Anda di halaman 1dari 27

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme mikroskopik yang sebagian besar berupa satu sel yang terlalu kecil untuk dapat dilihat menggunakan mata telanjang. Mikroba berukuran sekitar seperseribu milimeter (1 mikrometer) atau bahkan kurang, walaupun ada juga yang lebih besar dari 5 mikrometer. Karenanya, mikroba hanya bisa dilihat dengan menggunakan alat bantu berupa mikroskop. Mikroba ada dalam udara yang kita hirup. Dia mungkin juga ada dalam makanan yang kita makan dan minuman yang kita minum terutama makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi, di permukaan kulit, dalam mulut, hidung dan setiap lubang pada tubuh, serta dalam saluran pernafasan dan pencernaan. Mikroba lebih banyak lagi ditemui pada tanaman dan hewan. Pada makalah ini kami akan membahas mengenai mikrobiologi yang dikhususkan pada ciri-ciri organisme yang tergolong mikroba, lingkungan hidup mikroba dan perbedaan virus, jamur, bakteri dan khamir. 1.2 Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam makalah ini sebagai berikut. 1) Apa saja ciri-ciri organisme yang tergolong mikroba?
2)

Bagaimana lingkungan hidup mikroba?

3) Bagaimana perbedaan virus, jamur, bakteri dan khamir? 1.3 Tujuan Tujuan pada makalah ini sebagai berikut. 1) Menjelaskan ciri organisme yang tergolong mikroba 2) Menjelaskan lingkungan hidup mikroba 3) Menjelaskan perbedaan virus, jamur, bakteri dan khamir

BAB II
1

ISI 2.1 Ciri organisme yang tergolong mikroba Definisi mikroba adalah sebagai ilmu yang mempelajari tentang organisme mikroskopis. Mikrobiologi berasal dari bahasa Yunani, mikros = kecil, bios = hidup dan logos = ilmu. Ilmuwan menyimpulkan bahwa mikroorganisme sudah dikenal lebih kurang 4 juta tahun yang lalu dari senyawa organik kompleks yang terdapat di laut, atau mungkin dari gumpalan awan yang sangat besar yang mengelilingi bumi. Sebagai makhluk hidup pertama di bumi, mikroorganisme diduga merupakan nenek moyang dari semua makhluk hidup. Mikroba/mikroorganisme meliputi semua organisme yang memiliki ukuran beberapa mikron atau lebuh kecil lagi. Meliputi: virus, bakteri, jamur, khamir, kapang, alga sederhana dan protozoa. Ciri-ciri organisme yang tergolong mikroba antara lain :

Ukurannya mikroskopis Uniseluler, namun ada yang multiseluler (misal bakteri) serta ada yang tidak seluler (misal virus) Hidup bebas di alam Bereproduksi secara independen, tanpa bantuan sel lain Dapat menghasilkan energi sendiri Tidak memiliki klorofil Mikroorganisme tertentu selalu ditemukan berasosiasi dengan penyakit yang ditimbulkan. Mikroorganisme dapat diisolasi dan ditumbuhkan sebagai biakan murni di laboratorium Biakan murni tersebut bila diinjeksikan pada hewan yang sesuai dapat menimbulkan penyakit Mikroorganisme tersebut dapat diisolasi kembali dari hewan yang telah terinfeksi tersebut

2.2 Lingkungan hidup mikroba Aktivitas mikroba dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungannya. Perubahan lingkungan dapat mengakibatkan perubahan sifat morfologi dan fisiologi mikroba. Beberapa kelompok mikroba sangat resisten terhadap perubahan faktor lingkungan. Mikroba tersebut dapat dengan
2

cepat menyesuaikan diri dengan kondisi baru tersebut. Faktor lingkungan meliputi faktor-faktor abiotik (fisika dan kimia) dan faktor biotik. A. Faktor abiotik Suhu Pertumbuhan mikroba memerlukan kisaran suhu tertentu. Kisaran suhu pertumbuhan dibagi menjadi suhu minimum, suhu optimum, dan suhu maksimum. Suhu minimum adalah suhu terendah tetapi mikroba masih dapat hidup. Suhu optimum adalah suhu paling baik untuk pertumbuhan mikroba. Suhu maksimum adalah suhu tertinggi untuk kehidupan mikroba. Berdasarkan kisaran suhu pertumbuhannya, mikroba dapat dikelompokkan menjadi mikroba psikrofil (kriofil), mesofil, dan termofil. Psikrofil adalah kelompok mikroba yang dapat tumbuh pada suhu 0-30oC dengan suhu optimum sekitar 15oC. Mesofil adalah kelompok mikroba pada umumnya, mempunyai suhu minimum 15oC suhu optimum 25-37oC dan suhu maksimum 45-55oC. Mikroba yang tahan hidup pada suhu tinggi dikelompokkan dalam mikroba termofil. Mikroba ini mempunyai membran sel yang mengandung lipida jenuh, sehingga titik didihnya tinggi. Selain itu dapat memproduksi protein termasuk enzim yang tidak terdenaturasi pada suhu tinggi. Di dalam DNA-nya mengandung guanin dan sitosin dalam jumlah yang relatif besar, sehingga molekul DNA tetap stabil pada suhu tinggi. Kelompok ini mempunyai suhu minimum 40oC, optimum pada suhu 55-60oC dan suhu maksimum untuk pertumbuhannya 75oC. Untuk mikroba yang tidak tumbuh dibawa suhu 300C dan mempunyai suhu pertumbuhan optimum pada 60oC, dikelompokkan kedalam mikroba termofil obligat. Untuk mikroba termofil yang dapat tumbuh dibawah suhu 30oC, dimasukkan kelompok mikroba termofil fakultatif. Air Semua organisme membutuhkan air untuk kehidupannya. Air berperan dalam reaksi metabolik dalam sel dan merupakan alat pengangkut zat gizi ke dalam sel atau hasil metabolit ke luar sel. Semua kegiatan ini membutuhkan air dalam bentuk cair dan apabila air tersebut mengalami kristalisasi dan membentuk es atau terikat secara kimiawi dalam larutan gula atau garam, maka air tersebut tidak dapat digunakan oleh mikroorganisme.

