Anda di halaman 1dari 15

Modul 5 PENJADWALAN JANGKA PENDEK (Short-Term Schedulling)

A. PENTINGNYA STRATEGI PENJADWALAN JANGKA PENDEK Penjadwalan jangka pendek sangat penting sekali bagi perushaan karena :

Dengan penjadwalan yang efektif, perusahaan dapat menggunakan asetnya dan menghasilkan kapasitas investasi yang lebih besar dan sebaliknya mengurangi biaya. Penjadwalan menambah kapasitasdan fleksibilitas yang terkait dan memberikan waktu pengiriman yang lebih cepat dan dengan demikian pelayanan kepada pelanggan menjadi lebih baika.

Dengan menggunakan konsep penjadwalan jangka pendek maka keunggulan kompetitif dengan pengiriman dapat diandalkan.

B. ISU-ISU PENJADWALAN Penjadwalan berkaitan dengan waktu operasi,. Penjadwalan dimulai dengan perencanaan kapasitas yang meliputi fasilitas dan penguasaan terhadap mesin, kemudian jadwal induk membagi rencana kasar dan membuat jadwal keseluruhan untuk output. Penjadwalan jangka pendek menerjemahkan keputusan kapasitas, rencana jangka menengah ke dalam urutan pekerjaan, penugasan khusus terhadap karyawan, bahan baku dan fasilitas. Berbagai isu yang berkitan dengan penjadwalan diantaranya: 1. Penjadwalan Ke depan dan ke belakang Penjadwalan ke depan memulai skedul /jadwal segera setelah persyaratan diketahui. Banyak digunakan pada rumah sakit, klinik, restoran untuk makan malam, perusahaan permesinan. Pekerjaan dilaksanakan atas pesanan konsumen dan sesegera mungkin dilakukan pengiriman. Dirancang untuk menghasilkan jadwal yang bisa diselesaikan meski tidak berarti memenuhi tanggal jatuh temponya. Penjadwalan ke belakang dimulai dengan tanggal jatuh tempo, menjadwal operasi finsal dahulu. Tahaptahap dalam pekerjaan kemudian dijadwal pada suatu waktu, dibalik. Dengan mengurangi lead time untuk tiap item akan didapatkan waktu awal. Banyak digunakan di perusahaan manufaktur dan juga jasa seperti katering. Hal-hal tehnis seperti kerusakan mesin, masalah mutu seringkalo membuat penjadwalan semakin kompleks, sehingga perlu pemikiran khusus. 2. Penjadwalan Kriteria Proses Tehnik penjadwalan yang benar tergantung pada volume pesana, ciri operasi dan seluruh kompleksitas pekerjaan. Oleh karenanya ada empet criteria yaitu: Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Darman SE. MM MANAJEMEN OPERASIONAL

a.Meminimalkan waktu penyelesaian dengan cara menetapkan rata-rata waktu penyelesaian. b.Memaksimalkan utilitas dengan menetapkan persentase watu fasilitas digunakan. c.Meminimalkan persediaan barang dalam proses dengan menetapkan rata-rata jumlah pekerjaan dalam system. d. Meminimalkan waktu tunggu konsumen dengan menetapkan rat-rata keterlambatan. Empat k riteria ini digunakan dalam industri untuk mengevaluasi kinerja penjadwalan. Sehingga pendekatan penjadwalan harus jelas mudah dimengerti dan dilaksanakan fleksibel dan realistic. C. PROSES PENJADWALAN BERFOKUS PADA PUSAT KERJA

