P. 1
MAKALAH KETERAMPILAN DASAR PRAKTIK KLINIK PEMASANGAN INFUS PADA KLIEN Ny.”E” DENGAN GASTRITIS AKUT DEHIDRASI

MAKALAH KETERAMPILAN DASAR PRAKTIK KLINIK PEMASANGAN INFUS PADA KLIEN Ny.”E” DENGAN GASTRITIS AKUT DEHIDRASI

|Views: 2,561|Likes:
Dipublikasikan oleh ukht marutu
Kebutuhan cairan merupakan bagian dari kebutuhan dasar manusia. Secara fisiologis, yang memiliki proporsi besar dalam bagian tubuh, hampir 90% dari total berat badan tubuh, sementara itu sisanya merupakan bagian padat dari tubuh manusia. Secara klinis, tujuan utama pemberian infus adalah untuk mempertahankan keseimbangan intake dan output cairan, serta meningkatkan cairan elektrolit dan asam basa(1)
Kebutuhan cairan merupakan bagian dari kebutuhan dasar manusia. Secara fisiologis, yang memiliki proporsi besar dalam bagian tubuh, hampir 90% dari total berat badan tubuh, sementara itu sisanya merupakan bagian padat dari tubuh manusia. Secara klinis, tujuan utama pemberian infus adalah untuk mempertahankan keseimbangan intake dan output cairan, serta meningkatkan cairan elektrolit dan asam basa(1)

More info:

Published by: ukht marutu on Sep 21, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

MAKALAH KETERAMPILAN DASAR PRAKTIK KLINIK PEMASANGAN INFUS PADA KLIEN Ny.

”E” DENGAN GASTRITIS AKUT DEHIDRASI DI IRD RSUD PALEMBANG BARI

DISUSUN OLEH KELOMPOK I AAM CITRIDA PRAMITA ARI KUNCORO A. THERESIA AULIA DWI NATALIA DELLA ROSALIA (PO.71.20.1.06.041) (PO.71.20.1.06.042) (PO.71.20.1.06.043) (PO.71.20.1.06.044) (PO.71.20.1.06.045)

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLTEKKES DEPKES PALEMBANG PRODI KEPERAWATAN 2006/2007

VISI DAN MISI RSUD PALEMBANG BARI
VISI: Terwujudnya Pelayanan Kesehatan yang Prima di RSUD Palembang BARI Menuju Rumah Sakit Tipe B Pendidikan dan Palembang Sehat 2008.

MISI: 1. 2. 3. 4. .Melaksanakan Pelayanan Kesehatan yang Prima sesuai dengan Standar Profesi,Standar Keperawatan dan Standar Administrasi. Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang Profesional. Mengembangkan Sarana dan Prasarana yang Canggih berteknologi tinggi. Menjadikan RSUD Palembang BARI sebagai tempat pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kesehatan.

Motto: “ANDA SEMBUH KAMI PUAS” ‘ANDA PUAS KAMI BAHAGIA” SEMOGA LEKAS SEMBUH

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya kita masih diberikan kesehatan sehingga dapat menyelesaikan makalah dengan judul “ Keterampilan Dasar Praktek Klinik Pemasangan Infus Pada Ny”E” dengan Gastritis Akut Dehidrasi di IRD RSUD Palembang BARI”. Makalah ini merupakan syarat untuk menyelesaikan Praktik Klinik Keperawatan Mahasiswa Prodi Keperawatan Poltekkes Depkes Palembang Tahun Ajaran 2006-2007. Dalam pembuatan makalah ini kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu. Oleh karena itu dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada: 1. 2. 3. Sulaiman, S.Pd., M.Pd selaku Ketua Jurusan Poltekkes Depkes Prodi Keperawatan Palembang Drs. H. M.Nasir A. Hamid, S.Pd selaku Ketua Prodi Jurusan Keperawatan Palembang Dr.Hj.Indah Puspita HA, MARS. selaku Direktur RSUD Palembang BARI. 4. 5. Dr. H. Gandi Zaihan, SpA, MARS selaku Wakil Direktur RSUD Palembang BARI. Hj. Marija, SKM selaku PLT sekretaris RSUD Palembang BARI 6. 7. 8. Yulia Surie, S.Pd. M.Kes selaku Kasubbag Diklat dan Litbang RSUD Palembang BARI Wiwik Supriantini, S.Kp, M.Kes selaku Kabid Keperawatan RSUD Palembang BARI Ns. Sulkan, S.Kp selaku Koordinator Praktik Klinik Subbag Diklat dan Litbag RSUD Palembang BARI

9. 10. 11. 12. 13.

