Anda di halaman 1dari 57

AKUNTANSI UNTUK LEASE

Pengertian Lease
Pengertian Lease

Lease adalah perjanjian kontraktual antara lessor dan lessee yang memberikan hak kepada lessee untuk menggunakan properti tertentu dengan membayar sejumlah uang (sewa) yang sudah ditentukan, yang umumnya dilakukan secara periodik. Kelompok terbesar peralatan yang disewakan berupa peralatan teknologi informasi, kemudia diikuti bidang transportasi, kontruksi dan pertanian.

3 Kartegori Lessor
Bank

Bank merupakan pemain terbesar dalam bisnis lease. Mereka memiliki sumber dana rendah biaya yang merupakan keuntungan dalam kemampuan membeli dengan harga yang lebih rendah dari pada kompetitor mereka. Selain itu, bank lebih agresif dalam pasar lease. Contoh : Wells Fargo, Chase, Citigroup, dan PNC.

Perusahaan Captive Lessing

Perusahaan Captive Lessing adalah perusahaan anak yang bisnis utamanya menjalankan operasi lease bagi perusahaan induknya. Perusahaan captive lessing memiliki keuntungan titik penjualan (point-of-sale) dalam mencari konsumen lease. Artinya, seketika perusahaan anak menerima kemungkinan order, perusahaan anaknya di bidang lease dapat secara cepat menyusun perjanjian pembiayaan lease (leasefinancing)

Pihak Independen

Pihak independen merupakan yang terakhir dalam kategori lessor. Porsi pasar pihak independen telah menurun cukup dramatis seiring bank dan perusahaan captive leasing menjadi lebih agresif dalam area pembiayaan lease. Pihak independen tidak memiliki akses titik penjualan maupun keuntungan pemdanaan biaya rendah.

Keunggulan Lease
Pembiayaan 100% dengan suku bunga tetap Proteksi terhadap keusangan Fleksibilitas Pembiayaan yang lebih murah Keuntungan pajak Pembiayaan di luar neraca (off-balance-sheet

financing)

Sifat Konseptual dari Lease


FASB menyatakan bahwa lease yang secara substansial memindahkan seluruh manfaat dan risiko dari kepemilikan properti harus dikapitalisasi. Karakteristik yang menunjukkan bahwa secara substansial semua manfaat dan risiko kepemilikan yang telah ditransfer harus didentifikasi Karakteristik yang sama harus ditetapkan secara konsisten kepada lessee dan lessor Lease yang tidak mentransfer semua manfaat dan risiko secara substansial disebut sebagai lease operasi

Akuntansi Oleh Lessee


Ayat Jurnal untuk Lease yang Dikapitalisasi

Lessee Peralatan yang Dilease Kewajiban Lease xxx Lessor Piutang Lease (bersih) Peralatan xxx

xxx

xxx

Kriteria Kapitalisasi (Lessee) yang dicatat sebaga lease modal


Lease mentransfer kepemilikan properti kepada

lesse Lease memiliki opsi untuk membeli dengan harga khusus (bargain purchase option) Jangka waktu lease sama dengan atau lebih 75% dari estimasi umur ekonomis aktiva yang dilease Nilai sekarang dari pembayaran lease minimum (tidak termasuk biaya executory) sama dengan atau melebihi 90% dari nilai wajar properti yang dilease * Lease yang tidak memenuhi kriteria di atas diklasifikasikan sebagai lease operasi.

Aktiva dan Kewajiban yang Diperlakukan secara Berbeda


Pencatatan Aktiva dan Kewajiban Lessee memperlakukan transaksi lease seolah

olah aktiva telah dibeli dalam transaksi pembiayaan dimana aktiva diperoleh dan kewajiban diakui. Oleh karena itu, lease modal sebagai aktiva dan kewajiban pada nilai terendah antara 1) nilai sekarang dari pembayaran lease minimum (tidak termasuk biaya executor) 2) Nilai pasar wajar aktiva yang dilease pada awal lease

Periode penyusutan

Jika perjanjian lease mengalihkan kepemilikan aktiva kepada lessee (kriteria 1) atau mencakup opsi pembelian dengan harga khusus (kriteria 2)aktiva yang dilease disusutkan dalam cara yang konsisten dengan kebijakan penyusutan normal lessee atas aktiva yang dimilkinya, dengan menggunakan umur ekonomis aktiva. Sebaliknya, jika lease tidak mengalihkan kepemilikan atau tidak mencakup opsi pembelian dengan harga khusus, maka aktiva disusutkan selama masa lease.

