Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

FISIKA USAHA,ENERGY DAN DAYA


Diajukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Fisika Dosen Pembimbing: TOTOK SOEPRIJANTO, S.pd.

KELAS F
Disusun Oleh : Idam Bashori (09011263) Hamdani Lubis (09011251) Beny Yusman (09011231)

TEKNIK INFORMATIKA (S1)

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NURUL JADID


PAITON PROBOLINGGO
2009

DAFTAR ISI DAFTAR ISI.................................................................................................................. KATA PENGANTAR.................................................................................................... BAB 1 PENDAHULUAN........................................................................................... BAB 2 I S I................................................................................................................... USAHA..................................................................................................... ENERGI..................................................................................................... DAYA........................................................................................................ BAB 3 PENUTUP....................................................................................................... KESIMPULAN......................................................................................... DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................... 2 3 4 5 5 9 15 18 18 19

KATA PENGANTAR Bissmillahirrohmanirrokhim, Segala puji dan syukur saya haturkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat, taufiq, serta hidayah-NYA kepada kita semua khususnya pada diri saya sendiri. Berkat rahmat Allah lah saya dapat menyelesaikan makalah Fisaka dengan mengumpulkan tidak lebih dari jangka waktu yang telah di tentukan.. Dan tak lupa pula Sholawat serta Salam semoga tetap tercurahkan kepada nabi kita Muhammad SAW, karena berkat jasa beliaulah kita yang semula berada di jalan yang dimurkai oleh Allah menuju jalan yang di ridhoi oleh Allah SWT, yakni Agama Islam. Pepatah mengatakan tiada gading yang tak retak mungkin inilah kata yang pantas untuk makalah yang saya buat, maka dari itu bila ada kesalahan pada makalah saya ini kritik dan saran anda saya terima dengan senang hati.

20 Januari 2010,

Idam bashori,Hamdani lubis,Beny yusman.

BAB 1 PENDAHULUAN Kita dapat melakukan berbagai kegiatan, misalnya berjalan, berolahraga, berpikir, dan bekerja, karena kita mempunyai tenaga atau energi. Demikian pula, hewan dapat bergerak dan melakukan segala aktivitas karena hewan mempunyai energi. Mesin-mesin dapat bekerja karena adanya tenaga atau energi yang dapat mengaktifkannya. Energi yang diperlukan manusia ataupun hewan untuk melakukan berbagai kegiatan (kerja) diperoleh dari makanan. Energi yang diperlukan oleh mesin diperoleh dari bahan bakar yang digunakannya, misalnya bensin, solar, dan batu bara. Pada bab Pendahuluan ini akan saya jelaskan rincian pokok-pokok yang dijelaskan pada bab berikutnya. Rincian pokoknya antara lain : 1. USAHA Menjelaskan tentang : - Pengertian Usaha - Usaha yang dilakukan oleh gaya tetap - Satuan usaha - Menghitung usaha dari grafik gaya dan perpindahan - Usaha yang dilakukan oleh beberapa gaya - Usaha negatif - Menghitung usaha dari grafik gaya dan perpindahan 2. ENERGI Terdiri dari : -Energi Potensial - Energi Potensial gravitasi dalam medan gravitasi homogen - Energi Kinetik - Energi Air - Energi Angin - Energi Geotermal - Energi Nuklir - Energi Matahari
3.

DAYA - Pengertian - Satuan daya - Efisiensi

Menjelaskan tentang :

BAB 2 PEMBAHASAN

A. USAHA 1. Pengertian Usaha Apakah bedanya usaha dalam kehidupan sehari-hari dengan dalam fisika? Dalam kehidupan sehari-hari, kata usaha dapat diartikan sebagai kegiatan dengan mengerahkan tenaga, pikiran, atau badan untuk mencapai tujuan tertentu. Usaha dapat juga diartikan sebagai pekerjaan untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam fisika, pengertian usaha hampir sama dengan pengertian usaha dalam kehidupan sehari-hari. Kesamaannya adalah dalam hal kegiatan dengan mengerahkan tenaga. Pengertian usaha dalam fisika selalu menyangkut tenaga atau energi. Apabila sesuatu (manusia, hewan, atau mesin) melakukan usaha maka yang melakukan usaha itu harus mengeluarkan sejumlah energi untuk menghasilkan perpindahan. 2. Usaha Yang Dilakukan Oleh Gaya Tetap Usaha yang dilakukan oleh gaya tetap (besar maupun arahnya) didefinisikan sebagai hasil perkalian antara perpindahan titik tangkapnya dengan komponen gaya pada arah perpindahan tersebut. F . sin 0 F F 0 F cos 0

Gambar 2.1.