Dr. Hj. Halimah selaku Kepala Instalasi Gawat Darurat dan Narasumber RSUD Palembang BARI Eva Susanti,SKM selaku Pembimbing Klinik di IRD (Instalasi Rawat Darurat ) RSUD Palembang BARI Hj. Lilis Suryani, S.Pd, selaku Koordinator Praktek Klinik Diklat RSUD Palembang BARI Seluruh Staf di IRD ( Instalasi Rawat Darurat ) atas dukungan dan bimbingan dalam penyusunan makalah ini

Seluruh Staf dan Tenaga Medis RSUD Palembang BARI 14. 15. Seluruh Dosen Pengajar dan Staf Administrasi Prodi Keperawatan poltekkes Depkes Pelembang Semua pihak yang telah memberikan bantuan sehingga Makalah Seminar Praktik Klinik ini dapat kami selesaikan Penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan dalam pembuatan makalah ini. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya sangat membangun untuk perbaikan dimasa yang akan datang. Kami berharap makalah ini dapat berharap makalah ini dapat bagi kita semua.

Palembang,

Juni 2007

Penulis

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kebutuhan cairan merupakan bagian dari kebutuhan dasar manusia. Secara fisiologis, yang memiliki proporsi besar dalam bagian tubuh, hampir 90% dari total berat badan tubuh, sementara itu sisanya merupakan bagian padat dari tubuh manusia. Secara klinis, tujuan utama pemberian infus adalah untuk mempertahankan keseimbangan intake dan output cairan, serta meningkatkan cairan elektrolit dan asam basa(1) Pengobatan pada Ny “E” diantaranya adalah dengan cara penggantian cairan tubuh melalui infus, untuk mempertahankan keadaan umum pasien yang mengalami penurunan nafsu makan sehingga asupan makanan dan cairan menjadi menurun. Kita juga harus mengobservasi keadaan umum pasien, apakah ada tandatanda odema, rasa haus yang berlebihan atau dehidrasi, dan yang perlu dipertanyakan, tindakan apa yang akan anda lakukan untuk mengatasi masalah dalam pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit. Persentase jumlah cairan tubuh bervariasi bergantung pada faktor usia seseorang, lemak dalam tubuh dan jenis kelamin. Jika lemak tubuh sedikit, maka cairan dalam tubuh pun lebih besar. Gangguan masalah dari kebutuhan elektrolit adalah hipokalsemia dan hiperkalsemia. Hipokalsemia merupakan kekurangan kadar kalsium dalam darah yang disebabkan oleh pengangkutan kelenjar gondok atau kehilangan sejumlah kalsium, sedangkan hiperkalsemia merupakan suatu keadaan kelebihan kadar kalsium dalam darah yang dapat terjadi pada pasien yang mengalami pengangkatan kelenjar. Dari hasil pengamatan kami di Instalasi Rawat Darurat RSUD Palembang BARI, pemberian terapi infus sangat membantu pasien yang kehilangan sejumlah cairan dan elektrolit, pada pasien yang istirahat di tempat tidur memerlukan kalori setiap hari yang dapat diberikan melalui terapi infus, misalnya cairan nutrient yang

terdiri dari karbohidrat (dektrose), asam amino (amigen), lemak (lipomu dan liposyn). B. Tujuan Penulisan Tujuan umum Mahasiswa mampu melakukan prosedur pemasangan infus sesuai dengan prosedur pemasangan infus. Tujuan khusus - Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar pemasangan infus - Mahasiswa mengetahui prosedur pemasangan infus - Mahasiwa mampu melakukan prosedur pemasangan infus C. Waktu Pemasangan infus pada pasien Ny “E” dengan diagnosa “ Gastritis Akut Dehidrasi “ Pada hari rabu tanggal 15 Juni 2007 pukul 08.00 WIB D. Tempat Pemasangan infus pada Ny “E” dengan diagnosa “ Gastritis Akut Dehidrasi” dilakukan di Instalasi Rawat Darurat RSUD Palembang BARI

