P. 1
LKPP_2012_smt1_unaudited

LKPP_2012_smt1_unaudited

|Views: 337|Likes:
Dipublikasikan oleh DdEros Rosidah

More info:

Published by: DdEros Rosidah on Sep 20, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/09/2013

pdf

text

original

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited

)
Kata Pengantar -iii-
K
KKA
AAT
TTA
AA P
PPE
EEN
NNG
GGA
AAN
NNT
TTA
AAR
RR

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, kami atas nama Pemerintah
Republik Indonesia menyajikan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Semester I Tahun 2012.
Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran
2012 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2012, Pemerintah menyampaikan
laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berupa
laporan keuangan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Laporan keuangan tersebut terdiri dari Laporan
Realisasi APBN, Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan.
Selain laporan keuangan tahunan yang disampaikan kepada DPR dalam bentuk Rancangan Undang-
Undang tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN, dalam rangka meningkatkan transparansi
dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara, Pemerintah telah menyusun dan menyajikan laporan
keuangan interim, yaitu LKPP Semester I Tahun 2012.
Sehubungan dengan LKPP Semester I Tahun 2012 ini, perlu kami kemukakan hal-hal sebagai
berikut:
1. Laporan Realisasi APBN memberikan informasi tentang realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan.
Berdasarkan laporan ini, realisasi Pendapatan Negara dan Hibah Semester I Tahun Anggaran (TA)
2012 adalah sebesar Rp593,73 triliun, atau 45,28 persen dari yang ditetapkan dalam APBN TA 2012.
Sementara itu, realisasi Belanja Negara adalah sebesar Rp628,61 triliun, atau 43,79 persen dari yang
dianggarkan dalam APBN TA 2012, sehingga terjadi Defisit Anggaran sebesar Rp34,88 triliun.
Realisasi Pembiayaan Neto adalah sebesar Rp100,48 triliun, dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran
(SiLPA) sebesar Rp65,60 triliun.
2. Neraca menyajikan informasi tentang posisi aset, kewajiban, dan ekuitas Pemerintah Pusat per 30
Juni 2012. Dari Neraca tersebut diinformasikan bahwa nilai Aset adalah sebesar Rp3.259,36 triliun
dan Kewajiban sebesar Rp2.077,40 triliun, sehingga Ekuitas Dana Neto (kekayaan bersih) Pemerintah
Pusat per 30 Juni 2012 adalah sebesar Rp1.181,96 triliun;
3. Laporan Arus Kas menyajikan informasi penerimaan dan pengeluaran kas dari Kas Umum Negara. Dari
Laporan Arus Kas tersebut diperoleh informasi bahwa saldo kas per 30 Juni 2012 sebesar Rp107,84
triliun, koreksi saldo awal sebesar Rp0,12 triliun, kenaikan Kas Negara selama Semester I TA 2012
sebesar Rp61,25 triliun, dan penyesuaian selisih kurs sebesar Rp1,25 triliun, sehingga saldo Kas
Bendahara Umum Negara (BUN), Kas (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara) KPPN, dan Kas
Badan Layanan Umum (BLU) per 30 Juni 2012 adalah sebesar Rp170,46 triliun;
4. Catatan atas Laporan Keuangan dimaksudkan agar pengguna laporan keuangan dapat memperoleh
informasi tentang hal-hal yang termuat dalam laporan keuangan. Catatan atas Laporan Keuangan
meliputi uraian tentang kebijakan fiskal, kebijakan akuntansi, dan penjelasan pos-pos laporan keuangan,
daftar rinci atau uraian atas nilai pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi APBN, Neraca, dan
Laporan Arus Kas;
5. LKPP Semester I Tahun 2012 berstatus sebagai laporan keuangan yang belum diperiksa (unaudited).
LKPP Semester I Tahun 2012 ini disusun berdasarkan Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat (SAPP)
yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi
dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Kata Pengantar -iv-
Nomor 233/PMK.05/2011, dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang
Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) Lampiran II-SAP Berbasis Kas Menuju Akrual.
LKPP Semester I Tahun 2012 menginformasikan juga mengenai Rencana Tindak Pemerintah
terhadap Temuan Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas LKPP Tahun 2011.
Pemerintah mengharapkan tanggapan, saran, maupun kritik yang konstruktif dari para pemangku
kepentingan (stakeholders), sehingga kualitas LKPP akan semakin meningkat. Pemerintah akan terus
berupaya untuk dapat menyusun dan menyajikan LKPP secara andal sehingga terwujud tata kelola
pemerintahan yang baik (good governance).




Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Indeks Isi- v -
I
IIN
NND
DDE
EEK
KKS
SS I
IIS
SSI
II

KATA PENGANTAR .......................................................................................................................................... iii
INDEKS ISI …………......................………….……………………………………………………………………………………….. v
INDEKS TABEL ………………………………………………………………………………………………………………………….... vi
INDEKS GRAFIK …………………………………...…………………………………………………………………………………….. vii
INDEKS DAFTAR ………………………………..…………………………………………………………….................................. ix
INDEKS SINGKATAN ………………………………………………………………………………………………………………….. x
INDEKS CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN …………………………………………………………………………….. xiii
PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB .............................................................................................................. xvii
RINGKASAN …………………………………………………….……………………………………………………………………….. 2
I. LAPORAN REALISASI APBN .....................………………………………….…………......................................... 6
II. NERACA ..............................……………………………………………………………….......................................... 9
III. LAPORAN ARUS KAS ......................………………………………………………………....................................... 11
IV. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN ................……………………………..….......................................... 15
A. PENJELASAN UMUM ................………………………………………………................................................ 15
A.1. DASAR HUKUM ……………………………….……………………………………………………………………. 15
A.2. KEBIJAKAN FISKAL/KEUANGAN DAN EKONOMI MAKRO ..................................................... 15
A.3. PENDEKATAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN ........................................................... 29
A.4. KEBIJAKAN AKUNTANSI ...............……………………………………............................................. 33
B. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN REALISASI APBN ............................................................ 46
B.1. PENJELASAN UMUM LAPORAN REALISASI APBN ............................................................... 46
B.2. PENJELASAN PER POS LAPORAN REALISASI APBN ............................................................ 47
B.3. CATATAN PENTING LAINNYA ............................................................................................... 66
C. PENJELASAN ATAS POS-POS NERACA .................…………………………........................................... 70
C.1. POSISI KEUANGAN SECARA UMUM .................................................................................... 70
C.2. PENJELASAN PER POS NERACA .......................................................................................... 71
C.3. CATATAN PENTING LAINNYA .............................................................................................. 126
D. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN ARUS KAS ..............…………............................................ 143
D.1. IKHTISAR LAPORAN ARUS KAS .......................................................................................... 143
D.2. PENJELASAN PER POS LAPORAN ARUS KAS ...................................................................... 146
DAFTAR ...................................................................................................................................................... 205
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Indeks Tabel -vi-
I
IIN
NND
DDE
EEK
KKS
SS T
TTA
AAB
BBE
EEL
LL

1. Asumsi Dasar APBN dan Realisasi APBN Semester I Tahun 2012 20
2. Perbandingan Realisasi Anggaran TA 2012 dan 2011
3. Perkembangan Realisasi Transfer Daerah Tahun 2009-Semester I Tahun 2012
4. Realisasi Belanja Pemerintah Pusat Menurut Fungsi Semester I TA 2012 dan TA 2011
5. Piutang Pajak per Jenis Pajak pada Ditjen Pajak
6. Piutang Pajak per Jenis Pajak pada Ditjen Bea dan Cukai
7. Posisi Utang Luar Negeri, SBN, dan Promissory Notes
8. Posisi Utang Luar Negeri Menurut Valuta Asing
9. Saldo Anggaran Lebih Semester I TA 2012 dan TA 2011
10. Laporan Rekening Nomor 600.000.411980 Semester I Tahun 2012 dan 2011

21
27
53
75
77
119
119
120
126


Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Indeks Grafik - vii -
I
IIN
NND
DDE
EEK
KKS
SS G
GGR
RRA
AAF
FFI
IIK
KK

1. Struktur PDB Menurut Komponen Penggunaan Triwulan I Tahun 2012 16
2. Struktur PDB Menurut Lapangan Usaha Semester I Tahun 2012 17
3. Tren Laju Inflasi selama Tahun 2011 dan Semester I Tahun 2012 17
4. Perkembangan Ekspor Semester I Tahun 2012 18
5. Perkembangan Impor Semester I Tahun 2012 18
6. Realisasi CAR, LDR, dan NPL Bulan Januari-Juni 2012 19
7. Komposisi Pendapatan Negara dan Hibah s.d. Semester I 2012 21
8. Perkembangan Pendapatan Negara dan Hibah Semester I 2012 21
9. Persentase Realisasi Belanja Negara Sampai dengan Semester I 2012 24
10. Realisasi Belanja per Klasifikasi Ekonomi 24
11. Realisasi Belanja Modal Semester I 2009-2012 25
12. Realisasi Transfer Daerah sampai dengan Semester I 2012 26
13. Realisasi Penerimaan Perpajakan dan PNBP Semester I TA 2011 dan Semester I TA 2012 46
14. Perkembangan Realisasi Belanja Negara Semester I TA 2011 dan Semester I TA 2012 47
15. Komposisi Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah Semester I TA 2011 dan Semester I TA 2012 48
16. Komposisi Alokasi Belanja Negara Semester I TA 2012 51
17. Komposisi Lima Terbesar Kementerian Negara/Lembaga Pengguna Anggaran Belanja Pemerintah Pusat
Semester I TA 2012

52
18. Komposisi Realisasi Belanja Pemerintah Pusat menurut Fungsi Semester I TA 2012 53
19. Komposisi Realisasi Belanja Pemerintah Pusat menurut Jenis Belanja Semester I TA 2012 54
20. Komposisi Realisasi Transfer ke Daerah Semester I TA 2012 58
21. Komposisi Pendapatan BLU Semester I TA 2012 67
22. Pendapatan, Beban, dan Surplus/Defisit BLU Semester I TA 2012 67
23. Perbandingan Aset, Kewajiban, dan Ekuitas Dana Neto pada Neraca Tahun 2008 – Sem I 2012 70
24. Aset, Kewajiban, dan Ekuitas BLU 30 Juni 2012 dan 31 desember 2011 132
25. Komposisi Arus Kas Bersih per Aktivitas 144

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Indeks Daftar -viii -
I
IIN
NND
DDE
EEK
KKS
SS D
DDA
AAF
FFT
TTA
AAR
RR

1. Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Pemerintah Pusat Semester I TA 2012 dan 2011 165
2. Laporan Realisasi Anggaran Belanja Pemerintah Pusat Semester I TA 2012 176
3. Laporan Realisasi Dana Perimbangan Semester I TA 2012 210
4. Rekening Khusus per 30 Juni 2012 277
5. Saldo Kas KPPN per 30 Juni 2012 278
6. Rekening Pemerintah Lainnya per 30 Juni 2012 282
7. Saldo Pemerintah Lainnya di Bank Umum per 30 Juni 2012 283
8. Kas Pada K/L dan BUN per 30 Juni 2012 284
9. Piutang Penerimaan Negara Bukan Pajak per 30 Juni 2012 286
10. Bagian Lancar Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi per 30 Juni 2012 287
11. Uang Muka Belanja per 30 Juni 2012 288
12. Piutang yang Berasal dari Kewajiban Bank Dalam Likuidasi 289
13. Persediaan per 30 Juni 2012 290
14. Penyertaan Modal Negara Pada BUMN per 30 Juni 2012 292
15. Penyertaan Modal Pemerintah pada Non BUMN per 30 Juni 2012 300
16. Penyertaan Modal Pemerintah pada Organisasi/Lembaga Keuangan Internasional/Regional per 30 Juni
2012
301
17. Aset Tetap pada K/L dan BUN per 30 Juni 2012 302
18. Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi per 30 Juni 2012 304
19. Aset Tak Berwujud dan Aset Lain-lain per 30 Juni 2012 305
20. Aset KKS per 30 Juni 2012 307
21. Aset Eks BPPN yang dikelola Tim Koordinasi 315
22. Ringkasan Aset Negara yang Dikelola PT PPA per 30 Juni 2012 316
23. Utang kepada Pihak Ketiga dan Pendapatan Diterima Dimuka per 30 Juni 2012 317
24. Bagian Lancar Utang Jangka Penjang – Surat Berharga Negara per 30 Juni 2012 321
25. Surat Berharga Negara Jangka Pendek Dalam Negeri per 30 Juni 2012 325
26. Surat Berharga Negara Jangka Panjang Dalam Negeri per 30 Juni 2012 326
27. Ikhtisar Laporan Barang Milik Negara per 30 Juni 2012 329
28. Ikhtisar Laporan Keuangan BLU per 30 Juni 2012 331
29. Ikhtisar Laporan Keuangan Lembaga Non Struktural per 30 Juni 2012 339
30. Rekapitulasi Hasil Penilaian Aset Bekas Milik Asing/Cina per 30 Juni 2012 343
31. Rencana Tindak Lanjut Pemerintah Terhadap Temuan Pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan
Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2011
345



Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Indeks Daftar -ix -
I
IIN
NND
DDE
EEK
KKS
SS S
SSI
IIN
NNG
GGK
KKA
AAT
TTA
AAN
NN

APBD : Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
APBN : Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
APBN-P : Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan
BAPPENAS : Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
BBM : Bahan Bakar Minyak
BDL : Bank Dalam Likuidasi
BEJ : Bursa Efek Jakarta
BHMN : Badan Hukum Milik Negara
BI : Bank Indonesia
BKKBN : Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional
BLBI : Bantuan Likuiditas Bank Indonesia
BLU : Badan Layanan Umum
BPMIGAS : Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi
BPHTB : Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan
BPJT : Badan Pengatur Jalan Tol
BPK : Badan Pemeriksa Keuangan
BPKP : Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
BPOM : Badan Pengawas Obat dan Makanan
BPPN : Badan Penyehatan Perbankan Nasional
BPPT : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
BPYBDS : Bantuan Pemerintah Yang Belum Ditetapkan Statusnya
BRR : Badan Rekontruksi dan Rehabilitasi
BULOG : Badan Urusan Logistik
BUMD : Badan Usaha Milik Daerah
BUMN : Badan Usaha Milik Negara
BUN : Bendahara Umum Negara
CBN : Cadangan Benih Nasional
CBP : Cadangan Beras Pemerintah
CFO : Chief Financial Officer
CGI : Consultative Group on Indonesia
COO : Chief Operating Officer
CPI : Consumer Price Index
DAK : Dana Alokasi Khusus
DAU : Dana Alokasi Umum
DAU : Dana Abadi Umat
DBH : Dana Bagi Hasil
DIPA : Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran
DJA : Direktorat Jenderal Anggaran
DJBC : Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
DJKN : Direktorat Jenderal Kekayaan Negara
DJP : Direktorat Jenderal Pajak
DJPBN : Direktorat Jenderal Perbendaharaan
DPR : Dewan Perwakilan Rakyat
DTP : Ditanggung Pemerintah
EDI : Electronic Data Exchange
GBHN : Garis-Garis Besar Haluan Negara
HTI : Hutan Tanaman Industri
INDRA : Indonesian Debt Restructuring Agency
KITE : Kemudahan Impor Tujuan Ekspor
KKKS : Kontraktor Kontrak Kerja Sama
K/L Kementerian Negara/Lembaga
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Indeks Daftar -x -
KMK : Keputusan Menteri Keuangan
KONI : Komite Olahraga Nasional Indonesia
KPPN : Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara
KSM : Kelompok Swadaya Masyarakat
KU : Kiriman Uang
KUHR : Kredit Usaha Hutan Rakyat
KUMK : Kredit Usaha Mikro dan Kecil
KUN : Kas Umum Negara
KUT : Kredit Usaha Tani
LAK : Laporan Arus Kas
LBMN : Laporan Barang Milik Negara
LDKP : Lembaga Dana Kredit Pedesaan
LDR : Loan to Deposit Ratio
LKBUN : Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara
LKKL : Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga
LKP : Lembaga Keuangan Pelaksana
LKPP : Laporan Keuangan Pemerintah Pusat
LNSI : Lembaga Non Struktural/Independen
LRA : Laporan Realisasi Anggaran
MPN : Modul Penerimaan Negara
MP3 : Monitoring Pelaporan Pembayaran Pajak
NAD : Nanggroe Aceh Darussalam
NPL : Non-Performing Loan
PDB : Pendapatan Domestik Bruto
PFK : Perhitungan Fihak Ketiga
PIP : Pusat Investasi Pemerintah
PMA : Penanaman Modal Asing
PMDN : Penanaman Modal Dalam Negeri
PMK : Peraturan Menteri Keuangan
PMN : Penyertaan Modal Negara
PNBP : Penerimaan Negara Bukan Pajak
PPh : Pajak Penghasilan
PPN : Pajak Pertambahan Nilai
PPnBM : Pajak Penjualan atas Barang Mewah
PSL : Past Service Liability
PSO : Public Service Obligation
PT PPA : PT Perusahaan Pengelolaan Aset
RANTF : Recovery of Aceh Nias Trust Fund
RDI : Rekening Dana Investasi
RPD : Rekening Pembangunan Daerah
RPJMN : Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional
RPL : Rekening Pemerintah Lainnya
SA-BUN : Sistem Akuntansi Bendahara Umum Negara
SAI : Sistem Akuntansi Instansi
SAKUN : Sistem Akuntansi Kas Umum Negara
SAL : Saldo Anggaran Lebih
SAP : Standar Akuntansi Pemerintahan
SAPP : Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat
SAU : Sistem Akuntansi Umum
SBN : Surat Berharga Negara
SBSN : Surat Berharga Syariah Negara
SDA : Sumber Daya Alam
SDHI : Sukuk Dana Haji Indonesia
SiAP : Sistem Akuntansi Pusat
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Indeks Daftar -xi-
SIBOR : Singapore Interbank Offered Rate
SiKPA : Sisa Kurang Pembiayaan Anggaran
SiLPA : Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran
SIMAK-BMN : Sistem Informasi Manajeman dan Akuntansi Barang Milik Negara
SKPA : Surat Kuasa Pengguna Anggaran
SKPKB : Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar
SKPLB : Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar
SPKPBM : Surat Pemberitahuan Kekurangan Pembayaran Bea Masuk
SLA : Subsidiary Loan Agreement
SP2D : Surat Perintah Pencairan Dana
SPN : Surat Perbendaharaan Negara
SP3 : Surat Perintah Pengesahan Pembukuan
SUN : Surat Utang Negara
TA : Tahun Anggaran
TGR : Tuntutan Ganti Rugi
THT : Tabungan Hari Tua
TP : Tim Pemberesan Aset
TPA : Tagihan Penjualan Angsuran
TSA : Treasury Single Account
TSP : Tempat Simpan Pinjam
USD : United State Dolar
USP : Usaha Simpan Pinjam
UP/TUP : Uang Persediaan/Tambahan Uang Persediaan



Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Indeks Catatan atas Laporan Keuangan -xii-
I
IIN
NND
DDE
EEK
KKS
SS C
CCA
AAT
TTA
AAT
TTA
AAN
NN A
AAT
TTA
AAS
SS L
LLA
AAP
PPO
OOR
RRA
AAN
NN K
KKE
EEU
UUA
AAN
NNG
GGA
AAN
NN




LAPORAN REALISASI APBN

Pendapatan Negara dan Hibah Halaman
Catatan B.2.1 Pendapatan Negara dan Hibah 47
Catatan B.2.1.1 Penerimaan Perpajakan 48
Catatan B.2.1.1.1 Pajak Dalam Negeri 48
Catatan B.2.1.1.2 Pajak Perdagangan Internasional 49
Catatan B.2.1.2 Penerimaan Negara Bukan Pajak 49
Catatan B.2.1.2.1 Penerimaan Sumber Daya Alam 49
Catatan B.2.1.2.2 Bagian Pemerintah atas Laba BUMN 49
Catatan B.2.1.2.3 Penerimaan Negara Bukan Pajak Lainnya 50
Catatan B.2.1.2.4 Pendapatan BLU 50
Catatan B.2.1.3 Penerimaan Hibah 51

Belanja Negara
Catatan B.2.2 Belanja Negara 51
Catatan B.2.2.1 Belanja Pemerintah Pusat 51
Catatan B.2.2.1.1 Belanja Pegawai 54
Catatan B.2.2.1.2 Belanja Barang 54
Catatan B.2.2.1.3 Belanja Modal 55
Catatan B.2.2.1.4 Pembayaran Bunga Utang 56
Catatan B.2.2.1.5 Subsidi 56
Catatan B.2.2.1.6 Belanja Hibah 56
Catatan B.2.2.1.7 Belanja Bantuan Sosial 57
Catatan B.2.2.1.8 Belanja Lain-lain 57

Catatan B.2.2.2 Transfer ke Daerah 58
Catatan B.2.2.2.1 Dana Perimbangan 58
Catatan B.2.2.2.1.1 Dana Bagi Hasil 58
Catatan B.2.2.2.1.2 Dana Alokasi Umum 58
Catatan B.2.2.2.1.3 Dana Alokasi Khusus 59
Catatan B.2.2.2.2 Dana Otonomi Khusus dan Penyesuaian 59
Catatan B.2.2.2.2.1 Dana Otonomi Khusus 59
Catatan B.2.2.2.2.2 Dana Penyesuaian 59
Catatan B.2.2.3 Suspen 60

Surplus (Defisit) Anggaran
Catatan B.2.3 Surplus (Defisit) Anggaran 60

Pembiayaan
Catatan B.2.4 Pembiayaan 60
Catatan B.2.4.1 Pembiayaan Dalam Negeri (Neto) 61
Catatan B.2.4.1.1 Rekening Pemerintah 61
Catatan B.2.4.1.2 Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan Pinjaman 61
Catatan B.2.4.1.3 Privatisasi dan Penjualan Aset Program Restrukturisasi 61
Catatan B.2.4.1.4 Surat Berharga Negara (Neto) 62
Catatan B.2.4.1.5 Pinjaman Dalam Negeri 62
Catatan B.2.4.1.6 Penyertaan Modal Negara/Investasi Pemerintah 62
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Indeks Catatan atas Laporan Keuangan -xiii-
Catatan B.2.4.1.7 Kewajiban Penjaminan 62
Catatan B.2.4.1.8 Dana Pengembangan Pendidikan Nasional 63
Catatan B.2.4.2 Pembiayaan Luar Negeri (Neto) 63
Catatan B.2.4.2.1 Penarikan Pinjaman Luar Negeri 63
Catatan B.2.4.2.1.1 Penarikan Pinjaman Program 63
Catatan B.2.4.2.1.2 Penarikan Pinjaman Proyek 64
Catatan B.2.4.2.2 Penerusan Pinjaman 64
Catatan B.2.4.2.3 Pembayaran Cicilan Pokok Utang Luar Negeri 65

SiLPA (SiKPA)
Catatan B.2.5 Sisa Lebih (Kurang) Pembiayaan Anggaran – SiLPA (SiKPA) 65

CATATAN PENTING LAINNYA
Catatan B.3 Catatan Penting Lainnya 66


NERACA

ASET
Aset Lancar
Catatan C.2.1 Rekening Kas BUN di BI 71
Catatan C.2.2 Rekening Kas di KPPN 71
Catatan C.2.3 Rekening Pemerintah Lainnya 72
Catatan C.2.4 Kas di Bendahara Pengeluaran 72
Catatan C.2.5 Kas di Bendahara Penerimaan 73
Catatan C.2.6 Kas Lainnya dan Setara Kas 73
Catatan C.2.7 Kas Pada BLU 74
Catatan C.2.8 Uang Muka dari Rekening BUN 74
Catatan C.2.9 Piutang Pajak 74
Catatan C.2.10 Piutang Bukan Pajak 77
Catatan C.2.11 Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran 80
Catatan C.2.12 Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Ganti Rugi 80
Catatan C.2.13 Uang Muka Belanja 80
Catatan C.2.14 Piutang dari Kegiatan BLU 81
Catatan C.2.15 Piutang Lain-lain 82
Catatan C.2.16 Bagian Lancar Penerusan Pinjaman 86
Catatan C.2.17 Penyisihan Piutang Tidak Tertagih – Piutang 86
Catatan C.2.18 Investasi Jangka Pendek BLU 87
Catatan C.2.19 Investasi Jangka Pendek Lainnya 87
Catatan C.2.20 Persediaan 87
Catatan C.2.21 Dana Bergulir 88
Catatan C.2.22 Investasi Non Permanen Lainnya 89
Catatan C.2.23 Investasi Permanen PMN 90
Catatan C.2.24 Investasi Permanen BLU 94
Catatan C.2.25 Investasi Permanen Lainnya 94
Catatan C.2.26 Aset Tetap 94
Catatan C.2.27 Aset Lainnya 95
Catatan C.2.28 Penyisihan Piutang Tidak Tertagih – Aset Lainnya 107

KEWAJIBAN

Kewajiban Jangka Pendek
Catatan C.2.29 Utang Perhitungan Fihak Ketiga 108
Catatan C.2.30 Utang Kepada Pihak Ketiga 108
Catatan C.2.31 Utang Kelebihan Pembayaran Pendapatan 109
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Indeks Catatan atas Laporan Keuangan -xiv-
Catatan C.2.32 Bagian Lancar Utang Jangka Panjang 110
Catatan C.2.33 Utang Biaya Pinjaman 111
Catatan C.2.34 Utang Subsidi 112
Catatan C.2.35 Utang SBN Jangka Pendek 113
Catatan C.2.36 Pendapatan Diterima di Muka 113
Catatan C.2.37 Utang Jangka Pendek Lainnya 113
Catatan C.2.38 Utang Jangka Panjang Dalam Negeri Surat Berharga Negara 114
Catatan C.2.39 Utang Kepada Dana Pensiun dan THT 116
Catatan C.2.40 Utang Jangka Panjang Dalam Negeri Perbankan 116
Catatan C.2.41 Utang Jangka Panjang Dalam Negeri Lainnya 116
Catatan C.2.42 Utang Jangka Panjang Luar Negeri Perbankan 118
Catatan C.2.43 Utang Jangka Panjang Luar Negeri Lainnya 118
Rekapitulasi Utang Luar Negeri, SBN, dan Promissory Notes 119

Ekuitas Dana Lancar
Catatan C.2.44 Saldo Anggaran Lebih (SAL) Setelah Penyesuaian 120
Catatan C.2.45 SiLPA (SiKPA) Setelah Penyesuaian 121
Catatan C.2.46 Dana Lancar Lainnya 121
Catatan C.2.47 Cadangan Piutang 122
Catatan C.2.48 Cadangan Persediaan 122
Catatan C.2.49 Pendapatan yang Ditangguhkan 122
Catatan C.2.50 Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek 123
Catatan C.2.51 Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan 123
Catatan C.2.52 Barang/Jasa yang Harus Diterima 123
Catatan C.2.53 Selisih Kurs Bagian Lancar 124
Ekuitas Dana Investasi
Catatan C.2.54 Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang 124
Catatan C.2.55 Diinvestasikan dalam Aset Tetap 124
Catatan C.2.56 Diinvestasikan dalam Aset Lainnya 124
Catatan C.2.57 Dana Yang Harus Disediakan Untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang 125
Catatan C.2.58 Selisih Kurs Bagian Jangka Panjang 125

CATATAN PENTING LAINNYA
Catatan C.3 Catatan Penting Lainnya 126




LAPORAN ARUS KAS

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Catatan D.2.1 Penerimaan Perpajakan 146
Catatan D.2.2 PNBP 149
Catatan D.2.3 Penerimaan Hibah 151
Catatan D.2.4 Belanja Pegawai 151
Catatan D.2.5 Belanja Barang 156
Catatan D.2.6 Belanja Pembayaran Bunga Utang 156
Catatan D.2.7 Subsidi 153
Catatan D.2.8 Belanja Hibah 153
Catatan D.2.9 Bantuan Sosial 153
Catatan D.2.10 Belanja Lain-Lain 154
Catatan D.2.11 Dana Bagi Hasil Pajak 154
Catatan D.2.12 Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam 154
Catatan D.2.13 Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau 155
Catatan D.2.14 Dana Alokasi Umum 155
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Indeks Catatan atas Laporan Keuangan -xv-
Catatan D.2.15 Dana Alokasi Khusus 155
Catatan D.2.16 Dana Otonomi Khusus 155
Catatan D.2.17 Dana Penyesuaian 156

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI ASET NON KEUANGAN
Catatan D.2.18 Penjualan Aset 156
Catatan D.2.19 Belanja Modal 156



ARUS KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN
Catatan D.2.20 Penerimaan Pembiayaan Dalam Negeri 157
Catatan D.2.21 Penerimaan Pembiayaan Luar Negeri 158
Catatan D.2.22 Penerimaan Pengembalian Penerusan Pinjaman 159
Catatan D.2.23 Pengeluaran Pembiayaan Dalam Negeri 159
Catatan D.2.24 Pengeluaran Pembiayaan Luar Negeri 160
Catatan D.2.25 Penyertaan Modal Negara/Investasi Pemerintah 160
Catatan D.2.26 Penerusan Pinjaman 160

ARUS KAS DARI AKTIVITAS NON ANGGARAN
Catatan D.2.27 Perhitungan Fihak Ketiga (Neto) 161
Catatan D.2.28 PFK Prefinancing dan PFK Lainnya (Neto) 162
Catatan D.2.29 Kiriman Uang (Neto) 162
Catatan D.2.30 Transito (Neto) 163



REPUBLIK INDONESIA














P
PPE
EER
RRN
NNY
YYA
AAT
TTA
AAA
AAN
NN T
TTA
AAN
NNG
GGG
GGU
UUN
NNG
GG J
JJA
AAW
WWA
AAB
BB











PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB


Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Semester I Tahun 2012
(Unaudited) yang terdiri dari Laporan Realisasi APBN, Neraca,
Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan sebagaimana
terlampir, adalah merupakan tanggung jawab kami.
LKPP Semester I Tahun 2012 (Unaudited) ini telah disusun berdasarkan
sistem pengendalian intern yang memadai, dan isinya telah menyajikan
informasi pelaksanaan APBN dan posisi keuangan Pemerintah Pusat
secara layak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).
LKPP Semester I Tahun 2012 (Unaudited) merupakan konsolidasian
dari Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga (LKKL) dan
Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara (LKBUN).



MENTERI KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

REPUBLIK INDONESIA














R
RRI
IIN
NNG
GGK
KKA
AAS
SSA
AAN
NN



Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Ringkasan -2-
R
RRI
IIN
NNG
GGK
KKA
AAS
SSA
AAN
NN

Berdasarkan Pasal 23 Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 tentang
Keuangan Negara, dan UU Nomor 22 Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun
Anggaran 2012 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2012, Pemerintah menyusun
laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran
(TA) 2012 dalam bentuk laporan keuangan. Laporan keuangan tersebut terdiri dari Laporan Realisasi APBN,
Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan serta dilampiri Ikhtisar Laporan Keuangan
Perusahaan Negara, Ikhtisar Laporan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) dan Badan Lainnya. Selain laporan
keuangan tahunan yang disampaikan kepada DPR dalam bentuk Rancangan Undang-Undang tentang
Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN, dalam rangka meningkatkan transparansi dan akuntabilitas
pengelolaan keuangan negara dan sesuai amanat PP Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan
Kinerja Instansi Pemerintah, Pemerintah telah menyusun dan menyajikan laporan keuangan interim, yaitu LKPP
Semester I Tahun 2012.
LKPP Semester I Tahun 2012 ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun
2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) Lampiran II (PSAP Berbasis Kas Menuju Akrual).
LKPP Semester I Tahun 2012 ini disusun berdasarkan konsolidasian Laporan Keuangan Kementerian Negara/
Lembaga (LKKL) dan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara (LKBUN).

1. LAPORAN REALISASI APBN
Laporan Realisasi APBN menggambarkan perbandingan antara APBN TA 2012 dengan realisasinya, yang
mencakup unsur-unsur pendapatan, belanja, dan pembiayaan selama periode 1 Januari 2012 - 30 Juni 2012.
Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah pada Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp593,73 triliun atau 45,28
persen dari APBN. Sementara itu, realisasi Belanja Negara pada Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp628,61
triliun atau 43,79 persen dari APBN. Jumlah realisasi Belanja Negara tersebut terdiri dari realisasi Belanja
Pemerintah Pusat sebesar Rp392,78 triliun atau 40,70 persen dari APBN, dan realisasi Transfer ke Daerah
sebesar Rp235,53 triliun atau 50,07 persen dari APBN. Selain itu, pada Semester I TA 2012 terdapat Suspen
Belanja sebesar Rp0,30 triliun.
Realisasi Defisit Anggaran Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp34,88 triliun. Realisasi Pembiayaan Neto
Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp100,48 triliun atau 81,02 persen dari APBN, sehingga terjadi Sisa Lebih
Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp65,60 triliun.
Ringkasan Laporan Realisasi APBN Semester I TA 2012 dan 2011 dapat disajikan sebagai berikut (Rp triliun):
Uraian
Semester I TA 2012 (Unaudited)
Semester I
TA 2011
(Unaudited)
Anggaran
(UU No. 22/2011)
Realisasi
% Realisasi
thd Anggaran
Realisasi
Pendapatan Negara dan Hibah 1.311,39 593,73 45,28 499,90
Belanja Negara 1.435,41 628,61 43,79 437,20
Belanja Pemerintah Pusat 965,00 392,78 40,70 254,28
Transfer ke Daerah 470,41 235,53 50,07 182,54
Suspen Belanja Negara - 0,30 - 0,38
Surplus (Defisit) Anggaran (124,02) (34,88) 28,13 62,70
Pembiayaan Neto 124,02 100,48 81,02 64,65
SiLPA (SiKPA) 0 65,60 - 127,35
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Ringkasan -3-

2. NERACA
Neraca adalah laporan yang menggambarkan posisi keuangan Pemerintah Pusat mengenai aset, kewajiban, dan
ekuitas dana pada tanggal 30 Juni 2012.
Jumlah Aset per 30 Juni 2012 adalah sebesar Rp3.259,36 triliun yang terdiri dari Aset Lancar sebesar Rp463,90
triliun; Investasi Jangka Panjang sebesar Rp800,44 triliun; Aset Tetap sebesar Rp1.606,62 triliun; dan Aset
Lainnya sebesar Rp388,40 triliun.
Jumlah Kewajiban per 30 Juni 2012 adalah sebesar Rp2.077,40 triliun yang terdiri dari Kewajiban Jangka Pendek
sebesar Rp195,20 triliun dan Kewajiban Jangka Panjang sebesar Rp1.882,20 triliun.
Sementara itu, jumlah Ekuitas Dana Neto per 30 Juni 2012 adalah sebesar Rp1.181,96 triliun yang terdiri dari
Ekuitas Dana Lancar sebesar Rp272,19 triliun dan Ekuitas Dana Investasi sebesar Rp909,77 triliun.
Ringkasan Neraca per 30 Juni 2012, 31 Desember 2011, dan 30 Juni 2011 dapat disajikan sebagai berikut (Rp
triliun):
Uraian
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
30 Juni 2011
(Unaudited)
Aset 3.259,36 3.023,44 2.663,40
Aset Lancar 463,90 266,81 482,05
Investasi Jangka Panjang 800,44 750,03 673,20
Aset Tetap 1.606,62 1.567,97 1.217,50
Aset Lainnya 388,40 438,63 290,65
Kewajiban 2.077,40 1.947,37 1.850,06
Kewajiban Jangka Pendek 195,20 246,44 180,39
Kewajiban Jangka Panjang 1.882,20 1.700,93 1.669,67
Ekuitas Dana Neto 1.181,96 1.076,07 813,34
Ekuitas Dana Lancar 272,19 40,81 305,48
Ekuitas Dana Investasi 909,77 1.035,26 507,86


3. LAPORAN ARUS KAS
Laporan Arus Kas adalah laporan yang menyajikan informasi mengenai sumber, penggunaan, perubahan kas dan
setara kas selama Semester I TA 2012 serta saldo kas dan setara kas pada tanggal 30 Juni 2012.
Saldo Kas Bendahara Umum Negara (BUN) & Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), Kas Badan
Layanan Umum (BLU), dan Kas Hibah Langsung per 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp107,84 triliun,
sedangkan pada awal tahun 2012 terjadi penyesuaian tambah sebesar Rp0,12 triliun, sehingga saldo awal Kas
BUN, KPPN, Kas BLU, dan Hibah Langsung tahun 2012 menjadi Rp107,96 triliun.
Selama Semester I TA 2012 terjadi penurunan kas dari aktivitas operasi sebesar Rp4,30 triliun, penurunan kas
dari aktivitas investasi aset non keuangan sebesar Rp30,59 triliun, kenaikan kas dari aktivitas pembiayaan
sebesar Rp100,48 triliun, penurunan kas dari aktivitas non anggaran sebesar Rp4,13 triliun, dan penyesuaian
pembukuan sebesar minus Rp0,21 triliun, dan Selisih Kurs sebesar Rp1,25 triliun. Dengan demikian, saldo Kas
BUN, KPPN, Kas BLU, dan Kas Hibah Langsung per 30 Juni 2012 adalah Rp170,46 triliun.
Selain kas di atas, per 30 Juni 2012 terdapat Rekening Pemerintah Lainnya sebesar Rp40,81 triliun, Kas di
Bendahara Pengeluaran sebesar Rp4,24 triliun, Kas di Bendahara Penerimaan sebesar Rp0,41 triliun, Kas Lainnya
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Ringkasan -4-
dan Setara Kas sebesar Rp12,26 triliun, dan Kas pada BLU yang Belum Disahkan sebesar Rp0,16 triliun, sehingga
saldo akhir Kas dan Bank Pemerintah Pusat sebesar Rp227,66 triliun.
Ringkasan Laporan Arus Kas Semester I TA 2012, TA 2011, dan Semester I TA 2011 dapat disajikan sebagai
berikut (Rp triliun):
Uraian
Semester I TA
2012
(Unaudited)
TA 2011
(Audited)
Semester I TA
2011
(Unaudited)
Saldo Awal Kas BUN, KPPN, BLU, dan Hibah Langsung 107,84 98,98 96,16
Koreksi Saldo Awal 0,12 0,03 2,82
Saldo Awal Kas BUN, KPPN, BLU, dan Hibah Langsung
setelah Koreksi 107,96 99,01 98,98
Kenaikan (Penurunan) Kas:
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi (4,30) 32,78 82,92
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi Aset Non Keuangan (30,59) (117,62) (20,22)
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan 100,48 131,39 64,65
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Non Anggaran (4,13) 1,31 (3,04)
Pengunaan SAL 0 (40,32) 0
Penyesuaian Pembukuan (0,21) (0,11) (0,005)
Selisih Kurs Kas 1,25 1,40 (1,43)
Kenaikan (Penurunan) Kas 62,50 8,83 122,87
Saldo Akhir Kas Kas BUN, KPPN, BLU, dan Hibah
Langsung 170,46 107,84 221,85


4. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) menguraikan kebijakan makro, kebijakan fiskal, metodologi penyusunan
LKPP, dan kebijakan akuntansi yang diterapkan. Selain itu, dalam CaLK dikemukakan penjelasan pos-pos laporan
keuangan dalam rangka pengungkapan yang memadai.
Sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), dalam penyajian Laporan Realisasi APBN, pendapatan,
belanja, dan pembiayaan diakui berdasarkan basis kas, yaitu pada saat kas diterima atau dikeluarkan oleh dan dari
Kas Umum Negara (KUN). Dalam penyajian Neraca, aset, kewajiban, dan ekuitas dana diakui berdasarkan basis
akrual, yaitu pada saat diperolehnya hak atas aset dan timbulnya kewajiban tanpa memperhatikan saat kas atau
setara kas diterima atau dikeluarkan oleh dan dari KUN.
Dalam CaLK ini diungkapkan pula kejadian penting setelah tanggal pelaporan keuangan serta beberapa informasi
tambahan yang diperlukan.




REPUBLIK INDONESIA














L
LLA
AAP
PPO
OOR
RRA
AAN
NN R
RRE
EEA
AAL
LLI
IIS
SSA
AAS
SSI
II A
AAP
PPB
BBN
NN
(
((U
UUN
NNA
AAU
UUD
DDI
IIT
TTE
EED
DD)
))



Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan ini -6-
L
LLA
AAP
PPO
OOR
RRA
AAN
NN R
RRE
EEA
AAL
LLI
IIS
SSA
AAS
SSI
II A
AAP
PPB
BBN
NN S
SSE
EEM
MME
EES
SST
TTE
EER
RR I
II T
TTA
AA 2
220
001
112
22 (
(( U
UUN
NNA
AAU
UUD
DDI
IIT
TTE
EED
DD)
))

P PE EM ME ER RI IN NT TA AH H R RE EP PU UB BL LI IK K I IN ND DO ON NE ES SI IA A
L LA AP PO OR RA AN N R RE EA AL LI IS SA AS SI I A AP PB BN N
U UN NT TU UK K P PE ER RI IO OD DE E Y YA AN NG G B BE ER RA AK KH HI IR R S SA AM MP PA AI I D DE EN NG GA AN N 3 30 0 J JU UN NI I 2 20 01 12 2 D DA AN N 2 20 01 11 1
(Dalam Rupiah)
Uraian Catatan
Semester I TA 2012 (Unaudited) Semester I TA 2011
Anggaran Realisasi
% Realisasi
terhadap
Anggaran
Realisasi
A. Pendapatan Negara dan Hibah B.2.1
I. Penerimaan Perpajakan B.2.1.1 1.032.570.205.000.000 457.009.093.377.387 44,26 388.149.662.977.313
1. Pajak Dalam Negeri B.2.1.1.1 989.636.575.000.000 432.183.528.440.972 43,67 359.723.323.922.978
2. Pajak Perdagangan Internasional B.2.1.1.2 42.933.630.000.000 24.825.564.936.415 57,82 28.426.339.054.335
II. Penerimaan Negara Bukan Pajak B.2.1.2 277.991.382.880.000 135.746.478.422.541 48,83 110.621.130.261.106
1. Penerimaan Sumber Daya Alam B.2.1.2.1 177.263.351.721.000 79.870.224.544.135 45,06 71.132.040.962.363
2. Bagian Pemerintah atas Laba BUMN B.2.1.2.2 28.001.288.000.000 14.537.992.614.053 51,92 5.195.112.754.367
3. Penerimaan Negara Bukan Pajak Lainnya B.2.1.2.3 53.492.296.670.000 34.966.213.641.457 65,37 30.660.068.297.662
4. Pendapatan BLU B.2.1.2.4 19.234.446.489.000 6.372.047.622.896 33,13 3.633.908.246.714
III. Penerimaan Hibah B.2.1.3 825.091.586.000 997.303.618.698 120,87 1.129.618.375.520
Jumlah Pendapatan Negara dan Hibah (A.I + A.II + A.III) 1.311.386.679.466.000 593.752.875.418.626 45,28 499.900.411.613.939
B. Belanja Negara B.2.2
I. Belanja Pemerintah Pusat B.2.2.1 964.997.261.407.000 392.780.643.309.504 40,70 254.278.760.365.358
1. Belanja Pegawai B.2.2.1.1 215.862.379.201.000 104.097.362.397.721 48,22 80.394.889.998.198
2. Belanja Barang B.2.2.1.2 188.001.738.039.000 41.742.356.632.875 22,20 32.271.845.691.767
3. Belanja Modal B.2.2.1.3 151.975.039.952.000 30.623.453.614.779 20,15 20.289.867.847.343
4. Pembayaran Bunga Utang B.2.2.1.4 122.217.610.000.000 48.703.733.701.716 39,85 46.688.274.382.063
5. Subsidi B.2.2.1.5 208.850.211.014.000 134.690.914.671.031 64,49 61.967.488.012.820
6. Belanja Hibah B.2.2.1.6 1.796.732.523.000 7.325.309.315 0,41 36.212.867.225
7. Belanja Bantuan Sosial B.2.2.1.7 47.763.826.039.000 30.035.003.742.832 62,88 11.871.093.319.008
8. Belanja Lain-lain B.2.2.1.8 28.529.724.639.000 2.880.493.239.235 10,10 759.088.246.934
II. Transfer ke Daerah B.2.2.2 470.409.458.592.000 235.530.533.796.345 50,07 182.537.544.000.189
1. Dana Perimbangan B.2.2.2.1 399.985.581.064.000 203.954.223.207.845 50,99 164.521.191.240.189
a. Dana Bagi Hasil B.2.2.2.1.1 100.055.194.861.000 36.817.268.698.845 36,80 25.865.765.591.689
b. Dana Alokasi Umum B.2.2.2.1.2 273.814.438.203.000 159.725.089.153.000 58,33 131.502.114.553.500
c. Dana Alokasi Khusus B.2.2.2.1.3 26.115.948.000.000 7.411.865.356.000 28,38 7.153.311.095.000
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan ini -7-
Uraian Catatan
Semester I TA 2012 (Unaudited) Semester I TA 2011
Anggaran Realisasi
% Realisasi
terhadap
Anggaran
Realisasi
2. Dana Otonomi Khusus dan Penyesuaian B.2.2.2.2 70.423.877.528.000 31.576.310.588.500 44,84 18.016.352.760.000
a. Dana Otonomi Khusus B.2.2.2.2.1 11.952.577.528.000 3.585.773.259.000 30,00 3.126.393.898.000
b. Dana Penyesuaian B.2.2.2.2.2 58.471.300.000.000 27.990.537.329.500 47,87 14.889.958.862.000
III. Suspen Belanja Negara B.2.2.3 - 304.765.056.933 383.644.651.118
Jumlah Belanja Negara (B.I + B.II + B.III) 1.435.406.719.999.000 628.615.942.162.782 43,85 437.199.949.016.665
C. Surplus (Defisit) Anggaran (A - B) B.2.3 (124.020.040.533.000) (34.863.066.744.156) 28,81 62.700.462.597.274
D. Pembiayaan B.2.4


I. Pembiayaan Dalam Negeri (Neto) B.2.4.1 125.912.297.438.000 119.998.255.449.673 95,99 78.552.335.720.873
1. Rekening Pemerintah B.2.4.1.1 5.056.830.843.000 - - -
2. Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan Pinjaman B.2.4.1.2 3.890.200.000.000 3.152.196.467.124 81,03 -
3. Privatisasi dan Penjualan Aset Program Restrukturisasi B.2.4.1.3 280.000.000.000 534.174.856.510 165,55 843.834.597.740
4. Surat Berharga Negara (Neto) B.2.4.1.4 134.596.737.000.000 116.644.881.560.448 87,36 77.708.501.123.133
Penerimaan Surat Berharga Negara - 176.586.659.935.790 - -
Pengeluaran Surat Berharga Negara - (59.941.778.375.342) - -
5. Pinjaman Dalam Negeri (Neto) B.2.4.1.5 860.000.000.000 167.002.565.591 19,42 -
6. Penyertaan Modal Negara/Dana Investasi Pemerintah B.2.4.1.6 (17.138.130.405.000) (500.000.000.000) 2,92 -
7. Kewajiban Penjaminan B.2.4.1.7 (633.340.000.000) - - -
8. Dana Pengembangan Pendidikan Nasional B.2.4.1.8 (1.000.000.000.000) - - -
II. Pembiayaan Luar Negeri (Neto) B.2.4.2 (1.892.256.905.000) (19.233.868.377.974) 1.016,45 (13.903.199.444.905)
1. Penarikan Pinjaman Luar Negeri (Bruto) B.2.4.2.1 54.282.379.592.000 6.730.169.939.067 12,40 7.345.114.523.418
a. Penarikan Pinjaman Program B.2.4.2.1.1 15.257.057.814.000 2.241.754.935.510 14,69 1.804.841.933.273
b. Penarikan Pinjaman Proyek B.2.4.2.1.2 39.025.321.778.000 4.488.415.003.557 11,50 5.540.272.590.145
2. Penerusan Pinjaman (Neto) B.2.4.2.2 (8.914.580.845.000) (772.715.107.317) 8,67 1.670.153.866.896
3. Pembayaran Cicilan Pokok Utang Luar Negeri B.2.4.2.3 (47.260.055.652.000) (25.191.323.209.724) 53,30 (22.918.467.835.219)
Jumlah Pembiayaan (D.I + D.II) 124.020.040.533.000 100.764.387.071.699 81,95 64.649.136.275.968
E. Sisa Lebih (Kurang) Pembiayaan Anggaran-SiLPA (SiKPA) (D+C) B.2.5 - 65.901.320.327.543 - 127.349.598.873.242

REPUBLIK INDONESIA















N
NNE
EER
RRA
AAC
CCA
AA
(
((U
UUN
NNA
AAU
UUD
DDI
IIT
TTE
EED
DD)
))




Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan ini-9-
I
III
II.
.. N
NNE
EER
RRA
AAC
CCA
AA (
((U
UUN
NNA
AAU
UUD
DDI
IIT
TTE
EED
DD)
))

P PE EM ME ER RI IN NT TA AH H R RE EP PU UB BL LI IK K I IN ND DO ON NE ES SI IA A
N NE ER RA AC CA A
P PE ER R 3 30 0 J JU UN NI I 2 20 01 12 2 D DA AN N 3 31 1 D DE ES SE EM MB BE ER R 2 20 01 11 1
(Dalam Rupiah)
Uraian Catatan 30 Juni 2012 (Unaudited) 31 Des 2011 (Audited)
ASET
Aset Lancar
Kas dan Bank
Rekening Kas BUN di BI C.2.1 147.644.719.217.455 82.453.918.298.407
Rekening Kas di KPPN C.2.2 6.684.835.490.699 11.870.556.947.661
Rekening Pemerintah Lainnya C.2.3 40.811.445.722.318 6.615.552.720.213
Kas di Bendahara Pengeluaran C.2.4 4.237.709.202.349 292.795.937.959
Kas di Bendahara Penerimaan C.2.5 405.580.465.657 252.900.321.124
Kas Lainnya dan Setara Kas C.2.6 12.258.100.098.857 6.756.875.778.441
Kas pada BLU C.2.7 15.619.700.997.531 13.019.388.257.063
Jumlah Kas dan Bank 227.662.091.194.866 121.261.988.260.868
Uang Muka dari Rekening BUN C.2.8 623.935.967.840 1.408.995.648.910
Piutang
Piutang Pajak C.2.9 105.626.340.589.335 108.063.462.383.641
Piutang Bukan Pajak C.2.10 95.316.865.590.878 19.885.890.412.635
Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran C.2.11 0 -
Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Ganti Rugi C.2.12 58.454.269.967 60.470.939.992
Bagian Lancar Investasi Jangka Panjang C.2.13 0 -
Uang Muka Belanja C.2.14 1.315.728.823.058 1.279.165.315.147
Piutang dari Kegiatan BLU C.2.15 1.221.143.965.851 1.216.391.989.142
Piutang Lain-lain C.2.16 12.221.559.606.373 24.977.956.337.945
Bagian Lancar Penerusan Pinjaman C.2.17 4.265.827.339.112 4.462.395.347.776
Penyisihan Piutang Tidak Tertagih - Piutang C.2.18 (46.512.327.984.856) (75.330.131.480.506)
Jumlah Piutang (Bersih) 173.513.592.199.718 84.615.601.245.772
Investasi Jangka Pendek
Investasi Jangka Pendek BLU C.2.19 127.626.217.672 170.553.016.059
Investasi Jangka Pendek Lainnya C.2.20 135.839.486.878 135.839.486.878
Jumlah Investasi Jangka Pendek 263.465.704.550 306.392.502.937
Persediaan C.2.21 61.835.487.327.142 59.214.846.453.160
Jumlah Aset Lancar 463.898.572.394.116 266.807.824.111.647
Investasi Jangka Panjang
Investasi Non Permanen
Dana Bergulir C.2.22 8.573.215.188.688 8.195.256.111.510
Investasi Non Permanen Lainnya C.2.23 7.862.383.212.488 4.749.737.167.996
Jumlah Investasi Non Permanen 16.435.598.401.176 12.944.993.279.506
Investasi Permanen
Investasi Permanen PMN C.2.24 783.905.699.182.527 736.991.554.233.014
Investasi Permanen BLU C.2.25 6.637.194.500 6.637.194.500
Investasi Permanen Lainnya C.2.26 97.330.653.310 87.609.772.784
Jumlah Investasi Permanen 784.009.667.030.337 737.085.801.200.298
Jumlah Investasi Jangka Panjang 800.445.265.431.513 750.030.794.479.804
Aset Tetap C.2.27
Tanah 823.544.026.011.456 806.436.356.598.744
Peralatan dan Mesin 192.981.617.200.191 184.852.199.595.042
Gedung dan Bangunan 152.260.350.687.389 152.223.086.918.162
Jalan, Irigasi, dan Jaringan 343.677.877.973.275 347.164.628.245.235
Aset Tetap Lainnya 12.009.440.753.274 11.517.129.897.802
Konstruksi Dalam Pengerjaan 82.143.188.516.978 65.780.773.332.765
Jumlah Aset Tetap 1.606.616.501.142.563 1.567.974.174.587.750
Aset Lainnya C.2.28
Piutang Jangka Panjang
Tagihan Penjualan Angsuran 1.375.031.741 1.375.031.741
Tagihan Tuntutan Ganti Rugi 254.183.938.469 249.626.424.418
Piutang Jangka Panjang Lainnya 3.711.778.802.056 3.737.310.550.736
Jumlah Piutang Jangka Panjang 3.967.337.772.266 3.988.312.006.895
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan ini-10-
Uraian Catatan 30 Juni 2012 (Unaudited) 31 Des 2011 (Audited)
Kemitraan Dengan Pihak Ketiga 212.907.765.825 212.907.765.825
Penerusan Pinjaman 46.214.552.117.532 46.540.275.969.109
Aset Tak Berwujud 12.540.933.038.898 12.406.618.813.595
Dana yang Dibatasi Penggunaannya 18.532.860.658.186 37.253.051.374.408
Dana Kelolaan BLU yang Belum Digulirkan 16.318.045.792.766 19.320.332.310.233
Dana Penjaminan 77.086.846.598 75.371.634.076
Aset KKKS 150.892.782.272.353 150.508.980.296.216
Aset Eks BPPN 68.064.409.247.824 67.543.984.466.405
Aset Lainnya dari Unit Pemerintah Lainnya 821.954.559.298 14.762.445.010.365
Aset Lain-lain 91.031.920.814.822 105.992.977.283.250
Penyisihan Piutang Tidak Tertagih - Aset Lainnya C.2.29 (20.275.534.488.146) (19.970.874.008.883)
Jumlah Aset Lainnya 388.399.256.398.222 438.634.382.921.494
JUMLAH ASET 3.259.359.595.366.414 3.023.447.176.100.695


KEWAJIBAN
Kewajiban Jangka Pendek
Utang Perhitungan Fihak Ketiga C.2.30 1.827.764.526.266 1.755.574.696.265
Utang Kepada Pihak Ketiga C.2.31 21.958.416.234.757 31.780.634.369.020
Utang Kelebihan Pembayaran Pendapatan C.2.32 5.423.360.174.458 704.437.258.982
Bagian Lancar Utang Jangka Panjang C.2.33 60.158.835.260.929 106.777.089.696.825
Utang Biaya Pinjaman C.2.34 22.466.264.082.511 21.924.038.335.465
Utang Subsidi C.2.35 12.508.487.547.566 29.767.908.989.742
Utang SBN Jangka Pendek C.2.36 41.126.751.920.000 39.408.181.897.000
Pendapatan Diterima di Muka C.2.37 4.910.901.258.813 8.639.914.082.680
Utang Jangka PendekLainnya C.2.38 24.820.370.658.247 5.687.100.837.136
Jumlah Kewajiban Jangka Pendek 195.201.151.663.547 246.444.880.163.115
Kewajiban Jangka Panjang
Utang Jangka Panjang Dalam Negeri
Utang Jangka Panjang SBN Dalam Negeri C.2.39 1.214.975.714.067.807 1.085.324.545.750.551
Utang Kepada Dana Pensiun dan THT C.2.40 11.822.231.724.875 11.822.231.724.875
Utang Jangka Panjang Dalam Negeri Perbankan C.2.41 1.226.793.895.791 877.330.765.232
Utang Jangka Panjang Dalam Negeri Lainnya C.2.42 5.033.073.827.744 5.033.082.825.744
Jumlah Utang Jangka Panjang Dalam Negeri 1.233.057.813.516.217 1.103.057.191.066.402
Utang Jangka Panjang Luar Negeri
Utang Jangka Panjang Luar Negeri Perbankan C.2.43 623.250.837.697.592 571.982.048.619.444
Utang Jangka Panjang Luar Negeri Lainnya C.2.44 25.889.660.831.187 25.889.179.304.040
Jumlah Utang Jangka Panjang Luar Negeri 649.140.498.528.779 597.871.227.923.484
Jumlah Kewajiban Jangka Panjang 1.882.198.312.044.996 1.700.928.418.989.886
JUMLAH KEWAJIBAN 2.077.399.463.708.543 1.947.373.299.153.001
EKUITAS DANA
Ekuitas Dana Lancar
SAL Awal Setelah Penyesuaian C.2.45 105.225.547.136.640 58.656.722.496.062
SiLPA (SiKPA) Setelah Penyesuaian C.2.46 65.383.786.174.316 46.432.649.228.692
Dana Lancar Lainnya C.2.47 468.540.043.850 451.833.601.148
Cadangan Piutang C.2.48 172.551.705.242.474 84.574.619.543.073
Cadangan Persediaan
C.2.49 61.835.487.327.142 59.214.846.453.160
Pendapatan yang Ditangguhkan C.2.50 25.477.003.915.945 3.810.469.839.673
Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang
Jangka Pendek C.2.51

(156.906.605.176.862) (204.483.884.343.763)
Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan C.2.52 (4.910.901.258.813) (6.321.674.677.095)
Barang/Jasa yang Masih Harus Diterima C.2.53 1.313.318.043.634 1.276.453.004.389
Selisih Kurs Bagian Lancar C.2.54 1.755.732.263.854 (2.798.692.210.245)
Jumlah Ekuitas Dana Lancar 272.193.613.712.180 40.813.342.935.093
Ekuitas Dana Investasi
Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang C.2.55 800.445.265.431.513 750.030.794.479.804
Diinvestasikan dalam Aset Tetap C.2.56 1.606.616.501.142.563 1.567.974.174.587.750
Diinvestasikan dalam Aset Lainnya C.2.57 380.633.085.285.315 417.130.365.123.476
Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang
Jangka Panjang
C.2.58

(1.830.910.629.509.099) (1.679.033.615.946.059)
Selisih Kurs Bagian Jangka Panjang
C.2.59 (47.017.704.404.601) (20.841.184.232.370)
Jumlah Ekuitas Dana Investasi 909.766.517.945.691 1.035.260.534.012.601
EKUITAS DANA NETO 1.181.960.131.657.871 1.076.073.876.947.694
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA 3.259.359.595.366.414 3.023.447.176.100.695

REPUBLIK INDONESIA














L
LLA
AAP
PPO
OOR
RRA
AAN
NN A
AAR
RRU
UUS
SS K
KKA
AAS
SS
(
((U
UUN
NNA
AAU
UUD
DDI
IIT
TTE
EED
DD)
))






Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan ini-12-
I
III
III
II.
.. L
LLA
AAP
PPO
OOR
RRA
AAN
NN A
AAR
RRU
UUS
SS K
KKA
AAS
SS

P PE EM ME ER RI IN NT TA AH H R RE EP PU UB BL LI IK K I IN ND DO ON NE ES SI IA A
L LA AP PO OR RA AN N A AR RU US S K KA AS S
U UN NT TU UK K P PE ER RI IO OD DE E Y YA AN NG G B BE ER RA AK KH HI IR R S SA AM MP PA AI I D DE EN NG GA AN N 3 30 0 J JU UN NI I 2 20 01 12 2 D DA AN N 2 20 01 11 1

(Dalam Rupiah)
Uraian Catatan Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
A. ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI



I. Arus Kas Masuk

1. Penerimaan Perpajakan D.2.1
a. Pajak Penghasilan 233.567.515.556.674 208.028.255.107.321
b. Pajak Pertambahan Nilai dan Penjualan Barang Mewah 149.665.325.930.072 112.773.298.284.351
c. PajakBumi dan Bangunan 2.296.891.132.864 2.227.954.322.600
d. Bea PerolehanHak atas Tanah dan Bangunan - (704.724.406)
e. Cukai 44.547.049.460.489 34.820.843.145.853
f. Pajak Lainnya 2.106.746.360.873 1.873.677.787.259
g. Pajak Perdagangan Internasional 24.825.564.936.415 28.426.339.054.335
Total Penerimaan Perpajakan 457.009.093.377.387 388.149.662.977.313
2. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) D.2.2
a. Penerimaan Sumber Daya Alam 79.870.224.544.135 71.132.040.962.363
b. PenerimaanBagianPemerintah atas Laba BUMN 14.537.992.614.053 5.195.112.754.367
c. PNBP Lainnya 34.913.373.835.291 30.579.693.377.106
d. Penerimaan BLU 6.372.047.622.896 3.633.908.246.714
Total PNBP 135.693.638.616.375 110.540.755.340.550
3. Penerimaan Hibah D.2.3 971.942.120.282 1.129.618.375.520
Jumlah Arus Kas Masuk (A.I) 593.674.674.114.044 499.820.036.693.383

II. Arus Kas Keluar

1. Belanja Pegawai D.2.4 104.116.907.901.407 80.507.281.391.413
2. Belanja Barang D.2.5 41.851.084.208.091 32.303.201.279.807
3. Bunga Utang D.2.6 48.708.231.801.914 46.685.022.447.037
4. Subsidi D.2.7 134.690.914.671.031 61.967.488.012.820
5. Belanja Hibah D.2.8 7.325.309.315 36.212.867.225
6. Bantuan Sosial D.2.9 30.194.853.205.452 12.091.376.488.234
7. Belanja Lain-Lain D.2.10 2.880.235.091.151 774.087.321.265
8. Bagi Hasil Pajak D.2.11 18.917.464.466.138 7.401.670.886.091
9. Bagi Hasil Sumber Daya Alam D.2.12 17.171.820.019.094 17.942.732.883.061
10. Bagi Hasil Cukai D.2.13 720.409.999.698 519.068.797.376
11. Dana Alokasi Umum D.2.14 159.724.998.304.868 131.502.114.553.500
12. Dana Alokasi Khusus D.2.15 7.411.865.356.000 7.153.311.095.000
13. Dana OtonomiKhusus D.2.16 3.585.773.259.000 3.126.393.898.000
14. Dana Penyesuaian D.2.17 27.990.537.329.500 14.889.958.862.000
Jumlah Arus Kas Keluar (A.II) 597.972.420.922.659 416.899.920.782.829
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi (A.I - A.II) (4.297.746.808.615) 82.920.115.910.554

B. ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI ASET NON
KEUANGAN

I. Arus Kas Masuk
Penjualan Aset D.2.18 52.839.806.166 80.374.920.556
Jumlah Arus Kas Masuk (B.I) 52.839.806.166 80.374.920.556
II. Arus Kas Keluar
Belanja Modal D.2.19 30.638.968.587.528 20.300.028.233.836
Jumlah Arus Kas Keluar (B.II) 30.638.968.587.528 20.300.028.233.836
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan ini-13-
Uraian Catatan Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi Aset Non
Keuangan (B.I - B.II)


(30.586.128.781.362) (20.219.653.313.280)
C. ARUS KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN
I. Arus Kas Masuk
1. Penerimaan Pembiayaan Dalam Negeri D.2.20 177.314.797.057.891 119.704.886.398.890
2. Penerimaan Pembiayaan Luar Negeri D.2.21 6.420.368.246.337 7.345.114.523.418
3. Penerimaan Pengembalian Penerusan Pinjaman D.2.22 3.152.196.467.124 2.303.499.667.212
Jumlah Arus Kas Masuk (C.I) 186.887.361.771.352 129.353.500.589.520

II. Arus Kas Keluar
1. Pengeluaran Pembiayaan Dalam Negeri D.2.23 59.941.778.375.342 41.152.550.678.017
2. Pengeluaran Pembiayaan Luar Negeri D.2.24 25.191.323.209.724 22.918.467.835.219
3. Penyertaan Modal Negara/Dana Investasi Pemerintah D.2.25 500.000.000.000 -
4. Penerusan Pinjaman D.2.26 772.715.107.317 633.345.800.316
Jumlah Arus Kas Keluar (C.II) 86.405.816.692.383 64.704.364.313.552
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan (C.I –
C.II)
100.481.545.078.969 64.649.136.275.968

D. ARUS KAS DARI AKTIVITAS NON ANGGARAN
1. Perhitungan Fihak Ketiga (Neto) D.2.27 (135.266.887.593) 691.132.218.047
2. PFK Prefinancing dan PFK Lainnya (Neto) D.2.28 - 7.092.500
3. Kiriman Uang (Neto) D.2.29 (16.984.875.976) (283.359.333.461)
4. Transito (Neto) D.2.30 (3.979.984.142.514) (3.447.918.196.708)
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Non Anggaran (4.132.235.906.083) (3.040.138.219.622)
KENAIKAN KAS SEBELUM KOREKSI 61.465.433.582.909 124.309.460.653.620
Penyesuaian Pembukuan (213.883.314.676) (5.364.134.415)
KENAIKAN KAS SETELAH KOREKSI 61.251.550.268.233 124.304.096.519.205
SALDO AWAL KAS BUN, KPPN DAN BLU 107.842.612.387.387 96.160.754.902.189
Penambahan Saldo Awal 118.750.159.774 2.816.354.770.904
SALDO AWAL KAS BUN, KPPN DAN BLU setelah
Koreksi
107.961.362.547.161 98.977.109.673.093
SALDO AKHIR KAS BUN, KPPN, DAN BLU sebelum
penyesuaian
169.212.912.815.395 223.281.206.192.298

PenyesuaianSelisihKurs 1.248.149.299.268 (1.431.186.368.548)
SALDO AKHIR KAS BUN, KPPN, DAN BLU sebelum
penyesuaian
170.461.062.114.662 221.850.019.823.750

Rekening Pemerintah Lainnya C.2.4 40.811.445.722.318 27.294.279.942.786
Kas di BendaharaPengeluaran C.2.5 4.237.709.202.349 3.934.251.026.226
Kas di BendaharaPenerimaan C.2.6 405.580.465.657 809.524.250.592
Kas Lainnya dan Setara Kas C.2.7 11.710.430.111.916 3.908.858.507.984
Kas pada BLU yang Belum Disahkan D.1 163.089.795.255 8.901.619.155
Kas pada BLU yang telah Didepositokan (Investasi
Jangka Pendek)

(127.626.217.672) -
SALDO AKHIR KAS DAN BANK 227.661.691.194.485 257.805.835.170.493




REPUBLIK INDONESIA















C
CCA
AAT
TTA
AAT
TTA
AAN
NN A
AAT
TTA
AAS
SS L
LLA
AAP
PPO
OOR
RRA
AAN
NN K
KKE
EEU
UUA
AAN
NNG
GGA
AAN
NN

















Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -15-
I
IIV
VV.
.. C
CCA
AAT
TTA
AAT
TTA
AAN
NN A
AAT
TTA
AAS
SS L
LLA
AAP
PPO
OOR
RRA
AAN
NN K
KKE
EEU
UUA
AAN
NNG
GGA
AAN
NN (
(( U
UUN
NNA
AAU
UUD
DDI
IIT
TTE
EED
DD)
))


A. PENJELASAN UMUM

A.1. DASAR HUKUM
1. UUD 1945 Pasal 23 ayat (1) menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
(APBN) sebagai wujud dari pengelolaan keuangan negara ditetapkan setiap tahun dengan
undang-undang dan dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar-
besarnya kemakmuran rakyat.
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.
4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung
Jawab Keuangan Negara.
5. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara Tahun Anggaran 2012 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor
4 Tahun 2012.
6. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan
Lampiran II (Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Kas Menuju Akrual).
7. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja
Instansi Pemerintah.
8. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 91/PMK.05/2007 tentang Bagan
Akun Standar.
9. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Republik Indonesia Nomor 171/PMK.05/2007
tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat sebagaimana telah
diubah dengan PMK Nomor 233/PMK.05/20011.





Kondisi perekonomian tahun
2012

A.2. KEBIJAKAN FISKAL/KEUANGAN DAN EKONOMI MAKRO
Sampai dengan semester I 2012 perekonomian dunia masih menunjukkan perlambatan sejalan
dengan penurunan pertumbuhan ekonomi emerging markets Asia dan negara kawasan Eropa.
Demikian juga halnya dengan laju pertumbuhan ekonomi AS. Melemahnya perekonomian global
telah berdampak pada pertumbuhan negara-negara di Asia, seperti China dan India, yang
merupakan mitra dagang utama Indonesia sehingga berdampak pada kinerja sisi eksternal
perekonomian Indonesia. Selama periode semester I 2012 kinerja ekspor tumbuh melambat
sejalan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. Di sisi lain kinerja impor tumbuh
melambat pada triwulan II 2012 meskipun masih tumbuh relatif tinggi sejalan dengan masih
kuatnya permintan domestik. Sementara itu, harga komoditas global, termasuk harga minyak,
terus menurun seiring dengan permintaan dunia yang melemah. Hal itu juga diikuti dengan
tekanan inflasi global yang terus menurun.
Pertumbuhan Ekonomi

Sepanjang semester I tahun 2012, perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 6,3 persen (y-on-y)
dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2011 . Pertumbuhan ini didukung oleh semua
sektor, dengan pertumbuhan tertinggi dihasilkan oleh Sektor Pengangkutan dan Komunikasi
sebesar 10,2 persen disusul sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran 8,6 persen dan Sektor
Konstruksi 7,2 persen. Tingkat pertumbuhan ekonomi tersebut terutama didorong oleh tetap
kuatnya permintaan domestik, baik konsumsi dan investasi yang tumbuh cukup tinggi. Sektor-
sektor yang diprakirakan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi ke depan, antara lain
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -16-
sektor transportasi dan komunikasi; sektor perdagangan, hotel dan restoran; dan sektor industri.

Produk Domestik Bruto

PDB atas dasar harga berlaku pada semester I tahun 2012 mencapai Rp4.027,8 triliun,
meningkat dibandingkan dengan PDB harga berlaku semester I tahun 2011 yang mencapai
Rp3.549,3 triliun. Sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 sepanjang semester I tahun
2012 mencapai Rp1.283,4 triliun meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp1.205,2
triliun.

Sumber-sumber pertumbuhan Dilihat dari sisi penggunaan atau permintaan, PDB dipengaruhi oleh Pengeluaran Konsumsi Rumah
Tangga, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah, investasi fisik (Pembentukan Modal Tetap Bruto dan
Perubahan Inventori) dan Ekspor-Impor. Secara y-on-y pertumbuhan PDB pada semester I tahun
2012 terhadap semester I tahun 2011 didukung oleh pengeluaran konsumsi rumah tangga yang
tumbuh sebesar 5 persen, pengeluaran konsumsi Pemerintah yang tumbuh sebesar 6,5 persen,
pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 11,2 persen, ekspor yang tumbuh
sebesar 4,8 persen, dan impor yang tumbuh sebesar 9,5 persen.

Komponen PDB berdasarkan
penggunaan

Struktur PDB menurut komponen penggunaan semester I tahun 2012 dapat dilihat pada Grafik
1. Kontribusi terbesar terhadap PDB masih berasal dari pengeluaran konsumsi rumah tangga
yaitu sebesar 53,9 persen, mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun
2011 yang mencapai 54,5 persen. Kontribusi pengeluaran konsumsi Pemerintah naik dari semula
7,5 persen pada semester I tahun 2011 menjadi 8,0 persen pada semester I tahun 2012.
Kontribusi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) pada semester I tahun 2012 sebesar 32,4
persen, mengalami kenaikan bila dibandingkan periode yang sama tahun 2011 yang mencapai
31,3 persen. Kontribusi Ekspor dan impor dari semula 26,2 persen dan 24,15 persen pada
semester I tahun 2011 menjadi 24,5 persen dan 25,6 persen pada triwulan I tahun 2012.



Sumber: Badan Pusat Statistik
Grafik 1. Struktur PDB Menurut Komponen Penggunaan Triwulan I Tahun 2012 (dalam
Persen)

Komponen PDB berdasarkan
lapangan usaha

Komponen PDB berdasarkan lapangan usaha pada semester I tahun 2012 antara lain adalah
Sektor Industri Pengolahan berkontribusi sebesar 23,6 persen terhadap PDB, kemudian Sektor
Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan sebesar 15,0 persen disusul oleh Sektor
Perdagangan, Hotel dan Restoran sebesar 13,7 persen, Sektor Pertambangan dan Penggalian
sebesar 12,5 persen, sektor Jasa-jasa sebesar 10, 6 persen, sektor Konstruksi sebesar 10,2
persen, Sektor Keuangan, Real Estat dan Jasa Perusahaan sebesar 7,3 persen, dan Sektor
Pengangkutan dan Komunikasi sebesar 6,6 persen dan Sektor Listrik, Gas dan Air Bersih sebesar
0,8 persen. (lihat Grafik 2).

54,5
53,9
7,5 8,0
31,3
32,4
4,7
7,0
2,1
(1,1)
(20,0)
-
20,0
40,0
60,0
2011 2012
%
Konsumsi Rumah
Tangga
Komsumsi
Pemerintah
Pemb. Modal Tetap
Bruto
Perubahan Invt
+Diskr. Satistik
Net Ekpor-Impor
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -17-


Sumber: Badan Pusat Statistik

Grafik 2. Struktur PDB Menurut Lapangan Usaha Semester I tahun 2012
(dalam persen)

Inflasi

Laju inflasi tahun kalender (Januari-Juni) 2012 tercatat sebesar 1,79 persen, sementara laju
inflasi year on year (Juni 2012 terhadap Juni 2011) sebesar 4,53 persen. Sepanjang semester I
tahun 2012, inflasi tertinggi terjadi pada bulan Januari sebesar 0,76 persen. Dalam rangka
menjaga kestabilan harga domestik, Pemerintah terus melakukan koordinasi dengan Bank
Indonesia. Upaya ini tercermin dari inflasi yang rendah dan stabil yang merupakan prasyarat
utama utama bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Laju inflasi bulanan (m-t-m) selama
semester I tahun 2012 tergambar di Grafik 3.



Sumber: Badan Pusat Statistik
Grafik 3. Tren Laju Inflasi selama Tahun 2011 dan Semester I Tahun 2012


Nilai tukar Rupiah

Pergerakan nilai tukar rupiah selama semester I 2012 mengalami pelemahan karena adanya
tekanan baik dari eksternal maupun internal. Dari sisi eksternal, meningkatnya faktor
ketidakpastian pemulihan perekonomian global terutama di kawasan Eropa memberikan sentimen
negatif pada pergerakan Rupiah. Ketidakpastian pemulihan perekonomian global juga disebabkan
oleh melambatnya perekonomian China dan belum solidnya pertumbuhan ekonomi Amerika
Serikat. Sedangkan dari sisi internal/domestik pergerakan rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya
kebutuhan impor. Pada akhir semester I 2012 nilai tukar rupiah ditutup pada level 9.480/USD
yang berarti melemah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 8597/USD.
15,5
15,0
11,8
12,5
24,3
23,6
0.7 0.8
10,0
10,2
13,7 13,7
6,7 6,6
7,3 7,3
10,1
10,6
-
5,0
10,0
15,0
20,0
25,0
2011 2012
%
Pertanian, peternakan,..
Pertambangan dan Penggalian
Industri pengolahan
Listrik, gas, dan air bersih
Konstruksi
Perdagangan, hotel dan
restoran
Pengangkutan dan komunikasi
Keuangan, real estat dan jasa
perusahaan
Jasa-jasa
0,89
0,13
-0,32
-0,31
0,12
0,55
0,67
0,93
0,27
-0,12
0,34
0,57
0,76
0,05
0,07
0,21
0,07
0,62
-0,40
-0,20
0,00
0,20
0,40
0,60
0,80
1,00
Jan-11 Mar Mei Jul Sept Nop Jan-12 Mar Mei
%
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -18-
Selama semester I tahun 2012, secara rata-rata kurs rupiah berada pada posisi 9203/USD.
Ekspor

Secara kumulatif nilai ekspor bulan Januari-Juni 2012 sebesar USD96,88 miliar yang terdiri dari
ekspor non migas senilai USD76,83 miliar dan ekspor migas sebesar USD20,06 miliar. Kinerja
pertumbuhan ekspor selama semester I 2012 mengalami tren perlambatan bila dibandingkan
dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebagaimana tercermin pada grafik 4)



Sumber: Badan Pusat Statistik
Grafik 4. Perkembangan Ekspor Semester I Tahun 2012 (dalam juta USD)

Impor

Nilai impor sepanjang semester I tahun 2012 tercatat sebesar USD96,41 miliar yakni
mengalami kenaikan 15,35 persen dibandingkan dengan impor Januari-Juni tahun sebelumnya
yang mencapai USD83,58 miliar. Peningkatan terjadi baik pada impor migas maupun impor
nonmigas. Pada impor nonmigas, kontribusi peningkatan berasal dari impor mesin dan peralatan
mekanik diikuti dengan mesin dan peralatan listrik. Tren perkembangan impor selama semester I
dapat dilihat pada grafik 5.



Sumber: Badan Pusat Statistik
Grafik 5. Perkembangan Impor Semester I tahun 2012 (dalam juta USD)

Neraca Pembayaran Indonesia

Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) semester I 2012 mengalami defisit sebesar USD 2,8
milyar. Hal ini berkaitan dengan membesarnya defisit neraca transaksi berjalan (TB). Defisit
neraca TB yang lebih besar tersebut sejalan dengan melambatnya ekspor sebagai akibat dari
perlambatan ekonomi dunia di tengah impor yang masih tinggi akibat aktifitas ekonomi domestik
yang masih kuat. Di sisi lain, transaksi modal dan finansial (TMF) mencatat surplus yang cukup
besar ditopang oleh kenaikan investasi langsung (PMA), investasi portofolio, maupun penarikan
utang luar negeri swasta. Perkembangan ini menunjukkan bahwa, di tengah kondisi perekonomian
global yang masih diliputi oleh ketidakpastian, keyakinan investor asing terhadap ketahanan dan
14.606,2 29.021,5
45.387,5
61.941,7
80.229,2
98.616,0
15.493,5
31.215,9
48.532,5
64.498,1
81.415,0
96.884,7
6,1
7,6
6,9
4,1
1,5
-1,8
-4,0
-2,0
0,0
2,0
4,0
6,0
8,0
10,0
0
20000
40000
60000
80000
100000
120000
Jan Jan-Feb Jan-Mar Jan-April Jan-Mei Jan- Juni
%
Juta US$
2011 2012 Kenaikan dari 2011
12.558,7 24.308,6
38.794,7
53.683,0
68.508,9
83.581,0
14.570,1
29.507,6
45.848,4
62.396,2
79.895,7
96.408,5
16,2
21,4
18,2
16,2
16,6
15,4
0,0
5,0
10,0
15,0
20,0
25,0
0
20000
40000
60000
80000
100000
120000
Jan Jan-Feb Jan-Mar Jan-April Jan-Mei Jan-Juni
%
Juta US$
2011 2012 Kenaikan dari 2011
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -19-
prospek perkonomian Indonesia tetap tinggi.

Cadangan Devisa

Sejalan dengan perkembangan NPI semester I 2012, cadangan devisa pada akhir semester I
2012 mencapai USD106,5 miliar, atau setara dengan 5,7 bulan impor dan pembayaran utang
luar negeri pemerintah.

BI Rate

Pada awal tahun 2012, BI rate ditetapkan sebesar 6,00 persen, selanjutnya mengalami
penurunan di bulan Pebruari 2012 menjadi sebesar 5,75 persen yang tidak mengalami perubahan
hingga bulan Juni 2012. Penetapan ini sejalan dengan arah kebijakan moneter BI yang ketat
dalam rangka pengendalian tekanan inflasi.

Suku bunga SPN 3 bulan Tingkat suku bunga SPN 3 bulan dalam semester I 2012 mencapai 2,9 persen. Hal ini berarti
masih di bawah asumsi suku bunga yang ditetapkan dalam APBN-P 2012 sebesar 5,0 persen.

IHSG

Kinerja saham domestik di awal tahun 2012 mencatat prestasi yang positif dan mengalami
penurunan pada pertengahan triwulan II 2012. Penguatan kinerja saham domestik selama
triwulan I 2012 terutama dipicu oleh peningkatan peringkat Indonesia oleh Moody’s menjadi
peringkat layak investasi dan menguatnya kepercayaan investor asing terhadap perkonomian
nasional serta rilis laporan keuangan emiten yang secara umum menunjukkan perbaikan kinerja.
Sampai dengan akhir semester I 2012, IHSG mampu membukukan kinerja positif dengan
mencatatkan pada level 3.955.58.

Fungsi intermediasi perbankan
yang membaik

Secara umum, stabilitas sistem keuangan tetap terkendali di tengah kondisi eksternal dan
domestik yang masih diliputi oleh ketidakpastian. Stabilitas sistem keuangan nasional terjaga
disertai dengan fungsi intermediasi yang terus meningkat dalam mendukung pembiayaan
perekonomian. Membaiknya fungsi intermediasi perbankan yang antara lain tercermin dari rasio
kecukupan modal (CAR/Capital Adequacy Ratio) yang pada periode Juni 2012 mencapai 17.5
persen, dan rasio kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) gross yang berada di bawah level
5 persen, yaitu berada pada level rata-rata 2,2 persen.


Sumber: Bank Indonesia
Grafik 6. Realisasi CAR, LDR, dan NPL Bulan Januari-Juni 2012

Lifting Minyak

Lifting minyak mentah Indonesia selama Semester I tahun 2012 (Desember 2011-Mei 2012)
mencapai kisaran 874,53 ribu barel per hari yang berarti lebih rendah bila dibandingkan dengan
target APBNP tahun 2012 sebesar 930 ribu per barel per hari.

Harga Minyak Mentah
Indonesia

Harga minyak mentah Indonesia pada semester I 2012 mengalami fluktuasi. Selama Januari-
Maret tahun 2012 harga minyak mentah Indonesia mengalami kenaikan secara signifikan. Pada
awal tahun 2012, harga ICP berada di level USD115,91 per barel yang terus meningkat hingga
mencapai USD128,14 per barel pada bulan Maret 2012. Sementara pada triwulan II mengalami
penurunan hingga mencapai level USD99,08 per barel pada bulan Juni 2012. Tren penurunan ini
18,4 18,5 18,3 18,0
17,9 17,5
78,8 79,7 80,2
81,6
82,0
83,0
2,4 2,3
2,3
2,3
2,3 2,2
0,0
10,0
20,0
30,0
40,0
50,0
60,0
70,0
80,0
90,0
Jan Feb Mar Apr Mei Jun
P
e
r
s
e
n
t
a
s
e
CAR
LDR
NPL
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -20-
karena turut terkena arus perlemahan harga minyak mentah dunia. Realisasi harga minyak
mentah Indonesia selama semester I 2012 rata-rata mencapai USD117,28 per barel.

Tema Pembangunan RKP
2012

Tema pembangunan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2012 yang ditetapkan oleh
Pemerintah bersama dengan DPR RI tahun 2012 adalah “Percepatan dan Perluasan Pertumbuhan
Ekonomi yang Berkualitas, Inklusif dan Berkeadilan Bagi Peningkatan Kesejahteraan Rakyat”.
Untuk mendukung rencana tersebut, Pemerintah memfokuskan pada tiga langkah utama , yakni:
(i) melanjutkan pembangunan menuju Indonesia sejahtera; (ii) memperkuat pilar-pilar demokrasi;
dan (iii) memperkuat dimensi keadilan di semua bidang.

RKP 2012 sebagai penjabaran
RPJMN 2010-2014

RKP tahun 2012 tersebut adalah penjabaran dari Rencana pembangunan Jangka Menengah
nasional (RPJM) tahun 2010-2014. RKP tahun 2012 adalah untuk mendukung sasaran
pembangunan dalam RPJM 2010-2014 dalam bentuk: (i) sasaran pembangunan kesejahteraan;
(ii) sasaran pembangunan demokrasi; dan (iii) sasaran penegakan hukum. Pemerintah Indonesia
senantiasa konsisten untuk menjalankan komitmen mendorong pertumbuhan ekonomi (pro-
growth), mengurangi pengangguran (pro-job), mengentaskan kemiskinan (pro-poor), serta
pembangunan berwawasan lingkungan (pro-environment). Sejalan dengan hal tersebut, sasaran di
bidang ekonomi ditujukan untuk mencapai tingkat pertumbuhan pada kisaran 6,5 persen sejalan
dengan sasaran RPJMN 2010-2014 rata-rata 6,3-6,8 persen pertahun. Pengendalian tingkat
inflasi pada tahun 2012 diupayakan sebesar 6.8 persen(APBNP 2012) Penurunan tingkat
pengangguran menjadi sekitar 6,4 - 6,6 persen dimana sasaran RPJMN adalah sebesar 5 sampai
6 persen pada akhir tahun 2014 dan kemiskinan menjadi 10,5 sampai 11,5 persen dimana
sasaran RPJMN pada akhir tahun 2014 sebesar 8 sampai 10 persen.

Sebelas prioritas
pembangunan nasional dalam
RKP 2012

Untuk mendukung pencapaian sasaran-sasaran tersebut, Pemerintah menetapkan 11 (sebelas)
prioritas nasional sebagaimana tertuang dalam RKP yang meliputi (1) reformasi birokrasi dan tata
kelola; (2) pendidikan; (3) kesehatan dan kependudukan; (4) penanggulangan kemiskinan; (5)
ketahanan pangan; (6) infrastruktur, (7) iklim investasi dan iklim usaha, (8) energi, (9) lingkungan
hidup dan pengelolaan bencana, (10) daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan pasca-konflik, (11)
kebudayaan, kreativitas, dan inovasi teknologi.

Tabel 1.
Asumsi Dasar APBN dan Realisasi APBN Semester I tahun 2012
Indikator
Asumsi Dasar
APBN TA 2012
Realisasi Semester
I tahun 2012
Pertumbuhan Ekonomi (%) 6,5 6,3
Tingkat Inflasi (%) 6,8 4,5
Nilai tukar Rupiah (Rp/USD) 9.000,0 9.203
Suku Bunga (SPN) 3 bulan (%) 5,0 2,9
Harga Minyak (USD/Barrel) 105,0 117,3
Lifting Minyak (Ribu Barrel/Hari) 930,0 874,5
Sumber: Kementerian Keuangan











Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I
Penerimaan Perpajakan
PNBP
Penerimaan Hibah
Pendapatan Negara & Hibah
Belanja Pemerintah Pusat
Transfer ke Daerah
Total Belanja Negara
Surplus (Defisit)
Pembiayaan
Sumber: Kementerian Keuangan




Realisasi Pendapatan Negara
dan Hibah

Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah

Pendapatan negara dan hibah
kontribusi dari penerimaan perpajakan yakni sebesar Rp457,01 triliun, penerimaan PNBP
sebesar Rp135,75 triliun dan penerimaan hibah sebesar Rp1,00 triliun. Dengan demikian
komposisi pendapatan negara dan hibah adalah 76,97 persen berasal dari p
22,86 persen berasal dari PNBP, dan 0,17 persen dari penerimaan hibah. Perbandingan realisasi
pendapatan negara dan hibah

Sumber: Kementerian Keuangan
Grafik 7. Komposisi Pendapata
Sumber: Kementerian Keuangan
Grafik 8. Perkembangan Pendapatan Negara dan Hibah Semester I 2012 (dalam triliun)
Penerimaan Perpajakan
PNBP
Penerimaan Hibah
100,00
120,00
140,00
160,00
T
r
i
l
i
u
n

R
u
p
i
a
h
Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan
Tabel 2.
Perbandingan Realisasi Anggaran TA 2012 dan 2011
URAIAN
TA 2011
APBN
Realisasi
Semester I
Penerimaan Perpajakan 850,26 388,15
250,91 110,62
Penerimaan Hibah 3,74 1,13
Pendapatan Negara & Hibah 1.104,90 499,90
Belanja Pemerintah Pusat 836,58 254,28
Transfer ke Daerah 392,98 182,54
Total Belanja Negara 1.229,56 437,20
Surplus (Defisit) (124,66) 62,70
Pembiayaan 124.66 64,65
Sumber: Kementerian Keuangan
Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah
Pendapatan negara dan hibah sampai dengan Juni 2012 sebesar Rp593,75
kontribusi dari penerimaan perpajakan yakni sebesar Rp457,01 triliun, penerimaan PNBP
sebesar Rp135,75 triliun dan penerimaan hibah sebesar Rp1,00 triliun. Dengan demikian
komposisi pendapatan negara dan hibah adalah 76,97 persen berasal dari p
22,86 persen berasal dari PNBP, dan 0,17 persen dari penerimaan hibah. Perbandingan realisasi
pendapatan negara dan hibah sampai dengan Juni 2012 disajikan dalam Grafik 7.
Sumber: Kementerian Keuangan
Grafik 7. Komposisi Pendapatan Negara dan Hibah s.d Semester I 2012

Sumber: Kementerian Keuangan
Grafik 8. Perkembangan Pendapatan Negara dan Hibah Semester I 2012 (dalam triliun)

457.01
(76,9%)
135.75
(22,9%)
0.99
(0,17%)
Penerimaan Perpajakan
PNBP
Penerimaan Hibah
77,27
74,90
82,67
103,55
0,00
20,00
40,00
60,00
80,00
100,00
120,00
140,00
160,00
Jan Feb Mar Apr
Catatan atas Laporan Keuangan -21-
Perbandingan Realisasi Anggaran TA 2012 dan 2011 (triliun Rp)
TA 2012
APBN
Realisasi
Semester I
1.032,57 457,01
277,99 135.75
0,83 1,00
1.311,39 593,75
964,99 392.78
470,41 235,53
1.435,41 628,62
(124,02) (34.86)
124,02 100,76
sampai dengan Juni 2012 sebesar Rp593,75 memperoleh
kontribusi dari penerimaan perpajakan yakni sebesar Rp457,01 triliun, penerimaan PNBP
sebesar Rp135,75 triliun dan penerimaan hibah sebesar Rp1,00 triliun. Dengan demikian
komposisi pendapatan negara dan hibah adalah 76,97 persen berasal dari penerimaan perpajakan,
22,86 persen berasal dari PNBP, dan 0,17 persen dari penerimaan hibah. Perbandingan realisasi
disajikan dalam Grafik 7.

emester I 2012 (triliun Rupiah)

Grafik 8. Perkembangan Pendapatan Negara dan Hibah Semester I 2012 (dalam triliun)
103,55
117,22
138.14
Mei Juni
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -22-
Kebijakan Umum Perpajakan

Pokok-pokok kebijakan umum perpajakan pada tahun 2012 adalah sebagai berikut: (a)
melanjutkan pokok-pokok kebijakan perpajakan yang telah dilakukan di tahun 2011; (b)
melakukan perbaikan pelayanan dan penyuluhan perpajakan untuk meningkatkan kepatuhan
sukarela; (c) melakukan perbaikan kebijakan perpajakan untuk mendukung optimalisasi
pendapatan Negara dan mendukung kegiatan ekonomi, termasuk dengan pemberian insentif
fiscal; (d) melakukan pembenahan internal aparatur dan system perpajakan; (e) penegakan hukum
(law enforcement) kepada wajib pajak yang tidak patuh; dan (f) mensinergikan unsur Pemerintah
dalam penggalian potensi perpajakan dengan memberikan dukungan data/informasi kepada
Kementerian Keuangan.


Program Penggalian Potensi
Perpajakan

Sepanjang tahun 2012, Pemerintah melakukan berbagai program yang bertujuan untuk menggali
potensi penerimaan perpajakan. Program-program tersebut antara lain adalah program
intensifikasi perpajakan; program ekstensifikasi perpajakan; program canvassing (penyisiran
potensi pajak berbasis wilayah); program intensifikasi penagihan; program penyempurnaan
mekanisme keberatan banding dalam proses pengadilan pajak; law enforcement, yang meliputi
pemeriksaan dan penagihan serta melakukan kegiatan pembinaan kepada wajib pajak yang telah
terdaftar; dan mengefektifkan kegiatan sosialisasi dan edukasi perpajakan.

Realisasi Penerimaan
Perpajakan
Penerimaan perpajakan sampai dengan Juni 2012 terealisasi sebesar Rp457,01 triliun atau
sebesar 44,26 persen dari APBN 2012 sebesar Rp1.032,57 triliun. Angka realisasi penerimaan
perpajakan di atas merupakan kontribusi pendapatan pajak dalam negeri sebesar Rp432,18 triliun
dan pendapatan pajak perdagangan internasional sebesar Rp24,83 triliun.

Realisasi Penerimaan Pajak
Dalam Negeri

Realisasi penerimaan pajak dalam negeri selama semester I 2012 sebesar Rp432,18 triliun yakni
94,57 persen dari total penerimaan perpajakan. Realisasi penerimaan pajak dalam negeri sampai
dengan Juni 2012 ini berasal dari realisasi Pajak Penghasilan (PPh) Rp233,57 triliun, Pajak
Pertambahan Nilai dan Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPn dan PPnBM) sebesar
Rp149,67 triliun, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Rp2,30 triliun, cukai sebesar Rp44,55 triliun,
dan pajak lainnya sebesar Rp2,11 triliun.

Kontribusi PPh, PPN dan
PPnBM
terhadap realisasi penerimaan
pajak dalam negeri
Sampai dengan Juni 2012 PPh berkontribusi sebesar 54,04 persen dari total penerimaan pajak
dalam negeri. PPh berasal dari PPh Migas sebesar Rp34,78 triliun dan PPh Non-Migas sebesar
Rp198,78 triliun. Pendapatan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Pertambahan Nilai Barang
Mewah (PPn dan PPnBM) merupakan kontribusi terbesar kedua terhadap penerimaan pajak dalam
negeri, yakni sebesar Rp149,67 triliun atau 34,63 persen dari total pendapatan pajak dalam
negeri. Realisasi PPN dan PPnBM bersumber dari PPN sebesar Rp140,78 triliun dan PPnBM
senilai Rp8,89 triliun. Dibandingkan dengan realisasi semester I tahun 2011 yang sebesar
Rp112,77 triliun atau 36,13 persen dari pagu, realisasi PPN dan PPnBM semester I tahun 2012
sebesar Rp149,67 atau 44,54 persen dari pagu atau mengalami kenaikan sebesar 32,72 persen.
Adapun penyebab kenaikan ini adalah meningkatnya volume impor selama semester I yang
berdampak pada meningkatnya penerimaan PPN dan PPnBM Impor. Serta tetap terjaganya
konsumsi masyarakat dan Pemerintah juga berdampak pada kenaikan penerimaan PPN dan PPn
BM dalam negeri
Penerimaan cukai Penerimaan cukai sampai dengan semester I 2012 sebesar Rp44,55 triliun atau meningkat
sebesar 27,94 persen dibanding periode yang sama tahun 2011 yang mencapai Rp34,82 triliun.
Dari jumlah penerimaan tersebut, sebesar 95,40 persen berasal dari penerimaan cukai hasil
tembakau yakni mencapai Rp42,50 triliun. Faktor yang mempengaruhi peningkatan pendapatan
cukai antara lain adalah diterapkannya kebijakan kenaikan tarif cukai tembakau rata-rata 16,3
persen sejak Januari 2012 serta keberhasilan upaya pemberantasan rokok illegal dan cukai palsu.

Realisasi penerimaan pajak
perdagangan internasional
Realisasi penerimaan pajak perdagangan internasional sampai dengan Juni 2012 sebesar
Rp24,82 triliun atau 5,43 persen dari total penerimaan pajak, yang terdiri atas bea masuk
sebesar Rp13,90 triliun (56,00 persen dari penerimaan pajak perdagangan internasional) dan bea
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -23-
keluar sebesar Rp10,92 triliun (44,00 persen dari penerimaan pajak perdagangan internasional).
Apabila dibandingkan realisasi semester I tahun 2011 yang mencapai Rp28,43 triliun, maka
penerimaan pajak perdagangan internasional mengalami penurunan sebesar 12,70 persen.
Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh lebih rendahnya harga referensi CPO internasional
pada semester I 2012 dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini
mengakibatkan tarif bea keluar semester I 2012 lebih rendah dari semester I 2011 sehingga
penerimaan bea keluar menurun. Dalam menetapkan target bea masuk, Pemerintah
memperhatikan asumsi-asumsi antara lain pertumbuhan ekonomi, nilai tukar Rupiah dan volume
impor. Selain sebagai sumber penerimaan negara, kebijakan bea keluar juga dimaksudkan untuk
ketersediaan komoditi dalam negeri, stabilitas harga nasional, dan kelestarian sumber daya alam.

PNBP (Penerima an Negara
Bukan Pajak)


Sampai dengan semester I 2012 PNBP terealisasi sebesar Rp135,75 triliun yakni 48,83 persen
dari target APBN, atau meningkat sebesar 22,72 persen bila dibandingkan realisasi pada periode
yang sama tahun 2011 yakni sebesar Rp110,62 triliun. Realisasi PNBP sampai dengan semester
I 2012 berasal dari Penerimaan SDA sebesar Rp79,87 triliun, Pendapatan Bagian Laba BUMN
sebesar Rp14,54 triliun; Pendapatan PNBP lainnya Rp34,97 triliun dan Pendapatan BLU sebesar
Rp6,37 triliun. Kenaikan ini terutama diakibatkan dari lebih tingginya realisasi ICP pada periode
Desember 2011- Mei 2012 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya serta
realisasi kenaikan realisasi penerimaan bagian pemerintah atas laba BUMN sebagai akibat telah
selesainya rapat umum pemegang saham (RUPS) pada sebagaian besar BUMN. Kebijakan yang
dilakukan Pemerintah dalam memenuhi target PNBP antara lain melalui pencapaian produksi
migas dan komoditas tambang serta mineral; penetapan pay out ratio yang tepat dalam
optimalisasi deviden BUMN; dan peninjauan atas jenis dan tarif serta perbaikan administrasi dan
pelayanan PNBP K/L

Realisasi Belanja Negara

Realisasi belanja negara
sampai semester I tahun
2012
Realisasi belanja APBN sampai dengan semester l 2012 mencapai Rp628,62 triliun atau 43,79
persen dari pagu yang dianggarkan sebesar Rp1.435,41 triliun. Realisasi ini mengalami kenaikan
yang cukup signifikan bila dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun 2011 yang
mencapai 35,56 persen dari pagu. Kenaikan ini diantaranya karena adanya kenaikan realisasi
transfer ke daerah dan kenaikan belanja pemerintah pusat sebagai akibat dari meningkatnya
realisasi belanja subsidi. Realisasi belanja Pemerintah Pusat pada semester I mencapai Rp392,78
triliun atau 40,70 persen dari APBN 2012 mengalami kenaikan 54,47 persen bila dibandingkan
dengan periode yang sama tahun 2011 yang mencapai Rp254,28 triliun atau 30,40 persen dari
pagu. Realisasi belanja Subsidi mencapai Rp134,69 triliun (64,49 persen dari APBN 2012) atau
mengalami kenaikan sebesar 117,35 persen dibanding periode yang sama tahun 2011. Realisasi
belanja subsidi BBM dan LPG pada semester I 2012 mencapai Rp88,9 triliun atau 71,9 persen
dari pagu APBN, mengalami kenaikan yang cukup signifikan bila dibanding dengan periode yang
sama tahun 2011 yang mencapai Rp41,6 triliun atau 32,0 persen dari pagu. Sedangkan realisasi
Transfer ke Daerah sampai dengan semester I 2012 sebesar Rp235,53 triliun atau menyerap
50,07 persen dari pagu APBN. Realisasi Transfer ke Daerah tersebut mengalami kenaikan 29,03
persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2011 yang mencapai Rp182,54 atau
46,45 persen dari pagu.
Alokasi belanja APBN antara lain digunakan untuk mendukung 11 prioritas pembangunan yaitu:
(1) reformasi birokrasi dan tata kelola; (2) pendidikan; (3) kesehatan; (4) penanggulangan
kemiskinan; (5) ketahanan pangan; (6) infrastruktur; (7) iklim investasi dan iklim usaha; (8) energi;
(9) lingkungan hidup dan pengelolaan bencana; (10) daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan
pasca-konflik; (11) kebudayaan, kreativitas, dan inovasi teknologi, serta prioritas lainnya di
bidang politik, hukum dan keamanan, di bidang perekonomian, dan di bidang kesejahteraan
rakyat. Komposisi realisasi belanja negara semester I disajikan dalam Grafik 9.

