Kerajaan Mataram Islam

KATA PENGANTAR
Sejarah kedatangan Agama Islam di Indonesia dan pengaruhnya di Indonesia sangatlah besar, dengan adanya perubahan-perubahan yang terjadi masa sekarang ini agam islam sangatlah berperan baik dalam pemerintahan kenegaraan ataupun kehidupan di masyarakat Indonesia. Pada makalah ini, kami selaku penulis ingin menyampaikan suatu sejarah perkembangan islam di Indonesia yang menitik beratkan pada sejarah kerajaan islam, yaitu pada kerajaan Mataram Islam. Yang mana berisi berbagai macam sejarah-sejarah perkembang islam di pulau jawa, sehingga kita dapat mengenal bagaimana perjalanan panjang penyebaran agama islam di pulau jawa terutama pada kerajaan mataram. Dan apabila dalam penulisan makalah kami terdapat kesalahan baik berupa Ejaan ataupun kata-kat a yang kurang tepat, kami memohon maaf kepada pembaca. Sekiranya pengantar ini, semoga makalah ini sangat berguna bagi pembaca.

Tenggarong, 12 juni 2009

Penulis

Jawa Timur. Adapati Surabaya menjalin persekutuan dengan Madiun dan Ponorogo dan akhirnya Madiun dan Ponorogo berhasil dikuasai Mataram. Selanjutnya Pasuruan dan Kediri berhasil direbut.KERAJAAN MATARAM A.setelah Kiai Gede Pamanahan wafat tahun 1575 M.Letak daerah Kerajaan Mataram adalah daerah Jawa Tengah bagian selatan dengan pusatnya Kota Gede atau Pasar Gede dekat daerah Yogyakarta sekarang. Setelah Sultan Hadiwijaya meninggal. Oleh karena itu. Sultan Hadiwijaya selanjutnya mendirikan Kerajaan Pajang yang usianya antara 1569-1586 M. Cita-cita ini baru dilaksanakan setelah wafatnya Sultan Hadiwijaya dan penyerahan tahtadari Pangeran Benowo kepada Senapati. • Mas Jolang Dibawah pemerintahannya dari tahun 1601-1613 M. Senapati mengadakan perluasan wilayah kerajaan dan menduduki daerah-daerah pesisir pantai seperti Surabaya. Setelah berhasil membentuk Kerajaan Mataram. Kehidupan Politik Setelah runtuhnya Kerajaan Demak. Dengan demikian dalam waktu singkat wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur telah menjadi bagian dari kekuasaan Kerajaan Mataram. Dengan demikian berdirilah Kerajaan Mataram. Letak Kerajaan Kerajaan Mataram adalah sebuah daerah kadipaten yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Pajang. Sedangkan Pangeran Benowo pengganti Sultan Hadiwijaya tidak dapat mengatasi gerakangerakanyang dilakukan oleh para bupati dari pesisir pantai tersebut. Pangeran Benowo menyerahkan kekuasaan kerajaannya kepada Sutawijaya. kota-kota pesisir terus memperkuat diri sehingga membahayakan kedudukan Kerajaan Pajang. menantu Sultan Trenggana. Rajaraja yang pernah memerintah Kerajaan Mataram adalah : • Panembahan Senapati Pada mulanya daerah Mataram merupakan sebuah kadipaten yang diperintah oleh Kiai Gede Pamanahan. Dari daerah inilah Kerajaan Mataram terus berkembang hingga akhirnya menjadi sebuah kerajaan besar dengan wilayah kekuasaannya meliputi daerah Jawa Tengah. B. kedudukannya digantikan oleh putranya yang bernama Sutawijaya dengan gelar Panembahan Senapati ing Alogo Saidin Panotogomo yang bercita-cita menguasai tanah Jawa. pusat pemerintahan dipindahkan ke Pajang oleh Ki Jaka Tingkir (Sultan Hadiwijaya ). dan sebagian daerah Jawa Barat. Kerajaan Mataram diperluas lagi dengan mengadakan pendudukan terhadap .

