Anda di halaman 1dari 6

RESUME MATERI UKD II BIOLOGI SEL Nukleus, ribosom & sintesis protein

Nia Rakhmayanti Nurdin M0411045

RESUME MATERI UKD II BIOLOGI SEL M0411045

Materi Genetik
1. Nukleus Nukleus mengandung kromosom, nukleolus, dan matriks. Nukleus merupakan organela yang terbesar di dalam sel. Fungsi utama nukleus adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen. Selain itu, nukleus juga berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis ribosom, tempat terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan dan di mana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri. 2. Matrik Nuklear Terdiri atas komponen yang mengatur & mengarahkan kegiatan dalam nukleus. Matrik nuklear memiliki sifat: Bersifat amat dinamis Bersifat asidofil yakni cenderung hidup pada pH yang rendah (asam) Terlarut dalam gel SDS-akrilamid Dapat merentang dan mengkerut Matrik Nuklear terdiri dari berbagai komponen yaitu: 90 % dari komponen penyusun nukleus ion Ca dan Mg 10 % mengandung RNA fosfolipid dan DNA Kromatin merupakan bagian penting dari nukleus karena kromatin mengandung hereditas dasar. Kromatin tersusun dari DNA, RNA, dan protein kompak walaupun DNA nya masih belum aktif. Pada saat interfase, kromosom tidak terlihat dan kromatin tersebar melalui nukleoplasma dalam bentuk reticulum. Jika diamati menggunakan mikroskop elektron, kromatin berbentuk manik-manik yang disebut nukleosoma. Terdapat 3 tahap perkembangan kromatin yang telah diamati : DNA yang berkelok-kelok seperti partikel mempunyai banyak komponen variasi dari eukromatin, heterokromatin dan kromosom. Manik-manik mulai melingkar menjadi heliks berantai dari serat kromatin Terakhir, tahap penentuan dengan cara pengemasan sendiri serat kromatinnya.

Perbedaan antara heterokromatin dan eukromatin: NO. 1. 2. 3. HETEROKROMATIN Menyerap zat warna dengan kuat Mengandung gen tak aktif Pada saat interfase mengalami kondensasi EUKROMATIN Kurang menyerap zat warna Mengandung gen aktif Kromosom pada saat interfase tidak membentuk spiral / kondensasi

Page 2

RESUME MATERI UKD II BIOLOGI SEL M0411045 4. Heterokromatin mempunyai 2 kategori: Heterokromatin Heterokromatin konstitutif fakultatif

Heterokromatin bagian kromosom yg secara permanen dalam keadaan terkondensasi dan Konstitutif secara genetik tidak aktif. Umumnya mengandung sekuen DNA yg mengalami pengulangan berseri. Pada manusia heterokromatin konstitutif terdapat di kinetokor. Heterokromatin Bervariasi antara satu jaringan dengan jaringan yang lain. bagian kromosom Fakultatif yang secara spesifik dalam keadaan inaktif pada sel tertentu. Jumlah heterokromatin fakultatif pada sel embrionik rendah.

Kromatin terdiri dari DNA, RNA dan protein. Protein pada kromatin adalah protein histon dan non-histon. Protein non-histon pada kromatin merupakan protein struktural antara lain aktin, tubulin dan tubulin dan myosin. Di samping itu juga terdapat protein yang bersifat enzimatik seperti RNA polymerase, asetil transferase. Melalui pengamatan dengan mikroskop elektron, terlihat kromatin memiliki struktur seperti untaian manik-manik yang disebut nukleosoma. Manik-manik berdiameter 10 nm dan filament penghubungnya berdiameter 2 nm. Nukleosom terdiri dari suatu pusat, DNA dan histon H1. Pusat merupakan empat pasang histon yaitu H2A, H2B, H3 dan H4. Pusat ini dililit oleh DNA sebanyak dua kali lilitan.