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I
Sumber: Kementerian Keuangan
Grafik 9. Persentase Realisasi Belanja Negara Sampai dengan Semester I 2012

Realisasi belanja berdasarkan
klasifikasi ekonomi


Rincian kontribusi per jenis belanja/klasifikasi ekonomi belanja Pemerintah Pusat
semester I 2012
48,23 persen dari target
periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp80,39 triliun atau 44,46 persen dari
pagu. Kenaikan ini terutama karena pembayaran gaji ke
sedangkan tahun 2011 dibayar pada bulan Juli. Realisasi b
semester I 2012 sebesar Rp41,74 triliun atau 22,20 persen dari target APBN. Penyerapan
belanja barang tersebut lebih rendah dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya
sebesar 23,41 persen dari pagu.
dampak upaya efisiensi yang dilakukan pemerintah. Pada sisi lain keterlambatan penunjukan
pejabat perbendaharaan serta tingginya kehati
mempengaruhi daya serap atau realisasi b
modal semester I 2012 sebesar Rp30,62 triliun atau sekitar 20,15
mengalami kenaikan 50,91 persen dibanding periode yang sama tahun 2011. Realisasi belanja
pembayaran bunga utang sampai dengan semester I 2012 sebesar Rp48,70 triliun atau sekitar
39,85 persen
atau 64,49
0,56 persen
dari target APBN. Penyerapa
target APBN. Secara persentase, kontribusi realisasi belanja terbesar berdasarkan klasifikasi
ekonomi sampai dengan Semester I 2012
belanja Pemerintah Pusat diikuti belanja pegawai yakni 26,50 persen, belanja pembayaran bunga
hutang 12,40 persen, belanja barang 10,63 persen, belanja modal 7,80 persen, belanja sosial
7,65 persen, belanja lain

Sumber: Kementerian Keuangan
134.69
Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan
Sumber: Kementerian Keuangan
Grafik 9. Persentase Realisasi Belanja Negara Sampai dengan Semester I 2012
(dalam triliun Rupiah)

Rincian kontribusi per jenis belanja/klasifikasi ekonomi belanja Pemerintah Pusat
semester I 2012 adalah sebagai berikut: realisasi belanja pegawai senilai Rp104,10 triliun atau
persen dari target APBN yang berarti mengalami kenaikan bi
periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp80,39 triliun atau 44,46 persen dari
pagu. Kenaikan ini terutama karena pembayaran gaji ke-13 pada tahun 2012 tepat waktu
sedangkan tahun 2011 dibayar pada bulan Juli. Realisasi belanja barang sampai dengan
semester I 2012 sebesar Rp41,74 triliun atau 22,20 persen dari target APBN. Penyerapan
belanja barang tersebut lebih rendah dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya
sebesar 23,41 persen dari pagu. Rendahnya kinerja penyerapan tersebut utamanya karena
dampak upaya efisiensi yang dilakukan pemerintah. Pada sisi lain keterlambatan penunjukan
pejabat perbendaharaan serta tingginya kehati-hatian dalam pelaksanaan anggaran turut serta
mempengaruhi daya serap atau realisasi belanja barang pada semester I 2012.
modal semester I 2012 sebesar Rp30,62 triliun atau sekitar 20,15
mengalami kenaikan 50,91 persen dibanding periode yang sama tahun 2011. Realisasi belanja
pembayaran bunga utang sampai dengan semester I 2012 sebesar Rp48,70 triliun atau sekitar
persen dari target APBN, sedangkan belanja subsidi terealisasi sebesar Rp134,69 triliun
atau 64,49 persen dari target APBN. Realisasi belanja hibah semester I 2012 Rp0,01 triliun atau
persen dari target APBN, realisasi belanja bantuan sosial Rp30,04 triliun atau 62,90
dari target APBN. Penyerapan belanja lain-lain sebesar Rp2,88 triliun atau 10,09
target APBN. Secara persentase, kontribusi realisasi belanja terbesar berdasarkan klasifikasi
sampai dengan Semester I 2012 adalah belanja subsidi sebesar 34,29 persen dari total
anja Pemerintah Pusat diikuti belanja pegawai yakni 26,50 persen, belanja pembayaran bunga
hutang 12,40 persen, belanja barang 10,63 persen, belanja modal 7,80 persen, belanja sosial
7,65 persen, belanja lain-lain 0,73 persen dan selebihnya merupakan belan
Sumber: Kementerian Keuangan
Grafik 10. Realisasi Belanja per Klasifikasi ekonomi (triliun Rupiah)
37.47%
(392.78)
62.48%
(235.53)
Belanja Pemerintah
Pusat
Transfer ke Daerah
104.10
41.74
30.62
48.70
134.69
0,01
30.04
2,88 Belanja Pegawai
Belanja Barang
Belanja Modal
Belanja Pembayaran Kewajiban
Utang
Belanja Subsidi
Belanja Hibah
Belanja Bantuan Sosial
Belanja Lain
Catatan atas Laporan Keuangan -24-

Grafik 9. Persentase Realisasi Belanja Negara Sampai dengan Semester I 2012
Rincian kontribusi per jenis belanja/klasifikasi ekonomi belanja Pemerintah Pusat sampai dengan
adalah sebagai berikut: realisasi belanja pegawai senilai Rp104,10 triliun atau
yang berarti mengalami kenaikan bila di bandingkan dengan
periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp80,39 triliun atau 44,46 persen dari
13 pada tahun 2012 tepat waktu
elanja barang sampai dengan
semester I 2012 sebesar Rp41,74 triliun atau 22,20 persen dari target APBN. Penyerapan
belanja barang tersebut lebih rendah dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya
nyerapan tersebut utamanya karena
dampak upaya efisiensi yang dilakukan pemerintah. Pada sisi lain keterlambatan penunjukan
hatian dalam pelaksanaan anggaran turut serta
elanja barang pada semester I 2012. Realisasi belanja
modal semester I 2012 sebesar Rp30,62 triliun atau sekitar 20,15 persen dari target APBN
mengalami kenaikan 50,91 persen dibanding periode yang sama tahun 2011. Realisasi belanja
pembayaran bunga utang sampai dengan semester I 2012 sebesar Rp48,70 triliun atau sekitar
erealisasi sebesar Rp134,69 triliun
dari target APBN. Realisasi belanja hibah semester I 2012 Rp0,01 triliun atau
dari target APBN, realisasi belanja bantuan sosial Rp30,04 triliun atau 62,90 persen
lain sebesar Rp2,88 triliun atau 10,09 persen dari
target APBN. Secara persentase, kontribusi realisasi belanja terbesar berdasarkan klasifikasi
adalah belanja subsidi sebesar 34,29 persen dari total
anja Pemerintah Pusat diikuti belanja pegawai yakni 26,50 persen, belanja pembayaran bunga
hutang 12,40 persen, belanja barang 10,63 persen, belanja modal 7,80 persen, belanja sosial
lain 0,73 persen dan selebihnya merupakan belanja hibah.

Grafik 10. Realisasi Belanja per Klasifikasi ekonomi (triliun Rupiah)
Belanja Pegawai
Belanja Barang
Belanja Modal
Belanja Pembayaran Kewajiban
Utang
Belanja Subsidi
Belanja Hibah
Belanja Bantuan Sosial
Belanja Lain-Lain
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -25-

Realisasi belanja modal yang
meningkat

Realisasi belanja modal semester I 2012 sebesar Rp30,62 triliun atau sekitar 20,15 persen dari
target APBN mengalami kenaikan 50,91 persen dibanding periode yang sama tahun 2011 yang
mencapai Rp20,29 triliun atau 14,94 persen dari pagu. Lebih tingginya penyerapan anggaran
belanja modal tersebut terutama berkaitan dengan implementasi Peraturan Presiden (Perpres)
yang mengatur tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang mempermudah prosedur
pelaksanaan program/kegiatan. Belanja modal mempunyai peran penting dalam mendorong
pengembangan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Realisasi belanja modal mengalami tren
peningkatan selama beberapa tahun terakhir sejalan dengan program Pemerintah yang
mengedepankan alokasi belanja modal dalam rangka peningkatan kualitas belanja. Peningkatan
alokasi belanja modal tersebut bertujuan untuk membiayai aktivitas Pemerintah dalam
pembangunan infrastruktur yang mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi (pro growth),
menciptakan kesempatan kerja (pro job), dan mengentaskan kemiskinan (pro poor), dan
mendukukung pembangunan yang inklusif, berkelanjutan dan ramah lingkungan (pro environment).
Di samping untuk pembangunan infrastruktur, alokasi belanja modal dimaksudkan untuk
meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan dasar, mendorong pertumbuhan ekonomi,
meningkatkan domestic connectivity, meningkatkan pertahanan menuju minimum essential forces
(MEF), meningkatkan kapasitas mitigasi dan adaptasi terhadap dampak negatif akibat perubahan
iklim (climate change) dan meningkatkan kesiagaan dalam menghadapi bencana. Perkembangan
realisasi belanja modal dari tahun ke tahun dapat dilihat pada grafik 11.



Sumber: Kementerian Keuangan
Grafik 11. Realisasi Belanja Modal Semester I 2009-2012

Realisasi transfer ke daerah

Transfer ke daerah sampai dengan semester I 2012 mencapai Rp235,53 triliun atau sekitar
50,07 persen dari target yang dianggarkan. Secara nominal, angka tersebut meningkat dari
realisasi pada periode yang sama tahun 2011 yang hanya mencapai Rp182,54 triliun. Realisasi
transfer daerah sampai dengan semester I 2012 mencakup realisasi transfer dana perimbangan
Rp203,95 triliun atau 50,99 persen dari target APBN sebesar Rp399,99 triliun, dan transfer
dana otonomi khusus dan penyesuaian Rp31,58 triliun atau 44,84 persen dari target APBN
sebesar Rp70,42 triliun.

Realisasi Dana Perimbangan
dan dana Otonomi Khusus dan
Penyesuaian

Realisasi transfer dana perimbangan terdiri dari realisasi Dana Bagi Hasil (DBH) senilai Rp36,82
triliun, realisasi Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp159,72 triliun, dan realisasi Dana Alokasi
Khusus (DAK) senilai Rp7,41 triliun. Sedangkan realisasi Dana Otonomi Khusus dan Penyesuaian
mencakup realisasi Dana Otonomi Khusus senilai Rp3,59 triliun dan Dana Penyesuaian Rp27,99
triliun. Perbandingan pagu dan realisasi transfer ke daerah sampai dengan semester I 2012
disajikan dalam Grafik 12.

79,38
95,02
135,85
151.97
15,5 16,37
20,29
30.62
0,00
50,00
100,00
150,00
200,00
2009 2010 2011 2012
t
r
i
l
i
u
n

R
u
p
i
a
h
APBN Realisasi Sem. I
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -26-

Sumber: Kementerian Keuangan
Grafik 12. Realisasi Transfer Daerah sampai dengan Semester I 2012

Makna transfer ke daerah

Transfer ke daerah adalah instrumen pelaksanaan desentralisasi fiskal selain pemberian
kewenangan kepada Pemerintah daerah untuk memungut pajak (taxing power). Oleh karena local
taxing power melalui pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah sebagai sumber penerimaan
daerah masih sangat terbatas, Pemerintah melakukan transfer ke daerah terutama untuk
mendukung pendanaan penyelenggaraan fungsi-fungsi yang telah diserahkan ke daerah (money
follow function). Namun demikian, di samping transfer ke daerah, Pemerintah juga
mengalokasikan dana ke daerah melalui bentuk Dana Dekonsentrasi dan Dana Tugas Pembantuan
yang penyalurannya dilakukan melalui Kementerian Negara/Lembaga teknis termasuk di dalamnya
program nasional seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).



Kebijakan Transfer ke Daerah dan Pengelolaan Keuangan Daerah

Desentralisasi di Indonesia yang dimulai sejak tahun 2001 sudah berjalan selama satu
dasawarsa. Melalui big bang decentralisation tersebut, sistem Pemerintahan yang semula lebih
condong pada sentralisasi berubah menjadi desentralisasi yang mengarah pada pelaksanaan
otonomi daerah melalui pemberian kewenangan yang seluas-luasnya dengan tetap menjaga
keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sejak itu pula, realisasi transfer ke daerah
yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat semakin meningkat sejalan dengan prinsip money follows
function.

Dalam kurun waktu 2009 sampai dengan tahun 2012, pagu dana perimbangan yang merupakan
komponen terbesar dari transfer ke daerah, yang terdiri atas Dana Bagi Hasil (DBH), Dana
Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) menunjukkan peningkatan yang signifikan
dari Rp285,05 triliun menjadi Rp408,35 triliun. Seperti terlihat dari tabel 3, tahun 2011 realisasi
dana perimbangan Rp347,25 triliun yang meningkat 20,88 persen dibandingkan dengan
realisasinya di tahun 2009 yang mencapai Rp287,25 triliun.

Selain dana perimbangan, sejak tahun 2002, juga dialokasikan dana otonomi khusus dan dana
penyeimbang (penyesuaian) pada pos anggaran belanja ke daerah. Dana Otonomi Khusus
disalurkan ke Prov\insi Papua dan sejak tahun 2006 Dana Otonomi Khusus juga dialokasikan
untuk provinsi NAD. Realisasi dana otsus dan penyesuaian juga mengalami peningkatan dari
Rp21,33 triliun dalam tahun 2009 menjadi Rp64,08 triliun pada tahun 2011.



100.06
273,81
26,12
11,95
58,47
36,82
159,72
7,41
3,59
27,99
0
50
100
150
200
250
300
Dana Bagi
Hasil
Dana Alokasi
Umum
Dana Alokasi
Khusus
Dana
Otonomi
Khusus
Dana
Penyesuaian
Pagu
Real.
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -27-
Tabel 3. Perkembangan Realisasi Transfer Daerah
Tahun 2009-Semester I Tahun 2012

Sumber: LKPP

Adapun makna dari pelaksanaan prinsip money follows function adalah pendanaan yang
mengikuti fungsi-fungsi pemerintahan sehingga kebijakan perimbangan keuangan mengacu pada
3 prinsip yakni: (1) perimbangan keuangan antara Pemerintah dengan pemerintahan daerah
merupakan subsistem keuangan negara sebagai konsekuensi pembagian tugas antara Pemerintah
dan Pemerintah daerah; (2) pemberian sumber keuangan negara kepada Pemerintah daerah dalam
rangka pelaksanaan desentralisasi didasarkan atas penyerahan tugas oleh Pemerintah kepada
Pemerintah daerah dengan memperhatikan stabilitas dan keseimbangan fiskal; dan (3)
perimbangan keuangan antara Pemerintah dan Pemerintah daerah merupakan suatu sistem yang
menyeluruh dalam rangka pendanaan penyelenggaraan asas desentralisasi, dekonsentrasi, dan
tugas pembantuan.
Sejalan dengan itu Pemerintah terus mendorong tata kelola pengelolaan keuangan daerah yang
meliputi kegiatan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan
pertanggungjawaban, dan pengawasan. Sejalan dengan reformasi pengelolaan keuangan negara,
maka pengelolaan keuangan daerah juga mengacu pada beberapa peraturan perundang-undangan,
yaitu UU No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, UU No. 1 tahun 2004 tentang
Perbendaharaan Negara, UU No. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung
Jawab Keuangan Negara, UU No. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional, dan UU No. 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat
dan Pemerintahan Daerah. Amanat berbagai peraturan perundang-undangan tersebut selanjutnya
diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan
Daerah yang mengatur secara komprehensif dan terpadu (omnibus regulation) ketentuan-
ketentuan dalam bidang pengelolaan keuangan daerah dengan mengacu substansi yang tertuang
dalam berbagai undang-undang di atas.
Sesuai dengan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam Laporan Keuangan
Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun Anggaran 2010 terutama terkait dengan bagian Anggaran
Transfer ke Daerah mengenai konsistensi penggunaan Akun Transfer, dalam tahun 2012 akan
dilakukan beberapa kebijakan diantaranya yaitu melalui penguatan konsep Dana Penyesuaian
yang meliputi definisi, tujuan, dan ruang lingkup dari pembentukan akun transfer. Hal ini
ditujukan juga untuk menjaga dan mempertahankan penilaian BPK terhadap pelaksanaan belanja
Tranfer ke Daerah Tahun Anggaran 2010 yang mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian
(WTP) sebagaimana pernah juga diraih pada tahun 2009 yang mendapat opini Wajar Tanpa
Pengecualian(WTP). Penguatan konsep Dana Penyesuaian juga dilakukan melalui pengelompokan
jenis transfer yang sejenis/serumpun sesuai dengan kejadian saat transaksi sehingga
memudahkan dalam pencatatan dan pelaporannya.


2009 2010 2011 Semester I 2012
Pagu Real. Pagu Real. Pagu Real. Pagu Real.
Transfer ke Daerah 309,31 308,59 344,61 344,73 412,51 411,32 470,41 235,53
Dana Perimbangan 285,05 287,25 314,36 316,71 347,54 347,25 399,99 203,95
1. Dana Bagi Hasil 73,82 76,13 89,62 92,18 96,77 96,91 100,05 36,82
2. Dana Alokasi Umum 186,41 186,41 203,61 203,57 225,53 225,53 273,81 159,72
3. Dana Alokasi Khusus 24,82 24,71 21,14 20,96 25,23 24,80 26,12 7,41
Dana Otsus dan
Penyesuaian
24,26 21,33 30,25 28,02 64,97 64,08 70,42 31,58
1. Dana Otonomi Khusus 9,53 9,53 9,10 9,10 10,42 10,42 11,95 3,59
2. Dana Penyesuaian 14,73 11,81 21,15 18,92 54,59 53,66 58,47 27,99




Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -28-
Surplus/ Defisit Anggaran

Realisasi pendapatan negara dan hibah sampai dengan semester I 2012 mencapai Rp593,75
triliun, sementara realisasi belanja negara mencapai Rp628,62 triliun, sehingga defisit tahun
anggaran berjalan sampai dengan semester I 2012 sebesar Rp34,86 triliun.

Kebijakan dan sumber
pembiayaan tahun 2012
Untuk mengantisipasi dampak lanjutan dari ancaman inflasi, potensi krisis di Negara-negara maju
di kawasan Eropa, dan peningkatan kebutuhan likuiditas di pasar keuangan, sepanjang tahun
2012 kebijakan defisit anggaran ditujukan untuk mendukung ekspansi fiskal untuk mendongkrak
angka pertumbuhan ekonomi dan untuk menjaga kesinambungan fiskal (defisit anggaran dengan
tetap menjaga fiscal sustainability). Untuk memenuhi pembiayaan defisit anggaran tersebut
pemerintah menggunakan dua sumber pembiayaan yaitu pembiayaan non utang dan pembiayaan
utang. Dalam pelaksanaannya sumber pembiayaan utang dapat diperoleh melalui pinjaman dalam
negeri dan utang luar negeri. Dengan memperhitungkan risiko dan biaya yang tidak terlalu
membebani keuangan negara, sumber pembiayaan melalui utang dalam negeri merupakan
prioritas utama dalam memenuhi pembiayaan. Sementara itu sumber pembiayaan nonutang
antara lain berasal dari penerimaan cicilan pengembalian penerusan pinjaman, Saldo Anggaran
Lebih (SAL), hasil pengelolaan aset, dan hasil privatisasi BUMN.




Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -29-















Daftar entitas pelaporan
keuangan tingkat
kementerian
negara/lembaga






































A.3. PENDEKATAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Semester I Tahun 2012 mencakup seluruh
aspek keuangan yang dikelola oleh seluruh entitas Pemerintah Pusat, yang terdiri dari
Bendahara Umum Negara (BUN) dan kementerian negara/lembaga (K/L), beserta jenjang
struktural di bawahnya seperti eselon I, kantor wilayah, serta satuan kerja yang bertanggung
jawab atas otorisasi kredit anggaran yang diberikan kepadanya termasuk satuan kerja Badan
Layanan Umum (BLU) dan satuan kerja pengguna dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan.
LKPP disusun oleh Menteri Keuangan selaku Pengelola Fiskal berdasarkan konsolidasi Laporan
Keuangan Kementerian Negara/Lembaga (LKKL) dan Laporan Keuangan Bendahara Umum
Negara (LKBUN).
Untuk LKPP Semester I Tahun 2012, entitas pelaporan keuangan tingkat K/L dan BUN,
serta entitas akuntansi tingkat satuan kerja (satker) di bawahnya yang dicakup, meliputi:
No.
Bagian
Anggaran
Kementerian Negara/Lembaga
Jumlah Satker
2012 2011
1 BA 001 Majelis Permusyawaratan Rakyat 2 2
2 BA 002 Dewan Perwakilan Rakyat 2 2
3 BA 004 Badan Pemeriksa Keuangan 70 70
4 BA 005 Mahkamah Agung 1.627 1.602
5 BA 006 Kejaksaan Agung 517 517
6 BA 007 Sekretariat Negara 16 17
7 BA 010 Kementerian Dalam Negeri 782 763
8 BA 011 Kementerian Luar Negeri 142 142
9 BA 012 Kementerian Pertahanan 260 256
10 BA 013 Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia 775 753
11 BA 015 Kementerian Keuangan 1.072 1.067
12 BA 018 Kementerian Pertanian 1.708 2.733
13 BA 019 Kementerian Perindustrian 109 109
14 BA 020 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral 99 93
15 BA 022 Kementerian Perhubungan 666 680
16 BA 023 Kementerian Pendidikan Nasional 339 396
17 BA 024 Kementerian Kesehatan 1.146 1.185
18 BA 025 Kementerian Agama 6.957 6.961
19 BA 026 Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi 818 1.009
20 BA 027 Kementerian Sosial 213 284
21 BA 029 Kementerian Kehutanan 408 403
22 BA 032 Kementerian Kelautan dan Perikanan 698 745
23 BA 033 Kementerian Pekerjaan Umum 1.007 1.024
24 BA 034 Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan 2 2
25 BA 035 Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian 2 2
26 BA 036 Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat 2 1
27 BA 040 Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata 181 210
28 BA 041 Kementerian Badan Usaha Milik Negara 1 1
29 BA 042 Kementerian Riset dan Teknologi 5 5
30 BA 043 Kementerian Lingkungan Hidup 48 48
31 BA 044 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah 36 36
32 BA 047 Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 17 7
33 BA 048 Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi
2 1
34 BA 050 Badan Intelijen Negara 1 1
35 BA 051 Lembaga Sandi Negara 1 1
36 BA 052 Dewan Ketahanan Nasional 1 1
37 BA 054 Badan Pusat Statistik 507 484
38 BA 055 Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan
Perencanaan Pembangunan Nasional
28 1
39 BA 056 Badan Pertanahan Nasional 468 461
40 BA 057 Perpustakaan Nasional 35 35
41 BA 059 Kementerian Komunikasi dan Informatika 60 60
42 BA 060 Kepolisian Negara Republik Indonesia 1.203 1.133
43 BA 063 Badan Pengawas Obat dan Makanan 40 39
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -30-












































No.
Bagian
Anggaran
Kementerian Negara/Lembaga
Jumlah Satker
2012 2011
44 BA 064 Lembaga Ketahanan Nasional 1 1
45 BA 065 Badan Koordinasi Penanaman Modal 39 39
46 BA 066 Badan Narkotika Nasional 119 74
47 BA 067 Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal 7 40
48 BA 068 Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional 42 42
49 BA 074 Komisi Nasional Hak Asasi Manusia 1 1
50 BA 075 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 183 183
51 BA 076 Komisi Pemilihan Umum 531 531
52 BA 077 Mahkamah Konstitusi 1 1
53 BA 078 Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan 1 1
54 BA 079 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia 50 50
55 BA 080 Badan Tenaga Nuklir Nasional 21 21
56 BA 081 Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi 19 19
57 BA 082 Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional 20 19
58 BA 083 Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional 1 1
59 BA 084 Badan Standardisasi Nasional 1 1
60 BA 085 Badan Pengawas Tenaga Nuklir 3 3
61 BA 086 Lembaga Administrasi Negara 13 13
62 BA 087 Arsip Nasional Republik Indonesia 34 34
63 BA 088 Badan Kepegawaian Negara 13 13
64 BA 089 Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan 39 31
65 BA 090 Kementerian Perdagangan 262 311
66 BA 091 Kementerian Perumahan Rakyat 41 42
67 BA 092 Kementerian Pemuda dan Olahraga 34 34
68 BA 093 Komisi Pemberantasan Korupsi 1 1
69 BA 095 Dewan Perwakilan Daerah 2 2
70 BA 100 Komisi Yudisial 1 1
71 BA 103 Badan Nasional Penanggulangan Bencana 1 1
72 BA 104 Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja
Indonesia
24 24
73 BA 105 Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo 1 1
74 BA 106 Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 1 1
75 BA 107 Badan SAR Nasional 25 25
76 BA 108 Komisi Pengawas Persaingan Usaha 1 1
77 BA 109 Badan Pengembangan Wilayah Suramadu 1 1
78 BA 110 Ombudsman RI 1 1
79 BA 111 Badan Nasional Pengelola Perbatasan 1 32
80 BA 112 Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan
Bebas Batam *)
1 -
81 BA 113 Badan Nasional Penanggulangan Terorisme *) 1 -
82 BA 114 Sekretariat Kabinet *) 1 -
83 BA 115 Badan Pengawas Pemilihan Umum *) 1 -
84 BA 116 Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia *) 72 -
85 BA 117 Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia *) 29 -
86 BA 118 Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan
Bebas Sabang *)
1 -
87 BA 999 Bendahara Umum Negara, yang terdiri dari:
BA 999.01 Pengelolaan Utang **) 1
BA 999.02 Hibah **) 1
BA 999.03 Investasi Pemerintah **) 4
BA 999.04 Penerusan Pinjaman **) 1
BA 999.05 Transfer ke Daerah **) 3
BA 999.06 Belanja Subsidi dan Belanja Lain-lain **) -
BA 999.07 Belanja Subsidi **) 15
BA 999.08 Belanja Lain-lain **) 180
BA 999.99 Transaksi Khusus **) -
BA 999.-- Badan Lainnya - -
Jumlah Satker 23.779 25.143

*) Bagian Anggaran tersebut baru terbentuk sejak tahun anggaran 2012
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -31-



















































**) BA tersebut merupakan entitas pelaporan, dan laporan keuangan BA tersebut
dikonsolidasikan menjadi LKBUN.
LKPP Semester I Tahun 2012 ini mencakup transaksi-transaksi sebagai berikut:
transaksi keuangan yang berasal dari APBN, termasuk dana APBN yang dilaksanakan oleh
pemerintah daerah, yaitu dana dekonsentrasi dan dana tugas pembantuan;
transaksi keuangan terbatas dari unit-unit fiskal register yang tidak menggunakan dana
APBN, namun mengelola aset Pemerintah, seperti Bank Indonesia, Badan Pengelola
Minyak dan Gas (BPMIGAS), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Unit Badan Lainnya.

LKPP Semester I Tahun 2012 ini tidak mencakup entitas:
Pemerintahan Daerah;
Badan Usaha Milik Negara (BUMN);
Badan Hukum Milik Negara (BHMN); dan
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Namun, penyertaan modal (investasi) pemerintah pada perusahaan negara (BUMN dan Non
BUMN), dan BHMN, nilainya disajikan sebagai investasi pemerintah dan dijabarkan dalam
Ikhtisar Laporan Keuangan Perusahaan Negara/Badan Lainnya.
Sesuai dengan PMK Nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan
Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat sebagaimana telah diubah dengan PMK Nomor
233/PMK.05/2011, LKPP dihasilkan melalui Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat (SAPP), yang
terdiri dari Sistem Akuntansi Bendahara Umum Negara (SA-BUN) dan Sistem Akuntansi
Instansi (SAI). SAI diselenggarakan oleh K/L secara berjenjang mulai dari tingkat satker (Kuasa
Pengguna Anggaran) sampai tingkat K/L (Pengguna Anggaran), untuk menghasilkan laporan
realisasi anggaran dan neraca. SAI terdiri dari 2 (dua) subsistem, yaitu Sistem Akuntansi
Keuangan (SAK) dan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara
(SIMAK-BMN). SAK diselenggarakan untuk membukukan transaksi anggaran (Daftar Isian
Pelaksanaan Anggaran), pendapatan, belanja, serta data neraca, sedangkan SIMAK-BMN
diselenggarakan untuk membukukan data barang milik negara dalam rangka menghasilkan
neraca.
Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara (BUN) menyelenggarakan Sistem
Akuntansi Bendahara Umum Negara (SA-BUN) untuk menghasilkan Laporan Keuangan BUN.
SA-BUN terdiri dari beberapa sub sistem, yaitu Sistem Akuntansi Pusat (SiAP), Sistem
Akuntansi Utang Pemerintah dan Hibah (SA-UP&H), Sistem Akuntansi Investasi Pemerintah
(SA-IP), Sistem Akuntansi dan Pelaporan Penerusan Pinjaman (SA-PPP), Sistem Akuntansi
Transfer ke Daerah (SA-TD), Sistem Akuntansi Belanja Subsidi dan Belanja Lain-lain (SA-BSBL),
Sistem Akuntansi Transaksi Khusus (SA-TK), dan Sistem Akuntansi Badan Lainnya (SA-BL).
SiAP terdiri dari 2 (dua) subsistem, yaitu Sistem Akuntansi Kas Umum Negara (SAKUN) dan
Sistem Akuntansi Umum (SAU). SAKUN diselenggarakan untuk menghasilkan Laporan Arus Kas
Pemerintah Pusat, sedangkan SAU diselenggarakan untuk membukukan data yang akan
direkonsiliasi dengan data yang dibukukan SAI.





Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun
SAU

























































Kerangka
diagram di bawah ini.













SAPP dirancang untuk
1. Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
Laporan Realisasi APBN
seluruh entitas pelaporan
dari Pendapatan Negara dan Hibah, Belanja Negara, dan Pembiayaan.

Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan
SAPP
SABUN
SiAP SA-UP&H SA-IP SA-PPP SA-TD SA-BSBL
SAU SAKUN
Kerangka Umum SAPP dan alur penyusunan LKPP adalah sebagaimana disajikan pada
diagram di bawah ini.










Kerangka Umum SAPP
Alur Penyusunan LKPP
dirancang untuk menghasilkan LKPP yang terdiri dari:
Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
Laporan Realisasi APBN disusun berdasarkan kompilasi Laporan Realisasi Anggaran
seluruh entitas pelaporan K/L dan entitas pelaporan BUN. Laporan Realisasi APBN terdiri
dari Pendapatan Negara dan Hibah, Belanja Negara, dan Pembiayaan.
Angka realisasi Pendapatan Negara dan Hibah yang disajikan pad
APBN Semester I TA 2012 berdasarkan data penerimaan kas yang dikelola oleh
Menteri Keuangan selaku BUN sebagai pembukuan intrakomtabel atas seluruh
Catatan atas Laporan Keuangan -32-
SAI
SIMAK-BMN SAK
BSBL SA-TK SA-BL
Umum SAPP dan alur penyusunan LKPP adalah sebagaimana disajikan pada

Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
kompilasi Laporan Realisasi Anggaran
Laporan Realisasi APBN terdiri
dari Pendapatan Negara dan Hibah, Belanja Negara, dan Pembiayaan.
yang disajikan pada Laporan Realisasi
berdasarkan data penerimaan kas yang dikelola oleh
sebagai pembukuan intrakomtabel atas seluruh
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -33-

























































penerimaan uang yang riil masuk ke Kas Negara atau melalui pengesahan
pendapatan. Sedangkan data realisasi Pendapatan Negara dan Hibah dari K/L
berfungsi sebagai penguji (kontrol) data BUN.
Angka realisasi Belanja Negara yang disajikan pada Laporan Realisasi APBN
Semester I TA 2012 berdasarkan kompilasi realisasi belanja negara seluruh entitas
K/L, di mana pengguna anggaran bertanggung jawab penuh atas seluruh pengeluaran
yang dibelanjakannya. Sedangkan data realisasi pengeluaran yang dikelola oleh BUN
(data SAU) berfungsi sebagai penguji (kontrol) data belanja K/L. Apabila terjadi
perbedaan antara realisasi belanja berdasarkan data K/L dengan data BUN, perbedaan
tersebut disajikan pada Laporan Realisasi APBN sebagai “Suspen.”
Angka realisasi Pembiayaan yang disajikan pada Laporan Realisasi APBN Semester I
TA 2012 berdasarkan data penerimaan dan pengeluaran kas yang dikelola oleh
Menteri Keuangan selaku BUN sebagai pembukuan intrakomtabel atas seluruh
penerimaan dan pengeluaran uang yang riil masuk ke atau keluar dari Kas Negara.
2. Neraca
Neraca Pemerintah Pusat disusun berdasarkan konsolidasi Neraca seluruh K/L dan Neraca
LKBUN. Neraca LKBUN disusun berdasarkan konsolidasi Neraca Kas Umum Negara (KUN)
dan Neraca Bagian Anggaran – Bagian Anggaran BUN termasuk Laporan Keuangan Badan
Lainnya. Data mengenai Kas di Bendahara Penerimaan, Kas di Bendahara Pengeluaran,
dan Kas pada BLU didasarkan pada Neraca K/L yang disusun melalui SAI.

3. Laporan Arus Kas
Laporan Arus Kas disusun berdasarkan data penerimaan dan pengeluaran kas yang
dikelola oleh Menteri Keuangan selaku BUN. Laporan Arus Kas Semester I TA 2012
mencakup data penerimaan dan pengeluaran kas melalui rekening KPPN dan rekening BUN
(rekening 502.000000980, rekening 600.502411980, rekening 600.502111980,
rekening 519.000122980, rekening 608.001411980, rekening 608.000111980,
rekening SAL, dan rekening Penempatan Uang Negara), termasuk transaksi pengesahan
pendapatan hibah, serta pendapatan dan belanja pada BLU. Laporan Arus Kas disusun
dengan menggunakan SAKUN yang merupakan subsistem dari SiAP.

4. Catatan atas Laporan Keuangan
Catatan atas Laporan Keuangan menyajikan informasi tentang analisis makro ekonomi,
pendekatan penyusunan laporan keuangan, kebijakan akuntansi, penjelasan atau daftar
terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi APBN,
Neraca Pemerintah Pusat, dan Laporan Arus Kas, serta informasi penting lainnya dalam
rangka pengungkapan yang memadai.



A.4. KEBIJAKAN AKUNTANSI

Laporan Realisasi APBN disusun dengan menggunakan basis kas yaitu basis akuntansi
yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas
diterima pada Kas Umum Negara (KUN) atau dikeluarkan dari KUN.
Penyajian aset, kewajiban, dan ekuitas dana dalam Neraca diakui berdasarkan basis
akrual, yaitu pada saat diperolehnya hak atas aset dan timbulnya kewajiban tanpa
memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dikeluarkan dari KUN.
Penyusunan dan penyajian LKPP Semester I Tahun 2012 telah mengacu pada Standar
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -34-














Pendapatan diakui pada
saat kas diterima pada
KUN dan terjadinya
pengesahan oleh KPPN























Belanja diakui pada saat
kas keluar dari KUN dan
terjadinya pengesahan
oleh KPPN









Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang telah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor
71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, Lampiran II (Pernyataan SAP (PSAP)
Berbasis Kas Menuju Akrual). Dengan demikian, dalam penyusunan LKPP telah diterapkan
kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang baik di lingkungan pemerintahan.
Dalam rangka penerapan akuntansi berbasis akrual, sebagaimana diamanatkan UU No.
17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, dan UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan
Negara, Pemerintah telah menetapkan dengan PP Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar
Akuntansi Pemerintahan. PP tersebut mengatur SAP Berbasis Akrual dan SAP Berbasis Kas
Menuju Akrual. Sesuai dengan PP tersebut, Pemerintah dapat menerapkan SAP Berbasis
Akrual secara bertahap dengan ketentuan penerapan sepenuhnya paling lambat tahun anggaran
2015.
Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan LKPP adalah:
(1) Pendapatan
Pendapatan adalah semua penerimaan KUN yang menambah ekuitas dana lancar dalam
periode tahun yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah pusat dan tidak perlu
dibayar kembali oleh pemerintah pusat. Pendapatan diakui pada saat kas diterima pada
KUN atau pada saat terjadinya pengesahan atas pendapatan melalui dokumen pengesahan
oleh KPPN. Akuntansi pendapatan dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan
membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah netonya (setelah
dikompensasikan dengan pengeluaran). Pendapatan disajikan sesuai dengan jenis
pendapatan.
Pengecualian terhadap azas bruto pada penyusunan LKPP Semester I Tahun 2012 adalah
untuk penerimaan minyak dan gas bumi (migas) yang ditampung dalam Rekening Minyak
dan Gas Bumi (600.000411980) dan Rekening Panas Bumi (508.000084980). Hal ini
dilandasi bahwa earnings process atas penerimaan migas dan panas bumi tersebut belum
selesai, karena penerimaan migas pada rekening 600.000411980 dan penerimaan panas
bumi pada rekening 508.000084980 masih harus memperhitungkan unsur-unsur
kewajiban Pemerintah seperti under/over lifting, Domestic Market Obligation (DMO) fee,
dan pengembalian (reimbursement) Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Bumi dan
Bangunan (PBB). Penerimaan migas pada rekening 600.000411980 dan penerimaan
panas bumi pada rekening 508.000084980 setelah dikurangi dengan pengeluaran-
pengeluaran kewajiban Pemerintah yang dapat diestimasi diakui sebagai “Pendapatan
yang Ditangguhkan.” Selanjutnya, terhadap pengeluaran-pengeluaran kewajiban
Pemerintah yang membebani rekening tersebut akan dikeluarkan terlebih dahulu, baru
kemudian disetor ke Kas Negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
(2) Belanja
Belanja adalah semua pengeluaran KUN yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam
periode tahun yang bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh
pemerintah pusat. Belanja diakui pada saat terjadi pengeluaran kas dari KUN atau pada
saat terjadinya pengesahan atas belanja melalui dokumen pengesahan oleh KPPN. Khusus
pengeluaran melalui bendahara pengeluaran, pengakuan belanja terjadi pada saat
pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh Kantor Pelayanan
Perbendaharaan Negara (KPPN). Belanja disajikan pada muka (face) laporan keuangan
menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja, sedangkan pada Catatan atas Laporan
Keuangan (CaLK), belanja disajikan menurut klasifikasi organisasi dan fungsi.

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -35-


Pembiayaan diakui pada
saat kas diterima/keluar
dari KUN atau terjadinya
pengesahan oleh BUN


















Aset terdiri dari Aset
Lancar, Investasi, Aset
Tetap, dan Aset
Lainnya









Aset Lancar terdiri dari
kas, piutang, dan
persediaan

















(3) Pembiayaan
Pembiayaan adalah seluruh transaksi keuangan Pemerintah, baik penerimaan maupun
pengeluaran yang perlu dibayar atau akan diterima kembali, yang dalam penganggaran
Pemerintah terutama dimaksudkan untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus
anggaran. Pembiayaan diakui pada saat kas diterima pada KUN serta pada saat terjadinya
pengeluaran kas dari KUN atau terjadinya pengesahan penerimaan dan pengeluaran
pembiayaan oleh BUN. Akuntansi penerimaan pembiayaan dilaksanakan berdasarkan azas
bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah netonya
(setelah dikompensasi dengan pengeluaran).
Nilai pembiayaan dalam rangka penarikan pinjaman luar negeri dan pembayaran cicilan
pokok atas pinjaman luar negeri yang disajikan baik pada Laporan Realisasi APBN maupun
Laporan Arus Kas berdasarkan data penerimaan dan pengeluaran kas yang dikelola oleh
Menteri Keuangan selaku BUN (data Ditjen Perbendaharaan selaku Kuasa BUN).
Sementara itu, saldo pinjaman/utang luar negeri yang disajikan pada Neraca LKPP
berdasarkan saldo pinjaman/utang luar negeri yang disajikan pada Neraca Bagian
Anggaran 999.01 (Pengelolaan Utang) oleh Ditjen Pengelolaan Utang. Perbedaan data
penarikan pinjaman luar negeri antara Ditjen Perbendaharaan selaku Kuasa BUN dan
Ditjen Pengelolaan Utang selaku Kuasa Pengguna Anggaran dijelaskan pada CaLK.
(4) Aset
Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh Pemerintah sebagai
akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa
depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh Pemerintah maupun oleh masyarakat, serta
dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber daya non-keuangan yang diperlukan
untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara
karena alasan sejarah dan budaya. Dalam pengertian aset ini tidak termasuk sumber daya
alam seperti hutan, kekayaan di dasar laut, dan kandungan pertambangan. Aset diakui
pada saat diterima atau pada saat hak kepemilikan berpindah.
Aset diklasifikasikan menjadi Aset Lancar, Investasi Jangka Panjang, Aset Tetap, dan
Aset Lainnya.
a. Aset Lancar
Suatu aset diklasifikasikan sebagai Aset Lancar jika berupa kas dan setara kas serta
diharapkan segera untuk direalisasikan, dipakai, atau dimiliki untuk dijual dalam
waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan. Aset lancar ini terdiri dari kas
dan setara kas, piutang, investasi jangka pendek, dan persediaan.
Kas disajikan di neraca dengan menggunakan nilai nominal. Kas dalam bentuk
valuta asing disajikan di neraca dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia
(BI) pada tanggal pelaporan.
Kas di Bendahara Pengeluaran merupakan saldo uang persediaan (UP) yang belum
disetorkan ke kas negara atau belum dipertanggungjawabkan sampai dengan
tanggal pelaporan.
Kas dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang belum disetor ke kas
negara disajikan sebagai Kas di Bendahara Penerimaan. Bunga dan jasa giro atas
rekening Bendahara Penerimaan disajikan sebagai bagian dari Kas di Bendahara
Penerimaan.
Kas Lainnya dan Setara Kas terdiri dari bunga dan jasa giro atas rekening
Bendahara Pengeluaran, pungutan pajak, dan pengembalian belanja yang belum
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -36-





































Investasi Jangka
Panjang terdiri dari
Investasi Non Permanen
dan Investasi Permanen
















disetorkan ke kas negara sampai dengan tanggal pelaporan, dana lancar BLU,
serta kas dari hibah langsung dan dana yang berasal dari SPM-LS Bendahara
Pengeluaran yang belum dibayarkan kepada pihak ketiga.
Kas pada BLU yang disajikan merupakan Kas pada BLU yang telah disahkan oleh
KPPN maupun yang belum disahkan. Kas di BLU yang merupakan dana kelolaan
yang belum digulirkan/diinvestasikan disajikan sebagai Aset Lainnya.
Saldo Kas di Bendahara Pengeluaran dan Kas pada BLU didasarkan pada Neraca
K/L yang disusun melalui SAI.
Piutang dinyatakan dalam neraca menurut nilai yang timbul berdasarkan hak yang
telah dikeluarkan surat keputusan penagihannya. Temasuk dalam pos Piutang
adalah Piutang Pajak, Piutang Bukan Pajak, Tagihan Penjualan Angsuran (TPA),
Tagihan Tuntutan Ganti Rugi (TGR), Uang Muka Belanja, Piutang dari Kegiatan
BLU, Piutang Lain-lain, dan Piutang Penerusan Pinjaman yang akan jatuh tempo
dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan setelah tanggal pelaporan. LKPP Tahun
2011 ini telah menyajikan nilai bersih yang dapat direalisasikan (Net Realizable
Value) atas piutang dengan memperhitungkan penyisihan atas piutang tidak
tertagih yang disajikan pada pos tersendiri dalam lembar muka Neraca dan
diungkapkan pada CaLK. Penyisihan piutang tidak tertagih tidak diterapkan pada
Uang Muka Belanja/Belanja Dibayar di Muka.
Termasuk dalam persediaan adalah barang atau perlengkapan yang dimaksudkan
untuk mendukung kegiatan operasional pemerintah, barang-barang yang
dimaksudkan untuk dijual dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada
masyarakat. Nilai persediaan didasarkan pada perhitungan fisik pada tanggal
pelaporan, kecuali untuk persediaan dalam bentuk beras.
Persediaan dicatat pada neraca berdasarkan:
- harga pembelian terakhir, apabila diperoleh dengan pembelian,
- harga standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri,
- harga wajar atau estimasi nilai penjualannya apabila diperoleh dengan cara
lainnya seperti donasi/rampasan.
b. Investasi
Investasi adalah aset yang dimaksudkan untuk memperoleh manfaat ekonomik
seperti bunga, dividen dan royalti, atau manfaat sosial sehingga dapat meningkatkan
kemampuan pemerintah dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.
Investasi pemerintah diklasifikasikan kedalam investasi jangka pendek dan investasi
jangka panjang. Investasi jangka pendek adalah investasi yang dapat segera dicairkan
dan dimaksudkan untuk dimiliki dalam kurun waktu setahun atau kurang. Investasi
jangka panjang adalah investasi yang dimaksudkan untuk dimiliki selama lebih dari
setahun. Penyajian investasi pada Neraca Pemerintah Pusat per 30 Juni 2012
meliputi investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang.
Investasi jangka pendek yang disajikan pada Neraca Pemerintah Pusat per 30 Juni
2012 adalah investasi berupa deposito berjangka waktu lebih dari 3 (tiga) bulan yang
ada di BLU.
Investasi jangka panjang dibagi menurut sifat penanaman investasinya, yaitu non
permanen dan permanen.
(i) Investasi Non Permanen
Investasi non permanen adalah investasi jangka panjang yang tidak termasuk
dalam investasi permanen dan dimaksudkan untuk dimiliki secara tidak
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -37-
























































berkelanjutan. Investasi non permanen sifatnya bukan penyertaan modal saham
melainkan berupa pinjaman jangka panjang yang dimaksudkan untuk pembiayaan
investasi perusahaan negara/daerah, pemerintah daerah, dan pihak ketiga
lainnya.
Investasi Non Permanen meliputi:
Seluruh dana pemerintah yang diberikan dalam bentuk Pinjaman Dana
Bergulir kepada pengusaha kecil, anggota koperasi, anggota Kelompok
Swadaya Masyarakat (KSM), nasabah Lembaga Dana Kredit Pedesaan
(LDKP), nasabah Usaha Simpan Pinjam/Tempat Simpan Pinjam (USP/TSP)
atau nasabah BPR, kelompok petani, nelayan, dan kelompok usaha lainnya.
Investasi Non Permanen Lainnya berupa dana pada BLU Pusat Investasi
Pemerintah (PIP) yang telah diinvestasikan.

Dana kelolaan BLU yang masih berupa kas dan belum digulirkan/diinvestasikan
disajikan sebagai Dana Kelolaan BLU yang Belum Digulirkan/Diinvestasikan pada
pos Aset Lainnya.

(ii) Investasi Permanen
Investasi Permanen adalah investasi jangka panjang yang dimaksudkan untuk
dimiliki secara berkelanjutan. Investasi permanen dimaksudkan untuk
mendapatkan dividen dan/atau menanamkan pengaruh yang signifikan dalam
jangka panjang dan/atau menjaga hubungan kelembagaan. Investasi permanen
meliputi seluruh Penyertaan Modal Negara (PMN) pada perusahaan negara,
lembaga internasional, dan badan usaha atau badan hukum lainnya.
Investasi Permanen PMN terdiri dari investasi pada perusahaan negara,
lembaga keuangan internasional, Bada Hukum Milik Negara (BHMN), dan
badan usaha lainnya. PMN pada perusahaan negara yang sama dengan atau
lebih dari 51 (lima puluh satu) persen disebut sebagai Badan Usaha Milik
Negara (BUMN). PMN pada perusahaan negara yang kurang dari 51 persen
(minoritas) disebut sebagai Non BUMN.
PMN dapat berupa surat berharga (saham) pada suatu perseroan terbatas
dan non surat berharga (kepemilikan modal bukan dalam bentuk saham pada
perusahaan yang bukan perseroan).
Aset-aset yang berstatus Bantuan Pemerintah Yang Belum Ditetapkan
Statusnya (BPYBDS) pada BUMN disajikan sebagai Investasi Permanen
PMN. BPYBDS merupakan Barang Milik Negara (BMN) yang berasal dari
belanja K/L yang diserahkelolakan kepada BUMN di masing-masing sektor.
Pengalihan BMN dari K/L menjadi aset BUMN berdasarkan dokumen Berita
Serah Terima Operasi (BASTO). Metode pencatatan BPYBDS masih variatif,
sebagian berdasarkan BASTO dan yang lain menggunakan nilai hasil review
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
PMN pada lembaga keuangan internasional dicatat sebagai investasi
permanen sebesar kontribusi Pemerintah yang telah dibayar tunai maupun
dalam bentuk penerbitan Promissory Notes. Di sisi lain, Promissory Notes
tersebut disajikan sebagai kewajiban.
Nilai PMN pada BUMN/BHMN dengan persentase kepemilikan sama dengan atau
lebih dari 51 (lima puluh satu) persen serta investasi pada BI disajikan dengan
menggunakan metode ekuitas (equity method). Nilai PMN pada perusahaan minoritas
(Non BUMN) dengan kepemilikan 20 (dua puluh) persen atau lebih disajikan dengan
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -38-













Aset Tetap terdiri dari
Tanah, Gedung dan
Bangunan, Peralatan dan
Mesin, Jalan, Irigasi, dan
Jaringan, Aset Tetap
Lainnya, dan KDP


























SAP telah mengatur
mengenai depresiasi,
tapi aset tetap dalam
LKPP ini belum
didepresiasi.






menggunakan metode ekuitas (equity method), sedangkan kepemilikan kurang dari 20
(dua puluh) persen menggunakan metode biaya (cost method).
Penilaian investasi jangka panjang diprioritaskan menggunakan metode ekuitas. Jika
suatu investasi bisa dipastikan tidak akan diperoleh kembali atau terdapat bukti
bahwa investasi hendak dilepas, maka digunakan metode nilai bersih yang
direalisasikan. Investasi dalam bentuk pemberian pinjaman jangka panjang kepada
pihak ketiga dan non earning asset atau hanya sebagai bentuk partisipasi dalam
suatu organisasi, seperti penyertaan pada lembaga-lembaga keuangan internasional,
menggunakan metode biaya.

c. Aset Tetap
Aset Tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua
belas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh
masyarakat umum. Aset tetap terdiri dari Tanah, Gedung dan Bangunan, Peralatan
dan Mesin, Jalan, Irigasi, dan Jaringan, dan Aset Tetap Lainnya. Aset tetap juga
mencakup biaya-biaya atas pembangunan aset tetap yang sampai dengan tanggal
pelaporan sedang dalam proses pengerjaan dan dilaporkan sebagai Konstruksi Dalam
Pengerjaan (KDP). KDP dipindahkan ke aset tetap yang bersangkutan pada saat aset
tersebut selesai dan siap digunakan.
Aset Tetap dilaporkan berdasarkan neraca K/L per 30 Juni 2012 dengan harga
perolehan. Sejak tahun 2007, Pemerintah telah melakukan penertiban Barang Milik
Negara (BMN) yang meliputi inventarisasi dan penilaian kembali BMN. Penilaian
kembali dilakukan untuk BMN yang diperoleh sebelum tahun 2004. Hasil inventarisasi
dan penilaian kembali BMN tersebut menjadi dasar penyajian Aset Tetap pada Neraca
per 30 Juni 2012.
Pengakuan aset tetap yang perolehannya sejak tanggal 1 Januari 2002 didasarkan
pada nilai satuan minimum kapitalisasi, yaitu:
(a) Pengeluaran untuk per satuan peralatan dan mesin dan peralatan olah raga yang
nilainya sama dengan atau lebih dari Rp300.000 (tiga ratus ribu rupiah), dan
(b) Pengeluaran untuk gedung dan bangunan yang nilainya sama dengan atau lebih
dari Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah).
Pengeluaran yang tidak tercakup dalam batasan nilai minimum kapitalisasi tersebut di
atas, diperlakukan sebagai biaya kecuali pengeluaran untuk tanah, jalan/irigasi/
jaringan, dan aset tetap lainnya berupa koleksi perpustakaan dan barang bercorak
kesenian. Nilai satuan minimum kapitalisasi juga dikecualikan terhadap aset tetap
yang diperoleh dari transfer/pengalihan/pertukaran.
Pengeluaran yang memenuhi batasan minimum kapitalisasi diperlakukan sebagai
penambah nilai Aset Tetap.
Menurut PP Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan
Lampiran II PSAP Nomor 07 tentang Akuntansi Aset Tetap, aset tetap disajikan
berdasarkan biaya perolehan aset tetap dikurangi akumulasi penyusutan (depresiasi).
Namun, Pemerintah menetapkan bahwa dalam penyusunan LKPP Semester I Tahun
2012, seluruh aset tetap yang dikelola oleh K/L selaku pengguna barang belum
disusutkan/didepresiasi. Hal ini disebabkan antara lain peraturan dan kebijakan
penyusutan, serta umur manfaat dari masing-masing kelompok aset tetap belum
ditetapkan. Penerapan penyusutan aset tetap akan dilaksanakan mulai pelaporan
keuangan tahun 2013. Untuk tahun 2012, penyusutan aset tetap dilaksanakan untuk
satker yang menerapkan pengelolaan keuangan BLU yang telah melaksanakan sistem
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -39-






Aset lainnya terdiri dari
TPA, Tagihan TGR,
Kemitraan dengan Pihak
Ketiga, Piutang Jangka
Panjang Lainnya, Dana
yang Dibatasi
Penggunaannya, Aset
Tak Berwujud, Dana
Penjaminan, Aset KKKS,
Aset Eks BPPN, Aset
Lainnya dari Unit
Pemerintah Lainnya, dan
Aset Lain-lain.





































akuntansi sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Nilai perolehan,
penyusutan, dan nilai buku atas aset tetap pada satker yang menerapkan pengelolaan
keuangan BLU diungkapkan dalam CaLK.

d. Aset Lainnya
Aset Lainnya adalah aset pemerintah selain aset lancar, investasi, dan aset tetap.
Termasuk dalam Aset Lainnya adalah Tagihan Penjualan Angsuran (TPA), Tagihan
Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang jatuh tempo lebih dari satu tahun, Kemitraan dengan
Pihak Ketiga, Dana yang Dibatasi Penggunaannya, Aset Tak Berwujud, Dana
Penjaminan, Aset KKKS, Aset Eks BPPN, Aset Lainnya dari Unit Pemerintah Lainnya,
dan Aset Lain-lain.
TPA menggambarkan jumlah yang dapat diterima dari penjualan aset pemerintah
secara angsuran kepada pegawai pemerintah yang dinilai sebesar nilai nominal
dari kontrak/berita acara penjualan aset yang bersangkutan setelah dikurangi
dengan angsuran yang telah dibayar oleh pegawai ke kas negara atau daftar
saldo tagihan penjualan angsuran.
TGR merupakan suatu proses yang dilakukan terhadap bendahara/pegawai negeri
bukan bendahara dengan tujuan untuk menuntut penggantian atas suatu kerugian
yang diderita oleh negara sebagai akibat langsung ataupun tidak langsung dari
suatu perbuatan yang melanggar hukum yang dilakukan oleh bendahara/pegawai
tersebut atau kelalaian dalam pelaksanaan tugasnya.
TPA dan Tagihan TGR yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu 12 (dua belas)
bulan setelah tanggal neraca disajikan sebagai aset lancar (Lihat Kebijakan
Akuntansi pada Aset Lancar).
Kemitraan dengan pihak ketiga merupakan perjanjian antara dua pihak atau lebih
yang mempunyai komitmen untuk melaksanakan kegiatan yang dikendalikan
bersama dengan menggunakan aset dan/atau hak usaha yang dimiliki. Apabila
kemitraan berakhir, maka aset yang menjadi hak Pemerintah akan direklasifikasi
menjadi aset definitif sesuai jenisnya.
Dana yang Dibatasi Penggunaannya merupakan kas atau dana yang alokasinya
hanya akan dimanfaatkan untuk membiayai kegiatan tertentu seperti yang
disimpan pada rekening cadangan subsidi/PSO, rekening cadangan Dana Bagi
Hasil, rekening dana reboisasi, Dana Abadi Umat, dana Biaya Penyelenggaraan
Iuran Haji, dan kas besi perwakilan RI di luar negeri, serta dana lain yang sejenis.
Aset Tak Berwujud merupakan aset nonkeuangan yang dapat diidentifikasi dan
tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan
barang atau jasa atau digunakan untuk tujuan lainnya termasuk hak atas
kekayaan intelektual. Aset Tak Berwujud meliputi software komputer; lisensi dan
franchise; hak cipta (copyright), paten, hasil kajian/penelitian yang memberikan
manfaat jangka panjang, serta hak jasa dan operasi Aset Tak Berwujud dalam
pengembangan.
Aset KKKS yang disajikan pada LKPP Semester I Tahun 2012 adalah aset KKKS
yang telah dilakukan inventarisasi dan penilaian yang belum diserahkan kepada
Pemerintah, dan dapat diyakini keberadaan dan keandalan nilainya. Aset KKKS
yang belum diserahkan dan belum dilakukan inventarisasi dan penilaian, serta
yang sudah dilakukan inventarisasi dan penilaian namun belum dapat diyakini,
tidak dicatat dalam neraca, namun diungkapkan dalam CaLK. Aset yang telah
diserahkan kepada Pemerintah c.q Kementerian ESDM dan sudah dilakukan
inventarisasi dan penilaian, dicatat dalam neraca sebagai aset tetap atau
persediaan.
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -40-











































Kewajiban terdiri dari
kewajiban Jangka
Pendek dan Kewajiban
Jangka Panjang.




Terhadap pengakuan Aset KKKS, Pemerintah tidak mengakui adanya kewajiban
atas pengakuan aset tersebut. Hal ini didasarkan pada Peraturan Pemerintah
Nomor 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi yang
menyatakan bahwa seluruh barang dan peralatan yang secara langsung
digunakan dalam Kegiatan Usaha Hulu yang dibeli Kontraktor menjadi
milik/kekayaan negara. Dengan demikian, Pemerintah tidak mengakui adanya
kewajiban atas pengakuan Aset KKKS.
Aset Lainnya dari Unit Pemerintah Lainnya merupakan kekayaan bersih (ekuitas)
pada Unit Badan Lainnya non satuan kerja seperti Otorita Asahan, Otorita Batam,
Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Badan Pengelola Gedung Manggala
Wanabakti, dan Yayasan Gedung Veteran. Nilai Aset Lainnya tersebut disajikan
sebesar nilai kekayaan bersih (aset dikurangi kewajiban). Dalam hal badan-badan
lain tersebut mendapatkan alokasi APBN dan bertindak sebagai Kuasa Pengguna
Anggaran (KPA), seperti Otorita Batam, maka aset dan kewajiban atas KPA
dikeluarkan dalam penghitungan nilai kekayaan bersih.
Aset Lain-lain merupakan aset lainnya yang tidak dapat dikategorikan ke dalam
TPA, Tagihan TGR, Kemitraan dengan Pihak Ketiga, maupun Dana yang Dibatasi
Penggunaannya. Aset lain-lain dapat berupa aset tetap pemerintah yang
dihentikan dari penggunaan aktif pemerintah, aset yang belum ditetapkan status
penggunanya seperti aset eks Pertamina, aset yang dikelola pihak lain seperti
aset pemerintah eks BPPN yang dialihkan kepada PT Perusahaan Pengelola Aset
(PT PPA).
Termasuk juga dalam Aset Lainnya adalah dana kelolaan BLU yang masih berupa
kas yang belum digulirkan/diinvestasikan, seluruh piutang penerusan pinjaman,
piutang jangka panjang.
TP, TGR, TPA, dan Penerusan Pinjaman yang disajikan pada LKPP Semester I
Tahun 2012 ini telah memperhitungkan penyisihan piutang tidak tertagih yang
disajikan pada pos tersendiri dalam lembar muka Neraca dan diungkapkan pada
Catatan atas Laporan Keuangan.

(5) Kewajiban
Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya
mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi Pemerintah. Dalam konteks
pemerintahan, kewajiban muncul antara lain karena penggunaan sumber pembiayaan
pinjaman dari masyarakat, lembaga keuangan, entitas pemerintahan lain, atau lembaga
internasional. Kewajiban Pemerintah juga terjadi karena perikatan dengan pegawai yang
bekerja pada pemerintah. Setiap kewajiban dapat dipaksakan menurut hukum sebagai
konsekuensi dari kontrak yang mengikat atau peraturan perundang-undangan.
Kewajiban Pemerintah diklasifikasikan kedalam kewajiban jangka pendek dan kewajiban
jangka panjang.
a. Kewajiban Jangka Pendek
Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek jika diharapkan
untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan setelah tanggal
pelaporan. Kewajiban jangka pendek meliputi Utang Kepada Pihak Ketiga, Utang
Perhitungan Fihak Ketiga (PFK), Bagian Lancar Utang Jangka Panjang, Utang
Bunga/Biaya Pinjaman (accrued interest), Utang Subsidi, Surat Perbendaharaan
Negara (SPN), dan Utang Jangka Pendek Lainnya.
Utang PFK dicatat sebesar saldo pungutan/potongan berupa PFK yang belum
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -41-
























































disetorkan kepada pihak lain sampai akhir periode pelaporan.
Utang bunga atas utang Pemerintah dicatat sebesar biaya bunga yang telah
terjadi dan belum dibayar. Bunga dimaksud berasal dari utang Pemerintah baik
dari dalam maupun luar negeri. Utang bunga atas utang pemerintah yang belum
dibayar diakui pada setiap akhir periode pelaporan sebagai bagian dari kewajiban
yang berkaitan.
Nilai yang dicantumkan dalam neraca untuk bagian lancar utang jangka panjang
adalah jumlah yang jatuh tempo dalam waktu 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
SPN adalah instrumen utang jangka pendek dengan penerbitan secara diskonto
yang berjangka waktu kurang dari 12 bulan.
Termasuk dalam kewajiban jangka pendek adalah kewajiban Pemerintah terkait
dengan penerimaan migas yang masuk ke rekening 600.000411.980 dan
508.000084.980, seperti under lifting, DMO fee, dan pengembalian
(reimbursement) PPN dan PBB, yang akan dibayarkan kepada KKKS berdasarkan
verifikasi yang dilakukan oleh Pemerintah bersama BPMIGAS.
b. Kewajiban Jangka Panjang
Kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang jika diharapkan untuk
dibayar atau jatuh tempo dalam waktu lebih dari 12 (dua belas) bulan setelah tanggal
pelaporan.
Kewajiban jangka panjang pemerintah terdiri dari utang luar negeri dan utang dalam
negeri. Utang Luar Negeri Pemerintah adalah pinjaman bilateral, multilateral, kredit
ekspor, leasing, dan kredit komersial yang dikelola Kementerian Keuangan. Utang
Dalam Negeri Pemerintah antara lain adalah utang dalam bentuk sekuritas
(government debt securities), yang terdiri dari fixed rates bonds, variable rates bonds,
zero coupon bonds, international bonds, Surat Utang Pemerintah kepada Bank
Indonesia, dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang dikelola Kementerian
Keuangan.
Utang Jangka Panjang yang akan jatuh tempo dalam kurun waktu 12 (dua belas)
bulan setelah tanggal 31 Desember 2011 disajikan sebagai bagian lancar.
Fixed Rate (FR) Bonds adalah obligasi yang memiliki tingkat kupon yang
ditetapkan pada saat penerbitan, dan dibayarkan secara periodik setiap 6 (enam)
bulan. Obligasi jenis ini dapat diperdagangkan dan dipindahtangankan
kepemilikannya di pasar sekunder.
Obligasi Negara Ritel (ORI) adalah Obligasi Negara yang dijual kepada individu
atau perseorangan Warga Negara Indonesia melalui Agen Penjual di pasar
perdana. ORI memiliki tingkat kupon yang ditetapkan pada saat penerbitan dan
dibayarkan secara periodik. Kupon ORI dibayarkan sebulan sekali (monthly). ORI
dapat diperdagangkan dan dipindahtangankan kepemilikannya di pasar sekunder.
Variable Rate (VR) Bonds adalah obligasi berbunga mengambang memiliki
tingkat kupon yang ditetapkan secara periodik berdasarkan referensi tertentu.
Dalam hal ini referensi yang digunakan adalah tingkat bunga Sertifikat Bank
Indonesia (SBI) berjangka 3 (tiga) bulan. Kupon dibayarkan secara periodik setiap
3 (tiga) bulan sekali. Obligasi VR dapat diperdagangkan dan dipindahtangankan
kepemilikannya di pasar sekunder.
Zero Coupon (ZC) Bonds adalah obligasi negara tanpa bunga yang dijual secara
diskonto. Zero Coupon dapat diperdagangkan dan dipindahtangankan
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -42-

























































kepemilikannya di pasar sekunder.
Surat Utang Pemerintah kepada Bank Indonesia (SUP kepada BI)
merupakan jenis surat utang yang tidak dapat diperdagangkan (non-tradable). SUP
kepada BI terdiri dari SU002, SU004, SU007, dan SRBI01
SU-002 dan SU-004 adalah jenis utang Pemerintah kepada Bank Indonesia
berkaitan dengan program penjaminan dan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia
(BLBI). SU-002 setelah restrukturisasi memiliki tingkat bunga sebesar 1 persen
per tahun (dari sebelumnya 3 persen), pokoknya diamortisasi dengan jatuh tempo
pokok yang terakhir pada tahun 2025 (sebelumnya 2018). SU-004 setelah
restrukturisasi memiliki tingkat bunga 3 persen per tahun (tidak berubah),
pokoknya diamortisasi dengan jatuh tempo pokok yang terakhir pada tahun 2025
(sebelumnya 2018).
SU-007 adalah surat utang hasil konversi indeksasi dan tungggakan bunga SU-
002 dan SU-004. SU-007 memiliki tingkat bunga 0,1 persen pertahun dan jatuh
tempo pada tahun 2025. angsuran pokok SU007 diamortisasi secara
semiannually dan telah mulai dibayar sejak 1 Februari 2007 sebesar
Rp509.352.721.728. Pembayaran angsuran pokok SU007 dapat dilakukan
dengan cara tunai (cash) atau dibayar dengan menggunakan Surat Utang Negara
(SUN) yang dapat diperdagangkan (tradable).
SRBI-01 adalah surat utang yang diterbitkan oleh Pemerintah pada tanggal 7
Agustus 2003 sebagai pengganti SU-001 dan SU-003, dalam rangka BLBI. Jatuh
tempo SRBI01 adalah tahun 2033 dengan tingkat kupon 0,1 persen per tahun
dihitung dari sisa pokok terutang yang dibayarkan secara periodik 2 (dua) kali
setahun.
International Bonds adalah jenis obligasi negara yang berdenominasi mata uang
asing yang dapat diperdagangkan/diperjualbelikan. Obligasi ini disajikan di neraca
dalam rupiah berdasarkan kurs tengah BI pada tanggal pelaporan.
Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) adalah surat berharga berdasarkan
prinsip syariah, atau dikenal secara internasional dengan istilah sukuk. Instrumen
keuangan ini pada prinsipnya sama seperti surat berharga konvensional, dengan
perbedaan pokok antara lain berupa penggunaan konsep imbalan dan bagi hasil
sebagai pengganti bunga, adanya suatu transaksi pendukung (underlying
transaction) berupa sejumlah tertentu aset yang menjadi dasar penerbitan sukuk,
serta adanya aqad atau penjanjian antara para pihak yang disusun berdasarkan
prinsip-prinsip syariah.
Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal, yaitu sebesar nilai kewajiban Pemerintah pada
saat pertama kali transaksi berlangsung. Aliran ekonomi sesudahnya seperti transaksi
pembayaran, perubahan penilaian karena perubahan kurs mata uang asing, dan perubahan
lainnya selain perubahan nilai pasar, diperhitungkan dengan menyesuaikan nilai tercatat
kewajiban tersebut.
Nilai nominal atas utang luar negeri Pemerintah merupakan kewajiban Pemerintah kepada
pemberi utang sebesar pokok utang dan bunga sesuai yang diatur dalam kontrak
perjanjian dan belum diselesaikan sampai tanggal pelaporan. Utang dalam bentuk
sekuritas dinilai berdasarkan nilai historis. Khusus untuk hedge bonds menggunakan kurs
rupiah terhadap USD yang terakhir.
SAP telah mengatur penyajian utang kepada pegawai (past service liability). Namun
demikian, penyajian utang Pemerintah di neraca belum mencakup utang kepada pegawai
terkait kompensasi Pemerintah sebagai pemberi kerja, kepada pegawai sebagai pekerja
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -43-











Kewajiban kontinjensi
diungkapkan dalam
catatan penting lainnya




















Ekuitas Dana terdiri dari
Ekuitas Dana Lancar dan
Ekuitas Dana Investasi









Kurs Mata Uang Asing









atas jasa yang telah diberikan. Past service liablility (unfunded liability) berupa kewajiban
pensiun PNS diungkapkan dalam Catatan Penting Lainnya. Sedangkan Past service
liablility terkait Tabungan Hari Tua PNS disajikan dalam Neraca.
Termasuk dalam kelompok kewajiban adalah Promissory Notes yang diterbitkan oleh
Pemerintah dalam rangka keanggotaan pada lembaga internasional. Promissory Notes
yang akan dilunasi/dibayar kurang dari 1 (satu) tahun setelah tanggal pelaporan disajikan
sebagai kewajiban jangka pendek. Promissory Notes yang akan dilunasi/dibayar lebih dari
1 (satu) tahun setelah tanggal pelaporan disajikan sebagai kewajiban jangka panjang.

(6) Kewajiban Kontinjensi
Kewajiban kontinjensi merupakan kewajiban potensial yang timbul dari peristiwa masa
lalu dan keberadaannya menjadi pasti dengan terjadinya atau tidak terjadinya satu
peristiwa atau lebih pada masa datang yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali
Pemerintah, atau kewajiban kini yang timbul sebagai akibat masa lalu, tetapi tidak diakui
karena kemungkinan besar Pemerintah tidak mengeluarkan sumber daya yang
mengandung manfaat ekonomis untuk menyelesaikannya, atau jumlah tersebut tidak
dapat diukur dengan andal.
Utang kontinjensi pemerintah yang bersifat eksplisit seperti jaminan pembangunan Proyek
Monorail Jakarta, tanggungan kelebihan biaya pengadaan tanah sebagai akibat adanya
kenaikan harga pada saat pembebasan lahan pada proyek pembangunan jalan tol, dan
jaminan Pemerintah terhadap pembayaran kewajiban PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)
kepada kreditur yang menyediakan pendanaan kredit ekspor untuk pembangunan
pembangkit tenaga listrik yang menggunakan batu bara diungkapkan dalam Catatan
Penting Lainnya. Sedangkan utang kontinjensi Pemerintah yang bersifat implisit seperti
intervensi Pemerintah apabila perbankan mengalami kebangkrutan belum diungkapkan
dalam LKPP.
Kewajiban Kontinjensi terkait dengan risk sharing atas Program Kredit Usaha Tani Tahun
Penyediaan 1998/1999 disajikan dalam Neraca.
(7) Ekuitas Dana
Ekuitas dana merupakan kekayaan bersih Pemerintah, yaitu selisih antara aset dan utang
pemerintah. Ekuitas dana diklasifikasikan menjadi Ekuitas Dana Lancar dan Ekuitas Dana
Investasi. Ekuitas Dana Lancar merupakan selisih antara aset lancar dan kewajiban jangka
pendek. Ekuitas Dana Investasi mencerminkan selisih antara aset tidak lancar dan
kewajiban jangka panjang. Khusus untuk akun Dana yang Dibatasi Penggunaannya
(kelompok Aset Lainnya-aset tidak lancar) berupa dana pihak ketiga yang dikelola
Pemerintah seperti dana Bapertarum, serta dana yang akan diserahkan kepada pihak
ketiga seperti dana rekening cadangan Dana Bagi Hasil dan rekening cadangan subsidi,
mempunyai akun lawan kewajiban jangka pendek.
(8) Kurs Mata Uang Asing
Menurut PP Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan Lampiran II
PSAP Nomor 02 tentang Laporan Realisasi Anggaran Paragraf 62, transaksi dalam mata
uang asing dibukukan dalam mata uang rupiah dengan menjabarkan jumlah mata uang
asing tersebut menurut kurs tengah bank sentral pada tanggal transaksi. Lebih lanjut,
Interpretasi Pernyataan SAP (IPSAP) Nomor 01 tentang Transaksi dalam Mata Uang
Asing, menyatakan bahwa:
Dalam hal tersedia dana dalam mata uang asing yang sama dengan yang digunakan
dalam transaksi, maka transaksi dalam mata uang asing tersebut dicatat dengan
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -44-

























































menjabarkan ke dalam mata uang rupiah berdasarkan kurs tengah bank sentral pada
tanggal transaksi.
Dalam hal tidak tersedia dana dalam mata uang asing yang digunakan dalam
transaksi dan mata uang asing tersebut dibeli dengan rupiah, maka transaksi dalam
mata uang asing tersebut dicatat dalam rupiah berdasarkan kurs transaksi, yaitu
sebesar rupiah yang digunakan untuk memperoleh valuta asing tersebut.
Dalam hal tidak tersedia dana dalam mata uang asing yang digunakan untuk
bertransaksi dan mata uang asing tersebut dibeli dengan mata uang asing lainnya,
maka:
a. transaksi mata uang asing ke mata uang asing lainnya dijabarkan dengan
menggunakan kurs transaksi; dan
b. transaksi dalam mata uang asing lainnya tersebut dicatat dalam rupiah
berdasarkan kurs tengah bank sentral pada tanggal transaksi.
Perlakuan yang sama juga diterapkan pada transaksi penerimaan/penarikan.
Transaksi dalam mata uang asing, dimana Pemerintah memiliki rekening dalam mata uang
tersebut di BI, seperti USD dan Yen, dibukukan dalam mata uang rupiah dengan
menjabarkan jumlah mata uang asing tersebut menurut kurs tengah BI pada tanggal
transaksi. Hal tersebut dilakukan karena dalam melakukan transaksi Pemerintah tidak
harus membeli mata uang asing yang bersangkutan. Namun, transaksi dalam mata uang
asing, dimana Pemerintah tidak memiliki rekening dalam mata uang tersebut di BI,
dibukukan dalam mata uang rupiah dengan menjabarkan jumlah mata uang asing tersebut
menurut kurs tunai (spot rate) pada tanggal transaksi. Hal ini dilakukan karena dalam
melakukan transaksi, Pemerintah harus membeli mata uang asing yang bersangkutan.
Setiap pos aset dan kewajiban dalam mata uang asing dilaporkan ke dalam mata uang
rupiah dengan menggunakan kurs tengah bank sentral pada tanggal neraca. Berikut adalah
kurs tengah BI (Rupiah terhadap Mata Uang Asing) per 29 Juni 2012 dan 31 Desember
2011:
Mata Uang Asing Satuan 29 Juni 2012 31 Desember 2011
Dolar Amerika Serikat [USD] 1 9.480,00 9.068,00
Dolar Australia [AUD] 1 9.523,62 9.202,68
Dolar Canada [CAD] 1 9.181,17 8.881,50
Franc Swiss [CHF] 1 9.826,39 9.636,07
Yuan China [CNY] 1 1.498,84 1.439,16
Kroner Denmark [DKK] 1 1.587,81 1.579,22
EURO [EUR] 1 11.801,19 11.738,99
Poundsterling Inggris [GBP] 1 14.731,93 13.969,27
Yen Jepang [JPY] 100 11.962,92 11.680,32
Korean Won [KRW] 1 8,21 7,84
Selisih penjabaran pos aset dan kewajiban dalam mata uang asing antara tanggal
transaksi dan tanggal neraca dicatat sebagai kenaikan atau penurunan ekuitas dana
periode berjalan. LKPP Semester I Tahun 2012 ini menyajikan selisih kurs atas kewajiban
dalam mata uang asing sebagai kenaikan atau penurunan ekuitas dana periode berjalan
dalam Neraca.
Selisih kurs terkait dengan kas dalam valas, bagian lancar penerusan pinjaman dan utang
luar negeri disajikan pada ekuitas dana lancar, sedangkan selisih kurs yang terkait dengan
penerusan pinjaman, utang jangka panjang luar negeri dan SBN Valas disajikan pada
ekuitas dana investasi.

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -45-







































Aset/Kewajiban Eks
BRR NAD-Nias






Pencatatan selisih kurs atas Kas BUN di BI dalam mata uang asing (valas):
a. Selisih kurs yang terealisasi dihitung dari:
- kurs transaksi pada saat konversi dikurangi kurs tengah BI hari sebelumnya
dikalikan dengan mata uang asing yang dikonversi;
- ditambah dengan proporsi akumulasi selisih kurs yang belum terealisasi sampai
dengan hari sebelumnya dari mata uang asing yang dikonversi terhadap total
mata uang asing.
Selisih kurs untung diakui sebagai PNBP Lainnya, sedangkan selisih kurs rugi diakui
sebagai Belanja Lain-lain, dan dilaporkan dalam Laporan Realisasi Anggaran.
b. Selisih kurs yang belum terealisasi dibukukan pada saat tanggal pelaporan keuangan
dengan menjabarkan saldo mata uang asing dalam mata uang rupiah dengan
menggunakan kurs tengah BI pada tanggal pelaporan. Selisih kurs yang belum
terealisasi tersebut disajikan pada Neraca sebagai penambah atau pengurang ekuitas
setelah memperhitungkan proporsi selisih kurs dari mata uang asing yang telah
terealisasi.

Pencatatan selisih kurs atas utang dalam valas:
Formulasi penghitungan selisih kurs atas utang dalam mata uang asing:
a. Outstanding valas dikali kurs tengah pada tanggal neraca dikurangi outstanding valas
dikali kurs penarikan pada tanggal terakhir penarikan.
b. Kurs penarikan terakhir penarikan dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:
- Loan yang penarikan terakhirnya sebelum tahun 2004 menggunakan kurs tengah
BI pada tanggal 31 Desember 2004
- Loan yang penarikan terakhirnya tahun 2004 dan sesudahnya menggunakan kurs
dengan membagi nilai rupiah dengan valas pada tanggal penarikan terakhir.
- Dalam hal mata uang penarikan terakhir berbeda dengan mata uang outstanding
(2011) maka kurs dihitung dengan nilai rupiah penarikan terakhir dibagi dengan
hasil konversi mata uang terakhir.

(9) Aset/Kewajiban Eks BRR NAD-Nias
Sesuai dengan ketentuan Pasal 26 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
Nomor 2 Tahun 2005 tentang Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan
Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi
Sumatera Utara (BRR NAD-Nias) sebagaimana telah ditetapkan menjadi UU Nomor 10
Tahun 2005, masa tugas BRR NAD-Nias adalah 4 (empat) tahun. Sesuai Peraturan
Presiden Nomor 3 Tahun 2009, masa tugas BRR NAD-Nias berakhir tanggal 16 April
2009. Berdasarkan ketentuan tersebut, BRR-NAD Nias sebagai suatu organisasi berakhir
per tanggal 16 April 2009. Namun sebagai Entitas Pelaporan, BRR-NAD Nias telah
berakhir per 31 Desember 2008, sehingga Neraca Penutup BRR NAD-Nias adalah per 31
Desember 2008.
Sampai dengan penyusunan LKPP Semester I Tahun 2012, Neraca Likuidasi BRR NAD-
Nias belum selesai disusun, sehingga aset/kewajiban eks BRR NAD-Nias yang disajikan
pada LKPP Semester I Tahun 2012 ini adalah aset/kewajiban BRR NAD-Nias per 31
Desember 2008 yang telah diaudit oleh BPK dikurangi dengan aset/kewajiban yang telah
diserahkan kepada pihak lain sampai dengan 30 Juni 2012.
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -46-


























































B. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN REALISASI APBN

B.1. PENJELASAN UMUM LAPORAN REALISASI APBN

Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah pada Semester I Tahun Anggaran (TA) 2012 adalah
sebesar Rp593.732.066.572.805 atau mencapai 45,28 persen dari target APBN TA 2012
sebesar Rp1.311.386.679.466.000. Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah berasal dari
Penerimaan Perpajakan sebesar Rp457.009.093.377.387, PNBP sebesar
Rp135.746.478.422.541, dan Penerimaan Hibah sebesar Rp976.494.772.877. Dalam realisasi
Penerimaan Perpajakan tersebut termasuk Pajak Penghasilan Ditanggung Pemerintah (DTP)
sebesar Rp330.353.270 dan Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BM-DTP) sebesar
Rp1.946.275.747, serta pendapatan hibah non kas sebesar Rp4.552.652.595.
Pendapatan Negara dan Hibah Semester I TA 2012 mengalami kenaikan
Rp93.831.654.958.866 atau 18,77 persen jika dibandingkan dengan Semester I TA 2011.
Realisasi Penerimaan Perpajakan, PNBP dan hibah Semester I TA 2011 dan Semester I TA 2012
terlihat pada Grafik 13.

Grafik 13: Realisasi Penerimaan Perpajakan dan PNBP
Semester I TA 2011 dan Semester I TA 2012


Realisasi Belanja Negara pada Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp628.615.942.162.782
atau 43,79 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN TA 2012 sebesar
Rp1.435.406.719.999.000. Sementara itu, realisasi Belanja Negara pada Semester I TA 2011
adalah sebesar Rp437.199.949.016.665. Realisasi Belanja Negara Semester I TA 2012 terdiri
dari Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp392.780.643.309.504, Transfer ke Daerah sebesar
Rp235.530.533.796.345 dan terdapat Suspen sebesar Rp304.765.056.933. Perkembangan
realisasi Belanja Negara Semester I TA 2011 dan Semester I TA 2012 terlihat pada Grafik 14.



Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -47-

































Pendapatan Negara dan
Hibah Rp593,73 triliun


















Grafik 14: Perkembangan Realisasi Belanja Negara
Semester I TA 2011 dan Semester I TA 2012

Berdasarkan realisasi Pendapatan Negara dan Hibah sebesar Rp593.732.066.572.805 dan
realisasi Belanja Negara sebesar Rp628.615.942.162.782, maka terjadi Defisit Anggaran pada
Semester I TA 2012 sebesar Rp34.883.875.589.977.
Sementara itu, realisasi Pembiayaan (Neto) pada Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp100.481.545.078.969 yang terdiri dari Pembiayaan Dalam Negeri (Neto) sebesar
Rp120.025.215.149.673 dan Pembiayaan Luar Negeri (Neto) sebesar minus
Rp19.543.670.070.704.
Terjadinya Defisit Anggaran dan adanya Realisasi Pembiayaan Neto mengakibatkan Sisa Lebih
Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Semester I TA 2012 sebesar Rp65.597.669.488.992.



B.2. PENJELASAN PER POS LAPORAN REALISASI APBN

B.2.1. Pendapatan Negara dan Hibah
Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp593.732.066.572.805, berarti mencapai 45,28 persen dari anggaran yang ditetapkan dalam
APBN-P sebesar Rp1.311.386.679.466.000. Pendapatan Negara dan Hibah terdiri dari
Penerimaan Perpajakan, PNBP, dan Penerimaan Hibah.
Komposisi realisasi Pendapatan Negara dan Hibah (dalam persentase) Semester I TA 2012 dapat
dilihat pada Grafik 15.
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -48-





















Penerimaan perpajakan
Rp457.01 triliun









Penerimaan pajak dalam
negeri Rp432,18 triliun

























Grafik 15: Komposisi Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah
Semester I TA 2011 dan Semester I TA 2012

B.2.1.1.Penerimaan Perpajakan
Realisasi Penerimaan Perpajakan Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp457.009.093.377.387
atau mencapai 44,26 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN sebesar
Rp1.032.570.205.000.000. Hal ini berarti Penerimaan Perpajakan Semester I TA 2012 lebih
besar Rp68.859.430.400.074 atau 17,74 persen dibandingkan dengan realisasi Semester I TA
2011. Penerimaan Perpajakan ini berasal dari (i) Pajak Dalam Negeri, dan (ii) Pajak Perdagangan
Internasional. Dalam realisasi Penerimaan Perpajakan tersebut termasuk Pajak Penghasilan DTP
sebesar Rp330.353.270 dan Bea Masuk DTP sebesar Rp1.946.275.747.

B.2.1.1.1.Pajak Dalam Negeri
Realisasi Penerimaan Pajak Dalam Negeri Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp432.183.528.440.972 atau mencapai 43,67 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN
sebesar Rp989.636.575.000.000. Hal ini berarti realisasi Pajak Dalam Negeri Semester I TA
2012 lebih besar Rp72.460.204.517.994 atau 20,14 persen dibandingkan dengan realisasi
Semester I TA 2011. Besarnya realisasi Pajak Dalam Negeri ini adalah sebagai berikut (dalam
Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
PPh Migas 34.784.884.512.336 34.331.581.215.199
PPh Nonmigas 198.781.513.748.246 173.695.949.865.387
PPh Fiskal 786.942.822 724.026.735
PPh ditanggung Pemerintah 330.353.270 -
PPN dan PPnBM 149.665.325.930.072 112.773.298.284.351
PBB 2.296.891.132.864 2.227.954.322.600
BPHTB - (704.724.406)
Cukai 44.547.049.460.489 34.820.843.145.853
Pajak Lainnya 2.106.746.360.873 1.873.677.787.259
Jumlah 432.183.528.440.972 359.723.323.922.978
Dalam realisasi Penerimaan Perpajakan Dalam Negeri tersebut termasuk penerimaan atas Pajak
dan Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (DTP) dalam bentuk Subsidi PPh sebesar
Rp330.353.270.

Rincian lebih lanjut dapat dilihat dalam Daftar 1.
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -49-


Pajak Perdagangan
Internasional Rp24,83
triliun















PNBP Rp135,75triliun









Penerimaan
SDA Rp79,87 triliun

















Bagian Pemerintah atas
Laba BUMN Rp14,54
triliun






B.2.1.1.2.Pajak Perdagangan Internasional
Realisasi Penerimaan Pajak Perdagangan Internasional Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp24.825.564.936.415, atau mencapai 57,82 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN
sebesar Rp42.933.630.000.000. Hal ini berarti Pajak Perdagangan Internasional Semester I TA
2012 lebih kecil Rp3.600.774.117.920 atau turun 12,67 persen dibandingkan dengan realisasi
Semester I TA 2011. Rincian realisasi Pajak Perdagangan Internasional adalah (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Bea Masuk 13.908.233.994.507 11.831.987.468.868
Bea Keluar 10.917.330.941.908 16.594.351.585.467
Jumlah 24.825.564.936.415 28.426.339.054.335
Dalam realisasi Penerimaan Bea Masuk Semester I TA 2012, termasuk Penerimaan Bea Masuk
Ditanggung Pemerintah (BM-DTP) sebesar Rp1.946.275.747.
Rincian lebih lanjut dapat dilihat dalam Daftar 1.

B.2.1.2.Penerimaan Negara Bukan Pajak
Realisasi PNBP Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp135.746.478.422.541 atau mencapai
48,83 persen dari jumlah yang ditetapkan dalam APBN sebesar Rp277.991.382.880.000. Hal
ini berarti realisasi PNBP Semester I TA 2012 lebih besar Rp25.125.348.161.435 atau 22,71
persen dibandingkan dengan realisasi Semester I TA 2011. Realisasi PNBP berasal dari (i)
Penerimaan Sumber Daya Alam; (ii) Bagian Pemerintah atas Laba BUMN; (iii) PNBP Lainnya, dan
(iv) Pendapatan BLU.

B.2.1.2.1.Penerimaan Sumber Daya Alam
Realisasi Penerimaan Sumber Daya Alam (SDA) Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp79.870.224.544.135, atau mencapai 45,06 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam
APBN sebesar Rp177.263.351.721.000. Hal ini berarti Penerimaan SDA TA 2012 lebih besar
Rp8.738.183.581.772 atau 12,28 persen dibandingkan dengan realisasi Semester I TA 2011.
Rincian realisasi Penerimaan SDA adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Pendapatan Minyak Bumi 47.777.699.409.325 43.555.789.802.213
Pendapatan Gas Alam 20.944.653.493.682 18.128.460.728.134
Pendapatan Pertambangan Umum 9.086.840.681.118 7.691.605.745.752
Pendapatan Kehutanan 1.616.675.844.226 1.473.020.992.105
Pendapatan Perikanan 89.150.864.000 64.160.652.010
Pendapatan Pertambangan Panas Bumi 355.204.251.784 219.003.042.149
Jumlah 79.870.224.544.135 71.132.040.962.363
Rincian lebih lanjut dapat dilihat dalam Daftar 1.

B.2.1.2.2.Bagian Pemerintah atas Laba BUMN
Realisasi Bagian Pemerintah atas Laba BUMN Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp14.537.992.614.053 atau mencapai 51,92 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN
sebesar Rp28.001.288.000.000. Hal ini berarti Bagian Laba Pemerintah atas Laba BUMN
Semester I TA 2012 lebih besar Rp9.342.879.859.686 atau naik 179,84 persen dibandingkan
dengan realisasi Semester I TA 2011.
Realisasi Pendapatan Bagian Pemerintah atas Laba BUMN terdiri dari (dalam Rp):

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -50-






















PNBP Lainnya Rp34,97
triliun



















Pendapatan BLU Rp6,37
triliun












Uraian Semester I TA 2011 Semester I TA 2011
Pendapatan Laba BUMN Perbankan 3.342.310.470.360 3.605.407.157.413
Pendapatan Laba BUMN Non Perbankan 11.195.682.143.693 1.589.705.596.954
Jumlah 14.537.992.614.053 5.195.112.754.367
Daftar 10 besar BUMN penghasil deviden Semester I TA 2012 adalah sebagai berikut:
Uraian Jumlah (Rp)
1 PT Telkom 3.832.434.555.606
2 PT Pertamina 2.000.000.000.000
3 PT Bank Rakyat Indonesia 1.711.944.248.000
4 PT Perusahaan Gas Negara 1.708.868.546.055
5 PT Bank Mandiri 1.469.525.260.000
6 PT Tambang Batubara Bukit Asam 1.049.380.332.000
7 PT Bank Negara Indonesia 699.100.833.310
8 PT Angkasa Pura II 383.921.316.239
9 PT Jasa Marga 375.461.184.000
10 Perum Pegadaian 329.776.468.000
Total 10 BUMN 13.560.412.743.210

B.2.1.2.3.Penerimaan Negara Bukan Pajak Lainnya
Realisasi PNBP Lainnya Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp34.966.213.641.457 atau
65,37 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN yaitu sebesar Rp53.492.296.670.000.
Hal ini berarti realisasi PNBP Lainnya Semester I TA 2012 lebih besar Rp4.306.145.343.795
atau naik 14,04 persen dibandingkan dengan realisasi Semester I TA 2011. Realisasi PNBP
Lainnya ini terdiri dari (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Pendapatan Penjualan dan Sewa 8.362.393.447.457 8.099.973.851.622
Pendapatan Jasa 11.502.644.120.506 11.163.780.925.799
Pendapatan Bunga 8.144.900.143.035 1.757.716.714.072
Pendapatan Kejaksaan dan Peradilan dan Hasil
Tindak Pidana Korupsi 124.871.846.160 122.641.027.112
Pendapatan Pendidikan 947.228.273.739 1.306.102.486.077
Pendapatan Gratifikasi dan Uang Sitaan Hasil
Korupsi 115.567.264.732 60.360.876.341
Pendapatan Iuran dan Denda 737.524.049.287 600.303.149.472
Pendapatan Lain-lain 5.031.084.496.540 7.549.189.267.167
Jumlah 34.966.213.641.457 30.660.068.297.662

B.2.1.2.4. Pendapatan Badan Layanan Umum (BLU)
Realisasi Pendapatan BLU Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp6.372.047.622.896 atau
33,13 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN yaitu sebesar Rp19.234.446.489.000.
Hal ini berarti realisasi Pendapatan BLU Semester I TA 2012 lebih besar Rp2.738.139.376.182
atau naik 75,35 persen dibandingkan dengan realisasi Semester I TA 2011. Realisasi
Pendapatan BLU terdiri dari (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Pendapatan Jasa Layanan Umum:
Pendapatan Penyediaan Barang dan Jasa
Kepada Masyarakat 5.435.237.495.087 3.143.213.374.040
Pendapatan dari Pengelolaan Wilayah/
Kawasan Tertentu 58.195.646.042 48.472.024.669
Pengelolaan Dana Khusus untuk Masyarakat 340.019.553.580 72.134.677.150
Total Pendapatan Jasa Layanan Umum 5.833.452.694.709 3.263.820.075.859
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -51-









Penerimaan Hibah
Rp997,30 milyar








Belanja Negara
Rp629,48 triliun




























Belanja Pemerintah
Pusat Rp392,78 triliun






Pendapatan Hibah BLU 3.928.458.651 9.264.424.684
Pendapatan Hasil Kerjasama BLU 179.066.218.199 76.424.695.682
Pendapatan BLU Lainnya 355.600.251.337 284.399.050.489
Jumlah 6.372.047.622.896 3.633.908.246.714
Rincian lebih lanjut dapat dilihat dalam Daftar 1.

B.2.1.3. Penerimaan Hibah
Realisasi Penerimaan Hibah Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp976.494.772.877 atau
118,35% persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar Rp825.091.586.000. Hal
ini berarti Penerimaan Hibah Semester I TA 2012 lebih kecil Rp153.123.602.643 atau turun
13,56 persen dibandingkan dengan realisasi Semester I TA 2011.
Rincian lebih lanjut dapat dilihat dalam Daftar 1.

B.2.2.Belanja Negara
Realisasi Belanja Negara Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp628.615.942.162.782 atau
43,79 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar Rp1.435.406.719.999.000
Belanja Negara Semester I TA 2012 lebih besar Rp191.415.993.146.117 atau naik 43,78
persen dibandingkan dengan realisasi TA 2011. Realisasi Belanja Negara terdiri dari (i) Belanja
Pemerintah Pusat, (ii) Transfer ke Daerah, dan (iii) Suspen.
Komposisi Belanja Negara yang dialokasikan sebagai Transfer ke Daerah, Belanja pada K/L
(Belanja Pegawai, Belanja Barang, Belanja Modal), Belanja Pembayaran Bunga Utang, Belanja
Subsidi, Belanja Hibah, dan Belanja Bantuan Sosial dapat dilihat pada Grafik 16.

Grafik 16: Komposisi Alokasi Belanja Negara Semester I TA 2012

B.2.2.1.Belanja Pemerintah Pusat
Realisasi Belanja Pemerintah Pusat Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp392.780.643.309.504 atau 40,70 persen dari APBN sebesar Rp964.997.261.407.000. Hal
ini berarti realisasi Belanja Pemerintah Pusat Semester I TA 2012 lebih besar
Rp138.501.882.944.146 atau 54,47 persen dari Realisasi Semester I TA 2011.
Belanja Pemerintah Pusat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) klasifikasi, yaitu (i) Belanja Pemerintah
Pusat menurut Organisasi/Bagian Anggaran; (ii) Belanja Pemerintah Pusat menurut Fungsi; dan
(iii) Belanja Pemerintah Pusat menurut Jenis Belanja (Ekonomi).
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -52-


Belanja Pemerintah Pusat
menurut Organisasi/BA





























Belanja Pemerintah Pusat
menurut Fungsi
















Belanja Pemerintah Pusat Menurut Organisasi/Bagian Anggaran
Realisasi Belanja Pemerintah Pusat Semester I TA 2012 menurut Bagian Anggaran (BA) terbesar
adalah pada BA 999 (Bendahara Umum Negara) sebesar Rp228.403.935.982.330 atau 58,14
persen dari total Belanja Pemerintah Pusat.
Sementara itu, total realisasi Belanja Pemerintah Pusat Semester I TA 2012 pada K/L (selain BA
BUN) adalah sebesar Rp164.376.707.327.174. Dari total realisasi belanja tersebut, realisasi
belanja pada K/L terbesar adalah Kementerian Pertahanan sebesar Rp29.696.673.150.091 atau
7,56 persen dari total Belanja Pemerintah Pusat dan 18,07 persen dari total realisasi Belanja
Pemerintah Pusat untuk K/L.
Komposisi 5 (lima) terbesar K/L pengguna anggaran Belanja Pemerintah Pusat (dalam persentase)
selain BA 999 (Bendahara Umum Negara) pada TA 2012 dapat dilihat pada Grafik 17.


Grafik 17: Komposisi Lima Terbesar Kementerian Negara/Lembaga
Pengguna Anggaran Belanja Pemerintah Pusat Semester I TA 2012

Rincian realisasi Belanja Pemerintah Pusat menurut Organisasi/Bagian Anggaran dapat dilihat
dalam Daftar 2.

Belanja Pemerintah Pusat Menurut Fungsi
Realisasi Belanja Pemerintah Pusat juga dapat diklasifikasikan berdasarkan fungsi. Fungsi adalah
perwujudan tugas kepemerintahan di bidang tertentu yang dilaksanakan dalam rangka mencapai
tujuan pembangunan nasional. Belanja Pemerintah Pusat menurut Fungsi terbagi dalam 11
(sebelas) fungsi, yaitu fungsi pelayanan umum, fungsi pertahanan, fungsi ketertiban dan
keamanan, fungsi ekonomi, fungsi lingkungan hidup, fungsi perumahan dan fasilitas umum,
fungsi kesehatan, fungsi pariwisata dan budaya, fungsi agama, fungsi pendidikan, dan fungsi
perlindungan sosial.
Realisasi Belanja Pemerintah Pusat per fungsi pada Semester I TA 2012 dan 2011 adalah
sebagaimana terdapat dalam Tabel 4.






Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -53-


















































Belanja Pemerintah
Pusat menurut Jenis
Belanja





Tabel 4
Realisasi Belanja Pemerintah Pusat Menurut Fungsi
Semester I TA 2012 dan TA 2011
(Dalam Rupiah)
Kode Uraian Fungsi Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
01 Pelayanan Umum 272.631.830.892.831 179.614.663.412.701
02 Pertahanan 29.655.178.036.074 19.525.707.251.024
03 Ketertiban dan Keamanan 9.534.338.832.282 4.906.941.600.556
04 Ekonomi 26.686.282.209.164 18.989.524.226.740
05 Lingkungan Hidup 2.100.310.670.226 1.637.214.801.303
06 Perumahan dan Fasilitas Umum 7.843.908.494.089 5.610.800.569.709
07 Kesehatan 5.282.523.888.144 3.080.316.013.690
08 Pariwisata dan Budaya 447.548.541.937 586.240.087.993
09 Agama 1.210.354.398.711 351.035.529.410
10 Pendidikan 35.549.796.125.717 19.037.283.331.200
11 Kependudukan dan Perlindungan Sosial 1.383.969.273.836 938.655.615.320
Total 392.780.643.309.504 254.278.760.365.358

*) Termasuk realisasi sebesar Rp454.601.946.493 pada Semester I TA 2012 dan Rp377.925.712 pada
Semester I TA 2011 yang tidak dapat diketahui kode fungsinya.

Komposisi realisasi Belanja Pemerintah Pusat menurut Fungsi TA 2012 dapat terlihat pada
Grafik 18.

Grafik 18: Komposisi Realisasi Belanja Pemerintah Pusat menurut Fungsi
Semester I TA 2012

Laporan Realisasi Anggaran Belanja Pemerintah menurut Fungsi dapat dilihat dalam Daftar 2.

Belanja Pemerintah Pusat Menurut Jenis Belanja
Belanja Pemerintah Pusat menurut jenis belanja terdiri atas: (i) Belanja Pegawai; (ii) Belanja
Barang; (iii) Belanja Modal; (iv) Pembayaran Bunga Utang; (v) Subsidi; (vi) Belanja Hibah; (vii)
Bantuan Sosial; dan (viii) Belanja Lain-lain. Komposisi realisasi Belanja Pemerintah Pusat menurut
jenis belanja disajikan pada Grafik 19.
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -54-






















Belanja Pegawai
Rp104,10 triliun
























Belanja Barang Rp41,74
triliun









Grafik 19: Komposisi Realisasi Belanja Pemerintah Pusat menurut
Jenis Belanja Semester I TA 2012


B.2.2.1.1. Belanja Pegawai
Realisasi Belanja Pegawai Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp104.097.362.397.721
yang berarti 48,22 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar
Rp215.862.379.201.000. Hal ini berarti realisasi Belanja Pegawai Semester I TA 2012 lebih
besar Rp23.702.472.399.523 atau 29,48 persen dari realisasi Semester I TA 2011. Rincian
Belanja Pegawai adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Belanja Gaji dan Tunjangan PNS 26.494.887.743.645 20.430.752.296.232
Belanja Gaji dan Tunjangan TNI/POLRI 22.707.310.675.081 19.061.467.430.980
Belanja Gaji dan Tunjangan Pejabat Negara 416.505.569.697 365.867.481.168
Belanja Gaji Dokter PTT 360.224.775.392 279.101.791.742
Belanja Gaji dan Tunjangan Non PNS 109.673.673.116 87.987.219.317
Belanja Honorarium 631.917.102.733 501.609.557.805
Belanja Lembur 201.989.661.593 139.600.136.797
Belanja Vakasi 97.894.220.737 95.852.586.650
Belanja Tunjangan Khusus dan Belanja
Pegawai Transito
10.556.845.382.822 6.172.987.596.605
Belanja Pensiun dan Uang Tunggu 41.196.977.394.405 32.136.519.468.402
Belanja Asuransi Kesehatan 1.241.018.772.498 1.047.856.000.002
Belanja Tunjangan Kesehatan Veteran 82.117.426.002 75.288.432.498
Jumlah 104.097.362.397.721 80.394.889.998.198


B.2.2.1.2. Belanja Barang
Realisasi Belanja Barang Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp41.742.356.632.875 yang
berarti 22,20 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar
Rp188.001.738.039.000. Hal ini berarti realisasi Belanja Barang Semester I TA 2012 lebih
besar Rp9.470.510.941.108 atau naik 29,35 persen dari Realisasi Semester I TA 2011.
Rinciannya adalah sebagai berikut (dalam Rp):


Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -55-



































Belanja Modal Rp30,62
triliun





















Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Belanja Barang Operasional 9.142.839.932.526 7.900.466.502.772
Belanja Barang Non Operasional 12.282.620.711.786 9.410.766.692.616
Belanja Barang Penunjang Kegiatan
Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan
- 8.788.694.877
Belanja Barang Fisik lain Tugas Pembantuan - 161.417.467.253
Belanja Jasa 4.619.829.804.127 3.521.255.222.607
Belanja Jasa untuk Pencatatan Jasa dari Hibah 510.976.376
Belanja Pemeliharaan 3.800.475.773.877 3.089.041.976.461
Belanja Perjalanan Dalam Negeri 6.560.409.989.481 5.669.701.231.005
Belanja Perjalanan Luar Negeri 556.867.434.280 494.696.762.667
Belanja Barang BLU 3.646.558.103.815 2.015.711.141.509
Belanja Barang untuk Diserahkan kepada
Masyarakat/Pemda *)
954.881.704.182 -
Belanja Barang Penunjang Dana DK/TP untuk
Diserahkan kepada Pemda *)
56.912.987.157 -
Belanja Barang Lainnya Untuk Diserahkan
Kepada Masyarakat/Pemda *)
120.449.215.268 -
Jumlah 41.742.356.632.875 32.271.845.691.767
*) Merupakan akun baru pada TA 2012 yang mengakodasi akun pengadaan aset yang akan diserahkan kepada
pihak ketiga (pemda/masyarakat)

Belanja Barang BLU sebesar Rp3.646.558.103.815 terdiri dari:
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Belanja Gaji dan Tunjangan 1.398.403.084.405 839.298.307.307
Belanja Barang 1.189.757.242.974 761.782.927.282
Belanja Jasa 402.008.362.928 46.150.949.555
Belanja Pemeliharaan 83.564.698.541 60.523.584.681
Belanja Perjalanan 97.763.996.689 38.431.632.401
Belanja Penyedia Barang dan Jasa BLU Lainnya 475.060.718.278 269.523.740.283
Total 3.646.558.103.815 2.015.711.141.509

B.2.2.1.3. Belanja Modal
Realisasi Belanja Modal Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp30.623.453.614.779 yang
berarti 20,15 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar
Rp151.975.039.952.000. Hal ini berarti realisasi Belanja Modal Semester I TA 2012 lebih
besar Rp10.333.585.767.436 atau 50,93 persen dari Realisasi TA 2011. Rincian realisasi
Belanja Modal adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Belanja Modal Tanah 848.364.266.754 544.225.732.364
Belanja Modal Peralatan dan Mesin 10.249.168.026.628 5.493.281.496.446
Belanja Modal Gedung dan Bangunan 2.509.950.384.966 2.685.133.241.264
Belanja Modal Jalan, Irigasi dan Jaringan 15.708.190.800.783 11.038.020.678.384
Belanja Modal Fisik Lainnya 1.077.966.498.200 403.147.828.520
Belanja Modal BLU 229.813.637.448 126.058.870.365
Jumlah 30.623.453.614.779 20.289.867.847.343
Belanja Modal BLU terdiri dari:
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Belanja Modal Tanah 30.569.060.000 15.025.406.540
Belanja Modal Peralatan dan Mesin 118.717.304.411 90.627.059.994
Belanja Modal Gedung dan Bangunan 70.665.431.680 18.729.688.959
Belanja Modal Jalan, Irigasi dan Jaringan 2.087.733.100 96.380.450
Belanja Modal Fisik Lainnya 7.774.108.257 1.580.334.422
Total 229.813.637.448 126.058.870.365
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -56-


\Pembayaran Bunga
Utang Rp48,70 triliun























Subsidi Rp134,69 triliun



























Belanja Hibah Rp7,33
miliar

B.2.2.1.4. Pembayaran Bunga Utang
Realisasi Belanja Pembayaran Bunga Utang Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp48.703.733.701.716 yang berarti 39,85 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam
APBN sebesar Rp122.217.610.000.000. Hal ini berarti realisasi Belanja Pembayaran Bunga
Utang Semester I TA 2012 lebih besar Rp2.015.459.319.653 atau lebih besar 4,32 persen
dari Realisasi TA 2011. Rincian Pembayaran Bunga Utang Semester I TA 2012 adalah
sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Belanja Pembayaran Bunga Utang DN –
Jangka Panjang 29.701.108.388.992 28.206.939.150.764
Belanja Pembayaran Bunga Utang LN –
Jangka Panjang 13.495.670.778.712 2.187.721.483.880
Belanja Pembayaran Imbalan SBSN DN 2.880.341.822.140 12.602.577.945.899
Belanja Pembayaran Imbalan SBSN LN 448.022.400.000 247.588.699.450
Belanja Pembayaran Discount SUN DN 586.295.163.000 2.280.455.975.900
Belanja Pembayaran Discount SUN LN 449.948.400.000 373.905.900.000
Belanja Pembayaran Loss on Bond Redemption
atas Pembelian Kembali Obligasi Negara DN 114.880.075.000 48.809.500.000
Belanja Pembayaran Imbalan SBSN DN 628.825.402.000 23.217.230.000
Belanja Pembayaran Denda 398.641.271.872 717.058.496.170
Jumlah 48.703.733.701.716 46.688.274.382.063

B.2.2.1.5. Belanja Subsidi
Realisasi Belanja Subsidi Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp134.690.914.671.031 yang
berarti 64,49 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar
Rp208.850.211.014.000. Hal ini berarti realisasi Belanja Subsidi Semester I TA 2012 ini
lebih besar Rp72.723.426.658.211 atau 117,36 persen dari realisasi Semester I TA 2011.
Rincian realisasi Belanja Subsidi adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Subsidi Premium 45.238.957.870.459 19.356.672.208.393
Subsidi Minyak Solar 27.795.960.132.878 13.229.642.534.919
Subsidi Minyak Tanah 2.992.379.383.011 2.719.619.773.666
Subsidi Elpiji 12.863.219.336.817 6.263.541.652.659
Subsidi Pangan 5.199.016.924.300 7.633.515.055.000
Subsidi Listrik 35.470.269.434.377 12.717.767.457.983
Subsidi Pupuk 4.438.030.330.528 -
Belanja Subsidi dalam rangka PSO Lainnya 31.510.768.658 -
Subsidi Bunga KPR 3.816.500.000
Subsidi Bunga Ketahanan Pangan 83.164.727.414 35.847.790.529
Subsidi Bunga Kredit Biofuel (KPEN-RP) 24.120.601.349 6.758.496.611
Subsidi Bunga Kredit Program Lainnya 17.323.922
Belanja Subsidi Imbalan Jasa Penjamin Kredit Usaha
Rakyat (KUR) 550.124.357.419 -
Subsidi Bunga Pengusaha NAD dan Nias 8.518.452
Belanja Subsidi Kredit Sektor Peternakan 4.060.131.613 295.951.074
Belanja Subsidi Kredit Resi Gudang 83.348.286 2.073.534
Jumlah 134.690.914.671.031 61.967.488.012.820


B.2.2.1.6. Belanja Hibah
Realisasi Belanja Hibah pada Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp7.325.309.315 yang
berarti 0,41 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar
Rp1.796.732.523.000. Realisasi belanja Hibah tersebut merupakan Belanja Hibah kepada
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -57-







Bantuan Sosial Rp30,04
triliun





























Belanja Lain-lain Rp2,88
triliun


















kepada Pemerintah Daerah yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perimbangan
Keuangan yang merupakan penerusan hibah dari luar negeri kepada Pemerintah Daerah
maupun dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah.

