P. 1
Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan

Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan

|Views: 87|Likes:
Dipublikasikan oleh Kenaz Fauzie

More info:

Published by: Kenaz Fauzie on Sep 20, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2012

pdf

text

original

PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PEMULIHAN (PMT-P

)
1. Tujuan : Sebagai acuan dalam pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan bagi balita gizi buruk dan balita sangat kurus 2. Ruang Lingkup Petunjuk pelaksanaan pemberian makanan tambahan pemulihan bagi balita gizi buruk dan balita sangat kurus 3. Uraian Umum : Balita dengan status gizi buruk berdasarkan indeks berat badan menurut umur standart WHO 2005, Z skornya menunjukan <-3 SD atau ada tanda klinis marasmus,kwashiorkor, marasmickwashiorkor, diusulkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang untuk mendapatkan PMT Pemulihan. Usulan tersebut divalidasi sehingga diperoleh data gizi buruk yang akurat. Berdasarkan data gizi buruk tersebut dibuatkan alokasi untuk masing-masing Puskesmas sesuai dengan ketersediaan paket PMT Pemulihan di Dinas Kesehatan yang bersumber dana dari APBD II. Selanjutnya Puskesmas mengambil paket PMT Pemulihan tersebut ke Dinas Kesehatan dan mendistribusikannya ke PPD sesuai jumlah alokasi PMT yang tersedia. Balita yang memiliki kartu Jamkesmas mendapatkan PMT Pemulihan dari sumber dana Jamkesmas. Paket PMT tersebut diberikan ke sasaran setiap 10 hari sekali dan dilakukan monitoring dan evaluasi mengenai BB, TB/PB, daya terima dan permasalahan yang ada. Hasil kegiatan dilaporkan oleh PPD ke Puskesmas setipa bulan dan dari Puskesmas dikirim ke Dinas Kesehatan juga setiap bulan. 4. Ketrampilan Petugas Nutrisionis 5. Instruksi Kerja : Instruksi Kerja Petugas 1. Petugas gizi Puskesmas mengirimkan data balita gizi buruk setelah dilakukan validasi terlebih dahulu ke dinas kesehatan kabupaten Lumajang 2. Data balita gizi buruk yang masuk ke dinas kesehatan kabupaten Lumajang dilakukan validasi ulang. 3. Jika data balita gizi buruk sudah valid dan benar maka akan diusulkan untuk mendapatkan PMT Pemulihan 4. Dilakukan crosscek antara data balita gizi buruk dan ketersediaan PMT pemulihan yang ada, kemudian dilakukan prioritas bagi balita penerima PMT 5. Setelah itu dibuat surat alokasi tiap puskesmas, dan puskesmas mengambil bahan PMT pemulihan ke dinas kesehatan sesuai alokasi. 6. Puskesmas memberikan bahan PMT Pemulihan kepada Petugas Pembina Desa (PPD) sesuai alokasi balita terpilih

7. 2. Untuk balita gakin jamkesmas mendapatkan bahan PMT P daridana jamkesmas Puskesmas yang diberikan dalam bentuk uang kepada PPD untuk diblikan bahan PMT Pemulihan sesuai dengan daya terima balita. Data balita penerima PMT Pemulihan . daya terima dan permasalahan yang ada. 11. satu untuk PPD satu lagi utk Arsip 10. dari hasil analisa tersebut Dinas kesehatan membuat umpan balik ke puskesmas tentang tingkat keberhasilan pelaksanaan PMT pemulihan 6. Rekaman Mutu 1. Indikator Kinerja : 1. Dinas kesehatan melakukan rekapitulasi dan melakukan analisa tingkat keberhasilan pelaksanaan PMT Pemulihan tiap puskesmas ataupun tingkat kabupaten 13. PPD melaporkan hasil perkembangan status gizi balita penerima PMT P ke puksesmas setiap satu bulan sekali. PPD memberikan kepada balita terpilih settiap 10 hari sambil ditimbang berat badan dan diukur tinggi/panjang badannya. Bahan PMT Pemulihan diberikan kepada sasaran yang tepat yaitu balita gizi buruk/sangat kurus dan daya terima tinggi. Kartu monitoring dibuat rangkap 3. Laporan PMT Pemulihan yang akurat dan tepat waktu 7. 9. Puskesmas merekap hasil perkembangan status gizi balita penerima PMT Pemulihan dan melaporkan dalam bentuk laporan tiap/per nama ke Dinas Kesehatan setiap satu bulan sekali 12. dimana satu diberikan pada ibu balita terpilih. PPD mengisi kartu monitoring PMT pemulihan sesuai dengan kondisi balita. Adanya peningkatan status gizi balita penerima PMT Pemulihan 3. 8.

Laporan perkembangan status gizi balita penerima PMT Pemulihan 3.2 Depkes RI. Pedoman Tata Laksana Gizi Buruk.com/pelayanan/konseling . PMT Penyuluhan Pelayanan PMT Penyuluhan adalah suatu kegiatan pemberian zat gizi dalam bentuk bahan makanan dengan kandungan zat gizi yang terukur.2.1. yang berasal dari luar keluarga. Tingkat keberhasilan PMT Pemulihan Referensi : 8. Depkes RI. Pedoman Pelaksanaan Pendistribusian dan pengelolaan MP-ASI.2005 8. Depkes RI. http://bbkpmska. 2007 4.Depkes RI.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->