Anda di halaman 1dari 23

1.

Pengertian sistem pengapian


Ada tiga sarat suatu pembakaran dapat terjadi yakni ada bahan bakar,udara dan ada api.Api dalam pembakaran tidak mungkin muncul dengan begitu saja,pasti ada sebab kemunculannya.Untuk memunculkan api ini maka perlu dibuat suatu sistem yang disebut sistem pengapian.Jadi sistem pengapian adalah suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang memilki fungsi yang berbeda yang dirangkai sedemikian rupa sehinga menjadi memiliki satu fungsi yakni memercikan bunga api.

2. Fungsi sistem pengapian


Motor pembakaran dalam (internal combustion engine) menghasilkan tenaga dengan jalan membakar campuran udara dan bahan bakar di dalam selinder . Pada motor bensin, loncatan bunga api bunga api pada busi diperlukan untuk menyalakan campuran udara-bahan bakar yang telah dikompresikan oleh torak didalam selinder. Sedangkan pada motor diesel udara dikompresikan dengan tekanan yang tinggi sehingga menjadi sangat panas, dan bila bahan bakar disemprotkan ke dalam selinder akan terbakar. Karena pada motor bensin proses pembakaran dimulai oleh loncatan api tegangan tinggi yang dihasilkan oleh busi, beberapa metode diperlukan untuk menghasilkan tegangan tinggi yang diperlukan. Sistem pengapian (ignition system) pada automobil berfungsi untuk menaikan tegangan baterai menjadi 10 kV atau lebih dengan mempergunakan ignition coil dan kemudian membagi-bagikan tegangan tinggi tersebut ke masing-masing busi melalui distributor dan kabel tegangan tinggi. Tipe sistem pengapian ini di pergunakan pada seluruh motor bensin untuk mobil modern.

3. Jenis- jenis sistem pengapian

SISTEM PENGAPIAN PADA KENDARAAN

Page 1

4. BREAKER POINT TYPE

Sistim pengapian type ini adalah sistim pengapian paling mendasar.Pemutusan arus yang mengalir ke primary coil dilakukan secara mekanis dengan menggunakan platina.

5. komponen-komponen sistem pengapian type breaker point 6. Baterai


Baterai berfungsi sebagai sumber energi listrik.

7. Kunci Kontak
Kunci kontak berfungsi untuk memutuskan dan menghubungkan listrik pada rangkaian atau mematikan dan menghidupkan sistem. Kunci kontak pada kendaraan memiliki 3 atau lebih terminal.Terminal utama pada kontak adalah terminal B atau AM dihubungkan ke baterai, Terminal IG dihubungkan ke (+) koil pengapian dan beban lain yang membutuhkan, terminal ST dihubungkan ke selenoid starter. Jika kunci kontak tersebut memiliki 4 terminal maka terminal yang ke 4 yaitu terminal ACC yang dihubungkan ke accesoris kendaraan, seperti: SISTEM PENGAPIAN PADA KENDARAAN Page 2

radio, tape dan lain-lainnya.Kunci kontak memiliki 4 posisi yaitu: OFF, ACC, ON dan START

8. Koil Pengapian
Koil pengapian berfungsi sebagai step up trafo, yaitu menaikan tegangan dari tegangan baterai 12 Volt menjadi tegangan tinggi lebih dari 15.000 Volt. Koil pengapian terdiri dari: inti besi lunak, primer koil, sekunder koil, rumah koil dan terminal koil.

9. PRINSIP PEMBENTUKAN MEDAN MAGNET PADA KOIL A. SELF INDUCTION EFECT


Medan magnet akan dibangkitkan pada saat arus mengalir melalui kumparan. Akibatnya EMF (Electromotive Force) di bangkitkan & menghasilkan garis gaya magnet (magnetic flux) dengan arah arah yang berlawanan dengan pembentuk garis-garis gaya magnet dalam kumparan (coil). Bila arus yang mengalir kekumparan, diputuskan, maka kumparan membang kitkan EMF yang bekerja melawan perubahan garis gaya magnet pada kumparan.Inilah yang disebut self induction effect.

B. MUTUAL INDUCTION EFECT SAAT SWITCH ON


Apabila dua kumparan disusun dalam satu garis & besarnya arus yang mengalir pada satu kumparan (primer) di rubah, maka EMF akan bangkit pada kumparan lainnya (skunder) dengan arah melawan perubahan garis gaya magnet pada kumparan primer. Ini disebut mutual induction effect. SISTEM PENGAPIAN PADA KENDARAAN Page 3

C. MUTUAL INDUCTION EFECT SAAT SWITCH OFF


Pada saat switch diputuskan,aliran arus pada kumparan primer (primary coil) hilang, garis gaya magnet yang telah terbentuk sampai saat itu tiba-tiba menghilang, sehingga pada kumparan sekunder dibangkitkan EMF dengan arah melawan kehilangan magnetic flux. Ignition coil membangkitkan aliran yang bertegangan tinggi secara mutual induction, yang terjadi pada saat arus primer tiba-tiba diputuskan dengan membuka braker point.

D. ARUS PRIMER DAN BESAR TEGANGAN PADA KUMPARAN SEKUNDER


Besarnya arus (garis gaya magnet) juga berubah pada saat titik kontak tertutup, tetapi karena arus tidak segera mengalir dalam kumparan karena adanya self induction, maka perubahan banyaknya garis gaya magnet terjadi secara bertahap & tegangan yang terinduksi pada kumparan sekunder tidak mencapai discharge voltage.

10. IGNITION COIL DENGAN RESISTOR


KONSTRUKSI IGNITION COIL DENGAN RESISTOR
Ignition coil dengan resistor mempunyai resistor yang dihubungkan seri terhadap kumparan primer. Bila dibandingkan dengan ignition coil tanpa resistor, ignition dengan resistor inimempunyai kelebihan bahwa penurunan tegangan sekunder pada kecepatan tinggi dapat dikurangi. Ignition type ini dibedakan menjadi dua type yaitu : external resistor & interagted resistor.Tipe ignition coil integrated resistor mempunyai tiga external terminal, jangan tertukar antara terminal (B) & terminal (+) pada saat membuat rangkaian. SISTEM PENGAPIAN PADA KENDARAAN Page 4

FUNGSI IGNITION COIL DENGAN RESISTOR Bila arus mulai megalir melalui coil maka arus yang mengalir ini cenderung terhalang oleh efek self induction.Oleh karena itu, pada saat aliran arus mulai mengalir pada kumparan primer ignition coil,arus primer naik secara bertahap. Aliran arus semakin lambat bila banyak gulungan dalam kumparan bertambah.

KEUNTUNGAN LAIN IGNITION COIL DENGAN RESISTOR


Mempermudah star mesin. Karena arus yang mengalir ke motor starter pada saat engine start cukup besar,pada saat tegangan baterai menurun dan mengurangi arus primer pada ignition coil. Yang mengakibatkan, tegangan sekunder menurun dan loncatan bunga api pada busi menjadi lemah, dilakukan dengan cara membypass arus yang mengalir melalui resistor.

11. DISTRIBUTOR
Distributor berfungsi untuk mendistribusikan induksi tegangan tinggi sekunder koil ke busi sesuai dengan urutan pengapian motor atau FO (firing order). Distributor merupakan tempat sebagian besar sistem pengapian. Komponen yang ada pada distributor antara lain: platina (kontak breaker), kondensor, nok kontak pemutus arus, centrifugal advancer, vacum advancer, rotor distributor dan tutup distributor.

12. BREAKER POINT (PLATINA)


Breaker point ( platina ) membuka dan menutup oleh cam yang dipasang pada poros governor, camlobe yang jumlahya sama dengan jumlah silinder akan mendorong breaker arm untuk membuka dan menutup platina. Menutupnya platina karena adanya pegas pembalik

SISTEM PENGAPIAN PADA KENDARAAN

Page 5

13. DWELL ANGLE


Dwell angle adalah sudut lamanya platina menutup, untuk memberikan waktu terhadap lamanya pengisian arus pada kumparan primer agar dapat membentuk magnetic flux yang cukup kuat. Sehingga mutual induksi yang dibangkitkan oleh kumparan cukup, dan dapat menghasilkan tegangan yang tinggi pada kumparan secunder.

14. CONDENSER ( CAPASITOR )


Pada umumnya condenser dipasangkan diluar rumah distributor dan disambungkan secara paralel dengan platina. Fungsi condenser adalah untuk membatasi terjadinya busur ( arching ) pada titik kontak, self induction ( EMF ) yang terjadi pada kumparan primer selama platina terbuka disimpan sementara oleh condenser untuk mempercepat pemutusan aliran arus primer.

