Anda di halaman 1dari 263
101 Kisah Bijak dari Jepang Cesilia © 2011 Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Kompas Gramedia Building Blok I, Lantai 5 Ji. Palmerah Barat 29-37, Jakarta 10270 Anggota IKAPI, Jakarta 2011 Desain sampul: Mila Hidajat GM 204 0111 0052 Cetakan pertama: Maret 2011 Hak cipta dilindungi oleh undang-undang. Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari Penerbit. ISBN 978-979-22-6887-4 Dicetak oleh Percetakan Ikrar Mandiriabadi, Jakarta Isi di luar tanggung jawab Percetakan DAFTAR ISI Minamoto No Yoshitsune / 1 Pohon Tsubaki / 9 Kumazo dan Ular Raksasa / 13 Nenek Miskin yang Baik Hati /16 Kucing dan Onigiri /19 Api Tahun Baru / 22 Oryu dan Pohon Ek / 25 Pedang Dewi Matahari / 28 Tudung Kepala yang Dapat Mendengar / Kucing-Kucing Jahat_/34 Falcon Bersayap Pedang / 38 Rasa Terima Kasih Patung Jizo / 41 Gadis Burung Bangau / 45 Karma untuk si Monyet / 50 Kakek yang Baik Hati / 53 Penjual Teh yang In. Lidah Pipit yang Terpotong / 62 Tuan Karung Beras / 65 Mangkuk Batu India / 68 Putri Kakek Pengambil Bambu_/ 70 zkar Janji_/ 58 Ay A 8 101 Kisah Bijak dari Jepang a Chey CORP ai 2 # 21. Kemalangan Hagusuke / 74 22. 23. 24, 25. Penggali Kentang / 76 Penebang Kayu yang Malas _/ 78 Sandal di Puncak Gunung Haku / 80 Momotaro / 82 Tanuki yang Jahat / 87 Asal Usul 12 Shio / 90 Biksu Satu Sun / 93 Damburi Choja / 95 Penjual Mimpi / 98 . Pembeli Mimpi / 101 Si Penjual Beras Penipu / 104 Rubah Memakai Topeng / 107 Kakek Jadijadian / 110 Bel dari Raja Naga / 112 Roh Air Putri Yasunaga / 116 Dua Saudara Penjual Pernis / 119 Banjir Yaro-Ka / 123 Percakapan Kura-Kura / 125 Anak Kecil Berhidung Lembek / 128 . Penggilingan Batu Kecil / 132 Padang Rumput Putri Cantik / 136 Saru Masamune / 141 Janji Pendeta Kongo-In / 145 Siasat Pendeta Shinriki-Bo / 148 101 Kisah Bijak dari Jepang 46. Balas Dendam Pengendara Banteng / 150 47. 48. 49, 50. 51. 52. 53. 54. 55. 56. 57. 58. 59- 60. 61. 62. 63. 64. 65. 66. 67. 68. Istri yang Aneh / 155 Ziarah Matsuko ke Ise / 160 Balas Budi Kura-Kura Laut / 163 Telur-Telur Elang / 166 Pendeta Buta / 169 Pengantin Wanita untuk si Kera / 174 Rencana Kera dan Katak / 177 Monyet, Kucing, dan Tikus / 180 Penjual Beras, Monyet, dan Berang-Berang / 184 Burung Penyanyi di Antara Burung-Burung Elang / 187 Penyamaran Kobo Daishi / 190 Asal Mula Warna Bulu Burung Gagak / 192 Buruk Sangka Tekukur /194 Burung Merpati yang Membangkang / 196 Burung Pipit dan Burung Pelatuk / 198 Ubur-Ubur Tak Bertulang / 201 Ekor Kera yang Pendek / 205 Cho dan Sai / 207 Periuk Rubah / 209 Kisah 8] Pangeran Bersaudara / 211 Jubah Api / 214 Cabang Pohon Berlian / 218 s viii 84, 85. 86. 87. 88. 89, 90. 91. 92. 101 Kisah Bijak dari Jepang . Telur di Sarang Burung Walet / 221 Mutiara Naga / 224 Perjalanan ke Langit / 227 Si Penjudi Pergi ke Langit / 230 Godaan untuk Mencuri / 233 Bocah Bijak dan Roh Benda-Benda / 236 Kebocoran di Rumah Tua / 239 Dua Helai Kain Putih / 242 Yasohachi yang Pintar / 244 Tankuro dan Takuro / 248 Pegulat dari Awa dan Kumano / 251 Fujinoki Kinai / 253 . Kidaiyu dari Hida / 255 . Bola-Bola Nasi Oiko / 257 . Wanita yang Kesusahan dan Laki-Laki Perkasa / 261 Kejujuran Seorang Pekerja / 265 Uang si Pengemis / 268 Melon Bermasalah / 272 Batu Ikan / 274 Ukiran Kadal di Gagang Pedang / 278 Rubah yang Membalas Budi / 281 Gunung Hachikoku / 284 Pendeta yang Berbudi / 287 Perapian pada Malam Tahun Baru / 290 aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. A le og 4,4 101 KisaH Buak DARI JEPANG - ————__ eee < ff tel lebarnya. Dia begitu gigih menjaga kesela- matan anak-anaknya. Sayang dia tertangkap oleh pasukan Taira no Kiyomori. Demi keselamatan keluarga, dia menyerahkan diri dan rela menjadi selir Taira no Kiyomori. Masa kecil Ushiwakamaru dihabiskan di Kuil Kurama. Dia dititipkan di sana dengan nama panggilan Shanaou pada usia 7 tahun. Sejak kecil jiwa kepahlawanannya sudah tampak. Di Kuil Kurama dia mempelajari ilmu pedang dari seorang kesatria bertopeng. Kesatria bertopeng itu sebenarnya mantan anak buah ayah Ushiwa- kamaru. Pada usia 15 tahun Ushiwakamaru baru menyadari siapa dia sebenarnya. Kecerdasan sang ayah dan hati mulia sang ibunda menyatu dalam dirinya. Menjelang dewasa Ushiwakamaru pindah ke Hiraizumi, Oshu. Di sana dia diasuh oleh Fujiwa- ra no Hidehira. Sungguh pengasuh yang sangat tepat karena Fujiwara no Hidehira adalah kepala Klan Oshu Fujiwara yang juga penguasa Mutsu. Di Kuil Atsuta Jungu, Ushiwakamaru melakukan genbuku atau upacara kedewasaan. Di sanalah dia mendapat nama Yoshitsune, lengkapnya Mina- moto no Yoshitsune. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 101 Kisan Buak DARI JEPANG q sebagai wakil Yoritomo dan tinggal di ibu kota Heian-kyo, di Istana Horikawa yang merupakan rumah induk klan Kawachi Genji. Namun, ketenangan Yoshitsune tak berlang- sung lama. Dia berselisih dengan Yoritomo. Pasal- nya, kaisar mengangkat kelompok samurai dari Kanto tanpa menanyai Yoritomo terlebih dulu. Padahal pasukan itu adalah hasil binaannya ber- sama Yoshitsune. Maka, atas perintah Yoritomo, kelompok samurai itu dibiarkan tetap berada di Heian-kyo, tidak kembali ke wilayah Kanto. Minamoto no Yoshitsune kembali diuji. Kaji- wara Kagetoki, bekas perwira pendampingnya, mengkhianatinya. Kajiwara Kagetoki adalah pengikut setia Yoritomo. Dia memfitnah Yoshit- sune dengan memberi kabar bohong kepada Yoritomo melalui surat. Dia menyatakan bahwa Yoshitsune sangat sombong, banyak tingkah se- olah satu-satunya yang berjasa menghancurkan klan Taira. Sebetulnya Yoritomo sudah lama ingin me- nyingkirkan Yoshitsune, meskipun Yoshitsune pernah menulis Surat Koshigoe (Koshigoe-j6) kepada Yoritomo yang menegaskan bahwa di- \ rinya tidak bermaksud memberontak. Surat itu aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 4 101 KisaH Buak Dari JEPANG Namun, suatu saat, entah dari mana asalnya dan sejak kapan datangnya, seorang raksasa jahat tinggal di atas pohon tersebut. Keberadaannya mempbuat penduduk ketakutan. Saat malam tiba, suara tawa raksasa yang menyeramkan itu begitu membahana, terbawa oleh embusan angin hing- ga berpuluh-puluh kilometer. Suaranya membuat anak-anak kecil menangis ketakutan dan burung- burung yang bertengger di pohon menjadi kaku serta jatuh ke tanah. Gerakan badannya bisa me- nimbulkan angin kencang yang memorak-poran- dakan atap rumah penduduk. Bau napasnya bisa membuat tanaman layu dan mati, ternak bahkan manusia pingsan. Keberadaan raksasa jahat itu membuat penduduk desa sangat ketakutan dan tidak berani keluar rumah. Akibatnya banyak lahan pertanian yang terbengkalai dan binatang ternak yang tidak mendapatkan cukup makan- an. Kejadian itu membuat para dewa di kerajaan langit sedih dan marah. Mereka lalu mengutus puluhan ribu tentara untuk mengusir raksasa itu. Bala tentara tersebut diperintahkan mengepung pohon Tsubaki dari bawah. Mereka ramai berte- riak sambil mengacung-acungkan tombak dan aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 101 KisaH Buak Dart JEPANG mazo. Kumazo tidak mau menyerah begitu saja. Dia terus mengayun-ayunkan pikulan agar sang ular tidak mendekat. Namun, tiba-tiba gagang pi- kulannya patah. Sang ular pun seketika membelit tubuh Kumazo. “Ju... tu... tunggu sebentar. Lepaskan aku!” teriak Kumazo. Ular itu diam sejenak. “Ada apa?” katanya. “Tunggu sebentar. Lepaskan aku dulu. Aku ha- rus kembali ke rumahku dulu untuk berpamitan pada keluarga. Setelah itu, aku akan kembali ke sini untuk menyelesaikan pertarungan kita,” kata Kumazo meyakinkan ular tersebut. Sejenak ular itu diam. Namun, akhirnya dia melepaskan belitan. Setelah terlepas dari belitan, Kumazo mengucapkan terima kasih lalu berlari pulang ke desanya. Sementara itu, sang ular me- lingkarkan tubuh, menunggu kedatangan Kuma- zo lagi. Kumazo berlari sambil berteriak-teriak me- manggil penduduk desa. “Ada ular raksasa di la- dang!” Mendengar teriakan itu, penduduk desa segera mengambil senjata tajam. Ada yang mem- bawa pedang, golok, tombak, juga pentungan kayu. Mereka pun beramai-ramai menuju ladang