Anda di halaman 1dari 4

Kewirausahaan

Fakultas Ekonomi Universitas Jambi

POS Laporan Laba Rugi PIHAK berkepentingan PENDAPATAN 1,375,000 Masyarakat Harga Pokok Penjualan 866,250 Pemasok, Tenaga Kerja, Pabrikan Laba Kotor 508,750 Biaya Usaha 243,000 Karyawan, Distributor, PLN,PDAM,TELKOM Laba Usaha 265,750 Biaya Bunga 60,000 Kreditor Laba Sebelum Pajak 205,750 Pajak 15% 30,863 Pemerintah Laba Bersih 174,888 Perusahaan dan MEREKA (UMKM)

MEREKA PAHLAWAN KITA


Mereka memulai hari dengan bangun lebih awal sebelum kita yang dilayani bangun dari tidur, tujuannya satu agar dapat menyediakan kebutuhan masyarakat (konsumen) akan produk/barang/jasa. Dalam Laporan Keuangan tercermin pada Pos Penjualan/Pendapatan. Mereka senantiasa memikirkan pemasok (petani, peternak, produsen) agar produk pemasok dimanfaatkan seefisien mungkin (jangan mubazir) untuk diolah menjadi bentuk produk lainnya yang siap disajikan, dan memperoleh nilai tambah dari proses produksi tersebut. Mereka tunaikan kewajiban dengan mendahulukan kepentingan pemasok, agar pemasok dapat lagi memutar dananya dan menghasilkan produk secara berkelanjutan. Dalam Laporan Keuangan merupakan pos Bahan baku dan bagian dari Harga Pokok Produksi. Mereka senantiasa mendahulukan hak tenaga kerja dengan membayar upah tepat waktu, adakalanya sebelum keringat tenaga kerja yang terlibat kering. Pada malam hari disaat tenaga
2012 @ Drs. H. Agus Syarif, MBS, APEC Certified Business Counsellor

Kewirausahaan
Fakultas Ekonomi Universitas Jambi

kerja mereka tidur pulas, Mereka berpikir keras guna memenuhi hak upah tenaga kerja di esok hari. Dalam Laporan Keuangan merupakan pos Upah Tenaga Kerja Langsung dan bagian dari Harga Pokok Produksi. Mereka menghargai karya anak bangsa, berupa teknologi yang dimanfaatkan agar bekerja lebih produktif dalam proses produksi, dan menunaikan pembayaran teknologi tersebut sebelum mereka gunakan di perusahaan mereka. Dalam Laporan Keuangan merupakan pos Biaya Overhead Pabrik dan bagian dari Harga Pokok Produksi.

Setelah mendahulukan kesejahteraaan masyarakat (konsumen), pemasok, tenaga kerja, dan pabrikan - Baru ada bagian yang dapat mereka nikmati, namun mereka masih belum juga mendahulukan kepentingan mereka dengan segera menikmatinya. Dalam Laporan Keuangan merupakan pos Laba Kotor. Karena mereka masih mendahulukan kepentingan pihak lain, yaitu kepentingan karyawan (membayar gaji karyawan tepat waktu), padahal adakalanya karyawan mereka melakukan demo dan tidak peduli kondisi kesehatan keuangan mereka.
2012 @ Drs. H. Agus Syarif, MBS, APEC Certified Business Counsellor

Kewirausahaan
Fakultas Ekonomi Universitas Jambi

kepentingan orang-orang yang terlibat dalam mendistribusik an barang agar sampai pada konsumen (masyarakat) kepentingan penyedia listrik (PLN), air (PDAM), telpon (TELKOM) kepentingankepentingan pihak lainnya yang dalam bahasa Laporan Keuangan disebut Biaya Usaha/Operasional. Bila Laba Kotor lebih besar dari Biaya Usaha, berarti ada Laba Usaha, merupakan bagian yang bisa dimanfaatkan mereka. Tapi mereka masih tetap belum mau mengambilnya, karena masih ada pihak lain yang perlu didahulukan, yakni pemberi pinjaman (kreditor). Kreditor meminjamkan dananya kepada mereka, dengan berbagai persyaratan yang kadangkala memberatkan dan tidak adil (manfaat sepenuhnya dinikmati kreditor, dan risiko

sepenuhnya untuk mereka). Tapi mereka tetap berjuang untuk mengusahakan memenuhi angsuran pokok plus bunganya. Bila beban bunga lebih kecil dari laba usaha, maka mereka memperoleh Laba Sebelum Pajak. Laba ini belum juga mereka ambil, karena mereka peduli kepada masyarakat luas dan negara. Mereka bayar pajak sesuai dengan ketentuan, patuh bayar banyak agar dapat digunakan untuk membangun infrastruktur. Tapi ironisnya adakalanya pajak yang masuk buat negara, dinikmati oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi.

2012 @ Drs. H. Agus Syarif, MBS, APEC Certified Business Counsellor

Kewirausahaan
Fakultas Ekonomi Universitas Jambi

pabrikan, karyawan, distributor, kreditor, pemerintah, dll. Pihakpihak itu adalah KITA. Adakah penghargaan bagi mereka ?? pribadi-pribadi yang mempunyai karakter pahlawan dan pejuang sejati merekamereka yang berusaha/berniaga, baik skala mikro, kecil, dan menengah (UMKM) maupun skala usaha besar.

Setelah pajak mereka bayar, maka sepenuhnya kelebihan itu adalah hak mereka (Laba Bersih). Mereka dapat menggunakan laba tersebut untuk pelesir, menikmati hiburan, belanja, dan kegiatan konsumtif lainnya. Anehnya, mereka belum juga mau mendahulukan kepentingan mereka. Mereka lebih cenderung mengalokasikan laba tersebut untuk investasi, untuk kepentingan perusahaan. Dan putaran arus kas tersebut terus berkesinambungan, kepentingan pihak lain mereka dahulukan: kepentingan masyarakat, pemasok, tenaga kerja,
2012 @ Drs. H. Agus Syarif, MBS, APEC Certified Business Counsellor