Pada gambar 2.1. menunjukkan gaya tarik orang pada sebuah benda yang terletak pada bidang horizontal, hingga benda berpindah sejauh s sepanjang bidang. Untuk memindahkan sebuah benda yang bermassa lebih besar, diperlukan usaha yang lebih besar pula. Juga, untuk memindahkan suatu benda pada jarak yang lebih jauh, diperlukan pula usaha yang lebih besar. Dengan berdasarkan pada kenyataan tersebut, usaha didefinisikan sebagai hasil kali gaya dan perpindahan yang terjadi. Bila usaha kata simbolkan dengan W, gaya F, dan perpindahan s, maka : W=F.s
5

Baik gaya maupun perpindahan merupakan besaran vektor. Sesuai dengan konsep perkalian titik antara dua buah vektor, maka usaha W merupakan besaran skalar. Bila sudut yang dibentuk oleh gaya F dengan perpindahan s adalah , maka besarnya usaha dapat dituliskan sebagai : W = (F cos ) W = F s cos 0 Komponen gaya F sin dikatakan tidak melakukan usaha, sebab tidak ada perpindahan ke arah komponen itu. Dari persamaan rumus usaha, dapat dikatakan bahwa usaha yang dilakukan oleh suatu gaya : a. b. c. Berbanding lurus dengan besarnya gaya; Berbanding lurus dengan perpindahan benda; Bergantung pada sudut antara arah gaya dan perpindahan benda. Jika persamaan rumus usaha kita tinjau lebih seksama, kita mendapatkan beberapa keadaan yang istimewa yang berhubungan dengan arah gaya dan perpindahan benda yaitu sebagai berikut :
a.

Apabila = 00, berarti arah gaya sama atau berimpit dengan arah perpindahan W = F . s cos W=F.s.i W=F.s

benda dan cos = 1, sehingga usaha yang dilakukan oleh gaya F dapat dinyatakan :

b.

Apabila = 900, berarti arah gaya F tegak lurus dengan arah perpindahan benda

dan cos = 0, sehingga W = 0. Jadi, jika gaya F bekerja pada suatu benda dan benda berpindah dengan arah tegak lurus pada arah gaya, dikatakan bahwa gaya itu tidak melakukan usaha.
c.

Apabila = 1800, berarti arah gaya F berlawanan dengan arah perpindahan benda

dan cos = -1, sehingga W mempunyai nilai negatif. Hal itu dapat diartikan bahwa gaya itu (atau benda) tidak melakukan usaha, benda tidak mengeluarkan energi, melainkan mendapatkan energi. Sebagai contoh adalah sebuah benda yang dilemparkan vertikal ke atas. Selama benda bergerak ke atas, arah gaya berat benda berlawanan dengan pemindahan benda. Hal itu dapat dikatakan bahwa gaya berat benda melakukan usaha yang negatif. Contoh lain adalah sebuah benda yang didorong pada permukaan kasar dan benda bergerak seperti tampak pada Gambar 1.1. Pada benda itu bekerja dua gaya, yaitu gaya F dan gaya gesekan fk yang arahnya berlawanan dengan arah perpindahan benda.

F fk s

Gambar 1.1. Sebuah benda dikenai gaya F pada permukaan kasar Jika perpindahan benda sejauh s maka gaya F melakukan usaha W = F . s, sedangkan gaya gesekan fk melakukan usaha W = fk . s.
d.

