Anda di halaman 1dari 20

A.

JUDUL
MUSIC CENTER DI BANJARBARU

B. TEMA
Metafora Dalam Arsitektur

C. LATAR BELAKANG
Berkembangnya kota Banjarbaru secara pesat dewasa ini memberikan bebagai dampak pada bidang-bidang tertentu. Salah satu dampak tersebut ialah pada bidang musik, pelaku dibidang musik dikota Banjarbaru semakin bermunculan, hal tersebuat dikarenakan ketertarikan masyarakat dalam mendalami musik dikehidupan bermasyarakatnya. Bermunculannya pelaku musik dalam bentuk grup maupun perorangan yang berkarya dan memiliki pendukung yang kuat dalam masyarakat. Walaupun pelaku musik tersebut mayoritas kalangan remaja tetapi penikmat musik mereka tidak hanya pada kalangan remaja, tetapi mencakup semua kalangan dari yang muda hingga yang tua. Bermunculannya pelaku musik berupa grup maupun perorangan mengusung aliran atau jenis musik masing-masing. Genre musik yang mayoritas memiliki banyak pendukung dikota Banjarbaru ini dapat dibagi menjadi tiga genre musik yaitu Rock, Jazz & Hip-Hop. Ketiga jenis music ini berkembang cukup pesat dikalangan remaja Kota Banjarbaru, terbukti dengan munculnya grup musik atau band yang mengusung ketiga aliran tersebut. Seiring dengan bertambahnya pelaku musik dikota Banjarbaru, maka tempat-tempat berkumpul para musisi tersebut mulai bermunculan, fasilitas umum seperti taman maupun caf menjadi pilihan tempat berkumpul, sehingga perlu membuat sebuah wadah khusus bagi para pelaku musik tersebut melakukan aktifitas nya seperti berlatih maupun sekedar berkumpul bersama para musisi lainnya. Kota Banjarbaru yang memiliki peminat maupun penikmat musik yang cukup banyak membuat event-event musik sering diadakan dikota tersebut, mulai dari event regional hinga nasional, mulai dari event dengan skala kecil sampai besar pernah diadakan dikota tersebut, event-event musik tersebut tentunya membutuhkan tempat yang dapat mewadahi kegiatan tersebut secara maksimal, maka dari itu kebutuhan sebuah music center sangat dibutuhkan dikota Banjarbaru, agar semua pelaku dengan genre music yang berbeda dapat memiliki tempat berkarya dan event-event yang berhubungan dengan kegiatan tersebut dapat memiliki tempat dengan fasilitas lengkap. Kebutuhan akan fasilitas yang lengkap dan memadai dalam aktifitas pelaku musik tersebut dikota Banjarbaru menjadi dasar dari pemilihan judul laporan ini, yaitu Music Center di Banjarbaru. Laporan ini menghasilkan output berupa konsep perancangan pusat kegiatan yang berhubungan dengan musik dalam memenuhi kebutuhan yang ada dikota tersebut. 1

Tabel 1.1 Acara Musik di Banjarbaru Tahun 2010 2012

EVENT / ACARA Reggae Party

TANGGAL 19-20 juli 2010

KALSEL EXPO 2010 Pesta REGGAE One Love One Heart Banjarbaru Fair 2010 (HUT Kota Banjarbaru ke 11) Konser Iwan Fals

28 Juli 4 Agustus 2010 30 Mei 2010

KEGIATAN -Konser Musik Reggae dengan artis Rastaparapapies - Konser Musik - Parade Band -Gebyar Seni dan Budaya -Konser Musik Reggae

TEMPAT Kedai Hobbie'sBanjarbaru Lapangan Murjani Banjarbaru Kedai Hobbie'sBanjarbaru Lapangan Murjani Banjarbaru Lapangan Murjani Banjarbaru Taman Van Der Vijl-Banjarbaru

6 April 2010

-Gebyar Seni Budaya -Konser Musik

21 Nopember 2010

Penampilan Iwan Fals & OI

HIMAKOM Imagene Week Parade Band 2011 Banjarbaru Fair 2011 Rock Band Festival(HUT Kota Banjarbaru ke12) Unforgettable Moment With Nidji Konser Band Armada Djarum Super concert Parade band Punk & Underground Parade Scooter Borneo ( Data Survey, 2012)

