1

PENGARUH SISTEM AKUNTANSI MANAJEMEN TERHADAP KINERJA MANAJERIAL DENGAN VARIABEL MODERASI STRATEGI BISNIS, PERCEIVED ENVIRONMENTAL UNCERTAINTY (PEU), DAN DESENTRALISASI (CASE STUDY: PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI PROV. JAMBI) Oleh: CITRA YURISTISIA, SE 0921221007 (Dibawah bimbingan Dr. Yurniwati, M. Si AK dan Rida Rahim, SE ME) ABSTRACT This study intends to give the empirical evidence on interaction effect of information management accounting system with business strategy, perceived environmental uncertainty, and decentralization on managerial performance. Business strategy, perceived environmental uncertainty, and decentralization were used in this study as moderating variable. First hypothesis didn’t use moderating variable, second hypothesis used business strategy, third hypothesis used perceived environmental uncertainty, and fourth hypothesis used decentralization. Questionnaires were distributed to 60 manufacturing companies in Jambi with purposive sampling method. The responses from 60 middle managers and general manager, were analysed using Multiple Regression Analysis (MRA). The result support the hypothesis that management accounting system information influence on managerial performance. Furthermore, the interaction effect of management accounting system information with perceived environmental uncertainty and decentralization on managerial performance are positive and significant. On the other hand, management accounting system more useful for the company employing a business strategy of defender than the company employing business strategy of prospector. The effect of management accounting system information will be more positive under high level of perceived environmental uncertainty and decentralization than lower level perceived environmental uncertainty and decentralization. The findings is consistent with Chong dan Chong (1997), Agbejule (2005), Gul (1991), Faisal (2006), dan Gul and Chia (1994). Keywords: information, management accounting system, business strategy, perceived environmental uncertainty, decentralization

PENDAHULUAN Pendekatan kontijensi dapat digunakan untuk menganalisis dan mendesain sistem akuntansi manajemen untuk memberikan informasi yang dapat digunakan perusahaan untuk berbagai tujuan. Pendekatan kontijensi pada sistem akuntansi manajemen didasarkan pada premis bahwa tidak ada sistem akuntansi manajemen secara universal yang selalu bisa diterapkan dengan tepat pada semua

2

organisasi dalam setiap keadaan. Dalam penelitian tentang sistem akuntansi manajemen, pendekatan kontinjensi diperlukan untuk mengevaluasi faktor-faktor lingkungan (intensitas persaingan, strategi, dan ketidakpastian lingkungan) yang dapat menyebabkan sistem akuntansi manajemen lebih efektif. Motivasi penelitian ini yaitu untuk membuktikan apakah terdapat perbedaan hubungan antara Sistem Informasi Akuntansi Manajemen dan kinerja manajerial baik tanpa melibatkan faktor-faktor situasional maupun dengan adanya faktor situasional yang diwujudkan dalam variabel kontijensi sebagai variabel moderator yaitu variabel strategi bisnis, ketidakpastian lingkungan yang dipersepsikan (PEU), dan desentralisasi. Kedua, penelitian ini berusaha untuk menggeneralisasi hasil-hasil penelitian yang menggunakan persepsi ketidakpastian lingkungan yang dihadapi perusahaan, strategi bisnis yang dipilih, dan desentralisasi yang diterapkan. Ketiga, untuk mengetahui apakah dengan menggunakan teori yang sama tetapi dengan lokasi dan sampel yang berbeda akan memberikan hasil yang sama dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Penelitian ini berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya dalam beberapa hal. Pertama, dalam hal penggunaan variabel moderasi dalam penelitian, pada penelitian Agbejule (2005) dan Gul (1991) hanya menggunakan satu variabel moderasi yang digunakan dalam pendekatan kontijensi. Peneliti menambahkan variabel moderasi strategi bisnis dan desentralisasi. Penggunaan variabel strategi bisnis karena perusahaan yang mengikuti strategi yang berbeda akan membentuk karakteristik informasi yang berbeda pula, sehingga dengan adanya kesesuaian antara strategi bisnis dan informasi yang dibutuhkan perusahaan diharapkan akan meningkatkan kinerja manajerial (Laksmana dan Muslichah, 2002). Alasan pemilihan perusahaan manufaktur dalam penelitian ini adalah karena perusahaan manufaktur merupakan industri yang cukup unik dan memiliki kapasitas pekerjaan yang rumit mulai dari proses produksi sampai barang jadi yang siap dijual. Hal ini menyebabkan kecenderungan perusahaan membutuhkan Sistem Informasi Akuntansi Manajemen yang cukup tinggi, detail, dan lebih kompleks. Adapun pemilihan Provinsi Jambi dalam lokasi penelitian adalah karena Provinsi Jambi mempunyai perusahaan industri baik sedang maupun besar.

Perumusan Masalah Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan yang akan diteliti dirumuskan sebagai berikut: Apakah Sistem Informasi Akuntansi Manajemen.berpengaruh terhadap kinerja manajerial? Apakah strategi bisnis mempengaruhi hubungan Sistem Informasi Akuntansi Manajemen dengan kinerja manajerial? Apakah PEU (perceived environmental uncertainty) mempengaruhi hubungan Sistem Informasi Akuntansi Manajemen dengan kinerja manajerial? Apakah desentralisasi mempengaruhi hubungan Sistem Informasi Akuntansi Manajemen dengan kinerja manajerial?

1. 2. 3. 4.

Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah: Untuk memberikan bukti empiris mengenai pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Manajemen terhadap kinerja manajerial, Untuk memberikan bukti empiris mengenai pengaruh interaksi Sistem Informasi Akuntansi Manajemen dan strategi bisnis terhadap kinerja manajerial, Untuk memberikan bukti empiris mengenai pengaruh interaksi Sistem Informasi Akuntansi Manajemen dan perceived environmental uncertainty terhadap kinerja manajerial, Untuk memberikan bukti empiris mengenai pengaruh interaksi Sistem Informasi Akuntansi Manajemen dan desentralisasi terhadap kinerja manajerial

1. 2. 3. 4.

dan pasar yang saat ini dijalankan perusahaan untuk mencapai tujuan utama perusahaan. 4. Pengertian Strategi Bisnis Suwarni (1998) menjelaskan bahwa strategi bisnis merupakan suatu rencana terpadu tentang uraian produk. .. Karakteristik perusahaan yang masuk dalam kategori ini cenderung memiliki sifat kurang dinamis. 3. b. Memperkuat penelitian sebelumnya yang berkenaan dengan adanya pengaruh antara strategi bisnis. Miles dan Snow (1978) mengklasifikasikan strategi kedalam 4 tipe yaitu prospectors. fungsi. c. Reactor. Strategi analyzer merupakan kombinasi dari prospector dan defender. Dapat memberikan kontribusi terhadap teori sistem akuntansi manajemen. Perusahaan yang tergolong dalam tipe strategi prospector adalah perusahaan yang secara terusmenerus mencari peluang-peluang pasar baru dengan berkompetisi melalui produk baru dan market development serta bereksperimen dengan melakukan respon-respon potensial terhadap kecenderungan lingkungan yang timbul. tingkat persepsi ketidakpastian lingkungan yang dihadapi perusahaan. Analyzer.3 Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini antara lain: Memberikan masukan bagi para perusahaan sebagai bahan pertimbangan untuk mendesain sistem akuntansi manajemen perusahaan (menentukan kharakteristik informasi sistem akuntansi manajemen) yang dibutuhkan perusahaan yang disesuaikan dengan strategi bisnis. Defender. analyzers. defender dan reactors. PEU (perceived environmental uncertainty). a. menyeluruh dan terpadu yang mengaitkan keunggulan strategi perusahaan dengan tantangan lingkungan. Menyediakan informasi yang mungkin diperlukan untuk penelitian di bidang akuntansi manajemen pada masa yang akan datang. dan desentralisasi yang dapat memberikan dampak pada peningkatan kinerja manajerial. 2. Prospector. strategi adalah satu kesatuan rencana perusahaan yang komprehensif dan terpadu yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan. sehingga kompetitornya harus senantiasa merespon. d. Perusahaan beroperasi dalam dua tipe domain produk pasar yang relatif stabil dan tetap melakukan perubahanperubahan. 1. Menurut Suwarni (1998) strategi adalah rencana yang disatukan. kegiatan. LANDASAN TEORI Strategi Bisnis Pengertian Strategi dan Bisnis Supriyono (1999) menyatakan pengertian strategi ditinjau dari suatu perusahaan. dan desentralisaai terhadap hubungan antara Sistem Informasi Akuntansi Manajemen dengan kinerja manajerial. terutama dalam mengidentifikasi faktor kontijensi dalam perancangan sistem akuntansi manajemen.