SISTEM PENGAPIAN PADA KENDARAAN

Page 6

15. IGNITION ADVANCER


Setelah campuran udara-bahan bakar dibakar oleh bunga api, maka diperlukan waktu tertentu bagi api untuk merambat didalam ruang bakar.Oleh sebab itu terjadi sedikit kelambatan antara awal pembakaran dengan pencapaian tekanan pembakaran maksimum. Dengan demikian, agar diperoleh output maksimum pada mesin dengan pembakaran mencapai titik tertinggi (sekitar 10 setelah TMA), periode perambatan api harus diperhitungkan pada saat menentukan kapan pengapian dimulai (ignition timing)

ADVANCER CHARACTERISTICS
Jika putaran mesin dinaikkan, waktu perambatan api, menjadi berubah sesuai dengan tekanan pada intake manifold ( beban dan campuran udara ). Untuk itu saat pengapian harus dikontrol sesuai dengan kondisi ini . Pada distributor dilengkapi dengan advancer yang terdiri dari : 1. Governor advancer, memajukan saat pengapian sesuai dengan kecepatan putaran mesin. 2. Vacuum advancer, memajukan saat pengapian sesuai dengan beban mesin.

SISTEM PENGAPIAN PADA KENDARAAN

Page 7

16.GOVERNOR ADVANCER
Perambatan api akan semakin panjang (1 < 2) bila kecepatan kecepatan mesin semakin tinggi, sehingga kurva yang menunjukan tekanan pembakaran maksimum akan berpindah kekanan seperti terlihat pada grafik di bawah. Oleh sebab itu, governor memajukan saat pengapian bila kecepatan mesin naik sehingga tekanan pembakaran maksimum akan tetap berada pada 10 setelah TMA.

SISTEM PENGAPIAN PADA KENDARAAN

Page 8

CARA KERJA Fly weight dipasang pada distributor shaft melalui support pin, sedangkan cam & cam plate diikat terhadap bagian atas distributor shaft dengan sekrup sehingga posisinya dapat berubah sesuai arah putarannya. Gaya centrifugal dari fly wieght yang diputar oleh distributor shaft, mempercepat saat pembukaan breaker point.

17. VACUUM ADVANCER


Vacuum advancer memajukan timing pengapian berdasarkan kevakuman yang berubah-ubah dalam intake manifold sesuai dengan perubahan beban mesin. Vacuum advancer terdiri dari vacuum advancer itu sendiri (diapragma, pegas diapragma, advancer, rod dll) & distributor brake (braker plate, breaker point, stationari plate dll). Vacuum advancer dibagi dalam dua bagian ; ruangan vakum & ruang udara SISTEM PENGAPIAN PADA KENDARAAN Page 9

yang dipisahkan oleh diapragma. Bila vakum dalam intake manifold dihubungkan ke ruang vakum & ruang udara yang dipishkan oleh diapragma.

CARA KERJA
Selama mesin stasioner,( throttle valve tertutup ) mesin idling, advance port yang ditempatkan diatas throttle valve berada pada tekanan atsmosfir & tiadak terjadi pemajuan pengapian. Bila throttle valve terbuka sedikit akan terjadi kevakuman pada advance port, kevakuman ini bekerja pada diapragma, menarik advancer rod.Akibatnya, breaker plate berputar berlawanan putaran cam sehingga saat pengapian maju oleh sudut putaran breaker plate

CHARACTERISTICS
Karakteristik vacuum advancer, seperti karakteristik governor advancer ditentukan berdasarakan kemampuan mesin yang diharapkan. Pemajuaan diatur oleh kekuatan vacuum advancer diapragma spring.

SISTEM PENGAPIAN PADA KENDARAAN

Page 10

18. BUSI / SPARK PLUGS


Busi berfungsi memercikan bunga api untuk membakar campuran bahan bakar di ruang bakar pada saat dialiri arus listrik tegangan tinggi. Percikan bunga api terjadi di celah antara elektroda tengah dengan elektroda massa, percikan tersebut terjadi akibat loncatan arus tegangan tinggi dari elektroda tengah ke elektroda massa.

