Anda di halaman 1dari 6

I.

Tahap Pengumpulan data Matriks IFE Faktor Utama Faktor Internal Strength Produk terpercaya secara Nasional maupun Internasional Memiliki 3 Pabrik besar di Indonesia Jaringan distribusi besar Produk yang diciptakan cocok dengan permintaan pasar Nestle milo memimpin pasar susu coklat Kualitas bahan baku Weakness Sebagian produk nestle masih di impor Total Matriks EFE Faktor Utama Faktor Eksternal Opportunities Menambah jaringan distribusi Inovasi produk sesuai permintaan pasar Membuat produk instant Pendapatan masyarakat bertambah tingkat konsumsi susu bertambah Threats Kepercayaan masyarakat produk asing lebih baik dari lokal Pesaing produk susu yang bertambah baik asing maupun lokal 0,2 5 1 0,08 0,07 0,03 4 5 3 0,32 0,35 0,09 (Bobot) (Rating) (Score) 0,09 0,03 0,13 0,11 0,2 0,11 4 4 4 4 4 3 0,36 0,12 0,52 0,44 0,8 0,33 (Bobot) (Rating) (Score)

0,05

0,15 2,72

0,01

0,04

0,02

0,1

Pesaing produk biskuit bayi Tuntutan dari konsumen untuk nutrisi tambahan dalam produk susu Kesadaran masyarakat yang rendah untuk menkonsumsi susu sejak dini Total

0,13

0,52

0,01 0,05

3 3

0,03 0,15 2,6

II. Tahap Analisis A. Matriks Internal Eksternal (IE) Matriks IE diperoleh dengan memasukkan total skor rata-rata yang diperoleh dari matriks IFE dan EFE . Matriks ini bermanfaat untuk mengetahui posisi perusahaan sehingga dapat digunakan untuk menetapkan strategi yang sesuai dijalankan perusahaan. Total skor IFE sebesar 2,72 dimana PT Nestle Indonesia berada pada kondisi rata-rata dalam melakukan kegiatan pemasaran dan total skor EFE sebesar 2,6 memperlihatkan bahwa respon yang diberikan perusahaan terhadap lingkugan eksternal tergolong tinggi. Apabila total skor IFE dan EFE diposisikan pada matriks IE, maka posisi perusahaan saat ini berada pada sel II (gambar 5) Pada sel ini strategi yang harus dijalankan oleh perusahaan adalah tumbuh dan kembangkan (growth and build). Strategi yang dapat dijalankan perusahaan adalah strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar dan pengembangan produk). Total Rata-rata pertimbangan IFE Kuat 3,00-4,00 I Rata-rata 2,00-2,99 II PT Nestle Indonesia Lemah 1,00-1,99 III

IV

VI

VII

VII

IX

Strategi Penetrasi Pasar Menurut David (2006) yang dimaksud dengan strategi penetrasi pasar adalah suatu strategi untuk meningkatkan pangsa pasar (market share) suatu produk atau jasa yang sudah ada di pasar melalui usaha pemasaraan yang lebih aktif. Strategi untuk meningkatkan pangsa pasar dapat dilakukan melalui upaya pemasaran seperti memperluas jaringan distribusi, meningkatkan kegiatan promosi dan publisitas dan meningkatkan pelayanan. Memperluasan jaringan distribusi sangat penting dilakukan untuk menjangkau konsumen yang lebih banyak. Saat ini PT Nestle Indonesia hanya memasarkan ke toko-toko dan swalayan. Untuk memperluas jaringan distribusi PT Nestle perlu memasarkan produk hingga ke pasar secara umum hingga tersebar merata ke seluruh Indonesia.