Seseorang mengalami ketidakpastian karena ia merasa tidak memiliki informasi yang cukup untuk memprediksi masa depan secara akurat. dan lingkungan pelanggan. 1986). regulator. Menurut Dwirandra (2007) desentralisasi merupakan pendelegasian wewenang dan tanggung jawab kepada para manajer. konsumen. 2007). teknologi. dan integrated (Chenhall dan Morris. Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Pengertian Sistem Sebuah sistem merupakan sekelompok elemen yang diintegrasikan dengan tujuan umum untuk mencapai sebuah tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya (McLeod. dan eksekutif (Desmiyawati. PEU telah diidentifikasikan sebagai variabel kontekstual yang penting dalam sistem informasi akuntansi dan desain sistem akuntansi manajemen. . Menurut Desmiyawati (2004) dan Jusoh (2008) bagi perusahaan. terdesentralisasi sejauh keputusan itu didelegasikan oleh manajemen puncak kepada tingkatan wewenang eksekutif yang lebih rendah. Jr dan Schell. teknologi. perceived environmental uncertainty (PEU) merupakan persepsi manajer terhadap faktor-faktor di luar perusahaan. a. memprosesnya. Pengertian Akuntansi Manajemen Menurut Garrison dan Noreen (2000) akuntansi manajemen adalah akuntansi yang berkaitan dengan penyediaan informasi kepada para manajer untuk membuat perencanaan dan pengendalian operasi serta dalam pengambilan keputusan. Perceived Environmental Uncertainty (PEU) Menurut Gordon dan Narayanan (1986). Dengan penjelasan diatas mengilhami Chenhall dan Morris merumuskan kharakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen yang bersifat broad scope. tetapi tidak meresponnya secara efektif sehingga tipe perusahaan seperti ini tidak memiliki strategi untuk senantiasa menyesuaikan teknologi informasinya dengan perubahan lingkungan yang terjadi. PEU dapat mempengaruhi operasionalisasi perusahaan. yaitu para pekerja. Pengertian Sistem Akuntansi Manajemen Sistem akuntansi manajemen adalah sistem yang mengumpulkan data operasional dan finansial. timeliness. aggregated. dan permintaan pasar. diantaranya adalah tindakan kompetitor.4 Strategi reactor merupakan strategi perusahaan yang manajer puncaknya seringkali menerima perubahan dan ketidakpastian yang terjadi dalam lingkungan organisasinya. seperti lingkungan industri. 2004). menyimpannya dan melaporkannya kepada pengguna. manajer. Desentralisasi Menurut Ikhsan & Ishak (2005) definisi desentralisasi yaitu: Suatu organisasi administratif adalah tersentralisasi sejauh keputusan dibuat pada tingkatan yang relatif tinggi dalam organisasi tersebut. pemasok. PEU akan menyulitkan manajer untuk membuat perencanaan dan melakukan pengendalian terhadap operasi perusahaan. persaingan. sumber utama ketidakpastian lingkungan berasal dari pesaing. Fitri dan Syam (2002) mendefinisikan PEU sebagai gambaran situasi di luar perusahaan yang mempengaruhi perilaku organisasi dalam menjalankan aktivitasnya. dan teknologi yang dibutuhkan. Broad scope.

1986) yaitu: 1. Timeliness menyatakan ketepatan waktu dalam memperoleh informasi mengenai suatu kejadian.5 Informasi sistem akuntansi manajemen yang bersifat broad scope adalah informasi yang memperhatikan focus. Investigasi (investigating) 6. Kinerja Manajerial Juniarti dan Evelyne (2003) menyebutkan bahwa kinerja manajerial adalah ukuran seberapa efektif dan efisien manajer telah bekerja untuk mencapai tujuan organisasi. c. Informasi disampaikan dalam bentuk yang lebih ringkas tetapi tetap mencakup hal-hal penting sehingga tidak mengurangi nilai informasi itu sendiri. Timeliness. b. Dimensi timeliness mempunyai dua subdimensi yaitu frekuensi pelaporan dan kecepatan membuat laporan. dan model keputusan. Strategi bisnis terhadap hubungan Sistem Informasi Akuntansi Manajemen dan kinerja manajerial Kinerja manajerial dipengaruhi oleh interaksi antara Sistem Informasi Akuntansi Manajemen dan strategi bisnis. Pengawasan (supervising) 4. Evaluasi (evaluating) Hipotesis 1. Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Manajemen terhadap kinerja manajerial Kharakteristik informasi yang tersedia dalam organisasi akan menjadi efektif bila dapat mendukung pengguna informasi atau pengambil keputusan. Strategi bisnis merupakan variabel moderator dalam penelitian ini. Jerdee dan Carroll (Chenhall dan Morris. variabel moderator merupakan variabel yang mempunyai pengaruh ketergantungan yang kuat dengan hubungan . Aggregated. 2. Negoisasi (negotiating) 8. d. Perwakilan (representing) 5. Keseluruhan pengukuran dikalkulasikan dengan membagi delapan sub dimensi dengan pengukuran untuk kinerja manajerial berdasar Mahoney. Perencanaan (planning 3. H1 : Sistem Informasi Akuntansi Manajemen berpengaruh positif terhadap kinerja manajerial. periode waktu. Informasi terintegrasi mencerminkan adanya koordinasi antara segmen subunit satu dan lainnya dalam organisasi. Dimensi aggregate merupakan ringkasan informasi menurut fungsi. Integrated. Focus merupakan informasi yang berhubungan dengan informasi yang berasal dari dalam dan luar organisasi (faktor ekonomi. kuantifikasi. dan time horizon. dan pasar). Koordinasi (coordinating) 7. teknologi. Pemilihan staf (staffing) 2. Informasi yang mencerminkan kompleksitas dan saling keterkaitan antara bagian satu dan bagian lain.

diharapkan semakin tinggi pula kegunaan Sistem Informasi Akuntansi Manajemen untuk meningkatkan kinerja manajerial (Agbejule. Jadi. dapat dikembangkan suatu kerangka teoritis yaitu sebagai berikut: Gambar 1 Kerangka Teoritis Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Kinerja manajerial Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. H3 : Sistem Informasi Akuntansi Manajemen dan perceived environmental uncertainty (PEU) akan berpengaruh positif terhadap kinerja manajerial 4. 2005). variabel independen : Sistem Informasi Akuntansi Manajemen.6 variabel terikat dan variabel bebas yang dapat mengubah hubungan awal antara variabel bebas dan terikat (Sekaran. Perceived environmental uncertainty terhadap hubungan Sistem Informasi Akuntansi Manajemen dan kinerja manajerial. variabel dependen : kinerja manajerial. Kinerja manajerial Strategi bisnis Perceived Environmental Uncertainty (PEU) Desentralisasi a. Kerangka Pemikiran Sesuai dengan telaah literatur yang telah dikemukakan di atas. Variabel desentralisasi sebagai variabel moderasi yang mempengaruhi hubungan antara variabel Sistem Informasi Akuntansi Manajemen dengan variabel kinerja manajerial. Dari uraian di atas. Desentralisasi terhadap hubungan Sistem Informasi Akuntansi Manajemen dan kinerja manajerial. dan desentralisasi . 2006). b. Kinerja manajerial dipengaruhi oleh interaksi antara Sistem Informasi Akuntansi Manajemen dan perceived environmental uncertainty. variabel moderator : strategi bisnis. c. Penelitian Gul dan Chia (1994). hipotesis dalam penelitian ini yaitu: H4 : Sistem Informasi Akuntansi Manajemen dan desentralisasi akan berpengaruh positif terhadap kinerja manajerial. PEU. Kinerja manajerial dipengaruhi oleh interaksi antara Sistem Informasi Akuntansi Manajemen dan desentralisasi. H2 : Sistem Informasi Akuntansi Manajemen dan strategi bisnis akan berpengaruh positif terhadap kinerja manajerial 3. semakin tinggi tingkat perceived environmental uncertainty yang dihadapi suatu perusahaan. Chia (1994) dan Nazaruddin (1998) menunjukkan bahwa karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen tergantung pada variabel kontekstual organisasi yaitu desentralisasi.

