Anda di halaman 1dari 10

MIOPATI Di bawakan dalam rangka tugas kepaniteraan klinik di bagian ILMU PENYAKIT SARAF Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin

B. A. PENDAHULUAN Definisi Kata miopati digunakan untuk berbagai penyakit yang disebabkan oleh perubahan anatomis dan biokimia pada dan di sekeliling lempeng akhir motorik, dalam serat otot, atau dalam jaringan ikat dari otot, dan tidak disebabkan oleh lesi sistem saraf.1 Miopati mempunyai beberapa gambaran umum. Penyakit pada otot hampir selalu bilateral dan seringkali bahkan simetris dalam penyebarannya. Kecuali pada miotonia kongenital, otototot, dan oleh karena itu juga kekuatan ototnya secara perlahan berkurang. Tanda-tanda neurologis seperti gangguan sensorik, fasikulasi, fibrilasi, reaksi degenerasi dan fenomena spastik tidak ditemukan (menghilang). Miopati menunjukkan gejala kelemahan otot-otot batang tubuh dan ekstremitas proksimal. Dapat pula terjadi kelemahan pada fleksi dan/atau ekstensi leher, dan kelemahan

pada otot-otot ekspresi wajah. Pola berjalan yang khas adalah waddling (langkah sisi). Pada penyakit yang didapat, atrofi otot dapat relatif ringan setidaknya pada tahap awal penyakit dan refleks tendon masih baik. EPIDEMIOLOGI Kejadian miopati herediter di seluruh dunia sekitar 14%. Dari keseluruhan penyakit tersebut, penyakit central core (16%), nemaline rod ( 20%), centranuclear berjumlah (14%), dan multicore (10%). Prevalensi distrofi muskular lebih tinggi pada laki-laki. Di Amerika Serikat, distrofi muskular Duchenne dan Becker terdapat 1 dari 3300 laki-laki. Keseluruhan insiden distrofi muskular adalah sekitar 63/1 juta. Insiden miopati inflamatorik diseluruh dunia berkisar antara 510/100.000 orang. Kelainan ini lebih sering terjadi pada wanita. Insiden dan prevalensi dari miopati endokrin dan metabolik tidak diketahui. Miopati kortikosteroid merupakan yang tersering pada tipe miopati endokrin dan gangguan endokrin lebih sering terjadi pada wanita daripada laki-laki. Miopati metabolik jarang terjadi, tetapi diagnosisnya meningkat di amerika Serikat.
1, 2

C. A.

ETIOLOGI MIOPATI Miopati Primer Distrofi Muskular Distrofi muskular merupakan kelompok heterogen kelainan bawaan yang sering dimulai pada usia kanakkanak dan secara klinis ditandai oleh kelemahan serta pelisutan otot yang progresif.
3

Penyakit distrofi muskular duchenne terus berjalan progresif hingga terjadi kematian pada usia 20-an. Kelemahan dimulai pada otot-otot lengkung panggul yang kemudian meluas kelengkung bahu. Perubahan patologis juga ditemukan pada jantung dan gangguan kognitif tampaknya merupakan komponen penyakit tersebut.3

Mutasi kode-kode genetik untuk berbagai komponen dari kompleks distrofin-glikoprotein menyebabkan distrofi otot, suatu sindroma yang ditandai oleh kelemahan otot progresif. Sebagian basar dari bentuk penyakit ini menimbulkan kecacatan berat dan berakhir fatal. 1.
4

Duchenne distrofi disebabkan oleh mutasi gen yang mengkode distrophin, protein a427-kD yang berlokasi pada permukaan sarkolema di serabut otot, dimana protein ini bertanggung jawab atas tranduksi gaya kontraktil dari sarkomer intrasel ke matriks ekstrasel. Mutasi yang umum terjadi adalah delesi. Pada otot pasien hampir selalu tidak terdapat distrofin yang bisa dideteksi lewat pemulasan atau pemeriksaan biokimiawi.3, 4 b. Becker Muscular Distrophi

Distrofi Muskular Terkait-Kromosom X a. Duchenne Muscular Dystrophy Merupakan penyakit dengan kelainan X-linked resesif, biasanya juga disebut pseudohypertrophic muscular distrophy, distrofi jenis ini paling sering ditemukan dengan insiden kejadian 30 dari 100.000 kelahiran laki-laki. Anak lakilaki yang terkena terlihat normal pada saat lahir tetapi kemudian menjadi lemah saat usia 5 tahun dan kelemahannya ini akan membuatnya bergantung pada kursi roda ketika usianya menjelang 10 hingga 12 tahun.

Distrofi muskular becker merupakan bentuk kelainan muscular atrophi X-link resesif yang mengenai lokus genetik yang sama seperti distrofi muskular duchenne namun lebih jarang terjadi dan jauh lebih ringan dengan onset yang tejadi kemudian pada usia kanak-kanak dan remaja. Distrofi muskular becker juga mempunyai progresivitas dengan kecepatan yang lebih lambat dan lebih

bervariasi. Otot pada pasien ini memiliki jumlah distrofin yang berkurang dan biasanya mempunyai berat molekul yang abnormal dengan mencerminkan mutasi yang memungkinkan sintesis beberapa protein.
2, 3

3.

Distrofi Miotonik Distrofi miotonik merupakan kelainan autosomal-dominan yang intensitasnya cenderung meningkat dan pada generasi berikutnya muncul diusia yng lebih muda. Distrofi miotonik

a.

Paralisis periodik hipokalemik, hiperkalemik,dan normokalemik Episode kambuhan paralisis

Kelompok penyakit otot ini ditandai oleh kelemahan otot proksimal atau menyeluruh yang bersifat nonprogresif atau progresif lambat dengan onset pada usia dini dan hipotonia (floppy babies) atau kontraktur sendi yang berat (artrogriposis). 4. Miopati Mitokondria Miopati mitokondria secara khas ditemukan pada usia dewasa muda dengan manifestasi kelemahan otot proksimal yang kadang-kadang disertai kelainan berat otot mata. Kelemahan dapat disertai gejala neurologis lain, asidosis laktat dan kardiomiopati.2 B. Miopati Sekunder (didapat) Miopati inflamatorik 1. Polimiositis Polimiositis dapat terjadi secara terpisah atau berhubungan dengan penyakit autoimun jaringan ikat, misalnya sklerosis sistemik, alveolitis fibrosa, dan sindrom Sjogren.2 2. Dermatomiositis Dermatomiositis berhubungan dengan miopati inflamasi dengan karakteristik ruam kulit keunguan pada wajah (heliotrop). Pada buku-buku jari, dinding dada anterior, dan tempat lain terutama bagian ekstensor dapat timbul ruam kulit ungu kemerahan. Pada sebagian kecil pasien dengan dermatomiositis,

hipotonik berkaitan dengan kadar kalium serum yang bervariasi. Paralisis periodik hiperkalemik disebabkan oleh mutasi dalam kanal natrium otot (gen pada kromosom 17). b. Hiperpireksia Maligna

Kontraktur yang mencolok dapat dikenali sejak masa kanak-kanak atau masa remaja, biasanya tampak adanya kelemahan otot. Kardiomiopati merupakan ancaman kehidupan yang bisa mengakibatkan kematian mendadak.3 2. Distrofi Muscular Autosom Sebagian distrofi muscular autosom mengenai kelompok otot tertentu, dan diagnosisnya yang spesifik ditegakkan terutama berdasarkan pola klinis kelemahan otot. Kelompok distrofi muskular autosom serupa dengan distrofi muskular yang terkait kromosom X dan kelainan ini dinamakan distrofi muskular lengkung ekstremitas (LGMD : limb girdle muscular dystrophies). Distrofi muskular lengkung ekstremitas mengenai otot proksimal batang tubuh dan ektremitas dengan pewarisan yang bisa bersifat autosomdominan (LGMD 1) atau resesif (LGMD 2). Mutasi protein yang berinteraksi dengan protein distrofin ditemukan pada sebagian LGMD. 1.

ditemukan dengan kelainan cara berjalan yang terjadi sekunder karena kelemahan otot-otot dorsiflexor kaki, kelemahan berlangsung progresif dengan diikuti atrofi otot-otot wajah dan akhirnya terjadi ptosis.
2

Kelainan ini merupakan sindrom autosom dominan dengan krisis hipermetabolik yang terjadi secara dramatis (takikardi, takipnea, spasme otot dan kemudian hiperpireksia) dan dipicu oleh anestesia. 2. Miopati Metabolik Mutasi gen-gen yang mengkode enzim-enzim yang terlibat dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan protein menjadi CO2 dan H2O di otot serta proses pembentukan ATP, akan menyebabkan miopati metabolik.
2, 4

Miotonia yaitu kontraksi terusmenerus sebuah kelainan otot yang terjadi diluar kehendak (involunter), merupakan gejala neuromuskular yang utama pada penyakit ini. Distrofi motorik merupakan satu-satunya distrofi yang menunjukkan perubahan patologis dalam gelendong otot dengan pembelahan, nekrosis, dan regenerasi serabut.2 Pada berbagai bentuk klinis miotonia, waktu relaksasi otot menjadi lebih panjang setelah melakukan kontraksi volunter. Miotonia tersebut disebabkan oleh gen-gen abnormal pada kromosom 7, 17, atau 19 yang menyebabkan kelainan saluran-saluran ion Na atau Cl . Gangguan Turunan Lainnya : Miopati Kanal Ion 3.
+ -

Manifestasinya sangat beragam, bergantung pada kelainan genetik tertentu. Tetapi semuanya memperlihatkan gejala ketidaktahanan terhadap kerja dan kemungkinan terjadinya kerusakan otot yang disebabkan oleh pengumpulan metabolit-metabolit yang toksik. Miopati kongenital

terutama laki-laki berusia lebih dari 45 tahun, terdapat dasar keganasan misalnya karsinoma bronkus atau lambung.
2

Akibat gangguan

otot progresif. Sebagian basar dari bentuk penyakit ini menimbulkan kecacatan berat dan berakhir fatal.
4

distal dari tangan dan kaki juga ikut terlibat selama proses perjalanan penyakit.5, 6 PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan penunjang, meliputi :
2, 5

gastrointestinal akut 6. Akibat penyakit endokrin Penyakit ginjal Puasa yang lama Diabetes mellitus

Mutasi gen-gen yang mengkode enzim-enzim yang terlibat dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan protein menjadi CO2 dan H2O di otot

Miopati akibat gangguan metabolik dan endokrin: 1. Penyakit tiroid : - Miksudema bersamaan dengan miopati - Hipertiroid 2. tetanus Hipertiroid menyebabkan Disfungsi paratiroid : Hipotiroid menyebabkan -

1. a. b. c. d.

Pemeriksaan lab :

Miopati akibat induksi obat : Statin Steroid Kokain Kolkisin Infeksi : Trikinosis Toxoplasmosis HIV Virus coxsackie Influenza Penyakit Lyme Polimialgia reumatik : Miopati proksimal yang berhubungan dengan nyeri otot PATOFISIOLOGI Sebagian miopati kongenital atau miopati herediter adalah penyakit kronik dengan progresifitas yang lambat. Miopati herediter disebabkan adanya mutasi kode-kode genetik untuk berbagai komponen dari kompleks distrofin-glikoprotein menyebabkan distrofi otot, suatu sindroma yang ditandai oleh kelemahan

serta proses pembentukan ATP, akan menyebabkan miopati metabolik.


2, 4

Elktrolit, kalsium, magnesium Serum mioglobin Hitung darah lengkap LED, autoantibodi ( pada penyakit yang didapat )

Miotonia disebabkan oleh gen-gen abnormal pada kromosom 7,17, atau 19 yang menyebabkan kelainan saluran-saluran ion Na+ atau Cl-. TANDA DAN GEJALA Miopati mempunyai beberapa gambaran umum. Penyakit pada otot hampir selalu bilateral dan seringkali bahkan simetris dalam penyebarannya. Meskipun gejalanya tergantung dari jenis miopati, namun beberapa gejala umum dapat terlihat. Skeletal muscle weakness adalah tanda tersering pada miopati. Dengan beberapa tanda seperti miotonia, paramiotonia congenita. Ada dua kelainan distrofi muskular herediter, kelemahan dan atrofi, dan tidak dapat relaksasi setelah kontraksi.5 Sebagian besar miopati, kelemahan awalnya terjadi pada otot bahu, lengan atas, dan pelvis (proksimal muscle). Pada beberapa kasus, otot
1

e.

Kreatinin kinase (dilepaskan dari sel-sel otot yang rusak) 2. 3. 4. EMG Biopsi otot Urinalisis : mioglobinuria diindikasikan bila urinalisis (+) dengan sedikit RBCs pada evaluasi mikroskopik 5. 6. Tes fungsi tiroid AST

miopati proksimal 3. Disfungsi kelenjar pituitari ( misalnya menyebabkan penyakit addison) miopati terjadi akibat disfungsi adrenal atau disfungsi tiroid. 4. Kortikosteroid Penyakit cushing Steroid eksogen, khususnya dosis tinggi ( diatas 25 mg per hari) 5. Biokimia : Hipokalemia dan

KOMPLIKASI Komplikasi yang dapat terjadi, antara lain :5 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Aritmia jantung Hipertensi Disfagia Gangguan pernapasan Endokrinopati Katarak Seizure dan displasia cerebral

hiperkalemia menyebabkan kelemahan otot dan miotoni Dapat disebabkan oelh

beragam paralisi periode akut (genetik)

8.

Kematian

Terapi untuk miopati inflamatorik, 6. biasanya dengan obat-obatan yang dapat menekan sistem imun. Prednison adalah obat yang biasa digunakan pada miopati inflamatorik. PROGNOSIS Prognosisnya bergantung dari etilogi dan diagnosis spesifiknya. Kematian dan kecacatan akibat miopati bergantung pada etiologi dari kelainan, beratnya penyakit, dan adnya kondidi yang mengancam Pada kasus miopati endokrin, prognosis biasanya bagus. Miopati progresifitasnya berkembang pada saat dewasa lebih baik prognosisnya dibandingkan yang berkembang selama masa kanak-kanak.6
6

DIAGNOSIS BANDING Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan kelemahan otot :5 Sindrom Guillain-Barre Sindrom Eaton-Lambert Myasthenic Myastenia gravis Serebral palsi Atrofi muskular spinalis Hipomielinasi neuropati kongenital Neuropati perifer TERAPI Terapi miopati tergantung dari penyebabnya. Keberhasilan terapi miopati adalah untuk memperlambat progresivitas penyakit dan mengurangi gejala. Terapi obat-obatan pada distrofi muskular dan miopati inflamatorik untuk mencegah keadaan yang memperberat kerja otot pada miopati metabolik.6 Referensi

Swierzewski S. Myopathies. Available at: URL: HealthCommunities.com Accessed agustus, 2011. Obat Penyakit Syaraf Kejepit (HNP)

Setelah dilakukan konfirmasi 1. histologis, adalah dengan kortikosteroid dan imunosupresan, misalnya azatioprin. 2. Pasien harus dimonitor selama beberapa tahun dan banyak yang masih mengalami 3. kelemahan otot. Varian histologis yaitu miositis badan inklusi, tidak responsif terhadap terapi. Kondisi ini merupakan penyakit otot didapat yang relatif sering, dan umumnya menyerang pria usia lanjut.2 5. 4.

Duus P. Diagnosis Topik Neurologi. In: Suwono W, editor. Sistem Motorik. 2 ed. Jakarta: EGC; 1996. p. 73. L G. Lecture Notes Neurologi. In: Safitri A, Astikawati R, editors. Saraf dan Otot. Jakarta: Erlangga; 2008. Harisson T. Harisson's Principle of Internal Medicine. In: Resnick W, Wintrobe M, editors. muscular Dystrophies and Other Muscle Disease. America: McGraw-Hill Companies; 2005. p. 2527-31. Ganong W. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. In: Widjajakusumah M, editor. Jaringan Peka Rangsang: Otot. Jakarta: EGC; 2003. p. 62. Bethel C. Myopathies. Medscape reference 2009.

SYARAF KEJEPIT HNP (Herniasi Nukleus Pulposus) atau yang lebih dikenal oleh masyarakat awam sebagai Syaraf Kejepit adalah penyakit yang sangat menjengkelkan dan sangat menyiksa karena rasa sakit yang ditimbulkannya benar2 luar biasa sakitnya.Saya bisa mengatakan hal itu karena saya mengalami penderitaan karena HNP itu. Akibat dari HNP itu menurut Dokter Alfred Sutrisno Sp.Bs karena adanya riwayat jatuh atau mengangkat benda2 yang berat. Saya sendiri mengalami jatuh pas kena di tulang ekor sekitar 15 tahun lalu, waktu itu sempat masuk rumah sakit karena memang sakit sekali tapi dinyatakan waktu itu tidak ada kelainan apapun shg setelah rasa sakitnya hilang sudah bisa hidup normal seperti biasa sampai sekitar 2 tahun kemudian rasa sakit di pinggang mulai muncul, diobati dan sembuh sampai sekitar 12 tahun lagi kembali kambuh dan lumayan parah. Lebih lanjut dijelaskan oleh beliau bahwa Diskus Intervertebrale atau bantalan tulang belakang merupakan struktur yang kuat dan tidak menimbulkan rasa

nyeri jika pembungkusnya (annulus) intak atau utuh. Robeknya pembungkus discus menyebabkan keluarnya inti dari bantalan tulang yang masuk kedalam rongga tulang belakang. Hal tersebut dapat menekan pembuluh darah balik, kantung syaraf itu sendiri. Iritasi akibat penekanan dari bantalan tulang tersebut dapat menyebabkan rasa nyeri sampai kelumpuhan dari syaraf yang tertekan. Prolapsnya discus disebabkan adanya gaya fleksi-ekstensi serta rotasi pada struktur tulang disekitar leher maupun pinggang yang berlebihan atau kronis. Prolaps nya discus paling sering kearah tepi rongga tulang belakang tapi juga dapat ke bagian sentral atau tengah yang mana masing2 kelainan tersebut menimbulkan gejala yang berbeda. Hal diatas sering juga mengakibatkan terlepasnya bantalan itu ketas atau kebawah rongga. Dengan demikian menyebabkan instabilitas struktur tulang di level tersebut juga facet joint dapat mengalami degenerasi yang berakibat makin tertekannya saraf daerah tersebut. Penanganan dari HNP dibagi 2: 1.Tindakan konservatif: a.Dianjurkan penderita bed rest selama 2 3 minggu. b.Dilakukan fisioterapi dengan traksi c.Memakai Plaster Jacket/Spinal Brance 2.Tindakan Operatif dibagi dalam tindakan operatif biasa dengan laminektomi atau dengan bedah mikro. Dan sudah bisa dikerjakan di Indonesia. Karena saya tidak mau untuk dilakukan operasi maka saya memakai cara2 tradisionil berupa pijat ke orang yang benar2 ahli dan juga dengan akupunktur. Hasilnya tidak stabil, sembuh dan sakit silih berganti sehingga praktis tidak bisa bekerja dengan baik. Sampai disuatu hari saya mendapat informasi dari seseorang tentang obat tradisionil dari China yang katanya bisa

menyembuhkan penyakit itu. Dan ternyata benar, rasa sakit hilang 90% setelah 1 minggu mengkonsumsi obat itu dan saya sekarang sedang dalam lanjutan pengobatan itu. Untuk anda yang mengalami hal yang sama saya ingin berbagi karena saya juga mengalami rasa sakit yang luar biasa akibat HNP itu. Hanya saya tidak bisa menjelaskan secara detail disini karena ada beberapa hal yang perlu diperjelas sebelum mengkonsumsi obat itu. Silahkan email saya jakdisc@yahoo.com dan semua ini benar2 saya dedikasikan untuk penderita HNP tanpa saya mengharapkan imbalan apapun juga. Gejala Syaraf Kejepit (HNP) Penyebab HNP ini berbagai macam. Faktor risikonya antara lain adalah merokok, batuk yang terlalu lama, cara duduk yang salah, menyetir yang terlalu sering, cara mengangkat barang yang salah, dll. Seiring dengan bertambahnya usia, kemampuan cakram untuk menjalankan fungsinya juga menurun. Faktor-faktor diatas dapat menyebabkan terjadinya herniasi, yaitu keluarnya suatu organ melalui suatu celah dalam tubuh. HNP dapat dianalogikan seperti terjadinya turun bero, tetapi terjadi pada daerah tulang belakang. Dapat dilihat pada gambar disamping bahwa terjadi penonjolan kebelakang pada cakram yang bawah. Penonjolan ini kemudian menekan saraf yang berjalan dibelakang. Penekanan inilah yang menimbulkan keluhan. Keluhannya dapat berbagai macam dari nyeri pinggang, kesemutan di tungkai, hingga sakit yang luar biasa pada tungkai hingga berjalanpun sakit sekali. Penanganan dari penyakit ini dapat secara non-operatif, yang terdiri dari obat-obatan dan fisioterapi, atau dengan tindakan operatif.

Penyebab saraf terjepit ini bisa degeneratif (penurunan), beban kerja yang terlalu berat, sering angkat beban, mengangkat sesuatu yang melebihi kemampuan fisik dan kegemukan. Efek yang ditimbulkan jika seseorang mengalami saraf terjepit adalah nyeri dengan kadar yang berbeda-beda, kesemutan yang bisa menyebar atau menjalar dan bahkan bisa sampai menyebabkan kelumpuhan.

Syaraf Terjepit pada Leher atau Punggung Bagian Bawah Syaraf terjepit pada leher atau punggung bagian bawah dapat disebabkan oleh cakram yang menonjol (herniated disc), arthritis, bone spurs, atau spinal stenosis (penyempitan spine). Spinal stenosis adalah penyempitan dari kolom tulang belakang yang syaraf-syaraf lewat melaluinya. Syaraf terjepit pada punggung bagian bawah atau pantat dapat menekan syaraf sciatic, yang dapat menyebabkan sciatica. Syaraf Terjepit pada Pergelangan Tangan atau Siku Tangan Syaraf terjepit pada pergelangan tangan dapat disebabkan oleh carpal tunnel syndrome. Kondisi ini disebabkan oleh penekanan (kompresi) pada syaraf median ketika ia lewat melalui jaringan yang terbatas dari pergelangan. Cubital tunnel syndrome adalah kondisi serupa yang disebabkan oleh penekanan dari syaraf ulnar pada siku.Obat Penyakit Syaraf Kejepit Kedua-duanya dari kondisi-kondisi ini adalah lebih umum pada orang-orang diabetes dan orang-orang yang melakukan aktivitas-aktivitas yang berulang-ulang seperti juru ketik, yang menggunakan computer keyboard untuk periode-periode waktu yang panjang, atau pekerja-pekerja jalur perakitan.

Penyebab-Penyebab Lain dari Syaraf Terjepit Pembengkakan sekitar syaraf dapat disebabkan oleh luka, memar, atau kondisi-kondisi lain, termasuk pembengkakan dari anggota-anggota tubuh yang dapat terjadi dengan kehamilan. Kecenderungan yang diturunkan, seperti yang dimanifestasikan oleh sejarah keluarga dari kondisi serupa, dapat juga meningkatkan kesempatan individu mengembangkan syaraf terjepit. Gejala-Gejala Syaraf Terjepit Gejala-gejala dari syaraf terjepit tergantung pada syaraf mana yang terpengaruh. Setiap syaraf bertanggung jawab untuk pengiriman informasi ke atau dari bagian-bagian spesifik tubuh. Gejala-gejala yang paling umum dari syaraf terjepit adalah: 1. nyeri, 2. mati rasa, 3. kesemutan, atau 4. kelemahan otot sepanjang alur syaraf. Sensasi syaraf terjepit mungkin dirasakan seperti, contohnya, sensasi ketika bagian dari tubuh anda telah jatuh tidur. Syaraf terjepit dapat menyebabkan gejala-gejala pada tempat kerusakan, atau lokasi mana saja lebih jauh menuruni alur dari syaraf yang terpengaruh. Syaraf terjepit pada leher dapat menyebabkan nyeri atau kekakuan leher, bersama dengan gejala-gejala menuruni lengan. Syaraf terjepit pada punggung bagian bawah menyebabkan nyeri dan kekakuan punggung dengan gejala-gejala menuruni tungkai. Dokter dapat seringkali mengidentifikasi syaraf mana yang terjept pada leher atau punggung bagian bawah berdasarkan pada bagian mana dari lengan atau tungkai pasien yang terpengaruh. Syaraf terjepit pada pergelangan tangan

dari carpal tunnel syndrome secara khas mempengaruhi ibu jari, jari telunjuk, dan jari-jari tangan tengah. Ia dapat juga menyebabkan kelemahan pada kekuatan menggenggam pasien, dan atrophy dari otot telapak tangan dekat ibu jari. Syaraf terjepit pada siku dari cubital tunnel syndrome mempengaruhi lengan bawah, jari tangan keempat, dan jari-jari tangan kecil. Diagnosa Syaraf Terjepit Dokter akan mulai dengan menanyakan pasien berbagai pertanyaan-pertanyaan tentang nyeri, mati rasa, kesemutan, kelemahan, dan gejala-gejala lainnya. Pasien mungkin juga ditanya tentang kondisi-kondisi medis lain, sejarah pekerjaan, dan sejarah medis keluarga. Informasi ini dapat seringkali membantu dalam mengidentifikasi syaraf(-syaraf) yang terpengaruh. Dokter akan kemudian memeriksa bagian tubuh yang terlibat. Ini mungkin termasuk pengujian kekuatan, sensasi, dan otot pasien pada otot-otot yang spesifik. Tergantung pada hasil-hasil dari sejarah medis dan pemeriksaan fisik, pasien mungkin perlu tes-tes tambahan.Obat Penyakit Syaraf Kejepit Jika dokter mencurigai pasien mempunyai syaraf terjepit (kompresi dari syaraf-syaraf) pada leher atau punggung bagian bawah, X-rays mungkin perlu untuk menilai kemungkinan luka pada spine atau arthritis dari spine. Tergantung pada keparahan dan durasi dari gejala-gejala pasien, ia mungkin juga perlu CT scan atau MRI scan. Studi-studi pencitraan ini menyediakan informasi tambahan tentang syaraf terjepit yang tidak terlihat pada X-rays yang reguler, dan dapat menyediakan informasi tambahan dalam persiapan untuk intervensi operasi jika diperluakn.Obat Penyakit Syaraf Kejepit Dokter mungkin juga merekomendasikan tes-tes spesifik untuk syaraf yang

terpengaruh termasuk studi konduksi syaraf atau electromyography (EMG). Pada studi konduksi syaraf, tes menstimulasi syaraf-syaraf dengan impuls elektrik yang ringan dan mengukur kecepatan dari impuls yang berjalan dalam syaraf. Pada EMG, jarum kecil ditempatkan kedalam otot sementara pasien mengkontraksi otot untuk mengukur aktvitas elektrik dari otot-otot. Penanganan Syaraf Terjepit Alat-alat penguat pendukung Pada banyak kasus-kasus syaraf terjepit dapat dirawat dengan istirahat dan es. Jika syaraf terjepit ada pada lengan (carpal tunnel syndrome atau cubital tunnel syndrome) dokter mungkin merekomendasikan brace (alat penguat) untuk periode waktu yang singkat. Brace membatasi jumlah gerakan sekitar syaraf, yang mengizinkannya untuk istirahat dan sembuh. Brace juga mencegah pasien dari gerakan-gerakan yang mungkin lebih jauh menekan atau menjepit syaraf yang terpengaruh. Brace yang digunakan untuk carpal tunnel syndrome menutupi pergelangan tangan dan diperluas sedikit kebelakang. Ini karena selama flexion (menekuk pergelangan kebawah) syaraf median pada pergelangan terjepit lebih jauh. Brace untuk cubital tunnel syndrome pada siku dapat digunakan untuk mempertahankan siku menekuk terlalu banyak yang lebih jauh meregangkan syaraf ulnar. Pengobatan Syaraf Terjepit Beragam obat-obat dapat juga digunakan untuk merawat syara terjepit. Obat-obat anti peradangan, contohnya, ibuprofen atau naproxen dapat mengurangi peradangan (pembengkakan) sekitar syaraf yang terpengaruh. Obat-obat lain yang digunakan secara spesifik untuk nyeri yang berhubungan dengan syaraf termasuk gabapentin (Neurontin) atau

pregabalin (Lyrica).Obat Penyakit Syaraf Kejepit Terapi fisik Terapi fisik dapat membantu meregangkan dan menguatkan otot-otot spesifik pada tubuh, yang membantu membebaskan tekanan pada syaraf yang terjepit. Operasi Jika gejala-gejala dari syaraf terjepit tidak membaik dengan perawatan-perawatan diatas, operasi mungkin direkomendasikan. Operasi mngkin juga direkomendasikan jika pasien mengembangkan kelemahan tambahan pada otot-otot, atau jika syaraf-syaraf tertentu yang terjepit menyebabkan kehilangan kontrol dari usus besar atau kantong kemih (cauda equina syndrome). Ini adalah tanda-tanda dari kerusakan syaraf yang lebih parah. Operasi untuk syaraf terjepit tergantung pada lokasi dari syaraf yang terjepit. Jika syaraf terjepit pada pergelangan tangan (carpal tunnel syndrome) atau siku (cubital tunnel syndrome), ahli bedah dapat membebaskan jaringan-jaringan diatas syaraf pada pergelangan tangan atau siku untuk membebaskan tekanan jaringan syaraf. Jika syaraf terjepit ada pada leher atau punggung bagian bawah ahli bedah tulang belakang atau ahli bedah syaraf dapat mengeluarkan bagian dari cakram atau bone spurs yang menekan syaraf pada spine. Pada beberapa kasus-kasus, jika diperlukan untuk mengeluarkan bagian-bagian yang besar dari tulang atau cakram, operai mungkin memerlukan spinal fusion untuk menstabilkan spine setelah membebaskan syaraf. Prognosis Pasien untuk Syaraf Terjepit Pada kebanyakan kasus-kasus, pasienpasien dengan syaraf terjepit mampu untuk sembuh sepenuhnya tanpa segala gejala-gejala yang bertahan lama.

Kebanyakan pasien-pasien merespon dengan baik pada perawatan konservatif termasuk istirahat, modofikasi aktivitas, es, terap fisik, dan obat-obat. Operasi-operasi pembedahan secara khas hanya direkomendasikan untuk orang-orang yang tidak membaik dengan perawatan konservatif atau jika mereka mempunyai kelemahan otot yang memburuk. Lebih lama pasien mempunyai gejala-gejala dari syaraf terjepit, dan menjadi lebih buruk gejalagejalanya, lebih kecil kesempatan untuk kesembuhan sepenuhnya. Nyeri, mati rasa dan kesemutan biasanya sembuh sepenuhnya dengan perawatan. Jika seseorang mengembangkan kelemahan atau pengikisan dari otot-otot ia harus mencari dokter sesegera mungkin untuk mencegah segala kerusakan syaraf yang permanen.

CaudaEquina Syndrome (CES) Manifestasi Klinik Anamnesis Anamnesis berupa onset dan durasi penyakit serta adanya gejala penyerta akansangatmenentukan etiologi dariCES. Pasien denganCES akanmengeluhkngejala yang menunjukkan adanyagangguanpada LMN.(emed) Anamnese harusdilakukan berdasarkan sacred seven dan basic four untukmenentukankemungkinan adanya penyakit lain yang mendasari (demam, DM, riwayat pengangkatan tumor,dll).Pasien denganCES akanmengeluh adanya nyeri pinggang berat yang menjalar (radikuler) sampai ke tungkai bawahnya. Pada CES akut nyeri pinggang akandirasakan memberat dengan tiba-tiba dengan adanya perubahan rasa pada daerah pantat dan dubur (saddle anesthesia) disertai dengan adanya kelemahan padatungkai

bawah.(alex)Pasienjugamengeluhkan adanya gangguan kencing berupa inkontinensia urin. Namun bila digali lebih dalam, keluhan ini akan diawali dengan adanya retensiurin akibat gangguan pada kontrol dariotot spingterdetrusoryang akhirnya akanmengakibatkan inkontinensia urin tipe overflow. Pada pasien tanpa keluhangangguan kencing perlu ditanyakan adanya rasa penuh setelah kencing.(radicstenosis)Pada CES akut kita harus mencurigai adanya riwayat trauma yang mendasari(62% CES akut disebabkan oleh trauma). Riwayat terjatuh, kecelakaan lalu lintas jatuh dengan bertumpu pada kaki danlain-lainharus digali.(alex)SedangkanuntukCES kronik, nyeri pinggang dirasakanperlahan-lahanmemberatsecara gradual dengan adanyagangguanmotorik dan sensori baiksecaraunilateralmaupun bilateral. CES kronik biasanya juga disertai dengan gangguan padadefekasi danmiksi pasien. Pada beberapapasiengangguan ereksijuga dapatditemukan (5% kasus).(alex P emeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik dimulai dengan pemeriksaan tanda vital, kemudian dilanjutkandengan pemeriksaan fisikumum dan pemeriksaan fisikneurologis. Hal ini bertujuan untuk menemukan adanya keadaan patologis pada pasien yang dapatmenentukan kemungkinanadanya penyakit lain yang mendasariDari pemeriksaan fisik neurologis akan ditemukan tanda-tanda adanya lesi padaLMN. Level dan jenis dari lesi (total atau parsial) juga dapat ditentukan dengan pemeriksaan fisik neurologis yang mengacu pada denah dermatome (gambar XXX).(emed, alex)Gambar XXX. Dermatome tungkai bawah.Daerahdermatum L1-S4 pada tungkai bawah tampak anteriordanposteriorTanda-tanda

defisit neurologis yang mungkinmunculdari pemeriksaan fisik: y Adanya kelemahan dari otot-otot pada tungkai bawah. Ini disebabkan olehadanya penekanan radix saraf sesuai dengan tingkatannya dengangangguan pada radix lumbal bagian bawah (L3-L5) dan radix sacral. Otot-otot yang mengalami kelemahan antara lain otot gluteus, hamstring, trisepsurae. Kelemahan dengangrade dibawah 5 (alex) y B erkurangnya sensibilitas nyeri (dengan tes pinprick) dan raba halus padatingkat radix sesuai dengan dermatom termasuk juga dengan adanya saddle anesthesia dan penurunan sensibilitas ada tungkai bawah sesuai Serologi untuk sipilis dapatdilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan adanyameningovaskular sipilis.(emed) P emeriksaan imagingFoto polos lombosakral (BOF) Foto polos lumbosakral ( B OF) adalah modalitas pemeriksaan penunjang pertama pada pasien dengan keluhan terkait gangguan spinal. Dengan modalitas ini kitadapat menentukan adanya faktor etiologi maupun predisposisi dari CES sepertitrauma spinal, listhesis, Spondilolisis, proses dekstruktif dari neoplasma,skoliosis, dan degenerasi diskus intervertebra (emed). B OF kurang baik dalammenentukan herniasi maupun penekanan pada radix dan medulla spinalis yang paling sering menyebabkan CES. Hal ini membuat B OF kurang baik untuk mengevaluasi pasien dengan CES. Gambar(xxx) (alex) Myelografi

Merupakan pemeriksaan yang sangat penting dalam menentukan adanya penekanan pada medulla spinalis maupun pada radix saraf. Namun tehnik inimulai ditinggalkan karena masih bersifat invasive dan adanya teknologi baru yanglebih sensitive, spesifik, dan kurang invasif seperti MRI dan CT dengan atau tanpakontras (CT myelografi). Pada pasien dengan kompresi pada medulla spinalis pada myelografi akan tampak gambaran aliran kontras yang terganggu baik secara parsial maupun komplit pada columna vertebralis (fenomena jam pasir).Gangguan secara komplit akan membuat kontras tidak tampak pada bagian distaldari lesi (gambar xxx).(alex)Gambar xxx. plain myelografi.Tampak fenomena jam pasir (tanda panah) yangmenandakan adanya gangguan pada columnavertebralis

y Pemeriksaan tonus spingteranimenurun dan Reflex B ulbocavernosanegative (harus selalu diperiksa untuk menentukan jenis dan monitoring penyembuhan). y Adanya inkontinensia urin akibat penurunan tonus spingter yang didahuluioleh adanya retensi urin.(emed) D iagnosis Diagnosis pasien dengan CES dapat ditegakkan berdasarkan gejala klinis yangdiperoleh dari anamnesis dan pemeriksaan fisik yang ditunjang dengan pemeriksaan penunjang tertentu.Adapun pemeriksaan penunjang yang dapat membantu proses penegakandiagnosisCES antara lain: Laboratorium Pemeriksaan laboratorium dapat menentukan kemungkinan penyebab dangangguan patologi yang terjadi, terutama penyebab-penyebab lesi yang bisaterjadi padamedulla spinalis bagian bawah maupun kaudaequina.Pemeriksaan darah lengkap, glukosa darah, elektrolit, B lood Urea Nitrogen( B UN), danKreatinin harus diperiksa untuk menyingkirkan adanyagangguan pada darah seperti anemia, adanya tanda-tanda infeksi, neuropati pada DM, dangangguan pada fungsi ginjal yang terkait dengan adanya proses dekstruksiataupun penekanan ginjal yang diakibatkan oleh adanya masa retroperitoneal(yang mungkinjugadapat menekanmedulla spinalis.Pemeriksaan laju endap darah juga perlu untuk dilakukan untuk mengetahuiapakah terdapat proses inflamasi didalam tubuh.

distribusi dari nervuslumbardansacral. Rasa vibrasi mungkinjugabisaterganggu. y Tonuspada tungkaibawahakanmenurun (hipotonus). y Reflex fisiologis menurun atau negatif, tergantung dari radix yangtertekan. y Reflex patologisnegative.

Serologi untuk sipilis dapatdilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan adanyameningovaskular sipilis.(emed) P emeriksaan imagingFotopolos lombosakral (BOF) Foto poloslumbosakral ( B OF) adalah modalitas pemeriksaan penunjang pertama pada pasien dengan keluhan terkait gangguan spinal. Dengan modalitas ini kitadapat menentukan

Serologi untuk sipilis dapatdilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan adanyameningovaskular sipilis.(emed) P emeriksaan imagingFoto polos lombosakral (BOF) Foto polos lumbosakral ( B OF) adalah modalitas pemeriksaan penunjang pertama pada pasien dengan keluhan terkait gangguan spinal. Dengan modalitas ini kitadapat menentukan adanya faktor etiologi maupun predisposisi dari CES sepertitrauma spinal, listhesis, Spondilolisis, proses dekstruktif dari neoplasma,skoliosis, dan degenerasi diskus intervertebra (emed). B OF kurang baik dalammenentukan herniasi maupun penekanan pada radix dan medulla spinalis yang paling sering menyebabkan CES. Hal ini membuat B OF kurang baik untuk mengevaluasi pasien dengan CES. Gambar(xxx) (alex) Myelografi

adanya faktor etiologi maupun predisposisi dari CES sepertitrauma spinal, listhesis, Spondilolisis, proses dekstruktif dari neoplasma,skoliosis, dan degenerasi diskus intervertebra (emed). B OF kurang baik dalammenentukan herniasi maupun penekanan pada radix dan medulla spinalis yang paling sering menyebabkanCES. Halinimembuat B Merupakan pemeriksaan yang sangat penting dalam menentukan adanya penekanan pada medulla spinalis maupun pada radix saraf. Namun tehnik inimulai ditinggalkan karena masih bersifat invasive dan adanya teknologi baru yanglebih sensitive, spesifik, dan kurang invasif seperti MRI dan CT dengan atau tanpakontras (CT myelografi). Pada pasien dengan kompresi pada medulla spinalis pada myelografi akan tampak gambaran aliran kontras yang terganggu baik secara parsial maupun komplit pada columna vertebralis (fenomena jam pasir).Gangguan secara komplit akan membuat kontras tidak tampak pada bagian distaldari lesi (gambar xxx).(alex)Gambar xxx. plain myelografi.Tampak fenomena jam pasir (tanda panah) yangmenandakan adanya gangguan pada columnavertebralis

OF kurang baik untukmengevaluasi pasien dengan CES. Gambar(xxx) (alex) Myelografi Merupakan pemeriksaan yang sangat penting dalam menentukan adanya penekanan padamedulla spinalismaupun pada radix saraf. Namun tehnik inimulai ditinggalkan karena masih bersifat invasive dan adanya teknologi baru yanglebih sensitive, spesifik, dankurang invasif seperti MRI danCT denganatau tanpakontras (CT Gejala-gejala yang paling umum dari syaraf terjepit adalah:

myelografi). Pada pasien dengan kompresipada medulla spinalis pada myelografi akan tampak gambaran aliran kontras yang terganggu baik secara parsialmaupun komplit pada columna vertebralis (fenomenajam pasir).Gangguan secarakomplit akanmembuat kontras tidak tampak padabagiandistaldari lesi (gambar xxx).(alex)Gambarxxx. plain myelografi.Tampak fenomena jam pasir (tanda panah) yangmenandakan adanya gangguan pada columnavertebralis

nyeri, mati rasa, kesemutan, atau kelemahan otot sepanjang alur syaraf.

Sensasi syaraf terjepit mungkin dirasakan seperti, contohnya, sensasi ketika bagian dari tubuh anda telah "jatuh tidur". Syaraf terjepit dapat menyebabkan gejala-gejala pada tempat kerusakan, atau lokasi mana saja lebih jauh menuruni alur dari syaraf yang terpengaruh.

Syaraf terjepit pada pergelangan tangan dari carpal tunnel syndrome secara khas mempengaruhi ibu jari, jari telunjuk, dan jarijari tangan tengah. Ia dapat juga menyebabkan kelemahan pada kekuatan menggenggam pasien, dan atrophy dari otot telapak tangan dekat ibu jari. Syaraf terjepit pada siku dari cubital tunnel syndrome mempengaruhi lengan bawah, jari tangan keempat, dan jarijari tangan kecil.

Mendiagnosa Syaraf Terjepit

Syaraf Terjepit

Syaraf terjepit pada leher dapat menyebabkan nyeri atau kekakuan leher, bersama dengan gejala-gejala menuruni lengan. Syaraf terjepit pada punggung bagian bawah menyebabkan nyeri dan kekakuan punggung dengan gejala-gejala menuruni tungkai. Dokter dapat seringkali mengidentifikasi syaraf mana yang terjept pada leher atau punggung bagian bawah berdasarkan pada bagian mana dari lengan atau tungkai pasien yang terpengaruh.

(Pinched Nerve)

Gejala-Gejala Dari Syaraf Terjepit Gejala-gejala dari syaraf terjepit tergantung pada syaraf mana yang terpengaruh. Setiap syaraf bertanggung jawab untuk pengiriman informasi ke atau dari bagian-bagian spesifik tubuh.

Dokter akan mulai dengan menanyakan pasien berbagai pertanyaan-pertanyaan tentang nyeri, mati rasa, kesemutan, kelemahan, dan gejala-gejala lainnya. Pasien mungkin juga ditanya tentang kondisi-kondisi medis lain, sejarah pekerjaan, dan sejarah medis keluarga. Informasi ini dapat seringkali membantu dalam mengidentifikasi syaraf(-syaraf) yang terpengaruh. Dokter akan kemudian memeriksa bagian tubuh yang terlibat. Ini mungkin termasuk pengujian kekuatan, sensasi, dan otot pasien pada otot-otot yang spesifik. Tergantung pada hasil-hasil dari

sejarah medis dan pemeriksaan fisik, pasien mungkin perlu tes-tes tambahan. Jika dokter mencurigai pasien mempunyai syaraf terjepit (kompresi dari syaraf-syaraf) pada leher atau punggung bagian bawah, X-rays mungkin perlu untuk menilai kemungkinan luka pada spine atau arthritis dari spine. Tergantung pada keparahan dan durasi dari gejalagejala pasien, ia mungkin juga perlu CT scan atau MRI scan. Studi-studi pencitraan ini menyediakan informasi tambahan tentang syaraf terjepit yang tidak terlihat pada X-rays yang reguler, dan dapat menyediakan informasi tambahan dalam persiapan untuk intervensi operasi jika diperluakn. Dokter mungkin juga merekomendasikan tes-tes spesifik untuk syaraf yang terpengaruh termasuk studi konduksi syaraf atau electromyography (EMG). Pada studi konduksi syaraf, tes menstimulasi syaraf-syaraf dengan impuls elektrik yang ringan dan mengukur kecepatan dari impuls yang berjalan dalam syaraf. Pada EMG, jarum kecil ditempatkan kedalam otot sementara pasien mengkontraksi otot untuk mengukur aktvitas elektrik dari otot-otot.

HNP adalah luruhnya nukleus pulposus sehingga menonjol melalui anulus fibrosus ke dalam kanalis spinalis dan mengakibatkan penekanan radiks saraf. Pria dan wanita memiliki risiko yang sama dalam mengalami HNP, dengan awitan paling sering antara usia 30 dan 50 tahun. HNP merupakan penyebab paling umum kecacatan akibat kerja pada mereka yang berusia di bawah 45 tahun. Unit segmental fungsional adalah kombinasi dari diskus di bagian anterior dan kedua persendian di posterior. Unit segmental fungsional ini menyediakan perlindungan terhadap komponen saraf dan pada saat yang bersamaan memungkinkan pergerakan dalam rentang stabilitas klinis. Faktor Risiko Ada beberapa faktor yang berpotensi menyebabkan HNP, di antaranya adalah berat badan yang berlebihan, gaya hidup bermalasmalasan, dan postur tubuh yang tidak diposisikan secara benar. Faktor lainnya adalah perubahan degeneratif yang mengurangi kekuatan dan stabilitas tulang belakang sehingga menyebabkan tulang belakang rentan terhadap cedera. Perubahan degeneratif antara lain pertambahan usia yang berpengaruh pada penurunan kemampuan menahan air yang dimiliki nukleus pulposus, proteoglikan rusak, komponen mekanik memburuk yang menyebabkan terlampauinya tekanan maksimal dalam diskus sehingga mengakibatkan penonjolan anulus. Selain itu, pergerakan tiba-tiba dan bertenaga atau traumatik yang memindahkan gaya dalam jumlah besar ke tulang belakang juga berisiko besar terhadap kemungkinan terjadinya HNP. Manifestasi Klinik Nyeri yang disebabkan oleh HNP dikenal sebagai iskhialgia diskogenik atau siatika,

yaitu nyeri sepanjang perjalanan nervus ischiadikus. Level segmen tulang belakang yang terkena akan mempengaruhi daerah nyeri sesuai distribusi dermatom. Nyeri digambarkan sebagai nyeri yang tajam, berpangkal pada bagian bawah pinggang dan menjalar ke lipatan bokong tepat di pertengahan garis tersebut. Dari titik tersebut ke lipatan lutut terasa ngilu, dan dari lipatan lutut ke maleolus eksterna terasa kurang enak atau parestesia atau hipestesia. Pada kasus yang lebih parah, dapat terjadi defisit motorik dan melemahnya refleks. Jika radiks yang terkena penonjolan diskus adalah L5-S1, maka ujung nyeri iskhialgik adalah hipestesia atau parestesia yang melingkari maleolus eksternus dan menuju ke jari kaki ke-4 dan ke-5. Diskus yang mengalami herniasi dapat menekan ujung saraf di kauda equina; menyebabkan sindrom kauda equina dimana terjadi saddle anasthesia sehingga menyebabkan nyeri kaki bilateral, hilangnya sensasi perianal (anus), paralisis kandung kemih, dan kelemahan sfingter ani. Sakit pinggang yang diderita pun akan semakin parah jika duduk, membungkuk, mengangkat beban, batuk, meregangkan badan, dan bergerak. Istirahat dan penggunaan analgetik akan menghilangkan sakit yang diderita. Penegakan diagnosis pada pasien HNP dapat berupa anamnesis dan pemeriksaan fisik. Untuk pemeriksaan penunjang, dapat menggunakan X-ray anatomi tulang belakang. Temuan utama pada x-ray pasien dengan HNP adalah penipisan diskus. Selain itu, juga bisa dilakukan MRI standar emas jaringan lunak pada tulang belakang, seperti diskus intervertebralis, ligamen, sumsum tulang belakang, dan saraf spinal.

Terapi Pernerapan terapi pada pasien HNP dapat berupa konservatif: istirahat mutlak di tempat tidur, terapi farmakologis, fisioterapi, latihan, traksi, dan korset pinggang. Terapi operatif dilakukan jika ditemukan indikasi, antara lain, terdapat sindrom kauda equine, mengalami defisit neurologis progresif, mengalami defisit neurologis yang nyata, dan rasa sakit yang menetap dan semakin parah empat sampai enam minggu setelah terapi konservatif. Jenis pembedahan yang bisa dilakukan pada pasien HNP adalah Laminotomi (pemotongan sebagian lamina di atas atau di bawah saraf yang tertekan), Laminektomi (pemotongan sebagian besar lamina atau vertebra), dan Disektomi (pemotongan sebagian atau keseluruhan diskus intervertebralis). Sementara, ada juga yang disebut Minimally Invasive Operation. Dengan cara ini, insisi yang diperlukan tidak lebar, dimungkinkannya visualisasi lokasi patologi melalui mikroskop atau endoskop, trauma pembedahan yang dialami pasien jauh lebih sedikit, dan pasien dapat pulih lebih cepat.

Mengenal Nyeri Pinggang HNP Posted on 15. Oct, 2009 by Muki Partono in Nyeri Pinggang Anda mungkin sering menjumpai bahkan mengalami langsung nyeri pada pinggang secara tiba-tiba. Banyak hal bisa mengakibatkannya. Salah satu di antaranya adalah Hernia Nucleus Pulposus (HNP).

Perbedaan Gejala Klinis Kelumpuhan UMN dan LMNDistribusi kelemahan/kelumpuhan otot UMN yEkstrimitas superior: Abductor, external rotator and extensor yEkstrimitas inferior: Flexor, internal rotator and dorsiflexor y pergelangan tangan fleksi, kaki ekstensi) yLesi di atas pyramidal decussation: efek pada sisi kontralateral y L

esi di bawah pyramidal decussation: efek pada sisi ipsilateral y O tot midline/aksial: tidak terefek melainkan lesi bilateral. Karena menerima inervasi dualdari hemsifera kiri dan kanan otak (laring, leher, wajah atas, mastikasi, lidah) L MN y D istribusi segmental yang tipikal y L okasi lesi dapat diketahui dari informasi distribusi kelemahan /kelumpuhan otot T onus otot dan muscle wasting UMN

y Lesi kronik: regangan pasif. Resistensi meningkat padakelajuan regangan y Lesi akut: Flaccidity dan hypotonia y Bsa tidak terjadi sebarang atrofi karena masih terdapat LMN , tetapi pada jangka lama bisaterjadi atrofi karena otot tidak digunakan. L MN y T iada resistensi terhadap regangan pasif y

O tot menjadi flaccid pada 2-3 minggu setelah onset penyakit R efleks UMN y L esi kronik: Hiperrefleksik pada deep tendon reflex (reflex arc masih ada), juga terjadi B abinski sign dan klonus y L esi akut: T iada atau lemahnya deep tendon reflex L MN

y T iada deep tendon reflex (bagian eferen reflex arc berkurang) y Refleks abnormal tidak pernah ada F asciculation (tanda-tanda dinervasi) UMN y T idak ada L MN y Ada

10