Apabila s = 0, berarti gaya tidak menyebabkan benda berpindah. Hal itu berarti W

= 0. Jadi, meskipun ada gaya yang bekerja pada suatu benda, jika benda itu berpindah, dikatakan bahwa gaya itu tidak melakukan usaha. Misalnya, Anda mendorong tembok, ternyata tembok tidak akan bergeser. Dalam hal itu, dikatakan bahwa Anda tidak melakukan usaha, meskipun Anda mengeluarkan energi, sebab Anda tidak memindahkan tembok ke arah gaya benda berikan. 3. Satuan Usaha Dalam SI satuan gaya adalah Newton (N) dan satuan perpindahan adalah meter, sehingga satuan usaha merupakan hasil perkalian antara satuan gaya dan satuan perpindahan, yaitu Newton meter atau joule. Satuan joule dipilih untuk menghormati James Presccott Joule (1816 1869), seorang ilmuwan Inggris yang terkenal dalam penelitiannya mengenai konsep panas dan energi 1 joule = 1 Nm karena 1 N = 1 Kg . m/s2 maka 1 joule = 1 Kg . m/s2 x 1 m 1 joule = 1 Kg . m2/s2 Untuk usaha yang lebih besar, biasanya digunakan satuan kilo joule (kJ) dan mega joule (MJ). 1kJ = 1.000 J 1MJ = 1.000.000 J 4. Menghitung Usaha Dari Grafik Gaya dan Perpindahan Apabila gaya yang bekerja pada suatu benda besar dan arahnya tetap maka grafik antara F dan perpindahan s merupakan garis lurus yang sejajar dengan sumbu mendatar s, seperti pada Gambar 1.2. ! F (N)
7

W=F.s

s (m)

Gambar 1.2.. Grafik gaya F terhadap perpindahan s jika besar dan arah F tetap

Dari persamaan rumus usaha, usaha dilakukan oleh gaya W = F . s. Dari grafik F s, usaha sama dengan luas bangun yang dibatasi oleh garis grafik dengan sumbu mendatar s. F (N)

S1

S2

s(m)

Gambar 1.3. Grafik gaya F berubah terhadap perpindahan s. Usaha W = luas daerah yang diarsi W luas raster Dengan demikian, dapat disimpulkan dari diagram F s bahwa usaha yang dilakukan oleh gaya F sama dengan luas bangun yang dibatasi garis grafik dengan sumbu mendatar s. 5. Usaha Yang Dilakukan Oleh Beberapa Gaya Dalam kehidupan nyata hampir tidak pernah kita temukan kasus dimana pada suatu benda hanya bekerja sebuah gaya tunggal. Misalnya, ketika Anda menarik sebuah balok sepanjang lantai, selain gaya tarik Anda. Pada balok, juga bekerja gaya-gaya lain seperti : gaya gesekan antara balok dan lantai, gaya hambatan angin, dan gaya normal. Jika pada sebuah benda bekerja dua gaya maka usaha yang dilakukan adalah : W = W1 + W2 Jika terdapat lebih dari dua gaya : W = W1 + W2 + W3 + ...... + Wn Atau W = Wn