26-27 November 2011

Parade Band

6 April 2011

9 April 2011

-Parade Band -Festival Rock -Penampilan Artis Ibukota -Galuh Sasirangan -B Green band Performance. Konser Band Nidji

Lapangan Murjani Banjarbaru

19 juni 2012

-Konser Musik

12 Mei 2012

Konser Band UNGU

22 januari 2012

6 Juli 2012

parade band punk dan underground yang ada di Banjarbaru dan sekitarnya -Konser Vokalis band reggae The Coconut Treez, Steven Jam

Lapangan Murjani Banjarbaru Lapangan Murjani Banjarbaru Lapangan Murjani Banjarbaru Taman Air MancurBanjarbaru Stadion Mini Jl RO UlinBanjarbaru

Dari Tabel 1.1 dapat dilihat selama ini acara musik dilaksanakan dibeberapa tempat seperti Lapangan Murjani Banjarbaru dan taman Van Der Vijl, yang fungsi utamanya adalah tempat Upacara Bendera bagi Pegawai Negeri yang berkerja dikantor-kantor sekitar lapangan tersebut serta taman terbuka. Banyaknya Acara Musik saat ini diadakan pada tempat yang fungsi utamanya bukan untuk fasilitas tersebut. Fasilitas yang kurang memadai dan Kebutuhan ruang untuk sebuah event besar menjadi dasar pemikiran untuk membuat sebuah Music Center dikota Banjarbaru.

Gambar 1.1 Lapangan Murjani Banjarbaru Sumber : http://cozyrira89.files.wordpress.com

Gambar 1.2 Taman Van Der Vijl-Banjarbaru Sumber : http://www.skyscrapercity.com

Sebuah Acara Musik yang semestinya memperhatikan bagaimana sistem pengolahan suara, selama ini hal tersebut tidak diperhatikan betulbetul dalam mengadakan event tersebut, ambil contoh dengan mengadakan Acara konser musik dilapangan Murjani saja dengan suara keras yang keluar dari sound-sound instrument musik, dapat mengganggu ketenangan masyarakat yang ada disekitar lapangan tersebut. Begitu juga dengan Taman Van Der Vijl yang fungsi utamanya adalah sebagai kawasan terbuka hijau yang memberikan ketenangan bagi masyarakat yang mengunjungi taman tersebut, selama ini acara musik dengan genre musik Rock yang dilaksanakan setiap minggunya ditaman Van Der Vijl bertolak belakang dengan fungsi utamanya, hal ini juga menjadi acuan mengapa perlunya sebuah fasilitas Music Center dikota Banjarbaru yang dapat menjadi pusat segala aktifitas bagi pelaku musik dikota tersebut. Selain sebuah tempat show bagi pelaku musik, dibutuhkan juga sebuah tempat berlatih, meningkatkan kretifitas serta wadah berkarya bagi musisimusisi tersebut. Sebuah Studio Music merupakan wadah yang selama ini digunakan untuk memenuhi segala aktifitas tersebut, dibawah ini merupakan hasil survey jumlah Studio Musik yang ada dikota Banjarbaru :
3

Tabel 1.2 STUDIO MUSIC di BANJARBARU MUSIC STUDIO Pinus Music Studio Inbox Music Studio Orenz Music Studio B12 Music Studio Tesco Music Studio Pink Music Studio IB all friend's music studio Studio 99 (Data Survey, 2012) ALAMAT Komp. Pinus Indah Banjarbaru Samping RSU Banjarbaru Banjarbaru Jl. R.O. Ulin Banjarbaru Jl. Sungai Ulin, Banjarbaru Jl. Rosela no. 34 Warga Tunggal Banjarbaru Landasan Ulin, Banjarbaru Jl. Karang Rejo Banjarbaru Jl. Panglima Batur, Banjarbaru

