Anda di halaman 1dari 8

Kewirausahaan

Fakultas Ekonomi Universitas Jambi

UNLOCKING POTENTIAL POWER


Mengapa Saya Tidak bisa Menggali Potensi Diri ? RAFAEL Solano seorang penggali tambang sudah merasa putus asa. Karena telah berbulan-bulan gagal dan telah 999.9999 kali menguji batuan lunak di antara batu cadas dari sebuah sungai kering tanpa hasil. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang dengan tangan hampa, namun ia berhenti sekali lagi dan berusaha mencoba untuk ke sejuta kalinya. Apa hasilnya? Dari sebongkah bantuan yang tampak tak berharga ia menemukan berlian terbesar dan paling cemerlang di dunia yang terkenal sebagai The Liberator. Demikian halnya dengan potensi dalam diri kita, ia serupa permata yang harus digali, dicari, ditemukan dan diasah hingga berkilauan. Untuk sukses kita perlu usaha yang sungguhsungguh. Perlu kesabaran dan ketekunan. Hingga bakat dan potensi yang kita miliki dapat dikembangkan. Namun pada kenyataan mengapa seringkali kita sulit menggali potensi diri?
Penyebab: 1. Merasa tidak percaya diri 2. Suka Menunda 3. Tidak pernah berlatih Solusi: 1. Persepsi yang benar tentang kegagalan 2. Temukan peluang yang tepat 3. Bangkitkan motivasi menimba pengalaman
Sumber: Jakoep Ezra. MBA.CBA Character Specialist Hotmail: powercharacter@asia.com

Sebagai pemenang :
anda adalah pemenang dari 250juta sperma yang berjuang sebagai calon menjadi diri anda. Renungan: Kegagalan dalam latihan adalah batu asah bagi keberhasilan, namun gagal untuk berlatih merupakan bencana bagi masa depan

Potensi anda adalah kekuatan anda untuk menggapai sukses


2012 @ Drs. H. Agus Syarif, MBS, APEC Certified Business Counsellor

10

Kewirausahaan
Fakultas Ekonomi Universitas Jambi

masing-masing. Tapi sampai saat ini masih banyak yang belum menyadari potensi di dalam dirinya sendiri. Padahal potensi setiap orang sangat menunjang kesuksesan hidupnya jika diasah dengan baik. Beberapa tips menggali potensi diri berikut dikutip dari http://www.Sarikata.com:
Kenali diri sendiri Coba buat daftar pertanyaan, seperti: apa yang membuat anda bahagia; apa yang anda inginkan dalam hidup ini; apa kelebihan dan kekuatan anda; dan apa saja kelemahan anda. Kemudian jawablah pertanyaan ini secara jujur dan objektif. Mintalah bantuan keluarga atau sahabat untuk menilai kelemahan dan kekuatan anda. Tentukan tujuan hidup Tentukan tujuan hidup anda baik itu tujuan jangka waktu pendek maupun jangka panjang secara realistis. Realistis maksudnya yang sesuai dengan kemampuan dan kompetensi anda. Menentukan tujuan yang jauh boleh aja asal diikuti oleh semangat untuk mencapainya. Kenali motivasi hidup Setiap manusia memiliki motivasi tersendiri untuk mencapai tujuan hidupnya. Coba kenali apa motivasi hidup anda, apa yang bisa melecut semangat anda untuk menghasilkan karya terbaik, dll. Sehingga anda memiliki kekuatan dan dukungan moril dari dalam diri untuk menghasilkan yang terbaik. Hilangkan negative thinking Enyahkan pikiran-pikiran negatif yang bisa menghambat langkah anda mencapai tujuan. Setiap kali anda menghadapi hambatan, jangan menyalahkan orang lain. Lebih baik coba evaluasi kembali langkah anda mungkin ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Kemudian melangkahlah kembali jika anda telah menemukan jalan yang mantap. Jangan mengadili diri sendiri Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dalam mencapai tujuan anda, jangan menyesali dan mengadili diri sendiri berlarut-larut. Hal ini hanya akan membuang waktu dan energi. Bangkit dan tataplah masa depan. Jadikan kegagalan sebagai pengalaman dan bahan pelajaran untuk maju.

