Anda di halaman 1dari 2

Polarisasi muatan listrik Peristiwa pergerakan elektron, ion, dan molekul-molekul polar di dalam dielektri k yang diakibatkan oleh

adanya medan listrik disebut peristiwa polarisasi. Peristi wa polarisasi menyebabkan dielektrik terpolarisasi, suatu keadaan di mana dua sisi yang berlawanan dari selembar dielektrik mengandung muatan yang berlawanan; dielektrik dalam keadaan seperti ini disebut elektret. Dalam teknologi elektro dielektrik banyak digunakan pada kapasitor dan sebagai material isolasi. Kita akan mengawali pembahasan di bab ini dengan melihat tiga faktor yang digunakan untuk melihat kualitas dielektrik yaitu permitivitas relat if, faktor desipasi, dan kekuatan dielektrik. 10.4. Mekanisme Polarisasi Kenaikan kapasitansi dari C0 menjadi rC0 apabila kapasitor disisipi material dielektrik sebagaimana kita bahas secara makro di sub-bab 10.1 dihasilkan oleh terjadinya polarisasi. Dalam skala molekul kita membedakan dua macam dielektrik, yaitu dielektrik polar dan dielektrik non-polar. Dielektrik non-polar tidak mengandung molekul dipole permanen, sedangkan dielektrik polar mengandung dipole permanen. Peristiwa polarisasi dapat terjadi baik pada dielektrik polar maupun dielektrik non-polar. Polarisasi Elektronik. Polarisasi elektronik terjadi pada semua jenis dielektrik . Polarisasi ini terjadi karena pergeseran awan elektron pada atom atau molekul karena adanya medan listrik; pusat muatan listrik positif dan negatif yang semul a berimpit menjadi terpisah sehingga terbentuk dipole. Pemisahan titik pusat muata n ini berlangsung sampai terjadi keseimbangan dengan medan listrik yang menyebabkannya. Dipole yang terbentuk merupakan dipole tidak permanen; artinya dipole terbentuk selama ada pengaruh medan listrik saja. Jika medan listrik hila ng maka titik-titik pusat muatan kembali berimpit lagi. Apabila medan yang diberika n adalah medan searah, dipole terbentuk hampir seketika dengan hadirnya medan listrik. Oleh karena itu polarisasi elektronik bisa terjadi pada medan listrik b olakbalik berfrekuensi tinggi.

Polarisasi Ionik. Polarisasi jenis ini hanya teramati pada material dengan ikata n ion. Polarisasi terjadi karena pergeseran ion-ion yang berlawanan tanda karena pengar uh medan listrik. Gb 10.3. menggambarkan peristiwa ini. Sebagaimana halnya dengan polarisasi elektronik, dipole yang terbentuk dalam polarisasi ionik juga merupak an dipole tidak permanen. Namun polarisasi ionik terjadi lebih lambat dari polarisa si elektronik. Apabila di berikan medan searah, diperlukan waktu lebih lama untuk mencapai keadaan seimbang; demikian pula jika medan dihilangkan posisi ion akan kembali pada posisi semula dalam waktu lebih lama dari polarisasi elektronik. Ol eh karena itu pada medan bolak-balik polarisasi masih bisa berlangsung namun pad

a frekuensi yang lebih rendah.

Polarisasi Muatan Ruang. Polarisasi ini terjadi karena pemisahan muatan-muatan ruang, yang merupakan muatan-muatan bebas dalam ruang dielektrik. Dengan proses ini terjadi pengumpulan muatan sejenis di dua sisi dielektrik. Lihat Gb.1 0.4. Polarisasi ini berlangsung lebih lambat lagi dan pada waktu medan listrik dihilangkan muatan ruang dapat menempati posisi yang baru, tidak seluruhnya kembali pada posisi awal.

Polarisasi akan lebih mudah terjadi jika dilakukan pada temperatur yang agak tin ggi. Pada polyimide misalnya, polarisasi dapat dilakukan pada temperatur 200oC dan kesimbangan sudah bisa tercapai dalam waktu satu jam. Jika temperatur diturunkan lagi ke temperatur kamar dalam keadaan medan tidak dihilangkan, maka ion-ion akan terjebak pada posisi yang baru; dielektrik akan menjadi elektret Polarisasi Orientasi. Polarisasi ini terjadi pada material yang memiliki molekul asimetris yang membentuk momen dipole permanen. Dipole-dipole permanen ini akan cenderung mengarahkan diri sejajar dengan medan listrik; namun tidak semua dipole akan sejajar dengan arah medan. Kebanyakan dipole permanen ini membentuk sudut dengan arah medan. Waktu yang diperlukan untuk mencapai keseimbangan juga cukup lama. Seperti halnya polarisasi muatan ruang, t erjadinya polarisasi orientasi juga dapat dipermudah pada temperatur tinggi. Pem bentukan elektret juga dapat terjadi jika dengan tetap mempertahankan medan polarisasi, temperatur diturunkan sampai tempe ratur kamar. Posisi dipole dapat dapat kembali hampir pada posisi semula jika di lakukan