Anda di halaman 1dari 4

Kewirausahaan

Fakultas Ekonomi Universitas Jambi

KEWIRAUSAHAAN Kewirausahaan adalah suatu proses mengerjakan sesuatu yang baru (kreatif) dan sesuatu yang berbeda (inovatif) dengan maksud menciptakan kekayaan bagi individu tersebut dan meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat dalam kondisi yang mengandung risiko dan ketidakpastian Kewirausahaan (entrepreneurship) muncul apabila seseorang individu berani mengembangkan usaha-usaha dan ide-ide barunya. Proses kewirausahaan meliputi semua fungsi, aktivitas dan tindakan yang berhubungan dengan perolehan peluang dan penciptaan organisasi usaha (Suryana, 2001). Esensi dari kewirausahaan adalah menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengkombinasian sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda agar dapat bersaing. Menurut Zimmerer (1996:51), nilai tambah tersebut dapat diciptakan melalui cara-cara sebagai berikut:
o Pengembangan teknologi baru (developing new technology) o Penemuan pengetahuan baru (discovering new knowledge) o Perbaikan produk (barang dan jasa) yang sudah ada (improving existing products or services) o Penemuan cara-cara yang berbeda untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit (finding different ways of providing more goods and services with fewer resources)

Suatu proses mengerjakan sesuatu yang baru (kreatif) dan sesuatu yang berbeda (inovatif) dengan maksud menciptakan kekayaan bagi individu tersebut dan meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat dalam kondisi yang mengandung risiko dan ketidakpastian Wirausaha, adalah orang yang melakukan aktivitas kewirausahaan

Kewirausahaan :

WIRAUSAHA Wirausaha merupakan istilah yang diterjemahkan dari kata entrepreneur. Dalam Bahasa Indonesia , pada awalnya dikenal istilah wiraswasta yang mempunyai arti berdiri di atas kekuatan sendiri. Istilah tersebut kemudian berkembang menjadi wirausaha, dan entrepreneurship diterjemahkan menjadi kewirausahaan. (Kamus Manajemen LPPM). Wirausaha, adalah orang yang melakukan aktivitas kewirausahaan Wirausaha mempunyai arti seorang yang mampu memulai dan atau menjalankan usaha. 2

2012 @ Drs. H. Agus Syarif, MBS, APEC Certified Business Counsellor

Kewirausahaan
Fakultas Ekonomi Universitas Jambi

Dalam kamus Bahasa Indonesia, wirausaha diidentikkan dengan wiraswasta, sehingga wirausahawan dapat disebutkan sebagai orang yang pandai atau berbakat mengenal produk baru, menentukan cara produksi baru, dan menyusun pedoman operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya. (Suryanto (ed), Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Surabaya, Apollo, 1977 Hal 601 ). Definisi lain tentang wirausaha disampaikan oleh Say, yang menyatakan bahwa seorang wirausaha adalah orang yang mampu melakukan koordinasi, organisasi dan pengawasan. Seorang wirausaha adalah orang yang memiliki pengetahuan yang luas tentang lingkungan dan membuat keputusankeputusan tentang lingkungan usaha, mengelola sejumlah modal dan menghadapi ketidakpastian untuk meraih keuntungan.
An entrepreneur is a business innovator who establishes a new business entity to offer a new or existing product or service into a new or existing market for profitable motivations. Entrepreneurs often have strong beliefs about a market opportunity and are willing to accept a high level of personal, professional and financial risk to pursue that opportunity. An entrepreneur must possess a variety of different skill-sets that span most, if not all, business functions because they often begin with limited resources.

Wirausaha adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis; mengumpulkan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih sukses. Menjadi seorang wirausaha, bisa dikatakan gampang - gampang susah, tetapi niat dan keinginan anda menjadi wirausaha haruslah diasah guna menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompetitif. Akan tetapi adalah suatu kenyataan bahwa aktivitas berwirausaha merupakan bidang kehidupan yang kurang berkembang secara memuaskan di kalangan masyarakat pribumi Indonesia. Banyak faktor psikologis yang membentuk sikap negatif masyarakat terhadap profesi wirausaha.

2012 @ Drs. H. Agus Syarif, MBS, APEC Certified Business Counsellor

Kewirausahaan
Fakultas Ekonomi Universitas Jambi

Salah satunya adalah image lama yang melekat pada seorang wirausaha, antara lain sifat agresif, ekspansif, bersaing tidak jujur, kikir, sumber penghasilan tidak stabil. Image ini menyebabkan sebagian besar masyarakat kita tidak tertarik untuk berwirausaha. Para orang tua sebagian besar menginginkan anaknya menjadi pegawai negeri, pegawai di perusahaan swasta terkenal, jadi insinyur, dokter, pilot, tentara dan jabatan jabatan keren lainnya. Hampir tidak ada yang menginginkan anaknya jadi wirausahawan. Kalaupun ada yang berminat, sangat terbatas di kalangan mereka yang tidak diterima di perguruan tinggi, pegawai negeri (PNS) dan sebagainya. Begitu juga kebanyakan mahasiswa lebih berorientasi menjadi pegawai setelah lulus dari perguruan tinggi, hasil angket yang dilakukan Syarif (2005) sebelum kelas kewirausahaan dimulai menunjukkan 94% mahasiswa di kelas Kewirausahaan tersebut memilih menjadi pegawai. Keputusan seseorang untuk terjun dan memilih profesi sebagai seorang wirausaha didorong oleh beberapa kondisi. Kondisikondisi yang mendorong tersebut adalah :
(1) seseorang yang lahir dan atau dibesarkan dalam keluarga yang memiliki tradisi yang kuat di bidang usaha (Confidence Modalities) seseorang yang berada dalam kondisi yang menekan, sehingga tidak ada pilihan lain bagi dirinya selain menjadi wirausaha (Tension Modalities) seseorang yang memang mempersiapkan diri untuk menjadi wirausahawan (Emotion Modalities)

(2)

(3)

Pada kategori yang ketiga (Emotion Modalities), menurut Muhandri (2002), merupakan pengusaha yang umumnya memiliki tingkat pendidikan yang tinggi. Orang yang masuk dalam kategori ini memang mempersiapkan diri untuk menjadi seorang wirausaha, dengan banyak mempelajari keilmuwan (akademik) yang berkaitan dengan dunia usaha. Dalam kategori ini terdapat pengusaha yang langsung memulai usahanya (merasa cukup dengan dasar-dasar keilmuwan yang dimiliki) dan ada yang bekerja terlebih dahulu untuk memahami dunia usaha secara riil.
2012 @ Drs. H. Agus Syarif, MBS, APEC Certified Business Counsellor

Kewirausahaan
Fakultas Ekonomi Universitas Jambi

MANFAAT KEWIRAUSAHAAN Kewirausahaan berkaitan dengan perubahan. Kewirausahaan melihat perubahan sebagai suatu norma dan sehat. Kewirausahaan mempunyai paling sedikit empat manfaat sosial. Kewirausahaan memperkuat pertumbuhan ekonomi; meningkatkan produktivitas; menciptakan teknologi, produk, dan jasa baru; serta mengubah dan meremajakan persaingan pasar.

2012 @ Drs. H. Agus Syarif, MBS, APEC Certified Business Counsellor