Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ILMU LINGKUNGAN LINGKUNGAN SEBAGAI SISTEM

Disusun Oleh: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Dessy Natalia. H Hasan M Milatul C. H Elinda S. Kandi N Arif T.E 06308141044 10308141009 10308141021 10308141005 10308141027 10308141020

BIOLOGI SUBSIDI JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2012

BAB I PENDAHULUAN A. TUJUAN Mahasiswa dapat mengidentifikasi macam-macam komponen lingkungan pada dua sistem lingkungan yang berbeda. Mahasiswa dapat mengetahui keterkaitan atau interaksi antar komponen pada masing-masing sistem lingkungan yand diperbandingkan. Mahasiswa dapat menyatakan pendapatnya tentang kesempurnaan masing-masing sistem lingkungan yang diperbandingkan berdasar pada kelengkapan komponen fungsional masing-masing(setidaknya dari segi arus energi dan siklus materi). Mahasiswa dapat menyatakan pendapatnya, gagasan atau ide tentang masing-masing sistem lingkungan yang diperbandingkan untuk pengelolaan selanjutnya.

B. Dasar teori a. Komponen lingkungan Lingkungan Hidup adalah suatu kesatuan hidup antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan Hidup terdiri dari dua bagian, yakni: Lingkungan Hidup Abiotik dan Lingkungan Hidup Biotik. Lingkungan Hidup Bbiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan Sedangkan Lingkungan Hidup biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).

Hubungan Kehidupan dari lingkungan hidup itu disebut Ekosistem Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara mahkluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Ekosistem merupakan suatu interaksi yang kompleks dan memiliki penyusun yang beragam. Di bumi ada bermacam-macam ekosistem. Komponen-komponen pembentuk ekosistem adalah: Komponen hidup (biotik) Komponen tak hidup (abiotik) Kedua komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang teratur. Misalnya, pada suatu ekosistem aquarium, ekosistem ini terdiri dari ikan, tumbuhan air, plankton yang terapung di air sebagai komponen biotik, sedangkan yang termasuk komponen abiotik adalah air, pasir, batu, mineral dan oksigen yang terlarut dalam air. b. Piramida ekologi Struktur trofik dapat disusun secara urut sesuai hubungan makan dan dimakan antar trofik yang secara umum memperlihatkan bentuk kerucut atau piramid. Gambaran susunan antar trofik dapat disusun berdasarkan kepadatan populasi, berat kering, maupun kemampuan menyimpan energi pada tiap trofik yang disebut piramida ekologi. Piramida ekologi ini berfungsi untuk menunjukkan gambaran perbandingan antar trofik pada suatu ekosistem. Pada tingkat pertama ditempati produsen sebagai dasar dari piramida ekologi, selanjutnya konsumen primer, sekunder, tersier sampai konsumen puncak.

Dikenal ada tiga macam piramida ekologi antara lain piramida jumlah, piramida biomassa dan piramida energi. Gambaran ideal suatu piramida ekologi adalah sebagai berikut. c. Jaring-Jaring Makanan Jaring-jaring makanan adalah kumpulan dari rantai makanan yang saling berhubungan dan membentuk skema mirip jaring. Kelangsungan hidup organisme membutuhkan energi dari bahan organik yang dimakan. Bahan organik yang mengandung energi dan unsur-unsur kimia transfer dari satu organisme ke organisme lain berlangsung melalui interaksi makan dan dimakan. Peristiwa makan dan dimakan antar organisme dalam suatu ekosistem membentuk struktur trofik yang bertingkat-tingkat.

Gambar Jaring-jaring Makanan

Setiap

tingkat

trofik

merupakan

kumpulan

berbagai

organisme dengan sumber makanan tertentu. Tingkat trofik pertama adalah kelompok organisme autotrop yang disebut produsen. Organisme autotrof adalah organisme yang dapat membuat bahan organik sendiri dari bahan anorganik dengan bantuan sumber energi. Bila dapat menggunakan energi cahaya seperti cahaya, matahari disebut fotoautotrof, contohnya tumbuhan hijau dan fitoplankton. Apabila menggunakan bantuan energi dari reaksi-reaksi kimia disebut kemoautotrof, misalnya, bakteri sulfur, bakteri nitrit, dan bakteri nitrat. Tingkat tropik kedua ditempati oleh berbagai organisme yang tidak dapat menyusun bahan organik sendiri yang disebut organisme heterotrof. Organisme heterotrof ini hanya menggunakan zat organik dari organisme lain sehingga disebut juga konsumen. Pembagian konsumen adalah sebagai berikut. - Konsumen Primer Organisme pemakan produsen atau dinamakan herbivora yang menempati tingkat trofik kedua. - Konsumen Sekunder Organisme pemakan herbivora yang dinamakan karnivora kecil yang menempati tingkat trofik ketiga. - Konsumen Tersier Organisme pemakan konsumen sekunder yang dinamakan karnivora besar yang menempati tingkat trofik keempat. d. Piramida Jumlah Yaitu suatu piramida yang menggambarkan jumlah individu pada setiap tingkat trofik dalam suatu ekosistem.

Piramida jumlah umumnya berbentuk menyempit ke atas. Organisme piramida jumlah mulai tingkat trofik terendah sampai puncak adalah sama seperti piramida yang lain yaitu produsen, konsumen primer dan konsumen sekunder, dan konsumen tertier. Artinya jumlah tumbuhan dalam taraf trofik pertama lebih banyak dari pada hewan (konsumen primer) di taraf trofik kedua, jumlah organisme kosumen sekunder lebih sedikit dari konsumen primer, serta jumlah organisme konsumen tertier lebih sedikit dari organisme konsumen sekunder. C. ALAT DAN BAHAN Alat dan Bahan: a) Termometer b) pH meter (tanah) c) Pengukur intensitas cahaya (Luxmeter) d) Loupe e) Pincet f) Pengukur kelembaban (Hygrometer) g) Meteran h) Cetok i) Pengukur porositas tanah j) Tabung reaksi k) Centrifuge

l) Pengukur kecepatan angin (anemometer)

m)Stopwatch

D. CARA KERJA Menetapkan 2 (dua) lokasi sebagai daerah studi: a) .Lokasi lingkungan yang sedikit dijamah manusia. b) .Lokasi lingkungan yang banyak dijamah manusia.

Menentukan sampel objek pada masing-masing lokasi lingkungan, dengan cara ploting, buat plot-plot untuk mewakili masing-masing lokasi lingkungan baik lingkungan yang sedikit dijamah manusia maupun lokasi yang banyak dijamah manusia.

Mengamati informasi (data) dari masing-masing sampel lingkungan dengan cara identifikasi komponen lingkungan dengan segala kondisinya.

BAB II HASIL DAN ANALISIS DATA A. HASIL PENGAMATAN DEPAN LAB.BIOLOGI Komponen Macam Ukuran Keterangan

Lingkungan Suhu Kelembaban Tanah Porusitas Struktur Tekstur Kondisi Humus tanah PH Suhu Kelembaban Udara Intensitas cahaya Kecepatan angina Rumput berdaun pendek (jarum) Rumput berdaun panjang Rumput teki Tanaman asam-asaman Tanaman Putri malu 32o C 6,2 % 13 tetes/menit Gembur, berpasir Liat subur 4,8 34 o C 85 % 584x100 Candela 2,8 km/h Banyak dan padat Berjumlah sedikit Berjumlah sedikit Berjumlah sedikit Berjumlah sedikit

