Mataram Islam

Kerajaan Mataram Islam

KATA PENGANTAR
Sejarah kedatangan Agama Islam di Indonesia dan pengaruhnya di Indonesia sangatlah besar, dengan adanya perubahan-perubahan yang terjadi masa sekarang ini agam islam sangatlah berperan baik dalam pemerintahan kenegaraan ataupun kehidupan di masyarakat Indonesia. Pada makalah ini, kami selaku penulis ingin menyampaikan suatu sejarah perkembangan islam di Indonesia yang menitik beratkan pada sejarah kerajaan islam, yaitu pada kerajaan Mataram Islam. Yang mana berisi berbagai macam sejarah-sejarah perkembang islam di pulau jawa, sehingga kita dapat mengenal bagaimana perjalanan panjang penyebaran agama islam di pulau jawa terutama pada kerajaan mataram. Dan apabila dalam penulisan makalah kami terdapat kesalahan baik berupa Ejaan ataupun kata-kat a yang kurang tepat, kami memohon maaf kepada pembaca. Sekiranya pengantar ini, semoga makalah ini sangat berguna bagi pembaca.

Tenggarong, 12 juni 2009

Penulis

Jawa Timur. Senapati mengadakan perluasan wilayah kerajaan dan menduduki daerah-daerah pesisir pantai seperti Surabaya. Rajaraja yang pernah memerintah Kerajaan Mataram adalah : • Panembahan Senapati Pada mulanya daerah Mataram merupakan sebuah kadipaten yang diperintah oleh Kiai Gede Pamanahan.Letak daerah Kerajaan Mataram adalah daerah Jawa Tengah bagian selatan dengan pusatnya Kota Gede atau Pasar Gede dekat daerah Yogyakarta sekarang.KERAJAAN MATARAM A. menantu Sultan Trenggana. Setelah berhasil membentuk Kerajaan Mataram. Pangeran Benowo menyerahkan kekuasaan kerajaannya kepada Sutawijaya. Dari daerah inilah Kerajaan Mataram terus berkembang hingga akhirnya menjadi sebuah kerajaan besar dengan wilayah kekuasaannya meliputi daerah Jawa Tengah. pusat pemerintahan dipindahkan ke Pajang oleh Ki Jaka Tingkir (Sultan Hadiwijaya ). Dengan demikian dalam waktu singkat wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur telah menjadi bagian dari kekuasaan Kerajaan Mataram. Letak Kerajaan Kerajaan Mataram adalah sebuah daerah kadipaten yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Pajang. B. Oleh karena itu. Dengan demikian berdirilah Kerajaan Mataram.setelah Kiai Gede Pamanahan wafat tahun 1575 M. kedudukannya digantikan oleh putranya yang bernama Sutawijaya dengan gelar Panembahan Senapati ing Alogo Saidin Panotogomo yang bercita-cita menguasai tanah Jawa. • Mas Jolang Dibawah pemerintahannya dari tahun 1601-1613 M. Kerajaan Mataram diperluas lagi dengan mengadakan pendudukan terhadap . dan sebagian daerah Jawa Barat. Selanjutnya Pasuruan dan Kediri berhasil direbut. Setelah Sultan Hadiwijaya meninggal. Cita-cita ini baru dilaksanakan setelah wafatnya Sultan Hadiwijaya dan penyerahan tahtadari Pangeran Benowo kepada Senapati. kota-kota pesisir terus memperkuat diri sehingga membahayakan kedudukan Kerajaan Pajang. Adapati Surabaya menjalin persekutuan dengan Madiun dan Ponorogo dan akhirnya Madiun dan Ponorogo berhasil dikuasai Mataram. Kehidupan Politik Setelah runtuhnya Kerajaan Demak. Sedangkan Pangeran Benowo pengganti Sultan Hadiwijaya tidak dapat mengatasi gerakangerakanyang dilakukan oleh para bupati dari pesisir pantai tersebut. Sultan Hadiwijaya selanjutnya mendirikan Kerajaan Pajang yang usianya antara 1569-1586 M.

