Anda di halaman 1dari 4

EKSTRAKSI DENGAN BANTUAN ULTRASONIK

A. PRINSIP KERJA ULTRASONIK Penggunaan ultrasonik pada dasarnya

menggunakan menggunakan prinsip dasar yaitu dengan dengan mengamati sifat akustik gelombang ultrasonik yang dirambatkan melalui medium yang dilewati. Pada saat gelombang merambat, medium yang dilewatinya akan mengalami getaran. Getaran akan memberikan pengadukan yang intensif terhadap proses ekstraksi. Pengadukan akan meningkatkan osmosis antara bahan dengan pelarut sehingga akan meningkatkan proses ektraksi. B. CARA KERJA Cara kerja metode ultrasonik dalam mengekstraksi adalah sebagai berikut : gelombang ultrasonik terbentuk dari pembangkitan ultrason secara lokal dari kavitasi mikro pada sekeliling bahan yang akan diekstraksi sehingga akan terjadi pemanasan pada bahan tersebut, dan melepaskan senyawa ekstrak. Terdapat efek ganda yang dihasilkan yaitu pengacauan dinding sel sehingga membebaskan kandungan senyawa yang ada di dalamnya dan pemanasan lokal pada cairan dan meningkatkan difusi ekstrak. Energi kinetik dilewatkan ke seluruh bagian cairan diikuti dengan munculnya gelembung kavitasi pada dinding atau permukaan sehingga meningkatkan transfer massa antara permukaan padat-cair. Efek mekanik yang ditimbulkan adalah meningkatkan penetrasi dari cairan menuju dinding membran sel, mendukung pelepasan komponen sel, dan meningkatkan transfer massa (Keil, 2007).

Liu et al. (2010), menyatakan bahwa kavitasi ultrasonik menghasilkan daya patah yang akan memecah dinding sel secara mekanis dan meningkatkan transfer material.

Kavitasi adalah gejala menguapnya zat cair yang sedang mengalir sehingga membentuk gelembung-gelembung uap yang disebabkan karena berkurangnya tekanan cairan tersebut sampai dibawah titik jenuh uapnya. Skema cara kerja ekstraksi dengan bantuan ultrasonic

C. KEUNTUNGAN DAN KELEBIHAN Keuntungan metode ekstraksi dengan bantuan ultrasonic: a) Mempercepat waktu ekstraksi Contohnya, ekstraksi nikotin dari permen karet dengan bantuan ultrasonic hanya memerlukan waktu sekitar 20 menit, sedangkan ekstraksi dengan metode konvensional memakan waktu setidaknya 24 untuk mendapat hasil yang sama. Selain itu, hal ini juga dibuktikan dengan penelitian Cameron and Wang (2006) tentang ekstraksi pati jagung yang menyebutkan rendemen pati jagung yang didapat dari proses ultrasonik selama 2 menit adalah sekitar 55,2-67,8 % hampir

sama dengan rendemen yang didapat dari pemanasan dengan air selama 1 jam yaitu 53,4%. b) Lebih efisien dalam penggunaan pelarut. Dalam metode ekstraksi ultrasonic hanya membutuhkan pelarut organic 1/6 dari pelarut organic yang dibutuhkan pada metode ekstraksi conventional. c) Tidak ada kemungkinan pelarut yang digunakan dalam ekstraksi menguap sampai kering. Berbeda halnya apabila menggunakan hot plate, terutama apabila menggunakan sedikit pelarut dalam proses peleburan atau pelarutan. d) Aman digunakan karena prosesnya tidak mengakibatkan perubahan yang signifikan pada struktur kimia, partikel, dan senyawa-senyawa bahan yang digunakan. e) Meningkatkan ekstraksi lipid dan protein dari biji tanaman, seperti kedelai (misalnya tepung kedelai atau yg dihilangkan lemak) atau bibit minyak lainnya. Sedangkan kekurangan dari metode ekstraksi dengan bantuan ultrasonic: a) Membutuhkan biaya yang tidak sedikit, karena relatif mahal. b) Membutuhkan curing pada prosesnya.

DAFTAR PUSTAKA
Phytopharmaceutical Technology (List dan Schmidt, 1989) Extraction technologies for medicinal and aromatic plants (ICS-UNIDO, 2008) Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat (Depkes RI, 2000) Application of Ultrasound in Pharmaceutics. Farrah Ishtiaq dkk, Department of Environmental Sciences, Department of Chemistry,COMSATS Institute of Information and Technology, Abbottabad, Pakistan Institute of Chemistry, Punjab University, Lahore, Pakistan Department of Chemistry, University of Sargodha, Pakistan) Ultrasonic extraction as a sample preparation technique for elemental analysis by atomic spectrometry. Kevin Ashley, Ronne N. Us department of health and human service, centers for disease control and prevention. Teknologi Bahan Alam (Agoes, 2007) Keil, F. J. 2007. Modeling of Process Intensification. In Alupului, A., Ioan Calinescu, and Vasile Lavric. 2009. Ultrasonic Vs. Microwave Extraction Intensification of Active Principles From Medicinal Plants. AIDIC Conference Series, Vol. 9 2009 page 1-8. Liu, Q. M., et al. 2010. Optimization of Ultrasonic-assisted extraction of chlorogenic acid from Folium eucommiae and evaluation of its antioxidant activity. Journal of Medicinal Plants Research Vol. 4(23), pp. 2503-2511. http://artikelpanganhmppi.wordpress.com/juni-2011/ultrasonikasi-suatu-langkah-efisiensi-prosesproduksi/

Anda mungkin juga menyukai