Pada dasarnya setiap manusia memiliki kekuatan dan potensi


2012 @ Drs. H. Agus Syarif, MBS, APEC Certified Business Counsellor

11

Kewirausahaan
Fakultas Ekonomi Universitas Jambi

Melejitkan Potensi Diri


dibutuhkan keterampilan mengukur diri

Semoga kita benar-benar menjadi orang yang selalu dapat membaca situasi dengan cermat karena tanpa kemampuan membaca situasi kita biasanya salah dalam menempatkan sesuatu. Di dalam manajemen diri dibutuhkan keterampilan mengukur diri karena andai kata mempunyai percaya diri yang berlebihan pun dapat menjadi masalah. Kesuksesan-kesuksesan yang diraih seseorang membuat orang percaya diri berlebihan sehingga dia menjadi salah mengukur dirinya sendiri, menjadi ceroboh, dia tidak mau mendengar nasihat ataupun pendapat orang lain, tidak memerlukan dukungan orang lain, tidak memerlukan pikiran orang lain. Maka jika kita salah dalam mengukur diri, itu merupakan sebuah kegagalan. Contoh kesalahan mengukur diri adalah ketika kita merasa pandai, padahal tidak, maka akhirnya tugas yang seharusnya diselesaikan ternyata tidak dapat terselesaikan dengan baik. Maka jangan heran jika akhirnya menjadi stres. Dengan demikian, maka kita harus terampil mengukur diri dan membaca situasi yang tepat, sehingga kita bisa menempatkan segala sesuatu dengan baik. Perasaan minder juga merupakan salah satu ciri seseorang salah dalam mengukur diri. Biasanya minder itu akan menyebabkan seseorang sering mendramatisasi kekurangan dirinya, seakanakan kekurangan lebih dominan. Padahal sebenarnya dia mempunyai kemampuan, tetapi justru tenggelam oleh rasa mindernya. Perasaan minder biasanya memang akan menimbulkan masalah. Orang yang selalu minder cenderung sulit untuk berkembang. Dia akan menghindar untuk bertemu orang lain, menghindar untuk merespons pembicaraan orang lain. Akibatnya dia akan kekurangan input, sehingga kesempatannya untuk maju menjadi kurang. Padahal kalau setiap kali mencoba sesuatu yang bermanfaat maka kemampuan akan berkembang pesat. Terlalu percaya diri akan menimbulkan masalah, kurang percaya diri juga akan menimbulkan masalah.

2012 @ Drs. H. Agus Syarif, MBS, APEC Certified Business Counsellor

12

Kewirausahaan
Fakultas Ekonomi Universitas Jambi

Banyak orang tidak menyadari akan potensi yang dimilikinya, mereka berfikir bahwa potensi yang ada sangatlah terbatas, pandangan ini merupakan sebuah kekeliruan besar. Potensi yang kita miliki sesungguhnya masih sangat luas dan dalam, jadi kita harus menyikapinya dengan benar, dengan kata lain bagaimana kita dapat menggali dan mengembangkannya sehingga itu dapat menjadi aset yang dapat diandalkan

