PRESENTASI KASUS I. IDENTITAS Nama Umur Jenis Kelamin Agama Alamat : Nn.

D : 18 tahun : Perempuan : Islam : Gegesik

II. ANAMNESIS (Alloanamnesa)

a. Keluhan Utama : Tahi lalat di hidung b. Riwayat Penyakit Sekarang :

Seorang perempuan berusia 18 tahun, datang ke poliklinik bedah RSUD Arjawinangun dengan keluhan utama terdapat tahi lalat di hidung. Selain di hidung terdapat juga tahi lalat di pipi kanan, dan di bibir atas. Tahi lalat ini dirasakan sejak pasien masih kecil. Pada awalnya tahi lalat ini kecil dan makin lama makin membesar, dan berwarna hitam.. Tahi lalat ini tidak sakit jika ditekan, tidak berdarah, tidak gatal, dan tidak mengeluarkan nanah. Keluhan tidak disertai panas, mual, muntah, batuk. Buang air besar normal. c. Riwayat Penyakit Dahulu : Sebelumnya pasien tidak pernah mengalami keluhan seperti ini. Riwayat kencing batu disangkal oleh pasien. d. Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada keluarga yang mempunyai keluhan yang sama dengan pasien III. PEMERIKSAAN FISIK a. Pemeriksaan Umum
1.

Keadaan Umum : Tampak sakit sedang
1

reflex cahaya (+/+).2. 3. edema -/-. Wheezing (-/-). gallop (-) Inspeksi : Pergerakan hemitorak kanan dan kiri simetris Palpasi : Vokal fremitus kanan dan kiri simetris Perkusi : Sonor di kedua lapang paru Auskultasi : Vesikuler (+/+).Tekanan darah : 120/70 mmHg : 82 x/ menit : 24 x/ menit : 36. sklera ikterik (-/-). murmur (-). faring tidak hiperemis : Pembesaran Kelenjar Getah Bening (-). tidak nyeri jika ditekan. rambut tidak mudah dicabut Mata : Konjungtiva anemis (-/-). tidak ada helai rambut. edema -/-. Kesadaran Vital Sign : : Compos Mentis : .5 x 0.10 C (suhu aksila) . tidak ada sekret yang keluar Hidung : Tidak ada deviasi.Suhu b. Rhonki (-/-) Abdomen: Inspeksi : datar.6 cm : akral hangat. Ukuran 0. sianosis -/- 2 .Frekuensi nadi . sianosis -/-. pupil isokor Telinga : Normotia. simetris. tidak keluar sekret Mulut Leher Cor : Perioral sianosis (-). Pemeriksaan Khusus Kepala : Normocephal. pembesaran thyfoid (-) : Inspeksi : Iktus cordis tidak terlihat Palpasi : Iktus cordis teraba pulsasi Perkus : Batas jantung kanan : ICS VI Linea Parasternalis dextra Batas jantung kiri Batas jantung atas Pulmo : : ICS V Linea Midklavikula sinistra : ICS III Linea Parasternalis sinistra Auskultasi : BJ I-II regular.Frekuensi napas . dan tidak gatal. massa (-) Auskultasi : Bising usus (+) normal Palpasi : nyeri tekan (+). benjolan berwarna hitam. CRT<3” : akral hangat. hepar dan lien tak teraba membesar Perkusi : timpani diseluruh kuadran abdomen Ekstremitas : Atas Bawah • STATUS LOKALIS Hidung : nafas tidak terganggu. sikatrik tidak didapat.

dan tidak gatal. RESUME Seorang perempuan berusia 18 tahun. Selain di hidung terdapat juga tahi lalat di pipi kanan. Ukuran 0.86 Albumin : 3.1 g/dL : 30.600/μl : 11.39 • : 12. dan berwarna hitam. Pada awalnya tahi lalat ini kecil dan makin lama makin membesar.Pipi : benjolan berwarna hitam.000/ μl Lab Kimia Klinik Rontgen Thorax PA Kesan : - Tidak tampak TB paru aktif Tidak tampak pembesaran jantung V.5 % : 390. Ukuran 0. dan tidak gatal. tidak ada helai rambut. tidak nyeri jika ditekan. 3 .2 Clorida : 101 Kalsium : 9.1 Kreatinin : 0. datang ke poliklinik bedah RSUD Arjawinangun dengan keluhan utama terdapat tahi lalat di hidung. tidak nyeri jika ditekan.5 cm Bibir : benjolan berwarna hitam.5 x 0. tidak ada helai rambut.28 Natrium : 136 Kalium : 4. dan di bibir atas. Tahi lalat ini dirasakan sejak pasien masih kecil.3 x 0. PEMERIKSAAN PENUNJANG • Lab Darah Lengkap Leukosit Hb Ht PLT GDS : 123 Ureum : 19.2 cm IV.