dengan gelar Sultan Agung Senapati ing Alogo Ngabdurrachman yaitu raja Mataram yang pertama memakai gelar sultan. Namun karena berjangkitnya penyakit menular maka pasukan Mataram terpaksa kembali ke pusat Kerajaan Mataram. Gresik-Jeratan berhasil dihancurkan. wilayah kekuasaan Kerajaan Mataram semakin sempit. Kertosono. Namun karena perlengkapan persenjataan yang jauh di bawah pasukan Belanda.dibawah pemerintahannya dari tahun 1613-1645 M.Kerajaan Mataram Islam daerah-daerah sekitarnya. • Amengkurat II Di bawah pemerintahannya dari tahun 1677-1703 M. sehingga dibawah pemerintahannya. dan seni. Kediri. • Sultan Agung Setelah Mas Jolang wafat. Mas Jolang wafat di Desa Krapyak dan dimakamkan di Pasar Gede dan iapun diberi gelar Pangeran Seda ing Krapyak. Dan beliau menulis buku filsafat yang berjudul Sastro Gending Sultan Agung mempunyai tujuan mempertahankan seluruh tanah Jawa dan mengusir orang-orang Belanda di Batavia. sehingga pada pemerintahannya mengadakan dua kali serangan ke Batavia (1628 dan 1629 M). kesusastraan. Sultan Agung wafat tahun 1645 Mdan digantikan oleh putranya yang mendapat gelar Amengkurat I.Amengkurat II yang tidak . • Amengkurat I Ketika Amengkurat I memerintah dari 1645-1677 M. Raden Mas Martapura mulai berkuasa. Belanda sulit menembus daerah Mataram. Ia juga terkenal sebagai seorang sultan yang sangat anti terhadap Belanda. Amengkurat I menderita lukaluka dan dilarikan oleh putranya ke Tegalwangi. Sultan Agung disamping sebagai raja. Kegagalan ini membuat Sultan Agung memperkuat penjagaan pada daerah-daerah perbatasan dekat dengan Batavia. Namun karena sakit-sakitan. I juga tertarik dengan filsafat. sehingga lebih dikenal Sultan Agung. akhirnya pemberontakan itu berhasil dipadamkan. orang-orang Belanda mulai masuk ke daerah Kerajaan Mataram. Wirosobo (Mojoagung). Pada tahun 1612 M. Kerajaan Mataram mencapai masa kejayaannya. Akhirnya muncul pemberontakan. namun gagal. Ketika pertempuran terjadi di pusat ibukota Kerajaan Mataram . Pada tahun 1613 M. Adapun daerah yang berhasil dikuasai oleh Mataram dibawah pemerintahannya antara lain Ponorogo. seperti pemberontakan yang dipimpin oleh Pangeran Trunajaya yang berhasil menjalin hubungan dengan bupati di daerah pesisir pantai dan ibukotanya pun hamppir dikuuasainya. Belanda diperkenankan untuk mendirikan benteng di Kerajaan Mataram dan ternyata tindakan Belanda semakin sewenang-wenang. hingga meninggal dunia. beliau turun tahta dan digantikan oleh Mas Rangsang.