Pernah merasa takut untuk mengeluarkan seluruh potensi diri? Atau merasa berat untuk tampil di depan umum karena malu setengah mati? Kalau iya, berarti ada masalah dengan rasa percaya diri kita. Memiliki rasa percaya diri (PD) itu penting, karena kita bisa mengembangkan potensi diri secara maksimal. Kita tidak perlu lagi merasa malu apabila dilihat banyak orang saat melewati sekelompok orang. Kita juga jadi berani angkat tangan untuk bertanya di dalam kelas, mengajukan argumentasi dalam diskusi dan menggagas ide-ide. Faktor-faktor penyebab kurang rasa percaya diri : 1. Kita suka mengembangkan sikap dan pendapat negatif tentang diri kita. Terutama sering memandang rendah diri kita. Kalau merasa malu dengan fisik kita, yakinkan di hati kalau semua itu adalah anugrah Tuhan yang pasti ada manfaatnya. 2. Kita jadi penakut karena terbiasa sejak kecil untuk tidak melakukan kesalahan. Takut salah bisa membuat kita nggak maju, karena kita tidak bisa mencoba sesuatu yang baru. Kesalahan bukan akhir hidup kita. Kesalahan sebenarnya hanya merupakan langkah menuju keberhasilan. Para ilmuwan atau pembuat lagu saja melakukan kesalahan sebelum akhirnya berhasil menemukan karya yang hebat. 3. Kita berada di lingkungan yang mayoritas tidak punya rasa percaya diri tinggi. Sikap dan perilaku kita sangat dipengaruhi oleh lingkungan di mana kita berada. Kalau teman-teman kita semua tidak ada yang berani, biasanya kita juga jadi tidak berani. Sebaliknya, kalau ada yang memiliki percaya diri besar, otomatis keberanian kita juga ikut terangkat. 4. Kita sering terpengaruh dengan pendapat orang lain, dan malangnya tidak semua pendapat itu benar. Pendapat atau masukan dari luar boleh saja kita tampung. Tugas kita adalah mengolahnya, sekaligus untuk evaluasi diri.

Maksimalkan Rasa Percaya Diri


2012 @ Drs. H. Agus Syarif, MBS, APEC Certified Business Counsellor

13

Kewirausahaan
Fakultas Ekonomi Universitas Jambi

Pengaruh lingkungan Ternyata sikap tidak percaya diri ini muncul akibat kebiasaankebiasaan kita mengembangkan sikap dan pendapat negatif tentang diri kita. Mungkin juga sikap tidak percaya diri ini muncul sebagai akibat dari pengaruh lingkungan kita. Pengaruh yang seperti apa? Antara lain sikap lingkungan yang membuat kita takut untuk mencoba. Takut untuk berbuat salah. Semua harus seperti yang sudah ditentukan. Karena ada rasa takut dimarahi ini, kita jadi malas untuk melakukan hal-hal yang berbeda dari orang kebanyakan. Mau tunjuk tangan waktu guru melemparkan pertanyaan di dalam kelas... takut! Kadang malah mau jalan di hadapan orang banyak saja, malu setengah mati! Berapa kali Thomas Alva Edison melakukan kesalahan sebelum akhirnya berhasil menemukan formula hebat untuk membuat lampu pijar. Dia kan tidak langsung berhasil ketika pertama kali mencoba? So, whats the point? Mungkin perlu ratusan kali gagal sebelum mencapai satu keberhasilan. Kesalahan bukan akhir hidup kita. Kesalahan sebenarnya hanya merupakan langkah menuju keberhasilan. Setiap kesalahan membawa kita semakin dekat dengan keberhasilan. Kalau kita meyakini hal ini, pastinya percaya diri kita juga enggak gampang terpengaruh oleh pandangan atau sikap negatif dari lingkungan kita.
Fight to our live! Hanya kita yang bisa mengubah diri kita.

Sebenarnya ada banyak cara untuk bisa meningkatkan kepercayaan diri kita. Apa saja? Yang paling penting adalah banyak berhubungan sama orang-orang yang kita nilai punya percaya diri yang tinggi. Percaya diri ini bisa menular. Coba saja, kalau sehari-hari kita gaul sama mereka yang percaya dirinya tinggi, kita jadi tahu bagaimana ia bicara, bagaimana ia mengambil keputusan, dan perilaku-perilaku lain yang membuat ia tampak begitu meyakinkan.