Fasilitas ini berfokus pada proses atau dikenal juga dengan fasilitas terputus-putus atau Job Shop yaitu tingginya variasi yang dihasilkan, volume rendah dan biasanya diterapkan pada manufaktur maupun jasa. Sistem ini dibuat berdasarkan pesanan dan biasanya berbeda dalam bahan baku , urutan proses, waktu proses, dan set up. Karemna perbedaan ini maka penjadwalan menjadi kompleks. Oleh karena itu system ini harus: mengecek kemajuan nya. Mengecek barang dalam proses pada saat pekerjaan bergerak menuju perusahaan. Memberikan feedback pada aktifitas produksi. Menyediakan statistic efisiensi pekerjaan dan memonitor waktu operator untuk analisis distribusi tenaga kerja, gajui dan upah. Sistem penjadwalan baik yang manual maupun otomatis perlu data yang akurat dan relevan sehingga membutuhkan data base dengan file perencanaan dan pengendalian. Tiga file perencanaan yaitu: a. File master barang b. File routing c. File master induk pusat kerja Sedangkan file pengendali mencatat kemajuan sebenarnya yang telah dibuat terhadap rencana untuk masing-masing urutan pekerjaan. Menjadwal pesanan yang akan dating tanpa mengganggu kendala kapasitas pusat kerja individu. Mengecek ketersediaan alat dan bahan baku sebelum memberikan pesana ke suatu departemen. Membuat tanggal jatuh tempo untuk tiap pekerjaan dan

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Darman SE. MM MANAJEMEN OPERASIONAL

D. PEMBEBANAN PEKERJAAN DI PUSAT PEKERJAAN. Pembebanan berarti penugasan pekerjaan untuk dilaksanakan atau pusat pengolahan atau pusat pemrosesan. Manajer operasi menugaskan pekerjaan untuk

dilaksanakan sehingga biaya, waktu menganggur atau waktu penyelesaian harus dijaga agar tetap minimum. Pusat pembebanan dibagi menjadi dua bentuk yaitu orientasi pada kapasitas dan dikaitkan ke penugasan tugas tertentu ke pusat pekerjaan. Pendekatan yang digunakan dalam pembebanan adalah: 1. Diagram Gantt Diagram Gantt merupakan alat Bantu visual yang sangat berguna dalam pembebanan dan penjadwalan. Diagram ini dikembangkan oleh Henry L Gantt pada akhir tahun 1800. Diagram ini membantu menggambarkan penggunaan sumber daya seperti pusat pekerjaan dan lembur. Contoh Perusahaan X menggunakan diagram Gantt untuk menunjukkan penjadwalan tiga macam pesanan yaitu pekerjaan A, B, C yang mana penjadwalan nya saling terkait waktunya. Pekerjaan A dan B dimulai bersamaan yaitu pada hari ke 1. Pekerjaan A berakhir pada hari ke 5, pekerjaan B pada hari ke 4 sedangkan pekerjaan C mulai hari ke tiga sampai hari ke 6. DiagramGantt untuk penjadwalan Pekerjaan A,B,C Pekerjaan Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5 Hari 6 A ------------ ------------ ------------ ------------ -----------B ------------ ----------------------- -----------C ----------------------------------

METODE PENUGASAN Metode penugasann (assignment) mirip dengan kasus transportasi. Sebagaimana halnya metode transportasi, metode penugasan merupakan pemecahan masalah dengan linear programming yang lebih sederhana dibandingkan metode simpleks. Dalam masalah penugasan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi yaitu : satu tugas diselesaikan oleh satu mesin serta biaya penyelesaian tugas untuk masing-masing mesin diketahui. Tujuan dari penugasan adalah minimalisasi total biaya. Setelah mempelajari modul ini diharapkan mahasiswa dapat: memahami permasalahan tentang penugasan dan penugasan
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Darman SE. MM MANAJEMEN OPERASIONAL

mampu menyelesaikan permasalahan

ASSIGNMENT DENGAN FUNGSI TUJUAN MINIMISASI


Membuat Table Awal Penugasan Dengan NORTHWEST CORNER RULE

Permasalahan penugasan (assignment) dapat juga diselesaikan dengan menggunakan metode transportasi. Perhatikan kasus Kellum berikut ini . Data tentang biaya dari kasus Kellum terlihat pada matriks berikut Matriks Data Biaya Penyelesaian Tugas Kellum Mesin X Y

Tugas A Rp25 Rp31 Rp35 Tugas B Rp15 Rp20 Rp24 Tugas C Rp22 Rp19 Rp17

Jumlah baris (tugas) sama dengan jumlah kolom (mesin). Hal ini merupakan ciri dari penugasan. Ciri lain adalah bahwa solusi optimal adalah bahwa hanya satu mesin untuk satu tugas. Hal ini berbeda dengan metode transportasi, dimana jumlah baris tidak harus sama dengan jumlah kolom. Karena setiap tugas hanya bisa diselesaikan oleh satu mesin, maka keperluan mesin adalah 1, dan keperluan tugas adalah 1. Matriks menunjukkan penyelesaian sementara kasus Kellum dengan menggunakan North-west corner rule. Matriks Transportasi Kellum Dari matriks di atas, mesin X sebaiknya menyelesaikan tugas A, mesin Y sebaiknya menyelesaikan tugas B dan mesin Z sebaiknya menyelesaikan tugas C. Total biaya dari penugasan tersebut = 25 + 20 + 17 = 62. Penugasan juga dikenal dengan nama Floods technique atau metode penugasan Hungarian. Ada tiga langkah pada metode penugasan ini, yaitu : Langkah pertama, menentukan tabel biaya peluang (opportunity-cost). Biaya peluang berarti bahwa bila kita memilih untuk melaksanakan salah satu, kita tidak bisa memilih yang lain. Kalau kita putuskan bahwa tugas A diselesaikan dengan Mesin X, diperlukan biaya sebesar Rp25,-. Padahal mesin X akan lebih murah menyelesaikan tugas B yang hanya memerlukan biaya sebesar Rp15,-. Dengan menggunakan mesin X untuk menyelesaikan tugas A, kita kehilangan biaya peluang sebesar Rp10,- (Rp25,- - Rp15,-). Demikian juga dengan menggunakan mesin X untuk menyelesaikan tugas C, perusahaan kehilangan baiay peluang

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Darman SE. MM MANAJEMEN OPERASIONAL

sebesar Rp7,- (Rp22,- - Rp15,-). Perhitungan biaya peluang untuk setiap kolom dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel Perhitungan Biaya peluang (opportunity Cost) berdasarkan kolom Kolom X Kolom Y Kolom Z Rp25 - 15 = Rp10 Rp31 - 19 = Rp12 Rp35 - 17 = Rp18 Rp15 - 15 = Rp0 Rp22 - 15 = Rp7 Rp20 - 19 = Rp1 Rp19 - 19 = Rp0 Rp24 - 17 = Rp7 Rp17 - 17 = Rp0

Matriks 9. 3. Job Opportunity Cost Kasus Kellum


T ugas A T ugas B T ugas C p7 p0 p0 p0 p1 p7 p10 p12 p18

Setelah menghitung biaya peluang untuk setiap kolom maka kita harus menghitung biaya peluang untuk setiap baris. Biaya peluang untuk setiap baris ini dihitung dengan menggunakan data biaya peluang menurut kolom (job opportunity cost). Oleh karena itu biaya peluang berdasarkan baris disebut juga dengan biaya peluang total (total opportunity cost). Perhitungan biaya peluang total (total opportunity cost) dapat dilihat pada tabel 9.2 serta hasil secara lengkap dapat dilihat pada matriks 9.4. Tabel Perhitungan Biaya peluang (opportunity Cost) berdasarkan kolom Baris A Baris B Baris C

Rp10 - 10 = Rp0 Rp0 - 0 = Rp0 Rp7 - 0 = Rp7 Rp12 - 10 = Rp2 Rp1 - 0 = Rp1 Rp0 - 0 = Rp0 Rp18 - 10 = Rp8 Rp7 - 0 = Rp7 Rp0 - 0 = Rp0

Matriks 9. 4. Total Opportunity Cost Kasus Kellum


X Tugas A Rp0 Tugas B Rp0 Tugas C Rp7 Y Rp2 Rp1 Rp0 Z Rp8 Rp7 Rp0

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Darman SE. MM MANAJEMEN OPERASIONAL

Langkah kedua, menentukan apakah bisa dibuat tabel penugasan yang optimal. Penugasan yang terbaik adalah bila biaya peluang sama dengan nol. Dari matriks 9.4 dapat dilihat bahwa mesin X bisa digunakan untuk menyelesaikan tugas A atau B dan tugas C bisa diselesaikan dengan Mesin Y atau Mesin Z. B. TEST PENUGASAN OPTIMAL Matriks Tes Penugasan Optimal Kasus Kellum

X Rp0 Rp0 Rp7

Y Rp2 Rp1 Rp0

Z Rp8 Rp7 Rp0

Untuk menguji apakah penugasan sudah optimal ataukah belum, tariklah garis horisontal atau vertikal yang melewati angka nol terbanyak. Seperti terlihat pada matriks 9.5 kita dapat membuat garis pada kolom X dan baris C. Karena jumlah garis jumlah baris maka penugasan tersebut belum optimal. Penugasan akan optimal jika jumlah garis = jumlah baris. Namun demikian yang paling penting untuk diingat adalah bahwa kita akan mengugaskan suatu pekerjaan ke suatu mesin jika total opportunity cost = nol. Langkah ketiga, diadakan revisi tabel biaya peluang. Daerah yang belum tertutup garis/ penugasan pada Test Penugasan Optimal adalah tugas A dan B pada mesin Y dan Z. Dari keempat sel tersebut biaya terkecil ada pada tugas B dengan mesin Y. Kalau keempat sel dikurangkan dengan angka terkecil tersebut, akan diperoleh tabel revisi sebagai berikut. Tabel perhitungan revisi biaya peluang X Y Z Rp2 Rp1 = Rp1 Rp8 - Rp1 = Rp7 Rp1 - Rp1 = Rp0 Rp7 - Rp1 = Rp6 Rp7 + Rp1 = Rp8

Rp0 Rp2 Rp8 Rp0 Rp1 Rp7 Rp7 Rp0 Rp0

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Darman SE. MM MANAJEMEN OPERASIONAL

Dari hasil revisi diperoleh bahwa ada tambahan garis yang melewati angka nol. Mengingat terdapat tiga tugas dan tiga mesin, dan dalam opporutinity cost yang direvisi terdapat tiga garis, penugasan tersebut dikatakan telah optimal. Tugas A dikerjakan dengan mesin X, tugas B dikerjakan dengan mesin Y dan tugas C dikerjakan dengan mesin Z. Biaya terendah untuk peneyelesaian tugas tersebut sebesar 62. Opportunity cost yang direvisi

X Rp0 Rp0 Rp8

Y Rp1 Rp0 Rp0

Z Rp7 Rp6 Rp0

Kesimpulan dari penugasan tersebut adalah sebagai berikut.

Assignment A to X B to Y C to Z Total

cost 25 20 17 62

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakan latihan berikut 1. Apa syarat yang harus dipenuhi agar suatu permasalahan penugasan dapat diselesaikan ? 2. Jelaskan bagaimana cara menghitung biaya peluang berdasarkan kolom untuk fungsi tujuan minimisasi biaya ? 3. Jelaskan bagaimana cara menghitung biaya peluang total untuk fungsi tujuan minimisasi biaya ? 4. Jelaskan bagaimana cara melakukan revisi tabel jika ternyata penugasan belum optimal ? 5. Apa syarat suatu penugasan optimal ? King Manufacture membuat tiga komponen C3, C5 dan C8 yang masing-masing harus dikerjakan dengan salah satu mesin A, B, atau C. Buatlah penugasan yang paling efisien. Mesin Pekerjaan C3 C5 A B C

Rp100 Rp90 Rp110 Rp115 Rp100 Rp95


Darman SE. MM MANAJEMEN OPERASIONAL

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

C8

Rp115 Rp105

Rp90

RANGKUMAN Masalah penugasan mensyaratkan bahwa satu mesin hanya mengerjakan satu tugas dan sebaliknya satu tugas hanya dikerjakan oleh satu mesin. Ada 3 langkah dalam menyelesaikan masalah penugasan yaitu : 1) hitung biaya peluang berdasarkan kolom, 2) hitung biaya peluang berdasarkan baris dan 3) lakukan revisi terhadap penugasan jika belum optimal. Syarat suatu penugasan optimal jika dan hanya jika satu tugas dikerjakan oleh satu mesin dan satu mesin hanya mengerjakan satu tugas serta total biaya peluang = nol untuk setiap mesin. ASSIGNMENT DENGAN FUNGSI TUJUAN MAKSIMISASI
PENGERTIAN MAKSIMISASI DALAM ASSIGNMENT

ABC Rent A Car akan membeli lima mobil baru untuk menggantikan mobil yang lama. Mobil yang lama dijual secara lelang. Penawaran dari lima orang calon pembeli yang disampaikan secara tertutup tampak pada Matriks 9. 4. Masing-masing pembeli hanya akan membeli satu buah mobil. Matriks 9.4. Data Penawaran dari Lima Calon Pembeli Jenis Mobil dibeli Pembeli Ford Toyota Honda Suzuki Panther Ani $3.000 $2.500 $3.300 $2.600 $3.100 Susi $3.500 $3.000 $2.800 $2.800 $3.300 Chandra $2.800 $2.900 $3.900 $2.300 $3.600 Erna $3.300 $3.100 $3.400 $2.900 $3.500 Budi $2.800 $3.500 $3.600 $2.900 $3.000 ABC Rent A Car harus memutuskan penawaran mana yang harus diterima dari masing-masing penawar sehingga dari setiap mobil yang terjual diperoleh keuntungan yang maksimal. Kasus maksimisasi pada ABC Rent A Car dapat diselesaikan dengan metode penugasan (assignment method) dengan cara yang sama pada kasus minimisasi. Perbedaannya terletak pada langkah pertama, yaitu mengubah penawaran menjadi nilai penyesalan (regret value). Pada mobil Ford, penawaran tertinggi diajukan oleh Susi sebesar $3500. Kelima penawaran dikurangkan dari $3500 sebagai nilai penyesalan. Pada mobil Toyota , penawaran tertinggi datang dari Budi sebesar $3500. Kelima penawaran dikurangkan dengan $3500 sebagai nilai penyesalan. Dengan cara demikian juga dicari nilai penyesalan untuk Honda, Suzuki, dan
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Darman SE. MM MANAJEMEN OPERASIONAL

Panther. Hasil perhitungan selengkapnya terlihat pada Matriks 9. 5. Angka nol pada Matriks tersebut menunjukkan penawaran tertinggi untuk masing-masing mobil dari masing-masing penawar. TOPI MELAKUKAN PERBAIKAN NILAI PENYESALAN Tujuan kita dalam memaksimumkan keuntungan dalam lelang tersebut adalah dengan meminimalkan nilai penyesalan pada Matriks 9.5. Dengan demikian kita bisa meneruskan langkah-langkah sebagaimana telah kita bicarakan pada topik 1, yaitu meminimalkan nilai penyesalan. Matriks Nilai Penyesalan dari Lelang Mobil Jenis Mobil dibeli Pembeli Ford Toyota Honda Suzuki Panther Ani $500 $1.000 $600 $300 $500 Susi $0 $500 $1.100 $100 $300 Chandra $700 $600 $0 $600 $0 Erna $200 $400 $500 $0 $100 Budi $700 $0 $300 $0 $600 Berdasarkan Matriks nilai penyesalan, masing-masing baris dikurangkan dengan nilai yang terkecil. Nilai penyesalan terkecil pada Ani terletak pada Suzuki sebesar $300. Oleh karena itu semua nilai penyesalan pada Ani dikurangkan dengan $300.

Jenis Mobil dibeli Pembeli Ford Toyota Honda Suzuki Panther Ani $500 $1.000 $600 $300 $500
$300 $200 $300 $700 $300 $300 $300 $0 $300 $200

Sehingga pada Matriks Nilai penyesalan Ani menjadi 200, 700, 300, 0, 200. dengan cara yang sama, nilai penyesalan pada Ani, Chandra, Erna, dan Budi, dikurangkan dengan nilai penyesalan terkecil pada baris yag bersangkutan. Matriks Jenis Mobil dibeli Pembeli Ford Toyota Honda Suzuki Panther Ani $200 $700 $300 $0 $200 Susi $0 $500 $1.100 $100 $300 Chandra $700 $600 $0 $600 $0
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Darman SE. MM MANAJEMEN OPERASIONAL

Erna Budi

$200 $700

$400 $0

$500 $300

$0 $0

$100 $600

Dengan cara yang sama pada assignment method dengan fungsi tujuan minimum, kita menarik garis yang melalui nilai nol. Terlihat pada Matriks 9.7. terdapat empat buah garis yang melewati nilai nol tersebut. Karena terdapat lima pembeli dan lima mobil, sedangkan garis yang melewati nilai nol hanya empat buah, dikatakan Matriks tersebut belum optimal. Matriks Jenis Mobil dibeli Pembeli Ford Toyota Honda Suzuki Panther Ani $200 $700 $300 $0 $200 Susi $0 $500 $1.100 $100 $300 Chandra $700 $600 $0 $600 $0 Erna $200 $400 $500 $0 $100 Budi $700 $0 $300 $0 $600

Terdapat dua kolom yang belum dilewati garis tersebut yaitu Honda dan Panther. Nilai terkecil yang tidak dilewati garis adalah $100. maka semua nilai yang belum dilewati garis dikurangkan dengan $100.