Gresik-Jeratan berhasil dihancurkan. • Amengkurat I Ketika Amengkurat I memerintah dari 1645-1677 M. Ia juga terkenal sebagai seorang sultan yang sangat anti terhadap Belanda. Raden Mas Martapura mulai berkuasa. Sultan Agung disamping sebagai raja. Kertosono. Kegagalan ini membuat Sultan Agung memperkuat penjagaan pada daerah-daerah perbatasan dekat dengan Batavia. Mas Jolang wafat di Desa Krapyak dan dimakamkan di Pasar Gede dan iapun diberi gelar Pangeran Seda ing Krapyak. I juga tertarik dengan filsafat. Namun karena perlengkapan persenjataan yang jauh di bawah pasukan Belanda. dengan gelar Sultan Agung Senapati ing Alogo Ngabdurrachman yaitu raja Mataram yang pertama memakai gelar sultan.Amengkurat II yang tidak . sehingga pada pemerintahannya mengadakan dua kali serangan ke Batavia (1628 dan 1629 M). hingga meninggal dunia. beliau turun tahta dan digantikan oleh Mas Rangsang. akhirnya pemberontakan itu berhasil dipadamkan. Belanda diperkenankan untuk mendirikan benteng di Kerajaan Mataram dan ternyata tindakan Belanda semakin sewenang-wenang. Kediri. wilayah kekuasaan Kerajaan Mataram semakin sempit. kesusastraan. Adapun daerah yang berhasil dikuasai oleh Mataram dibawah pemerintahannya antara lain Ponorogo. namun gagal. sehingga dibawah pemerintahannya. sehingga lebih dikenal Sultan Agung. Belanda sulit menembus daerah Mataram. Wirosobo (Mojoagung). Ketika pertempuran terjadi di pusat ibukota Kerajaan Mataram . orang-orang Belanda mulai masuk ke daerah Kerajaan Mataram. seperti pemberontakan yang dipimpin oleh Pangeran Trunajaya yang berhasil menjalin hubungan dengan bupati di daerah pesisir pantai dan ibukotanya pun hamppir dikuuasainya.Kerajaan Mataram Islam daerah-daerah sekitarnya. Dan beliau menulis buku filsafat yang berjudul Sastro Gending Sultan Agung mempunyai tujuan mempertahankan seluruh tanah Jawa dan mengusir orang-orang Belanda di Batavia. Amengkurat I menderita lukaluka dan dilarikan oleh putranya ke Tegalwangi. Akhirnya muncul pemberontakan. Pada tahun 1613 M. dan seni. • Amengkurat II Di bawah pemerintahannya dari tahun 1677-1703 M. Pada tahun 1612 M. Sultan Agung wafat tahun 1645 Mdan digantikan oleh putranya yang mendapat gelar Amengkurat I. Namun karena sakit-sakitan.dibawah pemerintahannya dari tahun 1613-1645 M. • Sultan Agung Setelah Mas Jolang wafat. Kerajaan Mataram mencapai masa kejayaannya. Namun karena berjangkitnya penyakit menular maka pasukan Mataram terpaksa kembali ke pusat Kerajaan Mataram.

