Anda di halaman 1dari 1

DIAGNOSA BANDING PERDARAHAN PADA HAMIL MUDA 1.

abortus Pada awal abortus terjadilah perdarahan dalam desidua basalis kemudian diikuti oleh nekrosis jaringan di sekitarnya. Hal tersebut menyebabkan hasil konsepsi terlepas sebagian atau seluruhnya, sehingga merupakan benda asing dalam uterus. Keadaan ini menyebabkan uterus berkontraksi untuk mengeluarkan isinya sehingga terjadi perdarahan pervaginam. 2. kehamilan mola hidatidosa Gambaran makroskopik mola hidatidosa, antara lain: 1. Vili korialis membentuk massa yang mengandung air 2. Tidak terdapat pembuluh darah pada villi korialis 3. Tidak terbentuk janin karena tidak terdapat pembuluh darah 4. Proliferasi sel sito dan sinisitotrofoblas sehingga pengeluaran HCG yang tinggi pada urin dan serum Akibat degenerasi hidropik vili korialis dan proliferasi sel nefroblas kesekitarnya dapat terjadi: 1. Degenerasi hidropikmenyebabkan: a. Pembesaran uterus melebihi usia kehamilannya b. Tidak teraba janin c. Uterus lunak secara menyeluruh karna tidak terdapat air ketuban d. Pembukaan serviks sehingga jika terjadi kontrksi akan terjadi ekspulsi gelembung mola hidatidosa 2. Proliferasi sel trofoblas a. Merusak pembuluh darah sehingga menimbulkan perdarahan pada usia kehamilan yang masih muda b. Perdarahan yang timbul dapat: -terkumpul di intra uterine -keluar sedikit demi sedikit melalui oseum uteri eksternum 3. kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik terjadi bila telur yang dibuahi berimplantasi dan tumbuh di luar endometrium kavum uteri. Sebagian besar kehamilan ektopik berlokasi di tuba. Proses implantasi ovum yang dibuahi yang terjadi di tuba pada dasarnya sama dengan di kavum uteri. Telur di tuba bernidasi. Setelah tempat nidasi tertutup, maka telur dipisahkan dari lumen tuba oleh lapisan jaringan yang menyerupai desidua dan dinamakan pseudokapsularis. Karena pembentukan desidua di tuba tidak sempurna, dengan mudah villi korialis menembus endosalping dan masuk ke dalam lapisan otot-otot tuba dengan merusak jaringan dan pembuluh darah. Karena perusakan inilah menimbulkan perdarahan. 4. perdarahan akibat sebab lain (trauma, erosi, keganasan, dsb)