Pembeli Honda Ani $300 Susi $1.100 Chandra Erna $500 Budi $300 -

Panther

$100= $100= $100= $100=

$200 $1.000 $400 $200

$200$300$100$600-

$100= $100= $100= $100=

$100 $200 $0 $500

Tabel Solusi Optimal ABC Rent A Car Jenis Mobil dibeli Pembeli Ford Toyota Honda Suzuki Panther Ani $200 $700 $200 $0 $100 Susi $0 $500 $1.000 $100 $200 Chandra $800 $600 $0 $700 $0 Erna $200 $400 $400 $0 $0 Budi $700 $0 $200 $0 $500

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Darman SE. MM MANAJEMEN OPERASIONAL

Sebuah perusahaan akan merekrut 4 tenaga pemasaran untuk memasarkan produknya di empat daerah yang berbeda. Berikut adalah besarnya keuntungan yang diperoleh oleh setiap tenaga pemasaran di setiap daerah. Tentukan penugasan yang optimal sehingga total keuntungan perusahaan maksimum. Daerah Pemasaran Tenaga Pemasaran P Q R S 100 90 110 90 110 100 95 95 105 95 90 105 115 100 95 100

A B C D

Catatan Metode Penugasan melibatkan penugasan suatu pekerjaan atas suatu sumber daya. Untuk lebih jelasnya penjelasan langsung menggunakan contoh: Contoh. Ada empat langkah yang bisa diikuti yaitu:

Angka pada tiap baris dikurangi dengan angka yang terkecil pada baris yang bersangkutan, periksa pada angka yang nilainya nol apakah sudah optimal atau belum. Dikatakan optimal apabila angka nol ada titiap baris dan kolom yang berbeda, jika belum optimal maka lakukan hal yang sama tetapi pada tiap kolom.

Jika langkah 1 belum optimal maka lakukan langkah 2 dengan cara buat garis vertical dan horizontal yang melewati angka nol, cari angka paling kecil yang tidak tetutup oleh garis tersebut.

Kurangkan angka terkecil pada angka yang tidak tetutup garis yang nilainya belum nol dan tambahkan pada anga yang tertutup baik oleh garis vertical maupun horizontal. Periksa sudah optimal atau belum

Jika belum optimal maka langkah 3 perlu diulang terus sampai hasilnya optimal.

Contoh. Jika suatu fasilitas memiliki tiga mesin yaitu A,B,C dan tiga pekerjaan yang harus diselesaikan masingmasing mesin yang berbeda pada waktu yang bersamaan, apabila table biayanya adalah sebagai berikut, berapa biaya total yang paling optimal ? Mesin Pekerjaan Xi 11 14 6 Darman SE. MM MANAJEMEN OPERASIONAL A B C

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Wi Zi

8 9

10 11 12 7

Ket: biaya dalam satuan jua rupiah Penyelesaian: A B C X 11 14 6 * i Y 8* 10 11 i Zi 9 12 7*

1a. A B X 5 8 C 0

i Y 0* 2* 3 i Zi 2 5 0*

Hasil belum optimal maka 1.b. A B C X 5 6 0 i Y 0 0 3 i Zi 2 3 0 Hasil belum optimal maka 2. A B X 5 6 C 0|

i Y 0------- 0---- 3|-i Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Darman SE. MM MANAJEMEN OPERASIONAL

Zi 2* 3. A B C X 3 4 0 i Y 0 0 5 i Zi 0 1 0

0|

Suah optimal karena sudah ada angka 0 yang berbeda pada kolom dan baris yang beda A B X 3 i Y 0 4 C 0*

0* 5 0

i Zi 0* 1

Maka Mesin C mengerjakan pekerjaan Xi biayanya 6 Mesin B mengerjakan pekerjaan Yi biayanya

Mesin A mengerjakan pekerjaan Zi biayanya 9 Sehingga total biaya uyang optimal adalah Rp 25.000.000,E. MENGURUTKAN PEKERJAAN DI PUSAT KERJA Pengurutan mengkhususkanpada pesanan diman pekerjaan harus dilakukan di masing-masing pusat pekerjaan. Eturan yang dilakukan berdasarkan prioritas yaitu: 1. Pertama dating pertamakali dilayani 2. Waktu pemrosesan yang paling cepat 3. Pekerjaan yang jatuh temponya paling pendek 4. Waktu pemrosesan yang paling panjang. Untuk menevaluasi tiap tiap aturan maka digunakan empat criteria yang telah dibahas pada sub topic dalam isu penjadwalan dimuka. F. PENJADWALAN PADA PRODUKSI BERULANG Konsep ini telah diterapkan oleh Harlety Davidson dan John Deere, yaitu Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Darman SE. MM MANAJEMEN OPERASIONAL

Dengan satu cara membuat skedul penggunaan material adalah menentukan ukuran lot minimum yang akan menjaga proses produksi tetap berjalan dan menggunakan konsep POQ yaitu 2DS Q *p = -----------. H (1-d/p) Seperti yang telah dibahas pada konsep persediaan model independent. Keuntungan dari konsep ini adalah: 1. Mengurangi persediaan dimana berarti mengeluarkan modal untuk penggunaan yang lain. 2. Mempercepat input keseluruhan produk 3. Memperbaiki mutu komponen dengan demikian memperbaiki mutu 4. Mengurangi kebutuhan luas ruangan 5. Memperbaiki komunikasi antar karyawan karena berdekatan

6. Proses produksi lebih mulus. G. PENJADWALAN PADA BIDANG JASA Menjadwal system jasa berbeda dengan system manufaktur dalam beberapa cara yaitu:

Dibidang manufaktur penekanan pada bahan baku sedang jasa penekanan pada karyawan Sistem jasa jarang menyimpan persediaan Sistem jasa lebih banyak menyerap tenaga kerja dengan variabilitas tinggi.

Contoh penjadwalan jasa diantaranya:


Rumah Sakit, pada unit gawat darurat menggunakan aturan prioritas yang lebih dulu dating yang lebih dulu dilayani. Bank banyak mempekerjakan personel dengan jam kerja dari jam 8 pagi sampai jam 3 sore untuk teller yang melayani nasabah. Penjadwalan secara shift pada supermarket mengerjakan latihan

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, silakan anda berikut ini ! 1) Jelaskan tentang pentingnya strategi penjadwalan jangka pendek. 2) Jelaskan isu-isu dalam penjadwalan.

3) Jelaskan persyaratan apa saja yang harus dipenuhi dalam melaksanakan proses penjadwalan yang difokuskan pada pusat kerja. 4) Ada dua metode pembebanan yang telah dibahas, sebutkan dan jelaskan masing-masing. 5) Jelaskan konsep pengurutan pekerjaan 6) Berikan penjelasan mengenai penjadwalan pada produk yang berulang Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Darman SE. MM MANAJEMEN OPERASIONAL

7) Berikan penjelasan penjadwalan di bidang Jasa. Kesimpulan Penjadwalan jangka pendek melibatkan waktu operasi untuk mencapai pergerakan unit yang efisien melalui suatu system. Fasilitas yang berfokus pada proses dibuat perdasar pesanan sehingga penjadwalan menjadi kompleks sehingga perlu data base perencanaan dan pengendalian. Pembebanan pekerjaan di pusat kerja dapat dilakukan dengan Diagram Gantt atau metode Penugasan. Pengurutan Pekerjaan di pusat kerja dapat menggunakan aturan prioritas yang mana dapat dievaluasi menggunakan empat criteria proses. Pada produksi yang berulang digunakan konsep POQ dengan beberapa keuntungan. Sedangkan konsep penjadwalan diterapkan juga pada sektor jasa terutama untuk menjadwal kerja karyawan.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Darman SE. MM MANAJEMEN OPERASIONAL

Beri Nilai