Metode bunga efektif selama jangka waktu lease, metode bunga efektif digunakan untuk mengalokasikan setiap pembayaran lease antara poko dan bunga. Metode ini menghasilkan beban bunga periodik yang sama dengan presentase konstan dari nilai tercatat kewajiban lease. Konsep penyusutan penyusutan aktiva dan pengurangan kewajiban adalah dua proses akuntansi yang independen selama jangka waktu lease. FASB lebih sering menggunakan istilah amortisasi dari pada penyusutan untuk mengakui hak atas properti tidak berwujud yang dilease.

Metode Lease Modal (Lessee)


Caterpilar Financial Corp. dan Sterling Construction Corp. menandatangani perjanjian lease tanggal 1 januari 2008 dimana Caterpillar meleasekan peralatan kepada Sterling mulai tanggal 1 januari 2008. jangka waktu dan provisi dari perjanjian lease tersebut dan data terkait lainnya adalah sebagai berikut :

Jangka waktu lease adalah 5tahun dan perjanjian lease tidak dapat dibatalkan, yang mengharuskan pembayaran sewa yang sama sebesar $25.981,62

pada awal setiap tahun (dasar anuitas jatuh tempo) Peralatan tersebut memiliki nilai wajar pada awal lease sebesar sebesar $100.000 dengan estimasi umur ekonomis 5 tahun tanpa nilai residu. Sterling membayar seluruh biaya executory secara langsung kepada pihak ketiga kecuali untuk pajak properti sebesar $2.000 per tahun, yang dimasukkan dalam pembayaran tahunan kepada lessor.

Lease ini tidak mencakup opsi pembaharuan,

dan peralatan kembali menjadi milik Caterpillar pada akhir masa lease. Suku bunga pinjaman inkremental Sterling adalah 11% per tahun. Sterling menyusutkan peralatan serupa miliknya atas dasar garis lurus. Caterpilar menetapkan sewa tahunan untuk memperoleh tingkat pengembalian atas investasi sebesar 10% per tahun; hal ini diberitahukan kepada sterling.

Lease ini memenuhi kriteria untuk diklasifikasikan sebagai lease modal dengan alasan sebagai berikut : 1. Jangka waktu lease selama 5tahun yang sama dengan estimasi umur ekonomis peralatan selama 5tahun, memenuhi pengujian 75%. 2. Nilai sekarang dari pembayaran lease minimum ($100.000 sebagaimana dihitung dibawah) melebihi 90% dari nilai wajar properti ($100.000)

Pembayaran lease minimum adalah $119.908,10 ($23.981,62 x 5), dan jumlah yang dikapitalisasi sebagai aktiva yang dilease dihitung sebagai nilai sekarang dari pembayaran lease minimum (tidak termasuk biaya executory-pajak properti sebesar $2.000) sebagai berikut : Jumlah yang dikapitalisasi = ($25.981,62 - $2.000) x nilai sekarang anuitas jatuh tempo sebesar 1 selama 5 periode pada 10% = $23.981,62 x 4,16986 = $100.000

Suku bunga implisit lessor sebesar 10% yang digunakan, bukan suku bunga pinjaman inkremental lessee sebesar 11% karena (1) nilainya lebih rendah dan (2) lessee mengetahui suku bunga ini. Ayat jurnal untuk mencatat lease modal pembukuan Sterling per 1 januari 2008 adalah
Peralatan yang dilease menurut Lease modal Kewajiban lease 10.000 10.000

Perhatikan bahwa ayat jurnal diatas mencatat kewajiban pada jumlah bersih sebesar $100.000 (nilai sekarang dari pembayaran sewa masa depan) dan bukan jumlah kotor sebesar $119.908,10 ($23.981,62 x 5) Ayat jurnal untuk mencatat pembayaran pertama per 1 Januari 2008 adalah : Beban pajak properti Kewajiban lease Kas 2.000 23.981,62 25.981,62

Metode Operasi (Lessee)

Lessee membebankan sewa ke periodeperiode yang memperoleh manfaat dari penggunaan aktiva dan mengabaikan, dalam akuntansi setiap komitmen untuk melakukan pembayaran dimasa depan

Perbandingan Lease Modal dengan Lease Operasi


Perbedaan-perbedaan yang akan terjadi jika lease modal dan bukan lease operasi digunakan adalah 1. Kenaikan jumlah hutang yang dilaporkan (baik jangka pendek maupun jangka panjang) 2. Kenaikan jumlah total aktiva (terutama aktiva jangka panjang) 3. Laba yang rendah pada awal masa lease dan karenanya, laba ditahan menjadi lebih rendah.

Akuntansi oleh Lessor


Tiga keunggulan penting bagi lessor adalah : 1. Pendapatan bunga leasing adalah salah satu bentuk pembiayaan, dengan demikian lembaga keuangan dan perusahaan leasing sangat menarik karena menyediakan marjin bunga yang kompetitif.

2. Insentif pajak

Perusahaan yang melease tidak dapat menggunakan manfaat pajak, tetapi leasing memberikan mereka peluang untuk mengalihkan manfaat pajak semacam itu kepada pihak lain (lessor) berupa pengembalian atas tarif sewa yang lebih rendah dari aktiva yang dilease. 3. Nilai residu yang Tinggi Keunggulan lain bagi lessor adalah pengembalian properti pada akhir masa lease. Nilai residu dapat menghasilkan laba yang sangat besar.

Ekonomi Leasing Lessor menentukan jumlah sewa, berdasarkan tingkat pengembalian-suku bunga implisit-yang dibutuhkan untuk menjustifikasi leasing aktiva. Faktor-faktor penting dalam menentukan tingkat pengembalian adalah posisi kredit lessee, lamanya lease, dan status nilai residu (dijamin vs tidak dijamin)

Klasifikasi Lease oleh Lessor


Dari sudut pandang Lessor, semua lease dapat diklasifikasikan untuk tujuan akuntansi sebagai berikut : 1. Lease operasi 2. Lease pembiayaan langsung 3. Lease jenis penjualan

Kriteria Kapitalisasi (Lessor)


Kelompok I 1. Lease mengalihkan kepemilikan properti kepada lessee. 2. Lessee mencakup opsi pembelian dengan harga khusus 3. Jangka waktu lease sama dengan 75% atau lebih dari estimasi umur ekonomis properti yang dilease. 4. Nilai sekarang dari pembayaran lease minimum (kecuali biaya executory) sama dengan atau melebihi 90% dari nilai wajar property yang dilease.

Metode Pembiayaan langsung (Lessor)

Lease pembiayaan langsung pada hakikatnya adalah pembiayaan atas pembelian aktiva oleh lessee. Pada jenis lease ini, lessor mencatat piutang lease alih-alih aktiva lease.

Metode Operasi (Lessor)


Menurut metode opersasi, setiap penerimaan sewa oleh

lessor dicatat sebagai pendapatan sewa. Aktiva yang di lease disusutkan dalam cara yang biasa, dimana beban penyusutan periode berjalan ditandingkan dengan pendapatan sewa. Jumlah pendapatan yang diakui dalam setiap periode akuntansi berjumlah sama (dasar garis lurus) tanpa memandang ketentuan atau provisi lease, kecuali dasar lain yang sistematis dan rasional lebih mencerminkan pola waktu dimana manfaat itu diperoleh dari aktiva yang di lease. kepada pihak ketiga yang independen, seperti honor penaksiran, honor penemu, dan biaya kredit cek selama umur lease yang biasanya atas dasar garis lurus.

Lessor akan mengamortisasi setiap biaya yang dibayarkan

Contoh Ilustrasi metode operasi

Asumsikan bahwa lease pembiayaan langsung yang diilustrasikan terdahulu tidak memenuhi kualifikasi sebagai lease modal, dan karenanya diperhitungkan sebagai lease operasi, ayat jurnal untuk mencatat penerimaan sewa, dengan asumsi beban pajak properti $2000 adalah sebagai berikut : Kas 25.981,62 pendapatan sewa 25.981,62
Penyusutan dicatat oleh lessor dengan asumsi metode garis

lurus dengan biaya perolehan $100000, dan umur manfaat 5 tahun: Beban penyusutan-peralatan yang di lease 20000 Akumulasi penyusutan-peralatan yang dilease 20000

Masalah Masalah Akuntansi Khusus


Nilai residu Lease jenis penjualan (Lessor) Opsi pembelian dengan harga khusus Biaya langsung awal Lancar vs tidak lancar Pengungkapan

Nilai Residu

Nilai residu adalah estimasi nilai wajar dari aktiva yang di lease pada akhir masa lease

Nilai residu dapat dijamin atau tidak dijamin oleh lessee. Nilai residu dijamin oleh lessee ketika lessee setuju untuk untuk membayar setiap kekurangan dibawah jumlah yang ditetapkan yang akan diterima oleh lessor berupa nilai residu pada akhir masa lease.
Apabila nilai residu dijamin, maka lessor dapat menyesuaikan pembayaran lease karena kepastian pemulihan semakin meningkat. Sesudah tingkat ini ditentukan, tidak ada perbedaan dari sudut pandang akuntansi apakah nilai residu dijamin atau tidak dijamin. Investasi bersih yang dicatat oleh lessor akan tetap sama

Contoh : Diketahui nilai pasar wajar adalah $100,000, nilai residu sebesar $5,000 diestimasi pada akhir

masa lease 5 tahun. asumsikan ROI sebesar 10%. Lessor company akan menghitung jumlah pembayaran lease sebagai berikut :

Akuntansi Lessee Untuk Nilai Residu

Nilai Residu yang Dijamin (Lessee) Nilai residu yang dijamin mempengaruhi penghitungan pembayaran lease minimum oleh lessee dan sebenarnya jumlah ini dikapitalisasi sebagai aktiva yang dilease dan kewajiban lease, ini merupakan tambahan pembayaran lease yang akan dibayarkan dalam bentuk properti atau kas, atau keduanya pada akhir masa lease.

Pembayaran lease minimum adalah :

($23.273,09 x 5) + 5000 = $121.185,45

Nilai sekarang dari pembayaran lease minimum yang dikapitalisasi adalah:

Nilai Residu yang Tidak dijamin (Lessee)

Nilai residu yang tidak dijamin, dari sudut pandang Lessee adalah sama seperti tidak adanya nilai residu dalam hal dampaknya terhadap perhitungan pembayaran lease minimum lessee dan kapitalisasi aktiva yang dilease serta kewajiban lease
Pembayaran lease minimum adalah :

$23,237.09 x 5 = $116,185,45 (nilai residu sebesar $5,000 tidak dijamin)


Perhitungan jumlah yang dikapitalisasi

Akuntansi Lessor Untuk Nilai Residu


Lessor mengasumsikan akan merealisasi nilai residu pada akhir masa lease baik dijamin ataupun tidak. Berikut adalah perhitungan pembayaran lease pembiayaan langsung

Berikut adalah contoh ayat jurnal yang dibuat oleh lessor selama tahun pertama untuk lease pembiayaan langsung :
Awal lease

Piutang lease (D) peralatan (K)


Pembayaran pertama yang diterima

Kas (D) piutang lease (K) beban atau hutang pajak properti (D)
Ayat jurnal penyesuaian untuk bunga akrual

Piutang bunga (D) pendapatan bunga (K)

Lease Jenis Penjualan (Lessor)


Dalam lease jenis penjualan, lessor mencatat harga jual aktiva terkait, biaya barang terjual dan pengurangan persediaan terkait serta piutang lease. Informasi yang dibutuhkan untuk mencatat lease jenis penjualan diantaranya : Piutang lease Nilai sekarang pembayaran lease minimum ditambah nilai residu. Piutang pembayaran lease menyertakan nilai sekarang dari nilai residu baik dijamin ataupun tidak. Harga jual aktiva Nilai sekarang dari pembayaran lease minimum Harga Pokok Penjualan Biaya perolehan aktiva bagi lessor dikurangi nilai sekarang dari nilai residu

Lease Jenis Penjualan (Lessor) cont.