dan desentralisasi. Rentang Waktu Cross-sectional study merupakan jenis penelitian yang datanya dikumpulkan atau diperoleh hanya satu kali. Sampel dalam penelitian ini adalah general manager dan manajer tingkat menengah pada perusahaan manufaktur di Provinsi Jambi. dan Teknik Pengambilan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh top manager dan middle manager pada perusahaan manufaktur di Provinsi Jambi. bisa selama satu periode hari. sedangkan yang menjadi variabel moderasi (moderating variable) adalah strategi bisnis. Penelitian ini merupakan correlational study yang dilaksanakan pada field study (Sekaran. Jenis Penelitian Untuk menguji keempat hipotesis dalam penelitian ini. serta tingkat laba. pengaruh PEU (perceived environmental uncertainty) terhadap hubungan Sistem Informasi Akuntansi Manajemen dengan kinerja manajerial. Adapun pemilihan Provinsi Jambi dalam lokasi penelitian adalah karena Provinsi Jambi mempunyai perusahaan industri baik sedang maupun b . PEU (perceived environmental uncertainty). Sampel. untuk menjawab pertanyaan penelitian. Alasan pemilihan perusahaan manufaktur dalam penelitian ini adalah karena perusahaan manufaktur merupakan industri yang cukup unik dan memiliki kapasitas pekerjaan yang rumit mulai dari proses produksi sampai barang jadi yang siap dijual. pengaruh strategi bisnis terhadap hubungan Sistem Informasi Akuntansi Manajemen dengan kinerja manajerial. Setting Penelitian Penelitian ini dilakukan pada lingkungan alami yang sama dengan lingkungan asli tempat responden bekerja secara normal. minggu. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Sistem Informasi Akuntansi Manajemen dan variabel dependen adalah kinerja manajerial. total aset dan total penjualan. 2006). Unit analisis dalam penelitian ini adalah organisasi/responden yaitu general manager dan middle manager perusahaan manufaktur dalam direktori industri pengolahan Provinsi Jambi tahun 2006 yang diterbitkan oleh BPS RI merupakan unit analisis dalam penelitian ini. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Kriteria pemilihan sampel adalah perusahaan manufaktur dengan skala sedang dan besar dilihat dari jumlah karyawan. atau bulan. Penelitian ini menguji pengaruh sistem akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial. PEU (perceived environmental uncertainty) dan desentralisasi sebagai faktor moderasi. Unit Analisis Unit analisis berarti level agregasi data yang dikumpulkan selama tahap analisis data dan seterusnya. Oleh karena itu penelitian ini termasuk penelitian verifikatif (hypothesis testing study). digunakan correlational study. dan pengaruh desentralisasi terhadap hubungan Sistem Informasi Akuntansi Manajemen dengan kinerja manajerial.7 METODOLOGI PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian ini didesain untuk menguji pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Manajemen dengan kinerja manajerial. dengan mempertimbangkan strategi bisnis. Populasi.

a. Desentralisasi tinggi (Didelegasikan sepenuhnya) b. kegiatan. Strategi defender digunakan apabila perusahaan beroperasi pada area produksi yang relatif stabil. Ketidakpastian lingkungan yang rendah (mudah diprediksi) Desentralisasi (X4) 3 Menurut Dwirandra (2007) desentralisasi merupakan pendelegasian wewenang dan tanggung jawab kepada para manajer.8 Pengukuran Variabel Variabel N o Dimensi a. Ketidakpastian 2 Lingkungan yang Dipersepsikan (PEU) (X3) merupakan persepsi manajer terhadap faktor-faktor di luar perusahaan. a. 1 Suwarni (1998) menjelaskan bahwa strategi bisnis merupakan suatu rencana terpadu tentang uraian produk. Focus. Desentralisasi rendah (Tidak ada pendelegasian) Karakteristik Sistem Informasi 4 Akuntansi Manajemen (X1) . Broadscope. a.dan pasar yang saat ini dijalankan perusahaan untuk mencapai tujuan utama perusahaan. teknologi. seperti lingkungan industri. persaingan.fungsi. Strategi prospector adalah perusahaan yang secara terus-menerus mencari peluang-peluang pasar baru dengan berkompetisi melalui produk baru b. Ketidakpastian lingkungan yang tinggi (sulit diprediksi) Indikator Perusahaan dikategorikan strategi prospektor bila responden menjawab pertanyaan kuesioner dengan point di atas 3 Perusahaan dikategorikan strategi defender bila responden menjawab pertanyaan kuesioner dengan point di bawah 3 Perusahaan dikategorikan berada pada lingkungan dengan ketidakpastian lingkungan tinggi bila responden menjawab pertanyaan kuesioner dengan point di atas 3 Perusahaan dikategorikan berada pada lingkungan dengan ketidakpastian lingkungan rendah bila responden menjawab pertanyaan kuesioner dengan point di bawah 3 Perusahaan dikategorikan memiliki struktur organisasi dengan desentralisasi tinggi bila responden menjawab pertanyaan kuesioner dengan point di atas 3 Perusahaan dikategorikan memiliki struktur organisasi dengan desentralisasi rendah bila responden menjawab pertanyaan kuesioner dengan point di bawah 3 Perusahaan dikategorikan membutuhkan kharakteristik informasi broadscope bila responden menjawab pertanyaan kuesioner dengan point di atas 3 Perusahaan dikategorikan Strategi Bisnis (X2). dan lingkungan pelanggan. time horizon . kuantifikasi. b.

supervising. lengkap. kompleks. Aggregated. detail. evaluating. dan informasi antar unit/bagian (Gul & Chia. Planning. staffing.9 membutuhkan kharakteristik informasi narrowscope bila responden menjawab pertanyaan kuesioner dengan point di bawah 3 b. interval waktu antara kebutuhan dan kesdiaan informasi Perusahaan dikategorikan membutuhkan kharakteristik informasi timeliness tinggi bila responden menjawab pertanyaan kuesioner dengan point di atas 3 Perusahaan dikategorikan memiliki kharakteristik informasi timeliness rendah bila responden menjawab pertanyaan kuesioner dengan point di bawah 3 c. coordinating. detail. Timeliness. Integrasi diukur berdasarkan tingkat ketersediaan informasi yang kompleks. terkini. Integrated. dan terkait. 1994). investigating. negotiating and representing dan their perceived overall performance Perusahaan dikategorikan memiliki kharakteristik informasi integrated rendah bila responden menjawab pertanyaan kuesioner dengan point di bawah 3 Perusahaan dikategorikan memiliki kinerja manajerial di atas rata-rata bila responden menjawab pertanyaan kuesioner dengan point di atas 3 Perusahaan dikategorikan . Kinerja Manajerial(Y) 7 Agbejule (2006) memberikan definisi kinerja manajerial sebagai persepsi kinerja individual para manajer yang terdiri dari delapan dimensi kegiatan yaitu perencanaan. dan ringkas Perusahaan dikategorikan memiliki kharakteristik informasi aggregated tinggi bila responden menjawab pertanyaan kuesioner dengan point di atas 3 Perusahaan dikategorikan memiliki kharakteristik informasi aggregated rendah bila responden menjawab pertanyaan kuesioner dengan point di bawah 3 Perusahaan dikategorikan memiliki kharakteristik informasi integrated tinggi bila responden menjawab pertanyaan kuesioner dengan point di atas 3 d. investigasi.

Validitas yang akan diuji dalam penelitian ini adalah construct validity. Penelitian ini menggunakan data primer yang respondennya adalah para general manager dan manajer tingkat menengah pada perusahaan manufaktur yang terdapat di Provinsi Jambi (sumber BPS RI Perwakilan Provinsi Jambi). memiliki kinerja manajerial di bawah rata-rata bila responden menjawab pertanyaan kuesioner dengan point di bawah 3 Sumber Data Secara umum data penelitian dikelompokkan menjadi dua. Uji Reliabilitas Reliabilitas pengukuran menunjukkan tingkat kebebasan pengukuran dari bias atau kesalahan (Sekaran. 2006). Close question membantu responden membuat keputusan secara cepat untuk memilih diantara beberapa alternatif jawaban yang telah ada. Cara yang digunakan untuk uji reliabilitas adalah dengan menghitung Cronbach’s coefficient alpha. pengaturan staff. 3. Analisis data tidak hanya digunakan untuk menguji hipotesis tetapi juga untuk pengujian statistik lainnya. Penelitian ini menggunakan personally administered questionnaires dengan tipe pertanyaan berupa close question yang meminta responden untuk memilih salah satu jawaban yang telah disediakan dengan cara memberi tanda silang atau melingkari pada option jawaban yang dipilih. Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dari responden (Sekaran. Metode Analisis Data Data primer yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan berbagai pengujian statistik. Uji Validitas Pengujian terhadap validitas dilakukan untuk meyakinkan bahwa pengukuran yang digunakan benar-benar mengukur konsep yang akan diukur (Sekaran. Uji parametrik hanya bisa dilakukan jika populasi data berdistribusi normal. negoisasi evaluasi. . Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari responden. supervisi. 2006). 2. 2006). yaitu data primer dan data sekunder. Uji Asumsi Klasik a. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan media kuesioner. Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kolmogorov-Smirnov. dan perwakilan. Reliabilitas pengukuran menunjukkan stabilitas dan konsistensi instrumen pengukuran dalam mengukur konsep. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk menentukan statistik induktif yang seharusnya digunakan. 1. yaitu statistik parametrik atau nonparametrik.10 koordinasi.

b3.... Uji Heterokedastisitas Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lainnya... dkk..... dan desentralisasi (DES).. maka tidak terjadi heterokedastisitas...... dan empat dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan persamaan regresi. X4 + b5.. e = residual error... b2... yaitu : Y = a + b1. 4....... Untuk mengetahui hal tersebut........X2 + b3.... perceived environmental uncertainty (PEU)..... Uji Multikolinearitas Ghozali (2006) mendefinisikan multikolinearitas sebagai suatu situasi adanya korelasi variabel-variabel independen diantara satu dan yang lainnya Ada tidaknya multikolinearitas antarvariabel independen dilihat dari nilai tolerance dan lawannya variance inflation factor (VIF).... Hipotesis satu diuji dengan menggunakan persamaan (1)..........X3 + b7. Persamaan regresi yang digunakan diambil dari model regresi berganda yang digunakan oleh Agbejule (2005)...... 2005)..... yaitu : Y = a + b1..(2) Y = kinerja manajerial (KM)..X1 + e.... perceived environmental uncertainty......... b1 = koefisien regresi..X1. Menurut Ghozali (2006).... 2006). 2006).. uji autokolerasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada kolerasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya)..X4 + e..X1...........(1) Y = kinerja manajerial (KM). a = konstanta.. X1 = gabungan pengukuran sistem informasi akuntansi manajemen (SIAM). 2006)..X2 + b6......... b5.. atau terjadi homokedastisitas (Ghozali...10 atau sama dengan nilai VIF > 10 (Ghozali...... b6. Nilai cutoff untuk menunjukkan adanya multikolinearitas adalah nilai tolerance < 0....... Jika variance dari pengamatan satu ke pengamatan lainnya tetap... Tolerance mengukur variabilitas variabel independen yang terpilih yang tidak dijelaskan variable independen lainnya.. X1 = gabungan pengukuran sistem informasi akuntansi manajemen (SIAM). a = konstanta...X3 + b4. dapat digunakan uji Run Test...... tiga..X1 + b2.. b4...... Adapun hipotesis dua........ Metode yang digunakan untuk menguji heterokedastisitas adalah dengan membuat grafik plot.. b1.. Kedua ukuran ini menunjukkan setiap variabel independen manakah yang dijelaskan variabel independen lainnya.. d..... yaitu variabel independen yang menguatkan atau melemahkan hubungan antara variabel independen lainnya terhadap variabel dependen (Ghozali................ .. Uji Autokorelasi Autokorelasi adalah korelasi yang terjadi di antara anggota-anggota dari serangkaian pengamatan yang tersusun dalam rangkaian waktu (Ernawati...... Uji Hipotesis Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan multiple regression analysis. Variabel strategi bisnis......11 b.... c.. b7 = koefisien regresi..X1......... Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi.... karena dalam penelitian ini terdapat tiga variabel independen yaitu sistem informasi akuntansi manajemen (SIAM). strategi bisnis (SB)........ dan desentralisasi dalam penelitian ini difungsikan sebagai variabel moderator..

Hal ini menyebabkan kecenderungan perusahaan membutuhkan sistem informasi akuntansi manajemen yang cukup tinggi. Adapun pemilihan Provinsi Jambi dalam lokasi penelitian adalah karena Provinsi Jambi mempunyai perusahaan industri baik sedang maupun besar. X3 = ketidakpastian lingkungan yang dipersepsikan (PEU). ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Deskripsi Responden Responden dalam penelitian ini adalah general manager dan middle manager yang bekerja pada perusahaan manufaktur di Provinsi Jambi.12 X2 = strategi bisnis (SB).X4 = interaksi antara SIAM dan desentralisasi (SIAM_DES).X3 = interaksi antara SIAM dan PEU (SIAM_PEU). PT EP Area Jambi Pertamina PT.00 for Windows. PT Bukit Bintang Sawit. X1. PT Sumber Utama Nusa Pertiwi. PT Pakan Ayam Sinta Pia Bakery Roti Kacanng Hijau Mihun Riduan Kopi AAA Kopi Bubuk Cap Ayam Talang Sewu. dan lebih kompleks. PT Kurnia Tunggal Nugraha. CV . PT Job Pertamina Saga Petroleum Jambi Pertamina Daerah Operasi Hulu Jambi Lampura Seberang. X4 = desentralisasi (DES) X1. detail. Semua teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan bantuan program komputer SPSS (Statistical Package for Social Sciences) versi 15. EP Unit Bisnis Pertamina TAC EMP Gelam Petrochina International Ltd Job Pertamina EORLtd Job Pertamina YPF Jambi Santa FE Energy Resource Connoco Philip. Tabel 4. Alasan pemilihan perusahaan manufaktur dalam penelitian ini adalah karena perusahaan manufaktur merupakan industri yang cukup unik dan memiliki kapasitas pekerjaan yang rumit mulai dari proses produksi sampai barang jadi yang siap dijual. X1.1 Distribusi Kuesioner No Nama Perusahaan Kuesioner yang Dibagikan Kuesioner yang Kembali Persentase 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Pertamina. e = residual error.X2 = interaksi antara SIAM dan SB (SIAM_SB).

Jambi 1. PT Jambi Independen Press Angkasa Raja Djambi. PT Hok Tong. PT Inti Indosawit Subur. PT Cahaya Murni Angso Duo. PT Sumber: BPS RI P erwakilan Prov. PT Dasa Anugerah Sejati. CV Bumi Indah. CV Harian Pagi Bungo. PT Sari Aditya Loka. PT Bina Mitra Makmur. PT Mugi Triman Intercontinenta.13 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 Kecap Cap Dua Ayam Sumber Mas Lingga Harapan. PT Remco Jambi Crumb Rubber. CV Mitra Sawit Jambi. PT Tri Manunggal Agung Jaya. PT Asiatic Mas Group. PT Aman Sawmill. PT Roti Paten Rusli Saimen Bakeri. PT Tirta Utama Jaya. CV Dua Sekawan Megah. PT Mega Sawindo Perkasa. CV Tampuk Manggis Kreasi Batik Asmah Mawarda Sanggar Batik Sinar Anggrek Windu Karya Indah Gudang Rotan Siaga Gaya Wahana Timber Group. PT Djambi Waras. PT Tanjung Johor Wood Industry. PT Tebo Plasma Intilestari. PT Djambi Waras. PT Wira Karya Sakti. PT Empat Pilar Utama. PT Parindo Utama. PT Jamika Raya.2 . Usia Tabel 4. PT Batanghari Tembesi.