Pengaruh air terhadap pertumbuhan mikroorganisme dinyatakan sebagai aktivitas air (Aw), yaitu jumlah air bebas yang tersedia dan dapat digunakan untuk pertumbuhan mikroorganisme dalam bahan makanan. Jenis mikroorganisme yang berbeda membutuhkan jumlah air yang berbeda untuk pertumbuhannya. Kebanyakan bakteri dapat hidup pada Aw>0,90, sedangkan kebanyakan kapang dan khamir berturut-turut dapat hidup pada Aw>0,70 dan Aw> 0,80. Pada Aw yang rendah, mikroorganisme akan mati karena sel-sel di mikroorganisme akan berdifusi ke luar sebagai akibat terjadinya proses kesetimbangan osmotik. Dengan kata lain, selama konsentrasi solut di luar sel lebih besar dibanding di dalam sel, maka migrasi air akan terjadi untuk menyeimbangkan konsentrasi. Migrasi air dari dalam sel menyebabkan sel mati disebabkan oleh dehidrasi. Tekanan Osmosis Tekanan osmosis sebenarnya sangat erat hubungannya dengan kandungan air. Apabila mikroba diletakkan pada larutan hipertonis, maka selnya akan mengalami plasmolisis, yaitu terkelupasnya membran sitoplasma dari dinding sel akibat mengkerutnya sitoplasma. Apabila diletakkan pada larutan hipotonis, maka sel mikroba akan mengalami plasmoptisa, yaitu pecahnya sel karena cairan masuk ke dalam sel, sel membengkak dan akhirnya pecah. Berdasarkan tekanan osmose yang diperlukan dapat dikelompokkan menjadi:
1.

Mikroba osmofil, adalah mikroba yang dapat tumbuh pada kadar gula

tinggi. Contoh mikroba osmofil adalah beberapa jenis khamir. Khamir osmofil mampu tumbuh pada larutan gula dengan konsentrasi lebih dari 65 % wt/wt (a w= 0,94).
2.

Mikroba halofil, adalah mikroba yang dapat tumbuh pada kadar garam

halogen yang tinggi. Contoh mikroba halofil adalah bakteri yang termasuk Archaebacterium, misalnya Halobacterium. Bakteri yang tahan pada kadar garam tinggi, umumnya mempunyai kandungan KCl yang tinggi dalam selnya. Selain itu bakteri ini memerlukan konsentrasi kalium yang tinggi untuk stabilitas ribosomnya. Bakteri halofil ada yang mempunyai membran purple bilayer, dinding selnya terdiri dari murein, sehingga tahan terhadap ion natrium. 3. Mikroba halodurik, adalah kelompok mikroba yang dapat tahan (tidak mati) tetapi tidak dapat tumbuh pada kadar garam tinggi, kadar garamnya dapat mencapai 30%.
4

Ion-Ion dan Listrik Kadar ion hidrogen (pH) Mikroba umumnya menyukai pH netral (pH 7). Beberapa bakteri dapat hidup pada pH tinggi (medium alkalin). Contohnya adalah bakteri nitrat, rhizobia, actinomycetes, dan bakteri pengguna urea. Hanya beberapa bakteri yang bersifat toleran terhadap kemasaman, misalnya Lactobacilli, Acetobacter, dan Sarcina ventriculi. Bakteri yang bersifat asidofil misalnya Thiobacillus. Jamur umumnya dapat hidup pada kisaran pH rendah. Apabila mikroba ditanam pada media dengan pH 5 maka pertumbuhan didominasi oleh jamur, tetapi apabila pH media 8 maka pertumbuhan didominasi oleh bakteri. Buffer Untuk menumbuhkan mikroba pada media memerlukan pH yang konstan, terutama pada mikroba yang dapat menghasilkan asam. Misalnya Enterobacteriaceae dan beberapa Pseudomonadaceae. Oleh karenanya ke dalam medium diberi tambahan buffer untuk menjaga agar pH nya konstan. Buffer merupakan campuran garam mono dan dibasik, maupun senyawa-senyawa organik amfoter. Sebagai contoh adalah buffer fosfat anorganik dapat mempertahankan pH diatas 7,2. Cara kerja buffer adalah garam dibasik akan mengadsorbsi ion H+ dan garam monobasik akan bereaksi dengan ion OH-. Ion-ion lain Logam berat seperti Hg, Ag, Cu, Au, dan Pb pada kadar rendah dapat bersifat meracun (toksis). Logam berat mempunyai daya oligodinamik, yaitu daya bunuh logam berat pada kadar rendah. Selain logam berat, ada ion-ion lain yang dapat mempengaruhi kegiatan fisiologi mikroba, yaitu ion sulfat, tartrat, klorida, nitrat, dan benzoat. Ion-ion tersebut dapat mengurangi pertumbuhan mikroba tertentu. Oleh karena itu sering digunakan untuk mengawetkan suatu bahan, misalnya digunakan dalam pengawetan makanan. Ada senyawa lain yang juga mempengaruhi fisiologi mikroba, misalnya asam benzoat, asam asetat, dan asam sorbat. Listrik Listrik dapat mengakibatkan terjadinya elektrolisis bahan penyusun medium pertumbuhan. Selain itu arus listrik dapat menghasilkan panas yang dapat
5

