah, dengan arah tumbuh ke pusat bumi (geotrop) atau menuju ke air (hidrotop), meninggalkan udara dan cahaya. b. Tidak berbuku-buku, jadi juga tidak beruas dan tidak mendukung daun-daun atau sisik maupun bagian-bagian lainnya. c. Warnanya tidak hijau, biasanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan. d. Tumbuh terus pada ujungnya, tetapi umumnya pertumbuhannya masih kalah jika disbanding dengan batang. e. Bentuknya meruncing, untuk memudahkan menembus ke tanah

Fungsi Akar: Bagi tumbuhan akar memiliki beberapa kegunaan, antara lain, untuk menyerap air dan zat hara, untuk menunjang berdirinya tumbuhan, serta untuk menyimpan cadangan makanan.

1. Menyerap Air dan zat hara (mineral) Tumbuhan memerlukan air dan zat hara untuk kelangsungan hidupnya. Untuk memperoleh kebutuhannya tersebut, tumbuhan menyerapnya dari dalam tanah dengan menggunakan akar. Oleh karena itu, sering dijumpai akar tumbuh memanjang menuju sumber yang banyak mengandung air.

2. Menunjang berdirinya tumbuhan. Akar yang tertancap ke dalam tanah berfungsi seperti pondasi bangunan. Akar membuat tumbuhan dapat berdiri kokoh di atas tanah. Oleh karena itu, tumbuhan dapat bertahan dari terjangan angin kencang dan hujan deras.

3. Sebagai Alat Pernapasan. Selain menyerap air dan zat hara, akar juga menyerap udara dari dalam tanah. Hal ini mungkin dilakukan karena pada tanah terdapat pori-pori. Melalui poripori tersebut akar tumbuhan memperoleh udara dari dalam tanah.

4. Sebagai Penyimpan makanan cadangan Pada tumbuhan tertentu, seperti ubi dan bengkoang, akar digunakan sebagai tempat menyimpan makanan cadangan. Biasanya, akar pada tumbuhan tersebut akan membesar seiring banyaknya makanan cadangan yang tersimpan. Makanan cadangan ini digunakan saat menghadapi musim kemarau atau ketika kesulitan mencari sumber makanan.

Manusia juga sering menggunakan akar tumbuhan untuk keperluan hidupnya. Misalnya, sebagai sumber makanan, contohnya ubi kayu, ubi jalar, dan wortel; sebagai bahan obat-obatan, contohnya jahe, kunyit, dan akar pepaya; sebagai parfum, contohnya akar bit; sebagai bumbu, contohnya jahe, kunyit, dan laos.

B. Struktur Batang dan Fungsinya Batang merupakan salah satu organ yang paling penting. Batang dapat diumpamakan sebagai sumbu tumbuhan. Bagian ini pada umumnya tumbuh di atas tanah. Batang dapat dikategorikan sebagai penghasil alat-alat lateral, misalnya daun, tunas dan bunga. Struktur batang terdiri atas epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat

Struktur Batang: a. Epidermis (Kulit luar) Terdiri dari satu lapis sel yang tersusun rapat dan tidak terdapat rongga antarsel. Dinding sel menebal dan dilapisi kutikula atau cambium gabus yang membentuk lapisan gabus. Fungsinya untuk melindungi lapisan-lapisan didalamnya. b. Korteks Tersusun atas beberapa lapis sel berdinding tipis dan mewakili vakuola besar. Terdapat rongga-rongga antarsel (untuk pertukaran udara) dan floeterma (selsel pada lapisan korteks paling dalam yang berbentuk khas dan mengandung butir-butir pati) fungsinya tempat penyimpanan makanan. c. Endodermis Merupakan lapisan yang pembatas antara korteks dan silinder pusat (stele) d. Stele (silinder pusat) Bagian paling dalam pada batang. Terdapat berkas pembuluh angkut, yaitu: xylem (pembuluh kayu) dan floem (pembuluh tapis)