Studio musik adalah ruangan atau sekelompok ruangan yang digunakan untuk berlatih musik. Sebagian besar studio musik memiliki alatalat musik lengkap seperti, drum, guitar, keyboard, bass, amplifier, mixer, dan microphone. Biasanya kebanyakan orang menggunakan studio musik sebagai sarana latihan, dan ada juga orang yang menggunakan studio musik sebagai tempat rekaman, kebanyakan orang di sekitar kita membuat studio musik sebagai tempat rental. Semakin banyak orang membuat studio musik maka semakin banyak musisi di dunia, tapi jangan salah kemungkinan besar studio musik yang dicari merupakan studio musik yang memiliki kualitas yang bagus dan tempatnya nyaman, karena itu masih banyak studio musik yang tidak memiliki pelanggan. (Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Studio ) Jumlah Studio Musik yang ada pada tabel 1.2 belum mencukupi untuk sarana latihan dan rekaman para pelaku musik di Banjarbaru, hal tersebut dilihat dari perbandingan jumlah studio yang ada dengan jumlah pelaku musik yang berupa group maupun perorangan dikota tersebut, seperti yang terlihat pada tabel berikut.
Tabel 1.3 Nama Pelaku Musik, Group / Perorangan Nama Band / Group Musik Eqivalent Wonderland Dtick New Day Is Over Aliran / Genre Musik Jazz Jazz Jazz Rock Nama Band / Group Musik Bacterial Vaginosis Russian Boneles Mobster God Lets Go Kamen Rider Aliran / Genre Musik Rock Rock Rock Rock

Monster Jelly The RindJink Anthrodemus Brigade666 Immorality Dzikrul Maut Grindboroks Uncle Kack Parang Maya Es Jeruk Rock Mini Varial At LAts To Burn Head Secker Rocket Stone Head (Data Survey 2012)

Rock Rock Rock Rock Rock Rock Rock Rock Rock Rock Rock Rock Rock Rock

Revolushit MADSKILLZ DA'BRIGADEZ GECKO MORIA R.I.P (R.I.Psoldiers) SOUTHXSIDER NEGOSIATOR AREA 0511 WARNING STAR BREAKER B'ZHO BABY QUEEN ALDAHER PLAN B

Rock Hip-Hop Hip-Hop Hip-Hop Hip-Hop Hip-Hop Hip-Hop Hip-Hop Hip-Hop Hip-Hop Hip-Hop Hip-Hop Hip-Hop

Dengan data diatas, maka dapat diambil kesimpulan jumlah studio musik yang ada sekarang ini belum dapat mewadahi segala aktifitas pelaku musik yang ada, selain itu studio musik yang ada tidak seluruhnya memiliki fasilitas yang lengkap seperti yang dibutuhkan. Belum tersedianya wadah yang memfasilitasi segala event-event musik maupun sara latihan dan rekaman dikota Banjarbaru, Maka perlunya sebuah Music Center yang menjawab semua kebutuhan serta fasilitas lengkap untuk menunjang segala kegiatan pelaku musik tersebut.

D. PERUMUSAN MASALAH 1. Permasalahan Umum Bagaimana merancang Music Center yang dapat mewadahi aktifitas pelaku musik serta memiliki fasilitas yang lengkap seperti tempat konser dan event-event musik, serta wadah latihan dan rekaman serta kebutuhan lainnya yang menunjang aktifitas pelaku musik dikota Banjarbaru. 2. Permasalahan Khusus Bagaimana menerapkan konsep Metafora kedalam Arsitektur pada bangunan Music Center. Memasukan Jiwa Musik kedalam bentuk bangunan keseluruhan sehingga bangunan tersebut memiliki kesatuan antara bentuk dan fungsi bangunan sebagai wadah aktifitas pelaku musik dalam berkarya.
5

3. Batasan Masalah Batasan masalah dalam perancangan yaitu merancang Music Center yang memiliki fasilitas lengkap untuk aktifitas pelaku musik dengan penekanan konsep Metafora dalam Arsitektur.

E. TUJUAN DAN SASARAN 1. Tujuan Umum

Menghasilkan Konsep Bangunan Music Center yang dapat


mewadahi segala aktifitas pelaku musik dikota Banjarbaru dengan fasilitas lengkap dan memadai.

Sebagai wadah berbagai acara musik dan event-event besar yang


berhubungan dengan bidang musik. 2. Tujuan Khusus

Mendapatkan Konsep Metafora pada perancangan Music Center di


Banjarbaru dengan menerapkan konsep tersebut ke semua bagian bangunan sehingga bangunan tersebut memiliki kesatuan antara bentuk dan fungsi bangunan sebagai wadah aktifitas pelaku musik dalam berkarya. 3. Sasaran

Mendapatkan output Desain Bangunan Music Center yang tepat Memberikan solusi bagi seluruh pelaku musik dikota banjarbaru
dalam wadah berkarya.