B.2.2.1.7. Belanja Bantuan Sosial
Realisasi Belanja Bantuan Sosial Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp30.035.003.742.832 yang berarti 62,88 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam
APBN sebesar Rp47.763.826.039.000. Hal ini berarti realisasi Belanja Bantuan Sosial
Semester I TA 2012 lebih besar Rp18.163.910.423.824 atau lebih besar 153,01 persen
dari Realisasi Semester I TA 2011. Rincian realisasi Bantuan Sosial adalah sebagai berikut
(dalam Rp):
Uraian *) Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Belanja Bantuan Sosial untuk Rehabilitasi Sosial 170.512.439.750 -
Belanja Bantuan Sosial untuk Jaminan Sosial 14.467.551.036.757 -
Belanja Bantuan Sosial untuk Pemberdayaan Sosial 10.443.046.896.644 -
Belanja Bantuan Sosial untuk Perlindungan Sosial 841.687.210.860 -
Belanja Bantuan Sosial untuk Penanggulangan
Kemiskinan
4.023.081.431.321 -
Belanja Bantuan Sosial untuk Penanggulangan
Bencana
89.124.727.500 -
Belanja Bantuan Kompensasi Kenaikan Harga BBM - 1.538.003.454.000
Belanja Bantuan Langsung (Block Grant)
Sekolah/Lembaga/Guru
- 4.098.681.263.998
Belanja Bantuan Imbal Swadaya Sekolah/Lembaga - 465.000.000
Belanja Bantuan Beasiswa - 855.638.150.864
Belanja Bantuan Sosial Lembaga Peribadatan - 79.531.839.500
Belanja Lembaga Sosial Lainnya - 5.298.773.610.646
Jumlah 30.035.003.742.832 11.871.093.319.008
*) Pada TA 2012 terdapat restrukturisasi akun-akun belanja terkait Belanja Bantuan Sosial,
sehingga akun-akun yang ada pada TA 2011 tidak digunakan lagi dan ganti dengan akun-
akun yang baru.

B.2.2.1.8. Belanja Lain-lain
Realisasi Belanja Lain-lain Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp2.880.493.239.235 yang
berarti 10,10 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar
Rp28.529.724.639.000. Hal ini berarti realisasi Belanja Lain-lain Semester I TA 2012 lebih
besar Rp2.121.404.992.301 atau lebih besar 279,47 persen dari Realisasi Semester I TA
2011. Rincian Belanja lain-lain adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Belanja Cadangan Tanggap Darurat (Dana
Kontijensi)
2.000.000.000.000 -
Belanja Cadangan Kenaikan Harga Tanah (Land
Crapping)
11.452.000.000 -
Belanja Jasa pelayanan Perbendaharaan 45.458.975.000 49.694.305.000
Belanja Pembayaran Selisih Harga Beras Bulog 18.255.217.000 -
Belanja Karena Rugi Selisih Kurs Dalam
Pengelolaan Rekening Milik BUN
440.524.224.652 -
Belanja TVRI - 249.682.128.990
Belanja RRI - 243.854.500.847
Belanja Lain-lain 364.802.822.583 215.857.312.097
Jumlah 2.880.493.239.235 759.088.246.934


Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -58-


Transfer ke Daerah
Rp235,53 triliun


























Dana Perimbangan
Rp203,95 triliun









DBH Rp36,82 triliun







DAU Rp159,72 triliun






B.2.2.2. Transfer ke Daerah
Realisasi Transfer ke Daerah Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp235.530.533.796.345,
yang berarti 50,07 persen dari jumlah yang ditetapkan dalam APBN sebesar
Rp470.409.458.592.000. Hal ini berarti Realisasi Transfer ke Daerah Semester I TA 2012 ini
lebih besar Rp52.992.989.796.156 atau 29,03 persen dari Realisasi Semester I TA 2011.
Transfer ke Daerah terdiri dari (i) Dana Perimbangan, dan (ii) Dana Otonomi Khusus dan
Penyesuaian.
Komposisi realisasi Transfer ke Daerah TA 2012 disajikan pada Grafik 20.

Grafik 20: Komposisi RealisasiTransfer ke Daerah Semester I TA 2012

B.2.2.2.1. Dana Perimbangan
Realisasi Dana Perimbangan Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp203.954.223.207.845 yang
berarti 50,99 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar
Rp399.985.581.064.000. Hal ini berarti realisasi Dana Perimbangan Semester I TA 2012 ini
lebih besar Rp39.433.031.967.656 atau 23,97 persen dari realisasi Semester I TA 2011. Dana
Perimbangan terdiri dari (i) Dana Bagi Hasil (DBH), (ii) Dana Alokasi Umum (DAU), dan (iii) Dana
Alokasi Khusus (DAK).
Rincian realisasi Dana Perimbangan disajikan pada Daftar 3.

B.2.2.2.1.1. Dana Bagi Hasil
Realisasi Dana Bagi Hasil (DBH) Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp36.817.268.698.845
atau 36,80 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar
Rp100.055.194.861.000. Hal ini berarti realisasi Dana Bagi Hasil Semester I TA 2012 ini lebih
besar Rp10.951.503.107.156 atau naik 42,34 persen dari realisasi Semester I TA 2011.

B.2.2.2.1.2. Dana Alokasi Umum
Realisasi Dana Alokasi Umum (DAU) Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp159.725.089.153.000, atau 58,33 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar
Rp273.814.438.203.000. Hal ini berarti realisasi DAU Semester I TA 2012 ini lebih besar
Rp28.222.974.599.500 atau naik 21,46 persen dari realisasi Semester I TA 2011.


Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -59-

DAK Rp7,41 triliun














Dana Otonomi Khusus
dan Penyesuaian
Rp31,58 triliun







Dana Otonomi Khusus
Rp3,59 triliun







Dana Penyesuaian
Rp27,99 triliun


















B.2.2.2.1.3. Dana Alokasi Khusus
Realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp7.411.865.356.000, atau 28,38 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar
Rp26.115.948.000.000. Hal ini berarti realisasi DAK Semester I TA 2012 ini lebih besar
Rp258.554.261.000 atau lebih besar 3,61 persen dari realisasi Semester I TA 2011.
DAK merupakan dana yang bersumber dari APBN, yang dialokasikan kepada daerah tertentu
untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah, dan sesuai dengan prioritas
nasional. Daerah tertentu adalah daerah yang memperoleh alokasi DAK berdasarkan kriteria
umum, kriteria khusus, dan kriteria teknis. Pada TA 2012, DAK dialokasikan untuk membantu
daerah mendanai kebutuhan fisik sarana dan prasarana dasar yang merupakan prioritas nasional
di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur jalan, infrastruktur irigasi, infrastruktur air minum
dan sanitasi, prasarana pemerintahan, kelautan dan perikanan, pertanian, lingkungan hidup,
keluarga berencana, kehutanan, perdagangan, serta sarana dan prasarana perdesaan.

B.2.2.2.2.Dana Otonomi Khusus dan Penyesuaian
Realisasi Dana Otonomi Khusus dan Penyesuaian Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp31.576.310.588.500 atau 44,84 persen dari jumlah yang ditetapkan dalam APBN sebesar
Rp70.423.877.528.000. Hal ini berarti realisasi Dana Otonomi Khusus dan Penyesuaian
Semester I TA 2012 ini lebih besar Rp13.559.957.828.500 atau lebih besar 75,26 persen dari
realisasi Semester I TA 2011. Dana Otonomi Khusus dan Penyesuaian terdiri dari (i) Dana
Otonomi Khusus, dan (ii) Dana Penyesuaian.

B.2.2.2.2.1. Dana Otonomi Khusus
Realisasi Dana Otonomi Khusus Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp3.585.773.259.000,
yang berarti 30 persen dari jumlah yang ditetapkan dalam APBN sebesar
Rp11.952.577.528.000. Hal ini berarti realisasi Dana Otonomi Khusus Semester I TA 2012 ini
lebih besar Rp459.379.361.000 atau lebih besar 14,69 persen dari realisasi Semester I TA
2011.

B.2.2.2.2.2. Dana Penyesuaian
Realisasi Dana Penyesuaian Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp27.990.537.329.500, yang
berarti 47,87 persen dari jumlah yang ditetapkan dalam APBN sebesar Rp58.471.300.000.000.
Hal ini berarti realisasi Dana Penyesuaian Semester I TA 2012 ini lebih besar
Rp13.100.578.467.500 atau lebih besar 87,98 persen dari realisasi Semester I TA 2011. Dana
Penyesuaian adalah dana yang dialokasikan untuk membantu daerah dalam rangka
melaksanakan kebijakan pemerintah pusat dan membantu mendukung percepatan pembangunan
di daerah. Dana Penyesuaian Semester I TA 2012 terdiri dari:
Uraian Jumlah (Rp)
Dana untuk Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah 1.321.400.250.000
Dana Insentif Daerah 1.387.800.000.000
Dana Tunjangan Profesi Guru 14.059.207.968.500
Dana Bantuan Operasional Sekolah 11.222.129.111.000
Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah -
Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah -
Jumlah 27.990.537.329.500



Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -60-


Suspen Rp304,76 miliar


































Defisit Anggaran
Rp34,88 triliun










Pembiayaan (Neto)
Rp100,48 triliun






B.2.2.3. Suspen
Suspen merupakan perkiraan (akun) yang menampung perbedaan pencatatan realisasi APBN
menurut kementerian negara/lembaga dengan pencatatan penerimaan dan pengeluaran anggaran
yang dilakukan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara (BUN). Angka Suspen
yang dilaporkan timbul karena perbedaan pencatatan realisasi Belanja Negara. Sementara bila
terdapat selisih/perbedaan pencatatan realisasi Pendapatan Negara dan Hibah, maka data yang
digunakan adalah data BUN yang dapat ditelusuri ke kas yang diterima. Jumlah Suspen
Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp304.765.056.933, dengan rincian (dalam Rp):
Uraian BUN
Kementerian
Negara/Lembaga (K/L)
Selisih (BUN – K/L)
Belanja Pemerintah Pusat
Belanja Pegawai 104.116.907.901.407 104.097.362.397.721 19.545.503.686
Belanja Barang 41.851.084.208.091 41.741.845.656.499 109.238.551.592
Belanja Modal 30.638.968.587.528 30.619.411.938.560 19.556.648.968
Pembayaran Bunga Utang 48.708.231.801.914 48.703.733.701.716 4.498.100.198
Subsidi 134.690.914.671.031 134.690.914.671.031 -
Belanja Hibah 7.325.309.315 7.325.309.315 -
Belanja Bantuan Sosial 30.194.853.205.452 30.035.003.742.832 159.849.462.620
Belanja lain-lain 2.880.235.091.151 2.880.493.239.235 (258.148.084)
Total 393.088.520.775.889 392.776.090.656.909 312.430.118.980
Transfer keDaerah
Dana Bagi Hasil 36.809.694.484.930 36.817.268.698.845 (7.574.213.915)
Dana Alokasi Umum 159.724.998.304.868 159.725.089.153.000 (90.848.132)
Dana Alokasi Khusus 7.411.865.356.000 7.411.865.356.000 -
Dana Otonomi Khusus 3.585.773.259.000 3.585.773.259.000 -
Dana Penyesuaian 27.990.537.329.500 27.990.537.329.500 -
Total 235.522.868.734.298 235.530.533.796.345 (7.665.062.047)
Suspen 304.765.056.933

Suspen tersebut dimungkinkan masih terdapat beberapa satuan kerja pada K/L belum
menyampaikan realisasi belanjanya kepada K/L untuk digabungkan dalam LKKL yang
bersangkutan. Suspen secara keseluruhan saat ini masih dalam penelusuran.


B.2.3. Defisit Anggaran
Berdasarkan realisasi Pendapatan Negara & Hibah dan Realisasi Belanja Negara Semester I TA
2012 sebagaimana telah diuraikan di atas, maka Defisit Anggaran Semester I TA 2012 adalah
sebesar Rp34.883.875.589.977, yang berarti 28,13 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam
APBN sebesar Rp124.020.040.533.000, dengan perhitungan sebagai berikut:
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2012
Pendapatan Negara dan Hibah 593.732.066.572.805 499.900.411.613.939
Belanja Negara (628.615.942.162.782) (437.199.949.016.665)
Surplus (Defisit) Anggaran (34.883.875.589.977) 62.700.462.597.274

B.2.4.Pembiayaan
Realisasi Pembiayaan (Neto) Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp100.481.545.078.969 yang
berarti 81,02 persen dari jumlah yang ditetapkan dalam APBN sebesar
Rp124.020.040.533.000. Pembiayaan terdiri dari (i) Pembiayaan Dalam Negeri, dan (ii)
Pembiayaan Luar Negeri. Realisasi Pembiayaan yang akan diuraikan di bawah ini adalah realisasi
Pembiayaan berdasarkan data penerimaan dan pengeluaran kas yang dikelola oleh Menteri
Keuangan selaku BUN.

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -61-

Pembiayaan Dalam
Negeri Rp120,03 triliun









Rekening Pemerintah
Rp0 triliun







Penerimaan Penerimaan
cicilan Pengembalian
Penerusan Pinjaman
Rp3.15 triliun










Privatisasi dan Penjualan
Aset Program
Restrukturisasi
Rp534,17 miliar













B.2.4.1. Pembiayaan Dalam Negeri
Realisasi Pembiayaan Dalam Negeri Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp120.025.215.149.673 yang berarti 95,32 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN
sebesar Rp125.912.297.438.000. Pembiayaan Dalam Negeri terdiri dari (1) Rekening
Pemerintah, (2) Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan Pinjaman, (3) Privatisasi dan
Penjualan Aset Program Restrukturisasi, (4) Surat Berharga Negara (Neto), (5) Pinjaman Dalam
Negeri, (6) Penyertaan Modal Negara/Investasi Pemerintah, (7) Kewajiban Penjaminan, (8) Dana
Pengembangan Pendidikan Nasional.

B.2.4.1.1. Rekening Pemerintah
Pembiayaan dari Rekening Pemerintah adalah penerimaan/pengeluaran pembiayaan yang terkait
dengan penerimaan dan pengembaliannya dari rekening-rekening pemerintah lainnya yang
dikelola/dikuasai oleh Menteri Keuangan sebagai BUN. Realisasi Penerimaan Pembiayaan
Rekening Pemerintah Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp0, yang berarti 0 persen dari jumlah
yang dianggarkan dalam APBN sebesar Rp5.056.830.843.000.

B.2.4.1.2. Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan Pinjaman
Realisasi Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan Pinjaman Semester I TA 2012 adalah
sebesar Rp3.152.196.467.124, yang berarti 81,03 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam
APBN sebesar Rp3.890.200.000.000. Rincian Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan
Pinjaman adalah sebagai berikut:
Uraian Jumlah (Rp)
Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan Pinjaman DN kepada Pemda 241.601.496.560
Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan Pinjaman DN kepada BUMD 27.931.991.827
Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan Pinjaman DN kepada BUMN 263.093.270.777
Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan Pinjaman DN kepada Non Pemerintah 17.510.196.345
Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan Pinjaman LN TAB kepada Daerah 39.262.758.559
Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan Pinjaman LN TAB kepada BUMD 177.101.097.902
Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan Pinjaman LN TAB kepada BUMN 2.381.892.574.204
Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan Pinjaman LN kepada Non Pemerintah 3.803.080.950
Jumlah 3.152.196.467.124

B.2.4.1.3. Privatisasi dan Penjualan Aset Program Restrukturisasi
Realisasi Pembiayaan dari Privatisasi dan Penjualan Aset Program Restrukturisasi Semester I TA
2012 sebesar Rp534.174.856.510 atau 190,78 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam
APBN sebesar Rp280.000.000.000.
Program privatisasi dilakukan Pemerintah dengan tujuan utama yaitu untuk peningkatan kinerja
BUMN. Peningkatan kinerja tersebut dapat dilakukan dengan peningkatan kapasitas modal
BUMN dan pelepasan kepemilikan pemerintah kepada swasta agar BUMN lebih mampu bersaing.
Sementara itu, Penjualan Aset Program Restrukturisasi dilakukan oleh PT PPA melalui penjualan
aset pasca dibubarkannya BPPN. Rincian realisasi pembiayaan dari Privatisasi dan Penjualan
Aset Program Restrukturisasi adalah:
Uraian Jumlah (Rp)
Penerimaan Hasil Penjualan Aset Program Restrukturisasi 3.000.000.000
Penerimaan Hasil Penjualan/Penyelesaian Aset Eks BPPN 444.203.341.578
Penerimaan Hasil Penjualan/Penyelesaian Aset Bekas Milik Eks BDL 86.971.514.932
Jumlah 534.174.856.510
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -62-



Surat Berharga Negara
(Neto) Rp116,64 triliun
































Pinjaman dalam negeri
Rp193,96 miliar





PMN/ Investasi
Pemerintah minus
Rp500 miliar




Kewajiban Penjaminan
Rp0





B.2.4.1.4. Surat Berharga Negara (Neto)
Realisasi Pembiayaan dari Surat Berharga Negara (SBN) Neto Semester I TA 2012 adalah
sebesar Rp116.644.881.560.448 atau 86,66 persen dari yang dianggarkan dalam APBN
sebesar Rp134.596.737.000.000. Pembiayaan dari SBN mencakup Penerbitan SBN dalam valas
sesuai dengan penjelasan UU No. 22 Tahun 2011 tentang APBN Tahun 2012 menyatakan
bahwa Surat Berharga Negara (Neto) merupakan selisih antara jumlah penerbitan dengan
pembayaran pokok jatuh tempo dan pembelian kembali. Penerbitan SBN tidak hanya dalam mata
uang rupiah di pasar domestik, tetapi juga mencakup penerbitan SBN dalam valuta asing di pasar
Internasional, baik SBN konvensional maupun SBSN (Sukuk).
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Penerimaan
Penerbitan/Penjualan SPN 18.230.000.000.000 19.750.000.000.000
Penerbitan/Penjualan Obligasi Negara DN 74.500.000.000.000 57.714.000.000.000
Utang Bunga Obligasi Negara DN 1.223.232.190.000 1.074.532.141.000
Penerbitan/Penjualan SBSN – Jangka Panjang 42.252.805.000.000 18.841.410.000.000
Imbalan Dibayar di muka SBSN – Jangka Panjang 123.291.441.000 39.123.100.000
Penerbitan/Penjualan SUN Perbendaharaan – DN 1.185.000.000.000 21.441.986.560.150
Penerbitan/Penjualan Obligasi Negara – Valas 39.006.661.099.520 -
Utang Bunga Obligasi Negara – Valas 65.670.205.270 -
Total Penerimaan 176.586.659.935.790 118.861.051.801.150
Pengeluaran
Pelunasan Pembiayaan Cicilan Pokok Pinjaman BUMN (70.628.027.071) -
Pelunasan SPN (19.950.000.000.000) (23.945.000.000.000)
Pelunasan Obligasi DN (22.412.395.458.271) (15.362.184.461.017)
Pembelian Kembali Obligasi DN (6.054.477.000.000) (1.031.200.000.000)
Pembayaran Utang Bunga Obligasi Negara DN (1.209.887.540.000) (810.093.131.000)
Pelunasan SBSN-Jangka Pendek - -
Pelunasan SBSN-Jangka Panjang (8.898.290.000.000) -
Pembayaran Imbalan Dibayar di Muka SBSN- Jk Panjang (26.100.350.000) (4.073.086.000)
Pelunasan Obligasi Internasional (1.320.000.000.000) -
Total Pengeluaran (59.941.778.375.342) 41.152.550.678.017
Jumlah Surat Berharga Negara (Neto) 116.644.881.560.448 77.708.501.123.133

B.2.4.1.5. Pinjaman Dalam Negeri
Realisasi Penerimaan Pinjaman Dalam Negeri Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp193.962.265.591, yang berarti 22,55 persen dari jumlah yang dianggarkan APBN sebesar
Rp860.000.000.000. Pinjaman ini merupakan pinjaman dari BUMN.

B.2.4.1.6. Penyertaan Modal Negara/Investasi Pemerintah
Realisasi pengeluaran Pembiayaan Penyertaan Modal Negara (PMN)/Investasi Pemerintah
Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp500.000.000.000, yang berarti 2,92 persen dari jumlah
yang dianggarkan APBN sebesar Rp17.138.130.405.000.

B.2.4.1.7. Kewajiban Penjaminan
Pada Semester I TA 2012 belum terdapat realisasi Kewajiban Penjaminan, sedangkan jumlah
Pengeluaran Kewajiban Penjaminan yang dianggarkan dalam APBN sebesar
Rp633.340.000.000.

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -63-



Dana Pengembangan
Pendidikan Nasional Rp0








Pembiayaan LN (Neto)
minus Rp19,54 triliun






Penarikan Pinjaman LN
Rp6,42 triliun





Penarikan Pinjaman
Program Rp2,24 triliun



























B.2.4.1.8. Dana Pengembangan Pendidikan Nasional
Realisasi pengeluaran Dana Pengembangan Pendidikan Nasional pada Semester I TA 2012
adalah sebesar Rp0, yang berarti 0 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar
Rp1.000.000.000.000. Alokasi dana pengembangan pendidikan nasional adalah untuk
pembentukan endowment fund yang bertujuan untuk menjamin keberlangsungan program bagi
generasi berikutnya sebagai bentuk pertanggungjawaban antargenerasi dan dana cadangan
pendidikan untuk mengantisipasi keperluan rehabilitasi fasilitas pendidikan yang rusak.

B.2.4.2. Pembiayaan Luar Negeri (Neto)
Realisasi Pembiayaan Luar Negeri (Neto) Semester I TA 2012 adalah sebesar minus
Rp19.543.670.070.704, yang berarti 1.032,82 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam
APBN sebesar Rp1.892.256.905.000. Pembiayaan Luar Negeri berasal dari penarikan pinjaman
luar negeri bruto setelah dikurangi dengan pembayaran cicilan pokok utang luar negeri.

B.2.4.2.1. Penarikan Pinjaman Luar Negeri
Realisasi Penarikan Pinjaman Luar Negeri Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp6.420.368.246.337 yang berarti 11,83 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN
sebesar Rp54.282.379.592.000. Penarikan pinjaman luar negeri terdiri dari (i) penarikan
pinjaman program, dan (ii) penarikan pinjaman proyek.

B.2.4.2.1.1. Penarikan Pinjaman Program
Realisasi Pinjaman Program Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp2.241.734.935.510, yang
berarti 14,69 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar
Rp15.257.057.814.000.
Pinjaman Program adalah pinjaman yang diterima dalam bentuk tunai (cash financing) yang
memerlukan policy matrix untuk pencairannya. Policy matrix adalah suatu set of policy yang
menjadi collateral pinjaman program yang harus dipenuhi agar pinjaman dapat dicairkan.
Pinjaman program digunakan untuk mendukung pembiayaan defisit tunai APBN. Besarnya
pinjaman program dilakukan dengan mempertimbangkan defisit pada suatu tahun anggaran.
Berikut di bawah ini adalah rincian realisasi Penarikan Pinjaman Program Semester I TA 2012
dan Semester I TA 2011 (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Penarikan Pinjaman Program dari OECF 5.465.868.963 -
Penarikan Pinjaman Program Bilateral Lainnya - 873.396.325.700
Penarikan Pinjaman Program dari IBRD 2.236.269.066.547 931.445.607.573
Penarikan Pinjaman Program dari ADB
Jumlah 2.241.734.935.510 1.804.841.933.273

Realisasi Penarikan Pinjaman Program ini berbeda dengan realisasi yang dilaporkan oleh BA
999.01 (Utang Pemerintah), dengan selisih sebesar minus Rp436.749.758.987 dengan rincian
perbedaan tersebut adalah (dalam Rp):
Uraian Data BUN Data BA 999.01 Selisih
Penarikan Pinjaman Program dari OECF 5.465.868.963 - 5.465.868.963
Penarikan Pinjaman Program dari IBRD 2.236.269.066.547 2.678.4848.694.497 (442.215.627.950)
Penarikan Pinjaman Program dari ADB
Jumlah (436.749.758.987)
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -64-









Penarikan Pinjaman
Proyek Rp4,18 triliun









































Penerusan Pinjaman
(Neto)minus Rp772,72
miliar


Perbedaan penarikan pinjaman program disebabkan oleh:
Uraian Jumlah (Rp)
Perbedaan cut off pembukuan (penarikan pinjaman yang belum dicatat oleh BUN) (442.215.627.920)
Perbedaan cut off pembukuan (penarikan pinjaman yang belum dicatat oleh DJPU) 5.465.868.963
Total (436.749.758.987)

B.2.4.2.1.2. Penarikan Pinjaman Proyek
Realisasi Pinjaman Proyek Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp4.178.633.310.827, yang
berarti 10,71 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar
Rp39.025.321.778.000.
Pinjaman Proyek merupakan pinjaman luar negeri yang digunakan untuk membiayai
kegiatan/proyek pembangunan tertentu. Kegiatan pembangunan ini adalah kegiatan yang telah
menjadi kegiatan prioritas pembangunan yang disusun oleh Badan Perencanaan Pembangunan
Nasional (BAPPENAS) dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah.
Kegiatan prioritas ini disusun BAPPENAS berdasarkan usulan dari kementerian negara/lembaga,
pemerintah daerah, dan BUMN.
Berikut di bawah ini adalah rincian realisasi Penarikan Pinjaman Proyek Semester I TA 2012
dan Semester I TA 2011 (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Penarikan Pinjaman Proyek Bilateral 1.677.073.808.285 2.236.655.802.919
Penarikan Pinjaman Proyek Multilateral 2.353.509.713.965 3.098.298.832.636
Penarikan Pinjaman Proyek Fasilitas Kredit Ekspor 147.995.320.347 205.317.954.590
Penarikan Pinjaman Proyek Lainnya 54.468.230 -
Jumlah 4.178.633.310.827 5.540.272.590.145

Realisasi Penarikan Pinjaman Proyek ini berbeda dengan realisasi yang dilaporkan oleh BA
999.01 (Utang Pemerintah), dengan selisih minus sebesar Rp2.516.260.179.177. Rincian
perbedaan tersebut adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian Data BUN Data BA 999.01 Selisih
Penarikan Pinjaman Proyek Bilateral 1.677.073.808.285 3.035.749.410.353 (1.358.675.602.068)
Penarikan Pinjaman Proyek Multilateral 2.353.509.713.965 2.270.879.436.581 82.630.277.384
Penarikan Pinjaman Proyek Fasilitas Kredit Ekspor 147.995.320.347 973.943.056.526 (825.947.736.179)
Penarikan Pinjaman Proyek Komersial - 414.321.586.544 (414.321.586.544)
Penarikan Pinjaman Proyek Lainnya 54.468.230 - 54.468.230
Jumlah 4.178.633.310.827 6.694.893.490.004 (2.516.260.179.177)
Perbedaan penarikan pinjaman luar negeri disebabkan oleh:
Uraian Jumlah (Rp)
NoD sudah diterima DJPU, SP3 yang masih dalam proses (2.992.818.858.795)
NoD belum diterima DJPU, SP3 sudah diterbitkan 482.214.371.002
Selisih kurs (4.511.489.910)
Kapitalisasi (1.144.201.454)
Selisih pembulatan (20)
Total (2.516.260.179.177)


B.2.4.2.2. Penerusan Pinjaman
Realisasi Pengeluaran Penerusan Pinjaman (Neto) Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp772.715.107.317, yang berarti 8,67 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN
sebesar Rp8.914.580.845.000. Rincian Penerusan Pinjaman (Neto) adalah sebagai berikut
(dalam Rp):
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -65-


















Pembayaran Cicilan
Pokok Utang LN minus
Rp25,19 triliun














SiLPA Rp65,60 triliun

Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan
Pinjaman DN kepada Pemda
- 41.320.306.727
Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan
Pinjaman DN kepada BUMD
- 230.930.329.988
Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan
Pinjaman DN kepada BUMN
- 2.011.240.089.497
Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan
Pinjaman DN kepada Non Pemerintah
- 20.008.941.000
Penerusan Pinjaman LN TAB kepada Daerah (33.092.835.486) (52.311.334.475)
Penerusan Pinjaman LN TAB kepada BUMD -
Penerusan Pinjaman LN TAB kepada BUMN (739.622.271.831) (581.034.465.841)
Penerusan Pinjaman LN TAYL kepada BUMN
Penerusan Pinjaman (772.715.107.317) 1.670.153.866.896
*) Pada TA 2012, Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan Pinjaman disajikan tersendiri sebagai
bagian dari Pembiayaan Dalam Negeri, sedangkan pada TA 2011, Penerimaan Cicilan Pengembalian
Penerusan Pinjaman disajikan bersama dengan Pengeluaran Penerusan Pinjaman sebagai bagian dari
Pembiayaan Luar Negeri.

B.2.4.2.3. Pembayaran Cicilan Pokok Utang Luar Negeri
Realisasi Pembayaran Cicilan Pokok Utang Luar Negeri merupakan pembayaran pokok utang luar
negeri yang jatuh tempo pada Semester I TA 2012. Realisasi Pembayaran Cicilan Pokok Utang
Luar Negeri dalam Semester I TA 2012 adalah sebesar minus Rp25.191.323.209.724 yang
berarti 53,30 persen dari jumlah yang dianggarkan dalam APBN sebesar minus
Rp47.260.055.652.000
Berikut di bawah ini adalah rincian Pembayaran Cicilan Pokok Utang Luar Negeri Semester I TA
2012 dan TA 2011 (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Pembiayaan Cicilan Pokok Utang LN – Pinjaman Program (201.444.444.424)
Cicilan Pokok Utang LN - Pinjaman Program (5.159.524.803.459) (4.359.510.920.486)
Pembiayaan Cicilan Pokok Utang LN - Pinjaman Proyek (1.665.141.575.963) (1.637.865.582.779)
Cicilan Pokok Utang LN - Pinjaman Proyek (18.366.656.830.302) (16.719.646.887.530)
Jumlah (25.191.323.209.724) (22.918.467.835.219)

B.2.5. Sisa Lebih (Kurang) Pembiayaan Anggaran – SiLPA (SiKPA)
Berdasarkan Defisit Anggaran sebesar 34.883.875.589.977 dan realisasi Pembiayaan Neto
sebesar Rp100.481.545.078.969 sebagaimana diuraikan di atas, maka terdapat Sisa Lebih
Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Rp65.597.669.488.992, dengan rincian sebagai berikut (dalam
Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Pendapatan Negara dan Hibah 593.732.066.572.805 499.900.411.613.939
Belanja Negara (628.615.942.162.782) (437.199.949.016.665)
Surplus (Defisit) (34.883.875.589.977) 62.700.462.597.274
Pembiayaan Neto 100.481.545.078.969 64.649.136.275.968
SiLPA (SiKPA) 65.597.669.488.992 127.349.598.873.242



Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -66-

B.3. CATATAN PENTING LAINNYA

1. Data Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan
Berdasarkan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga terdapat realisasi belanja
terkait dengan dana dekonsentrasi/tugas pembantuan Semester I TA 2012, dengan rincian
sebagai berikut:
Kode
BA
Kementerian
Negara/Lembaga
Realisasi Semester I TA 2012 (dalam Rp)
Dekonsentrasi Tugas Pembantuan Urusan Bersama
010 Kementerian Dalam Negeri 414.255.088.467 26.832.652.392 3.561.947.243.261
018 Kementerian Pertanian 764.561.257.860 3.834.170.067.382 -
019 Kementerian Perindustrian 44.334.211.670 - -
020 KementerianESDM 12.979.681.050 - -
023 Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan 2.689.483.704.751 - -
024 Kementerian Kesehatan 217.244.432.922 325.965.913.533 -
026 Kementerian Tenaga Kerja
dan Transmigrasi 122.390.520.996 - -
027 Kementerian Sosial 157.368.158.069 15.266.030.700 -
029 Kementerian Kehutanan 49.422.632.760 321.810.350 -
032 Kementerian Kelautan dan
Perikanan 97.665.364.739 137.144.418.055 -
033 Kementerian Pekerjaan
Umum 39.628.066.879 630.353.066.154 568.905.618.000
040 KementerianKebudayaan
&Pariwisata 10.120.657.800 - -
043 Kementerian Negara
Lingkungan Hidup 7.470.167.004 - -
044 Kementerian Negara
Koperasi dan UKM 70.473.700.861 - -
065 Badan Koordinasi
Penanaman Modal 6.233.384.798 - -
067 Kementerian Negara
Pembangunan Daerah
Tertinggal - 14.900.375.900 -
068 BKKBN 4.664.756.580 - -
087 Arsip Nasional Republik
Indonesia 1.922.175.738 - -
090 Kementerian Perdagangan 22.643.441.999 51.508.563.049 -
091 Kementerian Perumahan
Rakyat 489.186.050 - -
092 Kementerian Pemuda dan
Olah Raga 20.153.040.030 - -
Total 4.753.503.631.023 5.036.462.897.515 4.130.852.861.261


2. Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK BLU)
Sebagai bagian reformasi manajemen keuangan negara, UU No. 1 Tahun 2004 tentang
Perbendaharaan Negara telah mengamanatkan berbagai perubahan fundamental, antara lain
pada Pasal 68 dan 69 mengenai PK BLU untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas
pengelolaan keuangan negara dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan publik.
Amanat UU 1/2004 tersebut telah dijabarkan lebih lanjut dalam PP No. 23 Tahun 2005
tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum dan 5 (lima) Peraturan Menteri
Keuangan berkaitan dengan Persyaratan Administratif Dalam Rangka Pengusulan dan
Penetapan Satker Instansi Pemerintah untuk Menerapkan PPK BLU, Kewenangan
Pengadaan Barang/Jasa pada BLU, Pembentukan Dewan Pengawas pada BLU, Pedoman
Penetapan Remunerasi pada BLU, Tata Cara Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -67-
(RBA) serta Dokumen Pelaksanaan Anggaran BLU.
BLU merupakan implementasi konsep “enterprising the government” dan penganggaran
berbasis kinerja di lingkungan pemerintah. BLU diberikan fleksibilitas dalam pengelolaan
keuangan untuk mendukung produktivitas, efisiensi dan efektivitas pelayanan publik tetapi
tidak bertujuan mencari laba. Fleksibilitas BLU antara lain mengelola langsung pendapatan
operasionalnya, tidak harus menyetor surplus akhir tahun ke Rekening Kas Negara, pegawai
bisa PNS dan non-PNS, remunerasi berdasarkan tingkat tanggung jawab dan
profesionalisme. Sumber pembiayaan instansi yang menerapkan PK BLU berasal dari APBN,
pendapatan dari pelayanan, kerja sama operasional, hibah dan pendapatan lainnya.
Bidang layanan umum yang diselenggarakan instansi PK BLU adalah kegiatan pemerintah
yang bersifat operasional dalam menyelenggarakan pelayanan umum yang menghasilkan
semi barang/jasa (quasi public goods), meliputi penyediaan barang/jasa, pengelola wilayah,
dan pengelola dana khusus untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
BLU diharuskan menyusun dan mengintegrasikan RBA dalam Rencana Kerja dan Anggaran
(RKA) kementerian negara/lembaga induknya. Transparansi dan akuntabilitas diinformasikan
dalam laporan keuangan instansi PK BLU, minimal terdiri dari laporan operasional/laporan
realisasi anggaran, neraca, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan, disertai
laporan kinerja. Laporan keuangan tersebut diaudit oleh pemeriksa ekstern sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan. Laporan keuangan instansi PK BLU tersebut
harus dikonsolidasikan dalam laporan keuangan kementerian negara/lembaga, yang
selanjutnya dikonsolidasikan dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) yang
disampaikan Presiden kepada DPR sebagai RUU pertanggungjawaban pelaksanaan APBN.
Sampai dengan 30 Juni 2012, terdapat 131 Satuan Kerja di lingkungan pemerintah yang
telah menerapkan PK BLU. Seratus tiga puluh satu Satker BLU tersebut berasal dari 20
Kementerian Negara/Lembaga, yaitu:
No Kementerian Negara/Lembaga Jumlah BLU
1 Sekretariat Negara 2
2 Kementerian Keuangan 2
3 kementerian Pertanian 2
4 Kementerian Perindustrian 5
5 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral 1
6 Kementerian Perhubungan 7
7 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 26
8 Kementerian Kesehatan 49
9 Kementerian Agama 15
10 Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi 3
11 Kementerian Kehutanan 1
12 Kementerian Pekerjaan Umum 1
13 Kenterian Negara Riset dan Teknologi 1
14 Kementerian Koperasi dan UKM 2
15 Kementerian Komunikasi dan Informatika 1
16 Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi 1
17 Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional 1
18 Kementerian Perumahan Rakyat 1
19 POLRI 9
20 BP Batam 1
Jumlah BLU 131


Ditinjau dari bidang layanan, dari 131 BLU tersebut dapat dibagi menjadi:
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -68-
a. 123 BLU bidang Pengadaan Barang dan/atau Jasa;
b. 3 BLU bidang Pengelolaan Wilayah Kawasan;
c. 5 BLU bidang Pengelolaan Dana Khusus.

Berdasarkan laporan keuangan BLU, komposisi pendapatan BLU pada Semester I TA 2012
dapat dilihat pada Grafik 21.

Grafik 21: Komposisi Pendapatan BLU Semester I TA 2012

Sementara itu, Pendapatan, Beban, dan Surplus/Defisit BLU Semester I Tahun 2012
terlihat pada Grafik 22.

Grafik 22: Pendapatan, Beban, dan Surplus/Defisit BLU Semester I TA 2012
Ikhtisar Laporan Keuangan BLU disajikan secara lengkap pada Daftar 37.


3. Penerimaan dan Belanja Hibah
Sejak TA 2011, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 191/PMK.05/2011
tentang Sistem Akuntansi Hibah, Penerimaan Hibah baik melalui Bendahara Umum Negara
maupun hibah langsung ke K/L, dilaporkan dalam Laporan Realisasi Anggaran BA 999.02
(Hibah), bukan lagi oleh masing-masing K/L.
Berdasarkan LRA BA 999.02 jumlah penerimaan hibah sebesar Rp997.303.618.698 dengan
rincian sebagai berikut:
Miliar Rupiah
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -69-

Pendapatan Hibah Jumlah (Rp)
Hibah Dalam Negeri:
Pendapatan Hibah Dalam Negeri Kas:
- Hibah Dalam Negeri Perorangan 5.360.000
- Hibah Dalam Negeri Lembaga/Badan Usaha 4.185.000
Pendapatan Hibah Dalam Negeri Non Kas:
- Pendapatan Hibah Berupa Barang 651.263.636
Pendapatan Hibah Dalam Negeri Langsung:
- Hibah Dalam Negeri Lembaga/Badan Usaha (97.860.776)
- Hibah Dalam Negeri Pemerintah Daerah 2.158.741.185

Hibah Luar Negeri:
Pendapatan Hibah Luar Negeri Kas:
- Hibah Luar Negeri Perorangan 600.000
- Hibah Luar Negeri Bilateral 532.239.606.615
- Hibah Luar Negeri Multilateral 448.899.786.327
- Hibah Luar Negeri Lainnya 9.411.776.007
Pendapatan Hibah Luar Negeri Non Kas:
- Pendapatan Hibah Berupa Barang 3.390.412.583
- Pendapatan Hibah Berupa Jasa 510.976.376
Pendapatan Hibah Luar Negeri Langsung:
- Hibah Luar Negeri Langsung - Bilateral 128.771.748
Jumlah Pendapatan Hibah 997.303.618.698
Sementara itu, terdapat belanja hibah non kas pada Semester I TA 2012 sebesar
Rp4.552.652.595.
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I




Posisi Neraca secara
umum






















Perbandingan Neraca
selama 5 tahun terakhir






















C. PENJELASAN ATAS POS

C.1. POSISI KEUANGAN SECARA UMUM
Ringkasan Neraca per
Rp):
Uraian
Aset Lancar
Investasi Jangka Panjang
Aset Tetap
Aset Lainnya
Jumlah Aset
Kewajiban Jangka Pendek
Kewajiban Jangka Panjang
Jumlah Kewajiban
Ekuitas Dana Lancar
Ekuitas Dana Investasi
Jumlah Ekuitas Dana Neto
Jumlah Kewajiban dan Ekuitas

Perbandingan Aset, Kewajiban, dan Ekuitas Dana Neto selama
disajikan pada Grafik

Grafik
Grafik di atas menunjukkan bahwa selama 5 (lima) tahun berturut
selalu meningkat. Ekuitas Dana per
2011.
-
500
1.000
1.500
2.000
2.500
3.000
3.500
dalam triliun rupiah
Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan
C. PENJELASAN ATAS POS-POS NERACA
C.1. POSISI KEUANGAN SECARA UMUM
Ringkasan Neraca per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut (dalam
Uraian
30 Juni 2012
(Unaudited)
Aset Lancar 463.898.572.394.116
Investasi Jangka Panjang 800.445.265.431.513
Aset Tetap 1.606.616.501.142.563
Aset Lainnya 388.399.256.398.222
Jumlah Aset 3.259.359.595.366.414
Kewajiban Jangka Pendek 195.201.151.663.547
Kewajiban Jangka Panjang 1.882.198.312.044.996
Jumlah Kewajiban 2.077.399.463.708.543
Ekuitas Dana Lancar 272.193.613.712.180
Ekuitas Dana Investasi 909.766.517.945.691
Jumlah Ekuitas Dana Neto 1.181.960.131.657.871
Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 3.259.359.595.366.414
Perbandingan Aset, Kewajiban, dan Ekuitas Dana Neto selama
disajikan pada Grafik 23.
Grafik 23: Perbandingan Aset, Kewajiban, dan Ekuitas Dana Neto pada Neraca
Tahun 2008 – Sem I 2012

Grafik di atas menunjukkan bahwa selama 5 (lima) tahun berturut-
selalu meningkat. Ekuitas Dana per 30 Juni 2012 naik 9,84% persen dari posisi 31 Desember
2007 2008 2009 2010 2011
1.600
2.072
2.123
2.424
3.023
1431
1694 1682
1796
1947
169
378
441
628
Asset Kewajiban Ekuitas
dalam triliun rupiah
Catatan atas Laporan Keuangan - 70-
adalah sebagai berikut (dalam
31 Desember 2011
(Audited)
266.807.824.111.647
750.030.794.479.804
1.567.974.174.587.750
438.634.382.921.494
3.023.447.176.100.695
246.444.880.163.115
1.700.928.418.989.886
1.947.373.299.153.001
40.813.342.935.093
1.035.260.534.012.601
1.076.073.876.947.694
3.023.447.176.100.695
Perbandingan Aset, Kewajiban, dan Ekuitas Dana Neto selama 5 (lima) tahun terakhir

: Perbandingan Aset, Kewajiban, dan Ekuitas Dana Neto pada Neraca
-turut, nilai Ekuitas Dana
persen dari posisi 31 Desember
2011 Sem. I 2012
3.259
1947
2077
1.076
1.182
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 71-
C.2. PENJELASAN PER POS NERACA

Rekening Kas BUN di BI
Rp147,64 triliun

C.2.1. Rekening Kas BUN di Bank Indonesia
Jumlah Rekening Kas BUN di Bank Indonesia (BI) per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011
sebesar Rp147.644.719.217.455 dan Rp82.453.918.298.407 merupakan saldo Rekening
Bendahara Umum Negara (BUN) yang ada di BI, dengan rincian sebagai berikut (dalam Rp):

Jenis Rekening
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
Rekening BUN No. 502.000000980 2.445.662.926.505 2.381.060.659.952
Rekening KUN dalam Valuta USD No.
600.502411980
10.911.011.498
8.471.861.156
Rekening KUN dalam Valuta YEN No.
600.502111980
107.303.313.667
1.068.162.472.870
Rekening Kas Penempatan dalam Rupiah No.
519.000122980
46.238.803.363.698
4.790.148.672.956
Rekening Kas Penempatan dalam Valuta USD
No. 608.001411980

46.820.534.973.835 23.301.620.886.188
Rekening Kas Penempatan dalam Valuta EURO
No. 608.000991980

234.294.453 -
Rekening Kas Penempatan dalam Valuta YEN
No. 608.000111980

- -
Rek. Penerimaan Bantuan Bencana Alam
Sumatera dalam Rupiah No. 519.000124980

8.492.000.706 8.492.000.706
Rek. Penerimaan Bantuan Bencana Alam
Sumatera dalam USD No. 609.022411980

- -
Rek. Penerimaan Bantuan Bencana Alam
Sumatera dalam EURO No. 609.000991980

- -
Rekening SAL No.500.000002980 48.505.945.197.525 48.505.945.197.525
Rekening Khusus 3.506.832.135.568 2.390.016.547.054
Rekening RDI/RPD - -
Jumlah 147.644.719.217.455 82.453.918.298.407

Seluruh saldo Rekening Kas BUN di BI merupakan bagian dari Saldo Anggaran Lebih (SAL).
Rincian Rekening Khusus dapat dilihat pada Daftar 4.


Rekening Kas di KPPN
Rp6,68 triliun

C.2.2. Rekening Kas di KPPN
Jumlah Rekening Kas di KPPN per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp6.684.835.490.699 dan Rp11.870.556.947.661 merupakan saldo Rekening Kas Kantor
Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) di seluruh Indonesia. Seluruh saldo Rekening Kas
di KPPN merupakan bagian dari Saldo Anggaran Lebih (SAL).
Daftar Saldo Kas di KPPN dapat dilihat pada Daftar 5.


Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 72-

RPL Rp40,81 triliun

C.2.3. Rekening Pemerintah Lainnya
Jumlah Rekening Pemerintah Lainnya per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp40.811.445.722.318 dan Rp6.615.552.720.213 merupakan saldo Rekening Pemerintah
Lainnya (RPL) yang ada di BI dan Bank Umum dengan rincian sebagai berikut (dalam Rp):

Bank
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
1. Bank Indonesia 40.744.331.703.773 6.558.844.586.613
2. Bank Umum 67.114.018.545 56.708.133.600
Jumlah 40.811.445.722.318 6.615.552.720.213
Seluruh saldo RPL bukan merupakan bagian dari SAL.
1. Rekening Pemerintah Lainnya di BI, terdiri dari (dalam Rp):
Rekening
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
Rekening RDI/RPD -
-
Rekening Panas Bumi (No.
508.000084980)

450.184.212.648 197.960.188.008
Rekening Hasil Minyak Perjanjian KPS
(No.600.000411980)

40.096.411.933.597 6.237.138.752.226
Rekening Pemerintah Lain 197.735.557.528 123.745.646.379
Jumlah 40.744.331.703.773 6.558.844.586.613

Rincian lebih lengkap masing-masing RPL di BI dapat dilihat pada Daftar 6.
Khusus Saldo Rekening Hasil Minyak Perjanjian KPS sebesar Rp40.096.411.933.597
merupakan Kas BUN dalam bentuk valuta asing pada Rekening Nomor 600.000411.908,
sebagai rekening antara untuk menampung seluruh penerimaan dalam valuta asing dari
hasil kegiatan usaha hulu migas dalam rangka Production Sharing Contract/Kontrak Kerja
Sama dan membayar kewajiban kontraktual migas kepada Pemerintah. Transaksi
(mutasi) arus masuk dan keluar kas dari Hasil Minyak Perjanjian KPS dan Rekening
Panas Bumi disajikan pada Catatan Penting Lainnya.
2. Rekening Pemerintah Lainnya pada Bank Umum sebesar Rp67.114.018.545 merupakan
Kas pada BA 999.04 (Penerusan Pinjaman) yang tersimpan di berbagai Bank Umum
berupa:
- Rekening Induk Dana Lingkungan (RIDL) sebesar Rp9.548.103.656,63.
- Rekening KUMK sebesar Rp47.330.016.029,33.
- 15 rekening lainnya merupakan rekening pemerintah lainnya sebagai penampungan
transaksi dari program/kegiatan yang masih berlangsung sebesar
Rp10.235.898.858,84.
Rincian saldo RPL pada Bank Umum dapat dilihat pada Daftar 7.

Kas di Bendahara
Pengeluaran
Rp4,24 triliun

C.2.4. Kas di Bendahara Pengeluaran
Jumlah Kas di Bendahara Pengeluaran per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp4.237.709.202.349 dan Rp292.795.937.959 merupakan kas yang dikuasai, dikelola, dan
di bawah tanggung jawab bendahara pengeluaran yang berasal dari sisa Uang Persediaan
(UP), namun sampai dengan akhir tahun anggaran belum disetor/dipertanggungjawabkan ke
kas negara.
Rincian Kas di Bendahara Pengeluaran pada K/L dapat dilihat pada Daftar 8.
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 73-

Kas di Bendahara
Penerimaan
Rp405,58 miliar
C.2.5. Kas di Bendahara Penerimaan
Jumlah Kas di Bendahara Penerimaan per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp405.580.465.657 dan Rp252.900.321.124 mencakup seluruh kas, baik saldo rekening di
bank, termasuk bunga dan jasa giro, maupun saldo uang tunai yang berada di bawah
tanggung jawab bendahara penerimaan yang belum disetorkan ke kas negara.
Rincian Kas di Bendahara Penerimaan pada K/L dapat dilihat pada Daftar 8.

Kas Lainnya dan Setara
Kas Rp12,26 triliun

C.2.6. Kas Lainnya dan Setara Kas
Jumlah Kas Lainnya dan Setara Kas per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp12.258.100.098.857 dan Rp6.756.875.778.441 merupakan kas yang berada di
bendahara pengeluaran selain uang persediaan. Saldo tersebut dapat berupa pendapatan
seperti bunga jasa giro, pungutan pajak, dan pengembalian belanja yang belum disetor ke kas
negara, dana lancar BLU, belanja yang sudah dicairkan akan tetapi belum dibayarkan kepada
pihak ketiga, dan kas dari hibah langsung K/L. Kas Lainnya dan Setara Kas terdiri dari (dalam
Rp):
Uraian
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
Bunga dan Jasa Giro, dan Pengembalian Belanja
yang Belum Disetor ke Kas Negara

8.908.520.733.437

2.367.515.283.864
Kas yang Belum Dibayarkan kepada Pihak Ketiga 2.828.954.596.277 3.943.049.544.201
Dana Lancar Lainnya (termasuk hibah langsung K/L) 520.624.769.143 443.660.153.197
Dana Lancar BLU - 2.650.797.179
Jumlah 12.258.100.098.857 6.756.875.778.441

Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas menurut organisasi Kementerian Negara/Lembaga dan
BUN adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
1. K/L 10.143.951.852.973 1.830.725.363.653
2. BUN 2.114.148.245.884 4.926.150.414.788
Jumlah 12.258.100.098.857 6.756.875.778.441

Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas masing-masing K/L dapat dilihat pada Daftar 8.
Kas Lainnya dan Setara Kas yang berada di BUN sebesar Rp2.114.148.245.884 terdiri dari:
1. Kas Lainnya dan Setara Kas pada Bagian Anggaran (BA) 999.03 sebesar
Rp1.949.455.991 merupakan kas atas pengembalian program dana bergulir yang saat
ini masih tertampung dalam rekening LPT Indak;
2. Kas Lainnya dan Setara Kas pada BA 999.08 sebesar Rp2.112.198.789.893. Kas
tersebut sebagian besar merupakan Dana Bantuan Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang
akan disalurkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau Instansi yang
menangani bencana dalam TA 2011 dan pengembalian belanja tunjangan kinerja dari
beberapa K/L serta pendapatan bunga dan jasa giro yang belum disetor ke kas negara.
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 74-

Kas pada BLU Rp15,62
triliun

C.2.7. Kas pada BLU
Jumlah Kas pada BLU per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp15.619.700.997.531 dan Rp13.019.388.257.063 merupakan saldo kas yang ada di
satuan kerja BLU pada beberapa K/L, yang terdiri dari (dalam Rp):

Kementerian Negara/Lembaga
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
1. BLU di Sekretariat Negara 666.441.374.496 529.314.721.403
2. BLU di Kementerian Keuangan 2.565.016.309.695 2.168.961.124.597
3. BLU di Kementerian Pertanian 5.977.994.604 3.466.155.684
4. BLU di Kementerian Perindustrian 28.990.306.365 20.011.012.451
5. BLU di Kementerian ESDM 43.576.417.329 18.498.791.552
6. BLU di Kementerian Perhubungan 168.619.772.633 132.850.346.828
7. BLU di Kementerian Pendidikan Nasional 5.431.977.103.533 4.497.383.942.144
8. BLU di Kementerian Kesehatan 1.347.417.319.437 1.056.474.212.524
9. BLU di Kementerian Agama 252.122.296.601 160.067.061.688
10. BLU di Tenaga Kerja dan Transmigrasi 778.167.755 714.674.920
11. BLU di Kementerian Kehutanan 2.786.988.200 -
12. BLU di Kementerian Pekerjaan Umum 418.564.309.798 311.877.696.631
13. BLU di Kementerian Ristek 1.910.327.435 1.587.736.326
14. BLU di Kementerian Negara KUKM 258.535.569.543 222.839.454.602
15. BLU di Kementerian Kominfo 4.223.124.820.892 3.710.216.950.149
16. BLU di Kepolisian RI 38.577.614.367 31.085.827.403
17. BLU di BPPT 17.660.711.845 7.013.147.667
18. BLU di LAPAN 2.554.238.209 1.956.045.700
19. BLU di Kementerian Perumahan Rakyat 145.069.354.794 145.069.354.794
Jumlah 15.619.700.997.531 13.019.388.257.063

Berdasarkan data BUN, Kas pada BLU yang telah disahkan oleh KPPN adalah sebesar
Rp15.583.837.419.948 (lihat Catatan D.1). Dari Kas pada BLU tersebut sebesar
Rp127.626.217.672 telah didepositokan dengan jangka waktu lebih dari 3 bulan (disajikan
pada Investasi Jangka Pendek BLU - lihat Catatan C.2.19). Dengan demikian, terdapat Kas
pada BLU yang belum disahkan sebesar Rp163.489.795.255, yaitu berasal dari
(Rp15.619.700.997.531+ Rp127.626.217.672 - Rp15.583.837.419.948).

Uang Muka dari
Rekening BUN Rp623,94
miliar

C.2.8 Uang Muka dari Rekening Bendahara Umum Negara (BUN)
Jumlah Uang Muka dari Rekening BUN per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp623.935.967.840 dan Rp1.408.995.648.910 merupakan pembayaran pembiayaan
pendahuluan dalam rangka penarikan pinjaman luar negeri dari BUN yang belum ada
penggantian dari lender.
Uang Muka dari Rekening BUN sebesar Rp623.935.967.840 adalah Uang Muka dari
Rekening BUN yang eligible, yaitu uang muka yang masih dapat ditagihkan kepada lender
yang terjadi sejak tahun 2009. Saldo tersebut berasal dari saldo akhir tahun 2011 sebesar
Rp1.408.995.648.910 dikurangi dengan Uang Muka BUN yang diselesaikan selama Semester
I tahun 2012 sebesar Rp785.059.681.070.


Piutang Pajak
Rp105,63 triliun

C.2.9. Piutang Pajak
Jumlah Piutang Pajak per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp105.626.340.589.335 dan Rp108.063.462.383.641. Nilai Piutang Pajak per 30 Juni
2012 berdasarkan nilai bersih yang dapat direalisasikan (Net Realizable Value) adalah
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 75-






















Piutang Pajak pada
Ditjen Pajak
































Rp85.233.595.751.545 yang berasal dari nilai bruto sebesar Rp105.626.340.589.335
dikurangi penyisihan piutang tak tertagih sebesar Rp20.392.744.837.790. Piutang Pajak
terdiri dari Piutang pajak pada Mahkamah Agung sebesar Rp1.654.943 dan Kementerian
Keuangan sebesar Rp105.626.338.934.392.
Rincian Piutang Pajak pada Kementerian Keuangan adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
Direktorat Jenderal Pajak:
Nilai Bruto 85.413.366.512.932 86.801.366.456.341
Penyisihan (19.149.466.135.146) (46.205.692.087.023)
Nilai Bersih 66.263.900.377.786 40.595.674.369.318
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai:
Nilai Bruto 20.212.972.421.460 21.262.095.927.300
Penyisihan (1.243.278.702.644) (1.611.617.003.316)
Nilai Bersih 18.969.693.718.816 19.650.478.923.984
Piutang Pajak (Bruto) 105.626.338.934.392 108.063.462.383.641
Penyisihan (20.392.744.837.790) (47.817.309.090.339)
Piutang Pajak (Bersih) 85.233.594.096.602 60.246.153.293.302

1. Piutang Pajak pada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) per 30 Juni 2012 dan 31 Desember
2011 masing-masing sebesar Rp85.413.366.512.932 dan Rp86.801.366.456.341
merupakan tagihan pajak yang tercantum dalam Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar
(SKPKB), Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT), dan Surat Tagihan
Pajak (STP) atau Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) yang belum dilunasi
sampai dengan 30 Juni 2012. Rincian Piutang Pajak (nilai bruto sebelum penyisihan) per
jenis pajak dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5
Piutang Pajak per Jenis Pajak pada Ditjen Pajak
(Dalam Rp)

No. Jenis Piutang Pajak
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
1. Piutang PPh Pasal 21 1.447.897.407.949 1.085.067.767.115
2. Piutang PPh Pasal 22 463.422.833.197 466.665.742.712
3. Piutang PPh Pasal 23 1.984.574.826.322 1.971.735.365.857
4. Piutang PPh Pasal 25 Orang Pribadi 1.044.284.505.856 1.011.913.424.152
5. Piutang PPh Pasal 25 Badan 14.125.107.521.408 14.272.978.070.717
6. Piutang PPh Pasal 26 1.844.832.751.111 2.831.091.117.252
7. Piutang PPh Final dan Fiskal LN 659.067.798.842 517.874.742.847
8. Piutang PPN Dalam Negeri 14.750.767.018.365 42.235.408.556.549
9. Piutang PPnBM Dalam Negeri 199.438.444.470 208.754.851.900
10. Piutang PBB Pedesaan 3.390.573.297.433 2.401.365.978.916
11. Piutang PBB Perkotaan 14.800.296.834.483 11.291.484.268.102
12. Piutang PBB Perkebunan 939.768.328.589 394.209.918.227
13. Piutang PBB Kehutanan 682.765.856.676 630.580.993.822
14. Piutang PBB Pertambangan 27.176.210.358.019 5.602.915.905.581
15. Piutang BPHTB - -
16. Piutang PTLL 334.744.233 691.914.937
17. Piutang Bunga Penagihan PPh 1.904.023.985.979 1.878.627.837.655
Jumlah 85.413.366.512.932 86.801.366.456.341
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 76-






































Piutang Pajak pada
Ditjen Bea dan Cukai

Berdasarkan umurnya, Piutang Pajak di DJP dapat dirinci sebagai berikut (dalam Rp):
Umur Piutang
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
Kurang dari 1 Tahun 37.108.068.629.607 19.470.734.026.870
1 Tahun dan Kurang dari 3 Tahun 14.654.041.139.601 37.888.573.637.081
3 Tahun dan Kurang dari 5 Tahun 11.823.251.744.780 8.503.983.799.836
5 Tahun atau Lebih 21.828.004.999.656 20.938.074.992.554
Jumlah 85.413.366.513.644 86.801.366.456.341
*) selisih pembulatan sebesar Rp712 antara tabel di atas dengan aplikasi SAI
1) Dari nilai piutang pajak sebesar Rp85.413.366.512.932 terdapat piutang pajak
yang disisihkan sebesar Rp19.149.466.135.146. Nilai piutang yang disisihkan
tersebut termasuk piutang yang telah daluwarsa penagihannya sebesar
Rp7.786.018.614.873. Selama semester I tahun 2012, atas nilai piutang pajak
yang telah daluwarsa tersebut, telah diusulkan penghapusan sebesar
Rp94.411.718.854. Selama semester I tahun 2012, nilai piutang yang telah
mendapatkan persetujuan dari Menteri Keuangan untuk dihapusbukukan sebesar
Rp28.075.790.794.612.
2) Dalam rangka pemenuhan hak dan kewajiban Wajib Pajak, Direktorat Jenderal Pajak
memberikan hak kepada Wajib Pajak untuk mengajukan pembetulan, keberatan,
pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi, pengurangan atau pembatalan
surat ketetapan pajak, pengurangan atau pembatalan Surat Tagihan Pajak,
pembatalan hasil pemeriksaan pajak atau surat ketetapan pajak, banding, gugatan
dan peninjauan kembali. Nominal ketetapan pajak kurang bayar yang menjadi
sengketa pajak tersebut diatas yang belum diterbitkan keputusan atau putusan
sampai dengan tanggal 30 Juni 2012 adalah Rp46.768.847.212.261.
3) Dalam rangka melaksanakan penagihan pajak dengan surat paksa. Direktorat
Jenderal Pajak telah melakukan penyitaan terhadap harta benda Wajib Pajak
sebagai jaminan piutang pajak yang tidak dilunasi Wajib Pajak sesuai peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Nilai estimasi harga pasar aset Wajib Pajak yang
dilakukan penyitaan yang belum dilakukan penjualan secara lelang dan atau
penjualan yang dikecualikan dari lelang sebesar Rp770.852.177.371 dan dari
piutang pajak sebesar Rp1.248.401.172.742.
2. Piutang Pajak pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) per 30 Juni 2012 dan 31
Desember 2011 masing-masing sebesar Rp20.212.972.421.460 dan
Rp21.262.095.927.300 merupakan tagihan pajak yang telah mempunyai surat
ketetapan yang dapat dijadikan kas dan belum diselesaikan pada tanggal neraca yang
diharapkan dapat diterima dalam jangka waktu tidak lebih dari satu tahun. Rincian
Piutang Pajak (nilai awal sebelum penyisihan) per jenis pajak dapat dilihat pada Tabel 6.
Berdasarkan umurnya, Piutang Pajak di DJBC dapat dirinci sebagai berikut (dalam Rp):
Umur Piutang
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
Kurang dari 1 Tahun 18.228.961.310.918 19.648.918.985.526
1 Tahun s.d 2 Tahun 485.814.139.768 217.266.179.964
2 Tahun s.d 3 Tahun 54.490.141.536 103.555.167.066
Di atas 3 Tahun 1.443.706.829.238 1.292.355.594.744
Jumlah 20.212.972.421.460 21.262.095.927.300



Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 77-
Tabel 6
Piutang Pajak per Jenis Pajak pada Ditjen Bea dan Cukai
(Dalam Rp)
No Jenis Piutang Pajak
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
1 Piutang PPh Pasal 22 Impor 47.263.244.928 45.892.299.214
2 Piutang PPN Dalam Negeri 2.737.317.676.187 3.146.910.248.970
3 Piutang PPN Impor 258.733.201.586 240.562.578.649
4 Piutang PPN Lainnya - 13.975.000
5 Piutang PPnBM Impor 15.186.110.539 26.715.140.404
6 Piutang PPnBM Lainnya - -
7 Piutang Cukai Hasil Tembakau 14.803.015.699.132 15.612.436.025.861
8 Piutang Cukai Ethyl Alkohol 957.900.000 889.000.000
9 Piutang Cukai Minuman mengandung Ethyl Alkohol 75.847.386.080 3.108.046.600
10 Piutang Pendapatan Denda Administrasi Cukai 107.601.238.634 102.598.902.174
11 Piutang Pendapatan Cukai Lainnya 47.019.800.368 46.830.933.374
12 Piutang Bunga Penagihan PPN 416.340 9.710.326.332
13 Piutang Bunga Penagihan PPnBM 8.285.647.085 16.682.000
14 Piutang Bea Masuk 922.561.365.404 851.036.853.853
15 Piutang Pendapatan Denda Administrasi Pabean 804.100.749.668 773.536.556.838
16 Piutang Pendapatan Pabean Lainnya 188.161.992.512 173.032.494.314
17 Piutang Pajak/Pungutan Ekspor - 222.278.975.975
18 Piutang Pendapatan Denda Administrasi Bea Keluar 8.574.551.809 6.238.348.382
19 Piutang Pendapatan Bunga Bea Keluar 289.927.360 288.539.360
20 Bea Keluar 188.055.513.828 -
Jumlah 20.212.972.421.460 21.262.095.927.300



Piutang Bukan Pajak
Rp95,32 triliun























C.2.10. Piutang Bukan Pajak
Jumlah Piutang Bukan Pajak per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 adalah sebesar
Rp95.316.865.590.878 dan Rp19.885.890.412.635. Piutang tersebut merupakan semua
hak atau klaim terhadap pihak lain atas uang, barang, atau jasa yang dapat dijadikan kas dan
belum diselesaikan pada akhir tahun anggaran serta diharapkan dapat diterima dalam jangka
waktu tidak lebih dari satu tahun. Nilai Piutang Bukan Pajak per 31 Desember 2012
berdasarkan nilai bersih yang dapat direalisasikan adalah sebesar Rp80.244.857.518.886,
yaitu berasal dari nilai bruto sebesar Rp95.316.865.590.878 dikurangi penyisihan sebesar
Rp15.072.008.071.992. Piutang tersebut terdiri dari (dalam Rp):
Jenis Piutang Bukan Pajak
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
Piutang pada K/L:
Nilai Bruto 27.158.020.345.068 13.796.526.308.176
Penyisihan (14.939.541.411.245) (9.935.371.734.586)
Nilai Bersih 12.218.478.933.823 3.861.154.573.590
Piutang pada BUN:
Nilai Bruto 68.158.845.245.810 6.089.364.104.459
Penyisihan (132.466.660.747) (318.025.168.038)
Nilai Bersih 68.026.378.585.063 5.771.338.936.421
Piutang Bukan Pajak (Bruto) 95.316.865.590.878 19.885.890.412.635
Penyisihan (15.072.008.071.992) (10.253.396.902.624)
Piutang Bukan Pajak (Bersih) 80.244.857.518.886 9.632.493.510.011


Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 78-



Piutang Bukan Pajak di
BUN Rp68,16 triliun
Rincian Piutang Bukan Pajak pada K/L per 30 Juni 2012 dapat dilihat pada Daftar 9.
Piutang Bukan Pajak pada BUN per 30 Juni 2012 terdiri dari (dalam Rp):
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
1. Piutang Deviden dan Denda pada BA
999.03:


Nilai Bruto 15.986.182.644.982 54.914.355.161
Penyisihan (130.222.955.176) (51.548.429.777)
Nilai Bersih 15.855.959.689.806 3.365.925.384
2. Piutang pada BA 999.05
Nilai Bruto 321.265.604.739 -
Penyisihan - -
Nilai Bersih 321.265.604.739 -
3. Piutang pada BA 999.07:
Nilai Bruto 448.741.114.203 878.939.094.800
Penyisihan (2.243.705.571) (4.394.695.474)
Nilai Bersih 446.497.408.632 874.544.399.326
4. Piutang pada BA 999.08:
Nilai Bruto 1.399.189.200 7.438.160.200
Penyisihan - -
Nilai Bersih 1.399.189.200 7.438.160.200
5. Piutang PT PPA pada BA 999.99:
Nilai Bruto l 2.786.071.531 2.786.071.531
Penyisihan - -
Nilai Bersih 2.786.071.531 2.786.071.531
6. Piutang Migas pada BA 999.99:
Nilai Awal 51.398.470.621.155 5.145.286.422.767
Penyisihan - (262.082.042.787)
Nilai Bersih 51.398.470.621.155 4.883.204.379.980
Piutang PNBP (Bruto) 68.158.845.245.810 6.089.364.104.459
Penyisihan (132.466.660.747) (318.025.168.038)
Piutang PNBP (Bersih) 68.026.378.585.063 5.771.338.936.421

1. Piutang Dividen dan Denda (BA 999.03) terdiri dari:
a. Piutang Lancar sebesar Rp15.935.637.879.202 terdiri dari (dalam Rp):

Nama BUMN Jumlah
Penyisihan Piutang
tidak Tertagih
(0,5%) Nilai Bersih
PT. Balai Pustaka 100.000.000 500.000 99.500.000
PT. PDI P Batam 85.865.000 429.325 85.435.675
PT. Kawasan Industri
Wijayakusuma
11.854.202,51 59.271 11.794.931
PT. Perkebunan
Nusantara II
450.000.000 2.250.000 447.750.000
PT. Inhutani I 225.000.000 1.125.000 223.875.000
PT. Inhutani V 90.000.000 450.000 89.550.000
Dividen Tahun Buku
2011
15.934.675.160.000 79.673.375.800 15.855.001.784.200
Jumlah 15.935.637.879.202 79.678.189.396 15.855.959.689.806







Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 79-
b. Piutang Macet sebesar Rp 50.544.765.780 terdiri dari (dalam Rp):

Nama BUMN Jumlah
Penyisihan Piutang
tidak Tertagih (100%)
Nilai
Bersih
1. PT. Istaka karya 6.391.154.934 6.391.154.934 -
2. PT. Bina Karya 566.628.402 566.628.402 -
3. PT. Industri Sandang
Nusantara
43.586.982.444 43.586.982.444 -
Jumlah 50.544.765.780 50.544.765.780 -

2. Piutang pada Bagian Anggaran Utang Transfer ke Daerah (BA 999.05) sebesar
Rp321.265.604.739 merupakan sisa Penggunaan DPPID oleh pemda yang belum
disetorkan ke kas negara.
3. Piutang pada Bagian Anggaran Belanja Subsidi (BA 999.07) terdiri dari:
a. Piutang pada Kementerian Pertanian sebesar Rp13.627.907.361 merupakan
kelebihan pembayaran subsidi pupuk berdasarkan hasil audit BPK Tahun 2011 yang
berasal dari BUMN Operator Subsidi Pupuk PT Pupuk Iskandar Muda.
b. Piutang pada Perum Bulog sebesar Rp435.113.206.842 merupakan kelebihan
pembayaran atas subsidi pangan berdasarkan hasil audit BPK Tahun 2011.
4. Piutang pada Bagian Anggaran Belanja Lain-Lain (BA 999.08) sebesar Rp1.399.189.200
merupakan piutang pada Perum BULOG.
5. Piutang PT PPA sebesar Rp2.786.071.531 merupakan kewajiban PT PPA atas Hasil
Pengelolaan Aset (HPA) yang masih harus disetorkan kepada Pemerintah, dengan rincian
sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
Saldo Awal (1) 2.786.071.531 2.121.512.481
Koreksi Saldo Awal (2) - 755.838
Penerimaan:
Hasil Pengelolaan Aset (HPA):
Divestasi saham yang dikelola - 38.000.000.000
Dividen atas saham yang dikelola - 466.040.291
Pokok dan bunga atas tagihan yang dikelola - -
Pokok dan Bunga Bunga atas obligasi yang dikelola - 156.974.861.111
Redemption Obligasi
Penjualan dari right saham -
HPA aset lainnya -
Jumlah HPA - 195.440.901.402
Dana Cadangan Biaya Pengelolaan - 2.627.252.574
Bunga dari dana HPA yg masih harus disetor - 690.648.835
Jumlah Penerimaan (3) - 198.758.802.811
Pengurangan:
Biaya pengelolaan yang dapat diperoleh kembali tahun
berjalan dan telah dibayar tunai
-
100.414.305
Imbalan Pengelolaan Aset - 50.337.375.239
PPN atas Imbalan Pengelolaan Aset - 5.033.737.524
PPN atas Penggantian Biaya Pengelolaan - 10.041.430
Biaya aset periode sebelumnya - -
Imbalan Kinerja - 1.363.997.000
PPN Imbalan Kinerja - 136.399.700
Tunggakan biaya/biaya aset dengan penugasan khusus - -
Jumlah Pengurangan (4) - 56.981.965.198
HPA yang harus disetor ke Pemerintah ((5)=(1)+(2) + (3) –(4)) - 143.899.105.932
HPA yang telah disetor ke Pemerintah (6) - 141.113.034.401
Jumlah HPA yang masih harus disetor (7) = (5) – (6) 2.786.071.531 2.786.071.531


Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 80-
6. Piutang Migas pada BA 999.99 terdiri dari (dalam Rp):
Uraian
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
Piutang pada PT Pertamina 42.736.251.154.640 625.801.393.360
Piutang Migas Lainnya 8.662.219.466.515 4.519.485.029.407
Piutang Migas (Bruto) 51.398.470.621.155 5.145.286.422.767
Penyisihan - (262.082.042.787)
Piutang Migas (Netto) 51.398.470.621.155 4.883.204.379.980



Bagian Lancar TPA Rp0

C.2.11. Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran
Jumlah Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per 30 Juni 2012 dan 31 Desember
2011 sebesar Rp0 dan Rp0.

Bagian Lancar Tagihan
TGR Rp58,45 miliar

C.2.12. Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Ganti Rugi
Jumlah Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) per 30 Juni 2012 dan 31
Desember 2011 sebesar Rp58.454.269.967 dan Rp60.470.939.992 merupakan saldo
Tagihan TGR pada K/L dan BUN yang akan jatuh tempo kurang dari 12 bulan setelah tanggal
neraca. Saldo Bagian Lancar TGR per 30 Juni 2012 berdasarkan nilai bersih yang dapat
direalisasikan adalah sebesar Rp14.587.132.243 yang berasal dari nilai bruto sebesar
Rp58.454.269.967 dikurangi penyisihan sebesar Rp43.867.137.724.
Rincian Bagian Lancar TGR pada masing-masing K/L dan BUN dapat dilihat pada Daftar 10.

Uang Muka Belanja
Rp1,32 triliun

C.2.13. Uang Muka Belanja
Uang Muka Belanja per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar Rp1.315.728.823.058
dan Rp1.279.165.315.147 merupakan uang muka dan/atau pembayaran termin yang telah
diterima oleh kontraktor atau pihak ketiga atas pekerjaannya dalam rangka penyediaan
barang/jasa yang berada di beberapa K/L. Tidak dilakukan penyisihan piutang tak tertagih
atas Uang Muka Belanja. Rincian Uang Muka Belanja pada masing-masing K/L dapat dilihat
pada Daftar 11.
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 81-

Piutang dari Kegiatan
BLU Rp1,22 triliun

C.2.14. Piutang dari Kegiatan BLU
Piutang dari Kegiatan BLU per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 adalah sebesar
Rp1.221.143.965.851 dan Rp1.216.391.989.142. Saldo Piutang dari Kegiatan BLU per 30
Juni 2012 berdasarkan nilai bersih yang dapat direalisasikan adalah sebesar
Rp1.003.228.653.548 yang berasal dari nilai bruto sebesar Rp1.221.143.965.851 dikurangi
penyisihan sebesar Rp217.915.312.303. Piutang dari Kegiatan BLU terdiri dari piutang
kegiatan operasional BLU sebesar Rp1.180.083.811.793, dan non operasional BLU sebesar
Rp41.060.154.058.
Piutang Kegiatan Operasional BLU terdiri dari (dalam Rp):
Kementerian Negara/Lembaga
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
1. BLU di Sekretariat Negara 135.050.855.416 250.789.471.050
2. BLU di Kementerian Keuangan 112.851.045.451 14.938.119.944
3. BLU di Kementerian Perindustrian 1.715.605.550 2.465.869.970
4. BLU di Kementerian ESDM 10.032.505.681 14.319.049.849
5. BLU di Kementerian Perhubungan 540.037.500 409.502.500
6. BLU di Kementerian Diknas 138.694.366.127 170.476.463.630
7. BLU di Kementerian Kesehatan 718.629.144.569 651.984.000.111
8. BLU di Kementerian Agama 578.000.000 1.911.791.625
9. BLU di Kementerian PU 46.046.835.593 46.058.787.010
10. BLU di Kementerian KUKM 1.700.630.635 2.298.548.194
11. BLU di Kepolisian RI 12.413.312.291 13.590.873.945
12. BLU di BPPT 1.273.997.219 5.779.508.330
13. BLU di LAPAN 557.475.761 246.647.687
14. BLU di Kemen Perumahan Rakyat - 2.154.033.443
Jumlah Nilai Bruto 1.180.083.811.793 1.177.422.667.288
Penyisihan (216.534.690.000) (198.298.929.059)
Jumlah Nilai Bersih 963.549.121.793 979.123.738.229

Piutang Kegiatan Non Operasional BLU terdiri dari (dalam Rp):
Kementerian Negara/Lembaga
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
1. BLU di Sekretariat Negara 13.918.673.827 13.078.384.966
2. BLU di Kementerian Keuangan 23.520.779.542 22.027.746.408
3. BLU di Kementerian Perhubungan 65.568.800 62.895.200
4. BLU di Kementerian Kesehatan 575.595.000 3.462.783.610
5. BLU di Kementerian Agama 2.410.561.894 335.446.062
6. BLU di LAPAN 568.974.995 2.065.608
Jumlah Nilai Awal 41.060.154.058 38.969.321.854
Penyisihan (1.380.622.303) (1.160.387.275)
Jumlah Nilai Bersih 39.679.531.755 37.808.934.579
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 82-

Piutang lain-lain Rp12,22
triliun

C.2.15. Piutang Lain-lain
Piutang Lain-lain per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar Rp12.221.559.606.373
dan Rp24.977.956.337.945 merupakan piutang yang tidak dapat diklasifikasikan ke dalam
salah satu kategori piutang sebagaimana telah dijelaskan di atas. Saldo Piutang Lain-lain per
30 Juni 2012 berdasarkan nilai bersih yang dapat direalisasikan adalah sebesar
Rp1.457.096.118.022 yang berasal dari nilai bruto sebesar Rp12.221.559.606.373
dikurangi penyisihan sebesar Rp10.764.463.488.351. Piutang Lain-lain terdiri dari (dalam
Rp):
Jenis Piutang
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
Piutang di K/L:
Nilai Bruto - 12.678.235.141.724
Penyisihan - (6.040.484.808.807)
Nilai Bersih - 6.637.750.332.917
Piutang di BUN:
Nilai Bruto 12.221.559.606.373 12.299.721.196.221
Penyisihan (10.764.463.488.351) (10.945.924.429.012)
Nilai Bersih 1.457.096.118.022 1.353.796.767.209
Nilai Bruto 12.221.559.606.373 24.977.956.337.945
Penyisihan (10.764.463.488.351) (16.986.409.237.819)
Nilai Bersih 1.457.096.118.022 7.991.547.100.126


1. Piutang di K/L per 30 Juni 2012 sebesar Rp0. Pada LKPP Tahun 2011, Piutang di K/L
merupakan Piutang Lain-lain pada Kejaksaan Agung sebesar Rp12.678.235.141.724
yang terdiri dari piutang berupa piutang uang pengganti untuk perkara tindak pidana
korupsi, piutang denda dan biaya tilang verstek, piutang sewa rumah dinas, dan piutang
sewa BRI. Saldo Piutang Lain-lain pada Kejaksaan Agung per 30 Juni 2012 direklas
menjadi Piutang Bukan Pajak.
Kementerian Negara/Lembaga
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
1. Kejaksaan Agung - 12.678.235.141.724
Nilai Piutang Bruto - 12.678.235.141.724
Penyisihan - (6.040.484.808.807)
Nilai Piutang Bersih - 6.637.750.332.917

2. Piutang yang berada di BUN terdiri dari (dalam Rp):
Piutang pada BUN
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
a. Piutang pada BA 999.04
Nilai Bruto 1.232.338.196.319 716.768.609.336
Penyisihan (56.406.611.740) (33.351.190.394)
Nilai Bersih 1.175.931.584.579 683.417.418.942
b. Piutang pada BA 999.05
Nilai Bruto - 419.570.214.233
Penyisihan - -
Nilai Bersih - 419.570.214.233
c. Piutang pada BA 999.08
Nilai Bruto 95.161.153.127 174.775.083.006
Penyisihan - -
Nilai Bersih 95.161.153.127 174.775.083.006
d. Piutang pada BA 999.99 - Bank Dalam Likuidasi
Nilai Bruto 10.880.265.044.527 10.953.666.946.224
Penyisihan (10.708.056.876.611) (10.912.573.238.618)
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 83-
Nilai Bersih 172.208.167.916 41.093.707.606
e. Piutang pada BA 999.99 - Belanja Pensiun
Nilai Bruto 13.795.212.400 34.940.343.422
Penyisihan - -
Nilai Bersih 13.795.212.400 34.940.343.422
Nilai Piutang Bruto 12.221.559.606.373 12.299.721.196.221
Penyisihan (10.764.463.488.351) 10.945.924.429.012
Nilai Piutang Bersih 1.457.096.118.022 1.353.796.767.209

a. Piutang Lain-lain pada BA 999.04 per 30 Juni 2012 sebesar Rp1.232.338.196.319
merupakan piutang yang terkait dengan Penerusan Pinjaman, terdiri dari:
- Potensi Tunggakan dapat ditagih sebesar Rp849.847.989.977,87 yang merupakan
bagian hak tagih pemerintah yang telah jatuh tempo dan menunggak serta memiliki
potensi untuk dapat ditagih pada 2012. Berdasarkan Perdirjen Perbendaharaan No.
12/PB/2011 mengenai kualitas dan penyisihan piutang, piutang disajikan
berdasarkan umur piutang. Piutang yang tertunggak dengan kolektibilitas di bawah
12 (dua belas) bulan per tanggal neraca dikategorikan sebagai potensi tunggakan
yang dapat ditagih. Sedangkan piutang yang tertunggak dengan kolektibilitas di
atas 12 (dua belas) bulan per tanggal neraca diklasifikasikan pada aset lainnya RDI.
Jumlah potensi tunggakan yang dapat ditagih terdiri dari piutang pada:
Uraian Jumlah (Rp)
BUMN 674.867.201.341,09
BUMD 137.151.079.860,53
Pemda 27.186.516.521,50
Lainnya 10.643.192.254,75
Nilai Bruto 849.847.989.977,87
Penyisihan (54.494.767.942,52)
Nilai Bersih 795.353.222.035,35
- Piutang Bunga sebesar Rp377.038.606.348 berdasarkan debitur, yaitu:
Uraian Jumlah (Rp)
BUMN 329.063.987.056,74
BUMD 21.012.798.953,52
Pemda 10.322.645.357,79
Lainnya (Channeling dan KUMK SUP 005) 16.639.174.979,95
Nilai Bruto 377.038.606.348,00
Penyisihan (1.884.585.797,81)
Nilai Bersih 375.154.020.550,19
- Piutang Denda yang telah diterbitkan Surat Tagihannya sebesar
Rp5.451.599.993,20 berdasarkan debitur, yaitu:
Uraian Jumlah (Rp)
BUMN 674.479.327,52
BUMD 4.533.358.055,84
Pemda 243.762.609,84
Nilai Bruto 5.451.599.993,20
Penyisihan (27.257.999,97)
Nilai Bersih 5.424.341.993,23

b. Piutang Lain-lain pada BA 999.05 per 30 Juni 2012 sebesar Rp0. Saldo Piutang Lebih
Salur Dana Bagi Hasil TA 2011 sebesar Rp120,99 miliar dan sesuai dengan amanat
Perdirjen PK Nomor: PER-01/PK/2012, telah dilakukan mekanisme pemotongan atas
penyaluran dana transfer Semester I TA 2012 sebesar jumlah piutang lebih salur TA
2011 tersebut.
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 84-
c. Piutang Lain-lain pada BA 999.08 per 30 Juni 2012 sebesar Rp95.161.153.127
merupakan piutang pada Kementerian Pertanian berupa cadangan benih yang berada
di penangkaran yang merupakan nilai stock Cadangan Benih Nasional (CBN) yang
digunakan oleh PT Sang Hyang Seri (SHS) dan PT.Pertani sebanyak 24.699.200 kg
dalam 4 (empat) komoditas yaitu Jagung Komposit, Kedelai, Padi Non Hibrida dan
Jagung Hibrida.
d. Piutang Lain-lain pada BA 999.99 berupa Piutang pada 20 Bank Dalam Likuidasi
(BDL) terdiri dari (dalam Rp):
Uraian
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
15 BDL eks Dana Talangan Pemerintah 8.233.035.411.049 8.298.437.312.747
5 BDL eks Dana Penjaminan Pemerintah 2.647.229.633.478 2.655.229.633.477
Nilai Bruto 10.880.265.044.527 10.953.666.946.224
Penyisihan (10.708.056.876.611) (10.912.573.238.618)
Nilai Bersih 172.208.167.916 41.093.707.606

1). Piutang pada 15 BDL eks Dana Talangan Pemerintah berasal dari (dalam Rp):
Uraian
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
Dana BLBI BDL yang di-cessie-kan 11.888.938.781.558 11.888.938.781.558
Dikurangi:
– Pengembalian s.d. Desember 2006 (2.730.645.774.151) (2.730.645.774.151)
– Pengembalian tahun 2007 (228.053.353.977) (228.053.353.977)
– Pengembalian tahun 2008 (323.144.463.070) (323.144.463.070)
– Pengembalian tahun 2009 (140.764.168.751) (140.764.168.751)
– Pengembalian tahun 2010 (84.175.667.811) (84.175.667.811)
– Pengembalian tahun 2011 (83.718.041.051) (83.718.041.051)
– Pengembalian tahun 2012 (65.401.901.698) -
Nilai Bruto 8.233.035.411.049 8.298.437.312.747
Penyisihan (8.060.827.243.133) (8.257.343.605.141)
Nilai Bersih 172.208.167.916 41.093.707.606
Dari 15 BDL, 13 BDL telah melaksanakan penandatanganan Berita Acara Serah
Terima (BAST) Aset dari Tim Likuidasi kepada Pemerintah cq. Kementerian
Keuangan dengan, 1 (satu) BDL yaitu Bank Umum Majapahit Jaya telah
melaksanakan RUPS pembubaran Tim Likuidasi, dan 1 (satu) BDL belum
melakukan penandatanganan BAST Aset, yaitu PT Bank Jakarta. Rincian Piutang
15 BDL lebih lengkap dapat dilihat pada Daftar 12.
2). Piutang pada 5 BDL Eks Dana Penjaminan merupakan saldo penjaminan
pemerintah terhadap 5 BDL yang diberikan melalui UP3 (Unit Pelaksana
Penjaminan Pemerintah) dengan bank pembayar PT BNI (Persero), dengan
perhitungan sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
Total dana BLBI BDL yang di-cessie-kan 3.321.282.950.812 3.321.282.950.812
Dikurangi:
– Pengembalian dari Tim Likuidasi Th 2006 (9.000.000.000) (9.000.000.000)
– Pengembalian dari Tim Likuidasi Th 2007 (28.500.000.000) (28.500.000.000)
– Pengembalian dari Tim Likuidasi Th 2008 (15.000.000.000) (15.000.000.000)
– Pengembalian dari Tim Likuidasi Th 2009 (366.663.664.470) (366.663.664.470)
– Pengembalian dari Tim Likuidasi Th 2010 (146.889.652.865) (146.889.652.865)
– Pengembalian dari Tim Likuidasi Th 2011 (100.000.000.000) (100.000.000.000)
– Pengembalian dari Tim Likuidasi Th 2011 8.000.000.000 -
Nilai Bruto 2.647.229.633.478 2.655.229.633.477
Penyisihan (2.647.229.633.478) (2.655.229.633.477)
Nilai Bersih - -
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 85-
Seluruh Piutang pada 5 BDL diklasifikasikan pada kelompok dengan kualitas
macet, sehingga disisihkan seluruhnya.
e. Piutang Lain-lain pada BA 999.99 berupa Piutang Belanja Pensiun sebesar
Rp13.795.212.400 merupakan Saldo Uang Pensiun eks Tahun 2011 yang baru
selesai diperhitungkan antara PT Asabri dengan mitra bayarnya karena terdapat
perubahan sistem pembukuan dan akuntansi di PT Asabri. Piutang ini telah disetorkan
ke Kas Negara tgl 24 Juli 2012 sesuai SSBP No. B/09-APBN/VII/2012. Piutang
Belanja Pensiun terdiri dari:
Uraian Jumlah (Rp)
Dapem 12.437.969.500
Non Dapem 99.319.300
Rapel 1.257.923.600
Jumlah 13.795.212.400

Sedangkan piutang Tahun 2011 sebesar Rp34.940.343.422 telah disetor ke Kas
Negara di TA 2012 dengan rincian sbb:
1). Kelebihan droping ke PT Taspen (Persero) bulan November 2011 ke PT Taspen
(Persero) sebesar Rp2.580.094.035 yang terdiri dari belanja PNS Daerah
Rp1.813.828.466, TNI/Polri (lama) Rp335.240.048, Hakim Rp50.466.468,
Tunjangan veteran Rp277.288.840, dan Tunjangan PKRI/KNIP Rp103.270.213.
Kelebihan pencairan ini telah disetor ke Kas Negera oleh PT Taspen (Persero)
dengan bukti SSBP No. 2/TSP/112011 tanggal 25 Januari 2012.
2). Kelebihan droping ke PT Taspen (Persero) Desember 2011 sebesar Rp5.513.193
yang terdiri dari Hakim Rp1.292.429 dan Tunjangan PKRI/KNIP Rp4.220.764.
Kelebihan pencairan ini telah disetor ke Kas Negara oleh PT Taspen (Persero)
dengan bukti SSBP No. 1/TSP/112011 tanggal 4 Januari 2012.
3). Kelebihan pencairan iuran asuransi kesehatan veteran non tuvet sebesar
Rp22.674.141.694. Kelebihan pencairan ini telah disetor ke Kas Negara oleh PT
Askes (Persero) dengan bukti SSBP No. 1/ASK/0212 tanggal 16 Februari 2012.
4). Saldo uang pensiun yang tidak diambil melalui PT Asabri (Persero) untuk bulan
Januari s/d Desember 2011 sebesar Rp9.680.594.500.
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 86-

Bagian Lancar Penerusan
Pinjaman Rp4,27 triliun

C.2.16. Bagian Lancar Penerusan Pinjaman
Bagian Lancar Penerusan Pinjaman per 30 Juni 2012 sebesar Rp4.265.827.339.112
merupakan potensi kewajiban pokok Penerusan Pinjaman yang jatuh tempo sampai dengan
akhir tahun 2012. Nilai Bagian Lancar Penerusan Pinjaman per 30 Juni 2012 berdasarkan
nilai bersih yang dapat direalisasikan adalah sebesar Rp4.244.498.202.416 yang berasal dari
nilai bruto Rp4.265.827.339.112 dikurangi penyisihan sebesar Rp21.329.136.696, dengan
rincian (dalam Rp):

Uraian Jumlah
BUMN 3.640.691.635.790
BUMD 433.392.782.548
Pemda 78.593.940.448
Lainnya 110.117.938.019
RIDL 3.031.042.307
Nilai Bruto 4.265.827.339.112
Penyisihan (21.329.136.696)
Nilai Bersih 4.244.498.202.416

Penyisihan Piutang Tidak
Tertagih – Piutang
Rp46,51 triliun

C.2.17. Penyisihan Piutang Tidak Tertagih – Piutang
Penyisihan Piutang Tidak Tertagih pada Piutang per 30 Juni 2012 sebesar
Rp46.512.327.984.856 terdiri dari (dalam Rp):

Uraian Jumlah
1. Piutang Pajak 20.392.744.837.790
2. Piutang Bukan Pajak 15.072.008.071.992
3. Bagian Lancar TP/TGR 43.867.137.724
4. Bagian Lancar Penerusan Pinjaman 21.329.136.696
5. Piutang dari kegiatan BLU 217.915.312.303
6. Piutang Lain-Lain 10.764.463.488.351
Penyisihan Piutang
46.512.327.984.856
Nilai Penyisihan Piutang Tidak Tertagih pada Piutang tersebut diakui sebagai pengurang nilai
Piutang yang disajikan pada Aset Lancar.
1. Penyisihan Piutang Tidak Tertagih pada Piutang Pajak sebesar Rp20.392.744.837.790
merupakan penyisihan Piutang Pajak pada Kementerian Keuangan.
2. Penyisihan Piutang Tidak Tertagih pada Piutang Bukan Pajak sebesar
Rp15.072.008.071.992 dapat dilihat pada Daftar 9.
3. Penyisihan Piutang Tidak Tertagih pada Bagian Lancar TP/TGR sebesar
Rp43.867.137.724 dapat dilihat pada Daftar 10.
4. Penyisihan Piutang Tidak Tertagih pada Bagian Lancar Penerusan Pinjaman sebesar
Rp21.329.136.696 merupakan penyisihan Bagian Lancar Penerusan Pinjaman pada BA
999.04.
5. Penyisihan Piutang Tidak Tertagih pada Piutang dari Kegiatan BLU sebesar
Rp217.915.312.303 terdiri dari (dalam Rp):
Uraian Jumlah
1. BLU di Sekretariat Negara 16.844.194.222
2. BLU di Kementerian Keuangan 971.106.413
3. BLU di Kementerian Perindustrian 170.223.578
4. BLU di Kementerian ESDM 3.070.005.045
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 87-
5. BLU di Kementerian Perhubungan 42.890.219
6. BLU di Kementerian Diknas 10.006.588.540
7. BLU di Kementerian Kesehatan 186.614.812.280
8. BLU di Kepolisian RI 42.171.031
9. BLU di BPPT 6.369.986
10. BLU di LAPAN 146.950.989
Jumlah 217.915.312.303
6. Penyisihan Piutang Tidak Tertagih untuk Piutang Lain-Lain sebesar
Rp10.764.463.488.351 terdiri dari (dalam Rp):
Uraian Jumlah
1. BA 999.04 56.406.611.740
2. BA 999.99 – Piutang Bank Dalam Likuidasi 10.708.056.876.611
Jumlah 10.764.463.488.351

Investasi Jangka Pendek
BLU Rp127,63 miliar

C.2.18. Investasi Jangka Pendek BLU
Jumlah Investasi Jangka Pendek BLU per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp127.626.217.672 dan Rp170.553.016.059, merupakan nilai investasi yang dilakukan dan
diharapkan akan diperoleh kembali dalam tahun 2011 berupa Deposito berjangka 12 bulan.
Nilai Investasi Jangka Pendek tersebut berada di BLU pada Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan sebesar Rp117.626.217.672, BLU pada Kementerian Kesehatan sebesar
Rp5.000.000.000, dan BLU pada Kementerian Agama sebesar Rp5.000.000.000.

Investasi Jangka Pendek
Lainnya Rp135,84 miliar

C.2.19. Investasi Jangka Pendek Lainnya
Jumlah Investasi Jangka Pendek Lainnya per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp135.839.486.878 dan Rp135.839.486.878. Nilai Investasi Jangka Pendek tersebut
berada pada Kementerian Pendidikan Nasional sebesar Rp135.839.486.878 yang terdapat
pada Universitas Indonesia sebesar Rp11.992.500.000, Universitas Gadjah Mada sebesar
Rp17.151.108.203, dan Institut Teknologi Bandung Rp106.695.878.675.

Persediaan
Rp61,84 triliun

C.2.20. Persediaan
Jumlah Persediaan per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp61.835.487.327.142 dan Rp59.214.846.453.160 merupakan nilai persediaan yang
berdasarkan neraca K/L dan unit terkait lainnya, dengan rincian sebagai berikut (dalam Rp):
Jenis Persediaan
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
Persediaan di K/L 57.689.922.030.155 56.048.193.411.852
Persediaan di BLU 670.090.545.634 590.795.321.790
Persediaan di BUN 3.475.474.751.353 2.575.857.719.518
Jumlah 61.835.487.327.142 59.214.846.453.160


Persediaan di K/L per 30 Juni 2012 terbesar berada di Kementerian Pertahanan sebesar
Rp49.230.489.363.784, POLRI sebesar Rp2.124.160.762.594, BKKBN sebesar
Rp1.028.091.366.262, Kementerian Kesehatan sebesar Rp508.280.188.051, Komisi
Pemilihan Umum Rp482.682.986.644, Kementerian Pekerjaan Umum Rp415.980.047.283,
Kementerian ESDM sebesar Rp390.757.110.550, Kementerian Kelautan dan Perikanan
sebesar Rp356.331.325.718, Kementerian Perhubungan sebesar Rp335.241.920.175.
Rincian Persediaan di K/L dan BLU dapat dilihat pada Daftar 13.
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 88-
Persediaan di BUN per 30 Juni 2012 sebesar Rp3.475.474.751.353 terdiri dari:
1. Persediaan pada BA 999.07 sebesar Rp4.841.100.000. Penurunan Persediaan disebabkan
mulai tahun 2011 nilai persediaan Cadangan Benih Nasional (CBN) yang berada di gudang
PT Sang Hyang Seri (Persero) pada Satker Ditjen Tanaman Pangan (Kode Satker 969380)
BA 999.07 dipindahkan ke Satker Ditjen Tanaman Pangan (Kode Satker 956099) BA
999.08.
2. Persediaan pada BA 999.08 sebesar Rp3.470.633.651.353, merupakan nilai persediaan
berdasarkan neraca K/L dan Satker Khusus Pengguna Dana BA BUN – Belanja Lainnya (BA
BUN - 999.08), yaitu:
a. Persediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pada Perum Bulog per 30 Juni 2012
sebesar Rp3.441.867.885.000, setara dengan Kuantum 458.915.717,57 Kg dikalikan
dengan biaya perolehan persediaan yang terakhir yaitu Rp7.500/Kg. Sedangkan nilai
stock CBP berdasarkan harga perolehan per tahun dapat dirinci sebagi berikut:

No Tahun Kuantum (Kg) Harga
Perolehan per
Kg (Rp)
Jumlah
1 2008 0 4.900 0
2 2009 37.210.291,21 5.500 204.656.601.665
3 2011 155.038.759,69 6.450 1.000.000.000.000
4 2012 266.666.666,67 7.500 2.000.000.000.000
Jumlah 458.915.717,57 3.204.656.601.665

Realisasi penyaluran CBP pada Semester I tahun 2012 sebesar 186.588.997,41 kg
berdasarkan Delivery Order (DO) terdiri dari penyaluran Bencana Alam sebanyak
5.610.759 kg dan penyaluran Operasi Pasar Murni (OPM) Tahun 2012 sebanyak
180.978.238,41 kg.
b. Persediaan di berbagai instansi lainnya pengguna BA 999.08 sebesar
Rp28.765.766.353.


