Kerajaan Mataram Islam

KATA PENGANTAR
Sejarah kedatangan Agama Islam di Indonesia dan pengaruhnya di Indonesia sangatlah besar, dengan adanya perubahan-perubahan yang terjadi masa sekarang ini agam islam sangatlah berperan baik dalam pemerintahan kenegaraan ataupun kehidupan di masyarakat Indonesia. Pada makalah ini, kami selaku penulis ingin menyampaikan suatu sejarah perkembangan islam di Indonesia yang menitik beratkan pada sejarah kerajaan islam, yaitu pada kerajaan Mataram Islam. Yang mana berisi berbagai macam sejarah-sejarah perkembang islam di pulau jawa, sehingga kita dapat mengenal bagaimana perjalanan panjang penyebaran agama islam di pulau jawa terutama pada kerajaan mataram. Dan apabila dalam penulisan makalah kami terdapat kesalahan baik berupa Ejaan ataupun kata-kat a yang kurang tepat, kami memohon maaf kepada pembaca. Sekiranya pengantar ini, semoga makalah ini sangat berguna bagi pembaca.

Tenggarong, 12 juni 2009

Penulis

Oleh karena itu. Kerajaan Mataram diperluas lagi dengan mengadakan pendudukan terhadap . B. pusat pemerintahan dipindahkan ke Pajang oleh Ki Jaka Tingkir (Sultan Hadiwijaya ). Setelah Sultan Hadiwijaya meninggal. Adapati Surabaya menjalin persekutuan dengan Madiun dan Ponorogo dan akhirnya Madiun dan Ponorogo berhasil dikuasai Mataram. kedudukannya digantikan oleh putranya yang bernama Sutawijaya dengan gelar Panembahan Senapati ing Alogo Saidin Panotogomo yang bercita-cita menguasai tanah Jawa. • Mas Jolang Dibawah pemerintahannya dari tahun 1601-1613 M. Cita-cita ini baru dilaksanakan setelah wafatnya Sultan Hadiwijaya dan penyerahan tahtadari Pangeran Benowo kepada Senapati. Dengan demikian berdirilah Kerajaan Mataram. Jawa Timur. Sedangkan Pangeran Benowo pengganti Sultan Hadiwijaya tidak dapat mengatasi gerakangerakanyang dilakukan oleh para bupati dari pesisir pantai tersebut.KERAJAAN MATARAM A. Dari daerah inilah Kerajaan Mataram terus berkembang hingga akhirnya menjadi sebuah kerajaan besar dengan wilayah kekuasaannya meliputi daerah Jawa Tengah. kota-kota pesisir terus memperkuat diri sehingga membahayakan kedudukan Kerajaan Pajang. Dengan demikian dalam waktu singkat wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur telah menjadi bagian dari kekuasaan Kerajaan Mataram. Senapati mengadakan perluasan wilayah kerajaan dan menduduki daerah-daerah pesisir pantai seperti Surabaya. Letak Kerajaan Kerajaan Mataram adalah sebuah daerah kadipaten yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Pajang. Rajaraja yang pernah memerintah Kerajaan Mataram adalah : • Panembahan Senapati Pada mulanya daerah Mataram merupakan sebuah kadipaten yang diperintah oleh Kiai Gede Pamanahan. Selanjutnya Pasuruan dan Kediri berhasil direbut. Setelah berhasil membentuk Kerajaan Mataram. menantu Sultan Trenggana.Letak daerah Kerajaan Mataram adalah daerah Jawa Tengah bagian selatan dengan pusatnya Kota Gede atau Pasar Gede dekat daerah Yogyakarta sekarang.setelah Kiai Gede Pamanahan wafat tahun 1575 M. dan sebagian daerah Jawa Barat. Kehidupan Politik Setelah runtuhnya Kerajaan Demak. Pangeran Benowo menyerahkan kekuasaan kerajaannya kepada Sutawijaya. Sultan Hadiwijaya selanjutnya mendirikan Kerajaan Pajang yang usianya antara 1569-1586 M.