Jenis Kelamin Tabel 4. responden bisa menjabat posisi sebagai manajer karena pengalaman kerja yang lama.67% 1. Hal ini disebabkan pria lebih mampu menangani pekerjaan yang beresiko tinggi (risk lover). Sebagian besar responden adalah pria (76.4 menjelaskan bahwa posisi sebagai general manager dan middle manager sebagian besar dipegang oleh orang-orang yang mempunyai latar belakang pendidikan S-1 (sarjana). 2. dan memiliki pemikiran yang lebih rasional.4 Distribusi Pendidikan Responden Pendidikan SLTA Diploma S-1 S-2 Total Jumlah 24 10 25 1 60 Persentase 40% 16.67% 41. Tabel 4.33% 100% Sumber : data primer yang diolah 3.67% 23.33 % 100% Sumber : data primer yang diolah Usia responden yang sebagian besar di bawah tiga puluh satu tahun mungkin disebabkan jabatan sebagai general manager dan middle manager membutuhkan produktivitas dan profesionalitas kerja yang tinggi. Hal ini bisa diartikan bahwa pekerjaan (posisi) sebagai general manager dan middle manager didominasi oleh pria (male-typed occupation).67% 100% Sumber : data primer yang diolah .3 menunjukkan distribusi jenis kelamin responden.67 %).7 % 8. Tabel 4. Pendidikan Tabel 4.7 % 21. yang pada umumnya dimiliki oleh orang-orang berusia produktif.3 Distribusi Jenis Kelamin Responden Gender Pria Wanita Total Jumlah 46 14 60 Persentase 76.3 % 31. Hal ini bisa diartikan bahwa meskipun latar belakang pendidikannya tidak begitu tinggi.14 Distribusi Usia Responden Usia Di bawah 31 tahun 31 – 40 tahun 41 -50 tahun Diatas 50 tahun Total Jumlah 23 19 13 5 60 Persentase 38.

666** 0.01 (2-tailed) Sumber : data primer yang diolah Tabel 4.000 0.485** 0.622** 0.586** 0. Metode yang digunakan adalah item to total correlation dengan Pearson’s Product Moment Correlation. Masa Kerja Data mengenai masa kerja responden bisa dilihat pada tabel 4.000 0.000 0.558** 0.596** 0.000 0.8 Hasil Uji Validitas Variabel DES Item No 1 2 3 4 5 6 7 Probabilitas 0.763** 0.15 4.000 0. Dua puluh orang responden (33%) telah menjabat posisi manajer selama 1 .3 tahun.7 Hasil Uji Validitas Variabel PEU Item No 1 2 3 4 5 6 Probabilitas 0.000 0.000 0.000 R 0.705** 0.9 tahun (5 %). dan tiga orang sisanya bekerja selama 7 . 14 orang (23%) selama 4 – 6 tahun. Tabel 4. Tabel 4.000 R 0.491** 0.000 0.602** Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid ** : signifikan pada level 0.05.1 Uji Validitas Pengujian validitas dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur tersebut benar-benar mengukur konsep yang seharusnya diukur (Sekaran. 23 orang selama lebih dari 9 tahun (38%).000 0. dikarenakan kesejahteraan karyawan cukup diperhatikan.597** 0. Suatu item pertanyaan dinyatakan valid jika nilai probabilitas kurang dari 0. Masa kerja pegawai yang lebih dari 9 tahun memperoleh persentase paling tinggi mengindikasikan jika loyalitas karyawan yang bekerja pada perusahaan manufaktur di Provinsi Jambi cukup tinggi.000 0.5.618** 0.522** Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid .000 0.5 Distribusi Masa Kerja Responden Masa Kerja 1 – 3 tahun 4 – 6 tahun 7 – 9 tahun Lebih dari 9 tahun Total Jumlah 20 14 3 23 60 Persentase 33% 23% 5% 38% 100% Sumber : data primer yang diolah 4. 2006).

000 0.000 0.465** 0.000 R 0.000 0.659** 0.000 0.289** 0.000 0.01 (2-tailed) Sumber : data primer yang diolah Tabel 4.725** 0.000 0.428** 0.484** 0.001 0.589** 0.000 0.477** 0.000 0.000 0.773** 0.000 0.000 0.01 (2-tailed) Sumber : data primer yang diolah .026 0.569** 0.287** Valid Valid Valid Valid 0.01 (2-tailed) Sumber : data primer yang diolah Tabel 4.000 0.615** 0.000 0.623** Valid Valid Valid Valid Agregasi 9 10 11 Integrasi 12 13 14 15 0.000 0.539** 0.0000 0.16 8 0.651** 0.000 0.459** 0.517** 0.610** 0.000 0.757** Valid ** : signifikan pada level 0.612** Valid Valid Valid Valid Valid Probabilitas R Keterangan Timeliness 5 6 7 8 0.669** 0.732** Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid ** : signifikan pada level 0.000 0.9 Hasil Uji Validitas Variabel SIAM Item No Broad scope 1 2 3 4a 4b 0.658** 0.000 0.000 0.594** Valid Valid Valid ** : signifikan pada level 0.000 0.000 0.463** 0.625** 0.10 Hasil Uji Validitas Variabel KM Item No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Probabilitas 0.000 0.

3. Uji asumsi klasik meliputi uji normalitas.11 Hasil Uji Validitas Variabel SB Item No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Probabilitas 0. Tabel 4.000 0.13.617** 0. uji heterokedastisitas.738** 0.735** 0. Pengujian reliabilitas yang dilakukan adalah inter-item consistency reliability (reliabilitas konsistensi antar-item) dengan cara menghitung Cronbach’s coefficient alpha.000 0.12 Hasil Uji Reliabilitas Variabel PEU DES SIAM KM Jumlah Item 6 9 16 9 Cronbach’s alpha 0.000 0.667** 0. dan uji multikolinearitas.000 0.662** 0.0000 0.4 Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik adalah uji yang harus dipenuhi untuk melakukan prosedur pengujian data yang memakai regresi.559** 0. uji autokorelasi.17 Tabel 4. Jika nilai sig.000 0.000 0.689** 0. Uji reliabilitas hanya dilakukan pada item pertanyaan yang valid.01 (2-tailed) Sumber : data primer yang diolah 4. Tabel 4. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah nilai sampel yang diamati terdistribusi secara normal atau tidak.000 0.736** 0.000 0.735** Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid ** : signifikan pada level 0.13 .000 0. Hasil uji asumsi klasik dan prosedur yang dilakukan dijelaskan seperti di bawah ini.000 0.785 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Sumber : data primer yang diolah 4. Metode yang digunakan untuk uji normalitas adalah Kolmogorov-Smirnov. 1.821 0. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dilakukan setelah semua variabel diuji validitasnya. hitung lebih dari 0.726 0.05 maka variabel yang bersangkutan berdistribusi normal.710 0.782** 0.577** 0.000 R 0. Hasil uji normalitas dijelaskan pada tabel 4.669** 0.

Oleh karena itu dalam analisis regresi harus dilakukan pengujian untuk mengetahui ada tidaknya gejala heterokedastisitas.14 . Uji Autokorelasi Uji ini dilakukan untuk mengetahui hubungan yang terjadi di antara variabel-variabel yang diteliti.05.1 Hasil Uji Heterokedastisitas Regresi Sederhana Scatterplot Dependent Variable: dependent Regression Studentized Deleted (Press) Residual 3 2 1 0 -1 -2 -3 -3 -2 -1 0 1 2 3 Gambar 4.2 Regression Standardized Predicted Value Hasil Uji Heterokedastisitas Regresi Berganda Scatterplot Dependent Variable: dependent Regression Studentized Deleted (Press) Residual 2 1 0 -1 -2 -3 -3 -2 -1 0 1 2 Regression Standardized Predicted Value 3. Uji Heterokedastisitas Penelitian yang menggunakan analisis regresi. mengharapkan hasil pengamatan yang homokedastisitas. yang berarti terjadinya faktor gangguan masih dalam batas normal. Varibel tersebut diuji dengan run test apabila hasilnya tidak signifikan tidak terjadi autokorelasi. Metode yang dipakai untuk melakukan uji heterokedastisitas adalah metode scatterplot.18 Hasil Uji Normalitas Sig.13 menunjukkan bahwa semua regresi berdistribusi normal karena nilai signifikansi lebih dari 0. Gambar 4.646 0.598 Keterangan Normal Normal Sumber : data primer yang diolah Tabel 4. Penyimpangan dari asumsi ini adalah heterokedastisitas. Tabel 4. (2-tailed) Regresi sederhana Regresi berganda 0. Untuk mengetahui hal tersebut digunakan run test dengan cara membentuk suatu variabel residual terlebih dahulu. 2.

Untuk mendeteksi apakah antara variabel independen yang digunakan mempunyai kolonieritas yang tinggi atau tidak. dan Variance Inflation Factor (VIF).021 Variabel SIAM SB PEU DES SIAM_SB SIAM_PEU SIAM_DES VIF 1.302 . Sig.3. terlihat bahwa nilai run test regresi sederhana sebesar 0.193 Sumber : data primer yang diolah Dari tabel di atas.15.986 0.193 yang lebih besar dari 0.980 0.15 Hasil Uji Autokorelasi Regresi Berganda (Hipotesis 2. Tabel 4. Uji Multikolinearitas Pengujian terhadap gejala multikolinearitas dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan linier yang “sempurna” atau pasti antara beberapa atau semua variabel independen yang digunakan dalam model regresi.034 1. Tolerance (TOL).007 1. (2-tailed) 0. 4. Hasil uji multikolinearitas ditunjukkan pada tabel 4.967 0.026 1.53858 30 30 60 35 1.979 0.002 .992 0.298 Sumber : data primer yang diolah Tabel 4.298 dan 0.015 1.25016 dengan tingkat signifikansi sebesar 0. (2-tailed) 0.19 Hasil Uji Autokorelasi Regresi Sederhana (Hipotesis 1) Unstandardized residual Test valuea Cases < Test value Cases >= Test value Total Cases Number of Runs Z Asymp.25016 30 30 60 26 -1. dan 4) Unstandardized residual Test valuea Cases < Test value Cases >= Test value Total Cases Number of Runs Z Asymp.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua model regresi tidak terjadi autokorelasi. digunakan Pearson Correlation Matrix. Sig.042 0.53858 dan untuk regresi berganda sebesar 0.973 0.16 Hasil Uji Multikolinearitas Tolerance 0.972 1.

dan keempat sistem informasi akuntansi manajemen (SIAM) dengan desentralisasi (DES).254 0.353 1. Coefficients Model Unstandardized Coefficients B 1 (Constant) SIAM 4. 4.033). R2 = 0. sehingga fokus perhatian adalah variabel interaksi antara keempat sistem informasi akuntansi manajemen (SIAM) dengan strategi bisnis (SB).483 3. (sig. Error 3.149 1.275 0. 1.17 Hasil Regresi Sederhana (Hipotesis 1) Variabel B Kesalahan Standar t hit Prob.174 . yaitu regresi antara (SIAM) sebagai variabel independen dengan (KM) sebagai variabel dependen untuk mengetahui pengaruh (SIAM) terhadap (KM) tanpa adanya variabel moderator.864 0.997 Sig.16.634 4.4% variansi kinerja manajerial disebabkan oleh informasi sistem akuntansi manajemen.275 0. 0. F = 0. Tolerance (TOL) dan Variance Inflation Factor (VIF) maka dapat dikatakan bahwa dalam model penelitian ini tidak terdapat multikolinearitas.254 0. Nilai adjusted R2 menunjukkan bahwa 63. Berdasarkan hasil perhitungan table diatas.000 Sumber : data primer yang diolah Hasil analisis regresi sederhana antara SIAM dengan KM menunjukkan bahwa model regresi dapat digunakan untuk memprediksi kinerja manajerial (F = 102.101 10.483 Std.000 T Sig.048 lebih kecil dari taraf signifikansi 5%. Tabel 4. Hasil regresi sederhana ditunjukkan oleh tabel 4.101 10. model regresi diperoleh tingkat signifikansi SIAM sebesar 0. Pengaruh sistem informasi akuntansi manajemen (SIAM) terhadap kinerja manajerial Peneliti melakukan regresi sederhana.5 Uji Hipotesis Penelitian ini menggunakan pendekatan kontijensi.864 0.20 1.149 F hit = 102. keempat sistem informasi akuntansi manajemen (SIAM) dengan perceived environmental uncertainty (PEU).048 1.033 0.997 dengan Sig. Hal ini menunjukkan bahwa variabel SIAM .048 Standard Coefficients Beta . t) Konstanta ISAM N = 60 Adj.008 Sumber : data primer yang diolah Berdasarkan hasil análisis dengan menggunakan Pearson Correlation Matrix.

483%.05 (0. Adjusted R2 sebesar 0. SIAM mempunyai pengaruh signifikan positif terhadap KM.009 -2.090 0.239 0.435 artinya keeratan hubungan antara variabel independen (SIAM) dengan variabel dependen (KM) sebesar 43.044 0.030 0.634 artinya perubahan di dalam variabel dependen (KM) mampu dijelaskan oleh variabel independen sebesar 63.662 -2.299 16. yaitu SIAM.4%.102 0. Hasil regresi ditunjukkan oleh tabel 4.18 Hasil Uji Hipotesis 2.583 -3.634 .009 Variabel t hit. R2 = 3.714 0. Tabel 4.020 35.050 0. Model Summary Model R R Square Adjusted R Square 1 .262 -1. F kurang dari 0. Sehingga berdasarkan hasil hipotesis satu. dan 4 B (Koefisien Kesalahan Interaksi) Standar (Stdr Eror) 125.045 0.435 .434 -0.012 0.208 2.12090 Pada table diatas nilai koefisien korelasi (R) antara variabel independen (SIAM) dengan variabel dependen (KM) diperoleh sebesar 0. Hal ini menunjukkan bahwa SIAM mempunyai arah hubungan positif dengan KM. dengan asumsi variabel independen lainnya konstan. Model regresi berganda bisa digunakan untuk memprediksi kinerja manajerial karena mempunyai nilai Sig.483.032 0. PEU. 2.080 Std Error of The Estimate 1.526 -1.001 0. 3.5%.198 0.024 0.4% variansi kinerja manajerial disebabkan oleh tujuh variabel independen.21 mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap KM. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0. dan desentralisasi sebagai variabel moderator Peneliti melakukan Multiple Regression Analysis (MRA). dan desentralisasi (DES).003 0.784 berarti 78. SIAM_SB. yaitu regresi antara (SIAM) sebagai variabel independen dengan (KM) sebagai variabel dependen untuk mengetahui pengaruh (SIAM) terhadap (KM) dengan variabel moderator strategi bisnis (SB).068 2.918 0. DES.065 2.423 7.305 0.226 -1.000). berarti setiap kenaikan persentase SIAM sebesar 1% maka KM meningkat sebesar 0. Nilai koefisien regresi SIAM sebesar 0. SB. Pengaruh sistem informasi akuntansi manajemen (SIAM) terhadap kinerja manajerial dengan strategi bisnis. Perceived Environmental Uncertainty (PEU).17.029 .569 -1. Perceived Environmental Uncertainty (PEU). Prob Konstanta SIAM SB PEU DES SIAM_SB SIAM_PEU SIAM_DES N = 60 Adj. SIAM_PEU dan SIAM_DES.

038 68. Data primer yang diolah a. Hal ini menunjukkan bahwa SIAM mempunyai arah hubungan yang negatif terhadap KM dengan SB sebagai variabel moderator.000 Sumber. Regresi berganda yang dilakukan menghasilkan koefisien interaksi (SIAM_SB) sebesar 0.062 .010f Dari tabel ANOVA diatas.583 59 2 Regression 15. Hal ini tidak memberikan dukungan kepada penelitian Ernawati.203 3. ANOVA Model Sum of Df Mean Square F Sig Squares 1 Regression 15.998 1.334 52 1.990 65. dan Desmiyawati (2004).249 6 2.026.198. Sehingga SIAM mempunyai mempunyai pengaruh signifikan negatif terhadap KM dengan SB sebagai variabel moderator.192 3. F = 0.203 5.05 maka dapat dikatakan bahwa .441 66.198%.002 dengan signifikansi 0.662 .583 59 3 Regression Residual Total Regression Residual Total Regression Residual Total Regression Residual Total 14.876 .468 . namun konsisten dengan penelitian Faisal (2006) dan Muslichah (2003). berarti setiap kenaikan persentase SIAM sebsar 1% maka KM menurun sebesar 0. Karena siginifikansi lebih kecil dari 0.233 Total 80.583 12.05.004c 4 3. Hal ini menunjukkan bahwa variabel SIAM dan SB mempunyai pengaruh signifikan terhadap KM.17.593 80.026d 5 4. Hipotesis 2 (pengaruh sistem informasi akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial dengan strategi bisnis sebagai variabel moderator) (tidak mendukung) Hasil dari regresi ini ditunjukkan pada tabel 4.583 5 54 59 4 55 59 3 56 59 2 57 59 2. dkk (2005).662 Sig. hit = 31.002 .249 7 2.618 1.015° Residual 65.014e 6 6.610 1.256 Total 80.784 F.005 .032) untuk variabel SIAM_SB dalam regresi berganda di atas terbukti signifikan karena nilainya kurang dari 0.583 14.198.583 13.003b Residual 65.855 66.178 6.142 80.019 1.728 80. uji Anova atau F test menghasilkan nilai F hitung sebesar 3.215 2.542 2. Nilai signifikansi t (0.22 0.334 53 1. Regresi berganda yang dilakukan menghasilkan koefisien interaksi (SIAM_SB) sebesar -0.545 80. Nilai interaksi negatif tersebut bisa menunjukkan bahwa informasi sistem akuntansi manajemen (SIAM) lebih berguna (lebih menunjukkan hasil) pada perusahaan defender daripada perusahaan prospector.

Hal ini menunjukkan bahwa variabel SIAM dan SB mempunyai pengaruh signifikan terhadap KM.044) untuk variabel SIAM_PEU dalam regresi berganda di atas terbukti signifikan karena nilainya kurang dari 0. Dari tabel Model Summary ditas. hasil uji SPSS terlihat bahwa determinasi atau R square sebesar 0. Hal ini menunjukkan bahwa SIAM dan PEU mempunyai arah hubungan positif dengan KM. uji Anova atau F test menghasilkan nilai F hitung sebesar 3. yaitu 0.783 atau 78. Nilai signifikansi t (0.05 maka dapat dikatakan bahwa sistem informasi akuntansi manajemen (SIAM) dan ketidakpastian lingkungan (PEU) sebagai variabel moderasi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja manajerial (KM). Karena siginifikansi lebih kecil dari 0.4% variasi kinerja manajerial dapat diterangkan oleh variabel SIAM_DES.3% dapat diartikan bahwa 78. Dari tabel ANOVA diatas.23 informasi sistem akuntansi manajemen (SIAM) dan strategi bisnis (SB) sebagai variabel moderasi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja manajerial (KM).024.05.005 dengan signifikansi 0.010. hasil uji SPSS terlihat bahwa determinasi atau R square sebesar 0. Hipotesis 4 (pengaruh sistem informasi akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial dengan desentralisasi sebagai variabel moderator) (mendukung) Hasil dari regresi ini ditunjukkan pada tabel 4. b. Hipotesis 3 (pengaruh sistem informasi akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial dengan perceived environmental uncertainty sebagai variabel moderator) (mendukung) Hasil dari regresi ini ditunjukkan pada tabel 4. dengan asumsi variabel independen lainnya konstan.17. berarti setiap kenaikan persentase SIAM dan PEU sebesar 1% maka KM meningkat sebesar 0. SIAM dan DES mempunyai pengaruh signifikan positif terhadap KM. Regresi berganda yang dilakukan menghasilkan koefisien interaksi (SIAM_DES) sebesar 0. SIAM dan PEU mempunyai pengaruh signifikan positif terhadap KM.3% variasi kinerja manajerial dapat diterangkan oleh variavel SIAM_PEU. Karena siginifikansi lebih kecil dari 0. Nilai koefisien regresi berganda SIAM_PEU sebesar 0.020 yang berarti interaksi antara SIAM dan PEU mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap KM.020.876 dengan signifikansi 0.17. Nilai koefisien regresi berganda SIAM_DES sebesar 0. Hal ini menunjukkan bahwa SIAM dan DES mempunyai arah hubungan positif dengan KM.05 maka dapat dikatakan bahwa sistem informasi akuntansi manajemen (SIAM) dan desentralisasi (DES) sebagai variabel moderasi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja manajerial (KM). Hal ini menunjukkan bahwa variabel SIAM dan DES mempunyai pengaruh signifikan terhadap KM.029.4% dapat diartikan bahwa 78. Regresi berganda yang dilakukan menghasilkan koefisien interaksi (SIAM_PEU) sebesar 0. Sehingga berdasarkan hasil hipotesis tiga.020%. Nilai signifikansi t dalam regresi berganda menunjukkan bahwa variabel SIAM_DES dalam regresi berganda diatas terbukti signifikan karena nilainya kurang dari 0.014.024 yang berarti interaksi antara SIAM dan PEU mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap KM. Kesimpulan . uji Anova atau F test menghasilkan nilai F hitung sebesar 5. dengan asumsi variabel independen lainnya konstan. berarti setiap kenaikan persentase SIAM dan PEU sebesar 1% maka KM meningkat sebesar 0. Sehingga berdasarkan hasil hipotesis empat. Dari tabel Model Summary ditas. Dari tabel ANOVA diatas. c.05.024%.784 atau 78.

Penelitian selanjutnya juga penting untuk mempertimbangkan variabel kontijensi lainnya. dkk (2005). 2002). 2. gaya kepemimpinan. dan Ernawati.24 Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan. dkk (2005). locus of control. Memasukkan tipe strategi analyzer dari tipologi strategi Miles dan Snow (Laksmana dan Muslichah. Perusahaan manufaktur yang digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini mempunyai bentuk dan ukuran perusahaan yang tidak seragam. 3. misalnya pengaruh task uncertainty. 3. Desmiyawati (2004). 4. Keterbatasan Penelitian Terlepas dari keberhasilan penelitian ini dalam mendukung empat hipotesis yang telah ditetapkan sebelumnya. Saran Saran yang bisa diberikan peneliti untuk penelitian selanjutnya adalah sebagai berikut: Sampel perusahaan bisa ditambah jumlahnya dan diperluas lingkup wilayahnya sehingga hasil penelitian bisa lebih digeneralisasikan. Hasil regresi berganda membuktikan bahwa ketidakpastian lingkungan berfungsi sebagai variabel moderator dan mendukung hipotesis tiga bahwa sistem informasi akuntansi manajemen akan berpengaruh positif terhadap kinerja manajerial ketika kondisi perceived environmental uncertainty tinggi. Hasil penelitian ini pada hipotesis satu konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Ernawati. Hasil regresi sederhana hipotesis satu membuktikan bahwa sistem informasi akuntansi manajemen berpengaruh terhadap kinerja manajerial. 2002) yang mengidentifikasi tipe strategi yang ketiga yang menguntungkan (analyzer). Penelitian ini hanya terbatas pada wilayah Provinsi Jambi sehingga hasilnya tidak bisa digeneralisasikan untuk lingkup wilayah yang berbeda. Tipe strategi ini berbeda di antara tipe strategi prospector dan defender. Semakin tinggi ketidakpastian lingkungan yang dihadapi perusahaan. 2. penelitian ini mempunyai keterbatasan-keterbatasan yang mungkin memberikan gangguan pada hasil penelitian. . Keterbatasan-keterbatasan tersebut antara lain: 1. bisa dipertimbangkan untuk dipakai sebagai variabel moderator dalam penelitian yang berhubungan dengan sistem akuntansi manajemen dan kinerja manajerial. Implikasi dari penelitian ini adalah dalam mendesain sistem akuntansi manajemen diperlukan kesadaran dan perhatian terhadap faktor-faktor kontijensi. Dukungan terhadap hipotesis dua ini konsisten dengan hasil penelitian Chong dan Chong (1997). Ada kemungkinan perusahaan dalam sampel penelitian ini menggunakan tipe strategi analyzer tersebut. Penelitian ini hanya menggunakan tipe strategi yang ekstrim (prospector dan defender) dari tipologi strategi Miles dan Snow (Laksmana dan Muslichah. Hasil regresi berganda membuktikan bahwa desentralisasi berfungsi sebagai variabel moderator dan mendukung hipotesis empat bahwa sistem informasi akuntansi manajemen akan berpengaruh positif terhadap kinerja manajerial untuk perusahaan pada tingkat desentralisasi tinggi dibandingkan dengan tingkat desentralisasi yang rendah. semakin tinggi pula ketersediaan akan karakteristik informasi akuntansi manajemen yang dibutuhkan akan berpengaruh pada kinerja manajerial. Ukuran sampel juga menyebabkan perbedaan hasil. penelitian ini berhasil mencapai hasil-hasil sebagai berikut: 1. Hasil regresi berganda membuktikan bahwa strategi bisnis berfungsi sebagai variabel moderator dan tidak mendukung hipotesis dua bahwa sistem informasi akuntansi manajemen akan berpengaruh negatif terhadap kinerja manajerial untuk perusahaan dengan tipe strategi bisnis prospektor. Kondisi persaingan usaha yang menghasilkan 1. Dukungan terhadap hipotesis empat ini konsisten dengan hasil penelitian Nazaruddin (1998) dan Gul dan Chia (1994). 3. 2.

