Anda di halaman 1dari 36

BAB II PEMBAHASAN 1. Rickettsia Rickettsia adalah genus bakteri gram-negatif.

Rickettsia bersifat parasit intraselular obligat, dan dapat menyebabkan penyakit Rickettsia. Menjadi Parasit intra seluler obligat , kelangsungan hidup Rickettsia tergantung pada entri, pertumbuhan, dan replikasi dalam sitoplasma dari eukariotik sel inang (sel endotel biasanya). Metode perkembangan Rickettsia dalam embrio ayam ditemukan oleh Ernest William Goodpasture dan koleganya di Universitas Vanderbilt pada tahun 1930-an. A. Morfologi Rickettsia Berdasarkan morfologi dinding selnya menunjukkan bahwa bakteri ini merupakan bakteri gram negatif berbentuk basil. Rickettsia merupakan genus organisme non-meotile, tidak memiliki bentuk spora, termasuk bakteri pleomorfik yang dapat berbentuk coccus (diameter 0,1) maupun batang (diameter 1,4 ). Bakteri ini memiliki membran luar dan lapisan muiren yang tipis. Muiren merupakan polimer yang ditemukan pada dinding sel dari organisme prokariotik. Lipoposakarida yang merupakan ciri bakteri gram negatif dapat ditemukan jelas pada membran luarnya.

Rickettsia dapat berbentuk batang, kokoid atau pleomorf. Rickettsia bersifat Gram negatif, berukuran 1 0,3 mikron, merupakan parasit intraseluler obligat kecuali Rochalimaea quintana yang dapat hidup dalam pembenihan tanpa sel. Kelangsungan hidup Rickettsia tergantung pada entri, pertumbuhan, dan replikasi dalam sitoplasma dari eukariotik sel inang (sel endotel biasanya). Karena itu, Rickettsia tidak bias hidup dalam lingkungan nutrisi buatan dan tumbuh baik dalam jaringan atau embrio budaya (biasanya, embrio ayam yang digunakan). Di masa lalu rickettsia ditempatkan di suatu tempat antara virus dan bakteri . Namun tidak seperti Chlamydia , Mycoplasma , dan Ureaplasma , organisme rickettsia memiliki dinding sel 1

yang mirip dengan lainnya bakteri gram negatif. Mayoritas bakteri Rickettsia rentan terhadap antibiotik dari kelompok tetrasiklin. B. Metabolisme Rickketsia a. Enzim Rickettsia mempunyai enzim yang penting untuk metabolisme. Dapat mengoksidasi asam piruvat, suksinat dan glutamat serta mengubah asam menjadi asam apartat. Rickettsia juga dapat tumbuh dalam biakan sel. Seperti bakteri, perbandingan kadar RNA dan DNA pada Rickettsia adalah 3,5 : 1. Dinding sel serupa dengan dinding sel kuman Gram negatif yang terdiri dari peptidoglikan yang mengandung asam muramat. b. Pertumbuhan Meskipun sangat kecil dan selalu terdapat didalam sel, Rickettsia bukanlah termasuk virus melainkan golongan bakteri. Rickettsia mempunyai sifat-sifat yang sama dengan sifat-sifat bakteri yaitu mengandung asam nukleat yang terdiri dari RNA dan DNA , berkembang biak dengan pembelahan biner , dinding sel mangandung mukopeptida, mempunyai ribosom, mempunyai enzim yang aktif pada metabolisme, dihambat oleh obat-obat anti bakteri dan dapat membentuk ATP sebagai sumber energi. Spesies Rickettsia dibawa oleh beberapa jenis parasit seperti kutu dan dapat menyebabkan penyakit seperti thypus, rickettsialpox, Boutonneuse fever dan Rocky Mountain spotted fever pada tubuh manusia. Bakteri ini juga dihubungkan dengan beberapa penyakit pada tanaman. Seperti virus, bakteri ini juga dapat hidup pada sel yang hidup. Nama Rickettsia sering digunakan untuk banyak jenis dari ordo Rickettsiales. Rickettsia lebih dapat dimasukkan dalam keluarga bakteri karena Rickettsia mempunyai organella mitokondria yang tetap ada pada sebagian besar sel eukariot. Metode untuk menumbuhkan Rickettsia pada embrio ayam ditemukan oleh Ernest William Goodpasture dan universitas Vanderbilt pada awal tahun 1930. Segmen tertentu dari genom Rickettsia menyerupai mitokondria. Genom dari Rickettsia prowazekii adalah 1,111,523 bp panjang dan berisi 834 protein-kode gen. Genus Rickettsia sendiri dinamai menurut Howard Taylor Ricketts (1871-1910) yang bekerja dan mati disebabkan penyakit thypus.

c. Pemeliharaan Jika disimpan pada suhu 00 C Rickettsia akan kehilangan aktivitas biologiknya yang serupa aktivitas hemolitik dan respirasinya, toksisitas dan infektivitasnya. Semua aktivitas tersebut dapat dipulihkan jika ditambahkan Nicotinamida adenine dicnucleatide (NAD) . Aktivitas biologiknya juga dapat hilang jika disimpan pada suhu 360C kecuali jika ditambahkan glutamat, piruvat atau ATP. Rickettsia tumbuh dalam berbagai bagian dari sel. Rickettsia prowazekii dan Rickettsia typhi ( Rickettsia mooseri ) tumbuh dalam sitoplasma sedangkan golongan penyebab stopped fever tumbuh dalam inti sel. Rochalimaea quintana dapat tumbuh dalam pembenihan tanpa sel. Rickettsia dapat tumbuh subur jika metabolisme sel hospes dalam tingkat rendah, misalnya dalam telur bertunas pada suhu 320C. Perkembangan kuman akan sangat berkurang jika suhunya dinaikkan sampai 400C. Pemberian sulfonamida akan memperberat penyakit yang disebabkan oleh Rickettsia karena obat ini meningkatkan pertumbuhan kuman. Sebaliknya para- amino benzoic acid ( PABA ) yang struktur molekulnya analog sulfonamida yang dapat menghambat pertumbuhan rickettsia. Efek hambatan ini dapat dihilangkan oleh parahydroxybenzoic acid. Tetrasiklin dan khloramfenikol dapat menghambat pertumbuhan kuman , keduanya dapat dipakai untuk pengobatan rickettsiosis. 3

Pada umumnya rickettsia dapat dimatikan dengan cepat pada pemanasan dan pengeringan atau oleh bahan-bahan bakterisid. Rickettsia mudah mati jika disimpan pada suhu kamar tetapi dalam tinja serangga yang telah mengering dapat tetap infektif selama berbulan bulan meskipun dalam suhu kamar. Penyebab fever tahan terhadap tindakan pasteurisasi pada suhu 600C selama 30 menit. 2. Mycoplasma Mycoplasma merupakan mikroorganisme prokariot terkecil, yaitu mikroorganisme yang tidak memiliki membran inti sel. Ada yang berpendapat bahwa mycoplasma dapat dimasukkan dalam kelompok bakteri gram negatif karena tidak adanya membran inti sel ini, namun ada pula yang berpendapat mycoplasma dikelompokkan tersendiri. Namun kepekaan mycoplasma terhadap antibiotik berbeda dengan bakteri gram negatif. Mycoplasma dapat menginfeksi seluruh jenis hewan. Pada unggas, mikrooganisme ini sering menginfeksi saluran respirasi (pernapasan), terutama kantung hawa. Diantara lain terdapat dua mycoplasma yang menyerang unggas yaitu mycoplasma gallisepticum (penyebab CRD) dan M. gallinarum. Ayam yang sembuh dari serangan Mycoplasma akan bersifat carrier (pembawa). A. Morfologi Mycoplasma Ciri-ciri organisme Mycoplasma tidak dapat dipelajari dengan metode bakteriologi biasa karena ukuran koloninya kecil, sifat plastisnya serta kelembutan selnya (karena tidak memiliki dinding sel yang kaku/keras), dan ketiadaan warna ketika diberikan perlakuan perwarnaan anline. Morfologinya berbeda-beda sesuai dengan metode pengujian (seperti pengujian dengan menggunakan mikroskop lapangan gelap, immune fluorescen, pewarnaan Giemsa pada media padat atau cair, fiksasi agar). B. Metabolisme Mycoplasma Mikoplasma tidak terdapat dipelajari dengan cara-cara bakteriologik yang biasa dilakukan karena koloninya kecil, plastisitas dan kehalusan sel-selnya (akibat tidak mempunyai dinding sel yang kaku), dan hasil pewarnaannya yang jelek dengan zat warna aniline. Morfologinya berbeda-beda sesuai dengan cara pemeriksaan yang digunakan (misalnya, lapangan gelap, imunofluoresensi, sediaan yang diwarnai dengan Giemsa dari pembenihan padat atau cair, fiksasi agar). Mikoplasma bersifat pleomorik (dapat berubah bentuk), tidak mempunyai dinding sel, kebanyakan bersifat parasit, merupakan jasad renik bebas berukuran paling kecil, membran 4

sitoplasma mengandung sterol, disebut juga PPLO (pleuro-pneumonia-like organism), tahan terhadap penisilin. Pertumbuhan dalam pembenihan cair menghasilkan berbagai bentuk yaitu, cincin, batang dan badan spiral, filament, dan granula. Pertumbuhan pada pembenihan padat pada dasarnya terdiri atas massa protoplasma plastis dengan bentuk tidak teratur dan mudah berubah. Mikoplasma mempunyai struktur sangay primitif, pada media padat secara prinsip membentuk massa dengan protoplasma yang plastis dengan bentuk yang tidak jelas hingga mudah didistorsi. Struktur-struktur ini sangat bervariasi ukuran diameternya, yang berkisar antara 50 hingga 300 mm. Mycoplasma juga dapat berkembangbiak dalam perbenihan tanpa sel dan pertumbuhannya dihambat oleh antibodi spesifik.

3. Cendawan Fungi atau cendawan adalah organisme heterotrof, mereka memerlukan senyawa organik untuk nutrisinya. Bila mereka hidup dari benda organik mati yang terlarut, mereka disebut saprofit. Saprofit menghancurkan sisa tumbuhan dan hewan yang kompleks, menguraikannya menjadi zat-zat kimia yang lebih sederhana, kemudian dikembalikan kedalam tanah, dan selanjutnya meningkatkan kesuburannya. Jadi mereka sangat menguntungkan bagi manusia. Sebaliknya mereka juga dapat merugikan kita bilamana mereka membusukkan kayu, tekstil, makanan dan bahan-bahan yang lain. Cendawan saprofitik juga penting dalam fermentasi industri, misalnya pembuatan bir, minuman anggur dan produksi antibiotic seperti penisilin, peragian adonan dan pemasakan beberapa keju juga tergantung kepada kegiatan cendawan. Cendawan mempunyai berbagai macam penampilan, tergantung pada spesiesnya. Telaah mengenai cendawan disebut mikologi. Cendawan terdiri dari kapang dan khamir. Kapang bersifat filamentus sedangkan khamir biasanya uniseluler. A. Morfologi Jamur Pada umumnya jamur dibagi menjadi 2 yaitu: khamir (Yeast) dan kapang (Mold). a. Khamir Khamir adalah bentuk sel tunggal dengan pembelahan secara pertunasan. Khamir mempunyai sel yang lebih besar daripada kebanyakan bakteri, tetapi khamir yang paling kecil tidak sebesar bakteri yang terbesar.khamir sangat beragam ukurannya,berkisar antara 1-5 m lebarnya dan panjangnya dari 5-30 m atau lebih.Biasanya berbentuk telur,tetapi 5

beberapa ada yang memanjang atau berbentuk bola. Setiap spesies mempunyai bentuk yang khas, namun sekalipun dalam biakan murni terdapat variasi yang luas dalam hal ukuran dan bentuk.Sel-sel individu, tergantung kepada umur dan lingkungannya. Khamir tidak dilengkapi flagellum atau organ-organ penggerak lainnya. 1) Khamir Murni Adalah khamir yang dapat berkembang biak dengan cara seksual dengan pembentukan askospora khamir ini diklasifikasikan sebagai Ascomycetes (Saccharomyces cerevisae, Saccharomyces carlbergesis, Hansenula anomala, Nadsonia sp). 2) Khamir Liar Adalah khamir murni yang biasanya terdapat pada kulitanggur. Khamir ini mungkin digunakan dalam proses fermentasi, meskipun galur yang diperbaiki telah dikembangkan yang menghasilkan anggur dengan rasa yang lebih enak dengan bau yang lebih menyenangkan. Khamir liar yang ada dikulit anggur dimatikan dengan penambahan dioksida belerang pada buah anggur yang telah dihancurkan. Inokulum galur khamir yang dikehendaki ditambahkan kemudian untuk memfermentasi air perasan anggur. 3) Khamir Atas Adalah khamir murni yang cenderung memproduksi gas sangat cepat sewaktu fermentasi,sehingga khamir itu dibawa kepermukaan. Khamir atas mencakup khamir yang digunakan dalam pembuatan roti,untuk kebanyakan anggur minuman dan bir inggris (Saccharomyces cereviceae). 4) Khamir Dasar Adalah khamir murni yang memproduksi gas secara lebih lamban pada bagian awal fermentasi. Jadi sel khamir cenderung untuk menetap pada dasar. Galur terpilih digunakan dalam industri bir lager (Saccharomyces carlsbergensis). 5) Khamir Palsu atau Torulae Adalah khamir yang didalamnya tidak terdapat atau dikenal tahap pembentukan spora seksual. Banyak diantaranya yang penting dari segi medis (Cryptococcus neoformans, Pityrosporum ovale, Candida albicans). b. Kapang Tubuh atau talus suatu kapang pada dasarnya terdiri dari 2 bagian miselium dan spora (sel resisten, istirahat atau dorman). Miselium merupakan kumpulan beberapa 6

filamen yang dinamakan hifa. Setiap hifa lebarnya 5-10 m, dibandingkan dengan sel bakteri yang biasanya berdiameter 1 m. Disepanjang setiap hifa terdapat sitoplasma bersama. Ada 3 macam morfologi hifa: 1) Aseptat atau senosit, hifa seperti ini tidak mempunyai dinding sekat atau septum. 2) Septat dengan sel-sel uninukleat, sekat membagi hifa menjadi ruang-ruang atau sel-sel berisi nucleus tunggal. Pada setiap septum terdapat pori ditengah-tengah yang memungkinkan perpindahan nucleus dan sitoplasma dari satu ruang keruang yang lain.setiap ruang suatu hifa yang bersekat tidak terbatasi oleh suatu membrane sebagaimana halnya pada sel yang khas, setiap ruang itu biasanya dinamakan sel. 3) Septat dengan sel-sel multinukleat, septum membagi hifa menjadi sel-sel dengan lebih dari satu nukleus dalam setiap ruang. Kapang lendir merupakan sekumpulan mikroorganisme yang heterogen. Pada kapang lendir terdapar ciri-ciri hewan dan tumbuhan. Fase vegetatif atau somatic yang aselular dan merayap jelas mempunyai struktur dan fisiologi seperti binatang, struktur reproduktifnya seperti tumbuhan,yaitu menghasilkan spora yang terbungkus dinding yang nyata.gabungan fase seperti binatang dan seperti tumbuhan dalam satu daur hidup merupakan ciri pembeda kapang lendir. Ada 4 tipe kapang lendir yang berbeda dalam struktur dan fisiologi serta masing-masing mempunyai daur hidup yang khas yaitu kapang lendir sejati (Myxomycetes), kapang lendir endoparasit (Plasmodiophoromycetes), kapang lendir jaring (Labyrinthulales), kapang lendir selular (Acraciales). a) Kebutuhan makanan Cendawan secara umum ialah makhluk hidup eukariotik, heterotrofik (tidak memiliki klorofil), memperoleh nutrisi melalui absorbsi dan enegi simpanannya berupa glikogen. Cendawan tidak memiliki klorofil seperti tumbuhan sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis dan menyimpan karbohidratnya dalam bentuk glikogen bukan pati seperti pada tumbuhan. Cendawan tidak menelan dan mengunyah makanan seperti pada hewan, melainkan merombak makanannya di luar tubuh secara enzimatik dan diserap melalui hifa. Cendawan termasuk makhluk hidup eukariotik karena sudah memiliki inti sel yang terbungkus membran. Hidupnya bersifat heterotrof dengan menggunakan bahan 7

organik yang sudah tersedia. Bahan organik yang digunakan dapat berupa bahan organik mati (saprotrof) atau bahan organik hidup (simbiosis). Simbionsis dapat bersifat antagonistik dan mutualistik. Cendawan yang melakukan simbioisis antagonistik dapat menyebabkan penyakit parasitik yang merugikan makhluk hidup inangnya. Sebaliknya, cendawan yang membentuk simbiosis mutualistik

menguntungkan baik inang maupun cendawannya itu sendiri. Inang untuk cendawan ialah tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme termasuk cendawan. b) Kebutuhan air Pada umumnya jamur benang lebih tahan terhadap kekeringan dibanding khamir atau bakteri. Namun demikian, batasan (pendekatan) kandungan air total pada makanan yang baik untuk pertumbuhan jamur dapat diestimasikan, dan dikatakan bahwa kandungan air di bawah 14-15% pada biji-bijian atau makanan kering dapat mencegah atau memperlambat pertumbuhan jamur. c) Kebutuhan udara Kebanyakan jamur termasuk dalam kelompok mesofilik, yaitu dapat tumbuh pada suhu normal. Suhu optimum untuk kebanyakan jamur sekitar 25 - 30C, namun beberapa tumbuh baik pada suhu 35 - 37C atau lebih, misalnya pada spesies Aspergillus. Sejumlah jamur termasuk dalam psikrotrofik, yaitu yang dapat tumbuh baik pada suhu dingin dan beberapa masih dapat tumbuh pada suhu dibawah pembekuan (-5 s/d 10C). Hanya beberapa yang mampu tumbuh pada suhu tinggi (termofilik). Jamur benang biasanya bersifat aerob, yang membutuhkan oksigen untuk pertumbuhanya. Kebanyakan jamur dapat tumbuh pada interval pH yang luas (pH 2,08,5), walaupun pada umumnya jamur lebih suka pada kondisi asam. d) Enzim Jamur pada umumnya mampu menggunakan bermacam-macam makanan, dari sederhana sampai yang kompleks. Kebanyakan jamur memiliki bermacam-macam enzim hidrolitik, yaitu amilase, pektinase, proteinase dan lipase

B. Metabolisme a. Khamir Yeast dapat dibedakan atas dua kelompok berdasarkan sifat metabolismenya yaitu bersifat fermentatif dan oksidatif. Jenis fermentatif dapat melakukan fermentasi alkohol yaitu memecah gula (glukosa) menjadi alkohol dan gas contohnya pada produk roti. Sedangkan oksidatif (respirasi) maka akan menghasilkan CO2 dan H2O. Keduanya bagi yeast adalah dipergunakan untuk energi walaupun energi yang dihasilkan melalui respirasi lebih tinggi dari yang melalui fermentasi. b. Pertumbuhan Penyebaran jamur di alam sangat luas. Jamur terdapat dalam tanah, buah-buahan, dalam air, bahan organik, bahan makanan, sebagai saprofit atau parasit pada tanaman, hewan dan manusia. Spora jamur beterbangan diudara dan spora tersebut akan

berkecambah menjadi sel vegetatif jika jatuh di tempat yang memungkinkan untuk hidupnya. Pertumbuhan awal jamur benang adalah lambat dibandingkan dengan bakteri atau khamir, oleh karena itu ketika kondisi lingkungan yang menguntungkan bagi pertumbuhan seluruh mikroba, jamur biasanya kalah dalam berkompetensi. Namun demikian setelah pertumbuhan berlangsung, kemnungkinan jamur akan tumbuh dengan cepat. c. Pemeliharaan Salah satu pemeliharaan dari cendawan atau jamur dalam kehidupan nyata yaitu pada budidaya jamur merang, dimana hal yang harus dilakukan antara lain mengatur suhu dan kelembaban udara dalam shed. Suhu dipertahankan pada 35-40 derajat C dan kelembaban pada 80-90%. Ventilasi udara diatur sebaik-baiknya agar kelembaban kompos dapat terjada. Membuang jamur-jamur liar teruma jenis coprinus. Tutup plastik bedeng harus serapat mungkin, jangan sampai terjadi kebocoran. Lama pertumbuhan jamur antara 14-16 hari. 4. Virus Virus adalah parasit intraselular obligat. Virus memberikan perhatian pada satuan biologi yang dalam keadaan sendiri tidak memiliki kehidupan, sebab virus memanifestasikan kehidupan sendiri yang diukur oleh reproduksi hanya setelah berhasil memasuki sel inang yang rentan. Jadi virus berada dalam daerah somatik samar-samar antara hidup dan tidak hidup. Statusnya 9

bergantung kepada apakah virus berkembang biak didalam sel yang rentan atau apakah virus berada dalam ekstraselular. Pemilahan viru dapat dilakukan berdasarkan ukuran, bentuk, susunan kimiawi, kisaran organisme yang diserang kerusakan ditimbulkan pada sel dan mengubah sifat genetik. Virus mempunyai ukuran dan bentuk yang beraneka ragam, tetapi pada umumnya jelas dibawah batas penglihatan mikroskop cahaya. Ukuran virus dapat ditentukan dengan beberapa teknik, virus menduduki kisaran 20 hingga 250 nm (satu nanometer adalah sepermilyar meter). Jadi bakteri yang panjangnya 1 nm sama dengan 1000 nm. Tiga teknik dasar yang digunakan untuk menentukan ukuran virus adalah : 1) Filtrasi melalui membran yang degradasi yang ukuran pori membrannya diketahui. 2) Sentrifugasi kecepatan tinggi (100.000 kali lebih besar dari gravitasi. 3) Pengamatan langsung dengan mikroskop electron

A. Morfologi virus Virus dibagi menjadi 3 bagian, yaitu : a. Virus bakteri Bakteriofage (atau sederhananya fage) yaitu virus yang menginfeksi bakteri dan hanya dapat bereproduksi didalam sel bakteri, ditemukan secara terpisah oleh Frederick W. T di Inggris pada tahun 1915 dan oleh Felix dHerelle di institut Pasteur di Paris pada tahun 1917. Mikroskop elektron telah memungkinkan ditentukannya ciri-ciri struktural virus bakterial. Semua fage mempunyai inti asam nukleat yang ditutupi oleh selubung protein atau kapsid. Kapsid ini tersusun dari sub unit sub unit morfologis (seperti tampak pada mikroskop elektron) yang disebut kapsomer. Kapsomer terdiri dari sejumlah sub unit atau molekul protein yang disebut protomer. Struktur halus dan anatomis suatu bentuk morfologis umum bakteriofage yaitu satu kepala dan satu ekor. Virus bakteri dapat dikelompokkan kedalam enam tipe morfologis, yaitu : 1) Tipe yang paling rumit mempunyai kepala heksagonal, ekor yang kaku dengan seludang kontraktil dan serabut ekor.

10

2) Serupa dengan yang pertama, tipe ini mempunyai kepala heksagonal tetapi tidak mempunyai seludang kontraktil, ekornya kaku dan mengenai serabut ekor ada yang mempunyai dan ada yang tidak. 3) Tipe ini dicirikan oleh sebuah kepala heksagonal dan sebuah ekor yang lebih pendek daripada kepalanya. Ekornya itu tidak mempunyai seludang kontraktil dan mengenai serabut ekor ada yang mempunyai dan ada yang tidak. 4) Tipe ini mempunyai sebuah kepala tanpa ekor dan kepalanya tersusun dari kapsomer besar. 5) Tipe ini mempunyai sebuah kepala tanpa ekor, dan kepalanya tersusun dari kapsomer kecil. 6) Tipe ini berbentuk filamen. Tipe-tipe 1, 2 dan 3 menunjukkan morfologi yang unik bagi bakteriofage. Tipe-tipe morfologis dalam kelompok 4 dan 5 dijumpai pula pada virus tumbuhan dan hewan (termasuk serangga). Bentuk yang seperti filamen pada kelompok 6 dijumpai pada beberapa virus tumbuhan. Bentuk virus pada umumnya mengingatkan kita pada bentuk hablur, ada yang serupa kotak, berbidang banyak (polihedron), ada yang serupa bola dan ada yang serupa batang jarum. b. Virus hewan dan tumbuhan Seperti halnya bakteriofage, virion hewan dan tumbuhan tersusun dari suatu inti asam nukleat yang terletak di tengah dikelilingi oleh suatu kapsid yang terbuat dari kapsomer-kapsomer. Semua virion memiliki struktur simetri sejati. Namun pada beberapa virus hewan, nukleokapsid (asam nukleat dan kapsid) dibungkus oleh suatu membran luar yang disebut sampul, yang terbuat dari lipoprotein dan menyembuntikan simetri ini. Virion yang mempunyai sampul peka terhadap pelarut lemak seperti eter dan kloroform. Kemampuan menginfeksinya dilumpuhkan oleh pelarut semacam ini. Virus yang tidak bercampur disebut virion bugil. Virus-virus ini tidak terpengaruh oleh pelarut lemak. Virus-virus hewan dan tumbuhan sangat beragam ukuran serta bentuknya. tetapi tidak mempunyai morfologi berudu yang khas seperti pada beberapa bakteriofage. Ukuran dan bentuk merupakan ciri khas bagi setiap tipe virus. Ukuran virion berkisar dari 10 sampai 300 nm.

11

Morfologi Virus hewan dan tumbuhan dapat diklasifikasikan ke dalam empat kelompok, berdasarkan pada morfologi keseluruhan sebagai berikut : 1) Ikosahedral Contoh-contohnya ialah poliovirus dan adenovirus masing-masing merupakan penyebab penyakit polio dan infeksi saluran pernafasan. 2) Helikal Virus rabies merupakan salah satu contohnya, banyak virus tumbuhan yang berbentuk heliks. 3) Bersampul Nukleokapsid bagian dalam virus ini yang dapat berbentuk ikosahedral ataupun helikal dikelilingi oleh sampul seperti membrane. Beberapa sampul mempunyai proyeksi permukaan yang disebut duri yang terbuat dari glikoprotein (protein dengan gugusangugusan karbohidrat). Kehadirannya biasanya dihubungkan dengan kemampuan virion beraglutinasi (menggumpal) dengan eritrosit atau sel-sel darah merah. Virion bersampul bersifat pleomorfik (terbentuk beragam) karena sampul itu tidak kaku. Didalam suatu virus bersampul seperti virus influenza, nukleokapsidnya bergelung didalam sampul. 4) Kompleks Beberapa virus mempunyai struktur yang rumit sebagai contoh virus stomatitis vesiculer (patogen pada ternak) berbentuk peluru dan bagian luar virion mempunyai duri-duri seperti yang dijumpai pada sampul. Virus cacar (seperti virus vaksinia, virus yang avirulen atau tidak infektif yang digunakan untuk vaksinasi

terhadap penyakit cacar) tidak memiliki kapsid yang dapat dikenali dengan jelas. Tetapi mempunyai beberapa selubung yang mengelilingi asam nukleat. a) Kebutuhan makanan Pada dasarnya, virus tidak membutuhkan makanan, hanya saja dapat bereproduksi. Virus memerlukan sel hidup untuk dapat melakukan reproduksi. b) Kebutuhan air Virus membutuhkan air sebagai salah satu media penyebarannya. Contohnya yaitu virus HIV yang dapat menular melalui darah, asi, dan sebagainya.

12

c) Kebutuhan udara Selain media cair (air), udara juga merupakan media yang mampu menularkan virus dari inang satu ke calon inang yang lain. d) Enzim Enzim yang dihasilkan oleh virus : - Enzim reverse transcriptase - Enzim nuromidase - Enzim Lisosom Nama virus dan fungsi enzimnya - Retrovirus memiliki enzim transkriptase, berfungsi utk mentranskripsikan RNA ke DNA intermedial. - Virus influenza memiliki enzim neuromidase utk memecah ikatan glikosida dan glikoprotein serta glikolipid yang terkandung dlm jaringan ikat sel hewan, bekerja pd saat lisis/pelepasan. - T4 bakteriphage memiliki enzim lisosom untuk melubangi dinding sel bakteri sehingga DNA virus dapat msk ke dlm sel yg di infeksinya, dan enzim ini dihasilkan pila pada saat lisis.

B. Metabolisme virus Virus dapat melaksanakan metabolismenya bila berada didalam jaringan hidup, diluar itu metabolismenya berhenti. Virus dapat dikatakan makhluk hidup karena memiliki materi genetik (DNA/RNA) dan mempunyai kemampuan memperbanyak diri didalam sel-sel hidup maka virus sering dianggap sebagai parasit obligat intraseluler. Virus di sel inang bisa bersifat mematikan / menjadikan inaktif ADN inang. Selanjutnya, virus menggunakan ADN / ARNnya sendiri untuk menginstruksi sel-sel inang membuat salinan-salinan baru dari virus. Meskipun virus memiliki asam nukleat, virus tidak memiliki organel-organel metabolik sebagai komponen penting pada sel hidup seperti ribosom, sitoplasma, dan membran sel. Virus tidak mempunyai kemampuan melakukan sintesis protein dan membentuk ATP. Selain itu virus dapat dikristalkan. Untuk itu virus dapat dikatakan peralihan antara makhluk hidup dengan benda tak hidup. 13

Kapsit bersama asam nukleatnya disebut nukleokapsid. Bentuk kapsit tersebut menentukan bentuk luar virus. Kapsul pembungkus letaknya menyelubungi kapsid dan tersusun dari bahan lipoprotein (suatu diruvat dari permukaan membran sel inang). Gunanya untuk membantu virus menginfeksi inangnya. Beberapa virus yang memiliki kapsul pembungkus antara lain virus flu dan harpes, dan lain-lain. a. Pertumbuhan Kebanyakan penelitian dalam virologi dilakukan dengan menumbuhkan virus di dalam suatu kultur, mekipun saat ini banyak penelitian yang dilakukan seluruhnya bersandarkan pada gen yang dikloning dan protein yang diekspresikan di luar kultur sel. Virus yang dapat tumbuh di dalam kultur dapat dipelajari lebih detail. Ketidakmampuan untuk tumbuh secara in vitro sangat membatasi kemajuan penelitian, misalnya pada penelitian produksi vaksin dan pengembangan obat-obatan anti virus untuk hepatitis B dan C. Virus ditumbuhkan di dalam kultur bertujuan untuk mendapatkan stock virus. Virus yang telah diremajakan disimpan pada suhu -700C dan disebut sebagai master-stock, sub master stock, dst., tergantung pada jumlah peremajaannya.

5. Alga Ciri Umum Alga : Ukuran sangat beragam Tubuh algae disebut talus Talus terdiri atas: uniseluler dan multiseluler Bersifat eukariotik dan inti selnya memiliki membran Mengandung klorofil untuk fotosintesis Bersifat autotrof

Reproduksi Alga : Aseksual: pembelahan sel dan fragmentasi Seksual: isogami, anisogami, dan oogami

14

Dasar untuk mengklasifikasikan Alga : Pigmen : susunan kimianya Produk makanan cadangan : kimianya Flagela (jika ada) : jumlah dan morfologinya Dinding sel : kimia dan sifat-sifat fisiknya Organisasi sel dimana setiap sel mempunyai perangkat sel yang bervariasi (misal ada yang dilengkapi stigma, pirenoid, dan lain lain) Sejarah hidup (rangkaian perubahan yang lengkap pada suatu organisme) dan reproduksi

Macam-macam Alga : Alga hijau (Clorophyta) Alga merah (Rhodophyta) Alga coklat (Phaeophyta) Alga pirang (Chrysophyta)

Arti Penting Alga : Sebagai fitoplankton Hasil fotosintesis berupa oksigen dimanfaatkan untuk respirasi aerobik Algae tanah untuk stabilitasi dan perbaikan sifat fisik tanah Sumber pupuk: algae merah dan algae coklat Bahan penggosok : Diatom, diatom (dari bahasa Yunani dia yang berarti ' through ' dan tomos yang berarti ' cutting ') adalah suatu kelompok besar dari alga plankton yang termasuk paling sering ditemui. Kebanyakan diatom adalah bersel tunggal, walaupun beberapa membentuk rantai atau koloni. Sel diatom dilapisi dinding sel unik yang terbuat dari silika. Diatom memiliki klorofil dan mampu berfotosintesis. Sumber vitamin: ganggang hijau mengandung vitamin B1, C, dan K banyakSebagai media kultur biologis: ganggang merah Algae Prototheca: patogen pada manusia menyebabkan infeksi/peradangan pada persendian Algae Cephaleuros: menyerang daun teh, kopi, lada, cengkeh, dan jeruk (tropika)

15

Algae lautan: Dinoflagelata dari genus Gymnodinium dan Gonyaulax menghasilkan neurotoksin/racun saraf

A. Alga Merah Alga merah merupakan salah satu kelompok alga yang sering dimanfaatkan potensinya secara ekonomis. Alga merah memiliki potensi kandungan yang dapat dimanfaatkan, diantaranya agar dan karagenan. Agar merupakan senyawa polisakarida sulfat yang memiliki sifat-sifat koloid sehingga banyak dimanfaatkan untuk formulasi berbagai produk. Alga (jamak Algae) adalah biota laut yang umumnya tumbuh melekat pada substrat tertentu, tidak mempunyai akar, batang maupun daun sejati tetapi hanya menyerupai batang yang disebut thallus. Alga tumbuh dengan mendekatkan dirinya pada karang lumpur, pasir, batu dan tumbuhan lain secara spesifik (Anggadiredja, dkk, 2006). Untuk susunan tubuhnya, umumnya bersel banyak (multiseluler), tetapi ada juga yang bersel tunggal (uniseluler) dan sering juga membentuk filamen (benang) (Hidayat, 2006). Proses metabolisme alga memerlukan kesesuaian faktor-faktor fisika dan kimia perairanseperti gerakan air, suhu, kadar garam, nutrisi atau zat hara seperti nitrat dan fosfat, dan pencahayaan sinar matahari. Pada masa pertumbuhannya, zat hara diserap dari media airmelalui thallus, sedangkan proses fotosintesis berlangsung dengan bantuan sinar matahari yang menembus ke perairan ditempat pertumbuhannya (Atmadja, 2007). Setiap jenis alga mempunyai perbedaan dalam proses metabolismenya. Pertumbuhan alga yang mempunyai perbedaan dalam kesesuaian faktor-faktor fisika dan kimia. Alga merah merupakan salah satu hasil perikanan yang penting di Indonesia. Alga merah mempunyai nilai ekonomi tinggi dibandingkan jenis alga merah yang lain karena mengandung karaginan dan agar. Jenisjenis alga merah antara lain; Gracilaria gigas, Gracilaria salicornia, Gracillaria verrucosa, Amphiroa rigida, Hypnea asperi, Eucheuma denticulatum, Eucheuma edule, Kappaphycus alvarezii, Eucheuma spinosum, Laurenciaelata, Gelidium latifolium, dan lain sebagainya.

B. Ganggang Keemasan Divisi Chrysophyta Nama Chrysophyta diambil dari bahasa Yunani, yaitu Chrysos yang berarti emas. Ganggang keemasan atau Chrysophyta adalah salah satu kelas dari ganggang berdasarkan zat warna atau pigmentasinya. Ganggang ini berwarna keemasan karena kloroplasnya 16

mengandung pigmen karoten dan xantofil dalam jumlah banyak dibandingkan dengan klorofil. Kloroplas ganggang ini berbentuk cakram, pita, atau oval. Sel-sel ganggang keemasan memiliki inti sejati (eukarion), dinding sel umumnya mengandung silika (SiO2) atau kersik. Tubuh ganggang ini ada yang terdiri atas satu sel (uniseluler) dan ada yang terdiri atas banyak sel (multiseluler). Ganggang yang bersel satu bisa hidup sebagai komponen fitoplankton yang dominan. Ganggang yang multiseluler berupa koloni atau berbentuk filamen. Ganggang keemasan hidup secara fotoautotrof, artinya dapat mensintesis makanan sendiri dengan memiliki klorofil untuk berfotosintesis. Ganggang ini ditemukan di air tawar, di laut, dan di tanah yang lembab. Alga ini digolongkan kedalam 3 kelas yaitu: 1) Kelas alga Hijau-Kuning (Xanthophyceae) 2) Kelas alga keemasan (Chrysophyceae) 3) Kelas Diatom (Bacillariophyceae)

Ciri-ciri Chrysophyta: 1) Pigmen, khlorofil a dan b, xantofil, dan karoten, klorofil terdapat dalam jumlah yang banyak sehingga ganggang ini berwarna hijau rumput. 2) Hasil fotosintesis berupa amilum dan tersimpan dalam kloroplas 3) Kloroplas berjumlah satu atau lebih; berbentuk mangkuk, bintang, lensa, bulat, pita, spiral dsb. 4) Sel berinti sejati, satu atau lebih. 5) Sel kembara mempunyai 2 atau 4 flagela sama panjang, bertipe whiplash. 6) Dinding sel mengandung selulose.

Bentuk talus/struktur vegetative : 1) Uniseluler motil/berflagela: Chlamydomonas sp. 2) Uniseluler nonmotil/kokoid: Chlorella sp. 3) Koloni motil (sel-sel dalam koloni mempunyai flagela) Volvox sp. 4) Koloni nonmotil (kokoid ): Pediastrum sp., Hydrodictyon sp. 5) Palmeloid: Tetraspora sp. 6) Dendroid: Prasinocladus sp. 7) Berbentuk filamen: bercabang: Cladophora sp 17

8) Tidak bercabang: Oedogonium sp., Spirogyra sp. 9) Heterotrikh: Coleochaeta sp., Stigeoclonium sp. 10) Berbentuk helaian/lembaran yang distromatik: Ulva sp. 11) Lembaran yang monostromatik: Monostroma sp. 12) Berbentuk silinder yang beruang di tengah: Enteromorpha 13) Berbentuk sifon/spnositik: Caulerpa sp., Codium sp.

Perkembangbiakan Chrysophyta: 1) Perkembangbiakan vegetatif (aseksual) dengan pembelahan sel, fragmentasi, pemisahan koloni, dan pembentukan spora (aplanospora atau zoospora). 2) Perkembangbiakan generatif (seksual) dengan konjugasi, isogami, anisogami, dan oogami. Kelas-Kelas Chrysophyta

Berdasarkan pembagian kelas diatas, alga dapat kita uraikan 1) Kelas Xanthophyceae Alga ini memiliki klorofil (pigmen hijau) dan xantofil (pigmen kuning) karena itu warnanya hijau kekuning-kuningan. Contoh: Vaucheria sp. Vaucheria tersusun atas banyak sel yang berbentuk benang, bercabang tapi tidak bersekat. Filamen mempunyai banyak inti dan disebut Coenocytic. Berkembangbiak secara seksual yaitu dengan oogami artinya terjadi peleburan spermatozoid yang dihasilkan anteridium dengan ovum yang dihasilkan oogonium membentuk zigot.Zigot tumbuh menjadi filamen baru. Reproduksi secara vegetatif dengan membentuk zoospora. Zoospora terlepas dari induknya mengembara dan jatuh di tempat yang cocok menjadi filamen baru. 2) Kelas Chrysophyceae Alga ini memiliki pigmen keemasan (karoten) dan klorofil.Tubuh ada yang bersel satu, contohnya Ochromonas dan bentuk koloni contohnya Synura. Ochromonas Sel tubuhnya berbentuk bola yang dilengkapi dengan 2 flagel sebagai alat gerak. Kedua flagel tersebut tidak sama panjang. Di dalam sitoplasmanya terdapat beberapa organel penting, seperti kloroplas yang berbentuk lembaran melengkung, vakuola, stigma, dan nukleus. Ochromonas berkembangbiak dengan membelah diri. 18

3) Kelas Diatom (Bacillariophyceae) Diatom banyak ditemukan dipermukaan tanah basah misal, sawah, got atau parit. Tanah yang mengandung diatom berwarna kuning keemasan.Tubuh ada yang uniseluler dan koloni.Dinding sel tersusun atas dua belahan yaitu kotak (hipoteca) dan tutup (epiteca). Reproduksi secara aseksual yaitu dengan cara membelah diri. Contohnya: Navicula, Ganggang ini dikenal sebagai diatomae atau ganggang kersik karena dinding sel tubuhnya mengandung zat kersik. Kersik merupakan komponen penting dalam plankton. Navicula sp hidup di air tawar dan di laut. Tubuh Navicula sp terdiri atas dua bagian yaitu kotak (hipoteka) dan tutup (epiteka). Di antara kotak dan tutup terdapat celah yang disebut rafe. Perkembangbiakan Navicula sp: Perkembangbiakan vegetatif Navicula dengan membelah diri. Setiap inti diatomae membelah menjadi dua, diikuti pembagian sitoplasma menjadi dua bagian.Selanjutnya, dinding sel Navicula memisah menjadi kotak dan tutup. Pada sel anakan, baik kotak maupun tutup akan berfungsi menjadi tutup, dan masing-masing akan membentuk kotak baru. Dengan demikian setiap sel anakan yang berasal dari kotak akan mempunyai ukuran lebih kecil daripada sel asalnya. Peristiwa ini berlangsung berulang kali. Perkembangbiakan generatif Navicula berlangsung dengan konjugasi. Bila ukuran tubuh Navicula tidak memungkinkan untuk mengadakan pembelahan lagi, inti selnya akan mengalami meiosis dan menghasilkan gamet. Gamet itu kemudian akan meninggalkan sel dan setelah terjadi pembuahan di dalam air akan menghasilkan zigot. Zigot selanjutnya tumbuh menjadi sel Navicula baru dan membentuk tutup dan kotak baru.

Bila Navicula mati, dinding selnya akan mengendap membentuk tanah diatom yang kaya zat kersik. Tanah ini merupakan bahan dinamit, isolator, dan bahan gosok penghalus. Contoh lain, Pinnularia dan Cyclotella.

Peranan Ganggang Keemasan Dalam Kehidupan Sehari-hari. Berguna sebagai bahan penggosok, bahan pembuat isolasi, penyekat dinamit, membuat saringan, bahan alat penyadap suara, bahan pembuat cat, pernis, dan piringan hitam.

19

C. Chlorophyta (Algae Hijau)

Ditinjau secara biologi, alga merupakan kelompok tumbuhan yang berklorofil yang terdiri dari satu atau banyak sel dan berbentuk koloni.Di dilam alga terkandung bahan-bahan organik seperti polisakarida, hormon, vitamin, mineral, dan juga senyawa bioaktif. Sejauh ini pemanfaatan alga sebagai komoditiperdagangan atau bahan baku industri masih relatif kecil jika dibandingkan dengan keanekaragaman jenis alga yang ada di Indonesia. Padahal komponen kimiawi yang terdapat dalam alga sangat bermanfaat bagi bahan baku industri makanan, kosmetik, farmasi dan lain-lain. Ganggang hijau / Chlorophyta adalah salah satu klas dari ganggang berdasarkan zat warna atau pigmentasinya. Ganggang hijau ada yang bersel tunggal dan ada pula yang bersel banyak berupa benang, lembaran atau membentuk koloni spesies ganggang hijau yang bersel tunggal ada yang dapat berpindah tempat, tetapi ada pula yang menetap.Algae hijau merupakan kelompok terbesar dari vegetasi algae. Algae hijau berbeda dengan devisi lainnya karena memiliki warna hijau yang jelas seperti tumbuhan tingkat tinggi karena mengandung pigmen klorofil a dan klorofil b lebih dominan dibandingkan karoten dan xantofit. Algae berperan sebagai produsen dalam ekosistem.berbagai jenis algae yang hidup bebas di air terutama tubuhnya yang bersel satu dan dapat berperan aktif merupakan penyusun fitoplankton. Sebagian besar fitoplankton adalah anggota algae hijau, pigmen klorofil yang dimilikinya efektif melakukan fotosintesis sehingga algae hijau merupakan produsen utama dalam ekosistem perairan. Habitat Chlorophyta

20

Ganggang hijau merupakan golongan terbessar diantara ganggang dan sebagian besar hidup di air tawar, beberapa diantaranya hidup di air laut dan air payau.Pada umumnya melekat pada batuan dan seringkali muncul apabila air menjadi surut. Jenis yang hidup diair tawar, bersifat kosmopolit, terutama hidup di tempat yang cahayanya cukup seperti kolam, danau, genangan air, Alga hijau ditemukan pula pada lingkungan semi akuatik yaitu pada batu-batuan, tanah lembab dan kulit batang pohon yang lembab. Beberapa anggotanya hidup di air mengapung atau melayang, sebagian hidup sebagai plankton.Beberapa jenis ada yang hidup melekat pada tumbuhan atau hewan. Beberapa contoh alga hijau yang sering ditemukan dikolam anatara lain : a. Chlorophyta bersel tunggal tidak bergerak Contoh; 1) Chlorella Organisme ini banyak ditemukan sebagai plankton air tawar. Ukuran tubuh mikroskopis, bentuk bulat, berkembang biak dengan pembelahan sel. Peranannya bagi kehidupan manusia antara lain, digunakan dalam penyelidikan metabolisme di laboratorium. Juga dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan dimasukkan dalam kapsul dan dijual sebagai suplemen makanan dikenal dengan Sun Chlorella. Pengembangannya saat ini di kolam-kolam (contohnya di pasuruan) 2) Chlorococcum Tubuh bersel satu, tempat hidup air tawar, bentuk bulat telur, setiap sel memiliki satu kloroplas bentuk mangkuk. Reproduksi dengan membentuk zoospora (secara aseksual). b. Chlorophyta bersel tunggal dapat bergerak Contoh; Chlamidomonas Bentuk sel bulat telur, memiliki 2 flagel sebagai alat gerak, terdapat 1 vacuola, satu nukleus dan kloropas.Pada kloropas yang bentuknya seperti mangkuk terdapat stigma (bintik 21

mata) dan pirenoid sebagai tempat pembentukan zat tepung.reproduksi aseksual dengan membentuk zoospora dan reproduksi seksual dengan konjugasi. c. Chlorophyta berbentuk koloni tidak bergerak Contoh ; Hydrodictyon Hydrodictyon banyak ditemukan didalam air tawar dan koloninya berbentuk seperti jala.Ukuran cukup besar sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang.Reproduksi vegetatif dengan zoospora dan fragmentasi. Fragmentasi dilakukan dengan cara melepas sebagian koloninya dan membentuk koloni baru, sedangkan reproduksi generatif dengan konjugasi. d. Chlorophyta berbentuk koloni dapat bergerak Contoh ; Volvox Volvox ditemukan di air tawar, koloni berbentuk bola jumlah antara 500 -5000 buah.Tiap sel memiliki 2 flagel dan sebuah bintik mata.Reproduksi aseksual dengan fragmentasi dan seksual dengan konjugasi sel-sel gamet. e. Chlorophyta berbentuk benang Contoh : 1) Spyrogyra Gangguan ini didapatkan disekitar kita yaitu diperairan.bentuk tubuh seperti benang, dalam tiap sel terdapat kloroplas berbentuk spiral dan sebuah inti. Reproduksi vegetatif dengan fragmentasi, sedangkan reproduksi seksual dengan konjugasi.adapun langkah-langkah konjugasi antara lain. Dua benang saling berdekatan, sel yang berdekatan saling membenuk tonjolan. Ujung kedua tonjolan yang bersentuhan saling melebur membentuk saluran konjugasi. Lewat saluran itu terjadilah aliran protoplasma dari satu sel ke sel yang lain. kedua plasma melebur, disebut peristiwa plasmogami dan segera diikuti oleh pelburan inti yang disebut kariogami. Hasil 22

peleburan membentuk zigospora diploid.zigospora mengalami meiosis dan ditempat yang sesuai berkembang menjadi benang spirogyra baru yang haploid. 2) Oedogonium Ganggang ini berbentuk benang, ditemukan di air atawar dan melekat di dasar perairan. Reproduksi vegetatif dilakukan oleh setiap sel menghasilkan sebuah zoospora yang flagela banyak. Reproduksi generatif adalah salah satu benang membentuk alat kelamin jantan (antiridium) dan menghasilkan gamet jantan (spermatozoid). Pada benang yang lain membentuk alat kelamin betina yang disebut oogonium. Oogonium akan menghasilkan gamet betina (ovum). Sperma tozoid membuahi ovum dan terbentuk zigot. Zigot akan tumbuh membentuk individu. f. Chlorophyta berbentuk lembaran Contoh; 1) Ulva Ganggang ini ditemukan di dasar perairan laut dan menempel di dasar, bentuk seperti lembaran daun.berkembang bial secara vegetatif dengan menghasilkan spora dan spora tumbuh menjadi Ulva yang haploid (n), Ulva haploid disebut gametofit haploid. Kemudian secara generatif menghasilkan gamet jantan dan gamet betina.pertemuan gamet jantan dan gamet betina akan menghasilkan zigot (Z2n). Zigot berkembang menjadi Ulva yang diploid disebut sporofit.Selanjutnya sporofit membentuk spora yang haploid setelah mengalami meiosis.Selanjutnya mengalami mitosis dan menghasilkan gametofit haploid. 2) Chara Chara hidup di air tawar terutama melekat pada batu-batuan.Bentuk talus seperti tumbuhan tinggi, menyerupai batang, yang beruas-ruas dan bercabang-cabang, berukuran kecil.Pada ruasnya terdapat nukula dan globula.Di dalam nukula terdapat arkegonium dan menghasilkan ovum.Di dalam globula terdapat anterodium yang memproduksi spermatozoid. Spermatozoid

23

akan membuahi ovum dan menghasilkan zigospora yang berdinding sel. Pada reproduksi secara vegetatif dilakukan dengan cara fragmentasi. Pigmen Pigmen yang dimiliki kloroplas golongan chlorophyta yaitu klorofil a dan klorofil b, beta karoten serta berbagai macam xantofit (lutein, violaxantin, zeaxanthin). Karoten muncul sebagai karakter warna kuning kemerah-merahan. Sedangkan xantotif muncul sebagai warna kuning dengan nuansa warna yang unik.Menurut levavascur (1989) bahwa pigmen-pigmen fotosintesis dan pada alga hijau berklorofil a dan b mengandung shiphoxanthim atau lutein. Cadangan Makanan Cadangan makanan pada ganggang hijau berupa amilum, tersusun sebagai rantai glukosa tidak bercabang yaitu amilose dan rantai yang bercabang yaitu amilopektin seringkali amilum terbentuk dalam granula bersama dengan bahan protein dalam plastida disebut pirenoid. Susunan Tubuh Alga hijau mempunyai susunan tubuh yang bervariasi baik dalam ukuran maupun dalam bentuk dan susunanya.Ada Chlorophyta yang terdiri dari sel-sel kecil yang merupakan koloni berbentuk benang yang bercabang-cabang atau tidak, ada pula yang membentuk koloni yang menyerupai kormus tumbuhan tingkat tinggi. Dari banyaknya variasi tersebut alga hijau dikelompokan sebagai berikut: a. Sel tunggal (uniseluler) dan motil, contoh: Chlamidomonas b. Sel Tunggal dan non motil, contoh: Chlorella c. Koloni senobium yaitu koloni yang mempunyai jumlah sel tertentu sehingga mempunyai bentuk yang relatif tetap, contoh: Volvox, Pandorina. d. Koloni tidak bertauran, contoh: Tetraspora e. Berbentuk - filamen tidak bercabang, contoh: Ulothrix, Oedogonium

24

Filamen bercabang, contoh: Chladhopora, Pithopora a. Hetemtrikus, yaitu filamen bercabang yang bentuknya terbagi menjadi bagian yang rebah (prostrate) dan bagian yang tegak, contoh: Stigeoclonium b. Foliaceus atau parenkimatis, yaitu filamen yang pembelahan sel vegetatisnya terjadi lebih dari satu bidang, contoh: Ulva c. Tubular, yaitu talus yang memilik banyak inti tanpa sekat melintang, contoh: Caulerpa Struktur Sel Dinding sel tersusun atas dua lapisan, lapisan bagian dalam tersusun oleh selulose yang dapat memberikan sifat keras pada dinding sel dan lapisan luar adalah pektin.Tetapi beberapa alga bangsa volvocales dindingnya tidak mengandung selulose, melainkan tersusun oleh glikoprotein.Dinding sel caulerpales mengandung xylan atau mannan. Inti pada clorophyta ada yang berinti prokariota dan ada yang sebagian besar berinti eukariota.Intinya diselubungi membran inti terdapat nukleus dan kromatin.Inti umumnya tunggal tetapi ada yang memiliki inti lebih dari satu. Alat Gerak / Flagel Ada dua tipe pergerakan pada chlorophyta, yaitu: a. Pergerakan dengan flagella Flagela pada kelas chlorohyceae selalu bertipe whiplash (akronematik) dan sama panjang (isokon), kecuali pada bangsa oedogoniales, memiliki tipe stefanokon. Flagela dihubungkan dengan struktur yang sangat halus yang disebut aparatus neuromotor. Tiap flagela terdiri dari axonema yang tersusun oleh 9 dupklet mikrotubula mengelilingi bagian tengah terdapat 2 singlet mikrotubula. Struktur semacam ini dikenal sebagai susunan 9 + 2. Flagela tersebut dikelilingi oleh selubung plasma.

25

b. Pergerakan dengan sekresi lender Pada chlorophyta terjadi pergerakan yang disebabkan adanya stimulus cahaya yang di duga oleh adanya sekresi lendir melalui porus dinding sel pada bagian apikal dari sel. Selama pergerakan ke depan bagian kutub berayun dari satu sisi ke sisi yang lain sehingga lendir bagaian belakang seperti berkelok-kelok. Perkembangbiakan Perkembangbiakan pada chlorophyta terjadi dengan 3 cara yaitu: a. Secara vegetative Perkembanganbiakan vegetatif pada chlorophyta dengan fragmentasi tubuhnya dan pebelahan sel. b. Secara seksual - Melalui konjugasi yaitu perkembangbiakan secara kawin contohnya spirogyra. - Isogami yaitu peleburan dua gamet yang bentuk dan ukurannya sama. - Anisogami yaitu peleburan dua gamet yang ukurannya tidak sama. - Oogami yaitu peleburan dua gamet yang satu kecil dan bergerak (sebagai sperma) yang lain besar tidak bergerak (sebagai sel telur) Beberapa contoh dari reproduksi sexual: - Isogami : Chlorococcum, Chlamydomonos, Hydrodictyon - Anisogami : Chlamydomonas, Ulva - Oogami : Chlamydomonas, Valva, Spirogya, Aedogonium c. Secara aseksual Perkembanganbiakan secara aseksual dapat terjadi dengan pembentukan asexual: - Zoospora yaitu sel berflagel 2 contohnya Chlamydomonos 26

- Aplanospora yaitu spora yang tidak bergerak contohnya Chlorococcum - Autospora yaitu aplanospora yang mirip dengan sel induk contohnya Chlorella Kelas chlorophyta dibagi menjadi beberapa klas, salah satu diantaranya adalah klas chlorophyceae. Habitat : Kebanyakan hidup di air tawar dan ada juga yang hidup di air laut, tempat-tempat yang lembab dan juga daerah-daerah yang bersuhu ekstrim / daerah bersalju. Beberapa diantaranya hidup bebas sebagai fitoplankton, epifit, endofit, epizoik dan dengan bersimbiosis dengan jamur. Pigmen : Macam-macam pigmen yang terdapat pada klas chlorophyceae adalah klorofil a dan klorofil b, karoten, xantofil yang terdiri dari lutein, neoxantin dan zeaxiantin. Susunan sel Dinding selnya terdiri dari 2 lapis, lapis sebelah dalam tersusun dari selulosa dan CaCo3 dan lapis sebelah luar tersusun oleh pektin.inti sel bertipe eukoriotik, berbentuk tunggal dan banyak. Cadangan makanan Cadangan makanan pada klas chlorophyceae yaitu berupa karbohidrat, amilum, temak dan minyak Alat gerak pada klas ini berupa flogel Perkembangbiakan Perkembangbiakan pada klas chlorophyceae dapat terjadi melalui 3 cara, yaitu:
a.

Secara vegetatif yaitu dengan cara pembelahan dan dengan cara fragmentasi. Pembelahan hanya untuk individu dengan tubuh berbentuk sel-sel tunggal

b.

Sporik dengan membentuk

- Aplanospora yaitu spora yang tidak dapat bergerak - Planospora yaitu spora yang dapat bergerak 27

- Autospora yaitu berasal dari aplanospora - Autokolomi yang juga berasal dari aplanospora - Akinet yang membentuk hipnospora, yaitu aplanospora yang dindingnya tebal
c.

Secara seksual

Berdasarkan dapat / tidaknya gamet bergerak, dibedakan menjadi - Zoogamet / Zoogami yaitu gamet yang dapat bergerak - Aplanogamet / aplanogami yaitu gamet yang tidak dapat bergerak Bagsa Chlorococcales Sel-sel vegetatif tidak mempunyai bulu cambuk jadi tidak bergerak.Mempunyai satu inti dan satu kloroplas.Mereka merupakan satu koloni yang bentuknya bermacam-macam, dan tidak lagi melakukan pembelahan sel yang vegetatif. Perkembanganbiakan dengan zoospora yang mempunyai dua bulu cambuk, atau dengan spora yang tiddak mempunyai bulu cambuk yang dinamakan aplanospora. Perkembanganbiakan dengan isogami antara lain pada marga Pediastrum. Chlorococcales hidup sebagai plankton dalam air tawar, kadang-kadang juga pada kulit pohon-pohon dan tembok-tembok yang basah.Ada yang hidup bersimbiosis dengan fungsi sebagai lichenes bahkan ada yang hidup dalam plasma binatang rendah, misalnya Chlorella Vulgaris dam infusoria dan Hydra. Oleh seorang ahli Biologi bangsa Jepang, Chlorella telah dicoba untuk diolah menjadi berbagai macam makanan.Dengan demikian terbuka prospek baru mengenai produksi bahan pangan, bahkan menurut ahli tersebut hal itu dapat menimbulkan revolusi dalam masalah penyediaan pangan. Dalam bangsa ini termasuk antara lain: Suku Hydrodictyceae, contoh Pediastrum bonganum Suku Chlorococcaceae, contoh Chlorococcum humicale

28

D. Ganggang Coklat (Phaeophyta) Di antara semua jenis alga, alga cokelat atau Phaeophyta (berasal dari bahasa

Yunani phaios,'kehitaman', 'cokelat') merupakan jenis alga yang terbesar dan yang paling kompleks. Seluruh alga ini adalah multiseluler dan sebagian besarnya hidup di air laut. Kebanyakan eukariota yang disebut rumput laut adalah alga cokelat itu sendiri. Dua kelompok lain yaitu, alga merah dan alga hijau juga termasuk rumput laut. Warna alga cokelat disebabkan oleh adanya pigmen cokelat (fukosantin), yang secara dominan menyelubungi warna hijau dari klorofil pada jaringan. Selain fukosantin, ganggang cokelat juga mengandung pigmen lain seperti klorofil a, klorofil c, violaxantin, beta karoten, diadinoxantin. Ciri-Ciri Phaeophyta: a. Ukuran talus mulai dari mikroskopis sampai makroskopis. Ada yang berbentuk tegak, bercabang, atau filamen dasar. b. Alga ini mempunyai kloroplas tunggal, ada beberapa yang berbentuk lempengan cakram, dan ada pula yang seperti benang. c. Alga ini memiliki pirenoid (tempat cadangan makanan) yang terdapat di dalam kloroplas. Cadagan makanan yang terdapat pada alga ini berupa laminarin. d. Bagian dinding selnya tersusun dari lapisan selulosa, sedangkan bagian luar tersusun dari gumi. Pada dinding sel ruang intersel ditemukan asam alginat (algin). e. Alga cokelat mempunyai jaringan transportasi air dan zat makanan yang analog dengan jaringan transportasi pada tumbuhan darat. Habitat Phaeophyta; Alga cokelat umumnya hidup di air laut terutama laut terutama laut yang agak dingin dan sedang. Hanya beberapa jenis yang hidup di air tawar. Di daerah subtropik, ganggang cokelat hidup pada daerah intertidal, yaitu di atas daerah litoral sampai sublitoral. Di daerah tropis biasanya hidup di kedalaman 220 m pada air yang jernih.

Reproduksi Phaeophyta; 29

Reproduksi pada ganggang cokelat terjadi secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dan sekseual. Reproduksi aseksual dengan pembentukan zoospora berflagel dan fragmentasi, sedangkan reproduksi terjadi secara oogami atau isogami. Reproduksi sekseual ganggang ini hampir serupa dengan pembiakan generatif tumbuhan tingkat tinggi. Sebagai contoh adalah reprosuksi seksual pada Fucus vesiculosus. Organisme ini selain berkembang biak secara seksual dengan oogami. Proses oogami: Ujung-ujung lembaran talus yang fertil membentuk reseptakel, yaitu badan yang mengandung alat pembiak. Di dalam reseptakel terdapat konseptakel yang mengandung anteridium yang mengandung sel kelamin jantan berupa spermatozoid dan oogonium yang merupakan penghasil sel telur dan benang-benang mandul (parafisis). Anteridium berupa sel-sel berbentuk jorong yang terletak rapat satu sama lain pada filamen pendek bercabang-cabang yang muncul dari dasar dan tepi konseptakel. Tiap antteridium menghasilkan 64 spermatozoid. Oogonium berupa badan yang duduk di ata tangkai. Oogonium ini jumlahnya banyak sekali dan tiap-tiap oogonium mengandung 8 sel telur. Tetapi hanya 40% dari sel telur yang dapat dibuahi, dan hanya satu atau dua dari setiap 100.000 spermatozoid dapat membuahi sel telur. Zigot lalu membentuk dinding selulosa dan pektin, kemudian melekat pada suatu substrat dan tumbuhan menjadi individu baru yang diploid.

Contoh Alga Cokelat: 1. Fucus serratus 2. Macrocystis pyrifera 3. Sargassum vulgare 4. Turbinaria decurrens

Peranan Ganggang Cokelat dalam Hidup Alga cokelat yang terbesar, kelp, dimanfaatkan dalam berbagai industri makanan maupun farmasi. Algin (asam alginat) yang merupakan bagian koloid dan ganggang cokelat digunakan dalam pembuatan es krim, pembuatan es krim, pembuatan pil, tablet, salep, obat pembersih gigi, lotion, dan krem sebahis mencukur. Selain itu, alga cokelat juga dimanfaatkan untuk

30

makanan ternak dan sebagai pupuk, karena kandung nitrogen dan kaliumnya cukup tinggi, sedangkan kandungan fosfornya rendah.

6. Protozoa Protozoa adalah mikroorganisme menyerupai hewan yang merupakan salah satu filum dari Kingdom Protista. Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri dengan menggunakan organel-organel antara lain membran plasma, sitoplasma, dan mitokondria.

A. Morfologi Protozoa Adapun morfologi protozoa secara umum: Menurut (Jasin,1984) ciri-ciri umum yang tergolong pada filum protozoa adalah sebagai berikut: Tubuh hewan ini tersususn atas satu sel, ukuranya beberapa mikron sampai milimeter Umumnya hidup secara individual, tetapi ada yang hidup secara berkoloni Pada umunya berkembang biak dengan membelah diri Makananya berupa bakteri, hewan bersel satu lainya atau sissi organisme Stuktur tubuh pada protozoa yang hanya bersel satu ini, bentuknya bermacam-macam, ada yang tidak tetap dan ada yang tetap. Sedangkan bentuk tetap ini di sebabkan telah memiliki pciliculas (kulit) dan beberapa mempunyai cangkang kapur ( Jasin,1984) Sitoplasma sebagaian pada ptotozoa tidak berwarna, tetapai beberapa spesies yang kecil, misalanya padsa Stentor cocreleus bewarna biru, dan Blepharisma laterilia berwarna merah atau merah muda. Dua bagian sitoplasma biasanya di bedakan atas bagian pinggiran yang di sebut Ecloplasma dan bagian sentral yang lebih padat dan bergranula di sebut Endoplasma (Steven, 2002) Nukleus protozoa umumnya hanya satu, tetapi ada juga yang lebih, misalnya Arcella vulgaris. Ciliata secara umum mempunyai dua tipe nuklei dan ciri nukleus umumnya bulat, akan tetapijuga oval. Adapula yang seperti ginjal yang terdapat pada Balantidium coli, sedang kan bentuknya menasbih. Stuktur nukleus pada prinsipnya ada yang vasikilar dan granula. Pada nukleus vesikular, khomatin terkonsentrasi dalam sebuah massa atau butir, sedangkan yang bergranula berkromatin tersebar secara merata dalam butir melalui seluruh nukleus (Loveless, 1987). 31

Vakuola yang terdapat dalam protozoa dapat di bedakan menjadi atas (Jasin,1984): Vakuola kontraktil, yang terdapat pada protozoa air tawar.Diman vakuola ini tidak terdapat pada sebagian besar Protozoa yang parasit dan hidup di dala air laut Vakuola makanan, Sama halnya dengan vakuola kontraktil Vakuola stasionari, dimana vakuola ini mengandung cairan yang berisi kristal-kristal, butiran-bitiran minyak dan materi lainya, yang terdapat pada tubuh protozoa Menurut pendapat Loveless (1987 ) terdapat pada bagian yang melakukan pernafasan secara aerobik. Mitokondria pada umunya memilki tubulus pada bagian dalamnya, yang mana erat hubungannya dengan alat gerak untuk penggunaan energi dan vakuola kontraktil. Umumnya Protozoa paling sedikit terbungkus oleh membran yang mempunyai sedikit granula seluas permukaannya. Membran memegang peranan penting dalam sistem pengangkutan enzim, sehingga menimbulkan metabolisme yang efisien (Loveless,1987). Protozoa.

B. Fisiologi Protozoa Protozoa umumnya bersifat aerobiknonfotosintetik, tetapi beberapa protozoa dapat hidup pada lingkung ananaerobik misalnya pada saluran pencernaan manusia atau hewan ruminansia. Protozoa aerobik mempunyai mitokondria yang mengandung enzim untuk metabolisme aerobik, dan untuk menghasilkan ATP melalui proses transfer elektron dan atom hidrogen ke oksigen. Protozoa umumnya mendapatkan makanan dengan memangsa organisme lain (bakteri) atau partikel organik, baik secara fagositosis maupun pinositosis. Protozoa yang hidup di lingkungan air, maka oksideng dan air maupun molekul-molekul kecil dapat berdifusi melalui membran sel. Senyawa makromolekul yang tidak dapat berdifusi melalui membran, dapat masuk sel secara pinositosis. Tetesan cairan masuk melalui saluran pada membran sel, saat saluran penuh kemudian masuk ke dalam membrane yang berikatan denga vakuola. Vakuola kecil terbentuk, kemudian dibawa ke bagian dalam sel, selanjutnya molekul dalam vakuola dipindahkan ke sitoplasma. Partikel makanan yang lebih besar dimakan secara fagositosis oleh sel yang bersifat amoeboid dan anggota lain dari kelompok Sarcodina. Partikel dikelilingi oleh bagian membran sel yang fleksibel untuk ditangkap kemudian dimasukkan ke dalam sel oleh vakuola besar (vakuola makanan). Ukuran vakuola mengecil kemudian mengalami pengasaman. Lisosom memberikan enzim ke dalam vakuola 32

makanan tersebut untuk mencernakan makanan, kemudian vakuola membesar kembali. Hasil pencernaan makanan didispersikan ke dalam sitoplasma secara pinositosis, dan sisa yang tidak tercerna dikeluarkan dari sel. Cara inilah yang digunakan protozoa untuk memangsa bakteri. Pada kelompok Ciliata, ada organ mirip mulut di permukaan sel yang disebut sitosom. Sitosom dapat digunakan menangkap makanan dengan dibantu silia. Setelah makanan masuk ke dalam vakuola makanan kemudian dicernakan, sisanya dikeluarkan dari sel melalui sitopig yang terletak disamping sitosom. Habitat Protozoa Protozoa hidup di air atau setidaknya di tempat yang basah. Mereka umumnya hidup bebas dan terdapat di lautan, lingkungan air tawar, atau daratan. Beberapa spesies bersifat parasitik, hidup pada organismeinang. Inang protozoa yang bersifat parasit dapat berupa organisme sederhana seperti algae, sampai vertebrata yang kompleks, termasuk manusia. Beberapa spesies dapat tumbuh di dalam tanah atau pada permukaan tumbuh-tumbuhan. Semua protozoa memerlukan kelembaban yang tinggi pada habitat apapun. Beberapa jenis protozoa laut merupakan bagian dari zooplankton. Protozoa laut yang lain hidup di dasar laut. Spesies yang hidup di air tawar dapat berada di danau, sungai, kolam, atau genangan air. Ada pula protozoa yang tidak bersifat parasit yang hidup di dalam usus termit atau di dalam rumen hewan ruminansia. Beberapa protozoa berbahaya bagi manusia karena mereka dapat menyebabkan penyakit serius. Protozoa yang lain membantu karena mereka memakan bakteri berbahaya dan menjadi makanan untuk ikan dan hewan lainnya. Protozoa hidup secara soliter atau bentuk koloni. Didalam ekosistem air protozoa merupakan zooplankton. Permukan tubuh. Protozoa dibayangi oleh membransel yang tipis, elastis, permeable, yang tersusun dari bahan lipoprotein, sehingga bentuknya mudah berubah-ubah. Beberapa jenis protozoa memiliki rangka luar ( cangkok) dari zat kersik dan kapur. Apabila kondisi lingkungan tempat tinggal tiba-tiba menjadi jelek, Protozoa membentuk kista. Dan menjadi aktif lagi. Organel yang terdapat di dalam sel antara lain nucleus, badangolgi, mikrokondria, plastida, dan vakluola. Nutrisi protozoa bermacam-macam. Ada yang holozoik(heterotrof), yaitu makanannya berupa organisme lainnya,. Ada pula yang holofilik (autotrof), yaitu dapat 33

mensintesis makanannya sendiri dari zat organic dengan bantuan klorofit dan cahaya. Selain itu ada yang bersifat saprofitik, yaitu menggunakan sisa bahan organic dari organisme yang telah mati adapula yang bersifat parasitik. Apabila protozoa dibandingkan dengan tumbuhan unisel, terdapat banyak perbedaan tetapi ada persamaannya. Hal ini mungkin protozoa meriupakan bentuk peralihan dari bentuk sel tumbuhan ke bentuk sel hewan dalam perjalanan evolusinya.

34

BAB III PENUTUP

Kesimpulan Rickettsia adalah genus bakteri gram-negatif. Rickettsia bersifat parasit intraselular

obligat, dan dapat menyebabkan penyakit Rickettsia. Menjadi Parasit intra seluler obligat , kelangsungan hidup Rickettsia tergantung pada entri, pertumbuhan, dan replikasi dalam sitoplasma dari eukariotik sel inang (sel endotel biasanya). Mycoplasma merupakan mikroorganisme prokariot terkecil, yaitu mikroorganisme yang tidak memiliki membran inti sel. Ada yang berpendapat bahwa mycoplasma dapat dimasukkan dalam kelompok bakteri gram negatif karena tidak adanya membran inti sel ini, namun ada pula yang berpendapat mycoplasma dikelompokkan tersendiri. Namun kepekaan mycoplasma terhadap antibiotik berbeda dengan bakteri gram negatif. Cendawan mempunyai berbagai macam penampilan, tergantung pada spesiesnya. Telaah mengenai cendawan disebut mikologi. Cendawan terdiri dari kapang dan khamir. Kapang bersifat filamentus sedangkan khamir biasanya uniseluler. Virus adalah parasit intraselular obligat. Virus memberikan perhatian pada satuan biologi yang dalam keadaan sendiri tidak memiliki kehidupan, sebab virus memanifestasikan kehidupan sendiri yang diukur oleh reproduksi hanya setelah berhasil memasuki sel inang yang rentan. Jadi virus berada dalam daerah somatik samar-samar antara hidup dan tidak hidup. Alga (jamak Algae) adalah sekelompok organisme autotrof yang tidak memiliki organ dengan perbedaan fungsi yang nyata. Alga bahkan dapat dianggap tidak memiliki "organ" seperti yang dimiliki tumbuhan (akar, batang, daun, dan sebagainya). Karena itu, alga pernah digolongkan pula sebagaitumbuhan bertalus. Protozoa adalah mikroorganisme menyerupai hewan yang merupakan salah satu filum dari Kingdom Protista. Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri dengan menggunakan organel-organel antara lain membran plasma, sitoplasma, dan mitokondria.

35

DAFTAR PUSTAKA Fardiaz, Srikandi, 1992, Mikrobiologi Pangan 1, PT Garamedia Pustaka Utama, Jakarta http://shenioktaviani3a.blogspot.com/2011/01/mikrobiologi-alga.html http://cindyharyono.wordpress.com/2008/12/12/hello-world/ http://zaifbio.wordpress.com/2009/01/30/chlorophyta-algae-hijau/ http://biologid.blogspot.com/2012/03/si-alga-cokelat.html http://www.elbirtus.info/2012_04_01_archive.html http://textbookofbacteriology.net/themicrobialworld/Rickettsia.html http://microbewiki.kenyon.edu/index.php/Rickettsia_typhi http://bioweb.uwlax.edu/bio203/s2008/gibson_chel/Habitat.htm http://www.phsource.us/PH/ZD/RD/Rickettsial%20Life%20Cycle%20Diagram.html http://andre4088.blogspot.com/2012/04/morfologi-protozoa.html http://www.scribd.com www.google.co.id/ http://wikipedia.org/

36