Anda di halaman 1dari 7

Ligamentum penyangga uterus: 1.

Ligamentum latum Berupa lipatan peritoneum sebelah lateral kanan dan kiri dari uterus, meluas sampai ke dinding panggul dan dasar panggul, sehingga seolah-olah menggantung pada tubae. Ruangan antara lembar dari lipatan ini terisi oleh jaringan yang longgar, disebut:parametrium, dimana berjalan arteria, vena arterina, pembuluh lympha dan ureter. 2. Ligamentum rotundum Terdapat di bagian atas lateral dari uterus, caudal dari insertei tuba, kedua ligament ini melalui canalis inguinalis ke bagian cranial labia majus. Terdiri dari otot polos (identik dengan myometrium) dan jaringan ikat dan menahan uterus dalam anteflexie. Pada waktu kehamilan mengalami hypertrophied an dapat diraba dengan pemeriksaan luar. 3. Ligamentum infundubulo pelvicum Dua buah kiri dan kanan infundibulum dan ovarium ke dinding panggul. Ligamentum ini menggantungkan uterus pada dinding panggul. Antara sudut tuba dan ovarium terdapat ligamentum ovarii proprium. 4. Lugamentum cardinale Kiri kanan dari serviks ostium uteri internum ke dinding panggu; Menghalangi pergerakan ke kiri atau ke kanan. 5. Ligamentum sacro uterinum Kiri kanan dari serviks sebelah belakang ke sacrum mengelilingi rectum. 6. Ligamentum vesico uterium Dari uterus ke kantong kemih.

Ovarium Ovarium atau indung telur adalah kelenjar kelamin yang dibawa oleh hewan betina. Vertebrata, termasuk manusia, memiliki dua ovarium yang berfungsi memproduksi sel telur dan

mengeluarkan hormon. Sebagian besar burung hanya memiliki satu ovarium yang dapat berfungsi dengan baik, dan ular memiliki dua ovarium yang tersusun berbaris. Ovarium pada tumbuhan, juga disebut bakal buah, adalah bagian dari organ kelamin betina yang dimiliki bunga yang membungkus dan melindungi bakal(-bakal) biji. Artikel ini membahas ovarium yang dimiliki hewan.

FUNGSI Di dalam setiap ovarium terjadi perkembangan sel telur (oogenesis). Di dalam proses ini sel telur akan disertai dengan suatu kelompok sel yang disebut sel folikel yang perkembangannya dirangsang oleh FSH. Pada manusia, perkembangan oogenesis dari oogonium menjadi oosit terjadi pada embrio dalam kandungan dan oosit tidak akan berkembang menjadi ovum sampai dimulainya masa pubertas. Pada masa pubertas, ovum yang sudah matang akan dilepaskan dari sel folikel dan dikeluarkan dari ovarium. Proses pelepasan dari ovarium disebut ovulasi. Sel ovum siap untuk dibuahi oleh sel spermatozoa dari pria, yang apaabila berhasil bergabung akan membentuk zigot.

Organ reproduksi dalam pada wanita Ovarium berfungsi mengeluarkan hormon steroid dan peptida seperti estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini penting dalam proses pubertas wanita dan ciri-ciri seks sekunder. Estrogen dan progesteron berperan dalam persiapan dinding rahim untuk implantasi telur yang telah

dibuahi. Selain itu juga berperan dalam memberikan sinyal kepada hipotalamus dan pituitari dalam mengatur sikuls menstruasi. Setelah sel telur diovulasikan, maka akan masuk ke tuba fallopi dan bergerak pelan menuju rahim. Jika dibuahi oleh sperma di (tuba fallopi), sel telur akan melakukan implantasi pada dinding uterus dan brkembang menjadi sebuah proses kehamilan. Jika pembuahan tidak terjadi di tuba fallopi, maka dapat terjadi kehamilan ektopik, di mana kehamilan tidak terjadi di rahim. Perkembangan janin pada kehamilan ektopik, dapat terjadi di tuba fallopi sendiri, bibir rahim, bahkan ovarium.

Ovum

Ovum atau sel telur adalah suatu sel terbesar dalam tubuhmanusia. Ukuran ovum sekitar 0,2 mm dan tertutup dalamfolikel telur dari indung telur. Ovum dilingkari oleh zona pellusida dan dilapisi oleh korona radiata. Jumlah oogonium pada wanita berdasarkan umur adalah sebagai berikut:

Bayi baru lahir: 750.000 Umur 6-15 tahun: 439.000 Umur 16-25 tahun: 159.000

Umur 26-35 tahun: 59.000 Umur 35-45 tahun: 34.000 Masa menopause: semua hilang Oogenesis Pertumbuhan ovum (oogenesis) dimulai dengan oogonia, oosit primer (primary oocyte), primary ovarian follicle, liquar folliculi, pematangan pertama ovum dan pematangan

kedua ovum padasperma membuahi ovum. Pada masa pubertas, oosit primer mengadakan pembelahan meiosis I menghasilkan satu sel oosit sekunder yang besar dan satu sel badan kutub pertama (polar body primer) yang lebih kecil. Perbedaan bentuk ini disebabkan sel oosit sekunder mengandung hampir semua sitoplasma dan kuning telur, sedangkan sel badan kutub pertama hanya terdiri dari nucleus saja. Oosit sekunder ini mempunyai kromosom setengah kromosom oosit primer yaitu 23 kromosom (haploid). Pembelahan meiosis II, oosit sekunder membelah diri menghasilkan satu sel ootid yang besar dan satu badan kutub kedua (polar body sekunder). Ootid yang besar tersebut mengandung hampir semua kuning telur dan sitoplasma. Pada saat yang sama, badan kutub pertama membelah diri menjadi dua kutub. Selanjutnya ootid tumbuh menjadi sel telur (ovum) yang mempunyai 23kromosom (haploid). Sedangkan ketiga badan kutub kecil hancur sehingga setiap oosit primer hanya menghasilkan satu sel telur yang fungsional. Sel telur (ovum) yang besar itu mengandung sumber persediaan makanan, ribosom, RNA, dan komponen

komponen sitoplasma lain yang berperan dalam perkembangan embrio. Sel telur yang matang diselubungi oleh membrane corona radiate dan zona pellusida. Oogenesis hanya berlangsung hingga seseorang usia 40 sampai 50 tahun. Setelah wanita tidak mengalami menstruasi lagi (menopause) sel telur tidak diproduksi lagi.

Gambar. Oogenesis