Dana Bergulir
Rp8,57 triliun

C.2.21. Dana Bergulir
Jumlah Dana Bergulir per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp8.573.215.188.688 dan Rp8.195.256.111.510 merupakan dana yang dipinjamkan untuk
dikelola dan digulirkan kepada masyarakat, pengusaha kecil, anggota koperasi, anggota
Kelompok Swadaya Masyarakat, dan lain-lain yang dikelola oleh K/L maupun BLU K/L dengan
rincian sebagai berikut (dalam Rp):
Kementerian Negara/Lembaga
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
1. Kementerian Kehutanan 5.387.617.854 4.223.566.054
2. Kementerian Lingkungan Hidup 45.829.565.863 49.306.342.015
3. Kementerian Koperasi dan UKM 2.137.335.758.620 2.050.276.290.126
4. Kementerian Negara Perumahan Rakyat 4.180.267.509.834 3.872.785.113.151
5. Kementerian Pekerjaan Umum 2.204.394.736.517 2.218.664.800.164
Jumlah 8.573.215.188.688 8.195.256.111.510

Dari Dana Bergulir sebesar Rp8.573.215.188.688, terdapat Dana Bergulir yang sumber
pembiayaannya berasal dari BA 999.03 sebesar Rp8.527.385.622.825 dan disalurkan
melalui BLU pada Kementerian Perumahan Rakyat, Kementerian Pekerjaan Umum,
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 89-
Kementerian Negara Koperasi dan KUKM, dan Kementerian Kehutanan.
Penjelasan masing-masing dana bergulir adalah:
1. Dana Bergulir di Kementerian Kehutanan per 30 Juni 2012 sebesar Rp5.387.617.854
adalah dana bergulir yang dikelola oleh Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan yang
berasal dari BA 999.03.
2. Dana Bergulir di Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) per 30 Juni 2012 dan 31
Desember 2011 sebesar Rp45.829.565.863 dan Rp49.306.342.015 merupakan dana
KLH yang ditempatkan di Bank Syariah Mandiri yang akan disalurkan kepada Usaha
Ekonomi Lemah sebagai kredit untuk membiayai investasi di bidang lingkungan hidup.
Dana ini berasal dari kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jerman
untuk program Debt for Nature Swap (DNS).
3. Dana Bergulir di Kementerian Negara Koperasi dan UKM per 30 Juni 2012 sebesar
Rp2.137.335.758.620 berasal dari BA 999.03 yang disalurkan kepada Lembaga
Pengelolaan Dana bergulir (LPDB) Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah.
Nilai yang disajikan tersebut berdasarkan hasil inventarisasi pihak independen atas
perkembangan nilai dana bergulir sesuai dengan nilai bersih yang dapat direalisasikan
yaitu jumlah yang terdapat dalam rekening perguliran dan tagihan yang diperkirakan
dapat tertagih. Hal ini sesuai dengan PMK Nomor 99/PMK.05/2008 tentang Pedoman
Pengelolaan Dana Bergulir pada Kementerian Negara/Lembaga, bahwa seluruh dana
bergulir harus diinventarisasi dan disajikan berdasarkan nilai bersih yang dapat
direalisasikan sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Jumlah dana bergulir
tersebut semula disajikan pada tahun 2007 sebesar Rp3.085.849.168.850 yang berasal
antara lain dari belanja bantuan sosial, belanja subsidi, dan belanja modal dari APBN TA
2000 s.d. 2007 yang tidak jelas perlakuannya sebagai dana bergulir atau bantuan sosial
sehingga perlu dilakukan koreksi pembukuan.
4. Dana Bergulir di Kementerian Negara Perumahan Rakyat per 30 Juni 2012 sebesar
Rp4.180.267.509.834 merupakan dana bergulir untuk pembiayaan perumahan yang
berasal dari BA 999.03. Pembiayaan perumahan ini merupakan dana yang digulirkan
kepada masyarakat berpenghasilan rendah dan masyarakat berpenghasilan menengah
bawah untuk Kredit Kepemilikan Rumah Sederhana Sehat (KPRSH).
5. Dana Bergulir di Kementerian Pekerjaan Umum per 30 Juni 2012 sebesar
Rp2.204.394.736.517 merupakan hak tagihan BLU BPJT kepada pihak ketiga
khususnya Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang telah diberikan pinjaman untuk dana uang
ganti rugi pengadaan tanah proyek pembangunan jalan tol.


Investasi Non Permanen
Lainnya Rp7,86 triliun

C.2.22. Investasi Non Permanen Lainnya
Investasi Non Permanen Lainnya per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp7.862.383.212.488 dan Rp4.749.737.167.996 merupakan investasi yang dikelola oleh
beberapa K/L atau BUN, yaitu (dalam Rp):
Uraian
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
Kementerian Perindustrian 29.176.020.338 37.380.370.139
BLU Pusat Investasi Pemerintah-Kemenkeu 7.824.229.067.150 4.701.776.528.784
Perguruan Tinggi Eks BHMN 8.978.125.000 10.580.269.073
Jumlah 7.862.383.212.488 4.749.737.167.996
Investasi Non Permanen pada Kementerian Perindustrian merupakan investasi yang terbentuk
dari pinjaman kepada perusahaan Industri Tekstil dan Produk Tekstil (ITPT) dalam program
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 90-
SKIM 2 dengan jangka waktu pengembalian sampai dengan 5 (lima) tahun.
Nilai Investasi Non Permanen pada BLU Pusat Investasi Pemerintah (Kementerian Keuangan)
merupakan nilai investasi atau pinjaman yang diberikan kepada pihak ketiga sebagai bagian
dari kegiatan operasi BLU PIP. Rincian investasi non permanen lainnya pada BLU PIP adalah
sebagai berikut (dalam Rp):

Uraian Jumlah
Pinjaman kepada PT Industri Kereta Api (Persero) 111.273.203.150
Pinjaman kepada Pemkab Muko-Muko 10.500.466.800
Pinjaman kepada Pemprov Sulawesi Tenggara untuk proyek
Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe B di Provinsi
Sulawesi Tenggara
190.000.000.000
Pinjaman kepada Pemkot Surakarta untuk pembangunan Rumah Sakit
Umum Daerah (RSUD) Type C di Kota Surakarta
12.455.397.200
Pinjaman kepada PT PLN (Persero) 7.500.000.000.000
Jumlah 7.824.229.067.150

Investasi jangka panjang yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi Eks Badan Hukum Milik
Negara sebesar Rp8.978.125.000. Perguruan Tinggi Eks. BHMN yang memiliki investasi
jangka panjang yang dilaporkan sebagai investasi jangka panjang non permanen lainnya
adalah Institut Teknologi Bandung dengan nilai sebesar Rp8.978.125.000 yang merupakan
investasi dalam bentuk obligasi. Nilai tersebut berdasarkan nilai yang disajikan pada Laporan
Keuangan BA 999.03 Tahun 2011 Audited, mengingat sampai dengan batas waktu
penyusunan Laporan Keuangan BA 999.03 Semester I Tahun 2012, Institut Teknologi
Bandung belum menyampaikan Laporan Keuangan Semester I Tahun 2012.


PMN Rp783,91 triliun

















PMN pada BUMN







C.2.23. Investasi Permanen Penyertaan Modal Negara
Jumlah Investasi Permanen Penyertaan Modal Negara (PMN) per 30 Juni 2012 dan 31
Desember 2011 sebesar Rp783.905.699.182.527 dan Rp736.991.554.233.014 merupakan
nilai penyertaan modal negara pada BUMN, Non BUMN, BHMN, Lembaga Keuangan
Internasional, Badan Usaha Lainnya, BI, dan LPS dengan jumlah (dalam Rp):
PMN
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
1. BUMN 600.728.310.549.075 589.766.661.926.137
2. BHMN 1.168.034.176.846 1.168.034.176.846
3. Non BUMN 4.442.848.466.059 4.261.956.608.163
4. Lembaga Internasional 36.705.395.842.944 35.495.913.032.610
5. Badan Usaha Lainnya 228.991.603 224.634.258
6. Bank Indonesia 121.001.865.000.000 89.572.275.000.000
7. Lembaga Penjamin Simpanan 19.859.016.156.000 16.726.488.855.000
Jumlah 783.905.699.182.527 736.991.554.233.014

1. Nilai PMN pada BUMN per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp600.728.310.549.075 dan Rp589.766.661.926.137 disajikan berdasarkan metode
ekuitas (equity method), yaitu dihitung dari penjumlahan total ekuitas masing-masing
BUMN setelah dikalikan dengan persentase kepemilikan Pemerintah pada BUMN yang
bersangkutan. Nilai PMN pada BUMN per 30 Juni 2012 tersebut merupakan nilai PMN
pada 140 BUMN sebesar Rp583.827.908.948.734 dan 5 BUMN/Lembaga dibawah
pembinaan Kementerian Keuangan sebesar Rp16.900.401.600.341. Status laporan
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 91-































PMN pada BHMN

























keuangan pada 140 BUMN adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Status Laporan Keuangan Jumlah BUMN Jumlah
Semester I 2012 61 135.655.090.363.141
Triwulan I 2012 10 104.861.299.818.541
Audited 2011 56 333.640.824.715.340
Unaudited 2011 10 8.575.919.793.856
Audited 2010 1 1.157.914.000.000
Unaudited 2010 1 7.247.892.217
Audited 2005 1 (70.387.634.362)
Jumlah 140 583.827.908.948.734

Rincian PMN pada BUMN dapat dilihat pada Daftar 14.A.
Nilai PMN pada BUMN per 30 Juni 2012 tersebut termasuk Bantuan Pemerintah yang
Belum Ditetapkan Statusnya (BPYBDS) pada 24 BUMN dengan nilai sebesar
Rp41.723.716.428.444.
Nilai PMN pada BUMN per 30 Juni 2012 termasuk PMN pada 5 BUMN sebesar
Rp16.900.401.600.341 yang berada di bawah pembinaan Kementerian Keuangan yaitu
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia sebesar Rp7.216.800.000.000, PT Sarana
Multigriya Financial sebesar Rp2.575.271.000.000, PT Sarana Multi Infrastruktur
sebesar Rp2.250.535.052.271, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia sebesar
Rp3.808.875.610.980, dan PT Geo Dipa Energi sebesar Rp1.048.919.937.090. (Daftar
14.B.)
Sesuai dengan ketentuan Pasal 30 ayat (2) UU No.17 Tahun 2003 dan Pasal 22 ayat (1)
PP No. 8 Tahun 2006, LKPP dilampiri dengan ikhtisar laporan keuangan perusahaan
negara yang memuat informasi lebih rinci tentang aktiva, kewajiban, ekuitas,
pendapatan, beban, dan laba (rugi) bersih yang disajikan dalam Daftar 14.A.

2. PMN pada Badan Hukum Milik Negara (BHMN) sebesar Rp1.168.034.176.846
merupakan nilai ekuitas pada BHMN dengan rincian sebagai berikut (dalam Rp):
BHMN
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
a. Institut Pertanian Bogor (IPB) 879.080.915.526 879.080.915.526
b. Universitas Airlangga 412.443.985.336 412.443.985.336
c. BP MIGAS (123.490.724.016) (123.490.724.016)
Jumlah 1.168.034.176.846 1.168.034.176.846

Pencatatan nilai penyertaan pada Perguruan Tinggi eks. BHMN didasarkan pada
kebijakan bahwa nilai ekuitas bersih yang dicatat pada Laporan Keuangan BA 999.03
adalah nilai ekuitas bersih cut off 31 Desember 2010. Selain itu, perlu dilakukan
koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk memastikan tidak
terjadi double counting antara Laporan Keuangan BA 999.03 dengan Laporan Keuangan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan BA 999.03 Tahun 2011 Audited, telah
dilakukan rekonsiliasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan disimpulkan
hal-hal sebagai berikut:
a. Nilai ekuitas bersih Institut Pertanian Bogor dan Universitas Airlangga yang akan
dicatat pada Laporan Keuangan BA 999.03 Audited adalah masing-masing sebesar
Rp879.080.915.526 dan 412.443.985.336;
b. Penyesuaian pencatatan yang dilakukan adalah:
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 92-































PMN pada perusahaan
minoritas (non BUMN)



















– Kas dan setara kas dicatat pada Laporan Keuangan Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, sehingga dikeluarkan dari perhitungan ekuitas bersih Laporan
Keuangan BA 999.03;
– Semua mutasi akun, kecuali akun investasi jangka panjang, yang terjadi sejak 1
Januari 2011, akan dicatat pada Laporan Keuangan Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan;
– Mutasi akun investasi jangka panjang akan berpengaruh pada perhitungan ekuitas
bersih pada Laporan Keuangan BA 999.03
Atas hal-hal tersebut, dalam melakukan perhitungan penyertaan pada Institut Pertanian
Bogor dan Universitas Airlangga pada penyusunan Laporan Keuangan BA 999.03
Semester I Tahun 2012, perubahan nilai yang terjadi jika dibandingkan dengan nilai pada
31 Desember 2011 adalah jika terjadi perubahan atau mutasi nilai pada akun investasi
jangka panjang.
Sampai dengan batas akhir penyusunan Laporan Keuangan BA 999.03, hanya Universitas
Airlangga yang menyampaikan LK Semester I Tahun 2012. Berdasarkan penelitian lebih
lanjut, tidak terjadi mutasi akun investasi jangka panjang pada Universitas Airlangga,
sehingga nilai penyertaan pada Universitas Airlangga per 30 Juni 2012 adalah sama
dengan nilai per 31 Desember 2011.
Nilai penyertaan pada Institut Pertanian Bogor masih menggunakan nilai yang disajikan
pada Laporan Keuangan BA 999.03 Tahun 2011 Audited, karena sampai batas waktu
penyusunan Laporan Keuangan BA 999.03 Semester I Tahun 2012, Institut Pertanian
Bogor belum menyampaikan Laporan Keuangan per 30 Juni 2012.
BPMIGAS bersumber dari Laporan Keuangan per 31 Desember 2011 Unaudited,
mengingat BPMIGAS belum menyelesaikan Laporan Keuangan Audited dan Semester I
Tahun 2012.

3. PMN pada perusahaan minoritas (non BUMN) sebesar Rp4.442.848.466.059, merupakan
penyertaan pemerintah pada perusahaan dengan prosentase kepemilikan kurang dari
51%. Nilai penyertaan pada perusahaan minoritas dengan kepemilikan 20% sampai
dengan 50% disajikan dengan menggunakan metode ekuitas (equity method), sedangkan
kepemilikan kurang dari 20% menggunakan metode biaya (cost method).
Perubahan nilai kepemilikan negara pada Non-BUMN per 30 Juni 2012 disebabkan oleh:
a. Perubahan total ekuitas pada Non-BUMN dengan kepemilikan Pemerintah antara
20% sampai dengan 50%, karena perhitungan Pemerintah menggunakan metode
ekuitas;
b. Pengurangan persentase kepemilikan Negara pada PT Kertas Padalarang,
diakibatkan pelaksanaan debt swap hutang PT Kertas Padalarang menjadi modal
Perum Peruri, sehingga kepemilikan pemerintah pada PT Kertas Padalarang menjadi
terdilusi.
c. Adanya perubahan kurs tengah BI untuk nilai tukar Dollar Amerika. Per tanggal 29
Juni 2012 kurs tengah BI adalah USD=Rp9.480, sedangkan per tanggal 30 Juni
2011 adalah USD=Rp8.597. Perubahan kurs tengah BI berpengaruh pada
kepemilikan Pemerintah pada PT Freeport, PT Prasadha Pamunah Limbah Industri
dan PT Indonesia Asahan Alumunium. Pada ketiga perusahaan tersebut, Laporan
Keuangan disajikan menggunakan mata uang Dollar Amerika Serikat, sehingga harus
dikonversi ke dalam mata uang Rupiah, untuk menghitung kepemilikan Pemerintah;
d. Adanya perubahan kurs tengah BI untuk nilai tukar Ringgit Malaysia. Per tanggal 29
Juni 2012 kurs tengah BI adalah MYR=Rp2.967,145, sedangkan per tanggal 30
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 93-








Penyertaan pada
Lembaga Internasional





















PMN pada Badan Usaha
Lainnya






PMN pada BI





PMN pada LPS

Juni 2011 adalah MYR=Rp2.845,99. Perubahan kurs tengah BI untuk Ringgit
Malaysia berpengaruh pada kepemilikan di Asean Bintulu Fertilizer, mengingat nilai
kepemilikan Pemerintah disajikan pada mata uang Ringgit Malaysia.
Pada non-BUMN dengan kepemilikan Negara di bawah 20%, nilai penyertaan negara
pada Non-BUMN tersebut tetap, sepanjang tidak ada penambahan penyertaan yang
dilakukan oleh Pemerintah, mengingat perhitungan kepemilikan negara menggunakan
metode biaya. Berdasarkan hal tersebut, nilai kepemilikan negara pada Non-BUMN
tersebut tidak terpengaruh pada status laporan keuangan non-BUMN tersebut, atau
perubahan ekuitas pada Non-BUMN tersebut dapat dilihat pada Daftar 15.
4. Penyertaan pada Lembaga Internasional sebesar Rp36.705.395.842.944 merupakan
Penyertaan Modal Pemerintah Indonesia dalam rangka keanggotaan pada beberapa
organisasi/lembaga keuangan internasional/regional baik yang telah disetor maupun yang
masih dalam bentuk promissory notes. PMN ini dikonversikan ke dalam rupiah
berdasarkan kurs tengah BI pada tanggal 29 Juni 2012. Rincian PMN pada Lembaga
Internasional dapat dilihat pada Daftar 16.
Sampai dengan 30 Juni 2012, dari total penyertaan pada Lembaga Internasional sebesar
Rp36.705.395.842.944, termasuk penyertaan dalam bentuk promissory notes sebesar
Rp25.928.353.496.005 di antaranya sebesar Rp25.928.367.395.735,80 kepada
International Monetary Fund (IMF). Rincian promissory notes per Lembaga International
adalah sebagai berikut (dalam Rp):
No. Nama Lembaga Jumlah (Rp)
1. International Monetary Fund 25.871.090.740.488,80
2. International Bank for Reconstruction and Development 39.174.191.965,20
3. International Development Association 5.173.139.667,81
4. Multilateral Investment Guarantee Agency 10.292.343.224,00
5. Common Fund for Commodities 2.636.980.389,95
Jumlah total 25.928.367.395.735,80
Penyertaan dalam bentuk Promissory Notes disajikan sebagai bagian utang. Lihat Catatan
C.2.38 dan Catatan C.2.44.
5. Penyertaan pada Badan Usaha Lainnya sebesar Rp228.991.603 merupakan Investasi
Permanen Pemerintah pada perusahaan penerbit SBSN. Perusahaan penerbit SBSN terdiri
atas 4 (empat) perusahaan, yaitu Perusahaan Penerbit SBSN, Perusahaan Penerbit SBSN
I, Perusahaan Penerbit SBSN II dan Perusahaan Penerbit SBSN III. Nilai kepemilikan
Negara pada masing-masing perusahaan tersebut sebesar Rp10.000.000,
Rp10.000.000, Rp106.862.270, dan Rp102.129.333.
6. Penyertaan pada Bank Indonesia per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 adalah
sebesar Rp121.001.865.000.000 dan Rp89.572.275.000.000. Modal Bank Indonesia
dicatat dan dilaporkan sebagai bagian dari investasi permanen pada Laporan Keuangan
BA 999.03 sesuai dengan penjelasan pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999
tentang Bank Indonesia, modal Bank Indonesia merupakan kekayaan negara dipisahkan.
7. Penyertaan pada Lembaga Penjamin Simpanan per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011
adalah sebesar Rp19.859.016.156.000 dan Rp16.726.488.855.000. Modal Lembaga
Penjamin Simpanan dicatat dan dilaporkan sebagai bagian dari investasi permanen pada
Laporan Keuangan BA 999.03 sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004
tentang Lembaga Penjamin Simpanan, modal Lembaga Penjamin Simpanan merupakan
kekayaan negara dipisahkan.

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 94-

Investasi Permanen BLU
Rp6,64 miliar

C.2.24. Investasi Permanen BLU
Saldo Investasi Permanen BLU per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 yang berjumlah
Rp6.637.194.500 dan Rp6.637.194.500 merupakan penyertaan modal oleh BLU PPK Gelora
Bung Karno (Sekretariat Negara) pada PT Senayan Trikarya Sempana (PT STS) dengan porsi
kepemilikan sebesar 10%.

Investasi Permanen
Lainnya Rp97,33 miliar

C.2.25. Investasi Permanen Lainnya
Jumlah Investasi Permanen Lainnya per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp97.330.653.310 dan Rp87.609.772.784 merupakan nilai PMN pada badan-badan lainnya
yang disajikan berdasarkan metode ekuitas (equity method).
Investasi Permanen Lainnya per 30 Juni 2012 sebesar Rp97.330.653.310 merupakan
penyertaan atau kepemilikan Perguruan Tinggi Eks. BHMN pada beberapa Perusahaan, yaitu
Universitas Gajah Mada sebesar Rp60.556.530.103, Institut Teknologi Bandung sebesar
Rp26.465.824.601, dan Universitas Indonesia sebesar Rp10.308.298.606.
Investasi Permanen Lainnya per 31 Desember 2011 sebesar Rp87.609.772.784 merupakan
penyertaan atau kepemilikan Perguruan Tinggi Eks. BHMN pada beberapa Perusahaan, yaitu
Universitas Gajah Mada sebesar Rp60.556.530.103, Institut Teknologi Bandung sebesar
Rp26.465.824.601, dan Universitas Indonesia sebesar Rp587.418.080 (setelah dikurangi
hak minoritas sebesar Rp3.690.732).

Aset Tetap Rp1.606,62
triliun

C.2.26. Aset Tetap
Jumlah Aset Tetap per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp1.606.616.501.142.563 dan Rp1.567.974.174.587.750 merupakan nilai Aset Tetap
berdasarkan neraca K/L dan Neraca BUN. Aset Tetap dinilai dengan menggunakan metode
harga perolehan (acquisition cost) dan belum memperhitungkan depresiasi (penyusutan).
Rincian Aset Tetap menurut jenisnya adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Jenis Aset Tetap
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
Tanah 823.544.026.011.456 806.436.356.598.744
Peralatan dan Mesin 192.981.617.200.191 184.852.199.595.042
Gedung dan Bangunan 152.260.350.687.389 152.223.086.918.162
Jalan, Irigasi, dan Jaringan 343.677.877.973.275 347.164.628.245.235
Aset Tetap Lainnya 12.009.440.753.274 11.517.129.897.802
Konstruksi Dalam Pengerjaan 82.143.188.516.978 65.780.773.332.765
Jumlah 1.606.616.501.142.563 1.567.974.174.587.750

Dalam nilai Aset Tetap per 30 Juni 2012 tersebut termasuk Aset Tetap yang dikelola oleh
BLU sebesar Rp143.741.122.753.715, dengan rincian (dalam Rp):
Jenis Aset Tetap
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
Tanah 108.968.001.189.502 108.693.570.123.457
Peralatan dan Mesin 12.846.861.656.155 12.275.080.859.622
Gedung dan Bangunan 16.925.578.704.172 16.536.052.792.384
Jalan, Irigasi, dan Jaringan 1.140.990.970.247 1.128.925.602.545
Aset Tetap Lainnya 468.920.871.752 458.589.026.465
Konstruksi Dalam Pengerjaan 3.390.769.361.887 3.507.228.774.998
Jumlah 143.741.122.753.715 142.559.447.179.471
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 95-
Nilai Aset Tetap per 30 Juni 2012 mengalami kenaikan sebesar Rp38.642.326.554.810 atau
2,4 persen dari nilai per 31 Desember 2011. Kenaikan nilai Aset Tetap ini terutama karena
perolehan dari realisasi Belanja Modal sebesar Rp30,62 triliun, koreksi penambahan hasil IP,
Aset Tetap yang diperoleh dari hibah dan lain-lain.
Nilai Aset Tetap yang disajikan dalam LKPP merupakan konsolidasian dari LKKL dan LKBUN,
yang telah dilakukan rekonsiliasi dengan Laporan BMN dari Direktorat Jenderal Kekayaan
Negara. Perbedaan nilai antara LKKL dengan LBMN disajikan pada Catatan Penting
Lainnya.
Rincian daftar Aset Tetap per K/L dan BUN disajikan pada Daftar 17.

Aset Lainnya
Rp408,67 triliun

C.2.27. Aset Lainnya
Jumlah Aset Lainnya per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp408.674.790.886.368 dan Rp458.605.256.930.377. Nilai bersih Aset Lainnya per 30
Juni 2012 adalah sebesar Rp388.399.256.398.222, yaitu berasal dari nilai bruto sebesar
Rp408.674.790.886.368 dikurangi penyisihan sebesar Rp20.275.534.488.146.
Aset Lainnya terdiri dari (dalam Rp):

Uraian
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
1. Tagihan Penjualan Angsuran 1.375.031.741 1.375.031.741
2. Tagihan Tuntutan Ganti Rugi 254.183.938.469 249.626.424.418
3. Piutang Jangka Panjang Lainnya 3.711.778.802.056 3.737.310.550.736
4. Kemitraan dengan Pihak Ketiga 212.907.765.825 212.907.765.825
5. Penerusan Pinjaman 46.214.552.117.532 46.540.275.969.109
6. Aset Tak Berwujud 12.540.933.038.898 12.406.618.813.595
7. Aset yang Dibatasi
Penggunaannya
18.532.860.658.186 37.253.051.374.408
8. Dana Kelolaan BLU 16.318.045.792.766 19.320.332.310.233
9. Dana Penjaminan 77.086.846.598 75.371.634.076
10. Aset KKKS 150.892.782.272.353 150.508.980.296.216
11. Aset Eks BPPN (Tim Koordinasi) 68.064.409.247.824 67.543.984.466.405
12. Aset Lainnya dari Unit Pemerintah
Lainnya
821.954.559.298 14.762.445.010.365
13. Aset Lain-lain 91.031.920.814.822 105.992.977.283.250
Jumlah 408.674.790.886.368 458.605.256.930.377
Penyisihan (20.275.534.488.146) (19.970.874.008.883)
Nilai Bersih 388.399.256.398.222 438.634.382.921.494




TPA Rp1,38 miliar

Penjelasan masing-masing Aset Lainnya adalah sebagai berikut:
1. Tagihan Penjualan Angsuran (TPA)
Saldo TPA per 30 Juni 2012 adalah Rp1.375.031.741, sedangkan saldo per 31 Desember
2011 sebesar Rp1.375.031.741. Saldo per 30 Juni 2012 tersebut berada di Kementerian
Kementerian Negara KUKM sebesar Rp1.375.031.741.
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 96-


Tagihan TGR Rp254,18
miliar

2. Tagihan Tuntutan Ganti Rugi (TGR)
Saldo Tagihan TGR per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar Rp254.183.938.469
dan Rp249.626.424.418. Saldo Tagihan TGR per 30 Juni 2012 berdasarkan nilai bersih yang
dapat direalisasikan sebesar Rp93.130.235.923 yang berasal dari nilai bruto sebesar
Rp254.183.938.469 dikurangi penyisihan sebesar Rp161.053.702.546. Rincian Tagihan
TGR pada K/L dapat dilihat pada Daftar 18.

Piutang Jangka Panjang
Lainnya Rp3,71 triliun

3. Piutang Jangka Panjang Lainnya
Piutang Jangka Panjang Lainnya per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp3.711.778.802.056 dan Rp3.737.310.550.736 merupakan piutang jangka panjang yang
berada pada Kementerian Kehutanan dan BA 999.04. Nilai Piutang Jangka Panjang Lainnya
per 30 Juni 2012 berdasarkan nilai bersih yang dapat direalisasikan adalah sebesar
Rp3.318.636.976.796, yang berasal dari nilai bruto sebesar Rp3.711.778.802.056 dikurangi
penyisihan sebesar Rp393.141.825.260. Berikut rincian Piutang Jangka Panjang Lainnya:

Instansi/Unit Terkait
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
1. Kementerian Kehutanan 732.008.476.246 758.821.015.245
2. BA BUN 999.04 2.979.770.325.810 2.978.489.535.491
Nilai Bruto 3.711.778.802.056 3.737.310.550.736
Penyisihan (393.141.825.260) (396.925.080.510)
Nilai Bersih 3.318.636.976.796 3.340.385.470.226

Penjelasan Piutang Jangka Panjang Lainnya adalah sebagai berikut:
1. Piutang Jangka Panjang Lainnya pada Kementerian Kehutanan sebesar
Rp732.008.476.246. Nilai tersebut terdiri dari piutang Hutan Tanaman Industri (HTI)
yang mendapatkan reschedule pembayaran sebesar Rp412.402.183.683,88 dan yang
tidak mendapatkan reschedule pembayaran sebesar Rp319.606.292.562,39. Nilai
Piutang Jangka Panjang pada Kementerian Kehutanan berdasarkan nilai bersih yang
dapat direalisasikan adalah sebesar Rp353.765.502.615, yang berasal dari nilai bruto
sebesar Rp732.008.476.246 dikurangi penyisihan sebesar Rp378.242.973.631.
2. Piutang Jangka Panjang pada BA 999.04 sebesar Rp2.979.770.325.810 terdiri dari
(dalam Rp):
Uraian Jumlah
1. KUMK
2.929.780.000.000
2. KKPA Bagi Hasil Bank Muamalat 9.000.000.000
3. Dana Induk Lingkungan 40.990.325.810
Nilai Bruto 2.979.770.325.810
Penyisihan piutang tidak tertagih (14.898.851.629)
Nilai Bersih 2.964.871.474.181

Kemitraan dengan Pihak
Ketiga Rp212,91 miliar

4. Kemitraan dengan Pihak Ketiga
Saldo Kemitraan dengan Pihak Ketiga per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp212.907.765.825 dan Rp212.907.765.825 merupakan saldo Kemitraan dengan Pihak
Ketiga yang berada di (dalam Rp):


Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 97-
Kementerian Negara/Lembaga 30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
1. Kementerian Pendidikan Nasional 298.100.625 298.100.625
2. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 128.962.165.200 128.962.165.200
3. Kementerian Negara PPN/ BAPPENAS 83.647.500.000 83.647.500.000
Jumlah 212.907.765.825 212.907.765.825



Penerusan Pinjaman
Rp46,21 triliun

5. Penerusan Pinjaman
Saldo Penerusan Pinjaman per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp46.214.552.117.532 dan Rp46.540.275.969.109 merupakan total pokok pinjaman
Penerusan Pinjaman yang akan jatuh tempo lebih dari 1 (satu) tahun setelah tanggal neraca.
Saldo Penerusan Pinjaman per 30 Juni 2012 tersebut terdiri atas (dalam Rp):

Uraian Jumlah
Penerusan Pinjaman kepada BUMN 44.066.219.075.979
Penerusan Pinjaman kepada BUMD 1.175.240.134.469
Penerusan Pinjaman kepada Pemerintah Daerah 430.301.792.269
Penerusan Pinjaman Lainnya 542.791.114.816
Nilai Bruto 46.214.552.117.532
Penyisihan (231.072.760.588)
Nilai Bersih 45.983.479.356.945

Aset Tak Berwujud
Rp12,54 triliun
6. Aset Tak Berwujud
Saldo Aset Tak Berwujud per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp12.540.933.038.898 dan Rp12.406.618.813.595 merupakan aset yang berupa software,
biaya survei/penelitian, dan hak paten yang berada di K/L dan BUN. Rincian Aset Tak
Berwujud dapat dilihat pada Daftar 19.

Dana yang Dibatasi
Penggunaannya Rp18,53
triliun

7. Dana yang Dibatasi Penggunaannya
Saldo Dana yang Dibatasi Penggunaannya per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp18.532.860.658.186 dan Rp37.253.051.374.408, terdiri atas (dalam Rp):

Masing-masing Dana yang Dibatasi Penggunaannya dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Dana yang Dibatasi Penggunaannya pada Kementerian Luar Negeri sebesar Rp0
merupakan saldo kas besi pada Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri yang
dibentuk berdasarkan surat Menteri Keuangan No. S-2.18/424/0182 tanggal 13 Januari
1992 untuk keperluan berjaga-jaga terhadap keadaan/kejadian yang mungkin timbul,
terutama untuk membiayai perwakilan apabila remise (cash supply) terlambat dan
Uraian
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
1. Kementerian Luar Negeri - 325.201.782.094
2. Kementerian Pertahanan 3.958.137.126.487 5.763.321.157.149
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 266.446.173.044 266.446.173.044
4. Kementerian Kesehatan 2.459.226.652.727 2.033.538.302.485
5. Kementerian Agama 3.244.412.872.236 3.244.412.872.236
6. Kementerian Kehutanan 899 50.000.899
7. Kementerian Kelautan dan Perikanan 87.114.525.722 87.114.525.722
8. BUN 8.517.523.307.071 25.532.966.560.779
Jumlah 18.532.860.658.186 37.253.051.374.408
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 98-
keperluan lainnya yang penggunaannya harus mendapat persetujuan/ instruksi dari
Sekretariat Jenderal Kementerian Luar Negeri.
2) Dana yang Dibatasi Penggunaannya pada Kementerian Pertahanan sebesar
Rp3.958.137.126.487 merupakan dana devisa berupa L/C yang belum dicairkan oleh
pihak ketiga.
3) Dana yang Dibatasi Penggunaannya pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebesar
Rp266.446.173.044 adalah Dana Abadi pada Universitas Airlangga, Institut Pertanian
Bogor, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Pendidikan
Indonesia.
4) Dana yang Dibatasi Penggunaannya pada Kementerian Kesehatan sebesar
Rp2.459.226.652.727 merupakan dana Bantuan Sosial berupa jaminan kesehatan
masyarakat yang belum digunakan sampai dengan akhir tahun 2011.
5) Dana yang Dibatasi Penggunaannya pada Kementerian Agama sebesar
Rp3.244.412.872.236 terdiri dari:
a. Dana Abadi Umat (DAU) sebesar Rp2.077.597.299.329, merupakan dana yang
diperoleh dari hasil efisiensi biaya penyelenggaraan haji dan dari sumber lain
sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 17 Tahun 1999. DAU dialokasikan untuk
kemaslahatan umat Islam di bidang pendidikan, dakwah, pembangunan sarana dan
prasarana ibadah serta bidang penyelenggaraan haji.
b. Aset bersih Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar
Rp1.166.815.572.907. BPIH mengelola setoran awal hingga adanya pelunasan BPIH
sebagai akibat adanya keputusan keberangkatan jemaah atau adanya keputusan dari
jemaah itu sendiri untuk menunda atau membatalkan kepesertaan dalam program
BPIH atau adanya keputusan dari pejabat yang berwenang.
6) Dana yang Dibatasi Penggunaannya pada Kementerian Kehutanan sebesar Rp899
merupakan Deposito Terbeku Dana Kredit Usaha Konservasi Daerah Aliran Sungai (KUK-
DAS).
7) Dana yang Dibatasi Penggunaannya pada Kementerian Kelautan dan Perikanan sebesar
Rp87.114.525.722 berupa Dana Penguatan Modal (DPM) dan Dana Ekonomi Produktif
(DEP) merupakan bagian dari program pemerintah untuk pemberdayaan masyarakat.
8) Dana yang Dibatasi Penggunaannya pada BUN sebesar Rp8.517.523.307.071, terdiri dari
(dalam Rp):

Rincian masing-masing dana yang dibatasi penggunaannya pada BUN adalah:
a. Rekening Cadangan sebesar Rp4.546.878.110.595 merupakan rekening yang
digunakan untuk menampung sisa anggaran belanja yang terdiri dari (dalam Rp):


Uraian
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
Rekening Retur - -
Rekening Cadangan 4.546.878.110.595 21.576.465.725.102
Escrow Bank Mutiara 163.814.174.376 156.694.824.182
Aset Bersih Bapertarum - -
Rekening Lainnya 161.097.083.787 149.465.989.003
BA 999.03 3.645.733.938.313 3.643.972.716.732
BA 999.08 - 6.367.305.761
Jumlah 8.517.523.307.071 25.532.966.560.779
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 99-
Uraian
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
Rekening Cadangan Reboisasi 4.546.878.110.595 4.546.878.110.595
Rekening Cadangan Subsidi/PSO - 7.523.846.941.346
Rekening Cadangan Dana Bagi Hasil - 9.505.740.673.161
Jumlah 4.546.878.110.595 21.576.465.725.102

Rekening Cadangan Reboisasi sebesar Rp4.546.878.110.595 adalah rekening milik
Menteri Keuangan c.q Direktur Jenderal Perbendaharaan yang digunakan untuk
menampung sisa dana reboisasi setiap tahun dari bagian pemerintah pusat setelah
dikurangi alokasi ke Kementerian Kehutanan. Dana tersebut digunakan untuk
membiayai kegiatan reboisasi seperti Program Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan
(Gerhan) berdasarkan PP No. 35 Tahun 2002 tentang Dana Reboisasi, Peraturan
Bersama antara Menteri Keuangan dan Menteri Kehutanan No. 06.1/PMK.01/2007
dan No. 02/Menhut-II/2007 tanggal 5 Februari 2007 tentang Pengelolaan Dana
Reboisasi Dalam Rekening Pembangunan Hutan.
b. Rekening escrow Bank Mutiara sebesar Rp163.814.174.376 adalah Rekening
escrow pada rekening No. 1022-000320250-001 atas nama Dirjen Anggaran yang
berada di Bank Mutiara (dulu Bank Century) yang setara dengan USD17,279,976.20.
Rekening tersebut digunakan untuk menampung hibah dari Pemerintah Amerika
Serikat.
c. Rekening Lainnya yang digunakan untuk tujuan tertentu adalah sebesar
Rp161.097.083.787 dengan rincian sebagai berikut:
Uraian Rekening Jumlah (Rp)
1. Menteri Keuangan C.Q Direktur Jenderal Perbendaharaan Untuk
Menampung Pengembalian Dana Talangan Dan Pencairan Aset BPR
Nomor 500.000004980
62.321.327.645
2. Menteri Keuangan Pengeluaran untuk Surat Berharga Negara nomor
502.000001980
12.625.000.000
3. BUN Untuk Obligasi Dalm Rangka Penjaminan nomor 502.000002980 82.107.368.550
4. Rekening Khusus Menteri Keuangan Karena Penjualan Saham PT
Telkom Di Pasar Domestik nomor 510.000239980
1.354.259.508
5. Rekening Depkeu U/Penampungan Hibah Dari luar Negeri Dlm Rangka
Bencana Alam Nasional Dalam Valuta USD nomor 602.074411980
2.689.128.084
Total 161.097.083.787

d. Aset Bapertarum tidak disajikan lagi dalam neraca. Lihat Catatan Penting Lainnya.
e. Dana yang Dibatasi Penggunaannya pada BA 999.03 terdiri dari:
1) Dana pada rekening Kementerian Lingkungan Hidup terkait dengan dana bergulir
atas Debt Nature Swap sebesar Rp28.033.938.312,62 yang terdiri atas:
• Dana pada rekening penampungan anggaran Debt Nature Swap
Kementerian Lingkungan Hidup sebesar Rp2.439.575,28.
• Dana pada rekening penampungan dana pokok dan bagi hasil sebesar
Rp28.031.498.737,34.
2) Dana Pengembangan Pendidikan Nasional sebesar Rp3.617.700.000.000 yang
merupakan endowment fund yang bertujuan untuk menjamin keberlangsungan
program bagi generasi berikutnya sebagai bentuk pertanggungjawaban
antargenerasi dan dana cadangan pendidikan untuk mengantisipasi keperluan
rehabilitasi fasilitas pendidikan yang rusak.
Endowment Fund (Dana Pengembangan Pendidikan Nasional) bersumber dari
realisasi atas anggaran yang telah ditetapkan pada Bagian Anggaran 999.03.
Sesuai dengan PMK Nomor 238/PMK.05/2010 tentang Tata Cara Penyediaan,
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 100-
Pencairan Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Endowment Fund dan Dana
Cadangan Pendidikan, dinyatakan bahwa BLU di bidang pendidikan yang
mengelola DPPN adalah satuan kerja (satker) yang menerapkan pola pengelolaan
keuangan BLU.

Dana Kelolaan BLU yang
Belum Digulirkan
Rp16,32 triliun

8. Dana Kelolaan BLU Yang Belum Digulirkan/Disalurkan
Dana Kelolaan BLU per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp16.318.045.792.766 dan Rp19.320.332.310.233 merupakan dana yang masih berupa
kas yang belum disalurkan/diinvestasikan oleh BLU kepada pihak ketiga, yang terdiri dari
(dalam Rp):
Kementerian Negara/Lembaga
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
1. Sekretariat Negara 150.416.763 -
2. Kementerian Keuangan 7.229.899.077.605 10.352.269.122.760
3. Kementerian Kehutanan 2.009.195.081.146 2.010.359.132.946
4. Kementerian Koperasi dan UKM 1.058.814.463.603 644.504.967.842
5. Kementerian Perumahan Rakyat 2.074.381.490.166 2.381.863.886.849
6. Kementerian Pekerjaan Umum 3.945.605.263.483 3.931.335.199.836
Jumlah 16.318.045.792.766 19.320.332.310.233

Dana kelolaan pada masing-masing BLU dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Dana Kelolaan pada Sekretariat Negara sebesar Rp150.416.763 merupakan uang
jaminan dari pelanggan pada satker PPATK.
2) Dana Kelolaan pada Kementerian Keuangan sebesar Rp7.229.899.077.605 berada di
BLU Pusat Investasi Pemerintah yang disimpan pada rekening giro dan deposito.
3) Dana Kelolaan pada Kementerian Kehutanan sebesar Rp2.009.195.081.146 berada di
BLU Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan yang disimpan di 1 rekening Bank BRI.
4) Dana Kelolaan pada Kementerian Koperasi UKM berada di BLU Lembaga Pengelola Dana
Bergulir KUKM sebesar Rp1.058.814.463.603 yang terdiri dari:
a. Rp459.875.000.000 merupakan anggaran tahun 2012 yang belum disalurkan;
b. Rp248.939.463.603 merupakan rekening pokok hasil pengembalian dana bergulir;
c. Rp350.000.000.000 merupakan saldo deposito.
5) Dana Kelolaan pada Kementerian Perumahan Rakyat sebesar Rp2.074.381.490.166
berada di BLU Pusat Pembiayaan Perumahan dengan rincian sebagai berikut (dalam Rp):
Nama Bank Saldo
1. BTN 3.783.836,70
2. BTN Syariah 10.227.995,00
3. BUKOPIN 121.688.835,40
4. Mandiri 146.083.834,05
5. Bank Riau Kepri 276.732.600,00
6. Bank Riau Kepri Syariah 1.000.000,00
7. Bank Sumut 27.163.191,00
8. Bank Sumut Syariah 15.657.842,00
9. Bank Kaltim 15.484.837,66
10. Bank Sumsel Babel 1.030.496,00
11. Bank NTT 1.123.766,00
12. Bank DIY 1.008.024,00
13. BRI 48.036.267,00
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 101-
14. BNI 73.346.885,00
15. BTN 360.900.000.000,00
16. BTN Syariah 213.450.000.000,00
17. BNI 500.000.000.000,00
18. Mandiri 499.550.000.000,00
19. BRI 499.800.000.000,00
20. Pendapatan dari pengelolaan kas rekening Dana Kelolaan (60.878.244,40)
Total 2.074.381.490.165,41

e. Dana Kelolaan pada Kementerian Pekerjaan Umum berada di BLU Bidang Pendanaan
Sekretariat BPJT sebesar Rp3.945.605.263.483. Rincian penempatan dana kelolaan
pada BLU Bidang Pendanaan Sekretariat BPJT adalah (dalam Rp):
Nama Bank Saldo
1. Giro Bank Mandiri Acc. No. 126-00-0 481 9396 9.832.423.930
2. Giro BRI Acc. No. 00000193-01-000751-30-3 13.947.388.599
3. Giro BNI Acc. No. 5522522235 4.825.450.954
4. Deposito Bank Mandiri 935.000.000.000
5. Deposito BNI 273.000.000.000
6. Deposito BTN 48.000.000.000
7. Deposito BRI 2.661.000.000.000
Jumlah 3.945.605.263.483

Dana Penjaminan
Rp77,09 miliar

9. Dana Penjaminan
Dana Penjaminan per 31 Desember 2011 dan 31 Desember 2010 sebesar Rp77.086.846.598
dan Rp75.371.634.076 merupakan dana penjaminan yang berada pada Kementerian Negara
Koperasi dan UKM yang digunakan sebagai penjaminan dari setiap kredit dan pembiayaan
yang disalurkan penerima jaminan kepada KUKM terjamin. Dana penjaminan tersebut dikelola
oleh perusahaan penjamin, yaitu Perum Sarana Pengembangan Usaha (SPU)/Jaminan Kredit
Indonesia.



Aset KKKS Rp150,89
triliun

10. Aset Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS)
Aset KKKS per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 adalah sebesar
Rp150.892.782.272.353 dan Rp150.508.980.296.216. Nilai Aset KKKS per 30 Juni 2012
tersebut berupa tanah dengan luas 667.919.254 m2 sebesar Rp14.362.284.169.984 yang
digunakan dalam rangka kontrak kerja sama minyak bumi dan gas alam yang dikelola oleh
KKKS sebagai hasil inventarisasi terhadap 44 KKKS, dan aset lain non tanah sebesar
Rp136.530.498.102.369 berdasarkan hasil inventarisasi dan penilaian pada 74 KKKS.
Rincian Nilai Aset KKKS Migas per 30 Juni 2012 disajikan pada Daftar 20.
Terdapat aset KKKS yang telah dilakukan inventarisasi dan penilaian, namun tidak disajikan
dalam Neraca LKPP Tahun 2011, yaitu:
1. Aset sumur yang tidak digunakan sebanyak 623 sumur pada 19 KKKS dengan nilai
sebesar Rp1.184.222.605.157.
2. Aset Subsequent Expenditure sebanyak 13.897 item pada 34 KKKS dengan nilai sebesar
Rp45.633.303.864.172.
3. Aset Kondisi Rusak Berat 21.505 item pada 52 KKKS dengan nilai sebesar
Rp1.317.561.506.522.
4. Aset yang dalam proses penghapusan pada KKKS Pertamina Hulu Energi West Madura
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 102-
Offshore (dh. Kodeco Energy) senilai Rp927.406.395.
5. Aset Non Tanah sejumlah 368 item pada 3 KKKS dengan nilai sebesar
Rp14.362.965.838.
6. Aset perolehan di atas tahun 2010 pada 52 KKKS senilai USD1,483,332,165 belum
dimasukkan dalam Neraca.
7. Aset dengan nilai wajar negatif sejumlah 209 item dengan nilai perolehan negatif sebesar
USD24,019,980 yang merupakan koreksi atas nilai perolehan aset.


Aset Eks BPPN Rp68,06
triliun

11. Aset Eks BPPN
Aset Eks BPPN (Aset Tim Koordinasi) per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp68.064.409.247.824 dan Rp67.543.984.466.405 merupakan aset Pemerintah eks BPPN
yang status kepemilikan dan nilainya masih bermasalah (belum bersih), sehingga belum dapat
diserahkan kepada PT PPA (Persero).
Nilai Aset Eks BPPN yang disajikan per 30 Juni 2012 merupakan hasil inventarisasi dan
penilaian dengan rincian sebagai berikut:

Jenis Aset Jumlah Aset Nilai (Rp)
Pinjaman yang Diberikan 7.585 36.056.720.714.336
Tagihan PKPS 23 29.535.701.253.227
Aset Non Inti-Properti 1.643 1.981.229.805.153
Aset Non Inti-Inventaris 36.985 12.135.475.108
Penempatan Antar Bank dan Nostro n.a. 478.622.000.000
Jumlah 68.064.409.247.824
Termasuk di dalam Aset Eks BPPN tersebut adalah tagihan Penyelesaian Kewajiban
Pemegang Saham (PKPS) sebesar Rp29.535.701.253.227 yang merupakan piutang BPPN
yang timbul sehubungan dengan PKPS kepada perusahaan induk yang didirikan oleh eks
Pemegang Saham Pengendali (PSP) BTO dan BBO dalam rangka penyelesaian terhadap
kewajiban eks PSP tersebut berdasarkan perjanjian Master Settlement and Acquisition
Agreement (MSAA), Master of Refinancing and Notes Inssuence Agreement (MRNIA), dan
piutang BPPN kepada eks PSP Bank Beku Kegiatan Usaha (BBKU) dan Bank Take Over (BTO)
II dalam perjanjian Akta Pengakuan Uang (APU).
Rincian jumlah aset dan nilai pengalihan disajikan pada Daftar 21.

Aset Lainnya dari Unit
Pemerintah Lainnya
Rp821,95 miliar
12. Aset Lainnya dari Unit Pemerintah Lainnya
Aset Lainnya dari Unit Pemerintah Lainnya per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp821.954.559.298 dan Rp14.762.445.010.365. Rincian Aset Lainnya dari Unit Pemerintah
Lainnya adalah sebagai berikut:
Uraian
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
1. Otorita Batam - 13.922.723.215.421
2. Taman Mini Indonesia Indah 42.277.377.168 42.277.377.168
3. Otorita Asahan 746.947.319.389 746.947.319.389
4. BP Gedung Manggala Wanabakti - 21.352.989.643
5. Yayasan Gedung Veteran 11.120.585.877 11.120.585.877
6. Badan Amil Zakat 19.899.458.642 16.313.704.645
7. Badan Wakaf Indonesia 1.709.818.222 1.709.818.222
Jumlah 821.954.559.298 14.762.445.010.365
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 103-


Aset Lain-lain Rp91,03
triliun

13. Aset Lain-lain
Aset Lain-lain per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar Rp91.031.920.814.822 dan
Rp105.992.977.283.250 merupakan aset selain yang telah dikelompokkan sebagai jenis Aset
Lainnya di atas. Nilai Aset Lain-lain per 30 Juni 2012 berdasarkan nilai bersih yang dapat
direalisasikan adalah sebesar Rp71.541.654.615.070, yang berasal dari nilai bruto sebesar
Rp91.031.920.814.822 dikurangi penyisihan atas piutang pada BA 999.04 sebesar
Rp19.490.266.199.752. Berikut rincian Aset Lain-lain (dalam Rp):
Instansi/Unit Terkait
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
1. K/L 38.713.468.407.030 36.908.907.616.802
2. BA BUN 999.03 142.426.737.461 142.127.657.545
3. BA BUN 999.04 19.728.038.843.934 19.419.108.122.985
4. BA BUN 999.08 37.677.543 46.701.991.689
5. BA BUN 999.99 32.447.949.148.854 49.476.131.894.229
Nilai Bruto 91.031.920.814.822 105.992.977.283.250
Penyisihan pada BA 999.04 (19.490.266.199.752) (19.184.237.469.134)
Nilai Bersih 71.541.654.615.070 86.808.739.814.116

Penjelasan Aset Lain-lain adalah sebagai berikut:
1. Aset Lain-lain yang berada di K/L sebesar Rp38.713.468.407.030. Rincian Aset Lain-lain
di masing-masing K/L disajikan pada Daftar 19.
2. Aset lain-lain pada BA 999.03 sebesar Rp142.426.737.461 terdiri dari:
a. Piutang PNBP berupa dividen sebesar Rp99.809.707.496.
Piutang Dividen yang jatuh tempo dalam jangka waktu lebih dari satu tahun terdiri
dari pokok sebesar Rp70.052.808.923 dan denda sebesar Rp29.756.898.573.
Piutang ini merupakan piutang pada 7 BUMN, yaitu PT Balai Pustaka, PT
Pengelolaan Daerah Industri Batam, PTPN IX, Perum Perumnas, PTPN II, PT
Inhutani I, dan PT Inhutani V.
b. Reklasifikasi dari dana bergulir pada Kementerian Kelautan dan Perikanan sebesar
Rp12.206.756.931.
Dana bergulir pada Kementerian Kelautan dan Perikanan merupakan bagian dari
Program Pengembangan Usaha Perikanan Tangkap Skala Kecil (PUPTSK) yang
dilaksanakan sejak tahun 2004. Program PUPTSK tersebut adalah Optimasi
Penangkapan Ikan (OPTIKAPI), Optimasi Pelelangan Ikan (OPTILANPI), Optimasi
Pengolahan dan Distribusi Ikan (OPTIHANDIS), dan Optimasi Kelompok Usaha
Bersama (OPTIKUB).
c. Aset eks dana bergulir pada Kementerian Perindustrian sebesar Rp30.410.273.034.
Piutang pada Kementerian Perindustrian merupakan piutang atas program dana
bergulir yang pengelolaannya dilakukan oleh LPT Indag. Sampai dengan 30 Juni
2012, piutang pada LPT Indag yang telah diserahkan kepada KPKNL adalah sebesar
Rp30.648.142.918 dan yang belum diserahkan ke KPKNL adalah sebesar
Rp237.869.884.
3. Aset Lain-Lain BA BUN 999.04 per 30 Juni 2012 adalah sebesar
Rp19.728.038.843.934, sedangkan nilai bersih yang dapat direlisasikan adalah sebesar
Rp237.772.644.182 berasal dari nilai bruto sebesar Rp19.728.038.843.934 dikurangi
dengan penyisihan sebesar Rp19.490.266.199.752. Rincian Aset lain-lain pada BA
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 104-
999.04 adalah sebagai berikut:
• Aset Lainnya RDI sebesar Rp18.812.838.770.018 yang terdiri dari (dalam Rp):
Uraian Jumlah
1. Tunggakan yang akan diselesaikan melalui restrukturisasi
dan piutang yang tertunggak lebih dari satu tahun
16.508.246.726.690
2. Tunggakan dalam proses PMN -
3. Tunggakan macet dari tunggakan BBO/BBKU/BDL 2.193.273.947.292
4. Tunggakan Eks Timor Timur 128.340.000
5. Tunggakan koperasi/proyek 111.189.756.036
Nilai Bruto 18.812.838.770.018
Penyisihan (18.747.643.343.175)
Nilai Bersih 65.195.426.843

• Aset Lainnya Kredit Program Non Subsidi sebesar Rp915.200.073.916, yang terdiri
dari (dalam Rp):
Uraian Jumlah
1. PIR Perkebunan 327.738.483.084
2. UPP Perkebunan 309.401.681.860
3. Peternakan 97.278.652.435
4. Kredit Listrik Pedesaan 2.066.512.000
5. Pengembangan Pendidikan Akuntansi 5.270.305.000
6. Dana Cadangan Risiko 103.019.922.109
7. Dana Jaminan Ulang 49.863.762.462
8. Dana Kelolaan 4.423.957.792
9. Dana Risiko 16.136.797.174
Nilai Bruto 915.200.073.916
Penyisihan (742.622.856.577)
Nilai Bersih 172.577.217.339
4. Aset Lain-lain yang berasal dari Bagian Anggaran 999.08 sebesar Rp37.677.543 berada
di beberapa K/L atau lembaga sebagai berikut (dalam Rp):

Kementerian Negara/Lembaga
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
1. Kementerian Pertanian - -
2. Kementerian Perhubungan - -
3. LPP TVRI - 4.129.603.585
4. LPP RRI - 26.767.898.211
5. Otorita Batam - 15.766.812.350
6. Aset Lainnya dari Reklasifikasi UP/TUP 37.677.543 37.677.543
Jumlah 37.677.543 46.701.991.689


5. Aset Lain-lain pada BA 999.99 (Transaksi Khusus) sebesar Rp32.447.949.148.854,
terdiri dari (dalam Rp):
Uraian
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
1. PT PPA (Persero) 2.541.404.413.578 2.644.490.527.174
2. Aset PT PPA yang sudah
dikembalikan ke Menteri Keuangan
1.196.396.026.735
1.484.449.098.120
3. Aset eks Pertamina 27.347.556.399.050 43.984.876.106.228
4. Piutang Migas 1.362.592.309.491 1.362.316.162.707
Jumlah 32.447.949.148.854 49.476.131.894.229
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 105-
1). Aset Lain-lain yang berasal dari PT PPA (Persero) sebesar Rp2.541.404.413.578
merupakan aset Pemerintah eks BPPN yang masih dikelola PT PPA (Persero)
menunggu untuk dijual dan hasilnya disetorkan ke Kas Negara sebagai PNBP. Nilai
aset tersebut merupakan nilai pengalihan eks BPPN ke Menteri Keuangan. Rincian
Aset Lain-lain yang berasal dari PT PPA disajikan pada Daftar 22.
2). Aset lain-lain eks PT PPA sebesar Rp1.196.396.026.735 merupakan aset eks PT
PPA yang masih berada di Kementerian Keuangan setelah perjanjian PT PPA tahap
pertama diselesaikan. Mutasi aset tersebut selama tahun 2011 sebagai berikut:
No Jenis Aset
Saldo Awal Mutasi Kurang Saldo Akhir
Unit Jumlah (Rp) Unit Jumlah (Rp) Unit Jumlah (Rp)
1 Aset Kredit 287 183.051.274.291 - 1.636.787.385 287 181.414.486.906
2 Aset Properti 3.152 1.262.250.532.556 1.099 286.416.284.000 2.053 975.834.248.556
3 Surat Berharga 9 16.657.242.209 - - 9 16.657.242.209
4 Aset Saham Non Bank 21 22.490.049.064 - - 21 22.490.049.064
Jumlah 3.469 1.484.449.098.120 1.099 288.053.071.385 2.370 1.196.396.026.735

3). Aset eks Pertamina sebesar Rp27.347.556.399.050 merupakan nilai aset sebagai
akibat penetapan Neraca Pembukaan PT Pertamina (Persero) Per 17 September
2003. Aset eks Pertamina per 30 Juni 2012 tersebut terdiri atas:
a. Aktiva Tetap LNG BADAK-Bontang Rp16.302.447.401.562 dan LNG ARUN-
Lhokseumawe Rp11.029.729.944.488.
Perolehan aset LNG Arun dan LNG Badak berasal dari pinjaman sindikasi bank
yang tertuang dalam PSC Agreement antara Pertamina (saat itu bertindak selaku
Pemerintah) dengan PSC untuk pembangunan LNG Arun dan LNG Badak.
Pinjaman tersebut akan jatuh tempo pada tahun 2011 untuk pembangunan LNG
Badak, sedangkan untuk pembangunan LNG Arun sudah lunas. Adapun sumber
dana untuk pembayaran pinjaman dimaksud berasal dari hasil penjualan gas LNG
Arun dan LNG Badak sehingga kemungkinan default atas pembayaran tersebut
sangat kecil.
Aset kilang LNG Arun dan LNG Badak dioperasikan oleh PT Arun NGL dan PT
Badak NGL di bawah pengawasan PT Pertamina (Persero) yang ditunjuk sebagai
penanggung jawab sementara atas kedua aset LNG dimaksud sesuai dengan
Keputusan Menteri Keuangan No. 92/KMK.06/2008.
Nilai aset kilang LNG Arun berdasarkan hasil penilaian DJKN per 17 Maret 2011
dan kilang LNG Badak hasil penilaian DJKN per 12 Nopember 2011.
Inventarisasi dan penilaian terhadap aktiva kilang LNG Arun dilakukan oleh PT
Arun NGL, Kanwil I DJKN Banda Aceh dan KPKNL Lhokseumawe sejak tanggal
15 Desember 2010, sedangkan terhadap aktiva kilang LNG Badak dilakukan oleh
PT Badak NGL, Kanwil XIII DJKN Samarinda dan KPKNL Bontang sejak tanggal
1 Nopember 2010. Saat ini Laporan Inventarisasi dan Penilaian aktiva kilang
LNG Arun dan LNG Badak sedang dalam tahap penyelesaian oleh masing-masing
Tim Pelaksana.
b. Aktiva Tetap yang tidak dialihkan kepada PT Pertamina (Persero) pada 1 lokasi
dengan nilai sebesar Rp15.379.053.000 di Jalan Tanjung 34 Jakarta Pusat
yang telah dinilai oleh Tim Penilai DJKN.
c. Aset Eks PT Pertamina yang digunakan oleh Pertamina EP sebesar
Rp16.242.092.564.001:
Aset Eks PT Pertamina yang tidak disajikan dalam LKPP Semester I Tahun 2012
adalah Aset yang digunakan oleh Pertamina EP sebesar Rp16.242.092.564.001
karena belum dilakukan IP. Terhadap aset ini Menteri Keuangan melalui surat
Nomor:S-23/MK.6/2009 tanggal 21 Januari 2009 perihal Isu-Isu Penting
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 106-
Pertamina, Pertamina diminta untuk melakukan inventarisasi dan penilaian atas
aset tersebut. Hasil inventarisasi dan penilaian aset dimaksud telah dimintakan
kepada PT Pertamina dengan surat Dirjen Kekayaan Negara Nomor
3865/KN/2010 tanggal 1 Juli 2010, namun PT Pertamina belum menyampaikan
rincian aset hasil inventarisasi, melainkan masih berupa pengelompokan aset.
Aset yang digunakan oleh PT Pertamina EP tersebut dikenakan sewa karena
Pertamina EP dalam hal ini selaku KKKS. Pihak PT Pertamina (Persero) telah
menyampaikan surat kepada Menteri Keuangan Nomor 1105/C00000/2008-SO
tanggal 15 Agustus 2008 mengenai permohonan PT Pertamina untuk
menerapkan skema sewa atas penggunaan BMN berupa aset eks KKKS
Pertamina atas sebagian dari BMN senilai Rp16.226.357.000.000 dan kemudian
telah disetujui permohonan pengenaan sewa tersebut oleh Menteri Keuangan
melalui surat Menteri Keuangan Nomor S-23/MK.6/2009 tanggal 21 Januari
2009 yang menjelaskan bahwa Pemerintah menyetujui usulan Pertamina untuk
menerapkan skema sewa atas sebagian aset yang digunakan oleh Pertamina EP.
Kemudian berdasarkan surat Nomor S-533/KN/2011 tanggal 8 Maret 2011
perihal Sewa Aset Eks KKKS Pertamina Senilai Rp16.226.357.000.000,
dijelaskan bahwa pihak PT Pertamina telah membukukan Beban Sewa atas
peralatan yang harus disewa pada Laporan Keuangan Audited PT Pertamina
(Persero) tahun 2003 sampai dengan 2009. Namun pihak PT Pertamina sampai
dengan saat ini belum melakukan pembayaran atas nilai sewa tersebut kepada
negara, sehingga Pemerintah meminta PT Pertamina untuk dengan segera
menyetorkan beban sewa tersebut ke Rekening Kas Umum Negara sebagai
Pendapatan dari Pengelolaan BMN pada Pengelola Barang (Kode Akun 423151).
Namun pihak Pertamina (Persero) belum dapat melakukan pembayaran karena
belum adanya kontrak perjanjian sewa menyewa antara pemerintah dengan
Pertamina (Persero). Saat ini Pemerintah sedang melakukan kajian atas
permasalahan ini.
d. Aset Eks PT Pertamina berupa 9 (sembilan) Aset Tetap sebesar
Rp395.227.143.177 terdiri dari:
(1). Aset di Jalan Abdul Muis 68:
Menteri Keuangan dengan surat Nomor: S-23/MK.6/2009 tanggal 21
Januari 2009 telah memutuskan pengenaan sewa atas penggunaan
sebagian aset di Jl. Abdul Muis 68 untuk SPBU COCO Pertamina.
Selanjutnya, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara juga telah
menyampaikan surat permintaan kepada PT Pertamina c.q. Pertamina Retail
(untuk SPBU COCO Pertamina) dan kantor PT Mitra Tours & Travel sebagai
pengguna BMN agar melakukan penyetoran uang sewa ke Rekening Kas
Umum Negara.
(2). BMN Lain yang digunakan oleh Pertamina (Bandung, Rawamangun, dsb):
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara telah menyampaikan surat permintaan
kepada PT Pertamina agar melakukan penyetoran uang sewa BMN ke
Rekening Kas Umum Negara sebagai kompensasi atas digunakannya BMN
dimaksud dalam kegiatan operasional Pertamina.
(3). Aset di Jalan Tarogong yang digunakan Jakarta International School (JIS):
Menteri Keuangan telah menyampaikan surat kepada JIS nomor S-
341/MK.6/2010 tanggal 27 September 2010 bahwa usulan JIS untuk
mendapatkan diskon tarif sewa sebesar 80% dari nilai sewa tanah belum
dapat disetujui. Sewa BMN yang harus disetorkan ke Kas Negara adalah
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 107-
sebesar Rp118.275.283.825. Pihak JIS hanya bersedia melakukan
pembayaran sewa Rp23.655.056.765 sebagai niat baik untuk melanjutkan
pemanfaatan BMN tersebut sambil menunggu penetapan tarif definitif. Pada
tanggal 4 Oktober 2011, JIS menyampaikan permohonan pembayaran sewa
50% dari tarif PMK 96/2007 dengan pembayaran tahunan. Pada tanggal 11
Januari 2012, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara menyampaikan usulan
penyelesaian:
- Sewa periode 1 Mei 2008 - 30 April 2012, JIS membayar sewa sebesar
Rp94.620.227.060 (sesuai 96/PMK.06/2007).
- Dalam hal JIS hanya mampu membayar 50%, sisa tagihan sewa akan
diserahkan penagihannya ke PUPN untuk dicicil sesuai kemampuan JIS.
- Sewa 1 Mei 2012 - 30 April 2017, sesuai ketentuan PMK Tarif Sewa,
yaitu Tarif 50% untuk Lembaga Pendidikan Asing yang Nirlaba (Revisi
RPMK Tarif Sewa sudah disampaikan kepada Menteri Keuangan).
Terhadap permasalahan ini, Kementerian Keuangan akan menyampaikan
surat kepada Presiden untuk meminta persetujuan pemberian keringanan
(dispensasi) tarif sewa BMN oleh JIS.
Aset Eks PT Pertamina yang digunakan oleh Pertamina EP sebesar
Rp16.242.092.564.001 dan berupa 9 (sembilan) Aset Tetap sebesar
Rp395.227.143.177 belum dilakukan IP.
4). Aset Lain-Lain berupa Piutang Migas sebesar Rp1.362.592.309.491 merupakan
piutang jangka panjang yang berasal dari reklasifikasi piutang migas jangka pendek
pada satker PNBP Khusus DJA. Aset tersebut berasal dari saldo piutang TPPI tahun
2010 yang direklasifikasi berdasarkan skema pembayaran oleh TPPI melalui cicilan
sebesar USD1,5 juta per bulan yang disepakati dalam Amandement Sales
Agreement.


Penyisihan Piutang Tidak
Tertagih – Aset Lainnya
Rp20,28 triliun

C.2.28. Penyisihan Piutang Tidak Tertagih – Aset Lainnya
Penyisihan Piutang Tidak Tertagih pada Aset Lainnya per 30 Juni 2012 dan 31 Desember
2011 sebesar Rp20.275.534.488.146 dan Rp19.970.874.008.883 terdiri dari (dalam Rp):
Uraian
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
1. Tagihan TP/Tuntutan Ganti Rugi 161.053.702.546 157.010.079.393
2. Penerusan Pinjaman 231.072.760.588 232.701.379.846
3. Piutang Jangka Panjang 393.141.825.260 396.925.080.510
4. Aset Lain-lain 19.490.266.199.752 19.184.237.469.134
Jumlah 20.275.534.488.146 19.970.874.008.883

Nilai Penyisihan Piutang Tidak Tertagih pada Aset Lainnya tersebut diakui sebagai pengurang
nilai Piutang yang disajikan pada Aset Lainnya.
- Penyisihan Piutang Tidak Tertagih pada Tagihan TP/TGR sebesar Rp161.053.702.546
dapat dilihat pada Daftar 18.
- Penyisihan Piutang Tidak Tertagih pada Penerusan Pinjaman sebesar
Rp231.072.760.588 merupakan Penyisihan Penerusan Pinjaman pada BA 999.04.
- Penyisihan Piutang Tidak Tertagih pada Piutang Jangka Panjang sebesar
Rp393.141.825.260 merupakan Penyisihan pada Piutang Jangka Panjang Kementerian
Kehutanan sebesar Rp378.242.973.631 dan pada Piutang Jangka Panjang BA 999.04
sebesar Rp14.898.851.629.
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 108-




- Penyisihan Piutang Tidak Tertagih pada Aset Lain-lain sebesar Rp19.490.266.199.752
merupakan Penyisihan Aset Lain-lain pada BA 999.04.

Utang PFK Rp1,83 triliun

C.2.29. Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK)
Utang PFK per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar Rp1.827.764.526.266 dan
Rp1.755.574.696.265 merupakan selisih antara Penerimaan Potongan PFK dan Pengeluaran
Pembayaran kepada pihak ketiga, dengan rincian sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian 31 Desember 2011
Transaksi Semester I Tahun 2012
30 Juni 2012 *)
Penerimaan Pengeluaran
PFK 10% Gaji PNS 1.389.849.005.229 8.905.606.020.408 8.739.280.600.580 1.556.174.425.057
PFK 2% Gaji Terusan (2.278.871.544) 2.087.627.071 5.397.798.692 (5.589.043.165)
PFK 2% Iuran Kes. Pemda 318.355.798.664 1.146.050.590.541 1.217.725.806.173 246.680.583.032
PFK 2% As. Bidan/Dokter PTT 4.921.120.354 5.465.143.858 10.701.217.212 (314.953.000)
PFK 2% Askes TNI/Polri (353.961.532) 0 0 (353.961.532)
PFK Lain-Lain 28.023.085.835 188.506.358.363 194.302.171.776 22.227.272.422
PFK Bulog 17.058.519.259 117.274.713.037 125.393.028.844 8.940.203.452
JUMLAH 1.755.574.696.265 10.364.990.453.278 10.292.800.623.277 1.827.764.526.266

Utang Kepada Pihak
Ketiga Rp21,96 triliun

C.2.30. Utang Kepada Pihak Ketiga
Jumlah Utang Kepada Pihak Ketiga per 30 Juni 2012 dan31 Desember 2011 sebesar
Rp21.958.416.234.757 dan Rp31.780.634.369.020 merupakan kewajiban Pemerintah atas
barang yang telah diterima dari pihak ketiga dan kewajiban Pemerintah lainnya kepada pihak
ketiga namun sampai dengan tahun anggaran berakhir belum dibayar, dengan rincian sebagai
berikut(dalam Rp):

Utang Kepada Pihak Ketiga
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember
2011(Audited)
K/L 10.187.486.649.882 8.854.090.097.568
BUN 11.770.929.584.875 22.926.544.271.452
Jumlah 21.958.416.234.757 31.780.634.369.020

1. Utang kepada Pihak Ketiga yang berada di K/L sebesar Rp10.187.486.649.882 antara
lain berupa dana yang harus dibayarkan atas pekerjaan gedung dan pembelian peralatan
dan mesin, honor yang belum dibayarkan kepada pegawai, keterlambatan penagihan dari
pihak ketiga, dan lain-lain. Rincian utang kepada pihak ketiga dapat dilihat pada Daftar
23.
2. Utang kepada pihak ketiga yang berada di BUN sebesar Rp11.770.929.584.875, terdiri
dari (dalam Rp):
Utang Kepada Pihak Ketiga
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember
2011(Audited)
BA 999.05 8.731.368.294.268 18.292.725.677.411
BA 999.08 2.112.124.432.684 3.495.984.368.048
BA 999.99 (Transaksi Khusus) - -
Utang terkait Retur SP2D 927.436.857.923 1.137.834.225.993
Jumlah 11.770.929.584.875 22.926.544.271.452
a. Utang pada BA 999.05 (Utang Transfer ke Daerah) merupakan utang kekurangan
Transfer ke Daerah Dana Bagi Hasil yang belum dibayarkan kepada pemda penerima.
Rincian Utang Transfer ke Daerah dan kekurangan dana bagi hasil yang belum
dibayarkan sebesar Rp8.731.368.294.268, adalah sebagai berikut(dalam Rp):
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 109-

No Jenis Kewajiban Jumlah
1. Kurang Salur DBH BP PBB 2009, 2010, dan 2011 7.702.831.805
2. Kurang Salur DBH PBB TA 2011 153.695.463.167
3. Kurang Salur DBH PBB TA 2010 46.852.747.492
4. Kurang Salur DBH BPHTB TA 2010 238.813.021.056
5. Kurang Salur DBH CHT 2010 48.725.346.608
7. Kewajiban Transfer Diestimasi DBH SDA Migas 3.837.974.325.181
8. Kewajiban Transfer Diestimasi DBH SDA Pertambangan Umum 700.000.145.345
9. Kewajiban Transfer Diestimasi DBH SDA Kehutanan 24.470.448.544
10. Kewajiban Transfer Diestimasi DBH SDA Panas Bumi 24.569.958.275
11. Kewajiban Transfer Diestimasi DBH SDA Perikanan 6.476.333.602
12. Kewajiban Transfer Diestimasi DBH PPh TA 2008-2010 2.679.064.626.378
13. Kewajiban Transfer DiestimasiDBH Pajak TA 2011 871.438.363.103
14. Kewajiban Transfer DiestimasiDBH CHT TA 2011 91.584.683.712
Total 8.731.368.294.268
b. Jumlah Utang Kepada Pihak Ketiga pada BA 999.08 (Belanja Lain-lain) per 30 Juni
2012 adalah sebesar Rp 2.112.124.432.684 merupakan kewajiban BNPB yang harus
dibayarkan kepada BPBD sehubungan dengan pelaksanaan Rehabilitasi dan
Rekonstruksi (RR) yang dilaksanakan di daerah-daerah sesuai dengan Peraturan
Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Nomor PER-63/PB/2011
tanggal 29 September 2011.
c. Utang pada BA 999.99 (Transaksi Khusus) berada di BAPERTARUM tidak disajikan
lagi dalam neraca. Lihat Catatan Penting Lainnya.
d. Utang Kepada Pihak Ketiga terkait Retur SP2D merupakan utang yang timbul kepada
pihak ketiga karena terjadinya Penerimaan Non Anggaran Pihak Ketiga karena
kesalahan rekening yaitu retur SP2D sebesar Rp927.436.857.923. Jumlah ini berasal
dari Utang Tahun 2010 sebesar Rp1.137.834.225.993 ditambah penerimaan Non
Anggaran Pihak Ketiga karena kesalahan rekening tahun berjalan sebesar
Rp1.506.591.716.627 dikurangi pengeluaran Non Anggaran Pihak Ketiga karena
kesalahan rekening sebesar Rp1.714.048.434.221 serta Koreksi Pemindahbukuan
sebesar Rp2.940.650.476. Catatan D.2.2. Pada tahun 2010, Utang terkait Retur
SP2D terdapat pada Rekening BUN di BI dan Rekening Retur.


Utang Kelebihan
Pembayaran Pendapatan
Rp5,42 triliun

C.2.31. Utang Kelebihan Pembayaran Pendapatan
Jumlah Utang Kelebihan Pembayaran Pendapatan per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011
sebesar Rp5.423.360.174.458 dan Rp704.437.258.982 merupakan kewajiban Pemerintah
atas kelebihan pembayaran pendapatan yang dilakukan oleh penyetor namun sampai dengan
tahun anggaran berakhir belum dibayar oleh Pemerintah dengan rincian sebagai berikut(dalam
Rp):
Uraian
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember
2011(Audited)
SPM-KP yang belum diterbitkan SP2D-nya
pada Kementerian Keuangan 5.423.244.071.070 704.320.653.776
Kelebihan atas pembayaran Jasa
Kenavigasian oleh PT Admiral Lines pada
Kementerian Perhubungan 116.103.388 116.103.388
Utang kelebihan pembayaran pendapatan pada
Kementerian Agama - 501.818
Kelebihan Pendapatan Dividen Interim BUMN
(BA 999.03) - -
Jumlah 5.423.360.174.458 704.437.258.982
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 110-

Kelebihan Pendapatan Dividen Interim BUMN (BA 999.03) untuk tahun 2011 disajikan
sebagai Pendapatan Diterima di Muka.


Bagian Lancar Utang
Jangka Panjang Rp60,16
triliun

C.2.32. Bagian Lancar Utang Jangka Panjang
Jumlah Bagian Lancar Utang Jangka Panjang per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011
sebesar Rp60.158.835.260.929 dan Rp106.777.089.696.825 merupakan utang Pemerintah
yang diperhitungkan akan dibayar atau jatuh tempo 1 (satu) tahun setelah tanggal neraca,
yang terdiri dari (dalam Rp):
Bagian Lancar Utang Jangka Panjang
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember
2011(Audited)
Bagian Lancar Utang Luar Negeri:
BA 999.01 - 48.296.753.806.497
BA 999.08 - -
Subtotal - 48.296.753.806.497
Bagian Lancar Utang Dalam Negeri:
BA 999.01 - Surat Berharga Negara
(SBN)
60.158.800.142.929 58.344.607.418.456
BA 999.01 - Pinjaman Dalam Negeri - 135.658.235.872
Utang pada POLRI 35.118.000 70.236.000
Subtotal 60.158.835.260.929 58.480.335.890.328
Jumlah 60.158.835.260.929 106.777.089.696.825

Bagian Lancar SBN yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun adalah dengan rincian
sebagai berikut (dalam Rp):
Jenis SBN
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember
2011(Audited)
I. Fixed Rate Bonds
Nominal 40.906.020.000.000 27.683.468.000.000
Unamortized Premium (Discount) (16.389.958.000) (67.374.007.000)
Nilai bersih (nilai buku) 40.889.630.042.000 27.616.093.993.000
II. Variable Rate
Nominal 4.368.483.000.000 4.368.483.000.000
Unamortized Premium (Discount) - -
Nilai bersih (nilai buku) 4.368.483.000.000 4.368.483.000.000
III. Surat Utang Pemerintah kepada BI
Nominal yg harus diamortisasi 4.394.043.453.929 4.184.803.289.456
Accrued Indexation - -
Nilai bersih (nilai buku) 4.394.043.453.929 4.184.803.289.456
IV. ORI
Nominal 8.186.730.000.000 21.026.495.000.000
Unamortized Premium (Discount) - -
Nilai bersih (nilai buku) 8.186.730.000.000 21.026.495.000.000
V. ZERO COUPON
Nominal 2.512.000.000.000 1.249.000.000.000
Unamortized Premium (Discount) (192.086.353.000) (100.267.864.000)
Nilai bersih (nilai buku) 2.319.913.647.000 1.148.732.136.000
Total SBN (I + II + III+IV+V) 60.158.800.142.929 58.344.607.418.456

Catatan:
- Fixed Rate Bond terdiri dari 4 seri Fixed Rate Bond;
- ORI terdiri dari 2 seri, yaitu ORI003 dan ORI004;
- Surat Utang Pemerintah (SUP) kepada BI terdiri dari SU-002, SU-004 dan SU-007
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 111-
Rincian lebih lanjut Bagian Lancar Utang Obligasi Dalam Negeri dapat dilihat pada Daftar
24.A.
Bagian Lancar Pinjaman Dalam Negeri merupakan bagian lancar pinjaman antara Pemerintah
RI sebagai penerima pinjaman dengan PT BNI Persero dan PT BRI Persero dalm rangka
pengadaaan Alutsista pada Kementerian Pertahanan dan POLRI.
Bagian Lancar Utang pada POLRI merupakan bagian lancar atas utang terkait perolehan
kendaraan pada BLU di POLRI.


Utang Biaya Pinjaman
Rp22,47 triliun







Utang Bunga Obligasi
dan pinjaman dalam
negeri









Utang Bunga Pinjaman
Luar Negeri

C.2.33. Utang Biaya Pinjaman
Jumlah Utang Biaya Pinjaman per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp22.466.264.082.511 dan Rp21.924.038.335.465 merupakan utang bunga yang belum
dibayar sampai dengan tanggal neraca, yang terdiri dari (dalam Rp):

Uraian
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember
2011(Audited)
Utang Bunga Obligasi dan Bunga Pinjaman DN 20.208.517.639.901 19.275.822.333.294
Utang Bunga Pinjaman LN 2.257.746.442.610 2.648.216.002.171
Jumlah 22.466.264.082.511 21.924.038.335.465
Penjelasan masing-masing Utang Bunga adalah sebagai berikut:
1. Utang Bunga Obligasi dan Bunga Pinjaman Dalam Negeri (DN) per 30 Juni 2012 dan 31
Desember 2011 sebesar Rp20.208.517.639.901 dan Rp19.275.822.333.294 dapat
dirinci sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember
2011(Audited)
Fixed Rate Bonds 13.370.835.213.723 13.328.508.988.302
ORI 111.261.557.755 180.003.432.785
SBSN 1.098.520.514.890 796.615.939.740
Variable Rate Bonds 502.528.709.288 723.777.587.150
SUP kepada BI 80.954.318.203 82.027.721.892
SBN Valas 5.044.024.099.665 4.163.545.829.445
Pinjaman Dalam Negeri 393.226.377 1.342.833.980
Jumlah 20.208.517.639.901 19.275.822.333.294

Rincian lebih lanjut Utang Bunga Obligasi dapat dilihat pada Daftar 24.B.
2. Utang Bunga Pinjaman Luar Negeri per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp2.257.746.442.610 dan Rp2.648.216.002.171 dapat dirinci sebagai berikut (dalam
Rp):
Uraian
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember
2011(Audited)
Utang Bilateral 1.199.154.504.308 1.233.987.416.238
Kredit Komersial 658.730.478.246 59.850.881.093
Kredit Ekspor 339.097.218.772 394.040.640.947
Multilateral 60.764.241.284 960.337.063.893
Jumlah 2.257.746.442.610 2.648.216.002.171


Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 112-

Utang Subsidi Rp12,51
triliun

C.2.34. Utang Subsidi
Jumlah Utang Subsidi per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 adalah sebesar
Rp12.508.487.547.566 dan Rp29.767.908.989.742, yang terdiri dari (dalam Rp):
Uraian
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember
2011(Audited)
Utang SubsidiPSO yang Belum Disalurkan
(BULOG, PT Pelni, PT KAI, PT Pos)

- 4.221.221.930.818
Utang Subsidi Listrik 7.310.728.671.630 12.101.668.180.781
Utang Subsidi BBM dan LPG 3.409.633.357.883 8.966.000.950.449
Utang Subsidi Pupuk dan Benih 1.788.125.518.053 4.077.250.619.191
Utang Subsidi Bunga Kredit Program KLBI - 401.767.308.503
Jumlah 12.508.487.547.566 29.767.908.989.742
Penjelasan masing-masing Utang Subsidi adalah sebagai berikut:
1. Utang Subsidi pada Kementerian Keuangan per 30 Juni 2012 sebesar
Rp10.720.362.029.513 terdiri dari:
a. Utang Subsidi Listrik kepada PT PLN (Persero) sebesar Rp7.310.728.671.630 yang
merupakan kekurangan subsidi listrik tahun 2011 (hasil audit BPK RI) dengan
penjelasan sebagai berikut:
Uraian
Jumlah

Hasil Audit Subsidi Listrik Tahun 2011 (BPK) 93.177.740.344.800
Pembayaran Subsidi listrik Tahun 2011 (85.867.011.673.170)
Jumlah 7.310.728.671.630
b. Utang Subsidi BBM dan LPG kepada pihak ketiga sebesar Rp3.409.633.357.883
yang berasal dari saldo utang subsidi BBM dan LPG TA 2010 hasil audit BPK RI dan
tagihan subsidi BBM Jenis Tertentu dan LPG Tabung 3 Kg TA 2012 yang masih
outstanding. Adapun rincian utang tersebut adalah:
Uraian
Jumlah

Utang subsidi hasil audit BPK TA 2010 706.931.193.991
Utang tagihan subsidi TA 2012 outstanding 2.702.702.163.892
Jumlah 3.409.633.357.883
2. Utang Subsidi pada Kementerian Pertanian per 30 Juni 2012 sebesar
Rp1.788.125.518.053 merupakan Utang Pemerintah kepada BUMN Operator Subsidi
Pupuk yang terdiri dari :
a. Kekurangan bayar subsidi pupuk kepada PT Pupuk Kalimantan Timur berdasarkan
hasil audit BPK No.18/AUDITAMA/VII/PDTT/07/2011 sebesar Rp84.228.013.923
b. Kekurangan pembayaran subsidi pupuk tahun 2011 senilai Rp1.703.897.504.130
berdasarkan hasil audit BPK RI TA 2011 kepada Produsen termasuk pajak:
Uraian
Jumlah

PT Pupuk Sriwijaya Palembang 18.132.316.192,80
PT Pupuk Kaltim 811.832.392.822,45
PT Pupuk Iskandar Muda 155.436.631.292,38
PT Petrokimia Gresik 718.496.163.822,67
Jumlah 1.703.897.504.130,30
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 113-

Utang SBN Jangka
Pendek Rp41,13 triliun

C.2.35. Utang SBN Jangka Pendek
Jumlah SBN Jangka Pendek per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 adalah sebesar
Rp41.126.751.920.000 dan Rp39.408.181.897.000, merupakan instrumen utang jangka
pendek yang diterbitkan dengan diskonto yang akan jatuh tempo kurang dari satu tahun. SBN
Jangka Pendek ini terdiri dari utang Surat Perbendaharaan Negara (SPN) sebesar
Rp27.672.358.881.000, Utang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) jangka Pendek Rupiah
sebesar Rp12.283.860.000.000 dan SPN Syariah Rupiah sebesar Rp1.170.533.039.000.
Sampai akhir tahun 2011, terdapat 15 (lima belas) seri SPN dan 2 (dua) SBSN. Rincian SBN
Jangka Pendek dapat dilihat dalam Daftar 25.

Pendapatan Diterima
Dimuka Rp4,91 triliun

C.2.36. Pendapatan Diterima di Muka
Jumlah Pendapatan Diterima di Muka per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp4.910.901.258.813 dan Rp8.639.914.082.680 merupakan pendapatan yang sudah masuk
ke kas Negara, namun barang/jasa belum diserahkan kepada pihak ketiga. Sebagian besar
saldo Pendapatan Diterima di Muka per 30 Juni 2012 berasal dari Kementerian Komunikasi
dan Informatika sebesar Rp4.733.534.984.998 yang merupakan pendapatan terkait izin
spektrum/frekuensi. Rincian Pendapatan Diterima di Muka adalah sebagaimana pada Daftar
23.

Utang Jangka Pendek
Lainnya Rp24,82 triliun

C.2.37. Utang Jangka Pendek Lainnya
Jumlah Utang Jangka Pendek Lainnya per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 adalah
sebesar Rp24.820.370.658.247 dan Rp5.687.100.837.136, dengan rincian sebagai berikut
(dalam Rp):

Utang Jangka Pendek Lainnya pada BA 999.03 merupakan Utang Promissory Notes yang
terkait dengan penyertaan Pemerintah pada lembaga-lembaga keuangan internasional yang
belum dibayar yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu satu tahun setelah tanggal neraca.
Promissory Notes sebesar Rp39.174.191.965 adalah yang akan dibayarkan kepada
International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) padatahun 2012.
Uraian
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember
2011(Audited)
1. MA - 3.000.000
2. Kementerian Pertahanan 19.353.443.716 35.170.771.795
3. Kementerian Hukum dan HAM - 9.578.250
4. Kementerian Keuangan 4.155.000 4.155.000
5. Kementerian Pertanian 33.010.000 16.000.000
6. Kementerian Pendidikan Nasional 35.941.709.112 33.980.928.430
7. Kementerian Kesehatan 683.652.194 580.449.931
8. Kementerian Agama 5.203.602 36.373.668
9. Kementerian Pekerjaan Umum 13.764.632.741 14.766.663.694
10. Dewan Ketahanan Nasional - 107.425.414
11. BKKBN - 10.456.764
12. KPU 1.412.955 6.699.168
13. Kementerian Perumahan Rakyat - 1.333.290
14. BPLS 29.283.715.328 29.321.813.475
15. BA 999.03 39.174.191.965 39.174.191.965
16. BA 999.99 127.053.311.464 212.347.602.839
17. Kewajiban terkait Rekening Migas 24.555.072.220.170 5.321.563.393.453
Jumlah 24.820.370.658.247 5.687.100.837.136
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 114-
Utang Jangka Pendek Lainnya pada BA 999.99 per 30 Juni 2012 sebesar
Rp127.053.311.464 terdiri dari:
Uraian Jumlah (Rp)
1. Kekurangan droping belanja pensiun ke PT Taspen, Juni 2012 15.248.601.139
2. Imbalan jasa/fee bank/pos yang belum dibayarkan 111.804.710.325
Jumlah 127.053.311.464
Kewajiban terkait Rekening Migas (No.600.000411.980) 30 Juni 2012 sebesar
Rp24.555.072.220.170 merupakan estimasi kewajiban kontraktual Pemerintah yang harus
dibayarkan dalam rangka pelaksanaan kontrak kerjasama dengan KKKS berupa DMO fee, dan
pengembalian (reimbursement) PPN dan PBB. Total saldo penerimaan migas yang berada di
rekening 600.000411.980 per 30 Juni 2012 adalah sebesar Rp40.096.411.933.597.
Berdasarkan hasil verifikasi, jumlah yang diestimasi akan dibayarkan kepada KKKS adalah
sebesar Rp24.555.072.220.170 dan sisanya sebesar Rp15.541.339.713.427 yang sudah
dapat diperhitungkan menjadi hak Negara disajikan sebagai Pendapatan yang Ditangguhkan.
Rincian kewajiban Pemerintah kepada KKKS adalah (dalam Rp):

Uraian
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember
2011(Audited)
Fee Penjualan PT Pertamina (Persero) 3.851.874.314.169 2.311.460.414.904
DMO Fee dan Fee lainnya 2.335.655.653.602 1.049.837.098.783
DMO Fee PT Pertamina EP 4.626.689.643.254 811.426.338.364
Underlifting KKKS - 574.361.770
Underlifting PT. Pertamina EP 205.429.959.960 -
Underlifting PT. PHE 1.602.668.703 -
Reimbursment PPN 2.721.715.989.609 957.364.561.751
PDRD 11.638.990.873 3.911.179.881
Retur atas penyelesaian kewajiban kontraktual
pemerintah yang belum dibayarkan kembali

- -
PBB Migas 10.800.465.000.000 186.989.438.000
Jumlah 24.555.072.220.170 5.321.563.393.453

Utang Jangka Panjang
DN SBN Rp1.214,98
triliun

C.2.38. Utang Jangka Panjang Dalam Negeri Surat Berharga Negara
Jumlah Utang Jangka Panjang Dalam Negeri Surat Berharga Negara per 30 Juni 2012 dan 31
Desember 2011 sebesar Rp1.214.975.714.067.807 dan Rp1.085.324.545.750.551
merupakan posisi utang dalam bentuk SBN yang akan jatuh tempo lebih dari 1 (satu) tahun
setelah tanggal neraca. Utang Jangka Panjang Dalam Negeri SBN per 30 Juni 2012 ini terdiri
dari SBN Berdenominasi dalam rupiah sebesar Rp969.839.850.455.807 dan SBN
Internasional (valas) sebesar Rp245.135.863.612.000.
Rincian Utang Jangka Panjang Dalam Negeri SBN adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Jenis SBN
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember
2011(Audited)
I. Fixed Rate Bonds
Principle Outstanding 499.825.996.000.000 446.842.288.000.000
Unamortized Premium (Discount) 2.457.070.160.000 (4.169.639.225.000)
Nilai Bersih (Nilai Buku) 502.283.066.160.000 442.672.648.775.000
II. ORI
Principle Outstanding 21.587.875.000.000 21.589.875.000.000
Unamortized Premium (Discount) - -
Nilai Bersih (Nilai Buku) 21.587.875.000.000 21.589.875.000.000
III. Zero Coupon Bonds
Principle Outstanding - 1.263.000.000.000
Unamortized Premium (Discount) - (104.765.143.000)
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 115-
Nilai Bersih (Nilai Buku) - 1.158.234.857.000
IV. Variable Rate Bonds
Principle Outstanding 125.404.933.000.000 130.694.933.000.000
Unamortized Premium (Discount) - -
Nilai Bersih (Nilai Buku) 125.404.933.000.000 130.694.933.000.000
V. Surat Utang Pemerintah kepada BI
Principle Outstanding 238.201.026.451.807 240.451.634.074.551
Unamortized Premium (Discount) - -
Nilai Bersih (Nilai Buku) 238.201.026.451.807 240.451.634.074.551
VI. SBSN
Principle Outstanding 82.521.915.000.000 52.552.970.000.000
Unamortized Premium (Discount) (158.965.156.000) 300.326.346.000
Nilai Bersih (Nilai Buku)) 82.362.949.844.000 52.853.296.346.000
Subtotal SBN Denominasi Rupiah 969.839.850.455.807 889.420.622.052.551

VII. Obligasi Negara dalam Valas
Principles Outstanding 246.284.025.201.573 207.278.012.102.053
Accrued Indexation (1.711.175.201.573) (11.648.212.102.053)
Net Unamortized Premium (Discount) 563.013.612.000 274.123.698.000
Subtotal Obligasi Negara dalam (Valas 245.135.863.612.000 195.903.923.698.000
Total SBN Jangka Panjang 1.214.975.714.067.807 1.085.324.545.750.551
Catatan:
• Fixed Rate Bonds terdiri dari 34 seri dengan masa jatuh tempo tahun 2012 – 2041.
• ORI terdiri dari 3 seri dengan masa jatuh tempo tahun 2012 – 2013.
• Zero Coupon Bonds terdiri dari 2 seri dengan masa jatuh tempo tahun 2012 dan 2013.
• Variable Rate Bonds terdiri dari 14 seri, dengan masa jatuh tempo tahun 2012 – 2020.
• Fixed Rate Bonds, ORI, Zero Coupon Bonds, dan Variable Rate Bonds diperdagangkan dan
dipindahtangankan kepemilikannya di pasar sekunder.
• Surat Utang Pemerintah (SUP) kepada Bank Indonesia (BI) terdiri dari SU002, SU004, SU007 dan
SRBI01, dengan masa jatuh tempo tahun 2025 – 2033. SUP tidak dapat diperdagangkan (non-
tradable).
• Pelunasan SRBI dapat bersumber dari surplus BI yang menjadi bagian Pemerintah dan akan
dilakukan apabila rasio modal terhadap kewajiban moneter BI telah mencapai di atas 10%. Dalam
hal rasio modal terhadap kewajiban moneter BI kurang dari 3%, maka Pemerintah akan membayar
charge kepada BI sebesar kekurangan dana yang diperlukan untuk mencapai rasio modal tersebut.
• SBSN terdiri dari 9 seri fixed rate dengan masa jatuh tempo tahun 2013 – 2036, 6 seri SDHI
dengan masa jatuh tempo 2012-2021 dan 2 seri Sukuk Ritel (SR-001 dan SR-002) dengan dengan
masa jatuh tempo tahun 2013 -2014.
• Obligasi Negara dalam Valas terdiri dari 12 seri berdenominasi USD dengan masa jatuh tempo tahun
2014 – 2038, 2 seri berdenominasi JPY yang jatuh tempo tahun 2019 dan 2020, dan 1 seri SBSN
berdenominasi USD yang jatuh tempo tahun 2014.
Rincian Utang Obligasi Dalam Negeri Jangka Panjang dapat dilihat pada Daftar 26.

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 116-

Utang Kepada Dana
Pensiun dan THT
Rp11,82 triliun

C.2.39. Utang Kepada Dana Pensiun dan THT
Utang Kepada Dana Pensiun dan Tabungan Hari Tua (THT) per 30 Juni 2012 dan 31
Desember 2011 sebesar Rp11.822.231.724.875 dan Rp11.822.231.724.875 merupakan
kewajiban Pemerintah terhadap Program Dana Pensiun dan THT akibat kenaikan gaji PNS
tahun 2007, 2008, 2009, 2010, dan 2011 dengan rincian sebagai berikut:
Uraian Jumlah (Rp)
Unfunded Liability akibat PP No. 9 Tahun 2007 1.638.443.906.070
Unfunded Liability akibat PP No. 14 Tahun 2008 2.450.505.392.359
Unfunded Liability akibat PP No. 8 Tahun 2009 3.024.845.340.493
Unfunded Liability akibat PP No. 25 Tahun 2010 1.275.570.232.079
Unfunded Liability akibat PP No.11 Tahun 2011 3.432.866.853.874
Jumlah 11.822.231.724.875
Nilai Unfunded Liability atas Program THT sebesar Rp11.822.231.724.875 merupakan nilai
yang ditetapkan PT Taspen per 30 Juni 2012. Pemerintah dapat menyesuaikan besaran
Unfunded Liability tersebut. Pelunasan Unfunded Liability akan dilakukan Pemerintah apabila
dinilai perlu setelah dilakukan:
a. Audit menyeluruh (due diligence) atas PT Tapen (Persero) oleh auditor dan aktuaris
independen; dan
b. Pemisahan kekayaan dan kewajiban Program THT non-PNS dari kekayaan dan kewajiban
Program THT PNS sesuai dengan PMK No. 79/PMK.010/2011 tentang Kesehatan
Keuangan Badan Penyelenggara Program Tabungan Hari Tua PNS.

Utang Jangka Panjang
DN Perbankan Rp1,23
triliun

C.2.40. Utang Jangka Panjang Dalam Negeri Perbankan
Jumlah Utang Jangka Panjang Dalam Negeri Perbankan per 30 Juni 2012 dan 31 Desember
2011 adalah sebesar Rp1.226.793.895.791 dan Rp877.330.765.232. Utang tersebut
merupakan utang dalam negeri perbankan (BUMN) yang akan jatuh tempo lebih dari 1 (satu)
tahun setelah tanggal neraca. Utang tersebut adalah pinjaman antara Pemerintah RI sebagai
penerima pinjaman dengan PT. BNI Persero dan PT. BRI Persero dalm rangka pengadaaan
Alutsista pada Kementerian Pertahanan dan POLRI.

Utang Jangka Panjang
DN Lainnya Rp5,03
triliun

C.2.41. Utang Jangka Panjang Dalam Negeri Lainnya
Utang Jangka Panjang Dalam Negeri Lainnya per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011
adalah sebesar Rp5.033.073.827.744 dan Rp5.033.082.825.744, yang terdiri dari:
Jenis Utang
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember
2011(Audited)
Utang Pemerintah Indonesia kepada BI dalam
rangka Penyertaan pada Lembaga Keuangan
Internasional
2.826.956.396.636 2.826.956.396.636
Kewajiban Kontinjensi atas Risk Sharing
Kredit Program Kredit Usaha Tani (KUT)
Tahun Penyediaan (TP) 1998/1999
1.911.927.727.159 1.911.927.727.159
Utang Jangka Panjang dalam Negeri Lainnya
pada K/L
294.189.703.949 294.198.701.949
Jumlah 5.033.073.827.744 5.033.082.825.744

• Utang Pemerintah Indonesia kepada BI dalam rangka Penyertaan pada Lembaga
Keuangan Internasional
Dalam rangka penyertaan Pemerintah pada lembaga keuangan internasional, sejak tahun
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 117-
1972 s.d. 1999, Bank Indonesia (BI) atas nama Pemerintah juga telah melakukan
pembayaran secara tunai atas penyertaan Pemerintah pada lembaga keuangan
internasional. Jumlah yang telah dibayarkan oleh BI adalah sebesar
Rp2.826.956.396.635, termasuk diantaranya Rp2.764.860.843.169 kepada IMF.
Pembayaran oleh BI dilakukan sebelum terbit UU No. 23 Tahun 1999 tentang BI. BI
mencatat pembayaran tersebut sebagai dana talangan/piutang kepada Pemerintah.
Pemerintah belum menyepakati nilai dan status dana talangan/piutang tersebut.
Pemerintah mengusulkan kepada BI, agar dana talangan/piutang tersebut dihapuskan dan
tidak ditagihkan kepada Pemerintah. Terkait dengan itu, Menteri Keuangan telah
mengirim surat kepada BI beberapa kali, terakhir dengan surat No. S-08/MK.11/2010
tanggal 9 Maret 2010 untuk meminta jawaban mengenai penyelesaian status dana
talangan sesuai dengan usulan Pemerintah agar dapat dihapuskan. Kementerian
Keuangan telah melakukan pertemuan dengan BI pada tanggal 7 Mei 2010, dan sesuai
kesepakatan dilakukan beberapa langkah berikut: (1) Pemerintah dan BI melakukan
verifikasi atas seluruh data dan transaksi dan talangan tersebut untuk memastikan
jumlah dan status klaim BI; (2) Bila status dan jumlah dana talangan tersebut telah
disepakati bersama, maka Pemerintah dan BI akan segera melakukan langkah
penyelesaian status dana talangan.
Pemerintah dan BI telah melakukan verifikasi atas dana talangan tersebut, dan disepakati
bahwa jumlah sebesar Rp2.780.599.599.504 telah didukung dengan data dan dokumen
yang memadai yaitu Rekening Koran, Warkat transaksi, Surat dari BI ke Kementerian
Keuangan dan sebaliknya, faksimili, SWIFT, dan Teleks. Sementara untuk jumlah
Rp46.356.797.131 hanya didukung rekening koran. Pemerintah dan Bank Indonesia
hingga saat ini terus melakukan pembahasan terkait nilai dana talangan tersebut dan opsi
penyelesaian yang akan diambil atas permasalahan dana talangan tersebut.
• Kewajiban Kontinjensi atas Risk Sharing Kredit Program KUT TP 1998/1999
Kredit Usaha Tani (KUT) adalah salah satu skim Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI)
berupa pemberian kredit modal kerja yang diberikan BI kepada bank pelaksana untuk
disalurkan kepada petani yang tergabung dalam kelompok tani melalui koperasi
primer/LSM guna membiayai usaha taninya dalam rangka intensifikasi padi, palawija, dan
holtikultura. Terdapat 2 (dua) pola dalam penyaluran KUT, yaitu pola executing dan pola
channeling. Penyaluran KUT TP 1998/1999 dilakukan dengan pola channeling yakni bank
pelaksana terbatas hanya sebagai penyalur (agen channeling) ke Koperasi/LSM.
Sedangkan Koperasi/LSM bertindak sebagai executing yang bertanggung jawab atas
penyaluran dan pelunasan KUT kepada dan dari kelompok tani.
Berdasarkan Surat Menteri Keuangan Nomor S-628/MK.017/1998 tanggal 7 Desember
1998, pembagian risk sharing atas tunggakan KUT tersebut yaitu sebesar 52,25%
ditanggung Pemerintah, sebesar 42,75% ditanggung Bank Indonesia, dan sebesar 5,00%
ditanggung Perum Jamkrindo.
Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK Nomor 091/LHP/XV/12/2010 tanggal 31
Desember 2010 diketahui bahwa realisasi penyaluran KUT TP 1999/1998 adalah sebesar
Rp7.677.429.744.359,79, terdapat pelunasan (BI mendebet rekening giro bank
pelaksana di BI) sebesar Rp1.968.960.319.699,61, sehingga masih terdapat tunggakan
sebesar Rp5.708.469.424.660,18. Dari tunggakan tersebut terdapat nilai yang belum
disepakati berupa penyaluran tidak didukung dokumen lengkap sebesar
Rp1.539.052.034.110,09 dan tunggakan yang tidak didukung Rencana Definitif
Kebutuhan Kelompok (RDKK) sebesar Rp510.225.568.235,53. Dengan demikian,
estimasi tunggakan yang dapat diperhitungkan untuk risk sharing adalah sebesar
RpRp3.659.191.822.314,56. Risk sharing yang ditanggung Pemerintah adalah sebesar
52,25%, sehingga Pemerintah mengakui adanya Kewajiban Kontinjensi atas Risk Sharing
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 118-
Kredit Program KUT TP 1998/1999 sebesar Rp1.911.927.727.159,36
(52,25%xRp3.659.191.822.314,56).
Pemerintah dapat menyesuaikan nilai Kewajiban Kontinjensi atas Risk Sharing Kredit
Program. Dalam rangka penyelesaian kewajiban risk sharing program KUT, dan sesuai
dengan hasil rapat konsultasi Pemerintah dengan DPR pada tahun 2004, besaran
kewajiban risk sharing KUT tersebut perlu mendapat persetujuan DPR.
• Utang Jangka Panjang dalam Negeri lainnya pada K/L
Utang Jangka Panjang dalam Negeri lainnya pada K/L sebesar Rp adalah utang pada
Kementerian Luar Negeri sebesar Rp105.400.185.359, Kementerian Pendidikan Nasional
sebesar Rp70.531.073.604, Kementerian Kehutanan sebesar Rp118.153.090.986, dan
POLRI sebesar Rp105.354.000.
- Utang pada Kementerian Luar Negeri merupakan sisa cicilan sewa beli yang belum
dibayarkan.
- Utang pada Kementerian Pendidikan Nasional merupakan Utang Jangka Panjang pada
UI sebesar Rp64.239.125.494 dan ITB sebesar Rp6.291.948.110.
- Utang pada Kementerian Kehutanan merupakan utang yang timbul berdasarkan
putusan Mahkamah Agung RI No.1731K/Pdt/2006 tanggal 29 November 2007 yang
memutuskan Tergugat (Menteri Kehutanan) untuk membayar kerugian materiil
sebesar Rp118.153.090.986. Putusan tersebut berdasarkan gugatan dari PT Benua
Indah yang kepada Menteri Kehutanan yang menerbitkan keputusan penghentian
sementara Izin Usaha Industri Primer Hasil Hutan Kayu.
- Utang pada POLRI merupakan utang terkait perolehan kendaraan pada BLU di POLRI.


Utang Jangka Panjang
LN Perbankan Rp623,25
triliun

C.2.42. Utang Jangka Panjang Luar Negeri Perbankan
Jumlah Utang Jangka Panjang Luar Negeri Perbankan per 30 Juni 2012 dan 31 Desember
2011 sebesar Rp623.250.837.697.592 dan Rp571.982.048.619.444 merupakan posisi
utang luar negeri perbankan yang akan jatuh tempo lebih dari satu tahun setelah tanggal
neraca. Rincian Utang Jangka Panjang LN Perbankan adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Jenis Utang
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
Bilateral 328.320.413.930.289 306.805.893.874.544
Multilateral 218.726.103.170.818 197.266.978.813.746
Kredit Ekspor 70.430.913.753.866 63.382.838.534.316
Kredit Komersial 5.773.406.842.619 4.526.337.396.838
Jumlah 623.250.837.697.592 571.982.048.619.444

Utang Jangka Panjang
Luar Negeri Lainnya
Rp25,89 triliun








C.2.43. Utang Jangka Panjang Luar Negeri Lainnya
Utang Jangka Panjang Luar Negeri Lainnya per 30 Juni 2012dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp25.889.660.831.187 dan Rp25.889.179.304.040, dengan rincian (dalam Rp):

30Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
International Monetary Fund 25.871.090.740.489 25.871.090.740.489
International Development Association 5.173.139.668 5.173.139.668
Multilateral Investment Guarantee Agency 10.759.970.640 10.292.343.224
Common Fund for Commodities 2.636.980.390 2.623.080.659
Total Utang Jangka Panjang Lainnya 25.889.660.831.187 25.889.179.304.040
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 119-

















Posisi Utang Luar negeri,
SBN, dan PN










Posisi Utang Luar negeri
Menurut Valuta Asing

Utang Jangka Panjang Luar Negeri Lainnya adalah dalam bentuk Promissory Notes terkait
dengan Penyertaan Pemerintah Lembaga Keuangan Internasional yang jatuh tempo/dibayar
lebih dari 1 (satu) tahun sejak tanggal laporan, sedangkan yang akan jatuh tempo 1 (satu)
tahun setelah tanggal neraca disajikan sebagai Utang Jangka Pendek Lainnya.

Rekapitulasi Utang Luar Negeri, SBN, dan Promissory Notes
Kenaikan dan penurunan saldo Utang Luar Negeri, SBN, dan Promissory Notes dalam mata
uang Rupiah, serta kenaikan dan penurunan saldo Utang Luar Negeri (tidak termasuk utang
bunga) dalam valuta asing secara keseluruhan disajikan pada Tabel 7 dan Tabel 8.

Tabel 7
Posisi Utang Luar Negeri, SBN, dan Promissory Notes
(Dalam Rp Juta)
Jenis Utang 30 Juni 2012 31 Desember 2011
Kenaikan
(Penurunan)
Utang Luar Negeri (LN):
Utang LN – Bagian Lancar - 48.296.753,81 (48.296.753,81)
Utang LN – Jangka Panjang 623.250.837,70 571.982.048,62 51.268.789,08
Utang Bunga LN 2.257.746,44 2.648.216,00 (390.469,56)
Total Utang LN 625.508.584,14 622.927.018,43 2.581.565,71
Surat Berharga Negara (SBN):
Bagian Lancar SBN-Rupiah 60.158.800,14 58.344.607,42 1.814.192,72
SPN 28.842.891,92 30.509.891,90 (1.666.999,98)
SBSN Jangka Pendek-Rupiah 12.283.860,00 8.898.290,00 3.385.570,00
SBN Jangka Panjang-Rupiah 887.476.900,61 836.567.325,71 50.909.574,90
SBN Jangka Panjang-Valas 229.493.863,61 180.667.600,00 48.826.263,61
SBSN Jangka Panjang-Rupiah 82.362.949,84 52.853.296,35 29.509.653,49
SBSN Jangka Panjang-Valas 15.642.000,00 14.962.200,00 679.800,00
Utang Bunga SBN 20.208.124,41 19.275.822,33 932.302,08
Total SBN dan Bunga 1.336.469.390,53 1.202.079.033,71 134.390.356,82
Promissory Notes (PN):
PN Jangka Pendek 39.174,19 39.174,19 -
PN Jangka Panjang 25.889.660,83 25.889.179,30 481,53
Total PN 25.928.835,02 25.928.353,50 481,53


Tabel 8
Posisi Utang Luar Negeri Menurut Valuta Asing
Valuta 30 Juni 2012 31 Desember 2011 Kenaikan (Penurunan)
ACU 298.305.712 279.847.434 18.458.278
ADB 118.983.229 109.582.229 9.401.000
AUD 351.410.728 351.410.728 -
CAD 143.353.167 138.742.057 4.611.110
CHF 256.899.582 240.740.150 16.159.432
CNY 1.550.083.480 1.550.083.480 -
DKK 44.998.025 42.745.717 2.252.308
EUR 4.725.084.302 4.429.525.292 295.559.010
GBP 389.039.824 363.492.315 25.547.509
JPY 2.421.153.577.595 2.307.420.817.502 113.732.760.093
KRW 196.052.332.220 189.956.918.440 6.095.413.780
KWD 9.452.100 8.756.800 695.300
SAR 105.203.434 100.075.674 5.127.760
SDR 2.198.126.527 2.144.885.272 53.241.255
USD 23.263.254.610 21.811.471.753 1.451.782.857
WBD 311.081.987 206.130.040 104.951.947
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 120-

SAL Setelah
Penyesuaian Rp105,23
triliun

C.2.44. Saldo Anggaran Lebih (SAL) Setelah Penyesuaian
Saldo Anggaran Lebih (SAL) setelah penyesuaian Semester I Tahun Anggaran (TA) 2012 dan
TA 2011 adalah sebesar Rp105.225.547.136.640 dan Rp58.656.722.496.062. SAL
Semester I TA 2012 setelah penyesuaian tersebut berasal dari saldo awal SAL TA 2012
sebesar Rp105.089.371.724.754, ditambah selisih lebih kas tahun lalu Rp17.425.252.112,
dan ditambah penyesuaian lainnya sebesar Rp118.750.159.774. Pada Semester I TA 2012
terdapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) setelah penyesuaian sebesar
Rp65.383.786.174.316 dan selisih kurs sebesar Rp1.483.227.382.404, sehingga SAL per
30 Juni 2012 setelah selisih kurs adalah sebesar Rp172.092.560.693.360. Sementara itu,
SAL menurut fisik adalah sebesar Rp172.023.967.096.802, sehingga terdapat selisih lebih
fisik SAL dibandingkan catatannya sebesar Rp68.593.596.558. Rincian penghitungan SAL
sebagaimana disajikan pada Tabel 9.
Tabel 9
Saldo Anggaran Lebih Semester I TA 2012 dan TA 2011
Uraian Semester I TA 2012(Rp) TA 2011 (Rp)
Saldo Awal SAL 105.089.371.724.754 98.909.703.335.446
Penambahan dari Selisih Lebih Kas Tahun Lalu 17.425.252.112 39.873.345.073
Penggunaan SAL - (40.319.043.049.000)
Koreksi Saldo Awal Kas KPPN 16.491.871 (205.049.095))
Koreksi Saldo Awal Kas pada BLU (1.255.040.650) 26.554.437.138
Koreksi Saldo Awal Kas Hibah di K/L 119.988.708.553 (160.523.500)
Penyesuaian Rekening Khusus - -
SAL setelah Penyesuaian 105.225.547.136.640 58.656.722.496.062
SiLPA (SiKPA) Sebelum Penyesuaian 65.597.669.488.992 46.549.376.508.811
Penyesuaian SiLPA (SiKPA):
Penyesuaian Pengembalian Pendapatan Tahun Lalu (207.813.375.576) (102.364.746.513)
Penyesuaian Uang Persediaan (5.320.634.808) (551.052.742)
Penyesuaian Rekening Retur (552.249) (216.316.651)
Penyesuaian Pendapatan Anggaran lain-lain - (52.302)
Penyesuaian Kas Hibah Langsung (741.404.000) (372.860.700)
Penyesuaian Kas KPPN (7.348.043) 212.666.914
Penyesuaian Transfer - 4.176.986
Penyesuaian Kas pada BLU - (375.080.500)
PenyesuaianKas di BUN - (13.064.014.611)
Total Penyesuaian SiLPA (213.883.314.676) (116.727.280.119)
SiLPA (SiKPA) Setelah Penyesuaian (A) 65.383.786.174.316 46.432.649.228.692
Saldo Akhir SAL 170.609.333.310.956 105.089.371.724.754
Selisih Kurs
Selisih Kurs s.d. periode sebelumnya 235.078.083.137 (1.169.106.908.608)
Selisih Kurs Kas di BUN 1.142.647.609.952 1.374.844.061.456
Selisih Kurs Kas Hibah Sumatera - -
Selisih Kurs Kas Hibah ESSP - -
Selisih Kurs Rekening Khusus Pinjaman dan Hibah 105.501.689.315 29.340.930.289
Selisih Kurs 1.483.227.382.404 235.078.083.137
Saldo Akhir SAL dan Selisih Kurs 172.092.560.693.360 105.324.449.807.891
Fisik Kas SAL:
Rekening SAL di BI 48.505.945.197.525 48.505.945.197.525
Rekening BUN di BI 95.631.941.884.362 31.557.956.553.828
Rekening KPPN 6.684.835.490.699 11.870.556.947.661
Rekening Khusus 3.506.832.135.568 2.390.016.547.054
Kas di Bendahara Pengeluaran 4.237.705.047.349 292.791.782.959
Kas pada BLU yang telah Disahkan
1)

15.583.837.419.948 13.089.016.578.965
Kas Hibah Langsung K/L yang telah Disahkan 2
)

547.669.986.941 429.120.562.354
Total Fisik Kas 174.698.767.162.392 108.135.404.170.346
Penyesuaian Fisik Kas
Uang Persediaan di Kementerian LN sebagai Aset Lainnya 80.401.318.599 99.879.811.915
Utang PFK (1.827.764.526.266) (1.755.574.696.265)
Utang Kepada Pihak Ketiga (SP2D Retur) (927.436.857.923) (1.137.834.225.993)
Total Penyesuaian Fisik Kas (2.674.800.065.590) (2.793.529.110.343)
Fisik Kas setelah Penyesuaian (B) 172.023.967.096.802 105.341.875.060.003
Selisih Kas (Lebih) Kurang (A-B) 68.593.596.558 (17.425.252.112)
Catatan:
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 121-
1). Kas BLU sebesar Rp15.583.837.419.948 merupakan Kas pada BLU yang telah disahkan KPPN melalui SP2D
Pengesahan dan koreksi saldo awal.
2). Kas Hibah Langsung K/L yang telah disahkan berdasarkan laporan KPPN yang melakukan pengesahan
pendapatan hibah langsung K/L dan belanja yang dilakukan atas pendapatan hibah tersebut.


SiLPA setelah
Penyesuaian Rp65,38
triliun

C.2.45. SiLPA (SiKPA) Setelah Penyesuaian
Jumlah Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011
sebesar Rp65.383.786.174.316 dan Rp46.432.649.228.692 merupakan selisih antara
realisasi seluruh penerimaan dan pengeluaran anggaran selama TA 2011 setelah dilakukan
penyesuaian-penyesuaian, dengan rincian sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012
(Unaudited)
TA 2011 (Audited)
Pendapatan Negara dan Hibah 593.732.066.572.805 1.210.599.653.359.415
Belanja Negara 628.615.942.162.782 1.294.999.146.475.020
Surplus (Defisit) (34.883.875.589.977) (84.399.493.115.610)
Pembiayaan Neto 100.481.545.078.969 130.948.869.624.420
SiLPA (SiKPA) Sebelum Penyesuaian 65.597.669.488.992 46.549.376.508.811
Penyesuaian SiLPA:
Penyesuaian Pengembalian Pendapatan Tahun Lalu (207.813.375.576) (102.364.746.513)
Penyesuaian Uang Persediaan (5.320.634.808) (551.052.742)
Penyesuaian Rekening Retur (552.249) (216.316.651)
Pendapatan Anggaran Lain-lain - (52.302
Penyesuaian Hibah Langsung (741.404.000) (372.860.700)
Penyesuaian Kas KPPN (7.348.043) 212.666.914
Penyesuaian Transfer - 4.176.986
Penyesuaian Kas pada BLU - (375.080.500)
Penyesuaian Kas di BUN - (13.064.014.611)
Total Penyesuaian SiLPA (213.883.314.676) (116.727.280.119)
SiLPA (SiKPA) Setelah Penyesuaian 65.383.786.174.316 46.432.649.228.692

Dana Lancar Lainnya
Rp468,54 miliar

C.2.46. Dana Lancar Lainnya
Jumlah Dana Lancar Lainnya per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp468.540.043.850 dan Rp451.833.601.148, yang terdiri dari (dalam Rp):
Uraian
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember 2011
(Audited)
Rekening Pemerintah Lainnya (Rek. Penerimaan
Pertambangan dan perikanan, dan RPL pada BA 999.04) 264.849.576.073 180.453.779.979
Investasi Jangka Pendek pada Kem. Pendidikan Nasional 135.839.486.878 135.839.486.878
Kas lainnya setara kas pada Kem. Koperasi dan UKM - 2.650.797.179
Kas BLU yang Belum Disahkan sebagai SiLPA 163.489.795.255 100.924.694.157
Kas Hibah Langsung yang belum disahkan *) (28.994.673.789) 12.626.616.173
Kas Lainnya dan Setara Kas pada BA 999.03 1.949.455.991 1.912.974.670
Selisih Kas Lebih (Kurang) Tahun ini (68.593.596.558) 17.425.252.112
Jumlah 468.540.043.850 451.833.601.148
Catatan:
*) Kas Hibah Langsung yang belum disahkan merupakan selisih antara Kas Hibah Langsung pada neraca
dengan kas hibah langsung yang disahkan KPPN.
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 122-

Cadangan Piutang
Rp172,55 triliun
C.2.47. Cadangan Piutang
Jumlah Cadangan Piutang per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp172.551.705.242.474 dan Rp84.574.619.543.073 merupakan akun lawan dari Piutang
(setelah penyisihan) dikurangi dengan Uang Muka Belanja selain Persekot Gaji, dan ditambah
Uang Muka dari Rekening BUN, dan selisih kurs atas Bagian Lancar Penerusan Pinjaman
dalam valas.

Cadangan Persediaan
Rp61,84 triliun
C.2.48. Cadangan Persediaan
Jumlah Cadangan Persediaan per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp61.835.487.327.142 dan Rp59.214.846.453.160 merupakan pasangan perkiraan
persediaan yang dilaporkan K/L dan instansi terkait lainnya, termasuk persediaan pada BLU.

Pendapatan yang
Ditangguhkan Rp25,48
triliun

C.2.49. Pendapatan yang Ditangguhkan
Jumlah Pendapatan yang Ditangguhkan per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp25.477.003.915.945 dan Rp3.810.469.839.673 merupakan Pendapatan Negara Bukan
Pajak (PNBP) K/L yang belum disetorkan ke Kas Negara, serta pendapatan dan piutang terkait
penerimaan migas dan panas bumi yang belum dapat diakui sebagai PNBP karena earning
process-nya belum selesai. Jumlah Pendapatan yang Ditangguhkan merupakan akun lawan
(pasangan) atas (dalam Rp):
Akun Lawan
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember
2011(Audited)
Kas di Bendahara Penerimaan 405.580.465.657 252.900.321.124
Kas Lainnya dan Setara Kas
1)
8.908.520.733.437 2.367.515.283.864
Rek. Migas No. 600.000411.980 - 915.575.358.774
Rek. Penerimaan Panas Bumi 450.184.212.648 197.960.188.008
Aset Lainnya
2)
171.378.790.776 75.156.978.014
Rek. Hasil Minyak Perjanjian KPS - PNBP 15.541.339.713.427 -
Setoran dividen PT Sarinah
3)
- 1.361.709.889
Jumlah 25.477.003.915.945 3.810.469.839.673

Catatan:
1). Kas Lainnya dan Setara Kas merupakan dana yang berasal dari penerimaan hibah yang belum disahkan,
pengembalian belanja, pungutan pajak dan bunga jasa giro yang belum disetor yang berada pada
Bendahara Pengeluaran. (lihat Catatan C.2.6)
2). Merupakan aset lain-lain BLU PIP Kementerian Keuangan berupa bunga deposito 12 bulanan Dana
Pengembangan Pendidikan Nasional Rp1 triliun sebesar Rp70.000.000.000 dan bunga diterima dimuka
dari deposito 1 bulanan Rp70 miliar sebesar Rp5.156.978.014.
3). Setoran dividen PT Sarinah oleh Bank Mandiri disetorkan ke Rekening Pemerintah Lainnya dengan nomor
rekening 502.000.002, di mana seharusnya disetorkan ke Rekening Kas Umum Negara 502.000.000.980.
Berdasarkan hal tersebut, setoran dividen Sarinah tersebut tertampung terlebih dahulu pada Rekening
Pemerintah Lainnya, dan akan dilaporkan sebagai pendapatan dan dapat digunakan sebagai kas
pemerintah setelah dana tersebut dipindahkan ke Rekening Kas Umum Negara.
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 123-


Dana yang Harus
Disediakan untuk
Pembayaran Utang
Jangka Pendek minus
Rp156,91 triliun

C.2.50. Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek
Jumlah Dana yang harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek per 30 Juni
2012 dan 31 Desember 2011 sebesar minus Rp156.906.605.176.862 dan minus
Rp204.483.884.343.763. Perkiraan tersebut merupakan bagian dari ekuitas dana yang
disediakan untuk pembayaran utang jangka pendek. Jumlah ini merupakan total nilai Utang
Jangka Pendek dikurangi Utang PFK.
Rincian penghitungan Dana yang harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek
adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember
2011(Audited)
Total Utang Jangka Pendek 195.201.151.663.547 246.444.880.163.115
Dikurangi:
Utang PFK 1.827.764.526.266 (1.755.574.696.265)
Utang karena Kesalahan Pemindahbukuan Rekening BUN
dan Rekening Retur 927.436.857.923 (1.137.834.225.993)
Utang kepada Pihak Ketiga yang merupakan akun lawan
Kas Lainnya dan Setara Kas 2.828.958.751.277 (3.943.053.699.201)
Utang kepada Pihak Ketiga yang merupakan akun lawan
RPL (Rek. Migas) 24.555.072.220.170 (5.321.563.393.453)
Utang Subsidi yang merupakan akun lawan Rekening
Cadangan Subsidi - (7.523.846.941.346)
Utang kepada Pihak Ketiga yang merupakan akun lawan
Rekening Cadangan Dana Bagi Hasil - (9.505.740.673.161)
Pendapatan Diterima di Muka yang merupakan akun
Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan 4.910.901.258.813 (6.321.674.677.095)
Selisih Kurs Bagian Lancar Utang Jangka Panjang - (3.207.294.640.602)
Utang Kepada Pihak Ketiga yang merupakan akun lawan
Dana yang Dibatasi Penggunaannya pada BPIH 1.166.815.572.907 (1.166.815.572.907)
Utang Kepada Pihak Ketiga yang merupakan akun lawan
Dana yang Dibatasi Penggunaannya pada DAU 2.077.597.299.329 (2.077.597.299.329)
Jumlah 156.906.605.176.862 204.483.884.343.763

Barang/Jasa yang Masih
Harus Diserahkan minus
Rp4,91 triliun

C.2.51. Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan
Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
minus Rp4.910.901.258.813 dan minus Rp6.321.674.677.095. Barang/Jasa yang Masih
Harus Diserahkan per 30 Juni 2012 merupakan akun lawan dari total Pendapatan Diterima di
Muka yang sebesar Rp4.910.901.258.813.

Barang/Jasa yang Masih
Harus Diterima Rp1,31
miliar

C.2.52. Barang/Jasa yang Harus Diterima
Barang/Jasa yang Harus Diterima per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011sebesar
Rp1.313.318.043.634 dan Rp1.276.453.004.389. Barang/Jasa yang Harus Diterima per 30
Juni 2012 merupakan akun lawan dari Uang Muka Belanja sebesar Rp1.315.728.823.058
dikurangi Persekot Gaji pada Kementerian Keuangan sebesar Rp2.406.203.524 dan pada
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika sebesar Rp4.575.900.
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 124-


Selisih Kurs Bagian
Lancar minus Rp1,76
triliun

C.2.53. Selisih Kurs Bagian Lancar
Selisih Kurs Bagian Lancar per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp1.755.732.263.854 dan minus Rp2.798.692.210.245 merupakan selisih yang timbul
karena penjabaran mata uang asing ke rupiah pada kurs yang berbeda antara kurs saat
transaksi dengan kurs pada tanggal pelaporan (kurs tengah BI). Selisih kurs terdiri dari (dalam
Rp):
Uraian Jumlah (Rp)
Selisih kurs atas Bagian Lancar Utang Jangka Panjang yang terkait
dengan utang luar negeri dan dalam negeri -
Selisih kurs atas Rekening BUN di BI dalam valas *) 1.483.227.382.404
Selisih kurs pada aset Bagian Lancar Penerusan Pinjaman 272.504.881.450
Jumlah 1.755.732.263.854

Catatan:
*) Selisih kurs ini termasuk Selisih Kurs sampai dengan periode sebelumnya (31 Desember 2011) sebesar
Rp235.078.083.137 dan selisih kurs tahun berjalan untuk Rekening KUN sebesar Rp 1.142.647.609.952
dan selisih kurs tahun berjalan untuk Rekening Khusus Pinjaman dan Hibah sebesar Rp 105.501.689.315.


Diinvestasikan dalam
Investasi Jangka
Panjang Rp800,45 triliun

C.2.54. Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang
Jumlah Perkiraan Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang per 30 Juni 2012 dan 31
Desember 2011 sebesar Rp800.445.265.431.513 dan Rp750.030.794.479.804 merupakan
dana Pemerintah Pusat yang diinvestasikan dalam bentuk investasi permanen dan investasi
non permanen yang merupakan lawan dari perkiraan Investasi Jangka Panjang.


Diinvestasikan dalam
Aset Tetap Rp1.606,62
triliun

C.2.5. Diinvestasikan dalam Aset Tetap
Jumlah Diinvestasikan dalam Aset Tetap per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp1.606.616.501.142.563 dan Rp1.567.974.174.587.750 merupakan jumlah ekuitas dana
yang diinvestasikan oleh Pemerintah Pusat dalam bentuk Aset Tetap.


Diinvestasikan dalam
Aset Lainnya Rp380,63
triliun

C.2.56. Diinvestasikan dalam Aset Lainnya
Jumlah Diinvestasikan dalam Aset Lainnya per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar
Rp380.633.085.285.315 dan Rp417.130.365.123.476 merupakan jumlah ekuitas dana yang
diinvestasikan oleh Pemerintah Pusat dalam bentuk Aset Lainnya. Jumlah tersebut merupakan
akun lawan dari Aset Lainnya dikurangi dengan bagian Aset Lainnya yang merupakan kontra
akun dari utang, seperti rekening cadangan, dan selisih kurs atas Penerusan Pinjaman dalam
valas.

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 125-

Dana yang Harus
Disediakan untuk
Pembayaran Utang
Jangka Panjang minus
Rp1.830,91 triliun

C.2.57. Dana Yang Harus Disediakan Untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang
Dana Yang Harus Disediakan Untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang per 30 Juni 2012 dan
31 Desember 2011 sebesar minus Rp1.830.910.629.509.099 dan minus
Rp1.679.033.615.946.059 merupakan bagian dari ekuitas dana yang disediakan untuk
pembayaran utang jangka panjang. Jumlah ini merupakan akumulasi utang jangka panjang
yang terdiri dari Utang Jangka Panjang Dalam Negeri dan Utang Jangka Panjang Luar Negeri
dikurangi selisih kurs utang jangka panjang, dengan rincian sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian
30 Juni 2012
(Unaudited)
31 Desember
2011(Audited)
Utang Jangka Panjang Dalam Negeri 1.233.057.813.516.210 1.103.057.191.066.402
Utang Jangka Panjang Luar Negeri 649.140.498.528.778 597.871.227.923.484
Selisih Kurs Utang Jangka Panjang (51.287.682.535.889) (21.894.803.043.827)
Jumlah 1.830.910.629.509.099 1.679.033.615.946.059

Selisih Kurs Bagian
Jangka Panjang minus
Rp47,02 triliun

C.2.58. Selisih Kurs Bagian Jangka Panjang
Selisih Kurs Bagian Jangka Panjang per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sebesar minus
Rp47.017.704.404.601 dan minus Rp20.841.184.232.370 merupakan selisih yang timbul
karena penjabaran mata uang asing ke rupiah pada kurs yang berbeda antara kurs saat
transaksi dengan kurs pada tanggal pelaporan (kurs tengah BI). Selisih Kurs Bagian Jangka
Panjang terdiri dari(dalam Rp):
Uraian Jumlah (Rp)
Selisih kurs atas Utang Jangka Panjang dalam valas *) (51.287.682.535.889)
Selisih kurs pada aset atas Aset lainnya RDI dan Aset Lainnya dalam
Penerusan Pinjaman 4.269.978.131.288
Jumlah (47.017.704.404.601)

*) Selisih kurs atas Utang Jangka Panjang dalam valas terdiri dari selisih kurs Utang Jangka Panjang
Luar Negeri sebesar minus Rp52.998.857.737.462 dan selisih kurs Utang Jangka Panjang Dalam
Negeri Valas sebesar Rp1.711.175.201.573.






\










Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 126-
C.3. CATATAN PENTING LAINNYA
1. Rekening Migas
Saldo Rekening Hasil Minyak Perjanjian KPS per 30 Juni 2012 adalah sebesar
Rp40.096.411.940.515. Dana tersebut merupakan Kas BUN dalam bentuk valuta asing pada
Rekening No. 600.000.411980, sebagai rekening antara untuk menampung seluruh penerimaan
dalam valuta asing dari hasil kegiatan usaha hulu migas dalam rangka Production Sharing
Contract/Kontrak Kerja Sama dan membayar kewajiban kontraktual migas kepada Pemerintah.
Berikut adalah mutasi Rekening Migas selama Semester I Tahun 2012.

Tabel 10
Laporan Rekening Nomor 600.000.411980 Semester I Tahun 2012 dan 2011

URAIAN
30 Juni 2012 (Unaudited) 31-12-2011 ((Audited)
USD Rp Juta USD Rp Juta
I. Saldo Awal 687.818.565,53 6.237.138,75 812.867.134,11 7.308.488,40
II. Penerimaan:
1. Penerimaan PPh Migas dan Penerimaan Bag
Pemerintah
10.284.676.769,89 94.762.255,18 19.181.932.011,17 168.160.986,59
2. Pengembalian Dana Talangan - - - -
3. Koreksi Pembukuan
4. Penerimaan lain-lain 7.040,99 64,83 273.105.490,19 2.363.895,36
5. Selisih Kurs Pembukuan Kredit (d) - 5.555.721,90 - 8.556.944.39
Total Penerimaan 10.284.683.810,88 100.318.041,91 19.455.037.501,36 179.081.826,34
III. Pengeluaran:
1. Pengeluaran berkaitan dengan APBN/ APBD:
a. Bagi Hasil PBB Migas ke Pemda via BO III 20.469.560,81 186.989,44 2.311.753.634,64 20.276.871,77
b. Pajak Penerangan Jalan non PLN & ABT
ke Pemda
3.446.448,01 31.755,66 9.359.470,35 82.349,55
c. Pemindahbukuan ke Rek. Valas KUN
No.600.502411980

• PPh Migas 3.766.792.272,12 34.784.751,33 8.344.256.944,84 73.095.496,75
• Pendapatan Migas 2.249.214.415,64 20.944.653,49 6.095.306.293.73 53.448.818,23
• Pendapatan Migas lainnya (423139) 105.757,70 972,55 5.271.780,82 46.102,47
• PPh Pasal 25 (411126)
Sub Total Pengeluaran berkaitan dengan
APBN/APBD
6.040.028.454,28

55.949.122,47 16.765.948.124,38 146.949.638,77
2. Pengeluaran non APBN/APBD:
a. Reimbursement PPN ke Kontraktor 239.498.945,92 2.181.751,30 865.595.050,75 7.593.672,55
b. Pembayaran DMO Fee KKKS(e) 316.584.402,32 2.929.958,79 1.356.737.746,19 11.985.167,64
c. Pembayaran Fee Penjualan Migas Tahun
2007 & 2008 kepada PT Pertamina
(Persero)

d. Pembayaran Fee / Anggaran BPMIGAS 138.907.356,03 1.309.188,32 156.721.823,43 1.365.624,92
e. Pembayaran Underlifting KKKS 7.703.899,97 73.702,13 161.345.921,45 1.455.529,62
f. Pengembalian Sisa Dana White & Case
kepada PT Pertamina (Persero)

Sub Total Pengeluaran non APBN/APBD 702.694.604,24 6.494.600,54 2.540.400.541,82 22.399.994,73
3. Koreksi Pembukuan Debit (f) 269.772.216,00 2.324.516,07
4. Koreksi Kurs Pembukuan Debit 4.013.228,73 - 8.443.925,17
5. Pengeluaran lainnya (g) 200.000,00 1.817,00

631.784,04 5.689,22
6. Administrasi Bank (h) 129,50 2,25
7. Retur/Pengembalian karena salah rekening 3.333.274,19 29.409,77
Total Pengeluaran 6.742.923.058,52 66.458.768,74 19.580.086.069,93 180.153.175,98
IV. Kenaikan/Penurunan (II - III) 3.541.760.752,36 33.859.273,17 (125.048.568,57) (1.071.349,65)
V. Saldo Akhir (I + IV) i) 4.229.579.317,89 40.096.411,92 687.818.565,54 6.237.138,75
Penjelasan:
a) Rekening Migas No.600.000411980
Merupakan rekening yang digunakan sebagai perantara untuk menampung seluruh penerimaan
Negara dalam valuta asing yang berasal dari hasil kegiatan usaha hulu migas dalam rangka
Production Sharing Contract / Kontrak Kerja Sama dan untuk membayar kewajiban kontraktual
migas Pemerintah serta membayar kewajiban-kewajiban Pemerintah lainnya terkait dengan
kegiatan usaha hulu migas.
b) Penerimaan SDA Migas
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 127-
Merupakan penerimaan Negara dari hasil penjualan lifting minyak bumi dan gas alam bagian
Negara, penyelesaian/ penyetoran dari KKKS atau pihak ketiga terkait penjualan lifting bagian
Negara.
c) Bonus
Merupakan setoran KKKS diluar skema bagi hasil yang menjadi kewajiban KKKS setelah
mencapai akumulasi dan tingkat produksi tertentu.
d) Transfer Material
Merupakan setoran KKKS diluar skema bagi hasil dalam rangka pemanfaatan aset KKKS
berdasarkan persetujuan BPMIGAS dan dapat diperhitungkan sebagai cost recovery.
e) Koreksi Pembukuan Kredit/ Debit oleh Bank Indonesia
Merupakan koreksi-koreksi kredit yang diakibatkan adanya koreksi pembukuan ganda, atau
pembukuan doble yang dilakukan oleh Bank Indonesia.
f) Retur/Pengembalian Kredit/ Debit karena Salah Rekening
Retur/Pengembalian karena Salah Rekening sebesar USD7,040.99 atau setara dengan
Rp64.833.435,92 merupakan koreksi-koreksi kredit yang diakibatkan adanya retur pengeluaran
(retur pembayaran kewajiban-kewajiban sektor migas) yang disebabkan karena adanya
pergantian rekening atau kesalahan rekening tujuan pihak ketiga. Retur sebesar USD7,040.99
tersebut adalah pembayaran DMO Fee yang diterima kembali di rekening migas
No.600.000411980 karena terdapat kesalahan rekening KKKS terkait.
g) Biaya Adminstrasi Bank (Bank Charges)
Merupakan potongan yang dilakukan oleh Bank koresponden KKKS karena adanya retur atau
pengembalian akibat salah rekening ketika pemerintah melakukan pembayaran atas kewajiban
kontraktual. Potongan tersebut dapat diketahui dengan berkurangnya jumlah nominal antara
pembayaran aktual dengan jumlah nominal yang diretur.
h) PPh Migas
Merupakan penerimaan atas pembayaran kewajiban PPh migas kontraktor yang disetor ke
rekening migas No.600.000411980 sesuai dengan kontrak kerja sama dan berdasarkan
ketentuan perpajakan.
i) Selisih Kurs Pembukuan Kredit/ Debit
Merupakan selisih kurs pada pembukuan Bank Indonesia akibat dari perubahan kurs transaksi
harian dengan kurs neraca yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Selisih kurs ini terjadi karena
transaksi di rekening migas No.600.000411980 dalam satuan mata uang US Dollar sedangkan
pembukuan harian Bank Indonesia dalam rupiah. Koreksi selisih kurs ini tidak berpengaruh pada
saldo penerimaan migas.
j) Pemindahbukuan ke Rekening KUN
Terdiri atas pemindahbukuan sebagai berikut:
- Pemindahbukuan PNBP SDA Migas, merupakan proses pemindahbukuan penerimaan SDA
migas dari rekening migas No.600.000411980 ke rekening Kas umum Negara
No.600.502411980 yang dilakukan setiap akhir bulan setelah diperhitungkan/
dicadangkan dengan kewajiban-kewajiban kontraktual pemerintah dalam rangka
pelaksanaan kontrak kerja sama migas. Proses pemindahbukuan ini merupakan tahapan
akhir agar penerimaan SDA migas untuk dapat diakui sebagai realisasi pendapatan Negara.
- Pemindahbukuan PPh Migas, merupakan proses pemindahbukuan atas PPh migas
kontraktor yang diterima di rekening migas No.600.000411980 setelah dokumen
pelaporan kontraktor diterima.
- Pemindahbukuan PNBP Lainnya, merupakan pemindahbukuan atas penerimaan bonus dan
transfer material yang disetor KKKS ke rekening migas No.600.000411980.
k) Pembayaran kepada pihak ketiga
Merupakan penyelesaian kewajiban-kewajiban pemerintah kepada kontraktor dalam rangka
pelaksanaan kontrak kerja sama migas baik yang diatur berdasarkan ketentuan perundang-
undangan maupun yang telah diatur dalam Production Sharing Contract (PSC). Kewajiban
pemerintah tersebut meliputi pembayaran PBB migas, reimbursment PPN, Pajak Penerangan
Jalan Non PLN dan Pajak Air Bawah tanah (PDRD), DMO Fee KKKS, underlifting KKKS, fee
penjualan, dan anggaran BPMIGAS.
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 128-
l) Pengeluaran Lainnya
Pengeluaran Lainnya sebesar USD200.000,00 atau setara dengan Rp1.817.000.000,00 adalah
pemindahbukuan dari rekening migas No.600.000411980 ke rekening Kas dan Giro
No.600.500411980 yang berasal dari penerimaan PPh Uplift KKKS Golden Spike. PPh Uplift
merupakan setoran KKKS di luar skema bagi hasil dan bukan pelaksanaan dari kewajiban
kontraktual KKKS.
m) Saldo Akhir
Saldo akhir sebesar USD4,229,579,317.86 atau setara dengan Rp40,096,411,933,597.20
adalah saldo sesuai dengan angka pada rekening koran Bank Indonesia tanggal 29 Juni 2012.
Dalam saldo tersebut termasuk di dalamnya cadangan untuk pembayaran kewajiban-kewajiban
kontraktual dan kewajiban-kewajiban lainnya terkait dengan kegiatan usaha hulu migas yang
belum diselesaikan sampai akhir Juni 2012 dan pendapatan yang ditunda karena belum dapat
dipindahbukuan pada akhir bulan Juni 2012 terkait kelengkapan dokumen.

2. Rekening Panas Bumi (Rek. 508.000.084980)
Pada Catatan C.2.3 (Rekening Pemerintah Lainnya) disajikan bahwa saldo Rekening Panas Bumi
per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp450.184.212.648 dan
Rp197.960.188.008. Rekening Panas Bumi (No. 508.000084980) adalah Rekening
Penerimaan Panas Bumi Kementerian Keuangan di Bank Indonesia yang digunakan untuk
menampung penerimaan negara yang berasal dari kegiatan panas bumi di Indonesia serta
menyelesaikan kewajiban pemerintah di bidang perpajakan (pembayaran kembali PPN,
Pembayaran PBB) terkait dengan kegiatan usaha panas bumi. Berikut adalah mutasi Rekening
Panas Bumi:
URAIAN 30 Juni 2012 31 Desember 2011
I. Saldo Awal
1)
197.960.188.008 208.604.971.388
II. Penerimaan:
1. Setoran Bagian Pemerintah dari Kegiatan Usaha Panas
Bumi
629.646.756.643 898.462.528.861
2. Koreksi Pembukuan Kredit -
Total Penerimaan 629.646.756.643 898.462.528.861
III. Pengeluaran:
1. Pembayaran PBB Panas Bumi 200.894.853.819
2. Pembayaran Kembali PPN kepada Pengusaha Panas
Bumi
2)

22.232.870.219 145.510.184.676
3. Pemindahbukuan PNBP Pertambangan Panas Bumi ke
Rek. KUN
3)

355.189.861.784 562.702.273.747
4. Pinjaman untuk Dana Talangan -
5. Koreksi Pembukuan debit -
Total Pengeluaran 377.422.732.003 909.107.312.242
IV. Kenaikan/Penurunan (II - III) 252.224.024.640 (10.644.783.380)
V. Saldo Akhir (I + IV)
4)
450.184.212.648 197.960.188.008
Penjelasan:
• Pembayaran kembali PPN kepada Pengusaha panas bumi sebesar Rp22.232.870.219
adalah pembayaran kembali PPN yang pengajuannya pada Tahun 2011.
• Pemindahbukuan PNBP Pertambangan Panas Bumi ke RKUN sebesar
Rp355.189.861.784 terdiri dari :
1. PNBP Pertambangan Panas Bumi Triwulan I tahun 2012 Rp.174.102.786.339.
2. PNBP Pertambangan Panas BumiTriwulan II tahun 2012 Rp181.087.075.445.
• Saldo awal sebesar Rp197.960.188.008 merupakan cadangan untuk pembayaran
kewajiban terkait dengan kegiatan usaha panas bumi yang terdiri dari:
a. Cadangan pembayaran kembali (reimbursement) PPN panas bumi sebesar
Rp189.874.992.053 kepada :
1. PT Pertamina (Persero) Rp33.805.227.002
2. Chevron Geothermal Salak,Ltd Rp72.147.883.218
3. Chevron Geothermal Indonesia,Ltd Rp83.921.881.833
b. Cadangan Pembayaran PBB Pertambangan panas bumi Tahun 2011 sebesar
Rp8.085.195.955 untuk Wilayah Kerja Panas Bumi PT Geodipa Energy yang belum
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 129-
dapat dibayarkan karena masih diperlukan klarifikasi landasan hukum atas
pembayaran PBB untuk badan usaha tersebut dengan rincian :
1. PBB Pertambangan panas bumi Tahun 2010 sebesar Rp3.772.271.558
2. PBB Pertambangan panas bumi Tahun 2011 sebesar Rp4.312.924.397

Adapun rincian saldo rekening Panas Bumi per 30 Juni 2012 adalah sebesar
Rp450.184.212.648 yang merupakan cadangan untuk pembayaran kewajiban yang terkait
dengan kegiatan usaha panas bumi yang terdiri dari:
a. Cadangan pembayaran kembali (reimbursement) PPN panas bumi Semester I Tahun
2012 sebesar Rp329.050.186.245 kepada:
1. PT Pertamina (Persero) Rp 47.372.776.055.
2. Chevron Geothermal Salak, Ltd Rp138.913.301.740.
3. Chevron Geothermal Indonesia, Ltd Rp135.994.228.746.
4. Star Energy Geothermal (Wayang Hindu),Ltd Rp 6.769.879.704.
b. Cadangan Pembayaran PBB pertambangan panas bumi Semester I Tahun 2012 sebesar
Rp121.134.026.403 yang terdiri dari :
1. Cadangan pembayaran PBB pertambangan panas bumi Semester I Tahun 2012
sebesar Rp113.048.830.448
2. Cadangan pembayaran PBB pertambangan panas bumi sebesar Rp8.085.195.955
untuk Wilayah Kerja Panas Bumi PT Geodipa Energy yang belum dapat dibayarkan
karena masih diperlukan klarifikasi landasan hukum atas pembayaran PBB untuk
badan usaha tersebut dengan rincian :
i. PBB pertambangan panas bumi Tahun 2010 sebesar Rp3.772.271.558,00
dan;
ii. PBB pertambangan panas bumi Tahun 2011 sebesar Rp4.312.924.397,00

3. Penertiban Barang Milik Negara
Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK atas LKPP terdapat beberapa temuan yang terkait
dengan Barang Milik Negara (BMN), antara lain: (i) BMN yang disajikan pada Neraca belum
dapat diyakini kewajarannya, (ii) Aset Tetap Kementerian Negara/Lembaga belum disajikan
sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan, (iii) prosedur pencatatan dan pelaporan barang
milik negara tidak dilakukan sesuai dengan sistem akuntansi yang telah ditetapkan, dan (iv)
sistem pengendalian intern pengelolaan atas BMN masih lemah.
Sebagai tindak lanjut terhadap temuan pemeriksaan BPK atas LKPP tersebut, Pemerintah telah
dan sedang melakukan penertiban BMN. Sebagai langkah awal, telah diterbitkan Keputusan
Presiden No. 17 Tahun 2007 jo. Keppres 13 Tahun 2009 tentang Tim Penertiban Barang Milik
Negara. Penertiban BMN dilaksanakan melalui inventarisasi, penilaian, dan sertifikasi seluruh
BMN pada K/L, sehingga diharapkan terwujud penertiban dan pengamanan BMN secara tertib,
efektif, efisien dan akuntabel baik secara administratif, fisik maupun hukum.
Lingkup obyek penertiban terdiri dari seluruh aset tetap/BMN yang perolehannya berasal dari
APBN dan perolehan yang sah serta kekayaan negara lain-lain yang diungkapkan dalam temuan
BPK. Pelaksanaan penertiban BMN dilakukan mulai Oktober 2007 s.d. 31 Maret 2011 terhadap
74 K/L, Lembaga Pelayanan Publik, dan aset kekayaan negara lain-lain seperti Aset KKKS,
BMKT, Aset Asing/Cina, Aset eks Kepabeanan, Aset eks BPPN, Aset eks BDL, dan Aset eks
Kelolaan PPA. Hasil inventarisasi dan penilaian BMN akan dijadikan sebagai dasar koreksi atas
nilai BMN yang telah disajikan pada Neraca Awal Pemerintah per 31 Desember 2004.
Hasil inventarisasi dan penilaian sampai dengan 30 Juni 2012 telah dibukukan pada LKKL
sebesar Rp446.590.220.204.806. Rincian Hasil Inventarisasi dan Penilaian BMN disajikan
pada Daftar 27.



Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 130-
4. Laporan Barang Milik Negara
Berdasarkan hasil rekonsiliasi aset tetap per 30 Juni 2012, antara data Neraca LKKL dan data
Laporan BMN, terdapat selisih sebesar Rp14.830.777.324.722, dengan rincian(dalam Rp):
Jenis Aset Tetap Data Neraca LKKL *) Data LBMN *) SELISIH
(1) (2) (3) (4) = (2) – (3)
Tanah 822.648.071.135.229 828.860.648.532.178 (6.212.577.396.949)
Peralatan dan Mesin 192.290.820.655.273 192.804.725.246.799 (513.904.591.526)
Gedung dan Bangunan 151.254.382.596.154 151.538.940.151.042 (284.557.554.888)
Jalan, Irigasi dan Jaringan 341.812.132.409.179 349.598.983.532.010 (7.786.851.122.831)
Aset Tetap Lainnya 11.989.030.032.931 12.125.251.405.108 (136.221.372.177)
Konstruksi Dalam Pengerjaan 80.935.009.496.805 80.831.674.783.156 103.334.713.649
Jumlah 1.600.929.446.325.570 1.615.760.223.650.290 (14.830.777.324.722)
*) tidak termasuk aset tetap yang ada di BRR NAD-Nias dan BA BUN .
Penjelasan selisih:
1. Selisih pada Tanah, antara lain:
- Tanah padaBadan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas & Pelabuhan Bebas
Batam sebesar Rp 6.075.593.668.678 telah dicatat pada LBMN namun belum dikirim
ke Neraca LKKL.
- Tanah pada LBMN Bappenas sebesar Rp83.647.500.000 direklasifikasi sebagai Aset
Lainnya pada Neraca karena merupakan aset kemitraan.
2. Selisih pada Peralatan dan Mesin, antara lain:
- Peralatan dan Mesin pada LBMN Kementerian Kesehatan sebesar Rp116.417.578.248.
- Peralatan dan Mesin pada LBMN Kementerian Nakertrans sebesar
Rp148.264.275.167direklasifikasi sebagai Aset Lain-lain pada Neraca karena
merupakan aset dari DK/TP yang akan diserahkan ke pemda.
3. Gedung dan Bangunan, antara lain:
- Gedung dan Bangunan pada LBMN Kementerian Nakertrans sebesar
Rp922.108.225.329 direklasifikasi sebagai Aset Lain-lain pada Neraca karena
merupakan aset dari DK/TP yang akan diserahkan ke pemda.
- Gedung dan Bangunan pada Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas &
Pelabuhan Bebas Batam sebesar Rp798.771.541.147 telah dicatat pada LBMN namun
belum dikirim ke Neraca LKKL.
4. Jalan, Irigasi, dan Jaringan, antara lain:
- Jalan Irigasi dan Jaringan pada LBMN Kementerian Nakertrans sebesar
Rp1.084.535.133.741 direklasifikasi sebagai Aset Lain-lain pada Neraca karena
merupakan aset dari DK/TP yang akan diserahkan ke pemda.
- Jalan Irigasi dan Jaringan pada Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas &
Pelabuhan Bebas Batam sebesar Rp 6.736.620.264.738 telah dicatat pada LBMN
namun belum dikirim ke Neraca LKKL.
5. Aset Tetap Lainnya, antara lain:
- Aset Tetap Lainnya pada LBMN Kementerian Nakertrans sebesar Rp51.653.789.181
direklasifikasi sebagai Aset Lain-lain pada Neraca karena merupakan aset dari DK/TP
yang akan diserahkan ke pemda.
- Aset Tetap Lainnya pada LBMN Kementerian Keuangan sebesar Rp73.024.905.162
dicatat sebagai Gedung dan Bangunan dalam Neraca.
6. Konstruksi Dalam Pengerjaan, antara lain:
- KDP sebesar Rp19.402.271.600 pada Neraca Kementerian Kesehatan.
- KDP pada Kementerian Agama sebesar Rp62.936.418.639.


Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 131-
5. Aset Bersejarah (Heritage Assets)
Aset Bersejarah pada K/L antara lain:
a. Badan Pemeriksa Keuangan, aset tersebut berlokasi di Gedung Museum BPK RI,
Magelang. Barang bersejarah tersebut saat ini masih tercatat di kantor BPK RI Perwakilan
Provinsi DI Yogyakarta.
b. Kementerian Perhubungan berupa Dua Tugu Peringatan dan Bangunan Bersejarah.
c. Kementerian Luar Negeri, berupa aset dari Museum Konferensi Asia Afrika (KAA) Bandung
sebanyak 67 unit dan aset yang berada pada Gedung Pancasila yang pengelolaannya
berada pada Sekretariat Jenderal sebanyak 524 buah. Berdasarkan buku barang
bersejarah Museum KAA Bandung Aset bersejarah di museum tersebut dikelompokkan
menjadi 6 kelompok:
• Koleksi dengan bahan dasar logam sebanyak 17 unit
• Koleksi dengan bahan dasar kayu sebanyak 64 unit
• Koleksi dengan bahan dasar tekstil sebanyak 498 unit
• Koleksi dengan bahan dasar kertas sebanyak 207 unit
• Koleksi dengan bahan dasar audio visual sebanyak 139 unit
• Koleksi dengan bahan dasar lain-lain sebanyak 16 unit
d. Arsip Nasional Republik Indonesia, berupa arsip/dokumen negara yang terdiri atas:
• Arsip Konvensional sebanyak 27.910 km linier.
• Arsip Kartografi dan Kearsitekturan sebanyak 110.736 lembar.
• Arsip Film sebanyak 58.800 reel.
• Arsip Mikrofilm sebanyak 13.648 reel.
• Arsip Video sebanyak 30.250 kaset.
• Arsip Rekaman Suara sebanyak 37.369 kaset.
• Arsip Optical Disc sebanyak 427 keping.
• Arsip foto sebanyak 341.131 lembar (negatif foto) dan 200.000 lembar (positif foto).
• Arsip foto belum terdata sebanyak 221 boks dan 282 album.
e. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mempunyai 4 unit aset bersejarah yang terdiri dari
Tugu Peringatan, Tugu Raffless, Makam Belanda (Santiong) dan Patung Kepala Sapi.
f. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Pusat Survei Geologi berupa Gedung
Museum yang terletak di Jalan Diponegoro 57 Bandung beserta berbagai koleksi yang ada
di dalamnya.
g. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata telah menetapkan 598 Benda Cagar Budaya
(BCB), yang dikelompokkan menjadi:
• Benda cagar budaya seperti: bangunan cagar budaya (candi, situs, tugu, gedung, dsb).
• Benda sejarah lainnya seperti: benda sejarah dalam klasifikasi peralatan dan mesin dan
aset tetap lainnya, seperti: benda kuno, benda antik, benda seni, pusaka, fosil, dsb.
Aset Bersejarah yang dikelola Kementerian Budpar sebanyak 27.031 unit yang tergolong
dalam Candi, Tugu Peringatan, Bangunan Bersejarah, tanah peralatan dan mesin, gedung
dan bangunan, jalan dan jembatan, irigasi serta aset tetap lainnya.
h. Perpustakaan Nasional RI, berupa koleksi manuskrip/naskah kuno berjumlah 9.733
eksemplar naskah kuno.
i. Kementerian Hukum dan HAM menguasai aset bersejarah dengan rincian:
• Tugu Peringatan sebanyak 1 Unit
• Alat Kantor dan Rumah Tangga sebanyak 4 Unit
• Eksakta sebanyak 13 Unit.
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I
j.
k.
l.
6. Laporan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU)
Pertanggungjawaban Pengelolaan Keuangan BLU telah dijelaskan sebelumnya pada Catatan
Penting Lainnya dalam Laporan Realisasi APBN. Perbandingan aset,
Saker BLU per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan
(SAK) disajikan dalam grafik di bawah ini:
Ikhtisar Laporan Keuangan BLU disajikan pada

7. Penerapan Penyusutan Aset Tetap pada Badan Layanan Umum
Sesuai dengan amanat PP 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, seluruh
Aset Tetap selain Tanah dan Konstruksi Dalam Pengerjaan d
sifat dan karakteristik aset tersebut. Untuk penerapan penyusutan Aset Tetap telah
ditetapkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 53/KMK.06/2012 tentang Penerapan
Penyusutan Barang Milik Negara Berupa Aset Tetap Pada Entitas Peme
Untuk Tahun 2012
Kerja dengan pola pengelolaan keuangan BLU yang telah mengimplementasikan Sistem
Akuntansi Keuangan. Penyusutan Aset Tetap Satker BLU tersebut diungkapkan pada CaLK
masing
Layanan Umum disajikan pada

D
a
l
a
m

T
r
i
l
i
u
n
R
u
p
i
a
h
Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan
Kementerian Sosial RI menguasai aset bersejarah berupa Tugu Peringatan sebanyak 5 unit
serta 1 Unit Makam Bersejarah.
k. Kementerian Kehutanan, berupa Tugu Peringatan sebanyak 1 unit dan Eksakta sebanyak
96 Buah.
Kementerian Pekerjaan Umum menguasai aset sejarah yang terdiri dari:
• Tugu Peringatan sebanyak 14 unit
• Bangunan Bersejarah sebanyak 4 unit
• Aset Eksakta sebanyak 2 unit
• Aset Non-Eksakta sebanyak 7 unit.

Laporan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU)
Pertanggungjawaban Pengelolaan Keuangan BLU telah dijelaskan sebelumnya pada Catatan
Penting Lainnya dalam Laporan Realisasi APBN. Perbandingan aset,
Saker BLU per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan
(SAK) disajikan dalam grafik di bawah ini:
Grafik 24: Aset, Kewajiban, dan Ekuitas Badan Layanan Umum
30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011
Ikhtisar Laporan Keuangan BLU disajikan pada Daftar 28.
Penerapan Penyusutan Aset Tetap pada Badan Layanan Umum
Sesuai dengan amanat PP 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, seluruh
Aset Tetap selain Tanah dan Konstruksi Dalam Pengerjaan dapat disusutkan sesuai dengan
sifat dan karakteristik aset tersebut. Untuk penerapan penyusutan Aset Tetap telah
ditetapkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 53/KMK.06/2012 tentang Penerapan
Penyusutan Barang Milik Negara Berupa Aset Tetap Pada Entitas Peme
Untuk Tahun 2012 yang diwajibkan untuk menerapkan penyusutan Aset Tetap adalah Satuan
Kerja dengan pola pengelolaan keuangan BLU yang telah mengimplementasikan Sistem
Akuntansi Keuangan. Penyusutan Aset Tetap Satker BLU tersebut diungkapkan pada CaLK
masing-masing LKKL. Perhitungan Penyusutan Aset Tetap pada 65 Satuan Kerja Badan
Layanan Umum disajikan pada Daftar 28.

-
20,00
40,00
60,00
80,00
100,00
120,00
140,00
160,00
2010 2011 Semester I
2012
158,98
157,13
158,86
2,13
5,25
1,24
156,85
151,88
157,62
D
a
l
a
m

T
r
i
l
i
u
n
R
u
p
i
a
h
Catatan atas Laporan Keuangan - 132-
Kementerian Sosial RI menguasai aset bersejarah berupa Tugu Peringatan sebanyak 5 unit
Kementerian Kehutanan, berupa Tugu Peringatan sebanyak 1 unit dan Eksakta sebanyak
Kementerian Pekerjaan Umum menguasai aset sejarah yang terdiri dari:
Pertanggungjawaban Pengelolaan Keuangan BLU telah dijelaskan sebelumnya pada Catatan
Penting Lainnya dalam Laporan Realisasi APBN. Perbandingan aset, kewajiban, dan ekuitas
Saker BLU per 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan

: Aset, Kewajiban, dan Ekuitas Badan Layanan Umum

Penerapan Penyusutan Aset Tetap pada Badan Layanan Umum
Sesuai dengan amanat PP 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, seluruh
apat disusutkan sesuai dengan
sifat dan karakteristik aset tersebut. Untuk penerapan penyusutan Aset Tetap telah
ditetapkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 53/KMK.06/2012 tentang Penerapan
Penyusutan Barang Milik Negara Berupa Aset Tetap Pada Entitas Pemerintah Pusat.
yang diwajibkan untuk menerapkan penyusutan Aset Tetap adalah Satuan
Kerja dengan pola pengelolaan keuangan BLU yang telah mengimplementasikan Sistem
Akuntansi Keuangan. Penyusutan Aset Tetap Satker BLU tersebut diungkapkan pada CaLK
erhitungan Penyusutan Aset Tetap pada 65 Satuan Kerja Badan
157,62
Asset
Kewajiban
Ekuitas
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 133-
8. Neraca Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Nanggroe Aceh Darussalam dan
Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara (BRR-NAD-Nias)
BRR-NAD Nias dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 2 Tahun
2005 tanggal 16 April 2005 tentang Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi yang
selanjutnya menjadi UU dengan diterbitkannya UU No. 10 Tahun 2005 tanggal 25 Oktober
2005.
Masa tugas BRR berlaku 4 (empat) tahun dan pengakhiran masa Tugas BRR NAD-Nias diatur
dalam PP No. 3 Tahun 2009 tentang Pengakhiran Masa Tugas Badan Rehabilitasi dan
Rekonstruksi (BRR) Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam
dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara, yaitu pada tanggal 16 April 2009.
Dalam rangka penyelesaian Aset-aset BRR NAD-Nias yang berakhir tanggal 16 April 2009,
Pemerintah membentuk Tim Likuidasi BRR-NAD-Nias. Tugas Tim Likuidasi antara lain
menyusun Laporan Keuangan Likuidasi Bagian Anggaran 094 (BRR NAD-Nias). Sampai dengan
penyusunan LKPP Semester I Tahun 2012, LK Likuidasi belum diterbitkan, sehingga Neraca
BRR NAD-Nias yang disajikan dalam LKPP Semester I Tahun 2012 adalaha Neraca per 31
Desember 2011 dikurangi Mutasi Liquidasi sampai dengan 30 Juni 2012. Berikut ini adalah
Neraca per 31 Desember 2008 (Audited) dan Neraca per 30 Juni 2012.
NERACA
BRR NAD-NIAS
Uraian 31 Des 2008 (Audited) 30 Juni 2012
Aset
Aset Lancar
Piutang Kepada Pihak Ketiga 516.968.200 -
Uang Muka Belanja 24.546.204.400 -
Belanja Dibayar Di Muka 2.149.584.510 -
Persediaan 78.951.123.713 78.671.801.560
Jumlah Aset Lancar 106.163.880.823 78.671.801.560
Aset Tetap
Tanah 572.821.719.812 478.357.876.227
Peralatan Dan Mesin 1.538.503.845.802 690.733.679.443
Gedung Dan Bangunan 3.351.099.589.510 1.005.968.091.235
Jalan Irigasi Dan Jaringan 4.771.805.420.047 1.852.256.271.170
Aset Tetap Lainnya 27.483.007.111 20.410.720.343
Konstruksi Dalam Pengerjaan 1.049.831.238.560 855.992.144.241
Jumlah Aset Tetap 11.311.544.820.842 4.903.718.782.659
Aset Lainnya
Aset Lain-Lain 661.364.926.291 484.470.888.986
Jumlah Aset Lainnya 661.364.926.291 484.470.888.986
Jumlah Aset 12.079.073.627.956 5.466.861.473.205
Kewajiban - -
Ekuitas Dana
Ekuitas Dana Lancar
Cadangan Piutang 27.212.757.110 -
Cadangan Persediaan 78.951.123.713 78.671.801.560
Jumlah Ekuitas Dana Lancar 106.163.880.823 78.671.801.560
Ekuitas Dana Investasi
Diinvestasikan Dalam Aset Tetap 11.311.544.820.842 4.903.718.782.659
Diinvestasikan Dalam Aset Lainnya 661.364.926.291 484.470.888.986
Jumlah Ekuitas Dana Investasi 11.972.909.747.133 5.388.189.671.645
Jumlah Ekuitas Dana 12.079.073.627.956 5.446.861.473.205
Jumlah Kewajiban dan Ekuitas Dana 12.079.073.627.956 5.466.861.473.205

Perubahan nilai aset tetap dan aset lainnya dari Neraca per 31 Desember 2008 (Audited)
menjadi Neraca per 31 Juni 2012 adalah karena adanya koreksi dan penghapusbukuan.
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 134-

9. Badan Lainnya
Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 235/PMK.05/2011, terdapat 107 Unit
Badan Lainnya. Sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor Kep-
184/PB/2011 tentang Penambahan dan Pengurangan Unit Badan Lainnya Dalam Daftar Unit
Badan Lainnya Modul Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Badan Lainnya terdapat 4
UBL yang pada tahun 2011 sudah menjadi Bagian Anggaran, yaitu:
a. Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP)
b. Badan Pengembangan Wilayah Surabaya – Madura
c. Ombudsman Republik Indonesia
d. Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU)
Untuk tahun 2012, sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2011
tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012 pasal 21, terdapat 4
Unit Badan Lainnya yang ditetapkan sebagai Bagian Anggaran tahun 2012, yaitu:
a. Badan Pengawas Pemilu
b. Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI)
c. Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI)
d. Badan Pengelola Kawasan Sabang
Untuk Badan Pengelola Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam sesuai dengan
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2011 tentang Perubahan atas
Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2007 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan
Pelabuhan Bebas Batam, BP Batam ditetapkan sebagai Bagian Anggaran sendiri.
Nomenklatur UBL ini bermacam-macam, antara lain akademi, badan, dewan, komisi, komite,
konsil, korps, lembaga, majelis, otorita, dan unit kerja. Kesekretariatan LNS/I biasanya berada
di Kementerian atau instansi resmi pemerintah yang sudah ada sebelumnya, sedangkan
pegawai seluruhnya berasal atau merupakan pinjaman dari Kementerian/Lembaga. Gaji
pegawai sekretariat LNS sebagai pegawai negeri sipil (PNS) tetap dibayar oleh instansi asal,
sedangkan dari LNS biasanya mereka mendapat tunjangan tambahan.
UBL dibentuk berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pembentukan ini ada yang bersifat
jangka pendek, namun ada pula yang bersifat jangka panjang mengingat pembentukan UBL
tergantung dari kebutuhan Presiden selaku kepala pemerintahan dalam menjalankan roda
pemerintahan guna menciptakan kesejahteraan bagi rakyat. Apabila Presiden membutuhkan
unit baru guna mendukung tupoksi Kementerian/Lembaga maka Presiden membentuk UBL
dengan melalui penetapan peraturan perundang-undangan. Peraturan yang digunakan untuk
membentuk Unit Badan Lainnya dapat berupa:
1. Undang-undang;
2. Peraturan Pemerintah;
3. Peraturan Presiden;
4. Keputusan Presiden.
Dari 104 lembaga tersebut, lebih dari sepertiganya (35 lembaga) merupakan amanat yang
tertulis dalam Undang-Undang. Menilik legalitas pembentukannya. sebanyak 20 % dibentuk
berdasarkan peraturan pemerintah. Sedangkan yang dibentuk berdasarkan keputusan presiden
sebanyak 60% dan 20 % berdasarkan peraturan presiden.
Unit Badan Lainnya yang dibiayai dari APBN murni, akuntansi atas transaksi keuangan dan
laporan keuangannya sudah dikonsolidasikan dalam laporan keuangan Kementerian/Lembaga
maupun dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. UBL yang menjadi satuan kerja atau
entitas akuntansi tersendiri, pengurusan administrasi keuangannya ditangani oleh Sekretariat
yang dipimpin oleh Kepala Sekretariat atau pejabat struktural K/L yang menaungi dan
bertindak sebagai Kuasa Pengguna Anggaran.
UBL sebagai entitas akuntansi tunduk pada ketentuan pasal 27 ayat 1 PP 8/2006 bahwa
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 135-
Kepala Satuan Kerja sebagai Kuasa Pengguna Anggaran di lingkungan Kementerian
Negara/Lembaga menyampaikan Laporan Keuangan dan Kinerja interim sekurang-kurangnya
setiap triwulan kepada Menteri/Pimpinan Lembaga. Selanjutnya. Menteri/Pimpinan Lembaga
menyusun Laporan Keuangan dan Kinerja interim Kementerian Negara/Lembaga berdasarkan
Laporan Keuangan dan Kinerja interim Kuasa Pengguna Anggaran dan menyampaikannya
kepada Menteri Keuangan, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional, dan Menteri
Negara Pendayagunaan Aparatur Negara.
Undang-undang nomor 17 tahun 2003 pasal 2 memasukkan yayasan di lingkungan
Kementerian Negara/Lembaga dalam ruang lingkup keuangan negara. Terdapat kata “pihak
lain” pada butir g dan I yaitu:
• “ Kekayaan negara/kekayaan daerah yang dikelola sendiri atau oleh pihak lain berupa
uang, surat berharga, piutang, barang serta hak-hak lain yang dapat dinilai dengan uang.
termasuk kekayaan yang dipisahkan pada perusahaan negara/daerah”.
• ”Kekayaan pihak lain yang diperoleh dengan menggunakan fasilitas yang diberikan
pemerintah”.
Dalam penjelasan pasal demi pasal disebutkan bahwa kekayaan pihak lain sebagaimana
dimaksud pasal 2 butir I UU 17/2003 meliputi kekayaan yang dikelola oleh orang atau badan
lain berdasarkan kebijakan pemerintah, yayasan-yayasan di lingkungan kementerian
negara/lembaga, atau perusahaan negara/daerah.
Berdasarkan ruang lingkup keuangan negara di atas, yayasan di lingkungan
kementerian/lembaga adalah yayasan yang terafiliasi dengan kementerian negara/lembaga.
yang menurut Akta Notaris dan Anggaran Dasarnya didirikan atau dipimpin oleh pejabat
pemerintah aktif di kementerian negara/lembaga tertentu atau yayasan yang menerima dan
memanfaatkan aset negara dalam melaksanakan kegiatannya. Identifikasi atas yayasan di
lingkungan kementerian negara/lembaga ini diperlukan untuk kemajuan tata kelola
pemerintahan melalui transparasi dan akuntabilitas sektor publik.
Identifikasi lebih lanjut atas yayasan di lingkungan kementerian negara/lembaga dipisahkan
dari yayasan-yayasan yang bernaung dibawah institusi TNI. Hal ini karena karena pasal 76
Undang-undang nomor 34 tahun 2004 tentang TNI telah mengamanatkan bahwa dalam jangka
waktu 5 (lima) tahun sejak berlakunya undang-undang ini, Pemerintah harus mengambil alih
seluruh aktifitas bisnis yang dimiliki dan dikelola oleh TNI baik secara langsung maupun tidak
langsung. Saat ini ada 900-an unit bisnis baik berupa yayasan maupun koperasi di bawah
naungan TNI yang telah teridentifikasi oleh Badan Pengelola Transformasi Bisnis TNI yang
diketuai oleh Sekretaris Kementerian Negara BUMN untuk diserahkan kepada Presiden.
Selanjutnya yayasan maupun koperasi tersebut ditransformasikan dalam korporasi atau
dimasukkan dalam mekanisme APBN, sehingga TNI bisa berkonsentrasi mengembangkan
profesionalitas tentara dan meninggalkan bisnis.
Sejauh ini, yayasan dalam lingkup keuangan negara yang sudah teridentifikasi dan sebagian
menyampaikan laporan keuangan yakni:
1. Yayasan Harapan Kita dalam hal ini Badan Pengelola dan Pengembangan TMII yang
mengelola Taman Mini Indonesia Indonesia Indah.
2. Yayasan Sarana Wana Jaya dalam hal ini Badan Pengelola Gedung Manggala Wanabakti
yang berada di Kementerian Kehutanan.
3. Yayasan Gedung Veteran RI yang mengelola gedung “Graha Purna Yudha” di Jalan
Sudirman. Semanggi – Jakarta Pusat.
4. Yayasan Kesejahteraan Pegawai Bhumibhakti Adhiguna di lingkungan Badan Pertanahan
Nasional.
5. Yayasan Gedung Arsip Nasional RI
6. Yayasan Yustitia Dharmayukti Karini di lingkungan Mahkamah Agung
7. Yayasan Purna Bhakti (YARNATI) di lingkungan Kementerian Dalam Negeri
8. Yayasan Pengembangan BUMN di lingkungan Kementerian Negara BUMN

Lembaga Non Struktural merupakan bagian eksekutif (berada di bawah atau bertanggung
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 136-
jawab kepada presiden atau menteri), namun bukan merupakan struktur/bagian dari
kementerian maupun lembaga pemerintah non kementerian. Eksistensi dan fungsinya diatur
dalam UU, PP, Keppres maupun Peraturan Presiden. Pembentukan lembaga negara non
struktural dimaksudkan untuk membantu pemerintah menangani masalah yang belum bisa
dilaksanakan dan diselesaikan oleh lembaga negara formal.
Istilah non struktural dikaitkan dengan tidak adanya hubungan organisatoris antara lembaga
ini dengan Kementerian/Lembaga (K/L) selain hubungan kerja meskipun pendanaannya
menginduk ke K/L. Istilah tersebut secara eksplisit juga diungkap dalam peraturan
perundangan yang membentuknya. Kata “independen” atau mandiri/otonom terkadang
menjadi kata tambahan dalam peraturan pembentukan lembaga tertentu. Biasanya dikaitkan
dengan keterlibatan pihak-pihak diluar pemerintahan seperti: praktisi. pakar dan tokoh
masyarakat dalam komposisi keanggotaan atau pengurus LNS.
Nomenklatur lembaga itu bermacam-macam. Ada akademi, badan, dewan, komisi, komite,
konsil, korps, lembaga, majelis, otorita, dan unit kerja. Kesekretariatan LNS/I biasanya berada
di departemen atau instansi resmi pemerintah yang sudah ada sebelumnya, sedangkan
pegawai seluruhnya berasal atau merupakan pinjaman dari Kementerian/Lembaga. Gaji
pegawai sekretariat LNS sebagai pegawai negeri sipil (PNS) tetap dibayar oleh instansi asal,
sedangkan dari LNS biasanya mereka mendapat tunjangan tambahan.
Hingga akhir Tahun 2011, Kementerian Keuangan telah mengidentifikasi 101 lembaga non
struktural atau terdapat peningkatan 11 lembaga non struktural yang sebagian besar baru
dibentuk pada tahun 2011. Dari 101 lembaga tersebut, lebih dari sepertiganya (35 lembaga)
merupakan amanat yang tertulis dalam Undang-Undang. Menilik legalitas pembentukannya.
sebanyak 20 % dibentuk berdasarkan peraturan pemerintah. Sedangkan yang dibentuk
berdasarkan keputusan presiden sebanyak 60% dan 20 % berdasarkan peraturan presiden.
Komposisi sumber dana untuk membiayai kegiatan operasional LNS bisa dikategorikan dalam 3
jenis:
1. Sekitar 75% (68 LNS) dibiayai dari APBN. Sebanyak 43 Sekretariat LNS merupakan
Satker yang berada dibawah Kementerian Negara/Lembaga (K/L). sedangkan 25
Sekretariat LNS dibiayai dari Kegiatan K/L. Dari 43 satker tersebut. diantaranya adalah
13 Badan Pengelola Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (BP KAPET) yang
didanai APBN melalui Dana Dekonsentrasi di SKPD Dinas PU & Kimpraswil.
2. Tiga LNS yakni: Bapertarum, Badan Pengelola Dana Abadi Umat, dan Otorita Asahan.
mendanai kegiatannya dari penerimaan tertentu tanpa kucuran dana dari APBN.
3. Empat Lembaga Non Struktural yang menerima dana dari APBN dan Non APBN yakni:
Badan Wakaf Indonesia (BWI). Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Komisi Nasional
Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (KOMNAS PEREMPUAN) dan Komisi
Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN).

Lembaga Non Struktural yang dibiayai dari APBN murni, akuntansi atas transaksi keuangan
dan laporan keuangannya sudah dikonsolidasikan dalam laporan keuangan
kementerian/lembaga maupun dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. Lembaga non
struktural yang menjadi satuan kerja atau entitas akuntansi tersendiri, pengurusan
administrasi keuangannya ditangani oleh Sekretariat yang dipimpin oleh Kepala Sekretariat
atau pejabat struktural K/L yang menaungi dan bertindak sebagai Kuasa Pengguna Anggaran.
Lembaga Non Struktural sebagai entitas akuntansi tunduk pada ketentuan pasal 27 ayat 1 PP
8/2006 bahwa Kepala Satuan Kerja sebagai Kuasa Pengguna Anggaran di lingkungan
Kementerian Negara/Lembaga menyampaikan Laporan Keuangan dan Kinerja interim sekurang-
kurangnya setiap triwulan kepada Menteri/Pimpinan Lembaga. Selanjutnya. Menteri/Pimpinan
Lembaga menyusun Laporan Keuangan dan Kinerja interim Kementerian Negara/Lembaga
berdasarkan Laporan Keuangan dan Kinerja interim Kuasa Pengguna Anggaran dan
menyampaikannya kepada Menteri Keuangan. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan
Nasional. dan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara.
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 137-

Ikhtisar laporan keuangan Badan Lainnya (Lembaga Non Struktural dan Yayasan Pemerintah)
disajikan dalam Daftar 28, 29, dan 30.


10. Aset Bekas Milik Asing/Cina
Aset Bekas Milik Asing/Cina (ABMA/C) merupakan Aset yang dikuasai Negara yang berasal dari
bekas:
1. Milik perkumpulan-perkumpulan Cina yang dinyatakan terlarang dan dibubark an dengan
peraturan Penguasa Perang Pusat melalui Peraturan Penguasa Perang Pusat Nomor
Prt/032/PEPERPU/1958 jo. Keputusan Penguasa Perang Pusat Nomor Kpts/Peperpu/
0439/1958 jo. Undang-Undang Nomor 50 Prp. Tahun 1960;
2. Perkumpulan/aliran kepercayaan asing yang tidak sesuai dengan kepribadian Bangsa
Indonesia yang dinyatakan terlarang dan dibubarkan sesuai Penetapan Presiden Nomor 2
Tahun 1962;
3. Perkumpulan-perkumpulan yang menjadi sasaran aksi massa/kesatuan-kesatuan aksi tahun
1965/1966 sebagai akibat keterlibatan Republik Rakyat Tjina (RRT) dalam pemberontakan
G.30.S/PKI yang ditertibkan dan dikuasai oleh Penguasa Pelaksana Dwikora Daerah
sehingga asetnya dikuasai Negara melalui Instruksi Radiogram Kaskogam Nomor T-
0403/G-5/5/66.
Penyelesaian ABMA/C diatur dalam PMK No. 188/PMK.06/2008 tentang Penyelesaian Aset
Bekas Milik Asing/Cina, yang sebelumnya diatur dengan Surat Menteri Keuangan No. S-
394/MK.03/1989 tanggal 12 April 1989 perihal Tanah dan Bangunan Gedung Bekas Sekolah
Asing/Cina. Sesuai dengan PMK No. 188/PMK.06/2008 sebagaimana telah diubah dengan
PMK 154/PMK.06/2011, penyelesaian ABMA/C dapat dilaksanakan dengan beberapa cara
sebagai berikut:
1. dimantapkan status hukumnya menjadi Barang Milik Negara;
2. dimantapkan status hukumnya menjadi Barang Milik Daerah;
3. dilepaskan penguasaannya dari Negara kepada pihak ketiga dengan cara pembayaran
kompensasi kepada Pemerintah dengan menyetorkannya ke Kas Negara;
4. dikembalikan kepada pemilik perorangan yang sah; atau
5. dikeluarkan dari daftar Aset Bekas Milik Asing/Cina.
Sampai dengan 31 Desember 2011, dari total 1.010, telah diselesaikan sebanyak 61 aset
dengan rincian sebagai berikut:
1. Tahun 2009: 2 aset menjadi BMN dan 3 aset dilepaskan ke pihak ketiga/swasta (total 5
aset)
2. Tahun 2010: 6 aset menjadi BMN dan 14 aset menjadi BMD (total 20 aset)
3. Tahun 2011: 7 aset menjadi BMN, 28 aset menjadi BMD, dan 1 aset dilepas ke pihak ketiga
(total 36 aset).
Rincian ABMA/C disajikan pada Daftar 30.

11. Kewajiban Kontinjensi
Dalam rangka mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dan mempertimbangkan
besarnya kebutuhan dana investasi, Pemerintah memberikan dukungan berupa:
a. Jaminan kewajiban pembayaran BUMN/BUMD kepada kreditur atas pembiayaan proyek-
proyek infrastruktur.
b. Jaminan pembayaran BUMN kepada investor swasta atas kewajiban –kewajiban
tertentu dalam perjanjian jual beli listrik.
Jaminan atas pembiayaan proyek-proyek infrastruktur bertujuan memberikan kepastian
pembayaran kembali sehingga dapat menarik minat investor/kreditor untuk menyalurkan
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 138-
dananya. Disamping itu dengan adanya Jaminan Pemerintah, maka risiko investor/kreditor
dalam pemberian pinjaman menjadi lebih rendah yang pada akhirnya dapat menurunkan biaya
pinjaman/harga jual beli listrik.
Proyek-proyek yang telah mendapatkan penjaminan Pemerintah adalah sebagai berikut:
1. Program percepatan pembangunan pembangkit tenaga listrik yang menggunakan
batubara (FTP I) yang dilaksanakan oleh PT PLN (Persero)
2. Program percepatan penyediaan air minum yang dilaksanakan oleh PDAM
3. Program pembangunan pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan energi
terbarukan, batubara, dan gas (FTP II) yang dilaksanakan oleh PT PLN (Persero)
4. Proyek Central Java Power Plant (CJPP) yang merupakan salah satu project show case
program kerjasama Pemerintah dengan Badan usaha Swasta (KPS)
Kewajiban Pemerintah untuk membayar kepada investor/kreditur akan timbul jika pihak yang
dijamin (PT PLN (Persero) dan PDAM) tidak mampu memenuhi kewajibannya, sehingga
terdapat unsur ketidakpastian atas timbulnya kewajiban Pemerintah baik dari sisi kapan
terjadinya maupun nilai kewajiban yang timbul. Oleh karena itu, perhitungan alokasi anggaran
dalam APBN didasarkan pada estimasi besaran jumlah kewajiban PT PLN (Persero) dan PDAM
kepada kreditur pada tahun berjalan dikalikan dengan probabilitas gagal bayar dari kewajiban
tersebut.

Pengelolaan Kewajiban Kontijensi TA 2011
Sampai dengan Desember 2011, bentuk penjaminan Pemerintah yang telah dilakukan untuk
keempat program pembangunan infrastruktur adalah sebagai berikut:
1. Untuk program percepatan pembangunan pembangkit tenaga listrik yang menggunakan
batubara, telah diterbitkan sebanyak 30 surat jaminan Pemerintah untuk proyek
pembangkit dan 4 surat jaminan Pemerintah untuk proyek transmisi. Nilai total jaminan
Pemerintah tersebut adalah sebesar Rp36.216.962.894.355 dan USD3,958,718,574.
2. Untuk program percepatan penyediaan air minum, telah diterbitkan sebanyak 3 Surat
Jaminan Pemerintah Pusat untuk 3 PDAM (Kab. Bogor, Kab. Ciamis dan Kab. Lombok
Timur). Nilai total jaminan Pemerintah tersebut adalah sebesar Rp50.187.000.000 (lima
puluh miliar seratus delapan puluh tujuh juta rupiah).
3. Untuk proyek Central Java Power Plant (CJPP), berupa Guarantee Agreement yang telah
ditandatangani antara PT PII dan Pemerintah selaku penjamin dengan PT Bhimasena
Power Indonesia, dimana PT PII menjamin maksimal sebesar Rp300 miliar, sedangkan
sisanya dijamin oleh Pemerintah sebesar asumsi nilai proyek Rp30 triliun dikurangi
penjaminan PT PII Rp300 miliar. Sampai dengan saat ini, penjaminan proyek PLTU Jawa
Tengah belum efektif mengingat PT Bhimasena Power Indonesia belum mendapatkan
pendanaan (financial close) dan masih terdapat syarat administratif yang belum dipenuhi.
4. Untuk program pembangunan pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan energi
terbarukan, batubara, dan gas, sampai saat ini masih dalam proses evaluasi dan
penerbitan Surat Jaminan Kelayakan Usaha (SJKU).
Alokasi anggaran kewajiban kontijensi penjaminan Pemerintah dalam APBN Tahun
Anggaran 2011 adalah sebagai berikut:
Program Exposure (Rp) x
Probability
Default
x ( 100 % - Recovery Rate) =
Expected
Loss (Rp)
Penjaminan PT PLN 5.927 miliar x 15 % x ( 100 % - 0 % ) = 889 miliar
Penjaminan PDAM 28 miliar x 16.98% x ( 100 % - 0 % ) = 4,75 miliar
Exposure pembayaran kewajiban penjaminan Pemerintah kepada kreditur pada program
percepatan pembangunan pembangkit tenaga listrik yang menggunakan batubara pada tahun
2011 diperkirakan mencapai Rp5.927 miliar. Dengan probabilitas gagal bayar 15% dan recovery
rate sebesar 0% maka expected loss kewajiban kontinjensi penjaminan Pemerintah yang
mungkin timbul di tahun 2011 diperkirakan sebesar Rp889 miliar sehingga anggaran kontinjensi
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 139-
penjaminan Pemerintah untuk PT PLN (Persero) yang dialokasikan dalam APBN TA 2011 adalah
sebesar Rp889 miliar.
Exposure pembayaran kewajiban penjaminan Pemerintah kepada kreditur pada program
percepatan penyediaan air minum untuk tahun 2011 diperkirakan sebesar Rp28 miliar. Dengan
probabilitas gagal bayar 16,98% dan recovery rate sebesar 0% serta pertimbangan risiko
lainnya, maka expected loss kewajiban kontinjensi yang mungkin timbul di tahun 2011
diperkirakan sebesar Rp4,75 miliar. Namun untuk meningkatkan kepercayaan perbankan atas
penjaminan Pemerintah untuk PDAM, maka alokasi anggaran kontinjensi penjaminan Pemerintah
untuk program percepatan penyediaan air minum dalam APBN TA 2011 ditetapkan menjadi
sebesar Rp10 Miliar.
Untuk penjaminan proyek FTP II, Pemerintah menyediakan dana penjaminan pemerintah dalam
APBN terkait jaminan kelayakan usaha melalui dana subsidi listrik (PSO). Sedangkan alokasi
anggaran penjaminan untuk proyek Central Java Power Plant (CJPP), akan mulai dilakukan
tahun 2013 dengan asumsi penjaminan Pemerintah efektif pada Oktober 2012 (setelah financial
close tercapai).
Sampai dengan Desember 2011, alokasi anggaran penjaminan Pemerintah dalam APBN tidak
dicairkan, dengan kata lain tidak terjadi gagal bayar pihak yang dijamin (PT PLN (Persero) dan
PDAM).

12. Unfunded Liability atas Program Tabungan Hari Tua (THT)
Dalam pelaksanaan pemberian kesejahteraan kepada Pegawai Negeri Sipil, disamping Negara
dapat menanggung pembiayaan penyelenggaraan kesejahteraan PNS, juga melibatkan PNS
dalam menanggung pembiayaan untuk penyelenggaraannya melalui iuran PNS bersangkutan.
Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, sesuai Pasal 1 ayat (1) Keputusan Presiden No. 56
Tahun 1974, maka dari setiap Pegawai Negeri dan Pejabat Negara dipungut iuran 10% dari
penghasilan setiap bulannya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3¼%
dari 10% tersebut merupakan iuran THT. Sesuai dengan penjelasan Pasal 6 PP No. 25 Tahun
1981, Penghasilan adalah gaji pokok ditambah dengan tunjangan-tunjangan yang diterima
peserta setiap bulan tanpa pangan, satu dan lain berdasarkan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 478/KMK.06/2002, skema THT adalah manfaat
pasti, di mana setiap PNS pada saat pensiun atau meninggal dunia akan menerima manfaat
asuransi dwiguna dan atau manfaat asuransi kematian dan formulanya sudah ditetapkan.
Pasal 14 PP 25 Tahun 1981 menyatakan bahwa dalam hal penyelenggara asuransi sosial yaitu
Badan Usaha Negara yang berbentuk Perusahaan Perseroan (Persero) tidak dapat memenuhi
kewajiban-kewajibannya terhadap PNS berdasarkan Peraturan Pemerintah ini, maka Negara
bertanggung jawab penuh untuk itu.
Sesuai dengan Pasal 1 poin 3 PMK 65 Tahun 2008, Utang Kepada Dana Pensiun dan THT
adalah pos belanja yang dialokasikan untuk memenuhi kewajiban Pemerintah dalam rangka
penyesuaian perhitungan besarnya manfaat THT PNS dan Hakim.
Pada Laporan Keuangan PT TASPEN (program THT) Tahun 2011 diungkapkan bahwa terdapat
Piutang Past Service Liability (PSL) Pemberi Kerja atas THT yang diestimasi, akibat kenaikan
gaji pokok PNS tahun 2007, 2008, 2009, 2010 dan 2011 dengan rincian sebagai berikut:
Uraian Jumlah (Rp)
PSL Pemberi Kerja akibat PP 9/2007 1.638.443.906.070
PSL Pemberi Kerja akibat PP 14/2008 2.450.505.392.359
PSL Pemberi Kerja akibat PP 8/2009 3.024.845.340.493
PSL Pemberi Kerja akibat PP 25/2010 1.275.570.232.079
PSL Pemberi Kerja akibat PP 11/2011 3.432.866.853.874
Total 11.822.231.724.875

Pelunasan Unfunded Liability tersebut akan dilakukan Pemerintah apabila dinilai perlu setelah
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 140-
dilakukan:
a. Audit menyeluruh (due diligence) atas PT Tapen (Persero) oleh auditor dan aktuaris
independen; dan
b. Pemisahan kekayaan dan kewajiban Program THT non-PNS dari kekayaan dan kewajiban
Program THT PNS sesuai dengan PMK No. 79/PMK.010/2011 tentang Kesehatan
Keuangan Badan Penyelenggara Program Tabungan Hari Tua PNS.
Selanjutnya, guna meningkatkan kemanfaatan program pensiun dan program THT bagi PNS,
Pemerintah akan melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Perumusan dan penetapan program THT PNS baru yang mampu meningkatkan manfaat
THT bagi PNS;
b. Perumusan dan penetapan mekanisme program THT PNS baru yang lebih efisien dan
akuntabel serta sesuai dengan international best practices;
c. Pengaturan dan pengawasan yang lebih efektif atas PT Taspen (Persero).

13. Past Service LiabilitiesProgram Pensiun
Program Pensiun PNS diselenggarakan berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 1969 tentang Pensiun
Pegawai dan Pensiun Janda/Duda Pegawai. Dana Pensiun dibentuk berdasarkan kontribusi
Pemerintah, sebagai pemberi kerja, dan PNS, sebagai peserta. Namun demikian, selama ini
untuk penyelenggaraan program pensiun dan program THT, iuran hanya disetor oleh peserta
masing-masing sebesar 4,75% dan 3,25% dari gaji pokok.
Pemerintah menganut sistem pembayaran secara pay as you go, yaitu pembayaran pensiun
dipenuhi secara langsung oleh Pemerintah melalui APBN pada saat pegawai memasuki masa
pensiun dengan sistem sharing dengan Dana Pensiun. Pada APBN-P TA 2011 pembayaran
pensiun 100% beban APBN. Sejak tahun 1994 sampai dengan tahun 2008, Pemerintah
meminta PT TASPEN melakukan sharing terhadap pembayaran manfaat pensiun seperti pada
tabel berikut ini:
No. Periode
Sharing (%) Sharing (Rp)
APBN TASPEN APBN TASPEN
1 Januari - Maret 1994 0% 100% - 684.484.404.672
2 April 1994 - Maret 1997 77,50% 22,50% 10.320.490.467.535 3.251.694.491.666
3 April 1997 - Desember 1998 77% 23% 4.166.973.000.000 1.443.702.023.854
4 Januari 1999 - Desmeber 2002 75% 25% 38.808.429.790.889 10.629.716.358.793
5 Januari 2003 - Desember 2005 79% 21% 45.267.251.395.247 10.369.704.931.390
6 Januari - Desember 2006 82,50% 17,50% 18.983.960.941.237 3.772.133.279.016
7 Januari - Desember 2007 85,50% 14,50% 23.342.832.127.554 3.476.843.628.139
8 Januari - Desember 2008 91% 9% 30.715.182.682.604 2.630.389.180.583
Total 171.605.120.405.066 36.258.668.298.113

Sistem pembayaran sebagaimana tersebut di atas mengakibatkan kekurangan pendanaan
penyelenggaraan program pensiun dan THT. Berdasarkan Hasil Valuasi Aktuaria Independen per
31 Desember 2010 terdapat kewajiban Aktuaria Program Dana Pensiun sebesar Rp1.809,42
triliun. Jumlah tersebut dihitung berdasarkan seluruh PNS, termasuk Veteran, TNI dan Polri
(yang telah menjalani masa pensiun sampai dengan 31 Maret 1989), serta pejabat negara.
Sejak 1 April 1989, pembayaran pensiun TNI dan Polri dikelola oleh PT Asabri (Persero).
Berdasarkan hasil perhitungan aktuaria yang dilakukan oleh konsultan PT Binaputera Jaga
Hikmah per 25 April 2007 menunjukkan bahwa past service liabilities (gabungan program
pensiun dan beras) pada PT Asabri (Persero) per 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp70,22
triliun.
Berdasarkan penjelasan di atas, total saldo past service liabilities untuk seluruh pensiun PNS,
Veteran, TNI dan Polri adalah sebesar Rp1.879,64 triliun. Saldo past service liabilities ini belum
disajikan sebagai kewajiban dalam LKPP Tahun 2011.
Sesuai dengan data dalam Laporan Keuangan PT Taspen (Persero) Tahun 2011 diketahui
bahwa jumlah dana titipan atas iuran program pensiun sampai dengan 31 Desember 2011
adalah sebesar Rp42,20 triliun. Rincian Dana Program pensiun per 31 Desember 2011 adalah
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 141-
sebagai berikut (dalam Rp):
A. Saldo per 31 Desember 2010 28.722.730.784.872
B. Penerimaan:
Penerimaan Iuran Peserta 6.603.299.627.280
Penerimaan Dana dari Pemerintah 51.851.747.090.690
Hasil Investasi 3.146.394.364.877
Kenaikan Nilai Investasi 4.628.274.904.132
Pendapatan Lain-lain 13.138.741.576
Total Penerimaan 66.242.854.728.555
C. Pengeluaran:
Pembayaran Manfaat Pensiun 51.843.550.831.851
Beban Operasional 600.975.111.740
Total Pengeluaran 52.444.525.943.591
D. Perubahan Dana (B-C) 13.798.328.784.964
E. Koreksi Dana Bersih (317.603.038.071)
F. Saldo per 31 Desember 2011 (A+D+E) 42.203.456.531.765


14. Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan PNS (Bapertarum)
Bapertarum PNS didirikan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 14 Tahun 1993 tentang
Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil, sebagaiman telah diubah dengan Keputusan
Presiden Nomor 46 Tahun 1994. Tabungan Perumahan diwajibkan kepada setiap PNS yang
dipotong dari gaji masing-masing PNS. Untuk mengelola tabungan tersebut dibentuk Badan
Pertimbangan Tabungan Perumahan PNS dengan tujuan membantu membiayai usaha
peningkatan kesejahteraan PNS dalam bidang perumahan. Pemotongan gaji untuk tabungan
perumahan tersebut efektif pada pemotongan gaji bulan Februari 1993 untuk pemotongan gaji
bulan Januari dan Februari 1993 dan berakhir bulan yang bersangkutan berhenti menjadi PNS.
Dana yang terkumpul dari pemotongan tabungan tersebut disetor ke rekening Menteri Keuangan
untuk dan atas nama Bapertarum PNS pada Bank Pemerintah yang ditunjuk oleh Menteri
Keuangan. Dana tabungan tersebut setinggi-tingginya sebesar 60% dari jumlah dana tabungan
dipergunakan untuk membantu seluruh PNS untuk uang muka pembelian rumah dengan fasilitas
Kredit Pemilik Rumah bagai pegawai yang belum memiliki rumah maupun membantu sebagian
biaya membangun rumah bagi PNS yang sudah memiliki tanah di daerah tempat bekerja.
Sekurang-kurangnya 40% dari jumlah tabungan disimpan dalam bentuk deposito atau jenis lain
yang aman untuk pemupukan dana jangka panjang pada Bank Pemerintah yang ditunjuk oleh
Menteri Keuangan.
Semenjak LKPP Tahun 2011, Aset Bersih Bapertarum tidak disajikan lagi di Neraca, hal ini
konsisten dan sama dengan perlakuan akuntansi untuk dana iuran pensiun yang dikelola PT
TASPEN dan PT ASKES. Berdasarkan Laporan Keuangan Bapertarum-PNS Tahun 2011, aset
sebesar Rp6.807.063.950.338,73, kewajiban Rp2.860.286.664.356,29, dan ekuitas bersih
sebesar Rp3.946.777.285.982,44.

15. Dana Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara Dengan Usaha Kecil Dan Program
Bina Lingkungan (PKBL BUMN)
Sesuai dengan Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor: Per-05/MBU/2007 tanggal 27 April
2007 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan,
Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil adalah program untuk meningkatkan kemampuan
usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri, dan Program Bina Lingkungan adalah program
pemberdayaan kondisi sosial masyarakat oleh BUMN. Dana Program Kemitraan BUMN
bersumber dari penyisihan laba setelah pajak maksimal sebesar 2%, jasa administrasi
pinjaman/marjin/bagi hasil, bunga deposito dan/atau jasa giro dari dana Program Kemitraan
setelah dikurangi beban operasional, dan dari pelimpahan dana Program Kemitraan dari BUMN
lain, jika ada. Untuk Dana Program Bina Lingkungan bersumber dari penyisihan laba setelah
pajak maksimal sebesar 2% dan hasil bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program BL.
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan - 142-
Pelaksanaan dan Pengelolaan dana tersebut berada di BUMN Pembina (BUMN yang
melaksanakan Program Kemitraan dan Program BL), Koordinator BUMN Pembina (BUMN yang
ditunjuk oleh Menteri BUMN untuk mengkoordinasikan BUMN Pembina di dalam suatu provinsi
tertentu), BUMN Penyalur (BUMN Pembina yang menyalurkan Dana Program Kemitraan milik
BUMN Pembina lain berdasarkan Perjanjian Kerjasama Penyaluran), atau Lembaga Penyalur
(badan usaha selain BUMN atau lembaga bukan badan usaha yang melakukan kerjasama dengan
BUMN Pembina dalam menyalurkan pinjaman Dana Program Kemitraan berdasarkan Perjanjian
Kerjasama Penyaluran) namun otoritas penggunaannya berada pada Kementerian Negara BUMN.
Sampai dengan 31 Desember 2011 Dana PKBL BUMN berjumlah Rp823.328.094.726.
Selain dana PKBL BUMN juga terdapat Dana Bantuan Tunai BUMN Peduli, yaitu Dana yang
dikumpulkan dari dana BL BUMN Peduli dan merupakan bagian dari Dana Program Bina
Lingkungan pada BUMN Pembina. Saldo Dana Bantuan Tunai BUMN Peduli 30 Juni 2012 dan
31 Desember 2011, adalah sebesar Rp.14.366.381.166 dan Rp14.180.502.976.

16. Rencana Tindak Lanjut Temuan BPK atas LKPP Tahun 2011
Dalam rangka menindaklanjuti Laporan Hasil Pemeriksaan BPK atas LKPP Tahun 2011, sesuai
dengan ketentuan UU No. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung
Jawab Keuangan Negara, Pemerintah telah menyusun rencana tindak lanjut terhadap Temuan
Pemeriksaan BPK atas LKPP Tahun 2011 dan menyampaikannya kepada BPK. Rencana tindak
lanjut dimaksud dapat dilihat pada Daftar 31.










Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -143-







Saldo Awal Kas per 1
Januari 2012 sebesar
Rp107,96 triliun














































D. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN ARUS KAS
D.1. IKHTISAR LAPORAN ARUS KAS
SALDO AWAL KAS
Saldo Awal Kas BUN, KPPN, dan BLU per 1 Januari 2012 adalah sebesar
Rp107.961.362.547.161 yang merupakan saldo akhir Kas BUN, KPPN, dan BLU per 31
Desember 2011 setelah disesuaikan dengan koreksi saldo awal kas pada Semester I TA 2012.
Rincian saldo awal Kas BUN, KPPN, dan BLU adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Saldo Awal Kas BUN,KPPN& BLU:
Kas BUN di BI 82.453.918.298.407 79.606.375.358.793
Kas di KPPN 11.870.556.947.661 9.218.612.887.732
Kas pada BLU 13.089.016.578.965 7.287.580.742.179
Kas Hibah Langsung K/L yang telah disahkan 429.120.562.354 48.185.913.485
Saldo Awal Kas BUN, KPPN & BLU Sebelum
Penyesuaian
107.842.612.387.387 96.160.754.902.189
Penyesuaian Saldo Awal
Koreksi saldo BUN*) - 6.350.150
Penyesuaian saldo awal BLU (1.255.040.650) (7.213.234.713)
Koreksi RR tahun 2010 - (239.794.410)
Koreksi Kas di KL - (533.384.200)
Reklasifikasi dari Rekening Khusus dan RDI - 2.824.334.834.077
Penyesuaian Saldo Awal KPPN 120.005.200.424 -
Total Penyesuaian Saldo Awal 118.750.159.774 2.816.354.770.904
Saldo Awal Kas BUN, KKPN & BLU Setelah
Koreksi
107.961.362.547.161

98.977.109.673.093
Keterangan:
*) Penyesuaian Saldo Awal Kas pada BLU sebesar minus Rp1.255.040.650 merupakan penyesuaian
atas Kas pada BLU berdasarkan data dari KPPN setempat, yaitu:
KPPN Jumlah (Rp)
KPPN Medan II 377.444.140
KPPN Bandung I (10.434.068.067)
KPPN Surakarta 9.466.338.423
KPPN Yogyakarta (902.222.322)
KPPN Sukabumi 237.467.176
Total (1.255.040.650)
**) Penyesuaian Saldo Awal Kas KPPN sebesar Rp120.005.200.424 merupakan penyesuaian atas Kas
KPPN, yaitu:
KPPN Jumlah (Rp)
KPPN Jakarta I 120.000.000.000
KPPN Tasikmalaya (11.291.447)
KPPN Kediri 12.536.000
KPPN Pekalongan 3.955.871
Total 120.005.200.424




Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -144-


Kenaikan Kas pada
Semester TA 2011
sebesar Rp62,50 triliun




















































PERUBAHAN KAS
Kenaikan (penurunan) kas dari berbagai aktivitas pemerintah sepanjang Semester I TA2012 dan
TA 2011 adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Kenaikan (Penurunan) Kas dari Aktivitas
Operasi
(4.297.746.808.615) 82.920.115.910.554
Kenaikan (Penurunan) Kas dari Aktivitas
Investasi Aset Non Keuangan
(30.586.128.781.362) (20.219.653.313.280)
Kenaikan (Penurunan) Kas dari Aktivitas
Pembiayaan
100.481.545.078.969 64.649.136.275.968
Kenaikan (Penurunan) Kas dari Aktivitas Non
Anggaran
(4.132.235.906.083) (3.040.138.219.622)
Penyesuaian Pembukuan*) (213.883.314.676) (5.364.134.415)
Penyesuaian Selisih Kurs 1.248.149.299.268 (1.431.186.368.548)
Kenaikan Kas 62.499.699.567.501 122.872.910.150.657

*) Penyesuaian Pembukuan terdiri dari:
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Pengembalian Pendapatan TA yang lalu (207.813.375.576) (17.825.288.261)
Koreksi Uang Persediaan (5.320.634.808) 12.461.178.846
Koreksi Pengenaan biaya kliring - (25.000)
Koreksi Hibah (741.404.000) -
Koreksi BO I dan Bank Persepsi (7.900.292) -
Jumlah Penyesuaian Pembukuan (213.883.314.676) (5.364.134.415)

Komposisi Arus Kas Bersih dari tiap aktivitas disajikan dalam Grafik 25.