Meningkatkan kegiatan promosi sangat penting dilakukan mengingat Susu bayi dan biskuit bayi merupakan produk yang memiliki banyak saingan.Promosi bisa dilakukan melalui menjadi media partner acara-acara anak-anak yang kemudian memperkenalkan keunggulan produk yang ditawarkan kepada konsumen. Promosi yang dilakukan selama ini lebih sudah cukup baik menggunakan segala jenis media seperti media televisi, off air dan media cetak, namun seiring berjalannya waktu persaingan semakin banyak maka perlu teknis promosi yang jauh lebih menarik dan meyakinkan konsumen. Strategi Pengembangan Pasar Pengembangan pasar merupakan upaya untuk memperkenalkan produk perusahaan ke wilayah baru yang belum pernah dimasuki sebelumnya. Strategi ini dapat dijalankan dengan mencari pasar yang belu pernah tersentuh oleh pesaing dan mencari jaringan distribusi yang dapat diandalkan. Strategi Pengembangan Produk Menurut David (2006), pengembangan produk adalah upaya untuk memprbaiki atau memodifikasi produk atau jasa yang ada untuk meningkatkan penjualan. Strategi ini penting ketika perusahaan menghadapi kondisi persaingan dalam industri yang semakin ketat. Perusahaan perlu untuk mengadakan kegiatan penelitian dan pengembangan yang baik untuk menghasilkan produk yang berbeda dari pesaingnya sehingga mampu meraih pangsa pasar yang belum dikuasai pesaing. Meningkatkan kualitas produk tidak hanya dalam hal khasiat dan komposisi melainkan memperbaharui kemasan agar lebih menarik. Kemasanyang lebih menarik akan lebih menarik perhatian konsumen. B. Matriks SWOT Matriks SWOT digunakan untuk mengevaluasi keseluruhan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman perusahaan yang sebelumnya telah diidentifikasi pada matriks IFE dan EFE. Melalui matriks ini akan dihasilkan empat strategi utama yaitu strategi S-O (Strengths-Opportunities), WO (Weakness-Opportunities), S-T (Strengths-Threats) dan W-T (Weakness-Threats). Matriks SWOT PT. Dexa Medica dapat dilihat pada Tabel 16. Hasil Uji Matriks SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities and Threats).
Faktor Eksternal KEKUATAN STRENGTH - S 1. Produk terpercaya secara Nasional maupun Internasional 2. Memiliki 3 Pabrik besar di Indonesia 3. Jaringan distribusi besar 3. Produk yang diciptakan cocok dengan permintaan pasar 4. Nestle milo memimpin pasar susu coklat Faktor Internal 5. Kualitas bahan baku PELUANG STRATEGI OPPORTUNITIES - O S-O 1. Menambah jaringan 1. Mempertahankan distribusi Kualiatas bahan baku KELEMAHAN WEAKNESS- W 1. Sebagian produk nestle masih di impor

STRATEGI W-O 1. Meningkatkan promosi

2. Inovasi produk sesuai permintaan pasar 3. Membuat produk instant 4. Pendapatan masyarakat bertambah tingkat konsumsi susu bertambah ANCAMAN THREATS T 1. Kepercayaan masyarakat produk asing lebih baik dari lokal 2. Pesaing produk susu yang bertambah baik asing maupun lokal 3. Pesaing produk biskuit bayi 4Tuntutan dari konsumen untuk nutrisi tambahan dalam produk susu 5. Kesadaran masyarakat yang rendah untuk menkonsumsi susu sejak dini

2. Memperluas pemasaran

2. Meminimalkan produk impor

STRATEGI S-T 1. Menyesuaikan harga dengan keadaan pasar

STRATEGI W-T 1. Melakukan riset pasar untuk mengetahui strategi pasar yang lebih baik lagi

Matriks QSPM (Quantitatif Strategic Planing Matrix)

Tahap selanjutnya adalah tahap pengambilan keputusan dalam menentukan prioritas strategi yang palig tepat untuk dilaksanakan terlebih dahulu, maka dilakukan analisis QSPM. Responden dalam analisis ini adalah Direktur dan manajer pemasaran, dengan pertimbangan bahwa salah satu pengambil keputusan utama dalam melakukan strategi. Tabel QSPM
Analisis Strategi Faktor Utama Weight s Strategi I AS Faktor Eksternal Opportunities Menambah jaringan distribusi Inovasi produk sesuai permintaan pasar Membuat produk instant 0,08 0,07 0,03 5 5 4 0,4 0,35 0,12 5 4 3 0,4 0,28 0,09 4 3 4 0,32 0,21 0,12 4 5 5 0,32 0,35 0,15 5 4 3 0,4 0,28 0,09 TAS Strategi II A S TA S Strategi III AS TAS Strategi IV A TA S S Strategi V A S TA S