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA A. Profil RSUD Palembang BARI RSUD Palembang BARI dibangun dengan nama Poliklinik/Puskesmas Panca Usaha tahun 1994 dengan mulai dibangunya poliklinik-poliklinik, kantor dan alatalat yang masih sangat sederhana pada tanggal 19 Juni 1995 diresmikan menjadi RSUD Palembang BARI dengan SK Depkes Nomor 1326/Menkes/SK/XI/1997 tanggal 10 November 1997 ditetapkan menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Kelas C, dengan status milik PEMDA Kota Palembang. RSUD Palembang BARI terletak di Kecamatan Seberang Ulu 1 Jln. Panca Usaha No.1 Kelurahan 5 Ulu Darat. Bangunan berada 800 m dari jalan raya Jurusan Kertapati, jalan menuju Rumah Sakit selebar 6m yang saat ini dirasakan sangat sempit, tepi jalan masih rawa-rawa yang tersebar di sekitar rumah-rumah penduduk yang kurang teratur. Sejak Januari 2001 dibangun jalan alternatif dari jalan Jakabaring menuju RSUD Palembang BARI yang bisa langsung kekantor KORPRI Kota Palembang BARI yang luasnya 45.605 m dan hampir 100% merupakan rawa-rawa yang kedalaman airnya mencapai 50-150 cm, keadaan ini mempengaruhi pengembangan rumah sakit, karena itu untuk pembangunannya harus didahului dengan penimbunan dan juga sulit menjaga kebersihannya. Dari luas tanah yang 4,5 Ha ditimbun 40% dan diatasnya sudah dibangun beberapa gedung untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Untuk sementara ini RSUD Palembang BARI menerima dari seberang ulu dan menerima rujukan dari 9 puskesmas, 12 puskesmas pembantu serta dokter dan bidan praktek swasta. Selain itu RSUD Palembang BARI juga menerima rujukan dari puskesmas-puskesmas yang berada di Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Musi Banyuasin. mengingat transportasi lebih cepat dari RSUD Palembang BARI daripada RSUD Kaya Agung dan Prabumilih maupun Sekayu.

Dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat RSUD Palembang BARI mempunyai pelayanan- pelayanan sebagai berikut: 1. Pelayanan Rawat Jalan a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. i. Poliklinik Spesialais Bedah Poliklinik Penyakit Dalam Poliklinik Kebidanan dan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Poliklinik Spesialis Anak Poliklinik Spesialis THT Poliklinik Spesialis Mata Poliklinik Spesialis Kulit dan Kelamin Poliklinik Gigi Poliklinik Akupuntur Poliklinik Fisiologi Poliklinik Fisioterapi Instalasi Rawat Darurat a. b. Pelayanan Rawat Inap Umum yang meliputi penyakit dalam, Pelayanan Rawat Inap Kebidanan dan Penyakit Kandungan dan

2. Pelayanan Rawat Inap mata,THT, dan kulit Keluarga Berencana c. Pelayanan Rawat Inap Bedah d. Pelayanan Rawat Inap Penyakit Anak e. Pelayanan Rawat Inap Neonatus f. Pelayanan Rawat Inap VIP

3. Pelayanan Penunjang a. Instalasi Laboratorium Klinik

b. Instalasi Radiologi c. Instalasi Bedah Sentral dan Recovery Room (RR) d. Instalasi Gizi e. Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit f. Instalasi Farmasi (Apotek) Kemudahan- Kemudahan di RSUD Palembang BARI a. Pelayanan Rawat Darurat b. Poliklinik Pelayanan Poli Spesialis (di layani langsung oleh Dokter spesialis) c. Pelayanan Rawat cInap Tanpa uang muka 4. Pelayanan Administrasi a. b. c. Keuangan Kasir Asuransi Kesehatan