Sultan Agung wafat tahun 1645 Mdan digantikan oleh putranya yang mendapat gelar Amengkurat I. • Amengkurat I Ketika Amengkurat I memerintah dari 1645-1677 M. Kediri. Ia juga terkenal sebagai seorang sultan yang sangat anti terhadap Belanda. dan seni. Akhirnya muncul pemberontakan. sehingga lebih dikenal Sultan Agung. sehingga pada pemerintahannya mengadakan dua kali serangan ke Batavia (1628 dan 1629 M). Belanda diperkenankan untuk mendirikan benteng di Kerajaan Mataram dan ternyata tindakan Belanda semakin sewenang-wenang. Raden Mas Martapura mulai berkuasa. Kertosono. I juga tertarik dengan filsafat. Kerajaan Mataram mencapai masa kejayaannya. Belanda sulit menembus daerah Mataram. Namun karena sakit-sakitan. wilayah kekuasaan Kerajaan Mataram semakin sempit. Kegagalan ini membuat Sultan Agung memperkuat penjagaan pada daerah-daerah perbatasan dekat dengan Batavia. • Sultan Agung Setelah Mas Jolang wafat. Pada tahun 1612 M. Mas Jolang wafat di Desa Krapyak dan dimakamkan di Pasar Gede dan iapun diberi gelar Pangeran Seda ing Krapyak.dibawah pemerintahannya dari tahun 1613-1645 M. namun gagal. Ketika pertempuran terjadi di pusat ibukota Kerajaan Mataram . Namun karena perlengkapan persenjataan yang jauh di bawah pasukan Belanda. Sultan Agung disamping sebagai raja. orang-orang Belanda mulai masuk ke daerah Kerajaan Mataram. dengan gelar Sultan Agung Senapati ing Alogo Ngabdurrachman yaitu raja Mataram yang pertama memakai gelar sultan. Gresik-Jeratan berhasil dihancurkan. hingga meninggal dunia. kesusastraan.Kerajaan Mataram Islam daerah-daerah sekitarnya. beliau turun tahta dan digantikan oleh Mas Rangsang. • Amengkurat II Di bawah pemerintahannya dari tahun 1677-1703 M. akhirnya pemberontakan itu berhasil dipadamkan. Pada tahun 1613 M.Amengkurat II yang tidak . sehingga dibawah pemerintahannya. Namun karena berjangkitnya penyakit menular maka pasukan Mataram terpaksa kembali ke pusat Kerajaan Mataram. Dan beliau menulis buku filsafat yang berjudul Sastro Gending Sultan Agung mempunyai tujuan mempertahankan seluruh tanah Jawa dan mengusir orang-orang Belanda di Batavia. Wirosobo (Mojoagung). Adapun daerah yang berhasil dikuasai oleh Mataram dibawah pemerintahannya antara lain Ponorogo. Amengkurat I menderita lukaluka dan dilarikan oleh putranya ke Tegalwangi. seperti pemberontakan yang dipimpin oleh Pangeran Trunajaya yang berhasil menjalin hubungan dengan bupati di daerah pesisir pantai dan ibukotanya pun hamppir dikuuasainya.

bergelar Sultan Hamengkubuwono I (1755-1792). Belanda mengadakan perjanjian salatiga. Namun. Setelah Amengkurat II.Mas Said dinobatkan sebagai raja dengan gelar Pangeran Adipati Arya Mangkunegara dengan wilayahnya yang diberi nama Mangkunegara.tertarik untuk tinggal di ibukota kerajaan. selanjutnya mendirikan ibukota baru di Desa Wonokerto yang diberi nama Kartasurya. ternyata belanda merasa belum puas untuk memecah belah wilayah kekuasaan kerajaan mataram. penguasa daerah pantai yang mata pencaharian utamanya adalah pelayaranperdagangan menghendaki daerahnya sebagai negara merdeka atau . Di ibukota inilah Amengkurat II menjalankan pemerintahannya terhadap sisa-sisa Kerajaan Mataram. Akan tetapi. Kerajaan Mataram bertambah suram dan tahun 1755 M melalui Perjanjian Giyanti. Daerah Kesuhunan Surakarta. Kehidupan Ekonomi Kerajaan Mataram yang berada di daerah pedalaman Jawa Tengah benar-benar merupakan sebuah Negara agraris. pada tahun 1813 M sebagian daerah dari kesultanan Yogyakarta diberikan kepada Paku Alam selaku Adipati. diperintah oleh Susuhunan Pakubuwono III (1749-1788). Perjanjian Salatiga berlangsung pada tahun 1757 M. Sewaktu terjadi pelawanan dari mas said. Kerajaan Mataram dibagi dua wilayah:  Daerah Kesultanan Yogyakarta. hingga akhirnya meninggal tahun 1703 M.  Meskipun demikian. yang lebih dikenal dengan Ngayogyakarta Hadiningrat dengan Mangkubumi sebagai rajanya. C. sehingga kerajaan Mataram yang kuat dan kokoh pada masa pemerintahann Sultan Agung akhirnya dibagi menjadi kerajaan kecil seperti: • • • • Kerajaan Yogyakarta Kesuhunan Surakarta Kerajaaan Pakualam Kerajaan Mangkunegara Dengan demikian berakhirlah Kerajaan Mataram yang besar dan megah sampai menjadi kerajaan-kerajaan kecil yang lemah dan tidak berdaya. Perjanjian ini merupakan upaya Belanda untuk memperkecil wilayah kekuasaan kerajaan Mataram.

Di bawah pemerintahan Sultan Agung. Perkembangan kebudayaan itu dapat diketahui dari seni tari. Kehidupan Sosial Pada masa Sultan Agung berkuasa. Salah satu bentuk kebudayaan yang muncul adalah kebudayaan Kejawen yang merupakan akulturasi antara kebudayaan asli Hindu. jadi sifatnya desentralisasi. Sistem kehidupan ini menjadi dasar utama munculnya tuan-tuan tanah di Jawa. Upacara Grebeg bersumber pada pemujaan roh . Untuk menghadapi Belanda. kehidupan perekonomian masyarakat berkembang pesat karena didukung oleh hasil bumi Mataram yang besar. Atas dasar kehidupan agraris itulah disusun suatu masyarakat yang bersifat feudal. misalnya kekuasaan seorang kepala desa atau lurah yang berarti bahwa daerah kekuasaannya itu sebagai miliknya. Buddha. seni pahat. seni suara.Kerajaan Mataram Islam setidak-tidaknya sebagai anggota serikat atau federasi. dan Islam. Perlawanan terhadap Belanda di Batavia akhirnya dilakukan melalui ekonomi dengan memblokir seluruh keperluan Batavia dan melarang pengiriman barang dagang ke kota tersebut. Portugis berjanji menyerang Belanda dari laut. namun janji itu tidak pernah dipenuhi. Kehidupan Budaya Pada masa kekuasaan Mataram. Hal ini mengakibatkan Sultan Agung melakukan serangan ke pusat perdagangan Belanda di Batavia dan ingin mengusir Belanda dari Batavia (tapi gagal). E. D. aspek kebudayaan berkembang dengan baik. yaitu antara tahun 1613-1645 M dilakukan usaha-usaha untuk meningkatkan daerah-daerah persawahan dan memindahkan banyakpetani ke daerah Karawang yang subur. seni sastra dan sebagainya. Para pejabat memperoleh imbalan berupa tanah garapan atau pajak tanah. Pada masa pemerintahan Sultan Agung terjadi perselisihan antara pedagang-pedagang Belanda di Jepara. Mataram menjalin hubungan dengan Portugis (musuh Belanda dari Eropa) yang ingin memenuhi kebutuhan berasnya dari Mataram.

sehingga dengan mitos itu. Walaupun mestinya mitos tersebut harusnya makin hilang.nenek moyang yang berupa kenduri gunungan yang merupakan tradisi sejak zaman Majapahit pada perayaan hari besar Islam. seperti Demak dan Pajang. betapa Mataram berkembang dengan diringi oleh mitos perebutan kekuasaan yang panjang. walaupun dalam wujud yang berbeda dengan terbaginya kerajaan ini menjadi empat pemerintahan swa-praja. sehingga timbul Grebeg Syawal pada hari raya Idul Fitri. bersumber pada kitab Ramayana dan banyak dibaca oleh masyarakat. seiring dengan tumbuh kembangnya ajaran Islam di kerajaan Mataram Islam. Nitisastra Astabrata (berisi ajaran tabiat baik. KISAH TERPECAHNYA KERAJAAN MATARAM ISLAM Kerajaan Mataram adalah kerajaan Islam terbesar di Jawa yang hingga kini masih mampu bertahan melewati masa-masa berakhirnya kekuasaan kolonial Belanda di Indonesia. yaitu Kasunanan Surakarta. Tahun Hindu 1555 diteruskan Islam berdasarkan perhitungan baru. Mataramlah yang hingga puluhan tahun tetap eksis dan memiliki banyak kisah dan mitos yang selalu menyertai perkembangannya. Suatu hari. kemudian tahun ini dikenaldengan Tahun Jawa. Sedangkan kitab Nitisruti. adalah seorang petani bernama Ki Ageng Giring. sejak tahun itu diubah ke tarikh Islam berdasarkan peredaran bulan (tarikh qamariah). Di samping itu kesusastraan Jawa berkembang dengan pesat berkat suasana yang tentram. Kasultanan Yogyakarta. ia dan keturunannya bakal berkuasa di Tanah Jawa. Kisahnya berlangsung di pinggiran Kali Opak. tiba-tiba ada kelapa muda jatuh lalu terdengar suara. Sebab. rakyat tetap percaya bahwa raja adalah utusan dan anak dewa yang berhak memimpinnya hingga akhir hayat. Puro Mangkunegaran dan Puro Pakualaman. Hitungan tarikh yang sebelumnya tahun 1633 mempergunakan tarikh Hindu yang didasarkan peredaran matahari (tarikh syamsiah). Dinasti Mataram Islam sesungguhnya berawal dari keluarga petani. di Yogyakarta sekarang. begitulah yang tertulis pada Babad Tanah Jawi1. Sebelumnya memang ada kerajaan-kerajaan Islam di Jawa (Tengah) yang lain yang mendahului. . barangsiapa minum air kelapa muda ini. Grebeg Maulud pada bulan Rabiul Awal. yang mengiringi hadir dan berkembangnya sebuah kerajaan adalah wajar. Justru aneh kalau tidak ada mitos kerajaan itu. Hadirnya sebuah mitos. Sementara ia mencangkul di ladang. Sultan Agung sendiri mengarang kitab Sastra Gending yang serupa kitab filsafat. mitos adalah penjaga kepercayaan rakyat. Paling tidak bila kakek-nenek kita menceritakan. Namun sejak runtuhnya dua kerajaan itu.

