Anda di halaman 1dari 5

SOAL TUGAS SPM AKHIR SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2011/2012

1. Jelaskan apa yang Saudara ketahui tentang strategic Planning?, jelaskan. 2. Apa yang dimaksud dengan varians dan bagaimana terjadinya dan mengapa varians itu penting? Jelaskan. 3. Apa yang dimaksud dengan budget (anggaran) dan budgeting (penganggaran) serta bagaimana tahap-tahap proses penyusunannya?, jelaskan. 4. Jelaskan aspek-aspek yang mempengaruhi perilaku manusia dalam organisasi yang berkaitan dengan budgeting (penganggaran) 5. Bagaimana hubungan antara budget dan Sistem Pengendalian Manajemen?, dan apa perbedaan budgeting dengan forecasting serta apa yang dimaksud dengan Master Budget dan Flexible Budget?, jelaskan. 6. Jelaskan yang Saudara ketahui tentang kinerja dan jelaskan pula manfaat penilaian kinerja 7. Apa yang dimaksud dengan kinerja dan secara umum kinerja itu terdiri dari berapa macam serta mengapa ukuran kinerja keuangan sering disebut pengukuran kinerja yang tradisional?, jelaskan. 8. Apa yang dimaksud dengan BSC (Balance Score Card), perspektifperspektif apa saja yang harus digunakan agar penilaiannya menjadi berimbang? 9. Berikan dan jelaskan contoh kinerja-kinerja yang harus diukur dari masing-masing perspektif yang menjadi elemen BSC (Balance Score Card) 10. Apa keunggulan dan kelemahan dari BSC (Balance Score Card)?, jelaskan.
11.

Apa yang dimaksud dengan kompensasi (insentif) dan mengapa pegawai harus diberi kompensasi atau insentif serta sebutkan beberapa macam kompensasi (insentif) yang diberikan kepada pegawai dan CEO, dan mengapa berbeda?, jelaskan.

12. Apa yang dimaksud dengan visi, misi dan tujuan serta strategi organisasi?, bagaimana hubungan strategi dengan visi, misi dan tujuan?, jelaskan. 13. Sebutkan dan jelaskan tujuan (goal) suatu organisasi bisnis!

14. Apakah tujuan perusahaan secara keseluruhan dapat dicapai hanya dengan mengandalkan sistem pengendalian manajemen yang baik dan benar? 15. Apa yang dimaksud dengan strategi? Dan mengapa strategi itu sangat penting bagi perusahaan?. 16. Ada berapa tingkat (level) strategi dalam suatu organisasi bisnis?, jelaskan dan berikan contohnya!. 17. Apa yang dimaksud dengan keunggulan bersaing? Dan sebutkan 2 (dua) macam keunggulan bersaing, serta berikan contohnya!. 18. Apa yang dimaksud dengan value chain analysis?, mengapa harus melibatkan pemasok (supllier) dan pelanggan (customer) bagi organisasi bisnis?, jelaskan. 19. Apa yang dimaksud dengan theory agency dan bagaimana hubungannya dengan kompensasi (insentif)?, dan bagaimana hubungannya dengan SPM, jelaskan. 20. Sebutkan 3 (tiga) strategi dasar dari suatu unit bisnis?, uraikan dan jelaskan masing-masing. 21. Jelaskan perbedaan, persamaan dan keterkaitan antara Sistem Pengendalian Manajemen, Balance Score Card, Sistem Pengendalian Intern, dan Sistem Manajemen Mutu. 22. Apa yang Saudara ketahui tentang Sistem Manajemen Mutu ISO 9001, 9002, gambarkan dan jelaskan mekanismenya. 23. Apa saja yang menjadi ukuran kinerja pada organisasi jasa?, apa perbedaan dan persamaannya dengan ukuran kinerja organisasi manufacturing?, dan bagaimana penerapan Sistem Pengendalian Manajemen pada organisasi jasa?, jelaskan. 24. Apa saja yang menjadi ukuran kinerja pada organisasi jasa? Apa perbedaan dan persamaannya dengan ukuran kinerja organisasi manufacturing?, jelaskan! 25. Bagaimana penerapan Sistem Pengendalian Manajemen pada organisasi jasa?, jelaskan! II. KASUS : KERJAKAN SOAL-SOAL KASUS DIBAWAH INI. KASUS SATU : DIVISI ALUMINIUM, METAL Inc. Denny Subarja adalah manager produksi Divisi Aluminium dari METAL, Inc. yang kinerjanya dinilai dari aspek cost control. Hal tersebut sudah menjadi kebiasaan di perusahaan tempat ia bekerja. Bagian akuntansi pada perusahaan tersebut selalu menyajikan angkaangka historis (historical numbers) yang digunakan sebagai dasar
2

penyusunan anggaran. Bagian Akuntansi menetapkan anggaran di awal tahun dan kemudian mengumpulkan pengeluaran-pengeluaran yang terjadi di bagian produksi untuk dibandingkan dengan anggarannya. Pada bulan Nopember 2006 Denny merasa bahwa tingkat produksi yang dicapainya selama beberapa periode ini cukup baik, tapi laporan biaya (cost report) masih menunjukkan bahwa ia terlalu boros (excessive cost). Hal ini kemudian dibicarakan dengan atasannya. Menanggapi keluhan Denny, atasan yaitu Benny Subarja menyampaikan bahwa sistim akuntansi dan laporan-laporan biaya yang digunakan, dikeluarkan oleh Kantor Pusat hanyalah merupakan bagian dari corporate goal dan hampir tidak mungkin bagi karyawan untuk mengubahnva. Meskipun demikian laporan-laporan tersebut masih digunakan oleh Kantor Pusat untuk menilai efisiensi divisi dan mengevaluasi seberapa jauh kepala divisi telah melaksanakan pekerjaan seperti yang diharapkan. Menurut Benny hal tersebut tidak perlu dirisaukan karena selama ini tidak ada karyawan yang dipecat karena masalah tersebut. Setelah berdiskusi dengan Benny, Denny berkesimpulan bahwa hal tersebut memang benar adanya. Namun, menurut Benny, jika dikehendaki Denny dapat memberikan usulan perubahan kecil dalam laporan biayanya. Kantor Pusat baru saja mengeluarkan Laporan Biaya untuk Divisi Aluminium periode Nopember 2006. Dalam laporan tersebut Divisi Aluminium telah memproduksi 10.000 unit lebih banyak dan anggarannya vang sebesar 40.000 unit, karena adanya peningkatan produksi yang tidak diperkirakan sebelumnya. Denny merasa tidak senang dengan laporan yang diterimanya karena dalam laporan itu tidak mencerminkan kegiatan dan kinerja divisinya dengan baik, sehingga menghasilkan penilaian kinerja yang kurang adil.
DIVISI ALUMINIUM, METAL Inc. Cost Report Bulan Nopember 2006 Master Budget Actual Cost Aluminium (bahan Baku) Labor Overhead Total $ $ $ $ 450,000 600,000 100,000 1,150,000 $ $ $ $ 475,000 675,000 110,000 1,260,000 $ $ $ $

Variance 25,000 (U) 75,000 (U) 10,000 (U) 110,000 (U)

Pertanvaan untuk dijawab pada kertas pekerjaan ujian Saudara:


a) b) c)

Mengapa Denny tidak puas dengan cost report tersebut diatas? Seperti apa cost report yang diinginkan oleh Denny? Bagaimana sebaiknya sistim penganggaran Divisi Aluminium?

