Anda di halaman 1dari 13

Hendri Winarto, S.T.

TIK STKIP PGRI Pacitan

Pendahuluan
Aljabar merupakan metode penyelesaian persamaan

matematis yang terstruktur, dicetuskan oleh Muhammad Ibn Musa Al Khawarizmi dalam bukunya Al Jabar... Boolean bisa diartikan "dengan caranya si Boole", karena dicetuskan oleh seorang matematikawan bernama George Boole. Aljbar boolean merupakan ilmu aljabar yang diterapkan pada ilmu matematika biner

Mendeskripsikan Rangkaian Logika Secara Aljabar


Pada saat kita menyusun rangkaian logika dari gerbang-gerbang

logika dasar, sebenarnya rangkaian tersebut bisa direpresentasikan dalam persamaan aljabar. Karena bisa berbentuk persamaan aljabar tersebut, nantinya sebuah rangkaian bisa disederhanakan melalui teorema-teorema aljabar dan teorema tambahan yang hanya berlaku pada aljabar biner (aljabar boolean)

Contoh :

..dan untuk rangkaian yang mengandung inverter (gerbang NOT)..


Digunakan tanda apostrop atau tanda petik satu atau

tanda aksen (accent) : ' pada elemen yang perlu dilakukan negasi

Mengevaluasi Output Rangkaian Logika


Untuk menguji rangkaian logika yang telah dibuat, dan

telah diketahui persamaannya dalam bentuk aljabar boolean, kita bisa langsung mengoperasikannya secara bertahap dengan memasukkan nilai yang diketahui. Contoh :
Misal A=0, B=1, C=1, D=1 X = A'BC (A+D)' = 0'*1*1* (0+1)' = 1 *1*1* (1)' = 1 *1*1* 0 =0

...lanjutan contoh "Mengevaluasi..."


Misal A=0, B=0, C=1, D=1, E=1 X = [D+ ((A+B)C)'] * E = [1 + ((0+0)1 )'] * 1 = [1 + (0*1)'] * 1 = [1+ 0'] *1 = [1+ 1 ] * 1 =1

Menentukan Output Melalui Diagram


Selain melakukan penghitungan melalui penyelesaian

persamaan, kita bisa memasukkan nilainya secara langsung pada diagram/rangkaian dan menuliskan hasil operasi tiap-tiap gerbang logikanya

Mengimplementasikan Rangkaian dari Ekspresi Aljabar Boolean


Jika operasi suatu rangkaian logika didefinisikan dengan

sebuah ekspresi/persamaan aljabar boolean, maka kita juga bisa mengimplementasikannya secara langsung dalam bentuk rangkaian logika

Teorema Boolean (single variable)

Teorema Boolean (multi variable)


(9) (10) (11) (12) (13a) (13b) (14) (15) x + y = y + x (hukum komutatif) x * y = y * x (hukum komutatif) x+ (y+z) = (x+y) +z = x+y+z (hukum asosiatif) x (yz) = (xy) z = xyz (hukum asosiatif) x (y+z) = xy + xz (w+x)(y+z) = wy + xy + wz + xz x + xy = x [pembuktian di bawah] x + x'y = x + y

Pembuktian teorema (14) x + xy = x (1+y) = x * 1 [dari teorema (6)] = x [dari teorema (2)]

Teorema De Morgan
(16) (x+y)' = x' * y' (17) (x*y)' = x' + y' Teorema (16) menyebutkan bahwa saat hasil operasi OR

dari dua variabel diberi operasi inversi, ini akan sama dengan menginversikan masing-masing variabel secara individual lalu menggunakan operasi AND pada kedua variabel tersebut. Teorema (17) menyebutkan bahwa saat hasil operasi AND dari dua variabel diberi operasi inversi, ini akan sama dengan menginversikan masing-masing variabel secara individual lalu menggunakan operasi OR pada kedua variabel tersebut.

Teorema De Morgan, contoh


X = [(A'+C) * (B+D')]' = (A'+C)' + (B+D')' [dengan teorema (17)] = (A''*C') + (B'*D'') [dengan teorema (16)] = AC' + B'D

Terima Kasih
Referensi :
School of Electrical and Information Engineering of University of Sydney.

http://www.usyd.edu.au