Grafik 25: Komposisi Arus Kas Bersih per Aktivitas




Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -145-


Saldo Akhir Kas per 30
Juni 2012 sebesar
Rp227,66 triliun




















































SALDO AKHIR KASDAN BANK
Saldo Akhir Kas dan Bank per 30 Juni 2012 sebesar Rp227.661.691.194.866 merupakan kas
Pemerintah Pusat yang tersedia dan siap digunakan untuk membiayai aktivitas pemerintah
semester berikutnya, dengan rincian (dalam Rp):

Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Kas BUN, KPPN, BLU *) 170.461.062.115.043 221.850.019.823.750
Rekening Pemerintah Lainnya 40.811.445.722.318 27.294.279.942.786
Kas di Bendahara Pengeluaran 4.237.709.202.349 3.934.251.026.226
Kas di Bendahara Penerimaan 405.580.465.657 809.524.250.592
Kas Lainnya dan Setara Kas**) 11.710.430.111.916 3,908,858,507,984
Kas pada BLU yang Belum Disahkan ***) 163.089.795.255 8.901.619.155
Kas pada BLU yang telah Didepositokan
(Investasi Jangka Pendek)
(127.626.217.672) -
Jumlah Saldo Akhir Kas 227.661.691.194.866 257.805.835.170.493

*) Saldo Akhir Kas BUN, KPPN, BLU, dan Hibah Langsung terdiri dari:

Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Rekening Kas BUN di BI 147.644.719.217.455 207.138.360.015.139
Rekening Kas di KPPN 6.684.835.490.699 5.866.720.500.176
Kas di BLU yang Sudah Disahkan 15.583.837.419.948 8.797.286.779.150
Hibah Kas Langsung K/L yang Sudah
Disahkan
547.669.986.941 47.652.529.285
Jumlah 170.461.062.115.043 221.850.019.823.750

**) Kas Lainnya dan Setara Kas sebesar Rp11.710.430.111.916 berasal dari saldo sebesar
Rp12.258.100.098.857 dikurangi dengan Kas dari hibah langsung K/L yang sudah disahkan
sebesar Rp547.669.986.941.
***) Kas pada BLU sebesar Rp163.089.795.255 merupakan Kas pada BLU yang belum
disahkan oleh KPPN dan beberapa koreksi, dengan perhitungan sebagai berikut (Rp):

Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011

Total Kas pada BLU menurut K/L 15.619.300.997.531 8.806.188.398.305

Ditambah Kas pada BLU yang telah
Didepositokan (Investasi Jangka Pendek) 127.626.217.672 -

Dikurangi Kas pada BLU yang telah
disahkan KPPN (15.583.837.419.948) (8.797.286.779.150)

Kas pada BLU yang belum disahkan KPPN 163.089.795.255 8.901.619.155

Kas pada BLU yang telah disahkan KPPN sebesar Rp15.583.837.419.948 berasal dari
perhitungan sebagai berikut (Rp):

Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Saldo awal BLU 13.089.016.578.965 7.287.580.742.179
Koreksi Tambah Saldo Awal Kas pada BLU (1.255.040.650) (7.213.234.713)
Pendapatan BLU 6.372.047.622.896 3.633.908.246.714
Belanja BLU (3.875.971.741.263) (2.116.988.975.030)
Kas pada BLU yang telah disahkan
KPPN
15.583.837.419.948 8.797.286.779.150



Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -146-








Arus Kas Keluar
Bersih dari Aktivitas
Operasi sebesar
Rp4,30 triliun














Penerimaan
Perpajakan sebesar
Rp457,01triliun





























D.2. PENJELASAN PER POS LAPORAN ARUS KAS

Penjelasan atas Laporan Arus Kas Pemerintah Pusat Semester I Tahun2012 diuraikan sebagai
berikut:

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Arus Kas dari Aktivitas Operasi menjelaskan aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas untuk
kegiatan operasional Pemerintah selama satu periode yang berakhir 30 Juni 2012. Arus Kas
Keluar Bersih dari Aktivitas Operasi adalah sebesar Rp4.297.746.808.615, dengan rincian
sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Arus Kas Masuk 593.674.674.114.044 499.820.036.693.383
Dikurangi Arus Kas Keluar 597.972.420.922.659 416.899.920.782.829
Arus Kas Bersih (4.297.746.808.615) 82.920.115.910.554

Arus Kas Keluar Bersih dari Aktivitas Operasi menunjukkan bahwa pendapatan operasional
Pemerintah tidak mencukupi untuk membiayai seluruh kegiatan operasional Pemerintah. Jika
dibandingkan dengan Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi Semester I TA 2011, terdapat
penurunan arus kas bersih sebesar Rp87.217.862.719.169.

D.2.1. Penerimaan Perpajakan
Penerimaan Perpajakan pada Semester I TA 2012 sebesar Rp457.009.093.377.387 terdiri dari
Penerimaan Pajak Dalam Negeri sebesar Rp432.183.528.440.972 dan Penerimaan Pajak
Perdagangan Internasional sebesar Rp24.825.564.936.415. Penerimaan Perpajakan ini
merupakan penerimaan Pemerintah yang dihimpun dari sektor perpajakan sepanjang Semester I
TA 2012 setelah dikurangi pengembalian pendapatan perpajakan. Rincian Penerimaan
Perpajakan Semester I TA 2012dan 2011 adalah sebagai berikut (dalam Rp):

Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Pajak Dalam Negeri
Pajak Penghasilan (PPh) 233.567.515.556.674 208.028.255.107.321
Pajak Pertambahan Nilai dan Penjualan
Barang Mewah (PPN & PPnBM)
149.665.325.930.072 112.773.298.284.351
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) 2.296.891.132.864 2.227.954.322.600
Bea Perolehan Hak atas Tanah dan
Bangunan (BPHTB)
- (704.724.406)
Cukai 44.547.049.460.489 34.820.843.145.853
Pajak Lainnya 2.106.746.360.873 1.873.677.787.259
Jumlah Penerimaan Pajak DN 432.183.528.440.972 359.723.323.922.978
Pajak Perdagangan Internasional
Bea Masuk 13.908.233.994.507 11.831.987.468.868
Bea Keluar 10.917.330.941.908 16.594.351.585.467
Jumlah Penerimaan Pajak Perdagangan
Internasional
24.825.564.936.415 28.426.339.054.335
Penerimaan Perpajakan 457.009.093.377.387 388.149.662.977.313

Dengan demikian, Penerimaan Perpajakan dalam Semester I TA 2012 lebih besar
Rp68.859.430.400.074 atau 17,74 persen dari Penerimaan Perpajakan dalam Semester I TA
2011.


Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -147-

























































a. Pajak Penghasilan
Penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) pada Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp233.567.515.556.674 yang berasal dari Pajak Penghasilan Migas dan Non Migas.
Rincian penerimaan kas dari PPh pada Semester I TA 2012 dan TA 2011 adalah sebagai
berikut (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
PPh Migas
PPh Minyak Bumi 14.355.399.877.157 13.894.084.701.623
PPh Gas Alam 20.429.365.622.327 20.437.496.513.576
PPh Migas Lainnya 119.012.851 -
Pendapatan PPh Ditanggung
Pemerintah
330.353.270 -
Jumlah PPh Migas 34.785.214.865.606 34.331.581.215.199
PPh Non Migas
PPh Pasal 21 37.923.903.836.264 30.908.224.866.947
PPh Pasal 22 2.169.830.554.064 1.926.605.975.470
PPh Pasal 22 Impor 17.746.460.011.747 14.664.239.041.688
PPh Pasal 23 9.752.806.733.898 8.369.757.361.577
PPh Pasal 25/29 Orang Pribadi 2.441.361.846.182 2.021.452.007.810
PPh Pasal 25/29 Badan 88.228.890.711.631 82.205.341.093.212
PPh Pasal 26 12.738.859.149.773 11.609.069.696.987
PPh Final dan Fiskal LN 27.769.151.598.185 21.961.932.970.171
PPh Non Migas Lainnya 11.036.249.324 30.050.878.260
Jumlah PPh Non Migas 198.782.300.691.068 173.696.673.892.122
Jumlah Pajak Penghasilan 233.567.515.556.674 208.028.255.107.321

Dengan demikian, penerimaan Pajak Penghasilan pada Semester I TA 2012 lebih besar
Rp25.539.260.449.353 atau 12,28 persen dari penerimaan Semester I TA 2011.

b. Pajak Pertambahan Nilai dan Penjualan Barang Mewah
Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai dan Penjualan Barang Mewah (PPN &PPnBM) untuk
Semester I TA 2011adalah sebesar Rp149.665.325.930.072. Rincian Penerimaan PPN &
PPnBM adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
PPN dan PPnBM Dalam Negeri 84.552.154.940.586 61.057.695.063.844
PPN dan PPnBM Impor 65.018.137.211.221 51.624.382.976.439
PPN dan PPnBM lainnya 95.033.778.265 91.220.244.068
Jumlah PPN dan PPnBM 149.665.325.930.072 112.773.298.284.351
Dengan demikian, penerimaan Pajak Pertambahan Nilai dan Penjualan Barang Mewah pada
Semester I TA 2012 lebih besar Rp36.892.027.645.721 atau 32,71 persen dari Semester I
TA 2011.

c. Pajak Bumi dan Bangunan
Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp2.296.891.132.864. Rincian dari Penerimaan PBB tersebut adalah sebagai berikut (dalam
Rp):

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -148-

























































Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
PBB Pedesaan 368.408.283.466 406.155.290.940
PBB Perkotaan 1.564.407.594.812 1.687.521.344.115
PBB Perkebunan 78.538.408.190 68.959.618.891
PBB Kehutanan 30.635.406.885 39.029.856.062
PBB Pertambangan 67.881.565.829 26.278.012.592
PBB Migas 187.019.873.682 10.200.000
Jumlah PBB (Neto) 2.296.891.132.864 2.227.954.322.600

Dengan demikian, penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan pada Semestr I TA 2012 lebih
besar Rp68.936.810.264 atau 3,09 persen dari Semester I TA 2011.

d. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
Penerimaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) mulai TA 2011 tidak
dicatat lagi dikarenakan Penerimaan BPHTB diserahkan ke pemerintah daerah. Sedangkan
pada Semester I TA 2011 terdapat Penerimaan BPHTB sebesar minus Rp704.724.406
merupakan pengembalian BPHTB tahun anggaran yang lalu.

e. Cukai
Penerimaan Cukai pada Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp44.547.049.460.489,
dengan rincian sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Cukai Hasil Tembakau 42.503.862.816.464 33.125.995.295.956
Cukai Ethyl Alkohol 83.920.789.125 74.911.700.645
Cukai Minuman mengandung Ethyl Alkohol 1.941.091.492.940 1.605.052.291.590
Denda Administrasi Cukai 10.249.255.856 4.888.947.024
Cukai Lainnya 7.925.106.104 9.994.910.638
Jumlah Penerimaan Cukai (Neto) 44.547.049.460.489 34.820.843.145.853

Dengan demikian, Penerimaan Cukai pada Semester I TA 2012 lebih besar
Rp9.726.206.314.636 atau 27,93 persen dari Penerimaan Cukai Semester ITA 2011.

f. Pajak Lainnya
Penerimaan Pajak Lainnya pada Semester I TA 2012adalah sebesar Rp2.106.746.360.873.
Rincian Penerimaan Pajak Lainnya adalah sebagai berikut:
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Penjualan Benda dan Bea Materai 1.902.596.178.859 1.736.098.316.826
Pendapatan PPn Batubara - 58.638.700
Pajak Tidak Langsung 2.359.528.777 931.467.299
Bunga Penagihan Pajak:
- Bunga Penagihan PPh 147.894.932.510 52.706.519.963
- Bunga Penagihan PPN 51.845.594.531 77.039.654.874
- Bunga Penagihan PPnBM 1.250.816.058 17.331.663
- Bunga Penagihan PTLL 799.310.138 6.825.857.934
Jumlah Pajak Lainnya 2.106.746.360.873 1.873.677.787.259

Dengan demikian, Penerimaan Pajak Lainnya pada Semester I TA 2012 lebih besar
Rp233.068.573.614 atau 12,44 persen dari Semester I TA 2011.

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -149-



























PNBP sebesar
Rp135,69 triliun




























g. Pajak Perdagangan Internasional
Penerimaan Pajak Perdagangan Internasional pada Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp24.825.564.936.415, yang terdiri dari Penerimaan Bea Masuk sebesar
Rp13.908.233.994.507 dan Penerimaan Bea Keluar sebesar Rp10.917.330.941.908.
Rincian Penerimaan Pajak Perdagangan Internasional adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Bea Masuk
Bea Masuk 13.179.103.222.311 11.218.073.235.419
Bea Masuk DTP atas Hibah (SPM Nihil) 1.946.275.747 2.618.724.584
Pendapatan Denda Administrasi
Pabean
247.783.301.964 183.734.238.304
Bea Masuk dalam rangka KITE 457.228.451.820 374.680.444.557
Denda atas sanksi administrasi (23.036.653)
Bea Masuk – Ditanggung Pemerintah - -
Pabean Lainnya 22.195.779.318 52.880.826.004
Jumlah Bea Masuk 13.908.233.994.507 11.831.987.468.868
Bea Keluar 10.917.330.941.908 16.594.351.585.467
Jumlah Pajak Perdagangan
Internasional
24.825.564.936.415 28.426.339.054.335

Dengan demikian, penerimaan Pajak Perdagangan Internasional Semester I TA 2012 lebih
kecil Rp3.600.774.117.920 atau12,67 persen dari Semester I TA 2011.

D.2.2. Penerimaan Negara Bukan Pajak
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp135.693.638.616.375, yang berarti lebih besar Rp25.152.883.275.825 atau 22,75 persen
dari Semester I TA 2011 sebesar Rp110.540.755.340.550.
PNBP tersebut berasal dari penerimaan dari Sumber Daya Alam, bagian pemerintah atas laba
BUMN, PNBP Lainnya, dan Pendapatan BLU.
Rincian atas penerimaan negara bukan pajak adalah sebagai berikut:
a. Penerimaan Sumber Daya Alam
Penerimaan Sumber Daya Alam (SDA) pada Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp79.870.224.544.135. Penerimaan ini merupakan penerimaan negara yang berhubungan
dengan kegiatan eksploitasi SDA, yang terdiri dari:
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Pendapatan Minyak Bumi 47.777.699.409.325 43.555.789.802.213
Pendapatan Gas Alam 20.944.653.493.682 18.128.460.728.134
Pendapatan Pertambangan Umum 9.086.840.681.118 7.691.605.745.752
Pendapatan Kehutanan 1.616.675.844.226 1.473.020.992.105
Pendapatan Perikanan 89.150.864.000 64.160.652.010
Pendapatan Pertambangan Panas Bumi 355.204.251.784 219.003.042.149
Jumlah Penerimaan SDA 79.870.224.544.135 71.132.040.962.363
Dengan demikian, Penerimaan Sumber Daya Alam pada Semester I TA 2012 lebih besar
Rp8.738.183.581.772 atau 12,28 persen dari Semester I TA 2011.

b. Penerimaan Bagian Pemerintah atas Laba BUMN
Penerimaan Bagian Pemerintah atas Laba BUMN pada Semester I TA 2012 adalah sebesar
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -150-

























































Rp14.537.992.614.053, yang berarti lebih besar Rp9.342.879.859.686 atau 179,84
persen dari Semester I TA 2011 sebesar Rp5.195.112.754.367. Penerimaan tersebut
merupakan penerimaan yang diperoleh Pemerintah atas pengelolaan kekayaan negara yang
dipisahkan, yakni kekayaan negara yang ditempatkan sebagai penyertaan modal pada
Perusahaan Negara.
c. Penerimaan PNBP Lainnya
Penerimaan PNBP Lainnya pada Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp34.913.373.835.291. Penerimaan ini terdiri dari (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Pendapatan Penjualan Hasil Produksi/Sitaan 5.250.547.153.159 3.171.482.208.245
Pendapatan Penjualan dari kegiatan Hulu Migas 2.958.199.760.750 4.765.603.649.054
Pendapatan Sewa 100.806.727.383 82.513.073.767
Pendapatan Jasa I 6.313.615.224.787 5.671.593.531.041
Pendapatan Jasa II 759.913.471.364 1.223.830.951.783
Pendapatan Jasa Luar Negeri 215.991.678.984 122.362.492.964
Pendapatan Jasa Perbankan 74.985.507 147.641.986
Pendapatan Atas Pengelolaan (TSA) dan/atau atas
Penempatan Uang Negara
2.333.101.329.164 2.396.398.109.360
Pendapatan Jasa Kepolisian 1.668.694.880.550 1.573.191.955.778
Pendapatan Jasa Pelayanan Tol 88.501.779.088 -
Pendapatan Jasa Kepolisian II 61.826.784.159 47.001.025.000
Pendapatan Jasa Lainnya 60.923.986.903 129.255.217.887
Pendapatan Bunga 1.315.769.159.383 968.836.075.572
Pendapatan Gain On Bond Redemption 3.205.300 760.225.000
Pendapatan Premium atas Obligasi Negara 6.829.127.778.352 788.120.413.500
Pendapatan Kejaksaan dan Peradilan dan Hasil Tindak
Pidana Korupsi
124.871.846.160 122.641.027.112
Pendapatan Pendidikan 947.228.273.739 1.306.102.486.077
Pendapatan Gratifikasi dan Uang Sitaan Hasil Korupsi 115.567.264.732 60.360.876.341
Pendapatan Iuran dan Denda 737.524.049.287 600.303.149.472
Pendapatan dari Penerimaan Kembali TAYL 4.028.542.179.525 6.716.873.532.989
Pendapatan Pelunasan Piutang 15.238.686.966 14.895.448.335
Pendapatan dari Penutupan Rekening 50.437.978.663 625.321.545.608
Pendapatan Selisih Kurs 651.364.760.109 -
Pendapatan Lain-lain 285.500.891.277 192.098.740.235
Jumlah PNBP Lainnya 34.913.373.835.291 30.579.693.377.106

Dengan demikian, Penerimaan PNBP Lainnya pada Semester I TA 2012 lebih besar
Rp4.333.680.458.185 atau 14,17 persen dari Semester I TA 2011.

d. Penerimaan Badan Layanan Umum
Penerimaan Badan Layanan Umum (BLU) pada Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp6.372.047.622.896, yang terdiri dari (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Pendapatan Jasa Layanan Umum 5.833.452.694.709 3.263.820.075.859
Pendapatan Hibah Badan Layanan Umum 3.928.458.651 9.264.424.684
Pendapatan Hasil Kerja Sama BLU 179.066.218.199 76.424.695.682
Pendapatan BLU Lainnya 355.600.251.337 284.399.050.489
Jumlah Penerimaan BLU 6.372.047.622.896 3.633.908.246.714

Dengan demikian, penerimaan BLU pada Semester I TA 2012 lebih besar
Rp2.738.139.376.182 atau 75,35 persen dari Semester I TA 2011.
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -151-

Penerimaan Hibah
sebesar Rp971,94
milyar





























Belanja Pegawai
sebesar Rp104,12
triliun




















D.2.3. Penerimaan Hibah
Penerimaan Hibah pada Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp971.942.120.282. Pendapatan
ini merupakan penerimaan negara yang berasal dari sumbangan dalam negeri perorangan,
lembaga/badan usaha dan hibah dalam negeri lainnya. Selain itu, penerimaan hibah juga berasal
dari luar negeri perorangan, bilateral, multilateral dan hibah luar negeri lainnya. Rincian
Pendapatan Hibah adalah sebagai berikut (dalam Rp):

Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Hibah Dalam Negeri
Hibah Dalam Negeri – Perorangan 5.360.000 28.362.500
Hibah Dalam Negeri – Lembaga/Badan Usaha 4.185.000 -
Hibah Dalam Negeri Lainnya - 65.810.600
Hibah Dalam Negeri Langsung - Lembaga/Badan Usaha (97.860.776) -
Hibah Dalam negeri Langsung Bentuk Uang - Pemda 2.158.741.182 -
Hibah Dalam Negeri Langsung - Pemda - -
Jumlah Hibah Dalam Negeri 2.070.425.406 94.173.100
Hibah Luar Negeri
Hibah Luar Negeri – Perorangan 600.000 -
Hibah Luar Negeri – Bilateral 531.979.757.473 329.095.080.383
Hibah Luar Negeri – Multilateral 428.350.789.648 800.369.122.037
Pendapatan Hibah Luar Negeri Lainnya 9.411.776.007 60.000.000
Hibah Luar Negeri Langsung - Perorangan - -
Hibah Luar Negeri Langsung - Bilateral 128.771.748 -
Hibah Luar Negeri Langsung - Multilateral - -
Hibah Luar Negeri Langsung Lainnya - -
Jumlah Hibah Luar Negeri 969.871.694.876 1.129.524.202.420
Jumlah Hibah 971.942.120.282 1.129.618.375.520

Dengan demikian, penerimaan Hibah pada Semester I TA 2011 lebih kecil Rp157.676.255.238
atau 13,96 persen dari Semester I TA 2011.

D.2.4. Belanja Pegawai
Belanja Pegawai pada Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp104.116.907.901.407, dengan
rincian sebagai berikut (dalam Rp):

Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Belanja Gaji dan Tunjangan PNS 26.513.754.055.227 20.463.365.564.646
Belanja Gaji dan Tunjangan TNI/Polri 22.711.531.497.701 19.135.966.635.123
Belanja Gaji dan Tunjangan Pejabat Negara 416.509.472.079 365.863.981.168
Belanja Gaji Dokter PTT 360.224.775.392 279.077.656.742
Belanja Gaji dan Tunjangan Pegawai Non PNS 109.786.395.416 88.009.211.342
Belanja Honorarium 632.706.058.483 501.179.384.267
Belanja Lembur 202.265.324.593 139.613.844.097
Belanja Vakasi 98.046.588.237 96.046.514.075
Belanja Tunj. Khusus & Belanja Pegawai
Transito
10.556.190.788.198 6.169.557.779.195
Belanja Pensiun dan Uang Tunggu 41.192.756.747.581 32.145.903.575.995
Belanja Asuransi Kesehatan 1.241.018.772.498 1.047.854.180.922
Belanja Tunjangan Kesehatan Veteran 82.117.426.002 75.288.432.498
Belanja Cadangan Perubahan Sharing - (427.313.852)
Belanja Kontribusi APBN Pembayaran Pensiun
Eks PNS Dephub pada PT KAI
- (18.054.805)
Total Belanja Pegawai 104.116.907.901.407 80.507.281.391.413

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -152-






Belanja Barang
sebesar Rp41,85
triliun

















Belanja Pembayaran
Bunga Utang sebesar
Rp48,71 triliun


























Dengan demikian, Belanja Pegawai pada Semester I TA 2012 lebih besar
Rp23.609.626.509.994 atau 29,33 persen dari Semester I TA 2011.


D.2.5. Belanja Barang
Belanja Barang pada Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp41.851.084.208.091 yang
merupakan pengeluaran Pemerintah dalam rangka pengadaan/pembelian barang dan jasa non
investasi guna mendukung kegiatan operasional pemerintahan. Rincian Belanja Barang adalah
sebagai berikut (dalam Rp):

Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Belanja Barang 21.479.673.798.161 17.516.989.081.977
Belanja Jasa 4.639.949.079.933 3.533.912.012.015
Belanja Pemeliharaan 3.801.033.427.284 3.087.711.777.337
Belanja Perjalanan 7.153.919.707.759 6.173.456.374.063
Belanja Barang BLU 3.646.558.103.815 1.991.132.034.415
Belanja Barang Untuk Diserahkan Kepada
Masyarakat/Pemda
1.129.950.091.139 -
Jumlah Belanja Barang 41.851.084.208.091 32.303.201.279.807

Dengan demikian, Belanja Barang Semester I TA 2012 ini lebih besar Rp9.547.882.928.284
atau 29,56 persen dari Semester I TA 2011.

D.2.6. Belanja Pembayaran Bunga Utang
Belanja Pembayaran Bunga Utang pada Semester I TA 2012 sebesar Rp48.708.231.801.914
merupakan pembayaran yang dilakukan atas kewajiban penggunaan pokok utang (outstanding
principal), baik utang dalam negeri maupun utang luar negeri yang dihitung berdasarkan posisi
pinjaman, dan pembayaran denda berupa imbalan bunga. Belanja Pembayaran Bunga Utang
mengalami kenaikan Rp2.023.209.354.877 atau 4,33 persen dari Belanja Pembayaran Bunga
Utang Semester I TA 2011 sebesar Rp46.685.022.447.037.
Rincian Belanja Pembayaran Bunga Utang tersebut terdiri dari Pembayaran Bunga atas Utang
Dalam Negeri (DN) dan Luar Negeri (LN) masing-masing sebesar Rp41.754.982.689.396 dan
Rp6.953.249.112.518 dengan rincian sebagai berikut:
Pembayaran Bungaatas Utang Dalam Negeri
Belanja Pembayaran Bunga atas Utang Dalam Negeri sebesar Rp41.754.982.689.396
merupakan pembayaran bunga dan kewajiban lain atas Surat Berharga Negara baik mata uang
rupiah maupun valas, serta pembayaran denda berupa imbalan bunga, dengan rincian sebagai
berikut (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Belanja Pembayaran Bunga Obligasi Negara DN 29.698.339.778.964 28.206.939.150.764
Belanja Pembayaran Imbalan SBSN DN 2.880.341.822.140 2.187.721.483.880
Belanja Pembayaran Discount Obligasi Negara DN 586.295.163.000 2.280.455.975.900
Belanja Pembayaran Loss On Bond Redemption 114.880.075.000 48.809.500.000
Belanja Pembayaran Discount SBSN DN 628.825.402.000 23.217.230.000
Belanja Pembayaran Bunga Obligasi Negara Valas 6.545.159.126.881 5.744.260.937.735
Belanja Pembayaran Imbalan SBSN Valas 448.022.400.000 247.588.699.450
Belanja Pembayaran Discount Obligasi Negara
Valas
449.948.400.000 373.905.900.000
Belanja Pembayaran Denda 403.170.521.411 713.806.561.144
Jumlah Pembayaran Bunga Utang DN 41.754.982.689.396 39.826.705.438.873
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -153-













Subsidi sebesar
Rp134,69 triliun






















Belanja Hibah sebesar
Rp7,33miliar







Bantuan Sosial
sebesar Rp30,19
triliun







Belanja Pembayaran Bunga atas Utang Luar Negeri
Belanja Pembayaran Bunga atas Utang Luar Negeri sebesar Rp6.953.249.112.518 merupakan
pembayaran bunga dan kewajiban lain atas pinjaman program dan pinjaman proyek, dengan
rincian sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Belanja Bunga Pinjaman Program 1.803.010.376.507 1.735.498.933.943
Belanja Bunga Pinjaman Proyek 5.150.238.736.011 5.122.818.074.221
Jumlah Pembayaran Bunga Utang LN 6.953.249.112.518 6.858.317.008.164

D.2.7. Subsidi
Belanja Subsidi pada Semester I TA 2011 sebesar Rp134.690.914.671.031 merupakan belanja
negara yang diberikan kepada perusahaan/lembaga yang memproduksi, menjual, mengekspor
atau mengimpor barang dan jasa, yang memenuhi hajat hidup orang banyak, sehingga harga jual
terjangkau oleh masyarakat. Rincian Subsidi adalah sebagai berikut (dalam Rp):

Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Subsidi Perusahaan Negara
Subsidi Lembaga Non Keuangan BBM 88.890.516.723.165 41.569.476.169.637
Subsidi Non Lembaga Keuangan - Non BBM:
Subsidi Non BBM - Harga/biaya 45.107.316.689.205 20.351.282.512.983
Subsidi Non BBM – Pajak - -
Subsidi Non BBM - Lainnya - -
Subsidi dalam Rangka PSO 31.510.768.658
Jumlah Subsidi Perusahaan Negara 134.029.344.181.028 61.920.758.682.620
Subsidi Perusahaan Swasta
Belanja Subsidi Lembaga Keuangan 661.570.490.003 46.729.330.200
Jumlah Subsidi Perusahaan Swasta 661.570.490.003 46.729.330.200
Jumlah Belanja Subsidi 134.690.914.671.031 61.967.488.012.820

Dengan demikian, Subsidi Semester I TA 2012 ini lebih besar Rp72.723.426.658.211 atau
117,36 persen dari Subsidi Semester I TA 2011.

D.2.8. Belanja Hibah
Belanja Hibah merupakan transfer uang atau barang oleh Pemerintah Pusat kepada negara lain,
organisasi internasional, dan pemerintah daerah yang sifatnya tidak wajib. Pada Semester I TA
2012 terdapat belanja hibah negara kepada pemerintah daerah sebesar Rp7.325.309.315.
Belanja hibah Semester I TA 2012 lebih kecil Rp28.887.557.910atau 79,77 persen dari
Semester I TA 2011 sebesar Rp36.212.867.225.

D.2. 9. Bantuan Sosial
Belanja Bantuan Sosial sebesar Rp30.194.853.205.452 merupakan uang atau barang yang
diberikan kepada masyarakat guna melindungi dari kemungkinan terjadinya risiko sosial dengan
rincian sebagai berikut (dalam Rp):

Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Bantuan Kompensasi Kenaikan Harga BBM 152.133.519.437 1.538.002.354.000
Bantuan Sosial untuk Rehabilitasi Sosial dlm
bentuk barang/jasa
10.408.869.750 -
Bantuan Langsung Sekolah/Lembaga/ Guru 11.066.023.793.283 4.092.995.184.515
Imbal Swadaya Sekolah/ Lembaga 3.397.574.817.000 462.739.000
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -154-













Belanja Lain-lain
sebesar Rp2,88 triliun






















DBH Pajak sebesar
Rp18,92 triliun















DBH SDA sebesar
Rp17,17 triliun

Beasiswa - 852.174.509.155
Lembaga Peribadatan - 79.481.839.500
Bantuan Sosial Lainnya 15.479.962.478.482 5.528.259.862.064
Bantuan Sosial Untuk Penanggulangan
Bencana
88.749.727.500 -
Jumlah Bantuan Sosial (Neto) 30.194.853.205.452 12.091.376.488.234

Dengan demikian, Belanja Bantuan Sosial Semester I TA 2012 ini lebih besar
Rp18.103.476.717.218 atau 149,72 persen dari Semester I TA 2011.

D.2.10. Belanja Lain-lain
Belanja Lain-lain pada Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp2.880.235.091.151,dengan
rincian sebagai berikut (dalam Rp):

Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Belanja Cadangan Kenaikan Harga Tanah (Land
Capping)
11.452.000.000 -
Belanja Cadangan Beras Pemerintah 2.000.000.000.000 -
Belanja DBH Biaya/Upah Pungut PBB untuk DJP - (3.020.000)
Belanja karena rugi selisih kurs Dalam
Pengelolaan Rekening BUN
440.524.224.652 6.512.914.973
Jasa Perbendaharaan 45.458.975.000 50.273.655.000
Belanja Pembayaran Selisih Harga Beras Bulog 18.255.217.000 -
Belanja untuk LPP TVRI - 249.682.129.284
Belanja untuk LPP RRI - 243.711.863.369
Belanja Tanggap Darurat Penanggulangan
Bencana
(244.999.000) -
Belanja lain-lain 364.789.673.499 223.909.778.639
Jumlah Belanja Lain-lain 2.880.235.091.151 774.087.321.265
Dengan demikian, Belanja Lain-lain Semester I TA 2012 mengalami kenaikan sebesar
Rp2.106.147.769.886 atau 272,08 persen dari Semester I TA 2011.

D.2.11. Dana Bagi Hasil Pajak
Bagi Hasil Pajak merupakan transfer oleh Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah atas
bagi hasil penerimaan pajak yang merupakan bagian pendapatan pemerintah daerah. Transfer
Bagi Hasil Pajak pada Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp18.917.464.466.138, dengan
rincian sebagai berikut (dalam Rp):

Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Bagi Hasil Pajak Penghasilan 7.584.882.398.974 5.254.938.371.479
Bagi Hasil PBB 11.332.582.067.164 2.140.032.959.968
Bagi Hasil BPHTB - 6.699.554.644
Jumlah Bagi Hasil Pajak 18.917.464.466.138 7.401.670.886.091

Dengan demikian, Bagi Hasil Pajak Semester I TA 2012 lebih besar Rp11.515.793.580.047
atau 155,58 persen dari Semester I TA 2011.

D.2.12. Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam
Bagi Hasil Sumber Daya Alam (SDA) merupakan transfer oleh Pemerintah Pusat kepada
pemerintah daerah atas bagi hasil penerimaan sumber daya alam yang merupakan bagian
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -155-

















DBH Cukai Tembakau
sebesar Rp720,41
milyar







DAU sebesar
Rp159,72 triliun







DAK sebesar Rp7,41
triliun







Dana Otonomi Khusus
sebesar Rp3,59 triliun









pendapatan pemerintah daerah. Transfer Bagi Hasil SDA dalam Semester I TA 2012 adalah
sebesarRp17.171.820.019.094, dengan rincian sebagai berikut(dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Bagi Hasil Minyak Bumi 7.223.543.890.400 7.913.136.635.284
Bagi Hasil Gas Alam 5.480.875.297.600 6.127.415.364.716
Bagi Hasil Pertambangan Umum 4.047.105.100.430 3.309.672.105.863
Bagi Hasil Pertambangan Panas Bumi 74.579.199.996 179.479.573.376
Bagi Hasil Kehutanan 309.716.530.668 373.334.063.822
Bagi Hasil Perikanan 36.000.000.000 39.695.140.000
Jumlah Bagi Hasil SDA 17.171.820.019.094 17.942.732.883.061

Dengan demikian, DBH Sumber Daya Alam Semester I TA 2012 lebih kecil Rp770.912.863.967
atau 4,30 persen dari Semester I TA 2011.

D.2.13. Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau
Bagi Hasil Cukai Tembakau merupakan transfer oleh Pemerintah Pusat kepada Pemerintah
Daerah atas bagi hasil penerimaan cukai yang merupakan bagian pendapatan Pemerintah
daerah. Transfer Bagi Hasil Cukai Tembakau pada Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp720.409.999.698, sedangkan pada Semester I TA 2011 sebesar Rp519.068.797.376.
Dengan demikian DBH Cukai Tembakau Semester I TA 2012 lebih besar Rp201.341.202.322
atau 38,79 persen dibandingkan Semester I TA 2011.

D.2.14. Dana Alokasi Umum
Dana Alokasi Umum merupakan transfer oleh Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah
yang digunakan untuk membiayai kebutuhan provinsi dan kabupaten/kota dalam rangka
pelaksanaan desentralisasi. Transfer Dana Alokasi Umum pada Semester I TA 2012 sebesar
Rp159.724.998.304.868, jumlah tersebut lebih besar Rp28.222.883.751.368 atau 21,46
persen dari Semester I TA 2011sebesar Rp131.502.114.553.500.

D.2.15. Dana Alokasi Khusus
Dana Alokasi Khusus adalah alokasi dari APBN kepada provinsi/kabupaten/kota tertentu dengan
tujuan untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan pemerintah daerah dan sesuai
dengan prioritas nasional. Transfer Dana Alokasi Khusus pada Semester I TA 2012 sebesar
Rp7.411.865.356.000, jumlah tersebut lebih besar Rp258.554.261.000 atau 3,61 persen dari
Semester I TA 2011sebesar Rp7.153.311.095.000.

D.2.16. Dana Otonomi Khusus
Dana Otonomi Khusus adalah dana yang dialokasikan untuk membiayai pelaksanaan otonomi
khusus suatu daerah. Penggunaan Dana Otonomi Khusus ditetapkan dalam Undang-Undang
Nomor 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Daerah Istimewa Aceh Sebagai
Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang
Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua. Transfer Dana Otonomi Khusus pada Semester I TA 2012
sebesar Rp3.585.773.259.000, jumlah tersebut lebih besar Rp459.379.361.000 atau14,69
persen dari Semester I TA 2011 sebesar Rp3.126.393.898.000.


Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -156-

Dana Penyesuaian
sebesar Rp27,99 triliun






Arus Kas Keluar
Bersih dari Aktivitas
Investasi Aset
Nonkeuangan sebesar
Rp30,5 triliun












Penjualan Aset
sebesar Rp52,84
miliar
















Belanja Modal
sebesar Rp30,64
triliun








D.2.17. Dana Penyesuaian
Dana Penyesuaian adalah dana yang dialokasikan untuk membantu daerah dalam melaksanakan
kebijakan Pemerintah Pusat. Transfer Dana Penyesuaian pada Semester I TA 2012 adalah
sebesar Rp27.990.537.329.500, lebih besar Rp13.100.578.467.500 atau 87,98 persen dari
Semester I TA 2011 sebesar Rp14.889.958.862.000.

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI ASET NONKEUANGAN
Arus Kas dari Aktivitas Investasi Aset Non Keuangan menjelaskan penerimaan dan pengeluaran
kas bruto dalam rangka perolehan dan pelepasan sumber daya ekonomi yang bertujuan untuk
meningkatkan dan mendukung pelayanan Pemerintah kepada masyarakat. Aktivitas Investasi
Aset Non Keuangan pada Semester I TA 2012 menunjukkan arus kas keluar bersih sebesar
Rp30.586.128.781.362, dengan rincian sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Arus Masuk 52.839.806.166 80.374.920.556
Dikurangi Arus Keluar 30.638.968.587.528 20.300.028.233.836
Arus Kas Bersih (30.586.128.781.362) (20.219.653.313.280)

Dengan demikian, Arus Kas Keluar Bersih dari Aktivitas Investasi Aset Non Keuangan pada TA
2011 lebih kecil Rp10.366.475.468.082 atau 51,27 persen dari Semester I TA 2011.

D.2.18. Penjualan Aset
Pendapatan Penjualan Aset merupakan pendapatan yang berasal dari penjualan Aset Tetap baik
berupa rumah, gedung, bangunan dan tanah, kendaraan bermotor, dan aset yang rusak atau
berlebihan. Pendapatan yang berasal dari Penjualan AsetTetap pada Semester I TA 2012
adalah sebesar Rp 52.839.806.166, dengan rincian sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Penjualan Tanah, Gedung, dan Bangunan 1.206.174.939 1.299.360.397
Penjualan Peralatan dan Mesin 1.276.403.225 724.825.965
Penjualan Sewa Beli 22.013.005.251 20.597.324.755
Penjualan Aset Bekas Milik Asing/Cina 1.948.400 400.000.000
Tukar Menukar Tanah, Gedung dan Bangunan 632.190 -
Tukar Menukar Jalan, Irigasi dan Jaringan 1.000.000 -
Pemindahtanganan BMN Lainnya 28.340.642.161 57.353.409.439
Jumlah Penjualan Aset 52.839.806.166 80.374.920.556
Dengan demikian, Pendapatan ini pada Semester I TA 2012 lebih kecil Rp27.535.114.390 atau
34,26 persen dari Semester I TA 2011.

D.2.19. Belanja Modal
Belanja Modal pada Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp30.638.968.587.528 dengan
rincian sebagai berikut (dalam Rp):

Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Belanja Modal Tanah 848.468.113.754 547.145.040.696
Belanja Modal Peralatan dan Mesin 10.246.505.643.845 5.497.005.062.943
Belanja Modal Gedung dan Bangunan 2.528.051.016.790 2.699.496.592.193
Belanja Modal Jalan, Irigasi, dan Jaringan 15.707.894.581.583 11.027.001.515.134
Belanja Modal Aset Tetap Lainnya 1.078.635.594.108 403.523.082.255
Belanja Modal BLU 229.413.637.448 125.856.940.615
Jumlah Belanja Modal 30.638.968.587.528 20.300.028.233.836
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -157-












Kenaikan kas dari
Aktivitas Pembiayaan
sebesar Rp100,48
triliun













Penerimaan
Pembiayaan DN
sebesar Rp177,31
triliun
























Belanja Modal ini pada Semester I TA 2012 lebih besar Rp10.338.940.353.692 atau 50,93
persen dari Semester I TA 2011.
Dengan Arus Kas Keluar Bersih dari Aktivitas Operasi sebesar minus Rp4.297.746.808.615 dan
Arus Kas Keluar Bersih dari Aktivitas Investasi Aset Non Keuangan sebesar minus
Rp30.586.128.781.362mengakibatkan defisit anggaran sebesarRp34.883.875.589.977.
Defisit anggaran tersebut ditutup dari sumber-sumber pembiayaan sebagaimana dijelaskan pada
bagian berikut ini.

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN
Arus Kas dari Aktivitas Pembiayaan menjelaskan aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas
sehubungan dengan pendanaan defisit atau penggunaan surplus anggaran yang bertujuan untuk
memprediksi klaim (tuntutan) pihak lain terhadap arus kas Pemerintah dan klaim Pemerintah
terhadap pihak lain di masa yang akan datang. Jumlah Pembiayaan Neto dalam Semester I TA
2012 adalah sebesar Rp100.481.545.078.969, yang berasal dari (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Arus Masuk 186.887.361.771.352 129.353.500.589.520
Dikurangi Arus Keluar 86.405.816.692.383 64.704.364.313.552
Arus Kas Bersih 100.481.545.078.969 64.649.136.275.968

Dengan demikian, Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan Semester I TA 2012 lebih besar
Rp35.832.408.803.001 atau 55,43 persen dari Semester I TA 2011.

D.2.20. Penerimaan Pembiayaan Dalam Negeri
Penerimaan Pembiayaan Dalam Negeri dalam Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp177.314.797.057.891, yang terdiri dari (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Rekening Pemerintah - -
Privatisasi dan Penjualan Aset Restrukturisasi 534.174.856.510 843.834.597.740
Penerimaan Surat Berharga Negara (SBN) 176.586.659.935.790 118.861.051.801.150
Pinjaman Dalam Negeri 193.962.265.591 -
Jumlah Penerimaan Pembiayaan DN 177.314.797.057.891 119.704.886.398.890

Penerimaan Pembiayaan Dalam Negeri dalam Semester I TA 2012 lebih besar
Rp57.609.910.659.001 atau 48,13 persen dibandingkan dengan Semester I TA 2011.

a. Rekening Pemerintah
Tidak terdapat transaksi Penerimaan pembiayaan dari Rekening Pemerintah pada Semester
I TA 2012 dan Semester I TA 2011.
b. Privatisasi dan Penjualan Aset Program Restrukturisasi
Penerimaan Hasil Privatisasi dan Penjualan Aset Program Restrukturisasi pada Semester I
TA 2012 adalah sebesar Rp534.174.856.510, berarti lebih kecil Rp309.659.741.230
atau 36,70 persen dari penerimaan pada Semester I TA 2011 sebesar
Rp843.834.597.740. Penerimaan ini berasal dari privatisasi dan penjualan aset program
restrukturisasi dan penjualan/penyelesaian aset eks BPPN dan aset bekas milik eks Bank
Dalam Likuidasi (BDL). Rincian Penerimaan Hasil Privatisasi dan Penjualan Aset Program
Restrukturisasi adalah (dalam Rp):

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -158-












































Penerimaan
Pembiayaan LN
sebesar Rp6,42 triliun










Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Penerimaan Hasil Privatisasi - 425.044.145.867
Penerimaan Hasil Penjualan Aset Program
Restrukturisasi
3.000.000.000 156.533.825
Penerimaan Hasil Penjualan/Penyelesaian aset
eks BPPN
444.203.341.578 354.147.119.432
Penerimaan Hasil Penjualan/Penyelesaian Aset
Bekas Milik Eks Bank Dalam Likuidasi (BDL)
86.971.514.932 64.486.798.616
Total Penerimaan 534.174.856.510 843.834.597.740

c. Penerimaan Surat Berharga Negara (SBN)
Penerimaan pembiayaan SBN merupakan penerimaan pembiayaan dari penjualan Surat
Perbendaharaan Negara (SPN), Obligasi Negara, dan Surat Berharga Syariah Negara
(SBSN), baik dalam mata uang rupiah maupun valas. Penerimaan pembiayaan SBN pada
Semester I TA 2012 sebesar Rp176.586.659.935.790, dengan rincian sebagai berikut
(dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Penerimaan/Penjualan SPN 18.230.000.000.000 19.750.000.000.000
Penerimaan/Penjualan Obligasi Negara DN 74.500.000.000.000 57.714.000.000.000
Utang Bunga Obligasi Negara DN 1.223.232.190.000 1.074.532.141.000
Penerbitan/Penjualan SBSN 42.252.805.000.000 18.841.410.000.000
Imbalan dibayar di muka SBSN 123.291.441.000 39.123.100.000
Penerbitan/Penjualan Surat Utang
Perbendaharaan DN
1.185.000.000.000 -
Penerbitan/Penjualan SBSN - Valas 39.072.331.304.790 21.441.986.560.150
Total Penerimaan SBN 176.586.659.935.790 118.861.051.801.150

Dengan demikian, penerimaan pembiayaan SBN pada Semester I TA 2012 lebih besar
Rp57.725.608.134.640 atau 48,57 persen dibanding Semester I TA 2011.

d. Pinjaman Dalam Negeri
Penerimaan Pinjaman Dalam Negeri merupakan Penerimaan Pembiayaan Dalam Negeri dari
BUMN dan dari Pemerintah Daerah. Penerimaan Pinjaman Dalam Negeri pada Semester I
TA 2012 sebesar Rp193.962.265.591 yang berasal dari Penerimaan Pembiayaan Dalam
Negeri dari BUMN. Sedangkan pada Semester I TA 2011 tidak terdapat transaksi.


D.2.21. Penerimaan Pembiayaan Luar Negeri
Penerimaan Pembiayaan Luar Negeri dalam Semester I TA 2012 sebesar Rp6.420.368.246.337
merupakan seluruh penerimaan Pemerintah sehubungan dengan penarikan pinjaman luar negeri
yang terdiri dari pinjaman program dan pinjaman proyek. Rincian Pembiayaan Luar Negeri adalah
sebagai berikut (dalam Rp):

Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Pinjaman Program 2.241.734.935.510 1.804.841.933.273
Pinjaman Proyek 4.178.633.310.827 5.540.272.590.145
Jumlah Penerimaan Pembiayaan LN 6.420.368.246.337 7.345.114.523.418

Dengan demikian, Penerimaan Pembiayaan Luar Negeri dalam Semester I TA 2012 lebih kecil
Rp924.746.277.081 atau 12,59 persen dari Semester I TA 2011.
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -159-
































Penerimaan
Pengembalian
Penerusan Pinjaman
sebesar Rp3,15 triliun
















Pengeluaran
Pembiayaan DN
sebesar Rp59,94
triliun

a. Pinjaman Program
Pinjaman Program yang diterima dalam Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp2.241.734.935.510, dengan rincian (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Program Bilateral 5.465.868.963 873.396.325.700
Program Mutilateral 2.236.269.066.547 931.445.607.573
Jumlah Pinjaman Program 2.241.734.935.510 1.804.841.933.273
Dengan demikian, Pinjaman Program Semester I TA 2012 lebih besar Rp436.893.002.237
atau 24,21 persen dari Semester I TA 2011.

b. Pinjaman Proyek
Pinjaman Proyek yang diterima dalam Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp4.178.633.310.827, dengan rincian (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Pinjaman Proyek dari Bilateral 1.677.073.808.285 2.236.655.802.919
Pinjaman Proyek dari Multilateral 2.353.509.713.965 3.098.298.832.636
Pinjaman Proyek Fasilitas Kredit Ekspor 147.995.320.347 205.317.954.590
Pinjaman Proyek Lainnya 54.468.230 -
Jumlah Pinjaman Proyek 4.178.633.310.827 5.540.272.590.145
Dengan demikian, Pinjaman Proyek Semester I TA 2012 lebih kecil Rp1.361.639.279.318
atau 24,58 persen dibandingkan Semester I TA 2011.

D.2.22. Penerimaan Pengembalian Penerusan Pinjaman
Penerimaan Pengembalian Penerusan Pinjaman pada Semester I TA 2012 sebesar
Rp3.152.196.467.124 merupakan penerimaan Pemerintah atas cicilan pengembalian Pinjaman
Subsidiary Loan Agreement (SLA) yang terdiri dari penerimaan cicilan pengembalian penerusan
pinjaman dalam dan luar negeri kepada Pemda, BUMD dan BUMN. Rincian Penerimaan Cicilan
Pengembalian Penerusan Pinjaman adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan
Pinjaman DN
550.136.955.509 2.303.499.667.212
Penerimaan Cicilan Pengembalian Penerusan
Pinjaman LN
2.602.059.511.615 -
Penerimaan Pengembalian Penerusan
Pinjaman
3.152.196.467.124 2.303.499.667.212

Penerimaan Pengembalian Penerusan Pinjaman dalam Semester I TA 2012 lebih besar
Rp848.696.799.912 atau 36,84 persen dari Semester I TA 2011.


D.2.23. Pengeluaran Pembiayaan Dalam Negeri
Pengeluaran Pembiayaan Dalam Negeri dalam Semester I TA 2012 adalah sebesar
Rp59.941.778.375.342 yang digunakan untuk pembiayaan pengembangan pendidikan nasional,
pelunasan SPN, Obligasi Negara, dan SBSN, dengan rincian sebagai berikut (Rp):

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -160-














Pengeluaran
Pembiayaan LN
sebesar Rp25,19
triliun










PMN/Investasi
Pemerintah sebesar
Rp500 milyar








Penerusan Pinjaman
sebesar Rp772,72
milyar










Penurunan Kas dari
Aktivitas Non
Anggaran sebesar
Rp4,13 triliun
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Pembiayaan Cicilan Pokok Pinjaman Dalam
Negeri dari BUMN
70.628.027.071 -
Pelunasan Surat Perbendaharaan Negara 19.950.000.000.000 23.945.000.000.000
Pelunasan Obligasi Negara Rupiah 29.676.759.998.271 17.203.477.592.017
Pelunasan SBSN 8.924.390.350.000 4.073.086.000
Pelunasan Obligasi Internasional 1.320.000.000.000 -
Jumlah Pembiayaan Dalam Negeri 59.941.778.375.342 41.152.550.678.017
Dengan demikian, Pengeluaran Pembiayaan Dalam Negeri Semester I TA 2012 lebih besar
Rp18.789.227.697.325 atau 45,66 persen dibandingkan Semester I TA 2011.

D.2.24. Pengeluaran Pembiayaan Luar Negeri
Pengeluaran Pembiayaan Luar Negeri dalam Semester I TA 2012 sebesar
Rp25.191.323.209.724 merupakan pembayaran cicilan pokok utang luar negeri, yang terdiri
dari (dalam Rp):
Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Pinjaman Program 5.159.524.803.459 4.560.955.364.910
Pinjaman Proyek 20.031.798.406.265 18.357.512.470.309
Jumlah Penerimaan Pembiayaan LN 25.191.323.209.724 22.918.467.835.219
Dengan demikian, Pengeluaran Pembiayaan Luar Negeri Semester I TA 2012 lebih besar
Rp2.272.855.374.505 atau 9,92 persen dibandingkan dengan Semester I TA 2011.

D.2.25. Penyertaan Modal Negara/Investasi Pemerintah
Pengeluaran Penyertaan Modal Negara (PMN)/Investasi Pemerintah merupakan penyertaan
modal Pemerintah Pusat dalam rangka pendirian, pengembangan, dan peningkatan kinerja
Badan Usaha Milik Negara/Daerah atau Badan Hukum lainnya yang dimiliki Negara/Daerah,
serta investasi dalam bentuk dana bergulir. PMN/Investasi Pemerintah dalam Semester I TA
2012 adalah sebesar Rp500.000.000.000, yang berasal dari Pembiayaan Dana Bergulir.
Sedang pada Semester I TA 2011 tidak terdapat transaksi.


D.2.26. Penerusan Pinjaman (RDI/RPD)
Penerusan Pinjaman RDI/RPD merupakan pengeluaran Pemerintah atas pemberian pinjaman dan
penerusan pinjaman luar negeri yang disalurkan untuk pemerintah daerah, dan BUMN/BUMD.
Penerusan pinjaman luar negeri pada Semester I TA 2012 adalah sebesar Rp772.715.107.317.
Jumlah tersebut lebih besar Rp139.369.307.001 atau 22,01 persen dibandingkan dengan
Semester I TA 2011 sebesar Rp633.345.800.316.

Dengan Arus Kas Masuk Bersih dari Aktivitas Pembiayaan sebesar Rp100.481.545.078.969
dan defisit anggaran sebesar Rp34.883.875.589.977, terdapat Sisa Lebih Pembiayaan
Anggaran (SiLPA) Semester I TA 2012 sebesar Rp65.597.669.488.992.

ARUS KAS DARI AKTIVITAS NON ANGGARAN
Arus Kas dari Aktivitas Non Anggaran merupakan aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas
yang tidak mempengaruhi anggaran dan tidak disajikan dalam Laporan Realisasi APBN. Dalam
Semester I TA 2012, Arus Kas Keluar Bersih dari Aktivitas Non Anggaran adalah sebesar
Rp4.132.235.906.083, dengan rincian sebagai berikut:
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -161-












PFK (Neto) sebesar
minus Rp135,27
milyar










































Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Perhitungan Fihak Ketiga (Neto) (135.266.887.593) 691.132.218.047
PFK Prefinancing (Neto) - 7.092.500
Kiriman Uang (Neto) (16.984.875.976) (283.359.333.461)
Transito (Neto) (3.979.984.142.514) (3.447.918.196.708)
Arus Kas Bersih (4.132.235.906.083) (3.040.138.219.622)

Dengan demikian, Arus Keluar Kas Bersih dari Aktivitas Non Anggaran Semester I TA 2012
lebih kecil Rp1.092.097.686.461 atau 35,92 persen dari Semester I TA 2011.

D.2.27. Perhitungan Fihak Ketiga (Neto)
Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) dalam Semester I TA 2012 sebesar minus Rp135.266.887.593
berasal dari penerimaan pemerintah yang berasal dari sejumlah dana yang dipotong dari Surat
Perintah Membayar (SPM)/Surat Perintah Pencairan Dana(SP2D) atau diterima secara tunai
untuk pihak ketiga, seperti potongan gaji, pensiun, beras BULOG, dan PFK lainnya dikurangi
dengan jumlah pembayaran yang telah dilakukan pemerintah kepada pihak ketiga yang berhak
menerimanya, serta penerimaan dan pengeluaran karena kesalahan rekening pihak ketiga.
Adapun Rincian penerimaan dan pengeluaran PFK pada Semester I TA 2012 adalah sebagai
berikut (dalam Rp):

Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
PFK terkait Pengakuan Utang PFK
Penerimaan
Penerimaan PFK 10% Gaji 8.905.605.935.798 7.981.127.349.585
Penerimaan PFK 2% Gaji Terusan 2.087.711.681 3.081.899.853
Penerimaan PFK Beras BULOG 117.274.713.037 107.234.152.901
Penerimaan PFK 2% Pemda 1.151.515.734.399 991.621.588.679
Penerimaan PFK Penutupan Rekening - 224.856
Penerimaan PFK Lain-lain 188.506.358.363 191.863.408.573
Jumlah Penerimaan PFK 10.364.990.453.278 9.274.928.624.447
Pengeluaran
Pengembalian Penerimaan PFK 10% Gaji (8.739.280.600.580) (7.293.110.142.327)
Pengembalian Penerimaan PFK 2% Gaji Terusan (5.397.798.692) (1.723.478.082)
Pengembalian Penerimaan PFK Beras Bulog (125.393.028.844) (87.939.288.874)
Pengembalian Penerimaan PFK 2% Pemda (1.228.427.023.385) (981.673.633.336)
Pengembalian Penerimaan PFK Lain-lain (194.302.171.776) (178.391.307.460)
Jumlah Pengeluaran PFK (10.292.800.623.277) (8.542.837.850.079)
Jumlah PFK terkait Pengakuan Utang PFK (Neto) 72.189.830.001 732.090.774.368
PFK terkait Kesalahan Rekening dan SP2D Retur
Penerimaan Non Anggaran PFK karena Kesalahan
Rekening
1.506.591.716.627 150.313.027.471
Pengeluaran Non Anggaran PFK karena Kesalahan
Rekening
(1.714.048.434.221) (191.271.583.792)
Jumlah PFK terkait Kesalahan Rekening dan SP2D
Retur (Neto)
(207.456.717.594) (40.958.556.321)
PFK (Neto) (135.266.887.593) 691.132.218.047

Dengan demikian, Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) dalam Semester I TA 2012 lebih kecil
Rp826.399.105.640 atau 119,57 persen dari Semester I TA 2011.
Jumlah PFK terkait Pengakuan Utang PFK (Neto) sebesar positif Rp72.189.830.001 menjadi
perhitungan penambahan saldo Utang PFK pada Neraca. Sedangkan jumlah PFK terkait
Kesalahan Rekening dan SP2D Retur (Neto) sebesar negatif Rp207.456.717.594 menjadi
perhitungan pengurangan saldo Utang Kepada Pihak Ketiga pada Neraca.

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -162-


PFK Prefinancing
sebesar Rp0






Kiriman Uang sebesar
minus Rp16,98 miliar













































D.2.28. PFK Prefinancing dan PFK Lainnya
PFK Prefinancing dan PFK Lainnya merupakan transaksi yang dilakukan BUN berupa
prefinancing (pembiayaan pendahuluan), penerimaan/ pengembalian dana talangan, dan
pembayaran rekening khusus kosong (reksus kosong). Dalam Semester I TA 2012 tidak
terdapat transaksi PFK Prefinancing dan PFK Lainnya, sedangkan pada Semester I TA 2011
sebesar Rp7.092.500, yang berasal dari Penerimaan Reimburesement Dalam Rangka
Prefinancing (PP) dan PFK BUN Lainnya.

D.2.29. Kiriman Uang
Kiriman Uang (KU) Neto Semester I TA 2012 sebesar minus Rp16.984.875.976 antara lain
merupakan penerimaan dan pengeluaran kiriman uang antar rekening pemerintah yang berasal
dari KPPN sebagai Kuasa BUN di daerah ke Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan-
Kementerian Keuangan sebagai Kuasa BUN dan sebaliknya, pemindahbukuan intern rekening
BUN, dan pemindahbukuan intern KPPN.
Dalam transaksi KU Semester I TA 2012 masih terdapat selisih antara penerimaan dengan
pengeluaran KU yang disebabkan adanya transaksi kiriman uang antar rekening pada akhir
tahun, belum sepenuhnya seluruh transaksi atas rekening yang saling terkait dengan transaksi
kas dibukukan dalam Sistem Akuntansi Pusat, dan ketidaktepatan dalam penggunaan akun.
Rincian KU adalah sebagai berikut (dalam Rp):

Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Penerimaan Kiriman Uang dan
Pemindahbukuan

Penerimaan Kiriman Uang 873.469.937.479.297 744.408.404.126.665
Penerimaan Kiriman Uang Dalam Rangka TSA 807.262.073.829.210 729.889.715.794.366
Penerimaan Kiriman Uang Dalam Rangka Reksus 1.901.922.242.142 2.098.096.557.661
Penerimaan Pemindahbukuan 582.050.474.035.399 391.971.420.057.989
Penerimaan Pemindahbukuan Dalam Rangka
Penempatan
1.829.632.734.877.600 1.215.627.469.171.190
Koreksi Pengeluaran Pemindahbukuan 55.603.721.164 47.948.350.143
Jumlah Penerimaan KU 4.094.372.746.184.812 3.084.043.054.058.014
Pengeluaran Kiriman Uang dan
Pemindahbukuan

Pengeluaran Kiriman Uang (873.469.810.054.403) (744.188.729.830.388)
Pengeluaran Kiriman Uang Dalam Rangka TSA (807.296.086.153.744) (730.169.061.807.389)
Pengeluaran Kiriman Uang Dalam Rangka
Reksus
(1.930.462.843.705) (2.330.409.261.757)
Pengeluaran Pemindahbukuan (582.001.961.370.511) (391.961.515.580.775)
Pengeluaran Pemindahbukuan Penutupan
Rekening
(131.389.185) -
Pengeluaran Pemindahbukuan Dalam Rangka
Penempatan
(1.829.632.734.877.600) (1.215.627.469.171.190)
Koreksi Penerimaan Pemindahbukuan (58.544.371.640) (49.227.739.976)
Jumlah Pengeluaran KU (4.094.389.731.060.788) (3.084.326.413.391.475)
Jumlah KU (Neto)
(16.984.875.976)
(283.359.333.461)

Dengan demikian, KU keluar neto dalam Semester I TA 2012 lebih kecil Rp266.374.457.485
atau 94,01 persen dari Semester I TA 2011.


Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited)
Catatan atas Laporan Keuangan -163-


Transito minus
Rp3,98 triliun













D.2.30. Transito
Transito (Neto) Semester I TA 2012 sebesar minus Rp3.979.984.142.514 merupakan
transaksi BUN yang terkait dengan Pengeluaran Uang Persediaan (UP) atau Tambahan Uang
Persediaan (TUP) tahun berjalan kepada Kuasa Pengguna Anggaran dan Penerimaan atas
Pengembalian UP tersebut. Pengembalian UP dari Kuasa Pengguna Anggaran dapat berupa UP
yang diterima tahun berjalan maupun tahun yang lalu, dengan rincian sebagai berikut (dalam
Rp):

Uraian Semester I TA 2012 Semester I TA 2011
Penerimaan Transito
Penerimaan Pengembalian UP Dana Rupiah 4.272.092.168.389 3.051.943.828.170
Penerimaan Pengembalian UP Dana PHLN 16.318.065.862 14.682.302.230
Penerimaan Pengembalian UP Pengguna PNBP
(Swadana)
142.409.676.992 92.135.079.761
Penerimaan Pengembalian UP TAYL 327.278.834.949 537.976.326.352
Penerimaan Pengembalian UP Pengembalian
(Restitusi) Pajak
10.000.000 -
Jumlah Penerimaan Transito 4.758.108.746.192 3.696.737.536.513
Pengeluaran Transito
Pengeluaran UP Dana Rupiah (8.305.713.091.981) (6.788.974.348.634)
Pengeluaran UP Dana PHLN (36.524.133.762) (35.731.645.110)
Pengeluaran UP Pengguna PNBP (Swadana) (400.604.526.718) (325.495.665.218)
Pengeluaran Pengemb Kelebihan Setoran Sisa
UP/TUP TAYL
5.723.863.755 5.808.500.741
Pengeluaran Uang Persediaan Pengembalian
(Restitusi) Pajak
(975.000.000) (262.575.000)
Jumlah Pengeluaran Transito (8.738.092.888.706) (7.144.655.733.221)
Jumlah Transito (Neto) (3.979.984.142.514) (3.447.918.196.708)

Dengan demikian, Transito (Neto) dalam Semester I TA 2012 lebih kecil Rp532.065.945.806
atau 15,43 persen dari Semester ITA 2011.