KASUS DUA: Presiden dan Manajer Umum PT. Centroniks, merasa bingung ketika menerima laporan dari Kontroler yang baru saja bekerja di perusahaan. Adapun laporan tersebut adalah laporan laba-rugi bulan Nopember 2006, yang informasinya sebagai berikut :
PT. Centroniks Ikhtisar Laba-Rugi Bulan Nopember 2006 Penjualan ................................................................................................. Dikurangi harga pokok penjualan (standard) .......................................... Margin Kotor ........................................................................................... Dikurangi : Beban Penjualan ..................................... Rp.(26.500,-) Overhead Umum Korporat ..................... (18.000,-) Varians Operasi : Tenaga Kerja langsung ................. Rp. ( 3.500,-) Bahan Baku langsung ................... 500,Overhead Pabrik Variabel ............ ( 1.500,-) Overhead Pabrik Tetap-Pengeluaran 2.000,Overhead Pabrik Tetap-Volume (17.500,-) Jumlah Varians Operasi : Rp.(20.000,-) Jumlah pengurang thd Margin Kotor Laba (Rugi) sebelum Pajak : Rp. 165.000, 108.900,Rp. 56.100,-

Rp. (64.500,-) Rp. ( 8.400,-)

Kebingungan pimpinan perusahaan tersebut timbul dari fakta bahwa pada bulan Nopember 2006 diperkirakan tidak akan menderita rugi. Hal tersebut karena perusahaan telah memprediksi bahwa setiap bulan akan mendapatkan keuntungan rata-rata setiap bulan sebesar Rp. 30.000,- sesuai perhitungan dibawah ini :
PT. Centroniks Anggaran Laba-Rugi Tahun 2006 Penjualan .................................................................................... Dikurangi harga pokok penjualan (standard) ............................. Margin Kotor .............................................................................. Dikurangi : Beban Penjualan ............................ Rp. 420.000,- 2) Overhead Umum Korporat ............ 240.000,Jumlah pengurang thd Margin Kotor : Laba (Rugi) sebelum Pajak Keterangan : Rp. 3.000.000, 1.980.000,- 1) Rp. 1.020.000,Rp. (660.000,-) Rp. 360.000,-

1)

Harga pokok penjualan terdiri dari: Rp. 420.000,- Tenaga Kerja Langsung (TKL), Rp. 780.000,- Bahan Baku Langsung (BBL) dan Rp. 360.000,- Overhead Pabrik Variabel dan Rp. 420.00,- Overhead Pabrik Tetap. Centroniks memperlakukan TKL dan BBL sebagai biaya variabel. 2) Sejumlah Rp. 120.000,- dianggap tetap, dan yang Rp. 300.000,- adalah komisi 10% dari penjualan. Volume penjualan yang diprediksikan pada tahun 2006 sebesar 5.000 unit ekuivalen, karena merupakan sesuatu yang populer dijual oleh Centroniks.

Saudara diminta untuk membantu pimpinan perusahaan dengan cara menganalisis laporan tersebut berdasarkan uraian diatas dan menjelaskannya apa yang sesungguhnya terjadi. KASUS TIGA: PT. UTAMA telah menetapkan untuk mengadopsi rencana insentif jangka pendek dengan menggunakan kompensasi yang ditunda kepada semua anggota perusahaan. Menurut ketentuan, bonus kepada pegawai akan dispread (disebar) selama 4 tahun. Informasi perolehan laba perusahaan sejak tahun 2006 s/d 2010 adalah sebagai berikut: 2006 laba Rp. 250 juta, 2007 laba Rp. 300 juta, 2008 laba Rp. 350 juta, dan 2009 rugi Rp. 300 juta serta 2010 laba Rp. 400 juta. Anggaran Dasar perusahaan menyatakan: 1. Rugi yang diderita harus diperhitungkan dengan laba selama 4 (empat) tahun berikutnya. 2. Pembagian laba setelah dikurangi untuk menutup kerugian yang terjadi adalah sebagai berikut: a. Dividen : 50% b. Tantiem (Bonus Direksi) : 7,5% c. Jasa produksi (Bonus Pegawai) : 15% d. Sosial : 2,5% e. Pengembangan perusahaan : 25% Saudara diminta: 1. Menghitung bonus yang dibagikan oleh perusahaan kepada pegawai perusahaan sejak tahun 2006 s/d 2010 2. Pendisitribusian bonus tersebut kelemahannya apa dan bagaimana akibatnya terhadap pegawai perusahaan. SELAMAT BERLATIH SEMOGA SUKSES
5