Anda di halaman 1dari 10

Pembuatan Kelas Lereng (ArcView)

By GISfreak, on March 10th, 2011 Slope; Fungsi Slope mengindikasikan tingkat kemiringan dari sebuah permukaan (surface). Slope mengidentifikasikan laju maksimum dari perubahan nilai dari sebuah sel dibandingkan dengan nilai sel disekelilingnya (neighbor cells). Dalam analisis surface, keluaran dari perhitungan slope dapat dalam bentuk persen slope atau derajat slope. Lihat Gambar berikut.

Beberapa aplikasi slope: * Menentukan area datar yang cocok untuk lahan-lahan pertanian/perkebunan. * Menentukan area-area yang mempunyai risiko erosi paling tinggi. Menu choice: Derive Slope Tahapan dalam membuat kelas lereng (Derive slope) adalah sebagai berikut : * Buka software ArcView, akan terlihat tampilan kotak dialog Welcome to ArcView GIS dan pilih with a new View kemudian klik OK maka akan terlihat tampilan kotak dialog Add Data sebagai berikut dan kita klik YES

Setelah kita mengklik YES, maka akan menampilkan kotak dialog Add Theme, yang mana layer yang akan ditampilkan disimpan di Drive mana? Dan Folder apa? Begitu juga nama layer apa?, untuk kali ini layer contoh yang digunakan adalah Areal HPH PT. ITCI yang berada di Provinsi Kalimantan Timur dengan nama layer KON_G5 dengan memilih arc.

Setelah kita memilih layer yang akan ditampilkan untuk pembuatan kelas lereng, maka akan terlihat dalam kotak dialog ArcView GIS 3.x dalam View1 menampilkan Garis kontur.

Sebelum melanjutkan pembuatan TIN, karena kita menggunakan koordinat UTM terlebih dahulu masukan Map Unit : Meters dan Distance Units : Meter seperti terlihat dalam kotak dialog berikut :

Setelah merubah kotak dialog View Properties, maka langkah selanjutnya adalah mengaktifkan extension : 3D-Analyst, Spatial Analyst dan Xtools Extension seperti terlihat pada kotak dialog berikut:

Untuk mengetahui apakah extension yang kita masukan aktif atau tidak, bisa dilihat dalam kotak dialog ArcView GIS 3.2 sebegai berikut :

Sebelum melangkah tahap pembuatan kelas lereng terlebih dahulu membuat TIN (Triangulasi Irreguler Network) adalah model data vektor yang berbasiskan topologi yang digunakan untuk mempresentasikan data permukaan bumi. TIN menyajikan model permukaan sebagai sekumpulan bidang-bidang kecil yang berbentuk segitiga yang saling terhubung. Informasi koordinat horizontal (x,y) dan vertikal (z) untuk setiap titik yang terdapat di dalam jaringan TIN (yang kemudian dijadikan sebagai node) dikodekan ke dalam bentuk-bentuk tabel.

Pilih menu Surface dilanjutkan dengan memilih Create TIN from Feature setelah muncul kotak dialog Create new TIN kemudian dalam Height source pilih Tinggi dimana field tinggi ini yaitu garis tinggi dalam kontur atau elevasi, dilanjutkan dengan mengklik OK dapat dilihat pada Gambar berikut ini

Setelah melakukan eksekusi dengan menekan tombol OK, maka akan keluar kotak dialog Output TIN Name silahkan simpan nama TIN di drive dan folder yang telah anda buat dengan nama CRTIN-ITCI

Setelah anda menyimpan nama TIN, maka akan terlihat tampilan 3D dimana disitu ditampilkan ketinggian tempat Areal HPH PT. ITCI dengan kisaran antara 50 mdpl paling rendah diberi warna hijau dan paling tinggi 700 mdpl diberi warna putih, dimana warna ini bias dirubah sesuai dengan keinginan anda. Tetapi secara default tampilan yang alami yaitu yang pertama kali muncul pada waktu membuat TIN.

Setelah mendapatkan TIN, maka langkah selanjutnya adalah membuat kelerengan Derive slope. Untuk membuat kelas lereng ini klik menu Surface kemudian klik Derive Slope, maka akan muncul kotak dialog Output Grid Specification dimana isi dalam kotak dialog ini adalah Output Grid Extent : Same As Crtin-itci dan Output Grid Cell Size : 30 (nilai ini adalah dalam 1 pixel adalah lebar dan panjangnya adalah 30 meter tergantung keperluan anda tidak mesti harus 30 m, tapi untuk contoh kali ini kita menggunakan 30 meter), waktu kita masukan nilai 30, kemudian ENTER secara otomatis Number of Row : 2526 dan Number of Columns : 1802. Semakin besar kita masukan output Grid Cell Size, maka number of row dan number of column semakin kecil. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar berikut ini.

Lakukan eksekusi dengan meng-klik tombol OK, maka akan tampil kelas lereng dalam satuan (%) dengan kisaran 0 % ~ 88.68% seperti terlihat pada Gambar berikut ini.

* Setelah mendapatkan layer kelas lereng, kemudian kita bagi menjadi 5 kelas sesuai dengan kebutuhan, maka untuk contoh kali ini akan membuat kelas lereng dengan interval sebagai berikut : KELAS LERENG <8 8 ~ 15 15 ~ 25 25 ~ 40 > 40 * Tahapan selanjutnya adalah pilih menu Analysis kemudian Reclassify maka akan muncul kotak dialog Reclassify Values dan klik Classify tujuannya adalah untuk membagi menjadi 5 kelas, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar berikut ini.

Setelah kita masukkan Number of Classes : 5, maka untuk eksekusinya klik OK, maka akana muncull kotak dialog Reclassify values, masukan secara manual dalam kolom Old Values interval kelas lereng, seperti terlihat pada Gambar berikut ini.

Setelah kita mengeksekusi dengan klik OK kemudian masukan interval kelas lereng, dimana dalam tabel tercantum < 8 maka disini tetap harus dimasukkan 0-8 dan untuk > 40 tetap harus dimasukkan 40-88.68 dimana nilai 88.68 adalah kelas lereng paling tinggi dalam areal HPH PT. ITCI, beda lagi kalau kita membuat kelas lereng misalnya daerah kabupaten Bogor dsb. Setelah memasukkan interval 40-88.68 sebelum memilik OK terlebih dahulu klik No Data kemudian baru klik OK seperti terlihat pada gambar, tujuannya agar number of classes : 5 tidak berubah menjadi 9 kelas. Setelah kita melakukan eksekusi dengan klik OK, maka akan terlihat gambar sebagai berikut:

* Setelah kita mendapatkan kelas lereng menjadi 5 kelas, maka langkah selanjutnya adalah mengkonversi dari format Raster (grid) ke format Vektor, tujuannya adalah agar bisa dihitung luasnya per kelas lereng harus dalam format vector. * Adapun tahapan untuk mengkonversi dari grid ke vector adalah : pilih menu Theme

kemudian pilih Convert to Shapefile selanjutnya simpan Drive dan Folder yang telah dibuat sebelumnya dengan nama layer/file Kelas_Lereng_ITCI, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Setelah kita melakukan eksekusi dengan memilik/klik OK, mungkin ada kendala atau pesan Error, maka solusinya adalah melakukan ulang Convert to Shapefile dengan nama file persis sama kemudian nanati ada Replace kita pilih aja YES, maka akan bertambah layer baru dalam format vector dengan nama file/layer Kelas_Lereng_ITCI, seperti terlihat pada Gambar berikut ini.

Untuk merubah attribute gridcode, maka aktifkan layer Kelas_Lereng_ITCI seperti terlihat pada gambar di atas. Selanjutnya klik ikon Open Theme Table untuk membuka Table attributenya seperti terlihat pada gambar berikut ini adalah ikon Open Thme Table.