Sejarah Pemegang Jabatan Direktur Nama-nama dokter/direktur RSUD Palembang BARI sejak diresmikan: a. b. c. d. Tahun 1986 sampai dengan 1995 : dr. Jane Lidya Titahelu sebagai kepala Poliklinik/ puskesmas Panca Usaha Tanggal 1Juni 1995 sampai dengan Juli 2000 :dr. Eddy Zarkaty Monasir SpOG sebagai direktur RSUD Palembang BARI. Bulan Juli 2000 sampai dengan November 2000 pelaksana tugas : dr.H. Dachlan Abbas, SpB Bulan Desenber 2000 sampai dengan Februari 2001 pelaksana tugas : dr. M. Faisal Soleh,SpPD.

e.

Tanggal 14 November 2000 sampai sekarang :dr. Hj. Indah Puspita, HA, MARS. Sebagai direktur RSUD Palembang BARI

BAB III

TINJAUAN TEORI

A.

Pengertian Gastritis adalah inflamasi dari mukosa lambung. Gambaran klinis yang ditemukan berupa dispepsia dan indigesti. Berdasarkan pemeriksaan endoskopi ditemukan eritema mukosa, sedangkan hasil foto memperlihatkan irregulasi mukosa. Gastritis terbagi 2 yaitu : 1. Gastritis akut Merupakan kelainan klinis akut yang jelas penyebabnya dengan tanda dan gejala yang khas. Biasanya ditemukan sel inflamasi akut dan neutrofil. 2. Gastritis kronik Penyebabnya tidak jelas, sering bersifat multifaktor dengan perjalanan klinik yang bervariasi. Kelainan ini berkaitan erat dengan infeksi Helicobacter pylori Gastritis akut biasanya ditandai dengan lesi mukosa akut berupa erosi dan perdarahan akibat faktor – faktor agresif atau akibat gangguan sirkulasi akut mukosa lambung B. Etiologi Penyebab penyakit ini, antara lain 2. Alkohol 3. Gangguan mikrosirkulasi mukosa lambung : Trauma, luka bakar, sepsis Jika ditemukan pada korpus dan fundus, biasanya disebabkan stress. Jika disebabkan karena obat – obatan AINS, terutama ditemukan di daerah antrum, namun dapat juga menyeluruh. Sedangkan secara mikroskopik, terdapat erosi : 1. Obat – obatan, aspirin , obat anti inflamasi nonsteroid (AINS)

dengan regenerasi epitel, dan ditemukan reaksi sel inflamasi neutrofil yang minimal. C. Patofisiologi Terdapat gangguan keseimbangan faktor agresif dan faktor defensif yang berperan dalam menimbulkan lesi pada mukosa. Faktor – faktor tersebut dapat dilihat pada tabel berikut. Dalam keadaan normal, faktor defisif dapat mengatasi faktor agresif sehingga tidak terjadi kerusakan dan kelainan patologi Faktor Agresif Asam Lambung Pepsin AINS Empedu Infeksi Virus Infeksi Bakteri H. Pylori Bahan Korosif : Asam dan Basa Kuat Faktor Defensif Mukus Bikarbonas Mukosa Prostaglandin Mikrosirkulasi

D.

Tanda dan Gejala Syndrom dispepsia berupa nyeri epigastrum, mual, kembung, muntah, merupakan salah satu keluhan yang sering muncul. Ditemukan pula, perdarahan saluran cerna berupa hematemesis dan melena. Kemudian disusul dengan tanda – tanda anemia pasca perdarahan. Biasanya jika dilakukan anamnesis lebih dalam, terdapat riwayat penggunaan obat – obatan atau bahan kimia tertentu