Pada umumnya batang mempunyai sifat, yaitu: a. Berbentuk panjang dan bulat seperti silinder atau dapat mempunyai bentuk lain. Tetapi selalu bersifat aktinomorf. Artinya, dapat dengan sejumlah bidang dibagi menjadi dua bagian yang setangkup. b. Terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku (node). Dan pada buku-buku inilah terdapat daun. c. Tumbuhnya biasanya ke atas. Menuju cahaya matahari (bersifat fototrop atau heliotrope) d. Selalu bertambah panjang di ujungnya. Oleh sebab itu sering dikatakan, bahwa batang mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas. e. Mengadakan percabangan dan selama hidupnya tumbuhan tidak digugurkan, kecuali pada cabang atau ranting yang kecil. f. Pada umumnya tidak berwarna hijau. Kecuali tumbuhan yang masih muda. Batang Tumbuhan dapat dibedakan menjadi 4, yaitu: a. Batang Berkayu (lignosus) Batangnya keras dan kuat, karena sebagian besar terdiri atas kayu yang terdapat pada pohon-pohon (arbores) b. Batang rumput (calmus) Batang yang tidak keras, mempunyai ruas-ruas yang nyata dan berongga. c. Batang basah (herbaceous) Batang yang lunak dan berair, misalnya pada bayam (Amaranthus spinosus L)

Fungsi Batang, yaitu: 1. Penopang Fungsi utama batang adalah menjaga agar tumbuhan tetap tegak dan menjadikan daun sedekat mungkin dengan sumber cahaya (khususnya matahari). Batang tumbuh makin tinggi atau makin panjang. Hal ini menyebabkan daun yang tumbuh pada batang makin mudah mendapatkan cahaya.

2. Pengangkut Batang berguna sebagai pengangkut air dan mineral dari akar ke daun. Selain itu, batang berperan penting dalam proses pengangkutan zat-zat makanan dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.

3. Penyimpan Pada beberapa tumbuhan, batang berfungsi sebagai penyimpan makanan cadangan. Misalnya, batang pada tumbuhan sagu. Makanan cadangan disini juga bisa berwujud air, Misalnya, pada tumbuhan tebu dan kaktus. Makanan cadangan ini akan digunakan saat diperlukan.

4. Alat Perkembang biakan Batang juga berfungsi sebagai alat perkembangbiakan vegetatif.

C. Struktur Daun dan Fungsinya Daun merupakan salah satu organ yang sangat penting pada tumbuhan. Daun biasanya tipis melebar, kaya akan suatu zat warna hijau yang dinamakan klorofil. Struktur Daun

Bagian-bagian daun lengkap terdiri atas:: 1. Tulang Daun 2. Helai Daun (lamina) 3. Tangkai Daun (petiolus) 4. Pelepah Daun (vagina) Contoh daun yang memiliki bagian-bagian lengkap antara lain daun pisang dan daun bambu. Di alam kebanyakan tumbuhan tidak memiliki struktur yang lengkap. Misalnya, ada beberapa daun yang hanya terdiri atas tangkai dan helai daun saja, contohnya daun mangga. Dan ada yang hanya memiliki pelepah dan helai daun saja. Contohnya daun padi dan jagung. Selain itu, daun juga memiliki urat. Urat daun adalah susunan pembuluh pengangkut pada daun. Tumbuhan monokotil memiliki urat daun yang memanjang dari pangkal ke ujung daun secara sejajar. Tumbuhan dikotil memiliki urat daun yang

membentuk jaringan. Urat daun tersebut bercabang-cabang percabangan kecil hingga dan menjadi membentuk

susunan seperti jaring atau jala

Fungsi Daun Bentuk daun yang tipis melebar, warna hijau dan duduknya pada batang yang menghadap keatas itu memang sudah selaras dengan fungsi daun bagi tumbuhan yaitu sebagai: 1. Pengambilan zat-zat makanan (resorbis) Tumbuhan mengambil zat-zat makanan dari lingkungannya dan zat yang diambil (diserap) tadi adalah zat-zat yang bersifat anorganik, yaitu air beserta garam yang diambil melalui akar dan gas asamarang (CO2) yang diambil di udara melalui celah halus pada daun yang disebut mulut daun (stoma). Tapi zat-zat ini masih belum sesuai dengan keperluan tumbuhan. Harus dioleh terlebih dahulu

2. Pengolahan zat-zat makanan (asimilasi) Fungsi ke dua pada daun adalah sebagai alat pengolahan makanan. karena pada saat pengambilan zat-zat makanan masih belum sesuai dengan keperluan tumbuhan. Oleh sebab itu harus diolah. Daun mengolah zat-zat makanannya dengan cara merubah zat anorganik menjadi zat organik dengan bantuan sinar matahari. Gas asamarang dan air yang diserap tumbuhan diubah menjadi zat gula dan zat organik.