BENTUK ELECTRODE & KEMAMPUAN MELONCATKAN BUNGA API

Bentul elektroda yang bulat akan semakin sulit melompatkan bunga api, sedangkan bentuk persegi & runcing akan mempermudah melonpatnya bunga api. HEAT RANGE Batas operasional terendah dari busi adalah self cleaning temperature, sedangkan batas tertinggi dari operasional busi adalah pre-ignition SELF - CLEANING TEMPERATURE Jika temperature pada electrode tengah dari pada busi kurang dari 450oC ( 842oF ), endapan carbon akan timbul pada electrode busi, yang diakibatkan oleh pembakaran campuran bahan bakar dan udara yang tidak sempurna. SISTEM PENGAPIAN PADA KENDARAAN Page 11

Akibatnya , tegangan tinggi yang diperlukan untuk pembakaran, akan mendapatkan ground sebelum melompat pada electrode tengah busi. Kondisi ini dapat menyebabkan misfiring. Temperatur 450oC ( 842oF ) atau lebih sangat diperlukan untuk membakar endapan karbon yang terdapat pada insulator dan electrode tengah busi. Temperatur inilah yang disebut dengan SELF-CLEANING TEMPERATURE PRE IGNITION TEMPERATURE Jika temperature pada electrode tengah dari pada busi melebihi 950oC ( 1742oF ), electrode tengah busi dapat berfungsi sebagai penyedia panas yang dapat membakar campuran bahan bakar dan udara tanpa lompatan bunga api listrik. Kejadian seperti ini disebut dengan PRE IGNITION Pre-ignition dapat menyebabkan : Mesin kehilangan tenaga karena timing pengapian menjadi tidak tepat. Electrode tengah busi meleleh. Piston menjadi berbintik bintik atau meleleh Jenis-jenis busi PLATINUM TIPPED SPARK PLUGS Pada busi platinum : Ujung electrode tengah dan electrode masa dilapisi dengan platinum untuk memperpanjang umur pemakaian busi Features busi platinum : 1. Untuk memperbaiki performa pengapian, diameter electrode tengah telah dikurangi dari 2,5 mm menjadi 1,1 mm 2. Electrode tengah dan masa dilapisi dengan platinum untuk memperpanjang umur pemakaian busi. 3. Diameter kepala baut untuk mengeraskan busi dirubah dari 20,6 mm menjadi 16 mm untuk mengurangim bobot dan memperbaiki pendinginan busi.

SISTEM PENGAPIAN PADA KENDARAAN

Page 12

4. Untuk mempermudah membedakan busi platinum dengan busi biasa, pada busi platinum dilengkapi dengan 5 buah lingkaran biru-tua pada insulatornya.

IRIDIUM - TIPPED SPARK PLUGS Busi iridium : Busi jenis ini menggunakan iridium alloy pada center electrode dan platinum pada electrode ground. Ini akan memberikan keuntungan dengan umur pemakaian yang lebih panjang dan membuat kemapuan busi yang lebih tinggi BUSI DENGAN RESISTOR Loncatan bunga api listrik, menghasilkan electromagnetis dan dapat menyebebkan gangguan pada peralatan electronic. Akibatnya peralatan electronic tersebut menjadi tidak dapat berfungsi dengan baik. ( mis : seperti ignitor pada coil yang dilengkapi dengan ignitor ) Busi yang dilengkapi dengan resistor, mempunyai thanan dari keramik yang dapat mencegah tejadinya penyebab gangguan.

19. Kabel Tegangan Tinggi


Kabel tegangan tinggi berfungsi untuk menyalurkan arus listrik tegangan tinggi hasil induksi sekunder koil ke busi. Tegangan yang dialirkan sebesar 15.000 volt SISTEM PENGAPIAN PADA KENDARAAN Page 13

sampai 30.000 volt. Kabel tegangan tinggi terdiri dari tembaga yang diisolasi dengan karet silikon, karena arus yang mengalir tegangannya sangat tinggi maka isolatornya sangat tebal.

20.CARA KERJA SISTEM PENGAPIAN BREAKER POINT


Berikut akan dijelaskan mengenai prinsip kerja sistem pengapian konvensional. Prinsip kerja sistem pengapian konvensional ada dua kondisi yaitu kondisi saat kunci kontak ON platina menutup dan Aliran arus listrik pada saat platina membuka. 1) Pada saat kunci kontak ON, Platina menutup

Aliran Arus Listrik Saat Konci Kontak ON, Platina Menutup Aliran arusnya adalah sebagai berikut: Baterai ----> Kunci kontak ----> Primer koil ----> Platina ----> Massa. Akibat aliran listrik pada primer koil, maka inti koil menjadi magnet.

SISTEM PENGAPIAN PADA KENDARAAN

Page 14

2) Saat platina membuka

Aliran Arus Saat Platina terbuka

Saat platina membuka, arus listrik melalui primer koil terputus, terjadi induksi tegangan tinggi pada sekunder koil, sehingga arus akan mengalir seperti dibawah ini: Sekunder koil ----> Kabel tegangan tinggi ----> Tutup distributor ----> Rotor ----> Kabel tegangan tinggi (kabel busi) ----> Busi ----> Massa. Akibat aliran listrik tegangan tinggi dari sekunder koil, mampu meloncati tahanan udara antara elektroda tengah dengan elektroda massa pada busi dan menimbulkan percikan bunga api.

21. TRANSISTORIZED TYPE


Pada sistim pengapian transistor, pemutusan arus yang mengalir ke primary coil diatur secara electronic menggunakan transistor

SISTEM PENGAPIAN PADA KENDARAAN

Page 15

Sistim pengapian Transistor dikembangkan untuk menghapuskan adanya pemeliharaan, yang akhirnya akan mengurangi adanya biaya pemeliharaan. Didalam sistim pengapian transistor, didalam distributor dilengkapi dengan signal generator, yang menggantikan fungsi platina dan cam.Signal generator membangkitkan tegangan untuk mengaktifkan transistor yang berfungsi untuk memutuskan dan menghubungkan arus yang masuk ke dalam primary coil

22. SIGNAL GENERATOR


Signal generator terdiri dari : 1. Magnet permanent yang berfungsi untuk memberikan induksi medan magnet pada pick-up coil. 2. Pick-up coil fungsinya untuk membangkitkan arus listrik AC 3. Signal rotor, untuk memberikan induksi medan magnet pada pick-up coil sesuai dengan timing pengapian

SISTEM PENGAPIAN PADA KENDARAAN

Page 16

PRINSIP PEMBANGKITAN EMF Magnetic Flux dari magnet permanent, mengalir dari signal rotor ke pick-up coil. Celah udara antara rotor dengan pick-up coil berubah ubah, dan mengakibatkan kepadatan garis gaya magnet pada pick-up coil juga berubah. Perubahan kepadatan garis gaya magnet ini akan membangkitkan EMF ( tegangan ) didalam pick-up coil.

PENGARUH POSISI ROTOR TERHADAP PICK-UP COIL Jika Signal rotor terus berputar, celah udara mengecil, & flux density menjadi besar. Pada posisi (B) perubahan flux yang terbesar, maka EMF yang dibangkitkan menjadi besar. EMF yang terbesar tidak dibangkitkan pada saat magnetic flux itu sendiri terkuat seperti pada (A) & (C) tetapi perubahan magnetic flux terbesar pada (B) & (D).

SISTEM PENGAPIAN PADA KENDARAAN

Page 17

23. IGNITER
Igniter terdiri dari sebuah dectector yang mendeteksi EMF yang dibangkitkan oleh signal generator, amplifer & power transistor, yang melakukan pemutusan arus primer ignition coil. Pengatur dwell untuk mengoreksi primari signal sesuai dengan bertambahnya putaran mesin disatukan didalam igniter. Beberapa tipe igniter dilengkapi dengan current limiting circuit untuk mengatur arus primer

24. PENGATURAN DWELL


Lamanya arus mengalir melalui kumparan primer biasanya menurun bila kecepatan mesin bertambah, dengan demikian tegangan induksi pada kumparan sekunder berkurang.

SISTEM PENGAPIAN PADA KENDARAAN

Page 18

CHARACTERISTICS PENGATURAN SUDUT DWELL Pengaturan sudut dwell, diatur secara electronic sesuai dengan kebutuhan, berapa lama primary coil harus dialiri arus untuk pembentukan medan magnet. Sesuai dengan kecepatan putaran mesin. Pada saat putaran rendah sudut dwell diturunkan untuk mencegah kelebihan arus yang mengalir pada primary coil. Dan akan dinaikkan pada saat putaran mesin naik, untuk mencegah penurunan tegangan yang mengalir pada primary coil

PENGATURAN SUDUT DWELL Pengaturan sudut dwell dipengaruhi oleh circuit control atau bentuk gelombang out put. Ini tergantung pada tipe igniter. Pada tipe circuit control, sirkuit penambah dwell diberikan didalam igniter untuk menurunkan tegangan operasi power transistor dengan memanfaatkan kenaikan tegangan yang diinduksikan dalam pick-up coil yang terjadi pada saat kenaikan putaran mesin. SISTEM PENGAPIAN PADA KENDARAAN Page 19

Pada tipe pengontrolan bentuk gelombang output, maka bentuk gelombang output dari pick-up coil dirubah dengan menggunakan signal rotor yang bentuknya sedikit berbeda dengan signal rotor biasa.

CURRENT LIMITING CONTROL Current limiting control adalah suatu system untuk memperbaiki aliran arus yang mengalir pada kumparan primer, sehingga arus yang mengalir dipertahankan selalu konstan, dari kecepatan rendah sampai kecepatan tinggi, untuk menghasilkan tegangan sekunder yang konstan. Dengan diturunkannya nilai tahanan, untuk memperbaiki performance coil, ini membuat aliran arus yang mengalir pada primary coil menjadi naik. Hal ini akan menyebabkan coil atau power transistor terbakar, untuk mengatasi hal ini arus yang mengalir pada primary coil dipertahankan pada nilai yang tetap. Sistim ini dikontrol secara electronic oleh ignitor sehingga arus yang mengalir pada primary coil tidak berlebihan. Current limiting control akan membatasi arus yang mengalir pada primary coil, dan external resistor tidak diperlukan lagi

25. IIA INTEGRATED IGNITION ASSEMBLY


IIA, menggabungkan antara ignitor dan coil didalam distributor Keuntungan dari IIA : 1. Kecil dan ringan 2. Tidak terjadi kendala putus sambungan , sehingga lebih handal 3. Tidak mudah terpengaruh oleh kondisi sekitarnya. SISTEM PENGAPIAN PADA KENDARAAN Page 20

26. ESA ELECTRONIC SPARK ADVANCE


Dalam sistim ESA, harga dari setiap pengapian optimum mesin disimpan didalam ECU. Sistim ini mendeteksi kondisi mesin ( RPM, Beban, temperatur ). Berdasarkan signal dari sensor sensor pada mesin, kemudian ESA akan menentukan timing pengapian yang paling optimum pada kondisi mesin saat itu. Agar dapat bekerja, sistim ESA menggunakan Pick-up Coil didalam distributor untuk mengahasilkan signal Ne ( RPM ) dan signal Ge ( posisi crank shaft / Crank angle sensor ). Vacuum controller dan governor mechanism dihilangkan.

Dengan sistim ini, ketelitian kontrol sistim pengapian lebih baik dibandingkan dengan sistim konevnsional, yang hanya mengandalkan rpm dan kevacuuman yang linear pada intake manifold yang dideteksi dengan governor dan vacuum advancer.

SISTEM PENGAPIAN PADA KENDARAAN

Page 21

27. DLI & DIS (DISTRIBUTOR LESS IGNITION or DIRECT IGNITION SYSTEM)
Pada sistim pengapian electronic konvensional, tegangan tinggi yang dihasilkan oleh coil didistribusikan ke busi oleh distributor. Sekarang systim DLI ( Distributor Less Ignition ) sudah mulai banyak digunakan. Sistim ini mempunyai keuntungan sebagai berikut 1. Karena distributor dihilangkan, terjadinya kerugian pada sistim pengapian yang diakibatkan oleh distributor dapat dihilangkan. 2. Dengan tidak adanya rotor untuk membagi tegangan tinggi, derajat perubahan timing pengapian dapat dibuat lebih lebar CONSTRUCTION & OPERATION DLI / DIS adalah sistim pengapian yang terdiri dari sensor sensor, ECU, ignitor, dan coil.ECU akan menentukan timing pengapian yang optimal sesuai dengan RPM, beban dan temperatur mesin. Kemudian ecu akan mengirim signal pengapian ke ignitor sesuai dengan firing order yang sudah disimpan didalam ECU.

28. IGNITION COIL WITH HIGH VOLTAGE DIODE


Untuk model model tertentu ignition coil dilengkapi dengan diode tegangan tinggi, pada coil yang seperti ini nilai tahanan coil tidak dapat diukur. Untuk menentukan apakah coil tersebut masih baik atau tidak, dengan menukar coil yang kita anggap rusak dengan coil yang masih baik dan memastikan percikan bunga apinya.

SISTEM PENGAPIAN PADA KENDARAAN

Page 22

SISTEM PENGAPIAN PADA KENDARAAN

Page 23