mempengaruhi pertumbuhan mikroba. Sel mikroba dalam suspensi akan mengalami elektroforesis apabila dilalui arus listrik. Arus listrik tegangan tinggi yang melalui suatu cairan akan menyebabkan terjadinya shock karena tekanan hidrolik listrik. Kematian mikroba akibat shock terutama disebabkan oleh oksidasi. Adanya radikal ion dari ionisasi radiasi dan terbentuknya ion logam dari elektroda juga menyebabkan kematian mikroba. Radiasi Radiasi menyebabkan ionisasi molekul-molekul di dalam protoplasma. Cahaya umumnya dapat merusak mikroba yang tidak mempunyai pigmen fotosintesis. Cahaya mempunyai pengaruh germisida, terutama cahaya bergelombang pendek dan bergelombang panjang. Pengaruh germisida dari sinar bergelombang panjang disebabkan oleh panas yang ditimbulkannya, misalnya sinar inframerah. Sinar x (0,005-1,0 Ao ), sinar ultra violet (4000-2950 Ao ), dan sinar radiasi lain dapat membunuh mikroba. Apabila tingkat iradiasi yang diterima sel mikroba rendah, maka dapat menyebabkan terjadinya mutasi pada mikroba. Tegangan muka Tegangan muka mempengaruhi cairan sehingga permukaan cairan tersebut menyerupai membran yang elastis. Seperti telah diketahui protoplasma mikroba terdapat di dalam sel yang dilindungi dinding sel, maka apabila ada perubahan tegangan muka dinding sel akan mempengaruhi pula permukaan protoplasma. Akibat selanjutnya dapat mempengaruhi pertumbuhan mikroba dan bentuk morfologinya. Zat-zat seperti sabun, deterjen, dan zat-zat pembasah (surfaktan) seperti Tween80 dan Triton A20 dapat mengurangi tegangan muka cairan/larutan. Umumnya mikroba cocok pada tegangan muka yang relatif tinggi. Tekanan Hidrostatik Tekanan hidrostatik mempengaruhi metabolisme dan pertumbuhan mikroba. Umumnya tekanan 1-400 atm tidak mempengaruhi atau hanya sedikit mempengaruhi metabolisme dan pertumbuhan mikroba. Tekanan hidrostatik yang lebih tinggi lagi dapat menghambat atau menghentikan pertumbuhan, oleh karena tekanan hidrostatik tinggi dapat menghambat sintesis RNA, DNA, dan protein, serta mengganggu fungsi transport membran sel maupun mengurangi aktivitas berbagai macam enzim. Tekanan diatas 100.000 pound/inchi2
6

menyebabkan denaturasi protein. Akan tetapi ada mikroba yang tahan hidup pada tekanan tinggi (mikroba barotoleran), dan ada mikroba yang tumbuh optimal pada tekanan tinggi sampai 16.000 pound/ inchi2 (barofil). Mikroba yang hidup di laut dalam umumnya adalah barofilik atau barotoleran. Sebagai contoh adalah bakteri Spirillum. Getaran Getaran mekanik dapat merusakkan dinding sel dan membran sel mikroba. Oleh karena itu getaran mekanik banyak dipakai untuk memperoleh ekstrak sel mikroba. Isi sel dapat diperoleh dengan cara menggerus sel-sel dengan menggunakan abrasif atau dengan cara pembekuan kemudian dicairkan berulang kali. Getaran suara 100-10.000 x/detik juga dapat digunakan untuk memecah sel. Oksigen Beberapa mikroorganisme memerlukan oksigen untuk pertumbuhannya, yang disebut mikroorganisme aerobik. Contoh mikroorganisme aerobik adalah kapang. Untuk beberapa mikroorganisme lainnya, oksigen bersifat racun. Mikro-organisme ini dinamakan anaerob, seperti Clostridium botulinum. Kebanyakan mikroorganisme dapat tumbuh pada kondisi tanpa dan dengan adanya oksigen. Kelompok ini disebut fakultatif anaerobik, contohnya Bacillus, kebanyakan khamir dan bakteri lainnya. B. Faktor biotik Di alam jarang sekali ditemukan mikroba yang hidup sebagai biakan murni, tetapi selalu berada dalam asosiasi dengan jasad-jasad lain. Antar jasad dalam satu populasi atau antar populasi jasad yang satu dengan yang lain saling berinteraksi. 1. Interaksi dalam satu populasi mikroba Interaksi antar jasad dalam satu populasi yang sama ada dua macam, yaitu interaksi positif maupun negatif. Interaksi positif menyebabkan meningkatnya kecepatan pertumbuhan sebagai efek sampingnya. Meningkatnya kepadatan populasi, secara teoritis meningkatkan kecepatan pertumbuhan. Interaksi positif disebut juga kooperasi. Sebagai contoh adalah pertumbuhan satu sel mikroba menjadi koloni atau pertumbuhan pada fase lag (fase adaptasi). Interaksi negatif menyebabkan turunnya kecepatan pertumbuhan dengan meningkatnya kepadatan populasi.
7

Misalnya

populasi

mikroba

yang

ditumbuhkan dalam substrat terbatas, atau adanya produk metabolik yang meracun. Interaksi negatif disebut juga kompetisi. Sebagai contoh jamur Fusarium dan Verticillium pada tanah sawah, dapat menghasilkan asam lemak dan H2S yang bersifat meracun. 2. Interaksi antar berbagai macam populasi mikroba Apabila dua populasi yang berbeda berasosiasi, maka akan timbul berbagai macam interaksi. Interaksi tersebut menimbulkan pengaruh positif, negatif, ataupun tidak ada pengaruh antar populasi mikroba yang satu dengan yang lain. Nama masing-masing interaksi adalah sebagai berikut:

a. Netralisme Netralisme adalah hubungan antara dua populasi yang tidak saling mempengaruhi. Hal ini dapat terjadi pada kepadatan populasi yang sangat rendah atau secara fisik dipisahkan dalam mikrohabitat, serta populasi yang keluar dari habitat alamiahnya. Sebagai contoh interaksi antara mikroba allocthonous (nonindigenous) dengan mikroba autochthonous (indigenous), dan antar mikroba nonindigenous di atmosfer yang kepadatan populasinya sangat rendah. Netralisme juga terjadi pada keadaan mikroba tidak aktif, misal dalam keadaan kering beku, atau fase istirahat (spora, kista).

b. Komensalisme Hubungan komensalisme antara dua populasi terjadi apabila satu populasi diuntungkan tetapi populasi lain tidak terpengaruh. Contohnya adalah:
8

Bakteri Flavobacterium brevis dapat menghasilkan ekskresi Desulfovibrio mensuplai asetat dan H2 untuk respirasi anaerob

sistein. Sistein dapat digunakan oleh Legionella pneumophila.