hingga akhirnya meninggal tahun 1703 M.Mas Said dinobatkan sebagai raja dengan gelar Pangeran Adipati Arya Mangkunegara dengan wilayahnya yang diberi nama Mangkunegara. Kerajaan Mataram bertambah suram dan tahun 1755 M melalui Perjanjian Giyanti. yang lebih dikenal dengan Ngayogyakarta Hadiningrat dengan Mangkubumi sebagai rajanya. Sewaktu terjadi pelawanan dari mas said. penguasa daerah pantai yang mata pencaharian utamanya adalah pelayaranperdagangan menghendaki daerahnya sebagai negara merdeka atau . diperintah oleh Susuhunan Pakubuwono III (1749-1788). ternyata belanda merasa belum puas untuk memecah belah wilayah kekuasaan kerajaan mataram. Akan tetapi. sehingga kerajaan Mataram yang kuat dan kokoh pada masa pemerintahann Sultan Agung akhirnya dibagi menjadi kerajaan kecil seperti: • • • • Kerajaan Yogyakarta Kesuhunan Surakarta Kerajaaan Pakualam Kerajaan Mangkunegara Dengan demikian berakhirlah Kerajaan Mataram yang besar dan megah sampai menjadi kerajaan-kerajaan kecil yang lemah dan tidak berdaya. selanjutnya mendirikan ibukota baru di Desa Wonokerto yang diberi nama Kartasurya. Perjanjian Salatiga berlangsung pada tahun 1757 M. Namun. Setelah Amengkurat II. Di ibukota inilah Amengkurat II menjalankan pemerintahannya terhadap sisa-sisa Kerajaan Mataram.  Meskipun demikian. pada tahun 1813 M sebagian daerah dari kesultanan Yogyakarta diberikan kepada Paku Alam selaku Adipati. Kerajaan Mataram dibagi dua wilayah:  Daerah Kesultanan Yogyakarta. Perjanjian ini merupakan upaya Belanda untuk memperkecil wilayah kekuasaan kerajaan Mataram. C. bergelar Sultan Hamengkubuwono I (1755-1792). Belanda mengadakan perjanjian salatiga. Kehidupan Ekonomi Kerajaan Mataram yang berada di daerah pedalaman Jawa Tengah benar-benar merupakan sebuah Negara agraris.tertarik untuk tinggal di ibukota kerajaan. Daerah Kesuhunan Surakarta.

Portugis berjanji menyerang Belanda dari laut. seni pahat. Mataram menjalin hubungan dengan Portugis (musuh Belanda dari Eropa) yang ingin memenuhi kebutuhan berasnya dari Mataram. Hal ini mengakibatkan Sultan Agung melakukan serangan ke pusat perdagangan Belanda di Batavia dan ingin mengusir Belanda dari Batavia (tapi gagal). Di bawah pemerintahan Sultan Agung. misalnya kekuasaan seorang kepala desa atau lurah yang berarti bahwa daerah kekuasaannya itu sebagai miliknya. kehidupan perekonomian masyarakat berkembang pesat karena didukung oleh hasil bumi Mataram yang besar. yaitu antara tahun 1613-1645 M dilakukan usaha-usaha untuk meningkatkan daerah-daerah persawahan dan memindahkan banyakpetani ke daerah Karawang yang subur. namun janji itu tidak pernah dipenuhi. Pada masa pemerintahan Sultan Agung terjadi perselisihan antara pedagang-pedagang Belanda di Jepara. seni sastra dan sebagainya. Buddha.Kerajaan Mataram Islam setidak-tidaknya sebagai anggota serikat atau federasi. seni suara. Atas dasar kehidupan agraris itulah disusun suatu masyarakat yang bersifat feudal. Salah satu bentuk kebudayaan yang muncul adalah kebudayaan Kejawen yang merupakan akulturasi antara kebudayaan asli Hindu. Kehidupan Budaya Pada masa kekuasaan Mataram. Perkembangan kebudayaan itu dapat diketahui dari seni tari. E. Kehidupan Sosial Pada masa Sultan Agung berkuasa. Para pejabat memperoleh imbalan berupa tanah garapan atau pajak tanah. Sistem kehidupan ini menjadi dasar utama munculnya tuan-tuan tanah di Jawa. dan Islam. Upacara Grebeg bersumber pada pemujaan roh . Perlawanan terhadap Belanda di Batavia akhirnya dilakukan melalui ekonomi dengan memblokir seluruh keperluan Batavia dan melarang pengiriman barang dagang ke kota tersebut. aspek kebudayaan berkembang dengan baik. Untuk menghadapi Belanda. jadi sifatnya desentralisasi. D.

