Anda di halaman 1dari 20

Agama Hindu

Kitab-kitab catur veda :

Pengantar
Agama Hindu (Bahasa Sanskerta: Santana Dharma "Kebenaran Abadi), dan Vaidika-Dharma ("Pengetahuan Kebenaran") Agama Hindu adalah agama yang mempunyai usia terpanjang merupakan agama yang pertama dikenal oleh manusia.

AGAMA HINDU DI INDIA


Agama Hindu diyakini pertama kali berkembang di lembah sungai Shindu, muncul pertama kali sekitar tahun diperkirakan muncul antara tahun 3102 SM Dilembah sungai inilah para Rsi menerima wahyu dari Hyang Widhi dan diabadikan dalam bentuk Kitab Suci Weda

PERKEMBANGAN AGAMA HINDU DI INDIA


Perkembangan agama Hindu di India, pada hakekatnya dapat dibagi menjadi 3 fase, yakni Jaman Weda, Jaman Brahmana, Jaman Upanisad.

Zaman Weda
Zaman Weda dimulai pada waktu bangsa Arya berada di Punjab di Lembah Sungai Sindhu, sekitar 2500 s.d 1500 tahun sebelum Masehi Bangsa Arya yang merupakan kaum pendatang mendesak bangsa Dravida ke bagian selatan India sampai ke dataran Dekkan bangsa Arya telah memiliki peradaban tinggi, mereka menyembah Dewa-dewa seperti Agni, Varuna, Vayu, Indra, Siwa dsb yang merupakan perwujudan dari Tuhan YME yang disebut Rta Pada jaman ini, masyarakat dibagi atas kaum Brahmana, Ksatriya, Vaisya dan Sudra.

Zaman Brahmana
Pada Jaman Brahmana, kekuasaan kaum Brahmana amat besar pada kehidupan keagamaan, kaum brahmanalah yang mengantarkan persembahan orang kepada para Dewa pada waktu itu. Mulai tersusunnya "Tata Cara Upacara" beragama yang teratur. Terdapat Kitab Brahmana, yaitu kitab yang menguraikan tentang saji dan upacaranya

Zaman Upanisad
Upanisad, yang dipentingkan tidak hanya terbatas pada Upacara dan Saji saja, akan tetapi lebih meningkat pada pengetahuan bathin yang lebih tinggi Upanisad ini adalah jaman pengembangan dan penyusunan falsafah agama, yang dikembangkan pada ajaran Darsana, Itihasa, dan Purana. Sejak jaman Purana, pemujaan Tuhan sebagai Tri Murti (Brahma, Vishnu, Siva) menjadi umum.

MASUKNYA AGAMA HINDU DI INDONESIA


Dari lembah sungai Sindhu, ajaran Agama Hindu menyebar ke seluruh pelosok dunia, yaitu ke India Belakang, Asia Tengah, Tiongkok, Jepang dan akhirnya sampai ke Indonesia. Ada beberapa teori dan pendapat tentang masuknya Agama Hindu ke Indonesia antara lain: teori brahmana, teori ksatria, teori waisya, teori sudra, dan teori arus balik.

AGAMA HINDU DI INDONESIA


Masuknya agama Hindu ke Indonesia terjadi pada awal tahun Masehi, ini dapat diketahui dengan adanya bukti tertulis atau bendabenda purbakala pada abad ke 4 Masehi Bukti : diketemukannya tujuh buah Yupa peningalan kerajaan Kutai di Kalimantan Timur.

KEYAKINAN DALAM AGAMA HINDU


Hindu seringkali dianggap sebagai agama yang politeisme karena memuja banyak dewa. Dalam agama Hindu, Dewa bukan merupakan Tuhan tersendiri. Dewa dalam agama Hindu merupakan manifestasi Tuhan Yang Maha Esa (Brahman). Agama Hindu mengenal 5 kepercayaan yang disebut Panca Sradha

Panca Sradha
1. Widhi Tattwa : percaya kepada Tuhan YME (Brahman) dengan segala aspeknya. 2. Atma Tattwa : percaya dengan adanya jiwa (Atman) dalam setiap makhluk 3. Karmaphala Tattwa : percaya dengan adanya hukum sebab akibat dalam setiap perbuatan. 4. Punarbhawa Tattwa : percaya dengan adanya proses kelahiran kembali (reinkarnasi). 5. Moksa Tattwa : percaya bahwa kebahagiaan tertinggi merupakan tujuan akhir manusia

Weda merupakan kitab suci yang menjadi sumber segala ajaran agama Hindu. Weda merupakan kitab suci tertua di dunia karena umurnya setua umur agama Hindu. Weda berasal dari bahasa Sansekerta yaitu dari kata vid yang berarti "tahu". Jadi, kata Weda berarti "pengetahuan". Para Maha Rsi yang menerima wahyu Weda jumlahnya sangat banyak, namun yang terkenal hanya tujuh saja yang disebut Sapta Rsi. Weda dapat dibedakan menjadi 4 yaitu : 1. Reg weda : berisi mantra dan syair pujian 2. Sama weda : berisi lagu-lagu pujian 3. Yajur weda : berisi doa untuk upacara 4. Atarwa weda : berisi doa untuk menyembuhkan

WEDA

Sistem Catur Warna (Golongan Masyarakat)


Agama Hindu mengenal sistem Catur Warna, bukan kasta, antara lain : 1. Brahmana : golongan para pendeta, orang suci, pemuka agama dan rohaniwan 2. Ksatria : golongan para raja, adipati, patih, menteri, dan pejabat negara 3. Waisya : golongan para pekerja di bidang ekonomi 4. Sudra : golongan para pembantu ketiga golongan di atas Menurut ajaran catur Warna, status seseorang didapat sesuai dengan pekerjaannya. Jadi, status seseorang tidak didapat semenjak dia lahir

HARI RAYA AGAMA HINDU


Hari raya agama Hindu di Bali dibagi berdasarkan kalender saka dan kalender Bali. Hari raya agama Hindu berdasarkan kalender Saka : 1. Hari raya nyepi 2. Hari raya Siwaratri Hari raya agama Hindu berdasarkan kalender Bali : 1. Hari raya Galungan 2. Hari raya Kuningan 3. Hari raya Saraswati 4. Hari raya pagerwesi

Hari Raya Nyepi


Hari raya Nyepi merupakan hari raya umat Hindu yang diadakan setiap Tahun baru Saka. Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Buwana Alit (alam manusia / microcosmos) dan Buwana Agung/macrocosmos (alam semesta).

Sehari sebelum hari raya Nyepi diadakan upacara Bhuta Yadnya (caru) diadakan untuk memohon kepada Bhuta kala agar tidak mengganggu. Pada hari raya nyepi, umat hindu melaksanakan Catur Brata penyepian, antara lain: 1. Amati Geni : tidak menyalakan api 2. Amati Karya: tidak bekerja 3. Amati lelungan:tidak berpergian 4. Amati lelanguan: tidak mencari hiburan

Hari Raya Siwaratri


Hari raya Siwaratri diperingati setahun sekali itu dirayakan tepat pada hari ke-14 paruh gelap, bulan ketujuh (panglong ping 14 sasih kapitu). Secara tatwa Siwaratri merupakan malam perenungan dosa, (bukan peleburan dosa), dengan tujuan tercapainya kesadaran diri.

Hari Raya Galungan


Hari raya Galungan: Buda Kliwon Dungulan adalah hari memperingati terciptanya alam semesta beserta isinya dan kemenangan dharma melawan adharma.

Hari Raya Kuningan


Hari raya Kuningan adalah hari raya yang dirayakan setiap hari Saniscara (Sabtu), Kliwon, wuku Kuningan (10 hari setelah galungan).

Hari Raya Saraswati


Hari raya Saraswati merupakan hari raya turunnya ilmu pengetahuan. Hari raya Saraswati jatuh pada hari Sabtu Legi, wuku Watugunung. Pada hari raya Saraswati diadakan pemujaan terhadap Dewi Saraswati sebagai Dewi Ilmu Pengetahuan dan seni.