-

Methanobacterium. c. Sinergisme Suatu bentuk asosiasi yang menyebabkan terjadinya suatu kemampuan untuk dapat melakukan perubahan kimia tertentu di dalam substrat. Apabila asosiasi melibatkan 2 populasi atau lebih dalam keperluan nutrisi bersama, maka disebut sintropisme. Sintropisme sangat penting dalam peruraian bahan organik tanah, atau proses pembersihan air secara alami. d. Mutualisme Mutualisme adalah asosiasi antara dua populasi mikroba yang keduanya saling tergantung dan sama-sama mendapat keuntungan. Mutualisme sering disebut juga simbiosis. Simbiosis bersifat sangat spesifik (khusus) dan salah satu populasi anggota simbiosis tidak dapat digantikan tempatnya oleh spesies lain yang mirip. Contohnya adalah Bakteri Rhizobium sp. yang hidup pada bintil akar tanaman kacang-kacangan. Contoh lain adalah Lichenes (Lichens), yang merupakan simbiosis antara algae sianobakteria dengan fungi. Algae (phycobiont) sebagai produser yang dapat menggunakan energi cahaya untuk menghasilkan senyawa organik. Senyawa organik dapat digunakan oleh fungi (mycobiont), dan fungi memberikan bentuk perlindungan (selubung) dan transport nutrien/mineral serta membentuk faktor tumbuh untuk alga. e. Kompetisi Hubungan negatif antara 2 populasi mikroba yang keduanya mengalami kerugian. Peristiwa ini ditandai dengan menurunnya sel hidup dan pertumbuhannya. Kompetisi terjadi pada 2 populasi mikroba yang menggunakan nutrien / makanan yang sama, atau dalam keadaan nutrien terbatas. Contohnya adalah antara protozoa Paramaecium caudatum dengan Paramaecium aurelia. f. Amensalisme (Antagonisme)
9

Satu bentuk asosiasi antar spesies mikroba yang menyebabkan salah satu pihak dirugikan, pihak lain diuntungkan atau tidak terpengaruh apapun. Umumnya merupakan cara untuk melindungi diri terhadap populasi mikroba lain. Misalnya dengan menghasilkan senyawa asam, toksin, atau antibiotika. Contohnya adalah bakteri Acetobacter yang mengubah etanol menjadi asam asetat. Thiobacillus thiooxidans menghasilkan asam sulfat. Asam-asam tersebut dapat menghambat pertumbuhan bakteri lain. Bakteri amonifikasi menghasilkan ammonium yang dapat menghambat populasi Nitrobacter. g. Parasitisme Parasitisme terjadi antara dua populasi, populasi satu diuntungkan (parasit) dan populasi lain dirugikan (host/inang). Umumnya parasitisme terjadi karena keperluan nutrisi dan bersifat spesifik. Ukuran parasit biasanya lebih kecil dari inangnya. Terjadinya parasitisme memerlukan kontak secara fisik maupun metabolik serta waktu kontak yang relatif lama. Contohnya adalah bakteri Bdellovibrio yang memparasit bakteri E. coli. Jamur Trichoderma sp. memparasit jamur Agaricus sp. h. Predasi Hubungan predasi terjadi apabila satu organisme predator memangsa atau memakan dan mencerna organisme lain (prey). Umumnya predator berukuran lebih besar dibandingkan prey, dan peristiwanya berlangsung cepat. Contohnya adalah Protozoa (predator) dengan bakteri (prey). Protozoa Didinium nasutum (predator) dengan Paramaecium caudatum (prey).

2.3 Perbedaan virus, jamur, bakteri dan khamir a) Virus 1. Ciri-Ciri Ukuran sekitar 10-300 milimikron

10

2. Bentuk

Strukturnya sangat sederhana, terdiri dari asam nukleat (DNA/RNA) dan Bersifat parasit obligat, karena bereproduksi jika berada pada sel atau Virus bukan sel, karena tidak mempunyai membran plasma, sitoplasma Virus dapat dikristalkan, sehingga sering disebut makhluk peralihan

protein (kapsid) jaringan hidup dan organela

Bentuk virus bervariasi ada yang bulat seperti bola, batang, dan persegi banyak (polyhedral) atau berbentuk huruf T.

(Anonim,2010) Gambar bentuk virus 3. Struktur

(Herfen,2008) Gambar struktur virus a) Kepala Kepala virus berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi kapsid. Satu unit protein yang menyusun kapsid disebut kapsomer. b) Kapsid
11

Kapsid adalah selubung yang berupa protein. Kapsid terdiri atas kapsomer. Kapsid juga dapat terdiri atas protein monomer yang yang terdiri dari rantai polipeptida. Fungsi kapsid untuk memberi bentuk virus sekaligus sebagai pelindung virus dari kondisi lingkungan yang merugikan virus. c) Isi tubuh Bagian isi tersusun atas asam inti, yakni DNA saja atau RNA saja. Bagian isi disebut sebagai virion. DNA atau RNA merupakan materi genetik yang berisi kode-kode pembawa sifat virus. Berdasarkan isi yang dikandungnya, virus dapat dibedakan menjadi virus DNA (virus T, virus cacar) dan virus RNA (virus influenza, HIV, H5N1). Selain itu di dalam isi virus terdapat beberapa enzim. d) Ekor Ekor virus merupakan alat untuk menempel pada inangnya. Ekor virus terdiri atas tubus bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut. Virus yang menginfeksi sel eukariotik tidak mempunyai ekor. 4. Reproduksi

(Isharmanto,2010) Gambar reproduksi virus Daur Litik


Adsoprsi, pada tahap ini virus melekat pada dinding sel inang. Penetrasi, pada tahap ini virus memasukkan materi genetiknya ke dalam Replikasi, pada tahap ini materi genetik sel bereplikasi mengikuti materi Sintesis, pada tahap ini materi genetik sel membentuk bagian-bagian Perakitan, pada tahap ini bagian-bagian tubuh virus tersusun membentuk
12

tubuh sel inang.

genetik virus.

tubuh virus.

tubuh virus yang utuh.

Lisis, pada tahap ini tubuh-tubuh virus yang baru memecah dinding sel

inang dan keluar. Daur Lisogenik


Adsorpsi dan penetrasi sama seperti pada daur litik. Profage/penyisipan, pada tahap ini virus menyisipkan materi genetiknya Pembelahan sel, pada tahap ini sel inang membelah diri seperti biasa. Pemisahan, pada daur lisogenik, sewaktu-waktu materi genetik virus

ke dalam materi genetik sel inang.