adalah seorang petani bernama Ki Ageng Giring. ia dan keturunannya bakal berkuasa di Tanah Jawa. yang mengiringi hadir dan berkembangnya sebuah kerajaan adalah wajar. Dinasti Mataram Islam sesungguhnya berawal dari keluarga petani. Puro Mangkunegaran dan Puro Pakualaman. mitos adalah penjaga kepercayaan rakyat. seperti Demak dan Pajang. Sultan Agung sendiri mengarang kitab Sastra Gending yang serupa kitab filsafat. KISAH TERPECAHNYA KERAJAAN MATARAM ISLAM Kerajaan Mataram adalah kerajaan Islam terbesar di Jawa yang hingga kini masih mampu bertahan melewati masa-masa berakhirnya kekuasaan kolonial Belanda di Indonesia. Hitungan tarikh yang sebelumnya tahun 1633 mempergunakan tarikh Hindu yang didasarkan peredaran matahari (tarikh syamsiah). Tahun Hindu 1555 diteruskan Islam berdasarkan perhitungan baru. Di samping itu kesusastraan Jawa berkembang dengan pesat berkat suasana yang tentram. barangsiapa minum air kelapa muda ini. Sebab. di Yogyakarta sekarang. Paling tidak bila kakek-nenek kita menceritakan. Sedangkan kitab Nitisruti. Walaupun mestinya mitos tersebut harusnya makin hilang. . yaitu Kasunanan Surakarta. walaupun dalam wujud yang berbeda dengan terbaginya kerajaan ini menjadi empat pemerintahan swa-praja. Sebelumnya memang ada kerajaan-kerajaan Islam di Jawa (Tengah) yang lain yang mendahului.nenek moyang yang berupa kenduri gunungan yang merupakan tradisi sejak zaman Majapahit pada perayaan hari besar Islam. Nitisastra Astabrata (berisi ajaran tabiat baik. Sementara ia mencangkul di ladang. Kisahnya berlangsung di pinggiran Kali Opak. kemudian tahun ini dikenaldengan Tahun Jawa. sehingga dengan mitos itu. Kasultanan Yogyakarta. rakyat tetap percaya bahwa raja adalah utusan dan anak dewa yang berhak memimpinnya hingga akhir hayat. tiba-tiba ada kelapa muda jatuh lalu terdengar suara. Namun sejak runtuhnya dua kerajaan itu. Grebeg Maulud pada bulan Rabiul Awal. begitulah yang tertulis pada Babad Tanah Jawi1. Justru aneh kalau tidak ada mitos kerajaan itu. Mataramlah yang hingga puluhan tahun tetap eksis dan memiliki banyak kisah dan mitos yang selalu menyertai perkembangannya. seiring dengan tumbuh kembangnya ajaran Islam di kerajaan Mataram Islam. bersumber pada kitab Ramayana dan banyak dibaca oleh masyarakat. Suatu hari. sehingga timbul Grebeg Syawal pada hari raya Idul Fitri. sejak tahun itu diubah ke tarikh Islam berdasarkan peredaran bulan (tarikh qamariah). betapa Mataram berkembang dengan diringi oleh mitos perebutan kekuasaan yang panjang. Hadirnya sebuah mitos.

