Anda di halaman 1dari 5

Telkom-3 Satelit Telkom-3 adalah satelit komunikasi yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Satelit ini dirancang untuk memberikan layanan telepon dan penyiaran televisi di Indonesia dan Indocina serta menghubungkan jaringan serat optik yang sudah dimiliki Telkom. Telkom-3 diproduksi oleh ISS Reshetnev (Rusia) dan direncanakan untuk diluncurkan pada pertengahan tahun 2011 menggunakan roket Proton-M Briz-M. Satelit ini direncanakan untuk beroperasi di Orbit Geo Stasioner Bumi selama 15 tahun. Satelit Telkom-3 berkapasitas 42 Transponder aktif yang setara dengan 49 transponder @36MHz, terdiri dari 24 transponder @36MHz Standart C-band, 8 transponder @54 MHz Ext. C-band dan 4 transponder @ 36 MHz + 6 transponder @ 54 MHz Ku-Band. Satelit ini bermassa 1,6 ton dan beralokasi daya 5,6 kilo Watt. Telkom-3 Gambar 1: Model satelit Telkom-3 (Sumber: JSC ICCReshetnev) akan berada di sekitar 118 bujur timur. Cakupan geografis Satelit Telkom 3 meliputi Standart C-band (Indonesia dan ASEAN), Ext. C-band (Indonesia dan Malaysia), dan Ku-Band (Indonesia) serta Indocina. Desember 2008 JSC (perseroan terbatas) Information Satellite System (ISS) Reshetnev memenangkan tender atas proyek ini setelah bersaing dengan Orbital Sciences (Amerika Serikat), Thales Alenia Space (Perancis) dan Space Systems/Loral (AS). Ini adalah tender internasional ketiga bagi ISS setelah pesawat ruang angkasa Sesat dan AMOS-5. Sesuai kontak yang diteken, ISS mendesain, membuat, dan meluncukan satelit Telkom-3. Di samping itu, ISS menciptakan kontrol tanah, melakukan pelatihan, dan menyokong dukungan teknis selama operasi. ISS Reshetnev akan membangun satelit ini berdasarkan rancangan model Ekspress1000N milik mereka dan bekerjasama dengan Alcatel yang memasok sebagian muatan satelit. Mantan direktur Utama PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) Rinaldi Firmansyah dan Victor Kosenko, First Deputy of General Designer and General Director ISS Reshetnev (Rusia), 2 Maret 2009 di Jakarta menandatangani kontrak pengadaan Satelit Telkom 3. Kontrak yang ditandatangani sangat penting dan strategis terkait dengan meningkatnya kebutuhan transponder untuk pengembangan layanan bisnis Satelit Indonesia, khususnya Telkom Group. Kontrak tersebut meliputi pembuatan Satelit Telkom 3, jasa peluncuran, pembangunan antena dan perintah-dan-sistem pengukuran, pemasangan peralatan di pusat-pusat kontrol misi, pengembangan dan pengiriman perangkat lunak khusus dan perangkat lunak simulator dinamis, serta training dan internship.

Indonesia dan jutaan warga serta wisatawan yang berkunjung di Indonesia memerlukan koneksi yang stabil. Oleh karenanya, Telkom Indonesia sebagai operator telekomunikasi tertua di Indonesia dan terbesai di Asia Tenggara berusaha memenuhi kebutuhan informasi warganya. Logo representatif simbolis perusahaan kami ialah tangan dan Bumi. Ini berarti bahwa the world in your hand, dunia ada di tangan Anda, ujar direktur eksekutif proyek Telkom Indonesia, David Bangun, di sela-sela proses pembuatan Telkom-3. Diharapkan satelit ini mampu menyediakan koneksi yang stabil pada hampir 18.000 pulau di Indonesia. Indonesia membutuhkan satelit kelas menengah. Menurut Kepala Desainer dan Direktur Jenderal JSC "ISS Reshetnev", Nicholas Testoedov, hal ini dimungkinkan karena posisi frekuensi orbital negara Indonesia sangat terbatas. Setelah melakukan investigasi tentang permintaan atas satelit komunikasi di Indonesia dan negara-negara tetangga lainnya, Telkom meyakini bahwa permintaan akan transponder masih tumbuh. Pemanfaatan transponder di Indonesia saat ini lebih dari 160 transponder untuk GSM backhaul, jaringan data dan selanjutnya untuk penyiaran. Sementara pasokan domestik yang dilakukan oleh Telkom, Indosat, Cakrawala, dan PSN hanya 101 transponder. Permintaan saat ini masih tumbuh untuk keperluan penyiaran (broadcast), 3G, Internet, Triple Play dan Quardraple. Meskipun ini merupakan yang pertama Indonesia membeli satelit dari Rusia, tetapi Rinaldi yakin ISS akan mampu menyelesaikan pengadaan Satelit Telkom 3 sesuai jadwal. Sebelumnya Telkom telah mengoperasikan Satelit Telkom-2 pada 12 November 2005, yang diluncurkan oleh roket Ariane-5 milik perusahaan ArianeSpace di Kouroue, Guyana, Perancis. Rinaldi menambahkan, dari 42 transponder Satelit Telkom-3 sebanyak 40-45 persen atau sekitar 20 transponder akan dikomersialkan, sedangkan sisanya 55 persen untuk menambah kapasitas seluruh layanan Telkom Group. Pada akhir Mei 2012 satelit Telkom-3 telah lulus siklus penuh dari tes tanah untuk memverifikasi operasi yang benar dan efisien setelah peluncuran. Selama tes dilakukan tes pemancaran frekuensi tinggi satelit untuk mengkonfirmasi kompatibilitas elektromagnetik dari peralatan radio. Sputnik "Telkom-3" didasarkan pada platform kelas menengah "Express-1000H, yang secara karakteristik khusus teknis dan operasional dua kali lebih unggul dari platform satelit " Express AM33 / 44 " MCC-767.

