Anda di halaman 1dari 49

BY GINA NOVITA SARI

Definisi
Laring adalah bagian dari saluran pernafasan bagian

atas yang merupakan suatu rangkaian tulang rawan yang berbentuk corong dan terletak setinggi vertebra cervicalis IV VI, dimana pada anak-anak dan wanita letaknya relatif lebih tinggi.

Lokasi laring dapat ditentukan dengan inspeksi dan

palpasi dimana didapatkannya kartilago tiroid yang pada pria dewasa lebih menonjol kedepan dan disebut Prominensia Laring atau disebut juga Adams apple atau jakun.
Batas-batas laring : sebelah kranial terdapat Aditus Laringeus yang berhubungan dengan Hipofaring, di sebelah kaudal dibentuk oleh sisi inferior kartilago krikoid dan berhubungan dengan trakea, di sebelah posterior dipisahkan dari vertebra cervicalis oleh otot-otot prevertebral, dinding dan cavum laringofaring, serta disebelah anterior ditutupi oleh fascia, jaringan lemak, dan kulit, Sedangkan di sebelah lateral ditutupi oleh otot-otot sternokleidomastoideus, infrahyoid dan lobus kelenjar tiroid.

Laring berbentuk piramida triangular terbalik dengan

dinding kartilago tiroidea di sebelah atas dan kartilago krikoidea di sebelah bawahnya. Os Hyoid dihubungkan dengan laring oleh membrana tiroidea. Tulang ini merupakan tempat melekatnya otot-otot dan ligamenta serta akan mengalami osifikasi sempurna pada usia 2 tahun
Secara keseluruhan laring dibentuk oleh sejumlah

kartilago, ligamentum dan otot-otot.

A. KARTILAGO
Kartilago laring terbagi atas 2 (dua) kelompok, yaitu : 1. Kelompok kartilago mayor, terdiri dari :

Kartilago Tiroidea, 1 buah Kartilago Krikoidea, 1 buah Kartilago Aritenoidea, 2 buah

2. Kartilago minor, terdiri dari :

Kartilago Kornikulata Santorini, 2 buah Kartilago Kuneiforme Wrisberg, 2 buah Kartilago Epiglotis, 1 buah

Tampak anterior

Kartilago Tiroidea
Kartilago Tiroidea merupakan suatu kartilago hyalin

yang membentuk dinding anterior dan lateral laring, dan merupakan kartilago yang terbesar.
Terdiri dari 2 (dua) sayap (ala tiroidea) berbentuk

seperti perisai yang terbuka dibelakangnya tetapi bersatu di bagian depan dan membentuk sudut sehingga menonjol ke depan disebut Adams apple.
Sudut ini pada pria dewasa kira-kira 90 derajat dan

pada wanita 120 derajat.

Di sebelah dalam perisai kartilago tiroidea terdapat bagian

dalam laring, yaitu : pita suara, ventrikel, otot-otot dan ligamenta, kartilago aritenoidea, kuneiforme serta kornikulata.

Permukaan luar ditutupi perikondrium yang tebal dan

terdapat suatu alur yang berjalan oblik dari bawah kornu superior ke tuberkulum inferior. Alur ini merupakan tempat perlekatan muskulus sternokleidomastoideus, muskulus tirohioideus dan muskulus konstriktor faringeus inferior. incisura tiroidea dan tepi bawah kartilago tiroidea perikondriumnya tipis, merupakan tempat perlekatan tendo komisura anterior. Sedangkan tangkai epiglotis melekat kira-kira 1 cm diatasnya oleh ligamentum tiroepiglotika. Kartilago ini mengalami osifikasi pada umur 20 30 tahun.

Permukaan dalamnya halus tetapi pertengahan antara

Kartilago Krikoidea
Kartilago ini merupakan bagian terbawah dari dinding

laring. Merupakan kartilago hialin yang berbentuk cincin stempel (signet ring) dengan bagian alasnya terdapat di belakang.
Kartilago krikoidea pada dewasa terletak setinggi

vertebra servikalis VI VII dan pada anak-anak setinggi vertebra servikalis III IV. Kartilago ini mengalami osifikasi setelah kartilago tiroidea.

Kartilago Aritenoidea
Kartilago ini juga merupakan kartilago hyalin yang terdiri

dari sepasang kartilago berbentuk piramid 3 sisi dengan basis berartikulasi dengan kartilago krikoidea, sehingga memungkinkan pergerakan ke medio lateral dan gerakan rotasi.
Dasar dari piramid ini membentuk 2 tonjolan yaitu

prosesus muskularis yang merupakan tempat melekatnya m. krikoaritenoidea yang terletak di posterolateral, dan di bagian anterior terdapat prosesus vokalis tempat melekatnya ujung posterior pita suara.
Tepi dan permukaan atas dari pita suara ini disebut glotis.

Kartilago Epiglotis
Bentuk kartilago epiglotis seperti bet pingpong dan

membentuk dinding anterior aditus laringeus.


Tangkainya disebut petiolus dan dihubungkan oleh

ligamentum tiroepiglotika ke kartilago tiroidea di sebelah atas pita suara. Sedangkan bagian atas menjulur di belakang korpus hyoid ke dalam lumen faring sehingga membatasi basis lidah dan laring. Kartilago epiglotis mempunyai fungsi sebagai pembatas yang mendorong makanan ke sebelah menyebelah laring.

Kartilago Kornikulata
Merupakan kartilago fibroelastis, disebut juga

kartilago Santorini dan merupakan kartilago kecil di atas aritenoid serta di dalam plika ariepiglotika.

Kartilago Kuneiforme
Merupakan kartilago fibroelastis dari Wrisberg dan

merupakan kartilago kecil yang terletak di dalam plika ariepiglotika.

LIGAMENTUM DAN MEMBRANA


Ligamentum dan membran laring terbagi atas 2 grup, yaitu : 1. Ligamentum ekstrinsik , terdiri dari :
Membran tirohioid Ligamentum tirohioid Ligamentum tiroepiglotis Ligamentum hioepiglotis

Ligamentum krikotrakeal

Ligament extrinsic

2. Ligamentum intrinsik, terdiri dari :


Membran quadrangularis
Ligamentum vestibular Konus elastikus Ligamentum krikotiroid media Ligamentum vokalis

Ligament intrinsic

Membrana Tirohioidea
Membrana ini menghubungkan tepi atas kartilago

tiroidea dengan tepi atas belakang os hioidea yang pada bagian medial dan lateralnya mengalami penebalan membentuk ligamentum tirohioideus lateral dan medial. Membrana ini ditembus oleh a. laringeus superior cabang interna n. laringeus superior dan pembuluh limfe.

Membrana Krikotiroidea (Konus Elastikus)


Terdapat di bawah mukosa pada permukaan bawah

pita suara sejati, berjalan ke atas dan medial dari lengkungan kartilago krikoid untuk bersambung dengan kedua ligamenta vokalis yang merupakan jaringan fibroelastis yang berasal dari tepi atas arkus kartilago krikoid.

Membrana Kuadrangularis
Merupakan bagian atas dari jaringan ikat longgar

elastis laring, membentang dari tepi lateral epiglotis ke kartilago aritenoid dan kartilago kornikulata, di bagian inferior meluas ke pita suara.
Tepi atasnya membentuk plika ariepiglotika,

sedangkan yang lainnya membentuk dinding diantara laring dan sinus piriformis Morgagni.

Laring tampak dari atas

Laring tampak posterior

OTOT - OTOT
Otototot laring terbagi dalam 2 (dua) kelompok

besar yaitu otot-otot ekstrinsik dan otot-otot intrinsik yang masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda.
Otot-otot ekstrinsik Otot-otot ini menghubungkan laring dengan struktur disekitarnya. Kelompok otot ini menggerakkan laring secara keseluruhan.

Terbagi atas :
1. Otot-otot suprahioid / otot-otot elevator laring,

yaitu :
M. Stilohioideus - M. Milohioideus M. Geniohioideus - M. Digastrikus M. Genioglosus - M. Hioglosus

2. Otot-otot infrahioid / otot-otot depresor laring,

yaitu :
M. Omohioideus M. Sternokleidomastoideus M. Tirohioideus

Kelompok otot-otot depresor dipersarafi oleh ansa

hipoglossi C2 dan C3 dan penting untuk proses menelan (deglutisi) dan pembentukan suara (fonasi). Muskulus konstriktor faringeus medius termasuk dalam kelompok ini dan melekat pada linea oblikus kartilago tiroidea. Otot-otot ini penting pada proses deglutisi

Extrinsic Muscle

Tampak Anterior

Tampak Posterior

Otot-otot intrinsik
Menghubungkan kartilago satu dengan yang lainnya.

Berfungsi menggerakkan struktur yang ada di dalam laring terutama untuk membentuk suara dan bernafas.
Fungsi otot ini dalam proses pembentukkan suara,

proses menelan dan bernafas.

Yang termasuk dalam kelompok otot intrinsik adalah : 1. Otot-otot adduktor :


Mm. Interaritenoideus transversal dan oblik M. Krikotiroideus M. Krikotiroideus lateral : Berfungsi untuk menutup pita suara.

2. Otot-otot abduktor :
M. Krikoaritenoideus posterior : Berfungsi untuk membuka pita suara.

3. Otot-otot tensor :
Tensor Internus : M. Tiroaritenoideus dan M. Vokalis Tensor Eksternus : M. Krikotiroideus , mempunyai fungsi untuk

menegangkan pita suara. Pada orang tua, m. tensor internus kehilangan sebagian tonusnya sehingga pita suara melengkung ke lateral mengakibatkan suara menjadi lemah dan serak.

Instrinsic Muscle

Tampak Postero- Lateral

Persendian
Artikulasio Krikotiroidea Merupakan sendi antara kornu inferior kartilago tiroidea dengan bagian posterior kartilago krikoidea.
Sendi ini diperkuat oleh 3 (tiga) ligamenta, yaitu :

ligamentum krikotiroidea anterior, posterior, dan inferior. Sendi ini berfungsi untuk pergerakan rotasi pada bidang tiroidea, oleh karena itu kerusakan atau fiksasi sendi ini akan mengurangi efek m. krikotiroidea yaitu untuk menegangkan pita suara.

Artikulasio Krikoaritenoidea
Merupakan persendian antara fasies artikulasio

krikoaritenoidea dengan tepi posterior cincin krikoidea. Letaknya di sebelah kraniomedial artikulasio krikotiroidea dan mempunyai fasies artikulasio yang mirip dengan kulit silinder, yang sumbunya mengarah dari mediokraniodorsal ke laterokaudoventral serta menyebabkan gerakan menggeser yang sama arahnya dengan sumbu tersebut.

Anatomi Laring Bagian Dalam


Cavum laring dapat dibagi menjadi sebagai berikut : 1. Supraglotis (vestibulum superior), yaitu ruangan diantara permukaan atas pita suara palsu dan inlet laring. 2. Glotis (pars media), yaitu ruangan yang terletak

antara pita suara palsu dengan pita suara sejati serta membentuk rongga yang disebut ventrikel laring Morgagni. 3. Infraglotis (pars inferior), yaitu ruangan diantara pita suara sejati dengan tepi bawah kartilago krikoidea.

Beberapa bagian penting dari dalam laring :


Aditus Laringeus Pintu masuk ke dalam laring yang dibentuk di anterior oleh epiglotis, lateral oleh plika ariepiglotika, posterior oleh ujung kartilago kornikulata dan tepi atas m. aritenoideus. Rima Vestibuli. Merupakan celah antara pita suara palsu. Rima glottis Di depan merupakan celah antara pita suara sejati, di belakang antara prosesus vokalis dan basis kartilago aritenoidea. Vallecula Terdapat diantara permukaan anterior epiglotis dengan basis lidah, dibentuk oleh plika glossoepiglotika medial dan lateral. Plika Ariepiglotika Dibentuk oleh tepi atas ligamentum kuadringulare yang berjalan dari kartilago epiglotika ke kartilago aritenoidea dan kartilago kornikulata.

Sinus Pyriformis (Hipofaring) Terletak antara plika ariepiglotika dan permukaan dalam kartilago tiroidea. Incisura Interaritenoidea Suatu lekukan atau takik diantara tuberkulum kornikulatum kanan dan kiri. Vestibulum Laring Ruangan yang dibatasi oleh epiglotis, membrana kuadringularis, kartilago aritenoid, permukaan atas proc. vokalis kartilago aritenoidea dan m.interaritenoidea.4 Plika Ventrikularis (pita suara palsu) Yaitu pita suara palsu yang bergerak bersama-sama dengan kartilago aritenoidea untuk menutup glottis dalam keadaan terpaksa, merupakan dua lipatan tebal dari selaput lendir dengan jaringan ikat tipis di tengahnya. Ventrikel Laring Morgagni (sinus laringeus) Yaitu ruangan antara pita suara palsu dan sejati. Dekat ujung anterior dari ventrikel terdapat suatu divertikulum yang meluas ke atas diantara pita suara palsu dan permukaan dalam kartilago tiroidea, dilapisi epitel berlapis semu bersilia dengan beberapa kelenjar seromukosa yang fungsinya untuk melicinkan pita suara sejati, disebut appendiks atau sakulus ventrikel laring. Plika Vokalis (pita suara sejati) Terdapat di bagian bawah laring. Tiga per lima bagian dibentuk oleh ligamentum vokalis dan celahnya disebut intermembranous portion, dan dua per lima belakang dibentuk oleh prosesus vokalis dari kartilago aritenoidea dan disebut intercartilagenous portion.

Persarafan
Laring dipersarafi oleh cabang N. Vagus yaitu Nn.

Laringeus Superior dan Nn. Laringeus Inferior (Nn. Laringeus Rekuren) kiri dan kanan.
1. Nn. Laringeus Superior. Meninggalkan N. vagus tepat di bawah ganglion nodosum, melengkung ke depan dan medial di bawah A. karotis interna dan eksterna yang kemudian akan bercabang dua, yaitu :
a.

b.

Cabang Interna ; bersifat sensoris, mempersarafi vallecula, epiglotis, sinus pyriformis dan mukosa bagian dalam laring di atas pita suara sejati. Cabang Eksterna ; bersifat motoris, mempersarafi m. Krikotiroid dan m. Konstriktor inferior.

2. N. Laringeus Inferior (N. Laringeus Rekuren). Berjalan dalam lekukan diantara trakea dan esofagus, mencapai laring tepat di belakang artikulasio krikotiroidea. N. laringeus yang kiri mempunyai perjalanan yang panjang dan dekat dengan Aorta sehingga mudah terganggu.

VASKULARISASI
Laring mendapat perdarahan dari cabang A. Tiroidea

Superior dan Inferior sebagai A. Laringeus Superior dan Inferior.

Arteri Laringeus Superior Berjalan bersama ramus interna N. Laringeus Superior menembus membrana tirohioid menuju ke bawah diantara dinding lateral dan dasar sinus pyriformis. Arteri Laringeus Inferior Berjalan bersama N. Laringeus Inferior masuk ke dalam laring melalui area Killian Jamieson yaitu celah yang berada di bawah M. Konstriktor Faringeus Inferior, di dalam laring beranastomose dengan A. Laringeus Superior dan memperdarahi otot-otot dan mukosa laring.

Darah vena dialirkan melalui V. Laringeus Superior

dan Inferior ke V. Tiroidea Superior dan Inferior yang kemudian akan bermuara ke V. Jugularis Interna.

Sistem Limfe
Laring mempunyai 3 (tiga) sistem penyaluran limfe,

yaitu :
Daerah bagian atas pita suara sejati, pembuluh limfe

berkumpul membentuk saluran yang menembus membrana tiroidea menuju kelenjar limfe cervical superior profunda. Limfe ini juga menuju ke superior dan middle jugular node.
Daerah bagian bawah pita suara sejati bergabung

dengan sistem limfe trakea, middle jugular node, dan inferior jugular node.

Bagian anterior laring berhubungan dengan kedua

sistem tersebut dan sistem limfe esofagus. Sistem limfe ini penting sehubungan dengan metastase karsinoma laring dan menentukan terapinya.