ia hanya bisa meminta. nampaknya inilah wilayah kekuasaan terluas yang pernah dicapai Mataram. Tapi apa daya. Kekuasaan Mataram di seberang lautan juga meluas. Melihat kelapa muda tergeletak. Surabaya. para bupati. Sunan Hamangkurat Agung ini . katurunannyalah yang akan menggantikan menguasai Jawa. selalu menjadi cerita yang mengiringi kisah selanjutnya. Pada tetes terakhir Ki Ageng Giring muncul. Begitulah. Sementara ekspansi ke barat. Sutowijoyo yang bergelar Panembahan Senopati berkuasa sejak 1586 hingga 1601 dan kemudian digantikan oleh putranya Raden Mas Jolang. sesudah keturunan Gede Pemanahan yang ketujuh. ngenger (mengabdi) ke Pajang. 1614 ekspedisi Mataram dilakukan dengan menguasai Kediri. Sunan Kalijaga. karena pada saat itu ia sedang tirakat berpuasa. hingga ekspedisi itu dihentikan 1625. kerajaan Mataram yang waktu itu berada di Kota Gede. Dan pasca kekuasaan Hanyokrowati inilah Mataram mencapai puncak keemasannya ketika dipimpin oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo (Raden Mas Rangsang) hingga tahun 1646. yang lebih condong mengabdi pada Surabaya. Pada awal masa pemerintahannya saja. hingga kemudian ia pergi membersihkan diri di sungai. Yogyakarta. Namun ia tak bisa segera meminumnya. sepeninggal Sultan Agung. Meskipun Mataram gagal menaklukkan VOC di Batavia. Mataram sudah menguasai sebagian besar wilayah Jawa Tengah sebagai hasil peninggalan penaklukan yang dilakukan oleh dua pendahulunya. yaitu Sultan Hadiwijoyo. tamu yang haus itupun segera meminumnya. agar sewaktu-waktu kelak. Sutowijoyo. yang menggunakan gelar Susuhunan Hanyokrowati hingga tahun 1613. hingga Jambi dan Palembang di Sumatera. Saat itu Mataram memang wilayah dari Kasultanan Pajang. Tak lama kemudian datang sahabatnya. Ki Gede Pemanahan bertamu. Mataran tak memperoleh kesulitan kecuali hingga akhir hayatnya Banten belum dikuasai. dan Sutowijoyo inilah yang memulai membangun dinasti Mataram hingga kini. hampir tanpa penguasa yang adil dan bijaksana lagi. Anak lelaki Pemanahan. Mataram telah berhasil menguasai kerajaan terbesar di Jawa Timur. Ia melihat air kelapa muda itu telah terminum oleh orang lain. sebuah wilayah di Mataram. Kerajaan Sukadana di Kalimantan Barat dan Kerajaan Banjarmasin di Kalimantan selatan secara tidak langsung mengakui suzereinitas Mataram.Kerajaan Mataram Islam Konon wahyu keprabon yang ada dalam kelapa muda itu adalah sabda wali terkenal di Jawa. Ia sangat menyesal dan kecewa. Dan Sutowijoyo diberi hadiah oleh Sultan Pajang. Mataram juga menjalin hubungan dengan Gowa-Tallo di Makassar. Sunan Hamangkurat I yaitu raja sesudah Sultan Agung terkenal kejam dan sering berubah-ubah pendirian. Untuk itu Sang Sultan memusatkan perhatiannya untuk menaklukkan wilayah timur yang terdiri dari penguasa-penguasa kecil. dengan tombak Kiai Plered bekal dari bapaknya. Ario Penangsang. Kekuasaan VOC yang makin kuat kedudukannya di Jawa dan Nusantara ini membuat tarik-menarik kekua-saan atas tahta. Ia berhasil menumpas pemberontakan Adipati Jipang Panolan. Ki Ageng Giring lalu membawa pulang cengkir (kelapa muda) yang masih hijau segar itu.

merembet ke Mataram Kartasura dan memaksa Susuhunan Paku Buwono II memindahkan kerajaannya ke Solo. Penumpasan pemberontak Tionghoa yang dilakukan oleh pasukan Mataram dan dibantu Kompeni Belanda memakan biaya yang tidak sedikit. Pemberontakan yang dikenal dengan Geger Cino ini.berkuasa hingga tahun 1676. yang dinamainya Surakarta Hadiningrat. Sementara. yang dulu diriwayatkan berasal dari air kelapa muda yang di minum oleh Gede Pemanahan. Jawi. Masa kekuasaan Hamangkurat II. Cahaya atau air mani itu diasumsikan sebagai “wahyu keprabon“. Tahun 1704 Pangeran Puger meninggalkan kraton dan pergi ke Semarang. Perjanjian Giyanti 1755 Kerajaan Mataram yang selalu diwarnai perebutan kekuasaan yang memakan korban ribuan nyawa dengan melibatkan Kompeni. Sukowati. Afrika Selatan. Perang ini berlangsung cukup lama hingga dikenal dengan Perang Perebutan Mahkota II (1719-1723). menobatkannya sebagai Paku Buwono I bersama Kompeni. Pada awal kekuasannya. Di awal kekuasaannya. yang langsung dihisap dan ditelannya. Namun. Bupati Semarang. sisa pemberontak lain masih banyak. dan mengakibatkan perang perebutan mahkota Mataram. Paku Buwono I wafat tanggal 22 Februari 1719. mencapai puncaknya ketika terjadi pemberontakan masyarakat Tionghoa di Batavia. 17 Suro Tahun Je 1670 atau tahun 1745 Masehi. ia perombakan pembantunya yang proKompeni dan Pangeran Puger tersingkir. atau yang terkenal dengan Perang Perebutan Mahkota I (1704-1709) yang berkepanjangan. Di daerah tersebut segera dibangun kraton baru. Paku Buwono I bersama Kompeni berhasil menguasai Kartasura dan mengasingkan Hamangkurat III ke Ceilon. Kemenangan Paku Buwono I ini diperkuat dengan legitimasi mitos “wahyu keprabon“ Sebagaimana yang diceritakan dalam Babad Tanah . Pangeran Mangkubumi yang berhasil membereskan sisa-sisa pemberontakan justru tidak . bernama Alas Wonokerto dan selanjutnya dinamakan Kartasura Hadiningrat. Perlahan-lahan Hamangkurat IV yang dibantu Kompeni berhasil mengalahkan pasukan Herucokro. Ki Ronggo Yudowongso. dan kepindahan ibukota kerajaan berlangsung pada hari Rabu pahing. Belanda pun meminta imbalan yang banyak atas jasanya menumpas pemberontakan Tionghoa. ia harus menghadapi pembe-rontakan saudara mudanya. meski kemenangan ini diperoleh. bahwa pada saat detik-detik terakhir wafatnya Hamangkurat II. dan belum dibereskan semua. hingga Panembahan Herucokro dibuang ke Tanjung Harapan. dan puteranya yang keempat dinobatkan sebagai Prabu Hamangkurat IV. Pembangunan kraton diprakarsai oleh Tumenggung Honggowongso dan Pangeran Mangkubumi. Pangeran Diponegoro yang bergelar Panembahan Herucokro di Panoman. semenjak itu Kompeni hampir mencengkeram seluruh kekuasaan dan kebijakan Mataram. ia harus berhadapan dengan pemberontakan saudaranya. Pangeran Puger dan memindahkan kerajaan dari Plered ke wilayah sekitar Pajang. Pangeran Puger yang tengah menunggui kakandanya itu melihat adanya cahaya yang keluar dari ujung kemaluan kakandanya. Sri Langka.

Dipoyudo dan Honggowongso. Pasukan Paku Buwono II terus mengalami kekalahan. Perjuangan Sunan Kabanaran telah mencapai puncaknya di penghujung 1752. Pangeran Mangkubumi yang makin kuat dengan gelarnya Sunan Kabanaran itu justru memperluas wilayahnya hingga Jawa Barat dan Jawa Timur. Pertempuran di benteng Ungaran dan tewasnya van Imhoff membuat pimpinan Kompeni memutuskan segera mengirimkan ekspedisi militer besar-besaran mengejat Sunan Kabanaran. perundingan dengan Sunan Kabanaran yang direncanakan di Dusun Padangan pada 22 April 1754 berhasil digagalkan oleh Pangeran Mangkunegoro. tetapi ditolaknya. Kompeni pun juga makin lemah setelah mendapat pelajaran pahit dengan tewasnya van Imhoff dan de Clerq. Hal ini menyebabkan sang raja jatuh sakit dan tak kunjung membaik. Sebagai pimpinan ekspedisi adalah Mayor de Clerq yang dibantu 1. Dan dimulailah perlawanan