Anda di halaman 1dari 29

STASIUN REMELT KARBONATASI

A. Pengertian Stasiun remelt karbonatasi bertujuan untuk meningkatkan kualitas Gula Produk dengan memurnikan kembali Gula A ( Raw Sugar ) dengan Proses Karbonatasi dan dikristalkan, Sehingga diperoleh Gula Produk setara dengan Gula Industri dengan Colour / warna 80 ICUMSA Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam operasional remelt karbonatasi 1. Kesetabilan debit (flow) baik raw liquor, susu kapur dan gas co2 2. Kessetabilan % brix raw liquor keluar dari remelter maupun beume susu kapur 3. Kesetabilan temperature terkait dengan uap bekas/uap nira 4. Homogenitas reaksi (pengadukan/pompa sirkulasi) 5. Penurunan warna liquor 50-60% Rreaksi kimia karbonatasi Ca(OH)2 Ca2+ + CO 2 Sifat CaCO3 : Ca2+ + 2 (OH)CaCO3

1. Mereduksi warna 2. Absorbsi (mengikat kotoran) 3. Pada pH asam larut kembali Kesiapan peralatan Remelt Carbonatasi 1. Unit Flue Gas CO2 Control Valve Return pompa gas CO 2 include Pressure Switch dan panel instrument
79

2. Unit Remelter a. ( satu ) buah pompa Raw Liquor di peti tarik Remelter b. ( satu ) buah pompa Raw Liquor di peti tarik Raw Liquor Tank 3. Lime Tank, Lime Mixing, Carbonator, Carbonated Tank dan Clear Liquor a. Pengaduk di peti distibusi susu kapur ( Lime Distribution tank ) b. Modifikasi lime Mixing dan Raw Liquor ( Defekator ) untuk kesempurnaan reaksi c. 1 ( satu ) buah pompa sirkulasi Liquor di Carbonator d. 1 ( satu ) buah pompa Carbonated Liquor di peti tarik Carbonated Tank e. Pemindahan Push Bottom lengkap perkabelan untuk pengaduk di Carbonated Tank ( ex. Pengaduk Brown Liquor Tank ) f. 1 ( satu ) buah pompa Clear Liquor di peti tarik Clear Liquor Tank 4. Unit Sludge Press Filter ( satu ) Filter Cloths ( sisi masuk Sludge ) 5. Bending dan Pompa Pengembalian Pompa Pengembalian masih dalam tahap pemasangan 6. Level Control dan Bordes a. Level Control untuk peti : Susu Kapur, Syrup R-1, Syrup R-2, Syrup R-3 b. Tangga dan Bordes Peti tarik susu kapur c. Tangga dan Bordes Valve gas CO 2 di Carbonator Proses remelt karbonatasi 1. Pembuatan Raw sugar dengan bahan baku tebu menggunakan proses defekasi 2. Tingkat kristalisasi masakan menggunakan sistem A-C-D 3. Raw sugar dihasilkan dari masakn A dengan proses pemutaran 1 kali (single curing) 4. Raw sugar dihasilkan dengan colour (warna)= 1200 IU 5. Raw sugar dilebur ( Remelt) hingga diperoleh liquor dengan %brix 65 dan temmperatur 65 OC 6. Raw liquor diproses karbonatasi dengan penambahan susu kapur ( 15 OBe ) hingga pH 10,5 dan dinetralkan kembali dengan gas CO2 hingga pH 8,5 secar bertahap 7. Liquor selama proses di jaga pada temperatur 75 80 OC

80

8. Keluar dari Karbonator liquor di tapis 2 kali dengan menggunakan Rotary Leaf Filter ( lihat : Operasional Rotary Leaf Filter ), penapisan Pertama diperoleh Brown Liquor dan Penapisan kedua diperoleh Clear Liquor 9. Dari Penapisan Pertama dan Kedua juga diperoleh Sludge yang selanjutnya diolah di Filter Press untuk menurunkan kadar gula dalam blotong ( Sludge Cake ) 10. Clear Liquor selanjutnya di masak kembali di Pan Masak dengan menggunakan bibit Magma / Einwurf gula R-3 11. Masakan R-1 dengan bahan Clear Liquor diputar 1 x diperoleh Gula Produk dan Syrup R-1 12. Masakan R-2 dengan bahan Clear liquor dan Syrup R-1 diputar 1 x diperoleh Gula Produk dan Syrup R-2 13. Masakan R-3 dengan bahan Syrup R-2 dan Fondan sebagai inti kristal diputar 1 x diperoleh gula R-3 dan Syrup R-3 14. Diameter kristal masakan R-3 diharapkan 0.4 0.5 mm 15. Syrup R-3 dimasak kembali di Pan Masak A1 / A2 hingga diperoleh Raw Sugar

