Anda di halaman 1dari 11

A MOBILE LAMINAR AIRFLOW UNIT TO REDUCE AIR BACTERIAL CONTAMINATION AT

SURGICAL AREA IN
ACONVENTIONALLY VENTILATED

OPERATING THEATRE

DISUSUN OLEH :
1. Famella Octavian S. 2. Febriyani Lizyana 3. Ferina Ardhini 4. Fisqia Nur Hidayati 1040911047 1040911049 1040911051 1040911053

A. LATAR BELAKANG
Tujuan aliran penelitian udara laminar adalah (LAF) untuk dalam

mengevaluasi mengurangi

efektivitas kontaminasi

perpindahan bakteri pada

daerah bedah dalam ruang operasi dengan

ventilasi udara konvensional.

B. PENDAHULUAN
Infeksi luka bedah merupakan komplikasi utama setelah operasi. Kontaminasi mikroba luka bedah adalah prekursor untuk infeksi. Bagi kebanyakan infeksi sumber patogen adalah flora endogen kulit pasien, mukosa membran. Namun, faktor utama penyebab infeksi setelah operasi adalah kontaminasi bakteridari

udara ruang operasi.


operasi

Pengujian unit LAF selama

menunjukkan penurunan signifikan pada

bakteri. Sehingga pengujian bakteriologis unit LAF di

tempat operasi dilakukan.

C. METODE
Kamar bedah Unit LAF Unit tambahan LAF yang digunakan dalam percobaan memiliki ukuran layar 0,5 x 0,4 m dengan zona pusat aliran udara 0,6 m/s dan

sebuah zona perifer 0,4 m/s menghasilkan aliran


udara eksponensial yang mencegah terbawanya udara luar ruang operasi dengan unit LAF

Operasi

Penelitian ini dilakukan selama 76 laparotomi bersih, 42


dilakukan dalam kondisi biasa dan 34 dilakukan dengan unit LAF sudah berfungsi. Tim operasi Tim operasi berkisar 6-8 orang. Jumlah rata-rata orang dalam ruang operasi 7,07 selama operasi dilakukan dalam kondisi biasa dan 7.38 selama operasi sementara unit LAF itu berfungsi

Metode pemantauan Setiap operasi cawan petri dengan diameter 90 mm yang mengandung PCA dibiarkan terkena udara selama 1 jam setinggi 1 meter dari lantai dan 1 meter dari

berbagai
kontaminasi

hambatan
udara

untuk
pada

menentukan
empat titik

indeks

peletakan.

Perhitungan partikel dilakukan dengan 2 unit tanpa LAF dan 2 lainnya dengan LAF. Contoh partikel pada meja operasi dilakukan sementara unit LAF dinyalakan, setelah pasien dipindahkan.

Analiasa statistik SPSS (Paket Statistik untuk Ilmu Sosial) digunakan untuk evaluasi statistik. Analisis varians digunakan untuk perbedaan 0,05

signifikan antara variabel. Nilai dianggap signifikan.

D. HASIL
Hasil sedimentasi bakteri yang berarti apabila diletakkan di bawah meja operasi dalam kondisi standar,

sedangkan apabila LAF berfungsi terjadi penurunan


yang signifikan. Begitu juga pada posisi dekat luka, meskipun penurunan lebih kecil dari meja instrumen. Perbedaan yang tidak signifikan pada setiap titik yang diselidiki antara sampling dengan atau tanpa unit LAF.

Tidak ada hubungan ditemukan antara kontaminasi bakteri dengan cawan yang ditempatkan pada area pasien dan meja instrument ketika LAF digunakan. Hubungan antara cawan dengan area pasien dan luka tidak signifikan tanpa LAF. Tetapi hasil menunjukkan signifikan apabila LAF digunakan.

Tidak ada infeksi luka bedah selama periode tindak

lanjut pada pasien.

TERIMA KASIH