6. Usaha Negatif Seorang anak mendorong sebuah balok dengan tangannya. Sesuai dengan hukum III Newton, dapat disimpulkan bahwa gaya yang bekerja pada masingmasing benda dalam kasus ini sama besar tetapi berlawanan arah, yaitu FAB = -FBA. Tanda negatif menunjukkan arah yang berlawanan. Jika usaha oleh tangan pada balok adalah usaha positif, karena searah dengan perpindahan balok, maka usaha oleh balok pada tangan bernilai negatif. FA pada B = -FB pada A B. ENERGI Energi memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan di alam ini. Energi menyatakan kemampuan untuk melakukan usaha. Suatu sistem (manusia, hewan, atau benda) dikatakan mempunyai energi jika mempunyai kemampuan untuk melakukan usaha. Energi memiliki berbagai bentuk, misalnya energi listrik, energi kalor, energi cahaya, energi potensial, energi nuklir, dan energi kimia. Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk energi yang lain. Misalnya, energi listrik dapat berubah menjadi energi cahaya atau energi kalor. Energi dan Sumber-Sumbernya Manusia telah menemukan berbagai sumber energi untuk memenuhi kebutuhan energinya yang semakin lama semakin meningkat, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dunia. Karena terbatasnya sumber energi di bumi ini, maka kita harus melakukan pelestarian terhadap sumber-sumber energi tersebut, khususnya sumber-sumber energi yang tidak dapat diperbaharui. Di samping itu, upaya untuk mencari sumber-sumber energi yang baru harus terus dilakukan. Minyak bumi merupakan bahan bakar yang lebih mudah untuk menambangnya. Dari segi polusi, minyak bumi lebih sedikit menimbulkan polusi dari pada yang dilakukan batu bara. Sampai saat ini, minyak bumi masih termasuk sumber energi utama kita. Tabel berikut menunjukkan persediaan bahan bakar fosil di seluruh dunia.
Tabel : Persediaan Bahan Bakar Fosil Dunia Bahan Bakar Fosil Batu Bara Minyak Bumi Terpentin Minyak Serpih Gas Alam Persediaan 7,6 x 1012 ton3 2,0 x 1012 barrel 0,5 x 1012 barrel 0,2 x 1012 barrel 1480 x 1012 m3 Kandungan Energi 55,9 x 1015 kWh 3,25 x 1015 kWh 0,51 x 1015 kWh 0,32 x 1015 kWh 2,94 x 1015 kWh

1. Energi Potensial
9

Secara umum energi potensial adalah energi yang tersimpan dalam sebuah benda atau dalam suatu keadaan tertentu. Energi potensial dalam tubuh kita akan bermanfaat jika kita mengubahnya menjadi energi gerak yang dilakukan oleh otot-otot tubuh kita. 2. Energi Potensial Gravitasi dalam Medan Gravitasi Homogen Medan gravitasi dari bumi berpengaruh pada semua massa yang terletak di permukaan atau di sekitar bumi. Medan gravitasi bumi dianggap homogen apabila kedudukan benda pada ketinggian h jauh lebih kecil daripada jari-jari bumi (h<R). Misalnya, sebuah benda yang massanya m diangkat vertikal keatas dari kedudukan A (y1) di tanah ke kedudukan B (y2) pada ketinggian h dari tanah. Perhatikan 2.7. !

B Y2 F Y1 (y1) h

W = m.g

Gambar 1.4. Benda bergerak vertikal ke atas setinggi h

Jika percepatan gravitasi bumi g, sehingga untuk mengangkat benda tersebut diperlukan F untuk mengangkat benda sampai ketinggian h adalah (keatas dinyatakan positif) : Wf = F . y = m . g (y2 y1) .......................................................... (5.1.) Wf = m . g . h Jika benda tersebut jatuh kembali ke tanah, usaha yang dilakukan oleh W sebesar :
10

Ww = W . y = m . g (y2 y1) = -m . g (y2 y1) .......................................................... (5.2.) Ww = -m . g . h Makin tinggi kedudukan benda dari tanah maka semakin besar energi potensialnya. Jadi, benda yang berada pada ketinggian h mempunyai potensi untuk melakukan usaha sebesar m . g . h. Oleh karena itu, dikatakan bahwa benda itu mempunyai energi potensial gravitasi. Dengan demikian, kita definisikan bahwa energi potensial gravitasi suatu benda adalah hasil kali beratnya dan ketinggianya h, sehingga dapat ditulis :

.......................................................... (5.3.) Ep = m . g . h atau .......................................................... (5.4.) Ep = m . g . y Keterangan : Ep m g h = = = = energi potensial gravitasi (J) massa benda (kg) percepatan gravitasi (ms-2) ketinggian benda dari acuan (tanah) (m)

Bagaimana jika lintasan benda tidak vertikal (keatas tetapi miring seperti gambar 2.8. ?) Untuk memudahkan persoalan, kita misalkan pengangkatan benda itu melalui lintasan lurus dari A ke B. W=F.s W = m . g . sin . s