3. Penguapan air (transpirasi) Tidak semua air yang diserap akar akan dipakai oleh tumbuhan. Kelebihan air ini jika tidak dibuang dapat menyebabkan tumbuhan menjadi busuk dan mati. Sebagian air yang tidak digunakan dibuang melalui mulut daun dalam bentuk uap air. Pada malam hari kelebihan air dikeluarkan melalui sel-sel pucuk daun proses ini disebut gutasi.

4. Pernapasan (respirasi) Di permukaan daun terdapat mulut daun (stomata). Melalui stomata pertukaran gas terjadi. Daun mengambil karbondioksida dari udara dan melepas oksigen ke udara. Proses inilah yang menyebabkan kamu merasa nyaman saat berada di bawah pohon pada siang hari

D. Struktur Bunga dan Fungsinya.

Struktur Bunga 1. Tangkai Bunga (pedicellus) Yaitu bagian bunga yang mesih jelas bersifat batang, seringkali terdapat daundaun peralihan, yaitu bagian-bagian yang menyerupai daun, berwarna hijau yang seakan-akan merupakan peralihan dari daun biasa ke hiasan bunga.

2. Dasar Bunga (receptaculum) Yaitu ujung tangkai yang seringkali melebar, dengan ruas-ruas yang amat pendek, sehingga daun-daun yang telah mengalami metamorphosis manjadi bagian-bagian bunga yang duduk amat rapat satu sama lain. Bahkan biasanya tampak duduk dalam satu lingkaran.

3. Hiasan Bunga (perianthium) Hiasan bunga tersusun atas a. Kelopak (kalyx) Pada umumnya berwarna hijau dan berguna untuk menutupi bunga pada saat masih kuncup. b. Tajuk Bunga atau mahkota bunga (corolla) Bagian bunga yang berwarna-warni

4. Putik Sebagai alat kelamin betina

5. Serbuk sari dengan benang sari merupakan alat kelamin jantan.

Fungsi Bunga Fungsi bunga yang utama adalah sebagai alat perkembangbiakan generative. Perkembangbiakan generatif merupakan perkembangbiakan yang didahului pembuahan. Pada tumbuhan berbunga, pembuahan yang terjadi

didahului dengan penyerbukan. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya kepala serbuk sari ke kepala putik. Bagian bunga yang paling menarik adalah mahkota. Mahkota yang indah dan berbau menyengat menarik perhatian serangga, seperti kupukupu, kumbang, dan lebah. Akibatnya, tanpa disadari proses penyerbukan terjadi. Sedangkan bagi manusia, bunga dapat dimanfaatkan sebagai hiasan, perlengkapan upacara adat, dan bahan rempahrempah

E. BUAH (Fructus) Jika penyerbukan pada bunga telah terjadi dan kemudian diikuti pula oleh pembuahan, maka bakal buah akan tumbuh menjadi buah dan bakal biji yang terdapat dalam buah akan tumbuh menjadi biji.

F. BIJI (Semen) Setelah terjadi penyerbukan yang diikuti dengan pembuahan, bakal buah tumbuh menjadi buah dan bakal biji tumbuh menjadi biji. Bagi tumbuhan yang memiliki biji, biji sangat berguna untuk alat perkembangbiakan yang utama karena melalui biji bias menghasilkan calon tumbuhan baru. Dengan menghasilakn biji, tumbuhan dapat mempertahankan jenisnya dan dapat pula terpencar atau tersebar ke lain tempat.

Struktur Tumbuhan Secara Ekologi, yaitu: 1. Struktur Tumbuhan Xerofit (Tanaman Tanah Kering) Tumbuhan yang mampu beradaptasi di daerah yang kering. Tumbuhan jenis ini dapat bertahan di daerah yang sangat panas dan kering. Contoh: Kaktus, lili gurun, pohon kurma, aloevera. Ciri-ciri: Akar yang panjang daun yang kecil dan berbentuk duri stomata yang terlindung bulu-bulu halus

