Anda di halaman 1dari 4

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL POLITEKNIK NEGERI PADANG

MATA KULIAH KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA SERTA KONTROL KONTAMINASI

NAMA NO. BP

: HARIS : 1201102027

PROGRAM STUDI : TEKNIK ALAT BERAT JURUSAN PENGAJAR PEMBAHASAN : TEKNIK MESIN : Ir. DARMAN DASPERSAL DINAR, M.Pd,.BME : KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

POLITEKNIK NEGERI PADANG TAHUN AJARAN 2012/2013

1. Pendahuluan dan Latar Belakang K3 Pendidikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan suatu pendidikan yang sangat penting bagi kita karena dengan adanya pembelajaran ini kita menjadi semakin tahu bahwa begitu banyaknya manfaat yang bisa kita dapatkan dari sini. Jika kita mengabaikan K3 maka akan banyak terjadi kecelakaan kerja, oleh karena itu mari kita pelajari K3 ini sebagai pedoman untuk bekerja. Tujuan Pendidikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja antara lain: 1) Mengantisipasi keberadaan faktor penyebab bahaya dan melakukan pencegahan sebelumnya. 2) Memahami jenis-jenis bahaya yang ada di tempat kerja. 3) Mengevaluasi tingkat bahaya di tempat kerja. 4) Mengendalikan terjadinya bahaya atau komplikasi. Menurut H. W. Heinrich, penyebab kecelakaan kerja yang sering ditemui adalah perilaku yang tidak aman sebesar 88%, kondisi lingkungan yang tidak aman sebesar 10%, atau kedua hal tersebut di atas terjadi secara bersamaan. Oleh karena itu, pendidikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dapat mencegah perilaku yang tidak aman dan memperbaiki kondisi lingkungan yang tidak aman. Latar belakang kebijakan K3 antara lain: 1. Potensi kecelakaan kerja, kebakaran, peledakan, penyakit akibat kerja dan kerusakan lingkungan di industri. 2. Konsumen menuntut adanya jaminan K3 melalui bukti / sertifikasi sesuai Per-UU 3. Pelaksanaan K3 menuntut keterlibatan dan tanggung jawab semua pihak 4. Dari sekitar 169.000 / lebih perusahaan, hanya ada 1.299 pegawai pengawas/ 336 spesialis 5. Belum tersedianya Ahli K3 di setiap tempat kerja ( di Jatim sekitar 26.000 perusahaan hanya ada 180 ahli K3)

2. Pengertian K3 K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) adalah kondisi dan faktor yang mempengaruhi kesehatan dan keselamatan pegawai atau pekerja lain (termasuk pekerja sementara), pengunjung atau orang lain di daerah kerja. Keselamatan kerja adalah keselamatan yang berhubungan dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan & proses pengolahannya, landasan tempat kerja & lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan. Keselamatan

kerja menyangkut segenap proses produksi distribusi baik barang maupun jasa. Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tak terduga & tidak diharapkan yang terjadi pada waktu bekerja pada perusahaan. Tak terduga, yang karena dibelakang peristiwa itu tidak terdapat unsur kesengajaan, atau dalam bentuk perencanaan. Tujuan keselamatan kerja adalah sebagai berikut: 1) Melindungi pekerja atas hak keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup & meningkatan produksi serta produktivitas nasional. 2) Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada di tempat kerja. 3) Sumber produksi dipelihara & dipergunakan secara aman & efisien. 3. Pengertian Potensi Bahaya Potensi bahaya mempunyai pengertian sumber atau situasi yang berpotensi menciderai manusia atau sakit, merusak barang, lingkungan atau kombinasi dari hal-hal tersebut. Sedangkan kemungkinan potensi bahaya menjadi manifest, sering disebut sebagai risiko. Baik Hazard maupun risiko tidak selamanya menjadi bahaya asalkan upaya pengendaliannya dilaksanakan dengan baik. Pada dasarnya penilaian terjadinya resiko sangat tergantung pada perusahaan mana yang menerapkannya, salah satu cara penilaiannya antara lain Significant dan Non Significant. Adapun maksud dari Significant adalah bila terjadi kecelakaan yang menimpa pekerja dan mengakibatkan pekerja itu tidak dapat meneruskan lagi pekerjaannya atau apabila suatu pekerjaan rentan akan resiko, insiden dan kecelakaan dan sering di simbolkan dengan huruf Y. Sedangkan Non Significant adalah bila kecelakaan yang menimpa pekerja akan tetapi pekerja itu masih dapat meneruskan pekerjaannya seperti biasa atau apabila suatu pekerjaan yang tidak terlalu beresiko akan terjadinya insiden dan kecelakaan disimbolkan dengan huruf N. Berbagai potensi bahaya kesehatan dan kemungkinan dampaknya, antara lain: 1. Faktor mesin/peralatan : cedera, kecelakaan kerja 2. Fisiologik dan beban kerja : gangguan muskulo skeletal, low back poin, kelelahan. 3. Faktor fisik: noise induced hearing loss, gangguan neuro vaskuler, efek radiasi. 4. Faktor kimia: intoksikasi, alergi, kanker. 5. Faktor biologik: infeksi, alergi. 6. Faktor psikologik: stress psikis, depresi, ketidakpuasan. 7. Faktor psikososial: konflik, monotoni, kualitas kerja. 4. Klarifikasi Bahaya

Faktor penyebab berbahaya yang sering ditemui: a. Bahaya jenis kimia: terhirup atau terjadinya kontak antara kulit dengan cairan metal, cairan non-metal, hidrokarbon dan abu, gas, uap steam, asap dan embun yang beracun. b. Bahaya jenis fisika: lingkungan yang bertemperatur panas dingin, lingkungan yang beradiasi pengion dan non pengion, bising, vibrasi dan tekanan udara yang tidak normal. c. Bahaya yang mengancam manusia dikarenakan jenis proyek: pencahayaan dan penerangan yang kurang, bahaya dari pengangkutan, dan bahaya yg ditimbulkan oleh peralatan. Dua hal terbesar yang menjadi penyebab kecelakaan kerja yaitu: perilaku yang tidak aman dan kondisi lingkungan yang tidak aman. Berdasarkan data dari Biro Pelatihan Tenaga Kerja, penyebab kecelakaan yang pernah terjadi sampai saat ini adalah diakibatkan oleh perilaku yang tidak aman sebagai berikut: 1) Sembrono dan tidak hatihati 2) Tidak mematuhi peraturan 3) Tidak mengikuti standar prosedur kerja 4) Tidak memakai alat pelindung diri 5) Kondisi badan yang lemah 5. Pengendalian Potensi bahaya Persentase penyebab kecelakaan kerja yaitu 3% dikarenakan sebab yang tidak bisa dihindarkan (seperti bencana alam) , selain itu 24% dikarenakan lingkungan atau peralatan yang tidak memenuhi syarat, dan 73% dikarenakan perilaku yang tidak aman. Cara efektif untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja adalah dengan menghindari terjadinya lima perilaku tidak aman yang telah disebutkan di atas. Cara pengendalian ancaman bahaya kesehatan kerja: a. Pengendalian teknik: mematuhi prosedur kerja, menutup mengisolasi bahan berbahaya, menggunakan otomatisasi pekerjaan, menggunakan cara kerja basah dan ventilasi pergantian udara. b. Pengendalian administrasi: mengatur waktu pekerjaan, menyusun peraturan keselamatan dan kesehatan, memakai alat pelindung, memasang tanda-tanda peringatan, membuat daftar data bahan-bahan yang aman, melakukan pelatihan sistem penangganan darurat. c. Pemantauan kesehatan: melakukan pemeriksaan kesehatan.