Ketika mencatat penjualan dan harga pokok penjualan, ada perbedaan antara akuntansi untuk nilai residu yang dijamin dengan yang tidak dijamin.

Berikut merupakan perbedaan perhitungan lease jenis

penjualan antara nilai residu dijamin dengan nilai residu yang tidak dijamin. Asumsikan bahwa estimasi nilai residu adalah $5000 dan biaya perolehan peralatan yang di lease sebesar $85000

Opsi Pembelian Dengan Harga Khusus (Lessee)


Opsi pembelian dengan harga khusus

memungkinkan lessee untuk membeli properti yang di lease dengan harga yang jauh dibawah perkiraan nilai wajar properti dimasa depan. Jika terdapat opsi pembelian dengan harga khusus maka lessee harus menambahkan nilai sekarang dari pembayaran lease minimum dengan nilai sekarang dari harga opsi.

Biaya Langsung Awal (Lessor)


Terdapat 2 jenis biaya langsung awal, yaitu : Biaya Inkremental Adalah biaya yang dibayarkan kepada pihak ketiga yang independen yang terjadi pada awal perjanjian lease. Contoh : biaya penaksiran independen atas kolateral yang digunakan untuk menjamin lease, atau biaya pengecekan kredit pihak luar lessee atau honor broker untuk mendapatkan lessee.

Biaya Langsung Internal Adalah biaya biaya yang secara langsung berhubungan dengan kegiatan khusus yang dilaksanakan oleh lessor pada lease tertentu. Contoh: mengevaluasi kondisi keuangan calon lessee, mengevaluasi dan mencatat garansi, jaminan dan perjanjian sekuritas lainnya, menegosiasikan jangka waktu lease dan menyusun serta memroses dokumen lease dan menutup transaksi.

Biaya Langsung Awal (Lessor) cont.


Biaya langsung awal tidak boleh mencakup biaya tidak langsung internal, yang berhubungan dengan aktivitas yang dilaksanakan oleh lessor untuk iklan, menjalankan lease yang sudah ada dan menetapkan serta memonitor kebijakan kredit. Biaya ini juga tidak boleh memasukkan biaya untuk supervisi dan administrasi, serta beban seperti sewa dan penyusutan

Akuntansi untuk biaya langsung awal bergantung kepada jenis leasenya : Untuk lease operasi Lessor harus menangguhkan biaya langsung awal dan mengalokasikannya selama jangka waktu lease secara proposional dengan pendapatan sewa. Dalam transaksi lease jenis penjualan Lessor membebankan biaya langsung awal pada tahun terjadinya yaitu dibebankan pada periode dimana kaba atas penjualan diakui. Dalam lease pembiayaan langsung Biaya langsung awal ditambahakan ke investasi bersih dalam lease dan diamortisasi selama umur lease sebagai penyesuaian hasil.

Lancar vs Tidak Lancar


FASB statement No. 13 tidak mengindikasikan cara untuk mengukur jumlah lancar dan tidak lancar, pernyataan ini mengharuskan bahwa kewajiban lessee harus diidentifikasikan secara terpisah didalam neraca sebagai kewajiban menurut lease modal dan dalam beberapa situasi, harus dianggap sebagai kewajiban lainnya ketika mengklasifikasikannya sebagai kewajiban lancar pada neraca berklasifikasi.
Baik anuitas jatuh tempo maupun anuitas biasa melaporkan

pengurangan pokok untuk periode berikutnya sebagai kewajiban lancar/ aktiva lancar. Dalam situasi anuitas jatuh tempo bunga diaktualkan selama tahun berjalan tetapi belum dibayar sampai periode berikutnya. Sebagai akibatnya, kewajiban lancar/aktiva lancar dihasilkan oleh pengurangan pokok bunga yang telah terjadi/ diperoleh dalam periode sebelumnya. Dalam aniutas biasa, bunga akrual selama satu periode juga dibayarkan pada periode yang sama, jadi hanya pengurangan pokok yang ditunjukkan sebagai kewajiban lancar/ aktiva lancar