B. Tinjauan Teori Pemasangan Infus 1. Pengertian

Pemasangan infus adalah memberikan cairan makanan melalui vena (karana akan kembali ke jantung) dengan menggunakan infus set yang steril pengganti makanan. 2. Tujuan a. Mempertahankan atau mengganti cairan dan elektrolit tubuh, vitamin, protein dan kalori, dimana pasien tidak dapat inempertahankan asupan (intake) b. Mengembalikan keseimbangan asam dan basa c. Mengembalikan volume darah d. Mempermudah pemberian obat 3. Kriteria Pemasangan Vena a. Gunakan vena besar dan bagian distal dan tangan atau lengan, jika gagal coba di tempat yang lebih tinggi b. Vena yang baik - Vena path punggung tangan metacarpal - Pilih vena yang dibawah siku c. Vena pada kaki pemilihan terakhir, sebaiknya dihindari 4. Metode Pembendungan Vena a. Tekan area diatas area yang akan di insersi secara manual b. Pasien mengepalkan tangan secara periodik c. Masase area searah dengan aliran vena d. Gunakan sphygmomanometer 5. Cara membersihkan area infus

a. Jika kotor, gunakan hiscrub atau savion untuk mencuci area tersebut. Cuci dengan air atau alkohol 70%. Oleskan betadine 1-2% kemudian oleskan lagi alkohol 70% b. Jika area normal, bersihkan dengan ailcobol 70%, selama 1 menit dengan gerakan memutar keluar c. Tunggu area tersebut kenng, baru masukkanjarum atau abocath 6. Jntervensi pada pasien yang terpasang infus a. Mempertabankan infus intravena terhadap daerah pemasangan infus dan memberikan pendidikan kesehatan pada pasien b. Memenuhi rasa nyaman dan membantu aktivitas pasien misalnya dalam pemenuhan kebutuhan personal hygiene membantu mobilitas c. Observasi komplikasi yang mungkin terjadi misalnya: Infiltrat : Masuknya cairan ke subkutan. Gejalanya bengkak, dingin,

nyeri, tetesan infus lambat Phlebitis : Trauma mekanik path vena atau iritasi baban kimia.

Gejalanya nyeri, panas, kemerahan path vena tempat pemasangan d. Mengatur tetesan infus - Dilakukan setiap 30 menit sampai dengan 1 jam - Tetesan terlalu cepat menyebabkan masalah path paru-paru dan jantung - Tetesan yang lambat dapat menyebabkan intake cairan dan elektrolit yang tidak adekuat - Faktor yang mempengaruhi jumlah tetesan 1. Posisi pemasangan 2. Posisi dan patency tube atau selang

3. Tinggi botol infus 4. Kemungkinan adanya infiltrat e. Mengganti botol infus

Dilakukan jika cairan sudah berada di leher botol dan tetesan masih berjalan prosedurnya: Siapkan botol yang barn Kiem selang Tank jarum dan segera tusukkan path botol yang barn Gantungkan botol Buka klem dan hitung kembali tetesan Pasang label Catat tindakan yang dilakukan

f Mengganti selang in1 a. Minimal 3 x 24 jam b. Langkah — langkahnya - Siapkan infus set yang barn, termasuk botol - Masukkan cairan sepanjang selang dan gantungkan botol serta tutup kiem - Pegang porosjarum dan tangan lain melepas selang - Tusukkan tube yang barn ke poros jarum g. Mengbentikan infus Dilakukan bila program terapi telah selesai atau bila akan mengganti tusukan yang barn

- Tutup klem infus - Buka tupe path therah tusukan sambil memegangjarum - Tank jarum secepatnya dan ben penekanan pada daerah bebas tusukan dengan kapas beralkohol selama 2-3 menit untuk mencegah pendaraban - Tutup daerah bebas tusukan dengan kassa steril - Catat waktu menghentikan infus dan jum!ah cairan yang masuk dan yang tersisa dalam botol 7. Indikasi pada pasien “ Pemberian infus dilakukan pada pasien” a. Dehidrasi b. Syok c. Intoksikasi berat d. Pta dan pasca bedah tertentu e. Sebelum transfusi darab f. Yang tidak bisa atau4idak boleh makan minum melalui mulut g. Yang memerlukan pengobatan tertentu 8. Komplikasi infus a. Infeksi, penyebab: - Kontaminasi cairan - Abocath> 48-72 jam - Desinfensi kulit kurang baik - Cuci tangan kurang efektif atau sabun terkontaminasi b. Bakteri : terjadi 30-1 jam setelah start. Penyebab Kontaminasi cairan dan alat

