Ketika hal ini terjadi. . walaupun hal ini tidak selalu terjadi. Overactive bladder adalah kondisi dimana kandung kemih berkontraksi tidak semestinya. pada beberapa orang menyebabkan juga terjadinya ’ ngompol’ (sedikit menetes sebelum dapat mencapai toliet). menyebabkan desakan tiba-tiba untuk kencing.

.

 Hindari diuretik termasuk kafein  Hindari Sembelit  Rencana asupan cairan untuk mencegah gangguan tidur  Latihan Kegel .

Imipramine )  Menghambat kontraksi detrussor  Meningkatkan kapasitas kandung kemih › Kandung kemih relaksasi s (antimuscarinics)  Lihat antispasmodic kandung kemih  Menghambat kontraksi detrusor tak sadar  Obat-obatan (long-acting agen lebih disukai) .› Antikolinergik (propantheline.

Hal ini dapat terjadi pada siapa saja. Gejala dapat berkisar dari ringan bocor ke pembasahan tak terkendali.  .  Inkontinensia urin adalah hilangnya kontrol kandung kemih.  Sebuah gangguan yang ditandai oleh ketidakmampuan untuk mengontrol aliran urin dari kandung kemih.Ketidakmampuan untuk mengontrol aliran urin dari kandung kemih. tapi menjadi lebih umum dengan usia.

       Infeksi atau Radang (ISK berulang. Infeksi Vaginitis . nterstitial Cystitis . Relaksan otot. Analgesik termasuk Narkotika . obat Antipsikotik . Obat Sedatif-Hypnotic. Antidepresan. Simpatik blocker ) 5) Penyebab Psikologis 6) Berlebihan output urin (misalnya Diabetes Mellitus ) 7) Mobilitas Terbatas (ambulasi sulit) 8) Stool Impaction . Karsinoma in-situ dari kandung kemih ) 3) Atrofik Uretritis atau atrofik Vaginitis 4) Farmasi (Diuretik.

  Membuat toilet lebih mudah diakses  Tinggi toilet  Mengubah kamar tidur dekat dengan kamar mandi  Pertimbangkan lemari samping tempat tidur Kenakan pakaian yang dilepas dengan mudah › Gunakan moderasi dalam asupan cairan › Menurunkan berat badan (jika gemuk) › Penghentian Merokok › Hindari diuretik  Hindari Alkohol  Hindari kafein .

. Inkontinensia alvi yaitu keadaan ketika individu mengalami perubahan kebiasaan defekasi yang normal yang dikarakteristikkan dengan pasase (pengeluaran) feses yang tidak disadari.

Kerusakan otot sfingter anus  Kerusakan saraf otot sfingter anus atau rectum  Kehilangan kemampuan penyimpanan di dalam rectum  Diare  Disfungsi dasar panggul  Konstipasi  .

Lakukan penyuluhan kesehatan sesuai indikasi .     Rencanakan waktu yang tepat dan konsisten untuk eliminasi Ajarkan teknik defekasi yang efektif Jelaskan tentang kebutuhan cairan dan diet untuk defekasi yang baik Jelaskan mengenai efek aktivitas terhadap peristaltik : Bantu dalam menentukan latihan fisik yang tepat sesuai kemampuan fungsional klien.