Mangkubumi sendiri terhadap Paku Buwono II. Sementara itu di dalam tubuh Kompeni. Bahkan diceritakan bahwa Pangeran Mangkunegoro terus menerus melakukan tekanan. Namun. justru semakin lama semakin memburuk keseha-tannya. Pangeran Mangkubumi yang saat itu ada di wilayah Kabanaran menyetujui penobatannya sebagai Susuhunan dengan gelar Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kan-jeng Susuhunan Paku Buwono Mataram Senopati ing Alogo Abdurrahman Sayidin Panotogomo Khalifatullah atau lebih dikenal sebagai Sunan Kabanaran. Bahkan pada saat pengepungannya di Benteng Kompeni di Ungaran. Van Hohendorff yang menerima kabar tersebut menyatakan ketidaksahan penobatan yang dilakukan pemberontak di Kabanaran itu. Perang ini berlangsung berkepanjangan dan memakan korban tidak sedikit. dengan takluknya Surabaya dan Madura maka hampir seluruh pesisir Jawa Tengah dan Jawa Timur berada dalam kekuasaannya. Van Hohendorff diganti oleh Nicolaas Hartingh yang lebih mahir berbahasa Jawa dan mengerti budaya Jawa. Penobatan ini memberikan pukulan yang cukup telak pada kewibawaan kerajaan di Surakarta Hadiningrat.000 orang pasukan kerajaan yang dipimpin Tumenggung Wiroguna. Kekalahan pasukan kerajaan yang berlarut-larut ini menyebabkan kekecewaan dan kesedihan yang mendalam pada diri Susuhunan Paku Buwono II. 15 Desember 1749 Adipati Anom dinobatkan sebagai Susuhunan Paku Buwono III dan diikuti wafatnya Paku Buwono II lima hari kemudian. Meski sempat ragu. ia menyerang Pasukan Kabanaran di Dusun . Atas bantuan Belanda. Hartingh yang mengetahui perpecahan antara Sunan Kabanaran dan Pangeran Mangkunegoro segera mengambil inisiatif berunding. Pengikut Pangeran Mangkubumi yang mendengar hendak ditandatanganinya perjanjian kerajaan dengan Kompeni segera mengusulkan untuk mendahului penobatan Mangkubumi sebagai Susuhunan. bahkan dikisahkan hanya tinggal saiyubing payung (selebar daun payung). kerajaan dan Kompeni pernah menawarkan damai dengan Pangeran Mangkubumi. Namun. Gubernur VOC untuk Jawa Utara. Pusat Susuhunan Paku Buwono III di Kerajaan Surakarta Hadiningrat makin melemah. ia berhasil menewaskan Gubernur van Imhoff yang kebetulan sedang berada disana.Kerajaan Mataram Islam dihargai oleh Paku Buwono II yang berubah pendirian.

atas persetujuannya tehadap hasil perundingan Gubernur Jawa Utara dan Mangkubumi. Mitos wahyu keprabon misalnya. diyakini mampu memberikan ampunan kepada setiap pemakannya. Terakhir. yaitu acara mengelilingkan pusaka-pusaka kerajaan diiringi dengan diaraknya pula Kiai Slamet (nama kerbau bule) di Solo misalnya. sehingga pada acara grebeg mulud atau saparan. Pangeran memperoleh setengah dari pusaka-pusaka istana. sisa-sisa kekuasaan kerajaan Mataram ini belumlah sepenuhnya pudar. Misalnya kirab pusaka malam 1 Suro. kegiatan ritual yang biasa dilakukan oleh masyarakat setempat masih semarak. namun perundingan berjalan kurang lancar karena masih ada kecurigaan diantara mereka. Hampir setiap perebutan kekuasaan selalu melibatkan pemerintah Kolonial Belanda maupun Inggris. sampai kini masih diyakini sebagai sumber keselamatan manusia. paling tidak menunjukkan bahwa kekuasaan Mataram tidak utuh lagi akibat perebutan kekuasaan yang berke-panjangan. Pangeran Mangkubumi didampingi oleh Pangeran Notokusumo dan Tumenggung Ronggo.Sidokarso. Pasca kemerdekaan. memang masih nampak bahkan hingga sekarang. Pada tanggal 10 September 1754 Hartingh berangkat dari Semarang untuk menemui Pangeran Mangkubumi atau Sunan Kabanaran. Kekuasaan Mataram Islam Kini Sepanjang kekuasaan Kolonial Belanda di Nusantara. dan terbentuknya Mangkunegaran 1757 dan Pakualaman 1812. Paku Buwono III menyampaikan surat pada Gubernur Jenderal VOC. Pada 4 November tahun yang sama. Akhirnya setelah bersumpah untuk tidak saling melanggar janji maka pembicaraan menjadi lancar. Berdasarkan perundingan 22-23 September 1754 dan surat persetujuan Paku Buwono III maka pada 13 Maret 1755 ditandatangani perjanjian di Giyanti. sedikit banyak masih dipercaya rakyat. dan mitos-mitos lainnya. Pada 23 September 1754 akhirnya tercapai nota kesepahaman bahwa Pangeran Mangkubumi akan memakai gelar Sultan dan mendapatkan setengah Kerajaan. Terpecahnya kerajaan Mataram menjadi dua tahun 1755. Sebaran apem (nama makanan khas) yang diperebutkan pada bulan tertentu. Kerajaan Mataram selalu mengalami pasang-surut. Sedangkan yang menjadi juru bahasa adalah Pendeta Bastani. Kekuatan Mataram yang dibangun antara lain dengan mitos-mitos tersebut. namun dalam kenyataannya akibat pengaruh . Hampir sama dengan kerajaan-kerajaan lain di Nusantara. di Mataram (Yogya dan Solo). Daerah Pesisir Utara Jawa yang telah diserahkan pada Kompeni tetap dikuasai VOC dan ganti rugi atas penguasaan Pantura Jawa oleh VOC akan diberikan setengah bagiannya pada Mangkubumi. Pembicaraan pertama mengenai pembagian Mataram. Pada hari berikutnya diadakan perundingan yang tertutup dan hanya dihadiri oleh sedikit orang. Kapten Donkel dan sekretaris Fockens. Nota kesepahaman tersebut kemudian disampaikan pada Paku Buwono III. Meskipun dalam ajaran Islam mitos-mitos tersebut harusnya sudah dihapus. Pertemuan dengan Pangeran Mangkubumi sendiri baru pada 22 September 1754. Mossel. Hartingh didampingi Breton. makanan tersebut ramai diperebutkan.

Kami selaku penulis ucapkan terima kasih atas segala apa yang telah berperan membantu kami dalam pembuatan makalah ini. terjadi proses penyebaran agama islam yang cukup luas di daerah pulau jawa. Dari daerah inilah Kerajaan Mataram terus berkembang hingga akhirnya menjadi sebuah kerajaan besar dengan wilayah kekuasaannya meliputi daerah Jawa Tengah. ketika kekuasaan kerajaan-kerajaan di Nusantara sudah dilebur dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. yang mana kerajaan islam yang ada di sebuah daerah kadipaten yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Pajang. kepercayaan terhadap mitos masih kuat. Mataram sebagai bekas kerajaan Islam besar di Jawa juga tak lepas dari peran itu. Tenggarong. Yogya dan Solo yang dahulu pernah berjaya hanya meninggalkan bekas-bekas yang sulit dilupakan. kekuatan kerajaan-kerajaan itu hanya tinggal sebagai penjada adat. dan sebagian daerah Jawa Barat. Dan Letak daerah Kerajaan Mataram adalah daerah Jawa Tengah bagian selatan dengan pusatnya Kota Gede atau Pasar Gede dekat daerah Yogyakarta sekarang. Dan demikianlah hasil makalah kami. semoga bias bermanfaat bagi semua pembaca. di era kemerdekaan. Kini. Dan mungkin kini.* PENUTUP Demikianlah uraian singkat makalah kami tentang kerajaan Mataram Islam. Paling tidak kita hanya akan bercerita. kebudayaan yang antara lain terdiri dari mitos setempat masih tetap ada. Jawa Timur. melihat kenyataan bahwa Kerajaan Mataram pernah menjadi kekuatan besar di Jawa. 14 Juni 2009 Penulis . sekaligus penjaga mitos kepercayaan setempat.Kerajaan Mataram Islam kebudayaan Jawa sebelumnya. Dengan sejarah kerajaan Mataram Islam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful