Anda di halaman 1dari 33

1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini berbagai macam bentuk penyimpangan sosial semakin meningkat dan marak terjadi di masyarakat. Seiring dengan berkembangnya zaman yang semakin canggih, justru berbagai macam bentuk penyimpanagan sosial semakin bermunculan dan terjadi. Mulai dari berbagai penyimpangan kecil seperti tato ataupun tindik, sampai tindakan penyimpangan besar bahkan bersifat kriminal seperti pembunuhan dan pemerkosaan, seamakin meningkat akhir-akhir ini. Bukan tidak mungkin globalisasi jaman sekarang ini menjadi salah satu faktor cukup dominan dalam peningkatan penyimpangan sosial di masyarakat. Karena pada dasarnya globalisasi itu sendiri identik dengan pasar bebasa dan kapitalis, dimana batas antar negara /warga negara seakan semu sehingga berbagi macam bentuk hal apapun dapat dengan mudah dan cepat tersebar bahkan tersosialisasi, serta bisa dilakukan oleh siapapun, dimanapun, dan kapanpun itu. Termasuk dalam hal perkembangan penyimpangan sosial. Salah satu bentuk penyimpangan sosial yang cukup meresahkan dan mengawatirkan perkembangannya, yakni penyimpangan sosial berupa kenakalan remaja yang akhir-akhir ini semakin marak terjadi. Tentunya seiring berkembangnya waktu, bentuk dan jenis kenakalan remaja semakin beragam dan bervariasi, serta semakin meningkat

implementasinya di masyarakat. Para remaja zaman sekarang semakin berani

untuk bertindak, dan semakin bebas untuk berekspresi, termasuk dalam hal penyimpangan sosial. Sudah banyak bukti akan perkembangan berbagai macam bentuk penyimpangan sosial berupa kenakalan remaja ini, mulai dari pornografi, merokok, pemerkosaan bahkan sampai tindak anarkis premanisme dan narkoba banyak dilakukan oleh para remaja masa kini. Selain faktor kurangnya kontrrol sekolah dan keluarga, tak bisa dipungkiri faktor globalisasi juga berpengaruh dalam perkembangan kenakalan remaja masa kini. Karena secara langsung maupun tidak langsung globalisasi sudah meliputi proses kehidupan sosial di masyarakat yang pasti sangat mudah berdampak dan berpengaruh pada kehidupan sosial remaja itu sendiri. Kenakalan remaja merupakan salah satu bentuk dinamika sosial, karena biar bagaimanapun hal tersebut akan selalu tetap ada dan terjadi, semua tergantung pada solusi kita untuk penanganannya.

B. Rumusan Masalah 1. Faktor apa sajakah yang mendasari serta mendukung terjadinya kenakalan remaja terkait dengan perkembangan era globalisasi sekarang ini ? 2. Bagaimana perkembangan kenakalan remaja di era globalisasi sekarang ini ? 3. Bagaimana solusi yang tepat untuk menanggulangi perkembangan kenakalan remaja sekarang ini ?

C. Tujuan Penulisan 1. Untuk mengetahui faktor apa yang mendasari serta mendukung terjadinya kenakalan remaja terkait dengan perkembangan era globalisasi sekarang.

2. Untuk mengetahui perkembangan kenakalan remaja di era globalisasi sekarang. 3. Untuk mengetahui solusi yang tepat untuk menanggulangi perkembangan kenakalan remaja sekarang. D. Sistematika Penulisan Sistematika dalam penulisan makaalah ini terbagi lima bab, yaitu bab I pendahuluan yang berisi latarbelakang masalah; rumusan masalah, tujuan penulisan, bab II kajian teori, bab III metode, bab IV pembahasan, dan bab V penutup berupa kesimpulan dan saran.

BAB II KAJIAN TEORI

A. Pengertian dan Cakupan Perubahan Sosial Perubahan dilakukan oleh manusia menuju ke sebuah keadaan baru yang berbeda dengan keadaan sebelumnya. Perubahan dimaksudkan untuk

meningkatkan taraf dan derajat kehidupannya, baik secara moral maupun materiil. Perubahan sosial merupakan gejala yang melekat disetiap masyarakat. Perubahanperubahan yang terjadi di dalam masyarakat akan menimbulkan ketidaksesuaian antara unsur-unsur sosial yang ada didalam masyarakat, sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak sesuai fungsinya bagi masyarakat yang bersangkutan. Berikut ini beberapa ahli sosiologi mengungkapkan definisi perubahan sosial sesuai dengan sudut pandang mereka: 1. Kingsley Davis Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. 2. Robert Mac Iver Perubahan sosial adalah perubahan dalam hubungan sosial atau perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial. 3. Samuel Koenig Perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. 4. J.P. Gillin dan J.L. Gillin Perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan materiil, komposisi penduduk, dan ideologi maupun

karena

adanya

difusi

ataupun

penemuanpenemuan

baru

dalam

masyarakat. 5. Hans Garth dan C. Wright Mills Perubahan sosial adalah apapun yang terjadi (baik itu kemunculan, perkembangan ataupun kemunduran), dalam kurun waktu tertentu terhadap peran, lembaga, atau tatanan yang meliputi struktur sosial. 6. Menurut Nursid Sutmaatmadja perubahan segala aspek kehidupan, tidak hanya dialami, dihayati dan dirasakan oleh anggota masyarakat. Melainkan telah diakui serta didukungnya. Jika proses tersebut telah terjadi demikian maka dapat dikatakan bahwa masyarakat tersebut telah mengalami perubahan sosial. Pada masyarakat tersebut, struktur, organisasi, dan hubungan sosial telah mengalami perubahan. Dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial mencngkup tiga hal yaitu: 1. Perubahan struktur dalam sosial 2. Perubahan organisasi sosial. 3. Perubahan hubungan sosial. Wilbert moore memmandang perubahan siosial sebagai perubahan struktur sosial, pola prilaku dan intraksi sosial. Setiap perubahan yang terjadi dalam struktur masyarakat atu perubahan dalam organisasi sosial disebut perubahan sosial. Perubahan sosial berbeda dengan perubahan kebudayaan. Perubahan kebudayaan mengarah pada unsur-unsur kebudayaan yang ada. Contoh perubahan sosial: perubahan peranan seorang istri dalam keluarga modern, perubahan