selalu menjadi cerita yang mengiringi kisah selanjutnya. Sementara ekspansi ke barat. ia hanya bisa meminta. tamu yang haus itupun segera meminumnya. yang lebih condong mengabdi pada Surabaya. Ia sangat menyesal dan kecewa. kerajaan Mataram yang waktu itu berada di Kota Gede. Kekuasaan VOC yang makin kuat kedudukannya di Jawa dan Nusantara ini membuat tarik-menarik kekua-saan atas tahta. Namun ia tak bisa segera meminumnya. Mataram sudah menguasai sebagian besar wilayah Jawa Tengah sebagai hasil peninggalan penaklukan yang dilakukan oleh dua pendahulunya. Tak lama kemudian datang sahabatnya. Anak lelaki Pemanahan. sepeninggal Sultan Agung. Kerajaan Sukadana di Kalimantan Barat dan Kerajaan Banjarmasin di Kalimantan selatan secara tidak langsung mengakui suzereinitas Mataram. ngenger (mengabdi) ke Pajang. Sunan Kalijaga. Mataram juga menjalin hubungan dengan Gowa-Tallo di Makassar. hampir tanpa penguasa yang adil dan bijaksana lagi. agar sewaktu-waktu kelak. Sunan Hamangkurat Agung ini . Kekuasaan Mataram di seberang lautan juga meluas. karena pada saat itu ia sedang tirakat berpuasa. Sutowijoyo. hingga kemudian ia pergi membersihkan diri di sungai. Pada awal masa pemerintahannya saja. 1614 ekspedisi Mataram dilakukan dengan menguasai Kediri. Mataran tak memperoleh kesulitan kecuali hingga akhir hayatnya Banten belum dikuasai. hingga Jambi dan Palembang di Sumatera. Melihat kelapa muda tergeletak. yaitu Sultan Hadiwijoyo.Kerajaan Mataram Islam Konon wahyu keprabon yang ada dalam kelapa muda itu adalah sabda wali terkenal di Jawa. dengan tombak Kiai Plered bekal dari bapaknya. Sutowijoyo yang bergelar Panembahan Senopati berkuasa sejak 1586 hingga 1601 dan kemudian digantikan oleh putranya Raden Mas Jolang. Begitulah. Ia melihat air kelapa muda itu telah terminum oleh orang lain. yang menggunakan gelar Susuhunan Hanyokrowati hingga tahun 1613. Meskipun Mataram gagal menaklukkan VOC di Batavia. Dan Sutowijoyo diberi hadiah oleh Sultan Pajang. dan Sutowijoyo inilah yang memulai membangun dinasti Mataram hingga kini. Ia berhasil menumpas pemberontakan Adipati Jipang Panolan. Untuk itu Sang Sultan memusatkan perhatiannya untuk menaklukkan wilayah timur yang terdiri dari penguasa-penguasa kecil. para bupati. Pada tetes terakhir Ki Ageng Giring muncul. katurunannyalah yang akan menggantikan menguasai Jawa. Tapi apa daya. Mataram telah berhasil menguasai kerajaan terbesar di Jawa Timur. Surabaya. nampaknya inilah wilayah kekuasaan terluas yang pernah dicapai Mataram. Ki Ageng Giring lalu membawa pulang cengkir (kelapa muda) yang masih hijau segar itu. Dan pasca kekuasaan Hanyokrowati inilah Mataram mencapai puncak keemasannya ketika dipimpin oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo (Raden Mas Rangsang) hingga tahun 1646. Yogyakarta. hingga ekspedisi itu dihentikan 1625. sesudah keturunan Gede Pemanahan yang ketujuh. Sunan Hamangkurat I yaitu raja sesudah Sultan Agung terkenal kejam dan sering berubah-ubah pendirian. Ario Penangsang. sebuah wilayah di Mataram. Ki Gede Pemanahan bertamu. Saat itu Mataram memang wilayah dari Kasultanan Pajang.

Sri Langka. Paku Buwono I bersama Kompeni berhasil menguasai Kartasura dan mengasingkan Hamangkurat III ke Ceilon. merembet ke Mataram Kartasura dan memaksa Susuhunan Paku Buwono II memindahkan kerajaannya ke Solo. Penumpasan pemberontak Tionghoa yang dilakukan oleh pasukan Mataram dan dibantu Kompeni Belanda memakan biaya yang tidak sedikit. bernama Alas Wonokerto dan selanjutnya dinamakan Kartasura Hadiningrat. Pangeran Puger yang tengah menunggui kakandanya itu melihat adanya cahaya yang keluar dari ujung kemaluan kakandanya. dan mengakibatkan perang perebutan mahkota Mataram. Pangeran Diponegoro yang bergelar Panembahan Herucokro di Panoman. Belanda pun meminta imbalan yang banyak atas jasanya menumpas pemberontakan Tionghoa. dan puteranya yang keempat dinobatkan sebagai Prabu Hamangkurat IV. bahwa pada saat detik-detik terakhir wafatnya Hamangkurat II. Perang ini berlangsung cukup lama hingga dikenal dengan Perang Perebutan Mahkota II (1719-1723). Sementara. Perlahan-lahan Hamangkurat IV yang dibantu Kompeni berhasil mengalahkan pasukan Herucokro. 17 Suro Tahun Je 1670 atau tahun 1745 Masehi. semenjak itu Kompeni hampir mencengkeram seluruh kekuasaan dan kebijakan Mataram. Cahaya atau air mani itu diasumsikan sebagai “wahyu keprabon“. yang langsung dihisap dan ditelannya. Pangeran Puger dan memindahkan kerajaan dari Plered ke wilayah sekitar Pajang. Pembangunan kraton diprakarsai oleh Tumenggung Honggowongso dan Pangeran Mangkubumi. Pemberontakan yang dikenal dengan Geger Cino ini. Namun. Sukowati. mencapai puncaknya ketika terjadi pemberontakan masyarakat Tionghoa di Batavia.berkuasa hingga tahun 1676. Kemenangan Paku Buwono I ini diperkuat dengan legitimasi mitos “wahyu keprabon“ Sebagaimana yang diceritakan dalam Babad Tanah . Masa kekuasaan Hamangkurat II. ia harus menghadapi pembe-rontakan saudara mudanya. Paku Buwono I wafat tanggal 22 Februari 1719. Jawi. ia perombakan pembantunya yang proKompeni dan Pangeran Puger tersingkir. Pada awal kekuasannya. menobatkannya sebagai Paku Buwono I bersama Kompeni. Di awal kekuasaannya. Di daerah tersebut segera dibangun kraton baru. atau yang terkenal dengan Perang Perebutan Mahkota I (1704-1709) yang berkepanjangan. Afrika Selatan. ia harus berhadapan dengan pemberontakan saudaranya. yang dulu diriwayatkan berasal dari air kelapa muda yang di minum oleh Gede Pemanahan. meski kemenangan ini diperoleh. sisa pemberontak lain masih banyak. dan kepindahan ibukota kerajaan berlangsung pada hari Rabu pahing. Bupati Semarang. dan belum dibereskan semua. Perjanjian Giyanti 1755 Kerajaan Mataram yang selalu diwarnai perebutan kekuasaan yang memakan korban ribuan nyawa dengan melibatkan Kompeni. Tahun 1704 Pangeran Puger meninggalkan kraton dan pergi ke Semarang. yang dinamainya Surakarta Hadiningrat. hingga Panembahan Herucokro dibuang ke Tanjung Harapan. Ki Ronggo Yudowongso. Pangeran Mangkubumi yang berhasil membereskan sisa-sisa pemberontakan justru tidak .

ia menyerang Pasukan Kabanaran di Dusun . Bahkan pada saat pengepungannya di Benteng Kompeni di Ungaran. Sebagai pimpinan ekspedisi adalah Mayor de Clerq yang dibantu 1. Pasukan Paku Buwono II terus mengalami kekalahan. Perang ini berlangsung berkepanjangan dan memakan korban tidak sedikit. Perjuangan Sunan Kabanaran telah mencapai puncaknya di penghujung 1752. Penobatan ini memberikan pukulan yang cukup telak pada kewibawaan kerajaan di Surakarta Hadiningrat. kerajaan dan Kompeni pernah menawarkan damai dengan Pangeran Mangkubumi. Hal ini menyebabkan sang raja jatuh sakit dan tak kunjung membaik. Namun. 15 Desember 1749 Adipati Anom dinobatkan sebagai Susuhunan Paku Buwono III dan diikuti wafatnya Paku Buwono II lima hari kemudian. Van Hohendorff yang menerima kabar tersebut menyatakan ketidaksahan penobatan yang dilakukan pemberontak di Kabanaran itu. dengan takluknya Surabaya dan Madura maka hampir seluruh pesisir Jawa Tengah dan Jawa Timur berada dalam kekuasaannya. tetapi ditolaknya.000 orang pasukan kerajaan yang dipimpin Tumenggung Wiroguna. bahkan dikisahkan hanya tinggal saiyubing payung (selebar daun payung). ia berhasil menewaskan Gubernur van Imhoff yang kebetulan sedang berada disana. Hartingh yang mengetahui perpecahan antara Sunan Kabanaran dan Pangeran Mangkunegoro segera mengambil inisiatif berunding. Dan dimulailah perlawanan Mangkubumi sendiri terhadap Paku Buwono II. Gubernur VOC untuk Jawa Utara. Bahkan diceritakan bahwa Pangeran Mangkunegoro terus menerus melakukan tekanan. Pangeran Mangkubumi yang saat itu ada di wilayah Kabanaran menyetujui penobatannya sebagai Susuhunan dengan gelar Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kan-jeng Susuhunan Paku Buwono Mataram Senopati ing Alogo Abdurrahman Sayidin Panotogomo Khalifatullah atau lebih dikenal sebagai Sunan Kabanaran.Kerajaan Mataram Islam dihargai oleh Paku Buwono II yang berubah pendirian. Atas bantuan Belanda. Van Hohendorff diganti oleh Nicolaas Hartingh yang lebih mahir berbahasa Jawa dan mengerti budaya Jawa. Dipoyudo dan Honggowongso. justru semakin lama semakin memburuk keseha-tannya. Sementara itu di dalam tubuh Kompeni. Kekalahan pasukan kerajaan yang berlarut-larut ini menyebabkan kekecewaan dan kesedihan yang mendalam pada diri Susuhunan Paku Buwono II. Pengikut Pangeran Mangkubumi yang mendengar hendak ditandatanganinya perjanjian kerajaan dengan Kompeni segera mengusulkan untuk mendahului penobatan Mangkubumi sebagai Susuhunan. Pusat Susuhunan Paku Buwono III di Kerajaan Surakarta Hadiningrat makin melemah. Meski sempat ragu. perundingan dengan Sunan Kabanaran yang direncanakan di Dusun Padangan pada 22 April 1754 berhasil digagalkan oleh Pangeran Mangkunegoro. Namun. Pertempuran di benteng Ungaran dan tewasnya van Imhoff membuat pimpinan Kompeni memutuskan segera mengirimkan ekspedisi militer besar-besaran mengejat Sunan Kabanaran. Kompeni pun juga makin lemah setelah mendapat pelajaran pahit dengan tewasnya van Imhoff dan de Clerq. Pangeran Mangkubumi yang makin kuat dengan gelarnya Sunan Kabanaran itu justru memperluas wilayahnya hingga Jawa Barat dan Jawa Timur.

kegiatan ritual yang biasa dilakukan oleh masyarakat setempat masih semarak. Pada tanggal 10 September 1754 Hartingh berangkat dari Semarang untuk menemui Pangeran Mangkubumi atau Sunan Kabanaran. Berdasarkan perundingan 22-23 September 1754 dan surat persetujuan Paku Buwono III maka pada 13 Maret 1755 ditandatangani perjanjian di Giyanti. Paku Buwono III menyampaikan surat pada Gubernur Jenderal VOC. Hartingh didampingi Breton. dan mitos-mitos lainnya. Hampir sama dengan kerajaan-kerajaan lain di Nusantara. Kapten Donkel dan sekretaris Fockens. makanan tersebut ramai diperebutkan. Terpecahnya kerajaan Mataram menjadi dua tahun 1755. Terakhir. Daerah Pesisir Utara Jawa yang telah diserahkan pada Kompeni tetap dikuasai VOC dan ganti rugi atas penguasaan Pantura Jawa oleh VOC akan diberikan setengah bagiannya pada Mangkubumi. Nota kesepahaman tersebut kemudian disampaikan pada Paku Buwono III. memang masih nampak bahkan hingga sekarang.Sidokarso. Sebaran apem (nama makanan khas) yang diperebutkan pada bulan tertentu. dan terbentuknya Mangkunegaran 1757 dan Pakualaman 1812. Pada hari berikutnya diadakan perundingan yang tertutup dan hanya dihadiri oleh sedikit orang. Hampir setiap perebutan kekuasaan selalu melibatkan pemerintah Kolonial Belanda maupun Inggris. sampai kini masih diyakini sebagai sumber keselamatan manusia. Kerajaan Mataram selalu mengalami pasang-surut. Mossel. Akhirnya setelah bersumpah untuk tidak saling melanggar janji maka pembicaraan menjadi lancar. sedikit banyak masih dipercaya rakyat. Sedangkan yang menjadi juru bahasa adalah Pendeta Bastani. yaitu acara mengelilingkan pusaka-pusaka kerajaan diiringi dengan diaraknya pula Kiai Slamet (nama kerbau bule) di Solo misalnya. paling tidak menunjukkan bahwa kekuasaan Mataram tidak utuh lagi akibat perebutan kekuasaan yang berke-panjangan. Pembicaraan pertama mengenai pembagian Mataram. sehingga pada acara grebeg mulud atau saparan. Kekuatan Mataram yang dibangun antara lain dengan mitos-mitos tersebut. diyakini mampu memberikan ampunan kepada setiap pemakannya. namun dalam kenyataannya akibat pengaruh . Pasca kemerdekaan. Pertemuan dengan Pangeran Mangkubumi sendiri baru pada 22 September 1754. Pangeran Mangkubumi didampingi oleh Pangeran Notokusumo dan Tumenggung Ronggo. Pangeran memperoleh setengah dari pusaka-pusaka istana. Mitos wahyu keprabon misalnya. Misalnya kirab pusaka malam 1 Suro. sisa-sisa kekuasaan kerajaan Mataram ini belumlah sepenuhnya pudar. atas persetujuannya tehadap hasil perundingan Gubernur Jawa Utara dan Mangkubumi. di Mataram (Yogya dan Solo). Pada 23 September 1754 akhirnya tercapai nota kesepahaman bahwa Pangeran Mangkubumi akan memakai gelar Sultan dan mendapatkan setengah Kerajaan. Kekuasaan Mataram Islam Kini Sepanjang kekuasaan Kolonial Belanda di Nusantara. Meskipun dalam ajaran Islam mitos-mitos tersebut harusnya sudah dihapus. Pada 4 November tahun yang sama. namun perundingan berjalan kurang lancar karena masih ada kecurigaan diantara mereka.

yang mana kerajaan islam yang ada di sebuah daerah kadipaten yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Pajang. Dan Letak daerah Kerajaan Mataram adalah daerah Jawa Tengah bagian selatan dengan pusatnya Kota Gede atau Pasar Gede dekat daerah Yogyakarta sekarang. kebudayaan yang antara lain terdiri dari mitos setempat masih tetap ada. Dari daerah inilah Kerajaan Mataram terus berkembang hingga akhirnya menjadi sebuah kerajaan besar dengan wilayah kekuasaannya meliputi daerah Jawa Tengah. kekuatan kerajaan-kerajaan itu hanya tinggal sebagai penjada adat. dan sebagian daerah Jawa Barat.* PENUTUP Demikianlah uraian singkat makalah kami tentang kerajaan Mataram Islam.Kerajaan Mataram Islam kebudayaan Jawa sebelumnya. melihat kenyataan bahwa Kerajaan Mataram pernah menjadi kekuatan besar di Jawa. ketika kekuasaan kerajaan-kerajaan di Nusantara sudah dilebur dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami selaku penulis ucapkan terima kasih atas segala apa yang telah berperan membantu kami dalam pembuatan makalah ini. semoga bias bermanfaat bagi semua pembaca. Yogya dan Solo yang dahulu pernah berjaya hanya meninggalkan bekas-bekas yang sulit dilupakan. Tenggarong. Jawa Timur. Paling tidak kita hanya akan bercerita. terjadi proses penyebaran agama islam yang cukup luas di daerah pulau jawa. 14 Juni 2009 Penulis . Dengan sejarah kerajaan Mataram Islam. kepercayaan terhadap mitos masih kuat. sekaligus penjaga mitos kepercayaan setempat. di era kemerdekaan. Dan mungkin kini. Kini. Dan demikianlah hasil makalah kami. Mataram sebagai bekas kerajaan Islam besar di Jawa juga tak lepas dari peran itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful