Anda di halaman 1dari 2

Lymphadenopahty Lymphadenopathy dapat merupakan tanda atau gejala dari penyakit seorang pasien.

Lymphadenopahty dapat merupakan temuan dalam batas normal atau memerlukan pemeriksaan lebih lanjut bahkan biopsi. Pada anak kecil dan dewasa muda dapat teraba limfonodus submandibula dengan konsistensi lunak dan datar dengan ukuran < 1 cm. Pada orang dewasa limfonodus inguinal dengan ukuran 2 cm dianggap normal. Pendekatan pada pasien dengan Lymphadenopathy Lymphadenopathy dapat merupakan manifestasi primer atau sekunder dari berbagai kelainan. Lebih dari 2/3 pasien dengan limfadenopati memiliki kelainan saluran napas atas (virus atau bakteri) atau kelainan dengan penyebab yang tidak spesifik dan kurang dari 1% memiliki keganasan (limphoma atau adenokarsinoma metastatis). Pada pasien dengan limfadenopati benigna, 63% penyebabnya tidak spesifik (tidak ditemukan agen penyebab) dan sisanya paling umum disebabkan infeksi mononukleosis, toksoplasmosis atau tuberkulosis. Pemeriksaan Klinis Dalam mencari penyebab limfadenopati, diperlukan riwayat anamnesis yang lengkap, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium dan terkadang biopsi nodus limfa. Identitas pasien meliputi usia, pekerjaan, pajanan terhadap hewan peliaharan, kebiasaan seksual dan penggunaan obat seperti diphenylhydantoin merupakan bagian penting. Anamnesis harus meliputi kapan limfadenopati terjadi. Gejala seperti nyeri tenggorokan, batuk, demam, keringat malam, lelah, penurunan berat badan atua nyeri pada nodus harus diperhatikan. Pada pemeriksaan fisik sangat penting untuk melihat penyebaran limfadenopati (lokalis atau generalisata), ukuran nodus, tekstur, nyeri pada nodus, tanda peradangan pada nodus, lesi kulit dan splenomegali. Pemeriksaan THT diperlukan pada pasien dengan adenopathy servikal dan riwayat konsumsi rokok. Adenopathy lokalis atau regional adalah adenopathy yang melibatkan satu area anatomi. Adenopathy generalisata, jika 3 atau lebih nodus limfa pada area berbeda. Lymphadenopathy generalisata sering berhubungan dengna kelainan nonmalignan seperti infeksi mononukleosis (EBV atau CMV), toksoplasmosis, AIDS, infeksi virus lainnya, SLE dan kelainan jaringan ikat. Leukemia limfositik akut dan kronik dan limfoma maligna juga dapat menyebabkan adenopathy generalisata pada orang dewasa. Lokasi adenopati dapat memberikan petunjuk tentang penyebab. Adenopati oksipital menandakan infeksi di daerah kulit kepala, adenopati preaurikular sering terjadi pada konjungtivitis. Tempat paling sering yang mengalami adenopati adalah di leher, dan penyebab benigna tersering adalah infeksi saluran napas atas, lesi dental atau oral, infeksi mononukleosis atau infeksi virus, sedangkan penyebab maligna tersering meliputi metastasis

dari kepala, leher, payudara, paru-paru dan tiroid. Pembesaran nodus suprakalvikula dan skalinus selalu abnormal. Nodus pada daerah ini menyerap dari regio paru dan retroperitoneal, menandakan limfoma, keganasan lain ataupun infeksi dari daerah-daerah tersebut. Nodus Virchow merupakan pembesaran nodus supraklavikula sinistra yang diinfiltrasi metastasis kanker dari saluran cerna. Metastasis dari nodus suprakalvikula juga dapat dari paru-paru, payudara, testis, dan kanker ovarium. Tuberkulosis, sarkoidosis dan toksoplasmosis merupakan penyebab non-malignan pada adenopati supraklavikula. Axila adenopati biasa akibat cedera atau infeksi lokal dari ekstremitas atas ipsilateral. Penyebab keganasan meliputi melanoma atau limfoma dan pada wanita kanker payudara. Limfadenopati inguinal biasa terjadi sekuner akibat infeksi atau trauma pada ekstremitas bawah dan dapat menyertai pada penyakit menular seksual seperti limfogranulosa venerum, sifilis primer, herpes genital atau chancroid. Nodus ini juga dapat terjadi akibat limfoma, metastatis kanker dari lesi primer pada rektum, genitalia atau ekstremitas bawah (melanoma). Ukuran dan tekstur nodus limfa dan keberadaan rasa nyeri merupakan parameter dalam mengevaluasi limfadenopati. Nodus < 1,0 cm2 hampir selalu benigna. Pada biopsi dengan ukuran >2 cm, sering merupakan keganasan atau penyakit granulomatosa. Tektur dari nodus limfa dapat dideskripsikan sebagai lembut, keras, kenyal, lunak, nyeri, terfiksasi dan nyeri. Nyeri ditemukan jika kapsula pada nodus membesar secara cepat, biasa diakibatkan oleh proses inflamasi. Beberapa keganasan seperti leukemia akut dapat menyebabkan pembesaran secara cepat dan nyeri pada nodus. Nodus akibat metastasis kanker biasanya keras, tidak nyeri dan tidak dapat digerakkan karena terfiksasi oleh jaringan sekitarnya.