81

Flowsheet

82

B. Alat alat dan fungsinya di Stasiun Remelt Karbonatasi 1. Melter Di PG Semboro raw sugar di lebur dengan alat melter karbonator hingga diperoleh raw liquor dengan %brix 65. Raw liquor dproses karbonatasi dengan penambahan susu kapur ( 15 OBe ) hingga pH 10,5 dan dinetralkan kembali dengan gas CO2 hingga pH 8,5 secar bertahap Liquor selama proses di jaga pada temperatur 75 80 OC a. Data alat Melter Kapasitas Material Design press Design temp. Motor Kecepatan : 43 m3 : mild steel : full liquid : 25 c : 7,5 kw x 4 p : 240 rpm

83

Sweet liqour

kondensat 2
Ke tangki raw liquor 4

3 5 7

steam
6 2

Gambar. melter

84

keterangan 1. magama inlet 2. motor penggerak 3. pengaduk 4. magma outlet 5. peti raw liquor 6. layar otomatis brix dan pH

b. Bagian bagian alat dan fungsinya 1. magma inlet Tempat untuk masuknya raw sugar 2.motor penggerak Untuk menggerakan pengaduk 3.pengaduk Untuk mengaduk raw sugar dan susu kapur supaya homogen 4.magma outlet Tempat untuk keluarnya raw liquor 5.peti raw liquor Untuk menampung raw liquor 6.layar otomatis brix dan pH Untuk mengetahui brix da pH secara otomatis 7.drain Untuk mengetap melter

c. Cara kerja remelter 1. Isi Bejana dengan Kondensat ( Awal Operasi ) hingga volume 50 %

85

2. Masukkan Raw Sugar ( gula A ) secara continue / ajeg ke Remelter 3. Atur Bukaan Sweet Water / Kondensat hingga % brix Liquor 65 4. Atur Bukaan Steam hingga temperatur Liquor 65 oC

2. Flow meter Bertujuan untuk mengatur dan mengetahui debit raw liquor maupun susu kapur ( MOL) yang direaksikan sehingga diperoleh reaksi yang setimbang dan sempurna

a. Data alat flow meter Merk Type Jumlah Lokasi Penggunaan : ISOLV : RFT 200 : 1 unit : Pada pipa raw liquor ke lime mixing tank : Untuk mengatur dan mengetahui debit raw liquor

86

Gambar 23. Flow Meter

Keterangan: 1. Pipa pemasukan nira 2. Sensor 3. Pipa Pengeluaran 4. Kabel listrik 5. Indikator

b .Bagian-bagian alat dan fungsinya 1. Pipa pemasukan nira Sebagai masuknya raw liquor ke flowmeter 2. Sensor Untuk mendeteksi banyaknya raw liquor yang keluar 3. Pipa pengeluaran

87

Sebagai masuknya raw liquor ke flowmeter untuk laluan raw liquor yang sudah terukur 4. Kabel listrik Untuk mengalirkan arus listrik supaya flow meter aktif 5. Indikator Untuk mengetahui raw liquor yang terukur c. Cara kerja alat Flow meter 1. Flow meter diaktifkan 2. Aliran debit raw liquor yang masuk melewati alat sensor flow meter pada pipa akan diukur oleh sensor dan diubah ke bahasa elektronik yang diteruskan ke layar monitor flow meter 3. Layar monitor flow meter menerima hasil sensor dan menunjukkan dalam bentuk angka digital sehingga tertera debit raw liquor dalam m3 / hours

88

3. Liquor danLime mixing tank Bertujuan untuk mereaksikan antara raw liquor dan susu kapur

a. Data alat liquor dan lime mixing tank

89

b a

Gambar. Lime mixing tank

Ke Carbonator

Keterangan gambar a.line susu kapur


b.line raw liquor c.pengaduk d.telescope

90

b. Bagian bagian dan fungsinya a.line susu kapur Berfungsi b.line raw liquor Berfungsi c.pengaduk berfungsi untuk mengaduk raw liquor dengab susu kapur supaya homogen d.telescope berfungsi untuk mengetahui kinerja masing masing c. Penyebab pH lime mixing tidak stabil 1.Diameter valve distribusi susu kapur kurang sesuai ( dia. 4 terlalu besar) 2.jarak titik sampel dengan elektroda kurang lancer 3.aliran liquor dari titik sampel ke electrode kurang lancer 4.debit raw liquor belum stabil 5.pompa susu kapur sering trip 6.beume/density susu kapur belum stabil d. Pemecahan masalah 1.pengganti valve distribusi susu kapur dari 4 menjadi 2 2.Re posisi electrode mendekati titik sampel 3.Debit raw liquor diatur pada flow 31 m3/jam 4.pengganti E.M pompa susu kapur 5.Kontrol rutin beume/density susus kaput 6.Meningkatkan homogenitas reaksi dengan menaikkan rpm pengaduk lime mixing

91

4. Carbonator Bertujuan mereaksikan kelebihan Susu Kapur dengan Gas CO 2 yang telah ditreatment hingga terbentuk CaCO 3 yang bisa mengabsorbsi bukan gula dan menurunkan warna. Di PG Semboro menggunakan 3 peti carbonator, tetapi hanya dua peti karbonator yang beroperasi yang dilengkapi dengan control pH sebagai berikut: a. pH carbonator 1 : 9,0 9,5 b. pH carbonator 2 : 8,0 8,5

Usaha yang dilakukan, debit raw liquor diharap stabil dan harus memakai susu kapur 8 12%

a. Tabel . Data Alat carbonator Karbonator Diameter Tinggi Kapasitas Suhu Waktu tinggal nira pH 26 m3 70 75 c 60 menit 9,0 9,5 I II 2600 mm 2921 mm 26 m3 75 80 c 45 menit 8,0 8,5

92

Gambar. Proses karbonator

93

2 2 2

11

Gambar . karbonator Keterangan : 1. Gas outlet 2. Juice outlet


Gbr. Evaporator Steam inlet 6.

11. Manhole

7. Steam outlet
94

3. Juice inlet 4. Gas inlet co2 5. Steam inlet

8. Sirkulasi masuk 9. Pipa pemanas 10.termometer

b. Bagian bagian dan fungsinya 1.gas outlet Tempat keluarnya gas CO2 2.juice outletlet Tempat keluarnya raw liquor 3.juice inlet Tempat masuknya raw liquor ke peti karbonator 4.gas inlet CO2 Tempat masuknya gas CO2 ke karbonator 5.steam inlet Tempat masuknya 6.steam inlet Tempat masuknya uap ke karbonator 7.steam outlet Tempat keluarnya uap ke karbonator 8.sirkulasi masuk Tempat masunya sirkulasi raw liquor 9. pipa pemanas Berfungsi sebagai jalan sirkulasi raw liquor 10.termometer Berfungsi untuk mengetahui suhu larutan pada karbonator 11.mamhole Berfungsi untuk lubang laluan orang

c. Cara operasional karbonator 1. Operasikan pompa susu kapur hingga susu kapur bersirkulasi 2. Buka Steam 3 ato untuk pemanasan Karbonator 3. Operasikan pompa Raw Liquor hingga masuk ke Defekator ( lime Mixing ) 4. Atur pH di Defekator hingga 10.5 dengan penambahan susu kapur 5. Buka valve steam di karbonator 1 dan atur suhu reaksi 75-80 oC 6. Buka valve gas CO 2 ke karbonator 1 secukupnya, atur pada pH 9.5 7. Buka valve gas CO 2 ke karbonator 2 secukupnya, atur pada pH 8.5 8. Operasikan pompa sirkulasi liquor di masing-masing karbonator

95

5. Rotary leaf filter Di PG Semboro ada lima buah rotary leaf filter yang rutin digunakan 2, karena hanya dilakukan dua kali tapis. Tapis 1 Carbonated liquor
FILTERING

brown liquor

Tapis 2 brown liquor

clear liquor ( Carbonated Liquor )

Tujuannya untuk menapis liquor yang telah dikarbonatasi

hingga terpisah antara Filtrat / Brown / Clear Liquor dengan endapan hasil reaksi ( Sludge ). Warna brown liquor 200 250 ICUMSA ( maksimum ), kadar kapur 250 ppm CaO Warna clear liquor 150 175 ICUMSA ( maksimum ), kadar kapur 200 ppm CaO

a. Data alat rotary leaf filter Model Max temperature Working pressure Filter area Size ( 0.DxL) Weight : RLF 160 : 100 C : 5 kg/cm2 : 160 m : 1914 x 16620 nm : 11000 kg

96

Gambar. Rotary leaf filter

Keterangan Gambar : 1. Ventilator /Buangan Udara 13. Pipa dan Valve ke Tangki Carbonated 2. afsluiter 14. Termometer ( oC ) 3. Manometer Tekanan 4. Drain Valve Induk 5. Pipa dan Valve inlet Carbonated Liquor 6. Pipa dan valve inlet Brown Liquor 7. Pipa dan Valve inlet Pre-Coating 8. Pipa dan Valve inlet Air Panas ( Kondensat ) 9. Sight Glass ( Gelas Contoh ) 10. Pipa dan Valve ke Tangki Pre-Coating 11. Pipa dan Valve ke Tangki Clear Liquor 12. Pipa dan Valve ke Tangki Brown Liquor

97

b. Bagian bagian dan fungsinya 1.ventilator/buangan udara Berfungsi untuk mengeluarkan gas gas yang tidak larut 2.afsluiter Berfungsi untuk membuka dan menutup aliran nira 3.manometer tekanan Berfungsi untuk mengetahui tekanan sludge cake 4.drain valve induk Berfungsi untuk membuka dan menutup aliran material dalam bentuk cairan 5.pipa dan valve inlet carbonated liquor Berfungsi untuk membuka dan menutup aliran masuknya carbonated liquor 6.pipa dan valve inlet brown liquor Berfungsi untuk membuka dan menutup aliran masuknya brown liquor 7.pipa dan valve inlet pre coating Berfungsi untuk membuka dan menutup aliran masuknya pre coating 8.pipa dan valve inlet air panas ( kondensat ) Berfungsi untuk membuka dan menutup aliran masuknya air panas dari kondensat 9.sight glass ( gelas contoh ) Berfungsi untuk melihat keruh tidaknya larutan 10.pipa dan valve ke tangki pre coating Berfungsi untuk membuka dan menutup aliran pre coating dari RLF ke tangki pre coating 11.pipa dan valve ke tangki clear liquor Berfungsi untuk membuka dan menutup aliran clear liquor dari RLF ke tangki clear liquor 12.pipa dan valve ke tangki brown liquor Berfungsi untuk membuka dan menutup aliran brown liquor dari RLF ke tangki brown liquor 13.pipa dan valve ke tangki carbonated Berfungsi untuk membuka dan menutup aliran carbonated dari RLF ke tangki carbonated 14.thermometer Berfungsi untuk mengetahui suhu cairan

c. Operasional rotary leaf filter A. PEMANASAN Tujuan : Membuka pori-pori Filter Cloths / Daun Filter hingga memudahkan proses filtrasi ( dilaksanakan 1 x pada awal giling ) cara : 1. Isi RLF dengan air hingga Over Flow 2. Putar Daun Filter dan lakukan pemanasan selama 30 menit (8090oC) 3. Draining / tap 4. Daun Filter siap dipergunakan

98

B. PRECOATING / PENEMPELAN MEDIA PENYARING Tujuan : Melapisi Daun Filter dengan media penyaring untuk membantu proses filtrasi Bahan : Celatome, dosis 0.7 kg / 100 ton Raw Sugar Cara Pengoperasian : 1. 2. 3. Larutkan media dengan air panas dan hingga merata Buka ventilasi RLF ( valve lain tutup ) Buka semua valve tiap Daun Filter dan buka valve induk arah tangki precoating Putar Daun Filter Jalankan pompa Precoating dan sirkulasikan media Setelah over flow, tutup ventilasi dan amati hingga larutan lewat sight glass jernih Sirkulasi selesai, media telah menempel RLF siap dioperasikan

4. 5. 6.

7. 8.

C. FILTERING / PENAPISAN Tujuan : Menapis Carbonated Liquor hingga diperoleh Brown Liquor atau Clear liquor. Penapisan ke-1 dan 2 harus melalui tahap Precoating, cara pengoperasian seperti point A Cara Pengoperasian : 1. Rubah posisi valve inlet dari Precoating ke Carbonated Liquor, jalankan pompa 2. Penapisan pertama arahkan ke tangki Precoating amati larutan dari Sight Glass hingga jernih 3. Arahkan ke Brown Liquor Tank ( penapisan pertama ) dan Clear Liquor Tank ( panapisan kedua )

99

D. SWEETENING OFF / PEMBILASAN Tujuan : Menurunkan kadar gula Sludge sebelum di drain ke Sludge Tank untuk Proses Filter Press Cara Pengoperasian : 1. Tutup valve inlet Carbonated Liquor 2. Buka Valve Air Panas tekanan rendah 3. Arahkan Pembilasan ke Clear Liquor Tank dan amati tingkat kekentalan Clear liquor 4. Jika sudah encer arahkan ke Sweet Water Tank