Bedanya materi genetik sel inang sudah tersisipi materi genetik virus.

yang telah tersisipi bisa lepas dari materi genetik sel inang. Misalnya jika terkena radiasi pada sel inang. Jika materi genetik virus terpisah dari materi genetik sel inang, virus kemudian memasuki daur litik yaitu tahap replikasi. 5. Klasifikasi Menurut klasifikasi Bergey, virus termasuk ke dalam divisio Protophyta, kelas Mikrotatobiotes dan ordo Virales (Virus). Pada tahun 1976 ICTV (International Commite on Taxonomy of Virus) mempublikasikan bahwa virus diklasifikasikan struktur dan komposisi tubuh, yakni berdasarkan kandungan asam. Pada dasarnya virus dibedakan atas dua golongan yaitu virus DNA dan virus RNA. a. Virus DNA mempunyai beberapa famili: 1. Famili Parvoviridae seperti genus Parvovirus 2. Famili Papovaviridae seperti genus Aviadenovirus 3. Famili Adenoviridae seperti genus Mastadenovirus 4. Famili Herpesviridae seperti genus Herpesvirus 5. Famili Iridoviridae seperti genus Iridovirus 6. Famili Poxviridae seperti genus Orthopoxvirus b. Virus RNA mempunyai beberapa famili: 1. Famili Picornaviridae seperti genus Enterivirus 2. Famili Reoviridae seperti genus Reovirus 3. Famili Togaviridae seperti genus Alphavirus 4. Famili Paramyvoviridae seperti genus Pneumovirus 5. Famili Orthomyxoviridae seperti genus Influensavirus 6. Famili Retroviridae seperti genus Leukovirus 7. Famili Rhabdoviridae seperti genus Lyssavirus 8. Famili Arenaviridae seperti genus Arenavirus
13

6. Peranan
1.

Virus yang menguntungkan berfungsi untuk: Membuat antitoksin Melemahkan bakteri Memproduksi vaksin Menyerang patogen

2.

Virus yang merugikan, penyakit-penyakit yang disebabkan virus antara

lain: Pada Tumbuh-tumbuhan b) Jamur 1. Ciri-Ciri


- Uniseluler/multiseluler

Mozaik pada daun tembakau Tobacco Mozaic Virus Mozaik pada kentang Potato Mozaic Virus Mozaik pada tomat Tomato Aucuba Mozaic Virus Kerusakan floem pada jeruk Citrus Vein Phloem Degeneration Tetelo pada Unggas New Castle Disease Virus Cacar pada sapi Vicinia Virus Lidah biru pada biri-biri Orbivirus Tumor kelenjar susu monyet Monkey Mammary Tumor Virus Influensa Influenzavirus AIDS Retrovirus SARS Coronavirus Flu burung Avianviru

Pada Hewan

Pada Manusia

- Tubuhnya tersusun atas hifa dan miselium - Tak berklorofil - Dinding sel tersusun atas zat kitin/tanduk - Cadangan makanan berupa glikogen dan protein, pencernaannya scara ekstraseluler - Memiliki keturunannya bersifat diploid lebih singkat - Nutrisi berupa bahan organik yang diserap dari lingkungan
14

2. Bentuk Dari segi bentuk, jamur ada 3, yaitu:


-

Makroskopik, sel banyak dengan diferensiasi menjadi bagian, misalnya:

hifa, sporangiofor, kolumela, spora dan rhizoid. contohnya jamur tiram, jamur merang, ganoderma.
-

Renik/mikroskopik, sel tunggal dengan rhizoid contohnya kapang Bersel satu contohnya khamir.

tempe, kapang oncom, kapang roti.


-

3. Struktur Struktur pada jamur yang multiseluler, tubuh tersusun atas: Hifa dan septa
a.

Hifa, adalah filamen paanjang sel yang bergabung bersama membentuk

badan (thallus) suatu kapang atau fleshy fungus. Sebuah hifa tumbuh pada ujungnya untuk membentuk massa hifa yang berjalin yang disebut miselium. Setiap bagian miselium vegetatif dapat tumbuh.
b.

Septa, adalah sekat yang membagi hifa sebagian besar fungi menjadi sel

berinti satu. Akan tetapi, hifa beberapa fungi tidak menandung septa (asepta). Hifa koenositik ini membentuk sel berinti banyak yang panjang dan bersambungan. c. d. e. Sebagian besar miselia fungi adalah haploid Fungi tidak memiliki struktur flagela dan tidak bergerak Fungsi hifa/miselium: menyerap nutrisi dari lingkungannya dan sebagai

alat reproduksi (sporangium atau konidium) 4. Reproduksi 1. Aseksual Spora aseksual Spora asksual adalah yang paling sering dihasilkan oleh miselium aerial organisme satu haploid. Spora dihasilkan melalui mitosis dan selanjutnya melangsungkan pembelahan sel. Sewaktu berkecambah, spora ini menjadi organisme yang secara genetik identik terhadap induknya. Pada divisi Zygomicota menghasilkan spora aseksual di dalam kantong yang disebut sporangia di ujung hifa aerial. Sebagian besar divisi Ascomycota menghasilkan spora berantai yang disebut konidia. Budding
15

Budding adalah jenis reproduksi aseksual yang sel induk membentuk tonjolan (tunas) yang memanjang dan pada akhirnya terputus sebagai sel anak yang independen, contohnya khamir. 2.
-

Seksual Zygomicota, membentuk badan resisten (zigospora) yang dapat tetap Ascomycota menghasilkan spora seksual di dalam struktur mirip Basidiomycota menghasilkan spora seksual secara eksternal pada

Berbagai jamur menghasilkan spora seksual dengan cara yang berbeda-beda. dorman pada lingkungan yang tidak menguntungkan.
-

kantong yang disebut askus.


-

dasarnya, disebut basidium. Langkah-langkah reproduksi seksual yang terlibat - Dua keturunan yang berlawanan dengan spesies yang sama pada fungi, berkonjugasi dengan hifa yang menyatu dari setiap organisme. - Nukleus haploid sel donor memasuki sel resipien dan kedua nukleus bersatu. Langkah ini terlambat pada beberapa fungi, akhirnya membentuk sel dengan dua nukleus (dikarion). Penyatuan kedua nukleus menghasilkan spora seksual diploid. - Spora seksual membelah dengan cara meiosis untuk membentuk spora haploid baru. Spora tersebut selanjutnya dapat membentuk miselia haploid baru. 5. Klasifikasi Dalam pengelompokan jamur digunakan istilah divisi, karena sebelumnya jamur termasuk kelompok tumbuhan. Para ahli mikologi (ahli biologi yang mempelajari jamur) memperkirakan bahwa ada sekitar 1,5 juta spesies jamur di seluruh dunia, dan lebih dari 100.000 spesies yang telah dikenal. Menurut skema taksonomik yang sekarang
a.

digunakan,

jamur

diklasifikasikan

ke

dalam

divisi

yaitu

Khitridiomicotina, Zigomicotina, Ascomicotina, dan Basidiomicotina Khitridiomicotina Khitrid adalah jamur yang paling primitif dan merupakan organisme penghubung antara jamur dan protista. Sebagian besar khitrid hidup di air (organisme akuatik). Beberapa di antaranya adalah saproba, yang lain hidup sebagai parasit pada protista, tumbuhan, dan invertebrata akuatik. Para ahli sistematika menggolongkan khitrid ke dalam kingdom fungi karena memiliki
16

ciri-ciri utama mirip jamur, yaitu cara memperoleh makanan secara penyerapan, dinding sel terbuat dari kitin, dan memiliki beberapa enzim yang dimiliki jamur. Khitrid membentuk spora berflagel tunggal yang disebut zoospora. Flagela merupakan salah satu ciri kingdom protista, khitrid adalah satu-satunya anggota kingdom fungi yang memiliki flagela. Ada beberapa jamur dalam divisi ini merupakan jamur patogen. Salah satu contoh adalah Phytopthora infestans yang parasit pada tanaman kentang. Haustoria jamur menyerang sel-sel mesofil dan mengisap makanan dari sel-sel tersebut. Miselium membentuk sporangiospora dengan sporangiumnya, keluar dari stomata
b.

Zigomicotina

(Isharmanto,2010) Gambar Zigomicotina Ciri-cirinya dinding sel tersusun atas zat kitin, multiseluler, hifa tidak bersekat, mengandung inti haploid, memiliki keturunan diploid lebih singakat, reproduksi vegetatifnya membentuk spora, reproduksi generatifnya dengan konjugasi yang menghasilkan zigospora. Contohnya Rhizopus oryzae, Rhizopus oligosporus, Rhizopus nigricans.

c.

Ascomicotina Ciri-cirinya unisel dan multiseluler, dinding selnya tersusun atas zat kitin,

hifa bersekat, membentuk badan buah yang disebut ascokarp, mngandung inti haploid, memiliki keturunan diploid lebih singkat, reproduksi vgetatifnya dengan membentuk konidiaspora, reproduksi generatifnya dengan konjugasi yang
d.

menghasilkan Basidiomicotina

ascospora.

Contohnya

Penicillium

cammemberti,

Aspergilus wentii Ciri-cirinya multiseluler, dinding selnya tersusun atas zat kitin, hifa bersekat, mengandung inti haploid, memiliki keturunan diploid lebih singkat, membentuk badan buah yang disebut basidiokarp, reproduksi vegetatifnya
17

dengan membentuk konidiaspora, reproduksi generatifnya dengan menghasilkan basidiospora. Contohnya Volvariella volvacea, Auricularia polytica. 6. Peranan 1.
-

ZYGOMYCOTINA Mucor mucedo Hidup pada kotoran ternak Rhizopus nigricans Menghasilkan asam fumarat, pemasak buah Rhizopus oryzae Jamur tempe/untuk membuat tempe Rhizopus nodusus Menghasilkan asam laktat Plasmopora viticola Parasit pada anggur ASCOMYCOTINA
-

2.

Saccaharomyces cerevisiae untuk membuat tape,bir,bris,wine, dan roti Saccaharomyces ovale untuk membuat tape Saccaharomyces sake untuk membuat sake jepang Penicillium notatum penghasil antibiotik pinisilin Penicillium chryzogenum penghasil antibiotik pinisilin Penicillium camemberti mengharumkan keju Aspergillus flavus menghasilkan alfatoksin Aspergillus fumigatus parasit paru-paru burung Aspergillus nidulans penyebab automikosis/penyakit telinga Laboulbenia parasit pada serangga Claviseps purpurea bahan obat-obatan Reosellina arcuata hidup pada potongan akar Nectria cinabarina parasit pada kayu manis Neurospora sitophila untuk membuat oncom BASIDIOMYCOTINA Puccinia graminis parasit pada rumput-rumputan Ustilago vireus parasit pada padi Ustilago maydis parasit pada jagung Volvariella volvacea jamur merang, dapat dimakan Auricularia polytrica jamur kuping, dapat dimakan Amanita phalloides menghasilkan racun falin yang merusak darah Ustilago compestris jamur kaleng Amanita muscaria menghasilkan racun muskarin yang dapat membunuh
18

3.
-

lalat

Pleurotes (jamur tiram) dimakan Exobasidium vexans parasit pada tanaman teh Corticium salmonella jamur upas, parasit pada pohon buah-buahan dan Higroporus dan Lycoperdon perlatum berguna sebagai decomposer Pneumonia carinii menyebabkan penyakit pneumonia pada paru-paru Candida sp. penyebab keputihan dan sariawan pada manusia.

karet
-

c) Bakteri 1. Ciri-Ciri

Uniseluler, prokariota, bersifat heterotrop, dinding sel tersusun atas Ukuran renik, diameter 5 dan panjang 1 20 Cara mendapatkan nutrisi sebagian besar heterotrof dan autotrof Dapat diamati dengan menggunakan mikroskop fase kontras (mikroskop Adaptasi dengan cara membentuk endospora pada kondisi yang tidak Hidupnya ada yang soliter, koloni, serta ada yang bersimbiosis, parasit,

peptidoglikan atau murein

2. Bentuk
a.

cahaya) menguntungkan dan saprofitik Bentuk coccus diantaranya adalah: Monococcus, berupa sel bakteri coccus tunggal, contoh Chlamida Diplococcus, berupa dua sel bakteri coccus berdempetan, seperti Sarcina, berupa delapan sel bakteri berdempetan membentuk kubus, Stafilococcus, yaitu beberapa sel bakteri bergerombol seperti seperti Streptococcus, yaitu beberapa sel bakteri coccus berdempetan Bentuk basil diantaranya adalah:
19

trachomatis (penyebab penyakit mata).

Neisseria gonorrhoeae (penyebab penyakit kelamin raja singa)

seperti Thiosarcina rosea

buah anggur, contohnya Staphylococcus aureus

membentuk rantai, contoh Streptococcus mutans


b.

Monobasil, yaitu satu sel bakteri yang berbentuk batang tunggal,

contohnya Escherisia coli Diplobacil, yaitu dua sel bakteri berbentuk batang berdempetan

Streptobacil, yaitu beberapa sel bakteri berbentuk batang berdempetan Bentuk spiral diantaranya adalah:

membentuk rantai, contohnya Bacillus antracis


c.

Spiral, yaitu bakteri yang bentuknya bergelombang, contohnya Spiroseta, yaitu bakteri yang berbentuk seperti sekrup, contohnya Vibrio, yaitu bakteri yang berbentuk seperti tanda baca koma, cotohnya

Thiospirillopsis floridana

Treponema palidum

Vibrio kolera 3. Struktur Struktur dan fungsi sel bakteri dibedakan atas, struktur dan fungsi dasar, yaitu struktur yang hampir dimiliki oleh semua jenis bakteri, diantaranya adalah: a. Dinding sel Tersusun dari peptidoglikan (gabungan protein dengan polisakarida, berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk sel). b. Membran plasma Tersusun dari fosfolipid dan protein (Lipoprotein), berfungsi untuk mengatur pertukaran zat antara sel dengan lingkungannya. c. Sitoplasma Cairan sel yang berisi beberapa organel sel (ribosom, DNA dan granula penyimpanan). Berfungsi sebagai tempat reaksi-reaksi kimia. d. Ribosom Organel yang tersebar dalam sitoplasma, tersusun atas protein dan RNA. Berfungsi pada sintesis protein. e. DNA (Asam Deoksiribonukleat) Struktur berserat, dengan rantai tunggal dan berbentuk cincin. f. Plasmid Kromosom tambahan berupa cincin-cincin DNA yang jauh lebih kecil dan berisi beberapa gen. Plasmid menyebabkan sel bakteri lebih kebal terhadap antibiotika. g. Mesosom
20

Lekukan kedalam dari membran sel, berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan, dan pusat pembelahan sel. Struktur dan fungsi tambahan, yaitu struktur yang hanya dimiliki oleh beberapa bakteri, diantaranya adalah: a. Kapsul Merupakan lapisan lendir yang tersusun dari polisakarida dan air. untuk memberikan perlindungan tambahan, menempel pada substrat, dan membentuk koloni. b. Flagel Struktur berbentuk batang atas spiral, yang tersusun atas protein, berfungsi sebagai alat gerak pada beberapa bakteri yang berbentuk bacil atau spiral. c. Fillus Berupa rambut halus yang menonjol dari dinding sel. Serupa flagel namun lebih kaku dan pendek. Berfungsi untuk melekatkan diri ke membran inang, berlekatan dengan sesamanya saat transfer. 4. Reproduksi a. Aseksual

(Herfen,2008) Gambar reproduksi aseksual Perkembangbiakan bakteri umumnya dilakukan secara aseksual melalui pembelahan biner, yaitu setiap sel membelah menjadi dua. Tujuan dari perkembangbiakan ini adalah untuk menambah jumlah atau populasi bakteri. Kecepatan pembelahan bakteri jika berada pada lingkungan yang sesuai ratarata dapat membelah setiap 20 menit. Namun demikian kecepatan pembelahan bakteri dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: suhu, pH, Konsentrasi garam, sumber nutrisi.
21

Pada proses pembelahan ini, satu kromosom sel yang telah bereplikasi dibagi ke dalam setiap kedua sl anak yang dipisahkan oleh jepitan membran plasma. Sel tunggal dapat dengan cepat membentuk seluruh populasi sel identik dengan pembelahan biner. Sebagian besar variasi dalam suatu populasi bakteri dihasilkan dari mutasi DNA. b. Seksual Bakteri juga melakukan reproduksi seksual, melalui transformasi, transduksi, dan konjugasi. Tujuan dari perkembangbiakan ini bukan untuk memperbanyak jumlah melainkan untuk membentuk variasi genetik atau pertukaran materi genetik yang disebut rekombinasi.

Transduksi: pemindahan gen antar prokariot dengan bantuan Transformasi: pengambilan gen dari lingkungan sekitar yang Konjugasi: pemindahan gen-gen secara langsung dari satu

virus.

memungkinkan terjadinya pemindahan materi genetik antar prokariot.

prokariot ke prokariot lain. 5. Klasifikasi Klasifikasi bakteri sangat sulit, karena yang dijadikan dasar dapat bermacammacam. Dasar ini dapat berupa bentuk, kemampuan membentuk spora, cara memproduksi energi (glikolisis untuk anaerob, respirasi seluler untuk aerob), dan seleksi pengecatan Gram. Pengecatan gram:

Pada awalnya sel-sel dicat dengan kristal ungu, kemudian dibilas dengan

alkohol atau aseton. Pencucuian kristal violet hingga menjadi hilang disebut gram negatif.

Bakteri yang tidak dapat dihilangkan warnanya dengan alkohol atau

aseton disebut gram positif. Berdasarkan struktur biokimia dan fisiologi, dikelompokkan atas: 1. Archaeobacteria Kelompok prokariot primitif, dinding selnya tidak memiliki peptidoglikan, tapi membran plasmanya banyak mengandung lipopolisakarida, dan hidup pada kondisi lingkungan yang ekstrim Jenis:
22

Metanogen

Habitat dilumpur dan di rawa sebagai pengurai. Mampu merubah kotoran menjadi gas metana atau gas rawa (Bio gas) dalam keadaan anaerob. Contoh Metanobacterium Halofil ekstrim Termofil ekstrim Habitat diair yang salinitasnya tinggi. Contoh: Hllobacterium Habitat pada lingkungan panas dengan temperatur 60 80 oC (kawah vulkanik). Contoh: Sulfolobus dan Thermoplasma 2. Eubacteria Kelompok prokariot terbesar, dinding sel terbuat dari peptidoglikan, dengan variasi jenis yang tinggi. Jenis Eubacteria adalah:

Actinomycetes, contohnya Mycobacterium sp dan Streptomyces Kemoautotrof, contohnya Nitrobacter sp dan Nitrosomonas sp Fotoautotrof, contohnya Chromatium sp dan Rhodospirillum sp Penghasil endospora, contohnya Bacillus sp dan Clostridium sp Bakteri saluran cerna, contohnya Escherisia coli Bakteri seperti badan buah, contohnya Myxococcus sp Bakteri tidak berdinding sel, cotohnya Mycoplasma sp Bakteri pengikat nitrogen, contohnya Azotobacter sp dan Bakteri tanah, contohnya Pseudopodium sp Bakteri pada mamalia dan arthropoda, contohnya Rickettsia sp Spirosetts, contohnya Treponema palidum

sp

Rhyzobium sp

dan Chlamidia sp d) Khamir 1. Ciri-Ciri

Uniseluler Beberapa ragi bersifat dimorf (berubah bentuk karena kondisi Setiap sel memiliki satu nukleus dan beberapa organel
23

lingkungan, misal suhu)