TERAPI • Konservatif :  Cefoperazone 2 x 1 gr IV/ 6jam  Tramadol 2x1 amp IV/ 8 jam  Ranitidin 2x 1 amp IV / 8 jam • Intervensi : Eksisi IX. VI.Melanoma maligna VII. DIAGNOSIS KERJA Nevus pigmentosus VIII. nadi 82x/menit.Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 120/70mmHg.1°C (suhu aksila). suhu 36. DIAGNOSIS BANDING -Nevus pigmentosus . frekuensi nafas 24x/menit. PROGNOSIS Quo ad vitam Quo ad fungtionam : ad bonam : ad bonam 4 .

Hampir setiap orang mempunyai nevus. hiperplasia kelenjar sebasea kongenital. Sel-sel ini membelah dan masuk dermis dan membentuk sarang-sarang pada dermis. sedangkan nevus yang mengalami perubahan mempunyai risiko 400 kali lebih tinggi untuk menjadi ganas. Etiologi Sel-sel nevus kulit berasal dari neural crest. 5 .5 cm sampai dengan 20 cm. Nama lain adalah nevus sebasea. papuler. hamartoma kelenjar sebasea. nevus sebaseus linearis. Nevus nevoseluler Defenisi Nevus pigmentosus merupakan tumor jinak yang tersusun dari sel-sel nevus. Lesi dapat datar.2 Kelainan kulit yang disertai pigmentasi merupakan masalah yang banyak ditemukan di klinik.PEMBAHASAN NEVUS PIGMENTOSUS Sinonim Nevus sel nevus. namun dapat bervariasi dari sebesar peniti sampai sebesar telapak tangan. Pigmentasinya juga bervariasi dari warna kulit sampai coklat kehitaman. biasanya berukuran 24 mm. Nevus sebaseus Jadassohn (NSI) adalah lesi hamartomatosa yang bertasa tegas. dan lesi luas (giant) bila bergaris tengah tebih dari 20 cm. termasuk membrana mukosa dekat permukaan tubuh. Nevus ini jarang berhubungan dengan bermacam-macam defek ektodermal dan mesodermal. sebagian besar terdiri dari kelenjar sebasea dan biasanya timbul di wajah dan kulit kepala. pilo syringo sebaseus nevi. nevus organois dan nevus epiteliomatosus sebaseus kapitis. sel-sel ini membentuk sarang-sarang kecil pada lapisan sel basal epidermis dan pada zona taut dermoepidermal. salah satunya adalah nevus pigmentosus. Nevus pigmentosus kongenital merupakan nevus yang terdapat sejak lahir atau timbul beberapa bulan setelah kelahiran.3 Menurut ukurannya dapat dibagi menjadi 3 kelompok : lesi kecil bila diameter nevus lebih kecil dari 1. Manifestasi Klinik Nevus pigmentosus dapat terjadi di semua bagian kulit tubuh. adenoma sebasea sirkumskripta. atau papilomatosa.

2 Tidak didapat faktor rasial/etnik. Lesi NSJ yang luas dan linier dikenal dengan sindrom nevus sebaseus. Tipe nevus penting diketahui untuk menentukan prognosis. saraf dan mata. oranye. leher dan batang tubuh. berbentuk plakat yang berbatas tegas. atau merah mengkilat. Seperempat sampai sepertiga kasus melanoma maligna dikatakan berasal dari nevus pigmentosus. NSJ dikatakan berasal dari sel germinativum dari lapisan basal epidermis embrionik yang mempunyai potensi untuk berdiferensiasi menjadi berbagai tipe tumor epitelial. retardasi mental. Dari ketiga tipe nevus. Lesi paling sering terdapat pada kepala dapat juga pada wajah. Penyakit ini ditandai adanya kelainan kulit berupa nevus epidermal yang berhubungan dengan berbagai kelainan pada sistem organ lain yaitu susunan saraf pusat. Secara histopatologi dikenal nevus junctional.3% dari seluruh neonatus dengan angka kejadian yang sama pada laki-laki dan wanita. kelainan mata dan ginjal. Didapatkan pada kurang lebih 0. nevus compound dan nevus dermal. Penyakit ini dapat ditemukan sejak lahir hingga usia 40 tahun dengan perbandingan yang sama antara laki-laki dan perempuan. sindrom Feuerstein dan Mim serta sindrom solomon merupakan suatu sindrom kongenital didapat yang diturunkan secara autosomal dominan. Nevus ini biasanya tampak pada saat lahir atau beberapa waktu kemudian. kelainan sistim saraf kelainan tulang. Pemeriksaan histopatologi selain memerlukan waktu. menetap seumur hidup dan menimbulkan alopesia. tetapi akan tumbuh menjadi verukosus dan lebih tebal. berwarna kuning kecoklatan. juga tidak semua pasien setuju untuk dibiopsi. namun diduga karena adanya kesalahan migrasi dan perkembangan jaringan embrionik atau terjadinya kesalahan pada proses pemisahan ektoderin dari neural tube. kelainan neurologik ditemukan pada 15-50% pasien dan kelainan mata ditemukan pada 9-30% pasien. kardiomaskular. mata dan urogenital. Penyakit ini lebih sering disertai dengan kelainan skletal. menunjukkan kelainan-kelainan sistemik seperti epilepsi. Pada keadaan biopsy tidak dapat dilaksanakan. Kelainan skeletal ditemukan pada 15-70% pasien.NSJ merupakan pertumbuhan yang jarang ditemukan. Sidrom nevus epidermal merupakan suatu kasus yang jarang ditemukan. skletal. Schimmelpenning. angka kejadiannya hanya l6% dari seluruh kasus nevus epidermal. Gambaran klinis NSJ biasanya berupa lesi yang soliter. atau multipel. Sindrom nevus epidermal (SNE) atau disebut juga organois nevus phakomatosis. Pada masa kanak-kanak sampai sebelum pubertas lesi biasanya berbentuk datar. diperlukan suatu cara untuk lebih 6 . Penyebab SNE belum diketahui dengan pasti. verukosus dengan diameter beberapa milimeter sampai beberapa sentimeter. diaktakan bahwa nevus junctional lebih mempunyai potensi untuk menjadi ganas. familial atau faktor yang diwariskan.

