Anda di halaman 1dari 2

Pertanyaan Kasus : 1. Apakah Anda berpikir bahwa Mr.

Seabrook benar-benar menggunakan semua delapan kriteria dalam bukunya pengambilan keputusan sebelum DSS ini dikembangkan? Mengapa atau mengapa tidak? Berapa banyak informasi akan diperlukan jika ia memilih di antara 12 film dan menggunakan semua delapan kriteria? Apakah ini cara yang layak untuk pergi tentang bekerja dengan informasi? Mengapa atau mengapa tidak? Jawab : Mungkin saja, apabila Mr. Seabrook adalah orang yang sangat rajin dan teliti. Rajin karena memerlukan waktu yang tidak sedikit, sebagai contoh untuk menyortir sebuah film dengan 8 kriteria tersebut memerlukan waktu 1 jam, maka apabila 12 film menjadi 12 jam, tentu waktu yang tidak sedikit. Teliti, artinya Mr. Seabrook mampu memimalisir human error, yang mungkin saja terjadi karena Mr. Seabrook sendiri adalah manusia. Sebenarnya cara tersebut tidak layak, karena memakan waktu dan melelahkan serta kemungkinan besar error akan terjadi, 2. Jelaskan bagaimana proses dan model cocok ke Simon empat fase pengambilan keputusan model. Jawab : Semua fase ditangani seperti kecerdasan, desain, pilihan, dan implementasi. Solusi AHP membantu Seabrook dalam pilihan dan tahapan pelaksanaan, sementara bekerja dengan tim pengembangan menangani kecerdasan dan fase desain. 3. Jelaskan bagaimana model dan proses pengambilan keputusan cocok/sama dengan struktur "Anatomi keputusan" yang dicetuskan Bazerman ? Model Anatomy Keputusan yang dicetuskan oleh Bazerman adalah 1. Mendefinisikan masalah 2. Mengidentifikasi kriteria 3. Berikan pembobotan/penilaian untuk alternatif disetiap kriteria 4. Hitung keputusan yang optimal Terlihat bahwa bagian pertama anatomy keputusan Bazerman sama dengan tahap Fase Intelijen pada model proses pengambilan keputusan DSS. Bagian kedua mirip dengan Fase Desain yakni mengindetifikasi kriteria-kriteria yang mungkin dipilih. Dan bagian 3 dan 4 , tentang pembobotan dan perhitungan optimal hampir sama dengan Fase Pemilihan pada DSS yakni analisis sensitif dan proses pemilihan alternatif terbaik. 4. Jelaskan perbedaan antara model 'standar' AHP dengan tujuan / kriteria / pilihan, dan AHP Model peringkat dengan tujuan / kriteria / peringkat timbangan / pilihan.

Jawab : Model standar cukup berguna dengan beberapa pilihan yang harus dibuat hanya beberapa kali. Setelah model seperti itu adalah untuk diprogramkan (dapat digunakan berulang kali), itu akan sangat membosankan untuk berpasangan membandingkan semua pilihan relatif terhadap setiap kriteria. Modul peringkat menggunakan intensitas bukan pilihan pada tingkat ketiga di pohon.

5. Mengapa ilebih tepat untuk menggunakan model pendekatan penilaian(rating) dari pada model? Jawab : Model peringkat memungkinkan lebih dari sekedar beberapa pilihan. Pak Seabrook dapat dimasukkan ke dalam proyek film sebanyak (atau sesedikit) seperti yang dia inginkan, dan dia tidak harus berpasangan membandingkan salah satu dari mereka. Model Ratings mengambil bobot yang sesuai didasarkan pada peringkat dari pilihan relative baik dan sesuai terhadap 5 kriteria yang didiskusikan sebelumnya. 6. Bagaimana model Pilihan AHP / Ahli membantu Seabrook dalam memberikan kerangka kerja yang lebih rasional dalam pengambilan keputusan-nya? Tim ahli membantu menyediakan jalan bagaimana cara membagi masalah yang dihadapi Pa Seabrook dalam bagian kecil atau kerangka (seperti pembagain 5 kriteria) sehingga memudahkan dia untuk memecahkan masalah berdasarkan kebutuhan dan keinginannya.

7. Apakah menurut Anda proyek ini akan sukses jika tim pengembang(yang membantu Mr.Seabrook memecahkan masalah saat ini) tidak melakukan pendekatan dengan pengambil keputusan(Mr.Seabrook) ? Mengapa dan mengapa tidak ? Jawab : Tidak, proyek ini tidak akan sukses bila tim pengembang tidak melakukan pendekatan, karena dalam proses pengambilan keputusan diperlukan tahap intelegensi yang intinya mengindentifikasi masalah, dan siapa yang bermasalah (Problem ownership-pengambil keputusan), bila tidak dilakukan pendekatan terhadap pengambil keputusan dalam kasus ini adalah Mr. Seabrook, maka akan susah untuk mengindetifikasi masalah dan data yang sangat diperlukan dalam proses pengambilan keputusan.