Abiotik

Produser

Biotik Konsumer

Belalang (walang) Semut hitam Semut merah Nyamuk Ulat bulu

Ada 2 Ada banyak Ada banyak sedikit Ada 1

Cacing Bakteri pengurai dalam tanah Dekomposer

Dalam tanah Dalam tanah

HUTAN DI AREA GREEN HOUSE Komponen Lingkungan Tanah Abiotik Macam Suhu Kelembaban Porisutas Struktur Tekstur Kondisi Humus tanah Ukuran 32o C 5,2% 6 tetes/menit Gembur, Liat Subur, Tertutup daun kering (seresah) 4,5 34 o C 87 % 644x10 Candela 0,3 km/h Satu pohon Satu pohon Berjumlah sedikit Berjumlah sedikit Keterangan

Produser

PH Suhu Kelembaban Udara Intensitas cahaya Kecepatan angin Pohon randu Pohon manga Rumput berdaun banyak Tanaman Putri malu

Biotik Konsumer

Nyamuk Kupu-kupu Semut merah Semut hitam Kumbang atau lebah Kutu daun Belalang

Ada banyak Ada 3 Ada banyak Ada banyak Ada 4 Ada banyak Ada 2

Cacing tanah Rayap Bakteri pengurai dalam tanah Dekomposer Jamur

Dalam tanah Ada banyak Dalam tanah Ada sedikit

B. ANALISIS DATA Pada sample (plot I & II) struktur ekosistem yang ada adalah sebagai berikut : o Bahan anorganik (C, N, CO2, H2O, dsb) o Bahan Organik (protein, lipida, karbohidrat, dll) o Komponen abiotik udara (suhu, kelembaban, curah hujan, dsb) o Komponen abiotik tanah (suhu kelembaban, intensitas cahaya, kecepatan angin, kondisi humus) o Produser (tumbuhan autotrof) o Konsumer Makro: 1. Biofag (yang makan mahluk yang masih hidup) 2. Saprofag ( yang makan mahluk yang sudah mati) o Konsumer mikro / decomposer / osmotrof (bakteri, dan fungi) Antara komunitas dan lingkungannya selalu terjadi saling interaksi oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya dan antara komponen komponen tersebut terjadi pengambilan dan perpindahan energi, daur materi, dan produktivitas , yang menciptakan kesatuan ekologi. Dalam sistem lingkungan, tiga karakteristik pokok sistem yang dapat dinyatakan adalah adanya interaksi dan interdependensi, adanya regulasi, dan adanya kesatuan yang utuh yang tersusun atas komponen system. Faktor Abiotik Faktor abiotik adalah faktor tak hidup yang meliputi faktor fisik dan kimia. Faktor fisik utama yang mempengaruhi ekosistem dalm system lingkungan adalah sebagai berikut : a. Suhu Suhu berpengaruh terhadap ekosistem karena suhu merupakan syarat yang diperlukan organisme untuk hidup. Ada jenis-jenis organisme yang hanya dapat hidup pada kisaran suhu tertentu. b. Sinar Matahari Sinar matahari mempengaruhi ekosistem secara global karena matahari menentukan suhu. Sinar matahari juga merupakan unsur vital yang dibutuhkan

oleh tumbuhan sebagai produsen untuk berfotosintesis. Kaitan atau hubungan komponen biotik dengan abiotik dapat dicontohkan pada hasil pengamatan pada sampel I dan II. Contoh hal ini dapat dilihat pada jumlah intensitas cahaya. Pada sampel I, Intensitasnya 584x100 candela, berdasar data yang diperoleh hal tersebut berpengaruh terhadap kelimpahan biotik yang ada. Pada sample I intensitas cahaya lebih tinggi sehingga komponen biotiknya lebih sedikit macamnya dibandingkan dengan sample II dengan intensitas cahaya yang lebih rendah yaitu 644x10 candela c. Air Air berpengaruh terhadap ekosistem karena air dibutuhkan untuk kelangsungan hidup organisme. Bagi tumbuhan, air diperlukan dalam pertumbuhan, perkecambahan, dan penyebaran biji; bagi hewan dan manusia, air diperlukan sebagai air minum dan sarana hidup lain, misalnya transportasi bagi manusia, dan tempat hidup bagi ikan. Bagi unsur abiotik lain, misalnya tanah dan batuan, air diperlukan sebagai pelarut dan pelapuk. d. Tanah Tanah merupakan tempat hidup bagi organisme. Jenis tanah yang berbeda menyebabkan organisme yang hidup didalamnya juga berbeda. Tanah juga menyediakan unsur-unsur penting bagi pertumbuhan organisme, terutama tumbuhan. e. Ketinggian Ketinggian tempat menentukan jenis organisme yang hidup di tempat tersebut, karena ketinggian yang berbeda akan menghasilkan kondisi fisik dan kimia yang berbeda. f. Angin Angin selain berperan dalam menentukan kelembapan juga berperan dalam penyebaran biji tumbuhan tertentu. g. Aliran energi, yang terjadi dari sumber energi pokok (sinar matahari), melalui produser (autotrof, tumbuhan berklorofil), yang kemudian dimanfaatkan oleh consumer-makro, consumer mikro, dan kembali ke komponen abiotik.

h. Rantai makanan yang menggambarkan terjadinya hubungan antar komponen biotik (komunitas), yang kalau terjadi dalam bentuk hubungan yang sangat kompleks, akan makin menjamin kemantapan ekosistem. i. Pola keragaman dalam dimensi ruang dan waktu yang dapat terjadi dalam skala populasi (antar individu anggota populasi). Dalam skala komunitas (antar populasi penyusunnya), dan antar ekosistem. Pola keragaman ini akan memberikan gambaran tentang kedewasaan suatu ekosistem. Makin dewasa, keragaman makin tinggi dan ekosistem makin mantap. j. Daur nutrient, yang menggambarkan mekanisme yang dapat menjamin keberlangsungan penyediaan bahan yang dapat diberikan oleh komponen abiotik kepada komponen biotic. Dalam proses ini terlihat bahwa komponen consumer makro dapat berfungsi sebagai mempercepat proses daur, sedang produser dan konsumer mikro yang menjadi pelaksana pokok dalam daur tersebut. k. Perkembangan dan evolusi, yang dapat terjadi melalui proses bertahap, yang indikatornya adalah perubahan struktur komponen penyusun ekosistem (jumlah populasi dalam komunitas makin tinggi melalui proses sulsesi dan lainnya), makin cepatnya arus energi dan daur materi, makin kompleks jarring-jaring makanan, makin tinggi indeks keragaman, makin stabil ekosistem bersangkutan. l. Pengendalian, yang dapat menggambarkan terjadinya umpan balik positif maupun negative yang terjadi secara berimbang sehingga menghasilkan suatu mekanisme yang menjamin keseimbangan dalam ekosistem. Matahari menyediakan energi yang hampir dibutuhkan semua produsen untuk membuat makanan. Produsen terdiri dari tanaman-tanaman hijau seperti rumput dan pohon randu, pohon mangga, dll yang membuat makanan melalui proses fotosintesis. Tanaman juga membutuhkan bahan-bahan abiotik seperti air dan pospor untuk tumbuh. Yang termasuk konsumen pertama diantaranya lebah, kupu-kupu, belalang dan binatang pemakan tumbuhan lainnya. Labalaba, semut dan konsumen kedua lainnya atau yang biasa disebut dengan predator adalah pemakan binatang. Pengurai seperti jamur dan bakteri,

menghancurkan tanaman dan binatang yang telah mati menjadi nutrien-nutrien sederhana. Nutrien-nutrien tersebut kembali ke dalam tanah dan digunakan kembali oleh tanaman-tanaman. Hasil data yang didapat setelah melakukan pengamatan maka komponenkomponen dalam tiap-tiap sampel dapat diklasifikasikan atau diidentifikasikan dalam beberapa kelompok yaitu: 1) 2) Pada sampel I Produser Konsumer I Konsumer II Dekomposer Pada sampel II Produser Konsumer I Konsumer II Dekomposer

Pengelompokan di atas dapat memberikan gambaran bahwa komponen produser yaitu produsen merupakan pintu masuk komponen abiotik ke dalam komponen biotik, dan sebaliknya, yaitu konsumer mikro meliputi cacing, jamur, dan mikroba merupakan pintu keluar dari komponen biotik ke komponen abiotik. Kedua komponen tersebut merupakan komponen kunci bagi eksistensi ekosistem, dan kedua komponen tersebut merupakan syarat biotik yang harus ada. Komponen biotik lainnya, yaitu komponen konsumer makro berupa fagotrof yang meliputi laba-laba dan semut, dapat mempercepat arus energi yang terjadi dalam ekosistem, dan oleh karena itu lebih dikenal sebagai komponen akselator. Komponen abiotik seperti Co2, Air, dan tanah berhumus, merupakan syarat dasat hadirnya suatu ekosistem, sedang komponen suhu dan kelembaban lebih banyak hadir karena hasil kerja sementara komponen biotik. Hasil terminalnya akan berbentuk sebagai komponen bahan anorganik yang

segera dimanfaatkan kembali oleh komponen produser. Ini menggambarkan daur bahan geobiokimia di dalam ekosistem.

BAB III PEMBAHASAN Pada praktikum kali ini memiliki sebuah topik lingkungan sebagai suatu sistem. Untuk dapat memahami lebih mendalam lingkungan sebagai suatu sistem, kita dapat mengidentifikasi lingkungan dengan sistem lingkungan yang berbeda yaitu lingkungan yang sedikit dijamah manusia dan lingkungan yang banyak dijamah manusia. Pada masing-masing lingkungan tersebut dapat ditemukan macam-macam komponen lingkungan baik komponen abiotik maupun komponen biotik. Untuk lingkungan yang banyak dijamah manusia, komponen abiotik yang ada adalah tanah, udara, dan cahaya matahari. Tanah pada lingkungan tersebut mempunyai suhu sebesar 32C kelembaban sebesar 6,2% dan porositas sebesar 0,057 ml/cm3 dengan struktur tanah yang agak gembur dan tekstur berpasir. Suhu udara 34C dan kelembaban udara sebesar 85%. Intensitas cahaya cukup karena waktu praktikum cuaca terik dan kecepatan angin 4,6 m/s. Komponen biotik yang ada pada lingkungan tersebut terdiri dari produsen dan konsumen. Produsen antara rerumputan, tanaman putri malu,dll. Konsumen antara lain belalang, semut, cacing, ulat bulu, dll. Untuk lingkungan yang sedikit dijamah manusia, komponen abiotik yang ada adalah tanah, udara, dan cahaya matahari. Tanah pada lingkungan tersebut mempunyai suhu sebesar 32C, kelembaban sebesar 5,2% dan porositas sebesar 0,026 ml/cm3 dengan struktur tanah yang gembur dan tekstur liat. Suhu udara dan kelembaban udara sebesar 34C. Intensitas cahaya hampir sama seperti pada lingkungan yang sering terjamah manusia dan kecepatan angin

0,5m/s. Komponen biotik yang ada pada lingkungan tersebut terdiri dari produsen dan konsumen. Produsen antara lain rerumputan, pohon mangga, dll. Lingkungan sebagai sistem mampu memunculkan interaksi antar komponen pada sistem yang diperbandingkan baik interaksi antara komponen biotik dengan komponen biotik, komponen biotik dengan komponen abiotik dan komponen biotik dengan lingkungannya. Selain itu juga dapat memunculkan pula adanya suatu arus energi dan siklus materi namun pada lingkungan yang kami amati kurang memiliki komponen yang lengkap karena luas plotnya kurang besar sehingga arus energi dan siklus materi tidak dapat terjadi secara sempurna. Pengaruh campur tangan manusia dalam hal ini juga sangat berdampak pada lingkungan yang kami amati. Pada lingkungan yang sedikit dijamah manusia komponen biotiknya lebih banyak dibanding dengan lingkungan yang sedikit dijamah manusia. Dan untuk lingkungan yang sedikit dijamah manusia memiliki perkembangan yang bersifat dinamik sebab produsen, konsumen maupun detritivor masih dalam keadaan seimbang pada lingkungan ini. Berikut ini digambarkan arus energi dan siklus materi yang terjadi pada masing-masing plot.

H2O

konsumer I: Belalang, cacing, ulat bulu

Produser : Rerumputan, putrid malu

Dekomposer: Cacing, bakteri dalam tanah

konsumer II: semut merah, semut hitam, nyamuk


CO2, N,C, O2

Gambar I. siklus materi dan arus energi plot I depan Lab. Biologi M
H2 O

konsumer I: belalang, lebah, kupu-kupu, kutu daun, cacing Dekomposer: Cacing, jamur, rayap, bakteri dalam tanah

konsumer II: semut merah, semut hitam, nyamuk


CO2, N,C, O2

Produser : Rerumputan, mangga,randu

Gambar II. siklus materi dan arus energi plot II Green House

BAB IV KESIMPULAN Lingkungan yang kami amati adalah lingkungan dengan sistem lingkungan yang berbeda yaitu lingkungan yang sedikit dijamah manusia dan lingkungan yang banyak dijamah manusia dimana masing-masing lingkungan tersebut dapat ditemukan macam-macam komponen lingkungan baik komponen abiotik maupun komponen biotik. Lingkungan dengan sistem lingkungan yang diperbandingkan, didalamnya terjadi suatu interaksi baik interaksi antara komponen biotik dengan komponen biotik, komponen biotik dengan komponen abiotik dan komponen biotik dengan lingkungannya. Lingkungan yang kami amati memiliki komponen yang lengkap sehingga arus energi dan siklus materi tidak dapat terjadi secara sempurna. Lingkungan yang sedikit dijamah manusia memiliki perkembangan yang bersifat dinamik sebab produsen, konsumen maupun detritivor masih dalam keadaan seimbang pada lingkungan ini.

DISKUSI 1. Berdasar pada data (makro) yang terkumpul lingkungan mana yang memiliki komponen biotik lebih banyak? Lingkungan yang sedikit dijamah manusia. 2. Apakah komponen yang teramati siklus materi? Ya, namun tidak sempurna karena komponen yang ada pada lingkungan tersebut kurang lengkap sehingga tidak cukup memenuhi untuk terjadinya proses aliran energi dan siklus materi secara sempurna. 3. Berdasar pada kelengkapan komponen tersebut lingkungan pada lokasi mana yang memiliki proses aliran energi dan siklus materi yang lebih baik? secara makro pada masing-masing lingkungan cukup memenuhi untuk terjadinya proses aliran energi dan

Baik lingkungan yang sedikit maupun banyak dijamah manusia terjadi proses aliran energi dan siklus materi walaupun tidak sempurna karena komponen kedua lingkungan tersebut tidak lengkap. 4. Bila sistem lingkungan di alam ini diharapkan memiliki perkembangan yang bersifat dinamik maka pada lingkungan mana yang memiliki persyaratan lebih baik untuk perkembangan itu? lingkungan yang sedikit dijamah manusia memiliki perkembangan yang bersifat dinamik sebab lingkungan ini memiliki komponen biotik yang masih banyak sehingga produsen, konsumen maupun detritivor masih dalam keadaan seimbang pada lingkungan ini.

Dafatar pustaka Anonim . 2011. Ekosistem, Aliran Energi dan Siklus Materi dalam Ekosistem

(http://aktivitaspraktikumektum.blogspot.com/2011/06/ekosistem-aliran-energidan-siklus.html) Diakses pada 18 mei 2012 pukul 09:43. Odum, E.P.1996. Dasar-Dasar Ekologi ( Edisi ke 3). Yogyakrta: Universitas Gajah Mada.