Pendapatan masyarakat bertambah tingkat konsumsi susu bertambah Threats Kepercayaan masyarakat produk asing lebih baik dari lokal Pesaing produk susu yang bertambah baik asing maupun lokal Pesaing produk biskuit bayi Tuntutan dari konsumen untuk nutrisi tambahan dalam produk susu Kesadaran masyarakat yang rendah untuk menkonsumsi susu sejak dini Faktor Internal Strength Produk terpercaya secara Nasional maupun Internasional Memiliki 3 Pabrik besar di Indonesia Jaringan distribusi besar Produk yang diciptakan cocok dengan permintaan pasar Nestle milo memimpin pasar susu coklat Kualitas bahan baku Weakness Sebagian produk nestle masih di impor Total

0,01

0,04

0,02

0,05

0,04

0,05

0,2

0,6

0,6

0,6

0,6

0,02 0,13

5 4

0,1 0,52

4 5

0,08 0,65

3 4

0,06 0,52

4 5

0,08 0,65

3 3

0,06 0,39

0,01

0,04

0,02

0,05

0,03

0,03

0,05

0,15

0,2

0,15

0,2

0,25

0,09 0,03 0,13

4 4 5

0,36 0,12 0,65

3 4 5

0,27 0,12 0,65

4 3 3

0,36 0,09 0,39

4 5 4

0,36 0,15 0,52

4 4 4

0,36 0,12 0,52

0,11 0,2 0,11

5 4 3

0,55 0,8 0,33

2 1 5

0,22 0,2 0,55

5 5 2

0,55 1 0,22

5 3 4

0,55 0,6 0,44

4 5 3

0,44 1 0,33

0,05

0,2 3,01

0,15 4,5

0,2 4,89

0,2 5,24

0,15 5,07

Berdasarkan hasil analisis QSPM dapat dilihat bahwa strategi terbaik yang harus dilakukan sekarang adalah meningkatkan promosi. Promosi yang dilakukan melalui event-event tidak cukup untuk meningkatkan permintaan karena masih banyak masyarakat yang belum mengenal Stimuno. Promosi yang tepat dilakukan adalah melalui iklan testimoni di televisi, dengan promosi ini diharapkan masyarakat paham definisi sistem imun dan membeli Stimuno sebagai salah satu penguat sistem imun yang telah terbukti berkhasiat, dengan nilai TAS (Total Attraciveness Score) tertinggi yaitu sebesar 5,24. Seluruh alternatif strategi tersebut dapat diperingkatkan sebagai berikut :

1. Meningkatkan promosi (TAS = 3,01) 2. Memperluas pemasaran (TAS = 4,5) 3. Mempertahankan harga murah dan memberi sosialisasi mengenai pentingnya minum susu sejak dini (TAS = 4,89) 4. Mempetahankan kualitas produk (TAS = 5.24) 5. Melakukan riset pasar untuk mengetahui strategi pemasaran yang tepat (TAS = 5.07) Berdasarkan hasil analisis QSPM diketahui beberapa alternatif strategi pemasaran yang dapat dipilih oleh perusahaan untuk dapat mempertimbangkan, diantaranya meningkatkan promosi melalui iklan yang menarik dan . Alternatif yang kedua adalah memperluas pangsa pasar yang lebih besar melalui usaha pemasaran yang lebih merata tidak hanya ke toko-toko besar dan swalayan melainkan ke toko-toko biasa yang menjual keperluan sehari-hari hingga ke pasar. Strategi pemasaran akan berjalan lancar jika masyarakat telah paham pentingnya menjaga kesehatan, akan tetapi masyarakat kebayakan berobat hanya jika sakit. Dengan demikian diperlukan alternatif strategi yaitu mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai pentingnyamengkonsumsi susu sejak dini.