2. Struktur Tumbuhan Hidrofit (Tanaman Air) Tumbuhan yang hidupnya berada di dalam air. Adaptasi strukturalnya terkait dengan kandungan air yang tinggi. Jenis tumbuhan ini biasanya tumbuh melayang, terapung dan tenggelam di air. Struktur tumbuhan hidrofit biasanya memiliki batang yang berongga, struktur batang yang lunak, tidak memiliki tudung akar. Contoh: Eceng Gondok Ciri-ciri: Stomata berada di permukaan daun Akar pendek Batang yang lunak

3. Struktur Tumbuhan Higrofit (Tanaman daerah lembab) Tumbuhan yang mempunyai kemampuan untuk hidup di lingkungan yang lembab. Contoh: Lumut Ciri-ciri: Jumlah daun banyak Bentuk daun yang tipis dan lebar

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRUKTUR TUMBUHAN

1. Iklim Salah satu factor yang mempengaruhi struktur tumbuhan adalah iklim, yaitu: a. Suhu Pengaruh suhu terhadap tanaman adalah sebagai pengendali proses kimiawi, fisis dan enzim b. Curah Hujan Tinggi curah hujan mempengaruhi kuantitas kebutuhan air bagi tumbuhan c. Kelembaban Udara Tumbuhan yang berada didaerah berkelembaban tinggi, beradaptasi dengan memiliki rongga daun yang banyak. d. Angin Angin dapat membantu penyerbukan dan menyebarkan benih.

2. Intensitas Cahaya Matahari Kuantitas cahaya matahari yang diterima tumbuhan dalam dalam melakukan proses fotosintesis dipengaruhi oleh ketinggian, kedalaman dan letak lintang suatu wilayah. Waktu periodisme juga mempengaruhi tingkat penguapan yang dilakukan tumbuhan.

3. Jenis Tanah Tanah sebagai wadah tumbuhan berkembang biak, juga mempengaruhi struktur tumbuhan. Hal ini dapat dilihat pada jenis tanah yang berbeda yang masing masing memiliki kandungan mineral serta organik.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN TUMBUHAN

1. Tanah Tanah sebagai media tumbuhnya tumbuhan memberikan unsure-unsur mineral yang dibutuhkan tumbuhan, memberikan air dan sebagai tempat tegak berdirinya tumbuhan. Air dan garam mineral yang di kandung oleh tanah akan diambil oleh akar. Kondisi fisik tanah juga turut mempengaruhi jenis tanaman yang tersebar secara ekologi. Seperti tanah yang ada di daerah pegunungan akan beda jenis tumbuhnya dibandingkan dengan tanah gurun.

2. Suhu Suhu berpengaruh terhadap ekologi tumbuhan karena suhu berfungsi sebagai pengatur utama berbagai proses-proses fisik dan kimiawi bagi pertumbuhan tanaman, mempengaruhi kecepatan berbagai reaksi dan mengatur kerja enzim tumbuhan dalam berkembang biak..

3. Cahaya Cahaya merupakan tenaga utama kehidupan di bumi juga tidak bias dipungkiri akan dibutuhkan pula oleh tanaman, karena cahaya berfungsi sebagai tenaga untuk berfotosintesis. Tiap daerah yang memiliki perbedaan lintang akan memiliki perbedaan intensitas penyinaran matahari yang juga pasti akan berpengaruh terhadap persebaran jenis tanamannya. Seperti di daerah kutub, tropis dan subtropics pasti memiliki jenis enemi yang berbeda karena perbedaan intensitas cahaya tersebut.

4. Air Keberadaan air, apakah air hujan, air tanah maupun yang lainnya sangat mempengaruhi ekologi tumbuhannya. Air sebagai kebutuhan yang pokok dalam perkembangbiakan tumbuhan akan selalu dibutuhkan.

5. Udara Udara dibutuhkan dalam perkembangbiakan tumbuhan untuk bertahan hidup. Keadaan udara atau angin yang berhembus akan mempengaruhi pendistribusian tanaman di permukaan bumi.

DAFTAR PUSTAKA

Gembong Tjitrosoepomo. 2009. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Arif Priadi. 2010. Biologi. Jakarta: Yudhistira. Tim Dosen. 2010. Biogeografi. FIS UNIMED Medan.

Website: http://www.crayonpedia.org/mw/STRUKTUR_DAN_FUNGSI_BAGIAN_TUMBUHAN_4. 1_BUDI_WAHYONO

Anda mungkin juga menyukai