e. Kerusakan saraf: Mati rasa, ben bantalan dan anjurkan pasien untuk menggerakkan tangan (buka — tutup) d. Infiltrasi, karena jarum bergerak atau bergoyang, gej ala udema, nyen, aliran lambat I stop, area infiltrasi dingin - Stop IV, kompres dingin panas - Pencegahan: fiksasi dengan baik e. Circulatory overload: Orang tua dan anak. Gejala: Sakit kepala, nadi cepat, tekanan darah meningkat, batuk, nafas pendek, RR meningkat, syok 9. Komposisi cairan - NaC1 : cairan dan elekrolit - Dextrose, cairan dan kalori - RL : cairan dan elektrolit (Na, K, Cl, Ca, Laktat) - Aminovel 600 asam amino 10. Jenis-jems cairan a. Isotonik b. c. NaClO,9% Dextrose 5% dalam air Ringer Laktat Hipotonik NaC1 Hipertonik Dektrose 5% Dektrose 10%

11. Hal — hal yang harus diperhatikan a. Kelancaran cairan dan jumlah tetesan barus tepat sesuai dengan program pengobatan b. Bila terjadi haematoma, bengkak dan lain — lam tempat pemasangan jarum maka infus hams dihentikan dan dipindahkan pemasangannya ke bagian lain C. Perhatikan reaksi pasien selama 15 menit terakhir bila timbul reaksi alergi misalnya menggigil atau syok, maka infus barus diperlambat tetesannya jika perlu dihentikan. Laporkan kepada penanggung jawab ruangan atau dokter yang bersangkutan d. Buatlah ca pemberian infus secara terinci yang meliputi: 1. Tanggal, han dan jam dimulainya pemasangan infus 2, Macam dan jumlab cairan atau obat, serta jumlah tetesan per memt 3. Keadaan umum pasien ( tensi, nadi, d selama pembenan infus 4. Reaksi pasien yang timbul akibat pemberian cairan atau obat 5. Nama dokter dan petugas pelaksanaan atau yang bertanggungjawab e. Siapkan cairan atau obat untuk pembenan seianjutnya

f. Perhatikan teknik septik dan aseptik g. Cara pemasangan inI’us harus disesuaikan dengan perangkat infus yang digunakan

BAB IV TINJAUAN KASUS

PENGKAJIAN
1. Identitas Klien dan Penanggung Jawab Identitas klien o o o o o o o o Nama Umur Jenis kelamin Agama Pendidikan Pekerjaan Suku / bangsa Status perkawinan o o o o o o o o o o o o Alamat 35 Palembang Tanggal MRS Tanggal pengkajian No. Med. Reg Diagnosa medis Penanggung Jawab Nama Umur Jenis kelamin Agama Pendidikan Pekerjaan : : : : : : SLTP Wiraswasta : Suami : Jl. KH. Azhari 7 ulu Rt. 02 No. Tn “N” 45 tahun Laki-laki Islam : : : 15 Juni 2007 15 Juni 2007 02.65.22 : gastritis akut dehidrasi : : : : : : SLTP Ibu Rumah Tangga : : Palembang / Indonesia Kawin : Jl. KH. Azhari 7 ulu Rt. 02 No. Ny “E” 32 tahun Perempuan Islam

Hubungan dengan keluarga o Alamat 35 Palembang

2. Riwayat Kesehatan a. Keluhan utama Klien mengeluh sesak nafas b. Riwayat Perjalanan Kesehatan Klien menyadari bahwa pasien sering merasa sesak nafas dan klien merasa sesak nafasnya saat ini tidak begitu parah, klien biasanya mengatasi sesaknya dengan membeli obat yang ada di warung, namun semakin hari sesak nafasnya semakin parah. Sehingga klien memeriksakan diri ke rumah sakit, ternyata pasien menderita asma bronchial c. Riwayat kesehatan lalu Klien menyatakan sebelumnya pernah disedot cairan yang ada di paru-paru sebelah kirinya dan beberapa bulan yang lalu diberi obat lalu kontrol, tapi pasien merasa sesak nafas. d. Riwayat kesehatan keluarga Di dalam anggota keluarga klien tidak ada yang mengalami penyakit yang diderita klien. e. Riwayat Sosial Klien tinggal bersama kedua orang tuanya serta suami dan anak-anaknya. Hubungan dengan tetangga sekitar baik, karena ada tetangga yang ikut mengantar ke rumah sakit 3. Pemeriksaan Fisik a. Kesadaran b. Keadaan umum c. Tanda-tanda vital Suhu : 36,50 C : : Compos mentis Lemah

