Anda di halaman 1dari 13

Laporan praktikum Biokimia

Hari/tanggal Waktu Pjp Asisten

: Selasa, 10 September 2012 : 16.00-17.40 WIB : Popi Asri Kurniatin S.Si Apt M.si : Fitri Rosari S.Si

KARBOHIDRAT
Nama RESKI MARAF NIM J3L411189

PROGRAM KEAHLIAN ANALISIS KIMIA PROGRAM DIPLOMA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2012

Pendahuluan

Karbohidrat tersebar luas baik dalam jaringan hewan maupun jaringan tumbuh-tumbuhan. Dalam tumbuh-tumbuhan, karbohidrat dihasilkan oleh fotosintesis dan mencakup selulosa serta pati. Pada jaringan hewan, karbohidrat dalam bentuk glukosa dan glikogen. Karbohidrat adalah polihidroksildehida dan keton polihidroksil atau turunannya. selain itu, ia juga disusun oleh dua sampai delapan monosakarida yang dirujuk sebagai oligosakarida. Karbohidrat mempunyai rumus umum Cn(H2O)n. Rumus itu membuat para ahli kimia zaman dahulu menganggap karbohidrat adalah hidrat dari karbon. Pada umumnya karbohidrat merupakan zat padat berwarna putih yang sukar larut dalam pelarut organik tetapi larut dalam air (kecuali beberapa polisakarida). Karbohidrat dibagi dalam 4 golongan yaitu : monosakarida, disakarida, oligosakarida, dan polisakarida. Monosakarida adalah karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis menjadi bentuk yang lebih sederhana. Monosakarida dapat dibedakan berdasarkan banyaknya atom C pada molekulnya, misalnya triosa dengan 3 atom C; tetrosa dengan 4 atom C; pentosa dengan 5 atom C; heksosa dengan 6 atom C dan heptosa sengan 7 atom C. Selain itu dibedakan atas gugus aldehid atau gugus keton yang dikandungnya menjadi aldosa dan ketosa. Karbohidrat dibagi dalam tiga golongan yaitu :

1. Monosakarida; adalah karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis menjadi bentuk yang lebih sederhana lagi, dapat dibedakan berdasarkan banyaknya atom C pada molekulnya, dan gugus aldehid atau keton yang dikandung berubah menjadi aldosa dan ketosa. Monosakarida merupakan gula sederhana yang memiliki satu atom karbon asimetrik, contoh : glukosa, galaktosa, fruktosa, manosa, dan ribosa.

2. Oligosakarida; adalah karbohidrat yang tersusun dari dua sampai sepuluh molekul monosakarida yang digabungkan oleh ikatan kovalen. Biasanya dikenal dengan disakarida, contoh : maltosa, laktosa, dan sukrosa.

3. Polisakarida; adalah karbohidrat yang mengandung lebih dari sepuluh monosakarida yang berikatan. Bila dihidrolisis dapat menghasilkan lebih dari 6 molekul monosakarida, contoh : glikogen dan amilum (pati) merupakan polimer glukosa. Berfungsi untuk penyimpanan karbohidrat.

Uji Molisch adalah uji umum untuk karbohidrat. Pereaksi molisch yang terdiri dari -naftol dalam alkohol akan bereaksi dengan furfural tersebut membentuk senyawa kompleks berwarna ungu yang disebabkan oleh daya dehidrasi asam sulfat pekat terhadap karbohidrat. Uji ini bukan uji spesifik untuk karbohidrat, walalupun hasil reaksi yang negatif menunjukkan bahwa larutan yang diperiksa tidak mengandung karbohidrat. Terbentuknya cincin ungu menyatakan reaksi positif.

Uji Benedict adalah larutan tembaga alkalis akan direduksi oleh gula yang mempunyai gugus aldehid atau keton bebas dengan membentuk kuprooksida yang berwarna. Gula pereduksi beraksi dengan pereaksi menghasilkan endapan merah bata (Cu2O). Pada gula pereduksi terdapat gugus aldehid dan OH laktol. OH laktol adalah OH yang terikat pada atom C pertama yang menentukan karbohidrat sebagai gula pereduksi atau bukan.

Uji Barfoed, Uji ini untuk membedakan monosakarida dan disakarida. Pada percobaan ini, karbohidrat direduksi pada suasana asam. Disakarida juga akan memberikan hasil positif bila didihkan cukup lama hingga terjadi hidrolisis.

Fermentasi alcohol dalam keadaan anaerob, asam piruvat yang dihasilkan oleh proses glikolisisakan diubah menjadi asam asetat dan CO2. Selanjutnya, asam asetat diubahmenjadi alkohol. Proses perubahan asam asetat menjadi alkohol tersebut diikutipula dengan perubahan NADH menjadi NAD+. Dengan terbentuknya NAD+,peristiwa glikolisis dapat terjadi lagi. Dalam fermentasi alkohol ini, dari satu molglukosa hanya dapat dihasilkan 2 molekul ATP. Fermentasi alkohol, secarasederhana, berlangsung sebagai berikut.

Alat dan Bahan

Alat yang digunakan ialah Pipet tetes, Tabung reaksi, Rak tabung reaksi,Gelas ukur, Penangas air (hot plate), Penjepit kayu, Tabung fermentasi

Bahan-bahan yang digunakan ialah Larutan Pati (amilum) 1%, Fruktosa, Laktosa 1%, Maltosa 1%, Sukrosa 1%, Glukosa 1%, Pereaksi Molisch, Pereaksi Benedict, Pereaksi Barfoed, Fosfomolibdat, Ragi, NaOH 10%, Akuades.

Metode

Uji Molisch dilakukan dengan cara masukkan 3 tetes pereaksi Molisch 1 ml larutan karbohidrat (laktosa, glukosa, sukrosa, maltosa, larutan 1% amilum, dan fruktosa ) kedalam tabung reaksi. Dikocok perlahan dan tambahkan 1 ml asam sulfat pekat melalui dinding tabung. Warna violet (ungu) kemerahan pada batas dua cairan menunjukkan reaksi positif, sedangkan warna hijau menunjukkan reaksi negative.

Uji Benedict dilakukan dengan cara masukkan 5 tetes larutan karbohidrat dimasukkan 2 ml reagen Benedict kedalam tabung reaksi. masukkan ke penangas air mendidih selama 3 menit. Dibiarkan dingin dan diperhatikan perubahan warna serta endapan (endapan hijau, kuning atau merah, menunjukkan reaksi positif).

Uji Barfoed dilakukan dengan cara masukkan 1 ml larutan karbohidrat 1 ml reagen Barfoed segar kedalam tabung reaksi. Penangas air mendidih dan direbus selama 1 menit atau lebih. Jika perlu hingga reaksi reduksi terjadi. Biarkan dingin pada air mengalir selama 2 menit. Setelah itu masukkan 1 ml fosfomolibdat, kocok dan amati warna yang terjadi.

Pada uji Fermentasi sebanyak 20 ml sampel dan ragi sebanyak 2 gram dimasukkan ke dalam mortar kemudian digerus kedua bahan tersebut sampai terbentuk suspensi yang homogen kemudian suspensi tersebut dimasukkan ke dalam tabung fermentasi sampai bagian kaki tertutup terisi penuh oleh cairan selanjutnya dilakukan pemeraman pada suhu 36oC dan diperiksa setiap selang waktu 2, 4, 5 menit. Jika terdapat ruangan gas pada kaki tabung yang tertutup diukur panjang atau isi gas tersebut. Pembuktian bahwa terdapat gas CO2, dilakukan dengan cara larutan ditambahkan NaOH 10% ke dalam tabung fermentasi melalui kaki yang terbuka dan ditutup mulut tabung dengan ibu jari sambil tabung di boalk-balik beberapa kali, adanya gas CO2ditunjukkan dengan adanya isapan pada ibu jari. Uji ini dilakukan terhadap larutan glukosa 1%,fruktosa 1%, sukrosa 1%, laktosa 1%, maltosa 1%, dan pati 1 %.

Hasil Tabel 1 Hasil Uji Molisch


Bahan Uji Glukosa Fruktosa Sukrosa Laktosa Maltosa Pati Hasil Pengamatan (+/-) + + + + + + Perubahan warna larutan Cincin coklat keunguan Cincin ungu kecoklatan Cincin coklat keunguan Cincin ungu kecoklatan Cincin coklat keunguan Cincin ungu kecoklatan

Keterangan:

+ : sampel mengandung karbohidrat

: sampel tidak mengandung karbohidrat

Tabel 2 Hasil Uji Benedict


Bahan Uji Hasil Pengamatan (+/-) Perubahan warna larutan

Glukosa Fruktosa Sukrosa Laktosa

+ + +

Hijau kebiruan merah bata Biru merah bata Hijau kebiruan Biru

Maltosa Pati

+ -

Keterangan:

+ : sampel mengandung gula pereduksi

: sampel tidak mengandung gula pereduksi

Tabel 3 Hasil Uji Barfoed


Bahan Uji Hasil Pengamatan (+/-) Perubahan warna larutan

Glukosa Fruktosa Sukrosa Laktosa Maltosa Pati

+ + + -

merah bata merah bata larutan biru keruh Biru keruh Biru keruh Biru muda

Keterangan:

+ : sampel mengandung monosakarida

sampel tidak mengandung monosakarida

Pembahasan Pereaksi molisch terdiri dari -naftol dalam alkohol yang akan bereaksi dengan furfural membentuk senyawa kompleks berwarna ungu yang disebabkan oleh daya dehidrasi asam sulfat pekat terhadap karbohidrat dan akan membentuk cincin berwarna ungu pada larutan glukosa, fruktosa, sukrosa, laktosa, maltosa, dan pati. Hal ini menunjukkan bahwa uji molisch sangat spesifik untuk membuktikan adanya karbohidrat. Tujuan ditambahkannya asam sulfat pekat adalah untuk menghidrolisis ikatan pada sakarida agar menghasilkan furfural. Hasil reaksi yang positif menunjukkan bahwa larutan yang diuji mengandung karbohidrat, sedangkan hasil reaksi yang negatif menunjukkan bahwa larutan yang diuji tidak mengandung karbohidrat. Terbentuknya cincin ungu menyatakan reaksi positif, pada percobaan yang memberikan reaksi positif adalah glukosa, sukrosa, maltosa, dan amilum. Dalam hasil percobaan, hampir seluruhnya larutan karbohidrat yang direaksikan dengan asam sulfat pekat memebentuk larutan menjadi dua lapisan dan pada bidang batas kedua lapisan tersebut akan terbentuk cincin ungu yang disebut kwnoid.

Reaksi uji Molisch :

Cincin ungu terbentuk akibat glukosa yang terhidrasi menjadi fulfular dan bereaksi dengan molisch dan H2SO4. Furfural padat paling cepat membentuk cincin ungu karena tidak perlu melalui hidrolisis. Konsentrasi asam sulfat pekat bertindak sebagai agen dehidrasi yang bertindak pada gula untuk membentuk furfural dan turunannya yang kemudian diperkirakan dapat membentuk produk yang bewarna pada produk amilum dan glukosa yang diteliti terbukti adalah karbohidrat yang ditandai dengan adanya cincin bewarna ungu. Jadi baik monosakarida,disakarida, maupun polisakarida memberikan hasil positif pada uji Molisch, sehingga membuktikan bahwa seluruhnya ialah karbohidrat (Hamdan 2007). Uji Benedict didasari oleh larutan tembaga alkalis yang akan direduksi oleh gula yang mempunyai gugus aldehid atau keton bebas dengan membentuk kuprooksida yang berwarna. Gula pereduksi beraksi dengan pereaksi menghasilkan endapan merah bata (Cu2O). Pada gula pereduksi terdapat gugus aldehida dan OH laktol. Gugus OH laktol adalah OH yang terikat pada atom C pertama yang menentukan karbohidrat sebagai gula pereduksi atau bukan (Handini 2009).

Hasil uji positif ditunjukkan oleh fruktosa, glukosa, maltosa, dan laktosa ditandai dengan adanya endapan merah bata pada uji benedict, sedangkan untuk karbohidrat jenis sukrosa dan pati menunjukkan hasil negatif ditandai dengan warna biru. Sekalipun aldosa atau ketosa berada dalam bentuk sikliknya, namun bentuk ini berada dalam kesetimbangannya dengan sejumlah kecil aldehida atau keton rantai terbuka, sehingga gugus aldehida atau keton ini dapat mereduksi berbagai macam reduktor, oleh karena itu, karbohidrat yang menunjukkan hasil reaksi positif dinamakan gula pereduksi.

Pada sukrosa, walaupun tersusun oleh glukosa dan fruktosa, namun atom karbon anomerik keduanya saling terikat, sehingga pada setiap unit monosakarida tidak lagi terdapat gugus aldehida atau keton yang dapat bermutarotasi menjadi rantai terbuka, hal ini menyebabkan sukrosa tak dapat mereduksi pereaksi benedict. Pada pati, sekalipun

terdapat glukosa rantai terbuka pada ujung rantai polimer, namun konsentrasinya sangatlah kecil, sehingga warna hasil reaksi tidak tampak oleh penglihatan (Hamdan 2007).

Uji Benedict larutan tembaga alkalis akan direduksi oleh gula yang mempunyai gugus aldehid atau keton bebas dengan membentuk kuproksida yang berwarna. Gula pereduksi beraksi dengan pereaksi menghasilkan endapan merah bata (Cu 2O). Pada gula pereduksi terdapat gugus aldehid dan OH laktol. OH laktol adalah OH yang terikat pada atom C pertama yang menentukan karbohidrat sebagai gula pereduksi atau bukan. Sekalipun aldosa atau ketosa berada dalam bentuk sikliknya, namun bentuk ini berada dalam kesetimbangannya dengan sejumlah kecil aldehida atau keton rantai terbuka, sehingga gugus aldehida atau keton ini dapat mereduksi berbagai macam reduktor. Hasil uji positif ditunjukkan oleh glukosa, fruktosa, laktosa dan maltosa, sedangkan untuk karbohidrat jenis, sukrosa dan pati menunjukkan hasil negatif. fruktosa bukanlah gula pereduksi. Tetapi memiliki gugus -hidroksi keton, maka fruktosa akan berubah menjadi glukosa dan manosa dalam suasana basa serta memberikan hasil positif dengan pereaksi benedict. Sedangkan sukrosa tersusun oleh glukosa dan fruktosa, namun atom karbon anomerik keduanya saling terikat, sehingga pada setiap unit monosakarida tidak lagi terdapat gugus aldehida atau keton yang dapat bermutarotasi menjadi rantai terbuka, hal ini menyebabkan sukrosa tak dapat mereduksi pereaksi Benedict.

Reaksi uji Benedict R C H + Cu2+ OH- R C OH + Cu2O (merah bata)

Percobaan uji Barfoed, karbohidrat direduksi pada suasana asam. Dalam asam, polisakarida atau disakarida akan terhidrolisis parsial menjadi sebagian kecil monomernya. Hal inilah yang menjadi dasar untuk membedakan antara monosakarida, oligosakarida/disakarida, dan polisakarida. Monomer gula dalam hal ini bereaksi dengan fosfomolibdat membentuk senyawa berwarna biru. Dibanding dengan monosakarida,

polisakarida yang terhidrolisis oleh asam mempunyai kadar monosakarida yang lebih kecil, sehingga intensitas warna biru yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan dengan larutan monosakarida. Disakarida juga akan memberikan hasil positif pada larutan memberikan warna biru dan bagian bawah terdapat endapan kemerahan bila didihkan cukup lama hingga terjadi hidrolisis. Tapi dalam percobaan, hasil yang diperoleh sama sekali tidak ada yang memberikan hasil yang positif, melainkan tidak ada perubahan warna sama sekali. Hal ini terjadi dikarenakan proses hidrolisis kurang cukup waktu.

Reaksi karbohidrat dengan Cu pada uji Barfoed : R C H + CuCH3COO R C OH + Cu2O (s) + CH3COOH

Uji Fermentasi memerlukan suasana aerob sehingga karbohidrat oleh ragi akan dicerna dan diubah bentuknya menjadi etil alkohol (C2H5OH) serta gas karbondioksida. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa gas Karbondioksida yang dihasilkan ragi lebih cepat terjadi pada monosakarida, khususnya glukosa. Hal tersebut menunjukkan bahwa monosakarida lebih reaktif dari disakarida ataupun polisakarida. Selain itu, Pati dan disakarida lainnya merupakan molekul yang relatif lebih besar dibandingkan dengan monosakarida sehingga kemampuan ragi untuk mencerna dan mengubah pati tersebut menjadi etil alkohol dan karbon dioksida lebih banyak memerlukan energi dan waktu yang lebih lama, bahkan tidak menghasilkan gas karbondioksida pada pati. Sehingga Glukosa dan fruktosa yang merupakan monosakarida dapat menghasilkan gas karbondioksida lebih banyak dibadingkan dengan disakarida atau polisakarida (Hamdan 2007).

Semakin tinngi hisapan pada ibu jari, semakin tinggi pula gas karbondioksida yang dihasilkan. Uji positif hanya dihasilkan oleh monosakarida dan disakarida, sedangkan polisakarida menghasilka uji negative.

Simpulan

Berdasarkan hasil percobaan, dapat disimpulkan bahwa seluruh karbohidrat dapat diidentifikasi oleh pereaksi molisch. Uji benedict positif terhadap glukosa, fruktosa, laktosa, dan maltosa. Uji barfoed positif terhadap glukosa, dan fruktosa. Uji fermentasi positif terhadap glukosa, fruktosa, sukrosa, maltosa dan pati.

Daftar pustaka

Feseenden dan Fessenden. 1997. Dasar-Dasar Kimia Organik. Jakarta: Binarupa Aksara. Hamdan Ali. 2007. Petunjuk Praktikum Biokimia Laboratorium Dasar Universitas Trunojoyo.[terhubung berkala] http://labdasar.trunojoyo.ac.id/buku%20biokimia.pdf. [15 september 2012, 03:05] Handini. 2009. Karbohidrat Pada Uji Kualitatif. [terhubung berkala]http://www.rismaka.net/2009/06/karbohidrat-pada-uji-kualitatif.html. [15 September 2012,02:40] Murray RF; Granner OK; Rodwell V. Harpers Review of Biochemistry. Penerbit : Buku Kedokteran. Jakarta. 1995.

Anda mungkin juga menyukai