Anda di halaman 1dari 2

Fisiologi Guyton hal.

416 Penyebab klinis gangguan Asam-Basa Asidosis Respiratorik disebabkan oleh penurunan ventilasi dan peningkatan PCO2 Faktor apapun dapat menurunkan kecepatan ventilasi paru juga meningkatkan PCO2,cairan ekstrasel. Hal ini menyebabkan peningkatan H2CO3 dan konsentrasi H+, sehingga menimbulkan asidosis. Karena asidosis disebabkan oleh gangguan respirasi, maka disebut Asidosis Respiratorik. Asidosis respiratorik dapat terjadi akibat kondisi patologik yang merusak pusat pernafasan atau yang menurunkan kemampuan paru untuk mengeluarkan CO2, sebagai contoh,kerusakan pusat pernafasan di medulla oblongata dapat menimbulkan asidosis respiratorik. Obstruksi jalur traktus respiratorik. Obstruksi jalur traktus respiratorik,pneumonia,emfisema atau penurunan luas permukaan membrane paru dan setiap yang mengganggu pertukaran gas antara darah dan udara alveolus, juga dapat menyebabkan asidosis respiratorik. Pada asidosis respiratorik,respon kompensasi yang tersedia adalah 1)dapat cairan tubuh dan 2) ginjal, yang membutuhkan waktu beberapa hari untuk mengkompensasi gangguan.

Alkalosis Respiratorik yang disebabkan oleh peningkatan ventilasi dan penurunan PCO Alkalosis respiratorik disebabkan oleh ventilasi yang berlebihan oleh paru. Hal ini jarang terjadi akibat kondisi patologis fisik. Akan tetapi, seseorang dengan gangguan neurosis kadang-kadang bernafas secara berlebihan sehingga ia mengalammi alkalosis. Jenis alkalosis respiratorik fisiologis terjadi ketika seseorang mendaki hingga mencapai tempat yang tinggi. Kandungan oksigen yang rendah dalam udara akan merangsang pernafasan,yang menyebabkan banyak sekali pelepasan CO2 dan terbentuknya alkalosis respiratorik ringan. Sekali lagi,alat utama untuk kompensasi adalah dapar kimiawi cairan tubuh dan kemampuan ginjal untuk meningkatkan ekskresi HCO3-.

Pengobatan Asidosis atau Alkalosis Pengobatan yang paling baik untuk asidosis atau alkalosis adalah mengoreksi keadaan yang telah menyebabkan kelaianan. Pengobatannya seringkali sulit, terutama pada penyakit yang kronik yang menyebabkan gangguan fungsi paru atau gagal ginjal. Pada keadaan ini, berbagai zat dapat digunakan untuk menetralkan kelebihan asam atau basa dalam cairan ekstrasel. Unntuk menetralkan kelebihan asam, sejumlah besar natrium bikarbonat dapat diberikan melalui mulut. Natrium bikarbonat diabsorbsi dari traktus gastrointestinal kedalam darah dan meningkatkan bagian bikarbonat pH menuju normal. Natrium bikarbonat dapat juga diberikan secara

intravena, tetapi Karena efek fisiologis pengobatan semacam ini berpotensi cukup berbahaya, lebih sering digunakan zat-zat lain untuk menggantikannya, seperti natrium laktat dan natrium glukonat. Molekul laktat dan glukonat dimetabolisme dalam tubuh, meninggalkan natrium didalam cairan ekstrasel dalam bentuk natrium bikarbonat dan dengan demikian meningkatkan pH cairan menuju normal. Untuk pengobatan alkalosis, amonium klorida dapat diberikan melalui mulut. Bila ammonium klorida diabsorbsi ke dalam darah, bagian ammonium dikonversi oleh hati menjadi ureum. Reaksi ini membebaskan HCl, yang segera bereaksi dengan dapar cairan tubuh untuk menggeser konsentrasi H+ kea rah asam. Ammonium klorida kadang-kadang diberikan secara intravena, tetapi NH4+ sangat toksik, dan prosedur ini dapat berbahaya. Zat lain yang kadang-kadang digunakan adalah lisin monohidroklorida.