REPUBLIK INDONESIA














L
LLA
AAM
MMP
PPI
IIR
RRA
AAN
NN



Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited) Daftar 1. A
1 2 3 4 5 6 7 8
4 PENDAPATAN NEGARA HIBAH 1.311.386.679.466.000 593.732.066.572.805 45,28% 499.900.411.613.939 93.831.654.958.866 18,77%
41 Penerimaan Perpajakan 1.032.570.205.000.000 457.009.093.377.387 44,26% 388.149.662.977.313 68.859.430.400.074 17,74%
411 Pendapatan Pajak Dalam Negeri 989.636.575.000.000 432.183.528.440.972 43,67% 359.723.323.922.978 72.460.204.517.994 20,14%
4111 Pendapatan Pajak Penghasilan 519.964.736.000.000 233.567.515.556.674 44,92% 208.028.255.107.321 25.538.930.096.083 12,28%
41111 Pendapatan Pajak PPh Migas 60.915.570.000.000 34.784.884.512.336 57,10% 34.331.581.215.199 453.303.297.137 1,32%
411111 Pendapatan PPh Minyak Bumi 22.965.360.000.000 14.355.399.877.157 62,51% 13.894.084.701.623 461.315.175.534 3,32%
411112 Pendapatan PPh Gas Alam 37.950.210.000.000 20.429.365.622.327 53,83% 20.437.496.513.576 (8.130.891.249) -0,04%
411113 Pendapatan PPh Lainnya dari Minyak Bumi - - - -
411119 Pendapatan PPh Migas Lainnya - 119.012.851 - - 119.012.851
41112 Pendapatan PPh Non-Migas 459.049.166.000.000 198.781.513.748.246 43,30% 173.695.949.865.387 25.085.563.882.859 14,44%
411121 Pendapatan PPh Pasal 21 89.195.190.000.000 37.923.903.836.264 42,52% 30.908.224.866.947 7.015.678.969.317 22,70%
411122 Pendapatan PPh Pasal 22 7.917.680.000.000 2.169.830.554.064 27,40% 1.926.605.975.470 243.224.578.594 12,62%
411123 Pendapatan PPh Pasal 22 Impor 38.185.630.000.000 17.746.460.011.747 46,47% 14.664.239.041.688 3.082.220.970.059 21,02%
411124 Pendapatan PPh Pasal 23 28.485.960.000.000 9.752.806.733.898 34,24% 8.369.757.361.577 1.383.049.372.321 16,52%
411125 Pendapatan PPh Pasal 25/29 Orang Pribadi 5.615.840.000.000 2.441.361.846.182 43,47% 2.021.452.007.810 419.909.838.372 20,77%
411126 Pendapatan PPh Pasal 25/29 Badan 204.447.276.000.000 88.228.890.711.631 43,15% 82.205.341.093.212 6.023.549.618.419 7,33%
411127 Pendapatan PPh Pasal 26 29.793.110.000.000 12.738.859.149.773 42,76% 11.609.069.696.987 1.129.789.452.786 9,73%
411128 Pendapatan PPh Final 55.365.550.000.000 27.768.364.655.363 50,15% 21.961.208.943.436 5.807.155.711.927 26,44%
411129 Pendapatan PPh Nonmigas Lainnya 42.930.000.000 11.036.249.324 25,71% 30.050.878.260 (19.014.628.936) -63,27%
41113 Pendapatan PPh Fiskal - 786.942.822 - 724.026.735 62.916.087 8,69%
411131 Pendapatan PPh Fiskal Luar Negeri 786.942.822 - 724.026.735 62.916.087 8,69%
41114 Pendapatan PPh ditanggung Pemerintah - 330.353.270 - 330.353.270
411141 Pendapatan PPh psl 21 ditanggung Pemerintah 330.353.270 - - 330.353.270
411142 Pendapatan PPh psl 22 ditanggung Pemerintah - - - -
411144 Pendapatan PPh psl 23 ditanggung Pemerintah - - - -
411146 Pendapatan PPh psl 25/29 ditanggung Pemerintah - - - -
411147 Pendapatan PPh psl 26 ditanggung Pemerintah - - - -
411148 Pendapatan PPh Final ditanggung Pemerintah - - - -
4112 Pendapatan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah 352.949.864.000.000 149.665.325.930.072 42,40% 112.773.298.284.351 36.892.027.645.721 32,71%
41121 Pendapatan PPN - 140.775.165.041.584 - 106.496.607.971.664 34.278.557.069.920 32,19%
411211 Pendapatan PPN Dalam Negeri - 79.673.682.256.660 - 57.314.640.558.093 22.359.041.698.567 39,01%
411212 Pendapatan PPN Impor - 61.006.491.983.899 - 49.095.044.758.305 11.911.447.225.594 24,26%
411219 Pendapatan PPN Lainnya - 94.990.801.025 - 86.922.655.266 8.068.145.759 9,28%
41122 Pendapatan PPnBM - 8.890.160.888.488 - 6.276.690.312.687 2.613.470.575.801 41,64%
411221 Pendapatan PPnBM Dalam Negeri - 4.878.472.683.926 - 3.743.054.505.751 1.135.418.178.175 30,33%
411222 Pendapatan PPnBM Impor - 4.011.645.227.322 - 2.529.338.218.134 1.482.307.009.188 58,60%
411229 Pendapatan PPnBM Lainnya - 42.977.240 - 4.297.588.802 (4.254.611.562) -99,00%
41123 Pendapatan PPN ditanggung Pemerintah - - - -
411231 Pendapatan PPN Dalam Negeri Ditanggung Pemerintah - -
411232 Pendapatan PPN Impor Ditanggung Pemerintah - -
411239 Pendapatan PPN Lainnya Ditanggung Pemerintah - -
4113 Pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan 35.646.890.000.000 2.296.891.132.864 6,44% 2.227.954.322.600 68.936.810.264 3,09%
41131 Pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan - 2.296.891.132.864 - 2.227.954.322.600 68.936.810.264 3,09%
411311 Pendapatan PBB Pedesaan - 368.408.283.466 - 406.155.290.940 (37.747.007.474) -9,29%
REALISASI TA 2012
% REALISASI
TERHADAP
ANGGARAN
REALISASI TA 2011 KENAIKAN (PENURUNAN)
LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN PEMERINTAH PUSAT
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012 DAN 2011
(dalam rupiah)
KODE AKUN URAIAN AKUN ANGGARAN
% KENAIKAN/
PENURUNAN
DAFTAR LRA 165
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited) Daftar 1. A
1 2 3 4 5 6 7 8
REALISASI TA 2012
% REALISASI
TERHADAP
ANGGARAN
REALISASI TA 2011 KENAIKAN (PENURUNAN)
LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN PEMERINTAH PUSAT
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012 DAN 2011
(dalam rupiah)
KODE AKUN URAIAN AKUN ANGGARAN
% KENAIKAN/
PENURUNAN
411312 Pendapatan PBB Perkotaan - 1.564.407.594.812 - 1.687.521.344.115 (123.113.749.303) -7,30%
411313 Pendapatan PBB Perkebunan - 78.538.408.190 - 68.959.618.891 9.578.789.299 13,89%
411314 Pendapatan PBB Kehutanan - 30.635.406.885 - 39.029.856.062 (8.394.449.177) -21,51%
411315 Pendapatan PBB Pertambangan - 67.881.565.829 - 26.278.012.592 41.603.553.237 158,32%
411316 Pendapatan PBB Migas - 187.019.873.682 - 10.200.000 187.009.673.682 1833428,17%
411319 Pendapatan PBB Lainnya - - - - -
4114 Pendapatan BPHTB - - - (704.724.406) 704.724.406
41141 Pendapatan BPHTB - - - (704.724.406) 704.724.406
411411 Pendapatan BPHTB - - (704.724.406) 704.724.406
4115 Pendapatan Cukai 75.443.115.000.000 44.547.049.460.489 59,05% 34.820.843.145.853 9.726.206.314.636 27,93%
41151 Pendapatan Cukai 75.443.115.000.000 44.547.049.460.489 59,05% 34.820.843.145.853 9.726.206.314.636 27,93%
411511 Pendapatan Cukai Hasil Tembakau 72.041.008.000.000 42.503.862.816.464 59,00% 33.125.995.295.956 9.377.867.520.508 28,31%
411512 Pendapatan Cukai Ethyl Alkohol 123.890.000.000 83.920.789.125 67,74% 74.911.700.645 9.009.088.480 12,03%
411513 Pendapatan Cukai Minuman Mengandung Ethyl Alkohol 3.278.217.000.000 1.941.091.492.940 59,21% 1.605.052.291.590 336.039.201.350 20,94%
411514 Pendapatan Denda Administrasi Cukai - 10.249.255.856 - 4.888.947.024 5.360.308.832 109,64%
411519 Pendapatan Cukai Lainnya - 7.925.106.104 - 9.994.910.638 (2.069.804.534) -20,71%
4116 Pendapatan Pajak Lainnya 5.631.970.000.000 2.106.746.360.873 37,41% 1.873.677.787.259 233.068.573.614 12,44%
41161 Pendapatan Pajak Lainnya - 1.904.955.707.636 - 1.737.088.422.825 167.867.284.811 9,66%
411611 Pendapatan Bea Meterai - 545.510.338.152 - 508.099.101.161 37.411.236.991 7,36%
411612 Pendapatan Dari Penjualan Benda Meterai - 1.357.085.840.707 - 1.227.999.215.665 129.086.625.042 10,51%
411613 Pendapatan PPn Batubara - - - 58.638.700 (58.638.700) -100,00%
411619 Pendapatan Pajak Tidak Langsung Lainnya - 2.359.528.777 - 931.467.299 1.428.061.478 153,31%
41162 Pendapatan Bunga Penagihan Pajak - 201.790.653.237 - 136.589.364.434 65.201.288.803 47,74%
411621 Pendapatan Bunga Penagihan PPh - 147.894.932.510 - 52.706.519.963 95.188.412.547 180,60%
411622 Pendapatan Bunga Penagihan PPN - 51.845.594.531 - 77.039.654.874 (25.194.060.343) -32,70%
411623 Pendapatan Bunga Penagihan PPnBM - 1.250.816.058 - 17.331.663 1.233.484.395 7116,94%
411624 Pendapatan Bunga Penagihan PTLL - 799.310.138 - 6.825.857.934 (6.026.547.796) -88,29%
41163 Pendapatan Bunga Penagihan Pajak Ditanggung Pemerintah - - - -
411631 Pendapatan Bunga Penagihan PPh Ditanggung Pemerintah - -
411632 Pendapatan Bunga Penagihan PPN Ditanggung Pemerintah - -
-
412 Pajak Perdagangan Internasional 42.933.630.000.000 24.825.564.936.415 57,82% 28.426.339.054.335 (3.600.774.117.920) -12,67%
4121 Pendapatan Bea Masuk 23.734.620.000.000 13.908.233.994.507 58,60% 11.831.987.468.868 2.076.246.525.639 17,55%
41211 Pendapatan Bea Masuk 13.908.233.994.507 - 11.831.987.468.868 2.076.246.525.639 17,55%
412111 Pendapatan Bea Masuk 13.179.103.222.311 - 11.218.073.235.419 1.961.029.986.892 17,48%
412112 Pendapatan Bea Masuk Ditanggung Pemerintah atas Hibah (SPM Nihil) 1.946.275.747 - 2.618.724.584 (672.448.837) -25,68%
412113 Pendapatan Denda Administrasi Pabean 247.783.301.964 - 183.734.238.304 64.049.063.660 34,86%
412114 Pendapatan Bea Masuk Dalam Rangka Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) 457.228.451.820 - 374.680.444.557 82.548.007.263 22,03%
412115
Denda atas sanksi administrasi dari pelaksanaan pengawasan terhadap barang tertentu yang
pengangkutannya
(23.036.653) - - (23.036.653)
412116 Pendapatan Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BM-DPT) transaksi non kas - -
412119 Pendapatan Pabean Lainnya 22.195.779.318 - 52.880.826.004 (30.685.046.686) -58,03%
4122 Pendapatan Bea Keluar 19.199.010.000.000 10.917.330.941.908 56,86% 16.594.351.585.467 (5.677.020.643.559) -34,21%
41221 Pendapatan Bea Keluar 10.917.330.941.908 - 16.594.351.585.467 (5.677.020.643.559) -34,21%
DAFTAR LRA 166
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited) Daftar 1. A
1 2 3 4 5 6 7 8
REALISASI TA 2012
% REALISASI
TERHADAP
ANGGARAN
REALISASI TA 2011 KENAIKAN (PENURUNAN)
LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN PEMERINTAH PUSAT
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012 DAN 2011
(dalam rupiah)
KODE AKUN URAIAN AKUN ANGGARAN
% KENAIKAN/
PENURUNAN
412211 Pendapatan Bea Keluar 10.912.749.498.448 - 16.602.194.106.639 (5.689.444.608.191) -34,27%
412212 Pendapatan Denda Administrasi Bea Keluar 4.231.476.005 - (12.778.542.853) 17.010.018.858
412213 Pendapatan Bunga Bea Keluar 349.967.455 - 4.936.021.681 (4.586.054.226) -92,91%
-
42 Penerimaan Negara Bukan Pajak 277.991.382.880.000 135.746.478.422.541 48,83% 110.621.130.261.106 25.125.348.161.435 22,71%
421 Penerimaan Sumber Daya Alam 177.263.351.721.000 79.870.224.544.135 45,06% 71.132.040.962.363 8.738.183.581.772 12,28%
4211 Pendapatan Minyak Bumi 113.681.490.000.000 47.777.699.409.325 42,03% 43.555.789.802.213 4.221.909.607.112 9,69%
421111 Pendapatan Minyak Bumi 113.681.490.000.000 47.777.699.409.325 42,03% 43.555.789.802.213 4.221.909.607.112 9,69%
4212 Pendapatan Gas Bumi 45.790.400.000.000 20.944.653.493.682 45,74% 18.128.460.728.134 2.816.192.765.548 15,53%
421211 Pendapatan Gas Bumi 45.790.400.000.000 20.944.653.493.682 45,74% 18.128.460.728.134 2.816.192.765.548 15,53%
4213 Pendapatan Pertambangan Umum 14.453.946.820.000 9.086.840.681.118 62,87% 7.691.605.745.752 1.395.234.935.366 18,14%
421311 Pendapatan Iuran Tetap 158.896.731.000 219.225.736.012 137,97% 137.970.795.797 81.254.940.215 58,89%
421312 Pendapatan Royalti 14.295.050.089.000 8.867.614.945.105 62,03% 7.553.634.949.955 1.313.979.995.150 17,40%
4214 Pendapatan Kehutanan 2.954.454.895.000 1.616.675.844.226 54,72% 1.473.020.992.105 143.654.852.121 9,75%
42141 Pendapatan Dana Reboisasi 1.409.725.550.000 814.255.135.853 57,76% 861.955.456.166 (47.700.320.313) -5,53%
421411 Pendapatan Dana Reboisasi 1.409.725.550.000 814.255.135.853 57,76% 861.955.456.166 (47.700.320.313) -5,53%
42142 Pendapatan Provisi Sumber Daya Hutan 1.304.885.756.000 596.291.268.423 45,70% 412.422.786.216 183.868.482.207 44,58%
421421 Pendapatan Provisi Sumber Daya Hutan 1.304.885.756.000 596.291.268.423 45,70% 412.422.786.216 183.868.482.207 44,58%
42143 Pendapatan IIUPH (IHPH) 12.550.000.000 74.203.364.550 591,26% 38.834.739.850 35.368.624.700 91,07%
421431 Pendapatan IIUPH (IHPH) Tanaman Industri 1.300.000.000 - 0,00% - -
421432 Pendapatan IIUPH (IHPH) Bambu - - - - -
421433 Pendapatan IIUPH (IHPH) Tanaman Rotan - - - - -
421434 Pendapatan IIUPH (IHPH) Hutan Alam 11.250.000.000 74.203.364.550 659,59% 38.834.739.850 35.368.624.700 91,07%
42144 Pendapatan Penggunaan Kawasan Hutan 227.293.589.000 131.926.075.400 58,04% 159.808.009.873 (27.881.934.473) -17,45%
421441
Pendapatan Penggunaan Kawasan Hutan untuk Kepentingan Pembangunan di Luar Kegiatan
Kehutanan
227.293.589.000 131.926.075.400 58,04% 159.808.009.873 (27.881.934.473)
-17,45%
4215 Pendapatan Perikanan 150.000.006.000 89.150.864.000 59,43% 64.160.652.010 24.990.211.990 38,95%
42151 Pendapatan Perikanan 150.000.006.000 89.150.864.000 59,43% 64.160.652.010 24.990.211.990 38,95%
421511 Pendapatan Perikanan 150.000.006.000 89.150.864.000 59,43% 64.160.652.010 24.990.211.990 38,95%
421512 Pendapatan Penerimaan Dana Kompensasi Pelestarian Sumber Daya Alam Kelautan - - - -
4216 Pendapatan Pertambangan Panas Bumi 233.060.000.000 355.204.251.784 152,41% 219.003.042.149 136.201.209.635 62,19%
42161 Pendapatan Pertambangan Panas Bumi 233.060.000.000 355.204.251.784 152,41% 219.003.042.149 136.201.209.635 62,19%
421611 Pendapatan Pertambangan Panas Bumi 233.060.000.000 355.204.251.784 152,41% 219.003.042.149 136.201.209.635 62,19%
-
422 Pendapatan Bagian Laba BUMN 28.001.288.000.000 14.537.992.614.053 51,92% 5.195.112.754.367 9.342.879.859.686 179,84%
4221 Pendapatan Bagian Pemerintah atas Laba BUMN 28.001.288.000.000 14.537.992.614.053 51,92% 5.195.112.754.367 9.342.879.859.686 179,84%
42211 Pendapatan Laba BUMN Perbankan 3.955.417.000.000 3.342.310.470.360 84,50% 3.605.407.157.413 (263.096.687.053) -7,30%
422111 Pendapatan Laba BUMN Perbankan 3.955.417.000.000 3.342.310.470.360 84,50% 3.605.407.157.413 (263.096.687.053) -7,30%
42212 Pendapatan Laba BUMN Non-Perbankan 24.045.871.000.000 11.195.682.143.693 46,56% 1.589.705.596.954 9.605.976.546.739 604,26%
422121 Pendapatan Laba BUMN Non-Perbankan 24.045.871.000.000 11.195.682.143.693 46,56% 1.589.705.596.954 9.605.976.546.739 604,26%
-
423 Pendapatan PNBP Lainnya 53.492.296.670.000 34.966.213.641.457 65,37% 30.660.068.297.662 4.306.145.343.795 14,04%
4231 Pendapatan Penjualan dan Sewa 24.446.248.878.000 8.362.393.447.457 34,21% 8.099.973.851.622 262.419.595.835 3,24%
42311 Pendapatan Penjualan Hasil Produksi/Sitaan 13.579.216.321.000 5.250.547.153.159 38,67% 3.171.482.208.245 2.079.064.944.914 65,55%
DAFTAR LRA 167
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited) Daftar 1. A
1 2 3 4 5 6 7 8
REALISASI TA 2012
% REALISASI
TERHADAP
ANGGARAN
REALISASI TA 2011 KENAIKAN (PENURUNAN)
LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN PEMERINTAH PUSAT
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012 DAN 2011
(dalam rupiah)
KODE AKUN URAIAN AKUN ANGGARAN
% KENAIKAN/
PENURUNAN
423111 Pendapatan Penjualan Hasil Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan 3.475.448.000 5.754.778.911 165,58% 3.038.141.209 2.716.637.702 89,42%
423112 Pendapatan Penjualan Hasil Peternakan dan Perikanan 16.867.313.000 12.592.557.248 74,66% 6.468.800.822 6.123.756.426 94,67%
423113 Pendapatan Penjualan Hasil Tambang 13.449.732.671.000 3.956.655.299.431 29,42% 2.596.485.207.059 1.360.170.092.372 52,39%
423114 Pendapatan Penjualan Hasil Sitaan/Rampasan dan Harta Peninggalan 40.000.000.000 128.225.922.186 320,56% 122.996.638.349 5.229.283.837 4,25%
423115 Pendapatan Penjualan Obat-Obatan dan Hasil Farmasi Lainnya 25.256.253 - 235.937.653 (210.681.400) -89,30%
423116 Pendapatan Penjualan Informasi, Penerbitan, Film, dan Hasil Cetakan Lainnya 65.834.016.000 34.261.940.036 52,04% 31.231.210.698 3.030.729.338 9,70%
423117 Pendapatan Penjualan Dokumen-Dokumen Pelelangan 208.316.000 178.500.900 85,69% 183.408.080 (4.907.180) -2,68%
423118 Pendapatan Penjualan Cadangan Beras Pemerintah Dalam Rangka Operasi Pasar Murni 1.111.100.440.622 - 407.084.501.011 704.015.939.611 172,94%
423119 Pendapatan Penjualan Lainnya 3.098.557.000 1.752.457.572 56,56% 3.758.363.364 (2.005.905.792) -53,37%
42312 Pendapatan Penjualan Aset 5.193.011.000 52.839.806.166 1017,52% 80.374.920.556 (27.535.114.390) -34,26%
423121 Pendapatan Penjualan Rumah, Gedung, Bangunan, dan Tanah 52.039.000 1.206.174.939 2317,83% 1.299.360.397 (93.185.458) -7,17%
423122 Pendapatan Penjualan Kendaraan Bermotor 1.595.978.000 1.276.403.225 79,98% 724.825.965 551.577.260 76,10%
423123 Pendapatan Penjualan Sewa Beli 22.013.005.251 - 20.597.324.755 1.415.680.496 6,87%
423124 Pendapatan Penjualan Aset Bekas Milik Asing 1.948.400 - 400.000.000 (398.051.600) -99,51%
423125 Pendapatan dari Tukar Menukar Tanah, Gedung dan Bangunan 632.190 - - 632.190
423126 Pendapatan dari Tukar Menukar Peralatan dan Mesin - - - -
423127 Pendapatan dari Tukar Menukar Jalan, Irigasi dan Jaringan 1.000.000 - - 1.000.000
423129 Pendapatan Penjualan Aset Lainnya yang Berlebih / Rusak / Dihapuskan 3.544.994.000 28.340.642.161 799,46% 57.353.409.439 (29.012.767.278) -50,59%
42313 Pendapatan Penjualan dari Kegiatan Hulu Migas 10.719.030.000.000 2.958.199.760.750 27,60% 4.765.603.649.054 (1.807.403.888.304) -37,93%
423131 Pendapatan Bersih Hasil Penjualan Bahan Bakar Minyak 119.798.980 - 70.351.027 49.447.953 70,29%
423132 Pendapatan Minyak Mentah (DMO) 10.719.030.000.000 2.957.038.708.675 27,59% 4.750.032.583.605 (1.792.993.874.930) -37,75%
423139 Pendapatan Lainnya dari Kegiatan Hulu Migas 1.041.253.095 - 15.500.714.422 (14.459.461.327) -93,28%
42314 Pendapatan Sewa 142.809.546.000 100.806.727.383 70,59% 82.513.073.767 21.994.908.340 26,66%
423141 Pendapatan Sewa Rumah Dinas/Rumah Negeri 62.792.186.000 60.241.051.223 95,94% 22.021.605.875 38.219.445.348 173,55%
423142 Pendapatan Sewa Gedung, Bangunan, dan Gudang 60.693.165.000 25.569.615.244 42,13% 40.990.985.002 (15.421.369.758) -37,62%
423143 Pendapatan Sewa Benda-Benda Bergerak 4.310.460.000 580.215.707 13,46% 1.440.779.509 (860.563.802) -59,73%
423144 Pendapatan dari KSP Tanah, Gedung dan Bangunan 6.332.802 - - 6.332.802
423145 Pendapatan dari KSP Peralatan dan Mesin 937.500 - - 937.500
423146 Pendapatan dari KSP Jalan, Irigasi dan Jaringan 23.396.250 - - 23.396.250
423147 Pendapatan dari Bangun, Guna, Serah (BGS) 26.730.000 - - 26.730.000
423148 Pendapatan dari Bangun, Serah Guna (BSG) - - - -
423149 Pendapatan dari Pemanfaatan BMN Lainnya 15.013.735.000 14.358.448.657 95,64% 18.059.703.381 (3.701.254.724) -20,49%
4232 Pendapatan Jasa 23.983.016.847.000 11.502.644.120.506 47,96% 11.163.780.925.799 235.535.656.460 2,11%
42321 Pendapatan Jasa I 15.331.447.459.000 6.313.615.224.787 41,18% 5.671.593.531.041 642.021.693.746 11,32%
423211 Pendapatan Rumah Sakit dan Instansi Kesehatan Lainnya 9.796.615.000 8.718.013.594 88,99% 9.834.780.321 (1.116.766.727) -11,36%
423212 Pendapatan Tempat Hiburan/ Taman/ Museum dan Pungutan Usaha Pariwisata Alam (PUPA) 15.282.066.000 7.884.030.960 51,59% 11.118.732.082 (3.234.701.122)
-29,09%
423213 Pendapatan Surat Keterangan, Visa/Paspor dan SIM, STNK, dan BPKB 1.812.364.040.000 934.492.957.123 51,56% 838.888.728.615 95.604.228.508 11,40%
423214 Pendapatan Hak dan Perijinan 9.982.874.455.000 3.050.590.316.050 30,56% 2.779.482.160.134 271.108.155.916 9,75%
423215 Pendapatan Sensor/Karantina, Pengawasan/Pemeriksaan 114.182.502.000 93.732.381.982 82,09% 69.555.701.510 24.176.680.472 34,76%
423216
Pendapatan Jasa Tenaga, Pekerjaan, Informasi, Pelatihan, Teknologi, Pendapatan BPN,
Pendapatan DJBC
959.285.559.000 997.781.506.140 104,01% 644.978.042.007 352.803.464.133
54,70%
423217 Pendapatan Jasa Kantor Urusan Agama 75.033.300.000 33.280.972.515 44,35% 36.689.053.641 (3.408.081.126) -9,29%
423218 Pendapatan Jasa Bandar Udara, Kepelabuhanan dan Kenavigasian 669.688.472.000 473.857.427.094 70,76% 736.312.335.421 (262.454.908.327) -35,64%
DAFTAR LRA 168
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited) Daftar 1. A
1 2 3 4 5 6 7 8
REALISASI TA 2012
% REALISASI
TERHADAP
ANGGARAN
REALISASI TA 2011 KENAIKAN (PENURUNAN)
LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN PEMERINTAH PUSAT
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012 DAN 2011
(dalam rupiah)
KODE AKUN URAIAN AKUN ANGGARAN
% KENAIKAN/
PENURUNAN
423219 Pendapatan pelayanan pertanahan 1.692.940.450.000 713.277.619.329 42,13% 544.733.997.310 168.543.622.019 30,94%
42322 Pendapatan Jasa II 911.461.089.000 759.913.471.364 83,37% 1.223.830.951.783 (463.917.480.419) -37,91%
423221 Pendapatan Jasa Lembaga Keuangan (Jasa Giro) 207.998.336.000 307.876.995.519 148,02% 510.238.806.281 (202.361.810.762) -39,66%
423222 Pendapatan Jasa Penyelenggaraan Telekomunikasi 602.960.948.000 354.440.619.914 58,78% 624.486.816.538 (270.046.196.624) -43,24%
423223 Pendapatan Iuran Lelang Untuk Fakir Miskin 166.666 - 9.058.655 (8.891.989) -98,16%
423224 Pendapatan Jasa Catatan Sipil 1.322.670 - 1.316.416 6.254 0,48%
423225 Pendapatan Biaya Penagihan Pajak Negara Dengan Surat Paksa 4.026.275.000 576.714.053 14,32% 1.547.790.908 (971.076.855) -62,74%
423226 Pendapatan Uang Pewarganegaraan 283.721.582 - 471.770.702 (188.049.120) -39,86%
423227 Pendapatan Bea Lelang 41.826.176.000 57.658.913.229 137,85% 47.971.805.763 9.687.107.466 20,19%
423228 Pendapatan Biaya Pengurusan Piutang dan Lelang Negara 44.649.354.000 35.113.061.730 78,64% 32.240.923.520 2.872.138.210 8,91%
423229 Pendapatan Registrasi Dokter dan Dokter Gigi 10.000.000.000 3.961.956.001 39,62% 6.862.663.000 (2.900.706.999) -42,27%
42323 Pendapatan Jasa Luar Negeri 439.681.753.000 215.991.678.984 49,12% 122.362.492.964 93.629.186.020 76,52%
423231 Pendapatan dari Pemberian Surat Perjalanan RI 354.326.154.000 143.099.737.640 40,39% 86.470.092.020 56.629.645.620 65,49%
423232 Pendapatan dari Jasa Pengurusan Dokumen Konsuler 76.046.288.000 45.453.077.450 59,77% 17.257.460.965 28.195.616.485 163,38%
423239 Pendapatan Rutin Lainnya dari Luar Negeri 9.309.311.000 27.438.863.894 294,75% 18.634.939.979 8.803.923.915 47,24%
42324 Pendapatan Layanan Jasa Perbankan 12.000.000 74.985.507 624,88% 147.641.986 (72.656.479) -49,21%
423241 Pendapatan Layanan Jasa Perbankan 12.000.000 74.985.507 624,88% 147.641.986 (72.656.479) -49,21%
42325
Pendapatan atas Pengelolaan Rekening Tunggal Perbendaharaan (TSA) dan/atau atas
Penempatan Uang Negara
2.843.088.860.000 2.333.101.329.164 82,06% 2.396.398.109.360 (63.296.780.196)
-2,64%
423251 Pendapatan Atas Penertiban SP2D Dalam Rangka TSA 68.088.860.000 38.099.594.257 55,96% 32.350.428.687 5.749.165.570 17,77%
423252 Pendapatan Atas Penempatan Uang Negara pada Bank Umum - - 83.616.495.237 (83.616.495.237) -100,00%
423253 Pendapatan dari Pelaksanaan Treasury Notional Pooling 125.000.000.000 82.962.412.813 66,37% - 82.962.412.813
423254 Pendapatan Atas Penempatan Uang Negara pada Bank Indonesia 2.650.000.000.000 2.212.039.322.094 83,47% 2.280.431.185.436 (68.391.863.342) -3,00%
42326 Pendapatan Jasa Kepolisian 4.131.019.425.000 1.668.694.880.550 40,39% 1.573.191.955.778 95.502.924.772 6,07%
423261 Pendapatan Surat Ijin Mengemudi (SIM) 997.071.000.000 452.870.162.550 45,42% 466.708.476.127 (13.838.313.577) -2,97%
423262 Pendapatan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) 957.775.000.000 439.750.025.000 45,91% 414.555.068.000 25.194.957.000 6,08%
423263 Pendapatan Surat Tanda Coba Kendaraan (STCK) 150.500.000.000 30.956.480.000 20,57% 1.568.685.000 29.387.795.000 1873,40%
423264 Pendapatan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKP) 984.425.000.000 442.487.415.000 44,95% 429.565.089.151 12.922.325.849 3,01%
423265 Pendapatan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) 767.640.000.000 286.826.373.000 37,36% 244.157.582.500 42.668.790.500 17,48%
423266 Pendapatan Klinik Pengemudi (KLIPENG) 271.000.000.000 14.729.750.000 5,44% 15.377.155.000 (647.405.000) -4,21%
423267 Pendapatan Senjata Api (SENPI) 2.608.425.000 1.074.675.000 41,20% 1.259.900.000 (185.225.000) -14,70%
42327 Pendapatan Jasa Pelayanan Tol - 88.501.779.088 - - 88.501.779.088
423271 Pendapatan Jasa Pelayanan Tol Suramadu - 88.501.779.088 - - 88.501.779.088
42328 Pendapatan Jasa Kepolisian II 288.029.500.000 61.826.784.159 21,47% 47.001.025.000 14.825.759.159 31,54%
423281 Pendapatan Penerbitan Surat Mutasi Kendaraan Ke Luar Daerah 188.250.000.000 30.187.295.000 16,04% 25.069.780.000 5.117.515.000 20,41%
423282 Pendapatan Penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian 36.364.500.000 25.673.307.000 70,60% 15.951.760.000 9.721.547.000 60,94%
423283 Pendapatan Penerbitan Surat Keterangan Lapor Diri 8.515.000.000 5.522.570.000 64,86% 4.956.835.000 565.735.000 11,41%
423284 Pendapatan Penerbitan Karti Sidik Jari (Inafis Card) 52.500.000.000 49.620.000 0,09% 22.020.000 27.600.000 125,34%
423285 Pendapatan Denda Pelanggaran Lalu Lintas 2.400.000.000 393.992.159 16,42% 1.000.630.000 (606.637.841) -60,63%
42329 Pendapatan Jasa Lainnya 38.276.761.000 60.923.986.903 159,17% 129.255.217.887 (68.331.230.984) -52,87%
423291 Pendapatan Jasa Lainnya 38.276.761.000 60.923.986.903 159,17% 129.255.217.887 (68.331.230.984) -52,87%
4233 Pendapatan Bunga 1.736.305.402.000 8.144.900.143.035 469,09% 1.757.716.714.072 6.387.183.428.963 363,38%
42331 Pendapatan Bunga 1.736.305.402.000 1.315.769.159.383 75,78% 968.836.075.572 346.933.083.811 35,81%
423311 Pendapatan Bunga atas Investasi Dalam Obligasi 114.942.584 - 6.135.000 108.807.584 1773,55%
DAFTAR LRA 169
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited) Daftar 1. A
1 2 3 4 5 6 7 8
REALISASI TA 2012
% REALISASI
TERHADAP
ANGGARAN
REALISASI TA 2011 KENAIKAN (PENURUNAN)
LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN PEMERINTAH PUSAT
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012 DAN 2011
(dalam rupiah)
KODE AKUN URAIAN AKUN ANGGARAN
% KENAIKAN/
PENURUNAN
423312 Pendapatan PPA (eks BPPN) atas Bunga Obligasi - - 10.205.466.990 (10.205.466.990) -100,00%
423313 Pendapatan Bunga Dari Piutang dan Penerusan Pinjaman 1.736.305.402.000 935.661.367.569 53,89% 956.260.031.641 (20.598.664.072) -2,15%
423314 Pendapatan Bunga dari Pemberian Kredit Pemerintah - - - -
423315 Pendapatan Bunga dari Rekening Pembangunan Hutan 182.267.563.451 - - 182.267.563.451
423319 Pendapatan Bunga Lainnya 197.725.285.779 - 2.364.441.941 195.360.843.838 8262,45%
42332 Pendapatan Gain On Bond Redemption - 3.205.300 - 760.225.000 (757.019.700) -99,58%
423321
Pendapatan Gain On Bond Redemption atas Pembelian Kembali Obligasi Dalam Negeri Jangka
Panjang
3.205.300 - 760.225.000 (757.019.700)
-99,58%
42333 Pendapatan Premium atas Obligasi Negara - 6.829.127.778.352 - 788.120.413.500 6.041.007.364.852 766,51%
423331 Pendapatan Premium Obligasi Negara Dalam Negeri/Rupiah - 6.461.791.471.500 - 701.477.516.500 5.760.313.955.000 821,17%
423332 Pendapatan Premium Obligasi Negara Dalam Valuta Asing - 213.100.688.852 - - 213.100.688.852
423333 Pendapatan Fee atas Securities Lending SUN - 154.235.618.000 - 86.642.897.000 67.592.721.000 78,01%
42334 Pendapatan Fee Lainnya atas Surat Berharga Negara - - - - -
423341 Pendapatan Fee Lainnya atas Transaksi Securities lending SUN - - - -
4234 Pendapatan Kejaksaan dan Peradilan dan Hasil Tindak Pidana Korupsi 98.724.105.000 124.871.846.160 126,49% 122.641.027.112 2.230.819.048 1,82%
42341 Pendapatan Kejaksaan dan Peradilan dan Hasil Tindak Pidana Korupsi 98.724.105.000 124.871.846.160 126,49% 122.641.027.112 2.230.819.048 1,82%
423411 Pendapatan Legalisasi Tanda Tangan 825.000.000 1.708.429.573 207,08% 1.170.806.146 537.623.427 45,92%
423412 Pendapatan Pengesahan Surat di Bawah Tangan 250.000.000 336.687.600 134,68% 187.804.800 148.882.800 79,28%
423413 Pendapatan Uang Meja (Leges) dan Upah Pada Panitera Badan Pengadilan (Peradilan) 210.000.000 4.210.392.784 2004,95% 3.388.587.375 821.805.409 24,25%
423414 Pendapatan Hasil Denda/Denda Tilang dan Sebagainya 6.050.000.000 97.447.759.964 1610,71% 96.485.064.369 962.695.595 1,00%
423415 Pendapatan Ongkos Perkara 25.750.605.000 9.874.127.661 38,35% 7.550.520.203 2.323.607.458 30,77%
423416 Pendapatan Penjualan Hasil Lelang Tindak Pidana Korupsi 2.000.000.000 563.143.660 28,16% 4.780.269.730 (4.217.126.070) -88,22%
423417 Pendapatan Penjualan Hasil Lelang Gratifikasi - 207.700 - 13.765.000 (13.557.300) -98,49%
423419 Pendapatan Kejaksaan dan Peradilan Lainnya 63.638.500.000 10.731.097.218 16,86% 9.064.209.489 1.666.887.729 18,39%
4235 Pendapatan Pendidikan 2.660.471.898.000 947.228.273.739 35,60% 1.306.102.486.077 (358.874.212.338) -27,48%
42351 Pendapatan Pendidikan 2.660.471.898.000 947.228.273.739 35,60% 1.306.102.486.077 (358.874.212.338) -27,48%
423511 Pendapatan Uang Pendidikan 1.735.974.933.000 693.747.461.463 39,96% 1.139.082.360.662 (445.334.899.199) -39,10%
423512 Pendapatan Uang Ujian Masuk, Kenaikan Tingkat, dan Akhir Pendidikan 87.882.836.000 28.633.017.016 32,58% 23.646.442.434 4.986.574.582 21,09%
423513 Pendapatan Uang Ujian Untuk Menjalankan Praktek 137.689.450.000 25.463.020.000 18,49% 21.686.749.879 3.776.270.121 17,41%
423519 Pendapatan Pendidikan Lainnya 698.924.679.000 199.384.775.260 28,53% 121.686.933.102 77.697.842.158 63,85%
4236 Pendapatan Gratifikasi dan Uang Sitaan Hasil Korupsi 62.250.000.000 115.567.264.732 185,65% 60.360.876.341 55.206.388.391 91,46%
42361 Pendapatan Gratifikasi dan Uang Sitaan Hasil Korupsi 62.250.000.000 115.567.264.732 185,65% 60.360.876.341 55.206.388.391 91,46%
423611 Pendapatan Uang Sitaan Hasil Korupsi yang Telah Ditetapkan Pengadilan 18.150.000.000 82.454.596.750 454,30% 18.986.577.131 63.468.019.619 334,28%
423612 Pendapatan Gratifikasi yang Ditetapkan KPK Menjadi Milik Negara 19.900.000.000 1.135.744.788 5,71% 1.525.221.415 (389.476.627) -25,54%
423613 Pendapatan dari Pengembalian Penyalahgunaan Penyelenggaraan Keuangan Negara 1.836.398.096 - 75.621.900 1.760.776.196 2328,39%
423614 Pendapatan Uang Pengganti Tindak Pidana Korupsi yang Ditetapkan di Pengadilan 24.200.000.000 29.942.451.832 123,73% 39.680.680.178 (9.738.228.346) -24,54%
423615 Pendapatan Hasil Pengembalian Uang Negara - 198.073.266 - 92.775.717 105.297.549 113,50%
4237 Pendapatan Iuran dan Denda 474.350.972.000 737.524.049.287 155,48% 600.303.149.472 137.220.899.815 22,86%
42371 Pendapatan Iuran Badan Usaha 437.502.302.000 581.196.947.910 132,84% 323.466.761.052 257.730.186.858 79,68%
423711 Pendapatan Iuran Badan Usaha dari kegiatan usaha penyediaan dan pendistribusian BBM 359.252.302.000 458.064.777.139 127,51% 200.050.760.680 258.014.016.459 128,97%
423712 Pendapatan Iuran Badan Usaha dari kegiatan usaha pengangkutan Gas Bumi melalui Pipa 78.250.000.000 88.452.590.208 113,04% 82.761.255.670 5.691.334.538 6,88%
423713 Pendapatan Iuran Badan Usaha di Bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan 34.679.580.563 - 40.654.744.702 (5.975.164.139) -14,70%
42372 Pendapatan Dana Pengamanan Hutan - 1.175.348.525 - 297.937.980 877.410.545 294,49%
423721 Pendapatan Dana Pengamanan Hutan 1.175.348.525 - 297.937.980 877.410.545 294,49%
DAFTAR LRA 170
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited) Daftar 1. A
1 2 3 4 5 6 7 8
REALISASI TA 2012
% REALISASI
TERHADAP
ANGGARAN
REALISASI TA 2011 KENAIKAN (PENURUNAN)
LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN PEMERINTAH PUSAT
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012 DAN 2011
(dalam rupiah)
KODE AKUN URAIAN AKUN ANGGARAN
% KENAIKAN/
PENURUNAN
42373 Pendapatan dari Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam 31.825.200.000 61.027.350.800 191,76% 53.081.188.968 7.946.161.832 14,97%
423731
Pendapatan Iuran Menangkap/Mengambil/Mengangkut Satwa Liar/Mengambil/Mengangkut
Tumbuhan Alam Hidup atau Mati
6.571.833.000 3.180.138.448 48,39% 3.160.605.967 19.532.481
0,62%
423732 Pungutan Izin Pengusahaan Pariwisata Alam (PIPPA) 3.019.901.000 106.698.000 3,53% 9.060.000 97.638.000 1077,68%
423733 Pungutan Izin Pengusahaan Taman Buru (PIPTB) - - - -
423734 Pungutan Izin Berburu di Taman Buru dan Areal Buru (PIB) - - 200.000 (200.000) -100,00%
423735 Pungutan masuk Obyek Wisata Alam 22.138.066.000 8.639.002.569 39,02% 7.062.662.700 1.576.339.869 22,32%
423736 Iuran Hasil Usaha Pengusahaan Pariwisata Alam (IHUPA) 95.400.000 39.677.735 41,59% 200.645.695 (160.967.960) -80,22%
423737 Iuran Hasil Usaha Perburuan di Taman Buru (IHUPTB) - - 100.000 (100.000) -100,00%
423738 Pendapaatan Penggantian Nilai Tegakan 49.061.834.048 - 42.647.914.606 6.413.919.442 15,04%
42374 Pendapatan Penerimaan dana Kompensasi Pelestarian Sumber Daya Alam Kelautan - - - - -
423741 Pendapatan Penerimaan dana Kompensasi Pelestarian Sumber Daya Alam Kelautan - - - -
42375 Pendapatan Denda I 5.023.470.000 94.108.935.960 1873,39% 223.437.635.376 (129.328.699.416) -57,88%
423751 Pendapatan Denda Pelanggaran Eksploitasi Hutan 4.838.344.562 - 2.996.683.901 1.841.660.661 61,46%
423752 Pendapatan Denda Keterlambatan Penyelesaian Pekerjaan Pemerintah 4.923.470.000 71.860.618.063 1459,55% 60.888.736.193 10.971.881.870 18,02%
423753 Pendapatan Denda Administrasi BPHTB 9.140.600 - 204.187.737 (195.047.137) -95,52%
423754 Pendapatan Denda Pelanggaran di Bidang Pasar Modal 11.298.099.802 - 7.422.847.546 3.875.252.256 52,21%
423755 Pendapatan Denda Pelanggaran di Bidang Persaingan Usaha 100.000.000 4.279.096.075 4279,10% 150.340.985.829 (146.061.889.754) -97,15%
423756 Pendapatan Denda Pelaksanaan Rekening Pengeluaran Bersaldo Nihil dalam Rangka TSA 314.051.626 - 474.483.990 (160.432.364) -33,81%
423757
Pendapatan Denda atas Pelaksanaan Penempatan Uang Negara di Bank Umum dan Bank
Indonesia
23.067.950 - - 23.067.950
423758 Pendapatan Denda atas Pelaksanaan Treasury Notional Pooling - -
423759
Pendapatan Denda Atas Kekurangan/Keterlambatan Penyetoran Penerimaan Negara Oleh
Bank/Pos Persepsi
- 1.486.517.282 - 1.109.710.180 376.807.102
33,96%
42376 Pendapatan Denda II - 15.466.092 - 19.626.096 (4.160.004) -21,20%
423761 Pendapatan Denda atas Kekurangan/Keterlambatan Pelimpahan Saldo BO II ke BO I 179.523 - 5.302.888 (5.123.365) -96,61%
423762
Pendapatan Denda atas Kekurangan/Keterlambatan Pembagian PBB/BPHTB oleh BO III
PBB/BPHTB
15.286.569 - 14.323.208 963.361
6,73%
4239 Pendapatan Lain-Lain 30.928.568.000 5.031.084.496.540 16266,79% 7.549.189.267.167 (2.518.104.770.627) -33,36%
42391 Pendapatan Dari Penerimaan Kembali Belanja Tahun Anggaran yang Lalu 6.347.170.000 4.028.542.179.525 63469,90% 6.716.873.532.989 (2.688.331.353.464) -40,02%
423911 Penerimaan Kembali Belanja Pegawai Pusat TAYL 4.281.078.000 87.856.022.970 2052,19% 166.589.884.185 (78.733.861.215) -47,26%
423912 Penerimaan Kembali Belanja Pensiun TAYL 6.900.000 81.424.081.313 1180059,15% 58.060.874.884 23.363.206.429 40,24%
423913 Penerimaan Kembali Belanja Lainnya Rupiah Murni TAYL 1.224.263.000 3.150.347.968.099 257326,08% 434.244.928.306 2.716.103.039.793 625,48%
423914 Penerimaan Kembali Belanja Lain Pinjaman Luar Negeri TAYL - 7.060.366.690 - 15.567.990.949 (8.507.624.259) -54,65%
423915 Penerimaan Kembali Belanja Lainnya Hibah TAYL 3.300.000 13.370.313.754 405161,02% 4.933.736.986 8.436.576.768 171,00%
423916 Penerimaan Kembali Belanja Swadana TAYL 2.221.895.084 - 632.900.157 1.588.994.927 251,07%
423917 Penerimaan Kembali Belanja Transfer ke Daerah TAYL - 686.261.531.615 - 1.526.072.817.209 (839.811.285.594) -55,03%
423919 Penerimaan Kembali Belanja Lainnya TAYL 831.629.000 - 0,00% 4.510.770.400.313 (4.510.770.400.313) -100,00%
42392 Pendapatan Pelunasan Piutang 3.492.977.000 15.238.686.966 436,27% 14.895.448.335 343.238.631 2,30%
423921 Pendapatan Pelunasan Piutang Non-Bendahara 25.000.000 866.856.556 3467,43% 549.653.193 317.203.363 57,71%
423922
Pendapatan Pelunasan Ganti Rugi atas Kerugian yang Diderita Oleh Negara(Masuk TP/TGR)
Bendahara
3.467.977.000 14.371.830.410 414,42% 14.345.795.142 26.035.268
0,18%
42393 Pendapatan dari Penutupan Rekening - 50.437.978.663 - 625.321.545.608 (574.883.566.945) -91,93%
DAFTAR LRA 171
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited) Daftar 1. A
1 2 3 4 5 6 7 8
REALISASI TA 2012
% REALISASI
TERHADAP
ANGGARAN
REALISASI TA 2011 KENAIKAN (PENURUNAN)
LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN PEMERINTAH PUSAT
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012 DAN 2011
(dalam rupiah)
KODE AKUN URAIAN AKUN ANGGARAN
% KENAIKAN/
PENURUNAN
423931 Pendapatan dari Penutupan Rekening 50.437.978.663 - 625.321.545.608 (574.883.566.945) -91,93%
42394 Pendapatan dari Selisih Kurs - 651.364.760.109 - - 651.364.760.109
423941 Pendapatan dari Selisih Kurs dalam pengelolaan RKUN 649.500.000.000 - - 649.500.000.000
423942 Pendapatan dari Untung Selisih kurs UP Satker Perwakilan RI 1.864.760.109 - - 1.864.760.109
42399 Pendapatan Lain-Lain 21.088.421.000 285.500.891.277 1353,83% 192.098.740.235 93.402.151.042 48,62%
423991 Penerimaan Kembali Persekot/ Uang Muka Gaji 19.717.562.000 5.884.709.957 29,85% 5.572.270.431 312.439.526 5,61%
423992 Penerimaan Premi Penjaminan Perbankan Nasional 97.675.000 - 2.515.980 95.159.020 3782,19%
423993 Pendapatan dari Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL) - - 74.600.000 (74.600.000) -100,00%
423994 Pendapatan dari Biaya Pengawasan HET Minyak Tanah - - - -
423995 Pendapatan Bagian Pemerintah dari Sisa Surplus Bank Indonesia - - - -
423997 Pendapatan Kelebihan Pelimpahan Pajak/PNBP dari bank/pos Persepsi 11.850.909 - - 11.850.909
423998 Pendapatan Penyetoran Kelebihan Hasil Bersih Lelang yang Tidak Diambil Oleh yang Berhak 407.990.000 - - 407.990.000
423999 Pendapatan Anggaran Lain-Lain 1.370.859.000 279.098.665.411 20359,40% 186.449.353.824 92.649.311.587 49,69%
-
424 Pendapatan Badan Layanan Umum 19.234.446.489.000 6.372.047.622.896 33,13% 3.633.908.246.714 2.738.139.376.182 75,35%
4241 Pendapatan Jasa Layanan Umum 17.109.565.352.000 5.833.452.694.709 34,09% 3.263.820.075.859 2.569.632.618.850 78,73%
42411 Pendapatan Penyediaan Barang dan Jasa Kepada Masyarakat 15.599.374.378.000 5.435.237.495.087 34,84% 3.143.213.374.040 2.292.024.121.047 72,92%
424111 Pendapatan Jasa Pelayanan Rumah Sakit 5.037.908.978.000 2.183.901.488.550 43,35% 1.303.313.902.155 880.587.586.395 67,57%
424112 Pendapatan Jasa Pelayanan Pendidikan 8.526.443.334.000 2.386.070.066.802 27,98% 1.298.615.351.763 1.087.454.715.039 83,74%
424113 Pendapatan Jasa Pelayanan Tenaga, Pekerjaan, Informasi, Pelatihan dan Teknologi 199.374.791.000 39.825.393.324 19,98% 31.504.764.648 8.320.628.676 26,41%
424114 Pendapatan Jasa Pencetakan 1.024.475.000 55.587.668 5,43% 48.524.380 7.063.288 14,56%
424115 Pendapatan Jasa Bandar Udara, Kepelabuhanan dan Kenavigasian - - - -
424116 Pendapatan Jasa Penyelenggaraan Telekomunikasi 1.406.777.248.000 743.951.911.782 52,88% 392.059.076.415 351.892.835.367 89,76%
424117 Pendapatan Jasa Pelayanan Pemasaran 2.700.000.000 398.542.216 14,76% 217.889.942 180.652.274 82,91%
424118 Pendapatan Jasa Penyediaan Barang 1.804.749.820 - 232.843.970 1.571.905.850 675,09%
424119 Pendapatan Jasa Penyediaan Barang dan Jasa Lainnya 425.145.552.000 79.229.754.925 18,64% 117.221.020.767 (37.991.265.842) -32,41%
42412 Pendapatan dari Pengelolaan Wilayah/Kawasan Tertentu 355.726.697.000 58.195.646.042 16,36% 48.472.024.669 9.723.621.373 20,06%
424121 Pendapatan Pengelolaan Kawasan Otorita - - - - -
424122 Pendapatan Pengelolaan Kawasan Terpadu Pengembangan Ekonomi Terpadu - - - -
424123 Pendapatan Pengelolaan Fasilitas Umum Milik Pemerintah - - - -
424129 Pendapatan Pengelolaan Kawasan Lainnya 355.726.697.000 58.195.646.042 16,36% 48.472.024.669 9.723.621.373 20,06%
42413 Pengelolaan Dana Khusus untuk Masyarakat 1.154.464.277.000 340.019.553.580 29,45% 72.134.677.150 267.884.876.430 371,37%
424131 Pendapatan Program Dana Penjaminan - - - -
424132 Pendapatan Program Dana Penjaminan Syariah - - - -
424133 Pendapatan Program Modal Ventura 2.721.000.000 1.704.140.955 62,63% - 1.704.140.955
424134 Pendapatan Program Dana Bergulir Sektoral 474.300.011.000 129.809.150.647 27,37% 27.117.267.168 102.691.883.479 378,70%
424135 Pendapatan Program Dana Bergulir Syariah 6.676.600.000 10.739.946.768 160,86% - 10.739.946.768
424136 Pendapatan Investasi 670.766.666.000 197.766.315.210 29,48% 45.017.409.982 152.748.905.228 339,31%
424139 Pendapatan Pengelolaan Dana Khusus Lainnya - - - - -
4242 Pendapatan Hibah Badan Layanan Umum 58.698.456.000 3.928.458.651 6,69% 9.264.424.684 (5.335.966.033) -57,60%
42421 Pendapatan Hibah Terkait 48.790.714.000 3.928.458.651 8,05% 9.064.459.684 (5.136.001.033) -56,66%
424211 Pendapatan Hibah Terikat Dalam Negeri - Perorangan 300.000.000 2.017.464.578 672,49% 33.585.000 1.983.879.578 5907,04%
424212 Pendapatan Hibah Terikat Dalam Negeri - Lembaga/Badan Usaha 46.990.714.000 1.303.138.175 2,77% 5.976.692.228 (4.673.554.053) -78,20%
DAFTAR LRA 172
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited) Daftar 1. A
1 2 3 4 5 6 7 8
REALISASI TA 2012
% REALISASI
TERHADAP
ANGGARAN
REALISASI TA 2011 KENAIKAN (PENURUNAN)
LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN PEMERINTAH PUSAT
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012 DAN 2011
(dalam rupiah)
KODE AKUN URAIAN AKUN ANGGARAN
% KENAIKAN/
PENURUNAN
424213 Pendapatan Hibah Terikat Dalam Negeri - Pemda 1.500.000.000 607.855.898 40,52% 3.054.182.456 (2.446.326.558) -80,10%
424214 Pendapatan Hibah Terikat Luar Negeri - Perorangan - - - -
424215 Pendapatan Hibah Terikat Luar Negeri - Lembaga/Badan Usaha - - - -
424216 Pendapatan Hibah Terikat Luar Negeri - Negara - - - -
424219 Pendapatan Hibah Terikat Lainnya - - - -
42422 Pendapatan Hibah Tidak Terikat 9.907.742.000 - 0,00% 199.965.000 (199.965.000) -100,00%
424221 Pendapatan Hibah Tidak Terikat Dalam Negeri - Perorangan - - - -
424222 Pendapatan Hibah Tidak Terikat Dalam Negeri - Lembaga/Badan Usaha - - 199.965.000 (199.965.000) -100,00%
424223 Pendapatan Hibah Tidak Terikat Dalam Negeri - Pemda 9.907.742.000 - 0,00% - -
424224 Pendapatan Hibah Tidak Terikat Luar Negeri - Perorangan - - - -
424225 Pendapatan Hibah Tidak Terikat Luar Negeri - Lembaga/Badan Usaha - - - -
424226 Pendapatan Hibah Tidak Terikat Luar Negeri - Negara - - - -
424229 Pendapatan Hibah Tidak Terikat - Lainnya - - - -
4243 Pendapatan Hasil Kerja Sama BLU 1.666.417.869.000 179.066.218.199 10,75% 76.424.695.682 102.641.522.517 134,30%
42431 Pendapatan Hasil Kerja Sama BLU 1.666.417.869.000 179.066.218.199 10,75% 76.424.695.682 102.641.522.517 134,30%
424311 Pendapatan Hasil Kerjasama Perorangan 299.736.000 1.576.975.349 526,12% 526.516.500 1.050.458.849 199,51%
424312 Pendapatan Hasil Kerjasama Lembaga/Badan Usaha 1.664.643.133.000 170.831.257.998 10,26% 74.707.606.599 96.123.651.399 128,67%
424313 Pendapatan Hasil Kerjasama Pemerintah Daerah 1.475.000.000 6.657.984.852 451,39% 1.190.572.583 5.467.412.269 459,23%
4249 Pendapatan BLU Lainnya 399.764.812.000 355.600.251.337 88,95% 284.399.050.489 71.201.200.848 25,04%
42491 Pendapatan BLU Lainnya 399.764.812.000 355.600.251.337 88,95% 284.399.050.489 71.201.200.848 25,04%
424911 Pendapatan Jasa Layanan Perbankan BLU 399.764.812.000 355.600.251.337 88,95% 284.399.050.489 71.201.200.848 25,04%
-
43 Penerimaan Hibah 825.091.586.000 976.494.772.877 118,35% 1.129.618.375.520 (153.123.602.643) -13,56%
431 Pendapatan Hibah Dalam Negeri dan Luar Negeri - 976.494.772.877 - 1.129.618.375.520 (153.123.602.643) -13,56%
4311 Pendapatan Hibah Dalam Negeri - 2.721.689.042 - 94.173.100 1.976.252.306 2098,53%
43111 Pendapatan Hibah Dalam Negeri - 9.545.000 - 94.173.100 (84.628.100) -89,86%
431111 Pendapatan Hibah Dalam Negeri - Perorangan 5.360.000 - 28.362.500 (23.002.500) -81,10%
431112 Pendapatan Hibah Dalam Negeri - Lembaga/Badan Usaha 4.185.000 - - 4.185.000
431119 Pendapatan Hibah Dalam Negeri Lainnya - - 65.810.600 (65.810.600) -100,00%
43112 Pendapatan Hibah Dalam Negeri Non Kas 651.263.636 -
431121 Pendapatan Hibah Berupa Barang 651.263.636 -
43113 Pendapatan Hibah Dalam Negeri Langsung 2.060.880.406 - - 2.060.880.406
431132 Pendapatan Hibah Dalam Negeri - Lembaga/Badan Usaha (97.860.776) - - (97.860.776)
431133 Pendapatan Hibah Dalam Negeri - Pemerintah Daerah 2.158.741.182 - - 2.158.741.182
431139 Pendapatan Hibah Dalam Negeri Langsung Bentuk Uang Lainnya - - - -
4312 Pendapatan Hibah Luar Negeri 973.773.083.835 - 1.129.524.202.420 (155.751.118.585) -13,79%
43121 Pendapatan Hibah Luar Negeri - 969.742.923.128 - 1.129.524.202.420 (159.781.279.292) -14,15%
431211 Pendapatan Hibah Luar Negeri - Perorangan 600.000 - - 600.000
431212 Pendapatan Hibah Luar Negeri - Bilateral 531.979.757.473 - 329.095.080.383 202.884.677.090 61,65%
431213 Pendapatan Hibah Luar Negeri - Multilateral 428.350.789.648 - 800.369.122.037 (372.018.332.389) -46,48%
431219 Pendapatan Hibah Luar Negeri Lainnya 9.411.776.007 - 60.000.000 9.351.776.007 15586,29%
43122 Pendapatan hibah Luar Negeri Langsung 128.771.748 - - 128.771.748
431231 Pendapatan Hibah Luar Negeri Langsung - Perorangan - - - -
431232 Pendapatan Hibah Luar Negeri Langsung - Bilateral 128.771.748 - - 128.771.748
DAFTAR LRA 173
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Semester I Tahun 2012 (Unaudited) Daftar 1. A
1 2 3 4 5 6 7 8
REALISASI TA 2012
% REALISASI
TERHADAP
ANGGARAN
REALISASI TA 2011 KENAIKAN (PENURUNAN)
LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN PEMERINTAH PUSAT
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012 DAN 2011
(dalam rupiah)
KODE AKUN URAIAN AKUN ANGGARAN
% KENAIKAN/
PENURUNAN
431233 Pendapatan Hibah Luar Negeri Langsung - Multilateral - - - -
431239 Pendapatan Hibah Luar Negeri Langsung lainnya - - - -
43122 Pendapatan Hibah Luar Negeri-Non Kas 3.901.388.959 - - 3.901.388.959
431221 Pendapatan Hibah Luar Negeri Berupa Barang 3.390.412.583 - - 3.390.412.583
431222 Pendapatan Hibah Luar Negeri Berupa Jasa 510.976.376 - - 510.976.376
1.311.386.679.466.000 593.732.066.572.805 45,28% 499.900.411.613.939 93.831.654.958.866 18,77% Jumlah Penerimaan
DAFTAR LRA 174
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED) DAFTAR 1. B
A BUMN Perbankan
1 PT. Bank Mandiri 1.469.525.260.000,00
2 PT. Bank Negara Indonesia 699.100.833.310,00
3 PT. Bank Rakyat Indonesia 1.711.944.248.000,00
4 PT. Bank Tabungan Negara 160.840.962.360,00
4.041.411.303.670,00
B BUMN NON PERBANKAN
1 Perum Pegadaian 329.776.468.000,00
2 Perum Perumnas 750.000.000,00
3 PT Angkasa Pura I 182.316.105.970,00
4 PT Angkasa Pura II 383.921.316.239,00
5 PT ASDP Persero 27.602,00
6 PT Balai Pustaka 200.000.000,00
7 PT Bali Tourism Development Corp. 2.289.000.000,00
8 PT Bio Farma 45.362.829.086,00
9 PT Biro Klasifikasi Indonesia 7.704.022.000,00
10 PT Bukit Asam 1.049.380.332.000,00
11 PT Dahana 1.105.000,00
12 PT Indosat 59.668.098.750,00
13 PT Industri Telekomunikasi Indonesia 1.022.660.692,00
14 PT Inhutani I 75.000.000,00
15 PT Inhutani V 30.000.000,00
16 PT Jasa Marga 375.461.184.000,00
17 PT Kawasan Industri Medan 2.058.569.867,00
18 PT Kawasan Industri Wijayakusuma 15.000.000,00
19 PT Kliring Berjangka Indonesia 9.032.000.000,00
20 PT LEN Industri 3.934.475.802,00
21 PT Pembangunan Perumahan 36.748.284.268,80
22 PT Perkebunan Nusantara II 350.000.000,00
23 PT Perkebunan Nusantara IX 1.450.120.379,00
24 PT Permodalan Nasional Madani 3.114.000.000,00
25 PT Pertamina 2.000.000.000.000,00
26 PT Perusahaan Gas Negara 1.708.868.546.055,00
27 PT Sarinah 2.925.909.888,90
28 PT Semen Baturaja 50.328.000.000,00
29 PT Socfin Indonesia 48.513.795.300,00
30 PT Surabaya Industrial Estate Rungkut 5.594.003.820,00
31 PT Telkom 3.832.434.555.606,00
32 PT Timah 291.453.500.000,00
33 PT Wijaya Karya 70.232.000.000,00
10.505.010.910.325,70
14.546.422.213.995,70
JUMLAH DIVIDEN BUMN NON PERBANKAN
JUMLAH SELURUHNYA
REALISASI PENERIMAAN BAGIAN PEMERINTAH ATAS LABA BUMN
UNTUK PERIODE 1 JANUARI 2012 SAMPAI DENGAN 30 JUNI 2012
JUMLAH PEMBAYARAN (Rp)
(Dalam Rupiah)
NO NAMA BUMN
JUMLAH DIVIDEN BUMN PERBANKAN
DAFTAR LRA -175 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED) DAFTAR 2. A
KODE BA
ESELON I
BAGIAN ANGGARAN & ESELON I ANGGARAN REALISASI BRUTO PENGEMBALIAN REALISASI NETTO
REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
1 2 3 4 5 6 7
001 MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT 692.395.010.000 168.027.074.378 3.553.777 168.023.520.601 (524.371.489.399)
01 SEKRETARIAT JENDERAL 72.341.121.000 15.576.437.801 3.553.777 15.572.884.024 (56.768.236.976)
02 MAJELIS 620.053.889.000 152.450.636.577 - 152.450.636.577 (467.603.252.423)
002 DEWAN PERWAKILAN RAKYAT 2.943.936.752.000 750.757.101.433 1.469.989.452 749.287.111.981 (2.194.649.640.019)
01 SEKRETARIAT JENDERAL 857.133.324.000 148.012.050.789 6.614.497 148.005.436.292 (709.127.887.708)
02 DEWAN 2.086.803.428.000 602.745.050.644 1.463.374.955 601.281.675.689 (1.485.521.752.311)
004 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN 2.839.924.375.000 808.381.730.870 7.259.856.785 801.121.874.085 (2.038.802.500.915)
01 SEKRETARIAT JENDERAL 2.031.924.375.000 580.895.794.560 3.253.270.933 577.642.523.627 (1.454.281.851.373)
02 B.P.K. PUSAT 808.000.000.000 227.485.936.310 4.006.585.852 223.479.350.458 (584.520.649.542)
005 MAHKAMAH AGUNG 5.107.469.009.000 1.971.688.856.426 1.393.688.691 1.970.295.167.735 (3.137.173.841.265)
01 BADAN URUSAN ADMINISTRASI 4.725.879.609.000 1.851.147.021.350 1.081.235.076 1.850.065.786.274 (2.875.813.822.726)
02 KEPANITERAAN 71.973.600.000 29.052.574.741 6.190.675 29.046.384.066 (42.927.215.934)
03 DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM 124.677.500.000 32.622.716.808 211.927.012 32.410.789.796 (92.266.710.204)
04 DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN AGAMA 63.584.900.000 19.122.896.689 25.346.870 19.097.549.819 (44.487.350.181)
05 DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN MILITER DAN PERADILAN TATA USAHA
NEGARA
20.300.000.000 8.866.093.875 64.944.606 8.801.149.269 (11.498.850.731)
06 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN HUKUM DAN P 77.473.800.000 24.243.624.052 2.746.487 24.240.877.565 (53.232.922.435)
07 BADAN PENGAWASAN MAHKAMAH AGUNG 23.579.600.000 6.633.928.911 1.297.965 6.632.630.946 (16.946.969.054)
006 KEJAKSAAN AGUNG 3.770.383.574.000 1.279.597.509.912 629.014.661 1.278.968.495.251 (2.491.415.078.749)
01 KEJAKSAAN AGUNG 3.770.383.574.000 1.279.597.509.912 629.014.661 1.278.968.495.251 (2.491.415.078.749)
007 SEKRETARIAT NEGARA 2.606.052.679.000 418.178.094.691 481.717.497 417.696.377.194 (2.188.356.301.806)
01 SEKRETARIAT NEGARA 1.712.495.115.000 212.701.927.072 56.891.150 212.645.035.922 (1.499.850.079.078)
03 RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN 461.000.000.000 98.167.941.939 46.521.005 98.121.420.934 (362.878.579.066)
04 SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN 180.384.412.000 45.989.564.244 59.710.500 45.929.853.744 (134.454.558.256)
05 SEKRETARIAT MILITER 37.983.694.000 6.797.239.294 17.749.528 6.779.489.766 (31.204.204.234)
06 PASUKAN PENGAMANAN PRESIDEN 34.463.458.000 12.872.860.986 - 12.872.860.986 (21.590.597.014)
07 DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN 44.500.000.000 13.654.165.782 - 13.654.165.782 (30.845.834.218)
08 UNIT KERJA PRESIDEN BD.PENGAWASAN & PENGENDALIAN PEMBANGUNAN (UKP-PPP) 76.226.000.000 17.235.555.017 29.103.700 17.206.451.317 (59.019.548.683)
09 LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN (LPSK) 59.000.000.000 10.758.840.357 271.741.614 10.487.098.743 (48.512.901.257)
010 KEMENTERIAN DALAM NEGERI 17.134.374.518.000 5.412.338.113.679 1.102.566.896 5.411.235.546.783 (11.723.138.971.217)
01 SEKRETARIAT JENDERAL 728.102.538.000 208.578.124.407 89.132.939 208.488.991.468 (519.613.546.532)
02 INSPEKTORAT JENDERAL 53.901.735.000 18.645.646.492 4.986.611 18.640.659.881 (35.261.075.119)
03 DITJEN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK 188.782.200.000 77.049.239.512 9.118.054 77.040.121.458 (111.742.078.542)
04 DITJEN PEMERINTAHAN UMUM 481.329.519.000 83.344.744.415 294.124.280 83.050.620.135 (398.278.898.865)
05 DITJEN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA 11.031.124.840.000 4.092.781.288.180 118.948.494 4.092.662.339.686 (6.938.462.500.314)
06 DITJEN BINA PEMBANGUNAN DAERAH 510.479.289.000 87.603.174.847 440.496.671 87.162.678.176 (423.316.610.824)
07 DITJEN OTONOMI DAERAH 133.322.083.000 36.828.220.546 83.357.371 36.744.863.175 (96.577.219.825)
08 DITJEN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN 3.695.121.798.000 714.586.681.113 2.692.071 714.583.989.042 (2.980.537.808.958)
09 DITJEN BINA ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH 67.451.423.000 23.886.067.150 55.712.387 23.830.354.763 (43.621.068.237)
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA DAN ESELON I
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
DAFTAR LRA - 176 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED) DAFTAR 2. A
KODE BA
ESELON I
BAGIAN ANGGARAN & ESELON I ANGGARAN REALISASI BRUTO PENGEMBALIAN REALISASI NETTO
REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
1 2 3 4 5 6 7
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA DAN ESELON I
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
11 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN 56.347.471.000 16.940.269.765 1.135.226 16.939.134.539 (39.408.336.461)
12 BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN 188.411.622.000 52.094.657.252 2.862.792 52.091.794.460 (136.319.827.540)
011 KEMENTERIAN LUAR NEGERI 5.242.050.193.000 1.272.416.714.369 1.874.338.682 1.270.542.375.687 (3.971.507.817.313)
01 SEKRETARIAT JENDERAL 4.536.720.723.000 961.520.029.057 1.156.529.358 960.363.499.699 (3.576.357.223.301)
02 DITJEN ASIA PASIFIK DAN AFRIKA 42.900.000.000 15.030.210.496 142.427.996 14.887.782.500 (28.012.217.500)
03 DITJEN AMERIKA DAN EROPA 34.599.470.000 11.183.950.512 70.232.913 11.113.717.599 (23.485.752.401)
04 DITJEN KERJASAMA ASEAN 53.200.000.000 14.090.358.279 79.959.492 14.010.398.787 (39.189.601.213)
05 DIREKTORAT JENDERAL MULTILATERAL 300.532.000.000 211.024.087.268 99.611.940 210.924.475.328 (89.607.524.672)
06 DIREKTORAT JENDERAL INFORMASI DAN DIPLOMASI PUBLIK 71.440.000.000 18.810.957.367 67.726.650 18.743.230.717 (52.696.769.283)
07 DIREKTORAT JENDERAL HUKUM DAN PERJANJIAN INTERNASIONAL 35.950.000.000 9.080.270.109 22.023.114 9.058.246.995 (26.891.753.005)
08 DIREKTORAT JENDERAL PROTOKOL DAN KONSULER 117.260.000.000 19.203.513.194 118.908.797 19.084.604.397 (98.175.395.603)
09 INSPEKTORAT JENDERAL 24.747.000.000 5.603.990.688 43.090.513 5.560.900.175 (19.186.099.825)
11 BADAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN 24.701.000.000 6.869.347.399 73.827.909 6.795.519.490 (17.905.480.510)
012 KEMENTERIAN PERTAHANAN 72.538.508.931.000 29.703.602.582.927 6.929.432.836 29.696.673.150.091 (42.841.835.780.909)
01 KEMENTERIAN PERTAHANAN 19.002.116.581.000 3.298.588.026.572 151.947.686 3.298.436.078.886 (15.703.680.502.114)
21 MARKAS BESAR TNI 6.023.671.845.000 2.607.206.530.762 965.644.536 2.606.240.886.226 (3.417.430.958.774)
22 MARKAS BESAR TNI AD 30.297.094.219.000 14.832.601.116.711 4.417.264.671 14.828.183.852.040 (15.468.910.366.960)
23 MARKAS BESAR TNI AL 9.204.937.080.000 4.268.791.731.586 548.885.974 4.268.242.845.612 (4.936.694.234.388)
24 MARKAS BESAR TNI AU 8.010.689.206.000 4.696.415.177.296 845.689.969 4.695.569.487.327 (3.315.119.718.673)
013 KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA 6.977.807.206.000 2.469.491.196.775 3.271.022.778 2.466.220.173.997 (4.511.587.032.003)
01 SEKRETARIAT JENDERAL 5.594.369.544.000 2.242.582.694.566 1.661.312.012 2.240.921.382.554 (3.353.448.161.446)
02 INSPEKTORAT JENDERAL 28.777.871.000 14.010.889.728 23.292.917 13.987.596.811 (14.790.274.189)
03 DITJEN ADMINISTRASI HUKUM UMUM 93.995.228.000 34.927.019.857 20.400.959 34.906.618.898 (59.088.609.102)
05 DITJEN PEMASYARAKATAN 61.608.996.000 23.026.302.309 85.116.565 22.941.185.744 (38.667.810.256)
06 DITJEN IMIGRASI 880.895.509.000 40.341.761.562 1.280.994.682 39.060.766.880 (841.834.742.120)
07 DITJEN HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL 89.179.263.000 22.945.615.365 11.783.051 22.933.832.314 (66.245.430.686)
08 DITJEN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN 52.931.701.000 12.049.542.720 17.762.459 12.031.780.261 (40.899.920.739)
09 DITJEN HAK ASASI MANUSIA 27.484.307.000 12.805.884.775 563.746 12.805.321.029 (14.678.985.971)
10 BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL 46.664.761.000 17.612.346.345 435.213 17.611.911.132 (29.052.849.868)
11 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANAN HAM 22.026.679.000 11.322.953.268 19.988.684 11.302.964.584 (10.723.714.416)
12 BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA 79.873.347.000 37.866.186.280 149.372.490 37.716.813.790 (42.156.533.210)
015 KEMENTERIAN KEUANGAN 17.779.977.967.000 6.706.378.107.790 2.851.691.563 6.703.526.416.227 (11.076.451.550.773)
01 SEKRETARIAT JENDERAL 6.807.234.343.000 2.788.179.760.470 718.886.327 2.787.460.874.143 (4.019.773.468.857)
02 INSPEKTORAT JENDERAL 100.165.522.000 35.034.669.601 105.013.100 34.929.656.501 (65.235.865.499)
03 DITJEN ANGGARAN 132.743.308.000 50.143.712.276 114.844.076 50.028.868.200 (82.714.439.800)
04 DITJEN PAJAK 5.383.947.507.000 2.074.060.511.967 633.686.261 2.073.426.825.706 (3.310.520.681.294)
05 DITJEN BEA DAN CUKAI 2.108.339.202.000 624.008.174.662 375.212.095 623.632.962.567 (1.484.706.239.433)
06 DITJEN PERIMBANGAN KEUANGAN 143.003.308.000 41.833.110.426 119.469.940 41.713.640.486 (101.289.667.514)
07 DITJEN PENGELOLAAN UTANG 87.560.000.000 24.415.774.794 35.572.821 24.380.201.973 (63.179.798.027)
08 DITJEN PERBENDAHARAAN 1.531.412.798.000 582.761.350.246 168.163.339 582.593.186.907 (948.819.611.093)
09 DITJEN KEKAYAAN NEGARA 672.794.553.000 222.789.584.021 97.823.802 222.691.760.219 (450.102.792.781)
DAFTAR LRA - 177 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED) DAFTAR 2. A
KODE BA
ESELON I
BAGIAN ANGGARAN & ESELON I ANGGARAN REALISASI BRUTO PENGEMBALIAN REALISASI NETTO
REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
1 2 3 4 5 6 7
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA DAN ESELON I
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
10 BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN 194.020.936.000 57.964.573.936 139.199.187 57.825.374.749 (136.195.561.251)
11 BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN 447.612.515.000 165.872.867.336 337.303.764 165.535.563.572 (282.076.951.428)
12 BADAN KEBIJAKAN FISKAL 171.143.975.000 39.314.018.055 6.516.851 39.307.501.204 (131.836.473.796)
018 KEMENTERIAN PERTANIAN 17.831.179.302.000 7.081.134.466.612 1.748.352.790 7.079.386.113.822 (10.751.793.188.178)
01 SEKRETARIAT JENDERAL 677.335.207.000 149.787.126.903 58.185.151 149.728.941.752 (527.606.265.248)
02 INSPEKTORAT JENDERAL 70.489.900.000 33.354.883.038 9.532.828 33.345.350.210 (37.144.549.790)
03 DITJEN TANAMAN PANGAN 3.115.491.991.000 941.345.614.850 10.106.636 941.335.508.214 (2.174.156.482.786)
04 DITJEN HOLTIKULTURA 581.888.300.000 269.891.961.308 2.551.276 269.889.410.032 (311.998.889.968)
05 DITJEN PERKEBUNAN 1.488.774.700.000 677.894.854.821 108.192.424 677.786.662.397 (810.988.037.603)
06 DITJEN PETERNAKAN 2.598.880.400.000 1.075.018.242.532 412.658.071 1.074.605.584.461 (1.524.274.815.539)
07 DITJEN PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERTANIAN 519.623.100.000 211.882.983.036 5.179.618 211.877.803.418 (307.745.296.582)
08 DITJEN PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR 4.479.720.700.000 2.164.501.262.866 160.864.509 2.164.340.398.357 (2.315.380.301.643)
09 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN 1.436.952.800.000 482.586.162.133 335.880.744 482.250.281.389 (954.702.518.611)
10 BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN 1.419.377.621.000 543.112.681.609 578.778.035 542.533.903.574 (876.843.717.426)
11 BADAN KETAHANAN PANGAN 695.250.000.000 255.794.742.605 3.762.078 255.790.980.527 (439.459.019.473)
12 BADAN KARANTINA PERTANIAN 747.394.583.000 275.963.950.911 62.661.420 275.901.289.491 (471.493.293.509)
019 KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN 2.548.917.479.000 672.126.724.811 314.773.819 671.811.950.992 (1.877.105.528.008)
01 SEKRETARIAT JENDERAL 561.458.263.000 194.024.191.857 140.781.609 193.883.410.248 (367.574.852.752)
02 DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI AGRO 361.534.375.000 71.539.403.848 66.532.948 71.472.870.900 (290.061.504.100)
03 DIREKTORAT JENDERAL BASIS INDUSTRI MANUFAKTUR 429.894.779.000 68.113.398.854 3.162.417 68.110.236.437 (361.784.542.563)
04 DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI UNGGULAN BERBASIS TEKNOLOGI TINGGI 155.023.780.000 30.859.848.033 939.600 30.858.908.433 (124.164.871.567)
05 DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH 361.212.542.000 99.085.642.110 14.770.931 99.070.871.179 (262.141.670.821)
06 INSPEKTORAT JENDERAL 48.615.619.000 17.743.079.162 12.748.107 17.730.331.055 (30.885.287.945)
07 BADAN PENGKAJIAN KEBIJAKAN, IKLIM DAN MUTU INDUSTRI 458.853.728.000 153.647.821.906 43.072.230 153.604.749.676 (305.248.978.324)
08 DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN PERWILAYAHAN INDUSTRI 113.130.784.000 17.780.328.419 27.685.687 17.752.642.732 (95.378.141.268)
09 DIREKTORAT JENDERAL KERJASAMA INDUSTRI INTERNATIONAL 59.193.609.000 19.333.010.622 5.080.290 19.327.930.332 (39.865.678.668)
020 KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 15.804.719.984.000 1.746.772.476.023 1.041.624.674 1.745.730.851.349 (14.058.989.132.651)
01 SEKRETARIAT JENDERAL 908.036.388.000 214.918.730.036 41.181.532 214.877.548.504 (693.158.839.496)
02 INSPEKTORAT JENDERAL 128.656.000.000 34.846.901.724 303.506.837 34.543.394.887 (94.112.605.113)
04 DITJEN MINYAK DAN GAS BUMI 956.816.691.000 204.812.193.742 13.163.669 204.799.030.073 (752.017.660.927)
05 DITJEN LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI 9.394.042.400.000 683.643.053.430 133.412.055 683.509.641.375 (8.710.532.758.625)
06 DITJEN MINERAL, BATUBARA DAN PANAS BUMI 406.595.604.000 57.312.175.797 8.522.689 57.303.653.108 (349.291.950.892)
07 DEWAN ENERGI NASIONAL 71.823.550.000 20.456.234.497 83.101.251 20.373.133.246 (51.450.416.754)
11 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 671.991.120.000 112.456.762.941 246.180.332 112.210.582.609 (559.780.537.391)
12 BADAN DIKLAT ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 706.523.129.000 144.513.292.412 26.756.471 144.486.535.941 (562.036.593.059)
13 BADAN GEOLOGI 970.957.825.000 197.346.147.355 185.787.061 197.160.360.294 (773.797.464.706)
14 BPH MIGAS 268.932.800.000 40.282.703.939 - 40.282.703.939 (228.650.096.061)
15 DITJEN ENERGI BARU TERBARUKAN DAN KONSERVASI ENERGI 1.320.344.477.000 36.184.280.150 12.777 36.184.267.373 (1.284.160.209.627)
022 KEMENTERIAN PERHUBUNGAN 28.117.714.349.000 7.804.582.368.504 661.977.583 7.803.920.390.921 (20.313.793.958.079)
01 SEKRETARIAT JENDERAL 507.803.942.000 147.638.335.060 183.829.491 147.454.505.569 (360.349.436.431)
02 INSPEKTORAT JENDERAL 78.279.226.000 23.946.233.574 3.543.801 23.942.689.773 (54.336.536.227)
DAFTAR LRA - 178 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED) DAFTAR 2. A
KODE BA
ESELON I
BAGIAN ANGGARAN & ESELON I ANGGARAN REALISASI BRUTO PENGEMBALIAN REALISASI NETTO
REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
1 2 3 4 5 6 7
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA DAN ESELON I
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
03 DITJEN PERHUBUNGAN DARAT 2.482.792.346.000 559.685.003.406 8.710.774 559.676.292.632 (1.923.116.053.368)
04 DITJEN PERHUBUNGAN LAUT 9.419.143.665.000 3.024.302.951.653 344.126.050 3.023.958.825.603 (6.395.184.839.397)
05 DITJEN PERHUBUNGAN UDARA 5.422.266.024.000 1.553.779.418.110 76.478.581 1.553.702.939.529 (3.868.563.084.471)
08 DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN 7.334.142.983.000 1.812.553.292.825 172.133 1.812.553.120.692 (5.521.589.862.308)
11 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN 207.047.416.000 57.779.185.035 3.010.148 57.776.174.887 (149.271.241.113)
12 BADAN PENDIDIKAN DAN LATIHAN PERHUBUNGAN 2.666.238.747.000 624.897.948.841 42.106.605 624.855.842.236 (2.041.382.904.764)
023 KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 64.350.856.433.000 23.582.864.553.630 17.467.183.063 23.565.397.370.567 (40.785.459.062.433)
01 SEKRETARIAT JENDERAL 7.894.384.525.000 255.739.926.108 60.933.507 255.678.992.601 (7.638.705.532.399)
02 INSPEKTORAT JENDERAL 242.767.448.000 50.204.238.494 2.916.967.004 47.287.271.490 (195.480.176.510)
03 DITJEN PENDIDIKAN DASAR 15.139.563.359.000 9.880.065.766.466 5.053.228.891 9.875.012.537.575 (5.264.550.821.425)
04 DITJEN PENDIDIKAN TINGGI 26.560.372.678.000 8.398.403.199.182 3.683.264.267 8.394.719.934.915 (18.165.652.743.085)
05 DITJEN PAUDNI 3.321.520.801.000 869.471.273.554 2.750.072.673 866.721.200.881 (2.454.799.600.119)
11 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DIKBUD 1.304.538.152.000 673.752.581.233 637.067.258 673.115.513.975 (631.422.638.025)
12 DITJEN PENDIDIKAN MENENGAH 6.469.397.077.000 2.158.198.605.306 2.157.426.927 2.156.041.178.379 (4.313.355.898.621)
13 BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN BAHASA 122.310.991.000 61.401.003.071 26.348.871 61.374.654.200 (60.936.336.800)
14 BADAN PSDMPK DAN PMP 3.296.001.402.000 1.235.627.960.216 181.873.665 1.235.446.086.551 (2.060.555.315.449)
024 KEMENTERIAN KESEHATAN 29.915.796.555.000 9.418.656.799.089 8.546.882.327 9.410.109.916.762 (20.505.686.638.238)
01 SEKRETARIAT JENDERAL 2.668.122.911.000 960.350.986.580 662.170.071 959.688.816.509 (1.708.434.094.491)
02 INSPEKTORAT JENDERAL 92.000.000.000 23.514.148.299 19.538.745 23.494.609.554 (68.505.390.446)
03 DITJEN BINA GIZI DAN KESEHATAN IBU DAN ANAK 2.145.897.200.000 486.642.297.947 937.626.159 485.704.671.788 (1.660.192.528.212)
04 DITJEN BINA UPAYA KESEHATAN 19.130.490.644.000 6.651.098.131.479 4.439.756.772 6.646.658.374.707 (12.483.832.269.293)
05 DITJEN PENGENDALIAAN PENYAKIT DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN 1.311.857.100.000 364.992.586.062 100.886.802 364.891.699.260 (946.965.400.740)
07 DITJEN BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN 1.491.806.100.000 117.019.897.455 1.025.937.707 115.993.959.748 (1.375.812.140.252)
11 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN 460.274.600.000 78.935.216.665 316.137.449 78.619.079.216 (381.655.520.784)
12 BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SDM KESEHATAN 2.615.348.000.000 736.103.534.602 1.044.828.622 735.058.705.980 (1.880.289.294.020)
025 KEMENTERIAN AGAMA 38.347.494.118.000 12.144.278.615.961 3.251.453.617 12.141.027.162.344 (26.206.466.955.656)
01 SEKRETARIAT JENDERAL 2.022.146.868.000 670.352.935.071 213.568.970 670.139.366.101 (1.352.007.501.899)
02 INSPEKTORAT JENDERAL 143.267.996.000 32.250.439.158 1.818.003 32.248.621.155 (111.019.374.845)
03 DITJEN BIMBINGAN MASYARAKAT ISLAM 2.553.909.697.000 985.282.142.769 535.328.907 984.746.813.862 (1.569.162.883.138)
04 DITJEN PENDIDIKAN ISLAM 30.266.759.896.000 9.519.328.056.058 1.968.905.923 9.517.359.150.135 (20.749.400.745.865)
05 DITJEN BIMBINGAN MASYARAKAT KRISTEN 951.316.539.000 303.080.847.437 64.873.888 303.015.973.549 (648.300.565.451)
06 DITJEN BIMBINGAN MASYARAKAT KHATOLIK 556.482.744.000 154.666.958.328 7.926.586 154.659.031.742 (401.823.712.258)
07 DITJEN BIMBINGAN MASYARAKAT HINDU 514.691.663.000 144.290.176.949 20.924.790 144.269.252.159 (370.422.410.841)
08 DITJEN BIMBINGAN MASYARAKAT BUDDHA 185.210.698.000 58.734.871.880 312.679.830 58.422.192.050 (126.788.505.950)
09 DITJEN PENYELENGGARAAN HAJI DAN UMRAH 558.062.062.000 90.189.809.714 22.505.199 90.167.304.515 (467.894.757.485)
11 BADAN PENELITIAN PENGEMBANGAN DAN PENDIDIKAN PELATIHAN 595.645.955.000 186.102.378.597 102.921.521 185.999.457.076 (409.646.497.924)
026 KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI 4.162.970.267.000 1.019.621.040.835 380.380.640 1.019.240.660.195 (3.143.729.606.805)
01 SEKRETARIAT JENDERAL 293.969.084.000 111.127.321.474 39.560.438 111.087.761.036 (182.881.322.964)
02 INSPEKTORAT JENDERAL 46.508.984.000 16.276.720.192 9.988 16.276.710.204 (30.232.273.796)
04 DITJEN PEMBINAAN PENEMPATAN TENAGA KERJA 697.101.966.000 159.320.455.557 142.980.811 159.177.474.746 (537.924.491.254)
05 DITJEN PEMBINAAN HUBUNGAN INDUSTRIAL & JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN 232.386.677.000 65.484.297.722 72.326.403 65.411.971.319 (166.974.705.681)
DAFTAR LRA - 179 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED) DAFTAR 2. A
KODE BA
ESELON I
BAGIAN ANGGARAN & ESELON I ANGGARAN REALISASI BRUTO PENGEMBALIAN REALISASI NETTO
REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
1 2 3 4 5 6 7
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA DAN ESELON I
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
06 DITJEN PEMBINAAN PEMBANGUNAN KAWASAN TRANSMIGRASI 851.012.000.000 187.008.940.392 1.371.576 187.007.568.816 (664.004.431.184)
07 DITJEN PEMBINAAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT DAN KAWASAN TRANSMIGRASI 767.296.000.000 205.207.248.568 3.233.081 205.204.015.487 (562.091.984.513)
08 DITJEN PEMBINAAN PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN 232.540.000.000 70.659.434.188 4.079.918 70.655.354.270 (161.884.645.730)
11 BADAN PENELITIAN, PENGEMBANGAN DAN INFORMASI 67.105.765.000 22.597.711.361 13.447 22.597.697.914 (44.508.067.086)
13 DITJEN PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS 975.049.791.000 181.938.911.381 116.804.978 181.822.106.403 (793.227.684.597)
027 KEMENTERIAN SOSIAL 4.570.608.187.000 1.473.306.201.998 2.307.999.514 1.470.998.202.484 (3.099.609.984.516)
01 SEKRETARIAT JENDERAL 191.394.849.000 65.843.176.123 160.812.076 65.682.364.047 (125.712.484.953)
02 INSPEKTORAT JENDERAL 27.204.437.000 8.709.324.417 12.938.827 8.696.385.590 (18.508.051.410)
03 DITJEN PEMBERDAYAAN SOSIAL 754.799.671.000 159.821.250.467 117.922.892 159.703.327.575 (595.096.343.425)
04 DITJEN PELAYANAN DAN REHABILITASI SOSIAL 930.471.698.000 346.571.435.832 1.109.486.717 345.461.949.115 (585.009.748.885)
05 DITJEN BANTUAN DAN JAMINAN SOSIAL 2.479.580.082.000 815.675.276.715 668.846.479 815.006.430.236 (1.664.573.651.764)
11 BADAN PENDIDIKAN DAN PENELITIAN KESEJAHTERAAN SOSIAL 187.157.450.000 76.685.738.444 237.992.523 76.447.745.921 (110.709.704.079)
029 KEMENTERIAN KEHUTANAN 6.232.969.116.000 1.184.868.968.423 2.717.902.181 1.182.151.066.242 (5.050.818.049.758)
01 SEKRETARIAT JENDERAL 403.643.215.000 93.588.504.017 883.730.834 92.704.773.183 (310.938.441.817)
02 INSPEKTORAT JENDERAL 61.575.939.000 22.784.248.256 383.947.778 22.400.300.478 (39.175.638.522)
03 DITJEN BINA USAHA KEHUTANAN 311.093.802.000 91.491.395.279 30.488.121 91.460.907.158 (219.632.894.842)
04 DITJEN BINA PENGELOLAAN DAS DAN PERHUTANAN SOSIAL 2.628.471.141.000 229.770.421.112 310.536.709 229.459.884.403 (2.399.011.256.597)
05 DITJEN PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM 1.676.447.082.000 434.203.258.333 618.056.273 433.585.202.060 (1.242.861.879.940)
06 DITJEN PLANOLOGI KEHUTANAN 647.702.201.000 148.462.250.290 376.825.327 148.085.424.963 (499.616.776.037)
07 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN 266.339.000.000 90.223.438.617 70.321.950 90.153.116.667 (176.185.883.333)
08 BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KEHUTANAN 237.696.736.000 74.345.452.519 43.995.189 74.301.457.330 (163.395.278.670)
032 KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN 5.993.324.322.000 1.457.763.107.002 323.898.419 1.457.439.208.583 (4.535.885.113.417)
01 SEKRETARIAT JENDERAL 417.050.292.000 141.676.950.994 40.487.559 141.636.463.435 (275.413.828.565)
02 INSPEKTORAT JENDERAL 65.826.729.000 25.847.597.939 10.482 25.847.587.457 (39.979.141.543)
03 DITJEN PERIKANAN TANGKAP 1.496.627.298.000 248.734.671.179 15.958.688 248.718.712.491 (1.247.908.585.509)
04 DITJEN PERIKANAN BUDIDAYA 1.045.215.233.000 176.839.806.975 43.939.803 176.795.867.172 (868.419.365.828)
05 DITJEN PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN SUMBER DAYA KELAUTAN & PERIKANAN 529.968.481.000 201.299.300.841 63.455.797 201.235.845.044 (328.732.635.956)
06 DITJEN PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERIKANAN (P2HP) 600.201.206.000 104.128.557.731 12.514.938 104.116.042.793 (496.085.163.207)
07 DITJEN KELAUTAN, PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL (KP3K) 506.094.602.000 143.562.184.901 6.397.208 143.555.787.693 (362.538.814.307)
11 BADAN RISET KELAUTAN DAN PERIKANAN (BRKP) 536.913.524.000 121.405.755.341 41.384.470 121.364.370.871 (415.549.153.129)
12 BADAN PENGEMBANGAN SDM KELAUTAN DAN PERIKANAN 517.998.140.000 177.532.943.668 34.372.476 177.498.571.192 (340.499.568.808)
13 BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN 277.428.817.000 116.735.337.433 65.376.998 116.669.960.435 (160.758.856.565)
033 KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM 62.563.055.176.000 16.719.215.144.579 9.263.811.759 16.709.951.332.820 (45.853.103.843.180)
01 SEKRETARIAT JENDERAL 716.432.066.000 209.806.632.007 19.564.544 209.787.067.463 (506.644.998.537)
02 INSPEKTORAT JENDERAL 126.233.000.000 36.214.273.316 209.876.355 36.004.396.961 (90.228.603.039)
03 DITJEN PENATAAN RUANG 800.982.000.000 171.646.700.358 563.668 171.646.136.690 (629.335.863.310)
04 DITJEN BINA MARGA 30.950.000.190.000 7.793.596.392.358 511.377.324 7.793.085.015.034 (23.156.915.174.966)
05 DITJEN CIPTA KARYA 12.829.999.930.000 4.036.168.102.370 8.209.956.570 4.027.958.145.800 (8.802.041.784.200)
DAFTAR LRA - 180 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED) DAFTAR 2. A
KODE BA
ESELON I
BAGIAN ANGGARAN & ESELON I ANGGARAN REALISASI BRUTO PENGEMBALIAN REALISASI NETTO
REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
1 2 3 4 5 6 7
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA DAN ESELON I
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
06 DITJEN SUMBER DAYA AIR 16.445.000.100.000 4.256.613.724.818 192.985.455 4.256.420.739.363 (12.188.579.360.637)
11 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN 419.822.000.000 133.090.390.101 77.600.508 133.012.789.593 (286.809.210.407)
13 BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI 274.585.890.000 82.078.929.251 41.887.335 82.037.041.916 (192.548.848.084)
034 KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM DAN KEAMANAN 487.201.827.000 94.438.749.139 42.574.074 94.396.175.065 (392.805.651.935)
01 KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM DAN KEAMANAN 487.201.827.000 94.438.749.139 42.574.074 94.396.175.065 (392.805.651.935)
035 KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN 250.382.300.000 61.472.395.778 410.700.730 61.061.695.048 (189.320.604.952)
01 KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN 250.382.300.000 61.472.395.778 410.700.730 61.061.695.048 (189.320.604.952)
036 KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT 268.236.278.000 42.902.003.441 300.739.862 42.601.263.579 (225.635.014.421)
01 KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT 268.236.278.000 42.902.003.441 300.739.862 42.601.263.579 (225.635.014.421)
040 KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF 2.189.797.179.000 476.533.312.966 88.603.552 476.444.709.414 (1.713.352.469.586)
01 SEKRETARIAT JENDERAL 248.956.670.000 59.873.919.839 7.321.768 59.866.598.071 (189.090.071.929)
02 INSPEKTORAT JENDERAL 28.900.000.000 5.180.844.597 320.150 5.180.524.447 (23.719.475.553)
03 DIREKTORAT JENDERAL NILAI BUDAYA, SENI DAN PERFILMAN 317.803.531.000 75.700.632.830 7.431.532 75.693.201.298 (242.110.329.702)
04 DIREKTORAT JENDERAL SEJARAH DAN PURBAKALA 413.067.000.000 106.558.614.893 11.588.826 106.547.026.067 (306.519.973.933)
05 DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA 348.700.000.000 39.969.147.395 32.729.350 39.936.418.045 (308.763.581.955)
06 DIREKTORAT JENDERAL PEMASARAN 507.700.000.000 104.616.067.745 13.716.473 104.602.351.272 (403.097.648.728)
10 BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA 324.669.978.000 84.634.085.667 15.495.453 84.618.590.214 (240.051.387.786)
041 KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA 142.683.371.000 30.118.365.933 243.690.091 29.874.675.842 (112.808.695.158)
01 KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA 142.683.371.000 30.118.365.933 243.690.091 29.874.675.842 (112.808.695.158)
042 KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI 672.266.030.000 291.222.393.619 45.835.267 291.176.558.352 (381.089.471.648)
01 KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI 672.266.030.000 291.222.393.619 45.835.267 291.176.558.352 (381.089.471.648)
043 KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP 885.407.582.000 150.142.391.283 13.116.619 150.129.274.664 (735.278.307.336)
01 KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP 885.407.582.000 150.142.391.283 13.116.619 150.129.274.664 (735.278.307.336)
044 KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM 1.213.897.635.000 437.361.623.703 19.916.102 437.341.707.601 (776.555.927.399)
01 KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM 1.213.897.635.000 437.361.623.703 19.916.102 437.341.707.601 (776.555.927.399)
047 KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK 181.841.011.000 50.080.089.531 286.580.061 49.793.509.470 (132.047.501.530)
01 KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK 181.841.011.000 50.080.089.531 286.580.061 49.793.509.470 (132.047.501.530)
048 KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI
BIROKRASI
170.471.660.000 39.263.521.067 249.187.334 39.014.333.733 (131.457.326.267)
01 KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI 170.471.660.000 39.263.521.067 249.187.334 39.014.333.733 (131.457.326.267)
050 BADAN INTELIJEN NEGARA 1.141.841.129.000 440.127.653.714 6.029.009 440.121.624.705 (701.719.504.295)
01 BADAN INTELIJEN NEGARA 1.141.841.129.000 440.127.653.714 6.029.009 440.121.624.705 (701.719.504.295)
051 LEMBAGA SANDI NEGARA 1.193.942.256.000 120.218.679.464 114.928.813 120.103.750.651 (1.073.838.505.349)
01 LEMBAGA SANDI NEGARA 1.193.942.256.000 120.218.679.464 114.928.813 120.103.750.651 (1.073.838.505.349)
052 DEWAN KETAHANAN NASIONAL 38.691.901.000 12.642.358.115 18.183.854 12.624.174.261 (26.067.726.739)
01 SETJEN DEWAN KETAHANAN NASIONAL 38.691.901.000 12.642.358.115 18.183.854 12.624.174.261 (26.067.726.739)
054 BADAN PUSAT STATISTIK 2.312.385.829.000 900.452.162.593 173.154.645 900.279.007.948 (1.412.106.821.052)
01 BADAN PUSAT STATISTIK 2.312.385.829.000 900.452.162.593 173.154.645 900.279.007.948 (1.412.106.821.052)
055 KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS 827.332.277.000 160.480.408.176 40.186.269 160.440.221.907 (666.892.055.093)
01 KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS 827.332.277.000 160.480.408.176 40.186.269 160.440.221.907 (666.892.055.093)
DAFTAR LRA - 181 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED) DAFTAR 2. A
KODE BA
ESELON I
BAGIAN ANGGARAN & ESELON I ANGGARAN REALISASI BRUTO PENGEMBALIAN REALISASI NETTO
REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
1 2 3 4 5 6 7
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA DAN ESELON I
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
056 BADAN PERTANAHAN NASIONAL 3.957.875.318.000 1.004.041.333.059 781.451.720 1.003.259.881.339 (2.954.615.436.661)
01 BADAN PERTANAHAN NASIONAL 3.957.875.318.000 1.004.041.333.059 781.451.720 1.003.259.881.339 (2.954.615.436.661)
057 PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 372.227.762.000 60.916.835.577 2.187.515 60.914.648.062 (311.313.113.938)
01 PERPUSTAKAAN NASIONAL 372.227.762.000 60.916.835.577 2.187.515 60.914.648.062 (311.313.113.938)
059 KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA 3.245.984.855.000 797.659.208.772 1.772.493.919 795.886.714.853 (2.450.098.140.147)
01 SEKRETARIAT JENDERAL 222.321.400.000 76.279.100.970 25.090.029 76.254.010.941 (146.067.389.059)
02 INSPEKTORAT JENDERAL 22.451.500.000 9.140.638.576 650.000 9.139.988.576 (13.311.511.424)
03 DITJEN POS DAN TELEKOMUNIKASI 741.759.655.000 168.315.732.842 535.983.368 167.779.749.474 (573.979.905.526)
04 DITJEN APLIKASI TELEMATIKA 156.922.000.000 52.581.335.529 47.615.842 52.533.719.687 (104.388.280.313)
05 DITJEN SARANA KOMUNIKASI DAN DISEMINASI INFORMASI 1.767.673.900.000 397.710.125.916 950.467.859 396.759.658.057 (1.370.914.241.943)
06 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA 163.690.700.000 53.245.268.953 212.669.783 53.032.599.170 (110.658.100.830)
07 BADAN INFORMASI PUBLIK 171.165.700.000 40.387.005.986 17.038 40.386.988.948 (130.778.711.052)
060 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA 39.783.194.697.000 16.759.533.975.893 2.611.889.981 16.756.922.085.912 (23.026.272.611.088)
01 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA 39.783.194.697.000 16.759.533.975.893 2.611.889.981 16.756.922.085.912 (23.026.272.611.088)
063 BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN 1.104.078.050.000 222.117.837.161 952.526.835 221.165.310.326 (882.912.739.674)
01 BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN 1.104.078.050.000 222.117.837.161 952.526.835 221.165.310.326 (882.912.739.674)
064 LEMBAGA KETAHANAN NASIONAL 193.086.042.000 40.844.851.710 26.230.217 40.818.621.493 (152.267.420.507)
01 LEMBAGA KETAHANAN NASIONAL RI 193.086.042.000 40.844.851.710 26.230.217 40.818.621.493 (152.267.420.507)
065 BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL 764.277.072.000 200.907.963.361 35.948.866 200.872.014.495 (563.405.057.505)
01 BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL 764.277.072.000 200.907.963.361 35.948.866 200.872.014.495 (563.405.057.505)
066 BADAN NARKOTIKA NASIONAL 970.821.800.000 212.054.039.361 118.019.248 211.936.020.113 (758.885.779.887)
01 PELAKSANA HARIAN BNN 970.821.800.000 212.054.039.361 118.019.248 211.936.020.113 (758.885.779.887)
067 KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL 1.018.296.071.000 125.774.411.572 4.457.900 125.769.953.672 (892.526.117.328)
01 KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL 1.018.296.071.000 125.774.411.572 4.457.900 125.769.953.672 (892.526.117.328)
068 BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL 2.593.734.243.000 1.203.868.894.271 205.522.429 1.203.663.371.842 (1.390.070.871.158)
01 BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL 2.593.734.243.000 1.203.868.894.271 205.522.429 1.203.663.371.842 (1.390.070.871.158)
074 KOMISI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA 64.349.706.000 17.885.195.488 61.522.651 17.823.672.837 (46.526.033.163)
01 KOMISI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA 64.349.706.000 17.885.195.488 61.522.651 17.823.672.837 (46.526.033.163)
075 BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA 1.341.193.495.000 382.670.329.104 70.514.139 382.599.814.965 (958.593.680.035)
01 BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA 1.341.193.495.000 382.670.329.104 70.514.139 382.599.814.965 (958.593.680.035)
076 KOMISI PEMILIHAN UMUM 1.635.211.541.000 334.834.817.610 314.367.303 334.520.450.307 (1.300.691.090.693)
01 KOMISI PEMILIHAN UMUM 1.635.211.541.000 334.834.817.610 314.367.303 334.520.450.307 (1.300.691.090.693)
077 MAHKAMAH KONSTITUSI RI 277.432.763.000 76.935.406.359 12.817.636 76.922.588.723 (200.510.174.277)
01 MAHKAMAH KONSTITUSI RI 277.432.763.000 76.935.406.359 12.817.636 76.922.588.723 (200.510.174.277)
078 PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN 79.134.312.000 17.654.667.882 56.491.891 17.598.175.991 (61.536.136.009)
01 PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN 79.134.312.000 17.654.667.882 56.491.891 17.598.175.991 (61.536.136.009)
079 LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA 727.928.277.000 286.219.815.372 267.017.413 285.952.797.959 (441.975.479.041)
01 LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA 727.928.277.000 286.219.815.372 267.017.413 285.952.797.959 (441.975.479.041)
080 BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL 659.374.103.000 222.456.051.796 215.344.413 222.240.707.383 (437.133.395.617)
01 BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL 659.374.103.000 222.456.051.796 215.344.413 222.240.707.383 (437.133.395.617)
081 BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI 851.620.351.000 340.318.298.107 367.581.481 339.950.716.626 (511.669.634.374)
01 BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI 851.620.351.000 340.318.298.107 367.581.481 339.950.716.626 (511.669.634.374)
DAFTAR LRA - 182 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED) DAFTAR 2. A
KODE BA
ESELON I
BAGIAN ANGGARAN & ESELON I ANGGARAN REALISASI BRUTO PENGEMBALIAN REALISASI NETTO
REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
1 2 3 4 5 6 7
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA DAN ESELON I
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
082 LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL 547.120.719.000 117.887.698.920 32.538.644 117.855.160.276 (429.265.558.724)
01 L A P A N 547.120.719.000 117.887.698.920 32.538.644 117.855.160.276 (429.265.558.724)
083 BADAN INFORMASI GEOSPASIAL 549.691.280.000 133.820.187.525 353.814.835 133.466.372.690 (416.224.907.310)
01 BADAN INFORMASI GEOSPASIAL 549.691.280.000 133.820.187.525 353.814.835 133.466.372.690 (416.224.907.310)
084 BADAN STANDARISASI NASIONAL 97.996.537.000 33.702.190.183 14.162.846 33.688.027.337 (64.308.509.663)
01 BADAN STANDARISASI NASIONAL 97.996.537.000 33.702.190.183 14.162.846 33.688.027.337 (64.308.509.663)
085 BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR 84.217.867.000 30.265.073.327 150.399.343 30.114.673.984 (54.103.193.016)
01 BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR 84.217.867.000 30.265.073.327 150.399.343 30.114.673.984 (54.103.193.016)
086 LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA 243.332.942.000 74.840.885.897 21.557.219 74.819.328.678 (168.513.613.322)
01 LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA 243.332.942.000 74.840.885.897 21.557.219 74.819.328.678 (168.513.613.322)
087 ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 152.778.989.000 42.797.907.744 120.295.558 42.677.612.186 (110.101.376.814)
01 ARSIP NASIONAL 152.778.989.000 42.797.907.744 120.295.558 42.677.612.186 (110.101.376.814)
088 BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA 527.304.839.000 174.659.196.799 133.258.121 174.525.938.678 (352.778.900.322)
01 BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA 527.304.839.000 174.659.196.799 133.258.121 174.525.938.678 (352.778.900.322)
089 BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN 932.696.360.000 417.288.168.406 421.955.229 416.866.213.177 (515.830.146.823)
01 BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN 932.696.360.000 417.288.168.406 421.955.229 416.866.213.177 (515.830.146.823)
090 KEMENTERIAN PERDAGANGAN 2.401.657.515.000 511.862.991.089 400.410.055 511.462.581.034 (1.890.194.933.966)
01 SEKRETARIAT JENDERAL 551.109.041.000 137.219.910.968 58.792.575 137.161.118.393 (413.947.922.607)
02 DIREKTORAT JENDERAL PERDAGANGAN DALAM NEGERI 747.857.797.000 123.567.129.028 83.465.777 123.483.663.251 (624.374.133.749)
03 DIREKTORAT JENDERAL PERDAGANGAN LUAR NEGERI 194.097.379.000 54.016.314.434 105.264.328 53.911.050.106 (140.186.328.894)
04 DIREKTORAT JENDERAL KERJASAMA PERDAGANGAN INTERNASIONAL 121.447.625.000 31.647.420.913 16.952.647 31.630.468.266 (89.817.156.734)
05 INSPEKTORAT JENDERAL 39.540.000.000 10.064.559.748 11.191.224 10.053.368.524 (29.486.631.476)
06 DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN EKSPOR NASIONAL 349.573.015.000 63.061.950.230 13.719.959 63.048.230.271 (286.524.784.729)
07 BADAN PENGAWAS PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI 110.000.000.000 19.973.279.028 7.736 19.973.271.292 (90.026.728.708)
08 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERDAGANGAN 74.456.000.000 22.065.311.250 11.129.366 22.054.181.884 (52.401.818.116)
09 DIREKTORAT JENDERAL STANDARDISASI DAN PERLINDUNGAN KONSUMEN 213.576.658.000 50.247.115.490 99.886.443 50.147.229.047 (163.429.428.953)
091 KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT 4.604.103.610.000 108.971.973.252 14.089.728 108.957.883.524 (4.495.145.726.476)
01 KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT 4.604.103.610.000 108.971.973.252 14.089.728 108.957.883.524 (4.495.145.726.476)
092 KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA 1.754.133.293.000 74.819.286.124 15.187.314 74.804.098.810 (1.679.329.194.190)
01 KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA 1.754.133.293.000 74.819.286.124 15.187.314 74.804.098.810 (1.679.329.194.190)
093 KOMISI PEMBERATASAN KORUPSI 663.030.870.000 120.188.020.278 413.621.697 119.774.398.581 (543.256.471.419)
01 KOMISI PEMBERATASAN KORUPSI 663.030.870.000 120.188.020.278 413.621.697 119.774.398.581 (543.256.471.419)
095 DEWAN PERWAKILAN DAERAH (DPD) 604.098.382.000 200.143.277.931 7.820.829 200.135.457.102 (403.962.924.898)
01 SEKRETARIAT JENDERAL DPD RI 397.541.382.000 122.699.607.384 7.820.829 122.691.786.555 (274.849.595.445)
02 DEWAN PERWAKILAN DAERAH (DPD) 206.557.000.000 77.443.670.547 77.443.670.547 (129.113.329.453)
100 KOMISI YUDISIAL RI 85.365.886.000 29.692.465.089 2.004.653 29.690.460.436 (55.675.425.564)
01 KOMISI YUDISIAL RI 85.365.886.000 29.692.465.089 2.004.653 29.690.460.436 (55.675.425.564)
103 BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA 995.052.175.000 108.996.200.947 404.938.450 108.591.262.497 (886.460.912.503)
01 BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA 995.052.175.000 108.996.200.947 404.938.450 108.591.262.497 (886.460.912.503)
104 BADAN NASIONAL PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TKI 285.680.298.000 95.070.954.016 66.334.838 95.004.619.178 (190.675.678.822)
01 SEKRETARIAT UTAMA BNP2TKI 285.680.298.000 95.070.954.016 66.334.838 95.004.619.178 (190.675.678.822)
DAFTAR LRA - 183 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED) DAFTAR 2. A
KODE BA
ESELON I
BAGIAN ANGGARAN & ESELON I ANGGARAN REALISASI BRUTO PENGEMBALIAN REALISASI NETTO
REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
1 2 3 4 5 6 7
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA DAN ESELON I
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
105 BADAN PENANGGULANGAN LUMPUR SIDOARJO 1.606.859.997.000 232.147.151.638 1.587.700 232.145.563.938 (1.374.714.433.062)
01 BADAN PENANGGULANGAN LUMPUR SIDOARJO 1.606.859.997.000 232.147.151.638 1.587.700 232.145.563.938 (1.374.714.433.062)
106 LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH 211.300.541.000 72.458.385.869 159.901.040 72.298.484.829 (139.002.056.171)
01 LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH 211.300.541.000 72.458.385.869 159.901.040 72.298.484.829 (139.002.056.171)
107 BADAN SAR NASIONAL 1.111.726.527.000 256.657.723.655 27.459.481 256.630.264.174 (855.096.262.826)
01 BADAN SAR NASIONAL 1.111.726.527.000 256.657.723.655 27.459.481 256.630.264.174 (855.096.262.826)
108 KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA 119.785.000.000 37.285.645.389 343.916.667 36.941.728.722 (82.843.271.278)
01 KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA 119.785.000.000 37.285.645.389 343.916.667 36.941.728.722 (82.843.271.278)
109 BADAN PENGEMBANGAN WILAYAH SURAMADU 299.556.000.000 18.578.649.358 - 18.578.649.358 (280.977.350.642)
01 BADAN PENGEMBANGAN WILAYAH SURAMADU (BPWS) 299.556.000.000 18.578.649.358 18.578.649.358 (280.977.350.642)
110 OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA 67.630.645.000 10.145.513.865 - 10.145.513.865 (57.485.131.135)
01 OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA 67.630.645.000 10.145.513.865 10.145.513.865 (57.485.131.135)
111 BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN 248.761.032.000 25.280.145.170 76.767 25.280.068.403 (223.480.963.597)
01 BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN 248.761.032.000 25.280.145.170 76.767 25.280.068.403 (223.480.963.597)
112 BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN
BEBAS BATAM
140.000.000.000 13.853.305.003 - 13.853.305.003 (126.146.694.997)
01 BPKPB BATAM 140.000.000.000 13.853.305.003 13.853.305.003 (126.146.694.997)
113 BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORISME 126.882.800.000 36.145.247.702 9.058.824 36.136.188.878 (90.746.611.122)
01 BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORISME 126.882.800.000 36.145.247.702 9.058.824 36.136.188.878 (90.746.611.122)
114 SEKRETARIAT KABINET 210.120.889.000 49.492.322.265 12.940.671 49.479.381.594 (160.641.507.406)
01 SEKRETARIAT KABINET 210.120.889.000 49.492.322.265 12.940.671 49.479.381.594 (160.641.507.406)
115 BADAN PENGAWASAN PEMILIHAN UMUM - 13.369.556.773 1.742.325 13.367.814.448 13.367.814.448
01 SEKRETARIAT BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM 13.369.556.773 1.742.325 13.367.814.448 13.367.814.448
116 LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK RADIO REPUBLIK INDONESIA - 262.191.552.414 43.637.799 262.147.914.615 262.147.914.615
01 LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK RADIO REPUBLIK INDONESIA 262.191.552.414 43.637.799 262.147.914.615 262.147.914.615
117 LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK TELEVISI REPUBLIK INDONESIA - 224.405.078.005 24.541.577 224.380.536.428 224.380.536.428
01 LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK TELEVISI REPUBLIK INDONESIA 224.405.078.005 24.541.577 224.380.536.428 224.380.536.428
118 BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN
BEBAS SABANG
- 57.913.158.900 - 57.913.158.900 57.913.158.900
01 BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS
SABANG
57.913.158.900 57.913.158.900 57.913.158.900
999 BENDAHARA UMUM NEGARA 456.637.692.189.000 228.405.562.755.193 1.626.772.863 228.403.935.982.330 (228.233.756.206.670)
01 PENGELOLA UTANG PEMERINTAH 122.217.610.000.000 48.305.092.429.844 48.305.092.429.844 (73.912.517.570.156)
02 PENGELOLA HIBAH 1.796.732.523.000 7.325.309.315 7.325.309.315 (1.789.407.213.685)
07 PENGELOLA BELANJA SUBSIDI 208.850.211.014.000 134.690.914.671.031 134.690.914.671.031 (74.159.296.342.969)
08 PENGELOLA BELANJA LAINNYA 123.773.138.652.000 2.376.254.822.583 2.376.254.822.583 (121.396.883.829.417)
99 TRANSAKSI KHUSUS 43.025.975.522.420 1.626.772.863 43.024.348.749.557 43.024.348.749.557
964.997.261.407.000 392.870.690.260.420 90.046.950.916 392.780.643.309.504 (572.216.618.097.496) JUMLAH BELANJA
DAFTAR LRA - 184 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED) DAFTAR 2.B
Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Bunga Utang Belanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bansos Lain-lain Total Belanja
51 52 53 54 55 56 57 58
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
001 MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT 10.452.495.600 156.498.884.701 1.072.140.300 - - - - - 168.023.520.601
002 DEWAN PERWAKILAN RAKYAT 234.538.671.273 513.942.140.708 806.300.000 - - - - - 749.287.111.981
004 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN 371.976.893.384 366.940.786.668 62.204.194.033 - - - - - 801.121.874.085
005 MAHKAMAH AGUNG 1.465.655.145.631 340.420.353.709 164.219.668.395 - - - - - 1.970.295.167.735
006 KEJAKSAAN AGUNG 814.105.069.079 417.672.719.763 47.190.706.409 - - - - - 1.278.968.495.251
007 SEKRETARIAT NEGARA 140.610.238.140 265.665.281.091 11.420.857.963 - - - - - 417.696.377.194
010 KEMENTERIAN DALAM NEGERI 163.254.010.872 1.256.254.594.319 442.918.220.021 - - - 3.548.808.721.571 - 5.411.235.546.783
011 KEMENTERIAN LUAR NEGERI 528.458.805.708 720.455.103.087 21.628.466.892 - - - - - 1.270.542.375.687
012 KEMENTERIAN PERTAHANAN 17.352.326.703.545 4.919.211.604.735 7.425.134.841.811 - - - - - 29.696.673.150.091
013 KEMENTERIAN HUKUMDAN HAK ASASI
MANUSIA RI
1.600.685.498.863 747.031.573.564 118.503.101.570 - - - - - 2.466.220.173.997
015 KEMENTERIAN KEUANGAN 4.115.027.836.286 2.020.724.815.218 169.132.492.851 398.641.271.872 - - - - 6.703.526.416.227
018 KEMENTERIAN PERTANIAN 575.661.313.260 1.932.347.815.434 213.581.896.315 - - - 4.357.795.088.813 - 7.079.386.113.822
019 KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN 166.690.796.129 429.040.625.814 76.080.529.049 - - - - - 671.811.950.992
020 KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA
MINERAL
261.956.105.130 730.289.525.260 753.485.220.959 - - - - - 1.745.730.851.349
022 KEMENTERIAN PERHUBUNGAN 730.443.489.189 1.629.630.627.493 5.443.846.274.239 - - - - - 7.803.920.390.921
023 KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 4.445.124.736.239 4.499.691.723.660 415.462.169.987 - - - 14.205.118.740.681 - 23.565.397.370.567
024 KEMENTERIAN KESEHATAN 1.986.334.279.847 3.636.046.407.950 393.669.033.285 - - - 3.394.060.195.680 - 9.410.109.916.762
025 KEMENTERIAN AGAMA 7.676.111.290.172 1.803.578.062.193 500.597.729.899 - - - 2.160.740.080.080 - 12.141.027.162.344
026 KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN
TRANSMIGRASI
132.433.350.980 776.261.161.280 107.740.613.135 - - - 2.805.534.800 - 1.019.240.660.195
027 KEMENTERIAN SOSIAL 117.483.871.299 434.679.195.635 12.103.475.250 - - - 906.731.660.300 - 1.470.998.202.484
029 KEMENTERIAN KEHUTANAN 445.176.562.658 667.129.115.497 69.845.388.087 - - - - - 1.182.151.066.242
032 KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN 262.597.795.659 942.252.465.810 187.891.610.764 - - - 64.697.336.350 - 1.457.439.208.583
033 KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM 574.241.646.734 2.906.315.174.552 12.027.712.601.348 - - - 1.201.681.910.186 - 16.709.951.332.820
034 KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK
DAN KEAMANAN
17.518.760.949 73.662.734.316 3.214.679.800 - - - - - 94.396.175.065
035 KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG
PEREKONOMIAN
15.585.773.830 43.616.234.918 1.859.686.300 - - - - - 61.061.695.048
036 KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG
KESEJAHTERAAN RAKYAT
13.881.915.771 28.138.807.808 580.540.000 - - - - - 42.601.263.579
040 KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI
KREATIF
153.131.950.613 297.286.054.301 22.326.704.500 - - - 3.700.000.000 - 476.444.709.414
041 KEMENTERIAN NEGARA BADAN USAHA MILIK
NEGARA
8.934.138.853 20.192.215.449 748.321.540 - - - - - 29.874.675.842
042 KEMENTERIAN NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI 16.841.445.769 85.970.362.613 188.364.749.970 - - - - - 291.176.558.352
043 KEMENTERIAN NEGARA LINGKUNGAN HIDUP 27.749.733.534 121.295.361.130 1.084.180.000 - - - - - 150.129.274.664
044 KEMENTERIAN NEGARA KOPERASI DAN UKM 26.446.597.294 288.422.812.662 12.849.797.645 - - - 109.622.500.000 - 437.341.707.601
047 KEMENTERIAN NEGARA PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN
7.347.081.862 41.256.198.283 1.190.229.325 - - - - - 49.793.509.470
KODE BA URAIAN BA
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT JENIS BELANJA
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
DAFTAR LRA -185 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED) DAFTAR 2.B
Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Bunga Utang Belanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bansos Lain-lain Total Belanja
51 52 53 54 55 56 57 58
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
KODE BA URAIAN BA
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT JENIS BELANJA
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
048 KEMENTERIAN NEGARA PENDAYAGUNAAN
APARATUR NEGARA
17.376.689.313 21.296.721.420 340.923.000 - - - - - 39.014.333.733
050 BADAN INTELIJEN NEGARA 40.828.451.227 399.293.173.478 - - - - - - 440.121.624.705
051 LEMBAGA SANDI NEGARA 23.954.560.652 29.430.459.360 66.718.730.639 - - - - - 120.103.750.651
052 DEWAN KETAHANAN NASIONAL 3.460.296.648 9.169.061.463 (5.183.850) - - - - - 12.624.174.261
054 BADAN PUSAT STATISTIK 389.433.420.173 346.386.417.030 164.459.170.745 - - - - - 900.279.007.948
055 KEMENTERIAN NEGARA PPN/BAPPENAS 43.142.469.739 115.336.397.668 1.961.354.500 - - - - - 160.440.221.907
056 BADAN PERTANAHAN NASIONAL 557.077.570.660 432.867.047.428 13.315.263.251 - - - - - 1.003.259.881.339
057 PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK
INDONESIA
21.427.581.659 37.152.803.143 2.334.263.260 - - - - - 60.914.648.062
059 KEMENTERIAN KOMINFO 100.177.053.807 667.442.110.719 28.267.550.327 - - - - - 795.886.714.853
060 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA 13.807.123.908.838 2.538.165.439.708 411.632.737.366 - - - - - 16.756.922.085.912
063 BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN 93.767.560.542 115.319.393.331 12.078.356.453 - - - - - 221.165.310.326
064 LEMBAGA KETAHANAN NASIONAL 13.407.387.289 18.466.987.204 8.944.247.000 - - - - - 40.818.621.493
065 BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL 24.542.823.291 173.879.783.404 2.449.407.800 - - - - - 200.872.014.495
066 BADAN NARKOTIKA NASIONAL 16.439.300.273 143.747.214.718 51.749.505.122 - - - - - 211.936.020.113
067 KEMENTERIAN NEGARA PEMBANGUNAN
DAERAH TERTINGGAL
8.412.395.653 79.431.902.398 2.004.431.000 - - - 35.921.224.621 - 125.769.953.672
068 BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA
NASIONAL
101.821.230.495 1.065.604.618.038 36.237.523.309 - - - - - 1.203.663.371.842
074 KOMISI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA 8.610.049.620 9.038.175.947 175.447.270 - - - - - 17.823.672.837
075 BADAN METEOROLOGI DAN GEOFISIKA 107.382.692.256 169.403.008.061 105.814.114.648 - - - - - 382.599.814.965
076 KOMISI PEMILIHAN UMUM 169.446.375.843 159.153.073.493 5.921.000.971 - - - - - 334.520.450.307
077 MAHKAMAH KONSTITUSI RI 6.429.391.798 61.776.203.869 8.716.993.056 - - - - - 76.922.588.723
078 PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI
KEUANGAN
9.153.717.049 8.115.327.101 329.131.841 - - - - - 17.598.175.991
079 LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA 132.850.998.401 127.681.756.447 25.420.043.111 - - - - - 285.952.797.959
080 BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL 113.853.313.074 73.667.500.049 34.719.894.260 - - - - - 222.240.707.383
081 BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN
TEKNOLOGI
100.276.405.108 101.039.102.554 138.635.208.964 - - - - - 339.950.716.626
082 LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA
NASIONAL
36.112.437.412 60.941.783.489 20.800.939.375 - - - - - 117.855.160.276
083 BADAN INFORMASI GEOSPASIAL 18.611.144.646 44.261.893.792 70.593.334.252 - - - - - 133.466.372.690
084 BADAN STANDARISASI NASIONAL 7.077.364.866 26.113.699.971 496.962.500 - - - - - 33.688.027.337
085 BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR 13.234.992.459 14.710.119.512 2.169.562.013 - - - - - 30.114.673.984
086 LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA 23.516.959.396 50.700.586.582 601.782.700 - - - - - 74.819.328.678
087 ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 15.959.300.409 25.412.859.937 1.305.451.840 - - - - - 42.677.612.186
088 BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA 93.044.387.134 72.071.783.557 9.409.767.987 - - - - - 174.525.938.678
089 BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN
PEMBANGUNAN
255.994.311.511 143.901.958.737 16.969.942.929 - - - - - 416.866.213.177
090 KEMENTERIAN PERDAGANGAN 92.845.631.116 353.740.305.540 64.876.644.378 - - - - - 511.462.581.034
091 KEMENTERIAN NEGARA PERUMAHAN RAKYAT 14.234.874.205 70.408.635.618 23.980.073.701 - - - 334.300.000 - 108.957.883.524
DAFTAR LRA -186 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED) DAFTAR 2.B
Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Bunga Utang Belanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bansos Lain-lain Total Belanja
51 52 53 54 55 56 57 58
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
KODE BA URAIAN BA
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT JENIS BELANJA
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
092 KEMENTERIAN NEGARA PEMUDA DAN OLAH
RAGA
18.160.186.455 56.643.912.355 - - - - - - 74.804.098.810
093 KOMISI PEMBERATASAN KORUPSI 84.662.640.763 34.291.653.499 820.104.319 - - - - - 119.774.398.581
095 DEWAN PERWAKILAN DAERAH (DPD) 104.410.057.970 95.225.274.490 500.124.642 - - - - - 200.135.457.102
100 KOMISI YUDISIAL RI 4.536.200.314 24.832.893.122 321.367.000 - - - - - 29.690.460.436
103 BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN
BENCANA
6.910.836.862 60.458.227.025 2.132.132.860 - - - 39.090.065.750 - 108.591.262.497
104 BADAN NASIONAL PENEMPATAN DAN
PERLINDUNGAN TKI
21.408.721.520 70.009.728.004 3.586.169.654 - - - - - 95.004.619.178
105 BADAN PENANGGULANGAN LUMPUR
SIDOARJO
5.191.842.800 47.307.730.984 175.749.606.154 - - - 3.896.384.000 - 232.145.563.938
106 LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN
BARANG/JASA PEMERINTAH
5.628.055.002 20.574.830.854 46.095.598.973 - - - - - 72.298.484.829
107 BADAN SAR NASIONAL 67.217.956.920 110.421.738.356 78.990.568.898 - - - - - 256.630.264.174
108 KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA 9.187.220.000 27.358.056.892 396.451.830 - - - - - 36.941.728.722
109 BADAN PENGEMBANGAN WILAYAH
SURAMADU (BPWS)
2.315.900.000 12.870.956.271 3.391.793.087 - - - - - 18.578.649.358
110 OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA 3.773.424.826 5.003.611.039 1.368.478.000 - - - - - 10.145.513.865
111 BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN 1.722.418.788 21.550.226.066 2.007.423.549 - - - - - 25.280.068.403
112 BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN
PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN
- 426.929.558 13.426.375.445 - - - - - 13.853.305.003
113 BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN
TERORISME
748.330.049 35.387.858.829 - - - - - - 36.136.188.878
114 SEKRETARIAT KABINET 31.529.930.879 17.763.269.715 186.181.000 - - - - - 49.479.381.594
115 BADAN PENGAWASAN PEMILIHAN UMUM 418.040.200 12.658.077.248 291.697.000 - - - - - 13.367.814.448
116 LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK RADIO
REPUBLIK INDONESIA
160.761.431.534 96.744.963.131 4.641.519.950 - - - - - 262.147.914.615
117 LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK TELEVISI
REPUBLIK INDONESIA
108.857.819.220 112.048.409.550 3.474.307.658 - - - - - 224.380.536.428
118 BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN
PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN
BEBAS SABANG
- 3.730.441.500 54.182.717.400 - - - - - 57.913.158.900
999 BENDAHARA UMUM NEGARA 42.520.110.332.905 - - 48.305.092.429.844 134.690.914.671.031 7.325.309.315 - 2.880.493.239.235 228.403.935.982.330
104.097.362.397.721 41.742.356.632.875 30.623.453.614.779 48.703.733.701.716 134.690.914.671.031 7.325.309.315 30.035.003.742.832 2.880.493.239.235 392.780.643.309.504 JUMLAH BELANJA
DAFTAR LRA -187 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED) DAFTAR 2.C
KODE FUNGSI/
SUBFUNGSI
URAIAN ANGGARAN
REALISASI BELANJA
BRUTO
PENGEMBALIAN
REALISASI BELANJA
NETTO
REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
1 2 3 4 5 6 7
01 PELAYANAN UMUM 590.840.683.988.000 272.773.741.049.226 141.910.156.395 272.631.830.892.831 (318.208.853.095.169)
01.01 LEMBAGA EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF, MASALAH KEUANGAN 110.824.167.573.000 38.426.594.313.295 25.403.212.613 38.401.191.100.682 (72.422.976.472.318)
01.03 PELAYANAN UMUM 136.312.392.926.000 3.521.888.154.668 3.134.657.368 3.518.753.497.300 (132.793.639.428.700)
01.04 PENELITIAN DASAR DAN PENGEMBANGAN IPTEK 2.349.339.125.000 805.910.770.989 517.151.186 805.393.619.803 (1.543.945.505.197)
01.05 PINJAMAN PEMERINTAH 94.120.732.000 48.334.135.262.351 118.520.655 48.334.016.741.696 48.239.896.009.696
01.06 PEMBANGUNAN DAERAH 1.787.047.800.000 308.002.432.148 148.297.103 307.854.135.045 (1.479.193.664.955)
01.07 LITBANG PELAYANANAN UMUM 342.966.234.000 47.993.454.920 4.550.850 47.988.904.070 (294.977.329.930)
01.90 PELAYANAN UMUM LAINNYA 339.130.649.598.000 181.313.795.086.181 112.572.781.185 181.201.222.304.996 (157.929.427.293.004)
01.00 SUBFUNGSI TIDAK ADA - 455.435 (455.435) (455.435)
01.08 SUBFUNGSI TIDAK ADA 15.421.574.674 10.530.000 15.411.044.674 15.411.044.674
02 PERTAHANAN 72.472.757.096.000 29.662.106.222.042 6.928.185.968 29.655.178.036.074 (42.817.579.059.926)
02.01 PERTAHANAN NEGARA 52.320.892.478.000 26.030.332.118.855 6.857.263.583 26.023.474.855.272 (26.297.417.622.728)
02.02 DUKUNGAN PERTAHANAN 19.974.003.924.000 3.552.628.109.087 44.257.759 3.552.583.851.328 (16.421.420.072.672)
02.04 LITBANG PERTAHANAN 177.860.694.000 79.145.994.100 26.664.626 79.119.329.474 (98.741.364.526)
03 KETERTIBAN DAN KEAMANAN 30.195.740.928.000 9.538.836.564.427 4.497.732.145 9.534.338.832.282 (20.661.402.095.718)
03.01 KEPOLISIAN 18.427.045.368.000 6.335.668.242.627 1.249.570.986 6.334.418.671.641 (12.092.626.696.359)
03.02 PENANGGULANGAN BENCANA 995.052.175.000 108.996.200.947 430.376.850 108.565.824.097 (886.486.350.903)
03.03 PEMBINAAN HUKUM 2.872.846.079.000 452.546.006.173 1.168.324.876 451.377.681.297 (2.421.468.397.703)
03.04 PERADILAN 5.167.468.550.000 1.994.006.341.114 1.510.662.078 1.992.495.679.036 (3.174.972.870.964)
03.06 LITBANG KETERTIBAN DAN KEAMANAN 17.150.298.000 4.922.382.094 135.226 4.922.246.868 (12.228.051.132)
03.90 KETERTIBAN DAN KEAMANAN LAINNYA 2.716.178.458.000 642.697.391.472 138.662.129 642.558.729.343 (2.073.619.728.657)
04 EKONOMI 102.734.484.517.000 26.692.628.400.014 6.346.190.850 26.686.282.209.164 (76.048.202.307.836)
04.01 PERDAGANGAN, PENGEMBANGAN USAHA, KOPERASI DAN UKM 2.615.726.392.000 707.819.582.202 724.059.630 707.095.522.572 (1.908.630.869.428)
04.02 TENAGA KERJA 1.796.821.926.000 409.461.878.578 241.822.110 409.220.056.468 (1.387.601.869.532)
04.03 PERTANIAN, KEHUTANAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN 18.717.467.823.000 6.983.218.926.847 1.439.800.657 6.981.779.126.190 (11.735.688.696.810)
04.04 PENGAIRAN 684.668.782.000 176.435.102.446 119.974.227 176.315.128.219 (508.353.653.781)
04.05 BAHAN BAKAR DAN ENERGI 11.465.533.466.000 863.351.075.759 108.005.428 863.243.070.331 (10.602.290.395.669)
04.06 PERTAMBANGAN 1.485.827.933.000 265.292.895.767 407.269.565 264.885.626.202 (1.220.942.306.798)
04.07 INDUSTRI DAN KONSTRUKSI 2.338.330.091.000 562.228.755.856 225.098.645 562.003.657.211 (1.776.326.433.789)
04.08 TRANSPORTASI 54.189.223.777.000 14.084.476.904.387 619.545.542 14.083.857.358.845 (40.105.366.418.155)
04.09 TELEKOMUNIKASI 2.200.000.000 404.802.809 5.242.470 399.560.339 (1.800.439.661)
04.10 LITBANG EKONOMI 3.542.484.646.000 1.186.808.973.525 1.137.739.240 1.185.671.234.285 (2.356.813.411.715)
04.90 EKONOMI LAINNYA 5.896.199.681.000 1.453.129.501.838 1.317.633.336 1.451.811.868.502 (4.444.387.812.498)
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT FUNGSI DAN SUBFUNGSI
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
DAFTAR LRA - 188 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED) DAFTAR 2.C
KODE FUNGSI/
SUBFUNGSI
URAIAN ANGGARAN
REALISASI BELANJA
BRUTO
PENGEMBALIAN
REALISASI BELANJA
NETTO
REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
1 2 3 4 5 6 7
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT FUNGSI DAN SUBFUNGSI
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
05 LINGKUNGAN HIDUP 11.451.458.686.000 2.102.144.121.043 1.833.450.817 2.100.310.670.226 (9.351.148.015.774)
05.01 MANAJEMEN LIMBAH 2.883.945.502.000 615.475.893.435 4.659.040 615.471.234.395 (2.268.474.267.605)
05.03 PENANGGULANGAN POLUSI 168.349.839.000 30.851.691.559 384.833 30.851.306.726 (137.498.532.274)
05.04 KONSERVASI SUMBERDAYA ALAM 4.445.014.716.000 729.589.650.909 720.531.548 728.869.119.361 (3.716.145.596.639)
05.05 TATA RUANG DAN PERTANAHAN 3.300.583.715.000 636.862.030.879 983.516.022 635.878.514.857 (2.664.705.200.143)
05.90 LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA 653.564.914.000 89.364.854.261 124.359.374 89.240.494.887 (564.324.419.113)
06 PERUMAHAN DAN FASILITAS UMUM 26.476.878.150.000 7.852.320.511.210 8.412.017.121 7.843.908.494.089 (18.632.969.655.911)
06.01 PEMBANGUNAN PERUMAHAN 3.100.999.852.000 48.038.367.233 - 48.038.367.233 (3.052.961.484.767)
06.02 PEMBERDAYAAN KOMUNITAS PERMUKIMAN 4.034.971.626.000 1.041.705.058.199 21.828.538 1.041.683.229.661 (2.993.288.396.339)
06.03 PENYEDIAAN AIR MINUM 3.514.723.385.000 1.091.430.819.425 - 1.091.430.819.425 (2.423.292.565.575)
06.90 PERUMAHAN DAN FASILITAS UMUM LAINNYA 15.826.183.287.000 5.536.993.776.931 8.390.188.583 5.528.603.588.348 (10.297.579.698.652)
06.09 SUBFUNGSI TIDAK ADA 134.152.489.422 - 134.152.489.422 134.152.489.422
07 KESEHATAN 15.564.524.079.000 5.289.637.220.617 7.113.332.473 5.282.523.888.144 (10.282.000.190.856)
07.01 OBAT DAN PERBEKALAN KESEHATAN 2.538.266.508.000 320.017.054.962 1.744.840.955 318.272.214.007 (2.219.994.293.993)
07.02 PELAYANAN KESEHATAN PERORANGAN 8.713.628.949.000 3.364.182.141.452 4.070.006.200 3.360.112.135.252 (5.353.516.813.748)
07.03 PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT 1.097.607.150.000 291.456.143.640 587.584.211 290.868.559.429 (806.738.590.571)
07.04 KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA 2.593.734.243.000 1.203.868.894.271 205.522.429 1.203.663.371.842 (1.390.070.871.158)
07.05 LITBANG KESEHATAN 342.126.952.000 54.784.302.082 174.017.478 54.610.284.604 (287.516.667.396)
07.90 KESEHATAN LAINNYA 279.160.277.000 55.328.684.210 331.361.200 54.997.323.010 (224.162.953.990)
08 PARIWISATA DAN BUDAYA 2.453.997.479.000 447.632.278.755 83.736.818 447.548.541.937 (2.006.448.937.063)
08.01 PENGEMBANGAN PARIWISATA 1.345.889.564.000 267.917.007.066 57.621.264 267.859.385.802 (1.078.030.178.198)
08.03 PEMBINAAN PENERBITAN DAN PENYIARAN 8.906.100.000 2.902.600.185 - 2.902.600.185 (6.003.499.815)
08.04 PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PARIWISATA 84.266.500.000 26.244.343.941 10.622.994 26.233.720.947 (58.032.779.053)
08.05 PEMBINAAN OLAHRAGA PRESTASI 474.464.200.000 20.086.049.925 - 20.086.049.925 (454.378.150.075)
08.90 PARIWISATA LAINNYA 540.471.115.000 130.482.277.638 15.492.560 130.466.785.078 (410.004.329.922)
09 AGAMA 3.562.208.095.000 1.211.005.139.021 650.740.310 1.210.354.398.711 (2.351.853.696.289)
09.01 PENINGKATAN KEHIDUPAN BERAGAMA 853.696.288.000 155.239.513.180 32.660.261 155.206.852.919 (698.489.435.081)
09.02 KERUKUNAN HIDUP BERAGAMA 76.457.707.000 19.009.560.579 1.820.000 19.007.740.579 (57.449.966.421)
09.03 LITBANG AGAMA 1.891.699.353.000 861.407.675.028 364.566.511 861.043.108.517 (1.030.656.244.483)
09.90 PELAYANAN KEAGAMAAN LAINNYA 740.354.747.000 161.077.616.684 205.924.038 160.871.692.646 (579.483.054.354)
09.08 SUBFUNGSI TIDAK ADA 14.270.773.550 45.769.500 14.225.004.050 14.225.004.050
DAFTAR LRA - 189 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED) DAFTAR 2.C
KODE FUNGSI/
SUBFUNGSI
URAIAN ANGGARAN
REALISASI BELANJA
BRUTO
PENGEMBALIAN
REALISASI BELANJA
NETTO
REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
1 2 3 4 5 6 7
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT FUNGSI DAN SUBFUNGSI
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
10 PENDIDIKAN 103.666.743.603.000 35.569.609.997.872 19.813.872.155 35.549.796.125.717 (68.116.947.477.283)
10.01 PENDIDIKAN ANAK USIA DINI 294.132.888.000 56.673.475.239 - 56.673.475.239 (237.459.412.761)
10.02 PENDIDIKAN DASAR 27.478.806.592.000 12.430.630.634.294 5.321.388.973 12.425.309.245.321 (15.053.497.346.679)
10.03 PENDIDIKAN MENENGAH 6.682.311.557.000 2.240.253.195.622 2.184.821.397 2.238.068.374.225 (4.444.243.182.775)
10.04 PENDIDIKAN NON-FORMAL DAN INFORMAL 4.072.876.870.000 1.054.861.624.871 2.226.134.825 1.052.635.490.046 (3.020.241.379.954)
10.05 PENDIDIKAN KEDINASAN 618.076.098.000 354.098.668.212 674.080.264 353.424.587.948 (264.651.510.052)
10.06 PENDIDIKAN TINGGI 32.589.278.146.000 9.778.102.835.623 3.752.361.380 9.774.350.474.243 (22.814.927.671.757)
10.07 PELAYANAN BANTUAN TERHADAP PENDIDIKAN 11.536.464.366.000 1.601.729.355.714 3.184.390.847 1.598.544.964.867 (9.937.919.401.133)
10.08 PENDIDIKAN KEAGAMAAN 3.894.185.905.000 845.399.246.107 351.368.369 845.047.877.738 (3.049.138.027.262)
10.09 LITBANG PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 1.304.538.152.000 673.752.581.233 637.492.258 673.115.088.975 (631.423.063.025)
10.10 PEMBINAAN KEPEMUDAAN DAN OLAH RAGA 933.526.000.000 29.053.040.030 - 29.053.040.030 (904.472.959.970)
10.90 PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN LAINNYA 14.262.547.029.000 6.505.055.340.927 1.481.833.842 6.503.573.507.085 (7.758.973.521.915)
11 PERLINDUNGAN SOSIAL 5.577.784.786.000 1.385.603.597.782 1.634.323.946 1.383.969.273.836 (4.193.815.512.164)
11.01 PERLINDUNGAN DAN PELAYANAN SOSIAL ORANG SAKIT DAN CACAT 308.260.959.000 - - - (308.260.959.000)
11.02 PERLINDUNGAN DAN PELAYANAN SOSIAL LANSIA 145.864.091.000 49.234.062.503 2.083.957 49.231.978.546 (96.632.112.454)
11.04 PERLINDUNGAN DAN PELAYANAN SOSIAL ANAK-ANAK DAN KELUARGA 510.637.106.000 150.299.911.447 408.728.343 149.891.183.104 (360.745.922.896)
11.05 PEMBERDAYAAN PEREMPUAN 143.234.011.000 39.946.405.281 235.520.861 39.710.884.420 (103.523.126.580)
11.08 BANTUAN DAN JAMINAN SOSIAL 32.729.190.000 2.837.087.620 - 2.837.087.620 (29.892.102.380)
11.09 LITBANG PERLINDUNGAN SOSIAL 249.615.011.000 39.785.180.544 169.284.869 39.615.895.675 (209.999.115.325)
11.90 PERLINDUNGAN SOSIAL LAINNYA 4.187.444.418.000 1.103.500.950.387 818.705.916 1.102.682.244.471 (3.084.762.173.529)
00.00 Fungsi Subfungsi Tidak Ada 454.783.228.478 181.281.985 454.601.946.493 454.601.946.493
JUMLAH 964.997.261.407.000 392.980.048.330.487 199.405.020.983 392.780.643.309.504 (572.216.618.097.496)
DAFTAR LRA - 190 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED ) DAFTAR 2.D
KODE BA
ESELON I
BA, ESELON I DAN PROGRAM ANGGARAN REALISASI BRUTO PENGEMBALIAN REALISASI NETTO REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
1 2 3 4 5 6 7
001 MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT 692.395.010.000 168.027.074.378 3.553.777 168.023.520.601 (524.371.489.399)
001.01 SEKRETARIAT JENDERAL 72.341.121.000 15.576.437.801 3.553.777 15.572.884.024 (56.768.236.976)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya MPR 46.016.036.000 11.932.922.734 3.553.777 11.929.368.957 (34.086.667.043)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur MPR 26.325.085.000 3.643.515.067 - 3.643.515.067 (22.681.569.933)
001.02 MAJELIS 620.053.889.000 152.450.636.577 - 152.450.636.577 (467.603.252.423)
06 Program Pelaksanaan Tugas Konstitusional MPR dan Alat Kelengkapannya 620.053.889.000 152.450.636.577 - 152.450.636.577 (467.603.252.423)
002 DEWAN PERWAKILAN RAKYAT 2.943.936.752.000 750.757.101.433 1.469.989.452 749.287.111.981 (2.194.649.640.019)
002.01 SEKRETARIAT JENDERAL 857.133.324.000 148.012.050.789 6.614.497 148.005.436.292 (709.127.887.708)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya DPR RI 147.507.815.000 23.540.611.629 - 23.540.611.629 (123.967.203.371)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur DPR RI 709.625.509.000 124.471.439.160 6.614.497 124.464.824.663 (585.160.684.337)
002.02 DEWAN 2.086.803.428.000 602.745.050.644 1.463.374.955 601.281.675.689 (1.485.521.752.311)
06 Program Pelaksanaan Fungsi Legislasi DPR RI 501.254.872.000 81.066.639.295 437.258.600 80.629.380.695 (420.625.491.305)
07 Program Pelaksanaan Fungsi Anggaran DPR RI 73.746.436.000 17.693.135.002 1.919.400 17.691.215.602 (56.055.220.398)
08 Program Pelaksanaan Fungsi Pengawasan DPR RI 280.806.476.000 66.044.916.708 787.044.155 65.257.872.553 (215.548.603.447)
09 Program Penguatan Kelembagaan DPR RI 1.230.995.644.000 437.940.359.639 237.152.800 437.703.206.839 (793.292.437.161)
004 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN 2.839.924.375.000 808.381.730.870 7.259.856.785 801.121.874.085 (2.038.802.500.915)
004.01 SEKRETARIAT JENDERAL 2.031.924.375.000 580.895.794.560 3.257.680.933 577.638.113.627 (1.454.286.261.373)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BPK 1.338.394.375.000 450.405.983.897 3.010.931.750 447.395.052.147 (890.999.322.853)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur BPK 673.030.000.000 125.985.459.913 47.543.678 125.937.916.235 (547.092.083.765)
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur BPK 20.500.000.000 4.504.350.750 199.205.505 4.305.145.245 (16.194.854.755)
004.02 B.P.K. PUSAT 808.000.000.000 227.485.936.310 4.002.175.852 223.483.760.458 (584.516.239.542)
06 Program Kepaniteraan Kerugian Negara/Daerah, Pengembangan dan Pelayanan Hukum Di Bidang Pemeriksaan Keuangan
Negara
27.400.000.000 4.474.910.800 69.583.472 4.405.327.328 (22.994.672.672)
07 Program Peningkatan Mutu Kelembagaan, Aparatur dan Pemeriksaan Keuangan Negara 110.600.000.000 23.218.479.759 6.326.800 23.212.152.959 (87.387.847.041)
08 Program Pemeriksaan Keuangan Negara 670.000.000.000 199.792.545.751 3.926.265.580 195.866.280.171 (474.133.719.829)
005 MAHKAMAH AGUNG 5.107.469.009.000 1.971.688.856.426 1.393.688.691 1.970.295.167.735 (3.137.173.841.265)
005.01 BADAN URUSAN ADMINISTRASI 4.725.879.609.000 1.851.147.021.350 1.081.703.626 1.850.065.317.724 (2.875.814.291.276)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Agung 3.762.680.609.000 1.688.397.831.403 1.074.319.768 1.687.323.511.635 (2.075.357.097.365)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Mahkamah Agung 963.199.000.000 162.719.190.085 - 162.719.190.085 (800.479.809.915)
00 Program Tidak ada 29.999.862 7.383.858 22.616.004 22.616.004
005.02 KEPANITERAAN 71.973.600.000 29.052.574.741 6.190.675 29.046.384.066 (42.927.215.934)
06 Program Penyelesaian Perkara Mahkamah Agung 71.973.600.000 29.052.574.741 6.190.675 29.046.384.066 (42.927.215.934)
005.03 DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM 124.677.500.000 32.622.716.808 211.234.462 32.411.482.346 (92.266.017.654)
07 Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum 124.677.500.000 32.622.716.808 211.234.462 32.411.482.346 (92.266.017.654)
005.04 DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN AGAMA 63.584.900.000 19.122.896.689 25.346.870 19.097.549.819 (44.487.350.181)
08 Program Peningkatan Manajemen Peradilan Agama 63.584.900.000 19.122.896.689 25.346.870 19.097.549.819 (44.487.350.181)
005.05 DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN MILITER DAN PERADILAN TATA USAHA NEGARA 20.300.000.000 8.866.093.875 65.168.606 8.800.925.269 (11.499.074.731)
09 Program Peningkatan Manajemen Peradilan Militer dan TUN 20.300.000.000 8.866.093.875 65.168.606 8.800.925.269 (11.499.074.731)
005.06 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN HUKUM DAN P 77.473.800.000 24.243.624.052 2.746.487 24.240.877.565 (53.232.922.435)
05 Program Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Mahkamah Agung 77.473.800.000 24.243.624.052 2.746.487 24.240.877.565 (53.232.922.435)
005.07 BADAN PENGAWASAN MAHKAMAH AGUNG 23.579.600.000 6.633.928.911 1.297.965 6.632.630.946 (16.946.969.054)
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Mahkamah Agung RI 23.579.600.000 6.633.928.911 1.297.965 6.632.630.946 (16.946.969.054)
006 KEJAKSAAN AGUNG 3.770.383.574.000 1.279.597.509.912 629.014.661 1.278.968.495.251 (2.491.415.078.749)
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
DAFTAR LRA - 191 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED ) DAFTAR 2.D
KODE BA
ESELON I
BA, ESELON I DAN PROGRAM ANGGARAN REALISASI BRUTO PENGEMBALIAN REALISASI NETTO REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
1 2 3 4 5 6 7
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
006.01 KEJAKSAAN AGUNG 3.770.383.574.000 1.279.597.509.912 629.014.661 1.278.968.495.251 (2.491.415.078.749)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kejaksaan RI 2.186.247.900.000 965.961.342.222 554.048.612 965.407.293.610 (1.220.840.606.390)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kejaksaan RI 615.890.558.000 46.924.465.309 - 46.924.465.309 (568.966.092.691)
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kejaksaan RI 21.345.800.000 5.358.925.481 1.370.000 5.357.555.481 (15.988.244.519)
05 Program Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Kejaksaan 108.202.504.000 41.887.933.041 776.049 41.887.156.992 (66.315.347.008)
06 Program Penyelidikan/Pengamanan/Penggalangan Kasus Intelijen 91.174.002.000 18.504.521.743 112.000 18.504.409.743 (72.669.592.257)
07 Program Penanganan dan Penyelesaian Perkara Pidana Umum 509.535.500.000 159.829.811.816 - 159.829.811.816 (349.705.688.184)
08 Program Penanganan dan Penyelesaian Perkara Pidana Khusus, Pelanggaran HAM yang Berat dan Perkara Tindak Pidana
Korupsi
217.269.274.000 37.878.392.450 72.690.000 37.805.702.450 (179.463.571.550)
09 Program Penanganan dan Penyelesaian Perkara Perdata dan Tata Usaha Negara 20.718.036.000 3.252.117.850 18.000 3.252.099.850 (17.465.936.150)
007 SEKRETARIAT NEGARA 2.606.052.679.000 418.178.094.691 481.717.497 417.696.377.194 (2.188.356.301.806)
007.01 SEKRETARIAT NEGARA 1.712.495.115.000 212.701.927.072 56.891.150 212.645.035.922 (1.499.850.079.078)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sekretariat Negara 1.240.733.381.000 147.248.845.930 56.891.150 147.191.954.780 (1.093.541.426.220)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Sekretariat Negara 423.779.688.000 61.943.606.776 61.943.606.776 (361.836.081.224)
06 Program Penyelenggaraan Pelayanan Dukungan Kebijakan Kepada Presiden dan Wakil Presiden 47.982.046.000 3.509.474.366 3.509.474.366 (44.472.571.634)
007.03 RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN 461.000.000.000 98.167.941.939 46.521.005 98.121.420.934 (362.878.579.066)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sekretariat Negara 272.408.800.000 73.714.300.801 46.521.005 73.667.779.796 (198.741.020.204)
06 Program Penyelenggaraan Pelayanan Dukungan Kebijakan Kepada Presiden dan Wakil Presiden 188.591.200.000 24.453.641.138 24.453.641.138 (164.137.558.862)
007.04 SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN 180.384.412.000 45.989.564.244 59.710.500 45.929.853.744 (134.454.558.256)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sekretariat Negara 46.081.500.000 27.038.404.585 59.710.500 26.978.694.085 (19.102.805.915)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Sekretariat Negara 54.396.530.000 6.077.278.801 6.077.278.801 (48.319.251.199)
06 Program Penyelenggaraan Pelayanan Dukungan Kebijakan Kepada Presiden dan Wakil Presiden 79.906.382.000 12.873.880.858 12.873.880.858 (67.032.501.142)
007.05 SEKRETARIAT MILITER 37.983.694.000 6.797.239.294 17.749.528 6.779.489.766 (31.204.204.234)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sekretariat Negara 5.238.140.000 1.679.326.234 30.000 1.679.296.234 (3.558.843.766)
06 Program Penyelenggaraan Pelayanan Dukungan Kebijakan Kepada Presiden dan Wakil Presiden 32.745.554.000 5.117.913.060 17.719.528 5.100.193.532 (27.645.360.468)
007.06 PASUKAN PENGAMANAN PRESIDEN 34.463.458.000 12.872.860.986 - 12.872.860.986 (21.590.597.014)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sekretariat Negara 34.463.458.000 12.872.860.986 12.872.860.986 (21.590.597.014)
007.07 DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN 44.500.000.000 13.654.165.782 - 13.654.165.782 (30.845.834.218)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sekretariat Negara 44.500.000.000 13.654.165.782 13.654.165.782 (30.845.834.218)
007.08 UNIT KERJA PRESIDEN BD.PENGAWASAN & PENGENDALIAN PEMBANGUNAN (UKP-PPP) 76.226.000.000 17.235.555.017 29.103.700 17.206.451.317 (59.019.548.683)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sekretariat Negara 76.226.000.000 17.235.555.017 29.103.700 17.206.451.317 (59.019.548.683)
007.09 LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN (LPSK) 59.000.000.000 10.758.840.357 271.741.614 10.487.098.743 (48.512.901.257)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sekretariat Negara 59.000.000.000 10.758.840.357 271.741.614 10.487.098.743 (48.512.901.257)
010 KEMENTERIAN DALAM NEGERI 17.134.374.518.000 5.412.338.113.679 1.102.566.896 5.411.235.546.783 (11.723.138.971.217)
010.01 SEKRETARIAT JENDERAL 728.102.538.000 210.416.424.407 92.447.939 210.323.976.468 (517.778.561.532)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Dalam Negeri 257.011.013.000 80.000.331.451 66.603.125 79.933.728.326 (177.077.284.674)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Dalam Negeri 130.057.557.000 11.092.567.275 - 11.092.567.275 (118.964.989.725)
12 Program Pendidikan Kepamongprajaan 341.033.968.000 119.323.525.681 25.844.814 119.297.680.867 (221.736.287.133)
010.02 INSPEKTORAT JENDERAL 53.901.735.000 18.645.646.492 4.986.611 18.640.659.881 (35.261.075.119)
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Dalam Negeri 53.901.735.000 18.645.646.492 4.986.611 18.640.659.881 (35.261.075.119)
010.03 DITJEN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK 188.782.200.000 77.049.239.512 9.118.054 77.040.121.458 (111.742.078.542)
11 Program Pembinaan Kesatuan Bangsa dan Politik 188.782.200.000 77.049.239.512 9.118.054 77.040.121.458 (111.742.078.542)
010.04 DITJEN PEMERINTAHAN UMUM 481.329.519.000 83.344.744.415 290.809.280 83.053.935.135 (398.275.583.865)
DAFTAR LRA - 192 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED ) DAFTAR 2.D
KODE BA
ESELON I
BA, ESELON I DAN PROGRAM ANGGARAN REALISASI BRUTO PENGEMBALIAN REALISASI NETTO REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
1 2 3 4 5 6 7
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
08 Program Penguatan Penyelenggaraan Pemerintahan Umum 481.329.519.000 83.344.744.415 290.809.280 83.053.935.135 (398.275.583.865)
010.05 DITJEN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA 11.031.124.840.000 4.090.961.288.180 118.948.494 4.090.842.339.686 (6.940.282.500.314)
13 Program Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa 11.031.124.840.000 4.090.961.288.180 118.948.494 4.090.842.339.686 (6.940.282.500.314)
010.06 DITJEN BINA PEMBANGUNAN DAERAH 510.479.289.000 87.584.874.847 440.496.671 87.144.378.176 (423.334.910.824)
06 Program Bina Pembangunan Daerah 510.479.289.000 87.584.874.847 440.496.671 87.144.378.176 (423.334.910.824)
010.07 DITJEN OTONOMI DAERAH 133.322.083.000 36.828.220.546 83.357.371 36.744.863.175 (96.577.219.825)
07 Program Pengelolaan Desentralisasi dan Otonomi Daerah 133.322.083.000 36.828.220.546 83.357.371 36.744.863.175 (96.577.219.825)
010.08 DITJEN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN 3.695.121.798.000 714.586.681.113 2.692.071 714.583.989.042 (2.980.537.808.958)
10 Program Penataan Administrasi Kependudukan 3.695.121.798.000 714.586.681.113 2.692.071 714.583.989.042 (2.980.537.808.958)
010.09 DITJEN BINA ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH 67.451.423.000 23.886.067.150 55.712.387 23.830.354.763 (43.621.068.237)
09 Program Peningkatan Kapasitas Keuangan Pemerintah Daerah 67.451.423.000 23.886.067.150 55.712.387 23.830.354.763 (43.621.068.237)
010.11 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN 56.347.471.000 16.940.269.765 1.135.226 16.939.134.539 (39.408.336.461)
04 Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri 56.347.471.000 16.940.269.765 1.135.226 16.939.134.539 (39.408.336.461)
010.12 BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN 188.411.622.000 52.094.657.252 2.862.792 52.091.794.460 (136.319.827.540)
05 Program Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Kementerian Dalam Negeri 188.411.622.000 52.094.657.252 2.862.792 52.091.794.460 (136.319.827.540)
011 KEMENTERIAN LUAR NEGERI 5.242.050.193.000 1.272.416.714.369 1.874.338.682 1.270.542.375.687 (3.971.507.817.313)
011.01 SEKRETARIAT JENDERAL 4.536.720.723.000 961.520.029.057 1.156.529.358 960.363.499.699 (3.576.357.223.301)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Luar Negeri 4.181.520.723.000 948.928.580.655 1.156.529.358 947.772.051.297 (3.233.748.671.703)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Luar Negeri 355.200.000.000 12.591.448.402 - 12.591.448.402 (342.608.551.598)
011.02 DITJEN ASIA PASIFIK DAN AFRIKA 42.900.000.000 15.030.210.496 142.427.996 14.887.782.500 (28.012.217.500)
08 Program Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Negeri Serta Optimalisasi Diplomasi di Kawasan Asia Pasifik dan Afrika 42.900.000.000 15.030.210.496 142.427.996 14.887.782.500 (28.012.217.500)
011.03 DITJEN AMERIKA DAN EROPA 34.599.470.000 11.183.950.512 70.232.913 11.113.717.599 (23.485.752.401)
10 Program Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Negeri Serta Optimalisasi Diplomasi di Kawasan Amerika dan Eropa 34.599.470.000 11.183.950.512 70.232.913 11.113.717.599 (23.485.752.401)
011.04 DITJEN KERJASAMA ASEAN 53.200.000.000 14.090.358.279 79.959.492 14.010.398.787 (39.189.601.213)
06 Program Peningkatan Hubungan dan Politik Luar Negeri Melalui Kerjasama ASEAN 53.200.000.000 14.090.358.279 79.959.492 14.010.398.787 (39.189.601.213)
011.05 DIREKTORAT JENDERAL MULTILATERAL 300.532.000.000 211.024.087.268 99.611.940 210.924.475.328 (89.607.524.672)
07 Program Peningkatan Peran dan Diplomasi Indonesia di Bidang Multilateral 300.532.000.000 211.024.087.268 99.611.940 210.924.475.328 (89.607.524.672)
011.06 DIREKTORAT JENDERAL INFORMASI DAN DIPLOMASI PUBLIK 71.440.000.000 18.810.957.367 67.726.650 18.743.230.717 (52.696.769.283)
13 Program Optimalisasi Informasi dan Diplomasi Publik 71.440.000.000 18.810.957.367 67.726.650 18.743.230.717 (52.696.769.283)
011.07 DIREKTORAT JENDERAL HUKUM DAN PERJANJIAN INTERNASIONAL 35.950.000.000 9.080.270.109 22.023.114 9.058.246.995 (26.891.753.005)
09 Program Optimalisasi Diplomasi Terkait Dengan Pengelolaan Hukum dan Perjanjian Internasional 35.950.000.000 9.080.270.109 22.023.114 9.058.246.995 (26.891.753.005)
011.08 DIREKTORAT JENDERAL PROTOKOL DAN KONSULER 117.260.000.000 19.203.513.194 118.908.797 19.084.604.397 (98.175.395.603)
12 Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Keprotokolan dan Kekonsuleran 117.260.000.000 19.203.513.194 118.908.797 19.084.604.397 (98.175.395.603)
011.09 INSPEKTORAT JENDERAL 24.747.000.000 5.603.990.688 43.090.513 5.560.900.175 (19.186.099.825)
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Luar Negeri 24.747.000.000 5.603.990.688 43.090.513 5.560.900.175 (19.186.099.825)
011.11 BADAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN 24.701.000.000 6.869.347.399 73.827.909 6.795.519.490 (17.905.480.510)
11 Program Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Luar Negeri 24.701.000.000 6.869.347.399 73.827.909 6.795.519.490 (17.905.480.510)
012 KEMENTERIAN PERTAHANAN 72.538.508.931.000 29.703.602.582.927 6.929.432.836 29.696.673.150.091 (42.841.835.780.909)
012.01 KEMENTERIAN PERTAHANAN 19.002.116.581.000 3.298.590.765.656 167.224.456 3.298.423.541.200 (15.703.693.039.800)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Pertahanan 899.835.582.000 399.292.368.584 162.577.256 399.129.791.328 (500.705.790.672)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Pertahanan 15.568.223.302.000 2.183.263.723.481 - 2.183.263.723.481 (13.384.959.578.519)
DAFTAR LRA - 193 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED ) DAFTAR 2.D
KODE BA
ESELON I
BA, ESELON I DAN PROGRAM ANGGARAN REALISASI BRUTO PENGEMBALIAN REALISASI NETTO REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
1 2 3 4 5 6 7
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Pertahanan 21.684.237.000 10.808.710.000 - 10.808.710.000 (10.875.527.000)
04 Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan 143.810.744.000 69.669.529.000 - 69.669.529.000 (74.141.215.000)
05 Program Pendidikan dan Pelatihan Kemhan/TNI 157.388.144.000 77.125.798.000 - 77.125.798.000 (80.262.346.000)
06 Program Strategi Pertahanan 47.967.885.000 17.680.438.000 - 17.680.438.000 (30.287.447.000)
07 Program Perencanaan Umum dan Penganggaran Pertahanan 33.834.722.000 15.389.118.000 - 15.389.118.000 (18.445.604.000)
08 Program Pengembangan Teknologi dan Industri Pertahanan 1.600.000.000.000 495.483.600.591 - 495.483.600.591 (1.104.516.399.409)
09 Program Potensi Pertahanan 42.187.287.000 12.354.258.000 4.647.200 12.349.610.800 (29.837.676.200)
10 Program Kekuatan Pertahanan 487.184.678.000 17.523.222.000 - 17.523.222.000 (469.661.456.000)
012.21 MARKAS BESAR TNI 6.023.671.845.000 2.607.206.530.762 403.298.558 2.606.803.232.204 (3.416.868.612.796)
11 Program Penggunaan Kekuatan Pertahanan Integratif 1.788.795.560.000 894.726.662.000 11.095.230 894.715.566.770 (894.079.993.230)
12 Program Modernisasi Alutsista/ Non-Alutsista/ Sarpras Integratif 741.428.174.000 295.714.062.000 3.943.000 295.710.119.000 (445.718.055.000)
13 Program Profesionalisme Prajurit Integratif 318.200.000.000 131.426.733.000 2.674.200 131.424.058.800 (186.775.941.200)
23 Program Penyelenggaraan Manajemen dan Operasional Integratif 3.175.248.111.000 1.285.339.073.762 385.586.128 1.284.953.487.634 (1.890.294.623.366)
012.22 MARKAS BESAR TNI AD 30.297.094.219.000 14.832.601.116.711 4.763.021.175 14.828.192.559.910 (15.468.901.659.090)
14 Program Dukungan Kesiapan Matra Darat 477.104.859.000 238.552.362.000 - 238.552.362.000 (238.552.497.000)
15 Program Modernisasi Alutsista dan Non Alutsista/ Sarana dan Prasarana Matra Darat 2.514.069.469.000 1.046.765.856.000 - 1.046.765.856.000 (1.467.303.613.000)
16 Program Peningkatan Profesionalisme Personel Matra Darat 911.453.526.000 416.976.666.000 - 416.976.666.000 (494.476.860.000)
24 Program Penyelenggaraan Manajemen dan Operasional Matra Darat 26.394.466.365.000 13.130.306.232.711 4.408.556.801 13.125.897.675.910 (13.268.568.689.090)
00 Program Tidak ada - 354.464.374 (354.464.374) (354.464.374)
012.23 MARKAS BESAR TNI AL 9.204.937.080.000 4.268.791.731.586 545.893.974 4.268.245.837.612 (4.936.691.242.388)
17 Program Dukungan Kesiapan Matra Laut 1.078.825.000.000 299.615.739.000 - 299.615.739.000 (779.209.261.000)
18 Program Modernisasi Alutsista (Alat Utama Sistem Pertahanan) dan Non Alutsista Serta Pengembangan Fasilitas dan
Sarana Prasarana Matra Laut
1.084.012.000.000 464.405.979.000 - 464.405.979.000 (619.606.021.000)
19 Program Peningkatan Profesionalisme Personel Matra Laut 326.796.000.000 160.605.633.000 45.847.100 160.559.785.900 (166.236.214.100)
25 Program Penyelenggaraan Manajemen dan Operasional Matra Laut 6.715.304.080.000 3.344.164.380.586 500.046.874 3.343.664.333.712 (3.371.639.746.288)
012.24 MARKAS BESAR TNI AU 8.010.689.206.000 4.696.412.438.212 1.049.994.673 4.695.362.443.539 (3.315.326.762.461)
20 Program Dukungan Kesiapan Matra Udara 559.405.595.000 235.803.966.000 - 235.803.966.000 (323.601.629.000)
21 Program Modernisasi Alutsista Dan Non Alutsista Serta Pengembangan Fasilitas Dan Sarpras Matra Udara 3.460.445.443.000 2.528.281.523.000 207.106.995 2.528.074.416.005 (932.371.026.995)
22 Program Peningkatan Profesionalisme Personel Matra Udara 280.808.017.000 135.232.921.000 - 135.232.921.000 (145.575.096.000)
26 Program Penyelenggaraan Manajemen dan Operasional Matra Udara 3.710.030.151.000 1.797.094.028.212 842.887.678 1.796.251.140.534 (1.913.779.010.466)
013 KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA 6.977.807.206.000 2.469.491.196.775 3.271.022.778 2.466.220.173.997 (4.511.587.032.003)
013.01 SEKRETARIAT JENDERAL 5.594.369.544.000 2.242.582.694.566 1.661.312.012 2.240.921.382.554 (3.353.448.161.446)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Hukum dan HAM 5.257.849.344.000 2.180.136.461.529 1.653.085.150 2.178.483.376.379 (3.079.365.967.621)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Hukum dan HAM 336.520.200.000 62.446.233.037 950.100 62.445.282.937 (274.074.917.063)
00 Program Tidak ada - 3.554.000 (3.554.000) (3.554.000)
24 Program Tidak ada - 3.722.762 (3.722.762) (3.722.762)
013.02 INSPEKTORAT JENDERAL 28.777.871.000 14.010.889.728 23.292.917 13.987.596.811 (14.790.274.189)
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Hukum dan HAM 28.777.871.000 14.010.889.728 23.292.917 13.987.596.811 (14.790.274.189)
013.03 DITJEN ADMINISTRASI HUKUM UMUM 93.995.228.000 34.927.019.857 20.400.959 34.906.618.898 (59.088.609.102)
07 Program Administrasi Hukum Umum 93.995.228.000 34.927.019.857 20.400.959 34.906.618.898 (59.088.609.102)
013.05 DITJEN PEMASYARAKATAN 61.608.996.000 23.026.302.309 85.116.565 22.941.185.744 (38.667.810.256)
08 Program Pembinaan dan Penyelenggaraan Pemasyarakatan 61.608.996.000 23.026.302.309 85.116.565 22.941.185.744 (38.667.810.256)
013.06 DITJEN IMIGRASI 880.895.509.000 40.341.761.562 1.280.994.682 39.060.766.880 (841.834.742.120)
DAFTAR LRA - 194 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED ) DAFTAR 2.D
KODE BA
ESELON I
BA, ESELON I DAN PROGRAM ANGGARAN REALISASI BRUTO PENGEMBALIAN REALISASI NETTO REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
1 2 3 4 5 6 7
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
10 Program Peningkatan Pelayanan dan Pengawasan Keimigrasian 880.895.509.000 40.341.761.562 1.280.994.682 39.060.766.880 (841.834.742.120)
013.07 DITJEN HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL 89.179.263.000 22.945.615.365 11.783.051 22.933.832.314 (66.245.430.686)
09 Program Pembinaan / Penyelenggaraan HKI 89.179.263.000 22.945.615.365 11.783.051 22.933.832.314 (66.245.430.686)
013.08 DITJEN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN 52.931.701.000 12.049.542.720 17.762.459 12.031.780.261 (40.899.920.739)
06 Program Pembentukan Hukum 52.931.701.000 12.049.542.720 17.762.459 12.031.780.261 (40.899.920.739)
013.09 DITJEN HAK ASASI MANUSIA 27.484.307.000 12.805.884.775 563.746 12.805.321.029 (14.678.985.971)
11 Program Perlindungan dan Pemenuhan HAM 27.484.307.000 12.805.884.775 563.746 12.805.321.029 (14.678.985.971)
013.10 BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL 46.664.761.000 17.612.346.345 435.213 17.611.911.132 (29.052.849.868)
12 Program Pembinaan Hukum Nasional 46.664.761.000 17.612.346.345 435.213 17.611.911.132 (29.052.849.868)
013.11 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANAN HAM 22.026.679.000 11.322.953.268 19.988.684 11.302.964.584 (10.723.714.416)
04 Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian Hukum dan HAM 22.026.679.000 11.322.953.268 19.988.684 11.302.964.584 (10.723.714.416)
013.12 BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA 79.873.347.000 37.866.186.280 149.372.490 37.716.813.790 (42.156.533.210)
05 Program Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Kementerian Hukum dan HAM 79.873.347.000 37.866.186.280 149.372.490 37.716.813.790 (42.156.533.210)
015 KEMENTERIAN KEUANGAN 17.779.977.967.000 6.706.378.107.790 2.851.691.563 6.703.526.416.227 (11.076.451.550.773)
015.01 SEKRETARIAT JENDERAL 6.807.234.343.000 2.788.179.760.470 718.886.327 2.787.460.874.143 (4.019.773.468.857)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Keuangan 6.807.234.343.000 2.788.179.760.470 718.886.327 2.787.460.874.143 (4.019.773.468.857)
015.02 INSPEKTORAT JENDERAL 100.165.522.000 35.034.669.601 105.013.100 34.929.656.501 (65.235.865.499)
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Keuangan 100.165.522.000 35.034.669.601 105.013.100 34.929.656.501 (65.235.865.499)
015.03 DITJEN ANGGARAN 132.743.308.000 50.143.712.276 114.844.076 50.028.868.200 (82.714.439.800)
07 Program Pengelolaan Anggaran Negara 132.743.308.000 50.143.712.276 114.844.076 50.028.868.200 (82.714.439.800)
015.04 DITJEN PAJAK 5.383.947.507.000 2.074.060.511.967 633.686.261 2.073.426.825.706 (3.310.520.681.294)
12 Program Peningkatan dan Pengamanan Penerimaan Pajak 5.383.947.507.000 2.074.060.511.967 633.686.261 2.073.426.825.706 (3.310.520.681.294)
015.05 DITJEN BEA DAN CUKAI 2.108.339.202.000 624.008.174.662 375.212.095 623.632.962.567 (1.484.706.239.433)
13 Program Pengawasan, Pelayanan, dan Penerimaan di Bidang Kepabeanan dan Cukai 2.108.339.202.000 624.008.174.662 375.212.095 623.632.962.567 (1.484.706.239.433)
015.06 DITJEN PERIMBANGAN KEUANGAN 143.003.308.000 41.833.110.426 119.469.940 41.713.640.486 (101.289.667.514)
08 Program Peningkatan Pengelolaan Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah 143.003.308.000 41.833.110.426 119.469.940 41.713.640.486 (101.289.667.514)
015.07 DITJEN PENGELOLAAN UTANG 87.560.000.000 24.415.774.794 35.572.821 24.380.201.973 (63.179.798.027)
14 Program Pengelolaaan dan Pembiayaan Utang 87.560.000.000 24.415.774.794 35.572.821 24.380.201.973 (63.179.798.027)
015.08 DITJEN PERBENDAHARAAN 1.531.412.798.000 582.761.350.246 168.163.339 582.593.186.907 (948.819.611.093)
09 Program Pengelolaan Perbendaharaan Negara 1.531.412.798.000 582.761.350.246 168.163.339 582.593.186.907 (948.819.611.093)
015.09 DITJEN KEKAYAAN NEGARA 672.794.553.000 222.789.584.021 97.823.802 222.691.760.219 (450.102.792.781)
10 Program Pengelolaan Kekayaan Negara,Penyelesaian Pengurusan Piutang Negara dan Pelayanan Lelang 672.794.553.000 222.789.584.021 97.823.802 222.691.760.219 (450.102.792.781)
015.10 BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN 194.020.936.000 57.964.573.936 139.199.187 57.825.374.749 (136.195.561.251)
06 Program Pengaturan, Pembinaan dan Pengawasan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Non Bank 194.020.936.000 57.964.573.936 139.199.187 57.825.374.749 (136.195.561.251)
015.11 BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN 447.612.515.000 165.872.867.336 337.303.764 165.535.563.572 (282.076.951.428)
04 Program Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Kementerian Keuangan 447.612.515.000 165.872.867.336 337.303.764 165.535.563.572 (282.076.951.428)
015.12 BADAN KEBIJAKAN FISKAL 171.143.975.000 39.314.018.055 6.516.851 39.307.501.204 (131.836.473.796)
11 Program Perumusan Kebijakan Fiskal 171.143.975.000 39.314.018.055 6.516.851 39.307.501.204 (131.836.473.796)
018 KEMENTERIAN PERTANIAN 17.831.179.302.000 7.081.134.466.612 1.748.352.790 7.079.386.113.822 (10.751.793.188.178)
018.01 SEKRETARIAT JENDERAL 677.335.207.000 149.787.126.903 58.185.151 149.728.941.752 (527.606.265.248)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Pertanian 677.335.207.000 149.787.126.903 58.185.151 149.728.941.752 (527.606.265.248)
018.02 INSPEKTORAT JENDERAL 70.489.900.000 33.354.883.038 9.532.828 33.345.350.210 (37.144.549.790)
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Pertanian 70.489.900.000 33.354.883.038 9.532.828 33.345.350.210 (37.144.549.790)
DAFTAR LRA - 195 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED ) DAFTAR 2.D
KODE BA
ESELON I
BA, ESELON I DAN PROGRAM ANGGARAN REALISASI BRUTO PENGEMBALIAN REALISASI NETTO REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
1 2 3 4 5 6 7
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
018.03 DITJEN TANAMAN PANGAN 3.115.491.991.000 941.393.727.750 10.106.636 941.383.621.114 (2.174.108.369.886)
06 Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Pangan Untuk Mencapai Swasembada dan
Swasembada Berkelanjutan
3.115.491.991.000 941.393.727.750 10.106.636 941.383.621.114 (2.174.108.369.886)
018.04 DITJEN HOLTIKULTURA 581.888.300.000 269.891.961.308 2.551.276 269.889.410.032 (311.998.889.968)
07 Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Produk Tanaman Hortikultura Berkelanjutan 581.888.300.000 269.891.961.308 2.551.276 269.889.410.032 (311.998.889.968)
018.05 DITJEN PERKEBUNAN 1.488.774.700.000 678.702.675.966 108.192.424 678.594.483.542 (810.180.216.458)
08 Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Perkebunan Berkelanjutan 1.488.774.700.000 678.702.675.966 108.192.424 678.594.483.542 (810.180.216.458)
018.06 DITJEN PETERNAKAN 2.598.880.400.000 1.074.318.681.237 412.658.071 1.073.906.023.166 (1.524.974.376.834)
09 Program Pencapaian Swasembada Daging Sapi dan Peningkatan Penyediaan Pangan Hewani yang Aman, Sehat, Utuh dan
Halal
2.598.880.400.000 1.074.318.681.237 412.658.071 1.073.906.023.166 (1.524.974.376.834)
018.07 DITJEN PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERTANIAN 519.623.100.000 211.882.983.036 5.179.618 211.877.803.418 (307.745.296.582)
10 Program Peningkatan Nilai Tambah, Daya Saing, Industri Hilir, Pemasaran dan Ekspor Hasil Pertanian 519.623.100.000 211.882.983.036 5.179.618 211.877.803.418 (307.745.296.582)
018.08 DITJEN PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR 4.479.720.700.000 2.164.501.262.866 160.864.509 2.164.340.398.357 (2.315.380.301.643)
11 Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian 4.479.720.700.000 2.164.501.262.866 160.864.509 2.164.340.398.357 (2.315.380.301.643)
018.09 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN 1.436.952.800.000 480.924.557.947 335.880.744 480.588.677.203 (956.364.122.797)
12 Program Penciptaan Teknologi dan Varietas Unggul Berdaya Saing 1.436.952.800.000 480.924.557.947 335.880.744 480.588.677.203 (956.364.122.797)
018.10 BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN 1.419.377.621.000 556.894.693.348 578.778.035 556.315.915.313 (863.061.705.687)
13 Program Pengembangan SDM Pertanian dan Kelembagaan Petani 1.419.377.621.000 556.894.693.348 578.778.035 556.315.915.313 (863.061.705.687)
018.11 BADAN KETAHANAN PANGAN 695.250.000.000 255.794.742.605 3.762.078 255.790.980.527 (439.459.019.473)
14 Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat 695.250.000.000 255.794.742.605 3.762.078 255.790.980.527 (439.459.019.473)
018.12 BADAN KARANTINA PERTANIAN 747.394.583.000 263.687.170.608 62.661.420 263.624.509.188 (483.770.073.812)
15 Program Peningkatan Kualitas Pengkarantinaan Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati 747.394.583.000 263.687.170.608 62.661.420 263.624.509.188 (483.770.073.812)
019 KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN 2.548.917.479.000 672.126.724.811 314.773.819 671.811.950.992 (1.877.105.528.008)
019.01 SEKRETARIAT JENDERAL 561.458.263.000 194.024.191.857 140.781.609 193.883.410.248 (367.574.852.752)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Perindustrian 538.627.063.000 185.940.898.737 140.676.609 185.800.222.128 (352.826.840.872)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Perindustrian 22.831.200.000 8.083.293.120 - 8.083.293.120 (14.747.906.880)
19 Program Tidak ada - 105.000 (105.000) (105.000)
019.02 DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI AGRO 361.534.375.000 71.539.403.848 66.532.948 71.472.870.900 (290.061.504.100)
07 Program Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Agro 361.534.375.000 71.539.403.848 66.532.948 71.472.870.900 (290.061.504.100)
019.03 DIREKTORAT JENDERAL BASIS INDUSTRI MANUFAKTUR 429.894.779.000 68.113.398.854 3.162.417 68.110.236.437 (361.784.542.563)
06 Program Revitalisasi dan Penumbuhan Basis Industri Manufaktur 429.894.779.000 68.113.398.854 3.162.417 68.110.236.437 (361.784.542.563)
019.04 DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI UNGGULAN BERBASIS TEKNOLOGI TINGGI 155.023.780.000 30.859.848.033 939.600 30.858.908.433 (124.164.871.567)
08 Program Penumbuhan Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi 155.023.780.000 30.859.848.033 939.600 30.858.908.433 (124.164.871.567)
019.05 DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH 361.212.542.000 99.085.642.110 14.770.931 99.070.871.179 (262.141.670.821)
09 Program Revitalisasi dan Penumbuhan IKM 361.212.542.000 99.085.642.110 14.770.931 99.070.871.179 (262.141.670.821)
019.06 INSPEKTORAT JENDERAL 48.615.619.000 17.743.079.162 12.748.107 17.730.331.055 (30.885.287.945)
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Perindustrian 48.615.619.000 17.743.079.162 12.748.107 17.730.331.055 (30.885.287.945)
019.07 BADAN PENGKAJIAN KEBIJAKAN, IKLIM DAN MUTU INDUSTRI 458.853.728.000 153.647.821.906 43.072.230 153.604.749.676 (305.248.978.324)
12 Program Pengkajian Kebijakan, Iklim dan Mutu Industri 458.853.728.000 153.647.821.906 43.072.230 153.604.749.676 (305.248.978.324)
019.08 DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN PERWILAYAHAN INDUSTRI 113.130.784.000 17.780.328.419 27.685.687 17.752.642.732 (95.378.141.268)
10 Program Pengembangan Perwilayahan Industri 113.130.784.000 17.780.328.419 27.685.687 17.752.642.732 (95.378.141.268)
019.09 DIREKTORAT JENDERAL KERJASAMA INDUSTRI INTERNATIONAL 59.193.609.000 19.333.010.622 5.080.290 19.327.930.332 (39.865.678.668)
11 Program Kerja Sama Industri Internasional 59.193.609.000 19.333.010.622 5.080.290 19.327.930.332 (39.865.678.668)
DAFTAR LRA - 196 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED ) DAFTAR 2.D
KODE BA
ESELON I
BA, ESELON I DAN PROGRAM ANGGARAN REALISASI BRUTO PENGEMBALIAN REALISASI NETTO REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
1 2 3 4 5 6 7
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
020 KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 15.804.719.984.000 1.746.772.476.023 1.041.624.674 1.745.730.851.349 (14.058.989.132.651)
020.01 SEKRETARIAT JENDERAL 908.036.388.000 214.918.730.036 41.181.532 214.877.548.504 (693.158.839.496)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian ESDM 851.529.388.000 214.380.531.036 41.181.532 214.339.349.504 (637.190.038.496)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian ESDM 56.507.000.000 538.199.000 - 538.199.000 (55.968.801.000)
020.02 INSPEKTORAT JENDERAL 128.656.000.000 34.846.901.724 303.506.837 34.543.394.887 (94.112.605.113)
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian ESDM 128.656.000.000 34.846.901.724 303.506.837 34.543.394.887 (94.112.605.113)
020.04 DITJEN MINYAK DAN GAS BUMI 956.816.691.000 204.812.193.742 15.202.269 204.796.991.473 (752.019.699.527)
06 Program Pengelolaan dan Penyediaan Minyak dan Gas Bumi 956.816.691.000 204.812.193.742 15.202.269 204.796.991.473 (752.019.699.527)
020.05 DITJEN KETENAGALISTRIKAN 9.394.042.400.000 683.643.053.430 133.412.055 683.509.641.375 (8.710.532.758.625)
07 Program Pengelolaan Ketenagalistrikan 9.394.042.400.000 683.643.053.430 133.412.055 683.509.641.375 (8.710.532.758.625)
020.06 DITJEN MINERAL DAN BATUBARA 406.595.604.000 57.312.175.797 173.070.724 57.139.105.073 (349.456.498.927)
08 Program Pembinaan dan Pengusahaan Mineral dan Batubara 406.595.604.000 57.312.175.797 173.070.724 57.139.105.073 (349.456.498.927)
020.07 DEWAN ENERGI NASIONAL 71.823.550.000 20.456.234.497 83.101.251 20.373.133.246 (51.450.416.754)
11 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Dewan Energi Nasional 71.823.550.000 20.456.234.497 83.101.251 20.373.133.246 (51.450.416.754)
020.11 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 671.991.120.000 112.456.762.941 14.106.002 112.442.656.939 (559.548.463.061)
04 Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian ESDM 671.991.120.000 112.456.762.941 14.106.002 112.442.656.939 (559.548.463.061)
020.12 BADAN DIKLAT ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 706.523.129.000 144.513.292.412 26.756.471 144.486.535.941 (562.036.593.059)
05 Program Pendidikan dan Pelatihan ESDM 706.523.129.000 144.513.292.412 26.756.471 144.486.535.941 (562.036.593.059)
020.13 BADAN GEOLOGI 970.957.825.000 197.346.147.355 251.274.756 197.094.872.599 (773.862.952.401)
09 Program Penelitian, Mitigasi dan Pelayanan Geologi 970.957.825.000 197.346.147.355 251.274.756 197.094.872.599 (773.862.952.401)
020.14 BPH MIGAS 268.932.800.000 40.282.703.939 - 40.282.703.939 (228.650.096.061)
10 Program Pengaturan dan Pengawasan Penyediaan dan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan Pengangkutan Gas Bumi
Melalui Pipa
268.932.800.000 40.282.703.939 - 40.282.703.939 (228.650.096.061)
020.15 DITJEN ENERGI BARU TERBARUKAN DAN KONSERVASI ENERGI 1.320.344.477.000 36.184.280.150 12.777 36.184.267.373 (1.284.160.209.627)
12 Program Pengelolaan Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi 1.320.344.477.000 36.184.280.150 12.777 36.184.267.373 (1.284.160.209.627)
022 KEMENTERIAN PERHUBUNGAN 28.117.714.349.000 7.804.582.368.504 661.977.583 7.803.920.390.921 (20.313.793.958.079)
022.01 SEKRETARIAT JENDERAL 507.803.942.000 147.638.335.060 183.829.491 147.454.505.569 (360.349.436.431)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Perhubungan 507.803.942.000 147.638.335.060 183.829.491 147.454.505.569 (360.349.436.431)
022.02 INSPEKTORAT JENDERAL 78.279.226.000 23.946.233.574 3.543.801 23.942.689.773 (54.336.536.227)
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Perhubungan 78.279.226.000 23.946.233.574 3.543.801 23.942.689.773 (54.336.536.227)
022.03 DITJEN PERHUBUNGAN DARAT 2.482.792.346.000 559.685.003.406 16.254.274 559.668.749.132 (1.923.123.596.868)
06 Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Darat 2.482.792.346.000 559.685.003.406 16.254.274 559.668.749.132 (1.923.123.596.868)
022.04 DITJEN PERHUBUNGAN LAUT 9.419.143.665.000 3.024.302.951.653 336.582.550 3.023.966.369.103 (6.395.177.295.897)
08 Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Laut 9.419.143.665.000 3.024.302.951.653 336.582.550 3.023.966.369.103 (6.395.177.295.897)
022.05 DITJEN PERHUBUNGAN UDARA 5.422.266.024.000 1.553.779.418.110 76.478.581 1.553.702.939.529 (3.868.563.084.471)
09 Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Udara 5.422.266.024.000 1.553.779.418.110 76.478.581 1.553.702.939.529 (3.868.563.084.471)
022.08 DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN 7.334.142.983.000 1.812.553.292.825 172.133 1.812.553.120.692 (5.521.589.862.308)
07 Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Perkeretaapian 7.334.142.983.000 1.812.553.292.825 172.133 1.812.553.120.692 (5.521.589.862.308)
022.11 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERHUBUNGAN 207.047.416.000 57.779.185.035 3.010.148 57.776.174.887 (149.271.241.113)
04 Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan 207.047.416.000 57.779.185.035 3.010.148 57.776.174.887 (149.271.241.113)
022.12 BADAN PENDIDIKAN DAN LATIHAN PERHUBUNGAN 2.666.238.747.000 624.897.948.841 42.106.605 624.855.842.236 (2.041.382.904.764)
05 Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan 2.666.238.747.000 624.897.948.841 42.106.605 624.855.842.236 (2.041.382.904.764)
023 KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 64.350.856.433.000 23.582.864.553.630 17.467.183.063 23.565.397.370.567 (40.785.459.062.433)
DAFTAR LRA - 197 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED ) DAFTAR 2.D
KODE BA
ESELON I
BA, ESELON I DAN PROGRAM ANGGARAN REALISASI BRUTO PENGEMBALIAN REALISASI NETTO REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
1 2 3 4 5 6 7
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
023.01 SEKRETARIAT JENDERAL 7.894.384.525.000 255.739.926.108 63.227.207 255.676.698.901 (7.638.707.826.099)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Pendidikan Nasional 7.894.384.525.000 255.739.926.108 63.227.207 255.676.698.901 (7.638.707.826.099)
023.02 INSPEKTORAT JENDERAL 242.767.448.000 50.204.238.494 2.916.967.004 47.287.271.490 (195.480.176.510)
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Pendidikan Nasional 242.767.448.000 50.204.238.494 2.916.967.004 47.287.271.490 (195.480.176.510)
023.03 DITJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH 15.139.563.359.000 9.880.065.766.466 5.052.667.391 9.875.013.099.075 (5.264.550.259.925)
06 Program Pendidikan Taman Kanak-Kanak dan Pendidikan Dasar 15.139.563.359.000 9.880.065.766.466 5.052.667.391 9.875.013.099.075 (5.264.550.259.925)
023.04 DITJEN PENDIDIKAN TINGGI 26.560.372.678.000 8.398.403.199.182 3.586.776.967 8.394.816.422.215 (18.165.556.255.785)
08 Program Pendidikan Tinggi 26.560.372.678.000 8.398.403.199.182 3.586.776.967 8.394.816.422.215 (18.165.556.255.785)
023.05 DITJEN PENDIDIKAN NONFORMAL DAN INFORMAL 3.321.520.801.000 869.471.273.554 2.750.072.673 866.721.200.881 (2.454.799.600.119)
09 Program Pendidikan Nonformal dan Informal 3.321.520.801.000 869.471.273.554 2.750.072.673 866.721.200.881 (2.454.799.600.119)
023.11 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DIKBUD 1.304.538.152.000 673.752.581.233 637.067.258 673.115.513.975 (631.422.638.025)
04 Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional 1.304.538.152.000 673.752.581.233 637.067.258 673.115.513.975 (631.422.638.025)
023.12 DITJEN PENDIDIKAN MENENGAH 6.469.397.077.000 2.158.198.605.306 2.157.426.927 2.156.041.178.379 (4.313.355.898.621)
07 Program Pendidikan Menengah 6.469.397.077.000 2.158.198.605.306 2.157.426.927 2.156.041.178.379 (4.313.355.898.621)
023.13 BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN BAHASA 122.310.991.000 61.401.003.071 26.348.871 61.374.654.200 (60.936.336.800)
10 Program Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Sastra 122.310.991.000 61.401.003.071 26.348.871 61.374.654.200 (60.936.336.800)
023.14 BADAN PENGEMBANGAN SDM PENDIDIKAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN 3.296.001.402.000 1.235.627.960.216 276.628.765 1.235.351.331.451 (2.060.650.070.549)
11 Program Pengembangan Profesi PTK Dan Penjamin Mutu Pendidikan 3.296.001.402.000 1.235.626.228.016 180.141.465 1.235.446.086.551 (2.060.555.315.449)
00 Program Tidak Ada 1.732.200 96.487.300 (94.755.100) (94.755.100)
024 KEMENTERIAN KESEHATAN 29.915.796.555.000 9.418.656.799.089 8.546.882.327 9.410.109.916.762 (20.505.686.638.238)
024.01 SEKRETARIAT JENDERAL 2.668.122.911.000 960.350.986.580 662.170.071 959.688.816.509 (1.708.434.094.491)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Kesehatan 2.668.122.911.000 960.350.986.580 662.170.071 959.688.816.509 (1.708.434.094.491)
024.02 INSPEKTORAT JENDERAL 92.000.000.000 23.514.148.299 19.538.745 23.494.609.554 (68.505.390.446)
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Kesehatan 92.000.000.000 23.514.148.299 19.538.745 23.494.609.554 (68.505.390.446)
024.03 DITJEN BINA GIZI DAN KESEHATAN IBU DAN ANAK 2.145.897.200.000 486.642.297.947 937.626.159 485.704.671.788 (1.660.192.528.212)
06 Program Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak 2.145.897.200.000 486.642.297.947 937.626.159 485.704.671.788 (1.660.192.528.212)
024.04 DITJEN BINA UPAYA KESEHATAN 19.130.490.644.000 6.651.098.131.479 4.439.756.772 6.646.658.374.707 (12.483.832.269.293)
07 Program Pembinaan Upaya Kesehatan 19.130.490.644.000 6.651.098.131.479 4.439.756.772 6.646.658.374.707 (12.483.832.269.293)
024.05 DITJEN PENGENDALIAAN PENYAKIT DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN 1.311.857.100.000 364.992.586.062 100.886.802 364.891.699.260 (946.965.400.740)
08 Program Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan 1.311.857.100.000 364.992.586.062 100.886.802 364.891.699.260 (946.965.400.740)
024.07 DITJEN BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN 1.491.806.100.000 117.019.897.455 1.025.937.707 115.993.959.748 (1.375.812.140.252)
09 Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan 1.491.806.100.000 117.019.897.455 1.025.937.707 115.993.959.748 (1.375.812.140.252)
024.11 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN 460.274.600.000 78.935.216.665 316.137.449 78.619.079.216 (381.655.520.784)
04 Program Penelitian dan Pengembangan Kesehatan 460.274.600.000 78.935.216.665 316.137.449 78.619.079.216 (381.655.520.784)
024.12 BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SDM KESEHATAN 2.615.348.000.000 736.103.534.602 1.044.828.622 735.058.705.980 (1.880.289.294.020)
10 Program Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (Ppsdmk) 2.615.348.000.000 736.103.534.602 1.044.828.622 735.058.705.980 (1.880.289.294.020)
025 KEMENTERIAN AGAMA 38.347.494.118.000 12.144.278.615.961 3.251.453.617 12.141.027.162.344 (26.206.466.955.656)
025.01 SEKRETARIAT JENDERAL 2.022.146.868.000 670.456.415.529 233.093.140 670.223.322.389 (1.351.923.545.611)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Agama 1.398.920.213.000 631.406.827.809 211.854.702 631.194.973.107 (767.725.239.893)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Agama 623.226.655.000 39.049.587.720 6.537.238 39.043.050.482 (584.183.604.518)
00 Program Tidak Ada - 14.188.200 (14.188.200) (14.188.200)
05 Program Tidak Ada - 513.000 (513.000) (513.000)
025.02 INSPEKTORAT JENDERAL 143.267.996.000 32.250.439.158 1.818.003 32.248.621.155 (111.019.374.845)
DAFTAR LRA - 198 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED ) DAFTAR 2.D
KODE BA
ESELON I
BA, ESELON I DAN PROGRAM ANGGARAN REALISASI BRUTO PENGEMBALIAN REALISASI NETTO REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
1 2 3 4 5 6 7
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Agama 143.267.996.000 32.250.439.158 1.818.003 32.248.621.155 (111.019.374.845)
025.03 DITJEN BIMBINGAN MASYARAKAT ISLAM 2.553.909.697.000 985.282.142.769 532.253.907 984.749.888.862 (1.569.159.808.138)
08 Program Bimbingan Masyarakat Islam 2.553.909.697.000 985.282.142.769 532.253.907 984.749.888.862 (1.569.159.808.138)
025.04 DITJEN PENDIDIKAN ISLAM 30.266.759.896.000 9.519.150.688.800 1.947.530.773 9.517.203.158.027 (20.749.556.737.973)
07 Program Pendidikan Islam 30.266.759.896.000 9.519.150.688.800 1.947.530.773 9.517.203.158.027 (20.749.556.737.973)
025.05 DITJEN BIMBINGAN MASYARAKAT KRISTEN 951.316.539.000 303.052.760.237 64.360.888 302.988.399.349 (648.328.139.651)
09 Program Bimbingan Masyarakat Kristen 951.316.539.000 303.052.760.237 64.360.888 302.988.399.349 (648.328.139.651)
025.06 DITJEN BIMBINGAN MASYARAKAT KHATOLIK 556.482.744.000 154.666.958.328 7.926.586 154.659.031.742 (401.823.712.258)
10 Program Bimbingan Masyarakat Katolik 556.482.744.000 154.666.958.328 7.926.586 154.659.031.742 (401.823.712.258)
025.07 DITJEN BIMBINGAN MASYARAKAT HINDU 514.691.663.000 144.392.150.949 20.924.790 144.371.226.159 (370.320.436.841)
11 Program Bimbingan Masyarakat Hindu 514.691.663.000 144.392.150.949 20.924.790 144.371.226.159 (370.320.436.841)
025.08 DITJEN BIMBINGAN MASYARAKAT BUDDHA 185.210.698.000 58.734.871.880 312.679.830 58.422.192.050 (126.788.505.950)
12 Program Bimbingan Masyarakat Buddha 185.210.698.000 58.734.871.880 312.679.830 58.422.192.050 (126.788.505.950)
025.09 DITJEN PENYELENGGARAAN HAJI DAN UMRAH 558.062.062.000 90.189.809.714 22.505.199 90.167.304.515 (467.894.757.485)
06 Program Penyelenggaraan Pembinaan dan Pengelolaan Haji dan Umrah 558.062.062.000 90.189.809.714 22.505.199 90.167.304.515 (467.894.757.485)
025.11 BADAN PENELITIAN PENGEMBANGAN DAN PENDIDIKAN PELATIHAN 595.645.955.000 186.102.378.597 108.360.501 185.994.018.096 (409.651.936.904)
04 Program Penelitian Pengembangan dan Pendidikan Pelatihan Kementerian Agama 595.645.955.000 186.102.378.597 108.360.501 185.994.018.096 (409.651.936.904)
026 KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI 4.162.970.267.000 1.019.621.040.835 380.380.640 1.019.240.660.195 (3.143.729.606.805)
026.01 SEKRETARIAT JENDERAL 293.969.084.000 111.127.321.474 39.560.438 111.087.761.036 (182.881.322.964)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi 293.969.084.000 111.127.321.474 39.560.438 111.087.761.036 (182.881.322.964)
026.02 INSPEKTORAT JENDERAL 46.508.984.000 16.276.720.192 9.988 16.276.710.204 (30.232.273.796)
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi 46.508.984.000 16.276.720.192 9.988 16.276.710.204 (30.232.273.796)
026.04 DITJEN PEMBINAAN PENEMPATAN TENAGA KERJA 697.101.966.000 159.320.455.557 142.980.811 159.177.474.746 (537.924.491.254)
07 Program Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja 697.101.966.000 159.320.455.557 142.980.811 159.177.474.746 (537.924.491.254)
026.05 DITJEN PEMBINAAN HUBUNGAN INDUSTRIAL & JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN 232.386.677.000 65.484.297.722 72.326.403 65.411.971.319 (166.974.705.681)
08 Program Pengembangan Hubungan Industrial dan Peningkatan Jaminan Sosial Tenaga Kerja 232.386.677.000 65.484.297.722 72.326.403 65.411.971.319 (166.974.705.681)
026.06 DITJEN PEMBINAAN PEMBANGUNAN KAWASAN TRANSMIGRASI 851.012.000.000 187.008.940.392 1.371.576 187.007.568.816 (664.004.431.184)
10 Program Pembangunan Kawasan Transmigrasi 851.012.000.000 187.008.940.392 1.371.576 187.007.568.816 (664.004.431.184)
026.07 DITJEN PEMBINAAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT DAN KAWASAN TRANSMIGRASI 767.296.000.000 205.207.248.568 3.233.081 205.204.015.487 (562.091.984.513)
11 Program Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi 767.296.000.000 205.207.248.568 3.233.081 205.204.015.487 (562.091.984.513)
026.08 DITJEN PEMBINAAN PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN 232.540.000.000 70.659.434.188 4.079.918 70.655.354.270 (161.884.645.730)
09 Program Perlindungan Tenaga Kerja dan Pengembangan Sistem Pengawasan Ketenagakerjaan 232.540.000.000 70.659.434.188 4.079.918 70.655.354.270 (161.884.645.730)
026.11 BADAN PENELITIAN, PENGEMBANGAN DAN INFORMASI 67.105.765.000 22.597.711.361 13.447 22.597.697.914 (44.508.067.086)
04 Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi 67.105.765.000 22.597.711.361 13.447 22.597.697.914 (44.508.067.086)
026.13 DITJEN PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS 975.049.791.000 181.938.911.381 116.804.978 181.822.106.403 (793.227.684.597)
06 Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan Produktivitas 975.049.791.000 181.938.911.381 116.804.978 181.822.106.403 (793.227.684.597)
027 KEMENTERIAN SOSIAL 4.570.608.187.000 1.473.306.201.998 2.307.999.514 1.470.998.202.484 (3.099.609.984.516)
027.01 SEKRETARIAT JENDERAL 191.394.849.000 65.843.176.123 160.812.076 65.682.364.047 (125.712.484.953)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Sosial 191.394.849.000 65.843.176.123 160.812.076 65.682.364.047 (125.712.484.953)
027.02 INSPEKTORAT JENDERAL 27.204.437.000 8.709.324.417 12.938.827 8.696.385.590 (18.508.051.410)
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Sosial 27.204.437.000 8.709.324.417 12.938.827 8.696.385.590 (18.508.051.410)
027.03 DITJEN PEMBERDAYAAN SOSIAL 754.799.671.000 159.821.250.467 117.922.892 159.703.327.575 (595.096.343.425)
DAFTAR LRA - 199 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED ) DAFTAR 2.D
KODE BA
ESELON I
BA, ESELON I DAN PROGRAM ANGGARAN REALISASI BRUTO PENGEMBALIAN REALISASI NETTO REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
1 2 3 4 5 6 7
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
08 Program Pemberdayaan Sosial 754.799.671.000 159.821.250.467 117.922.892 159.703.327.575 (595.096.343.425)
027.04 DITJEN PELAYANAN DAN REHABILITASI SOSIAL 930.471.698.000 346.571.435.832 1.109.486.717 345.461.949.115 (585.009.748.885)
06 Program Rehabilitasi Sosial 930.471.698.000 346.571.435.832 1.109.486.717 345.461.949.115 (585.009.748.885)
027.05 DITJEN BANTUAN DAN JAMINAN SOSIAL 2.479.580.082.000 815.675.276.715 668.846.479 815.006.430.236 (1.664.573.651.764)
07 Program Perlindungan dan Jaminan Sosial 2.479.580.082.000 815.675.276.715 668.846.479 815.006.430.236 (1.664.573.651.764)
027.11 BADAN PENDIDIKAN DAN PENELITIAN KESEJAHTERAAN SOSIAL 187.157.450.000 76.685.738.444 237.992.523 76.447.745.921 (110.709.704.079)
04 Program Pendidikan, Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial 187.157.450.000 76.685.738.444 237.992.523 76.447.745.921 (110.709.704.079)
029 KEMENTERIAN KEHUTANAN 6.232.969.116.000 1.184.868.968.423 2.717.902.181 1.182.151.066.242 (5.050.818.049.758)
029.01 SEKRETARIAT JENDERAL 403.643.215.000 93.588.504.017 884.010.834 92.704.493.183 (310.938.721.817)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Kehutanan 403.643.215.000 93.588.504.017 884.010.834 92.704.493.183 (310.938.721.817)
029.02 INSPEKTORAT JENDERAL 61.575.939.000 22.784.248.256 383.947.778 22.400.300.478 (39.175.638.522)
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Kehutanan 61.575.939.000 22.784.248.256 383.947.778 22.400.300.478 (39.175.638.522)
029.03 DITJEN BINA USAHA KEHUTANAN 311.093.802.000 91.491.395.279 30.488.121 91.460.907.158 (219.632.894.842)
06 Program Peningkatan Pemanfaatan Hutan Produksi 311.093.802.000 91.491.395.279 30.488.121 91.460.907.158 (219.632.894.842)
029.04 DITJEN BINA PENGELOLAAN DAS DAN PERHUTANAN SOSIAL 2.628.471.141.000 229.770.421.112 310.536.709 229.459.884.403 (2.399.011.256.597)
07 Program Peningkatan Fungsi dan Daya Dukung Das Berbasis Pemberdayaan Masyarakat 2.628.471.141.000 229.770.421.112 310.536.709 229.459.884.403 (2.399.011.256.597)
029.05 DITJEN PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM 1.676.447.082.000 434.203.258.333 618.056.273 433.585.202.060 (1.242.861.879.940)
08 Program Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Perlindungan Hutan 1.676.447.082.000 434.203.258.333 618.056.273 433.585.202.060 (1.242.861.879.940)
029.06 DITJEN PLANOLOGI KEHUTANAN 647.702.201.000 148.462.250.290 376.825.327 148.085.424.963 (499.616.776.037)
09 Program Perencanaan Makro Bidang Kehutanan dan Pemantapan Kawasan Hutan 647.702.201.000 148.462.250.290 376.825.327 148.085.424.963 (499.616.776.037)
029.07 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN 266.339.000.000 90.223.438.617 70.321.950 90.153.116.667 (176.185.883.333)
04 Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kehutanan 266.339.000.000 90.223.438.617 70.321.950 90.153.116.667 (176.185.883.333)
029.08 BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KEHUTANAN 237.696.736.000 74.345.452.519 43.715.189 74.301.737.330 (163.394.998.670)
10 Program Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kehutanan 237.696.736.000 74.345.452.519 43.715.189 74.301.737.330 (163.394.998.670)
032 KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN 5.993.324.322.000 1.457.763.107.002 323.898.419 1.457.439.208.583 (4.535.885.113.417)
032.01 SEKRETARIAT JENDERAL 417.050.292.000 141.676.950.994 40.507.732 141.636.443.262 (275.413.848.738)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya KKP 417.050.292.000 141.676.950.994 40.507.732 141.636.443.262 (275.413.848.738)
032.02 INSPEKTORAT JENDERAL 65.826.729.000 25.847.597.939 10.482 25.847.587.457 (39.979.141.543)
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur KKP 65.826.729.000 25.847.597.939 10.482 25.847.587.457 (39.979.141.543)
032.03 DITJEN PERIKANAN TANGKAP 1.496.627.298.000 248.734.671.179 15.958.688 248.718.712.491 (1.247.908.585.509)
06 Program Pengembangan dan Pengelolaan Perikanan Tangkap 1.496.627.298.000 248.734.671.179 15.958.688 248.718.712.491 (1.247.908.585.509)
032.04 DITJEN PERIKANAN BUDIDAYA 1.045.215.233.000 176.839.806.975 43.939.803 176.795.867.172 (868.419.365.828)
07 Program Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya 1.045.215.233.000 176.839.806.975 43.939.803 176.795.867.172 (868.419.365.828)
032.05 DITJEN PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN SUMBER DAYA KELAUTAN & PERIKANAN 529.968.481.000 201.299.300.841 63.455.797 201.235.845.044 (328.732.635.956)
10 Program Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan 529.968.481.000 201.299.300.841 63.455.797 201.235.845.044 (328.732.635.956)
032.06 DITJEN PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERIKANAN (P2HP) 600.201.206.000 104.128.557.731 12.514.938 104.116.042.793 (496.085.163.207)
08 Program Peningkatan Daya Saing Produk Perikanan 600.201.206.000 104.128.557.731 12.514.938 104.116.042.793 (496.085.163.207)
032.07 DITJEN KELAUTAN, PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL (KP3K) 506.094.602.000 143.562.184.901 6.397.208 143.555.787.693 (362.538.814.307)
09 Program Pengelolaan Sumber Daya Laut, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil 506.094.602.000 143.562.184.901 6.397.208 143.555.787.693 (362.538.814.307)
032.11 BADAN RISET KELAUTAN DAN PERIKANAN (BRKP) 536.913.524.000 121.405.755.341 41.384.470 121.364.370.871 (415.549.153.129)
04 Program Penelitian dan Pengembangan Iptek Kelautan dan Perikanan 536.913.524.000 121.405.755.341 41.384.470 121.364.370.871 (415.549.153.129)
032.12 BADAN PENGEMBANGAN SDM KELAUTAN DAN PERIKANAN 517.998.140.000 177.532.943.668 34.352.303 177.498.591.365 (340.499.548.635)
05 Program Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan 517.998.140.000 177.532.943.668 34.352.303 177.498.591.365 (340.499.548.635)
DAFTAR LRA - 200 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED ) DAFTAR 2.D
KODE BA
ESELON I
BA, ESELON I DAN PROGRAM ANGGARAN REALISASI BRUTO PENGEMBALIAN REALISASI NETTO REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
1 2 3 4 5 6 7
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
032.13 BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN 277.428.817.000 116.735.337.433 65.376.998 116.669.960.435 (160.758.856.565)
11 Program Pengembangan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (11) 277.428.817.000 116.735.337.433 65.376.998 116.669.960.435 (160.758.856.565)
033 KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM 62.563.055.176.000 16.719.215.144.579 9.263.811.759 16.709.951.332.820 (45.853.103.843.180)
033.01 SEKRETARIAT JENDERAL 716.432.066.000 209.806.632.007 19.564.544 209.787.067.463 (506.644.998.537)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Pekerjaan Umum 408.039.870.000 154.334.844.805 18.988.748 154.315.856.057 (253.724.013.943)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Pekerjaan Umum 308.392.196.000 55.471.787.202 575.796 55.471.211.406 (252.920.984.594)
033.02 INSPEKTORAT JENDERAL 126.233.000.000 36.214.273.316 340.174.355 35.874.098.961 (90.358.901.039)
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Pekerjaan Umum 126.233.000.000 36.214.273.316 340.174.355 35.874.098.961 (90.358.901.039)
033.03 DITJEN PENATAAN RUANG 800.982.000.000 171.646.700.358 41.948.059 171.604.752.299 (629.377.247.701)
09 Program Penyelenggaraan Penataan Ruang 800.982.000.000 171.646.700.358 41.948.059 171.604.752.299 (629.377.247.701)
033.04 DITJEN BINA MARGA 30.950.000.190.000 7.793.596.392.358 381.079.324 7.793.215.313.034 (23.156.784.876.966)
08 Program Penyelenggaraan Jalan 30.950.000.190.000 7.793.596.392.358 381.079.324 7.793.215.313.034 (23.156.784.876.966)
033.05 DITJEN CIPTA KARYA 12.829.999.930.000 4.036.168.102.370 8.168.572.179 4.027.999.530.191 (8.802.000.399.809)
07 Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman 12.829.999.930.000 4.036.168.102.370 86.300.139 4.036.081.802.231 (8.793.918.127.769)
05 Program Tidak Ada - 8.082.272.040 (8.082.272.040) (8.082.272.040)
033.06 DITJEN SUMBER DAYA AIR 16.445.000.100.000 4.256.613.724.818 192.985.455 4.256.420.739.363 (12.188.579.360.637)
10 Program Pengelolaan Sumber Daya Air 16.445.000.100.000 4.256.613.724.818 192.985.455 4.256.420.739.363 (12.188.579.360.637)
033.11 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN 419.822.000.000 133.090.390.101 77.600.508 133.012.789.593 (286.809.210.407)
04 Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum 419.822.000.000 133.090.390.101 77.600.508 133.012.789.593 (286.809.210.407)
033.13 BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI 274.585.890.000 82.078.929.251 41.887.335 82.037.041.916 (192.548.848.084)
06 Program Pembinaan Konstruksi 274.585.890.000 82.078.929.251 41.887.335 82.037.041.916 (192.548.848.084)
034 KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM DAN KEAMANAN 487.201.827.000 94.438.749.139 42.574.074 94.396.175.065 (392.805.651.935)
034.01 KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM DAN KEAMANAN 487.201.827.000 94.438.749.139 42.574.074 94.396.175.065 (392.805.651.935)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kemenko Polhukam 110.669.831.000 30.687.233.315 40.951.136 30.646.282.179 (80.023.548.821)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kemenko Polhukam 11.804.008.000 1.333.993.850 - 1.333.993.850 (10.470.014.150)
06 Program Peningkatan Koordinasi Bidang Politik, Hukum dan Keamanan 74.112.988.000 25.990.173.765 1.615.000 25.988.558.765 (48.124.429.235)
07 Program Peningkatan Koordinasi Keamanan dan Keselamatan Di Laut 290.615.000.000 36.427.348.209 7.938 36.427.340.271 (254.187.659.729)
035 KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN 250.382.300.000 61.472.395.778 410.700.730 61.061.695.048 (189.320.604.952)
035.01 KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN 250.382.300.000 61.472.395.778 410.700.730 61.061.695.048 (189.320.604.952)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kemenko Perekonomian 91.482.300.000 25.016.459.233 27.994.500 24.988.464.733 (66.493.835.267)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kemenko Perekonomian 5.000.000.000 783.269.000 - 783.269.000 (4.216.731.000)
06 Program Koordinasi Kebijakan Bidang Perekonomian 153.900.000.000 35.672.667.545 382.706.230 35.289.961.315 (118.610.038.685)
036 KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT 268.236.278.000 42.902.003.441 300.739.862 42.601.263.579 (225.635.014.421)
036.01 KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT 268.236.278.000 42.902.003.441 300.739.862 42.601.263.579 (225.635.014.421)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kemenko Kesra 71.758.978.000 24.408.412.956 254.099.637 24.154.313.319 (47.604.664.681)
06 Program Koordinasi Pengembangan Kebijakan Kesejahteraan Rakyat 196.477.300.000 18.493.590.485 46.640.225 18.446.950.260 (178.030.349.740)
040 KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF 2.189.797.179.000 476.533.312.966 88.603.552 476.444.709.414 (1.713.352.469.586)
040.01 SEKRETARIAT JENDERAL 248.956.670.000 59.873.919.839 7.321.768 59.866.598.071 (189.090.071.929)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata 231.730.070.000 51.986.909.259 7.321.768 51.979.587.491 (179.750.482.509)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata 17.226.600.000 7.887.010.580 - 7.887.010.580 (9.339.589.420)
040.02 INSPEKTORAT JENDERAL 28.900.000.000 5.180.844.597 320.150 5.180.524.447 (23.719.475.553)
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata 28.900.000.000 5.180.844.597 320.150 5.180.524.447 (23.719.475.553)
040.03 DIREKTORAT JENDERAL NILAI BUDAYA, SENI DAN PERFILMAN 317.803.531.000 75.700.632.830 7.431.532 75.693.201.298 (242.110.329.702)
DAFTAR LRA - 201 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED ) DAFTAR 2.D
KODE BA
ESELON I
BA, ESELON I DAN PROGRAM ANGGARAN REALISASI BRUTO PENGEMBALIAN REALISASI NETTO REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
1 2 3 4 5 6 7
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
06 Program Pengembangan Nilai Budaya, Seni dan Perfilman 317.803.531.000 75.700.632.830 7.431.532 75.693.201.298 (242.110.329.702)
040.04 DIREKTORAT JENDERAL SEJARAH DAN PURBAKALA 413.067.000.000 106.558.614.893 11.588.826 106.547.026.067 (306.519.973.933)
07 Program Kesejarahan, Kepurbakalaan, dan Permuseuman 413.067.000.000 106.558.614.893 11.588.826 106.547.026.067 (306.519.973.933)
040.05 DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA 348.700.000.000 39.969.147.395 32.729.350 39.936.418.045 (308.763.581.955)
08 Program Pengembangan Destinasi Pariwisata 348.700.000.000 39.969.147.395 32.729.350 39.936.418.045 (308.763.581.955)
040.06 DIREKTORAT JENDERAL PEMASARAN 507.700.000.000 104.616.067.745 13.716.473 104.602.351.272 (403.097.648.728)
09 Program Pengembangan Pemasaran 507.700.000.000 104.616.067.745 13.716.473 104.602.351.272 (403.097.648.728)
040.10 BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA 324.669.978.000 84.634.085.667 15.495.453 84.618.590.214 (240.051.387.786)
10 Program Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan dan Pariwisata 324.669.978.000 84.634.085.667 15.495.453 84.618.590.214 (240.051.387.786)
041 KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA 142.683.371.000 30.118.365.933 243.690.091 29.874.675.842 (112.808.695.158)
041.01 KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA 142.683.371.000 30.118.365.933 243.690.091 29.874.675.842 (112.808.695.158)
01 Program Dukungan Manajemen dan Kegiatan Teknis Lainnya Kementerian BUMN 78.247.201.000 23.303.483.517 86.042.891 23.217.440.626 (55.029.760.374)
06 Program Pembinaan BUMN 64.436.170.000 6.814.882.416 157.647.200 6.657.235.216 (57.778.934.784)
042 KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI 672.266.030.000 291.222.393.619 45.835.267 291.176.558.352 (381.089.471.648)
042.01 KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI 672.266.030.000 291.222.393.619 45.835.267 291.176.558.352 (381.089.471.648)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya KRT 148.149.952.000 39.438.565.397 23.370.367 39.415.195.030 (108.734.756.970)
06 Program Peningkatan Kemampuan Iptek untuk Penguatan Sistem Inovasi Nasional 524.116.078.000 251.783.828.222 22.464.900 251.761.363.322 (272.354.714.678)
043 KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP 885.407.582.000 150.142.391.283 13.116.619 150.129.274.664 (735.278.307.336)
043.01 KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP 885.407.582.000 150.142.391.283 13.116.619 150.129.274.664 (735.278.307.336)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Lingkungan Hidup 182.303.333.000 49.785.982.437 7.482.906 49.778.499.531 (132.524.833.469)
06 Program Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup 703.104.249.000 100.356.408.846 5.633.713 100.350.775.133 (602.753.473.867)
044 KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM 1.213.897.635.000 437.361.623.703 19.916.102 437.341.707.601 (776.555.927.399)
044.01 KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM 1.213.897.635.000 437.361.623.703 19.916.102 437.341.707.601 (776.555.927.399)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Koperasi dan UKM 266.069.075.000 88.697.071.455 5.601.102 88.691.470.353 (177.377.604.647)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Negara Koperasi dan UKM 44.760.140.000 13.843.175.977 - 13.843.175.977 (30.916.964.023)
06 Program Pemberdayaan Koperasi dan UMKM 903.068.420.000 334.821.376.271 14.315.000 334.807.061.271 (568.261.358.729)
047 KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK 181.841.011.000 50.080.089.531 286.580.061 49.793.509.470 (132.047.501.530)
047.01 KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK 181.841.011.000 50.080.089.531 286.580.061 49.793.509.470 (132.047.501.530)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian PP&PA 62.057.011.000 22.038.565.891 47.331.961 21.991.233.930 (40.065.777.070)
06 Program Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan 81.177.000.000 18.122.319.390 185.647.300 17.936.672.090 (63.240.327.910)
07 Program Perlindungan Anak 38.607.000.000 9.919.204.250 51.280.800 9.867.923.450 (28.739.076.550)
04 Program Tidak Ada - 2.320.000 (2.320.000) (2.320.000)
048 KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI 170.471.660.000 39.263.521.067 249.187.334 39.014.333.733 (131.457.326.267)
048.01 KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI 170.471.660.000 39.263.521.067 249.187.334 39.014.333.733 (131.457.326.267)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian PAN dan RB 70.272.660.000 25.071.822.244 12.956.934 25.058.865.310 (45.213.794.690)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Pan dan Rb 15.500.000.000 93.989.600 - 93.989.600 (15.406.010.400)
06 Program Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi 84.699.000.000 14.097.709.223 236.230.400 13.861.478.823 (70.837.521.177)
050 BADAN INTELIJEN NEGARA 1.141.841.129.000 440.127.653.714 6.029.009 440.121.624.705 (701.719.504.295)
050.01 BADAN INTELIJEN NEGARA 1.141.841.129.000 440.127.653.714 6.029.009 440.121.624.705 (701.719.504.295)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Intelijen Negara 400.189.129.000 67.555.034.414 6.029.009 67.549.005.405 (332.640.123.595)
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Intelijen Negara 2.500.000.000 1.268.295.000 - 1.268.295.000 (1.231.705.000)
06 Program Pengembangan Penyelidikan, Pengamanan, dan Penggalangan Keamanan Negara 739.152.000.000 371.304.324.300 - 371.304.324.300 (367.847.675.700)
051 LEMBAGA SANDI NEGARA 1.193.942.256.000 120.218.679.464 114.928.813 120.103.750.651 (1.073.838.505.349)
DAFTAR LRA - 202 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED ) DAFTAR 2.D
KODE BA
ESELON I
BA, ESELON I DAN PROGRAM ANGGARAN REALISASI BRUTO PENGEMBALIAN REALISASI NETTO REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
1 2 3 4 5 6 7
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
051.01 LEMBAGA SANDI NEGARA 1.193.942.256.000 120.218.679.464 114.928.813 120.103.750.651 (1.073.838.505.349)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Lembaga Sandi Negara 190.730.356.000 40.136.307.031 33.793.365 40.102.513.666 (150.627.842.334)
06 Program Pengembangan Persandian Nasional 1.003.211.900.000 80.082.372.433 81.135.448 80.001.236.985 (923.210.663.015)
052 DEWAN KETAHANAN NASIONAL 38.691.901.000 12.642.358.115 18.183.854 12.624.174.261 (26.067.726.739)
052.01 SETJEN DEWAN KETAHANAN NASIONAL 38.691.901.000 12.642.358.115 18.183.854 12.624.174.261 (26.067.726.739)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Wantanas 14.391.951.000 5.905.936.015 13.000.004 5.892.936.011 (8.499.014.989)
06 Program Pengembangan Kebijakan Ketahanan Nasional 24.299.950.000 6.736.422.100 5.183.850 6.731.238.250 (17.568.711.750)
054 BADAN PUSAT STATISTIK 2.312.385.829.000 900.452.162.593 173.154.645 900.279.007.948 (1.412.106.821.052)
054.01 BADAN PUSAT STATISTIK 2.312.385.829.000 900.452.162.593 173.154.645 900.279.007.948 (1.412.106.821.052)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BPS 1.030.463.430.000 462.522.526.413 150.219.549 462.372.306.864 (568.091.123.136)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur BPS 300.000.000.000 86.043.590.666 1.079.921 86.042.510.745 (213.957.489.255)
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur BPS 4.550.000.000 1.367.589.752 3.756.000 1.363.833.752 (3.186.166.248)
06 Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik 977.372.399.000 350.518.455.762 18.099.175 350.500.356.587 (626.872.042.413)
055 KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS 827.332.277.000 160.480.408.176 40.186.269 160.440.221.907 (666.892.055.093)
055.01 KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS 827.332.277.000 160.480.408.176 40.186.269 160.440.221.907 (666.892.055.093)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Bappenas 513.632.077.000 104.721.153.618 27.777.269 104.693.376.349 (408.938.700.651)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Bappenas 70.000.000.000 2.758.380.030 - 2.758.380.030 (67.241.619.970)
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Bappenas 3.700.000.000 1.532.963.935 - 1.532.963.935 (2.167.036.065)
06 Program Perencanaan Pembangunan Nasional 240.000.200.000 51.467.910.593 12.409.000 51.455.501.593 (188.544.698.407)
056 BADAN PERTANAHAN NASIONAL 3.957.875.318.000 1.004.041.333.059 781.451.720 1.003.259.881.339 (2.954.615.436.661)
056.01 BADAN PERTANAHAN NASIONAL 3.957.875.318.000 1.004.041.333.059 781.451.720 1.003.259.881.339 (2.954.615.436.661)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BPN 1.791.223.730.000 662.506.660.936 495.856.740 662.010.804.196 (1.129.212.925.804)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur BPN 259.144.825.000 4.059.173.700 - 4.059.173.700 (255.085.651.300)
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur BPN 10.000.000.000 2.261.403.100 - 2.261.403.100 (7.738.596.900)
06 Program Pengelolaan Pertanahan Nasional 1.897.506.763.000 335.214.095.323 285.594.980 334.928.500.343 (1.562.578.262.657)
057 PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 372.227.762.000 60.916.835.577 2.187.515 60.914.648.062 (311.313.113.938)
057.01 PERPUSTAKAAN NASIONAL 372.227.762.000 60.916.835.577 2.187.515 60.914.648.062 (311.313.113.938)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Taknis Lainnya Perpustakaan Nasional 105.734.805.000 34.029.858.864 2.181.328 34.027.677.536 (71.707.127.464)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Perpustakaan Nasional 2.000.000.000 1.291.350.260 - 1.291.350.260 (708.649.740)
06 Program Pengembangan Perpustakaan 264.492.957.000 25.595.626.453 6.187 25.595.620.266 (238.897.336.734)
059 KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA 3.245.984.855.000 797.659.208.772 1.772.493.919 795.886.714.853 (2.450.098.140.147)
059.01 SEKRETARIAT JENDERAL 222.321.400.000 76.279.100.970 25.090.029 76.254.010.941 (146.067.389.059)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Komunikasi dan Informatika 214.321.400.000 76.276.350.970 25.090.029 76.251.260.941 (138.070.139.059)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Komunikasi dan Informatika 8.000.000.000 2.750.000 - 2.750.000 (7.997.250.000)
059.02 INSPEKTORAT JENDERAL 22.451.500.000 9.140.638.576 650.000 9.139.988.576 (13.311.511.424)
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Komunikasi dan Informatika 22.451.500.000 9.140.638.576 650.000 9.139.988.576 (13.311.511.424)
059.03 DITJEN POS DAN TELEKOMUNIKASI 741.759.655.000 168.315.732.842 535.983.368 167.779.749.474 (573.979.905.526)
06 Program Pengelolaan Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika 741.759.655.000 168.315.732.842 535.983.368 167.779.749.474 (573.979.905.526)
059.04 DITJEN APLIKASI TELEMATIKA 156.922.000.000 52.581.335.529 47.615.842 52.533.719.687 (104.388.280.313)
08 Program Pengembangan Aplikasi Informatika 156.922.000.000 52.581.335.529 47.615.842 52.533.719.687 (104.388.280.313)
059.05 DITJEN SARANA KOMUNIKASI DAN DISEMINASI INFORMASI 1.767.673.900.000 397.710.125.916 950.467.859 396.759.658.057 (1.370.914.241.943)
07 Program Penyelenggaraan Pos dan Informatika 1.767.673.900.000 397.710.125.916 950.467.859 396.759.658.057 (1.370.914.241.943)
059.06 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA 163.690.700.000 53.245.268.953 212.669.783 53.032.599.170 (110.658.100.830)
DAFTAR LRA - 203 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED ) DAFTAR 2.D
KODE BA
ESELON I
BA, ESELON I DAN PROGRAM ANGGARAN REALISASI BRUTO PENGEMBALIAN REALISASI NETTO REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
1 2 3 4 5 6 7
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
04 Program Penelitian dan Pengembangan SDM Kominfo 163.690.700.000 53.245.268.953 212.669.783 53.032.599.170 (110.658.100.830)
059.07 BADAN INFORMASI PUBLIK 171.165.700.000 40.387.005.986 17.038 40.386.988.948 (130.778.711.052)
09 Program Pengembangan Informasi dan Komunikasi Publik 171.165.700.000 40.387.005.986 17.038 40.386.988.948 (130.778.711.052)
060 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA 39.783.194.697.000 16.759.533.975.893 2.611.889.981 16.756.922.085.912 (23.026.272.611.088)
060.01 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA 39.783.194.697.000 16.759.533.975.893 2.611.889.981 16.756.922.085.912 (23.026.272.611.088)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Polri 22.236.554.094.000 11.369.539.771.186 1.524.340.912 11.368.015.430.274 (10.868.538.663.726)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Polri 5.415.491.773.000 978.900.495.237 25.297.718 978.875.197.519 (4.436.616.575.481)
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Polri 295.679.371.000 149.797.147.765 16.507.339 149.780.640.426 (145.898.730.574)
04 Program Penelitian dan Pengembangan Polri 15.852.190.000 5.935.819.682 - 5.935.819.682 (9.916.370.318)
05 Program Pendidikan dan Latihan Aparatur Polri 645.327.036.000 308.549.767.235 79.964.792 308.469.802.443 (336.857.233.557)
06 Program Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Polri 2.107.880.614.000 121.269.446.327 68.977.378 121.200.468.949 (1.986.680.145.051)
07 Program Pengembangan Strategi Keamanan dan Ketertiban 454.655.964.000 205.382.857.664 2.760.141 205.380.097.523 (249.275.866.477)
08 Program Kerjasama Keamanan dan Ketertiban 82.309.219.000 26.114.794.840 2.754.700 26.112.040.140 (56.197.178.860)
09 Program Pemberdayaan Potensi Keamanan 251.404.154.000 118.694.163.573 52.972.204 118.641.191.369 (132.762.962.631)
10 Program Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat 4.890.111.700.000 1.846.992.104.959 316.952.889 1.846.675.152.070 (3.043.436.547.930)
11 Program Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana 1.507.483.313.000 661.382.436.284 321.455.915 661.060.980.369 (846.422.332.631)
12 Program Penanggulangan Gangguan Keamanan Dalam Negeri Berkadar Tinggi 1.853.368.777.000 955.944.636.414 199.903.353 955.744.733.061 (897.624.043.939)
13 Program Pengembangan Hukum Kepolisian 27.076.492.000 11.030.534.727 2.640 11.030.532.087 (16.045.959.913)
063 BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN 1.104.078.050.000 222.117.837.161 952.526.835 221.165.310.326 (882.912.739.674)
063.01 BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN 1.104.078.050.000 222.117.837.161 952.526.835 221.165.310.326 (882.912.739.674)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BPOM 229.165.647.000 32.055.948.157 522.305.248 31.533.642.909 (197.632.004.091)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur BPOM 43.643.167.000 5.441.944.885 46.971.100 5.394.973.785 (38.248.193.215)
06 Program Pengawasan Obat dan Makanan 831.269.236.000 184.619.944.119 383.250.487 184.236.693.632 (647.032.542.368)
064 LEMBAGA KETAHANAN NASIONAL 193.086.042.000 40.844.851.710 26.230.217 40.818.621.493 (152.267.420.507)
064.01 LEMBAGA KETAHANAN NASIONAL RI 193.086.042.000 40.844.851.710 26.230.217 40.818.621.493 (152.267.420.507)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Lemhannas 133.611.042.000 31.800.211.122 381.141 31.799.829.981 (101.811.212.019)
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Lemhanas 2.750.000.000 371.964.550 407.400 371.557.150 (2.378.442.850)
06 Program Pengembangan Ketahanan Nasional 56.725.000.000 8.672.676.038 25.441.676 8.647.234.362 (48.077.765.638)
065 BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL 764.277.072.000 200.907.963.361 35.948.866 200.872.014.495 (563.405.057.505)
065.01 BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL 764.277.072.000 200.907.963.361 35.948.866 200.872.014.495 (563.405.057.505)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BKPM 216.790.972.000 52.173.738.069 35.438.866 52.138.299.203 (164.652.672.797)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur BKPM 46.308.200.000 2.117.543.350 - 2.117.543.350 (44.190.656.650)
06 Program Peningkatan Daya Saing Penanaman Modal 501.177.900.000 146.616.681.942 510.000 146.616.171.942 (354.561.728.058)
066 BADAN NARKOTIKA NASIONAL 970.821.800.000 212.054.039.361 118.019.248 211.936.020.113 (758.885.779.887)
066.01 PELAKSANA HARIAN BNN 970.821.800.000 212.054.039.361 118.019.248 211.936.020.113 (758.885.779.887)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BNN 189.300.217.000 44.974.085.762 33.497.696 44.940.588.066 (144.359.628.934)
06 Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) 781.521.583.000 167.079.953.599 84.066.117 166.995.887.482 (614.525.695.518)
00 Program Tidak Ada - 455.435 (455.435) (455.435)
067 KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL 1.018.296.071.000 125.774.411.572 4.457.900 125.769.953.672 (892.526.117.328)
067.01 KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL 1.018.296.071.000 125.774.411.572 4.457.900 125.769.953.672 (892.526.117.328)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya KPDT 127.193.201.000 26.311.573.782 3.250.900 26.308.322.882 (100.884.878.118)
06 Program Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal 891.102.870.000 99.462.837.790 1.207.000 99.461.630.790 (791.641.239.210)
068 BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL 2.593.734.243.000 1.203.868.894.271 205.522.429 1.203.663.371.842 (1.390.070.871.158)
DAFTAR LRA - 204 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED ) DAFTAR 2.D
KODE BA
ESELON I
BA, ESELON I DAN PROGRAM ANGGARAN REALISASI BRUTO PENGEMBALIAN REALISASI NETTO REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
1 2 3 4 5 6 7
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
068.01 BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL 2.593.734.243.000 1.203.868.894.271 205.522.429 1.203.663.371.842 (1.390.070.871.158)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BKKBN 134.825.670.000 58.237.885.019 5.774.503 58.232.110.516 (76.593.559.484)
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur BKKBN 6.300.000.000 1.893.413.300 - 1.893.413.300 (4.406.586.700)
04 Program Pelatihan dan Pengembangan BKKBN 88.044.000.000 49.721.026.243 - 49.721.026.243 (38.322.973.757)
06 Program Kependudukan dan KB 2.364.564.573.000 1.094.016.569.709 199.747.926 1.093.816.821.783 (1.270.747.751.217)
074 KOMISI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA 64.349.706.000 17.885.195.488 61.522.651 17.823.672.837 (46.526.033.163)
074.01 KOMISI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA 64.349.706.000 17.885.195.488 61.522.651 17.823.672.837 (46.526.033.163)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Komnas HAM 64.349.706.000 17.885.195.488 61.522.651 17.823.672.837 (46.526.033.163)
075 BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA 1.341.193.495.000 382.670.329.104 70.514.139 382.599.814.965 (958.593.680.035)
075.01 BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA 1.341.193.495.000 382.670.329.104 70.514.139 382.599.814.965 (958.593.680.035)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BMKG 268.000.000.000 99.899.202.969 18.697.931 99.880.505.038 (168.119.494.962)
06 Program Pengembangan dan Pembinaan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika 1.073.193.495.000 282.771.126.135 51.816.208 282.719.309.927 (790.474.185.073)
076 KOMISI PEMILIHAN UMUM 1.635.211.541.000 334.834.817.610 314.367.303 334.520.450.307 (1.300.691.090.693)
076.01 KOMISI PEMILIHAN UMUM 1.635.211.541.000 334.834.817.610 314.367.303 334.520.450.307 (1.300.691.090.693)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya KPU 1.132.211.541.000 312.120.677.104 281.193.075 311.839.484.029 (820.372.056.971)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur KPU 200.000.000.000 4.795.421.250 - 4.795.421.250 (195.204.578.750)
06 Program Penguatan Kelembagaan Demokrasi dan Perbaikan Proses Politik 303.000.000.000 17.918.719.256 33.174.228 17.885.545.028 (285.114.454.972)
077 MAHKAMAH KONSTITUSI RI 277.432.763.000 76.935.406.359 12.817.636 76.922.588.723 (200.510.174.277)
077.01 MAHKAMAH KONSTITUSI RI 277.432.763.000 76.935.406.359 12.817.636 76.922.588.723 (200.510.174.277)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Konstitusi RI 109.716.932.000 32.150.017.793 12.541.636 32.137.476.157 (77.579.455.843)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Mahkamah Konstitusi RI 64.000.000.000 8.716.993.056 - 8.716.993.056 (55.283.006.944)
06 Program Penanganan Perkara Konstitusi 59.999.541.000 22.317.484.550 276.000 22.317.208.550 (37.682.332.450)
07 Program Kesadaran Berkonstitusi 43.716.290.000 13.750.910.960 - 13.750.910.960 (29.965.379.040)
078 PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN 79.134.312.000 17.654.667.882 56.491.891 17.598.175.991 (61.536.136.009)
078.01 PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN 79.134.312.000 17.654.667.882 56.491.891 17.598.175.991 (61.536.136.009)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya PPATK 46.334.312.000 13.559.045.364 993.000 13.558.052.364 (32.776.259.636)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur PPATK 7.000.000.000 327.702.839 - 327.702.839 (6.672.297.161)
06 Program Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Pendanaan Terorisme 25.800.000.000 3.767.919.679 55.498.891 3.712.420.788 (22.087.579.212)
079 LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA 727.928.277.000 286.219.815.372 267.017.413 285.952.797.959 (441.975.479.041)
079.01 LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA 727.928.277.000 286.219.815.372 267.017.413 285.952.797.959 (441.975.479.041)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya LIPI 164.367.672.000 61.492.367.482 17.854.516 61.474.512.966 (102.893.159.034)
06 Program Penelitian, Penguasaan, dan Pemanfaatan Iptek 563.560.605.000 224.727.447.890 248.437.897 224.479.009.993 (339.081.595.007)
00 Program Tidak Ada - 725.000 (725.000) (725.000)
080 BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL 659.374.103.000 222.456.051.796 215.344.413 222.240.707.383 (437.133.395.617)
080.01 BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL 659.374.103.000 222.456.051.796 215.344.413 222.240.707.383 (437.133.395.617)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Batan 94.069.335.000 33.482.423.101 26.771.790 33.455.651.311 (60.613.683.689)
06 Program Penelitian Pengembangan dan Penerapan Energi Nuklir, Isotop dan Radiasi 565.304.768.000 188.973.628.695 188.572.623 188.785.056.072 (376.519.711.928)
081 BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI 851.620.351.000 340.318.298.107 367.581.481 339.950.716.626 (511.669.634.374)
081.01 BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI 851.620.351.000 340.318.298.107 367.581.481 339.950.716.626 (511.669.634.374)
01 Program Dukungan dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BPPT 322.220.215.000 136.747.368.823 358.752.881 136.388.615.942 (185.831.599.058)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur BPPT 250.000.000.000 134.653.793.809 - 134.653.793.809 (115.346.206.191)
06 Program Pengkajian dan Penerapan Teknologi 279.400.136.000 68.917.135.475 8.828.600 68.908.306.875 (210.491.829.125)
082 LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL 547.120.719.000 117.887.698.920 32.538.644 117.855.160.276 (429.265.558.724)
DAFTAR LRA - 205 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED ) DAFTAR 2.D
KODE BA
ESELON I
BA, ESELON I DAN PROGRAM ANGGARAN REALISASI BRUTO PENGEMBALIAN REALISASI NETTO REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
1 2 3 4 5 6 7
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
082.01 L A P A N 547.120.719.000 117.887.698.920 32.538.644 117.855.160.276 (429.265.558.724)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya LAPAN 91.696.839.000 24.983.438.484 4.857.880 24.978.580.604 (66.718.258.396)
06 Program Pengembangan Teknologi Penerbangan dan Antariksa 455.423.880.000 92.904.260.436 27.680.764 92.876.579.672 (362.547.300.328)
083 BADAN INFORMASI GEOSPASIAL 549.691.280.000 133.820.187.525 353.814.835 133.466.372.690 (416.224.907.310)
083.01 BADAN INFORMASI GEOSPASIAL 549.691.280.000 133.820.187.525 353.814.835 133.466.372.690 (416.224.907.310)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Bakosurtanal 113.522.880.000 40.563.534.520 27.907.528 40.535.626.992 (72.987.253.008)
06 Program Survei dan Pemetaan Nasional 436.168.400.000 93.256.653.005 325.907.307 92.930.745.698 (343.237.654.302)
084 BADAN STANDARISASI NASIONAL 97.996.537.000 33.702.190.183 14.162.846 33.688.027.337 (64.308.509.663)
084.01 BADAN STANDARISASI NASIONAL 97.996.537.000 33.702.190.183 14.162.846 33.688.027.337 (64.308.509.663)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BSN 36.320.975.000 19.151.636.903 8.458.646 19.143.178.257 (17.177.796.743)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur BSN 900.000.000 403.240.000 - 403.240.000 (496.760.000)
06 Program Pengembangan Standardisasi Nasional 60.775.562.000 14.147.313.280 5.704.200 14.141.609.080 (46.633.952.920)
085 BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR 84.217.867.000 30.265.073.327 150.399.343 30.114.673.984 (54.103.193.016)
085.01 BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR 84.217.867.000 30.265.073.327 150.399.343 30.114.673.984 (54.103.193.016)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BAPETEN 56.923.807.000 22.446.703.902 41.234.355 22.405.469.547 (34.518.337.453)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur BAPETEN 3.160.000.000 974.880.000 - 974.880.000 (2.185.120.000)
06 Program Pengawasan Pemanfaatan Tenaga Nuklir 24.134.060.000 6.843.489.425 109.164.988 6.734.324.437 (17.399.735.563)
086 LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA 243.332.942.000 74.840.885.897 21.557.219 74.819.328.678 (168.513.613.322)
086.01 LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA 243.332.942.000 74.840.885.897 21.557.219 74.819.328.678 (168.513.613.322)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya LAN 116.598.038.000 42.193.218.674 6.550.339 42.186.668.335 (74.411.369.665)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur LAN 23.500.000.000 299.402.700 1.140.000 298.262.700 (23.201.737.300)
06 Program Pengkajian Administrasi Negara dan Diklat Aparatur Negara 103.234.904.000 32.348.264.523 13.866.880 32.334.397.643 (70.900.506.357)
087 ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 152.778.989.000 42.797.907.744 120.295.558 42.677.612.186 (110.101.376.814)
087.01 ARSIP NASIONAL 152.778.989.000 42.797.907.744 120.295.558 42.677.612.186 (110.101.376.814)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Arsip Nasional Republik Indonesia 69.068.558.000 28.254.257.017 17.052.936 28.237.204.081 (40.831.353.919)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur ANRI 34.000.000.000 821.022.400 - 821.022.400 (33.178.977.600)
06 Program Penyelenggaraan Kearsipan Nasional 49.710.431.000 13.722.628.327 103.242.622 13.619.385.705 (36.091.045.295)
088 BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA 527.304.839.000 174.659.196.799 133.258.121 174.525.938.678 (352.778.900.322)
088.01 BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA 527.304.839.000 174.659.196.799 133.258.121 174.525.938.678 (352.778.900.322)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BKN 304.942.339.000 124.619.060.846 72.459.546 124.546.601.300 (180.395.737.700)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur BKN 110.070.000.000 4.703.401.604 - 4.703.401.604 (105.366.598.396)
06 Program Penyelenggaraan Manajemen Kepegawaian Negara 112.292.500.000 45.336.734.349 60.798.575 45.275.935.774 (67.016.564.226)
089 BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN 932.696.360.000 417.288.168.406 421.955.229 416.866.213.177 (515.830.146.823)
089.01 BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN 932.696.360.000 417.288.168.406 421.955.229 416.866.213.177 (515.830.146.823)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BPKP 709.323.960.000 342.215.323.749 257.042.629 341.958.281.120 (367.365.678.880)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur - BPKP 42.300.000.000 15.824.334.094 - 15.824.334.094 (26.475.665.906)
06 Program Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan Negara dan Pembinaan Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern
Pemerintah
181.072.400.000 59.248.510.563 164.912.600 59.083.597.963 (121.988.802.037)
090 KEMENTERIAN PERDAGANGAN 2.401.657.515.000 511.862.991.089 400.410.055 511.462.581.034 (1.890.194.933.966)
090.01 SEKRETARIAT JENDERAL 551.109.041.000 137.281.866.368 58.792.575 137.223.073.793 (413.885.967.207)
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Perdagangan 502.754.641.000 126.198.517.426 58.792.575 126.139.724.851 (376.614.916.149)
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Perdagangan 48.354.400.000 11.083.348.942 - 11.083.348.942 (37.271.051.058)
090.02 DIREKTORAT JENDERAL PERDAGANGAN DALAM NEGERI 747.857.797.000 123.514.093.628 83.465.777 123.430.627.851 (624.427.169.149)
DAFTAR LRA - 206 -
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I TAHUN 2012 (UNAUDITED ) DAFTAR 2.D
KODE BA
ESELON I
BA, ESELON I DAN PROGRAM ANGGARAN REALISASI BRUTO PENGEMBALIAN REALISASI NETTO REALISASI DI ATAS
(DI BAWAH) ANGGARAN
1 2 3 4 5 6 7
LAPORAN REALISASI ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT
MENURUT BA, ESELON I DAN PROGRAM
SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2012
(Dalam Rupiah)
09 Program Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri 747.857.797.000 123.514.093.628 83.465.777 123.430.627.851 (624.427.169.149)
090.03 DIREKTORAT JENDERAL PERDAGANGAN LUAR NEGERI 194.097.379.000 54.016.314.434 105.264.328 53.911.050.106 (140.186.328.894)
07 Program Peningkatan Perdagangan Luar Negeri 194.097.379.000 54.016.314.434 105.264.328 53.911.050.106 (140.186.328.894)
090.04 DIREKTORAT JENDERAL KERJASAMA PERDAGANGAN INTERNASIONAL 121.447.625.000 31.638.500.913 16.952.647 31.621.548.266 (89.826.076.734)
08 Program Peningkatan Kerja Sama Perdagangan Internasional 121.447.625.000 31.638.500.913 16.952.647 31.621.548.266 (89.826.076.734)
090.05 INSPEKTORAT JENDERAL 39.540.000.000 10.064.559.748 11.191.224 10.053.368.524 (29.486.631.476)
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Perdagangan 39.540.000.000 10.064.559.748 11.191.224 10.053.368.524 (29.486.631.476)
090.06 DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN EKSPOR NASIONAL 349.573.015.000 63.061.950.230 13.719.959 63.048.230.271 (286.524.784.729)
06 Program Pengembangan Ekspor 349.573.015.000 63.061.950.230 13.719.959 63.048.230.271 (286.524.784.729)
090.07 BADAN PENGAWAS PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI 110.000.000.000 19.973.279.028 7.736 19.973.271.292 (90.026.728.708)
10 Program Peningkatan Efisiensi Pasar Komoditi 110.000.000.000 19.973.279.028 7.736 19.973.271.292 (90.026.728.708)
090.08 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERDAGANGAN 74.456.000.000 22.065.311.250 11.129.366 22.054.181.884 (52.401.818.116)
04 Program Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Perdagangan 74.456.000.000 22.065.311.250 11.129.366 22.054.181.884 (52.401.818.116)
090.09 DIREKTORAT JENDERAL STANDARDISASI DAN PERLINDUNGAN KONSUMEN 213.576.658.000 50.247.115.490 99.886.443 50.147.229.047 (163.429.428.953)
11 Program Peningkatan Perlindungan Konsumen 213.576.658.000 50.247.115.490 99.886.443 50.147.229.047 (163.429.428.953)
091 KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT 4.604.103.610.000 108.971.973.252 14.089.728 108.957.883.524 (4.495.145.726.476)
091.01 KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT 4.604.103.610.000 108.971.973.252 14.089.728 108.957.883.524 (4.495.145.726.476)
01 Program Dukungan Manajemen dan