Vakuola cukup besar Reproduksi dengan cara budding secara bipolar atau multipolar Tidak melakukan fotosintesis Adanya sifat-sifat yang tahan pada lingkungan yang stress (garam, asam

dan gula) maka dalam persaingannya dengan mikroba lain yeast lebih bisa hidup normal 2. Bentuk 3. Struktur Struktur yang dapat diamati meliputi dinding sel, sitoplasma, vakuola air, globula lemak dan granula 4. Reproduksi Kebanyakan khamir melakukan reproduksi secara aseksual melalui pembentukan tunas secara multilateral ataupun polar. Reproduksi secara seksual menghasilkan askospora melalui konjugasi dua sel atau konjugasi dua askospora yang menghasilkan sel anakan kecil. Jumlah spora dalam askus bervariasi taergantung macam khamirnya. 5. Klasifikasi Khamir dapat dibedakan atas dua kelompok berdasarkan sifat metabolismenya yaitu bersifat fermentatif dan oksidatif: Jenis fermentatif dapat melakukan fermentasi alkohol yaitu memecah Sedangkan oksidatif (respirasi) maka akan menghasilkan CO2 dan H2O. gula (glukosa) menjadi alkohol dan gas contohnya pada produk roti. Keduanya bagi khamir adalah dipergunakan untuk energi walaupun energi yang dihasilkan melalui respirasi lebih tinggi dari yang melalui fermentasi. Klasifikasi dari khamir yang lain. Kelompok khamir sejati (True yeasts) Kelompok khamir sejati pada dasarnya termasuk kedalam kelas Ascomycetes, dengan ciri memiliki spora. Termasuk kedalam kelompok ini adalah berbagai spesies Saccharomyces, Schizosaccharomyces, Zygosaccharomyces, Pichia, Hansenula, Debaryomyces dan Hanseniaspora.
24

Bulat atau oval Mempunyai tunas

Sedangkan pada kelompok jenis yeast sejati ini spesies yang umum digunakan dalam industri adalah Saccharomyces cerevisiae yaitu untuk pembuatan roti, minuman beralkohol, glyserol dan enzim invertase. Kelompok khamir yang liar (wild yeast) Kelompok khamir ini tidak mempunyai spora. Yeast liar ini

pertumbuhannya terkadang diharapkan ada yang tidak diharapkan dalam suatu fermentasi. Termasuk dalam kelompok yeast ini adalah Candida, Torulopsis, Brettanomyces, Rhodotorula, Trichosporon dan Kloeckera.

BAB III KESIMPULAN Ciri-ciri organisme yang tergolong mikroba adalah ukurannya mikroskopis; uniseluler, namun ada yang multiseluler (misal bakteri) serta ada yang tidak seluler (misal virus); Hidup bebas di alam; bereproduksi secara independen, tanpa bantuan sel lain; dapat menghasilkan energi sendiri; tidak memiliki klorofil. Lingkungan hidup mikroba terdiri dari faktor abiotik dan biotik. Perbedaan virus, jamur, bakteri dan khamir terletak pada ciri-ciri, bentuk, struktur, reproduksi, dan klasifikasinya.

25

DAFTAR RUJUKAN Anonim. 2010. Gambar bentuk virus (Online) (http://www.waksmanfoundation.org/labs/rochester/bactertiter.htm, diakses 3 November 2010) Anonim. 2010. (Online) (masud.lecture.ub.ac.id/files/2010/03/04-Faktor-Lingkungan.pdf, diakses 3 November 2010) Anonim. 2010. (Online) (http://w1di3.wordpress.com/faktor-lingkungan-mikroba/, diakses 3 November 2010) Anonim. 2008. (Online) (http://www.linkpdf.com/ebook-viewer.php? url=http://farmasi07itb.files.wordpress.com/2008/10/algae-fungi-protozoa-dan-parasitmultisel2.ppt, diakses 3 November 2010) Anonim. 2008. (Online) (http://www.search-ebooks.com/ebookviewer.php?url=http://mikrobiolunsoed.files.wordpress.com/2008/03/24.ppt, diakses 3 November 2010) Anonim. 2010. (Online) (http://www.ilmuku.com/file.php/1/Simulasi/mp_255/materi03.html, diakses 3 November 2010)
26

Anonim. 2008. (Online) (http://gurungeblog.wordpress.com/2008/11/17/bakteri-ciri-ciristruktur-perkembangbiakan-bentuk-dan-manfaatnya/, diakses 3 November 2010) Anonim. 2010. (Online) (http://mifilmi.com/?tag=fisiologi-khamir, diakses 3 November 2010) Anonim. 2010. (Online) (http://gurumuda.com, diakses 3 November 2010) Campbell. 2003. Biologi Jilid 2. Jakarta: Erlangga Herfen. 2008. Gambar struktur virus, gambar reproduksi aseksual virus (Online) (http://prestasiherfen.blogspot.com/2008_10_01_archive.html, diakses 3 November 2010) Isharmanto. 2009. Gambar reproduksi virus (Online) (http://isharmanto.blogspot.com/2009/12/reproduksi-virus.html, diakses 3 November 2010) Jasin, Maskoeri. 1989. Biologi Umum. Surabaya: Bina Pustaka Tama Bresnick, Stephen. 2003. Intisari Biologi. Jakarta: Hipokrates Nurhidayat. 2009. (Online) (http://nurhidayat.lecture.ub.ac.id/2009/05/mengenal-genus-genuskhamir/, diakses 3 November 2010) Rajman. 2010. (Online) (http://www.rajman.co.cc/2010/01/mikrobiologi-ialah-ilmupengetahuan.html, diakses 3 November 2010) Susilowarno, R, Gunawan. 2008. Cara mudah menghadapi UN Biologi. Jakarta: PT Grasindo

27

Anda mungkin juga menyukai