2012 @ Drs. H. Agus Syarif, MBS, APEC Certified Business Counsellor

14

Kewirausahaan
Fakultas Ekonomi Universitas Jambi

Meski begitu, cara yang paling utama untuk bisa meningkatkan kepercayaan diri kita adalah kemauan untuk mengubah diri kita yang muncul tanpa ada paksaan. Fight to our live! Hanya kita yang bisa mengubah diri kita. Kalau kita mau meningkatkan percaya diri, coba bangkit dan keluarkan semua potensi diri kita. Yang penting, mau! Berikutnya cari lingkungan yang kondusif.
Sumber: Disadur dari Chicken Soup for The Soul by Michael Jeffreys

Menemukan minat dan bakat menjadi salah satu pintu masuk untuk membangun kepercayaan diri. Penemuan ini bisa jadi direkayasa atau karena sebuah peristiwa yang tak disengaja.

Renungan:
Ada banyak orang yang hidup bagaikan kepompong. Tidak tahu apa yang harus diperbuat dengan masa depan hidupnya. Mereka tidak mempunyai konsep diri yang jelas, sehingga ia merasa sendirian, gelap dan menakutkan. Padahal semua kepompong mempunyai potensi (potential within) untuk menjadi seekor kupu-kupu yang cantik. Kepompong terlalu cepat menghukum dirinya sendiri, ia tidak tahu bahwa dia harus mengalami transformasi untuk menjadi kupukupu yang cantik. Kita semua bukanlah kepompong. Kita semua tahu, suatu saat kita akan menjadi "kupu-kupu" yang cantik. Bukankah kita semua sudah dilengkapi dengan potensi diri masing-masing? Yang kita perlukan sekarang adalah secara aktif masuk dalam proses "transformasi diri" yang sebenarnya sangat terbuka dengan berbagai macam kemungkinan. Jangan cepat menganggap Anda sendirian, gelap dan takut dengan apa yang Anda hadapi sekarang ini. Itu semua adalah bagian dari proses transformasi yang sedang Anda jalani. Percayalah.

2012 @ Drs. H. Agus Syarif, MBS, APEC Certified Business Counsellor

15

Kewirausahaan
Fakultas Ekonomi Universitas Jambi

KRITERIA PENETAPAN TUJUAN Tujuan dapat didefinisikan sebagai suatu pernyataan tertulis dan jelas tentang hal-hal yang akan dicapai selama kurun waktu tertentu dengan menggunakan ukuran tertentu yang realistis, fleksibel dan berkesinambungan.
Sukses adalah dambaan setiap orang. Tidak ada satu orangpun yang menginginkan kegagalan dalam hidupnya. Untuk mencapai prestasi kesuksesan dalam hidup Anda maka terlebih dahulu Anda harus mempunyai tujuan hidup (goal setting).

Tidak adanya tujuan hidup dalam diri Anda akan menyebabkan diri Anda pasif menerima apa saja yang disodorkan oleh kehidupan kepada Anda dan biasanya hidup Anda akan menjadi sangat membosankan/tidak menggairahkan. Kebanyakan orang yang hidup tanpa tujuan akan terfokus berjalan ditempat dan menghabiskan waktunya secara membosankan tanpa pencapaian prestasi yang berarti. Mereka hanya menjadi "penonton" dari suatu kehidupan. Mereka hanya bisa melihat kesuksesan orang lain tapi sama sekali tidak pernah membayangkan untuk dirinya sendiri. Inilah yang disebut hidup tanpa tujuan/misi, Anda harus mempunyai misi hidup di dunia ini agar hidup Anda berarti dan menggairahkan. Secara garis besar untuk memperoleh pegangan yang memadai, tujuan hendaknya memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: dinyatakan secara tertulis dinyatakan dalam satuan yang terukur (kuantitatif) mencakup batasan waktu spesifik Realistis berkesinambungan

Dinyatakan secara tertulis, tujuan yang tidak tertulis umumnya sulit


dipertanggungjawabkan dan bersifat kualitatif, sehingga sering mendatangkan perdebatan.

Dinyatakan dalam satuan yang terukur (kuantitatif), tujuan sedapat


mungkin dikuantifisir secara jelas menggunakan satuan yang terukur, misalnya Return on Investment sebesar 12% per tahun, produksi 50 pasang per hari. Hindari penggunaan kata-kata yang bersifat relatif dan kualitatif, seperti saya ingin hidup sukses, hidup sejahtera.

mencakup batasan waktu spesifik, tujuan perlu ditetapkan kapan kurun


waktu pencapaiannya secara spesifik. Hal ini berguna untuk mengukur prestasi yang dicapai dan dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi.