SELUBUNG NUKLEAR Selaput luar: Berhubungan langsung dengan RE Ditempeli ribosoma -> sintesis protein yang akan masuk ruang perinuklear Terdapat filamen-filamen ujung yg satu berikatan dengan protein perifer, ujung lain berikatan dng selaput organela lain atau selaput sel / selaput plasma

Selaput dalam: Pada permukaan ke arah nukleoplasma dilapisi anyaman filamen intermedia lamina nuklear: lamin A, lamin B, lamin C Pada saat pembelahan sel tahap PROFASE AKHIR terjadi fosforolasi residu serin pada lamin -> lamin Afosfat dan lamin C-fosfat terurai lamin B tetap terikat pada selaput dalam. Pada akhir pembelahan terjadi defosforilasi -> lamin terakit kembali

Page 3

RESUME MATERI UKD II BIOLOGI SEL M0411045

PORI NUKLEAR Kompleks pori nuklear terdiri: anulus, granula sentral, filamen Ukuran pori 40 100 nm Jumlah bervariasi tergantung pada jenis dan keadaan fisiologi sel Gen: rentangan DNA yg mengandung cetakan sintesis suatu senyawa protein Sandi Genetik Sandi genetik (kode genetik): aturan yg menentukan urutan nukleo-tida shg dpt diterjemahkan sbg urutan asam amino dari suatu protein. Urutan nukleotida dalam mRNA dibaca dg gugus 3 basa (kodon/ triplet) yg merupakan sandi unt membentuk asam amino. DNA tersusun oleh rangkaian kode dng 4 macam basa (A, G, C, T), sedangkan RNA tersusun dlm (A,G, C dan T pd DNA diganti mjd U). Ada 64 kemungkinan kodon triplet: 3 kodon nonsens-tidak mengkode sandi genetik [(UAA), (UAG) & (UGA)] dan 61 mengkode asam amino. Ekspresi genetik Proses penterjemahan sandi genetik (dari urutan nukleotida mjd urutan asam amino): proses pengungkapan gen menjadi fenotip. Pada organisme tinggi < 7% gen diekspresikan bersama-sama sisanya ditidurkan Dogma Genetik Konsep dasar sifat menurun yg menentukan ciri-ciri khas suatu spesies. Pada dogma genetik juga tercermin cara mempertahankan ciri khas supaya tetap sama melalui proses replikasi. Dogma genetik ini bersifat universal yang berlaku baik bagi prokariot maupun eukariot.

Aliran materi genetik dari DNA ke urutan asam amino


Replikasi/penggandaan DNA Proses replikasi melibatkan enzim polymerase. Proses ini melibatkan pembukaan utas ganda DNA, sehingga memungkinkan terjadinya perpasangan basa untuk membentuk utas baru. Pembentukan utas komplementer terjadi melalui perpasangan basa antara A dengan T dan G dengan C. Dalam replikasi DNA, setiap utas DNA lama berperan sebagai cetakan untuk membentuk DNA baru. Pada daerah ini, kedua utas DNA yang baru, disintesis dengan bantuan sekelompok enzim, salah satunya adalah DNA polimerase. Sintesis DNA tidaklah berjalan secara kontinu pada kedua utas cetakan. Hal ini karena kedua utas DNA tersusun sejajar berlawanan arah atau antiparalel. Maka utas DNA baru akan tumbuh dari 5 3 sedang yang lainnya dari 3 5 pada cetakan. Sintesis dari 3 5 tidak mungkin dilakukan karena tidak ada DNA polymerase untuk arah 3 5. Replikasi DNA pada cetakan 3 5 terjadi seutas demi seutas dengan arah 5 3 yang berarti replikasi berjalan meninggalkan replication fork. Utas-utas pendek tersebut kemudian dihubungkan oleh enzim ligase DNA. Dalam replikasi DNA terdapat utas DNA yang disintesis secara kontinu yang terjadi pada cetakan 5 3. Utas DNA yang disintesis secara kontinu ini disebut utas utama atau leading strand. Sedangkan utas DNA baru yang disintesis pendek-pendek seutas-demi seutas disebut utas lambat atau lagging strand.

Page 4

RESUME MATERI UKD II BIOLOGI SEL M0411045 Pencetakan DNA baru (dg basa komplementer sesuai urutan DNA lama menjadi urutan asam nukleat komplementer). Daerah penggandaan bergerak sepanjang pilinan DNA induk, membentuk garpu replikasi (berasal dari replication buble/gelembung penggandaan) yang terbentuk dari urutan DNA khusus: asal penggandaan Transkripsi (penyalinan) Sintesis RNA dg menggunakan DNA sebagai cetakan. Polimerase RNA sebagai katalisator. Proses transkripsi menghasilkan mRNA, rRNA dan tRNA. Pembentukan RNA dilakukan oleh enzim RNA polymerase. Proses transkripsi terdiri dari 3 tahap yaitu : Inisiasi : enzim RNA polymerase menyalin gen, sehingga pengikatan RNA polymerase terjadi pada tempat tertentu yaitu tepat didepan gen yang akan ditranskripsi. Tempat pertemuan antara gen (DNA) dengan RNA polymerase disebut promoter. Kemudian RNA polymerase membuka double heliks DNA. Salah satu utas DNA berfungsi sebagai cetakan. Elongasi : Enzim RNA polymerase bergerak sepanjang molekul DNA, membuka double heliks dan merangkai ribonukleotida ke ujung 3 dari RNA yang sedang tumbuh. Terminasi : terjadi pada tempat tertentu. Proses terminasi transkripsi ditandai dengan terdisosiasinya enzim RNA polymerase dari DNA dan RNA dilepaskan. Hasil transkripsi merupakan hasil yang memiliki intron (segmen DNA yang tidak menyandikan informasi biologi) dan harus dihilangkan, serta memiliki ekson yaitu ruas yang membawa informasi biologis. Intron dihilangkan melalui proses yang disebut splicing. Proses splicing terjadi di nukleus. Translasi / sintesis protein Proses penerjemahan kodon-kodon pada mRNA menjadi polipeptida. Dalam translasi, kodon dikenali oleh lengan antikodon yang terdapat pada tRNA . Mekanisme translasi adalah: Inisiasi. Proses ini dimulai dari menempelnya ribosom sub unit kecil ke mRNA. Penempelan terjadi pada tempat tertentu yaitu pada 5-AGGAGGU-3. Pada eukariot, kompleks inisiasi terbentuk dengan cara yang lebih rumit yang melibatkan banyak protein initiation factor. Elongation. Tahap selanjutnya adalah penempelan sub unit besar pada sub unit kecil menghasilkan dua tempat yang terpisah . Tempat pertama adalah tempat P (peptidil) yang ditempati oleh tRNA-Nformil metionin. Tempat kedua adalah tempat A (aminoasil) yang terletak pada kodon ke dua dan kosong. Proses elongasi terjadi saat tRNA dengan antikodon dan asam amino yang tepat masuk ke tempat A. Akibatnya kedua tempat di ribosom terisi, lalu terjadi ikatan peptide antara kedua asam amino. Ikatan Ribosom kemudian bergeser sehingga asam amino-asam amino-tRNA berada pada tempat P dan tempat A menjadi kosong. Selanjutnya tRNA dengan antikodon yang tepat dengan kodon ketiga akan masuk ke tempat A, dan proses berlanjut seperti sebelumnya. Terminasi. Proses translasi akan berhenti bila tempat A bertemu kodon akhir yaitu UAA, UAG, UGA. Kodon-kodon ini tidak memiliki tRNA yang membawa antikodon yang sesuai. Selanjutnya masuklah release factor (RF) ke tempat A dan melepaskan rantai polipeptida yang terbentuk dari tRNA yang terakhir. Kemudian ribosom berubah menjadi sub unit kecil dan besar.

Page 5

RESUME MATERI UKD II BIOLOGI SEL M0411045 Daftar Pustaka Mader, Sylvia . 1985. Biology Part 1 Biology of the cell. United States : Wm. C Brown Publishers Rastogi, S.C . 1992. Cell Biology . New Delhi : Tata McGraw-Hill Publishing Company Limited Yatim, Wildan . 2003. Biologi Modern. Bandung : Penerbit Tarsito http://www.fp.unud.ac.id/biotek/biologi-sel/nukleus-dan-materi-genetik/materi-genetik/ diakses tanggal 7 April 2012

Page 6