Mengungkapkan Data Lease


Informasi-informasi yang berhubungan dengan lease harus diungkapkan dalam laporan keuangan lesee atau dalam catatan . Pengungkapan ini harus memberikan informasi kepada investor berupa :
-

Deskripsi umum mengenai perjanjian lease


Sifat , waktu , dan jumlah tunai masuk dan tunai keluar terkait lease , mencakup pembayaran yang akan dibayar atau diterima dalam tiap tahun dari lima tahun ke depan .

Jumlah pemasukan dan pengeluaran lease yang dilaporkan dalam laporan laba rugi setiap periode
Deskripsi dan jumlah aktiva lease menurut klasifikasi umum neraca dan kewajiban yang terkait .

Jumlah piutang dan jumlah pemasukan belum didapat yang sesuai perjanjian lease .

Akuntansi Lease Masalah Yang Belum Terpecahkan


Untuk menghindari kapitalisasi aktiva yang dilease , perjanjian lease dirancang , ditulis , dan interprestasikan sehingga tidak satupun dari empat kriteria kapitalisasi lease yang terpenuhi :
-

Pastikan bahwa lease tidak mencakup pengalihan hak kepemilikan properti kepada lease
Jangan memasukan opsi pembelian dengan harga khusus Tetapkan masa lease lebih kecil 75% dari estimasi umur ekonomis properti yang dilease Atur agar nilai sekarang dari pembayaran lease minimum lebih kecil 90% dari nilai wajar properti yang dilease .

Jual dan Lease Kembali


Istilah jual dan lease kembali ( sale leaseback ) menggambarkan transaksi dimana pemilik properti menjual properti tersebut ke pihak lain dan kemudian secara simultan melease kembali dari pemilik yang baru . Pengguanan properti umumnya dilanjutkan tanpa adanya interupsi .

Keuntungan dari jual-dan-leasekembali


Dari sudut penjual umumnya mencakup 2 pertimbangan utama :
1

. Pembiayaan-Jika pembelian peralatan sudah dibiayai , maka jual dan lease kembali dapat memungkinkan penjual untuk membiayai kembali suku bunga yang lebih rendah , dengan asumsi suku bunga turun . . Pajak Pada saat perusahaan membeli peralatan , perusahaan mungkin tidak mengetahui bahwa peralatan tersebut merupakan subyek pajak yang minimum dan kepemilikan peralatan ini mungkin akan menambah kewajiban pajak minimum perusahaan . Dengan menjual properti ini , penjual-lessee dapat mengurangi seluruh pembayaran lease, yang bukan merupakan subyek dari pertimbangan pajak minimum .

Menentukan Penggunan Aktiva


Lessee Jika lease memenuhi salah satu dari empat

kriteria untuk diperlakukan sebagai lease modal , maka penjual-lesee memperlakukan transaksi ini sebagai penjualan dan lease sebagai lease modal . Sehingga setiap laba atau rugi yang dialami oleh penjual lessee dari penjualan aktiva yang dilease kembali menurut lease modal harus ditangguhkan dan diamortisasi selama masa lease secara proposional dengan amortisasi aktiva yang dilease .

Namun jika tidak satupun dari kriteria lease modal yang dipenuhi , maka penjual lessee akan memperlakukan transaksi ini sebagai penjualan dan lease sebagai lease operasi . Menurut lease operasi , laba atau rugi harus ditangguhkan dan diamortisasi secara proporsional dengan pembayaran sewa selama periode waktu aktiva tersebut diperkirakan akan digunakan oleh lessee .