B
11

h 0 A Gambar 2.8. Benda bergerak dengan lintasan miring Dari gambar 2.8. diperoleh persamaan : sin = h : s Sehingga atau h = s . sin .......................................................... (5.5.) W=m.g.h Ternyata persamaan 5.5. sama dengan perumusan yang diperoleh pada persamaan 5.1. Dengan demikian, energi potensial gravitasi tidak tergantung oleh bentuk lintasan, melainkan hanya tergantung pada kedudukan akhirnya. Selanjutnya dapat dinyatakan bahwa energi potensial gravitasi yang dimiliki oleh suatu benda jika ditinjau terhadap kedudukan tertentu hanya tergantung pada selisih tinggi kedudukan yang dimaksud. Sekarang kita tinjau sebuah benda bermassa m, mula-mula berada di titik A pada ketinggian h, dari bidang acuan. Jika benda dilepaskan, akan bergerak vertikal ke bawah karena gaya beratnya. Untuk mencapai titik B yang ketinggiannya h2 (h2 < h1), gaya berat benda melakukan usaha sebesar : W=m . g (h1 h2) (5.6.) W = - Ep Keterangan : m . g . h1 m . g . h2 = energi potensial gravitasi pada saat kedudukan di A (J) = energi potensial gravitasi pada saat kedudukan di B (J) F 0

Persamaan 5.6. pada hakikatnya dapat dinyatakan bahwa usaha yang dilakukan oleh gaya berat sebuah benda sama dengan pengurangan energi potensialnya. Secara lebih singkat, pernyataan diatas dapat dirumuskan : W = -(Ep1 Ep2) .......................................................... (5.7.) W = -(m . g . h2 m . g . h1)
12

Dalam hal ini, ada tiga kemungkinan harga W, yaitu sebagai berikut :
1)

W > 0 (positif), Ep < 0 (negatif), berarti usaha sama dengan W < 0 (negatif), Ep > 0 (positif), berarti usaha sama dengan W = 0, Ep = 0 (negatif), berarti energi potensial benda tetap. Hal itu

pengurangan energi potensial.


2)

pertambahan energi potensial.


3)

dapat terjadi jika perpindahan benda dalam satu bidang horizontal. 3. Energi Kinetik Setiap benda yang bergerak juga memiliki energi. Angin yang bertiup sanggup memutar kincir, air terjun sanggup memutar turbin, dan gelombang air laut sanggup menggerakkan turbin. Selanjutnya, kincir atau turbin dapat digunakan untuk memutar mesin atau generator pembangkit tenaga listrik. Energi yang dimiliki oleh angin, air terjun, atau benda-benda yang bergerak disebut energi gerak atau energi kinetik. Berapa besar energi yang dimiliki oleh benda dengan massanya tertentu dan bergerak dengan kecepatan tertentu? Misalkan, kita melemparkan sebuah bola yang massanya m. Jika gaya yang bekerja pada bola itu konstan, sebesar F, serta dapat memindahkannya sejauh s dari tangan kita maka menurut hukum II Newton, bola memperoleh percepatan sebesar : a= F m

Telah kita ketahui bahwa sebuah benda yang diam, jika memperoleh percepatan a melalui jarak s, kecepatan akhirnya dapat dinyatakan dengan persamaan : V2 = 2 a . s Jika a diganti dengan F , persamaan diatas menjadi : m V2 =2 F s m

F . s adalah besarnya usaha yang dilakukan oleh tangan kita pada saat melemparkan bola, sedangkan m . V2 adalah besarnya energi yang diperoleh bola, yang selanjutnya disebut energi kinetik. Dengan demikian, jika energi kinetik dinyatakan dengan simbol Ek maka : Ek = m .V2

13

Keterangan : Ek m V = = = energi kinetik (J) massa (kg) kecepatan (m/s)