Gambar 2: Pembuatan satelit Telkom-3 di Baikonour

Salah satu fitur dari platform adalah sistem kontrol gabungan termal. Peralatan ditempatkan pada platform panel surya (dengan struktur internal sarang lebah), yang pada gilirannya sudah terpasang pada tabung pusat. Satelit menggunakan panel surya dengan basis OJSC "NPP" KVANT (Moskow). Panel tersebut tersusun atas dasar kerangka karbon serta sebagian senyawa galium arsenida (GaAs), yang memungkinkan untuk memperoleh kinerja spesifik yang tinggi. Selain itu, Telkom-3 menggunakan baterai ion lithium Saft VS 180 yang diproduksi oleh perusahaan Perancis Saft dan pendorong plasma stasioner SPT-100 produksi DB Torch (Kaliningrad) untuk melakukan penyesuaian konfigurasi garis bujur dan lintang. Selain itu, elemen struktur berbagai satelit yang dihasilkan mitra proyek Telkom-3 adalah OAO "NIHD" (Izhevsk), OAO NPP "Geophysics-Space" (Moskow), JSC SPC "Pole" (Tomsk) dan NIIMASH (Nizhnyaya Salda). Meskipun desain dari modul payload dibuat "ISS" sendiri, antena dan item peralatan lainnya dibuat oleh perusahaan Perancis, Space Thales Alenia. Untuk membuat kontrol berbasis darat, "ISS" bekerja sama dengan perusahaan Jerman, Vertex Antennentechnik GmbH. Awalnya dijadwalkan untuk diluncurkan pada bulan Juli 2011, tetapi untuk alasan tertentu, ditunda beberapa kali di kemudian hari. 25 Mei 2012 satelit tersebut telah diserahterimakan kepada kosmodrom Baikonur dalam persiapan untuk peluncuran. Saat ini, peluncuran dijadwalkan pada Juli 2012 dengan bantuan Proton-M dengan tahap atas Breeze M dari platform 81 (CP nomor 24), Kosmodrom Baikonur bersama dengan pesawat ruang angkasa Express-MD2.

Satelit Telkom-3 bernilai total proyek berkisar $200.000.000 ini dibuat oleh ISS-Reshetnev dengan perangkat komunikasi dibuat oleh Thales Aleniaspace dan akan diluncurkan dengan peluncur Proton M-breeze.
Tabel 1: Quick Facts

Telkom-3 Negara: Tipe / Aplikasi: Operator: Tempat peluncuran: Alat bantu peluncuran: Kontraktor: ISS Reshetnev, Rusia (dh. NPO Prikladnoi Mekhaniki, NPO PM) (bus); Thales Alenia Space (dh. Alcatel Alenia Space), Perancis (payload) Peralatan: Platform: Sumber tenaga: Daya: Baling-baling Masa operasi: Massa: Orbit: Posisi orbit 32 C-band transponders, 10 Ku-transponders Ekspress-1000N (Ekspress-1000H) 3 susunan sel surya GaAs (galium arsenida) , baterai 5600 W SPD-100 Sekitar 15 tahun Sekitar 1600 kg GSO (orbit geostasioner) 118 bujur timur Indonesia Satelit komunikasi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan Proton-M Briz-M (Ph.3)

http://id.wikipedia.org/wiki/Telkom-3, http://ru.wikipedia.org/wiki/-3, dengan penerjemahan dan perubahan seperlunya

http://space.skyrocket.de/doc_sdat/telkom-3.htm

http://tvroscosmos.ru/frm/vestidata/2012/vesti02_06_12_1.php, dengan penerjemahan dan perubahan seperlunya http://texnomaniya.ru/kosmos/sputnik-telkom-indonezijjskijj-sibirjak.html, dengan penerjemahan dan pengubahan seperlunya http://www.youtube.com/watch?v=1PJgbReqpoI