F. MANFAAT PENELITIAN

Membantu masyarakat pada umum nya dan pelaku musik pada


khususnya, untuk memecahkan permasalahan kurangnya sarana yang dapat mewadahi segala aktifitas pelaku musik dikota Banjarbaru.

Sebagai bahan studi/literatur bagi mahasiswa maupun pihak


pengajar mengenai sarana Music Center dari segi desain maupun konsep-konsep yang diterapkan pada desain.

Membantu Pemerintah Kota Banjarbaru dalam memecahkan


masalah kurangnya sarana bagi event-event musik yang sering diadakan dikota tersebut.

G. KEASLIAN JUDUL Tugas Akhir dengan judul sejenis, Music Center, Juga pernah diangkat oleh mahasiswa lain pada periode sebelumnya. Sebagai bahan pembanding dengan tugas akhir sebelumnya bisa dilihat pada tabel berikut.
Tabel 1.4 Tugas Akhir yang Berhubungan dengan Musik NO 1 TAHUN 2004 PENYUSUN Solekanti JUDUL Pusat Apresiasi Musik di Banjarmasin Sanggar Seni Musik Tradisional Banjar di Banjarmasin Banjarmasin Music Center Music Center di Banjarmasin Gedung Konser Musik di Banjarbaru Sekolah Tinggi Seni di Banjarbaru TEMA Tata Akustik Sebagai Pendukung Pementasan Aplikasi Ornamen Tradisional Banjar Sebagai Citra Bangunan Sanggar Arsitektur Moder Penerapan system Akustik pada Bangunan Akustik Sebagai Dasar Perancangan Penerapan Elemen Tari Baksa Lilin sebagai Peroses Perancangan Akustik Sebagai Dasar Perancangan Penekanan Teknologi High-Tech dan Hemat Energi pada Bangunan untuk Menciptakan Nuansa Inovatif Arsitektur Techno Arthistic Akustik Sebagai Dasar Perancangan LOKASI Banjarmasin

2005

Elda Susanti

Banjarmasin

3 4

2005 2007

Irwansyah I.M. Zahrudinsyah

Banjarmasin Banjarmasin

2008

Ari Riza Firsandi Aulia Dinda Lestari

Banjarbaru

2009

Banjarbaru

2009

Noor Aina

2009

Firman

Sekolah Tinggi Seni Musik di Banjarbaru Auditorium Musik di Banjarmasin

Banjarmasin

Banjarmasin

9 10

2009 2011

M. S. Roby Awaludin Muhammad Syuriansyah

Music Center di Banjarmasin Music Center di Banjarmasin

Banjarmasin Banjarmasin

H. TINJAUAN LOKASI DAN SITE 1. Pemilihan Lokasi Kota Banjarbaru adalah salah satu kota di Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Kota Banjarbaru merupakan sebuah kota yang baru dalam wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, berdiri pada tanggal 20 April 1999 berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1999. Kota Banjarbaru memiliki luas wilayah 371,30 km (37.130 ha) yang terbagi atas 3 kecamatan dan 12 kelurahan. Secara geografis Banjarbaru diapit dan menghubungkan dua kota historis Kalimantan Selatan, Banjarmasin dan Martapura. Berjarak 35 Km dari Banjarmasin dan 2 Km dari Martapura. Banjarbaru merupakan pecahan ketiga Kabupaten Banjar setelah Tanah Laut dan Kabupaten Barito Kuala; sebagian besar wilayahnya berupa dataran tinggi. Kota Banjarbaru terletak pada perlintasan utama kota-kota di Kalimantan Selatan. Ruas jalan utama Kalsel yakni Jalan Jendral Achmad Yani, membelah Kota Banjarbaru menjadi 2 sisi, karena kota Banjarbaru memiliki wilayah strategis, yang menghubungkan antara 2 kota besar, Banjarmasin dan Martapura hal tersebut menjadi nilai tambah untuk peletakan Music Center dikota tersebut. Batas-batas wilayah kota banjarbaru : Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Banjarbaru Kabupaten Banjar. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Bati-bati, Kabupaten Tanah Laut. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Gambut dan Aluh-aluh.

1. 2. 3. 4.

Gambar 1.3 Peta Kota Banjarbaru Sumber : BAPPEDA Banjarbaru,2008

2. Penentuan Lokasi Musik center adalah tempat yang dikhususkan pada kegiatan kegiatan yang berhubungan dengan musik. Karena berfungsi sebagai pusat musik dan bertujuan komersil maka bangunan tersebut haruslah berada di lokasi pusat pusat komersil, musik center ini juga memiliki fungsi sebagai tempat kursus maka lokasi nya juga harus berasa dekat dengan aktifitas pendidikan. Pemilihan lokasi juga harus sesuai dengan dengan RUTRK daerah Banjarbaru.
BWK BANJARBARU BWK LANDASAN ULIN Pusat pengembangan industri Kawasan khusus militer Pengembangan perkotaan Kawasan pertambangan intan Pusat transportasi regional Kawasan rekreasi Pusat transportasi kota Kawasan khusus militer Pusat perdagangan dan jasa Pusat pemerintahan propinsi Pusat pelayanan pendidikan tinggi Pelayanan sosial dan umum

BWK CEMPAKA Pengembangan permukiman perkotaan Kawasan pertambangan intan tradisional Konservasi / lahan cadangan

Gambar 1.4 : Peta Pembagian BWK Banjarbaru Sumber : RUTRK Banjarbaru 2000-2010

Berdasarkan Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK) Banjarbaru Tahun 2010, wilayah Banjarbaru terbagi menjadi 3 Bagian Wilayah Kota (BWK)/Kecamatan dengan pusat kota pada BWK Banjarbaru, sedangkan BWK lainnya merupakan pendukung skala pelayanan lingkungan. Sehingga pemilihan letak site berada di BWK Banjarbaru yang berfungsi sebagai berikut : Pusat transportasi kota Kawasan khusus militer Pusat perdagangan dan jasa Pusat pemerintahan propinsi Pusat pelayanan pendidikan tinggi Pelayanan sosial dan umum

Dalam kawasan BWK Banjarbaru terdapat 3 bagian dalam RUTRK yang mendukung untunk didirikannya fasilitas Music Center yaitu, Pusat perdagangan dan jasa, Music Center sebagai penyedia jasa yang berhubungan dengan segala aktifitas pelaku musik di Banjarbaru. Pusat pelayanan pendidikan tinggi, Music Center sebagai pusat edukasi bagi pelaku musik maupun pelajar yang berminat mendalami musik. Pelayanan sosial dan umum, Music Center sebagai pusat sosialisasi secara langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat yang interest terhadap musik. 3. Kondisi Site

SITE

Kawasan Pendidikan, YPK/STM

Kawasan Komersil, rukoruko, pusat perbelanjaan,caf-caf ,rumah makan,distro,dll Kawasan Pemukiman


Gambar 1.5 : Peta kawasan Panglima Batur Banjarbaru Sumber : Wikimapia.org

Kawasan pemerintahan, instalansi PDAM

10

Site terpilih berada di Jl.Pelita-Mentaos RT.01 RW.01 , banjarbaru. Adapun batas-batas yang dimaksud adalah: Utara : Bagunan penduduk Selatan : Jalan Panglima Batur Timur : Kawasan Ruko Barat : Kawasan Ruko.

I. TINJAUAN PUSTAKA 1. Pengertian Judul Perancangan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia (ensiklopedia bebas), Musik


adalah suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan terutama suara yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan bunyi-bunyian. Walaupun musik adalah sejenis fenomena intuisi, untuk mencipta, memperbaiki dan mempersembahkannya adalah suatu bentuk seni. Mendengar musik pula adalah sejenis hiburan. Musik adalah sebuah fenomena yang sangat unik yang bisa dihasilkan oleh beberapa alat musik.

Dalam

Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990: 602) Musik adalah: ilmu atau seni menyusun nada atau suara diutarakan, kombinasi dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai keseimbangan dan kesatuan, nada atau suara yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu dan keharmonisan (terutama yang dapat menghasilkan bunyi-bunyi itu). menurut Aristoteles, mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah. Mendengarkan musik, menurutnya merupakan terapi rekreatif yang juga dapat menumbuhkan jiwa patriotisme. Sebagian orang menilai, jenis musik yang baik didengar itu hanya masalah selera. Namun di lain pihak berkeyakinan, bahwa musik mampu mempengaruhi emosi, fisik, mental, hingga spiritual seseorang.

Musik

11

Musik adalah nada atau suara yang disusun demikian rupa


sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan (Sumber: Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Menurut Oxford Advanced Learners Dictionary of Current English,


Centre dapat diartikan sebagai berikut: Center ; a place of great activity, especially one to which people are attracted from surrounding districts or from which they go out. Dari penjabaran di atas dapat ditarik kesimpulan Musik Center adalah tempat yang dikhususkan pada aktifitas-aktifitas yang berhubungan dengan pelaku musik. Kegiatan kegiatan yang direncanakan terdapat dalam musik center adalah sebagai berikut :

Tempat Kursus Musik


Kursus musik pada Music Center merupakan tempat pendidikan musik di luar pendidikan formal di bangku sekolah umumnya. Adapun jenis jenis kursus alat musik yang terdapat pada Music Center yaitu: Kursus Piano (Piano Course) Tujuan utamanya adalah untuk mengenal alat musik piano dan melatih ketrampilan dalam memainkannya. Kursus Keyboard (Keyboard Course) Tujuan utamanya adalah untuk mengenal alat musik keyboard dan melatih ketrampilan dalam memainkannya. Kursus Gitar (Guitar Course) Tujuan utamanya adalah untuk mengenal alat musik gitar dan melatih ketrampilan dalam memainkannya. Kursus gitar ini terbagi menjadi 2, yaitu: 1. Kursus Gitar Klasik/Akustik (Classic/Acoustic Guitar Course) 2. Kursus Gitar Elektrik (Electric Guitar Course) Kursus Bass (Bass Course) Tujuan utamanya adalah untuk mengenal alat musik bass dan melatih ketrampilan dalam memainkannya.

12

Kursus Drum (Drum Course) Tujuan utamanya adalah untuk mengenal alat musik drum dan melatih ketrampilan dalam memainkannya Kursus Vokal (Vocal Course) Tujuan utamanya adalah untuk belajar teknik pengolahan vocal sehingga dapat menyanyikan dan mengekspresikan lagu dengan baik.

Recording/Rehearsal Studio Musik


Menurut kamus An English-Indonesian Dictionary bahwa pengertian reherseal adalah latihan. Dan Music rehearsal studio adalah suatu ruangan tempat berlangsungnya kegiatan yang berhubungan dengan latihan musik (latihan memainkan alat musik). Menurut kamus An English-Indonesian Dictionary bahwa pengertian Recording adalah perekaman. Dan Music recording studio adalah suatu ruangan tempat berlangsungnya kegiatan yang berhubungan dengan proses perekaman musik

Galeri Musik
Galeri didefinisikan sebagai suatu beranda, serambi, koridor dan ruang sempit yang memanjang dengan karya-karya seni dipamerkan di sepanjang dindingnya (hhtp//wordnet.princeton.edu/perl/webwn?s=gallery). Secara fungsi galeri memiliki kesamaan fungsi dengan museum, yaitu sebagai tempat untuk memamerkan hasil-hasil karya seni. Perbedaan mendasar antara galeri dan museum terletak pada koleksinya. Koleksi yang dipamerkan dalam galeri dapat dimiliki dengan cara membeli sedangkan koleksi sebuah museum tidak dapat dibeli dan dimiliki masyarakat karena koleksi yang ada merupakan koleksi yang dijaga kelestariannya.

Concert
Concert/konser menurut kamus bahasa pertunjukan. Dalam Musik Center ini mempertunjukan keahlian musik. Indonesia adalah terdapat tempat

13

2. Tinjauan Tema Tema pada perancangan Music Center ini adalah Metafora Dalam Arsitektur, Metafora dalam arsitektur dibangun melalui perwujudan konsep desain. Konsep desain tersebut merupakan Jiwa Musik pada bangunan. Konsep Jiwa Musik tersebut dipindahkan ke dalam ruang tiga dimensi. Tekstur, bentuk dan warna dirancang untuk menghasilkan kualitas visual ruang yang unik, meliputi lantai, dinding, atap dan sebagainya. Ruang-ruang unik inilah yang kemudian membawa maknamakna khusus sebagai ekspresi metaforik dalam bermusik. metafora dalam arsitektur. Sebuah gaya bahasa arsitektur yang membawa, memindahkan dan menerjemahkan kiasan suatu obyek ke dalam bentuk bangunan (ruang tiga dimensi). Anthony C. Antoniades : Poetic of Architecture : Theory of Design Ada 3 kategori dalam meMetaforakan Arsitektur, yakni : metafora abstrak (intangible metaphor) metafora konkrit (tangible metaphor) metafora kombinasi.

Adanya klasifikasi ini mempermudah kita untuk lebih memahami metafora dalam arsitektur.keunikan metafora dalam arsitektur. Setiap orang bebas mengapresiasi dan menginterpretasikan sebuah karya arsitektur. Tidak ada yang bisa dikatakan salah. Arsitek pun dituntut untuk bisa memperhatikan bagaimana masyarakat membaca karyanya. Metafora dalam arsitektur memberikan sebuah perspektif baru bagi arsitek dan orang awan untuk menikmati karya arsitektur. Melalui perwujudan kualitas visual, kita dapat menikmati metafora dalam arsitektur.

14

J. STUDY BANDING 1. Piano and Violin Shaped Building

Gambar 1. 6 Piano Violin House, Huainan, China Sumber : Deep Blue Photography

Gambar 1.7 Piano Violin House, Huainan, China Sumber : Deep Blue Photography

Piano and Violin Shaped Building dibangun pada tahun 2007 dan terletak di Anhui,Huainan City. Rumah romantis ini dirancang oleh mahasiswa dari fakultas desain arsitektur Hefey University of Technology dengan desainer dari perusahaan "Huainan Fangkai Decoration Project Co". Penutup bangunan memiliki material yang modern dengan kaca-kaca yang kokoh. Konsep Metafora diterapkan pada bangunan, sebuah Piano dan biola dibangun dengan skala 1 : 50 dari wujud aslinya, bentuk piano adalah bangunan utamanya, sedangkan biola adalah pintu masuk dari bangunan berisi escalator yang membawa pengunjung naik kedalam bangunan. Selain sebagai wadah pelaku musik, bangunan ini juga sebagai penarik wisatawan untuk berkunjung dikota tersebut. 2. Guitar Museum, Bristol, Tennessee

Gambar 1.8 Guitar Museum, Bristol, Tennessee Sumber : Flickr is by Mike D'Angelo

Gitar Museum, Bristol, Tennessee secara resmi diakui sebagai "Birthplace of Country Music" sebagai beberapa rekaman
15

komersial pertama dari 'Musik Country' dicatat di sini. Museum Gitar di kota, yang dikenal sebagai "Guitar Grand" adalah bangunan berbentuk gitar dengan tatahan gitar leher dan lubang suara seperti jendela, dibangun pada tahun 1983, museum ini memiliki koleksi alat musik langka dan tidak biasa dari seluruh dunia, mulai dari buatan tangan Amerika primitif ke instrumen eksotis termasuk gitar, ukuleles, baja putaran, gitar resonator, banjo, mandolin, dulcimers, kecapi otomatis, dan biola. Selain bangunan museum bangunan ini juga berfungsi sebagai toko untuk instrumen musik dan aksesorisnya .
K. METODE PENELITIAN

Dalam tahapan-tahapan penelitian yang bertujuan mendapatkan suatu output konsep perancangan mulai dari pencarian data awal sampai dengan perolehan konsep perancangan terdapat tiga metoda atau cara tata laksana penelitian yaitu: metoda pengumpulan data; metoda analisis; dan metoda perancangan.

1. Metoda Pengumpulan Data Dalam proses pengumpulan data berdasarkan fungsinya dalam mendukung proses pelaksanaan perancangan, data tersebut dibagi dalam dua kategori, yaitu : Data Primer Yaitu data yang di dapat langsung dari lapangan pada subyek analisis dan unit analisis. Metoda yang dilakukan adalah melalui : Observasi langsung ke lapangan / lokasi-lokasi yang dijadikan alternatif perencanaan, untuk mengetahui kondisi eksisting, potensi dan kendala serta kelayakannya sebagai lokasi yang terpilih. Dokumentasi yang ditujukan untuk mengetahui secara deskriftif kondisi site, aktifitas site dan faktor-faktor terkait yang menjadi bahan pertimbangan dalam merencanakan desain proyek yang bersangkutan.

16

Data Sekunder Yaitu data yang dapat menunjang perencanaan baik data kuantitatif maupun kualitatif, metode yang dilakukan adalah melalui studi literatur mengenai standar-standar perancangan gedung dengan bentang lebarn dan hal yang berkaitan dengan Music Center.

2. Metoda Analisis Data Metoda analisis data yang akan digunakan terhadap unsur-unsur yang terkait pada perancangan adalah: Analisis Makro, berkaitan dengan analisa site. Analisis Mikro, membahas tentang fungsi dalam bangunan Music Center dikota Banjarbaru. Analisa Khusus, memuat analisa yang berkaitan dengan tema. 3. Metoda Perancangan Analitik Sintesis Proses analisis dilakukan terhadap data dan kondisi eksisting yang ada. Dari data dan kondisi eksisting yang ada kemudian dilakukan analisa terhadap berbagai faktor yang akan mempengaruhi perancangan nantinya, diantaranya: lokasi, tata ruang luar, tata ruang dalam, dan sebagainya. Dari analisa untuk selanjutnya diadakan penggabungan faktor-faktor tersebut sehingga didapat suatu hasil berupa ide gagasan perancangan. Proses Perancangan Proses yang digunakan terdiri dari lima langkah, yaitu : Langkah Permulaan Identifikasi masalah yang diakibatkan oleh adanya ketidak seimbangan. Penyampaian aspirasi. Identifikasi aktifitas dan pelaku.

17

Langkah Persiapan Pengumpulan dan analisis informasi atas permasalahan yang akan dipecahkan. Langkah Pengajuan Usul Gagasan, usul perancangan untuk mendapatkan input yang baru. Langkah Evaluasi Evaluasi terhadap usul rancangan. Langkah Tindakan Penyiapan dokumen berupa rancangan definitif.

18

4. SISTEMATIKA PENULISAN Sistematika penulisan dan pembahasan yang digunakan dalam laporan secara garis besar dapat dijelaskan sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi uraian latar belakang, permasalahan, tujuan dan sasaran, manfaat serta metode penelitian dan perancangan dan sistematika pembahasan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisi analisis teori/referensi yang relevan untuk pemecahan masalah perancangan Music Center dikota Banjarbaru. Kesimpulan dari tinjauan pustaka berupa kerangka teori yang digunakan sebagai dasar konsep perancangan. BAB III TINJAUAN LOKASI PERANCANGAN Bab ini memberikan gambaran umun kota Banjarbaru dari segi musik, sejarah dan budaya serta pemberian alternatif dan batasan/syarat-syarat lokasi perancangan yang tepat sebagai site dari desain Music Center tersebut. BAB IV ANALISIS & KONSEP PERANCANGAN Bab ini secara garis besar memuat analisis lingkungan, analisis fungsional dan analisis khusus yang menguraikan proses pemecahan masalah perancangan Music Center. Bab ini juga berisi penjabaran konsep dasar, konsep bangunan maupun konsep khusus yang merupakan hasil analisis perancangan sebagai acuan pada tahap perancangan. BAB VI PENUTUP Bab ini berisi kesimpulan dan saran dari uraian pendahuluan, tinjauan tinjauan teori, analisis, dan konsep perancangan.

19

5. DAFTAR PUSTAKA Antoniades,Anthony C, POETICS OF ARCHITECTURE-Theory of Design 1,Van Nostrand Reinhold, New York 1990 Antoniades,Anthony C, POETICS OF ARCHITECTURE-Theory of Design 1,Van Nostrand Reinhold, New York 1990 http://armchairtravelogue.blogspot.com/2010/03/piano-and-violin-shapedbuilding.html http://armchairtravelogue.blogspot.com/2010/09/guitar-shaped-buildings.html http://id.wikipedia.org/wiki/Musik http://musiktopan.blogspot.com/

20