Anda di halaman 1dari 6

TINEA PEDIS

Disebut juga foot ringworm, athelete foot, foot mycosis EPIDEMIOLOGI Iklim tropis dan sedang Buruh tambang 70 % Atlit Dewasa > anak, remaja Laki laki > perempuan

ETIOLOGI Trichophyton rubrum ( paling sering ) T. Interdigital T. Tonsurans (sering anak) Epidemophyton floccosum

GAMBARAN KLINIS 1. Interdigitalis

sering Di antara jari IV dan V terlihat fisura yang dilingkari sisik halus dan tipis. Kelainan ini dapat meluas ke bawah jari (subdigital) dan juga ke sela jari yang lain (lembab) maserasi. Aspek klinis maserasi berupa kulit putih dan rapuh. Bila bagian kulit yang mati ini dibersihkan, maka akan terlihat kulit baru, yang pada umumnya juga telah diserang oleh jamur.\

2. Moccasin foot (plantar)

tipe moccasin atau Squamous-Hyperkeratotic Type umumnya bersifat hiperkeratosis yang bersisik dan biasanya asimetris yang disebut foci. Seluruh kaki, dari telapak, tepi sampai punggung kaki terlihat kulit menebal dan bersisik; eritema biasanya ringan dan terutama terlihat pada bagian tepi lesi. Di bagian tepi lesi dapat pula dilihat papul dan kadang-kadang vesikel.

3. Lesi Vesikobulosa Bentuk subakut yang terlihat vesikel, vesiko-pustul dan kadangkadang bula yang terisi cairan jernih. Dimulai pada daerah sela jari, meluas ke punggung kaki atau telapak kaki. Setelah pecah, vesikel tersebut meninggalkan sisik yang berbentuk lingkaran yang disebut koleret dan gatal yang sangat hebat.

4. Tipe Ulseratif merupakan penyebaran dari tipe interdigiti yang meluas ke dermis akibat maserasi dan infeksi sekunder (bakteri); ulkus dan erosi pada sela-sela

PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. Pemeriksaan Kalium Hidroksida (KOH) pada kerokan sisik kulit akan terlihat hifa bersepta. 2. medium agar dekstrosa Sabouraud. Media agar ini ditambahkan dengan antibiotik (kloramfenikol atau sikloheksimid). 3. Pemeriksaan histopatologi, karakteristik dari tinea pedis atau tinea manum adalah adanya akantosis, hiperkeratosis dan celah (infiltrasi perivaskuler superfisialis kronik pada dermis). DIAGNOSIS Diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis dan gejala klinis khas. Pemeriksaaan laboratorium berupa : a) Pemeriksaan langsung dengan KOH 10-20% ditemukan hifa yaitu double b) Kultur ditemukan dermatofit. DIAGNOSIS BANDING 1. Dermatitiskontak o Tinea pedis harus dibedakan dengan dermatitis, yang biasanya batasnya tidak jelas, bagian tepi tidak lebih aktif daripada bagian tengah. o Predileksinya pada bagian yang kontak dengan dengan sepatu, kaos kaki, bedak kaki dan sebagainya. o Adanya riwayat pengunaan sepatu baru. o Tidak ditemukan jamur pada kultur tetapi hanya tanda-tanda peradangan.

o Dermatitis kontak akan memberikan tes tempel positif, sedangkan pada tinea pedis hasilnya negatif. 2. Psoriasis o Mengenai telapak kaki; jarang terdapat pustul, menebal, lesi yang batas jelas
o

Psoriasis dapat ditemukan pada bagian tubuh yang lain dan pada psoriasis terdapat fenomena tetesan lilin, Auspitz dan Kobner. Tidak didapatkan jamur pada pemeriksaan kulit.

3. Pomfolix o Pomfolix umumnya terjadi pada dorsum jari-jari kaki pada anak-anak, agak kronik, sering pada musim dingin, sangat gatal dan ada riwayat keluarga yang atopi. o Kulit di dorsum pedis tidak ditemukan jamur. TALAK 1. Moccasin - Trichophyton rubrum - Epidermophyton floccosum - Scytalidium hyalinum - S. dimidiatum Hiperkeratosis yang difus, eritema dan retakan pada permukaan telapak kaki; pada umumnya sifatnya kronik dan sulit disembuhkan; berhubungan dengan defisiensi Cell Mediated Immunity (CMI) Antifungal topikal disertai dengan obat-obatan keratolitik asam salisilat, urea dan asam laktat untuk mengurangi hiperkeratosis; 2. Interdigital - T. Mentagrophytes (var. interdigitale) - T. rubrum - E. floccosum - S. hyalinum - S. dimidiatum

- Candida spp. Tipe yang paling sering; eritema, krusta dan maserasi yang terjadi pada sela-sela jari kaki, Obat-obatan topikal; bisa juga menggunakan obat-obatan oral dan pemberian antibiotik jika terdapat infeksi bakteri; kronik : ammonium klorida hexahidrate 20 % 3. Inflamasi / Vesikobulosa - T. Mentagrophytes (var. mentagrophytes) Vesikel dan bula pada pertengahan kaki; berhubungan dengan reaksi dermatofit Obat-obatan topikal biasanya cukup pada fase akut, namun apabila dalam keadaan berat maka indikasi pemberian glukokortikoid 4. Ulseratif - T. rubrum - T.mentagrophytes - E. floccosum Eksaserbasi pada daerah interdigital; Ulserasi dan erosi; biasanya terdapat infeksi sekunder oleh bakteri; biasanya terdapat pada pasien imunokompromais dan pasien diabetes Obat-obatan topikal; antibiotik digunakan apabila terdapat infeksi sekunder PENCEGAHAN -

Menjaga kaki tetap dalam keadaan kering dan bersih Menghindari lingkungan yang lembab Menghindari pemakaian sepatu yang terlalu lama Tidak berjalan dengan kaki telanjang di tempat-tempat umum seperti kolam renang Menghindari hindari kontak dengan pasien yang sama. Penularan jamur ini biasanya asimptomatik, sehingga umumnya tidak terlihat

Eradikasi jamur merupakan suatu hal yang sulit dan membutuhkan proses yang panjang. Setelah mandi sebaiknya kaki dicuci dengan benzoil peroksidase.

PROGNOSIS Prognosis yang baik.