Anda di halaman 1dari 2

Manifestasi Klinik Demam Tifoid

Masa inkubasi biasanya 7-14 hari, tetapi dapat berkisar antara 3-30 hari, tergantung banyaknya Salmonella yang tertelan. Secara umum, gejala yang timbul akibat demam tifoid adalah : -

Perasaan tidak enak badan Lesu Nyeri kepala Pusing Diare Batuk Nyeri perut Munculnya Roseola, yakni bintik-bintik kemerahan karena emboli hasil dalam kelenjar kulit.

Manifestasi demam tifoid juga tergantung faktor usia. Anak Usia Sekolah dan Remaja Adanya gejala awal seperti demam, malaise, anoreksia, mialgia, nyeri kepala dan nyeri perut selama 2-3 hari. Gejala yang lebih mencolok setelahnya adalah konstipasi. Mual dan muntah jarang ditemukan, tetapi hal ini dapat memberikan tanda komplikasi, terutama jika terjadi pada minggu kedua atau ketiga. Batuk dan epistaksis mungkin ada. Pada beberapa anak, dapat terjadi kelesuan berat. Dalam minggu pertama, suhu tubuh berangsur-angsur meningkat, biasanya akan turun di pagi hari dan kembali meningkat di sore dan malam hari. Selama minggu kedua, demam tinggi akan bertahan. Kelelahan, anoreksia, batuk, dan gejala perut semakin parah. Penderita demam tifoid mengalami gangguan kesadaran seperti bingung, terlihat lesu, mengigau dan stupor (pingsan).

Bayi (< 5 tahun) Demam tifoid jarang ditemukan pada kelompok umur ini. Jika penderita terinfeksi, gejalanya sangat ringan sehingga sukar didiagnosis atau bahkan tidak terdiagnosis. Gejala seperti demam dan malaise, terkadang salah interpretasi sebagai sindrom virus. Gejala lazim adalah diare, yang akan merujuk pada diagnosis gastroenteritis akut. Gejala lain dapat berupa infeksi saluran pernafasan bawah. Neonatus Demam tifoid pada neonatus dapat menyebabkan keguguran dan persalinan prematur. Selama kehamilan, demam tifoid dapt ditularkan secara vertikal. Penyakit mulai terlihat setelah 3 hari persalinan. Gejalanya seperti muntah, diare, dan kembung. Suhu tubuh bervariasi, tetapi dapat mencapai 40.5 (105 C F). Penderita juga dapat mengalami kejang-kejang, hepatomegali, anoreksia, serta kehilangan berat badan.

Sumber : Behrman, Kliegman, & Arvin, Nelson. 1996. Ilmu Kesehatan Anak Nelson. Terjemahan A. Samik Wahab. Jakarta : EGC