5. Amati terus larutan yang keluar, jika sudah bening segera tutup valve air panas 6. Matikan putaran Daun Filter 7. Sweetening selesai E. SLUDGCING Tujuan : Membersihkan Sludge yang masih menempel pada Daun Filter Cara Pengoperasian : 1. Putar Daun Filter 2. Buka valve arah ke Sludge Tank 3. Buka Valve Air Panas dengan tekanan tinggi 4. Amati larutan yang keluar dari Sight Glass hingga bersih 5. Tutup valve air tekanan tinggi dan selesai d. hal hal penting dalam operasional rotary leaf filter 1. Selama penapisan berlangsung Daun Filter terus diputar 2. Penapisan selesai setelah 4 jam atau tekanan di RLF > 4 kg / cm2 3. Jika ada salah satu Sight Glass keruh segera tutup valve bersangkuta

100

6. Sludge Press Filter Di PG Semboro jumlah sludge press filter ada dua buah yang dilakukan secara bergantian. Tujuan sludge press filter meminimalkan kehilangan gula / pol yang terikut di Sludge Cake. a. Data sludge press filter Nama alat Max temperature Filter pressure Working Filter area Size ( I x W x H ) Weight

: semi automatic filter press : 100 oC : 5 kg/cm : 5 kg/cm : 73 m2 : 6020 x 150 x 1680 mm : 7800 kg

2 Bl ot on g

5 6 7 8 9

10

12 11

101

Gambar. Sludge press filter

Keterangan gambar 1.Box hidrolik 2.Filter cloths dengan frame 3.Manometer 4. Rantai penggerak frame filter cloths 5. Outlet filtrate 6. Steam/kompresor 7. Inlet sludge 8. inlet kondensat 9.Outlet filtrat 10. krancis filtrat 11.penampungan sementara blotong 12.

1. 2. 3. 4.

5.

b. Bagian bagian dan fungsinya Box hidrolik berfungsi Filter cloths dengan frame Untuk menyaring sludge cake sehingga meminimalkan kehilangan gula/pol Manometer Berfungsi untuk mengetahui tekanan Rantai penggerak frame filter cloths Untuk menggerakkan frame filter cloths waktu membersihkan sludge cake yang menempel pada filter cloth Outlet filtrate

6. Steam kompresor

7.

c. Operasional sludge press filter A. Filtering / Penyaringan 1. Pastikan semua alat telah siap pakai
102

2. Atur Plate pada tekanan 400 kgf / cm2 3. Operasikan pompa Sludge, atur bukaan inlet Sludge secukupnya 4. Check ada / tidak kebocoran pada Plate 5. Jika tekanan sudah mencapai 4 kg / cm2 Filtering dihentikan B. Pencucian Sludge 1.Tutup valve inlet Sludge 2. Buka valve inlet Air Panas 3. Lakukan analisa terhadap Filtrat, jika pol sudah rendah, pencucian dihentikan C. Pengeringan Sludge Cake 1. Buka valve inlet udara pengering 15 20 menit 2. Tutup valve udara, buka Plate dengan menurunkan tekanan d. Hal hal penting dalam operasional sludge press filter 1.hasil pembentukan endapan CaCO3 di lime mixing dan carbonator 2.pembersihan dinding filter cloth/saringan saat pembersihan

7. Accumulator

a. Data alat accumulator Kapasitas Diameter ID Diameter OD Height

: 1 m3 : 700 mm : 740 mm : 2600 mm

103

Gambar accumulator

Keterangan 1.Gas outlet 2.gas inlet


104

3. outlet over flow 4. over flow 5. tank drain

b. Bagian bagian dan fungsinya 1.Gas outlet 2.gas inlet 3. outlet over flow 4. over flow 5. tank drain

105

8. Flue gas CO2 Treatment Di PG Semboro bahan untuk pembantu di carbonator yaitu dari flue gas CO2 treatment. Tujuan Mendapatkan Gas CO 2 dari hasil pembakaran di St. Ketel yang bersih ( bebas dari partikel padat, kotoran melayang, dll ) dengan temperatur 50 55 o C

Dari cerobong ketel

Bagan flue gas CO2 Treatment

106

a. Operasional flue gas CO2 treatment 1. Buka Valve Blow Off Gas CO 2 2. Isi Kolam air hingga Over Flow 3. Operasikan Pompa Sirkulasi air di Flue Gas Treatment ( check spray ) 4. Operasikan Rotary Wet Srubber 5. Buka Valve in / out pompa Vacuum CO2 6. Buka Valve Return / pengembalian 7. Buka Valve Sadapan gas CO 2 di Cerobong Ketel 8. Operasikan pompa Vacuum CO 2 9. Atur bukaan valve drain di Receiver CO2 10. Flue Gas Treatment siap untuk Proses Karbonatasi

107