Setelah Amengkurat II. Belanda mengadakan perjanjian salatiga.Mas Said dinobatkan sebagai raja dengan gelar Pangeran Adipati Arya Mangkunegara dengan wilayahnya yang diberi nama Mangkunegara. Perjanjian Salatiga berlangsung pada tahun 1757 M. Daerah Kesuhunan Surakarta. Akan tetapi. penguasa daerah pantai yang mata pencaharian utamanya adalah pelayaranperdagangan menghendaki daerahnya sebagai negara merdeka atau . Kerajaan Mataram bertambah suram dan tahun 1755 M melalui Perjanjian Giyanti. Sewaktu terjadi pelawanan dari mas said. hingga akhirnya meninggal tahun 1703 M. yang lebih dikenal dengan Ngayogyakarta Hadiningrat dengan Mangkubumi sebagai rajanya. selanjutnya mendirikan ibukota baru di Desa Wonokerto yang diberi nama Kartasurya. Di ibukota inilah Amengkurat II menjalankan pemerintahannya terhadap sisa-sisa Kerajaan Mataram. sehingga kerajaan Mataram yang kuat dan kokoh pada masa pemerintahann Sultan Agung akhirnya dibagi menjadi kerajaan kecil seperti: • • • • Kerajaan Yogyakarta Kesuhunan Surakarta Kerajaaan Pakualam Kerajaan Mangkunegara Dengan demikian berakhirlah Kerajaan Mataram yang besar dan megah sampai menjadi kerajaan-kerajaan kecil yang lemah dan tidak berdaya. Kehidupan Ekonomi Kerajaan Mataram yang berada di daerah pedalaman Jawa Tengah benar-benar merupakan sebuah Negara agraris. ternyata belanda merasa belum puas untuk memecah belah wilayah kekuasaan kerajaan mataram. Namun. C. Kerajaan Mataram dibagi dua wilayah:  Daerah Kesultanan Yogyakarta. Perjanjian ini merupakan upaya Belanda untuk memperkecil wilayah kekuasaan kerajaan Mataram.tertarik untuk tinggal di ibukota kerajaan. bergelar Sultan Hamengkubuwono I (1755-1792).  Meskipun demikian. diperintah oleh Susuhunan Pakubuwono III (1749-1788). pada tahun 1813 M sebagian daerah dari kesultanan Yogyakarta diberikan kepada Paku Alam selaku Adipati.

jadi sifatnya desentralisasi. Di bawah pemerintahan Sultan Agung. Atas dasar kehidupan agraris itulah disusun suatu masyarakat yang bersifat feudal. Portugis berjanji menyerang Belanda dari laut. Kehidupan Budaya Pada masa kekuasaan Mataram. Pada masa pemerintahan Sultan Agung terjadi perselisihan antara pedagang-pedagang Belanda di Jepara. aspek kebudayaan berkembang dengan baik. seni pahat. Mataram menjalin hubungan dengan Portugis (musuh Belanda dari Eropa) yang ingin memenuhi kebutuhan berasnya dari Mataram. kehidupan perekonomian masyarakat berkembang pesat karena didukung oleh hasil bumi Mataram yang besar. Untuk menghadapi Belanda. namun janji itu tidak pernah dipenuhi. D. Perlawanan terhadap Belanda di Batavia akhirnya dilakukan melalui ekonomi dengan memblokir seluruh keperluan Batavia dan melarang pengiriman barang dagang ke kota tersebut. Upacara Grebeg bersumber pada pemujaan roh . Salah satu bentuk kebudayaan yang muncul adalah kebudayaan Kejawen yang merupakan akulturasi antara kebudayaan asli Hindu. misalnya kekuasaan seorang kepala desa atau lurah yang berarti bahwa daerah kekuasaannya itu sebagai miliknya. Sistem kehidupan ini menjadi dasar utama munculnya tuan-tuan tanah di Jawa.Kerajaan Mataram Islam setidak-tidaknya sebagai anggota serikat atau federasi. dan Islam. Para pejabat memperoleh imbalan berupa tanah garapan atau pajak tanah. Kehidupan Sosial Pada masa Sultan Agung berkuasa. Buddha. seni sastra dan sebagainya. yaitu antara tahun 1613-1645 M dilakukan usaha-usaha untuk meningkatkan daerah-daerah persawahan dan memindahkan banyakpetani ke daerah Karawang yang subur. Hal ini mengakibatkan Sultan Agung melakukan serangan ke pusat perdagangan Belanda di Batavia dan ingin mengusir Belanda dari Batavia (tapi gagal). E. seni suara. Perkembangan kebudayaan itu dapat diketahui dari seni tari.

seperti Demak dan Pajang.nenek moyang yang berupa kenduri gunungan yang merupakan tradisi sejak zaman Majapahit pada perayaan hari besar Islam. Hadirnya sebuah mitos. rakyat tetap percaya bahwa raja adalah utusan dan anak dewa yang berhak memimpinnya hingga akhir hayat. Dinasti Mataram Islam sesungguhnya berawal dari keluarga petani. yaitu Kasunanan Surakarta. sejak tahun itu diubah ke tarikh Islam berdasarkan peredaran bulan (tarikh qamariah). Di samping itu kesusastraan Jawa berkembang dengan pesat berkat suasana yang tentram. Hitungan tarikh yang sebelumnya tahun 1633 mempergunakan tarikh Hindu yang didasarkan peredaran matahari (tarikh syamsiah). Paling tidak bila kakek-nenek kita menceritakan. Sebab. Mataramlah yang hingga puluhan tahun tetap eksis dan memiliki banyak kisah dan mitos yang selalu menyertai perkembangannya. Grebeg Maulud pada bulan Rabiul Awal. tiba-tiba ada kelapa muda jatuh lalu terdengar suara. Kasultanan Yogyakarta. di Yogyakarta sekarang. Nitisastra Astabrata (berisi ajaran tabiat baik. walaupun dalam wujud yang berbeda dengan terbaginya kerajaan ini menjadi empat pemerintahan swa-praja. Justru aneh kalau tidak ada mitos kerajaan itu. Walaupun mestinya mitos tersebut harusnya makin hilang. sehingga dengan mitos itu. sehingga timbul Grebeg Syawal pada hari raya Idul Fitri. kemudian tahun ini dikenaldengan Tahun Jawa. Kisahnya berlangsung di pinggiran Kali Opak. . betapa Mataram berkembang dengan diringi oleh mitos perebutan kekuasaan yang panjang. Tahun Hindu 1555 diteruskan Islam berdasarkan perhitungan baru. bersumber pada kitab Ramayana dan banyak dibaca oleh masyarakat. adalah seorang petani bernama Ki Ageng Giring. seiring dengan tumbuh kembangnya ajaran Islam di kerajaan Mataram Islam. Suatu hari. KISAH TERPECAHNYA KERAJAAN MATARAM ISLAM Kerajaan Mataram adalah kerajaan Islam terbesar di Jawa yang hingga kini masih mampu bertahan melewati masa-masa berakhirnya kekuasaan kolonial Belanda di Indonesia. mitos adalah penjaga kepercayaan rakyat. Sedangkan kitab Nitisruti. Namun sejak runtuhnya dua kerajaan itu. barangsiapa minum air kelapa muda ini. Puro Mangkunegaran dan Puro Pakualaman. Sultan Agung sendiri mengarang kitab Sastra Gending yang serupa kitab filsafat. Sementara ia mencangkul di ladang. begitulah yang tertulis pada Babad Tanah Jawi1. ia dan keturunannya bakal berkuasa di Tanah Jawa. yang mengiringi hadir dan berkembangnya sebuah kerajaan adalah wajar. Sebelumnya memang ada kerajaan-kerajaan Islam di Jawa (Tengah) yang lain yang mendahului.

Saat itu Mataram memang wilayah dari Kasultanan Pajang. Sunan Hamangkurat Agung ini . Ki Ageng Giring lalu membawa pulang cengkir (kelapa muda) yang masih hijau segar itu. Sementara ekspansi ke barat. sesudah keturunan Gede Pemanahan yang ketujuh. hampir tanpa penguasa yang adil dan bijaksana lagi. tamu yang haus itupun segera meminumnya. 1614 ekspedisi Mataram dilakukan dengan menguasai Kediri. Sutowijoyo. selalu menjadi cerita yang mengiringi kisah selanjutnya. Surabaya. Dan pasca kekuasaan Hanyokrowati inilah Mataram mencapai puncak keemasannya ketika dipimpin oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo (Raden Mas Rangsang) hingga tahun 1646. Ia melihat air kelapa muda itu telah terminum oleh orang lain. Mataran tak memperoleh kesulitan kecuali hingga akhir hayatnya Banten belum dikuasai. Ki Gede Pemanahan bertamu. Melihat kelapa muda tergeletak. Meskipun Mataram gagal menaklukkan VOC di Batavia. hingga kemudian ia pergi membersihkan diri di sungai. Ia sangat menyesal dan kecewa. katurunannyalah yang akan menggantikan menguasai Jawa. agar sewaktu-waktu kelak. Mataram sudah menguasai sebagian besar wilayah Jawa Tengah sebagai hasil peninggalan penaklukan yang dilakukan oleh dua pendahulunya. Tapi apa daya. Pada awal masa pemerintahannya saja. Pada tetes terakhir Ki Ageng Giring muncul. Sunan Hamangkurat I yaitu raja sesudah Sultan Agung terkenal kejam dan sering berubah-ubah pendirian.Kerajaan Mataram Islam Konon wahyu keprabon yang ada dalam kelapa muda itu adalah sabda wali terkenal di Jawa. hingga ekspedisi itu dihentikan 1625. Ario Penangsang. Tak lama kemudian datang sahabatnya. hingga Jambi dan Palembang di Sumatera. yang lebih condong mengabdi pada Surabaya. sebuah wilayah di Mataram. Untuk itu Sang Sultan memusatkan perhatiannya untuk menaklukkan wilayah timur yang terdiri dari penguasa-penguasa kecil. Dan Sutowijoyo diberi hadiah oleh Sultan Pajang. karena pada saat itu ia sedang tirakat berpuasa. kerajaan Mataram yang waktu itu berada di Kota Gede. para bupati. sepeninggal Sultan Agung. Begitulah. dengan tombak Kiai Plered bekal dari bapaknya. Mataram juga menjalin hubungan dengan Gowa-Tallo di Makassar. Kerajaan Sukadana di Kalimantan Barat dan Kerajaan Banjarmasin di Kalimantan selatan secara tidak langsung mengakui suzereinitas Mataram. Yogyakarta. nampaknya inilah wilayah kekuasaan terluas yang pernah dicapai Mataram. yang menggunakan gelar Susuhunan Hanyokrowati hingga tahun 1613. Sunan Kalijaga. Anak lelaki Pemanahan. yaitu Sultan Hadiwijoyo. Kekuasaan Mataram di seberang lautan juga meluas. Mataram telah berhasil menguasai kerajaan terbesar di Jawa Timur. Kekuasaan VOC yang makin kuat kedudukannya di Jawa dan Nusantara ini membuat tarik-menarik kekua-saan atas tahta. Ia berhasil menumpas pemberontakan Adipati Jipang Panolan. dan Sutowijoyo inilah yang memulai membangun dinasti Mataram hingga kini. ia hanya bisa meminta. ngenger (mengabdi) ke Pajang. Sutowijoyo yang bergelar Panembahan Senopati berkuasa sejak 1586 hingga 1601 dan kemudian digantikan oleh putranya Raden Mas Jolang. Namun ia tak bisa segera meminumnya.

mencapai puncaknya ketika terjadi pemberontakan masyarakat Tionghoa di Batavia. Masa kekuasaan Hamangkurat II. Kemenangan Paku Buwono I ini diperkuat dengan legitimasi mitos “wahyu keprabon“ Sebagaimana yang diceritakan dalam Babad Tanah . Pangeran Puger yang tengah menunggui kakandanya itu melihat adanya cahaya yang keluar dari ujung kemaluan kakandanya. yang dulu diriwayatkan berasal dari air kelapa muda yang di minum oleh Gede Pemanahan. bernama Alas Wonokerto dan selanjutnya dinamakan Kartasura Hadiningrat. sisa pemberontak lain masih banyak. 17 Suro Tahun Je 1670 atau tahun 1745 Masehi. Pemberontakan yang dikenal dengan Geger Cino ini. Belanda pun meminta imbalan yang banyak atas jasanya menumpas pemberontakan Tionghoa. Paku Buwono I bersama Kompeni berhasil menguasai Kartasura dan mengasingkan Hamangkurat III ke Ceilon. semenjak itu Kompeni hampir mencengkeram seluruh kekuasaan dan kebijakan Mataram. ia harus berhadapan dengan pemberontakan saudaranya. Pangeran Puger dan memindahkan kerajaan dari Plered ke wilayah sekitar Pajang. Di awal kekuasaannya. Pada awal kekuasannya. ia harus menghadapi pembe-rontakan saudara mudanya. Sementara. Namun. atau yang terkenal dengan Perang Perebutan Mahkota I (1704-1709) yang berkepanjangan.berkuasa hingga tahun 1676. Pembangunan kraton diprakarsai oleh Tumenggung Honggowongso dan Pangeran Mangkubumi. Bupati Semarang. Jawi. Cahaya atau air mani itu diasumsikan sebagai “wahyu keprabon“. dan mengakibatkan perang perebutan mahkota Mataram. Afrika Selatan. bahwa pada saat detik-detik terakhir wafatnya Hamangkurat II. merembet ke Mataram Kartasura dan memaksa Susuhunan Paku Buwono II memindahkan kerajaannya ke Solo. Tahun 1704 Pangeran Puger meninggalkan kraton dan pergi ke Semarang. yang langsung dihisap dan ditelannya. Perjanjian Giyanti 1755 Kerajaan Mataram yang selalu diwarnai perebutan kekuasaan yang memakan korban ribuan nyawa dengan melibatkan Kompeni. Paku Buwono I wafat tanggal 22 Februari 1719. dan belum dibereskan semua. Ki Ronggo Yudowongso. Pangeran Mangkubumi yang berhasil membereskan sisa-sisa pemberontakan justru tidak . Perlahan-lahan Hamangkurat IV yang dibantu Kompeni berhasil mengalahkan pasukan Herucokro. Pangeran Diponegoro yang bergelar Panembahan Herucokro di Panoman. Penumpasan pemberontak Tionghoa yang dilakukan oleh pasukan Mataram dan dibantu Kompeni Belanda memakan biaya yang tidak sedikit. Perang ini berlangsung cukup lama hingga dikenal dengan Perang Perebutan Mahkota II (1719-1723). meski kemenangan ini diperoleh. ia perombakan pembantunya yang proKompeni dan Pangeran Puger tersingkir. yang dinamainya Surakarta Hadiningrat. dan puteranya yang keempat dinobatkan sebagai Prabu Hamangkurat IV. Di daerah tersebut segera dibangun kraton baru. Sri Langka. Sukowati. hingga Panembahan Herucokro dibuang ke Tanjung Harapan. dan kepindahan ibukota kerajaan berlangsung pada hari Rabu pahing. menobatkannya sebagai Paku Buwono I bersama Kompeni.

tetapi ditolaknya. Hal ini menyebabkan sang raja jatuh sakit dan tak kunjung membaik. Hartingh yang mengetahui perpecahan antara Sunan Kabanaran dan Pangeran Mangkunegoro segera mengambil inisiatif berunding. Penobatan ini memberikan pukulan yang cukup telak pada kewibawaan kerajaan di Surakarta Hadiningrat. Pusat Susuhunan Paku Buwono III di Kerajaan Surakarta Hadiningrat makin melemah. Dan dimulailah perlawanan Mangkubumi sendiri terhadap Paku Buwono II. Namun. Van Hohendorff diganti oleh Nicolaas Hartingh yang lebih mahir berbahasa Jawa dan mengerti budaya Jawa. Pasukan Paku Buwono II terus mengalami kekalahan. bahkan dikisahkan hanya tinggal saiyubing payung (selebar daun payung). ia berhasil menewaskan Gubernur van Imhoff yang kebetulan sedang berada disana. kerajaan dan Kompeni pernah menawarkan damai dengan Pangeran Mangkubumi. ia menyerang Pasukan Kabanaran di Dusun . Bahkan diceritakan bahwa Pangeran Mangkunegoro terus menerus melakukan tekanan. Namun. Sementara itu di dalam tubuh Kompeni. Gubernur VOC untuk Jawa Utara.000 orang pasukan kerajaan yang dipimpin Tumenggung Wiroguna. justru semakin lama semakin memburuk keseha-tannya. Dipoyudo dan Honggowongso. Pangeran Mangkubumi yang saat itu ada di wilayah Kabanaran menyetujui penobatannya sebagai Susuhunan dengan gelar Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kan-jeng Susuhunan Paku Buwono Mataram Senopati ing Alogo Abdurrahman Sayidin Panotogomo Khalifatullah atau lebih dikenal sebagai Sunan Kabanaran. dengan takluknya Surabaya dan Madura maka hampir seluruh pesisir Jawa Tengah dan Jawa Timur berada dalam kekuasaannya. Perang ini berlangsung berkepanjangan dan memakan korban tidak sedikit. Pangeran Mangkubumi yang makin kuat dengan gelarnya Sunan Kabanaran itu justru memperluas wilayahnya hingga Jawa Barat dan Jawa Timur. perundingan dengan Sunan Kabanaran yang direncanakan di Dusun Padangan pada 22 April 1754 berhasil digagalkan oleh Pangeran Mangkunegoro. Perjuangan Sunan Kabanaran telah mencapai puncaknya di penghujung 1752.Kerajaan Mataram Islam dihargai oleh Paku Buwono II yang berubah pendirian. Kompeni pun juga makin lemah setelah mendapat pelajaran pahit dengan tewasnya van Imhoff dan de Clerq. Kekalahan pasukan kerajaan yang berlarut-larut ini menyebabkan kekecewaan dan kesedihan yang mendalam pada diri Susuhunan Paku Buwono II. Sebagai pimpinan ekspedisi adalah Mayor de Clerq yang dibantu 1. Pengikut Pangeran Mangkubumi yang mendengar hendak ditandatanganinya perjanjian kerajaan dengan Kompeni segera mengusulkan untuk mendahului penobatan Mangkubumi sebagai Susuhunan. 15 Desember 1749 Adipati Anom dinobatkan sebagai Susuhunan Paku Buwono III dan diikuti wafatnya Paku Buwono II lima hari kemudian. Meski sempat ragu. Atas bantuan Belanda. Bahkan pada saat pengepungannya di Benteng Kompeni di Ungaran. Pertempuran di benteng Ungaran dan tewasnya van Imhoff membuat pimpinan Kompeni memutuskan segera mengirimkan ekspedisi militer besar-besaran mengejat Sunan Kabanaran. Van Hohendorff yang menerima kabar tersebut menyatakan ketidaksahan penobatan yang dilakukan pemberontak di Kabanaran itu.

Paku Buwono III menyampaikan surat pada Gubernur Jenderal VOC. yaitu acara mengelilingkan pusaka-pusaka kerajaan diiringi dengan diaraknya pula Kiai Slamet (nama kerbau bule) di Solo misalnya. Sebaran apem (nama makanan khas) yang diperebutkan pada bulan tertentu. Misalnya kirab pusaka malam 1 Suro. Pada 23 September 1754 akhirnya tercapai nota kesepahaman bahwa Pangeran Mangkubumi akan memakai gelar Sultan dan mendapatkan setengah Kerajaan. Pembicaraan pertama mengenai pembagian Mataram. sehingga pada acara grebeg mulud atau saparan. Pada 4 November tahun yang sama. Kekuasaan Mataram Islam Kini Sepanjang kekuasaan Kolonial Belanda di Nusantara. Hartingh didampingi Breton. Pada hari berikutnya diadakan perundingan yang tertutup dan hanya dihadiri oleh sedikit orang. Pertemuan dengan Pangeran Mangkubumi sendiri baru pada 22 September 1754. Mossel. Nota kesepahaman tersebut kemudian disampaikan pada Paku Buwono III. Hampir setiap perebutan kekuasaan selalu melibatkan pemerintah Kolonial Belanda maupun Inggris. sisa-sisa kekuasaan kerajaan Mataram ini belumlah sepenuhnya pudar. Pangeran Mangkubumi didampingi oleh Pangeran Notokusumo dan Tumenggung Ronggo. namun perundingan berjalan kurang lancar karena masih ada kecurigaan diantara mereka. Daerah Pesisir Utara Jawa yang telah diserahkan pada Kompeni tetap dikuasai VOC dan ganti rugi atas penguasaan Pantura Jawa oleh VOC akan diberikan setengah bagiannya pada Mangkubumi. Akhirnya setelah bersumpah untuk tidak saling melanggar janji maka pembicaraan menjadi lancar. kegiatan ritual yang biasa dilakukan oleh masyarakat setempat masih semarak. Kekuatan Mataram yang dibangun antara lain dengan mitos-mitos tersebut. Hampir sama dengan kerajaan-kerajaan lain di Nusantara. Kerajaan Mataram selalu mengalami pasang-surut. Meskipun dalam ajaran Islam mitos-mitos tersebut harusnya sudah dihapus. Berdasarkan perundingan 22-23 September 1754 dan surat persetujuan Paku Buwono III maka pada 13 Maret 1755 ditandatangani perjanjian di Giyanti. sedikit banyak masih dipercaya rakyat. makanan tersebut ramai diperebutkan. Mitos wahyu keprabon misalnya. dan terbentuknya Mangkunegaran 1757 dan Pakualaman 1812. diyakini mampu memberikan ampunan kepada setiap pemakannya.Sidokarso. atas persetujuannya tehadap hasil perundingan Gubernur Jawa Utara dan Mangkubumi. Terakhir. Pasca kemerdekaan. Pangeran memperoleh setengah dari pusaka-pusaka istana. paling tidak menunjukkan bahwa kekuasaan Mataram tidak utuh lagi akibat perebutan kekuasaan yang berke-panjangan. Kapten Donkel dan sekretaris Fockens. Pada tanggal 10 September 1754 Hartingh berangkat dari Semarang untuk menemui Pangeran Mangkubumi atau Sunan Kabanaran. sampai kini masih diyakini sebagai sumber keselamatan manusia. Terpecahnya kerajaan Mataram menjadi dua tahun 1755. memang masih nampak bahkan hingga sekarang. di Mataram (Yogya dan Solo). dan mitos-mitos lainnya. Sedangkan yang menjadi juru bahasa adalah Pendeta Bastani. namun dalam kenyataannya akibat pengaruh .

terjadi proses penyebaran agama islam yang cukup luas di daerah pulau jawa. dan sebagian daerah Jawa Barat. Mataram sebagai bekas kerajaan Islam besar di Jawa juga tak lepas dari peran itu. di era kemerdekaan. sekaligus penjaga mitos kepercayaan setempat. ketika kekuasaan kerajaan-kerajaan di Nusantara sudah dilebur dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.Kerajaan Mataram Islam kebudayaan Jawa sebelumnya. Dan demikianlah hasil makalah kami. Paling tidak kita hanya akan bercerita. Tenggarong. kebudayaan yang antara lain terdiri dari mitos setempat masih tetap ada. Dan Letak daerah Kerajaan Mataram adalah daerah Jawa Tengah bagian selatan dengan pusatnya Kota Gede atau Pasar Gede dekat daerah Yogyakarta sekarang. Kini. semoga bias bermanfaat bagi semua pembaca. Dengan sejarah kerajaan Mataram Islam. kepercayaan terhadap mitos masih kuat. 14 Juni 2009 Penulis . Yogya dan Solo yang dahulu pernah berjaya hanya meninggalkan bekas-bekas yang sulit dilupakan. yang mana kerajaan islam yang ada di sebuah daerah kadipaten yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Pajang. melihat kenyataan bahwa Kerajaan Mataram pernah menjadi kekuatan besar di Jawa. Kami selaku penulis ucapkan terima kasih atas segala apa yang telah berperan membantu kami dalam pembuatan makalah ini. Dari daerah inilah Kerajaan Mataram terus berkembang hingga akhirnya menjadi sebuah kerajaan besar dengan wilayah kekuasaannya meliputi daerah Jawa Tengah. Dan mungkin kini.* PENUTUP Demikianlah uraian singkat makalah kami tentang kerajaan Mataram Islam. Jawa Timur. kekuatan kerajaan-kerajaan itu hanya tinggal sebagai penjada adat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful