Anda di halaman 1dari 6

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Keperawatan perioperatif adalah fase penatalaksanaan pembedahan yang merupakan pengalaman yang unik bagi pasien. Kata perioperatif adalah suatu istilah gabungan yangmencangkup 3 fase pengalaman pembedahan yaitu praoperatif, intraoperatif, dan pascaoperatif. Fase intraoperatif dari perawatan perioperatif dimulai ketika pasien masuk atau pindah kebagian atau departemen bedah dan berakhir pada saat pasien dipindahkan keruang pemulihan.Majid,dkk (2011) keperawatan intraoperatif merupakan bagian dari tahapan keperawatan perioperatif. Aktivitas yang dilakukan pada tahap ini adalah segala macam aktivitas ygdilakukan oleh perawat difokuskan pada pasien yang menjalani prosedur pembedahan untuk perbaikan, koreksi atau menghilangkan masalah-masalah fisik yang mengganggu pasien. Didalam lingkungan intraoperatif harus memperhatikan konsep asepsis untuk menghindariinfeksi nosokomial.Infeksi nosokomial sesuai dengan pernyataan Gruendemann (2005) adalah infeksi yangdiperoleh sewaktu pasien berada di rumah sakit atau di fasilitas pelayanan kesehatan lain dantidak sedang dalam masa inkubasi penyakit saat pasien masuk. Ruang operasi dapat menjadisumber utama infeksi nosokomial, yang disebabkan oleh bermacam-macam

mikroorganisme.Sesuai dengan hasil studi deskriptif Suwarni dalam Utama; 2006 bahwa di semua rumah sakitdi Yogyakarta tahun 1999 menunjukkan bahwa proporsi kejadian infeksi nosokomial berkisar antara 0,0% hingga 12,06%, dengan

rata-rata keseluruhan 4,26%. Dari data diatas dapatmenunjukkan bahwa kejadian infeksi nosokomial di ruang operasi sangat rentan terjadi. Salahsatu sumber infeksi nosokomial di ruang operasi adalah menyentuhkan suatu benda ke bendayang tidak steril akan menyebabkan mikroorganisme berpindah. Oleh karena itu dibutuhkan prinsip praktek aseptik. Salah satu cara untuk mengurasi angka infeksi nosokomial di ruangoperasi adalah dengan pemakaian sarung tangan steril.Pemakaian sarung tangan steril itu sendiri juga termasuk dalam prinsip asepsis personel.Seusai dengan pernyataan Majid,dkk (2011) bahwa teknik persiapan personel sebelumoperasi meliputi 3 (tiga) tahap, yaitu : scrubbing (teknik cuci tangan steril), gowning (teknik memakai gaun operasi), dan gloving (tekning memakai sarung tangan steril). Semua anggotatim operasi harus memahami konsep tersebut diatas untuk dapat memberikan penatalaksanaan operasi secara asepsis dan antisepsis sehingga menghilangkan atau

meminimalkan angka kuman. Hal ini diperlukan untuk menghindarkan bahaya infeksi(infeksi nosokomial) yang muncul akibat kontaminasi selama prosedur pembedahan.Penggunaan sarung tangan menurut Gruendemann (2005) dibagi menjadi 2 yaitu penggunaan sarung tangan tertutup dan terbuka. Gloving juga sangat erat hubungannyadengan prinsip praktek steril. Sesuai dengan salah satu rekomendasi AORN tentang prinsip praktek steril yaitu petugas yang sudah melakukan scrub harus mengenakan baju bedah dansarung tangan steril. Dari data studi pendahuluan yang sudah dilakukan pada tanggal 10Januari 2012 diketahui bahwa di Instalasi Bedah Sentral RSSA menggunakan teknik closesurgical gloves technique. Karena close surgical gloves technique lebih memperhatikanteknik sterilitas daripada open gloves tecnique. Dari data diatas maka penulis inginmelakukan penelitian tentang Pelaksanaan pemakaian sarung tangan steril pada perawatinstrumen di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang. ASEPSIS MEDIKAL DASAR A. Definisi Asepsis Medikal adalah teknik bersih digunakan untuk mengurangi dan mencegah penyebaran mikroorganisme (Lee, 2004). Asepsis bedah adalah teknik steril yang membutuhkan perawat untuk menggunakan tindakan berbeda dari yang mereka lakukan untuk asepsis medis.

Hal ini termasuk prosedur yang digunakan untuk menghilangkan semua mikroorganisme, termasuk patogen dan spora, dari suatu obyek atau daerah. Prosedur asepsis bedah diikuti jika Anda melakukan prosedur invasif ke dalam rongga tubuh biasanya bebas dari mikroorganisme. Aspesis medis berarti bersih; asepsis bedah berarti steril. B. Prosedur Medikal Dasar 1. Handsscrub Tujuan : melindungi pasien dari infeksi (asepsis medikal) a. Pakaian pendek di atas siku b. Melepas perhiasan c. Mengatur temperatur air d. Basahi dengan air mengalir, tangan lebih tinggi dari siku e. Cuci mulaijari tangan, kuku, tangan sampai ke siku f. Cuci dengan Chlorhexidine/iodophor 3-5menit (kanan-kiri-kanan-kiri), jika alegi pakai sabun biasa lalu pakai alkohol yang diberi emolien g. Bilas dengan posisi tangan lebih tinggi dari siku h. Keringkan dengan handuk, dari jari ke siku (posisi tangan tetap lebih tinggi dari siku)

2. Memakai Sarung Tangan Tujuan: Melindungi pasien dari infeksi (prosedur asepsis) Melindungi pekerja medis tertular penyakit Langkah:
4

a. Pastikan sarung tangan siap digunakan b. Pegang sarung tangan kanan pada bagian dalam yang dilipatkan keluar (sebaliknya jika kidal) c. Masukkan tangan kanan setengah bagian, kiri membantu pada bagian dalam d. Setelah sarung tangan terpasang, lipatan dibiarkan e. Ambil sarung tangan kiri pada bagian luar dengan tangan kanan, dengan menyelipkan tangan kanan ke celah lipatan sarung tangan kiri f. Tangan kanan membantu tangan kiri masuk ke dalam sarung tangan dengan tetap memegang bagian luarnya g. Membetulkan letak sarung tangan dan saling merapikan h. Dekontaminasi dengan mencelup ke dalam larutan chlorin selama 5 menit i. Menarik dan Melipat ke atas setengah bagian j. Menarik dan Melepas sarung tangan

3. Skin Preparation Tujuan: Membebaskan daerah medan operasi dari . Mikroorganisme a. Membebaskan medan operasi dari perhiasan & pakaian b. Memegang Kasa/kapas alkohol dengan benar c. Membersihkan dengan arah sentrifugal, tidak ada yang terlewat dan tidak berbalik arah