kebudayaan contohnya: adalah penemuan baru sepeti radio, televisi, komputer yang dapat mempengaruhi lembaga-lembaga sosial. Perubahan sosial yaitu perubahan yang terjadi dalam masyarakat atau dalam hubungan interaksi, yang meliputi berbagai aspek kehidupan. Sebagai akibat adanya dinamika anggota masyarakat dan yang telah didukung oleh sebagian besar anggota masyarakat, merupakan tuntutan kehidupan dalam mencari kesetabilannya. Ditinjau dari tuntutan stabilitas kehidupan perubahan sosial yang dialami masyarakat adalah hal yang wajar. Kebalikannya masyarakat yang tidak berani melakukan perubahan-perubahan tidak akan dapat melayani tuntutan dan dinamika anggota-anggota yang selalu berkembang kemauan dan aspirasi. Cara yang paling sederhana untuk dapat memahami terjadinya perubahan sosial dan budaya adalah membuat rekapitulasi dari semua perubahan yang terjadi dalam masyarakat sebelumnya. Perubahan yang terjadi dalam masyarakat dapat dianalisis dari berbagai segi: 1. Kearah mana perubahan dalam masyarakat bergerak (direction of change) bahwa perubahan tersebut meninggalkan faktor yang diubah. Akan tetapi setelah meninggalkan faktor tersebut, mungkin perubahan itu bergerak pada sesuatu yang baru sama sekali, akan tetapi mungkin pula bergerak kearah suatu bentuk yang sudah ada pada waktu yang lampau. 2. Bagaimana bentuk dari perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan yang terjadi dalam masyarakat. Perubahan sosial bisa terjadi dengan cara: 1. Direncanakan (planed) atau/ dan tidak direncanakan (unplaned).

2. Menuju kearah kemajuan (progressive) atau/dan kemunduran (regressive). 3. Bersifat positif dan tida negatif. Menurut Prof. Dr. Soerjono bentuk-bentuk perubahan sosial dapat terjadi dengan beberapa cara, seperti: 1. Perubahan yang terjadi secara lambat dan perubahan yang terjadi secara cepat. a. Perubahan secara disebut evolusi, pada evolusi perubahan terjadi dengan sendirinya, tanpa suatu rencana atau suatu kehendak tertentu. Perubahan terjadi karena usaha-usaha masyarakat untuk

menyesuaikan diri dengan keperluan, keadaan, dan konsdisi-kondisi baru yang timbul karena pertumbuhan masyarakat. b. Perubahan secara cepat disebur revolusi, dalam revolusi perubahan yang terjadi direncanakan lebih dahulu maupun tanpa rencna. 2. Perubahan yang pengaruhnya kecil, dan perubahan yang pengaruhnya besar. a. Perubahan yang pengaruhnya kecil adalah perubahan pada unsur struktur sosial yang tidak bisa membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti dalam masyarakat. b. Perubahan yang pengaruhnya besar seperti proses industrialisasi pada masyarakat agraris. 3. Perubahan yang di kehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki. a. Perubahan yang dikehendaki adalah bila seseorang mendapat kepercayaan sebagai pemimpin.

b. Perubahan sosial yang tidak dikehendaki merupakan perubahan yang terjadi tanpa dikehendaki serta berlangsung dari jangkauan

pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat yang tidak diingini. B. Teori Perubahan sosial Adapun teori-teori yang menjelaskan mengenai perubahan sosial adalah sebagai berikut. 1. Teori Evolusi (Evolution Theory ) Teori ini pada dasarnya berpijak pada perubahan yang memerlukan proses yang cukup panjang. Dalam proses tersebut, terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui untuk mencapai perubahan yang diinginkan. Ada bermacam-macam teori tentang evolusi. Teori tersebut digolongkan ke dalam beberapa kategori, yaitu unilinear theories of evolution, universal theories of evolution, dan multilined theories of evolution. 2. Teori Konflik (Conflict Theory ) Menurut pandangan teori ini, pertentangan atau konflik bermula dari pertikaian kelas antara kelompok yang menguasai modal atau

pemerintahan dengan kelompok yang tertindas secara materiil, sehingga akan mengarah pada perubahan sosial. Teori ini memiliki prinsip bahwa konflik sosial dan perubahan sosial selalu melekat pada struktur masyarakat. Teori ini menilai bahwa sesuatu yang konstan atau tetap adalah konflik sosial, bukan perubahan sosial. Karena perubahan hanyalah merupakan akibat dari adanya konflik tersebut. Karena konflik

berlangsung terus-menerus, maka perubahan juga akan mengikutinya. Dua tokoh yang pemikirannya menjadi pedoman dalam Teori Konflik ini adalah Karl Marx dan Ralf Dahrendorf. 3. Teori Fungsionalis (Functionalist Theory ) Konsep yang berkembang dari teori ini adalah cultural lag (kesenjangan budaya). Konsep ini mendukung Teori Fungsionalis untuk menjelaskan bahwa perubahan sosial tidak lepas dari hubungan antara unsur-unsur kebudayaan dalam masyarakat. Menurut teori ini, beberapa unsur kebudayaan bisa saja berubah dengan sangat cepat sementara unsur yang lainnya tidak dapat mengikuti kecepatan perubahan unsur tersebut. Maka, yang terjadi adalah ketertinggalan unsur yang berubah secara perlahan tersebut. Ketertinggalan ini menyebabkan kesenjangan sosial atau cultural lag .Para penganut Teori Fungsionalis lebih menerima perubahan sosial sebagai sesuatu yang konstan dan tidak memerlukan penjelasan. Perubahan dianggap sebagai suatu hal yang mengacaukan keseimbangan masyarakat. Proses pengacauan ini berhenti pada saat perubahan itu telah diintegrasikan dalam kebudayaan. Apabila perubahan itu ternyata bermanfaat, maka perubahan itu bersifat fungsional dan akhirnya diterima oleh masyarakat, tetapi apabila terbukti disfungsional atau tidak bermanfaat, perubahan akan ditolak. Tokoh dari teori ini adalah William Ogburn.

10

4. Teori Siklis (Cyclical Theory ) Teori ini mencoba melihat bahwa suatu perubahan sosial itu tidak dapat dikendalikan sepenuhnya oleh siapapun dan oleh apapun. Karena dalam setiap masyarakat terdapat perputaran atau siklus yang harus diikutinya. Menurut teori ini kebangkitan dan kemunduran suatu kebudayaan atau kehidupan sosial merupakan hal yang wajar dan tidak dapat dihindari.

C. Konsep Pembangunan dan Modernisasi Perubahan sosial yang direncanakan seringkali disebut dengan pembangunan. Konsep pembangunan mengandung makna perubahan positif yang direncanakan, terarah, dan dilakukan secara sadar/disengaja.

Pembangunan merupakan perubahan sosial dengan ciri-ciri sebagai berikut: 1. Merupakan perubahan untuk mewujudkan suatu kondisi kehidupan yang lebih baik dari yang sekarang 2. Meliputi seluruh aspek kehidupan: fisik, sosial, ekonomi, politik maupun kebudayaan 3. Kuantitatif dan kualitatif 4. Secara sadar dilakukan 5. Menggunakan perencanaan (social planning) 6. Menghasilkan perubahan sosial dan kebudayaan 7. Dalam prosesnya memerlukan perubahan sosial dan kebudayaan 8. Bermuara pada kondisi ideal (maka pembangunan merupakan proses yang tidak pernah selesai)

11

Konsep pembangunan dalam beberapa halseringkali bersamaan dengan konsep modernisasi Modernisasi dimulai dari itali abad ke-15 dan tersebar kedunia barat dalam lima abad berikutnya. Modernisasi adalah suatu proses transformasi yang mengubah bidang ekonomi, dan bidang politik. Modernisasi menurut Cyril Edwin black yaitu rangkaian perubahan cara hidup manusia yang kompleks dan saling berhubungan.

Menurut koentjaraningrat, Modernisasi merupakan usaha menyesuaikan hidup dengan konstelasi dunia sekarang ini. Menurut schorrl (1980) moderisasi adalah proses penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi ke dalam semua segi kehidupan manusia. Smith (1973) Modernisasi adalah proses yang di landasi dengan seperangkat rancangan dan kebijaksanaan yang di sadari untuk mengubah masyarakat ke arah kehidupan masyarakat kearah kehidupan yang konterporer yang menurut penilaian lebih maju dalam derajat kehormatan tertentu. 1. syaratsyarat Modernisasi Modernisasi dapat terwujud melalui beberapa syarat yaitu : a. Cara berpikir ilmiah yang institutionalizeddalam kelas penguasaan maupun masyarakat b. Sistem adminitrasi negara yang baik c. Adanya sistem pengumpulan data d. Penciptaan iklim yang baik dan teratur e. Tingkat organisasi yang tinggi f. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaanya

12

2. ciri- ciri Modernisasi Modernisasi merupakan salah satu modal kehidupan yang ditandai dengan ciri ciri : a. Kebutuhan materi dan ajang persaingan kebutuhan manusia b. Kemajuan teknologi dan industrialisasi, individualisasi, sekularisasi, diferensiasi dan alkuturasi c. Modernisasi banyak memberikan kemudahan bagi manusia. d. Berkat jasanya semua keinginan dapat terpenuhi e. Modernisasi juga meberikan melahirkan teori baru f. Mekanisme masyarakat berubah g. Kehidupan seseorang perhatian religiusnya di curahkan untuk bekerja dan menumpuk kekayaan. D. Kebudayaan Global Dan Globalisasi Kebudayaan global adalah suatu kebudayaan yang tidak dimiliki oleh banyak bangsa (kelompok sosial) tetapi juga merupakan kebudayaan yang dimiliki oleh banyak bangsa di dunia. Kata globalisasi diambil dari kata global, yang berarti universal (mendunia). Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya popular, dan bentuk interaksi yang lain. Globalisasi memiliki banyak definisi, salah satunya seperti yang dikemukakan oleh Lodge (1991), mendefinisikan globalisasi sebagai suatu proses yang menempatkan masyarakat dunia bisa menjangkau satu dengan

13

yang lain atau saling terhubungkan dalam semua aspek kehidupan mereka, baik dalam budaya, ekonomi, politik, teknologi maupun lingkungan. Dengan pengertian ini globalisasi dikatakan bahwa masyarakat dunia hidup dalam era dimana kehidupan mereka sangat ditentukan oleh prosesproses global. E. Dampak Globalisasi Ada dua dampakmodernisasi dan globalisasi bagi masyarakat, yakni dampak positif dan negatif. 1. Dampak positif a. Adanya kemudahan dalam komunikasi, karena dengan globalisasi maka batas-batas antar-daerah menjadi hilang, seperti dengan maraknya fasilitas handphone yang sekarang ini bisa dengan mudah dijumpai di berbagai lapisan masyarakat. b. Kemajuan teknologi di berbagai bidang. Hal-hal positif yang berkaitandengan teknologi sebaiknya diadopsi untuk kepentingan yang bersifatpositif. Meskipun tidak bisa dipungkiri di samping dampak positif jugaselalu disertai dengan dampak negatif. c. Kinerja sumber daya manusia meningkkat d. Menumbuhkan dinamika yang terbuka dan tanggap terhadap unsur pembaharuan dalam hal sosial budaya. 2. Dampak Negatif a. Anomie, yaitu keadaan dimana seseorang sudah tidak mempunyai peganganapapun dalam menjalani kehidupan. Nilai-nilai yang ada

14

sudah mulai lunturbahkan hilang sama sekali. Sebagai contoh, maraknya pornografi dan pornoaksiserta menculnya berbagai kasus bunuh diri pada anak dan remaja akhirakhirini. b. Culture shock atau kegoncangan budaya, yaitu keadaan dimana seseorangatau masyarakat tidak siap menerima kebudayaan baru yang sifatnya asingyang tiba-tiba datang. Misalnya, ketika terdapat orang dari desa melakukan urbanisasi ke kota, maka banyak hal baru yang membuatnya terkaget-kaget atau terperangah melihat kehidupan kota dengan berbagai budaya yang berbeda, baik dari segi berpakaian, berbahasa, bekerja, dan sebagainya. Apabila hal initidak diantisipasi sebelumnya, maka seseorang atau masyarakat tersebut akanmengalami kegoncangan jiwa atau mental dalam menyikapi pola hidup yangberbeda. c. Culture lag atau ketertinggalan budaya, kondisi dimana salah satu komponen budaya tidak bisa menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan komponen budaya lainnya yang sudah mengalami perubahan terlebih dahulu. Sebagai contoh, seseorang yang terbiasa merokok di sembarang tempat, ketika ia pergi ke Jakarta dimana terdapat aturan dari Pemda untuk tidak boleh merokok di tempat umum, dan apabila melanggar maka akan dikenai denda atau hukuman. Ketika orangtersebut belum bisa mengikutinya karena belum terbiasa atau beradaptasi diJakarta, maka dia akan terkena sanksi peraturan tersebut.

15

BAB III METODE

AGAMA

FILSAFAT

Ilmu-ilmu Kealaman Biologi

Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi

Ilmu-ilmu Budaya Psikologi

sosiologi

Arus Globalisasi

Kenakalan Remaja Seks bebas

16

BAB IV PEMBAHASAN

A. Aspek-Aspek Negatif Globalisasi yang Memengaruhi Kenakalan Remaja Globalisasi merupakan suatu fenomena liberal menyeluruh yang menyebar di seluruh penjuru dunia, dimana kita sebagai warga negara dunia tidak akan bisa mengelak dari pengaruh dan dampak-dampaknya. Seperti kita ketahui disamping membawa efek positif, globalisasi juga membawa efek negatif bagi sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara masyarakat. Salah satu aspek negatif globalisasi yang paling berpengaruh dalam sendi kehidupan yakni aspek negatif terhadap kehidupan sosial dan kebudayaan suatu bangsa dan negara. Dalam perkembangannya, khususnya di Indonesia. Selain membawa banyak dampak positif, globalisasi justru membawa dampak negatif yang lebih banyak lagi dalam sendi kehidupan masyarakat Indonesia. Khususnya dan utamanya dalam hal kehidupan sosial dan kebudayaan berbangsa dan bernegara. Dan dampak serta sasaran terbesar dari aspek negatif sosial dan budaya globalisasi tersebut, yakni kehidupan para kaum remaja Indonesia. Seperti kita ketahui bahwa kehidupan sosial para remaja zaman sekarang semakin mengkhawatirkan. Ditambah masuk dan berkembangnya globalisasi, memberi dampak yang cukup negatif pula bagi mereka para ramaja yang tiadk bisa menahan diri mereka. Walhasil bertambah banyak penyimpanganpenyimpangan sosial yang diakibatkan oleh ulah para remaja ini, oleh ulah kenakalan remaja sekarng ini.

17

Globalisasi dituding pembawa pengaruh cukup dominan bagi tindakan negatif para remaja ini. Diantaranya aspek-aspek negatif dari globalisasi yang berpotensi menimbulkan penyimpangan sosial berupa kenakalan remaja ini di antaranya ; 1. Masuknya Pola Hidup Budaya Barat Faktor ini adalah faktor utama dan paling luas cakupannya dalam hal penyebab kenakalan remaja masa kini. Seperi kita ketahui globalisasi yang berasal dari barat ini sudah pasti membawa kebudayaan sesuai negeri asalnya, dan celakanya bagi negara-negara berbudaya ketimuran yang sangat bertolak belakang dengan kebudayaan barat seperti Indonesia, hal tersebit tidak bisa dihindari dan sudah menyebar dalam praktik kehidupan bermasyarakat Indonesia. Dan yang lebih parahnya lagi pola hidup barat tersebut banyak memengaruhi dan di salah artikan oleh para remaja Indonesia sebagai trend yang justru menjadi boomerang bagi mereka untuk membawa ke arah masa depan kehancuran. Sex bebas juga merupakan salah satu bentuk tindakan penyimpangan kenakalan remaja yang sekarang ini semakin marak terjadi seiring berkembangnya zaman. Seperti kita ketahui sex bebas diluar ikatan pernikahan merupakan salah satu budaya barat yang sangat bertolak belakang dengan budaya ketimuran Indonesia. Akan tetapi dengan berkembangnya globalisasi, dimana batas antar negara seakan hilang, dengan mudahnya, mau tidak mau budaya negatif bagi masyarakat Indonesia tersebut masuk dan berkembang di Indonesia. Dan lagi-lagi korban utama dari kebudayaan negatif ini adalah remaja.

18

Kebanyakan para remaja di Indonesia terjebak akan perilaku seperti ini akibat minimnya pengetahuan mereka akan resiko dan tanggung jawab yang harus ditanggung nantinya. Faktor rentannya kontrol diri dan iman serta godaan lingkungan sosial dan juga rasa keingintahuan yang berlebihan seiring hasrat tanpa pikiran jernih, membuat banyak remaja yang terjerumus dalam budaya surga dunia ini. Kenikmatan sesaat yang didapatkan, bisa berakibat sangat fatal sekali bagi mereka para remaja di masa depan. Dapat diungkapkan bahwa perilaku seksual bebas bisa sangat beresiko bagi para remaja. Mulai dari hamil di luar nikah sampai terjangkitnya penyakit kelamin mematikan seperti AIDS berpotensi sangat besar terjadi bagi mereka para remaja yang melakukannya. Dan yang tak kalah fatalnya, akibat sex bebas pra-nikah ini masa depan mereka bisa hancur begitu saja dan akan menodai nama baik keluarga mereka. 2. Perkembangan Informasi Dan Teknologi Perkembangan informasi dan teknologi merupakan faktor terpenting dalam perkembangan zaman globalisasi di dunia. Karena bagaimanapun juga teknologi dan informasi merupakan symbol dari perkembangan zaman, symbol dari globalisasi dunia. Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, tentunya membawa dua aspek yang saling berlawanan, di satu sisi membawa aspek positif yang sangat membantu, tepi di lain sisi membawa aspek negatif yang bisa sangat merusak. Akan tetapi dal tersebut kembali lagi pada SDM sebagi pengguna dari teknologi dan informasi itu sendiri. Dalam hal kenakalan remaja, perkembangan

19

teknologi juga memiliki peranan penting dalam penyebaran aspek-aspek negatif globalisasi, bisa dikatakan perkembangan teknologi sebagai media pengantar pengaruh-pengaruh, aspek-aspek, maupun kebudayaan-

kebudayaan negara lain, khusunya bangsa barat ke negara lainnya di dunia ini. Tak terkecuali Indonesia sebagai negara yang terletak di jalur perdagangan dan penerbangan dunia. Teknologi yang semakin canggih dapat membawa hal apapun, dari manapun, ke manapun dengan cepat dan mudahnya. Berbagai kebudayaan dengan mudahnya menyebar dan diserap oleh bangsa lain baik positif maupun negatif. Dalam hal kenakalan remaja, teknologi telah membawa dampak sangat signifikan dalam perkembangan kenakalan remaja di Indonesia. Kebudayaan barat yang bersifat negatif dapat dengan mudah dan cepatnya masuk dan merusak kehidupan sosial masyarakat Indonesia, utamanya remaja. Baik media elektronik seperti televisi atau internet, maupun media cetak berupa koran dan majalah, banyak yang menampilkan dan membawa hal-hal yang negatif bagi kehidupan para remaja. Utamanya melalui internet, banyak remaja-remaja Indonesia yang menyalahgunakan perkembangan teknologi ini ke arah yang buruk. Contohnya dalam hal pornografi. Hal ini merupakan bentuk kebudayaan barat yang paling menonjol implikasinya dalam kehidupan remaja di Indonesia. Tak hanya melahirkan sebuah kenakalan, tapi juga

menimbulkan efek kriminal bagi siapapun yang terjerat. Kita ketahui bersama, bahwa seiring canggihnya zaman, hal negatif tersebut semakin

20

mudah pula terakses dan menyebar dalam kehidupan remaja Indonesia. Banyak remaja yang terjebak menyalahgunakan berbagai perkembangan teknologi tersebut untuk hal-hal yang justru merusak diri mereka sendiri. Situs-situs porno yang banyak berkembang di internet dapat dengan mudahnya diakses oleh siapapun, tayangan-tayangan televisi yang semakin berani menampilkan tayangan-tayangan bergenre kekerasan maupun pornoaksi, serta penyalahgunaan teknologi dalam hal pornografi, dan pornoaksi semakin memerburuk aspek psikologis para remaja, yang sebagian besar terpengaruh dan tersalahgunakan akan hal-hal tersebut. Hasilnya banayk dari mereka yang tumbuh dewasa sebelum waktunya, dan tak sesuia dengan yang seharusnya. Berbagai kasus kenakalan bahkan kriminal pun banyak terimplikasi di masyarakat, seperti; remaja yang melakukan hubungan sex diluar nikah, remaja yang terkena penyakit kelamin akibat sex bebas tanpa pengaman, remaja yang hamil diluar nikah, remaja yang melakukan aksi anarkis dan premanisme, tawuran antar pelajar, remaja yang vandalis, dll. Hal tersebut merupakan beberapa dari sekian banyak hal kebudayaan negatif barat yang masuk dan terimplikasi oleh para remaja melalui penyalahgunaan aspek globalisasi yakni perkembangan teknologi dan informasi.

21

3. Muncul Dan Berkembangnya Pemikiran-Pemikiran Dan Mental Yang Liberalis Dan Hedonis Selain dua hal tersebut diatas, aspek negatif globalisasi yang bisa melahirkan kenakalan remaja masa kini lainnya yakni mulai muncul dan berkembangnya pemikiran-pemikiran sekuleritas dalam kehidupan sosial di masyarakat. Salah satu contoh dan bentuknya adalah 3F, Food, Fashion, Film. 3hal ini merupakan salah satu bentuk sekuleritas hasil dari globalisasi. Meski tidak secara langsung, 3 hal ini bisa memengaruhi terjadinya kenakalan remaja masa kini. Kita dapat lihat dari bukti yang berkembang sekarang ini. Banyak para remaja Indonesia yang lebih tertarik oleh, makanan, mode, gaya dan film-film barat, ketimbang yang berasal dari negrinya sendiri. Mereka begitu mudahnya terbawa dan mengimplementasikan trend yang berkembang, seperti tak berkepribadian, mereka ikut saja apa yang dibawa oleh trend, selama itu berasal dari luar negeri. Banyak pula remaja yang menjadi korban fashion yang pesat berkembang, pakaian ataupun gaya apa yang sedang trend, dengan mudahnya mereka ikuti, tanpa peduli apakah gaya ataupun pakaian yang mereka pakai itu sesuai dan cocok dengan norma-corma yang sedang berlaku di negara kita atau tidak.Seperi pakaian mini, terbuka, ketat, tindik, tato dll. Selama itu beraasal dari luar negeri, semua dianggap sahsah saja, benar-benar saja, padahal hal tersebut memancing pergaulan sex bebas. Demikian pula dengan film, banyak remaja Indonesia yang tertarik dengan film-film barat ketimbang film-film domestic, padahal belum tentu

22

film-film barat mengandung nilai-nilai baik sesuai dengan nilai-nilai kehidupan di negara ini, justru yang ada kebanyakan film-film barat menayangkan hal-hal yang bisa merusak dan memicu kenakalan remaja cukup besar, seperti pornografi, pornoaksi, kekerasan, vandalisme, dll. Itu sebabnya pemikiran liberal dan hedonis ini menjadi salah satu aspek negatif yang mendasar dari globalisasi dalam memengaruhi terjadinya kenakalan remaja seks bebas.

B. Faktor-Faktor dan Masalah-Masalah Penyebab Kenakalan Remaja Seks bebasyang dilakukan remaja biasanya dilakukan oleh remaja-remaja yang gagal dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya, baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya. Perilaku 'nakal' remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). 1. Faktor-Faktor Penyebab Kenakalan Remaja a. Faktor Internal Perilaku delinkuen pada dasarnya merupakan kegagalan sistem pengontrol diri anak terhadap dorongan-dorongan instingtifnya, mereka tidak mampu mengendalikan dorongan-dorongan instingtifnya dan menyalurkan kedalam perbuatan yang tidak bermanfaat. Pandangan psikoanalisa menyatakan bahwa sumber semua gangguan psikiatris, termasuk gangguan pada perkembangan anak menuju dewasa serta proses adaptasinya terhadap tuntutan lingkungan sekitar ada pada

23

individu itu sendiri, berupa: rasa ingin tahu masalah seksual yang sangat besar, ingin merasakan seks belum pada umurnya, puberitas, dll. b. Eksternal Disamping faktor-faktor internal, perilaku delinkuen juga dapat diakibatkan oleh faktor-faktor yang berada diluar diri remaja, dan justru faktor-faktor eksternal ini memiliki akibat dan pengaruh yang lebih berbahaya bagi para remaja dalam hal kenakalan remaja, seperti: 1) Faktor Keluarga Keluarga merupakan wadah pembentukan peribadi anggota keluarga terutama bagi remaja yang sedang dalam masa peralihan, akan tetapi apabila pendidikan dalam keluarga itu gagal akan terbentuk seorang anak yang cenderung berperilaku delinkuen, semisal kondisi disharmoni keluarga (broken home), overproteksi dari orang tua, rejected child, dll. 2) Broken Home dan Quasi Broken Home Keadaan rumah tangga yang berantakan dapat membawa pengaruh psikologis buruk bagi perkembangan mental dan pendidikan anak. Karena dasar pribadi anak terutama dibentuk dalam lingkungan keluarga. Jika kehilangan salah satu dari kedua orang tua atau kehilangan keduannya karena meninggal maupun bercerai dan lainlainnya, menyebabkan anak kehilangan contoh model orang dewasa.

24

Kehilangan kasih sayang, kehilangan pendidik atau pemimbing yang sangat ia butuhkan. Menurut pendapat umum pada broken home ada kemungkinan besar bagi terjadinya kenakalan remaja, di mana terutama perseraian atau perpisahan orang tua memengaruhi perkembangan si anak. Keadaan yang tidak normal bukan hanya terjadi pada broken home, akan tetapi dalam masyarakat modern sering pula terjadi suatu gejala adanya broken homosemu, (quasi broken home) ialah, kedua orang tuanya masig utuh, tetapi karena masing-masing anggota keluarga (ayah dan ibu) memunyai kesibukan masing-masing sehingga orang tua tidak sempat memberikan perhatiannya terhadap pendidikan anak-anaknya. Dalam situasi keluarga yang demikian anak muda mengaalami frustasi, mengalami konflik-konflik

psikologis, sehingga keadaan ini juga dapat dengan mudah mendorong anak menjadi delinkuen. (Sudarsono, 2004: 126) 3) Over proteksi dan perhatian orang tua Memanjakan anak secara berlebihan dimana anak selalu

mendapatkan segala sesuatu dari orang tuanya walaupun hal itu tidak sesuai dengan norma pendidikan. 4) Pengaruh buruk dari orang tua Banyak orang tua yang tidak dapat berperan sebagai orang tua yang seharusnya. Mereka hanya menyediakan materi dan sarana serta

25

fasilitas bagi si anak tanpa memikirkan kebutuhan batinnya. Orang tua juga sering menuntut banyak hal tetapi lupa untuk memberikan contoh yang baik bagi si anak. Sebenarnya kita melupakan sesuatu ketika berbicara masalah kenakalan remaja, yaitu hukum kausalitas. Sebab, dari kenakalan seorang remaja selalu dikristalkan menuju faktor eksternal lingkungan yang jarang memerhatikan faktor terdekat dari lingkungan remaja tersebut dalam hal ini orangtua. Kita selalu menilai bahwa banyak kasus kenakalan remaja terjadi karena lingkungan pergaulan yang kurang baik, seperti pengaruh teman yang tidak benar, pengaruh media massa, sampai pada lemahnya iman seseorang. Padahal sangat mungkin kenakalan remaja yang terlahir berasal dari pengaruh buruk orang tuanya, berasal dari kenakalan orang tuanya sendiri. 5) Kenakalan orangtua dalam ikatan keluarga Contohnya seperti : Suka berkata-kata kasar, suka menghujat atau memaki, mengajari anak untuk melakukan perlawanan ketika anak diganggu orang lain, suka menyakiti anak secara fisik dan psikis, merokok seenaknya di depan anak-anak, dl (masalah akhlak), mengabaikan pelaksanaan syariat, sholat, melalaikan sholat, bahkan tidak pernah sholat, membiarkan anak-anak gadisnya tidak menutup aurat, membiarkan

26

anak-anaknya bergaul bebas (pacaran), membiarkan anak-anaknya minum-minuman keras, dll. 6) Kenakalan orangtua di masyarakat Contohnya seperti : Berjudi, mabuk-mabukan, berzina, berghibah atau memfitnah, menghambur-hamburkan uang dengan gaya hidup yang konsumtif, bergaya hidup mewah, menyediakan sarana kemaksiatan, ini misalnya, jadi bandar narkoba, jadi bandar judi, menyediakan tempat hiburan (diskotik), dll. Semua pengaruh buruk orang tua tersebut tidak dalam lansung bentuk akan

kesehariannya,

baik

langsung

maupun

memengaruhi mental si anak, untuk melakukan keburukan yang sama dengan orang tuanya. Karena bagi mereka para remaja yang masih labil orang tua adalah panutan, apa yang dilakukan orang tua masih dianggap baik, padahal itu buruk. 7) Faktor Lingkungan Lingkungan sebagai tempat pendidikan anak-anak dapat menjadi sumber terjadinya konflik-konflik psikologis yang pada prinsipnya memudahkan anak menjadi delinkuen. Pengaruh negatif yang menangani langsung proses pendidikan antara lain kesulitan ekonomi yang dialami pendidik dapat mengurangi perhatiannya terhadap anak didik. Pengaruh teman-temannya yang berlatar kurang

27

baik (seks bebas) di sekolahnya dapat berpengaruh pula pada kenakalan remaja berupa sekx bebas. 8) Faktor ekonomi Faktor ekonomi, juga menjadi salah satu faktor eksternal yang dominan dan tidak kalah penting dalam terciptanya kepribadian anak yang delinquent. Kebanyakan dari mereka berontak karena keinginan mereka akan sesuatu tidak bisa terpenuhi oleh orang tuanya yang berekonomi rendah, sehingga menimbulkan pikiran dan hasrat lain untuk menggapai yang diinginkannya itu, dan mayoritas, para remaja yang berasal dari kalangan ekonomi ke bawah ini, melampiaskannya dalam bentuk seks bebas untuk mencari uang. 9) Faktor media elektronik Tv, video, film dan sebagainya nampaknya ikut berperan merusak mental remaja, padahal mayoritas ibu-ibu yang sibuk menyuruh anaknya menonton tv sebagai upaya menghindari tuntutan anak yang tak ada habisnya. Sebuah penelitian lapangan yang pernah dilakukan di Amerika menunjukkan bahwa film-film yang memamerkan tindak kekerasan sangat berdampak buruk pada tingkah laku remaja. Anak yang sering menonton film-film porno lebih terlibat dalam tindak seks bebas.

28

C. Perilaku seksual bebas / Asusila Seiring berkembangnya waktu dan zaman, para remaja masa kini semakin berani mengekspresikan diri mereka, salah satunya dalam hal kebutuhan biologis. Hal ini semakin tersokong oleh adanya perkembangan zaman berupa globalisasi, yang tak hanya membawa dampak positif, tapi juga negatif bagi remaja. Perkembangan teknologi pun kini banyak disalahgunakan sebagai media perusak moral berupa hal-hal anti-susila. Perilaku seksual bebas, merupakan salah satu bentuk kenakalan remaja hasil adaptasi globalisasi di bangsa ini. Masuknya budaya-budaya barat yang tidak relevan dengan nilai sosial masyarakat Indonesia, telah memicu pergolakan moral dan perilaku masyarakat di Indonesia, khususnya remaja. Pornoaksi dan pornografi yang semakin marak saat ini di berbagai media informasi, serta mudahnya akses untuk masuk dan mendapatkannya, banyak disalah gunakan oleh para remaja masa kini sebagai suatu bentuk pembelajaran mereka. Ditambah

berkembangnya paham-paham liberalisme dalam kehidupan sosial yang mengutamakan kebebasan, serta panyalahgunaan perkembangan teknologi yang semakin canggih untuk hal-hal yang anti susila semakin melahirkan kebebasan para remaja untuk berekspresi negatif berupa kenakalan remaja. Seperti kita ketahui saat ini banyak sekali perilaku seksual bebas yang dilakukan para remaja di Indonesia. Di usianya yang masih muda, mereka sudah berani beraksi layaknya orang dewasa berhubungan biologis. Melakukan hubungan seks diluar nikah, bercumbu di depan umum, bertindak

29

anti-susila tanpa batas, merupakan diantara bentuk-bentuk kenakalan remaja berupa perilaku seksual bebas ini. Dalam beberapa tahun terakhir ini berbagai kasus tindakan asusila banyak merebak di masyarakat, utamanya video-video porno yang banyak dilakukan para remaja pelajar di Indonesia. Mereka telah berani menyalahgunakan tyeknologi demi perbuatan biologis yang terbentuk akibat dampak negatif perkembangan teknologi itu sendiri. Selain itu kasus seks bebas yang dilakukan para remaja pun semakin berkembang dimana saja. Berdasarkan data dari sebuah LSM, perkembangan perilaku asusila di Indonesia kian memrihatinkan. Jakarta, Yogyakarta, Bandung dan Papua, tercatat sebagai kota-kota besar di Indonesia yang memiliki tingkat perilaku asusila tertinggi di Indonesia. Dan sebagian besar pelakunya berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Hal tersebut merupakan suatu bukti bahwa bentuk negatif berupa pola kehidupan budaya barat telah merasuk pada diri remaja-remaja Indonesia, bahkan dianggap oleh mereka sebagai hal yang lumrah dan trendi. Tentunya bukan tanpa akibat kenakaln remaja yang satu ini, perilaku seksual bebas dapat sangat berpengaruh bagi masa depan para remaja, mereka bisa kehilangan masa depan mereka, akibat ; hamil diluar nikah, terjangkit penyakit kelamin, terasingkan dari kehidupan sosial, dikeluarkan dari sekolah. D. Solusi Penanggulangan Kenakalan Remaja Seks Bebas Kenakalan remaja berupa seks bebas merupakan suatu problematika sosial yang membutuhkan penanngulangan berkalan dan kontinu, tak cukup hanya

30

sekali untuk mengatasinya. Ini bagaikan suatu efek samping yang pasti ada dari kehidupan manusia di dunia. Sehingga lebih tepat penanggulangan yang ada berikut ini hanya sebatas langkah preventif dan minimalisir dari kenakalan remaja yang ada. Karena sebagai suatu resiko dan efek samping dari kehidupan, keberadaan kenakalan remaja akan selalu ada kapanpun, dimanapaun, oleh siapapun di kehidupan sosial manusia di dunia ini. Berikut adalah solusi dalam menghindari seks bebas: 1. Remaja hendaknya selalu memperkuat iman dan takwanya terhadap agama, sehingga bias menjadi benteng dasar dari berbagai bentuk tindakan kenakalan seksual. 2. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini. 3. Remaja harus membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata keluarga (orang tua ), teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan. 4. Remaja harus pandai memilih teman dan lingkungan yang baik untuk diajak bergaul. 5. Remaja harus bisa kreatif dan inovatif, serta penuh percaya diri dalam perkembangan kepribadian mereka.

31

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Kenakalan Remaja seks bebas merupakan suatu bentuk problematika sosial yang telah ada dan akan selalu ada dalam kehidupan sosial.. Dalam kaitannya dengan era globalisasi sekarang ini, kenakalan remaja seks bebas telah menjadi efek langsung yang semakin berkembang implikasinya dalam masyarakat. Pola hidup budaya barat sebagai salah satu aspek bawaan globalisasi, banyak memberi implikasi buruk bagi kehidupan para remaja di Indonesia. Berbagai paket negatif globalisasi membawa banyak dampak perubahan bagi perkembangan psikologis dan fisik remaja di Indonesia. Kian hari remaja Indonesia semakin tak terkendali mengekspresikan diri mereka, berbagai hal menyimpang dan kriminil tak segan di lakukan mereka. Mulai pornografi, porno aksi, seks bebas, miras kini telah berkembang sebagai bentuk kenakalan remaja dan problematika sosial baru di masyarakat. Efek negatif globalisasi terhadap kenakalan remaja yang semakin

mengkhawatirkan tersebut, tentunya membutuhkan solusi berkala untuk meminimalisir bahkan mencegah, dari kita semua, tak terkecuali remaja itu sendiri sebagai sumber daya manusia negeri ini dan generasi penerus bangsa ini. Karena kenakalan remaja merupakan suatu problema sosial yang selauada dan menjadi resiko kehidupan manusia di dunia ini, kapanpun, dimanapun, dan oleh siapapun.

32

B. Saran 1. Bagi para remaja khususnya, filter (penyaring) yang paling mendasar adalah kita kembali kepada ajaran agama. Keimanan dan ketakwaan yang teguh akan menjadi pondasi dan kepribadian dasar yang menyaring pengaruh kebudayaan barat ataupun kebudayaan buruk lainnya yang dapat menyeret kita ke jurang dosa berupa kenkalan remaja. 2. Perkembangan Iptek di era globalisasi sekarang harusnya bisa

dimanfaatkan dengan baik sebagai pembentuk kepribadian generasi cerdas bagi para remaja sekarang ini. Serta bisa disikapi dengan baik dan bijaka akan berbagaid dampak negatif dari perkembangan teknologi ini. Sehingga tidak terlahir kenakalan remaja berupa atau akibat disfungsional teknologi 3. Semua pihak yang terkait, khususnya keluarga dan sekolah sebagai dua lingkungan terdominan remaja, wajib memberi pendidikan dan

pengetahuan yang baik berdasar tata nilai, norma, agama, serta hokum yang berlaku di negarai ini, serta menjadi pembentuk, pembimbing

sekaligus pengawas kepribadian dan pertumbuhan remaja ke arah yang positif terhindar dari efek-efek negatif, termasuk salah satunya ke dalam kenakalan remaja.

33

DAFTAR PUSTAKA Adilah, Y. ( 2011). Manusia dan peradapan. [online] tersedia:.http://yasintaadilah.blogspot.com/2011/03/manusia-dan-peradapan.html [5 Maret 2012] Alfin. A. (2009). Teori perubahan sosial. tersedia:http://alfinnitihardjo.ohlog.com/teori-teori-perubahansosial.oh112689.html [5 Maret 2012] [online]

Anonimous. (2012) perubahan sosial. [online] tersedia:http://orangseeng.blogspot.com/2012/01/blog-post_07.html [5 Maret 2012] Effendi, R., Setiadi, E. (2009). Pendidikan Lingkungan sosial Budaya dan Teknologi. Bandung. Upi perss Hefriasa. (2010). Modernisasi dan Globalisasi. [online] tersedia:http://infosos.wordpress.com/kelas-xii-ips/modernisasi-danglobalisasi/. Html [5 Maret 2012] Samsul, B. (2012). Dampak Perubahan sosial modernisasi. [online] tersedia:http://texbuk.blogspot.com/2012/02/dampak-perubahan-sosialmodernisasi.html [5 Maret 2012] Santosa, A (2009). Perubahan Sosial modernisasi dan pembangunan. [online] tersedia:http://agsasman3yk.wordpress.com/2009/08/04/perubahan-sosialmodernisasi-dan-pembangunan/.html [5 Maret 2012]