Anda di halaman 1dari 2

Kewirausahaan

Fakultas Ekonomi Universitas Jambi

RISK RETURN TRADE-OFF


ADA berbagai pertimbangan yang mendasari seorang wirausaha dalam berinvestasi pada real asset dan financial asset , diantaranya adalah pertimbangan risiko (risk) dan imbalan (return) atas investasi tersebut. Risiko muncul karena adanya kondisi ketidakpastian dari aliran kas suatu investasi. Dari aspek manajemen keuangan Risiko bisa didefinisikan sebagai kemungkinan penyimpangan dari hasil yang diharapkan atau dengan kata lain dapat dirumuskan tolok ukur dari risiko yang dihadapi oleh investor berupa fluktuasi atau perbedaan dari apa yang diharapkan dengan kenyataannya. Makin tinggi perbedaan tersebut maka risiko aset tersebut semakin besar. Analis bisa menggunakan standar deviasi yang menghitung dispersi (penyimpangan) dari hasil yang diharapkan. Semakin besar standar deviasi tingkat imbalan suatu aset, semakin tinggi risiko aset tersebut. Semakin tinggi risiko suatu aset, semakin tinggi tingkat imbalan yang diharapkan dari aset tersebut. Dalam pasar yang efisien, hal semacam itu yang akan terjadi. Tetapi jika pasar tidak efisien, masih ada ketidaksempurnaan pasar, kita bisa mengharapkan aset yang mempunyai tingkat imbalan yang tinggi tetapi mempunyai risiko yang rendah. Investasi adalah keputusan yang kuantitatif. Karena itu, risiko dan imbalan harus pula diperkirakan sampai derajat kuantitatif. Dan karena itu pula, sebelum memutuskan berinvestasi, seorang investor yang rasional harus terlebih dahulu menghitung harapan imbalan yang diperoleh dan perkiraan risiko dari setiap objek investasi yang akan dimasukkannya dalam pertimbangan untuk dipilih. Melakukan investasi dengan teknik "hitung kancing" tentu saja tidak dilarang. Namun, dengan teknik demikian berarti Anda menyerahkan masa depan Anda kepada faktor keberuntungan. Suatu hal yang selalu dilakukan oleh penjudi Dalam setiap aspek kehidupan bisnis yang normal, korelasi positif antara risiko dan imbalan adalah sebuah conditio sinna qua non. Bila hubungan itu mengalami distorsi - oleh kebijakan pemerintah atau alasan lain - maka risiko yang diperhitungkan (calculated risk) tidak lagi bisa ditetapkan.

a wise man do not put all of his funds in one basket

2012 @ Drs. H. Agus Syarif, MBS, APEC Certified Business Counsellor

37

Kewirausahaan
Fakultas Ekonomi Universitas Jambi

Bila calculated risk and return - sebagai acuan dalam pengambilan keputusan - tidak hadir, tinggal dua golongan investor yang bertahan: mereka yang memiliki captive market karena kebijakan yang memihak, dan para penjudi. Semua ekonom yang tidak memikul beban politis tentu akan mengatakan bahwa ekonomi kita sedang dalam keadaan sakit. Boleh jadi yang sakit tidak seluruh tubuh, cuma bagian tangan atau kaki. Tapi rasa sakitnya tentu dirasakan oleh semua bagian yang masih mengandung kehidupan. Lebih dari itu, ukuranukuran normal seperti panas badan, selera makan, kegemaran bermain, bahkan cara bicara akan mengalami penyimpangan. Para investor yang rasional, asing atau domestik, tentu lebih baik menunggu keadaan menjadi normal, yaitu ketika ukuranukuran normal bisa dipercaya sebagai acuan.

2012 @ Drs. H. Agus Syarif, MBS, APEC Certified Business Counsellor

38