Anda di halaman 1dari 54

Lingkungan bisnis adalah segala sesuatu yang mempengaruhi aktivitas bisnis dalam suatu lembaga organisasi atau perusahaan.

Faktor factor yang mempengaruhi tersebut tidak hanya dalam perusahaan (intern), namun juga dari luar (ekstern). Oleh karena itu, lingkungan bisnis diklasifikasikan menjadi 2 macam, yaitu : Lingkungan Internal Segala sesuatu di dalam orgnisasi / perusahaan yang akan mempengaruhi organisasi / perusahaan tersebut. Lingkungan Eksternal Segala sesuatu di luar batas-batas organisasi/perusahaan yang mungkin mempengaruhi organisasi/perusahaan. A. LINGKUNGAN INTERNAL Lingkungan Internal dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu : Tenaga kerja (Man) Modal (Money) Material / bahan baku (Material) Peralatan/perlengkapan produksi (Machine) Metode (Methods) Lingkungan internal ini biasanya digunakan untuk menentukan Strength(kekuatan) perusahaan, dan juga mengetahui Weakness (kelemahan) perusahaan. B. LINGKUNGAN EKSTERNAL Lingkungan eksternal dibagi menjadi 2, yaitu : Lingkungan Mikro, dimana perusahaan dapat melakukan aksi reaksi terhadap faktor faktor penentu Opportunty (peluang pasar) dan juga Threat (ancaman dari luar). Faktor faktor yang mempengaruhi : Pemerintah Pemegang saham (shareholders) Kreditor Pesaing Publik Perantara Pemasok Konsumen Lingkungan Makro,dimana perusahaan hanya dapat merespon lingkungan di luar perusahaan.

Faktor faktor yang mempengaruhi : Lingkungan ekonomi Lingkungan teknologi Lingkungan politik-hukum (pemerintahan) Lingkungan sosial kultur Lingkungan global Lingkungan bisnis Teknologi dan informasi

LINGKUNGAN BISNIS
Lingkungan bisnis adalah sesuatu yang mempengaruhi aktifitas bisnis dalam suatu lembaga organisasi atau perusahaan.

Lingkungan bisnis diklasifikasikan menjadi 2 macam, yaitu : A. LINGKUNGAN INTERNAL Segala sesuatu di dalam orgnisasi / perusahaan yang akan mempengaruhi organisasi / perusahaan tersebut. Lingkungan Internal dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu : Tenaga kerja (Man) Modal (Money) Material / bahan baku (Material) Peralatan/perlengkapan produksi (Machine) Metode (Methods) Lingkungan internal ini biasanya digunakan untuk menentukan Strength(kekuatan) perusahaan, dan juga mengetahui Weakness (kelemahan) perusahaan. B. LINGKUNGAN EKSTERNAL Segala sesuatu di luar batas-batas organisasi/perusahaan yang mungkin mempengaruhi organisasi/perusahaan Lingkungan eksternal dibagi menjadi 2, yaitu : 1. Lingkungan Mikro, dimana perusahaan dapat melakukan aksi reaksi terhadap faktor faktor penentu Opportunty (peluang pasar) dan juga Threat (ancaman dari luar). Faktor faktor yang mempengaruhi : Pemerintah Pemegang saham (shareholders) Kreditor Pesaing Publik Perantara Pemasok Konsumen 2. Lingkungan Makro,dimana perusahaan hanya dapat merespon lingkungan di luar perusahaan.

Faktor faktor yang mempengaruhi : Lingkungan ekonomi Lingkungan teknologi Lingkungan politik-hukum (pemerintahan) Lingkungan sosial kultur Lingkungan global Lingkungan bisnis Teknologi dan informasi

Dari pengertian diatas tersebut, maka lingkungan bisnis untuk usaha yang akan saya kelola nantinya adalah seperti: Dari lingkungan internal, dengan adanya usaha fotokopian serta online cafe tersebut maka akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang berada di sekitar usaha tersebut. Tentunya dengan keahlian dan kemampuan yang dibutuhkan. Modal yang saya gunakan adalah sebagian modal pribadi dan orang lain yang saya ajak untuk merealisasikan usaha ini. Segala pengeluaran kebutuhan usaha diperhitungkan dengan baik, jika bisa dengan menggunakan dana yang tidak terlalu besar. Alasan saya membuat usaha fotokopian online caf ini adalah karena diwilayah tempat tinggal saya belum ada usaha yang seperti itu. Dan selain itu usaha tersebut di tujukan lebih kepada anak remaja atau anak sekolah atau mahasiswa. Karena di tempat tinggal saya terdapat beberapa sekolah dan STIE. Oleh karena itu saya ingin membuat usaha tersebut.

Desinisi bisnis menurut ahli :


Menurut Mahmud Machfoedz, Bisnis adalah usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Usahawan atau pelaku bisnis harus mampu memadukan 4 macam sumber daya, yaitu : 1. Sumber daya materi 2. Sumber daya manusia 3. Sumber daya keuangan 4. Sumber daya informasi

Teori yang berkepentingan dalam pengelolaan bisnis :


Contoh teori yang digunakan, adalah Stakeholder yang merupakan suatu individu, sekelompok manusia, komunitas atau masyarakat, baik secara keseluruhan maupun secara parsial yang memiliki hubungan serta kepentingan terhadap perusahaan dan mempunyai kekuasaan, legitimasi, dan kepentingan terhadap perusahaan. Stakeholder sendiri terbagi menjadi dua, yaitu : 1. Primary stakeholders merupakan pihak-pihak yang mempunyai kepentingan secara ekonomi terhadap perusahaan dan menanggung segala risiko, seperti investor, kreditor,

karyawan, komunitas lokal namun disisi lain pemerintah juga termasuk kedalam golongan primary stakeholders walaupun tidak secara langsung mempunyai hubungan secara ekonomi namun hubungan diantara keduanya lebih bersifat non-kontraktual. 2. secondary stakeholders dimana sifat hubungan keduanya saling mempengaruhi namun kelangsungan hidup perusahaan secara ekonomi tidak ditentukan oleh stakeholderjenis ini. Contoh secondary stakeholders adalah media dan kelompok kepentingan seperti lembaga sosial masyarakat, serikat buruh, dan sebagainya. Perkembangan teori stakeholders membawa perubahan terhadap indikator kesusuksesan perusahaan. Hal tersebut tercermin dengan munculnya paradigma Triple Bottom Line.

Tujuan bisnis :
Tujuan dari bisnis merupakan hasil akhir yang ingin dicapai oleh para pelaku bisnis dari usaha yang mereka lakukan dan merupakan cerminan dari berbagai hasil yang diharapkan bisa dilakukan oleh bagian-bagian organisasi perusahaan yang akan menentukan kinerja perusahaan dalam jangka waktu yang panjang. Secara umum tujuan dari bisnis adalah menyediakan produk berupa barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen serta memperoleh keuntungan dari aktivitas yang dilakukan. Dalam jangka waktu yang panjang, tujuan yang ingin dicapai tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumen saja, namun terdapat banyak hal yang ingin dicapai oleh perusahaan dalam bisnis yang mereka lakukan, diantaranya: 1. Market standing, adalah suatu penguasan pasar yang akan menjadi jaminan bagi perusahaan untuk memperoleh pendapatan penjualan dan profit dalam jangka waktu yang panjang. 2. Innovation, yaitu suatu inovasi dalam produk (barang atau jasa) serta inovasi keahlian. 3. Physical and financial resources, yakni suatu perusahaan memiliki tujuan penguasaan terhadap sumber daya fisik dan keuangan yang digunakan untuk mengembangkan perusahaan sehingga menjadi semakin besar dan semakin menguntungkan. 4. Manager performance and development, manager merupakan orang yang secara operasional bertanggung jawab terhadap pencapaian tujuan organisasi. Untuk dapat mengelola perusahaan dengan baik, manager perlu memiliki berbagai kemampuan dan keahlian yang sesuai dengan profesinya. Maka diperlukan peningkatan kinerja dan pengembangan kemampuan manager melalui serangkaian kegiatan kompensasi yang menarik dan program training and development yang berkelanjutan. 5. Worker Performance and Attitude, untuk kepentingan jangka yang panjang, maka sikap para karyawan terhadap perusahaan dan pekerjaan perlu diperhatikan agar dapat bekerja dengan baik dan maksimal. 6. Public Responsibility, suatu bisnis harus memiliki tanggung jawab sosial seperti memajukan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja.

Lingkungan kegiaatan usaha

Secara garis besar lingkungan bisnis dapat dibedakan menjadi dua, yaitu : 1) lingkungan pasar (market environment) 2) lingkungan bukan pasar (nonmarket environment) Yang termasuk dalam lingkungan pasar adalah unsur-unsur dalam sistem pasar yang berpengaruh terhadap kegiatan suatu perusahaan, yang meliputi;

a) Langganan b) Perusahaan yang menyediakan bahan mentah c) Para pekerja dalam perusahaan d) Perusahaan lain pesaing maupun bukan pesaing Sedangkan lingkungan bukan pasar mencangkup beberapa faktor yang mempengaruhi kegiatan perusahaan dalam perekonomian. antara lain; a) Kegiatan ekonomi pada keseluruhannya b) Peraturan dan Undang-undang negara dan pelaksanaannya c) Kestabilan pemerintah/politik dan kebijakan pemerintah d) Faktor sosial dan budaya dalam masyarakat e) Organisasi perburuhan dan masyarakat lain f) Situasi dan perkembangan ekonomi global Unsur lain yang mempengaruhi lingkungan bisnis berasal dari luar Negara, antara lain perkembangan persaingan dan kemampuan untuk bersaing. Untuk menghadapi persaingan dalam era globalisasi saat ini, organisasi bisnis perlu meningkatkan teknologi dan produktivitas, melakukan penetrasi ke pasar baru, dan menekan biaya produksi.

Tingkatan partisipasi bisnis :

Berikut ini adalah pengertian atau definisi dari masing-masing partisipasi bisnis secara umum : 1. Perusahaan Domestik / Lokal, adalah suatu unit bisnis yang tingkat operasional dan pangsa pasarnya berada dalam suatu wilayah saja tanpa melewati batas negara. Jenis perusahaan ini masih bersifat sederhana karena hanya memperhitungkan berbagai variabel yang berlaku di sekitarnya saja mulai dari besar kecilnya kompensasi, budaya perusahaan, pengrekrutan tenaga kerja, analisis pasar, dan lain sebagainya. 2. Perusahaan Internasional, adalah suatu unit bisnis yang sudah memperluas produksi dan pemasaran produk baik barang maupun jasa ke luar negari dari negara asalnya. Hal ini terkadang harus dilakukan oleh suatu perusahaan bisnis di kala pasar yang ada di dalam negri sudah berada dalam tahap jenuh, sehingga sulit untuk dapat berkembang lebih besar lagi. Dengan memasuki pasar internasional mau tak mau perusahaan harus mampu beradaptasi di semua bidang dengan kultur budaya di negara setempat agar tidak menimbulkan permasalahan sosial. 3. Perusahaan Multinasional, adalah perusahaan yang memiliki beberapa pabrik yang berdiri di negara yang berbeda-beda. Sehingga perusahaan harus dapat menyesuaikan diri dengan budaya di tiap negara yang dimasuk untuk dapat bertahan dan sukses. Dengan mendirikan banyak unit produksi di negara lain diharapkan dapat menghemat biaya ongkos produksi dan distribusi produk hingga sampai ke tangan konsumen akhir. 4. Perusahaan Global, adalah unit bisnis yang memiliki kantor pusat di banyak negara lain dengan sistem pengambilan keputusan desentralisasi. Sistem partisipasi bisnis global digunakan karena sudah semakin pudar dan hilangnya batasan-batasan pasar suatu negara dengan negara lainnya (globalisasi).

Tantangan bisnis masa kini

Contoh tantangan bisnis yang ada di masa kini adalah sebagai berikut : 1. Globalisasi ekonomi, merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan atau tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian

mengharuskan penghapusan seluruh batasan terhadap arus modal, barang dan jasa. Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin erat. Di satu pihak globalisasi perekonomian akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif, namun disisi lain globalisasi ekonomi juga membuka peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik. 2. Tantangan sosial : i) Pemulihan eknomi, merupakan naiknya stabilitas kerja, namun masih terbtasnya kesempatan kerja. ii) Wanita di dunia kerja, peranan wanita di dunia kerja saat ini membuat persaingan di dalam dunia kerja menjadi semakin sulit. Karena keterbatasannya lapangan pekerjaan. iii) Diversitas, banyaknya tenaga kerja yang berbeda ras, agama, kewarganegaraan, budaya, dan suku membuat semakin beragamnya sifat dan karakteristik dalam suatu perusahaan. iv) Konflik nilai, pada dasarnya nilai yang dimiliki setiap individu dalam setiap organisasi tidak sama, sehingga konflik bisa saja terjadi antar individu maupun kelompok. v) Etika bisnis, merupakan aplikasi pemahaman kita tentang apa yang baik dan benar untuk beragam institusi, teknologi, transaksi, aktivitas dan usaha yang kita sebut bisnis. Pembahasan tentang etika bisnis harus dimulai dengan menyediakan rerangka prinsipprinsip dasar pemahaman tentang apa yang dimaksud dengan istilah baik dan benar, hanya dengan cara itu selanjutnya seseorang dapat membahas implikasi-implikasi terhadap dunia bisnis. 3. Tantangan kualitas, adalah tantangan perusahaan yang berkaitan dengan kebutuhan konsumen akan produk dan pelayanan yang memuaskan. 4. Tantangan teknologi, merupakan suatu tantangan dimana suatu perusahaan harus bisa memaksimalkan teknologi dalam produksi yang mereka lakukan. Untuk menghasilkan suatu produk yang mempunyai kualitas yang baik.

Lingkungan bisnis

Lingkungan bisnis adalah segala sesuatu yang mempengaruhi aktivitas bisnis dalam suatu lembaga organisasi atau perusahaan. Di bawah ini adalah contoh dalam lingkungan bisnis. A. Lingkungan Makro, merupakan tempat di mana perusahaan harus memulai pencariannya atas peluang dan kemungkinan ancaman. Lingkungan ini terdiri dari semua pihak dan kekuatan yang mempengaruhi operasi dan prestasi perusahaan. Perusahaan perlu untuk memahami kecenderungan akan lingkungan saat ini. Lingkungan makro perusahaan terdiri dari enam kekuatan utama, yaitu : 1. Lingkungan demografi, memperlihatkan pertumbuhan penduduk dunia yang tinggi, perusahaan distribusi, umur, etnis, dan pendidikan, jenis rumah tangga baru, pergeseran populasi secara geografi, dan perpecahan dari pasar masal menjadi pasar-pasar mikro. 2. Lingkungan ekonomi, memperlihatkan suatu perlambatan dalam pertumbuhan pendapatan riil, tingkat tabungan yang rendah dan hutang yang tinggi, dan perubahan pola pengeluaran konsumen. 3. Lingkungan alam, memperlihatkan kekurangan potensial dari bahan baku tertentu, biaya energi yang tidak stabil, tingkat populasi yang meningkat, dan gerakan hijau yang berkembang untuk melindungi lingkungan. 4. Lingkungan teknologi, memperlihatkan perubahan teknologi yang semakin cepat, kesempatan inovasi yang tak terbatas, anggaran riset dan pengembangan yang tinggi,

konsentrasi pada perbaikan kecil daripada penemuan besar, dan pengaturan yang meningkat terhadap perubahan teknologi. 5. Lingkungan politik, memperlihatkan pengaturan bisnis yang substansial, peranan badan pemerintah yang kuat, dan pertumbuhan kelompok kepentingan umum. 6. Lingkungan budaya, memperlihatkan kecenderungan jangka panjang menuju realisasi diri, kepuasan langsung, dan orientasi yang lebih sekuler. B. Lingkungan mikro, dimana perusahaan dapat melakukan aksi reaksi terhadap faktor faktor penentu Opportunty (peluang pasar) dan juga Threat (ancaman dari luar). Faktor faktor yang mempengaruhi, lingkungan mikro : 1. Pemerintah 2. Pemegang saham 3. Kreditor 4. Pesaing 5. Publik 6. Perantara 7. Pemasok 8. Konsumen

Faktor-faktor yang menentukan kondisi lingkungan

Disebut sebagai lingkungan kegiatan usaha : 1. Lingkungan pasar : i) Para pelanggan, pelanggan (Customer) berbeda dengan konsumen (Consumer), seorang dapat dikatakan sebagai pelanggan apabila orang tersebut mulai membiasakan diri untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan oleh badan usaha. Kebiasaan tersebut dapat dibangun melalui pembelian berulang-ulang dalam jangka waktu tertentu. Dalam menjalankan bisnisnya, produsen harus bisa menjaga hubungan baik dengan pelanggan atau customer, karena pelanggan dapat memberikan keuntungan bagi perusahan. ii) Perusahaan yang meyediakan bahan mentah, perusahaan ini dapat menyuplai bahanbahan pokok yang dibutuhkan dalam proses produksi. iii) Para pekerja dalam perusahaan, para pekerja yang terampil dan tekun dapat menghasilkan keuntungan tersendiri bagi suatu perusahaan. iv) Perusahaan pesaing maupun yang bukan pesaing, 2. Lingkungan bukan pasar : i) Kegiatan ekonomi pada keseluruhan, mencangkup seluruh kegiatan dalam suatu perusahaan, mulai dari memprodiksi hingga distribusi. ii) PP/UU, adalah peraturan mengenai kegiatan ekonomi yang diatur dalam Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah. iii) Kestabilan politik, merupakan faktor penunjang dalam kegiatan ekonomi.

Pengertian Lingkungan Bisnis


Lingkungan Bisnis

Adalah faktor-faktor yang berada diluar jangkauan perusahaan yang dapat menimbulkan suatu peluang atau ancaman. Lingkungan bisnis adalah segala sesuatu yang mempengaruhi aktivitas bisnis dalam suatu lembaga organisasi atau perusahaan. Faktor Lingkungan Bisnis :

1. Lingkungan Mikro Bisnis adalah para pelaku yang secara langsung berkaitan dengan lingkungan, yang mempengaruhi perusahaan. 2. Lingkungan Makro ( Lingkungan Umum ) adalah kekuatan-kekuatan yang timbul dan berada diluar jangkauan serta biasanya terlepas dari situasi operasional perusahaan.
Lingkungan Makro ini terdiri dari :

A. Faktor Ekonomi Yang perlu dianalisis adalah : - Siklus ekonomi - Gejala inflansi dan deflasi - Kebijaksanaan moneter - Neraca pembayaran B. Faktor Demografi Terdiri dari : - Perubahan jumlah penduduk akan mempengaruhi permintaan - Perubahan struktur usia penduduk akan mempengaruhi pemindahan jenis produk sesuai dengan perubahan umurnya. - Distribusi pendapatan. - Tingkat pengangguran. C. Faktor Geografi Faktor geografi juga penting diamati oleh perencana strategi, untuk menentukanpeluang dan ancaman perusahaan. D. Faktor Teknologi Perubahan teknologi membawa pengaruh terhadap perkembangan perusahaan. E. Faktor Pemerintah Perubahan-perubahan kebijakan pemerintah dalam berbagai bentuk peraturan, dapat merupakan peluang bagi perusahaan dan dapat pula hambatan / ancaman bagi perusahaan. F. Faktor Sosial Sosial adalah kebiasaan dan nilai-nilai sosial lingkungan masyarakat, khususnya langganan dan karyawan.

G. Faktor Politik 1. Kekuatan politik 2. Perbedaan ideologi.

Unsur-Unsur Lingkungan Bisnis


Ada lima macam lingkungan yang mempengaruhi aktivitas bisnis yaitu:

- Lingkungan fisik meliputi tanah, iklim, topografi, udara, air, dan


infrastruktur. Setiap perusahaan selalu akan menggantungkan pada sumber sumber tersebut.

- Lingkungan perekonomian menerangkan


tentang system pasar dalam dimana sumber-sumber diolah, diproduksi, dan didistribusikan kepada masyarakat. Lingkungan perekonomian mempengaruhi kegiatan usaha perusahaan yang menghasilkan dan mendistribusikan barang atau jasa.

- Lingkungan pemerintah seperti bantuan pemerintah yang


diberikan di bidang bisnis untuk mengembangkan perusahan kecil maupun perusahaan besar. Misalnya fasilitas dan prasarana dibangun di daerah-daerah, seperti : jalan-jalan, pembangkit tenaga listrik, dan sebagainya.

- Lingkungan hukum merupakan latar belakang hukum dan


peraturan dimana perusahaan-perusahaan menjalankan operasinya, termasuk masalah etika tidak dapat diabaikan dalam pengembangan bisnis.

- Lingkungan internasional

menyangkut hubungan-hubungan internasinal dengan negara-negara lain dan perusahaan-perusahaan asing. Aliran dana ke luar negeri untuk membiayai impor dan pemasukan kedalam negeri dari hasil ekspor pembayaran internasional dan mutinasional untuk menunjang pengembangan bisnis di Indonesia, dapat dianggap sebagai lingkungan internasional.

Hubungan/Dampak Perusahaan dan Lingkungan


Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (selanjutnya dalam artikel akan disingkat CSR) adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadapkonsumen, karyawan, pemegang

saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan. CSR berhubungan erat dengan pembangunan berkelanjutan, di mana ada argumentasi bahwa suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan faktor keuangan, misalnya keuntungan atau deviden melainkan juga harus berdasarkan konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang.

Tanggung Jawab Sosial dan Etika Bisnis


sebuah perusahaan bergerak karena beraksinya sumber daya manusia bersama-sama sumberdaya yang lain. Agar aksi manajemen perusahaan berjalan selamat perlu memperhatikan etika bisnis dan tanggung jawab sosial. Etika dan tanggung jawab sosial perupakan rem perusahaan agar berkerja tidak bertabrakan dengan pemegang kepentingan perusahaan, seperti pelanggan, pemerintah, pemilik, kreditur, pekerja dan komunitas atau masyarakat. Hubungan yang harmonis dengan pemegang kepentingan akan menghasilkan energi positif buat kemajuan perusahaan. Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis. Etika bisnis merupakan studi standar formal dan bagaimana standar itu diterapkan ke dalam system dan organisasi yang digunakan masyarakat modern untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa dan diterapkan kepada orang-orang yang ada di dalam organisasi. Kepada Siapa Tanggung Jawab Tersebut 1. Pelanggan (Customers) 2. Pekerja (Employees) 3. Kreditur (Creditors) 4. Lingkungan (Environment) 5. Masyarakat (Communities)

Tanggung Jawab Sosial Kepada Pelanggan 1. Bagaimana Memastikan Tanggung jawab Bisnis : Tetapkan kode etika. Monitor keluhan pelanggan. Memperoleh umpan balik pelanggan 2. Bagaimana memastikan tanggung jawab Pemerintah : Peraturan Keamanan Produk. Peraturan Periklanan. Peraturan Persaingan Industri. Tanggung Jawab Sosial Kepada Pekerja 1. Keamanan Pekerja (Employee Safety) Memastikan Tempat kerja yang aman bagi pekerja. 2. Perlakuan pekerja Memastikan tidak ada diskriminasi. Menjalin hubungan yang harmonis antara pemilik dan pekerja 3. Kesamaan kesempatan (Equal Opportunity) Kesamaan Kesempatan/Hak sipil 4. Bagaimana memastikan tanggung jawab Bisnis : Keluhan Prosedur. Kode etik. Pelajari UU Ketenagakerjaan Tanggung Jawab Sosial Kepada Kreditor 1. Kewajiban Keuangan. 2. Informasikan kreditur jika mempunyai permasalahan keuangan

Tanggung Jawab social Kepada Lingkungan 1. Pencegahan polusi udara: Peninjauan kembali proses produksi. Petunjuk Penyelenggaraan pemerintah 2. Pencegahan polusi daratan: Peninjauan kembali proses produksi dan pengemasan. Menyimpan dan mengirim barang sisa beracun ke lokasi pembuangan T anggung Jawab Sosial Kepada Masyarakat 1. Sponsori peristiwa masyarakat lokal. 2. Sumbangkan kepada masyarakat tidak mampu.
Tags: pengantar bisnis, bisnis

Laporkan Tanggapi

Siapa yang menilai tulisan ini?


KOMENTAR BERDASARKAN :

Tulis Tanggapan Anda

REGISTRASI | MASUK

FEATURED ARTICLE

Penyakit yang Sering Diderita Tinggal di Luar


Ibu_young

TRENDING ARTICLES
Jokowi Pintu Masuk JK & Prabowo Menuju RI-1?
Arrie Boediman La ...

Akhirnya Metro TV Mengaku Salah


Fathiya Mumtazah

Termehek-mehek Menjadi Ibu Rumah Tangga


Ella Zulaeha

Ada Miyabi dan Istri Simpanan di Buku Anak SD dan


Hendi Setiawan

Merger Arema ISL-Pelita Jaya adalah Wujud Egoisme


Sai Lupi


INDEX

INFO & PENGUMUMAN KONTAK KOMPASIANA

Kompasiana-Midazz Blog Competition Pemenang Review Test Drive dan Nissan Yuk, Ikut Berkreasi dengan Barang Bekas

TERAKTUAL Fenomena Pembunuhan di Kompasiana, Membudaya? Aku Membunuh CintaMengapa Orang Desa Lebih Memilih Mantri daripada Dokter?Rohis, Anugrah dan TerorisJokowi Pintu Masuk JK & Prabowo Menuju RI-1? (02) INSPIRATIF BERMANFAAT MENARIK Subscribe and Follow Kompasiana:

Sd

Lingkungsn bisnis di bagi tiga kelompok yaitu : a. Lingkungan internal mikro Lingkungan internal adalah perusahaan itu sendiri b. Lingkungan eksternal mikro Konsumen Pesaing Distributor

c.

Suplier Lingkungan eksternal makro Ekonomi Politik Sosial Budaya Hukum Teknologi

Strategi pemasaran
Untuk menghasilkan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan optimal. Berikut kami berikan strategi tepat pemasaran jasa yang dapat dicoba :

1.

Berikan pelayanan secara efisien. Dengan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat sesuai

dengan harapan konsumen, secara tidak langsung mampu mempengaruhi konsumen untuk kembali lagi menggunakan jasa yang kita tawarkan. Karena biasanya konsumen tidak suka jika menunggu terlalu lama pelayanan yang mereka harapkan. 2. Dalam menjalankan pemasaran jasa, adanya peran karyawan yang menangani konsumen dengan baik merupakan daya tarik tersendiri bagi para konsumen. Karena kinerja karyawan menentukan citra perusahaan jasa. 3. Disamping itu, tinggi rendahnya harga yang ditawarkan pelaku bisnis jasa sebaiknya di sesuaikan dengan besar kecilnya manfaat yang diperoleh konsumen dari produk jasa yang kita tawarkan. Semakin besar manfaat atau nilai yang dirasakan konsumen, semakin tinggi pula biaya yang harus dikeluarkan konsumen. 4. Gunakan perkembangan teknologi serta inovasi untuk menghasilkan produk jasa yang mampu memberikan solusi terbaik bagi para konsumen. Karena semakin canggih teknologi yang digunakan, semakin cepat pula pelayanan yang diberikan untuk konsumen.

5. Sesuaikan budaya yang berkembang saat ini. Karena peluang pasar bisnis jasa juga dipengaruhi
dengan budaya yang berkembang saat ini. Dari beberapa cara pemasaran jasa yang telah dibahas, dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan kepada konsumen menjadi pemasaran paling tepat bagi bisnis jasa. Kenyamanan, solusi tepat, pelayanan prima, dan keramahan karyawan menjadi kunci sukses bisnis jasa. Semoga informasi stategi tepat pemasaran jasa dapat membantu Anda dalam menjalankan bisnis. Salam sukses.
Sumber gambar : http://www.kompas.com/data/photo/2009/09/02/0812452p.jpg

Definisi jasa Pengetian Jasa Jasa adalah semua tindakan atau kegiatan yang dapat tawarkan oleh satu pihak kepada pihak lainnya yang tidak berwujud dan tidak menyebabkan kepemilikan

apapun. Beberapa hal berikut merupakan karakteristik dari jasa, yaitu intangible atau tidak terlihat. Tidak terpisahkan, antara jasa yang disediakan dengan penyedia jasa. Kemudian bervariasi, dalam hal ini adalah standar nilai dari suatu jasa terhadap pelanggan adalah berbeda-beda. Dan yang terakhir adalah Mudah lenyap, karena jasa hanya ada ketika proses transaksi antara penyedia jasa dan pelanggan berlangsung. Setelah itu jasa akan hilang. Berbeda halnya dengan produk yang dapat dimiliki setelah transaksi terjadi. Kualitas jasa atau layanan merupakan tingkat kesenjangan antara harapan atau keinginan pelanggan dengan persepsi atau performansi yang telah mereka rasakan. Sifat dan klasifikasi Jasa Penawaran jasa dibedakan dalam lima kategori, yaitu : 1. Penawaran barang berwujud murni, contohnya adalah sabun, shampo. 2. Penawaran barang berwujud disertai jasa, contohnya penjualan produk komputer dimana pelanggan membutuhkan instaasi atau servis komputer yang sudah dibelinya. 3. Campuran, dimana porsi antara produk dan jasanya seimbang, contohnya adalah penawaran makan direstaurant dimana pelanggan memesan makan disertai dengan kebutuhan pelayanan yang memuaskan. 4. Jasa Utama disertai barang tambahan, contohnya adalah perusahaan jasa travel yang menjual jasa transportasi disertai produk tambahan misalnya makanan yag disajikan dengan merek tertentu. 5. Penawaran Jasa murni, contoh yang sering ditemui adalah pelayanan jasa cukur rambut ( salon kecantikan ). Selain itu Jasa dapat dibedakan dalam empat kategori. pertama berbasis orang / peralatan, contohnya adalah jasa pencucian mobil yang menggunakan tenaga orang juga mesin. Kedua adalah jasa yang menghadirkan klien, dalam arti bahwa penjualan jasa tidak dapat dilakukan tanpa kehadiran klien, misalnya saja jasa cukur rambut. ketiga adalah jasa yang memiliki porsi berbeda-beda dalam penjualannya sesuai dengan kebutuhan, contohnya adalah akan brbeda pelayanan antara dokter pribadi dan dokter umum ditinjau dari kekhususan pelayanannya. Dan yang terakhir adalah Jasa yang berbeda dalam tujuan dan kepemilikannya. Strategi Pemasaran Perusahan Jasa salah satunya dapat dilihat dari bauran pemasaran yaitu product, price, place atau distribution dan promotion sangat membantu dalam pemasaran suatu produk. Namun dalam pemasaran jasa yang sebagian besar berhubngan langsung dengan manusia sehingga membuat perbedaan atas hasil kepuasan pelanggan. Untuk itu pemasaran jasa perlu memperhatikan unsur lainnya yaitu people, physical evidence dan process. Pelayanan yang baik dari penyedia jasa ( people ) akan membentuk suatu physical evidence pada pelanggan akibat process pemberian jasa yang dilakukan sangat baik. Dari physical evidence yang telah terbentuk memungkinkan untuk peningkatan jumlah pelanggan yang ingin menggunakan jasa layanan yang sama. Mengelola Mutu Jasa Terdapat suatu strategi yang dapat ditempuh dalam memenangkan persaingan dengan pesaing usaha yaitu dengan cara menyampaikan layanan yang bermutu tinggi secara konsisten dibanding para pesaing dan lebih tinggi daripada harapan pelanggan. Untuk menghindari kegagalan dalam penyampaian jasa, perlu diperhatikan kesenjangan-kesenjangan yang mungkin terjadi, diantaranya sebagai berikut :

1. Kesenjangan terjadi antara harapan konsumen dan persepsi manajemen. Contoh, manajemen rumah sakit menganggap pasien menginginkan menu makanan yang disajikan enak, padahal pasien menginginkan pelayanan perawat yang baik. 2. Kesenjangan terjadi antara persepsi manajemen dan spesifikasi mutu jasa. 3. Kesenjangan terjadi antara spesifikasi mutu dengan cara penyampaian jasa 4. Kesenjangan terjadi antara penyampaian jasa dan komunikasi internal. 5. Kesenjangan yang terjadi antara jasa yng dialami dengan jasa yang diharapkan (persepsi konsumen). Selain kesenjangan ternyata perubahan faktor lingkungan juga mempengaruhi perkembangan sektor jasa. antara lain adalah:konsumen, pesaing, teknologi-inovasi, globalisasi, ekonomi, pemerintah dan sosial budaya. Diantara faktor lingkungan tersebut, maka perkembangan teknologi (informasi dan komunikasi) oleh banyak kalangan dikatakan sebagai faktor lingkungan yang paling banyak mempengaruhi sektor jasa. Teknologi ini sangat membantu sektor jasa untuk mengelola bisnisnya secara efisien sesuai dengan semangat cost cutting. Selain itu meningkatnya sektor jasa juga dipicu beberapa faktor pendorong yaitu: meningkatnya tuntutan konsumen terhadap kualitas, pengurangan biaya, pelayanan jasa, konsumen internal, peningkatan produksi dan berkembangnya organisasi Nirlaba. Perkembangan sektor jasa kedepan akan menunjukkan pertumbuhan signifikan karena adanya perkembangan teknologi internet, digitalisasi dan komunikasi sehingga jarak bukan merupakan kendala karena komunikasi dan informasi dapat dijalin melalui click mouse. Definisi Pemasaran Jasa Jasa yang berbeda dengan good (produk) karena secara kasat mata tidak dapat dilihat menimbulkan berbagai permasalahan dalam mengembangkan strategi pemasaran. Seperti yang dikemukakan oleh Kotler bahwa jasa merupakan setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Ada enam karakteristik jasa yang perlu diperhatikan oleh penyedia jasa yaitu intangibility (tidak nampak), Perishability (tidak dapat disimpan), Heteroginity (bervariasi), inseparability (tidak dapat dipisahkan antara produksi dan konsumsi), people based (sangat tergantung pada kinerja karyawan) dan contact customer (hubungan dengan konsumen secara langsung). Karakteristik unik yang dimiliki oleh jasa memiliki esensi utama yaitu perlunya keterlibatan secara langsung karyawan dalam delivery process, sehingga karyawan menjadi ujung tombak keberhasilan jasa. Tetapi dengan perkembangan teknologi ketergantungan terhadap karyawan dapat dieliminasi dan direct customer contact yang sangat costly dapat dikurangi. Misalnya: bisnis perbankan pada saat ini menggunakan ATM (Anjungan Tunai Mandiri) untuk membantu konsumen melakukan self service berbagai keperluan yang berkaitan dengan keuangan mereka. Perilaku Pelanggan dalam Jasa Keputusan konsumen memilih atau membeli jasa sangat tergantung pada bagaimana penyedia jasa dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh dalam setiap tahapan proses keputusan konsumen. Proses keputusan konsumen tidaklah sesederhana yang dibayangkan, tetapi melalui berbagai tahapan yang dimulai dari pengenalan kebutuhan,

pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan keputusan sesudah pembelian. Perilaku konsumen dapat dipengaruhi oleh faktor budaya. Penyesuaian terhadap budaya ini menjadi sangat penting karena munculnya peluang pasar di era globalisasi. Untuk ini penyedia jasa harus memperhatikan dan mulai melakukan penyesuaian terhadap perbedaan budaya across border market Segmentasi dan Target Pasar Treat as individual, not as a number, itu merupakan kata hati pelanggan dimanapun. Dengan kata lain perlakukan konsumen dengan cara baik dan benar sehingga dapat memenuhi kebutuhan dengan baik. Jika itu dapat dilakukan penyedia jasa maka hati pelanggan akan menjadi terpikat, maka profit dan keuntungan tinggal soal waktu. vJika demikian maka penyedia jasa harus mulai memperhatikan arti penting segmentasi dalam upaya memikat hati konsumen melalui pemenuhan kebutuhan secara baik. Untuk memperkuat segmentasi pasar, perlu dilakukan targeting untuk dapat membidik kelompok konsumen yang lebih spesifik. Positioning dan Differensiasi Produk Jasa Banyak perusahaan jasa mengenalkan satu atau beberapa diferensiasi namun gagal karena positioningnya kurang kuat. Oleh karena itu perusahaan jasa perlu mengembangkan satu positioning yang membedakan tawarannya (offering) kepada pasarnya. Harapan Konsumen Terhadap Jasa Memahami harapan konsumen menjadi salah satu kunci keberhasilan bagi penyedia jasa. Harapan sering dinyatakan sebagai titik acuan (point of reference) Perbandingan antara apa yang dirasakan dengan yang diharapkan. Jika harapan tidak sesuai, maka konsumen akan kecewa dan kemungkinan pindah ke produk jasa pesaing. Sampai dimana perusahaan dapat memenuhi harapan pelanggan akan berpengaruh terhadap persepsi kualitas jasa. Oleh karena sangat penting artinya bagi perusahaan untuk mengetahui harapan pelanggan dalam penyampaian pelayanan berkualitas. Harapan konsumen terdiri dari dua tingkatan yaitu harapan tertinggi (desired service) dan harapan minimum (adequacy service). Di antara tingkatan itu ada zona toleransi yaitu konsumen mau menerima variasi dan heteoginitas produk jasa. Persepsi Pelanggan Terhadap Jasa vAspek intangibility yang menyebabkan produk jasa hanya dapat dirasakan telah menyebabkan kualitas pelayanan (service quality) sangat menentukan. Keunggulan suatu produk jasa tergantung keunikan serta kualitas yang diperlihatkan oleh jasa tersebut, Jasa secara spesifikasi harus market oriented serta memperhatikan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Untuk mengukur seberapa jauh konsumen dapat merasakan kualitas jasa maka Parasuraman dan Zeithalm, mengemukakan 5 dimensi yaitu reliability, assurance, empati, tangible dan responsiveness. Peningkatan Kualitas Jasa Melalui Sistem Informasi Pelanggan-Riset Pemasaran Sistem informasi kualitas pelayanan membantu perusahaan meningkatkan penyampaian kualitas jasa yang optimal. Sistem ini membantu memperbaiki pelayanan dalam organisasi sangat komplek, melibatkan pengetahuan tentang apa yang dilakukan pada banyak bidang seperti tekhnologi, sistem pelayanan, seleksi pegawai, training dan pelatihan, dan sistem penggajian. Dengan mengembangkan sistem informasi kualitas pelayanan yang efektif maka perusahaan dapat memperoleh manfaat yaitu: mendorong dan memungkinkan manajemen untuk

menyatukan suara-suara konsumen dalam membuat keputusan; menemukan prioritas pelayanan konsumen, mengidentifikasikan prioritas perbaikan pelayanan dan memberikan pedoman dalam mengambil keputusan alokasi sumber daya; memperhatikan pengaruh dari langkah awal kualitas pelayanan dan investas dan menawarkan pekerjaan berdasarkan data untuk pelayanan utama yang baik dan pelayanan sederhana yang benar. Produk Jasa Konsep produk jasa harus dilihat sebagai suatu bundle of activities antara produk jasa inti dan jasa-jasa pendukung, untuk dapat menghasilkan total offering secara optimal, sehingga dapat memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan konsumen. Dengan mengembangkan jasa-jasa pendukung suatu produk jasa akan mempunyai keunggulan bersaing sebagai senjata untuk survive. Selain itu penyedia jasa dapat memilih alternatif strategi produk jasa yaitu: melakukan penetrasi pasar, pengembangan pasar, pengembangan produk jasa dan diverifikasi. Strategi mana yang dipilih sangat tergantung pada situasi masing-masing perusahaan. Bagi penyedia jasa yang akan melakukan diversifikasi harus memanfaatkan teknologi dan melakukan inovasi, sehingga dapat menghasilkan produk jasa yang mampu memberikan solusi bagi pelanggan. Strategi Harga Jasa Penentuan harga produk jasa harus melihat dari perspektif konsumen dan pasar, yaitu dengan melihat 3 (tiga) komponen yang dapat menjadi pertimbangan yaitu biaya, nilai dan kompetisi. Penentuan produk jasa dapat dikaitkan dengan konsep net value, semakin besar manfaat yang dirasakan dibanding biaya yang dikeluarkan akan dinilai konsumen sebagai positif value. Ada 3 (tiga) faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan harga yaitu persaingan, elastisitas dan struktur biaya. Penyedia jasa dapat memilih banyak alternatif dalam menentukan harga yang tepat sesuai dengan produk jasa yang ditawarkan. Promosi dan Edukasi Promosi pemasaran berperan bagi perusahaan jasa tidak hanya sekedar memberikan informasi penting mengenai produk jasa yang ditawarkan perusahaan, tetapi juga sangat bermanfaat untuk mempengaruhi dan membujuk konsumen untuk membeli jasa perusahaan dibanding pesaing. Untuk melakukan kegiatan promosi ini dengan optimal perusahaan jasa dapat menggunakan bauran promosi yang terdiri dari periklanan (advertising), Penjualan Langsung (personal selling), promosi penjualan (sales promotion), PR (public relation), informasi dari mulut ke mulut (word of mouth), Pemasaran Langsung (direct marketing), dan publikasi. Perantara Pemasaran Salah satu faktor penentu keberhasilan perusahaan jasa adalah bagaimana delivery proses produk jasanya dapat berjalan secara efektif. Peran perantara dalam hal ini menjadi penting tidak hanya berkaitan dengan keputusan pemilihan channel (saluran) yang digunakan tetapi juga keputusan mengenai pemilihan lokasi dimana perusahaan harus beroperasi. Dalam penentuan lokasi ada tiga pertimbangan penting yang harus diperhatikan perusahaan jasa yaitu: konsumen mendatangi penyedia jasa, konsumen didatangi penyedia jasa atau ada mediator (kepanjangan tangan) antara penyedia jasa dan konsumen. Pemilihan saluran distribusi yang dapat digunakan perusahaan jasa adalah: agen penjualan, agen/broker, franchise dan agen pembelian.

Perusahaan Dagang Untuk mempercepat pengembangan jasa baru maka proses linier dimana antar tahapan berjalan saling berurutan menjadi tidak efisien. Banyak perusahaan memutuskan untuk mempercepat pengembangan jasa baru dengan cara mengembangkan produk jasa secara fleksibel dimana tahapan dilakukan secara fleksibel. Fleksibilitas ini diperlukan untuk mempercepat proses, khususnya pada industri yang bergerak dibidang teknologi, dimana jasa berubah dengan sangat cepat. Tahapan pengembangan jasa baru dapat dilihat pada tahapan berikut Pada pengembangan jasa baru ada dua tahapan inti yaitu perencanaan (front end planning) dan tahap implementasi. Pada tahap front end planning ada beberapa langkah yang dapat dipergunakan yaitu strategi pengembangan bisnis, strategi pengembangan jasa baru, penerapan ide, pengembangan konsep dan evaluasi dan analisis bisnis. Sedangkan tahap implementasi terdiri dari beberapa langkah yaitu: pengembangan jasa dan pelayanan, test pasar, komersialisasi dan evaluasi. Penyajian Jasa Keberhasilan penyedia jasa dalam penyajian jasa sangat tergantung pada peran beberapa pihak seperti karyawan, konsumen dan perantara. Untuk itu perusahaan harus dapat membina hubungan (relationship) yang baik atas dasar prinsip win-win situation untuk mendorong dan mengoptimalkan kinerja mereka. Membina hubungan baik dengan karyawan dapat dilakukan dengan meningkatkan kompensasi, mengurangi konflik dan motivasi. Dengan pihak konsumen penyedia jasa harus dapat memanfaatkan mereka sebagai coproduction tanpa membebani konsumen. Dengan pihak perantara hubungan baik dapat dikembangkan dengan pembagian tugas dan tanggung jawab dan pembagian keuntungan yang jelas. Bukti Fisik Jasa (Phisical Evidence) Bukti jasa dapat dibagi menjadi tiga yaitu yaitu orang (people), proses (process) dan bukti fisik (physical evidence). Ketiga elemen ini berkaitan dan saling mendukung keberhasil dalam menciptakan image kualitas jasa. Selain people dan process, maka peran bukti fisik jasa menjadi penting untuk mengeliminasi aspek intangibility (ketidak nampakan) karena pelanggan seringkali melihat pada petunjuk-petunjuk yang bersifat tangibles dalam bentuk bukti fisik (phisical evidence), Tanda-tanda bukti fisik yang harus diberikan penyedia jasa juga dapat memberikan kesempatan untuk memberikan pesan-pesan yang kuat dan konsisten berkenaan dengan karatkteristik jasa dan apa ingin ditampilkan atau dicapai kepada segmen pasar sasaran. Bukti fisik berperan penting bagi penyedia jasa dalam membantu sosialiasi, berperan memfasilitasi unjuk kerja atau tindakan-tindakan individual maupun interdependen dari orang-orang yang berada di lingkungan servicescape, yaitu konsumen dan karyawan, sebagai paket dari jasa yang ditawarkan dalam suatu cara yang berbeda dengan cara menawarkan barang, dapat membedakan perusahaan jasa dari pesaing serta menjadi tanda dari segmen pasar mana yang dituju.

Strategi Pemasaran 4P (+3P)


DALAM aktiviti memasarkan produk, pemasar membuat keputusan dan menggunakan berbagai kaedah untuk mendapatkan respon positif daripada pelanggan sasaran. Jerome McCarthy telah mengklasifikasikan kebanyakan kaedah tersebut kepada empat group utama iaitu Product, Price, Place & Promotion yang merupakan Bauran Pemasaran yang biasa digunakan oleh pemasar. Bauran ini juga biasa disebut sebagai strategi pemasaran 4P.

Untuk mencapai objektif pemasaran melalui strategi 4P, pemasar perlu memanipulasi dengan cara yang paling efektif di antara variables yang terdapat dalam bauran pemasaran tersebut supaya menghasilkan respon yang optima di kalangan pelanggan sasaran.

Secara ringkas, antara variables yang dimaksudkan bagi setiap P berkenaan ialah:

Product - Variety - Quality - Design - Features - Brand name - Packaging - Sizes Service/support - Returns/benefits - Warranties

Price - List price - Discounts - Allowances - Payment period - Credit terms

Place - Channel - Coverage - Assortments - Location - Inventory - Logistics - Service level

Promotion - Sale promotion - Advertisement - Personal selling - Public relations - Message - Media - Budget

Product: Di era pemasaran yang banyak persaingan pada masa ini, keupayaan mengemukakan produk yang lebih kompetitif sangat penting sebagai strategi pemasaran. Melalui

penggunaan teknologi dan kepakaran yang tinggi, pengeluar boleh menghasilkan produk yang berkualiti, namun untuk memiliki kelebihan kompetitif dikalangan pesaing, ianya memerlukan berbagai inisiatif tambahan oleh pemasar.

Asasnya, isu terpenting mengenai produk ialah ianya perlu menetapi keperluan, kemahuan dan harapan pengguna. Di sini, faktor-faktor lain selain kualiti seperti variety untuk pilihan, kesesuaian rekabentuk, kaedah pembungkusan, faedah penggunaan, serta berbagai attribute daripada produk patut diambilkira untuk menarik perhatian pelanggan.

Di peringkat awalnya, strategi produk menghendaki pemasar menganalisa persekitaran pasaran seperti demand, persaingan dan pertumbuhan serta mengukurnya dengan keupayaan yang ada. Pemasar juga perlu menjangkakan perubahan dan pelbagai situasi luar kawalan dan menyediakan alternatif tindakan yang wajar. Analisa melalui kaedah tertentu (spt. PEST, SWOT dll.) boleh membantu dalam menyediakan maklumat awalan. Seterusnya, setelah produk diterima di pasaran, pemasar perlu pula mengadakan berbagai insentif untuk menjadikan sebab mengapa pengguna perlu kekal menggunakan produk yang ditawarkan.

Price: Umumnya, menjadi fahaman bahawa harga melambangkan kualiti produk. Tetapi,
dalam realiti pemasaran fakta tersebut tidak semestinya betul untuk dijadikan asas perletakan harga yang strategik.

Strategi penetapan harga menjadi penting di atas kesedaran pemasar bahawa faktor harga berperanan dalam mempengaruhi pengguna untuk membeli dan kekal sebagai pelanggan sesuatu produk. Di masa yang sama penetapan harga mesti berasaskan kepada objektif yang hendak dicapai daripada pemasaran itu sendiri. Samaada memperkenalkan produk baru ke pasaran, memasuki segmen baru pasaran, menstabil harga atau menandingi harga pesaing, jualan penghabisan stok, jualan produk yang spesifik, dsb., strategi harga sepatutnya mempunyai kriteria yang berbeza.

Kepada pemasar, harga merupakan kaedah meghasilkan pendapatan dan mencipta keuntungan. Kepada pembeli pula ianya melibatkan aspek seperti kemampuan membeli, berpatutan dan

berfaedah. Insentif lain seperti diskaun, jumlah ansuran dan tempuh bayaran dapat mempengaruhi minat pengguna untuk membeli produk. .

Place. Strategi penempatan memberi penekanan kepada aspek saluran pengedaran produk
yang berfungsi menyampaikan produk kepada pengguna sasaran. Ianya melibatkan aktiviti perkhidmatan seperti transaksi, inventori, lojistik dan kelengkapan fasiliti. Disamping itu, strategi ini juga perlu mengambilkira faktor liputan pengedaran dan kebolehan kakitangan serta tahap perkhidmatan mereka. . Menawarkan produk yang betul, di tempat/lokasi yang betul dan pada masa yang betul, adalah tujuan kepada strategi ini. Kesemua ini sangat bergantung kepada keberkesanan saluransaluran pengedaran yang ditetapkan. Bagaimana produk ditempatkan di kalangan pengguna, begitu jugalah penerimaan mereka.

Promotion. Terdapat juga anggapan bahawa produk yang berkualiti akan terjual dengan sendirinya. Tetapi, dalam strategi mempromosi, pemasar melaksanakan aktiviti memperkenalkan produk yang hendak ditawarkan kepada pengguna. Dalam usaha tersebut berbagai kaedah promosi perlu dilaksanakan agar pengguna mengetahui, memahami dan seterusnya membuat keputusan untuk menggunakan produk. Tanpa aktiviti promosi, pemasaran produk yang berkualiti sekalipun tidak menjadi aktif dan industri sukar memperoleh tahap kompetitif yang dikehendaki di pasaran.

Untuk menarik pengguna membeli produk bukannya tugas yang mudah. Mereka perlu dipengaruhi, bukan setakat di perkenal sahaja. Mereka perlu diberi kesedaran hingga mereka merasa perlu untuk membeli produk yang ditawarkan.

Pengiklanan melalui media massa utama, antara kaedah mempromosi yang termahal, menjadi pilihan industri yang berkemampuan. Walaupun tahap keberkesanannya agak sukar diukur, tetapi yang lebih penting di sini adalah faktor penyebaran maklumat produk yang meluas. Di samping pengiklanan, kaedah promosi yang lain-lain boleh digunakan, samaada serentak mahupun berasingan, bersesuaian dengan objektif pemasaran serta faktor-faktor seperti kos, peluang dan kebolehan berinteraksi yang lebih terbuka dengan pelanggan. .

Sementara itu, sebagai tambahan kepada 4P di atas, Booms & Bitner telah menambah 3P lagi kepada bauran sediaada iaitu People, Process danPhysical Evidence. Penerangan ringkas kepada 3P tambahan ini adalah seperti berikut:

People: Faktor manusia (yang terlibat secara langsung & tidak langsung) dalam aktiviti penyampaian produk di pasaran tidak patut dikecualikan. Peranan kakitangan yang menjalankan pelbagai aktiviti berkaitan pemasaran perlu dijadikan sebagai strategi. Oleh itu inisiatif dari aspek kebolehan, kemampuan dan kepakaran para pekerja dan pihak pengurusan di industri perlu juga di beri perhatian dalam strategi meningkatkan keupayaan pemasaran.

Process: Proses / aliran kerja termasuk arahan dan prosedur yang bertepatan bagi setiap aktiviti merupakan elemen yang akan menentukan keberkesanan dan kejayaan pemasaran. Oleh itu, ianya juga adalah inisiatif yang strategik sesebuah industri untuk memasukkan unsur process ini kedalam strategi pemasarannya.

Physical Evidence: Kebolehan dan keupayaan industri dalam penyampaian perkhidmatan mestilah dipadankan bersesuaian dengan persekitaran pasaran di mana perkhidmatan diberikan. Ini akan meningkatkan lagi keberkesanan dalam berkomunikasi dan melaksanakan penyampaian produk, khasnya dalam aspek kepuasan kepada pengguna sasaran.

STRATEGI pemasaran 4 P boleh dikatakan sebagai tindakan empat serangkai oleh pemasar untuk menawarkan produk kepada pelanggan sasaran dengan cara yang lebih efektif. Sementara tambahan 3P lagi kepada bauran tersebut adalah sebagai pelengkap yang khususnya disarankan bagi industri yang menawarkan produk jenis perkhidmatan/servis.

Pemasaran (bahasa Inggris: marketing) adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barangatau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.

Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia. Contohnya, seorang manusia membutuhkan air dalam memenuhi kebutuhan dahaganya. Jika ada segelas air maka kebutuhan dahaganya akan terpenuhi. Namun manusia tidak hanya ingin memenuhi kebutuhannya namun juga ingin memenuhi keinginannya yaitu misalnya segelas air merek Aqua yang bersih dan mudah dibawa. Maka manusia ini memilih Aqua botol yang sesuai dengan kebutuhan dalam dahaga dan sesuai dengan keinginannya yang juga mudah dibawa. Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep pemasaran. Mulai dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price), pengiriman barang (place), dan mempromosikan barang (promotion). Seseorang yang bekerja dibidang pemasaran disebutpemasar. Pemasar ini sebaiknya memiliki pengetahuan dalam konsep dan prinsip pemasaran agar kegiatan pemasaran dapat tercapai sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia terutama pihak konsumen yang dituju.

Daftar isi
[sembunyikan]

1 Bauran Pemasaran 2 Strategi pemasaran 3 Sejarah pemasaran 4 Rencana Pemasaran 5 Segmentasi pasar 6 Riset pasar 7 Lihat pula 8 Rujukan

[sunting]Bauran

Pemasaran

Promosi, bagian dari pemasaran produk hingga menarik konsumen

Bauran pemasaran adalah empat komponen dalam pemasaran yang terdiri dari 4P yakni

Product (produk) Price (harga) Place (tempat, termasuk juga distribusi) Promotion (promosi

Karena pemasaran bukanlah ilmu pasti seperti keuangan, teori bauran pemasaran juga terus berkembang. Dalam perkembangannya, dikenal juga istilah 7P dimana 3P yang selanjutnya adalah People (Orang), Physical Evidence (Bukti Fisik), Process (Proses). Penulis buku Seth Godin, misalnya, juga menawarkan teori P baru yaitu Purple Cow.[1] Pemasaran lebih dipandang sebagai seni daripada ilmu, maka seorang ahli pemasaran tergantung pada lebih banyak pada ketrampilan pertimbangan dalam membuat kebijakan daripada berorientasi pada ilmu tertentu. Pandangan ahli ekonomi terhadap pemasaran adalah dalam menciptakan waktu, tempat dimana produk diperlukan atau diinginkan lalu menyerahkan produk tersebut untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen (konsep pemasaran). Metode pemasaran klasik seperti 4P di atas berlaku juga untuk pemasaran internet, meskipun di internet pemasaran dilakukan dengan banyak metode lain yang sangat sulit diimplementasikan diluar dunia internet. [sunting]Strategi

pemasaran

Strategi pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dimana strategi pemasaran merupakan suatu cara mencapai tujuan dari sebuah perusahaan. Hal ini juga didukung oleh pendapat Swastha Strategi adalah serangkaian rancangan besar yang menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan harus beroperasi untuk mencapai tujuannya.[2] Sehingga dalam menjalankan usaha kecil khususnya diperlukan adanya pengembangan melalui strategi pemasarannya. Karena pada saat kondisi kritis justru usaha kecillah yang mampu memberikan pertumbuhan terhadap pendapatan masyarakat. Pemasaran menurut W. Y. Stanton pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial.[3]Berdasarkan definisi di atas, proses pemasaran dimulai dari menemukan apa yang diinginkan oleh konsumen. Yang akhirnya pemasaran memiliki tujuan yaitu :

1.

Konsumen potensial mengetahui secara detail produk yang kita hasilkan dan

perusahaan dapat menyediakan semua permintaan mereka atas produk yang dihasilkan. 2. Perusahaan dapat menjelaskan secara detail semua kegiatan yang berhubungan

dengan pemasaran. Kegiatan pemasaran ini meliputi berbagai kegiatan, mulai dari penjelasan mengenai produk, desain produk, promosi produk, pengiklanan produk, komunikasi kepada konsumen, sampai pengiriman produk agar sampai ke tangan konsumen secara cepat. 3. Mengenal dan memahami konsumen sedemikian rupa sehingga produk cocok

dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya. Pada umumnya kegiatan pemasaran berkaitan dengan koordinasi beberapa kegiatan bisnis. Strategi pemasaran ini dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut : 1. 2. Faktor mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat Faktor makro, yaitu demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan

sosial/budaya. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk pemasaran : Dari sudut pandang penjual : 1. 2. 3. 4. Tempat yang strategis (place), Produk yang bermutu (product), Harga yang kompetitif (price), dan Promosi yang gencar (promotion).

Dari sudut pandang konsumen : 1. 2. 3. 4. Kebutuhan dan keinginan konsumen (customer needs and wants), Biaya konsumen (cost to the customer), Kenyamanan (convenience), dan Komunikasi (comunication).

Dari apa yang sudah dibahas di atas ada beberapa hal yang dapat disimpulkan, bahwa pembuatan produk atau jasa yang diinginkan oleh konsumen harus menjadi fokus kegiatan operasional maupun perencanaan suatu perusahaan. Pemasaran yang berkesinambungan harus adanya koordinasi yang baik dengan berbagai departemen (tidak hanya di bagian pemasaran saja), sehingga dapat menciptakan sinergi di dalam upaya melakukan kegiatan pemasaran.

FORMAT BUSINESS PLAN GAME ONLINE

PENDAHULUAN
Dalam membangun suatu bisnis, alangkah baiknya bila kita melakukan perencanaan bagaimana bagaimana bisnis ini akan berdiri, bagaimana proses survival yang akan dilalui, dan bagaimana bisnis ini akan dikembangkan nantinya. Apabila kita membangun bisnis tersebut tanpa perancangan yang matang, maka bisnis yang kita bangun ini hanya mampu bertahan dalam waktu yang tidak lama, hal ini dikarenakan dalam proses berjalannya suatu bisnis akan selalu muncul yang namanya perubahan situasi dan kondisi di lingkungan bisnis yang sangat mempengaruhi bisnis yang kita kembangkan. Tapi dengan adanya perencanaan, kita dapat mengetahui masalah apa saja yang akan kita hadapi sehingga kita telah siap menghadapi masalah di masa yang akan datang.

Begitu juga dalam bisnis game online, langkah perencanaan merupakan langkah yang sangat penting untuk dilakukan. Oleh karena itu, sebelum memulai bisnis alangkah baiknya anda membuat sebuah perencanaan bisnis atau yang biasa disebut dengan business plan, sebagai awal untuk memulai bisnis game online yang sukses dan menjadi game of the year.

Bagaimana business plan untuk bisnis game online? Dalam business plan yang saya buat mencakup hal-hal yang perlu diketahui dan target penjualan yang saya dapatkan. Beberapa item yang biasa dicantumkan adalah : Besarnya modal Modal uang Modal human resource Programer Graphic designer Marketing Developer Modal kreativitas Modal perangkat keras Server Jaringan internet Rencana harga jual game online Free for all Semua pelanggan dapat menikmati semua fitur-fitur game tanpa membayar. Tagihan listrik dan internet tetap dibayar lho. Shop coin base Listrik dll Tester distributor dll

Pelanggan dapat bermain game dengan gratis, tetapi beberapa item kelas atas hanya bisa didapatkan dengan menukarkan koin game yang mana koin tersebut dibeli dengan uang asli Cocok untuk developer yang sudah memiliki pengalaman dalam dunia game online Premium player Di model ini, pelanggan masih dapat memainkan game tanpa biaya tapi beberapa fitur game hanya bisa didapatkan dengan membeli suatu konten premium membership. Dengan konten tersebut pelanggan dapat menikmati semua fitur yang ada berserta fitur-fitur bonus untuk premium membership. P2P atau pay to play Pada model ini, pelanggan harus mengeluarkan biaya wajib bila ingin memainkan game ini. mulai dari pendaftaran sampai masa aktif akun game. Game dengan model ini sekarang jarang diminati tetapi bila ada peminatnya jumlahnya akan sangat banyak dan sangat

menguntungkan Rencana penjualan software game Online Free download Beli dari toko game online, amazon ebay, atau Pre-order Konvensional Di distribusikan di

toko-toko game Telepon atau surat

Pre-order

Besarnya biaya pembuatan game Semakin besar biaya yang dikeluarkan tidak menjamin mutu game yang dibuat. Dengan perencanaan yang baik, biaya dapat ditekan dan mutu game dapat ditingkatkan. Besarnya biaya pembuatan case cd/dvd/ server download dari pendistribusian software Besarnya anggaran biaya dan waktu untuk melakukan pengembangan, misal patch dan expansion pack Selain itu membuat business plan perlu juga menggunakan strategi SWOT agar kita dapat mengetahui apa saja kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman dalam bisnis yang akan kita buat. Berikut ini adalah beberapa analisis saya menggunakan SWOT tentang business plan dalam membuat game online

Membuat Bisnis Plan Berfokus Pada Management Strategic Analisis SWOT


Aspek Pemasaran 1. Strength

Bila kita melihat kecenderungan generasi sekarang yang sangat doyan game, saya yakin dalam aspek ini tidak perlu dipertanyakan lagi. Dengan game yang kelas menegah saja sudah dapat menarik perhatian pelanggan yang cukup banyak.

Meskipun banyak sekali game-game yang ada di pasaran, dengan pemasaran yang benar kita dapat menarik pelanggan yang memuaskan. Gambaran Umum Pasar ( STP ) : Segmen Pasar merupakan gambaran umum dari konsumen usaha kita. Disini saya menggambarkan konsumen kita sebagian besar dari kalangan remaja Target Pasar merupakan sasaran khusus bagi konsumen potensial dari usaha kita. Target pasar yang saya kejar dalam business plan game online ini adalah konsumen kita sebagian besar dari kalangan remaja yang gemar bermain game yang berbasis online Positioning adalah bagaimana kita menempatkan usaha kita diantara pesaing usaha yang sejenis. Disini kita harus dapat menmpatkan diri dalam persaingan usaha yang akan kita buat. Dimana persaingan dilakukan dengan cara sehat dan tidak menghancurkan pesaing bisnis dengan cara yang tidak sehat. Tapi pada

kenyataannya, bisnis game online sangatlah brutal dalam menyikapi saingan. hukum rimba selalu diberlakukan didalam bisnis ini.

2.

Weakness Selain banyak kelebihan dalam bisnis game online, terdapat juga beberapa kelemahan fatal yang harus kita perkirakan. Beberapa kelemahan yang harus diperhatikan antara lain : a. Compatibility software dengan OS dan hardware pelanggan

b. Kemampuan server meng-handle proses game c. Pengembangan game sesuai keinginan pasar/pelanggan d. Keamanan data di server e. Penyaluran software secara illegal f. Keamanan game dari pelanggan yang menggunakan 3rd party software untuk meng-exploit game g. Kelancaran jalur transfer data h. dll

3.

Opportunities Penawaran

Banyak sekali yang dapat ditawarkan pada pelanggan dalam menarik perhatian mereka, seperti fitur-fitur game yang unik, hadiah untuk player of the month/year, event-event yang diadakan baik di dalam game maupun di dunia nyata. Permintaan Menurut pengamatan saya yang pernah menjadi konsumen, permintaan akan kebutuhan game tidak akan sepi peminat karena perubahan gaya hidup sekarang yang cenderung ke dunia hiburan, maka peminat game tidak akan berkurang, hanya bagaimana cara kita menyikapi keinginan pelanggan sehingga kita dapat

mendapatkan keuntungan dari mereka. Rencana Penjualan dan Pangsa Pasar Rencana Penjualan adalah rencana produk yang akan dijual dalam waktu 6 bulan disesuaikan dengan kondisi permintaan dan penawaran. Dalam business plan kali ini

saya merencakan penjualan dalam jangka panjang karena untuk membesarkan suatu game membutuhkan waktu yang cukup lama, apalagi selalu mengikuti permintaan pelanggan

BEEEPP

agaimana cara menghitung Breakeven Point (BEP) usaha anda ? (002/2011)


Bagaimana cara menghitung Breakeven Point (BEP) usaha anda ? (002/2011) Ketika anda ingin memulai sebuah usaha, ada tiga hal pokok yang harus anda pertimbangan atau perhitungkan yaitu : Produk, Modaldan Pasar. Dalam pembahasan kali ini karena judulnya bagaimana cara menghitung BEP, maka pembahasan hanya difokuskan pada modal. Adapun untuk 2 pokok lainnya akan dibahas dalam kesempatan yang lain. Dengan memiliki modal anda akan dapat membeli peralatan untuk berproduksi, membeli bahan baku, membayar gaji pekerja dan membuat program marketing seperti halnya pemasangan iklan di media massa baik cetak maupun elektronik. Modal atau untuk lebih membumi, marilah kita sebut modal menjadi uang. Sumber uang bagi anda seorang pengusaha tentunya beragam untuk setiap orang seperti dari simpanan/tabungan, warisan keluarga, pinjaman dari kerabat/sahabat dan pinjaman dari lembaga keuangan. Pada umumnya sumber uang dari selain lembaga keuangan tidak terlalu ribet dengan urusan administrasi dan studi kelayakan usaha, karena anda memiliki hubungan kekerabatan dan emosional yang cukup dekat dengan sumbernya, sehingga mereka akan sangat mempercayai anda. Sebaliknya pinjaman yang diperoleh dari lembaga keuangan baik itu bank dan non bank, ketika anda mengajukan kredit, anda diwajibkan untuk memaparkan studi kelayakan usaha yang intinya harus dapat menyakinkan pihak kreditor, bahwa usaha anda pantas untuk dibiayai dan memiliki prospek yang positif. Salah satu indicator yang umum digunakan oleh kreditor adalah tingkat Breakeven Point (BEP). Selanjutnya untuk menyamakan persepsi, mari kita bahas apa sebenarnya disebut dengan BEP. Dalam bahasa umum, BEP dapat disebut juga sebagai Titik Pulang Pokok. Titik Pulang pokok memiliki makna saat/kapan modal yang digunakan akan kembali. Dalam menghitung saat atau kapan ini,

ada dua metode penghitungan yang dapat kita pilih yaitu saat jumlah produksi mencapai berapa unit dalam hal ini disingkat dengan (Q) ? Atau saat total penjualan mencapai berapa harga berapa rupiah atau disingkat dengan (P)? Adapun rumus/formula dari dua metode tersebut diatas adalah sebagai berikut : 1. 2. BEP-Unit BEP-Rupiah = (Biaya Tetap) / (Harga per unit Biaya Variable per Unit) = (Biaya Tetap) / (Kontribusi Margin per unit / Harga per Unit)

Penjelasan Rumus : a) b) BEP Unit / Rupiah = Titik pulang pokok Biaya Tetap adalah biaya yang jumlahnya tetap walaupun usaha anda tidak sedang

berproduksi seperti biaya gaji karyawan, biaya penyusutan peratalan usaha, biaya asuransi. Dll. c) Biaya Variable adalah biaya yang jumlahnya akan meningkat seiring dengan

peningkatan jumlah produksi. Misalnya bahan baku, bahan bakar, biaya listrik dll d) e) Harga per unit adalah harga jual barang atau jasa yang dihasilkan. Biaya Variable per unit adalah total biaya variable dibagi dengan jumlah unit yang di

produksi atau dengan kata lain biaya rata-rata per unit. f) unit. Untuk lebih jelasnya marilah kita aplikasikan rumus tersebut dalam contoh kasus dibawah ini : Sebuah perusahaan yang diberi nama Usaha Maju memiliki data-data biaya dan rencana produksi seperti berikut ini : 1) Biaya Tetap sebulan adalah sebesar Rp.140juta yaitu terdiri dari : = Rp.75,000,000 = Rp. 1,500,000 = Rp.15,000,000 Margin Kontribusi per unit adalah selisih harga jual per unit dengan biaya variable per

Biaya Gaji Pegawai + Pemilik Biaya Penyusutan Mobil Kijang Biaya Asuransi Kesehatan

Biaya Sewa Gedung Kantor Biaya Sewa Pabrik 2)

= Rp.18,500,000 = Rp.30,000,000

Biaya Variable per Unit Rp. 75,000.00 yaitu terdiri dari : = Rp.35,000 = Rp.25,000 = Rp.15,000 Harga Jual per Unit Rp.95,000.

Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Lain 3)

Sekarang mari kita hitung berapa tingkat BEP usaha tersebut baik dalam unit maupun dalam rupiah : BEP unit adalah = Biaya Tetap / (harga per unit biaya variable per unit) = Rp.140juta / (Rp.95,000 Rp.75,000) = Rp.140juta / Rp.20,000 = 7,000 unit BEP Rupiah adalah = Biaya Tetap / (Kontribusi Margin per unit : Harga per unit) = Rp.140 juta / (Rp.20,000 : Rp. 95,000) = Rp.140juta / 0.2105 = Rp.665,083,135 Penjelasan perhitungan BEP : Untuk dapat beroperasi dalam kondisi BEP yaitu laba nol, perusahaan Usaha Maju Terus harus dapat menghasilkan produk sebanyak 7,000 unit dengan harga Rp.95,000 unit, maka jumlah penjualannya akan menjadi Rp.665,083,135.

Aplikasi BEP untuk penghitungan target laba. Dengan mengetahui kapan perusahaan melewati tingkat BEP, maka anda sebagai manager atau pemilik Usaha Maju Terus akan dapat menghitung berapa minimal penjualan untuk mendapatkan laba yang anda targetkan, yaitu dengan cara menambahkan laba yang ditargetkan tersebut dengan biaya tetap yang anda miliki. Misalkan target laba anda sebulan adalah Rp.75 juta, maka minimal penjualan yang anda harus capai adalah sebagai berikut : BEP Laba = (Biaya Tetap + Target Laba) / (Harga per unit Biaya Variable per unit) BEP Laba = (Rp.140juta + Rp.75juta) / (Rp.95,000 Rp.75,000) BEP Laba = Rp.215juta / Rp.20,000 BEP Laba = 10,750 unit atau BEP Laba = Rp.1,021,250,000 (10,750 unit x Rp.95,000) Mari kita buktikan perhitungan tersebut diatas, apakah benar dengan menjual sebanyak 10,750 unit Usaha Maju Terus akan mendapatkan laba sebesar Rp.75,000,000.

A B

Penjualan (10,750 unit x Rp.95,000) Dikurangi : 1. Biaya Tetap 2. Biaya Variable (10,750 x Rp.75,000) Total Biaya Rp.140,000,000 Rp.806,250,000

Rp.1,021,250,000

Rp. 946,250,000 Rp. 75,000,000

Laba / (Rugi)

Terbuktikan! Demikian, semoga penjelasan ini dapat memberikan pencerahan kepada anda. Apabila anda ingin berkonsultasi mengenai kondisi keuangan keluarga dan usaha anda silakan kirim email kepada kami melalui : suhaplanner@yahoo.com mobile phone : 08129767143.

Salam Subur Harahap, SE, Ak, CFP Perencana Keuangan SUHA Planner www.suhaplanner.wordpress.com

Salah satu cara menilai kinerja usaha adalah dengan analisis BEP (Break Even Point), yakni mengetahui volume penjualan yang diperlukan agar bisa menutup semua biaya produksi yang dikeluarkan. Jika diperlukan, Anda juga bisa menghitung BEP yang baru ketika terjadi perubahan biaya tetap, misalnya karena Anda melakukan renovasi tempat usaha atau membeli peralatan kantor yang baru. BEP bisa dihitung dengan menggunakan rumus berikut: * Harga per unit - Biaya variabel per unit = Margin kontribusi per unit * Margin kontribusi per unit : Harga per unit = Rasio margin kontribusi * Break Even = Biaya tetap : Rasio margin kontribusi Sebagai contoh: Dari laporan keuangan Lilian's Donuts menunjukkan, biaya tetap usaha roti itu (dalam ribuan) adalah Rp 49.000, dan biaya variabel per 1 donat adalah Rp 0,3. Jika harga jual tiap donat Rp 1, maka setelah dikurangi biaya variabel, tiap donat menyumbang Rp 0,7 untuk menutup pengeluaran tetap. BEP bisa diketahui dengan membagi biaya tetap dengan kontribusi tiap donat yang dijual itu, yakni Rp 49.000 : 0,7 = 70.000 donat. Jika penjualan melampaui 70.000 donat, Lilian's Donuts memperoleh keuntungan. Sebaliknya jika penjualan kurang dari 70,000, Lilian's akan mengalami kerugian. Kita juga bisa melihat bahwa peningkatan penjualan 10.000 donat di atas BEP (sehingga menjadi 80.000 donat) akan menghasilkan keuntungan Rp 7.000, dan peningkatan 30.000 donat menjadi 100.000 donat akan menghasilkan keuntungan Rp 21.000. Di lain pihak, saat penjualan hanya 60.000 donat, Lilian's masih rugi Rp 7.000, dan pada saat penjualan baru 40.000 donat, Lilian's masih rugi Rp 21.000. Dari contoh di atas, peningkatan penjualan 25% (dari 80.000 ke 100.000 donat) akan menghasilkan peningkatan keuntungan dari Rp 7.000 ke Rp 21.000. Hal yang sama terjadi sebaliknya, penurunan sedikit saja pada penjualan juga menghasilkan kerugian yang cukup besar.

Pay back ratio

Payback Period
Ada empat metode penilaian usul-usul investasi yaitu: 1) Payback Period 2) Net Present Value

3) Profitability Index 4) Internal Rate of Return PAYBACK PERIOD Payback period adalah periode yang diperlukan untuk dapat menutup kembali pengeluaran investasi yang menggunakan aliran cash netto/proceed. Waktu yang diperlukan agar dana yang ditanam pada suatu investasi dapat diperoleh kembali seluruhnya. Rumus yang dapat digunakan adalah sebagai berikut: Outlay x 1 tahun Payback Period = Proceed Dimana: Outlay Proceed Contoh 2 : PD. Semakin Jaya melakukan investasi sebesar $.45.000, jumlah proceed per tahun adalah $. 22.500,- maka Payback Periodnya adalah: 45.000 x 1 tahun Payback Period = 22.500 = Jumlah uang yang dikeluarkan atau investasi = Jumlah uang yang ditenima

= 2 tahun

Sehingga nilai Payback Period adalah dua tahun. Artinya dana yang tertanam dalam aktiva sebesar $. 45.000 akan dapat diperoleh kembali dalam jangka waktu dua tahun. Apabila investor dihadapkan pada dua pilihan investasi, maka pilih payback period yang paling kecil.

Contoh 3: PT. Jaya Mandiri melakukan investasi sebesar $ 100.000 pada aktiva tetap, dengan proceed sebagai berikut: Tahun 1 2 Proceed $.50.000.$.40.000.-

3 4

$.30.000.$.20.000.-

Berapakah nilai Payback Period-nya? Payback Periodnya adalah sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 50.000 40.000 30.000 Proceed Investasi (100.000) (100.000) (50.000) (10.000) Sisa

4 Langkah 1:

20.000

Letakkan nilai investasi pada baris tahun pertama Langkah 2: Kurangkan nilai investasi tersebut dengan nilai cashflow pada tahun tersebut. Misalnya nilai investasi tahun 1 adalah $.100.000 dikurangi dengan nilai cashflow tahun tersebut, yaitu $.50.000. Hasilnya adalah $.50.000 diletakkan di tahun ke-2. Langkah 3: Lakukan hal yang sama pada tahun berikutnya hingga nilai investasi tersebut tidak bisa dikurangi dengan cashflow tahun tersebut. Langkah 4: Jumlah tahun Payback Period-nya adalah senilai yang dapat dikurangi, sedangkan sisanya digunakan untuk menghitung nilai bulannya. Misalnya nilai sisa adalah $10.000 dibagi dengan nilai cashflow pada tahun tersebut, yaitu $30.000, kemudian hasilnya dikalikan dengan 12 bulan. Hasilnya adalah 4 bulan. 10.000 Payback Period = 2 tahun + 30.000

x 12 bulan = 2 tahun 4 bulan

Langkah 4: Buat kesimpulan nilai payback period yang diperoleh. Kelemahan Metode Payback Period Metode penilaian investasi memiliki kelemahan yaitu: 1. Metode ini mengabaikan penerimaan investasi (proceed) sesudah Payback Period, hanya mengukur kecepatan kembalinya dana. 2. 7 Mengabaikan time Value Of Money.

BAB II LANDASAN TEORI 2.1. KERANGKA TEORI 2.1.1. Pengertian Studi Kelayakan Bisnis Studi Kelayakan bisnis adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang kegiatan atau usaha atau bisnis yang akan dijalankan, dalam rangka menentukan layak atau tidak usaha tersebut dijalankan, (Kasmir dan Jakfar,2003:10), objek yang diteliti tidak hanya pada bisnis atau usaha yang besar saja, tapi pada bisnis atau usaha yang sederhana bisa juga diterapkan. Kelayakan artinya penelitian yang dilakukan secara mendalam tersebut dilakukan untuk menentukan apakah usaha yang akan dijalankan akan memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. Dengan kata lain kelayakan dapat diartikan bahwa usaha yang dijalankan akan memberikan keuntungan finansial dan non-finansial sesuai dengan tujuan yang mereka inginkan. Layak di sini diartikan juga akan memberikan keuntungan tidak hanya bagi perusahaan yang menjalankannya, akan tetapi juga bagi investor, kreditur,

pemerintah dan masyarakat luas. Pada umumnya studi kelayakan bisnis akan menyangkut tiga aspek (Suad Husnan, 1995:6), yaitu : 1. Manfaat ekonomis bagi usaha itu sendiri (sering pula disebut manfaat financial). Yang berarti apakah usaha yang akan dijalankan itu dipandang cukup menguntungkan apabila dibandingkan dengan resikonya. 8 2. Manfaat ekonomis usaha tersebut bagi Negara tempat usaha tersebut dilaksanakan (sering disebut manfaat ekonomi nasional). 3. Manfaat sosial usaha tersebut bagi masyarakat sekitar usaha tersebut. 2.1.2. Tujuan Dilakukan Studi Kelayakan. Paling tidak ada lima tujuan mengapa sebelum suatu usaha atau bisnis dijalankan perlu dilakukan studi kelayakan (Kasmir Jakfar,2003:20), yaitu : 1. Menghindari Resiko Kerugian Untuk mengatasi resiko kerugian di masa yang akan datang ada semacam kondisi kepastian. Kondisi ini ada yang dapat diramalkan akan terjadi atau memang dengan sendirinya terjadi tanpa dapat diramalkan. Dalam hal ini fungsi studi kelayakan adalah untuk meminimalkan resiko yang tidak kita inginkan, baik resiko yang dapat kita kendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan. 2. Memudahkan Perencanaan Jika kita sudah dapat meramalkan apa yang akan terjadi di

masa yang akan datang, maka akan mempermudah kita dalam melakukan perencanaan dan hal-hal apa saja yang perlu direncanakan. 3. Memudahkan Pelaksanaan Pekerjaan Dengan adanya berbagai rencana yang sudah disusun akan sangat memudahkan pelaksanaan usaha. Para pelaksana yang mengerjakan bisnis tersebut telah memiliki pedoman yang harus diikuti. Pedoman tersebut telah tersusun secara sistematis, sehingga usaha yang dilaksanakan dapat tepat sasaran dan sesuai dengan rencana yang sudah disusun. 9 4. Memudahkan Pengawasan Dengan telah dilaksanakannya suatu usaha sesuai dengan rencana yang sudah disusun, maka akan memudahkan kita untuk melakukan pengwasan terhadap jalannya usaha. Pengawasan ini perlu dilakukan agar tidak melenceng dari rencana yang telah disusun. 5. Memudahkan Pengendalian Apabila dalam pelaksanaan pekerjaan telah dilakukan pengawasan, maka jika terjadi penyimpangan akan mudah terdeteksi, sehingga dapat dilakukan pengendalian atas penyimpangan tersebut. Tujuan pengendalian adalah untuk mengendalikan pelaksanaan agar tidak melenceng dari rel yang sesungguhnya, sehingga pada akhirnya tujuan perusahaan akan tercapai.

Studi kelayakan ini akan memakan biaya tetapi biaya tersebut

relatif kecil bila dibandingkan dengan resiko kegagalan suatu usaha yang menyangkut investasi dalam jumlah besar, ada pula sebab lain yang mengakibatkan suatu usaha ternyata kemudian menjadi tidak menguntungkan (gagal). Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam studi kelayakan : 1. Ruang lingkup kegiatan usaha 2. Cara kegiatan usaha dilakukan 3. Evaluasi terhadap aspek-aspek yang menentukan berhasilnya suatu usaha. 4. Hasil kegiatan usaha tersebut, serta biaya yang harus ditanggung untuk memperoleh hasil tersebut. 5. Akibat-akibat yang bermanfaat maupun yang tidak dari adanya usaha tersebut. 10 2.1.3. Aspek-aspek Studi Kelayakan Bisnis Menurut Husein Umar dalam bukunya Studi Kelayakan Bisnis, Manajemen, Metode dan Kasus, 1997:10, aspek-aspek dalam studi kelayakan meliputi : 1. Aspek Teknis Evaluasi aspek teknis ini mempelajari kebutuhan-kebutuhan teknis proyek, seperti penentuan kapasitas produksi, jenis teknologi yang digunakan, pemakaian peralatan dan mesin, serta lokasi usaha yang paling menguntungkan. 2. Aspek Pasar dan Pemasaran Evaluasi aspek pasar dan pemasaran sangat penting dilakukan karena tidak ada usaha yang berhasil tanpa adanya permintaan atas barang atau jasa yang dihasilkan oleh usaha

tersebut. Pada dasarnya, aspek pasar dan pemasaran bertujuan untuk mengetahui berapa besar luas pasar, pertumbuhan permintaan dan pangsa pasar produk atau jasa yang bersangkutan. 3. Aspek Yuridis Evaluasi terhadap aspek yuridis perlu dilakukan. Bagi pemilik usaha, evaluasi ini berguna antara lain untuk kelangsungan usaha serta dalam rangka meyakinkan para kreditur dan investor bahwa usaha yang akan dilakukan tidak menyimpang dari aturan yang berlaku. 4. Aspek Manajemen Dalam aspek manajemen yang dievaluasi ada dua macam, yang pertama manajemen saat pembangunan usaha dan yang kedua manajemen saat usaha dioperasionalkan. Banyak terjadi usaha-usaha yang gagal dibangun maupun dioperasionalkan bukan disebabkan karena aspek lain, tetapi karena lemahnya manajemen. 11 5. Aspek Lingkungan Pertumbuhan dan perkembangan perusahaan tidak dapat dilepaskan dari lingkungan sekitarnya. Lingkungan ini dapat berpengaruh positif maupun negatif perusahaan, sehingga studi kelayakan aspek ini perlu dianalisis pula. 6. Aspek Finansial Dari sisi keuangan, usaha sehat dikatakan apabila dapat memberikan keuntungan yang layak dan mampu memenuhi kewajiban finansialnya. Kegiatan ini dilakukan setelah aspek

lain selesai dilaksanakan. Kegiatan pada aspek finansial ini antara lain menghitung perkiraan jumlah dana yang diperlukan untuk keperluan modal awal dan untuk pengadaan harta tetap usaha. 2.1.4. Tahapan Studi Kelayakan Bisnis Dalam melaksanakan studi kelayakan bisnis atau usaha, ada beberapa tahapan studi yang dikerjakan (Husain Umar, 1997:13), yaitu : 1. Penemuan Ide Proyek Produk atau Jasa yang akan dibuat haruslah berpotensi untuk dijual dan menguntungkan. Karena itu, penelitian terhadap kebutuhan pasar dan jenis produk atau jasa dari usaha harus dilakukan. Penelitian jenis produk dapat dilakukan dengan kriteria-kriteria bahwa suatu produk atau jasa dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasar yang masih belum terpenuhi, memenuhi kebutuhan manusia tetapi produk atau jasa tersebut belum ada. 2. Tahap Penelitian Setelah ide-ide proyek dipilih, selanjutnya dilakukan penelitian yang lebih mendalam dengan memakai metode ilmiah. Proses itu dimulai dengan mengumpulkan data, lalu mengolah data dengan memasukkan teori-teori yang relevan, 12 menganalisis dan menginterpretasi hasil pengolahan data dengan alat-alat analisis yang sesuai. 3. Tahap Evaluasi Proyek Ada tiga macam evaluasi proyek. Pertama, mengevaluasi

usulan proyek yang akan didirikan. Kedua, mengevaluasi proyek yang sedang beroperasi. Dan yang Ketiga, mengevaluasi proyek yang baru selesai dibangun. Evaluasi berarti membandingkan antara sesuatu dengan satu atau lebih standar atau kriteria, dimana standar atau kriteria ini bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Untuk evaluasi proyek, yang dibandingkan adalah seluruh ongkos yang ditimbulkan oleh usulan proyek serta manfaat atau benefit yang akan diperoleh. 4. Tahap Pengurutan Usulan yang Layak Jika terdapat lebih dari satu usulan proyek bisnis yang dianggap layak dan terdapat keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki manajemen untuk merealisasikan semua proyek tersebut, maka perlu dilakukan pemilihan proyek yang dianggap paling penting untuk direalisasikan. Sudah tentu, proyek yang diprioritaskan ini mempunyai skor tertinggi jika dibandingkan dengan usulan proyek yang lain berdasarkan kriteria-kriteria penilaian yang telah ditentukan. 5. Tahap Rencana Pelaksanaan Proyek Bisnis Setelah suatu usulan proyek dipilih untuk direalisasikan, perlu dibuat suatu rencana kerja pelaksanaan pembangunan proyek itu sendiri. Mulai dari menentukan jenis pekerjaan, jumlah dan kualifikasi tenaga pelaksana, ketersediaan dana dan sumber daya lain, kesiapan manajemen dan lain-lain. 6. Tahap Pelaksanaan Proyek Bisnis Setelah semua persiapan yang harus dikerjakan selesai disiapkan, tahap pelaksanaan proyek pun dimulai. Semua

tenaga pelaksana proyek, mulai dari pemimpin sampai pada 13 tingkat yang paling bawah, harus bekerja sama dengan sebaik-baiknya sesuai dengan rencana yang telah diterapkan. 2.1.5. Pengertian Investasi Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari kegiatan berinvestasi diantaranya adalah penyerapan tenaga kerja, peningkatan output yang dihasilkan, peningkatan pendapatan, penghematan devisa naupun penambahan devisa, dalam menggunakan pengertian proyek investasi sebagai suatu rencana untuk menginvestasikan sumber-sumber daya yang bisa dinilai secara cukup independent. Menurut Suad Husnan (1995:11), investasi adalah penanaman sumber daya untuk mendapatkan hasil di masa yang akan datang. 2.1.6. Usulan Investasi dan Pemilihan Alternatif Ada beberapa cara dalam menggolongkan usulan investasi, salah satunya penggolongan usulan yang didasarkan menurut kategori, sebagai berikut (Bambang Riyanto, 1995:121): 1. Investasi penggantian, adalah penggantian aktiva lama dengan yang baru. 2. Investasi dengan penambahan kapasitas, sering juga berrsifat penggantian. 3. Investasi penambahan jenis produk baru, yaitu investasi untuk menghasilkan produk baru disamping tetap memproduksi yang lama. 4. Investasi lain-lain, yaitu investasi yang tidak termasuk dalam

ketiga golongan di atas. 2.1.7. Pengertian Cash Flow Cash Flow merupakan arus kas atau aliran kas yang ada di perusahaan dalam suatu periode tertentu. Cash Flow 14 menggambarkan berapa uang yang masuk (cash in) ke perusahaan dan jenis-jenis pemasukkan tersebut. Selain itu cash flow juga menggambarkan berapa uang yang keluar (cash out) serta jenis-jenis biaya yang dikeluarkan. Uang yang masuk dapat berupa pinjaman dari lembaga keuangan atau hibah dari pihak tertentu. Uang masuk juga dapat diperoleh dari yang berhubungan langsung dengan usaha yang sedang dijalankan. Uang masuk dapat pula berasal dari pendapatan lainnya yang bukan dari usaha utama. Uang keluar merupakan sejumlah uang yang dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode, baik yang langsung berhubungan dengan usaha yang dijalankan, maupun yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan usaha utama (Kashmir dan Jakfar, 2003:145). 2.2. Alat Analisis Dalam menjalankan usaha pada umumnya menggunakan metode-metode penilaian investasi yang diantaranya adalah dengan menggunakan metode : 1. Payback Period Pengertian dari Payback Period antara lain adalah, suatu periode yang diperlukan untuk menutup kembali pengeluaran investasi (initial cash investment) dengan menggunakan aliran kas. Dengan

kata lain Payback Period merupakan rasio antara initial cash ratio dan cash inflow yang hasilnya merupakan satuan waktu (Husain Umar, 2000:200). Ada pula yang mengatakan payback period adalah suatu periode yang dibutuhkan untuk menutup kembali pengeluaran investasi (Bambang Riyanto, 1995:124). Dan menurut (F Weston dan E. F Bringham, 1993:325) adalah jumlah tahun yang dibutuhkan agar pengembalian-pengembalian yang diterima menyamai jumlah yang diinvestasikan. 15 Untuk mengetahui sejauh mana investasi itu kembali, maka dirumuskan sebagai berikut : Jika proceed yang dihasilkan tiap tahun sama : Jumlah Investasi PP = Proceed Dimana proceed = EAT + Depresiasi EAT = Laba bersih setelah pajak Jika proceed yang dihasilkan tiap tahun beda : HP = xxx NS = (xxx) Investasi = xxx Proceed thn. 1 = (xxx) Sisa Investasi = xxx Proceed thn 2 = (xxx) Sisa Investasi = xxx Dan seterusnya sampai investasi tidak dapat dikurangi dengan proceed tahun selanjutnya, lalu : X 12 Bulan

Sisa Investasi X 12 Bulan Proceed tahun selajutnya Jika payback period > umur ekonomis, Investasi ditolak Jika payback period < umur ekonomis, Investasi diterima Jadi kriteria penilaian pada metode payback period ini adalah jika payback periodnya lebih kecil dari waktu maksimum yang disyaratkan maka proyek diterima, dan sebaliknya bila payback periodnya lebih besar atau lebih lama dari waktu yang diisaratkan maka investasi ditolak. 16 2. Profitability Index Profitability Index (PI) atau benefit and cost ratio (B\C Ratio) merupakan rasio aktifitas dari jumlah nilai sekarang penerimaan bersih dengan nilai sekarang pengeluaran investasi selama umur investasi (Kasmir dan Jakfar, 2003:163). Rumus yang digunakan untuk mencari PI adalah sebagai berikut : PV. Proceed PI = PV. Outlays Dimana PV Proceed = Proceed x tingkat suku bunga Kriteria PI : Jika PI > 1, investasi diterima Jika PI < 1, investasi ditolak 3. Net Present Value Net Present Value (NPV) atau nilai bersih sekarang merupakan

perbandingan antara PV kas bersih (PV of Proceed) dengan PV investasi (Capital Outlays) selama umur investasi. Selisih antara nilai kedua PV itulah yang dikenal dengan Net Present Value (NPV), (Kasmir dan Jakfar, 2003:165). Rumus dari NPV adalah sebagai berikut : NPV = PV. Proceed PV Outlays Kriteria NPV : Jika NPV (+), investasi diterima Jika NPV (-), investasi ditolak 4. Internal Rate of Return Nilai sekarang bersih atau Net Persent Value kadang-kadang kurang lengkap untuk digunakan sebagai satu-satunya penilaian investasi. Karena dalam nilai sekarang bersih hanya diketahui bahwa nilai sekarang penanaman lebih besar dari jumlah investasi awal. Tetapi kelebihan dari hasil diatas investasi awal secara persentase tidak 17 diketahui, oleh karena itu perusahaan ingin mengetahui persentase dari pengambilan penanaman setelah dikonversi kedalam nilai sekarang. Rumus dari Internal Rate of Return adalah sebagai berikut : NPV1 IRR = i1 - i1 ( NPV1 NPV2 i1 = Tingkat bunga ke-1 NPV1 = NPV positif i2 = Tingkat bunga ke-2 NPV2 = NPV negatif + x ( i2

Metode ini diterapkan dengan prosedur : 1. mencari nilai sekarang bersih dari investasi. 2. Apabila nilai sekarang bersih positif, maka tingkat hasil dinaikkan sampai menunjukkan nilai sekarang bersih negatif. Atau sebaliknya apabila nilai sekarang bersih negatif, maka tingkat hasil sampai nilai sekarang bersih positif. Kriteria penilaian dengan menggunakan metode ini adalah bila nilai IRR yang didapat lebih besar dari tingkat bunga uang yang berlaku dalam masyarakat, maka investasi diterima. Dan sebaliknya, bila nilai IRR lebih kecil dari tingkat bunga yang berlaku dalam masyarakat, maka investasi ditolak (H.M. Yacob Ibrahim , 1997:150) 5. Average Rate of Return Metode Average Rate or Return atau sering disebut juga dengan Accounting Rate of Return, menunjukkan prosentase keuntungan netto sesudah pajak dihitung dari Average Investment atau Initial Investment. Metode ini mendasarkan diri pada keuntungan yang dilaporkan dalam buku (Reported Accounting Income), (Bambang Riyanto, 1995:134). 18 Rumus yang digunakan adalah : Rata-rata EAT (Average Earning After Tax) ARR = X 100 % Rata-rata Investasi (Average Investment) Kriteria ARR : Jika ARR > 100 % maka investasi diterima Jika ARR < 100 % maka investasi ditolak