2012 @ Drs. H. Agus Syarif, MBS, APEC Certified Business Counsellor

16

Kewirausahaan
Fakultas Ekonomi Universitas Jambi

Realistis, tujuan harus realistis dan dapat dijangkau sesuai kemampuan


You cannot fail... Unless you Quit!! Ingatlah bahwa : "Winners never quit, Quitters never win !!"

sumberdaya yang ada, namun tetap memberikan tantangan untuk memunculkan potensi optimal.

Berkesinambungan, tujuan hendaknya berkesinambungan dan konsisten.


Tujuan jangka panjang perlu dipilah menjadi satuan waktu yang lebih pendek. Keseluruhan tujuan didasari dan berawal dari tujuan jangka pendek, kemudian jangka menengah dan selanjutnya tujuan jangka panjang.

Sukses adalah Sebu ah Pilihan! Tidak ada yang bisa menggantikan arti penting kegigihan dan keuletan. Untuk mencapai sukses tentu saja tidak mudah, karena Anda juga harus menyikapi kegagalan dengan baik jika memang Anda menghadapi kegagalan. Untuk mencapai sukses kerap kali kita harus melewati kesalahan/kegagalan dalam hidup. Banyak orang ingin sukses tapi sedikit sekali yang berani untuk menghadapi kegagalan. Kalau Anda ingin sukses, Anda tidak boleh takut gagal! Simak "Prestasi Kegagalan" seseorang dan bandingkan dengan diri Anda: - Gagal dalam bisnis/bangkrut, 1831 - Dikalahkan dalam pemilihan legislatif, 1832 - Bisnis kembali bangkrut, 1834 - Tunangan meninggal dunia, 1835 - Nervous breakdown, 1836 - Dikalahkan dalam pemilihan legislatif, 1838 - Dikalahkan dalam pemilihan untuk U.S Congress, 1843 - Dikalahkan dalam pemilihan untuk U.S Congress, 1848 Dikalahkan dalam pemilihan U.S Senat, 1855 - Dikalahkan dalam pemilihan untuk U.S Vice President, 1856 - Dikalahkan dalam pemilihan U.S Senat, 1858 - 1860, Abraham Lincoln, berhasil Menjadi Presiden USA!!, Anda bayangkan selama lebih dari 25 tahun Abraham Lincoln adalah seorang "juara gagal". Jadi sebenarnya kegagalan itu tidak ada selama Anda terus berjuang, bertahan, belajar dari kesalahan dan mencari cara yang lebih baik mencapai kemenangan. Lain halnya jika Anda berhenti mencoba maka pada saat itulah Anda pantas disebut sebagai orang yang gagal. Abraham lincoln yang gagal puluhan tahun, Thomas Alfa Edison yang gagal ribuan kali dalam uji coba lampu pijar, Colombus yang mengatakan dunia ini bulat ketika orang lain mengatakan dunia ini datar, wright bersaudara yang ingin agar manusia bisa terbang, JF Kennedy yang ingin manusia bisa ke bulan dll adalah contoh-contoh manusia yang agak "gila" dan karena keuletannya yang luar biasa hebat inilah hidup mereka bermanfaat bagi banyak orang. Anda harus berani melakukan hal-hal yang berbeda dimana orang biasa tidak mau atau tidak berani melakukannya. Tidak ada yang bisa menggantikan arti penting kegigihan dan keuletan. Bakat pun tidak sebab ada sekian banyak orang gagal meski mereka berbakat. Pendidikan juga tidak bisa menggantikannya, sebab banyak orang berpendidikan tinggi tidak bisa mencapai apa-apa kecuali ijazahnya lapuk dimakan jamur dan waktu.

2012 @ Drs. H. Agus Syarif, MBS, APEC Certified Business Counsellor

17