secara garis besar dapat dibagi menjadi 5 macam . lengan. biasanya terdapat di tubuh bagian atas (badan. Tipe biru yaitu tahi lalat yang sedikit menonjol. dan memiliki sel pembentuk pigmen (melanosit) di lapisan atas (epidermis) ataupun lapian bawah kulit (dermis) • • Tipe dermal yaitu tahi lalat yang terletak pada lapisan bawah kulit (dermis) yang warnanya bervariasi dari warna kulit hingga coklat tua. • Curiga adanya keganasan bila ditemui : • • rasa gatal ataupun nyeri pada tahi lalat perubahan warna ( menjadi lebih gelap. pucat atau terang ) pada tahi lalat yang tidak merata ukurannya membesar 7 • . • Tipe sebaseous yaitu tahi lalat yang terbentuk dari aktivitas kelenjar minyak kulit yang berlebihan.mendekati diagnosis histopatologi berdasarkan hal tersebut maka dikembangkan alat yang disebut surface microscopy dengan menggunakan tehnik mikroskop epileuminesen. tumbuh mendatar atau sedikit menimbul di permukaan kulit. Tipe compound yaitu tahi lalat yang sedikit menimbul di permukaan kulit. Dan mungkin terdapat rambut. • Tipe junctional yaitu tahi lalat yang biasanya berwarna coklat. Ada berbagai tipe tahi lalat. biasanya berwarna kuning dan teksturnya kasar. menonjol di permukaan kulit. Apabila gambaran klinis nevus bisa dipertajam dengan tehnik epiluminesenm. Tehnik ini non invasive yang memungkinkan untuk melihat secara in vivo gambar histomorfologi kulit dan memberikan harapan bagi para klinis untuk membuat diagnosis kelainan pigmentasi kulit secara lebih akurat. leher dan kepala). maka banyak manfaat yang akan didapat. warna berasal dari pigment di dalam kulit (biasanya biru) dan sering terdapat pada kepala. warnanya bervariasi mulai dari warna terang hingga coklat tua. leher dan lengan atas seorang wanita.

Bila ada kecurigaan ke arah keganasan dapat dilakukan eksisi dengan pemeriksaan histopatologi. KSB berpigmen. 8 .• • • • • • pelebarannya tidak merata ke samping permukaan tidak rata adanya luka atau trauma tahi lalat sering berdarah walaupun hanya karena trauma ringan adanya ulkus atau infeksi pada tahi lalat yang sukar sembuh tahi lalat pada daerah seperti di pangkal kuku. sekitar anus. atau sering terjadi iritasi karena gesekan pakaian. Prognosis Pada umumnya baik. dan gusi Diagnosis Banding Melanoma maligma. langit-langit lidah. Keratosis seboroik berpigmen. nevus sel epiteloid dan atau nevus spindel. nevus biru. vulva vagina. Namun bila menimbulkan masalah sesara kosmetik. dapat dilakukan bedah eksisi. rongga hidung. Histiositoma. Tetapi pada nevus junctional dan nevus compound harus mendapat perhatian karena ada kemungkinan berubah menjadi ganas. Pengobatan Pada umumnya tidak diperlukan pengobatan.

Sjamsuhidajat R. Reksoprodjo S. 2. 1996. Ramli M. dr. 1995.DAFTAR PUSTAKA 1. Jakarta : Penerbit Hipokrates. Kartono D. http : // www. Anatomi & Fisiologi kulit wajah kita 7. Bachsinar B. Tumor Kulit. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin.Buku Ajar Bedah.. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah Bagian Bedah Staf Pengajar Fakultas Kedokteran. 5. Hutagalaung EU. Jakarta:Binarupa Aksara. 3. 2005. Sabiston D. IGAK. dr. Dachlan M. Karakata S.com 9 . Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. De Jong Wim. Edisi 4. 6. Oswari J.2004. Http : // www.1994. dalam Djuanda A ed. Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi ke-2. Lutfia C. Rachmat KB. Bedah Minor. Rata.herryyudha. Pusponegoro AD. Universitas Indonesia. 4. Sumardi R.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.