Jadi, energi kinetik sebuah benda yang massanya m, dan mempunyai kecepatan V, sama dengan m . V2. Jadi m dinyatakan dalam satuan kg dan V dalam satuan Ek adalah joule (J). 4. Energi Air Kira-kira 20% kebutuhan energi kita adalah energi yang diperoleh dari energi air, yang dalam hal ini adalah energi listrik yang dibangkitkan oleh stasiun pembangkit energi pasang surut stasiun pembangkit energi gelombang air laut. Contoh pembangkit energi hidrolistik ini adalah PLTA Jatiluhur, PLTA Cirata dan PLTA Seguluing. Pada stasiun pembangkit energi gelombang air laut, terjadi perubahan bentuk energi kinetik, gelombang air laut menjadi energi listrik. 5. Energi Angin Energi angin telah dimanfaatkan oleh bangsa-bangsa di kawasan Timur Tengah sejak 2000 tahun sebelum Masehi. Tiga ratus tahun kemudian, barulah energi angin dimanfaatkan secara luas benua Eropa. Energi angin dimanfaatkan untuk memutar kincir angin, yang pada akhirnya bisa digunakan untuk memutar turbin sehingga bisa dihasilkan listrik melalui generator. Pembangkit listrik yang menggunakan kincir berdiameter 60 m bisa menghasilkan daya listrik sekitar 3 MW. Bila rata-rata kelanjutan angin 20 m/s. Walaupun tampaknya pembangkit energi angin ini cukup sederhana namun ia bisa menghasilkan daya keluaran dengan efisiensi sampai 60%. Bandingkan dengan efisiensi sel surya yang hanya 20%. 6. Energi Geotermal Sebuah geontral atau panas bumi dihasilkan dari uap air panas yang keluar (dipompa keluar) dari dalam bumi. Sebenarnya energi geontral juga bisa dihasilkan dari batu-batuan yang membara di dalam bumi. 7. Energi Nuklir Energi nuklir adalah energi yang dihasilkan dari reaksi fisi (pembelahan) ataupun reaksi fusi (penggabungan) inti-inti atom. Pada dasarnya energi nuklir ini
14

merupakan hasil reaksi berantai yang bisa dikendalikan dengan uranium dan plutonium sebagai bahan utamanya. Peristiwa semacam ini pernah terjadi di reaktor nuklir Chernobyl di Rusia (dulu di Uni Sovyet) dan reaktor nuklir di Bhopal (India). Bila 1 kg uranium direaksikan dalam sebuah reaktor nuklir, maka bisa dihasilkan energi sebanyak 7 x 100 J. Ini merupakan suatu angka yang sangat menakjubkan. Bandingkan dengan nilai kalorik dari 1 kg batu bara yang hanya bisa menghasilkan energi sebanyak 29 MJ saja. Berarti, 1 kg uranium bisa menghasilkan lebih dari sejuta yang dihasilkan oleh 1 kg batu bara.
8.

Energi Matahari Cahaya matahari merupakan energi yang paling besar dan paling melimpah. Tanpa cahaya matahari, kehidupan di muka bumi ini tidak akan bisa berkembang tanpa kita minta atau kita usahakan. Cahaya matahari akan selalu memberikan energinya pada kita. Misalnya, memanaskan bumi dan bangunan-bangunan di atasnya. Tanpa sinar matahari, proses fotosintesis pada tumbuhan tidak akan berlangsung. Jadi, dengan sendirinya matahari telah mensuplai kebutuhan energi manusia dalam jumlah yang sangat besar. Bagaimana kita bisa menangkap energi cahaya matahari ini dan menggunakannya sebagai sumber energi yang bisa kita atur kekuatannya? Karena matahari hanya bersinar pada siang hari, maka pada malam hari matahari praktis tidak memberikan energinya. Salah satu alat yang dipakai untuk menangkap energi cahaya matahari adalah panel surya. Panel surya adalah alat yang berfungsi sebagai pemanasan air. Dengan demikian, panel surya tidak menghasilkan listrik.

C. DAYA Daya didefinisikan sebagai laju usaha yang dilakukan atau besar usaha persatuan waktu. Jadi, daya (lambang P) dihitung dengan membagi usaha (W) yang dilakukan terhadap selang waktu (t) lamanya melakukan usaha :

......................(1) p = Fv Karena usaha = gaya x perpindahan (W = Fx), maka persamaan 1 dapat kita tulis :

15

P=

Fx x = F t t

Karena perpindahan (x) dibagi selang waktu (t) sama dengan kecepatan rata-rata ( v ), maka kita peroleh : .............................................................. (2) 1 hp = 764 W

Perhatikan persamaan 1 dan 2, daya diperoleh dari hasil bagi antara dua besaran skalar (usaha dan waktu) sehingga daya termasuk besaran skalar. 1. Satuan Daya Satuan usaha dalam SI adalah joule (disingkat J), sedang satuan waktu adalah sekon (disingkat s). Jadi satuan SI untuk daya adalah : satuan daya = joule sekon

Satuan daya dalam SI diberi nama Watt (disingkat W) untuk menghormati James Watt (1734 1819), seorang ahli permesinan asal Skotlandia yang berhasil menemukan mesin uap. Dengan demikian : 1 Watt = 1 joule 1 sekon

Satu Watt adalah daya yang kecil, kira-kira sama dengan daya yang Anda perlukan untuk mengangkat sebuah gelas berisi air. Oleh karena itu daya sering diukur dalam satuan SI yang lebih besar, yaitu kilowatt (kW) dan megawatt (MW). 1 kW = 105 W = 1000 W 1 MW = 106 W = 1000000 W Dalam keseharian, khususnya dalam peralatan teknik, seperti pompa, mesinmesin mobil dan motor, dayanya dinyatakan dalam dk (daya kuda) atau pk (paarde kracht) atau hp (horse power). 2. Efisiensi Konverter Energi Fakta menunjukkan bahwa konverter energi tidak mungkin mengubah seluruh energi yang diterimanya menjadi energi yang bermanfaat. Sebagian energi akan berubah menjadi energi yang tidak bermanfaat. Jika energi yang diterima oleh konverter energi kita sebut masukan dan energi yang diubah ke bentuk yang bermanfaat kita sebut keluaran, maka efisiensi didefinisikan sebagai
16

hasil bagi keluaran dan masukan dikali dengan seratus persen. Efisiensi bisa dituliskan dengan persamaan : keluaran x 100% masukan

Sebagai contoh adalah bola lampu pijar, yaitu alat yang mengubah energi listrik menjadi energi cahaya (energi yang bermanfaat). Jika sebuah lampu 100 W artinya lampu itu menerima energi listrik 100 J dalam waktu 1 sekon. Dari 100 J energi yang diterima hanya 40 J yang diubah menjadi energi cahaya, maka dikatakan bahwa efisiensi lampu tersebut sama dengan : 40 J x 100% = 40% 100 J
P Pin

Artinya, sebanyak 40% saja energi listrik yang diubah menjadi energi cahaya. Dan sebanyak 60% darienergi x 100% yang diterima diubah menjadi = out listrik energi kalor (energi yang tidak bermanfaat). Jika efisiensi dinyatakan dengan daya, maka persamaan efisiensi diatas dapat dituliskan dengan persamaan :

Wout = 3 x 100% BAB E in PENUTUP

KESIMPULAN Usaha dan Energi merupakan suatu kesatuan. Timbulnya usaha karena proses perubahan energi dan begitu juga sebaliknya, proses perubahan energi dapat menimbulkan suatu usaha. Jadi kita dapat melakukan berbagai kegiatan. Misalnya, berjalan, berolahraga, berpikir dan bekerja, karena kita mempunyai tenaga atau energi.
17

Demikian pula, hewan dapat bergerak dan melakukan segala aktivitas karena hewan mempunyai energi. Mesin-mesin dapat bekerja karena adanya tenaga atau energi yang dapat mengaktifkannya. Manusia dan hewan dapat melakukan kerja atau usaha karena didalam tubuhnya terjadi proses perubahan energi. Mesin-mesin dapat bekerja atau melakukan usaha karena didalam mesin terjadi proses perubahan energi. Jadi, semua benda mempunyai energi. Banyak atau bahkan seluruh kegiatan manusia yang membutuhkan adanya usaha dan energi ini. Karena usaha dan energi ini dapat membantu manusia untuk melakukan berbagai macam aktivitas atau kegiatan sehariharinya.

DAFTAR PUSTAKA Sear Smean Sky.

18