d. Kepala e. Mata f. Hidung g. Mulut h. Telinga -

Nadi RR TD Bentuk Rambut Keadaan rambut Kulit kepala Kelengkapan Sklera Konjungtiva Pupil Kebersihan Keadaan Bentuk Penciuman Masalah Kebersihan Bibir Gigi Gusi Kebersihan Bentuk

: : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : :

90 x/menit 27 x/menit 140/80 mmHg simetris hitam tumbuh subur bersih simetris tidak ikterus anemis (-) isokor cukup baik simetris baik tidak ada cukup simetris tidak caries tidak ada kelainan cukup simetris

i. Leher j. Dada • • -

Pendengaran Kebersihan Alat bantu pendengaran Bentuk Venajugularis Kelenjar tyroid Bentuk Jantung Paru-paru Auskultasi Frekuensi pernapasan : Bentuk Bising usus Hepar Atas • • • • kiri Bawah • Kekuatan otot : Kekuatan otot Pergerakan Kontraktur Kelainan : :

: : : : :

baik cukup tidak ada simetris tidak ada distensi

tidak ada pembesaran : : simetris murmur tidak ada

:

wheezing (+)

27x/menit : : : simetris (-) tidak ada pembesaran

k. Abdomen

l. Ekstremitas -

baik : : : baik tidak ada IVFD terpasang di lengan

-

baik

• • m. Kulit -

Pergerakan :

:

baik

• Kontraktur Kelainan Warna Turgor Kebersihan

tidak ada : : : : tidak ada sawo matang elastis cukup

Kelembaban

:

lembab

4. Program Dokter Therapy IVFD DS gtt 15 x/menit Ambiosol 3 x 1 strip Quitron 2 x ½ strip Aspilet 1 x 1 tablet Injeksi ranitidine 2 x 1 ampul

BAB V PEMBAHASAN Pemasangan infus adalah memberikan cairan makan melalui vena ( karena akan kembali ke jantung) dengan menggunakan infus set yang steril sebagai pengganti makanan. Dalam pelaksanaan pemasangan infus terhadap pasien Ny “A”, yang kami lihat di lapangan khususnya di instalasi rawat darurat RSUD Palembang BARI yaitu : Persiapan alat meliputi, cairan infus, infus set steril, abocath, tiang atau standar infus, kapas beralkohol 70%, kassa steril, betadine, pembendung atau tourniquet, plester, bengkok dan kom kecil. Adapun cara pemasangan infus di instalasi rawat darurat adalah memberitahu pasien bahwa ia akan dipasangkan infus serta memberi tahu tujuan pemasangan infus. Kemudian cara pelaksanaannya yaitu perawat atau bidan mencuci tangan, persiapkan potongan plester 5 buah terdiri dari 2 pendek dan 3 panjang dan dilekatkan pada pinggiran bengkok. Persiapkan kassa steril yang telah diberi betadine, periksa ulang cairan infus, periksa infus set dan kunci selang infus. Tusukkan infus set (Drip Chamber) kedalam botol infus dengan menggunakan teknik aseptik. Isi drip chamber dengan 20-30 ml cairan infus. Keluarkan cairan melalui selang infus dengan membuka pengunci, hingga seluruh udara keluar. Tentukan lokasi untuk infus. Bendung vena dengan pembendung (tourniquet). Pilih vena yang baik dan disinfeksi dengan alkohol 70%. Tusukkan abocath ke dalam vena secara perlahan-lahan, apabila keluar darah berarti masuk ke vena. Buka pembendung ( tourniquet). Sambungkan abocath atau wing nidle dengan selang infus. Buka pengunci selang, dan nilai adanya pembengkakan atau tidak. Lakukan fiksasi dengan di plester. Tutup dengan kain kassa yang telah diberi betadine. Atur tetesan, merapikan pasien, membereskan alat-alat. Perawat atau

bidan mencuci tangan. Catat tanggal, jenis cairan, jumlah tetesan dan jam mulai pemasangan infus. Cara pelaksanaan pemasangan infus di lapangan praktek dan teori yang diberikan ada beberapa hal perbedaan yaitu pengalas atau perlak. Di lapangan praktek tidak digunakan untuk pemasangan infus. Sedangkan menurut teori yang kami dapat, perlak harus digunakan. Pemasangan infus harus sesuai dengan prosedur, terutama hal-hal yang perlu kita perhatikan adalah kelancaran cairan, jumlah tetesan dan lain-lain. Penghitungan tetesan ada rumusnya. Jumlah tetesan dikali dengan jenis cairan lalu dibagi dengan waktu (menit).

B. Prosedur Kerja Pemasangan Infus A. Persiapan alat 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. cairan Infus Infus set steril Abocath Tiang atau standar infus Kapas berakohol 70% Kassa Steril Betadine Pengalas atau perlak kecil Pembendung atau tourniquet Plester Bengkok Handscone Spalk dalam keadaan siap pakai bila perlu

B. Persiapan Pasien Beritahu pasien tentang tindakan yang dilakukan Beri posisi yang nyaman

C. Pelaksanaan 1. Perawat mencuci tangan 2. Persiapkan potongan plester dan dilekatkan pada pinggiran bengkok 3. Memakai handscone 4. Persiapkan kassa steril yang telah diberi Betadine 5. Periksa ulang cairai infus 6. Periksa Infus set dan selang infus

7. Tusukkan infus set (Drip Chamber) kedalam botol infus dengan menggunakan teknik aseptik 8. 9. Isi drip chamber dengan 20-30ml cairan infus Keluarkan cairan melalui selang infus dengan membuka pengunci, hingga seluruh udara keluar 10. Tentukan lokasi untuk infus 11. Pasang pengaalas atau perlak steril 12. Bendung vena dengan pembendung (tourniquet) 13. Pilih vena yang baik dan desinfeksi dengan kapas alkohol 70% 14. Tusukan abocath atau wing nidle kedalam vena 15. Buka pembendung (Tourniquet) 16. Sambungkan abocath atau wing nidle dengan selang infus 17. Buka pengunci selang dan nilai adanya pembengkakan atan tidak 18. Lakukan fiksasi dengan diplester 19. Tutup dengan kain kasa yang telah diberi betadine 20. Atur tetesan 21. Merapikan pasien 22. Membereskan alat-alat 23. Perawat mencuci tangan 24. Catat tanggal, jenis cairan, jumlah tetesan dan jam mulai pemasangan infus

BAB VI PENUTUP 1. KESIMPULAN Pemasangan infus bertujuan untuk : a. Mempertahankan atau mengganti cairan dan elektrolit tubuh, vitamin, protein dan kalori dimana pasien tidak dapat mempertahankan asupan (intake) b. Mengembalikan keseimbangan asam dan basa c. Mengembalikan volume darah d. Pemberian infus membantu untuk mempermudah dalam pengobatan e. Tindakan keperawatan dalam pemberian infus pada Ny “E” akan membuat pasien lebih baik 2. SARAN 1. Bagi instalasi kesehatan RSUD Palembang BARI Diharapkan kepada seluruh perawat atau bidan di RSUD Palmbang BARI, dalam pemasangan infus sebaiknya menggunakan handscone 2. Bagi instalasi pendidikan Agar lebih mengarahkan dan membimbing para mahasiswa untuk lebih terampil dalam menerapkan keterampilan dasar praktek klinik khususnya dalam pemasangan infus 3. Bagi mahasiswa Diharapkan bagi mahasiswa mampu memahami pengetahuan mengenai asuhan keperawatan pada pasien yang dirawat di rumah sakit khusunya pada perawatan pasien yaitu pemasangan infus, meningkatkan keterampilan dan

wawasan dalam memberikan asuhan keperawatan keterampilan dasar praktek klinik pada pasien.

LEMBAR KONSUL
Kelompok Tingkat Judul No : : : Tanggal 1 (satu) I.B Pemasangan Infus Materi Konsul Keterangan Paraf

DAFTAR PUSTAKA

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->