Pengecualian untuk dua peraturan umum


Kerugian Diakui Jika nilai wajar aktiva lebih

rendah dari nilai buku , maka kerugian harus langsung diakui sebesar jumlah perbedaan antara niali buku dan nilai wajar . Sebagai contoh , jika lessee,Inc menjual peralatan dengan nilai buku $650,000 dan nilai wajar $623,110 maka perbedaan sebesar $26,890 harus dibebankan ke akun kerugian .

Lease kembali minor yaitu lease kembali dimana nilai sekarang dari pembayaran sewa

adalah 10% atau lebih kecil dari nilai wajar aktiva telah didefinisikan sebagai lease kembali minor , Dalam hal ini, penjual lessee menyerahkan sebagian besar hak untuk menggunakan aktiva yang dijual . Karena itu , transaksi ini adalah suatu penjualan , dan keuntungan atau kerugian penuh perlu diakui . Ini bukan transaksi pembiayaan karena resiko kepemilikan sudah dialihkan .

Lessor

Jika lease memuni kriteria yang telah ditetapkan , pembeli lessor mencatat tramsaksi ini sebagai pembelian dan lease pembiayaan langsung . Jika lease tidak memenuhi kriteria itu , maka pembeli lessor mencatat transaksi itu sebagai pembelian dan lease operasi .

Ilustrasi Jual- LeaseKembali


Pada tanggal 1 Januari 2008 American Airlines menjual Boeing 747 bekas dengan nilai buku $75.500.000 kepada Citicapital seharga $80.000.000 dan langsung melease kembali pesawat tersebut dengan kondisi-kondisi sebagai berikut : 1. Masa lease adalah 15 tahun , tidak dapat dibatalkan ,dan mensyaratkan pembayaran sewa yang sama sebesar $10.487.443 pada awal setiap tahun . 2. Pesawat tersebut memiliki nilai wajar $80,000,000 pada tanggal 1 Januari 2008 dan estimasi umur ekonomis 15 tahun . 3. American membayar seluruh biaya executory 4. American menyusutkan pesawat sejenis yang dimilikinya dengan menggunakan metode garis lurus selama 15 tahun 5. Pembayaran tahunan memberikan lessor pengembalian 12% 6. Suku bunga pinjaman inkremental American adalah 12%

American Airlines ( Lessee ) 1. Kas 80.000.000 Pesawat 75.500.000 Laba diterima dimuka atas jual-lease kembali 4.500.000 Pesawat yang dilease Menurut lease modal Kewajiban lease 1. Pesawat Kas

Citicapital ( Lessor )

80.000.0000 80.000.000 80.000.000 80.000.000

Piutang Lease Pesawat 2. Kas Piutang lease 3. Tidak ada ayat Jurnal

80.000.000 80.000.000

10.487.443 10.487.443

2. Kewajiban lease Kas


3. Asuransi ,Pemeliharaan Pajak , dsb Kas atau Hutang

10.487.443 10.487.443

xxx xxx

4. Beban Penyusutan Akumulasi Penyusutan Lease-Modal (80.000.000:15) 5. Laba diterima dimuka atas Jual-lease kembali Beban Penyusutan (4.500.000 : 15)

5.333.333
5.333.333

4. Tidak ada ayat jurnal

5. Tidak ada ayat jurnal 300.000 300.000

6. Beban bunga Hutan bunga

8.341.507 8.341.507

6. Piutang Bunga Pendapatan Bunga

8.341.507 8.341.507

Keterangan : 1.Penjualan pesawat oleh lesse kepada lessor 1 januari 2008 2.Pembayaran lease pertama, 1 januari 2008 3. Pengeluaran dan pembayaran biaya executory oleh lessee 4. Beban penyusutan pesawat , 31 Desember 2008 5. Amortisasi laba atas jual-lease kembali oleh leassee 31 Desember 2008 6. Bunga tahun 2008, 31 Desember 2008

Skedul Amortisasi Lease Parsial


Tanggal
1/1/08 1/1/08 1/1/08 10.487.443 10.487.443 8.341.507 10.487.443 2.145.936

Pembayaran sewa tahunan

Bunga 12 %

Pengurangan Saldo

Saldo
80.000.000 69.512.557 67.366.621