. (1994). Statistik Non Parametrik. Management accounting. DAFTAR PUSTAKA Agbejule. LXI. Analisis pengaruh intensitas persaingan dan variable kontekstual terhadap penggunaan informasi system akuntansi manajemen dan kinerja unit bisnis dengan pendekatan partial least square [On-line] Available http://info. Ray & Noreen. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta. B. 295-350. Bordnar. S. (2000). 94-108.. M. 10 (2). 195-207. The relationship between management accounting systems and perceived environmental uncertainty on managerial performance : a researh note. Fauziah.ac. Accounting Information System. dan Luas Lingkup Informasi Akuntansi Manajemen terhadap Kinerja Manajerial. Chenhall. 16-33. Prentice Hall Inc. The Impact of Structure. & Syam BZ. (2005). Djarwanto. (1986). Dwirandra. (1995). Faisal. 12 (2). Strategic Choices. & Chong. M. Pengaruh Interaksi Ketidakpastian Lingkungan. (2005). (2007). Accouting and Business Research. Jurnal Akuntansi dan Bisnis. . Desmiyawati. Anak Agung Ngurah Bagus. Desentralisasi. Chusing. Dengan adanya kesesuaian strategi bisnis dan tingkat desentralisasi yang dipilih dengan sistem akuntansi manajemen maka akan meningkatkan kinerja manajerial perusahaan. 27. Garrison. H. Kar Ming. (2001). Suranta. Vincent K. Pengaruh sistem akuntansi manajemen dan ketidakpastian lingkungan terhadap kinerja manajer. dan Agregat Informasi Akuntansi Manajemen terhadap Kinerja Manajerial [On-line] Available http://ejournal.pdf. (2007). Enviroment.25 ketidakpastian lingkungan perlu diperhatikan agar manajer tidak salah langkah dalam menyusun perencanaan-perencanaan yang dibutuhkan oleh perusahaan. pdf?PHPSESSID=e5be9a8dd7a468f304bcc28815922d23 Fitri.id/makalah/KAMEN11. Desentralisasi. Chong. Deigen. Fazli. B. E. Addison-Wesley Publishing Company Inc. and Interdependence on the Perceived Usefulness of Management Accounting System. Demikian juga dengan faktor-faktor kontijensi yang berasal dari dalam perusahaan perlu diperhatikan dalam penyusunan desain sistem akuntansi manajemen untuk mendukung kinerja manajerial. 4 (2). G. & Syafiqurrahman. Jurnal Manajemen dan Bisnis. (1). New York : McGraw-Hill Companies. Ernawati. (1997). & Romney. (2002). Perspektif.stieperbanas. Inc. Pengaruh strategi bisnis dan ketidakpastian lingkungan terhadap hubungan antara informasi broad scope sistem akuntansi manajemen dan kinerja manajerial. Accounting Information Systems.ac. and Morris.. Robert H. Accounting and Business Research. ________. (4). 4 (1). 57 66. (2006). (2004). Pengaruh Interaksi Ketidakpastian Lingkungan.. 35 (4). The Accounting Review. Adebayo.id/abstrak/dwirandra. 268-276. 232-244. Pengaruh Strategi dan Ketidakpastian Lingkungan terhadap Hubungan antara Informasi Sistem Akuntansi Manajemen Broadscope dan Kinerja Organisasi. yang disebabkan oleh ketidakmampuan manajer dalam memprediksi kondisi yang akan datang.unud. Enviromental Uncertainty and SBU Performance: A Note on the Intervening Role of Management Accounting Systems. Buletin Studi Ekonomi.

. The Effect of Contextual Variables on Management Accounting System Characteristics and Managerial Performance. 110-122. Rustiana.. (1998). (2003). Padang. 5 (3). 19 (4/5). Muslichah. Paper presented at the accounting national symposium 6. 57-61. Environmental uncertainty. (2002). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Gul.petra. & Muslichah. (2008). karakteristik sistem akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial. (2003). (2002). Imron.26 Ghozali. dan Chia. 4 (2). Jusoh. Najoan. (1994). performance. Pengaruh Ketidakpastian Lingkungan yang Dipersepsikan dan Strategi Kompetitif terhadap Hubungan Sistem Kontrol Akuntansi dengan Kinerja Perusahaan. Laksmana. Paper presented at the accounting national symposium 7. Pengaruh Desentralisasi dan Karakteristik Informasi Sistem Akuntansi Manajemen terhadap Kinerja Manajerial. A. M. International Review of Business Research Papers. 29-38. (2006). Abu. (2006). Noviyanti. Moch. Mardiyah. S. 22 (85). (2007). (1991). Uma. Perceived Enviromental Uncertainty and Decentralization on Managerial Performance: A Text of Three Way Interaction. Research Methods for Business. Sekaran. Imam. Sharma. Majalah Ekonomi. Accounting Organization and Society. Pengaruh Karakteristik Informasi Sistem Akuntansi Manajemen terhadap Kinerja Manajerial: Desentralisasi dan Budaya Organisasi sebagai Variabel Pemoderasi. Denpasar. 4 (2). Pengaruh Ketidakpastian Lingkungan dan Desentralisasi terhadap Karakteristik Sistem Akuntansi Manajemen. Juniarti. Jurnal Akuntansi & Keuangan. The Effects of Management Accounting System and Enviromental Uncertainty on Small Business Managers’ Performance. A.. J. [On-line] Available www. (2002). Jurnal Akuntansi & Keuangan. 106-125. Pengaruh ketidakapstian lingkungan. New York : John Wiley & Sons Inc. Review of Accounting and Finance. Paper presented at the accounting national symposium 3. and the mediating role of balanced scorecard measures use : evidence from Malaysia. (2002). Universitas Sebelas Maret. (2006). Nizarudin. The relationships among broad scope MAS. (2003). Yew Ming. managerial control. _____. dan desentralisasi terhadap sistem skuntansi manajemen: pendekatan kontijensi. Paper presented at the accounting national symposium 9. & Evelyne.A.id/journals/accounting. 1 (2). and job relevant information. Ruzita. Hubungan karakteristik informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi manajemen terhadap kinerja manajerial pada perusahaan-perusahaan manufaktur di Jawa Timur. The Effects of Management Accounting System.. saling ketergantungan. strategi. F. A. R.. (2000). Accounting and Business Review. performance. Lesmana. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. 413-426. Pengaruh Strategi Customization terhadap Kinerja Perusahaan melalui Penggunaan Karakteristik Informasi Sistem Akuntansi Manajemen yang Bersifat Broad Scope dan Aggregation. & Gudono. 12 (3). Pengaruh Ketidakpastian Lingkungan dan Strategi Bisnis terhadap Hubungan antara Karakteristik Informasi Sistem Akuntansi Manajemen Broadsope dengan Kinerja Unit Bisnis Strategis. (2006). Pengaruh teknologi informasi. Rica. 5 (2). Surabaya. Nazaruddin. 228-250. Paper presented at the accounting national symposium 6. (2004). Jones. 141-160. M. Ietje..ac. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Pendekatan kontijensi dalam desain sistem akuntansi manajemen untuk meningkatkan kinerja manajerial.puslit. Modus. __________. 116135. & Ratnatunga. Unpublished thesis. & Sholihin. 14 (1). Peran broad scope system akuntansi manajemen dalam hubungan antara perceived environmental uncertainty (PEU) dan job satisfaction.

. performance. Persepsi Ketidakpastian Lingkungan. dan Kinerja Organisasi : Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur di Provinsi NAD). R. Review of Accounting and Finance. Desentralisasi.. and job relevant information. managerial control. L. F. J. S. . 5 (3). 228-250. Syam..27 Sharma. Padang. (2006). & Maryasih. Jones. The relationships among broad scope MAS. (2006). Paper presented at the accounting national symposium 9. Sistem Akuntansi Manajemen. & Ratnatunga.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful